Tatanan Pelaku dan
Regulasinya
Peran Pelaku Badan Usaha Milik Negara/
Daerah
Perbaikan distribusi pendapatan yang tidak diketemukan secara alamiah di
mekanisme pasar.
Perbaikan stabilitas ekonomi dengan meminimumkan terjadinya konjungtur
(fluktuasi) ekonomi pasar yang tiada henti.
Perbaikan kualitas dan kuantitas produk dan jasa publik termasuk lingkungan,
kesehatan dan pendidikan dengan meminimumkan efek eksternalitas dari
adanya kegiatan ekonomi yang didasarkan pada mekanisme pasar.
Peran Pelaku Usaha Swasta
Perbedaan mendasar antara usaha swasta dan usaha milik negara adalah
berangkat dari status kepemilikannya.
Tanggung jawab swasta kepada sosial biasanya diberikan dalam bentuk
sumbangan (charity) ataupun corporate social responsibility (CSR).
Sifat alamiah swasta adalah memeliki sifat yang dinamis (+) dan sifat egois (-)
Sektor swasta di dorong untuk menjadi ujung tombak kemajuan dan
kreativitas perekonomian nasional bukan memiliki tugas utama sebagai
pemerataan pembangunan.
Peran Pelaku Usaha Koperasi
Koperasi didirikan pertama kaIi di Inggris sebagai jawaban dari ketidakadilan
sistem kapitalis yang menempatkan pemilik modal sebagai penguasa utama.
Revosi industri menghasilkan kemajuan yang luar biasa bagi perusahaan, tetapi
keberhasilan hanya dinikmati oleh pemilik modal sedangkan para pekerja belum
mampu mencapai kata sejahtera
Untuk membatu kebutuhan hidup para pekerja maka dibangunlah koperasi
konsumsi yang didasarakan pada semangat kebersamaan dari para anggotanya
Cerminan Semangat Kebersamaan dalam
Koperasi
Adanya kebutuhan bersama dari para anggotanya (yang bisa berbentuk
orang/ badan hukum koperasi). Kebutuhan bersama ini merupakan alasan
untuk membentuk dan sekaligus sebagai pengikat organisasi yang dibentuk.
Adanya usaha bersama untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan, atau
usaha untuk mencapai tujuan dilakukan secara bersama – sama oleh
anggotanya.
Lembaga koperasi yang dibentuk digunakan sebagai wahana untuk
memenuhi kebutuhan bersama.
Adanya promosi khusus untuk anggota. Ini menunjukkan adanya
perbedaan kedudukan anngota dan bukan anggota, dimana koperasi
mementingkan anggotanya daripada orang luar
Peran Koperasi dalam Perekonomian Nasional
Meningkatkan kemampuan pelaku ekonomi tradisional untuk
mengakses pasar dan berkompensasi secara adil dengan pelaku
ekonomi yang telah memiliki keunggulan teknologi, modal dan
informasi pasar
Mendorong munculnya aktifitas usaha lokal yang kreatif bersaskan nilai
– nilai adat istiadat
Desain Interaksi dan Transformasi Pelaku
Ekonomi
Dalam rangka efisiensi, usaha milik negara mulai dikurangi dominasi
penguasaan modalnya untuk digantikan oleh modal masayarakat swasta
dan masyarakat, sehingga penguasaan modal pemerintah tidak lagi 100%
Kepemilikan modal (saham) perusahan publik dan swasta perlu diperluas,
baik kepemilikan oleh karyawan maupun oleh masyarakat luas, khususnya
yang kurang beruntung
Perbaikan kerjasama antara usaha besar, kecil dan menengah secara
bersinergis.
Model – model pengelolaan perusahaan yang berasaskan kekeluaragaan
perlu didorong
Ciri koperasi:
Kebersamaan berdasarakan
kearifan lokal
Ciri Usaha Swasta:
Efisien dan Inovatif
Ciri BUMN/BUMD:
Keadilan dan pemertaan
(Egaliterism)
Karakter pembangunan ekonomi:
Efisien dan inovatif yang tidak
mengabaikan kearifan lokal
Karakter pembangunan ekonomi:
Efisien dan inovatif bersamaan
dengan redistribusi yang adil
Karakter Pembangunan
Ekonomi:
Ekonomi egalitarian
berdasarakan kearifan lokal
Bentuk Transformasi Pelaku Ekonomi
Transformasi dari koperasi menjadi usaha swasta atau sebaliknya,
diharapakan terwujudnya pembangunan ekonomi yang berwatak
efisien dan inovatif dengan tidak mengabaikan nilai – nilai kebersamaan
yang biasanya tumbuh dari tata nilai kearifan lokal yang berlaku (nilai
adat istiadat)
Transformasi dari BUMN/BUMD menjadi koperasi atau sebaliknya,
diharapkan tercapainya pembangunan ekonomi yang egalitarian
berdasarakan nilai – nilai lokal yang ada pada suatu daerah
Transformasi dari BUMN/BUMD menjaadi usaha swasta atau sebaliknya,
diharapkan adanya pembangunan ekonomi yang egaliterian dengan
tingkat efisien dan inovatif yang tinggi
Dampak Pasar Bebas
Kelompok
Masayarakat
Masyarakat yang menang
dan akan terjamin
kesejahteraannnya
Masayarakat yang kalah dan
terancam tidak memiliki
masa depannya atau
masyarakat yang putus asa
Peranan
Positif
Persaingan
Persaingan berfungsi
sebagai alat seleksi
yang paling efektif
Persaingan juga
berfungsi sebagai
pendorong
munculnya inovasi
dan metode
pemecahan masalah
yang baru dan kreatif
Persaingan dapat
berfungsi sebagai
pemacu seorang
untuk menampilkan
kinerja yang paling
baik
Manfaat persaingan bagi
pembangunan ekonomi
Sebagai pendorong bagi setiap pelaku
ekonomi untuk bertindak seacra efisien
Sebagai pendorong bagi setiap pelaku
ekonomi untuk memaksimalkan
pendapatannya
Sebagai pendorong bagi setiap pelaku
ekonomi untuk bertindak rasional dalam
setiap transaksi

Tatanan Pelaku dan Regulasinya

  • 1.
  • 2.
    Peran Pelaku BadanUsaha Milik Negara/ Daerah Perbaikan distribusi pendapatan yang tidak diketemukan secara alamiah di mekanisme pasar. Perbaikan stabilitas ekonomi dengan meminimumkan terjadinya konjungtur (fluktuasi) ekonomi pasar yang tiada henti. Perbaikan kualitas dan kuantitas produk dan jasa publik termasuk lingkungan, kesehatan dan pendidikan dengan meminimumkan efek eksternalitas dari adanya kegiatan ekonomi yang didasarkan pada mekanisme pasar.
  • 3.
    Peran Pelaku UsahaSwasta Perbedaan mendasar antara usaha swasta dan usaha milik negara adalah berangkat dari status kepemilikannya. Tanggung jawab swasta kepada sosial biasanya diberikan dalam bentuk sumbangan (charity) ataupun corporate social responsibility (CSR). Sifat alamiah swasta adalah memeliki sifat yang dinamis (+) dan sifat egois (-) Sektor swasta di dorong untuk menjadi ujung tombak kemajuan dan kreativitas perekonomian nasional bukan memiliki tugas utama sebagai pemerataan pembangunan.
  • 4.
    Peran Pelaku UsahaKoperasi Koperasi didirikan pertama kaIi di Inggris sebagai jawaban dari ketidakadilan sistem kapitalis yang menempatkan pemilik modal sebagai penguasa utama. Revosi industri menghasilkan kemajuan yang luar biasa bagi perusahaan, tetapi keberhasilan hanya dinikmati oleh pemilik modal sedangkan para pekerja belum mampu mencapai kata sejahtera Untuk membatu kebutuhan hidup para pekerja maka dibangunlah koperasi konsumsi yang didasarakan pada semangat kebersamaan dari para anggotanya
  • 5.
    Cerminan Semangat Kebersamaandalam Koperasi Adanya kebutuhan bersama dari para anggotanya (yang bisa berbentuk orang/ badan hukum koperasi). Kebutuhan bersama ini merupakan alasan untuk membentuk dan sekaligus sebagai pengikat organisasi yang dibentuk. Adanya usaha bersama untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan, atau usaha untuk mencapai tujuan dilakukan secara bersama – sama oleh anggotanya.
  • 6.
    Lembaga koperasi yangdibentuk digunakan sebagai wahana untuk memenuhi kebutuhan bersama. Adanya promosi khusus untuk anggota. Ini menunjukkan adanya perbedaan kedudukan anngota dan bukan anggota, dimana koperasi mementingkan anggotanya daripada orang luar
  • 7.
    Peran Koperasi dalamPerekonomian Nasional Meningkatkan kemampuan pelaku ekonomi tradisional untuk mengakses pasar dan berkompensasi secara adil dengan pelaku ekonomi yang telah memiliki keunggulan teknologi, modal dan informasi pasar Mendorong munculnya aktifitas usaha lokal yang kreatif bersaskan nilai – nilai adat istiadat
  • 8.
    Desain Interaksi danTransformasi Pelaku Ekonomi Dalam rangka efisiensi, usaha milik negara mulai dikurangi dominasi penguasaan modalnya untuk digantikan oleh modal masayarakat swasta dan masyarakat, sehingga penguasaan modal pemerintah tidak lagi 100% Kepemilikan modal (saham) perusahan publik dan swasta perlu diperluas, baik kepemilikan oleh karyawan maupun oleh masyarakat luas, khususnya yang kurang beruntung
  • 9.
    Perbaikan kerjasama antarausaha besar, kecil dan menengah secara bersinergis. Model – model pengelolaan perusahaan yang berasaskan kekeluaragaan perlu didorong
  • 10.
    Ciri koperasi: Kebersamaan berdasarakan kearifanlokal Ciri Usaha Swasta: Efisien dan Inovatif Ciri BUMN/BUMD: Keadilan dan pemertaan (Egaliterism) Karakter pembangunan ekonomi: Efisien dan inovatif yang tidak mengabaikan kearifan lokal Karakter pembangunan ekonomi: Efisien dan inovatif bersamaan dengan redistribusi yang adil Karakter Pembangunan Ekonomi: Ekonomi egalitarian berdasarakan kearifan lokal
  • 11.
    Bentuk Transformasi PelakuEkonomi Transformasi dari koperasi menjadi usaha swasta atau sebaliknya, diharapakan terwujudnya pembangunan ekonomi yang berwatak efisien dan inovatif dengan tidak mengabaikan nilai – nilai kebersamaan yang biasanya tumbuh dari tata nilai kearifan lokal yang berlaku (nilai adat istiadat)
  • 12.
    Transformasi dari BUMN/BUMDmenjadi koperasi atau sebaliknya, diharapkan tercapainya pembangunan ekonomi yang egalitarian berdasarakan nilai – nilai lokal yang ada pada suatu daerah Transformasi dari BUMN/BUMD menjaadi usaha swasta atau sebaliknya, diharapkan adanya pembangunan ekonomi yang egaliterian dengan tingkat efisien dan inovatif yang tinggi
  • 13.
    Dampak Pasar Bebas Kelompok Masayarakat Masyarakatyang menang dan akan terjamin kesejahteraannnya Masayarakat yang kalah dan terancam tidak memiliki masa depannya atau masyarakat yang putus asa
  • 14.
    Peranan Positif Persaingan Persaingan berfungsi sebagai alatseleksi yang paling efektif Persaingan juga berfungsi sebagai pendorong munculnya inovasi dan metode pemecahan masalah yang baru dan kreatif Persaingan dapat berfungsi sebagai pemacu seorang untuk menampilkan kinerja yang paling baik
  • 15.
    Manfaat persaingan bagi pembangunanekonomi Sebagai pendorong bagi setiap pelaku ekonomi untuk bertindak seacra efisien Sebagai pendorong bagi setiap pelaku ekonomi untuk memaksimalkan pendapatannya Sebagai pendorong bagi setiap pelaku ekonomi untuk bertindak rasional dalam setiap transaksi