Struktur Jaringan Tumbuhan
1. DENDHY NIZAR P (02)
2. KHOIRUR ROZIQIN (09)
3. LAILATUL QODRIYAH (11)
4. MIFTAKHUL JANNAH (15)
5. MIQDAD ZUHDI M (16)
6. PUTRI PANGESTU PS (24)
7. SEPTIN GRAHANING T (27)
 Berdasarkan aktivitas pembelahannya, jaringan pada
tumbuhan dibedakan menjadi 2 macam yaitu :
1. Jaringan Meristem
2. Jaringan Permanen
Jaringan Floem
Jaringan Xylem
Jaringan Sklerenkim
Jaringan Kolenkim
Jaringan Penguat
Jaringan Parenkim
Jaringan Epidermis
Jaringan
Permanen
Jaringan Meristem
Jaringan Tumbuhan
Jaringan Pengangkut
JARINGAN MERISTEM
 Adalah jaringan yang sel
penyusunnya bersifat
embrional ( aktif
membelah )
CIRI JARINGAN MERISTEM
1) Sel-selnya selalu membelah
2) Bentuk dan ukuran sel sama
3) Kaya protoplasma
4) Dinding sel tipis
5) Isi sel tidak mengandung kristal dan cadangan makanan
6) Vakuola/rongga sel belum ada/sangat kecil
Berdasarkan letaknya meristem terbagi menjadi :
 Meristem apikal : berada pada ujung, menghasilkan sel – sel bagi
tumbuhan untuk tumbuh memanjang. Contoh ujung akar dan ujung
batang.
 Meristem lateral : berada di permukaan organ tumbuhan. Meristem
lateral ini dapat menggantikan epidermis dengan jaringan dermis
sekunder seperti kulit yang lebih tebal dan keras juga menambah
lapisan jaringan pembuluh. Comtohnya cambium dan cambium
gabus.
 Meristem interkalar : terdapat diantara jaringan dewasa ( zona
elongasi )misalnya pada pangkal ruas batang.
MERISTEM PRIMER
Berasal langsung dari sel-sel embrional.
Contohnya : meristem di ujung akar dan ujung batang,
yang biasa disebut meristem apikal.
Meristem primer akan menyebabkan pertumbuhan primer.
Jaringan yang terbentuk dari meristem primer disebut
jaringan primer.
Berdasarkan asalnya, meristem dibedakanmenjadi :
MERISTEM SEKUNDER
• Berasal dari jaringan dewasa yang telah mengalami perubahan struktur dan
fungsi.
• Contohnya : Kambium dan kambium gabus.
• Meristem sekunder akan menyebabkan pertumbuhan sekunder.
• Jaringan yang terbentuk dari meristem sekunder disebut jaringan sekunder.
• Kambium, ke arah dalam akan menghasilkan Xylem sekunder dan ke arah
luar akan menghasilkan Floem sekunder
• Kambium gabus, ke arah luar akan menghasilkan felem dan ke arah dalam
akan menghasilkan feloderm.
Jaringan Permanen
( Jaringan Dewasa)
 Merupakan jaringan yang
terbentuk dari hasil deferensiasi
dan spesialisasi dari sel-sel hasil
pembelahan jaringan meristem.
 CIRI KHAS :
1. Telah mengalami diferensiasi
2. Pada umumnya tidak membelah
lagi
3. Bentuk permanen, rongga sel
besar, dinding sel sudah
mengalami penebalan.
1. Jaringan Epidermis
 Merupakan jaringan
yang menutupi
permukaan tumbuhan.
 Ciri/karakteristik :
 Bentuk sel seperi balok
 Tersusun berlapis
tunggal, rapat, tdk ada
ruang antar sel
 Tidak memiliki klorofil
 Modifikasi sesuai dg
letak dan fungsi
Derivat Sel epidermis
No Nama derivate epidermis fungsi
1 Stomata Tempat keluar masunya O2 dan CO2.
Penguapan air.
2 Trikomata Menahan penguapan air.
mengurangi penguapan.
mengurangi gangguan hewan.
membantu penyerbukan bunga.
menyerap air dan garam mineral dari meneruskan
rangsang dari luar dan membantu penyebaran biji.
3 Duri Melindungi diri
Mengurangi penguapan
4 Vilamen sebagai tempat menyimpan air
5 Sel Kersik
Fungsi jaringan epidermis antara lain :
1. Pelindung / Proteksi jaringan didalamnya
2. Peresap air dan mineral pada akar yang muda.
3. Untuk penguapan air yang berlebihan.
4. Tempat difusi O2 dan CO2 sewaktu respirasi, terjadi pada
epidermis yang permukaannya bergabus.
2. JaringanParenkim
( Jaringan Dasar )
 Terdapat pada akar, batang, daun dan
buah
 Sel hidup dan aktif
 Berdinding tipis, bulat, persegi atau
panjang
 Terdapat ruang antar sel
 Banyak mengandung kloroplas.
Macam-Macam Jaringan Parenkim
 Parenkim asimilasi (klorenkim)
Parenkim asimilasi (klorenkim) adalah sel parenkim yang mengandung klorofil dan berfungsi
untuk fotosintesis.
 Parenkim penimbun
Parenkim ini dapat menyimpan cadangan makanan yang berbeda sebagai larutan di dalam
vakuola, bentuk partikel padat, atau cairan di dalam sitoplasma.
 Parenkim air
Adalah sel parenkim yang mampu menyimpan air. Umumnya terdapat pada tumbuhan yang
hidup didaerah kering (xerofit), tumbuhan epifit, dan tumbuhan sukulen.
 Parenkim penyimpan udara (aerenkim)
Adalah jaringan parenkim yang mampu menyimpan udara karena mempunyai ruang antar
sel yang besar. Aerenkim banyak terdapat pada batang dan daun tumbuhan hidrofit
 Parenkim transportasi.
 Menurut bentuknya, jaringan parenkim dibedakan menjadi:
1. Parenkim palisade, bentuk memanjang, tegak.
2. Parenkim bunga karang, bentuk seperti bunga karang.
3. Parenkim bintang, bentuk seperti bintang dengan ujung
saling berhubungan.
4. Parenkim lipatan, dinding sel melipat ke dalam.
3. Jaringan Penguat
 Jaringan penguat
nama lainnya yaitu
stereon. Fungsinya
untuk menguatkan
bagian tubuh
tumbuhan.
 Jaringan Penguat
terbagi menjadi 2
macam :
1. Jaringan Kolenkim
2. Jaringn Sklerenkim
Kolenkim
Ciri-ciri :
 Sel bulat karena penebalan selulosa pada
dindingnya
 Sel hidup
 Tidak ada ruang antar sel
 Dinding sel terdiri dari selulosa dan pectin.
 Kolenkim bersifat plastis
Letak :
 Kolenkim umumnya terletak di bawah epidermis
batang, tangkai daun, tangkai bunga, dan ibu tulang
daun. Kolenkim jarang terdapat pada akar.
Fungsi :
 sebagai jaringan penyokong pada organ muda yang
sedang tumbuh, pada tumbuhan menerna
(herbaceous), dan bahkan pada organ dewasa.
Sklerenkim Jaringan skelerenkim merupakan jaringan
penunjang yang terdapat pada organ
tumbuhan yang telah dewasa. Jaringan ini
juga melindungi bagian-bagian lunak yang
lebih dalam.
Ciri-Ciri :
• Jaringan sklerenkim terdiri dari sel-sel
mati.
• Dinding sel skelerenkim sangat tebal dan
kuat.
• Dinding sel mengandung lignin, selulosa
dan memiliki noktah
Merupakan sel-sel yang panjang dan sempit yang
berujung runcing.
Serabut sklerenkim berasal dari sel-sel meristem dan
lebih sering ditemukan pada daerah jaringan
pembuluh.
1. Serabut Sklerenkim ( Sel Serat - Fibers)
Berdasarkan letaknya, serabut skelrenkim
digolongkan menjadi :
1. serabut xiler
Serabut xiler merupakan serabut sklerenkim
yang terdapat pada jaringan xilem dan
merupakan komponen utama penyusun kayu.
2. serabut extraxiler.
Serabut ekstraxiler merupakan serabut
sklerenkim yang terletak diluar jaringan serabut
xiler
2. Sklereid
Sklereid merupakan sel-sel
tumbuhan yang telah mati,
berbentuk bulat, dan berdinding
keras yang tahan terhadap
tekanan. Sklereid berkembang
dari sel parenkim. Sklereid dapat
dijumpai dalam keadaan tunggal
atau berkelompok kecil diantara
sel-sel lain
4. Jaringan
Pengangkut  a. Xilem
 Berfungsi menyokong dan
mengangkut air serta garam
mineral dari akar menuju bagian
atas (daun)
 Jaringan xilem mengandung sel-sel
parenkim dan serabut xilem yang
fungsinya seperti pada serabut
floem.
 Tersusun atas tabung-tabung
pembuluh.
b. Floem
 Floem berfungsi menyalurkan zat makanan
hasil fotosintesis dari daun keseluruh bagian
tumbuhan. Diantara pembuluh floem terdapat
jaringan parenkim yang disebut parenkima
floem
 Struktur mirip dengan xilem
 Dinding sel mengalami penebalan selulosa
dan pektin
 Tersusun dari sel buluh tapis, sel pengiring,
parenkim floem dan serabut floem
Tipe-Tipe Jaringan Pengangkut
 Ikatan pembuluh konsentris, xilem
dan floem berbentuk cincin
silindris.
a) Amfikribal, letak xilem di
tengah dan dikelilingi floem.
b) Amfivasal, letak floem di
tengah dan dikelilingi xilem.
 Ikatan pembuluh radial
xilem dan floem letaknya
bersebelahan, tetapi tidak berada
di dalam jari-jari yang sama,
misalnya pada akar.
 Ikatan pembuluh kolateral.
xilem dan floem yang letaknya
bersebelahan di dalam suatu jari-
jari (xilem di sebelah dalam dan
floem di sebelah luar).
a) Kolateral terbuka.
antara xilem dan floem terdapat
kambium. Misalnya pada batang
tumbuhan dikotil.
b) Kolateral tertutup.
antara xilem dan floem tidak
terdapat kambium. Misalnya pada
batang tumbuhan monokotil.
Proses Pengangkutan Air dan Garam Mineral
Pengangkutan air dan garam – garam mineral pada tumbuhan tingkat
tinggi, melalui dua mekanisme
1. pertama, air dan mineral diserap dari dalam tanah menuju sel – sel akar,
kemudian air itu baru diangkut menuju daun untuk fotosintesis .
 Jadi pengangkutan air dan mineral ini dilakukan secara
diluar berkas pembuluh angkut disebut pengangkutan ekstra vaskuler.
 didalam berkas pembuluh angkut disebut pengangkutan intra vaskuler.
Pengangkutan air dengan dua cara ini sebenarnya merupakan satu
kesatuan yang berurutan. Artinya pertama air dari tanah masuk menuju
berkas pengangkut meelalui organ diluar berkas yaitu berturutan
epidermis - kortex - endodermis - perisikel - baru Xilem
 Sedang pengangkutan intravasikuler intinya pengangkutan di dalam
pembuluh dari akar ke daun , Pembuluh atau saluran yang dilalui adalah
Xylem atau pembuluh kayu
Pengangkutan Ekstravaskuler
Dalam perjalanan menuju silinder pusat, air akan bergerak secara bebas di antara ruang
antar sel.
Pengangkutan air dan mineral dari dalam tanah di luar berkas pembuluh ini dilakukan melalui
2 mekanisme, yaitu
 Apoplast
 Simplast
1. Pengangkutan Apoplast
Pengangkutan sepanjang jalur ekstraseluler yang terdiri atas bagian tak hidup dari akar
tumbuhan, yaitu dinding sel dan ruang antar sel. air masuk dengan cara osmosis
Aliran air secara apoplas tidak tidak dapat terus mencapai xilem karena terhalang oleh
lapisan endodermis
Kenapa air berhenti mengalir ?
Air tidak mengalir karena terhalang bagian endodermis bersifat impermeable yang memiliki
penebalan dinding sel dari suberin dan lignin
Namun ada bagian yang khusus yaitu celah kaspari yang bisa dilalui air
Dengan demikian, pengangkutan air secara apoplas pada bagian korteks dan stele menjadi
terpisah.
2. Pengangkutan Simplas
Pada pengangkutan ini, setelah masuk kedalam sel epidermis bulu akar, air dan mineral yang terlarut bergerak masuk
kedalam sel (inilah yang membedakan dari keduanya)
Air masuk sitoplasma dan vakuola, kemudian bergerak dari satu sel ke sel yang lain melalui plasmodesmata.
Sistem pengangkutan ini , menyebabkan air dapat mencapai bagian Xylem yang ada bagian silinder pusat.
Adapun lintasan aliran air pada pengangkutan simplas jika diurutkan dari luar kedalam
Sel – sel bulu akar menuju sel – sel korteks - endodermis - perisikel - xilem.
Dari sini , air dan garam mineral siap diangkut keatas menuju batang dan daun. secara intravasikular OK
Ini Wajah Endodermis yang sangat impermeable pada membranya kecuali pada bagian sel U pada cincin kaspari yang
bisa dilalui air ( permeabel)
b. Pengangkutan melalui berkas pengangkutan (pengangkutan intravaskuler)
Setelah melewati sel – sel akar, air dan mineral yang terlarut akan masuk ke pembuluh kayu (xilem)
Selanjutnya terjadi pengangkutan secara vertikal dari akar menuju batang sampai kedaun.
Pembuluh kayu disusun oleh beberapa jenis sel, namun bagian yang berperan penting dalam proses pengangkutan air
dan mineral ini adalah sel – sel trakea.
Bagian ujung sel trakea terbuka membentuk pipa kapiler. Struktur jaringan xilem seperti pipa kapiler ini terjadi karena sel –
sel penyusun jaringan tersebut tersebut mengalami fusi (penggabungan).
Air bergerak dari sel trakea satu ke sel trakea yang di atasnya mengikuti prinsip kapilaritas dan kohesi air dalam sel trakea
xilem.
ORGAN TUMBUHAN
AKAR
MONOKOTIL DIKOTIL
Akar serabut Akar tunggang
Batas antara ujung akar dengan kaliptra jelas Batas antara ujung akar dengan kaliptra tidak jelas
Perisikel terdiri dari beberapa lapis sel berdinding tebal Perisikel terdiri dari satu lapis sel berdinding tebal
Letak berkas pengangkut antara xilem dan floem pada
akar tua tetap berselang-seling
Letak berkas pengangkut pada akar sekunder bersifat
kolateral, xilem di dalam dan floem di luar
Mempunyai empulur yang luas pada pusat akar Mempuyai empulur sempit atau tidak mempunyai
empulur pada pusat akar
Perisikel hanya membentuk cabang akar Perisikel membentuk cabang akar dan dapat
membentuk meristem sekunder seperti kambium dan
kambium gabus
Tidak mempunyai kambium Kambium tampak sebagai meristem sekunder
Jumlah lengan protoxilem banyak (lebih dari 12) Jumlah lenganxilem antara 2 sampai 6, jarang lebih
Fungsi Akar :
1. Menambatkan tumbuhan.
2. Menyimpan cadangan
makanan
3. Menyerap air dan mineral
Sistem perakaran pada tanaman ada 3, yaitu:
 Sistem perakaran tunggang.
terdiri atas sebuah akar besar dengan beberapa cabang dan ranting akar.
Akar berasal dari perkembangan akar primer biji yang berkecambah.
Perakaran tunggang terdapat pada tumbuhan dikotil.
 Sistem perakaran serabut
terdiri atas sejumlah akar kecil, ramping yang kesemuanya memiliki ukuran
sama. Sistem perakaran serabut terbentuk pada waktu akar primer
membentuk cabang sebanyakbanyaknya, cabang tidak menjadi besar,
dan akar primer selanjutnya mengecil, tipe perakaran serabut terdapat
pada akar tanaman monokotil.
 Sistem perakaran adventif.
merupakan akar yang tumbuh dari setiap bagian tubuh tanaman dan
bukan akar primer. Misalnya akar yang keluar dari umbi batang, akar yang
keluar dari batang (cangkokan).
BATANG
Fungsi Batang :
1. Alat transportasi zat makanan
2. Alat perkembangbiakan vegetative
3. Menyimpan cadangan makanan
4. Tempat tumbuhnya daun, cabang dan bunga.
MONOKOTIL DIKOTIL
Batang tidak bercabang-cabang Batang bercabang-cabang
Hipodermis berupa sklerenkim Hipodermis berupa sklerenkim
Pembuluh angkut tersebar Pembuluh angkut teratur dalam susunan lingkaran atau
berselang radial
Tidak mempunyai jari-jari empulur Jari- jari empulur berupa deretan parenkima di antara
berkas pengangkut
Tidak mempunyai kambium vaskular sehingga tidak
dapat tumbuh membesar
Mempunyai kambium vaskular, sehigga dapat tumbuh
membesar
Empulur tidak dapat dibedakan dengan daerah korteks Dapat dibedakan daerah korteks dan empulur
Tidak ada kambium di antara xilem dan floem Ada kambium di antara xilem dan floem
DAUN
Perbedaan Monokotil Dikotil
Struktur morfologi Pertulangan daun
sejajar atau
melengkung
Pertulangan daun
menjari atau
menyirip
Struktur anatomi Parenkima mesofil
umumnya tidak
terdiferensiasi menjadi
jaringan tiang dan
bunga karang
Parenkima mesofil
terdiferensiasi
menjadi jaringan
tiang dan bunga
karang
 Fungsi Daun
1) Tempat terjadinya fotosintesis.
2) Organ pernafasan
3) Tempat terjadinya transpirasi
4) Tempat terjadinya gutasi
5) Alat reproduksi vegetatif

Struktur jaringan tumbuhan kelompok 2

  • 1.
    Struktur Jaringan Tumbuhan 1.DENDHY NIZAR P (02) 2. KHOIRUR ROZIQIN (09) 3. LAILATUL QODRIYAH (11) 4. MIFTAKHUL JANNAH (15) 5. MIQDAD ZUHDI M (16) 6. PUTRI PANGESTU PS (24) 7. SEPTIN GRAHANING T (27)
  • 2.
     Berdasarkan aktivitaspembelahannya, jaringan pada tumbuhan dibedakan menjadi 2 macam yaitu : 1. Jaringan Meristem 2. Jaringan Permanen Jaringan Floem Jaringan Xylem Jaringan Sklerenkim Jaringan Kolenkim Jaringan Penguat Jaringan Parenkim Jaringan Epidermis Jaringan Permanen Jaringan Meristem Jaringan Tumbuhan Jaringan Pengangkut
  • 3.
    JARINGAN MERISTEM  Adalahjaringan yang sel penyusunnya bersifat embrional ( aktif membelah )
  • 4.
    CIRI JARINGAN MERISTEM 1)Sel-selnya selalu membelah 2) Bentuk dan ukuran sel sama 3) Kaya protoplasma 4) Dinding sel tipis 5) Isi sel tidak mengandung kristal dan cadangan makanan 6) Vakuola/rongga sel belum ada/sangat kecil
  • 5.
    Berdasarkan letaknya meristemterbagi menjadi :  Meristem apikal : berada pada ujung, menghasilkan sel – sel bagi tumbuhan untuk tumbuh memanjang. Contoh ujung akar dan ujung batang.  Meristem lateral : berada di permukaan organ tumbuhan. Meristem lateral ini dapat menggantikan epidermis dengan jaringan dermis sekunder seperti kulit yang lebih tebal dan keras juga menambah lapisan jaringan pembuluh. Comtohnya cambium dan cambium gabus.  Meristem interkalar : terdapat diantara jaringan dewasa ( zona elongasi )misalnya pada pangkal ruas batang.
  • 6.
    MERISTEM PRIMER Berasal langsungdari sel-sel embrional. Contohnya : meristem di ujung akar dan ujung batang, yang biasa disebut meristem apikal. Meristem primer akan menyebabkan pertumbuhan primer. Jaringan yang terbentuk dari meristem primer disebut jaringan primer. Berdasarkan asalnya, meristem dibedakanmenjadi :
  • 7.
    MERISTEM SEKUNDER • Berasaldari jaringan dewasa yang telah mengalami perubahan struktur dan fungsi. • Contohnya : Kambium dan kambium gabus. • Meristem sekunder akan menyebabkan pertumbuhan sekunder. • Jaringan yang terbentuk dari meristem sekunder disebut jaringan sekunder. • Kambium, ke arah dalam akan menghasilkan Xylem sekunder dan ke arah luar akan menghasilkan Floem sekunder • Kambium gabus, ke arah luar akan menghasilkan felem dan ke arah dalam akan menghasilkan feloderm.
  • 8.
    Jaringan Permanen ( JaringanDewasa)  Merupakan jaringan yang terbentuk dari hasil deferensiasi dan spesialisasi dari sel-sel hasil pembelahan jaringan meristem.  CIRI KHAS : 1. Telah mengalami diferensiasi 2. Pada umumnya tidak membelah lagi 3. Bentuk permanen, rongga sel besar, dinding sel sudah mengalami penebalan.
  • 9.
    1. Jaringan Epidermis Merupakan jaringan yang menutupi permukaan tumbuhan.  Ciri/karakteristik :  Bentuk sel seperi balok  Tersusun berlapis tunggal, rapat, tdk ada ruang antar sel  Tidak memiliki klorofil  Modifikasi sesuai dg letak dan fungsi
  • 10.
    Derivat Sel epidermis NoNama derivate epidermis fungsi 1 Stomata Tempat keluar masunya O2 dan CO2. Penguapan air. 2 Trikomata Menahan penguapan air. mengurangi penguapan. mengurangi gangguan hewan. membantu penyerbukan bunga. menyerap air dan garam mineral dari meneruskan rangsang dari luar dan membantu penyebaran biji. 3 Duri Melindungi diri Mengurangi penguapan 4 Vilamen sebagai tempat menyimpan air 5 Sel Kersik
  • 11.
    Fungsi jaringan epidermisantara lain : 1. Pelindung / Proteksi jaringan didalamnya 2. Peresap air dan mineral pada akar yang muda. 3. Untuk penguapan air yang berlebihan. 4. Tempat difusi O2 dan CO2 sewaktu respirasi, terjadi pada epidermis yang permukaannya bergabus.
  • 12.
    2. JaringanParenkim ( JaringanDasar )  Terdapat pada akar, batang, daun dan buah  Sel hidup dan aktif  Berdinding tipis, bulat, persegi atau panjang  Terdapat ruang antar sel  Banyak mengandung kloroplas.
  • 13.
    Macam-Macam Jaringan Parenkim Parenkim asimilasi (klorenkim) Parenkim asimilasi (klorenkim) adalah sel parenkim yang mengandung klorofil dan berfungsi untuk fotosintesis.  Parenkim penimbun Parenkim ini dapat menyimpan cadangan makanan yang berbeda sebagai larutan di dalam vakuola, bentuk partikel padat, atau cairan di dalam sitoplasma.  Parenkim air Adalah sel parenkim yang mampu menyimpan air. Umumnya terdapat pada tumbuhan yang hidup didaerah kering (xerofit), tumbuhan epifit, dan tumbuhan sukulen.  Parenkim penyimpan udara (aerenkim) Adalah jaringan parenkim yang mampu menyimpan udara karena mempunyai ruang antar sel yang besar. Aerenkim banyak terdapat pada batang dan daun tumbuhan hidrofit  Parenkim transportasi.
  • 14.
     Menurut bentuknya,jaringan parenkim dibedakan menjadi: 1. Parenkim palisade, bentuk memanjang, tegak. 2. Parenkim bunga karang, bentuk seperti bunga karang. 3. Parenkim bintang, bentuk seperti bintang dengan ujung saling berhubungan. 4. Parenkim lipatan, dinding sel melipat ke dalam.
  • 15.
    3. Jaringan Penguat Jaringan penguat nama lainnya yaitu stereon. Fungsinya untuk menguatkan bagian tubuh tumbuhan.  Jaringan Penguat terbagi menjadi 2 macam : 1. Jaringan Kolenkim 2. Jaringn Sklerenkim
  • 16.
    Kolenkim Ciri-ciri :  Selbulat karena penebalan selulosa pada dindingnya  Sel hidup  Tidak ada ruang antar sel  Dinding sel terdiri dari selulosa dan pectin.  Kolenkim bersifat plastis Letak :  Kolenkim umumnya terletak di bawah epidermis batang, tangkai daun, tangkai bunga, dan ibu tulang daun. Kolenkim jarang terdapat pada akar. Fungsi :  sebagai jaringan penyokong pada organ muda yang sedang tumbuh, pada tumbuhan menerna (herbaceous), dan bahkan pada organ dewasa.
  • 17.
    Sklerenkim Jaringan skelerenkimmerupakan jaringan penunjang yang terdapat pada organ tumbuhan yang telah dewasa. Jaringan ini juga melindungi bagian-bagian lunak yang lebih dalam. Ciri-Ciri : • Jaringan sklerenkim terdiri dari sel-sel mati. • Dinding sel skelerenkim sangat tebal dan kuat. • Dinding sel mengandung lignin, selulosa dan memiliki noktah
  • 18.
    Merupakan sel-sel yangpanjang dan sempit yang berujung runcing. Serabut sklerenkim berasal dari sel-sel meristem dan lebih sering ditemukan pada daerah jaringan pembuluh. 1. Serabut Sklerenkim ( Sel Serat - Fibers) Berdasarkan letaknya, serabut skelrenkim digolongkan menjadi : 1. serabut xiler Serabut xiler merupakan serabut sklerenkim yang terdapat pada jaringan xilem dan merupakan komponen utama penyusun kayu. 2. serabut extraxiler. Serabut ekstraxiler merupakan serabut sklerenkim yang terletak diluar jaringan serabut xiler
  • 19.
    2. Sklereid Sklereid merupakansel-sel tumbuhan yang telah mati, berbentuk bulat, dan berdinding keras yang tahan terhadap tekanan. Sklereid berkembang dari sel parenkim. Sklereid dapat dijumpai dalam keadaan tunggal atau berkelompok kecil diantara sel-sel lain
  • 20.
    4. Jaringan Pengangkut a. Xilem  Berfungsi menyokong dan mengangkut air serta garam mineral dari akar menuju bagian atas (daun)  Jaringan xilem mengandung sel-sel parenkim dan serabut xilem yang fungsinya seperti pada serabut floem.  Tersusun atas tabung-tabung pembuluh.
  • 21.
    b. Floem  Floemberfungsi menyalurkan zat makanan hasil fotosintesis dari daun keseluruh bagian tumbuhan. Diantara pembuluh floem terdapat jaringan parenkim yang disebut parenkima floem  Struktur mirip dengan xilem  Dinding sel mengalami penebalan selulosa dan pektin  Tersusun dari sel buluh tapis, sel pengiring, parenkim floem dan serabut floem
  • 22.
    Tipe-Tipe Jaringan Pengangkut Ikatan pembuluh konsentris, xilem dan floem berbentuk cincin silindris. a) Amfikribal, letak xilem di tengah dan dikelilingi floem. b) Amfivasal, letak floem di tengah dan dikelilingi xilem.  Ikatan pembuluh radial xilem dan floem letaknya bersebelahan, tetapi tidak berada di dalam jari-jari yang sama, misalnya pada akar.  Ikatan pembuluh kolateral. xilem dan floem yang letaknya bersebelahan di dalam suatu jari- jari (xilem di sebelah dalam dan floem di sebelah luar). a) Kolateral terbuka. antara xilem dan floem terdapat kambium. Misalnya pada batang tumbuhan dikotil. b) Kolateral tertutup. antara xilem dan floem tidak terdapat kambium. Misalnya pada batang tumbuhan monokotil.
  • 24.
    Proses Pengangkutan Airdan Garam Mineral Pengangkutan air dan garam – garam mineral pada tumbuhan tingkat tinggi, melalui dua mekanisme 1. pertama, air dan mineral diserap dari dalam tanah menuju sel – sel akar, kemudian air itu baru diangkut menuju daun untuk fotosintesis .  Jadi pengangkutan air dan mineral ini dilakukan secara diluar berkas pembuluh angkut disebut pengangkutan ekstra vaskuler.  didalam berkas pembuluh angkut disebut pengangkutan intra vaskuler. Pengangkutan air dengan dua cara ini sebenarnya merupakan satu kesatuan yang berurutan. Artinya pertama air dari tanah masuk menuju berkas pengangkut meelalui organ diluar berkas yaitu berturutan epidermis - kortex - endodermis - perisikel - baru Xilem  Sedang pengangkutan intravasikuler intinya pengangkutan di dalam pembuluh dari akar ke daun , Pembuluh atau saluran yang dilalui adalah Xylem atau pembuluh kayu
  • 25.
    Pengangkutan Ekstravaskuler Dalam perjalananmenuju silinder pusat, air akan bergerak secara bebas di antara ruang antar sel. Pengangkutan air dan mineral dari dalam tanah di luar berkas pembuluh ini dilakukan melalui 2 mekanisme, yaitu  Apoplast  Simplast 1. Pengangkutan Apoplast Pengangkutan sepanjang jalur ekstraseluler yang terdiri atas bagian tak hidup dari akar tumbuhan, yaitu dinding sel dan ruang antar sel. air masuk dengan cara osmosis Aliran air secara apoplas tidak tidak dapat terus mencapai xilem karena terhalang oleh lapisan endodermis Kenapa air berhenti mengalir ? Air tidak mengalir karena terhalang bagian endodermis bersifat impermeable yang memiliki penebalan dinding sel dari suberin dan lignin Namun ada bagian yang khusus yaitu celah kaspari yang bisa dilalui air Dengan demikian, pengangkutan air secara apoplas pada bagian korteks dan stele menjadi terpisah.
  • 26.
    2. Pengangkutan Simplas Padapengangkutan ini, setelah masuk kedalam sel epidermis bulu akar, air dan mineral yang terlarut bergerak masuk kedalam sel (inilah yang membedakan dari keduanya) Air masuk sitoplasma dan vakuola, kemudian bergerak dari satu sel ke sel yang lain melalui plasmodesmata. Sistem pengangkutan ini , menyebabkan air dapat mencapai bagian Xylem yang ada bagian silinder pusat. Adapun lintasan aliran air pada pengangkutan simplas jika diurutkan dari luar kedalam Sel – sel bulu akar menuju sel – sel korteks - endodermis - perisikel - xilem. Dari sini , air dan garam mineral siap diangkut keatas menuju batang dan daun. secara intravasikular OK Ini Wajah Endodermis yang sangat impermeable pada membranya kecuali pada bagian sel U pada cincin kaspari yang bisa dilalui air ( permeabel) b. Pengangkutan melalui berkas pengangkutan (pengangkutan intravaskuler) Setelah melewati sel – sel akar, air dan mineral yang terlarut akan masuk ke pembuluh kayu (xilem) Selanjutnya terjadi pengangkutan secara vertikal dari akar menuju batang sampai kedaun. Pembuluh kayu disusun oleh beberapa jenis sel, namun bagian yang berperan penting dalam proses pengangkutan air dan mineral ini adalah sel – sel trakea. Bagian ujung sel trakea terbuka membentuk pipa kapiler. Struktur jaringan xilem seperti pipa kapiler ini terjadi karena sel – sel penyusun jaringan tersebut tersebut mengalami fusi (penggabungan). Air bergerak dari sel trakea satu ke sel trakea yang di atasnya mengikuti prinsip kapilaritas dan kohesi air dalam sel trakea xilem.
  • 27.
  • 28.
    AKAR MONOKOTIL DIKOTIL Akar serabutAkar tunggang Batas antara ujung akar dengan kaliptra jelas Batas antara ujung akar dengan kaliptra tidak jelas Perisikel terdiri dari beberapa lapis sel berdinding tebal Perisikel terdiri dari satu lapis sel berdinding tebal Letak berkas pengangkut antara xilem dan floem pada akar tua tetap berselang-seling Letak berkas pengangkut pada akar sekunder bersifat kolateral, xilem di dalam dan floem di luar Mempunyai empulur yang luas pada pusat akar Mempuyai empulur sempit atau tidak mempunyai empulur pada pusat akar Perisikel hanya membentuk cabang akar Perisikel membentuk cabang akar dan dapat membentuk meristem sekunder seperti kambium dan kambium gabus Tidak mempunyai kambium Kambium tampak sebagai meristem sekunder Jumlah lengan protoxilem banyak (lebih dari 12) Jumlah lenganxilem antara 2 sampai 6, jarang lebih
  • 29.
    Fungsi Akar : 1.Menambatkan tumbuhan. 2. Menyimpan cadangan makanan 3. Menyerap air dan mineral
  • 30.
    Sistem perakaran padatanaman ada 3, yaitu:  Sistem perakaran tunggang. terdiri atas sebuah akar besar dengan beberapa cabang dan ranting akar. Akar berasal dari perkembangan akar primer biji yang berkecambah. Perakaran tunggang terdapat pada tumbuhan dikotil.  Sistem perakaran serabut terdiri atas sejumlah akar kecil, ramping yang kesemuanya memiliki ukuran sama. Sistem perakaran serabut terbentuk pada waktu akar primer membentuk cabang sebanyakbanyaknya, cabang tidak menjadi besar, dan akar primer selanjutnya mengecil, tipe perakaran serabut terdapat pada akar tanaman monokotil.  Sistem perakaran adventif. merupakan akar yang tumbuh dari setiap bagian tubuh tanaman dan bukan akar primer. Misalnya akar yang keluar dari umbi batang, akar yang keluar dari batang (cangkokan).
  • 31.
    BATANG Fungsi Batang : 1.Alat transportasi zat makanan 2. Alat perkembangbiakan vegetative 3. Menyimpan cadangan makanan 4. Tempat tumbuhnya daun, cabang dan bunga.
  • 32.
    MONOKOTIL DIKOTIL Batang tidakbercabang-cabang Batang bercabang-cabang Hipodermis berupa sklerenkim Hipodermis berupa sklerenkim Pembuluh angkut tersebar Pembuluh angkut teratur dalam susunan lingkaran atau berselang radial Tidak mempunyai jari-jari empulur Jari- jari empulur berupa deretan parenkima di antara berkas pengangkut Tidak mempunyai kambium vaskular sehingga tidak dapat tumbuh membesar Mempunyai kambium vaskular, sehigga dapat tumbuh membesar Empulur tidak dapat dibedakan dengan daerah korteks Dapat dibedakan daerah korteks dan empulur Tidak ada kambium di antara xilem dan floem Ada kambium di antara xilem dan floem
  • 35.
    DAUN Perbedaan Monokotil Dikotil Strukturmorfologi Pertulangan daun sejajar atau melengkung Pertulangan daun menjari atau menyirip Struktur anatomi Parenkima mesofil umumnya tidak terdiferensiasi menjadi jaringan tiang dan bunga karang Parenkima mesofil terdiferensiasi menjadi jaringan tiang dan bunga karang
  • 36.
     Fungsi Daun 1)Tempat terjadinya fotosintesis. 2) Organ pernafasan 3) Tempat terjadinya transpirasi 4) Tempat terjadinya gutasi 5) Alat reproduksi vegetatif

Editor's Notes

  • #6 Kambium terletak diantara xylem dan floem. Nodus atas internodus, elongasi, nodus bawah.
  • #10 Modifi= perubahan bentuk dan fungsi. Contohnya : Stomata : tempat pertukaran oksigen. Trikomata : mengurangi penguapan, melindungi dari predator Sel tipas : proses pembukaan gulungan daun Fungsi Epidermis : melindungi bagian dalam, menyerap air, meyekresi kutikula