Indikator
1. Mendeskripsikan pelaku kegiatan ekonomi
2. Menjelaskan peran rumah tangga
konsumsi,rumah tangga produksi,pemerindah
dan masyarakat luar negri
3. Menjelaskan interaksi antar pelaku kegiatan
ekonomi melalui bagan interaksi antar pelaku
ekonomi (circular flow diagram)
4. Menjelaskan perilaku konsumen
5. Menjelaskan perilaku produsen
6. Membedakan perilaku konsumsi dan produksi
7. Membuat dan menjelaskan kurva indiferen dan
kurva isokuant
Pelaku kegiatan ekonomi adalah individu atau
kelompok yang terlibat dalam proses kegiatan
ekonomi baik produksi, distribusi, maupun
konsumsi. Yang berperan dalam pelaku
ekonomi adalah rumah tangga produksi,rumah
tangga konsumsi,pemerintah, masyarakat luar
negri
Rumah tangga produksi disebut juga
perusahaan atau produsen. Perusahaan adalah
kelompok anggota masyarakat yang tugasnya
memproduksi barang dan jasa untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat.
1) Perusahaan menjual hasil produksinya
kepada rumah tangga konsumen, rumah tangga
pemerintah, dan masyarakat luar negeri.
2) Membayar kompensasi/balas jasa atas
penggunaan faktor-faktor produksi berupa
upah/gaji, sewa, bunga, dan keuntungan atau
laba.
3) Memproduksi barang dan jasa yang
diperoleh dari faktor-faktor produksi.
4) Berkewajiban membayar pajak kepada
pemerintah.
Rumah tangga konsumsi disebut juga dengan
konsumen. Konsumen adalah rumah tangga
yang melakukan kegiatan konsumsi untuk
memenuhi kebutuhan. Rumah tangga konsumsi
membutuhkan barang dan jasa yang dihasilkan
oleh rumah tangga produksi untuk hidup.
1) Bertindak mengkonsumsi (membeli) barang dan
jasa.
2) Menyediakan faktor-faktor produksi (alam,
tenaga kerja, modal, dan skill) dan menjualnya
kepada Rumah Tangga Produksi.
3) Memperoleh imbalan (kompensasi) atas faktor
produksi yang telah diberikan. Imbalan tersebut
berupa upah/gaji dari menjual tenaga, sewa dari
penyewaan tanah atau gedung, bunga dari hasil
jasa modal, dan laba atau keuntungan dari
keahlian untuk menghimpun usaha.
4) Membayar pajak kepada pemerintah.
5) Membelanjakan penghasilan untuk membeli
barang/jasa yang dihasilkan produsen.
Pemerintah berfungsi untuk mengatur kegiatan
ekonomi mulai dari penyedia fasilitas umum
membuat undang-undang untuk melindungi
cabang-cabang produksi penting dan
menyangkut hajat hidup rakyat banyak serta
mengawasi setiap kebijakan yang dijalankan
oleh pelau ekonomi
 1) Membelanjakan penerimaan negara untuk membeli barang-barang
kebutuhan pemerintah. Mengadakan pengeluaran pemerintah dengan
membeli barang dan jasa dengan tujuan meningkatkan fasilitas untuk
kepentingan umum/publik. Contohnya anggaran yang digunakan menggaji
para pegawai negeri, pengaspalan jalan, dan membuat jembatan.
 2) Menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat luas
dengan melakukan produksi barang dan jasa melalui BUMN. Contohnya :
di Indonesia PLN dengan menyediakan listrik kepada masyarakat.
 3) Menciptakan iklim yang kondusif dan sehat bagi dunia usaha dengan
melakukan bimbingan, pengarahan, pengaturan dan pengawasan dengan
membuat peraturan/perundang-undangan bersama dengan DPR yang
berhubungan dengan perekonomian nasional. Contohnya undang-undang
anti trust (monopoli) dan undang-undang ekspor-impor.
 4) Menjaga stabilitas ekonomi dengan kebijakan-kebijakan ekonomi.
Contohnya adalah pada tahun 2005 pemerintah Indonesia menerapkan
beberapa kebijakan yaitu, kebijakan moneter dengan mengurangi subsidi
terhadap BBM dan menetapkan harga BBM khusus untuk Industri.
Sedangkan dana yang digunakan untuk subsidi BBM sebelumnya,
digunakan pemerintah untuk memberikan dana kompensasi kepada warga
miskin sehingga pemerataan distribusi pendapatan masyarakat semakin
merata.
Masyarakat ekonomi luar negeri pada dasarnya
merupakan pelaku ekonomi yang berhubungan
dengan transaksi luar negeri. Sektor ini
mencakup eksport dan import barang/ jasa,
juga aliran modal yang berkaitan dengan
transaksi investasi serta perbankan. Kerja sama
dalam bidang ekonomi lainnya dapat berupa
pertukaran tenaga kerja, penanaman modal,
pinjaman dan bantuan
untuk mencapai sasaran pembangunan dan
pertumbuhan ekonomi sehingga suatu negara
akan melakukan kerjasama dengan negara lain,
baik di dalam satu kawasan maupun di
kawasan internasional. Contohnya adalah
negara Indonesia menjual barang komoditas
yang diekspor berupa kelapa sawit kepada
Cina, sebaliknya Indonesia mengimpor barang
komoditas motor dari Cina. Peran masyarakat
luar negeri adalah melakukan investasi pada
perusahaan sehingga perusahaan tersebut
dapat melaksanakan kegiatan produksi.
Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh
manusia, pada dasarnya merupakan proses
pertukaran sumber daya yang dimiliki rumah
tangga konsumen (RTK) dengan rumah tangga
perusahaan (RTP), dan rumah tangga
pemerintah/government (RTG). Kegiatan
ekonomi yang begitu banyak dan kompleks
dapat dipahami dengan lebih mudah melalui
suatu model ekonomi. Keterkaitan antara
pelaku-pelaku ekonomi tersebut dapat
digambarkan dalam siklus aliran arus uang dan
arus barang atau circular flow diagram sebagai
 Sektor RTK membeli barang dan jasa dari
sektor RTP di pasar barang (product market)
dan sebagai balas jasanya, sektor RTP
menerima uang. Dalam arus ini, sektor RTK
berperan sebagai pembeli barang dan jasa,
sedangkan sektor RTP berperan sebagai
penjual. RTP menetapkan harga produk
berdasarkan biaya tenaga kerja dan keahlian.
Harga di pasar barang ditentukan oleh
permintaan RTK dan penawaran RTP.
Transaksi barang dan jasa terjadi di pasar
barang (product market).
 Pendapatan RTK yang dibelanjakan untuk
barang dan jasa, diperoleh dari penjualan
faktor produksi yang dimilikinya. Sektor RTK
menawarkan faktor produksi yang dimilikinya
kepada sektor RTP. Sebagai balas jasanya,
sektor RTK menerima uang sebagai
penghasilan RTK. Dalam arus ini, sektor RTK
berperan sebagai penjual faktor produksi,
sedangkan sektor RTP berperan sebagai
pembeli. Harga di pasar faktor produksi ini
ditentukan oleh penawaran RTK dan
permintaan RTP. Transaksi ini terjadi di pasar
faktor produksi.
 Pemerintah (RTG) menggunakan pendapatan
dari pajak untuk membeli barang dan jasa
dari pasar faktor produksi, pasar barang, dan
RTP. Barang dan jasa tersebut digunakan
untuk memberikan pelayanan kepada
masyarakat.
Perilaku Konsumen adalah perilaku yang
konsumen tunjukkan dalam mencari,
menukar, menggunakan, menilai, mengatur
barang atau jasa yang mereka anggap akan
memuaskan kebutuhan mereka. Definisi
lainnya adalah bagaimana konsumen mau
mengeluarkan sumberdayanya yang terbatas
seperti uang, waktu, tenaga untuk
mendapatkan barang atau jasa yang
diinginkan.
 Pendapatan
 Selera konsumen
 Harga barang, disaat kondisi yang lain
tidak berubah (ceteris paribus).
Ada 2 pendekatan
 Pendekatan Marginal Utility / Cardinal
 Pendekatan Ordinal / Analisis Kurva
Indiference
Utility adalah rasa kesenangan atau kepuasan
yang muncul dari konsumsi, ini merupakan
kemampuan memuaskan keinginan dari
barang, jasa dan aktivitas.
Tujuan konsumen adalah memaksimalkan
utilitas dengan batasan berupa pendapatan dan
harga yang bersangkutan.
 Kepuasan seorang konsumen dalam mengkonsumsi
suatu barang dapat diukur dengan satuan
kepuasan (misalnya mata uang). Setiap tambahan
satu unit barang yang dikonsumsi akan menambah
kepuasan yang diperoleh konsumen tersebut dalam
jumlah tertentu.
 Pandangan antara besarnya utility menganggap
bahwa besarnya utiliti dapat dinyatakan dalam
bilangan/angka.
 Analisis cardinal mengunakan alat analisis yang
dinamakan marginal utiliy (pendekatan marginal).
 Bahwa kepuasan seseorang tidak hanya dapat
diperbandingkan, akan tetapi juga dapat diukur.
Pengukuran kepuasan diukur dengan satuan
 Marginal Utility of money constant dan Marginal Utility
barang-barang konsumsi menurun, hal ini menganut
Hukum Gossen I (Law of Deminishing Marginal Utility )
yaitu semakin banyak satuan barang yang dikonsumsi
oleh konsumen maka semakin kecil tambahan/ marginal
kepuasan yang diperoleh konsumen atau bahkan nol /
negatif.
 Konsumen akan memaksimumkan kepuasannya dengan
tunduk pada kendala anggaran mereka.
 Kepuasan total (Total Utility) mempunyai sifat aditive
( penjumlahan unit kepuasan yang diperoleh dari
masing-masing barang yang dikonsumsi)
Kegiatan manusia untuk menghasilkan atau
menambah nilai guna barang dan jasa
A. Nilai guna suatu barang
 Form utylity
Perubahan bentuk barang akan mengalami perubahan
nilai guna bisa berdampak pada harga barang tersebut
 Time utylity
Pergeseran waktu dapat mengakibatkan perubahan nilai
barang dan bisa berdampak pada harga barang tersebut
 Place utylity
Perbedaan tempat mengakibatkan perubahan nilai
suatu barang
 Ownership utylity
Perbedaan suatu kepemilikan barang mengakibatkan
perubahan nilai barang
B. Nilai pakai dan nilai tukar suatu barang
 Nilai pakai objektif
Kemampuan dari suatu barang untuk memenuhi
suatu kebutuhan setiap orang,tinggi rendahnya
nilai pakai objektif menurut pemakai relatif sama
 Nilai pakai subjektif
Nilai yang diberikan oleh seseorang atas
kemampuan suatu barang untuk memenuhi
kebutuhan orang yang bersangkutan, lebih
meningkatkan prestise dari barang tersebut
padahal memiliki nilai guna yang sama dengan
barang lain
C. Nilai tukar
 Nilai tukar objektif
Kemampuan suatu barang ditukarkan dengan
barang lain yang tidak dipengaruhi oleh unsur
psikologis (Kepercayaan)
 Nilai tukar subjektif
Nilai yang diberikan oleh seseorang terhadap
suatu barang atau jasa sehubungan barang
tersebut dapat ditukarkan dengan benda lain
sehingga dapat memuaskan kebutuhan
a) Faktor produksi alam
b) Faktor produksi tenaga kerja
c) Faktor produksi modal
d) Faktor produksi kewirausahaan
1. Fungsi produksi dengan satu input variabel
a) Low of diminishing return
Menyatakan bahwa penambahan suatu input sementara
input-input lain tetap,akan meningkatkan total
output,tetapi penambahan output itu cenderung
berkurang dari waktu ke waktu
MP (Marginal Product)
L (Labour)
MP=∆TP
∆L
Produksi rata-rata (Average Product)
AP=TP
L
MODAL TENAGA
KERJA (L)
TOTAL
PRODUKSI
MARGINAL
PRODUKSI
(MP)
RATA-RATA
PRODUKSI
(AP)
1 1 5 5 5
1 2 15 10 7,5
1 3 27 12 9
1 4 35 8 8,75
1 5 41 6 8,2
 Kurva isoquant
Kurva yang menggambarkan kombinasi input
(modal tenaga kerja) yang dapat menghasilkan
tingkat output yang sama
 Krva isocost
Garis yang menghubungkan titik-titik
kombinasi penggunaan input yang satu dan
input lain berdsarkan tersedianya biaya modal
, misalnya dengan sejumlah modal tertentu
berapa faktor produksi lain yang harus dibeli
untuk menghasilakan sejumlah produk tertentu
Menggambarkan kombinasi dua jenis barang
yang dikonsumsi dengan memberikan utilitas
yang sama ,pemilihan kombinasi tersebut
tergantung pada penilaian subjektif setiap
konsumen
MODAL TENAGA
KERJA
TOTAL
PRODUKSI
MARGINAL
PRODUKSI
RATA-RATA
PRODUKSI
1 1 10
1 5 15
1 10 18
1 15 20
1 20 25

Perilaku produsen Dan konsumen

  • 2.
    Indikator 1. Mendeskripsikan pelakukegiatan ekonomi 2. Menjelaskan peran rumah tangga konsumsi,rumah tangga produksi,pemerindah dan masyarakat luar negri 3. Menjelaskan interaksi antar pelaku kegiatan ekonomi melalui bagan interaksi antar pelaku ekonomi (circular flow diagram) 4. Menjelaskan perilaku konsumen 5. Menjelaskan perilaku produsen 6. Membedakan perilaku konsumsi dan produksi 7. Membuat dan menjelaskan kurva indiferen dan kurva isokuant
  • 3.
    Pelaku kegiatan ekonomiadalah individu atau kelompok yang terlibat dalam proses kegiatan ekonomi baik produksi, distribusi, maupun konsumsi. Yang berperan dalam pelaku ekonomi adalah rumah tangga produksi,rumah tangga konsumsi,pemerintah, masyarakat luar negri
  • 4.
    Rumah tangga produksidisebut juga perusahaan atau produsen. Perusahaan adalah kelompok anggota masyarakat yang tugasnya memproduksi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
  • 5.
    1) Perusahaan menjualhasil produksinya kepada rumah tangga konsumen, rumah tangga pemerintah, dan masyarakat luar negeri. 2) Membayar kompensasi/balas jasa atas penggunaan faktor-faktor produksi berupa upah/gaji, sewa, bunga, dan keuntungan atau laba. 3) Memproduksi barang dan jasa yang diperoleh dari faktor-faktor produksi. 4) Berkewajiban membayar pajak kepada pemerintah.
  • 6.
    Rumah tangga konsumsidisebut juga dengan konsumen. Konsumen adalah rumah tangga yang melakukan kegiatan konsumsi untuk memenuhi kebutuhan. Rumah tangga konsumsi membutuhkan barang dan jasa yang dihasilkan oleh rumah tangga produksi untuk hidup.
  • 7.
    1) Bertindak mengkonsumsi(membeli) barang dan jasa. 2) Menyediakan faktor-faktor produksi (alam, tenaga kerja, modal, dan skill) dan menjualnya kepada Rumah Tangga Produksi. 3) Memperoleh imbalan (kompensasi) atas faktor produksi yang telah diberikan. Imbalan tersebut berupa upah/gaji dari menjual tenaga, sewa dari penyewaan tanah atau gedung, bunga dari hasil jasa modal, dan laba atau keuntungan dari keahlian untuk menghimpun usaha. 4) Membayar pajak kepada pemerintah. 5) Membelanjakan penghasilan untuk membeli barang/jasa yang dihasilkan produsen.
  • 8.
    Pemerintah berfungsi untukmengatur kegiatan ekonomi mulai dari penyedia fasilitas umum membuat undang-undang untuk melindungi cabang-cabang produksi penting dan menyangkut hajat hidup rakyat banyak serta mengawasi setiap kebijakan yang dijalankan oleh pelau ekonomi
  • 9.
     1) Membelanjakanpenerimaan negara untuk membeli barang-barang kebutuhan pemerintah. Mengadakan pengeluaran pemerintah dengan membeli barang dan jasa dengan tujuan meningkatkan fasilitas untuk kepentingan umum/publik. Contohnya anggaran yang digunakan menggaji para pegawai negeri, pengaspalan jalan, dan membuat jembatan.  2) Menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat luas dengan melakukan produksi barang dan jasa melalui BUMN. Contohnya : di Indonesia PLN dengan menyediakan listrik kepada masyarakat.  3) Menciptakan iklim yang kondusif dan sehat bagi dunia usaha dengan melakukan bimbingan, pengarahan, pengaturan dan pengawasan dengan membuat peraturan/perundang-undangan bersama dengan DPR yang berhubungan dengan perekonomian nasional. Contohnya undang-undang anti trust (monopoli) dan undang-undang ekspor-impor.  4) Menjaga stabilitas ekonomi dengan kebijakan-kebijakan ekonomi. Contohnya adalah pada tahun 2005 pemerintah Indonesia menerapkan beberapa kebijakan yaitu, kebijakan moneter dengan mengurangi subsidi terhadap BBM dan menetapkan harga BBM khusus untuk Industri. Sedangkan dana yang digunakan untuk subsidi BBM sebelumnya, digunakan pemerintah untuk memberikan dana kompensasi kepada warga miskin sehingga pemerataan distribusi pendapatan masyarakat semakin merata.
  • 10.
    Masyarakat ekonomi luarnegeri pada dasarnya merupakan pelaku ekonomi yang berhubungan dengan transaksi luar negeri. Sektor ini mencakup eksport dan import barang/ jasa, juga aliran modal yang berkaitan dengan transaksi investasi serta perbankan. Kerja sama dalam bidang ekonomi lainnya dapat berupa pertukaran tenaga kerja, penanaman modal, pinjaman dan bantuan
  • 11.
    untuk mencapai sasaranpembangunan dan pertumbuhan ekonomi sehingga suatu negara akan melakukan kerjasama dengan negara lain, baik di dalam satu kawasan maupun di kawasan internasional. Contohnya adalah negara Indonesia menjual barang komoditas yang diekspor berupa kelapa sawit kepada Cina, sebaliknya Indonesia mengimpor barang komoditas motor dari Cina. Peran masyarakat luar negeri adalah melakukan investasi pada perusahaan sehingga perusahaan tersebut dapat melaksanakan kegiatan produksi.
  • 12.
    Kegiatan ekonomi yangdilakukan oleh manusia, pada dasarnya merupakan proses pertukaran sumber daya yang dimiliki rumah tangga konsumen (RTK) dengan rumah tangga perusahaan (RTP), dan rumah tangga pemerintah/government (RTG). Kegiatan ekonomi yang begitu banyak dan kompleks dapat dipahami dengan lebih mudah melalui suatu model ekonomi. Keterkaitan antara pelaku-pelaku ekonomi tersebut dapat digambarkan dalam siklus aliran arus uang dan arus barang atau circular flow diagram sebagai
  • 14.
     Sektor RTKmembeli barang dan jasa dari sektor RTP di pasar barang (product market) dan sebagai balas jasanya, sektor RTP menerima uang. Dalam arus ini, sektor RTK berperan sebagai pembeli barang dan jasa, sedangkan sektor RTP berperan sebagai penjual. RTP menetapkan harga produk berdasarkan biaya tenaga kerja dan keahlian. Harga di pasar barang ditentukan oleh permintaan RTK dan penawaran RTP. Transaksi barang dan jasa terjadi di pasar barang (product market).
  • 15.
     Pendapatan RTKyang dibelanjakan untuk barang dan jasa, diperoleh dari penjualan faktor produksi yang dimilikinya. Sektor RTK menawarkan faktor produksi yang dimilikinya kepada sektor RTP. Sebagai balas jasanya, sektor RTK menerima uang sebagai penghasilan RTK. Dalam arus ini, sektor RTK berperan sebagai penjual faktor produksi, sedangkan sektor RTP berperan sebagai pembeli. Harga di pasar faktor produksi ini ditentukan oleh penawaran RTK dan permintaan RTP. Transaksi ini terjadi di pasar faktor produksi.
  • 16.
     Pemerintah (RTG)menggunakan pendapatan dari pajak untuk membeli barang dan jasa dari pasar faktor produksi, pasar barang, dan RTP. Barang dan jasa tersebut digunakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
  • 17.
    Perilaku Konsumen adalahperilaku yang konsumen tunjukkan dalam mencari, menukar, menggunakan, menilai, mengatur barang atau jasa yang mereka anggap akan memuaskan kebutuhan mereka. Definisi lainnya adalah bagaimana konsumen mau mengeluarkan sumberdayanya yang terbatas seperti uang, waktu, tenaga untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan.
  • 18.
     Pendapatan  Selerakonsumen  Harga barang, disaat kondisi yang lain tidak berubah (ceteris paribus).
  • 19.
    Ada 2 pendekatan Pendekatan Marginal Utility / Cardinal  Pendekatan Ordinal / Analisis Kurva Indiference Utility adalah rasa kesenangan atau kepuasan yang muncul dari konsumsi, ini merupakan kemampuan memuaskan keinginan dari barang, jasa dan aktivitas. Tujuan konsumen adalah memaksimalkan utilitas dengan batasan berupa pendapatan dan harga yang bersangkutan.
  • 20.
     Kepuasan seorangkonsumen dalam mengkonsumsi suatu barang dapat diukur dengan satuan kepuasan (misalnya mata uang). Setiap tambahan satu unit barang yang dikonsumsi akan menambah kepuasan yang diperoleh konsumen tersebut dalam jumlah tertentu.  Pandangan antara besarnya utility menganggap bahwa besarnya utiliti dapat dinyatakan dalam bilangan/angka.  Analisis cardinal mengunakan alat analisis yang dinamakan marginal utiliy (pendekatan marginal).
  • 21.
     Bahwa kepuasanseseorang tidak hanya dapat diperbandingkan, akan tetapi juga dapat diukur. Pengukuran kepuasan diukur dengan satuan  Marginal Utility of money constant dan Marginal Utility barang-barang konsumsi menurun, hal ini menganut Hukum Gossen I (Law of Deminishing Marginal Utility ) yaitu semakin banyak satuan barang yang dikonsumsi oleh konsumen maka semakin kecil tambahan/ marginal kepuasan yang diperoleh konsumen atau bahkan nol / negatif.  Konsumen akan memaksimumkan kepuasannya dengan tunduk pada kendala anggaran mereka.  Kepuasan total (Total Utility) mempunyai sifat aditive ( penjumlahan unit kepuasan yang diperoleh dari masing-masing barang yang dikonsumsi)
  • 22.
    Kegiatan manusia untukmenghasilkan atau menambah nilai guna barang dan jasa
  • 23.
    A. Nilai gunasuatu barang  Form utylity Perubahan bentuk barang akan mengalami perubahan nilai guna bisa berdampak pada harga barang tersebut  Time utylity Pergeseran waktu dapat mengakibatkan perubahan nilai barang dan bisa berdampak pada harga barang tersebut  Place utylity Perbedaan tempat mengakibatkan perubahan nilai suatu barang  Ownership utylity Perbedaan suatu kepemilikan barang mengakibatkan perubahan nilai barang
  • 24.
    B. Nilai pakaidan nilai tukar suatu barang  Nilai pakai objektif Kemampuan dari suatu barang untuk memenuhi suatu kebutuhan setiap orang,tinggi rendahnya nilai pakai objektif menurut pemakai relatif sama  Nilai pakai subjektif Nilai yang diberikan oleh seseorang atas kemampuan suatu barang untuk memenuhi kebutuhan orang yang bersangkutan, lebih meningkatkan prestise dari barang tersebut padahal memiliki nilai guna yang sama dengan barang lain
  • 25.
    C. Nilai tukar Nilai tukar objektif Kemampuan suatu barang ditukarkan dengan barang lain yang tidak dipengaruhi oleh unsur psikologis (Kepercayaan)  Nilai tukar subjektif Nilai yang diberikan oleh seseorang terhadap suatu barang atau jasa sehubungan barang tersebut dapat ditukarkan dengan benda lain sehingga dapat memuaskan kebutuhan
  • 26.
    a) Faktor produksialam b) Faktor produksi tenaga kerja c) Faktor produksi modal d) Faktor produksi kewirausahaan
  • 27.
    1. Fungsi produksidengan satu input variabel a) Low of diminishing return Menyatakan bahwa penambahan suatu input sementara input-input lain tetap,akan meningkatkan total output,tetapi penambahan output itu cenderung berkurang dari waktu ke waktu MP (Marginal Product) L (Labour) MP=∆TP ∆L Produksi rata-rata (Average Product) AP=TP L
  • 28.
    MODAL TENAGA KERJA (L) TOTAL PRODUKSI MARGINAL PRODUKSI (MP) RATA-RATA PRODUKSI (AP) 11 5 5 5 1 2 15 10 7,5 1 3 27 12 9 1 4 35 8 8,75 1 5 41 6 8,2
  • 29.
     Kurva isoquant Kurvayang menggambarkan kombinasi input (modal tenaga kerja) yang dapat menghasilkan tingkat output yang sama
  • 30.
     Krva isocost Garisyang menghubungkan titik-titik kombinasi penggunaan input yang satu dan input lain berdsarkan tersedianya biaya modal , misalnya dengan sejumlah modal tertentu berapa faktor produksi lain yang harus dibeli untuk menghasilakan sejumlah produk tertentu
  • 32.
    Menggambarkan kombinasi duajenis barang yang dikonsumsi dengan memberikan utilitas yang sama ,pemilihan kombinasi tersebut tergantung pada penilaian subjektif setiap konsumen
  • 34.