ADAB TERHADAP KALAM
ALLAH SWT
(AL-QUR’AN AL-KARIM)
Oleh:
Muhammad Ali Mufatihi
Pesantren Teknologi informasi dan Komunikasi (PeTIK)
Seorang Muslim beriman terhadap kemahasucian kalam Allah SWT ,
kemuliaanya, dan keutamaannya atas segala perkataan. Sesunggunnya
Al Qur’an itu adalah kalam Allah SWT yang tidak membawa kebatilan.
Barangsiapa berkata dengannya, niscaya dibenarkan dan barang siapa
yang menetapkan hukum berdasarkan Al Qur’an niscaya ia akan
menjadi seorang yang adil. Ahli Al Qur’an adalah Ahli Allah SWT dan
manusia pilihanNya. Orang yang berpegang teguh kepadanya niscaya ia
akan menjadi orang yang beruntung tetapi barang siapa yang
mengingkarinya , maka ia termasuk orang yang rugi.
KEMULIAAN AL QUR’AN
Seorang Muslim akan bertambah imanya kepada keagungan kitab Allah SWT
dengan mengetahui keutamaan-keutamaan Al Quran yang diturunkan kepada
Rasulullah SAW, sebagai mana sabda- sabda Rasulullah SAW berikut :
“Bacalah Al-Qur’an karena sesungguhnya ia nanti pasti di hari kiamat akan
datang sebagai pemberi syafa’at kepada ahlinya (penghafal Al-Qur’an)”
(HR. Muslim,no.804)
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan yang
mengajarkannya”. (HR. Al-Bukhari,no.5027)
Sabda Beliau,
“Ahli Al-Qur’an adalah orang yang dekat dengan Allah dan orang
kepercayaanya” (HR.Ibnu Majah,no.215 dan Al-Hakim,no.1/743)
Juga sabda Beliau,
“Sesungguhnya hati itu bisa berkarat layaknya besi berkarat ,” ditanyakan
(kepada Beliau),”Wahai Rasulullah, bagaimana caranya menjadikannya
mengkilau lagi?” Beliau menjawab,”(Dengan) membaca al-Qur’an dan
mengingat kematian.” (HR. Al-Baihaqi, di dalam Syua’ab al-Iman,2/353,dengan
isna dhaif)
Suatu ketika datang seorang kafir quraisy bernama al-Walid bin
Mughirah menemui Rasulullah SAW dan meminta Beliau
membacakan ayat Al-Qur’an, lalu Rasulullah SAW membaca ,
‫إ‬َّ‫ن‬َّ‫ه‬‫اّلل‬َُّ‫ر‬ُ‫م‬ْ‫أ‬‫ه‬‫ي‬َِّ‫ل‬ْ‫د‬‫ه‬‫ع‬ْ‫ال‬ِ‫ب‬َِّ‫ان‬‫ه‬‫س‬ْ‫ح‬ِ ْ‫اْل‬ ‫ه‬‫و‬َِّ‫هاء‬‫ت‬‫ي‬ِ‫إ‬ ‫ه‬‫و‬‫ي‬ِ‫ذ‬َّ‫ى‬‫ه‬‫ب‬ ْ‫ر‬ُ‫ق‬ْ‫ال‬َّْ‫ن‬‫ه‬‫ي‬ ‫ه‬‫و‬‫ى‬‫ه‬‫ه‬
َِّ‫ن‬‫ه‬‫ع‬َِّ‫اء‬‫ه‬‫ش‬ْ‫ح‬‫ه‬‫ف‬ْ‫ال‬َِّ‫ر‬‫ه‬‫ك‬ْ‫ن‬ُ‫م‬ْ‫ال‬ ‫ه‬‫و‬َِّ‫ي‬ْ‫غ‬‫ه‬‫ب‬ْ‫ال‬ ‫ه‬‫و‬
“Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu berbuat adil , berbuat
kebaikan, memberi bantuan kepada kerabat dekat, melarang
perbuatan keji, mungkar dan permusuhan.” (An-Nahl:90)”
Kemudian Belum sempat Rasulullah SAW
menyelesaikan bacaanya, al-Walid bin Mughirah
meminta Rasulullah SAW mengulangi bacaannya
karena kagum akan keagungan lafadznya , kesucian
makna-maknanya kerena diambil dari kejelasannya
(al-Bayan) dan karena tertarik akan kekuatan
pengaruhnya “Demi Allah, sesungguhnya ia
memiliki kelezatan dan keindahan”. Demikan kata
al-Walid bin Mughirah
Seorang Muslim hendaknya mempunyai akhlak dan adab tarhadap al-Qur’an ,
yaitu dengan cara menghalalkan segala yang yang dihalalkanya dan
mengharamkan segala yang diharamkan, oleh karena itu hendaknya seorang
Muslim harus senantiasa berinteraksi dengan Al-Qur’an dengan menggunakan
adab yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW, diantara cara berinteraksi dengan
Al-Qur’an dan adab terhadapnya ialah:
Adab terhahadap Al-Qur’an
1. Membaca
Membaca Al-Qur’an adalah cara pertama seorang Muslim dalam
berinteraksi dengan A-Qur’an , Dan pahala yg dapat diperoleh dari
orang yang membaca Al-Qur’an adalah:
1. Akan menjadi syafaat bagi pembacanya di hari kiamat. Dari Abu
Amamah ra, aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Bacalah Al-
Qur’an, karena sesungguhnya ia akan menjadi syafaat bagi para
pembacanya di hari kiamat.” (HR. Muslim)
2. Mendapatkan predikat insan terbaik. Dari Usman bin Affan ra,
Rasulullah saw. bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari
al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Tirmidzi)
3. Mendapatkan pahala akan bersama malaikat di akhirat, bagi yang
mahir mambacanya. Dari Aisyah ra, berkata; bahwa Rasulullah saw.
bersabda, “Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia mahir membacanya,
maka kelak ia akan bersama para malaikat yang mulia lagi taat kepada
Allah.” (HR. Bukhari Muslim)
4. Mendapatkan pahala dua kali lipat, bagi yang belum lancar. “Dan
orang yang membaca Al-Qur’an, sedang ia masih terbata-bata lagi
berat dalam membacanya, maka ia akan mendapatkan dua pahala.”
(HR. Bukhari Muslim)
5. Akan diangkat derajatnya oleh Allah Dari Umar bin Khatab ra.
Rasulullah saw. bersabda,: “Sesungguhnya Allahswt. akan mengangkat
derajat suatu kaum dengan kitab ini (Al-Qur’an), dengan dengannya
pula Allah akan merendahkan kaum yang lain.” (HR. Muslim)
6. Mendapatkan sakinah, rahmat, dikelilingi malaikat, dan dipuji Allah
di hadapan makhluk-Nya.
Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah suatu kaum
berkumpul di salah satu rumah-rumah Allah untuk melantunkan ayat-
ayat suci Al-Qur’an dan mempelajarinya, melainkan akan turun kepada
mereka ketengangan, akan dilingkupi pada diri mereka dengan rahmat,
akan dilingkari oleh para malaikat, dan Allah pun akan menyebut
(memuji) mereka di hadapan makhluk yang ada di dekat-Nya.” (HR.
Muslim)
dalam membaca al-Qur’an seorang muslim harus memperhatikan
adab-adab berikut:
1. Dalam keadaan sempurna , yaitu: suci, menghadap kiblat, duduk
dengan sopan dan rasa hormat.
2. Membaca dengan tartil dan tidak menghatamkan Al-Qur’an dalam
waktu kurang dari tiga malam ,berdasarkan sabda Rasulullah SAW:
“Barangsiapa yang membaca Al Qur’an dalam waktu kurang dari tiga
malam, niscaya ia tidak memahami makna-maknanya”
(HR. Abu Dawud,no.1390)
3. Khusyu ketika membacanya, menampakkan kesedihan atau pura-
pura menangis jika tidak bisa menangis , berdasarkan sabda Rasulullah
SAW:
“ Bacalah Al-Qur’an dan menangislah, jika tidak bisa maka berusahalah
menangis” (Ibnu Majah .no. 1337 dengan isnad jayyid)
4. Membaguskan suaranya ketika membacanya, Rasulullah SAW
bersabda: “Hiasilah Al-Qur’an dengan suara kalian”(Ahmad, no 1804;
Ibnu Majah no.1342)
5. Menyembunyikan bacaannya jika khawatir timbul riya atau sum’ah
dalam dirinya atau khawatir mengganggu orang yang sedang shalat,
berdasarkan sabda Rasulullah SAW:
“Orang yang mengeraskan bacaan Al-Qur’an laksana orang yang
menampakkan terang tarangan sedekahnya”( Abu Dawud no. 1333; at-
Tarmidzi, no.2919)
Menghafal Al-Qur’an
Menghafal Al-Qur’an adalah tahap kedua seorang Muslim dalam berinteraksi
dengan Al-Qur’an . Menghafal Al-Qur’an merupakan aktifitas mulia yang
mempunyai pahala yang luar biasa disisi Allah SWT.
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah Sawbersabda: “Penghafal Al Quran
akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Quran akan berkata: Wahai
Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah
(kehormatan), Al Quran kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah,
maka orang itu diapakaikan jubah karamah. Kemudian Al Quran memohon
lagi: Wahai Tuhanku ridhailah dia, maka Allah meridhainya. Dan
diperintahkan kepada orang itu, bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat
surga), dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan
nikmat dan kebaikan” (HR. Tirmidzi, hadits hasan No.2916)
Adab menghafal Al-Qur’an
Dalam menghafal Al-Qur’an maka seorang muslim harus memperhatikan adab-
adab berikut:
1- Mencari tempat yang bersih, menghadirkan mata hati dan selalu mengulang-
ngulang ayat atau surat yang telah dihafal sebanyak mungkin.
2. Menargetkan ayat-ayat yang hendak dihafal. Jangan terlalu memperbanyak
hafalan, lalu mengikatnya dengan ayat sebelumnya, mengerti kaitan-kaitan
dengan ayat-ayat serupa dan senantiasa mengulang-ngulangnya dalam shalat.
3. Menjauhi segala macam bentuk was-was setan dan angan-angan kosong,
memikirkan ayat yang dibaca dan memperhatikan maknanya.
4. Menjalin hubungan yang dekat Allah, menjauhi segala maksiat dan
mengamalkan apa yang telah dihafal.
5. Menjaga al-Quran agar aman dari kelupaan, membacanya bersama saudara-
saudara perjuangan menghafal dan selalu mengingatkan dengan ayat-ayatnya
setiap waktu.
6. Itqon, mengamalkan langsung dan menjadikannya sebagai pedoman dalam
realita kehidupan.
Mentadaburi
Ibnul Qayyim menjelaskan tentang manfaat mentadabburi ayat-ayat Al-Qur`an.
Beliau berkata: “Secara global, tidak ada sesuatu yang lebih bermanfaat bagi
qalbu daripada membaca Al-Qur`an dengan penuh tadabbur dan tafakur
(memahami dan merenungi ayat Al-Qur`an). Karena Al-Qur`an meliputi segala
kedudukan orang yang berjalan menuju kepada Allah, keadaan orang yang
beramal dan kedudukan orang yang alim. Al-Qur`an mewariskan cinta, rindu,
harap, taubat, tawakal, ridha, berserah diri, sabar, dan seluruh keadaan yang
membuat hidupnya hati dan menyempurnakannya. Demikian pula Al-Qur`an
memperingatkan dari seluruh sifat dan perbuatan tercela yang dengannya qalbu
akan rusak dan binasa”.
Adab adab mentadaburi Al-Qur’an:
1. Hendaknya tadabur didasari dengan niat yang bersih
2. Guna mencapai keoptimalan dalam mentadaburi Al-Qur'an, ada baiknya jika
kita memperhatikan adab-adab dalam membaca dan mentadaburi al-Qur'an.
3. Hendaknya dihadirkan pula sebuah keinginan yang kuat, bahwa tujuan
pentadaburan kita adalah untuk mengamalkan ma'ani-ma'ani rabbani dalam
kehidupan nyata, atau paling tidak memiliki tujuan untuk memperkuat dan
memperkaya ruhiyah kita dengan pesan-pesan ilahi.
4. Tadabur akan semakin sesuai dengan asholahnya, jika kita juga
memperhatikan alat-alat bantu (baca; wasilah) dalam mentadaburi al-Qur'an,
seperti memahami asbabunnuzul, makna mufradat, dsb.
5. Ketika al-Qur'an telah berada di tangan kita, hendaknya kita membuang jauh-
jauh hawa nafsu dan keinginan-keinginan duniawi dari hati kita.
4. Tadabur akan semakin sesuai dengan asholahnya, jika kita juga
memperhatikan alat-alat bantu (baca; wasilah) dalam mentadaburi al-Qur'an,
seperti memahami asbabunnuzul, makna mufradat, dsb.
5. Ketika al-Qur'an telah berada di tangan kita, hendaknya kita membuang jauh-
jauh hawa nafsu dan keinginan-keinginan duniawi dari hati kita.
Mengamalkan Al-Qur’an
Jika seorang Muslim sudah mampu mengerjakan ketiga tahap diatas, maka
kewajiban selanjutnya adalah mengamalkan Al-Qur’an, Apabila seorang Muslim
mampu mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari niscaya hidupnya
akan penuh dengan ketentraman dan kebahagiaan dan selalu mendapat
perlindungan dari Allah SWT. Wallahua’lam ..
TERIMA KASIH

Adab Terhadap Kalam Allah SWT

  • 1.
    ADAB TERHADAP KALAM ALLAHSWT (AL-QUR’AN AL-KARIM) Oleh: Muhammad Ali Mufatihi Pesantren Teknologi informasi dan Komunikasi (PeTIK)
  • 2.
    Seorang Muslim berimanterhadap kemahasucian kalam Allah SWT , kemuliaanya, dan keutamaannya atas segala perkataan. Sesunggunnya Al Qur’an itu adalah kalam Allah SWT yang tidak membawa kebatilan. Barangsiapa berkata dengannya, niscaya dibenarkan dan barang siapa yang menetapkan hukum berdasarkan Al Qur’an niscaya ia akan menjadi seorang yang adil. Ahli Al Qur’an adalah Ahli Allah SWT dan manusia pilihanNya. Orang yang berpegang teguh kepadanya niscaya ia akan menjadi orang yang beruntung tetapi barang siapa yang mengingkarinya , maka ia termasuk orang yang rugi. KEMULIAAN AL QUR’AN
  • 3.
    Seorang Muslim akanbertambah imanya kepada keagungan kitab Allah SWT dengan mengetahui keutamaan-keutamaan Al Quran yang diturunkan kepada Rasulullah SAW, sebagai mana sabda- sabda Rasulullah SAW berikut : “Bacalah Al-Qur’an karena sesungguhnya ia nanti pasti di hari kiamat akan datang sebagai pemberi syafa’at kepada ahlinya (penghafal Al-Qur’an)” (HR. Muslim,no.804) “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan yang mengajarkannya”. (HR. Al-Bukhari,no.5027)
  • 4.
    Sabda Beliau, “Ahli Al-Qur’anadalah orang yang dekat dengan Allah dan orang kepercayaanya” (HR.Ibnu Majah,no.215 dan Al-Hakim,no.1/743) Juga sabda Beliau, “Sesungguhnya hati itu bisa berkarat layaknya besi berkarat ,” ditanyakan (kepada Beliau),”Wahai Rasulullah, bagaimana caranya menjadikannya mengkilau lagi?” Beliau menjawab,”(Dengan) membaca al-Qur’an dan mengingat kematian.” (HR. Al-Baihaqi, di dalam Syua’ab al-Iman,2/353,dengan isna dhaif)
  • 5.
    Suatu ketika datangseorang kafir quraisy bernama al-Walid bin Mughirah menemui Rasulullah SAW dan meminta Beliau membacakan ayat Al-Qur’an, lalu Rasulullah SAW membaca , ‫إ‬َّ‫ن‬َّ‫ه‬‫اّلل‬َُّ‫ر‬ُ‫م‬ْ‫أ‬‫ه‬‫ي‬َِّ‫ل‬ْ‫د‬‫ه‬‫ع‬ْ‫ال‬ِ‫ب‬َِّ‫ان‬‫ه‬‫س‬ْ‫ح‬ِ ْ‫اْل‬ ‫ه‬‫و‬َِّ‫هاء‬‫ت‬‫ي‬ِ‫إ‬ ‫ه‬‫و‬‫ي‬ِ‫ذ‬َّ‫ى‬‫ه‬‫ب‬ ْ‫ر‬ُ‫ق‬ْ‫ال‬َّْ‫ن‬‫ه‬‫ي‬ ‫ه‬‫و‬‫ى‬‫ه‬‫ه‬ َِّ‫ن‬‫ه‬‫ع‬َِّ‫اء‬‫ه‬‫ش‬ْ‫ح‬‫ه‬‫ف‬ْ‫ال‬َِّ‫ر‬‫ه‬‫ك‬ْ‫ن‬ُ‫م‬ْ‫ال‬ ‫ه‬‫و‬َِّ‫ي‬ْ‫غ‬‫ه‬‫ب‬ْ‫ال‬ ‫ه‬‫و‬ “Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu berbuat adil , berbuat kebaikan, memberi bantuan kepada kerabat dekat, melarang perbuatan keji, mungkar dan permusuhan.” (An-Nahl:90)”
  • 6.
    Kemudian Belum sempatRasulullah SAW menyelesaikan bacaanya, al-Walid bin Mughirah meminta Rasulullah SAW mengulangi bacaannya karena kagum akan keagungan lafadznya , kesucian makna-maknanya kerena diambil dari kejelasannya (al-Bayan) dan karena tertarik akan kekuatan pengaruhnya “Demi Allah, sesungguhnya ia memiliki kelezatan dan keindahan”. Demikan kata al-Walid bin Mughirah
  • 7.
    Seorang Muslim hendaknyamempunyai akhlak dan adab tarhadap al-Qur’an , yaitu dengan cara menghalalkan segala yang yang dihalalkanya dan mengharamkan segala yang diharamkan, oleh karena itu hendaknya seorang Muslim harus senantiasa berinteraksi dengan Al-Qur’an dengan menggunakan adab yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW, diantara cara berinteraksi dengan Al-Qur’an dan adab terhadapnya ialah: Adab terhahadap Al-Qur’an
  • 8.
    1. Membaca Membaca Al-Qur’anadalah cara pertama seorang Muslim dalam berinteraksi dengan A-Qur’an , Dan pahala yg dapat diperoleh dari orang yang membaca Al-Qur’an adalah: 1. Akan menjadi syafaat bagi pembacanya di hari kiamat. Dari Abu Amamah ra, aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Bacalah Al- Qur’an, karena sesungguhnya ia akan menjadi syafaat bagi para pembacanya di hari kiamat.” (HR. Muslim) 2. Mendapatkan predikat insan terbaik. Dari Usman bin Affan ra, Rasulullah saw. bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Tirmidzi)
  • 9.
    3. Mendapatkan pahalaakan bersama malaikat di akhirat, bagi yang mahir mambacanya. Dari Aisyah ra, berkata; bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia mahir membacanya, maka kelak ia akan bersama para malaikat yang mulia lagi taat kepada Allah.” (HR. Bukhari Muslim) 4. Mendapatkan pahala dua kali lipat, bagi yang belum lancar. “Dan orang yang membaca Al-Qur’an, sedang ia masih terbata-bata lagi berat dalam membacanya, maka ia akan mendapatkan dua pahala.” (HR. Bukhari Muslim)
  • 10.
    5. Akan diangkatderajatnya oleh Allah Dari Umar bin Khatab ra. Rasulullah saw. bersabda,: “Sesungguhnya Allahswt. akan mengangkat derajat suatu kaum dengan kitab ini (Al-Qur’an), dengan dengannya pula Allah akan merendahkan kaum yang lain.” (HR. Muslim)
  • 11.
    6. Mendapatkan sakinah,rahmat, dikelilingi malaikat, dan dipuji Allah di hadapan makhluk-Nya. Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah-rumah Allah untuk melantunkan ayat- ayat suci Al-Qur’an dan mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka ketengangan, akan dilingkupi pada diri mereka dengan rahmat, akan dilingkari oleh para malaikat, dan Allah pun akan menyebut (memuji) mereka di hadapan makhluk yang ada di dekat-Nya.” (HR. Muslim)
  • 12.
    dalam membaca al-Qur’anseorang muslim harus memperhatikan adab-adab berikut: 1. Dalam keadaan sempurna , yaitu: suci, menghadap kiblat, duduk dengan sopan dan rasa hormat. 2. Membaca dengan tartil dan tidak menghatamkan Al-Qur’an dalam waktu kurang dari tiga malam ,berdasarkan sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa yang membaca Al Qur’an dalam waktu kurang dari tiga malam, niscaya ia tidak memahami makna-maknanya” (HR. Abu Dawud,no.1390)
  • 13.
    3. Khusyu ketikamembacanya, menampakkan kesedihan atau pura- pura menangis jika tidak bisa menangis , berdasarkan sabda Rasulullah SAW: “ Bacalah Al-Qur’an dan menangislah, jika tidak bisa maka berusahalah menangis” (Ibnu Majah .no. 1337 dengan isnad jayyid) 4. Membaguskan suaranya ketika membacanya, Rasulullah SAW bersabda: “Hiasilah Al-Qur’an dengan suara kalian”(Ahmad, no 1804; Ibnu Majah no.1342)
  • 14.
    5. Menyembunyikan bacaannyajika khawatir timbul riya atau sum’ah dalam dirinya atau khawatir mengganggu orang yang sedang shalat, berdasarkan sabda Rasulullah SAW: “Orang yang mengeraskan bacaan Al-Qur’an laksana orang yang menampakkan terang tarangan sedekahnya”( Abu Dawud no. 1333; at- Tarmidzi, no.2919)
  • 15.
    Menghafal Al-Qur’an Menghafal Al-Qur’anadalah tahap kedua seorang Muslim dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an . Menghafal Al-Qur’an merupakan aktifitas mulia yang mempunyai pahala yang luar biasa disisi Allah SWT. Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah Sawbersabda: “Penghafal Al Quran akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Quran akan berkata: Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan), Al Quran kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu diapakaikan jubah karamah. Kemudian Al Quran memohon lagi: Wahai Tuhanku ridhailah dia, maka Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu, bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan” (HR. Tirmidzi, hadits hasan No.2916)
  • 16.
    Adab menghafal Al-Qur’an Dalammenghafal Al-Qur’an maka seorang muslim harus memperhatikan adab- adab berikut: 1- Mencari tempat yang bersih, menghadirkan mata hati dan selalu mengulang- ngulang ayat atau surat yang telah dihafal sebanyak mungkin. 2. Menargetkan ayat-ayat yang hendak dihafal. Jangan terlalu memperbanyak hafalan, lalu mengikatnya dengan ayat sebelumnya, mengerti kaitan-kaitan dengan ayat-ayat serupa dan senantiasa mengulang-ngulangnya dalam shalat.
  • 17.
    3. Menjauhi segalamacam bentuk was-was setan dan angan-angan kosong, memikirkan ayat yang dibaca dan memperhatikan maknanya. 4. Menjalin hubungan yang dekat Allah, menjauhi segala maksiat dan mengamalkan apa yang telah dihafal. 5. Menjaga al-Quran agar aman dari kelupaan, membacanya bersama saudara- saudara perjuangan menghafal dan selalu mengingatkan dengan ayat-ayatnya setiap waktu. 6. Itqon, mengamalkan langsung dan menjadikannya sebagai pedoman dalam realita kehidupan.
  • 18.
    Mentadaburi Ibnul Qayyim menjelaskantentang manfaat mentadabburi ayat-ayat Al-Qur`an. Beliau berkata: “Secara global, tidak ada sesuatu yang lebih bermanfaat bagi qalbu daripada membaca Al-Qur`an dengan penuh tadabbur dan tafakur (memahami dan merenungi ayat Al-Qur`an). Karena Al-Qur`an meliputi segala kedudukan orang yang berjalan menuju kepada Allah, keadaan orang yang beramal dan kedudukan orang yang alim. Al-Qur`an mewariskan cinta, rindu, harap, taubat, tawakal, ridha, berserah diri, sabar, dan seluruh keadaan yang membuat hidupnya hati dan menyempurnakannya. Demikian pula Al-Qur`an memperingatkan dari seluruh sifat dan perbuatan tercela yang dengannya qalbu akan rusak dan binasa”.
  • 19.
    Adab adab mentadaburiAl-Qur’an: 1. Hendaknya tadabur didasari dengan niat yang bersih 2. Guna mencapai keoptimalan dalam mentadaburi Al-Qur'an, ada baiknya jika kita memperhatikan adab-adab dalam membaca dan mentadaburi al-Qur'an. 3. Hendaknya dihadirkan pula sebuah keinginan yang kuat, bahwa tujuan pentadaburan kita adalah untuk mengamalkan ma'ani-ma'ani rabbani dalam kehidupan nyata, atau paling tidak memiliki tujuan untuk memperkuat dan memperkaya ruhiyah kita dengan pesan-pesan ilahi.
  • 20.
    4. Tadabur akansemakin sesuai dengan asholahnya, jika kita juga memperhatikan alat-alat bantu (baca; wasilah) dalam mentadaburi al-Qur'an, seperti memahami asbabunnuzul, makna mufradat, dsb. 5. Ketika al-Qur'an telah berada di tangan kita, hendaknya kita membuang jauh- jauh hawa nafsu dan keinginan-keinginan duniawi dari hati kita.
  • 21.
    4. Tadabur akansemakin sesuai dengan asholahnya, jika kita juga memperhatikan alat-alat bantu (baca; wasilah) dalam mentadaburi al-Qur'an, seperti memahami asbabunnuzul, makna mufradat, dsb. 5. Ketika al-Qur'an telah berada di tangan kita, hendaknya kita membuang jauh- jauh hawa nafsu dan keinginan-keinginan duniawi dari hati kita.
  • 22.
    Mengamalkan Al-Qur’an Jika seorangMuslim sudah mampu mengerjakan ketiga tahap diatas, maka kewajiban selanjutnya adalah mengamalkan Al-Qur’an, Apabila seorang Muslim mampu mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari niscaya hidupnya akan penuh dengan ketentraman dan kebahagiaan dan selalu mendapat perlindungan dari Allah SWT. Wallahua’lam ..
  • 23.