TAFSIR AL-FATIHAH 
MAKALAH 
Disusun Guna Memenuhi Tugas 
Mata Kuliah : Tafsir 
Dosen Pengampu : Nadhifah, M.S.I 
Disusun oleh : 
Dina Ayu K 113411001 
Istianatus Sa’diyah 113411004 
Mufrihah Huwaidah 113411007 
Novi. A 113411032 
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN 
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO 
SEMARANG 
2014
I. PENDAHULUAN 
Al-qur’an merupakan wahyu Allah yang di sampaikan kepada Nabi Muhammad 
melalui Jibril a.s yang berfungsi sebagai hidayah atau petunjuk bagi segenap manusia. 
Dari 114 surat di dalam al-qur’an, surat al-fatihah termasuk surat yang populer, di 
kenal dari semua kalangan dari anak-anak maupun orang tua. 
Al-fatihah artinya ialah pembukaan. Surat ini pun dinamai fatihatul kitab1, yang 
berarti pembukaan kitab karena kitab suci al-qur’an dimulai atau dibuka dengan surat 
ini. Dia yang dimulai ditulis di dalam Mushhaf, dan dia yang mulai dibaca ketika 
tilawatil qur’an, meskipun bukan dia surat yang pertama kali diturunkan kepada Nabi 
Muhammad SAW. 
II. RUMUSAN MASALAH 
1. Kedudukan surat al-fatihah dalam al-qur’an 
2. Pokok-pokok ajaran tentang keimanan 
3. Pokok-pokok ajaran tentang ibadah 
4. Pokok-pokok ajaran tentang hukum agama 
5. Pokok-pokok ajaran tentang kisah 
6. Asbabun nuzul surat al-fatihah 
7. Munasabah surat al-fatihah 
8. Tafsir surat al-fatihah 
III. PEMBAHASAN 
1. Kedudukan Surat Al-Fatihah 
Surat al-fatihah memiliki kedudukan yang tinggi dalam ajaran islam, diman 
dia di sebut surat paling mulia di dalam al-qur’an. Dari Abu Said Bin Al Mu’alla 
dia berkata : Rasullah bersabda kepadanya “ saya akan beritahukan kepadamu 
surat yang paling mulia di dalam al-qur’an sebelum engkau keluar dari masjid. 
Kemudian beliau memegang kedua tangan ku. ketika beliau hedak keluar dari 
masjid, aku berkata : Ya Rasullah, tadi engkau katakan akan memberitahukan 
surat yang paling mulia di al-qur’an. Beliau bersabda : baik….. Al- 
1 Hamka, Tafsir Al-Azhar (Jakarta, Pustaka Panjimas 1982) hlm.67
Hamdulillahirobbil ‘aalamin ( surat al-fatihah) adalah As Sab’ul Matsani dan 
surat yang paling mulia yang diberikan kepada ku.” 2 
Dari 114 surat yang ada dalam Al-Qur’an al-fatihah merupakan salah satu 
surat yang paling populer. Mengapa demikian? 
Pertama, karena surat Al-Fatihah berada pada urutan pertama dalam susunan Al- 
Qur’an. Dengan demikian, bagi setiap orang yang membuka dan membaca Al- 
Qur’an walaupun tidak sampai tamat, sudah tentu akan membaca surat Al-Fatihah 
terlebih dahulu. 
Kedua, karena surat Al-Fatihah termasuk bacaan wajib dalam shalat. Jadi, 
minimalnya seorang muslim akan membaca surat Al-Fatihah sebanyak tujuh belas 
kali dalam sehari semalam dalam shalat wajib, belum lagi kalau ditambah dengan 
shalat sunnah lainya. 
Ketiga, karena surat Al-Fatihah mengandung pokok-pokok ajaran Al-Qur’an. 
Berbagai ajaran yang terdapat pada surat selanjutnya yang ada dalam Al-Qur’an 
sudah disinggung secara singkat di dalam surat Al-Fatihah. 
Keempat, karena surat Al-Fatihah digunakan sebagai do’a yang dipanjatkan untuk 
seorang yang telah meninggal dunia atau dalam keadaan terkena musibah. 
Kalimat dalam Al-Fatihah yang menunjukan do’a, seperti: 
  
  
“Tunjukilah kami jalan yang lurus,” ( QS. Al-Fatihah:6)3 
Kedudukan yang tinggi ini tentu memiliki makna yang sangat dalam, sebab 
jika dikatakn al-qur’an secara menyeluruh adalah mulia, maka bagaimakah hal 
nya surat yang dikatan paling mulia dalam al-qur’an?? 
Hal ini secara tidak langsung menuntut seorang muslim untuk menempatkan 
surat ini sesuai kedudukan yang telah Allah tetapkan, baik dari segi bacaan, 
pemahaman maupun pengamalan. 
2 Abdullah Haidir, Pelajaran dan Hikmah yang terdapat dalam tafsir al -fatihah ( Indonesia, kantor kerjasama 
da’wah, bimbingan dan penyuluhan bagi pendatang, Al-sulay 2004) 
3 Abudin Nata, Tafsir Ayat-Ayat Pendidikan (Tafsir al Ayat at tarbawi), (Jakarta; Raja Grafindo Persada, 2002), 
hlm.11-13
2. Pokok-Pokok Ajaran Tentang Keimanan 
Keimanan yang terkandung di dalam al-qur’an meliputi keimanan kepada 
Allah, para Rasul Nya, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabyang telah di turunkan 
Nya, hari ahir serta qodo’ dan qodar. 
Bangsa Arab, baik yang telah pernah menganut ajaran-ajaran Nabi Ibrahim, 
maupun tidak, sebagian besar telah menjadi penganut kepercayaan wasani, 
penyembah patung dan dewa-dewa, sehingga menurut riwayat, di sekitar ka’bah 
terdapat 360 buah patung. Maka, datanglah Al-Qur’an untuk mensucikan akidah 
manusia dari berbagai kotoran syirik, dengan membawa akidah tauhid yang 
murni. Di dalam surat Al-Fatihah, akidah tauhid ini terdapat dalam ayat-ayat: 
    
 
“segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam” 
Maksud ayat tersebut adalah bahwa yang berhak dipuji hanyalah Allah, maka 
pujian haruslah dihadapkan kepada-Nya. 
3. Pokok-Pokok Ajaran Tentang Ibadah 
Ibadah adalah buah dari keimanan kepada adanya Allah, dengan segala sifat 
kesempurnaan-Nya. Orang yang meyakini adanya segala sifat kesempurnaan-Nya 
akan menyembah Allah. Ajaran ibadah ini dipaparkan di dalam surah al-fatihah 
dengan firmanya : 
    
 
“Hanya Engkaulah yang Kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah Kami 
meminta pertolongan.” 
Di dalam ayat ini Allah mengajari hamba-Nya agar meyembah hanya kepada 
Allah semata. Maka ayat ini selain mengandung ajaran tentang tauhid, juga 
mengandung ajaran ibadah kepada Yang Maha Esa itu. 
  
  
“Tunjukilah Kami jalan yang lurus,”
Untuk kebahagiaan hidup manusia di dunia dan akhirat, Allah mengadakan 
peraturan-peraturan, hukum-hukum, menjelaskan kepercayaan, memberi pelajaran 
dan contoh-contoh. Ini semua adalah laksana jalan lurus yang dibentangkan Allah 
yang mengantarkan manusia kepada kebahagiaannya di dunia dan di akhirat. 
Maka berbahagialah mereka yang menjalaninya dan sengsaralah orang yang 
menghindari diri dari jalan itu. 
Mengikuti jalan yang lurus ini artinya ialah beribadah kepada Allah,dengan 
mematuhi peraturan-peraturan, hukum-hukum, dan berpegang kepada akidah 
yang benar, mengambil pelajaran dari contoh-contoh yang telah diberikan Allah. 
Hal ini diterangkan dalam ayat-ayat lain, yang menjadi uraian dari surat al-fatihah. 
Ibadah tidak dapat di pisahkan dengan tauhid, sebagaiman tauhid pun tidak 
dapat dipisahkan dari ibadah, karena ibadah adalah buah dari tauhid, dan ia tak 
mempunyai nilai dan harga kalau timbulnya tidak dari perasaan tauhid. Demikian 
pula dengan tauhid, yakni tauhid tidak akan subur hidupnya kalau tidak selalu 
dipupuk dengan ibadah. 
Sebab itu, di dalam surah al-fatihah ini, disamping disebut tauhid, di sebut 
juga ibadah. Kedua-duanya secara ringkas akan diikuti dengam penjelasan-penjelasan 
pada ayat-ayat lain di dalam surah-surah yang lain.4 
4. Pokok-pokok ajaran tentang hukum agama 
Pokok ajaran syari’at dalam surat Al-Ftihah terdapat pada ayat keenam 
“Tunjukkanlah kami jalan yang lurus.” Jalan kebahagiaan dan bagaimana 
seharusnya menempuh jalan itu untuk memperoleh jalan itu untuk memperoleh 
kebahagiaan dunia dan akhirat. Maksud “Hidayah” disini adalah hidayah yang 
menjadi sebab dapatnya keselamatan, kebahagiaan dunia dan akhirat, baik yang 
mengenai kepercayaan maupun akhlak, hukum-hukum dan pelajaran.5 
5. Pokok-Pokok Ajaran Tentang Kisah 
Untuk menjadi contoh dan teladan, pelajaran dan iktibar, al-qur’an telah 
menceritakan keadaan bangsa-bangsa dan kaum-kaum yang telah lalu dan bahwa 
4 Departemen Agama RI, Al-qur’an dan Tafsirnya,(Jakarta;lentera abadi, 2010) jilid 1,hlm 3-4 
5 http://tarbiyaha11uinujpr.blogspot.com/2012/06/makalah-tafsir-surat-al-fatihah-t-2a.html Di unduh pada tgl 16 
september 2014 pada pukul 10.30
Allah telah mengutus rasul-rasul dan nabi-nabi kepada mereka dan telah membuat 
peraturan, hukum dan syariat untuk kebahagiaan hidup mereka. Diantara mereka 
ada yang menerima dan ada yang menolak, dan Allah menerangkan apa akibat 
dari penerimaan atau penolakan itu, untuk di jadikan iktibar dan pelajaran. 
Lebih kurang dari tiga perempat dari isi al-qur’an adalah cerita tentang 
bangsa-bangsa dan umat yang lalu, serta anjuran dari Allah untuk mengambil 
iktibar dan pelajaran dari keadaan mereka. Di dalam surah al-Fatihah ini keadaan 
bangsa-bangsa dan umat-umat yang telah lalu itu dipaparkan oleh Allah dalam 
firman-Nya:6 
    
    
  
“ (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; 
bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” 
Menurut Prof,DR. Teungku Muhammad Hasbi Ash-shiddieqy ayat tersebut 
menjelaskan bahwa masa lampau telah hidup beberapa umat yang diberi syariat 
Allah yang benar, lalu mereka mengikuti dan menjalankan. Maka seharusnya kita 
juga harus meneladani kehidupan mereka.7 
Dengan keterangan yang disebutkan di atas, jelaslah bahwa surah al-Fatihah 
mengandung isi al-qur’an dalam surah-surah yang berikutnya. 
6. Asbabun Nuzul Surat Al-fatihah 
Sebagaimana diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib, mantu Rasulullah 
Muhammad saw. “surah Al-Fatihah turun di Mekkah dari perbendaharaan di 
bawah ‘arsy”. Riwayat lain menyatakan, Amir bin Shalih bertutur kepada kami; 
“Ayahku bertutur kepadaku, dari Al-Kalbi, dari Ibnu Abbas, ia berkata; Nabi 
berdiri di Makkah, lalu beliau membaca, Dengan menyebut nama Allah yang 
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta 
Alam. Kemudian orang-orang Quraisy mengatakan, “Semoga Allah 
menghancurkan mulutmu (atau kalimat senada)” 
6 Departemen Agama RI, Al-qur’an dan Tafsirnya ( Jakarta, lentera abadi, 2010 ) jilid 1, hlm 9 
7 Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, Tafsir Al-Qur’anul Majid An-Nurr (Semarang,: Pustaka Rizki Putra, 
2000) hlm 7.
Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda saat Ubai bin 
Ka’ab membacakan Ummul Qur’an pada beliau, ‘Demi dzat yang jiwaku ada di 
tangan-Nya, Allah tidak menurunkan semisal surat ini di dalam Taurat, Injil, 
Zabur dan Al-Qur’an. Sesungguhnya surat ini adalah as-sab’ul matsani (tujjuh 
kalimat pujian) dan Al-Qur’an Al-Adzim yang diberikan kepadaku.” 
Surat Al-Fatihah yang merupakan surat pertama dalam Al-Qur’an dan 
teerdiri dari tujuh ayat adalah masuk kelompok surat Makkiyah, yakni surat yang 
diturunkan saat Nabi Muhammad di kota Mekkah. Dinamakan Al-Fatihah, 
lantaran letaknya berada pada urutan pertama dari 114 surat dalam Al-Qur’an. 
Para ulama bersepakat bahwa surat yang diturunkan lengkap ini merupakan 
intisari dari seluruh kandungan Al-Qur’an yang kemudian dirinci oleh surat-surat 
sesudahnya 
Surat Al-Fatihah adalah surat Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di 
Mekkah sebelum Rasulullah saw hijrah ke Madinah.surat ini berada di urutan 
pertama dari surat-surat dalam Al-Qur’an dan terdiri dari tujuh ayat. Tema-tema 
besar Al-Qur’an seperti masalah tauhid, keimanan, janji dan kabar gembira bagi 
orang yang beriman, ancaman dan peringatan bagi orang-orang kafir serta pelaku 
kejahatan, tentang ibadah, kisah orang-orang yang beruntung karena taat kepada 
Allah dan sengsara karena mengingkari-Nya, semata itu tercermin dalam ekstrak 
surat Al-Fatihah.8 
7. Munasabah surat Al-Fatihah 
Munasbah disini hanya munasabah untuk surat Al-Fatihah dengan surat Al- 
Baqarah, dan dapat beberapa hubungan diantaranya:9 
a. Surat Al-Fatihah merupakan pokok-pokok pembahasan yang akan di rinci 
dalam surat Al-Baqarah. 
b. Di bagian akhir surat Al-Fatihah disebutkan permohonan hamba kepada 
Allah, agar diberi petunjuk kearah jalan yang lurus, sedangkan di surat Al- 
Baqarah dimulai dengan ayat yang menerangkan bahwasannya Al-Qur’an 
merupakan kitab yang menunjukkan jalan yang dimaksudkan tersebut. 
8 Belajar-islamic.blogspot.com diunduh pada tgl 16 september 2014 pada pukul 10.30 
9 http://duniacemoro.wordpress.com/2012/09/20/tentang-surah-alfatihah diunduh pada tgl 16 september 2014 pada 
pukul 10.30
c. Di akhir surat Al-Fatihah disebutkan tiga kelompok menusia, yaitu manusia 
yang diberi nikmat, manusia yang dimurkai oleh Allah, dan manusia yang 
sesat. Sedangkan dalam surat Al-Baqarah juga disebutkan tiga kelompok 
manusia, aitu manusia yang bertakwa, manusia yang kafir, dan manusia yang 
munafiq. 
8. Tafsir Surat Al-Fatihah 
    
 
“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang” 
Ayat pertama ini terlebih dahulu perlu di jelaskan pengertian “ba” yang 
dibaca “bi” pada awal ayat. 
Pertama, “ba” atau yang dibaca “bi” yang di terjemahkan dengan kata 
“dengan” menyimpan satu kata “memulai”. Sehingga “bismillah” berarti “saya 
atau kami memulai dengan nama Allah”. Dengan demikian menjadi semacam 
do’a atau pernyataan dari pengucap. 
Kedua, “bi” yang diterjemahkan dengan kata “dengan”, dikaitkan dalam kata 
“kekuasaan dan pertolongan”. Mengucap “basmallah” seakan-akan berkata, 
“dengan kekuasaan Allah dan pertolonganya, pekerjaan yang sedang dilakukan ini 
dapat terlaksana.10 
Kata “ismi” terambil dari kata “as summuw” yang berarti tinggi, atau “as 
simmah” yang berarti tanda. 
Lafal Allah khusus ditujukan kepada yang wajib disembah secara benar. Nama ini 
tidak boleh digunakan untuk selain Allah. 
Lafal “ar rahman ar rahim” berarti suatu gejolak jiwa yang penuh dengan 
perasaan kasih sayang terhadap lainnya. Kemudian kata ini dipakai untuk Allah. 
Berarti Allah bersifat “Rahman dan Rahim”. 
Maksudnya setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut 
asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Allah 
ialah nama zat yang Maha suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, 
10 M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah, Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an, (Jakarta: Lentera Hati, 2002), 
hlm.12-13
yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya. 
Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian 
bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang Ar Rahiim 
(Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmah 
yang menyebabkan dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya. 
    
 
“Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam” 
Al Hamdulillah merupakan kalimat berita dimaksud sebagai ungkapan pujian 
kepada Allah, yaitu: bahwa Allah SWT adalah yang memiliki semua pujian yang 
di ungkapkan oleh semua hamba-Nya. Atau makna yang di maksud adalah Allah 
SWT Dzat yang harus mereka puji. Lafal Allah merupakan nama bagi Dzat yang 
berhak untuk di sembah. 
Lafal Rabbil’alamin berarti Allah adalah yang memiliki pujian semua 
makhluk-Nya, yaitu terdiri dari manusia, jin, malaikat, hewan-hewan melata dan 
lain-lainya. Masing-masing daripada mereka disebut alam, oleh karenanya ada 
alam manusia, alam jin dan sebagainya. Alam semesta merupakan pertanda 
mengingat Ia adalah pertanda bagi adanya yang menciptakannya.11 
   
“ Maha Pemurah lagi Maha Penyayang “. 
Pemeliharaan tidak dapat terlaksana dengan baik dan sempurna kecuali bila di 
sertai oleh rahmat dan kasih sayang. Oleh karena itu, ayat ini menggaris bawahi 
kedua sifat Allah ini setelah sebelumnya menegaskan bahwa Allah adalah 
pemelihara seluruh alam. Pemeliharaanya diliputi oleh rahmat dan kasih sayang. 
Ayat ke tiga ini, tidak dapat dianggap sebagai pengulangan sebagian 
kandungan ayat pertama (basmalah) kalimat Ar-Rohman dan Ar-Rahim dalam 
ayat ketiga ini bertujuan menjelaskan bahwa pendidikan dan pemeliharaan Allah 
11 Imam Jalaludin Al Mahali dan Imam Jalaludin Assuyuti , Tarjamah Tafsir Jalalain, Terj. Mahyudin Syaf dan 
Bahrun Abu Bakar, ( Bandung: Sinar Baru, 1990), hlm. 1-2
sebagaimana disebutkan pada ayat kedua, sama sekali bukan untuk kepentingan 
Allah untuk sesuatu pamrih.12 
Pendidikan dan pemeliharaan dilakukan semata-mata karena rahmat dan kasih 
sayang Tuhan yang dicurahkan kepada makhluk-makhluknya. Demikian pendapat 
Muhammad Abduh. 
    
“yang menguasai di hari pembalasan”. 
Ayat ini menggambarkan keseluruhan besar yang mendalam pengaruhnya 
bagi kehidupan manusia, yaitu kepercayaan global terhadap akhirat. “Malik” 
adalah puncak tingkat kekuasaan, dan “Yaumiddin” adalah hari pembalasan di 
akhirat. 
Banyak manusia yang mengakui uluhiyah ‘ketuhanan’ Allah dan penciptanya 
terhadap alam, tetapi mereka tidak percaya kepada hari pembalasan. 
Percaya kepada hari kiamat merupakan salah satu dari keseluruhan aqidah 
islam yang bernilai di dalam menghubungkan pandangan dan hati manusia 
dengan alam lain di luar alam dunia. Karena itu, mereka tidak di kekang oleh 
kepentingan duniawi dan pada waktu itu mereka memiliki kedudukan yang tinggi 
di atas kepentingan.13 Mereka juga tidak di kekang oleh kegoncangan hati untuk 
mendapatkan pembalasan atas usahanya pada masa hidupnya yang pendek dan 
terbatas di belahan bumi yang terbatas pula. Pada waktu itu, ia menguasai amal 
untuk mencari ridlo Allah dan menantikan pembalasan yang di tentukan oleh 
Allah di dunia dan akhirat. 
    
 
“Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan Hanya kepada Engkaulah kami 
meminta pertolongan”. 
Iyya Ka Na’budu terdiri dari dua kata yaitu iyyaka dan na’budu. Kata 
na’budu biasa di terjemahkan dengan “menyembah, mengabdi dan taat. Na’budu 
di ambil dari kata ibadah. Kepatuhan dan ketundukan yang di timbulkan oleh 
12 M. Quroish Shihab, Tafsir Al-Mishbah, Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an, (Jakarta: Lentera Hati, 2002),, 
hlm. 24-25 
13 Sayyid Qutb, Tafsir Fi Zhilalil Qur’an, Ter. As’ad Yasin dkk., (Jakarta: Gema Insani, 2000),. hlm. 35-36
perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai tuhan yang di sembah karena 
berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.14 
Artinya kami beribadah hanya pada Allah, karena tugas manusia dimuka bumi 
ini hanyalah untuk beribadah kepada-Nya, dengan menjalankan perintah-Nya dan 
menjauhi segala larangan-Nya dan kami senantiasa memohon pertolongan hanya 
kepada Allah.15 
Wa iyya Ka Nasta’in mengandung dua konsekuensi pokok: 
 Bahwa si pemohon harus berperan aktif bersama dengan siapa ia bermohon 
demi tercapainya yang dimohonkan. 
 Bahwa si pemohon berjanji untuk tidak meminta bantuan kecuali kepada 
Allah SWT semata-mata. 
  
  
“ Tunjukilah kami jalan yang lurus” 
Ihdinash Shiratal al Mustaqim adalah permohonan pada Allah agar 
ditunjukan ke jalan yang lurus. Hidayah yang dimohonkan dalam surat Al-Fatihah 
ini tertuang dalam “tunjukilah kami ke jalan yang lurus lagi luas”.16 Menurut 
sebagian Ulama merupakan hidayah, karena pada hakekatnya hidayah adalah 
ajaran yang telah disampaikan para Nabi kepada seluruh manusia.17 
Hidayah Allah kepada manusia terdapat bermacam-macam bentuk, 
diantaranya yaitu18: 
1. Hidayah dalam bentu Ilham 
2. Hidayah kepada panca indera 
3. Hidayah kepada akal 
4. Hidayah berupa agama dan syari’at 
14 T. Mustofa dan Samiludin, Tafsirn Al-Jami’ah Sebuah Kajian 6 Tafsir Surat Al-Fatihah (Bandung : pustaka, 
1990) hlm 54-55 
15 Imam Jalaludin Al Mahali dan Imam Jalaludin Assuyuti , Tarjamah Tafsir Jalalain, Terj. Mahyudin Syaf dan 
Bahrun Abu Bakar, ( Bandung: Sinar Baru, 1990), hlm. 3 
16 M. Quroish Shihab, Tafsir Al-Mishbah, Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an, (Jakarta: Lentera Hati, 2002),, 
hlm. 46 
17 Mahmud Yunus, Tafsir Qur’an Karim(Jakarta: PT Hida Karya agung, 2004), hlm.2 
18 Ahmad Mustofa al Maraghi, Terjemah Tafsir al Maraghi, (Semarang: PT Karya Toha Putra, 1992), hlm. 49-50
    
    
  
“(yaitu) jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat kepada mereka; 
bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”. 
Firman-Nya:”Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugrahkan nikmat 
kepada mereka”. Adalah sebagai tafsir dari firman-Nya, jalan yang lurus. Dan 
merupakan Badal menurut para ahli nahwu dan boleh pula sebagai athof bayan. 
Wallahu a’lam. 
Orang-orang yang diberikan nikmat oleh Allah itu adalah orang-orang yang 
tersebut dalam surat An-Nisa, Dia berfirman: “Dan barangsiapa yang mentaati 
Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang 
dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin orang-orang 
yang mati syahid, dan orang-orang saleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya. 
Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup 
Mengetahui.”(QS. An-Nisaa’: 69-70). 
Dan firman-Nya: “bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula 
jalan) mereka yang sesat.”. jumhur ulama membaca Ghaira dengan memberikan 
kasroh pada huruf ra’ dan kedudukanya sebagai na’at. Artinya, tunjukanlah 
kepada kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah engkau berikan 
nikmat kepadanya. Yaitu mereka yang memperoleh hidayah, istiqomah dan 
ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. Bukan 
jalan orang yang mendapat murka, yang kehendak mereka telah rusak meskipun 
mereka mengetahui kebenaran, namun menyimpang dari-Nya.19Selanjutnya 
diteruskan dengan lafadz Amiin yang menjadi penyempurna dari surat al fatihah. 
19 M. ‘Abdul Ghoffar, Tafsir Ibnu katsir(,(Jakarta: Pustaka imam Asyafi’I, 2003), hlm. 34-35
Lafadz Amin adalah kalimat isim yang berarti istijab. Ada beberapa pendapat 
mengenai kata Amin:20 
1. Ya Allah perkenankanlah (mayoritas ulama) 
2. Ya Allah lakukanlah 
3. Demikian itu ya Allah, maka semoga engkau mengabulkanya 
4. Jangan kecewakan kami ya Allah 
5. Nama Allah (Arkeolog Mesir) 
IV. ANALISIS 
Berdasarkan pemaparan di atas secara panjang mengenai tafsir surat Al-Fatihah 
dari berbagai sumber referensi dan dari berbagai mufassir yang menafsirkan surat Al- 
Fatihah, sedikitnya kita dapat menganalisis bahwa, Al-Fatihah merupakan salahsatu 
dari beribu-ribu ayat Al-Qur’an yang sekaligus menjadi induk dari surat Al-Qur’an 
yang mempunyai beribu-ribu kandungan makna yang tersirat di dalamnya. 
Surat Al-Fatihah mempunyai kekuatan do’a maha dahsyat yang diyakini 
mayoritas umat islam. Terbukti dengan diamalkannya surat Al-Fatihah diberbagai 
kesempatan. Walaupun demikian, apabila seorang muslim tidak meyakini 
kedahsyatan surat Al-Fatihah akan menjadi biasa-biasa saja atau sama dengan surat-surat 
lain. Apabila kita sudah meyakini betapa mulianya ayat tersebut semoga kita 
dapat mendapatkan keberkahan dan dapat menambah keimanan kita. Amin. 
V. PENUTUP 
Demikian makalah yang dapat kami buat, sebgai manusia biasa kita menyadari 
dalam pembuatan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan. 
Untuk itu kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat kami harapkan demi 
kesempurnaan makalah ini dan berikutnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita 
semua. Amin. 
DAFTAR PUSTTAKA 
20 M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah, Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an ( Jakarta : Lentera Hati, 2002) 
hlm. 79
Kementrian Agama RI, Al-Qur’an dan Tafsirnya. Jakarta:Lentera Hati. 2010 
Hamka, Tafsir Al-Azhar .Jakarta, Pustaka Panjimas 1982 
Haidir ,Abdullah, Pelajaran dan Hikmah yang terdapat dalam tafsir al-fatihah. 
Indonesia: kantor kerjasama da’wah, bimbingan dan penyuluhan bagi pendatang, Al-sulay 2004 
Nata ,Abudin. Tafsir Ayat-Ayat Pendidikan (Tafsir al Ayat at tarbawi), Jakarta; Raja 
Grafindo Persada, 2002 
‘Abdul Ghoffar, M, Tafsir Ibnu katsir.Jakarta: Pustaka imam Asyafi’I, 2003. 
Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, Teungku. Tafsir Al-Qur’anul Majid An-Nurr 
Semarang,: Pustaka Rizki Putra, 2000. 
Quraish Shihab, M. Tafsir Al-Mishbah, Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an, Jakarta: 
Lentera Hati, 2002. 
Jalaludin Al Mahali, Imam, dan Imam Jalaludin Assuyuti , Tarjamah Tafsir Jalalain, 
Terj. Mahyudin Syaf dan Bahrun Abu Bakar, Bandung: Sinar Baru, 1990. 
Qutb, Sayyid. Tafsir Fi Zhilalil Qur’an, Ter. As’ad Yasin dkk., Jakarta: Gema Insani, 
2000 
Mustofa, T. dan Samiludin, Tafsirn Al-Jami’ah Sebuah Kajian 6 Tafsir Surat Al-Fatihah 
Bandung : pustaka, 1990 
Mahmud, Yunus, Tafsir Qur’an Karim.Jakarta: PT Hida Karya agung, 2004. 
Mustofa al Maraghi, Ahmad. Terjemah Tafsir al Maraghi, Semarang: PT Karya Toha 
Putra, 1992. 
http://tarbiyaha11uinujpr.blogspot.com/2012/06/makalah-tafsir-surat-al- fatihah-t-2a.html. 
http://duniacemoro.wordpress.com/2012/09/20/tentang-surah-alfatihah. 
Belajar-islamic.blogspot.com.

Tafsir al-fatihah

  • 1.
    TAFSIR AL-FATIHAH MAKALAH Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah : Tafsir Dosen Pengampu : Nadhifah, M.S.I Disusun oleh : Dina Ayu K 113411001 Istianatus Sa’diyah 113411004 Mufrihah Huwaidah 113411007 Novi. A 113411032 FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG 2014
  • 2.
    I. PENDAHULUAN Al-qur’anmerupakan wahyu Allah yang di sampaikan kepada Nabi Muhammad melalui Jibril a.s yang berfungsi sebagai hidayah atau petunjuk bagi segenap manusia. Dari 114 surat di dalam al-qur’an, surat al-fatihah termasuk surat yang populer, di kenal dari semua kalangan dari anak-anak maupun orang tua. Al-fatihah artinya ialah pembukaan. Surat ini pun dinamai fatihatul kitab1, yang berarti pembukaan kitab karena kitab suci al-qur’an dimulai atau dibuka dengan surat ini. Dia yang dimulai ditulis di dalam Mushhaf, dan dia yang mulai dibaca ketika tilawatil qur’an, meskipun bukan dia surat yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. II. RUMUSAN MASALAH 1. Kedudukan surat al-fatihah dalam al-qur’an 2. Pokok-pokok ajaran tentang keimanan 3. Pokok-pokok ajaran tentang ibadah 4. Pokok-pokok ajaran tentang hukum agama 5. Pokok-pokok ajaran tentang kisah 6. Asbabun nuzul surat al-fatihah 7. Munasabah surat al-fatihah 8. Tafsir surat al-fatihah III. PEMBAHASAN 1. Kedudukan Surat Al-Fatihah Surat al-fatihah memiliki kedudukan yang tinggi dalam ajaran islam, diman dia di sebut surat paling mulia di dalam al-qur’an. Dari Abu Said Bin Al Mu’alla dia berkata : Rasullah bersabda kepadanya “ saya akan beritahukan kepadamu surat yang paling mulia di dalam al-qur’an sebelum engkau keluar dari masjid. Kemudian beliau memegang kedua tangan ku. ketika beliau hedak keluar dari masjid, aku berkata : Ya Rasullah, tadi engkau katakan akan memberitahukan surat yang paling mulia di al-qur’an. Beliau bersabda : baik….. Al- 1 Hamka, Tafsir Al-Azhar (Jakarta, Pustaka Panjimas 1982) hlm.67
  • 3.
    Hamdulillahirobbil ‘aalamin (surat al-fatihah) adalah As Sab’ul Matsani dan surat yang paling mulia yang diberikan kepada ku.” 2 Dari 114 surat yang ada dalam Al-Qur’an al-fatihah merupakan salah satu surat yang paling populer. Mengapa demikian? Pertama, karena surat Al-Fatihah berada pada urutan pertama dalam susunan Al- Qur’an. Dengan demikian, bagi setiap orang yang membuka dan membaca Al- Qur’an walaupun tidak sampai tamat, sudah tentu akan membaca surat Al-Fatihah terlebih dahulu. Kedua, karena surat Al-Fatihah termasuk bacaan wajib dalam shalat. Jadi, minimalnya seorang muslim akan membaca surat Al-Fatihah sebanyak tujuh belas kali dalam sehari semalam dalam shalat wajib, belum lagi kalau ditambah dengan shalat sunnah lainya. Ketiga, karena surat Al-Fatihah mengandung pokok-pokok ajaran Al-Qur’an. Berbagai ajaran yang terdapat pada surat selanjutnya yang ada dalam Al-Qur’an sudah disinggung secara singkat di dalam surat Al-Fatihah. Keempat, karena surat Al-Fatihah digunakan sebagai do’a yang dipanjatkan untuk seorang yang telah meninggal dunia atau dalam keadaan terkena musibah. Kalimat dalam Al-Fatihah yang menunjukan do’a, seperti:     “Tunjukilah kami jalan yang lurus,” ( QS. Al-Fatihah:6)3 Kedudukan yang tinggi ini tentu memiliki makna yang sangat dalam, sebab jika dikatakn al-qur’an secara menyeluruh adalah mulia, maka bagaimakah hal nya surat yang dikatan paling mulia dalam al-qur’an?? Hal ini secara tidak langsung menuntut seorang muslim untuk menempatkan surat ini sesuai kedudukan yang telah Allah tetapkan, baik dari segi bacaan, pemahaman maupun pengamalan. 2 Abdullah Haidir, Pelajaran dan Hikmah yang terdapat dalam tafsir al -fatihah ( Indonesia, kantor kerjasama da’wah, bimbingan dan penyuluhan bagi pendatang, Al-sulay 2004) 3 Abudin Nata, Tafsir Ayat-Ayat Pendidikan (Tafsir al Ayat at tarbawi), (Jakarta; Raja Grafindo Persada, 2002), hlm.11-13
  • 4.
    2. Pokok-Pokok AjaranTentang Keimanan Keimanan yang terkandung di dalam al-qur’an meliputi keimanan kepada Allah, para Rasul Nya, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabyang telah di turunkan Nya, hari ahir serta qodo’ dan qodar. Bangsa Arab, baik yang telah pernah menganut ajaran-ajaran Nabi Ibrahim, maupun tidak, sebagian besar telah menjadi penganut kepercayaan wasani, penyembah patung dan dewa-dewa, sehingga menurut riwayat, di sekitar ka’bah terdapat 360 buah patung. Maka, datanglah Al-Qur’an untuk mensucikan akidah manusia dari berbagai kotoran syirik, dengan membawa akidah tauhid yang murni. Di dalam surat Al-Fatihah, akidah tauhid ini terdapat dalam ayat-ayat:      “segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam” Maksud ayat tersebut adalah bahwa yang berhak dipuji hanyalah Allah, maka pujian haruslah dihadapkan kepada-Nya. 3. Pokok-Pokok Ajaran Tentang Ibadah Ibadah adalah buah dari keimanan kepada adanya Allah, dengan segala sifat kesempurnaan-Nya. Orang yang meyakini adanya segala sifat kesempurnaan-Nya akan menyembah Allah. Ajaran ibadah ini dipaparkan di dalam surah al-fatihah dengan firmanya :      “Hanya Engkaulah yang Kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan.” Di dalam ayat ini Allah mengajari hamba-Nya agar meyembah hanya kepada Allah semata. Maka ayat ini selain mengandung ajaran tentang tauhid, juga mengandung ajaran ibadah kepada Yang Maha Esa itu.     “Tunjukilah Kami jalan yang lurus,”
  • 5.
    Untuk kebahagiaan hidupmanusia di dunia dan akhirat, Allah mengadakan peraturan-peraturan, hukum-hukum, menjelaskan kepercayaan, memberi pelajaran dan contoh-contoh. Ini semua adalah laksana jalan lurus yang dibentangkan Allah yang mengantarkan manusia kepada kebahagiaannya di dunia dan di akhirat. Maka berbahagialah mereka yang menjalaninya dan sengsaralah orang yang menghindari diri dari jalan itu. Mengikuti jalan yang lurus ini artinya ialah beribadah kepada Allah,dengan mematuhi peraturan-peraturan, hukum-hukum, dan berpegang kepada akidah yang benar, mengambil pelajaran dari contoh-contoh yang telah diberikan Allah. Hal ini diterangkan dalam ayat-ayat lain, yang menjadi uraian dari surat al-fatihah. Ibadah tidak dapat di pisahkan dengan tauhid, sebagaiman tauhid pun tidak dapat dipisahkan dari ibadah, karena ibadah adalah buah dari tauhid, dan ia tak mempunyai nilai dan harga kalau timbulnya tidak dari perasaan tauhid. Demikian pula dengan tauhid, yakni tauhid tidak akan subur hidupnya kalau tidak selalu dipupuk dengan ibadah. Sebab itu, di dalam surah al-fatihah ini, disamping disebut tauhid, di sebut juga ibadah. Kedua-duanya secara ringkas akan diikuti dengam penjelasan-penjelasan pada ayat-ayat lain di dalam surah-surah yang lain.4 4. Pokok-pokok ajaran tentang hukum agama Pokok ajaran syari’at dalam surat Al-Ftihah terdapat pada ayat keenam “Tunjukkanlah kami jalan yang lurus.” Jalan kebahagiaan dan bagaimana seharusnya menempuh jalan itu untuk memperoleh jalan itu untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Maksud “Hidayah” disini adalah hidayah yang menjadi sebab dapatnya keselamatan, kebahagiaan dunia dan akhirat, baik yang mengenai kepercayaan maupun akhlak, hukum-hukum dan pelajaran.5 5. Pokok-Pokok Ajaran Tentang Kisah Untuk menjadi contoh dan teladan, pelajaran dan iktibar, al-qur’an telah menceritakan keadaan bangsa-bangsa dan kaum-kaum yang telah lalu dan bahwa 4 Departemen Agama RI, Al-qur’an dan Tafsirnya,(Jakarta;lentera abadi, 2010) jilid 1,hlm 3-4 5 http://tarbiyaha11uinujpr.blogspot.com/2012/06/makalah-tafsir-surat-al-fatihah-t-2a.html Di unduh pada tgl 16 september 2014 pada pukul 10.30
  • 6.
    Allah telah mengutusrasul-rasul dan nabi-nabi kepada mereka dan telah membuat peraturan, hukum dan syariat untuk kebahagiaan hidup mereka. Diantara mereka ada yang menerima dan ada yang menolak, dan Allah menerangkan apa akibat dari penerimaan atau penolakan itu, untuk di jadikan iktibar dan pelajaran. Lebih kurang dari tiga perempat dari isi al-qur’an adalah cerita tentang bangsa-bangsa dan umat yang lalu, serta anjuran dari Allah untuk mengambil iktibar dan pelajaran dari keadaan mereka. Di dalam surah al-Fatihah ini keadaan bangsa-bangsa dan umat-umat yang telah lalu itu dipaparkan oleh Allah dalam firman-Nya:6           “ (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” Menurut Prof,DR. Teungku Muhammad Hasbi Ash-shiddieqy ayat tersebut menjelaskan bahwa masa lampau telah hidup beberapa umat yang diberi syariat Allah yang benar, lalu mereka mengikuti dan menjalankan. Maka seharusnya kita juga harus meneladani kehidupan mereka.7 Dengan keterangan yang disebutkan di atas, jelaslah bahwa surah al-Fatihah mengandung isi al-qur’an dalam surah-surah yang berikutnya. 6. Asbabun Nuzul Surat Al-fatihah Sebagaimana diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib, mantu Rasulullah Muhammad saw. “surah Al-Fatihah turun di Mekkah dari perbendaharaan di bawah ‘arsy”. Riwayat lain menyatakan, Amir bin Shalih bertutur kepada kami; “Ayahku bertutur kepadaku, dari Al-Kalbi, dari Ibnu Abbas, ia berkata; Nabi berdiri di Makkah, lalu beliau membaca, Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam. Kemudian orang-orang Quraisy mengatakan, “Semoga Allah menghancurkan mulutmu (atau kalimat senada)” 6 Departemen Agama RI, Al-qur’an dan Tafsirnya ( Jakarta, lentera abadi, 2010 ) jilid 1, hlm 9 7 Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, Tafsir Al-Qur’anul Majid An-Nurr (Semarang,: Pustaka Rizki Putra, 2000) hlm 7.
  • 7.
    Dari Abu Hurairah,ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda saat Ubai bin Ka’ab membacakan Ummul Qur’an pada beliau, ‘Demi dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, Allah tidak menurunkan semisal surat ini di dalam Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur’an. Sesungguhnya surat ini adalah as-sab’ul matsani (tujjuh kalimat pujian) dan Al-Qur’an Al-Adzim yang diberikan kepadaku.” Surat Al-Fatihah yang merupakan surat pertama dalam Al-Qur’an dan teerdiri dari tujuh ayat adalah masuk kelompok surat Makkiyah, yakni surat yang diturunkan saat Nabi Muhammad di kota Mekkah. Dinamakan Al-Fatihah, lantaran letaknya berada pada urutan pertama dari 114 surat dalam Al-Qur’an. Para ulama bersepakat bahwa surat yang diturunkan lengkap ini merupakan intisari dari seluruh kandungan Al-Qur’an yang kemudian dirinci oleh surat-surat sesudahnya Surat Al-Fatihah adalah surat Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di Mekkah sebelum Rasulullah saw hijrah ke Madinah.surat ini berada di urutan pertama dari surat-surat dalam Al-Qur’an dan terdiri dari tujuh ayat. Tema-tema besar Al-Qur’an seperti masalah tauhid, keimanan, janji dan kabar gembira bagi orang yang beriman, ancaman dan peringatan bagi orang-orang kafir serta pelaku kejahatan, tentang ibadah, kisah orang-orang yang beruntung karena taat kepada Allah dan sengsara karena mengingkari-Nya, semata itu tercermin dalam ekstrak surat Al-Fatihah.8 7. Munasabah surat Al-Fatihah Munasbah disini hanya munasabah untuk surat Al-Fatihah dengan surat Al- Baqarah, dan dapat beberapa hubungan diantaranya:9 a. Surat Al-Fatihah merupakan pokok-pokok pembahasan yang akan di rinci dalam surat Al-Baqarah. b. Di bagian akhir surat Al-Fatihah disebutkan permohonan hamba kepada Allah, agar diberi petunjuk kearah jalan yang lurus, sedangkan di surat Al- Baqarah dimulai dengan ayat yang menerangkan bahwasannya Al-Qur’an merupakan kitab yang menunjukkan jalan yang dimaksudkan tersebut. 8 Belajar-islamic.blogspot.com diunduh pada tgl 16 september 2014 pada pukul 10.30 9 http://duniacemoro.wordpress.com/2012/09/20/tentang-surah-alfatihah diunduh pada tgl 16 september 2014 pada pukul 10.30
  • 8.
    c. Di akhirsurat Al-Fatihah disebutkan tiga kelompok menusia, yaitu manusia yang diberi nikmat, manusia yang dimurkai oleh Allah, dan manusia yang sesat. Sedangkan dalam surat Al-Baqarah juga disebutkan tiga kelompok manusia, aitu manusia yang bertakwa, manusia yang kafir, dan manusia yang munafiq. 8. Tafsir Surat Al-Fatihah      “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang” Ayat pertama ini terlebih dahulu perlu di jelaskan pengertian “ba” yang dibaca “bi” pada awal ayat. Pertama, “ba” atau yang dibaca “bi” yang di terjemahkan dengan kata “dengan” menyimpan satu kata “memulai”. Sehingga “bismillah” berarti “saya atau kami memulai dengan nama Allah”. Dengan demikian menjadi semacam do’a atau pernyataan dari pengucap. Kedua, “bi” yang diterjemahkan dengan kata “dengan”, dikaitkan dalam kata “kekuasaan dan pertolongan”. Mengucap “basmallah” seakan-akan berkata, “dengan kekuasaan Allah dan pertolonganya, pekerjaan yang sedang dilakukan ini dapat terlaksana.10 Kata “ismi” terambil dari kata “as summuw” yang berarti tinggi, atau “as simmah” yang berarti tanda. Lafal Allah khusus ditujukan kepada yang wajib disembah secara benar. Nama ini tidak boleh digunakan untuk selain Allah. Lafal “ar rahman ar rahim” berarti suatu gejolak jiwa yang penuh dengan perasaan kasih sayang terhadap lainnya. Kemudian kata ini dipakai untuk Allah. Berarti Allah bersifat “Rahman dan Rahim”. Maksudnya setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, 10 M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah, Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an, (Jakarta: Lentera Hati, 2002), hlm.12-13
  • 9.
    yang tidak membutuhkanmakhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang Ar Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.      “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam” Al Hamdulillah merupakan kalimat berita dimaksud sebagai ungkapan pujian kepada Allah, yaitu: bahwa Allah SWT adalah yang memiliki semua pujian yang di ungkapkan oleh semua hamba-Nya. Atau makna yang di maksud adalah Allah SWT Dzat yang harus mereka puji. Lafal Allah merupakan nama bagi Dzat yang berhak untuk di sembah. Lafal Rabbil’alamin berarti Allah adalah yang memiliki pujian semua makhluk-Nya, yaitu terdiri dari manusia, jin, malaikat, hewan-hewan melata dan lain-lainya. Masing-masing daripada mereka disebut alam, oleh karenanya ada alam manusia, alam jin dan sebagainya. Alam semesta merupakan pertanda mengingat Ia adalah pertanda bagi adanya yang menciptakannya.11    “ Maha Pemurah lagi Maha Penyayang “. Pemeliharaan tidak dapat terlaksana dengan baik dan sempurna kecuali bila di sertai oleh rahmat dan kasih sayang. Oleh karena itu, ayat ini menggaris bawahi kedua sifat Allah ini setelah sebelumnya menegaskan bahwa Allah adalah pemelihara seluruh alam. Pemeliharaanya diliputi oleh rahmat dan kasih sayang. Ayat ke tiga ini, tidak dapat dianggap sebagai pengulangan sebagian kandungan ayat pertama (basmalah) kalimat Ar-Rohman dan Ar-Rahim dalam ayat ketiga ini bertujuan menjelaskan bahwa pendidikan dan pemeliharaan Allah 11 Imam Jalaludin Al Mahali dan Imam Jalaludin Assuyuti , Tarjamah Tafsir Jalalain, Terj. Mahyudin Syaf dan Bahrun Abu Bakar, ( Bandung: Sinar Baru, 1990), hlm. 1-2
  • 10.
    sebagaimana disebutkan padaayat kedua, sama sekali bukan untuk kepentingan Allah untuk sesuatu pamrih.12 Pendidikan dan pemeliharaan dilakukan semata-mata karena rahmat dan kasih sayang Tuhan yang dicurahkan kepada makhluk-makhluknya. Demikian pendapat Muhammad Abduh.     “yang menguasai di hari pembalasan”. Ayat ini menggambarkan keseluruhan besar yang mendalam pengaruhnya bagi kehidupan manusia, yaitu kepercayaan global terhadap akhirat. “Malik” adalah puncak tingkat kekuasaan, dan “Yaumiddin” adalah hari pembalasan di akhirat. Banyak manusia yang mengakui uluhiyah ‘ketuhanan’ Allah dan penciptanya terhadap alam, tetapi mereka tidak percaya kepada hari pembalasan. Percaya kepada hari kiamat merupakan salah satu dari keseluruhan aqidah islam yang bernilai di dalam menghubungkan pandangan dan hati manusia dengan alam lain di luar alam dunia. Karena itu, mereka tidak di kekang oleh kepentingan duniawi dan pada waktu itu mereka memiliki kedudukan yang tinggi di atas kepentingan.13 Mereka juga tidak di kekang oleh kegoncangan hati untuk mendapatkan pembalasan atas usahanya pada masa hidupnya yang pendek dan terbatas di belahan bumi yang terbatas pula. Pada waktu itu, ia menguasai amal untuk mencari ridlo Allah dan menantikan pembalasan yang di tentukan oleh Allah di dunia dan akhirat.      “Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan Hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan”. Iyya Ka Na’budu terdiri dari dua kata yaitu iyyaka dan na’budu. Kata na’budu biasa di terjemahkan dengan “menyembah, mengabdi dan taat. Na’budu di ambil dari kata ibadah. Kepatuhan dan ketundukan yang di timbulkan oleh 12 M. Quroish Shihab, Tafsir Al-Mishbah, Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an, (Jakarta: Lentera Hati, 2002),, hlm. 24-25 13 Sayyid Qutb, Tafsir Fi Zhilalil Qur’an, Ter. As’ad Yasin dkk., (Jakarta: Gema Insani, 2000),. hlm. 35-36
  • 11.
    perasaan terhadap kebesaranAllah, sebagai tuhan yang di sembah karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.14 Artinya kami beribadah hanya pada Allah, karena tugas manusia dimuka bumi ini hanyalah untuk beribadah kepada-Nya, dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dan kami senantiasa memohon pertolongan hanya kepada Allah.15 Wa iyya Ka Nasta’in mengandung dua konsekuensi pokok:  Bahwa si pemohon harus berperan aktif bersama dengan siapa ia bermohon demi tercapainya yang dimohonkan.  Bahwa si pemohon berjanji untuk tidak meminta bantuan kecuali kepada Allah SWT semata-mata.     “ Tunjukilah kami jalan yang lurus” Ihdinash Shiratal al Mustaqim adalah permohonan pada Allah agar ditunjukan ke jalan yang lurus. Hidayah yang dimohonkan dalam surat Al-Fatihah ini tertuang dalam “tunjukilah kami ke jalan yang lurus lagi luas”.16 Menurut sebagian Ulama merupakan hidayah, karena pada hakekatnya hidayah adalah ajaran yang telah disampaikan para Nabi kepada seluruh manusia.17 Hidayah Allah kepada manusia terdapat bermacam-macam bentuk, diantaranya yaitu18: 1. Hidayah dalam bentu Ilham 2. Hidayah kepada panca indera 3. Hidayah kepada akal 4. Hidayah berupa agama dan syari’at 14 T. Mustofa dan Samiludin, Tafsirn Al-Jami’ah Sebuah Kajian 6 Tafsir Surat Al-Fatihah (Bandung : pustaka, 1990) hlm 54-55 15 Imam Jalaludin Al Mahali dan Imam Jalaludin Assuyuti , Tarjamah Tafsir Jalalain, Terj. Mahyudin Syaf dan Bahrun Abu Bakar, ( Bandung: Sinar Baru, 1990), hlm. 3 16 M. Quroish Shihab, Tafsir Al-Mishbah, Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an, (Jakarta: Lentera Hati, 2002),, hlm. 46 17 Mahmud Yunus, Tafsir Qur’an Karim(Jakarta: PT Hida Karya agung, 2004), hlm.2 18 Ahmad Mustofa al Maraghi, Terjemah Tafsir al Maraghi, (Semarang: PT Karya Toha Putra, 1992), hlm. 49-50
  • 12.
             “(yaitu) jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”. Firman-Nya:”Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugrahkan nikmat kepada mereka”. Adalah sebagai tafsir dari firman-Nya, jalan yang lurus. Dan merupakan Badal menurut para ahli nahwu dan boleh pula sebagai athof bayan. Wallahu a’lam. Orang-orang yang diberikan nikmat oleh Allah itu adalah orang-orang yang tersebut dalam surat An-Nisa, Dia berfirman: “Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup Mengetahui.”(QS. An-Nisaa’: 69-70). Dan firman-Nya: “bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”. jumhur ulama membaca Ghaira dengan memberikan kasroh pada huruf ra’ dan kedudukanya sebagai na’at. Artinya, tunjukanlah kepada kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah engkau berikan nikmat kepadanya. Yaitu mereka yang memperoleh hidayah, istiqomah dan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. Bukan jalan orang yang mendapat murka, yang kehendak mereka telah rusak meskipun mereka mengetahui kebenaran, namun menyimpang dari-Nya.19Selanjutnya diteruskan dengan lafadz Amiin yang menjadi penyempurna dari surat al fatihah. 19 M. ‘Abdul Ghoffar, Tafsir Ibnu katsir(,(Jakarta: Pustaka imam Asyafi’I, 2003), hlm. 34-35
  • 13.
    Lafadz Amin adalahkalimat isim yang berarti istijab. Ada beberapa pendapat mengenai kata Amin:20 1. Ya Allah perkenankanlah (mayoritas ulama) 2. Ya Allah lakukanlah 3. Demikian itu ya Allah, maka semoga engkau mengabulkanya 4. Jangan kecewakan kami ya Allah 5. Nama Allah (Arkeolog Mesir) IV. ANALISIS Berdasarkan pemaparan di atas secara panjang mengenai tafsir surat Al-Fatihah dari berbagai sumber referensi dan dari berbagai mufassir yang menafsirkan surat Al- Fatihah, sedikitnya kita dapat menganalisis bahwa, Al-Fatihah merupakan salahsatu dari beribu-ribu ayat Al-Qur’an yang sekaligus menjadi induk dari surat Al-Qur’an yang mempunyai beribu-ribu kandungan makna yang tersirat di dalamnya. Surat Al-Fatihah mempunyai kekuatan do’a maha dahsyat yang diyakini mayoritas umat islam. Terbukti dengan diamalkannya surat Al-Fatihah diberbagai kesempatan. Walaupun demikian, apabila seorang muslim tidak meyakini kedahsyatan surat Al-Fatihah akan menjadi biasa-biasa saja atau sama dengan surat-surat lain. Apabila kita sudah meyakini betapa mulianya ayat tersebut semoga kita dapat mendapatkan keberkahan dan dapat menambah keimanan kita. Amin. V. PENUTUP Demikian makalah yang dapat kami buat, sebgai manusia biasa kita menyadari dalam pembuatan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini dan berikutnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Amin. DAFTAR PUSTTAKA 20 M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah, Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an ( Jakarta : Lentera Hati, 2002) hlm. 79
  • 14.
    Kementrian Agama RI,Al-Qur’an dan Tafsirnya. Jakarta:Lentera Hati. 2010 Hamka, Tafsir Al-Azhar .Jakarta, Pustaka Panjimas 1982 Haidir ,Abdullah, Pelajaran dan Hikmah yang terdapat dalam tafsir al-fatihah. Indonesia: kantor kerjasama da’wah, bimbingan dan penyuluhan bagi pendatang, Al-sulay 2004 Nata ,Abudin. Tafsir Ayat-Ayat Pendidikan (Tafsir al Ayat at tarbawi), Jakarta; Raja Grafindo Persada, 2002 ‘Abdul Ghoffar, M, Tafsir Ibnu katsir.Jakarta: Pustaka imam Asyafi’I, 2003. Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, Teungku. Tafsir Al-Qur’anul Majid An-Nurr Semarang,: Pustaka Rizki Putra, 2000. Quraish Shihab, M. Tafsir Al-Mishbah, Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an, Jakarta: Lentera Hati, 2002. Jalaludin Al Mahali, Imam, dan Imam Jalaludin Assuyuti , Tarjamah Tafsir Jalalain, Terj. Mahyudin Syaf dan Bahrun Abu Bakar, Bandung: Sinar Baru, 1990. Qutb, Sayyid. Tafsir Fi Zhilalil Qur’an, Ter. As’ad Yasin dkk., Jakarta: Gema Insani, 2000 Mustofa, T. dan Samiludin, Tafsirn Al-Jami’ah Sebuah Kajian 6 Tafsir Surat Al-Fatihah Bandung : pustaka, 1990 Mahmud, Yunus, Tafsir Qur’an Karim.Jakarta: PT Hida Karya agung, 2004. Mustofa al Maraghi, Ahmad. Terjemah Tafsir al Maraghi, Semarang: PT Karya Toha Putra, 1992. http://tarbiyaha11uinujpr.blogspot.com/2012/06/makalah-tafsir-surat-al- fatihah-t-2a.html. http://duniacemoro.wordpress.com/2012/09/20/tentang-surah-alfatihah. Belajar-islamic.blogspot.com.