BAB III
MENGASAH KREATIVITAS
DENGAN CERITA PENDEK
CERPEN = Teks Naratif?
• CERPEN (CERITA PENDEK) termasuk ke dalam TEKS
NARATIF.
• Tujuan dasar teks naratif adalah untuk menghibur.
Memikat pembaca atau pendengar, memberi
pengetahuan.
• Fungsi sosial naratif adalah menceritakan kisah atau
peristiwa untuk penghiburan khalayak.
• Dalam naratif terdapat tokoh serta urutan peristiwa
dalam waktu dan tempat tertentu. Begitu pula
dengan CERPEN.
Definisi
Cerpen
Pembedaan
Cerpen
Ciri-Ciri
Cerpen
Cerita
Pendek
Definisi Cerita Pendek
Dalam Teori Pengkajian Fiksi karangan Burhan Nurgiyantoro
dijelaskan bahwa cerpen adalah sebuah cerita yang selesai
dibaca dalam sekali duduk, kira-kira berkisar antara setengah
sampai dua jam.
Menurut H.B. Jassin, cerpen adalah sebuah cerita singkat
yang harus memiliki bagian terpenting, yaitu perkenalan,
pertikaian, dan penyelesaian.
Menurut J.S. Badudu, cerpen adalah cerita yang
hanya menjurus serta terfokus pada satu peristiwa
saja.
Pembedaan Cerita Pendek
Cerita
Pendek
Berdasarkan
Panjang
Pendek
Berdasarkan
Tema dan Isi
Cerpen sangat pendek
(short short story)
Cerpen panjangnya sedang
(middle short story)
Cerpen panjang
(long short story)
Cerpen anak
Cerpen remaja
Cerpen keluarga
Ciri-Ciri Cerita Pendek
Panjang karangan lebih kurang sepuluh
halaman
Habis dibaca sekali duduk
Hanya ada satu peristiwa yang menguasai
jalan cerita
Terdapat konflik, tetapi tidak menimbulkan
perubahan nasib pelaku
Perwatakan tokoh dilukiskan secara
singkat
Unsur
Intrinsik
Tema
Latar
Tokoh dan
Penokohan
Sudut
Pandang
Alur
Amanat
Unsur
Ekstrinsik
Latar
belakang
pengarang
Lingkung
an
1. Tema atau Theme
Theme adalah sebuah ide atau gagasan dasar yang
membentuk latar belakang dari suatu cerita yang
terdapat didalam sebuah karya sastra. Tema dapat
diungkapkan secara eksplisit atau implisit.
Eksplisit adalah sebuah tema yang dinyatakan secara
tertulis didalam sebuah teks cerita. Sedangkan, Implisit
merupakan sebuah tema yang dinyatakan secara tidak
tertulis didalam cerita tetapi tetap harus di pahami.
Unsur Intrinsik
2. Latar (Setting)
Latar merupakan segala sesuatu yang merujuk pada waktu, suasana, dan
tempat yang terdapat didalam sebuah cerita dari suatu karya sastra,
Secara umum, latar atau setting akan memberikan gambaran secara
konkret dalam suatu cerita.
Secara umum, terdapat tiga jenis latar yang digunakan dalam sebu8ah
cerita dari suatu karya sastra, yaitu :
Latar tempat, merupakan sebuah latar yang berhubungan langsung
dengan lokasi yang digunakan dalam pembuatan cerita, contoh: di kelas, di
rumah, di pantai
Latar waktu, merupakan sebuah latar yang berhubungan dengan kapan
terjadinya peristiwa dalam suatu cerita. Contoh : pagi hari, siang hari,
senja hari
Latar suasana, merupakan sebuah latar yang berhubungan dengan
suasana yang terjadi didalam suatu cerita, misalnya seperti bahagia, haru,
sedih, lucu dan masih banyak lagi.
3. Tokoh dan Penokohan
Tokoh dan penokohan merupakan dua unsur yang berbeda.
Tokoh adalah seorang pelaku yang berperan didalam sebuah
cerita. Sementara itu, penokohan merupakan watak atau sifat
yang dimiliki oleh tokoh.
Secara umum, tokoh dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu :
Protagonis : Merupakan sebuah karakter dari pemeran utama
didalam sebuah cerita, dia merupakan tokoh inti dalam sebuah
cerita.
Antagonis : Merupakan lawan dari karakter Protagonis
Tritagonis : Merupakan sebuah Karakter tokoh dalam suatu
cerita yang bertugas sebagai penengah antara Antagonistik
dengan Protagonis. Karakter ini umumnya bersifat bijaksana.
Figuran : Merupakan sebuah tokoh pelengkap yang berperan
untuk menambahkan warna dalam sebuah cerita.
Unsur Intrinsik
4. Sudut Pandang
Sudut Pandang sering diartikan sebagai posisi dari
seorang penulis dalam menyampaikan sebuah cerita,
baik itu berperan sebagai orang pertama, kedua
ataupun ketiga.
 Orang pertama: aku, saya, kami, kita
 Orang kedua: kamu, kau
 Orang ketiga: ia, dia, nama tokoh
5. Alur Cerita
Alur merupakan jalannya cerita dalam sebuah karya sastra yang disampaikan oleh
seorang penulis. Terdapat beberapa tahap alur yaitu:
Fase perkenalan (orientasi)
Fase penanjakan (mulai muncul masalah)
Klimaks (puncaknya masalah)
Anti klimaks (masalah mulai selesai)
Penyelesaian
Alur dalam sebuah cerita juga dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan
penyampaiannya, yaitu :
Alur Maju, merupakan rangkaian peristiwa yang terjadi secara berurutan sesuai
dengan waktu kejadian. (awal cerita-akhir cerita)
Reverse Flow (Alur Mundur), merupakan rangkaian peristiwa yang tidak tersusun
sesuai dengan waktu kejadian atau disajikan secara mundur (akhir cerita-awal
cerita)
Mixed Groove (Alur Campuran), merupakan rangkaian peristiwa yang urutan
peristiwanya disajikan sesuai dengan urutan waktu, namun terkadang ada unsur
mengulang kejadian yang sudah berlalu
6. Amanat
Amanat merupakan nilai-nilai positif atau pesan
moral yang bisa kita ambil dari sebuah cerita yang
kita baca, bisa dituliskan secara langsung oleh
penulis pada bagian akhir suatu cerita (tersurat).
Atau bisa juga secara samar dilihat dari keseluruhan
cerita, sehingga pembaca yang akan menyimpulkan
sendiri (tersirat)
Unsur Ekstrinsik
1. Latar belakang pengarang
Latar Belakang Penulis sering diartikan sebagai faktor yang berasal dari dalam diri seorang
penulis yang mempengaruhi proses pembuatan karya sastranya.
Diabwah ini terdapat beberapa faktor Latar Belakang Penulis yang mempengaruhi proses
penulisan karya sastra, yaitu :
(Riwayat Hidup Penulis).
(Kondisi Psikologis Penulis)
2. Latar belakang Masyarakat (lingkungan)
Latar Belakang Masyarakat sering diartikan juga sebagai
faktor lingkungan masyarakat yang ada disekitar penulis
yang berpengaruh dalam pembuatan karya sastranya.
ADANYA Hubungan Antarunsur Pembangun
dalam Cerita Pendek
ADANYA Bukti Keterkaitan Hubungan Antarunsur
Pembangun dalam Teks Cerpen
PAGI HARI
GUNUNG BESER YANG SEPERTI PATUNG
RAKSASA HITAM ITU LAMBAT LAUN
BERCAHAYA TERTIMPA SINAR MATAHARI
BUKTI
GUNUNG BESER
Struktur Teks Cerita
Pendek
CERITA PENDEK
(CERPEN)
MATERI HARI INI!
Struktur Teks Cerita
Pendek
Kebahasaan dalam
Teks Cerita Pendek
Struktur Teks Cerita Pendek
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Rangkaian
Peristiwa
Struktur Teks Cerita Pendek
1
2
3
4
Struktur Teks Cerita Pendek
1
Pada bagian ini, biasanya penulis
menceritakan bagaimana situasi yang
sedang terjadi, memperkenalkan tokoh,
dan informasi umum lainnya, seperti
latar (waktu, tempat, suasana)
Struktur Teks Cerita Pendek
2
JALANNYA PERISTIWA ATAU HAL-HAL
YANG MULAI TERJADI sampai mulai
mengarah ke permasalahan yang semakin
rumit
Struktur Teks Cerita Pendek
3
KONFLIK MULAI DIPAPARKAN HINGGA
TERJADINYA PUNCAK KONFLIK atau masalah
Struktur Teks Cerita Pendek
4
Struktur Teks Cerita Pendek
ORIENTASI/
PENGENALAN
ORIENTASI/
PENGENALAN
Struktur Teks Cerita Pendek
ORIENTASI/
PENGENALAN
ORIENTASI/
PENGENALAN
Struktur Teks Cerita Pendek
RANGKAIAN
PERISTIWA
RANGKAIAN
PERISTIWA
Struktur Teks Cerita Pendek
KOMPLIKASI
KOMPLIKASI
Struktur Teks Cerita Pendek
KOMPLIKASI
KOMPLIKASI
Struktur Teks Cerita Pendek
RESOLUSI
RESOLUSI
Struktur Teks Cerita Pendek
RESOLUSI
Kebahasaan Teks
Cerita Pendek
CERITA PENDEK
(CERPEN)
MATERI HARI INI!
Kebahasaan dalam Teks Cerita Pendek
Protagonis
Antagonis
Tritagonis
Penggunaan kata ganti orang dapat dilihat
dari sudut pandang yang digunakan
Penggunaan penanda yang menunjukkan
keterangan waktu
Pemilihan kosakata atau penggunaan kata benda
khusus
Penggunaan uraian deskriptif yang terperinci
Penggunaan gaya bahasa atau majas
Penggunaan kata ganti orang dapat dilihat dari sudut pandang yang digunakan
1. Sudut Pandang orang pertama: Anda seakan-akan menjadi salah satu tokoh dalam cerita
yang sedang dibuat. Si pembaca pun akan merasa melakoni setiap cerita yang dikisahkan.
Tunggal  aku, saya
Jamak  kami, kita
Contoh: Aku sedang mengamati lemari jam yang berdiri kaku di pojok ruangan. Ukiran jati
bertuliskan huruf Jawa kuno menjadi saksi bisu kelahiranku. Ditempat ini, 20 tahun lalu aku
dilahirkan.
2. Sudut pandang orang ketiga : Kata ganti ini digunakan untuk menceritakan tokoh utama
dalam sebuah cerita.
Tunggal  ia, dia, nama tokohnya
Jamak  mereka
Contoh: Sudah 6 bulan ini Naomi terjun pada dunia tarik suara. Ayah dan ibunya tidak ada
yang merestui jalur karier yang ia geluti. Ia sampai beradu argumen dengan sang ayah yang
memang memiliki watak keras. Keduanya sempat bersitegang sebelum akhirnya dipisahkan
oleh sang ibu dengan derai air mata.
Penggunaan penanda yang menunjukkan keterangan waktu
Dalam dialog cerpen dapat dimasukkan penanda keterangan
waktu, baik masa kini atau lampau.
1. Masa kini : saat ini, sekarang, saat ini, pagi ini, hari ini
Contoh: Saat ini kami sedang berjalan-jalan di taman, berdua saja
2. Masa lampau: sudah dua hari, pagi tadi, kemarin, yang lalu, dulu
Contoh: Dulu, mereka yang membuat lokasi pemakaman di sini.
Pemilihan kosakata atau penggunaan kata benda khusus
Kata umum ialah kata-kata yang memiliki makna dan cakupan pemakaian
yang lebih luas. Disebut dengan hipernim.
Dan sedangkan kata khusus ialah kata-kata yang ruang lingkup dan cakupan
maknanya lebih sempit atau disebut juga dengan hiponim.
Contoh :
Kata umum  bunga, kata khusus : mawar, melati, anggrek, dll.
Kata Umum  warna, kata khusus : biru, hijau, merah, kunging, dll
Kata umum  pohon, kata khusus : beringin, cemara, bonsai, dll
Penggunaan uraian deskriptif yang terperinci
Contoh mendeskripsikan secara terperinci suasana pantai: harum aroma pantai merasuk
ke dalam kalbuku, angin berdesir menerpa wajahku, deburan ombak terdengar di
telingaku.. lautnya biru, begitupun dengan langitnya. Pasirnya putih.. Pohon kelapa
berderet di pinggirannya, kerang dan kepiting setia menemaniku di sini.
Penggunaan gaya bahasa atau majas
Langkah-Langkah Menyusun Cerita Pendek
1.Menentukan tema.
2.Menentukan pusat pengisahan (sudut pandang).
3.Menentukan Perwatakan.
4.Menentukan latar atau setting.
5.Menyajikan peristiwa sesuai alur cerita.
Langkah-Langkah
Menyusun Cerita Pendek
Aspek-Aspek yang Perlu
Disunting dalam Teks Cerita
Pendek
Langkah-Langkah Menyusun Cerita Pendek
1.Menentukan tema.
2.Menentukan pusat pengisahan (sudut pandang).
3.Menentukan Perwatakan.
4.Menentukan latar atau setting.
5.Menyajikan peristiwa sesuai alur cerita.
Aspek-Aspek yang Perlu Disunting dalam Teks
Cerita Pendek
Kesalahan
Tulis
Ketepatan
Ejaan
Pilihan
Kata
Keefektifan
Kalimat
Keterpaduan
Paragraf

ppt kls 9 bab 3 cerpen.pptx

  • 1.
  • 6.
    CERPEN = TeksNaratif? • CERPEN (CERITA PENDEK) termasuk ke dalam TEKS NARATIF. • Tujuan dasar teks naratif adalah untuk menghibur. Memikat pembaca atau pendengar, memberi pengetahuan. • Fungsi sosial naratif adalah menceritakan kisah atau peristiwa untuk penghiburan khalayak. • Dalam naratif terdapat tokoh serta urutan peristiwa dalam waktu dan tempat tertentu. Begitu pula dengan CERPEN.
  • 7.
  • 8.
    Definisi Cerita Pendek DalamTeori Pengkajian Fiksi karangan Burhan Nurgiyantoro dijelaskan bahwa cerpen adalah sebuah cerita yang selesai dibaca dalam sekali duduk, kira-kira berkisar antara setengah sampai dua jam. Menurut H.B. Jassin, cerpen adalah sebuah cerita singkat yang harus memiliki bagian terpenting, yaitu perkenalan, pertikaian, dan penyelesaian. Menurut J.S. Badudu, cerpen adalah cerita yang hanya menjurus serta terfokus pada satu peristiwa saja.
  • 9.
    Pembedaan Cerita Pendek Cerita Pendek Berdasarkan Panjang Pendek Berdasarkan Temadan Isi Cerpen sangat pendek (short short story) Cerpen panjangnya sedang (middle short story) Cerpen panjang (long short story) Cerpen anak Cerpen remaja Cerpen keluarga
  • 10.
    Ciri-Ciri Cerita Pendek Panjangkarangan lebih kurang sepuluh halaman Habis dibaca sekali duduk Hanya ada satu peristiwa yang menguasai jalan cerita Terdapat konflik, tetapi tidak menimbulkan perubahan nasib pelaku Perwatakan tokoh dilukiskan secara singkat
  • 12.
  • 13.
    1. Tema atauTheme Theme adalah sebuah ide atau gagasan dasar yang membentuk latar belakang dari suatu cerita yang terdapat didalam sebuah karya sastra. Tema dapat diungkapkan secara eksplisit atau implisit. Eksplisit adalah sebuah tema yang dinyatakan secara tertulis didalam sebuah teks cerita. Sedangkan, Implisit merupakan sebuah tema yang dinyatakan secara tidak tertulis didalam cerita tetapi tetap harus di pahami. Unsur Intrinsik
  • 14.
    2. Latar (Setting) Latarmerupakan segala sesuatu yang merujuk pada waktu, suasana, dan tempat yang terdapat didalam sebuah cerita dari suatu karya sastra, Secara umum, latar atau setting akan memberikan gambaran secara konkret dalam suatu cerita. Secara umum, terdapat tiga jenis latar yang digunakan dalam sebu8ah cerita dari suatu karya sastra, yaitu : Latar tempat, merupakan sebuah latar yang berhubungan langsung dengan lokasi yang digunakan dalam pembuatan cerita, contoh: di kelas, di rumah, di pantai Latar waktu, merupakan sebuah latar yang berhubungan dengan kapan terjadinya peristiwa dalam suatu cerita. Contoh : pagi hari, siang hari, senja hari Latar suasana, merupakan sebuah latar yang berhubungan dengan suasana yang terjadi didalam suatu cerita, misalnya seperti bahagia, haru, sedih, lucu dan masih banyak lagi.
  • 15.
    3. Tokoh danPenokohan Tokoh dan penokohan merupakan dua unsur yang berbeda. Tokoh adalah seorang pelaku yang berperan didalam sebuah cerita. Sementara itu, penokohan merupakan watak atau sifat yang dimiliki oleh tokoh. Secara umum, tokoh dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu : Protagonis : Merupakan sebuah karakter dari pemeran utama didalam sebuah cerita, dia merupakan tokoh inti dalam sebuah cerita. Antagonis : Merupakan lawan dari karakter Protagonis Tritagonis : Merupakan sebuah Karakter tokoh dalam suatu cerita yang bertugas sebagai penengah antara Antagonistik dengan Protagonis. Karakter ini umumnya bersifat bijaksana. Figuran : Merupakan sebuah tokoh pelengkap yang berperan untuk menambahkan warna dalam sebuah cerita. Unsur Intrinsik
  • 16.
    4. Sudut Pandang SudutPandang sering diartikan sebagai posisi dari seorang penulis dalam menyampaikan sebuah cerita, baik itu berperan sebagai orang pertama, kedua ataupun ketiga.  Orang pertama: aku, saya, kami, kita  Orang kedua: kamu, kau  Orang ketiga: ia, dia, nama tokoh
  • 17.
    5. Alur Cerita Alurmerupakan jalannya cerita dalam sebuah karya sastra yang disampaikan oleh seorang penulis. Terdapat beberapa tahap alur yaitu: Fase perkenalan (orientasi) Fase penanjakan (mulai muncul masalah) Klimaks (puncaknya masalah) Anti klimaks (masalah mulai selesai) Penyelesaian Alur dalam sebuah cerita juga dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan penyampaiannya, yaitu : Alur Maju, merupakan rangkaian peristiwa yang terjadi secara berurutan sesuai dengan waktu kejadian. (awal cerita-akhir cerita) Reverse Flow (Alur Mundur), merupakan rangkaian peristiwa yang tidak tersusun sesuai dengan waktu kejadian atau disajikan secara mundur (akhir cerita-awal cerita) Mixed Groove (Alur Campuran), merupakan rangkaian peristiwa yang urutan peristiwanya disajikan sesuai dengan urutan waktu, namun terkadang ada unsur mengulang kejadian yang sudah berlalu
  • 18.
    6. Amanat Amanat merupakannilai-nilai positif atau pesan moral yang bisa kita ambil dari sebuah cerita yang kita baca, bisa dituliskan secara langsung oleh penulis pada bagian akhir suatu cerita (tersurat). Atau bisa juga secara samar dilihat dari keseluruhan cerita, sehingga pembaca yang akan menyimpulkan sendiri (tersirat)
  • 19.
    Unsur Ekstrinsik 1. Latarbelakang pengarang Latar Belakang Penulis sering diartikan sebagai faktor yang berasal dari dalam diri seorang penulis yang mempengaruhi proses pembuatan karya sastranya. Diabwah ini terdapat beberapa faktor Latar Belakang Penulis yang mempengaruhi proses penulisan karya sastra, yaitu : (Riwayat Hidup Penulis). (Kondisi Psikologis Penulis) 2. Latar belakang Masyarakat (lingkungan) Latar Belakang Masyarakat sering diartikan juga sebagai faktor lingkungan masyarakat yang ada disekitar penulis yang berpengaruh dalam pembuatan karya sastranya.
  • 23.
    ADANYA Hubungan AntarunsurPembangun dalam Cerita Pendek ADANYA Bukti Keterkaitan Hubungan Antarunsur Pembangun dalam Teks Cerpen
  • 24.
    PAGI HARI GUNUNG BESERYANG SEPERTI PATUNG RAKSASA HITAM ITU LAMBAT LAUN BERCAHAYA TERTIMPA SINAR MATAHARI BUKTI
  • 25.
  • 26.
    Struktur Teks Cerita Pendek CERITAPENDEK (CERPEN) MATERI HARI INI!
  • 27.
  • 28.
    Struktur Teks CeritaPendek Orientasi Komplikasi Resolusi Rangkaian Peristiwa
  • 29.
    Struktur Teks CeritaPendek 1 2 3 4
  • 30.
    Struktur Teks CeritaPendek 1 Pada bagian ini, biasanya penulis menceritakan bagaimana situasi yang sedang terjadi, memperkenalkan tokoh, dan informasi umum lainnya, seperti latar (waktu, tempat, suasana)
  • 31.
    Struktur Teks CeritaPendek 2 JALANNYA PERISTIWA ATAU HAL-HAL YANG MULAI TERJADI sampai mulai mengarah ke permasalahan yang semakin rumit
  • 32.
    Struktur Teks CeritaPendek 3 KONFLIK MULAI DIPAPARKAN HINGGA TERJADINYA PUNCAK KONFLIK atau masalah
  • 33.
  • 34.
    Struktur Teks CeritaPendek ORIENTASI/ PENGENALAN ORIENTASI/ PENGENALAN
  • 35.
    Struktur Teks CeritaPendek ORIENTASI/ PENGENALAN ORIENTASI/ PENGENALAN
  • 36.
    Struktur Teks CeritaPendek RANGKAIAN PERISTIWA RANGKAIAN PERISTIWA
  • 37.
    Struktur Teks CeritaPendek KOMPLIKASI KOMPLIKASI
  • 38.
    Struktur Teks CeritaPendek KOMPLIKASI KOMPLIKASI
  • 39.
    Struktur Teks CeritaPendek RESOLUSI RESOLUSI
  • 40.
    Struktur Teks CeritaPendek RESOLUSI
  • 42.
    Kebahasaan Teks Cerita Pendek CERITAPENDEK (CERPEN) MATERI HARI INI!
  • 43.
    Kebahasaan dalam TeksCerita Pendek Protagonis Antagonis Tritagonis Penggunaan kata ganti orang dapat dilihat dari sudut pandang yang digunakan Penggunaan penanda yang menunjukkan keterangan waktu Pemilihan kosakata atau penggunaan kata benda khusus Penggunaan uraian deskriptif yang terperinci Penggunaan gaya bahasa atau majas
  • 44.
    Penggunaan kata gantiorang dapat dilihat dari sudut pandang yang digunakan 1. Sudut Pandang orang pertama: Anda seakan-akan menjadi salah satu tokoh dalam cerita yang sedang dibuat. Si pembaca pun akan merasa melakoni setiap cerita yang dikisahkan. Tunggal  aku, saya Jamak  kami, kita Contoh: Aku sedang mengamati lemari jam yang berdiri kaku di pojok ruangan. Ukiran jati bertuliskan huruf Jawa kuno menjadi saksi bisu kelahiranku. Ditempat ini, 20 tahun lalu aku dilahirkan. 2. Sudut pandang orang ketiga : Kata ganti ini digunakan untuk menceritakan tokoh utama dalam sebuah cerita. Tunggal  ia, dia, nama tokohnya Jamak  mereka Contoh: Sudah 6 bulan ini Naomi terjun pada dunia tarik suara. Ayah dan ibunya tidak ada yang merestui jalur karier yang ia geluti. Ia sampai beradu argumen dengan sang ayah yang memang memiliki watak keras. Keduanya sempat bersitegang sebelum akhirnya dipisahkan oleh sang ibu dengan derai air mata.
  • 45.
    Penggunaan penanda yangmenunjukkan keterangan waktu Dalam dialog cerpen dapat dimasukkan penanda keterangan waktu, baik masa kini atau lampau. 1. Masa kini : saat ini, sekarang, saat ini, pagi ini, hari ini Contoh: Saat ini kami sedang berjalan-jalan di taman, berdua saja 2. Masa lampau: sudah dua hari, pagi tadi, kemarin, yang lalu, dulu Contoh: Dulu, mereka yang membuat lokasi pemakaman di sini.
  • 46.
    Pemilihan kosakata ataupenggunaan kata benda khusus Kata umum ialah kata-kata yang memiliki makna dan cakupan pemakaian yang lebih luas. Disebut dengan hipernim. Dan sedangkan kata khusus ialah kata-kata yang ruang lingkup dan cakupan maknanya lebih sempit atau disebut juga dengan hiponim. Contoh : Kata umum  bunga, kata khusus : mawar, melati, anggrek, dll. Kata Umum  warna, kata khusus : biru, hijau, merah, kunging, dll Kata umum  pohon, kata khusus : beringin, cemara, bonsai, dll
  • 47.
    Penggunaan uraian deskriptifyang terperinci Contoh mendeskripsikan secara terperinci suasana pantai: harum aroma pantai merasuk ke dalam kalbuku, angin berdesir menerpa wajahku, deburan ombak terdengar di telingaku.. lautnya biru, begitupun dengan langitnya. Pasirnya putih.. Pohon kelapa berderet di pinggirannya, kerang dan kepiting setia menemaniku di sini.
  • 48.
  • 49.
    Langkah-Langkah Menyusun CeritaPendek 1.Menentukan tema. 2.Menentukan pusat pengisahan (sudut pandang). 3.Menentukan Perwatakan. 4.Menentukan latar atau setting. 5.Menyajikan peristiwa sesuai alur cerita.
  • 50.
    Langkah-Langkah Menyusun Cerita Pendek Aspek-Aspekyang Perlu Disunting dalam Teks Cerita Pendek
  • 51.
    Langkah-Langkah Menyusun CeritaPendek 1.Menentukan tema. 2.Menentukan pusat pengisahan (sudut pandang). 3.Menentukan Perwatakan. 4.Menentukan latar atau setting. 5.Menyajikan peristiwa sesuai alur cerita.
  • 52.
    Aspek-Aspek yang PerluDisunting dalam Teks Cerita Pendek Kesalahan Tulis Ketepatan Ejaan Pilihan Kata Keefektifan Kalimat Keterpaduan Paragraf