MAKALAH SEMINAR  “MEDIA PEMBELAJARAN MULTIMEDIA INTERAKTIF”                      OLEHNAMA     : YUKI KARNITA            ST...
PRODI     : PEND. FISIKAJURUSAN   : PEND. MIPA    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN            UNIVERSITAS HALUOLEO   ...
BAB I                                                           PENDAHULUANA. Latar Belakang          Pendidikan merupakan...
Pesatnya perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi telah mengubah model dan pola pembelajaran pada duniapendidikan. ...
maknanya) sehingga akan lebih menarik minat siswa dan memberikan kemudahan untuk memahami materi karena penyajiannya  yang...
5. Untuk mengetahui gambaran rencana pelaksanaan pembelajaran jika media pembelajaran multimedia intarktif diterapkan di  ...
Belajar adalah suatu proses yang berlangsung di dalam diri seseorang yang mengubah tingkah lakunya, baik tingkah lakudalam...
e. Pengalaman atau latihan itu dapat memberi penguatan.       Secara umum istilah belajar dimaknai sebagai suatu kegiatan ...
mereka dapat belajar sesuai dengan kebutuhan dan minatnya. Disini pendidik berperan sebagai fasilitator yang menyediakan f...
dan siswa akan lebih banyak melakukan kegiatan belajar. Bahkan penggunaan media akan dapat mempertinggi kualitas proses da...
C. Definisi Multimedia Interaktif          Secara sederhana multimedia diartikan sebagai “lebih dari satu media”. Multimed...
Pembelajaran yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi atau menggunakan multimedia disebut dengan media   pembel...
2. Pengajar akan selalu dituntut untuk kreatif inovatif dalam mencari terobosan pembelajaran.      3. Mampu menggabungkan ...
Standar Kompetensi                                          Kompetensi Dasar        5.     Memahami gejala-gajala        a...
2. Kelajuan dan Kecepatan          Kelajuan termasuk dalam besaran skalar karena tidak tergantung pada arahnya dan biasany...
Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak benda dengan lintasan garis lurus dan memiliki kecepatan setiap saat tetap.      ...
1. Belajar adalah sebuah proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh sebuah perubahan tingkah laku yang menetap, ...
DAFTAR PUSTAKAAnonim, 2009.    Http://endonesa.wordpress.com/ajaran-pembelajaran/media-interaktif/.html. Di Akses Pada Tan...
Sarwiko, D. 2010. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif Menggunakan Macromedia Director MX       ...
20
Penilaian                            Materi                                                                               ...
Lampiran 1                                                               sehari-hari.                                     ...
Lampiran 02                                          RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN                                     ...
1. Produk            a. Melalui percobaan peserta didik mampu membedakan kedudukan dan perpindahan.            b. Peserta ...
IV. Langkah - Langkah Kegiatan   1.   Kegiatan awal        a.   Guru mengawali pelajaran dengan mengucapkan salam, kemudia...
-     Peserta didik berdiskusi dengan kelompoknya tentang beberapa contoh gerak yang ditampilkan dalam media pembelajaran....
c.   Guru memberikan soal-soal pengembangan konsep pada siswa untuk dikerjakan secara berkelompok dan dikumpulkan         ...
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN                                                          (RPP 02)                     Sek...
a. Peserta didik mampu menjelaskan pengertian GLB dan GLBB berdasar simulasi media pembelajaran yang          ditampilkan....
II. Sub Materi Pembelajaran        a. GLB        b. GLBBIII. Metode Pembelajaran   Model              : Cooperative Learni...
b. Gerak jatuh peloncat indah tergolong GLB atau GLBB ?     e. Prasyarat pengetahuan:          c. Apakah yang dimaksud den...
e. Guru memberikan kesempatan kepada setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya secara bergantian dan        ...
xxxxxxxxxxxxxxx                           Yuki Karnita                                          NIM: A1C3 09 072          ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Makalah

1,438 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,438
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
21
Actions
Shares
0
Downloads
56
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah

  1. 1. MAKALAH SEMINAR “MEDIA PEMBELAJARAN MULTIMEDIA INTERAKTIF” OLEHNAMA : YUKI KARNITA STAMBUK : A1C3 09 072 1
  2. 2. PRODI : PEND. FISIKAJURUSAN : PEND. MIPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS HALUOLEO KENDARI 2012 2
  3. 3. BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Pendidikan merupakan syarat utama bagi suatu bangsa untuk dapat berkembang. Sejak beberapa tahun belakangan ini teknologi informasi dan komunikasi telah banyak digunakan dalam proses belajar mengajar, dengan satu tujuan mutu pendidikan akan selangkah lebih maju seiring dengan kemajuan teknologi. Komunikasi adalah salah satu hal yang penting dalam pendidikan. Seorang guru sedang melakukan komunikasi dengan para siswanya ketika proses belajar mengajar. Dengan komunikasi yang efektif, maka transfer ilmu bisa berjalan dengan efektif. Begitu juga sebaliknya, jika komunikasi tidak efektif, maka transfer ilmu tidak akan optimal. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan salah satu pondasi dasar pembangunan bangsa, dan merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi setiap insan agar dapat bersaing dan berdaya guna dalam era globalisasi. Kemajuan teknologi yang berkembang dengan cepat memberikan pengaruh di bidang pendidikan. Dunia pendidikan dituntut untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan informasi. Pendidikan saat ini masih terasa sangat ketinggalan jaman. Sejak dulu hingga sekarang, para siswa disuguhkan dengan media yang kurang menarik minat mereka, kegiatan pembelajaran yang diterapkan masih terbilang tidak efektif, dimana para guru masih harus menerangkan secara panjang lebar dan hanya meggunakan media buku, atau berupa media teks atau media lainnya yang masih terbilang monoton. Sehingga dalam menyampaikan materi kurang menarik dan tidak jarang para siswa kurang atau bahkan tidak memahami materi yang bersifat abstrak yang diberikan oleh guru tersebut. Sudah menjadi pendapat umum bahwa fisika merupakan salah satu pelajaran yang kurang diminati (Afrizal Mayub, 2005:2). Salah satu penyebabnya adalah karena fisika banyak mempunyai konsep yang bersifat abstrak sehingga sukar membayangkannya. 3
  4. 4. Pesatnya perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi telah mengubah model dan pola pembelajaran pada duniapendidikan. Hal ini, berarti bahwa pembelajaran akan dapat memberikan manfaat yang sangat besar bagi proses pembelajarankhususnya fisika. Komputer dapat membuat konsep-konsep yang abstrak menjadi konkret dengan visualisasi statis maupundengan visualisasi dinamis (animasi). Oleh karena itu sektor pendidikan kita harus mampu memanfaatkan Teknologi Informasiuntuk mengembangkan sistem pendidikan berbasis media elektronik salah satunya memperkenalkan dengan pembelajaran berbasismultimedia interaktif. Dengan berkembangnya teknologi multimedia, unsur-unsur video, bunyi, teks dan grafik dapat dikemas menjadi satu melaluipembelajaran berbasis multimedia interaktif. Multimedia interaktif dalam kelas dikembangkan atas dasar asumsi bahwa nantinyadapat menciptakan suasana pengajaran dan pembelajaran yang interaktif dan komunikasi berbagai hal (pelajar-guru, pelajar-pelajar,pelajar-komputer). Karena dalam multimedia interaktif merupakan media yang memanfaatkan sepenuhnya indra penglihatan danpendengaran yang mampu menarik minat belajar, serta proses komunikasi dalam pembelajaran tidak terlalu verbalisme (hanyaberupa kata-kata tanpa diketahui maknanya) sehingga akan lebih menarik minat siswa dan memberikan kemudahan untuk memahamimateri karena penyajiannya yang interaktif. Multimedia interaktif dapat diartikan sebagai kombinasi berbagai unsur media yangterdiri dari teks, grafis, foto, animasi, video, dan suara yang disajikan secara interaktif dalam media pembelajaran. Multimedia interaktif dalam kelas dikembangkan atas dasar asumsi bahwa nantinya dapat menciptakan suasana pengajarandan pembelajaran yang interaktif dan komunikasi berbagai hal (pelajar-guru, pelajar-pelajar, pelajar-komputer). Karena dalammultimedia interaktif merupakan media yang memanfaatkan sepenuhnya indra penglihatan dan pendengaran yang mampu menarikminat belajar, serta proses komunikasi didalam pembelajaran tidak terlalu verbalisme (hanya berupa kata-kata tanpa diketahui 4
  5. 5. maknanya) sehingga akan lebih menarik minat siswa dan memberikan kemudahan untuk memahami materi karena penyajiannya yang interaktif.B. Rumusan Masalah Rumusan masalah makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Apakah definisi belajar dan pembelajaran? 2. Apakah pengertian media pembelajaran? 3. Apakah definisi multimedia interaktif? 4. Bagaimana keuntungan dan kelebihan mengggunkan multimedia interaktif? 5. Bagaimana gambaran rencana pelaksanaan pembelajaran jika media pembelajaran multimedia intarktif diterapkan di sekolah?C. Tujuan Tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui definisi belajar dan pembelajaran. 2. Untuk mengetahui pengertian media pembelajaran? 3. Untuk mengetahui definisi multimedia interaktif. 4. Untuk mengetahui keuntungan dan kelebihan mengggunakan multimedia interaktif. 5
  6. 6. 5. Untuk mengetahui gambaran rencana pelaksanaan pembelajaran jika media pembelajaran multimedia intarktif diterapkan di sekolah.D. Manfaat Manfaat penulisan makalah ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap media pembelajaran multimedia interaktif. BAB II PEMBAHASANA. Definisi Belajar dan Pembelajaran 6
  7. 7. Belajar adalah suatu proses yang berlangsung di dalam diri seseorang yang mengubah tingkah lakunya, baik tingkah lakudalam berpikir, bersikap, dan berbuat (W. Gulo, 2002: 23). Pada dasarnya belajar merupakan tahapan perubahan prilaku siswa yang relatif positif dan mantap sebagai hasil interaksidengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif (Syah, 2003), dengan kata lain belajar merupakan kegiatan berproses yang terdiridari beberapa tahap. Tahapan dalam belajar tergantung pada fase-fase belajar, dan salah satu tahapannya adalah yang dikemukakanoleh witting yaitu : Tahap acquisition, yaitu tahapan perolehan informasi; Tahap storage, yaitu tahapan penyimpanan informasi; Tahap retrieval, yaitu tahapan pendekatan kembali informasi (Syah, 2003). Definisi yang lain menyebutkan bahwa belajar adalah sebuah proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh sebuahperubahan tingkah laku yang menetap, baik yang dapat diamati maupun yang tidak dapat diamati secara langsung, yang terjadisebagai suatu hasil latihan atau pengalaman dalam interaksinya dengan lingkungan (Roziqin, 2007: 62). Dari berbagai definisi para ahli di atas, dapat disimpulkan adanya beberapa ciri belajar, yaitu: a. Belajar ditandai dengan perubahan tingkah laku (change behavior). b. Perubahan perilaku relatif permanen. Ini berarti, bahwa perubahan tingkah laku yang terjadi karena belajar untuk waktu tertentu akan tetap atau tidak berubah-ubah. c. Perubahan tingkah laku tidak harus segera dapat diamati pada saat proses belajar sedang berlangsung, perubahan perilaku tersebut bersifat potensial d. Perubahan tingkah laku merupakan hasillatihan atau pengalaman 7
  8. 8. e. Pengalaman atau latihan itu dapat memberi penguatan. Secara umum istilah belajar dimaknai sebagai suatu kegiatan yang mengakibatkan terjadinya perubahan tingkah laku. Denganpengertian demikian, maka pembelajaran dapat dimaknai sebagai suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa, sehinggatingkah laku peserta didik berubah ke arah yang lebih baik (Darsono, 2000: 24). Adapun yang dimaksud dengan proses pembelajaranadalah sarana dan cara bagaimana suatu generasi belajar, atau dengan kata lain bagaimana sarana belajar itu secara efektif digunakan.Hal ini tentu berbeda dengan proses belajar yang diartikan sebagai cara bagaimana para pembelajar itu memiliki dan mengakses isipelajaran itu sendiri (Tilaar, 2002: 128). Berangkat dari pengertian tersebut, maka dapat dipahami bahwa pembelajaran membutuhkan hubungan dialogis yangsungguh-sungguh antara guru dan peserta didik, dimana penekanannya adalah pada proses pembelajaran oleh peserta didik (studentof learning), dan bukan pengajaran oleh guru (teacher of teaching) (Suryosubroto, 1997: 34). Konsep seperti ini membawakonsekuensi kepada fokus pembelajaran yang lebih ditekankan pada keaktifan peserta didik sehingga proses yang terjadi dapatmenjelaskan sejauh mana tujuan-tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dapat dicapai oleh peserta didik. Keaktifan peserta didik ini tidak hanya dituntut secara fisik saja, tetapi juga dari segi kejiwaan. Apabila hanya fisik pesertadidik saja yang aktif, tetapi pikiran dan mentalnya kurang aktif, maka kemungkinan besar tujuan pembelajaran tidak tercapai. Inisama halnya dengan peserta didik tidak belajar, karena peserta didik tidak merasakan perubahan di dalam dirinya (Fathurrohman,2007: 9). Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungan, sehingga terjadi perubahanperilaku kearah yang lebih baik. Dan tugas guru adalah mengkoordinasikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahanperilaku bagi peserta didik. Pembelajaran juga dapat diartikan sebagai usaha sadar pendidik untuk membantu peserta didik agar 8
  9. 9. mereka dapat belajar sesuai dengan kebutuhan dan minatnya. Disini pendidik berperan sebagai fasilitator yang menyediakan fasilitas dan menciptakan situasi yang mendukung peningkatan kemampuan belajar peserta didik.B. Pengertian Media Pembelajaran Media merupakan bentuk jamak dari kata “medium” yang berasal dari bahasa latin yang berarti “antara”. Istilah media dapat kita artikan sebagai segala sesuatu yang menjadi perantara atau penyampai informasi dari pengirim pesan kepada penerima pesan (Supriatna, 2009). Menurut Rohani (1997) media adalah segala sesuatu yang berfungsi sebagai perantara/saran/alat untuk proses komunikasi (Proses belajar mengajar). Menurut Santoso (2002), media yang efektif adalah media yang mampu mengkomunikasikan sesuatu yang ingin disampaikan oleh pemberi pesan atau sumber dapat ditangkap secara utuh oleh penerima pesan tersebut. Oleh karena itu dalam merancang Kegiatan Belajar Mengajar hendaknya dipilih pula media yang benar-benar efektif dan efisien atau merancang media sendiri (media by design) sehingga dapat menyampaikan pesan pembelajaran yang akhirnya terbentuk kompetensi dari siswa. Media juga dapat menyajikan efek suara, gambar dan gerak sehingga pesan yang disampaikan menjadi lebih hidup, menarik dan konkret serta dapat memberikan kesan seolah-olah siswa ikut mengalami sendiri. Efek yang berpengaruh menjadikan media menghidupkan suasana pembelajaran inilah yang mempengaruhi motivasi siswa sehingga dapat meningkatkan motivasi untuk mengikuti pembelajaran. Media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran (Ena, 2001:1). Ali (Wijaya, 2010) menyatakan bahwa fungsi media dalam proses belajar mengajar yaitu untuk meningkatkan rangsangan peserta didik dalam kegiatan belajar. Menurut Sudjana dalam Jundan (2008: 2), ada beberapa alasan berkenaan dengan pemanfaatan media, di antaranya; pelajaran akan lebih menarik perhatian siswa, bahan pelajaran akan lebih mudah dipahami oleh siswa, metode mengajar akan lebih bervariasi, 9
  10. 10. dan siswa akan lebih banyak melakukan kegiatan belajar. Bahkan penggunaan media akan dapat mempertinggi kualitas proses danhasil pengajaran, dari berfikir konkret ke berpikir abstrak. Terdapat beberapa prinsip-prinsip dalam pemilihan media adalah sebagai berikut: a. Media yang dipilih harus sesuai dengan tujuan dan materi pelajaran, metode mengajar yang digunakan serta karakteristik siswa yang belajar (tingkat pengetahuan siswa, bahasa siswa, dan jumlah siswa yang belajar). b. Untuk dapat memilih media dengan tepat, guru harus mengenal ciri-ciri dan tiap-tiap media pembelajaran. c. Pemilihan media pembelajaran harus berorientasi pada siswa yang belajar, artinya pemilihan media untuk meningkatkan efektivitas belajar siswa. d. Pemilihan media harus mempertimbangkan biaya pengadaan, ketersediaan bahan media, mutu media, dan lingkungan fisik tempat siswa belajar (Hambali, 2010). Tresna (Wijaya, 2010) menjelaskan bahwa peranan media dalam pembelajaran mempunyai pengaruh sebagai berikut: 1)Media dapat menyiarkan informasi yang penting; 2) Media dapat digunakan untuk memotivasi pembelajar pada awal pembelajaran;3) Media dapat menambah pengayaan dalam belajar; 4) Media dapat menunjukkan hubungan-hubungan; 5) Media dapat menyajikanpengalaman-pengalaman yang tidak dapat ditunjukkan oleh guru; 6) Media dapat membantu belajar perorangan; dan 7) Media dapatmendekatkan hal-hal yang ada di luar ke dalam kelas. Sedangkan Latuheru (Wijaya, 2010) berpendapat bahwa peran media dalampembelajaran adalah: 1) membangkitkan motivasi belajar pembelajar; 2) mengulang apa yang telah dipelajari pembelajar; 3)merangsang pembelajar untuk belajar penuh semangat; 4) mengaktifkan respon pembelajar; dan 5) segera diperoleh umpan balik daripembelajar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keberadaan media dalam aktivitas pembelajaran memiliki banyak manfaat sehinggatidak dapat dipisahkan dari proses belajar mengajar. 10
  11. 11. C. Definisi Multimedia Interaktif Secara sederhana multimedia diartikan sebagai “lebih dari satu media”. Multimedia bisa berupa kombinasi antara teks, grafik, animasi, suara dan gambar. Namun pada bagian ini perpaduan dan kombinasi dua atau lebih jenis media ditekankan kepada kendali komputer sebagai penggerak keseluruhan gabungan media ini. Dengan demikian arti multimedia yang umumnya dikenal dewasa ini adalah berbagai macam kombinasi grafik, teks, suara, video, dan animasi. Penggabungan ini merupakan suatu kesatuan yang secara bersama-sama menampilkan informasi, pesan atau isi pelajaran (Arsyad, 2002:169). Menurut Rosch (1996) dalam Suyanto (2005:20), Multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video. Sedangkan menurut Suyanto (2005:20), multimedia secara umum merupakan kombinasi tiga elemen, yaitu suara, gambar dan teks. Definisi lain dari multimedia, adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan link dan tool yang memungkinkan pemakai melakukan navigasi, berinteraksi, berkreasi dan berkomunikasi (Suyanto, 2005:21). Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa multimedia merupakan perpaduan antara berbagai media yang berupa teks, gambar, grafik, sound, animasi, video, interaksi, dll. yang telah dikemas menjadi file digital (komputerisasi), digunakan untuk menyampaikan pesan kepada publik. Pemanfaatan multimedia sangatlah banyak diantaranya untuk media pembelajaran. Multimedia terbagi menjadi dua kategori, yaitu: multimedia non interaktif dan multimedia interaktif. Multimedia non interaktif adalah suatu multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun yang dapat dioperasikan oleh pengguna. Multimedia ini berjalan sekuensial (berurutan), misalnya televisi dan film. Sedangkan multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang telah dilengkapi dengan alat pengontrol, seperti icon maupun button, menu, scroll bar, dan lainnya yang disajikan dalam sebuah program yang dapat dioperasikan oleh pengguna sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. Contoh multimedia interaktif adalah pembelajaran interaktif (ICT), aplikasi game dan lain-lain (Sigit, 2008). 11
  12. 12. Pembelajaran yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi atau menggunakan multimedia disebut dengan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif. Penggunaan media pembelajaran ini dimaksudkan untuk membantu dosen dalam penyampaian materi dan juga membantu mahasiswa dalam memahami materi yang diajarkan. Selain itu muatan materi pelajaran dapat dimodifikasi menjadi lebih menarik dan mudah dipahami, tujuan materi yang sulit akan menjadi mudah, suasana belajar yang menegangkan menjadi menyenangkan. Dengan menggunakan media pembelajaran berbasis multimedia dapat memadukan media- media dalam proses pembelajaran, maka proses pembelajaran akan berkembang dengan baik, sehingga membantu dosen menciptakan pola penyajian yang interaktif. Multimedia interaktif merupakan kombinasi berbagai media dari komputer, video, audio, gambar dan teks. Berdasarkan definisi Hofstetter (2001) “multimedia interaktif adalah pemanfaatan komputer untuk menggabungkan teks, grafik, audio, gambar bergerak (video dan animasi) menjadi satu kesatuan dengan link dan tool yang tepat sehingga memungkinkan pemakai multimedia dapat melakukan navigasi, berinteraksi, berkreasi, dan berkomunikasi”. Media pembelajaran interaktif yang dimaksudkan adalah berbentuk Compact-Disk (CD). Media ini disebut CD Multimedia Interaktif. Disebut multimedia dikarenakan bahwa media ini memiliki unsur audio-visual (termasuk animasi). Disebut interaktif karena media ini dirancang dengan melibatkan respon pemakai secara aktif. Salah satu keuntungan pemanfaatan CD-Multimedia Interaktif adalah tingkat interaktivitasnya tinggi karena memiliki lebih banyak pengalaman belajar melalui teks, audio, video, hingga animasi yang dikemas dengan tayangan gambar yang ditampilkan bersamaan dengan judul dan narasi suara dan juga menampilkan tingkah laku manusia atau pekerjaan yang kompleks (Anonim, 2009).D. Keuntungan dan Kelebihan menggunakan Multimedia Interaktif Keuntungan dan kelebihan menggunakan multimedia interaktif dalam pembelajaran diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Sistem pembelajaran lebih inovatif dan interaktif. 12
  13. 13. 2. Pengajar akan selalu dituntut untuk kreatif inovatif dalam mencari terobosan pembelajaran. 3. Mampu menggabungkan antara teks, gambar, audio, musik, animasi gambar atau video dalam satu kesatuan yang saling mendukung guna tercapainya tujuan pembelajaran. 4. Menambah motivasi pembelajar selama proses belajar mengajar hingga didapatkan tujuan pembelajaran yang diinginkan. 5. Mampu menvisualisasikan materi yang selama ini sulit untuk diterangkan hanya sekedar dengan penjelasan atau alat peraga yang konvensional. 6. Melatih pembelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan (Sarwiko, 2010).E. Rencana Pelaksanaan Pelajaran dengan Media Pembelajaran Multimedia Interaktif dalam Proses Pembelajaran di Sekolah. Pada pelaksanaannya dalam proses pembelajaran saat ini, media pembelajaran multimedia interaktif sangat cocok diterapkan di sekolah-sekolah khususnya pada mata pelajaran fisika sehingga konsep-konsep yang bersifat abstrak menjadi lebih nyata. Misalnya saja kita memilih untuk menerapkan media pembelajaran multimedia interaktif ini pada Sekolah Menengah Pertama pada Materi Pokok Gerak. Gambaran pelaksanaan pembelajarannya (Silabus dan RPP) dapat dilihat pada Lampiran 01 dan Lampiran 02. 1. Gerak pada pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama a. Standar kompetensi dan kompetensi dasar Berdasarkan standar isi yang pada tingkat satuan pendidikan di sekolah menengah pertama pembelajaran tentang Gerak terdapat pada kelas VII semester genap. Untuk lebih jelasnya berikut disajikan standar kompetensi dan kompetensi dasar sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional, no. 22, tahun 2006 sebagai berikut: 13
  14. 14. Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 5. Memahami gejala-gajala alam melalui 5.2 Menganalisis data percobaan gerak lurus beraturan pengamatan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Tabel 1. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasarb. Materi Pokok Gerak 1. Kedudukan dan Perpindahan Benda dikatakan bergerak jika mengalami perubahan kedudukan terhadap titik acuan tertentu. Misal kamu berada dalam bus yang bergerak meninggalkan halte. Bila halte ditetapkan sebagai titik acuan maka bus dan kamu dikatakan bergerak terhadap halte. Apabila bus ditetapkan sebagai titik acuan maka kamu dikatakan tidak bergerak (diam) terhadap bus. Keadaan ini sering disebut gerak bersifat relative artinya benda dikatakan bergerak pada titik acuan tertentu, tetapi tidak bergerak terhadap benda lain. Benda yang bergerak lurus menempuh lintasan lurus. Lintasan adalah titik-titik berurutan yang dilalui oleh suatu benda yang bergerak. Kedudukan sama artinya dengan letak. Kedudukan suatu benda dapat dinyatakan terhadap titik sembarang yang disebut titik acuan. Perpindahan adalah perubahan kedudukan suatu benda akibat terjadinya perubahan waktu. Perpindahan tergantung pada kedudukan awal dan akhir dan tidak tergantung pada lintasan yang ditempuh. 14
  15. 15. 2. Kelajuan dan Kecepatan Kelajuan termasuk dalam besaran skalar karena tidak tergantung pada arahnya dan biasanya dinyatakan dengan nilai. Sehingga kelajuan selalu bernilai positif. Sedangkan kecepatan termasuk besaran vektor karena bergantung pada arahnya. Dengan kata lain kelajuan adalah besarnya kecepatan, dan kecepatan adalah perpindahan dengan selang waktu tertentu. Apabila kecepatan, kelajuan dinyatakan dengan v, perpindahan jarak dinyatakan dengan s, dan waktu yang ditempuh dinyatakan dengan t, secara matematis dirumuskan : v= Keterangan: v = kecepatan, kelajuan (m/s) s = perpindahan, jarak (m) t = waktu tempuh (s) Kecepatan dan kelajuan hanya dibedakan oleh arahnya saja, sehingga keduanya mempunyai satuan yang sama yaitu m/s.3. Gerak lurus beraturan 15
  16. 16. Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak benda dengan lintasan garis lurus dan memiliki kecepatan setiap saat tetap. Kecepatan tetap adalah saat benda menempuh perpindahan yang sama selang waktu yang dibutuhkan juga sama. Salah satu contoh gerak lurus beraturan adalah misalnya pada jalan yang lurus dan tidak ada hambatan, kendaraan dapat bergerak dengan kecepatan tetap selama beberapa waktu. 4. Gerak Lurus Berubah Beraturan Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak benda dengan lintasan garis lurus dan memiliki kecepatan yang setiap saat berubah. Contohnya seperti mobil yang melaju dengan kecepatan tertentu ketika pada lintasan yang lurus kecepatannya tetap dan ketika menemui jalan yang berkelok mengalami perlambatan kecepatannya berkurang begitu juga benda-benda lain yang mengalami perpindahan kedudukan. Percepatan adalah perubahan kecepatan terhadap selang waktu. Pada gerak lurus berubah beraturan gerak benda dapat mengalami percepatan atau perlambatan. Gerak benda yang mengalami percepatan disebut gerak lurus berubah beraturan dipercepat, sedangkan gerak benda yang mengalami perlambatan disebut gerak lurus berubah beraturan diperlambat. Benda yang bergerak semakin lama semakin cepat dikatakan benda tersebut mengalami percepatan (Sugiyarto, 2008:183-195). BAB III KESIMPULAN DAN SARANA. Kesimpulan Kesimpulan dari makalah ini adalah sebagai berikut: 16
  17. 17. 1. Belajar adalah sebuah proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh sebuah perubahan tingkah laku yang menetap, baik yang dapat diamati maupun yang tidak dapat diamati secara langsung, yang terjadi sebagai suatu hasil latihan atau pengalaman dalam interaksinya dengan lingkungan, sedangkan pembelajaran adalah suatu kegiatan sedemikian rupa yang dilakukan guru, sehingga tingkah laku peserta didik berubah ke arah yang lebih baik. 2. Media Pembelajaran adalah segala sesuatu yang berfungsi sebagai perantara/saran/alat untuk proses komunikasi (Proses belajar mengajar). 3. Multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang telah dilengkapi dengan alat pengontrol, seperti icon maupun button, menu, scroll bar, dan lainnya yang disajikan dalam sebuah program yang dapat dioperasikan oleh pengguna sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya 4. Keuntungan multimedia interaktif ada sistem pembelajaran lebih inovatif dan interaktif serta mampu menvisualisasikan materi yang selama ini sulit untuk diterangkan hanya sekedar dengan penjelasan atau alat peraga yang konvensionalB. Saran Diharapkan dengan perkembangan ilmu pemgetahuan serta teknologi dan informasi akan menjadikan Guru lebih meningkatkan potensi yang dimiliki sesuai dengan perkembangan teknologi dan informasi yang salah satunya dapat menerapkan media pembelajaran berbasis teknologi dan informasi yang salah satunya dengan media pembelajaran multimedia interaktif sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menarik. 17
  18. 18. DAFTAR PUSTAKAAnonim, 2009. Http://endonesa.wordpress.com/ajaran-pembelajaran/media-interaktif/.html. Di Akses Pada Tanggal 20-09-2012.Arsyad, A. 2002. Media Pembelajaran. PT Raja Grafindo Persada: Jakarta.Darsono, Max, dkk. 2000. Belajar dan Pembelajaran. Semarang: IKIP Semarang Press.Ena, O. T. 2001. Media Pembelajaran: Membuat Multimedia Pembelajaran Interaktif dengan Piranti Lunak. Presentasi. http://www.google.com/search. Diakses pada tanggal 20-09-2012.Fathurrohman, Pupuh dan Sutikno, Sobry. 2007. Strategi Belajar Mengajar melalui Penanaman Konsep Umum & Konsep Islam. Cet. II, Bandung: Refika Aditama.Gulo, W. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Grasindo.Jundan. 2008. Efektifitas Penggunaan Multimedia Dalam Pembelajaran Sirah Nabawiyah. Universitas Muhammadiyah Surakarta.Rohani, A. 1997. Media Instruksional Edukatif. Rineka Cipta: Jakarta.Roziqin, Muhammad Zainur. 2007. Moral Pendidikan di Era Global; Pergeseran Pola Interkasi Guru-Murid di Era Global. Malang: Averroes Press.Santoso, K. 2002. Pemilihan dan Pengembangan Media Pembelajaran. Semarang: Proyek Peningkatan Tenaga Kependidikan dan Non Kependidikan. 18
  19. 19. Sarwiko, D. 2010. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif Menggunakan Macromedia Director MX (Studi Kasus Mata Kuliah Pengolahan Citra Pada Jurusan S1 Sistem Informasi). www.gunadarma.ac.idlibraryarticles...Artikel_10105507.pdf. Di akses Pada tanggal 20-09-2012.Sigit, Bambang, Joko. 2008. http: //luar sekolah. Blogspot .com/ Pengembangan_Pembelajaran_Dengan_Menggunakan_Multimedia_Interaktif_Untuk_Pembelajaran_yang_Berkualitas.p df. Diakses Pada Tanggal 20-09-2012.Supriatna, D. 2009. Pengenalan Media Pembelajaran pdf. http://docjax.cloudapp.net. Di akses pada tanggal 20-09-2012.Suryosubroto, B. 1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.Suyanto, M. 2005. Multimedia Alat Untuk Meningkatkan Keunggulan Bersaing. Andi: Yogyakarta.Tilaar, H.A.R. 2002. Pendidikan. Kebudayaan, dan Masyarakat Madani Indonesia; Strategi Reformasi Pendidikan Nasional. Cet. III, Bandung: Remaja Rosdakarya.Wijaya, Y.P. 2010. Mengenal Lebih Jauh Multimedia pembelajaran Secara Teoritis. http://yogapw.wordpress.com, Di akses pada tanggal 20-09-2012. 19
  20. 20. 20
  21. 21. Penilaian Materi Alokasi Sumber Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran Indikator pokok Bentuk Teknik Contoh instrumen Waktu Belajar Instrumen5.2 Menganalisis data Gerak o Melakukan percobaan 1. Membedakan kedudukan Tes tulis PG Ciri GLB memiliki 2X40 - Bukupercobaan gerak lurus gerak lurus beraturan kecepatan .... dan perindahanberaturan dan gerak lurus o Melakukan percobaan - LKS tentang gerak lurus 2. Membedakan kelajuan dan a. dipercepatberubah beraturan serta berubah beraturan - Mediapenerapannya dalam kecepatan o Mengapllikasikan GLB dan b. tetapkehidupan sehari-hari GLBB dalam kehidupan 3. Membuat grafik kecepatan Pembelaja sehari-hari c. diperlambat terhadap waktu o Mencari informasi melalui - Lingkunga referensi tentang konsep berdasarkan percobaan jika d. beraturan percepatan Sekitar benda bergerak dengan laju tetap (GLB) .... 4. Membuat grafik kecepatan Testulis isian terhadap waktu berdasarkan percobaan jika benda bergerak dengan laju semakin besar (GLBB) Tes tulis Uraian 5. Menunjukan konsep GLB dan GLBB dalam kehidupan 21
  22. 22. Lampiran 1 sehari-hari. Tes tulis Isian Tes tulis Isian SILABUSSekolah : SMP…..Kelas : VIISemester : IIStandar Kompetensi : 5. Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan 22
  23. 23. Lampiran 02 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP 01) Sekolah : SMPN Kendari Mata pelajaran : IPA-Fisika Kelas/ semester : VII / Ganjil Alokasi waktu : 2 x 40 menit Pertemuan : Pertama Standar Kompetensi 5. Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan Kompetensi Dasar 5.2 Menganalisis data percobaan gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Indikator 1. Membedakan kedudukan dan perindahan 2. Membedakan kelajuan dan kecepatan Tujuan Pembelajaran A. Kognitif 23
  24. 24. 1. Produk a. Melalui percobaan peserta didik mampu membedakan kedudukan dan perpindahan. b. Peserta didik mampu mendefinisikan kelajuan dan kecepatan berdasarkan simulasi multimedia interaktif yang ditampilkan 2. Proses Disediakan seperangkat alat percobaan, siswa dapat melakukan percobaan untuk membedakan kedudukan dan perpindahan. B. Psikomotorik Disediakan seperangkat alat percobaan, siswa terampil dalam menggunakan alat yang telah disediakan C. Afektif 1. Terlibat aktif dalam pembelajaran dan menunjukkan karakter bekerja teliti, jujur, dan berperilaku santun 2. Bekerjasama dalam kegiatan praktik dan aktif menyampaikan pendapat, menjadi pendengar yang baik, dan menanggapi pendapat orang lain dalam diskusiII. Sub Materi Pembelajaran - Kedudukan dan Perpindahan - Kelajuan dan KecepatanIII. Metode Pembelajaran Model : Kooperatif Learning Metode : Eksperimen dan diskusi kelompok 24
  25. 25. IV. Langkah - Langkah Kegiatan 1. Kegiatan awal a. Guru mengawali pelajaran dengan mengucapkan salam, kemudian menampilkan simulasi multimedia interaktif pada komputer server lalu mempersiapkan siswa untuk belajar. b. Menyampaikan SKKD pembelajaran, yang ada dalam simulasi multimedia interaktif serta memberi petunjuk kepada siswa tentang metode pembelajaran yang akan dilaksanakan. c. Mennyampaikan indicator dan tujuan pembelajaran. d. Motivasi dan apersepsi - Apakah mobil yang melintas di jalanan tergolong melakukan gerak? - Bagaimana cara menghitung kelajuan rata-rata mobil tersebut? e. Prasyarat pengetahuan: - Apakah yang dimaksud dengan gerak ? 2. Kegiatan inti a. Melalui simulasi multimedia interaktif guru menyajikan konsep kedudukan dan perpindahan. b. Guru membimbing siswa dalam kelompoknya untuk melakukan percobaan sesuai dengan langkah-langkah dalam LKS 01. c. Dalam melakukan percobaan siswa dibimbing untuk : 25
  26. 26. - Peserta didik berdiskusi dengan kelompoknya tentang beberapa contoh gerak yang ditampilkan dalam media pembelajaran. - Mendefinisikan konsep jarak, kedudukan dan perpindahan dengan menyuruh salah seorang siswa mensimulasikan multimedia interaktif pada slide materi kedudukan dan perpindahan melalui komputer client. - Peserta didik berdiskusi dengan kelompoknya menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kelajuan suatu benda. d. Pada saat melakukan percobaan, guru membimbing dan mengarahkan peserta didik untuk selalu bekerja sama dalam kelompok, berpartisipasi aktif menyampaikan pendapat atau ide, menanggapi pendapat orang lain secara santun, serta sesuai prosedur. e. Guru memberikan kesempatan kepada setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya secara bergantian dan kelompok lain memberikan tanggapan atas hasil diskusi yang disajikan oleh kelompok penyaji. f. Guru mengecek pemahaman siswa apakah para siswa telah mencapai konsep yang diajarkan. g. Guru menunjuk salah satu peserta didik untuk menggunakan media pembelajaran dan menjawab soal yang terdapat didalam media pembelajaran mengenai kelajuan suatu benda di depan kelas, sedangkan peserta didik yang lain memperhatikannya. h. Guru memberikan beberapa soal yang terdapat dalam media pembelajaran untuk dikerjakan oleh peserta didik. i. Guru mengoreksi jawaban peserta didik. Jika masih ada peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.3. Kegiatan penutup a. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok berkinerja baik. b. Guru memberikan penegasan jawaban dari hasil diskusi jika diperlukan. 26
  27. 27. c. Guru memberikan soal-soal pengembangan konsep pada siswa untuk dikerjakan secara berkelompok dan dikumpulkan pada pertemuan berikutmya.V. Sumber Belajar Marthen Kanginan. IPA-Fisika untuk SMP Kelas VIII. Hal 139-145. Erlangga. 2007 LKS 01 Kendari, Oktober 2012 Guru Mata Pelajaran IPA-Fisika Penulis xxxxxxxxxxxxxxx Yuki Karnita NIM: A1C3 09 072 Mengetahui, Kepala SMPN Kendari xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx 27
  28. 28. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP 02) Sekolah : SMPN Kendari Mata pelajaran : IPA-Fisika Kelas/ semester : VII / Ganjil Alokasi waktu : 2 x 40 menit Pertemuan : KeduaStandar Kompetensi5. Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan.Kompetensi Dasar5.2 Menganalisis data percobaan gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.Indikator1. Membuat grafik kecepatan terhadap waktu berdasarkan percobaan jika benda bergerak dengan laju tetap (GLB)2. Membuat grafik kecepatan terhadap waktu berdasarkan percobaan jika benda bergerak dengan laju semakin besar (GLBB)3. Menunjukan konsep GLB dan GLBB dalam kehidupan sehari-hariI. Tujuan Pembelajaran A. Kognitif 1. Produk 28
  29. 29. a. Peserta didik mampu menjelaskan pengertian GLB dan GLBB berdasar simulasi media pembelajaran yang ditampilkan. b. Peserta didik mampu menyebutkan ciri-ciri GLB dan GLBB berdasar simulasi media pembelajaran yang ditampilkan. c. Melalui percobaan peserta didik mampu membuat grafik kecepatan terhadap waktu berdasarkan percobaan jika benda bergerak dengan laju tetap (GLB). d. Melalui percobaan peserta didik mampu membuat grafik kecepatan terhadap waktu berdasarkan percobaan jika benda bergerak dengan laju semakin besar (GLBB). e. Peserta didik mampu menunjukkan konsep GLB dan GLBB dalam kehidupan sehari-hari berdasar imulasi multimedia interaktif yang ditampilkan. 2. Proses Disediakan seperangkat alat percobaan, siswa dapat melakukan percobaan untuk membuat grafik kecepatan terhadap waktu pada peristiwa GLB dan GLBB.B. Psikomotorik Disediakan seperangkat alat percobaan, siswa terampil dalam menggunakan alat yang telah disediakanC. Afektif 1. Terlibat aktif dalam pembelajaran dan menunjukkan karakter bekerja teliti, jujur, dan berperilaku santun 2. Bekerjasama dalam kegiatan praktik dan aktif menyampaikan pendapat, menjadi pendengar yang baik, dan menanggapi pendapat orang lain dalam diskusi. 29
  30. 30. II. Sub Materi Pembelajaran a. GLB b. GLBBIII. Metode Pembelajaran Model : Cooperative Learning Metode : Eksperimen dan diskusi kelompokIV. Langkah - Langkah Kegiatan 1. Kegiatan awal a. Guru mengawali pelajaran dengan mengucapkan salam, kemudian menampilkan simulasi multimedia interaktif pada komputer server lalu mempersiapkan siswa untuk belajar. b. Menyampaikan SKKD pembelajaran, yang ada dalam simulasi multimedia interaktif serta memberi petunjuk kepada siswa tentang metode pembelajaran yang akan dilaksanakan. c. Menyampiakan indikator dan tujuan pembelajaran. d. Motivasi dan apersepsi a. Apakah tujuan lintasan rel kereta api harus dibuat lurus dan mendatar? 30
  31. 31. b. Gerak jatuh peloncat indah tergolong GLB atau GLBB ? e. Prasyarat pengetahuan: c. Apakah yang dimaksud dengan kelajuan dan kecepatan ?2. Kegiatan inti a. Melalui simulasi multimedia interaktif guru menyajikan konsep GLB dan GLBB. b. Guru membimbing siswa dalam kelompoknya untuk melakukan percobaan sesuai dengan langkah-langkah dalam LKS 02. c. Dalam melakukan percobaan siswa dibimbing untuk : b. Berdiskusi dengan kelompoknya tentang beberapa contoh GLB yang ditampilkan dalam media pembelajaran. c. Mendiskusikan GLBB yang ditampilkan dalam media pembelajaran. d. Berdiskusi dengan kelompoknya menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi GLB dan GLBB dengan berbantuan media pembelajaran. - Mendefinisikan konsep GLB dan GLBB dengan menyuruh salah seorang siswa mensimulasikan multimedia interaktif pada slide materi GLB dan GLBB melalui komputer client. - Peserta didik berdiskusi dengan kelompoknya menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kelajuan suatu benda. d. Pada saat melakukan percobaan, guru membimbing dan mengarahkan peserta didik untuk selalu bekerja sama dalam kelompok, berpartisipasi aktif menyampaikan pendapat atau ide, menanggapi pendapat orang lain secara santun, serta sesuai prosedur. 31
  32. 32. e. Guru memberikan kesempatan kepada setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya secara bergantian dan kelompok lain memberikan tanggapan atas hasil diskusi yang disajikan oleh kelompok penyaji. f. Guru mengecek pemahaman siswa apakah para siswa telah mencapai konsep yang diajarkan. g. Guru menunjuk salah satu peserta didik untuk menggunakan media pembelajaran dan menjawab soal yang terdapat didalam media pembelajaran mengenai kelajuan suatu benda di depan kelas, sedangkan peserta didik yang lain memperhatikannya. h. Guru memberikan beberapa soal yang terdapat dalam media pembelajaran untuk dikerjakan oleh peserta didik. i. Guru mengoreksi jawaban peserta didik. Jika masih ada peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. 1. Kegiatan penutup j. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok berkinerja baik. k. Guru memberikan penegasan jawaban dari hasil diskusi jika diperlukan l. Guru memberikan soal-soal pengembangan konsep pada siswa untuk dikerjakan di rumah.V. Sumber Belajar Marthen Kanginan. IPA-Fisika untuk SMP Kelas VIII. Hal 139-145. Erlangga. 2007 LKS 02 Kendari, Oktober 2012 Guru Mata Pelajaran IPA-Fisika Penulis 32
  33. 33. xxxxxxxxxxxxxxx Yuki Karnita NIM: A1C3 09 072 Mengetahui, Kepala SMPN Kendari xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx 33

×