Dokumen ini menceritakan pentingnya kehadiran makaji sebagai juru masak dalam acara perhelatan di kampung, dan bagaimana ketidakhadirannya dapat mengakibatkan kegagalan sebuah pesta. Azrial, yang merasa terpaksa meninggalkan kampung karena pandangan negatif orang tuanya terhadap ayahnya sebagai juru masak, akhirnya berhasil menjadi orang sukses di Jakarta. Makaji, yang kini pindah ke Jakarta untuk bersama anaknya, meninggalkan jejak kenangan sebagai juru masak handal di kampung.