CURICULUM VIETE
Nama : AKBP DADANG DK, Amd Mar,
SIP,SH,MH
Alamat : Perum Vidya Indah 1
Rt.05/no.33
Tempat/tgl lhr : Jambi,
Istri : 1
Anak : 4
Telp/HP/email
087793641885/dadangkaryanto@gmail.com
Riwayat /Job : Kasubditfasharkan
PELATIHAN
PENINGKATAN KEMAMPUAN
POLAIR TA. 2015
A. PERAWATAN MOTOR TEMPEL
 PROSEDUR PENYIMPANAN MOTOR TEMPEL
1. Jangan merebahkan motor tempel pada satu sisi sebelum air pendingin
dikeluarkan semuanya, sebab air bisa masuk kedalam silinder melalui
lubang buang dan menimbulkan persoalan mesin.
2. Simpan motor tempel disuatu tempat yang kering dengan petukaran udara
yang baik, dan tidak terkena sinar matahari langsung.
3. Cucilah badan mesin dengan menggunakan air tawar .
4. Cabut penghubung saluran bahan bakar dari motor atau tutuplah katup
bahan bakar.
5. Jalankan mesin pada kecepatan tanpa beban sementara itu masukkan air
tawar untuk membilas saluran air pendingin .
6. Untuk model starter elektrik, cabutlah aki .
7. Keringkan air pendingin dari mesin secara sempurna, bersihkan badan
mesin sebersih mungkin .
8. Lepaskan busi.
9. Tuangkan satu sendok teh oli mesin bersih kedalam silinder.
10. Engkol secara manual beberapa kali.
11. Pasang kembali busi .
II. SERVICE RINGAN ( KARBURATOII. SERVICE RINGAN (
KARBURATOR, BUSI, PENGAPIAN, DINAMO STATER, OIL
FILTER & GARDANR, BUSI, PENGAPIAN, DINAMO
STATER, OIL FILTER & GARDAN
 Sebelum Memulai Operasi, Biarkan Mesin Berputar Pada
Kecepatan Tanpa Beban Selama 3 Menit.( Apabila Hal Ini
Tidak Dilakukan, Maka Daya Tahan Mesin Akan
Berkurang ).
 Pelan – Pelan Kembalikan Kenop Cok Ke Posisi Asal
Ketika Mesin Dipanaskan.
 Periksalah Aliran Air Yang Terus Menerus Dari Lubang
Engine Type
•4-stroke, V6
•DOHC, 24-valve
•4,028 ml (246 cu.in)
•Water cooled
•Valve train by chain
•Multi point sequential EFI
•The Injector is same as
DF150/175
•Bore 98 mm (3.9 in)
Stroke 89 mm (3.5 in)
Komponen Mesin Tindakan – Tindakan
Pertama Kali Setiap
10 Jam 50 Jam 100 Jam 200 Jam
Busi
Pembersihan /
Penyetelan /
Penggantian
X X X
Titik – Titik Perlu
Digemuki
Pemberian Minyak
Gemuk
X
Oli Roda Gigi Ganti X X
Sistem Bahan
Bakar
Pemeriksaan X X X
Filter Bahan Bakar Pemeriksaan /
Pembersihan
X X X
Tangki Bahan Bakar Pemeriksaan /
Pembersihan
X
Karburator Pemeriksaan /
Penyetelan
X X
Anoda / Stabilizer Pemeriksaan /
Penggantian
X X
Komponen Mesin Tindakan – Tindakan
Pertama Kali Setiap
10 Jam 50 Jam 100 Jam 200 Jam
Saluran Air
Pendingin
Pembersihan X X
Baling – Baling Pemeriksaan /
Penggantian
X X
Aki Pemeriksaan /
Pengisian X
Penghubung
Akselarasi / Kabel
Akselarasi / Timing
Pemeriksaan /
Penyetelan
X X
Penghubung
Perseneling / Kabel
Perseneling
Pemeriksaan /
Penyetelan
X
Pengukur Panas Pemeriksaan X
Pompa Air Pemeriksaan X
Kelem Penutup Pemeriksaan X
C. PEMERIKSAAN FILTER BAHAN BAKAR
 Cabut mur yang memegang perangkat
filter bahan bakar
 Lepaskan tutup filter. Tampung ceceran
bahan bakar dengan wadah
 Periksa elemen filter untuk memastikkan
bahwa filter tersebut dalam kondisi baik
atau tidak, gantilah jika diperlukan
 Pasang kembali elemen filter pada tutup,
pastikan ring ada pada posisi nya.
B. PEMBERSIHAN DAN PENYETELAN BUSI
Busi adalah suatu komponen yang penting dan mudah untuk diperiksa
karena keadaan busi dapat menunjukkan sesuatu mengenai kondisi mesin.
 sebelum memasang busi, ukurlah terlebih dahulu celah elektroda
dengan kawat pengukur ketebalan : bila perlu sesuaikan celah itu
menurut spesifikasi.
 Waktu memasang busi , bersihkan selalu permukaan gasket dan selalu
gunakanlah gasket baru , bersihkan galur – galur dari kotoran , dan
sekrupkan busi sampai yang tepat.
 Jika tidak ada alat pemutar ketetatan pada saat anda memasang busi,
perkirakan yang pengetatan yang baik adalah ¼ sampai ½ putaran
setelah diketatatkan jari.
 Kemudian mintalah agar busi disesuaikan pengetatannya secepat
mungkin dengan menggunakan alat pemutar ketetatan (
torquewrench).
PENGANTIAN OLI RODA GIGI
 Pergantian oli dalam jangka waktu per 3 bulan
 Miringkan motor tempel sehingga peyumbat
pembuangan oli berada pada posisi terendah
 Tempatkan wadah yang sesuwai dibawah kotak roda gigi
 Cabutlah peyumbat pembuangan oli
 Cabut peyumbat permukaan oli untuk megerikan oli
sampai kering
 Gunakan alat yang fleksibel atau yang dapat mengisi
degan tekanan, suntikan oli roda gigi kedalam lubang
peyumbat pembuangan oli
 Pada saat oli mulai mengalir keluar dari lubang
peyumbat permukaan oli, masukan dan kencangkan mur
peyumbat pembuangan oli.
III. PEMERIKSAAN AKI
 Periksa level elektrolit paling sedikit satu
bulan sekali.
 Isilah level yang disarankan oleh pabriknya
jika diperlukan.
 Isilah dengan air destilat
 Selalu menjaga aki dalam keadaan yang
baik.
 Jika kapal tidak digunakan selama satu
bulan atau lebih, lepaskan aki dan simpan
ditempat dengan suhu dingin
III. PERAWATAN AKI
 1. Bersihkan
Terminal aki seringkali menjadi tempat
penumpukan korosi yang dapat menghambat arus
listrik dari aki ke kabel utama jaringan listrik. Untuk
membersihkan plak korosi pada terminal aki
pastikan mesin mobil dalam keadaan mati.
 2. Beri Selimut Penutup
Jika memungkinkan berilah selimut penutup aki,
untuk menghindari aki terlalu panas atau terlalu
dingin. Hal ini terutama jika aki sering terekspos
oleh kondisi temperatur lingkungan yang ekstrim
(sangat panas atau sangat dingin).
III. PERAWATAN AKI
 3. Berikan Pemanasan Sebelum Mobil
Dijalankan
Pemanasan mesin sebelum kapal olah gerak tidak
hanya bermanfaat bagi mesin tetapi juga bagi aki.
Aki yang hangat memberikan kemampuan
menyediakan daya listrik yang lebih baik
 4. Jangan Menyalakan Piranti Elektrik Lain
Sebelum Menyalakan Mesin
Nyalakan dulu mesin kapal sebelum menyalakan
alat elektronik lain. Berikan waktu aki terisi penuh
oleh alternator yang menghasilkan listrik sebelum
dipergunakan oleh aksesori elektrik penunjang
terutama yang memakai daya besar seperti AC, dll
III. PERAWATAN AKI
 5. Matikan Dahulu Piranti Elektrik Sebelum
Mematikan Mesin
Mematikan alat elektrik lain sebelum mematikan
mesin akan memastikan bahwa saat mesin di-start
kembali, piranti elektrik lain dalam keadaan mati.
Tindakan ini memastikan anda (secara tidak
sengaja) tidak mengabaikan tips nomor 4 di atas.
 6. Pastikan Posisi Aki Terikat dengan Kuat
Selalu periksa posisi aki apakah terikat kuat. Jika
aki dapat bergerak dari posisinya, hal ini dapat
menyebabkan benturan pada komponen lain, aki
pecah, kabel putus, atau korsleting yang dapat
membahayakan.
III. PERAWATAN AKI
 7. Lepas Aki Jika Mobil Akan Lama Tidak
Dinyalakan
Jika kapal akan ditinggal dalam waktu lama (lebih
dari 2 minggu), lepas aki untuk mencegah
kehilangan arus listrik. Lepaskan kabel terminal
negatif dari terminal aki, dan pindahkan ujungnya
yang berklem dari terminal aki (sebaiknya
dibungkus plastik yang cukup tebal, agar lebih
aman
 8. Cek Laju Pengisian Aki
Cek laju pengisian aki setiap kali melakukan servis
perawatan di bengkel. Laju pengisian (charging
rate) yang terlalu besar atau terlalu kecil dapat
mengurangi usia pakai aki dan menyebabkan
garansi pabrik menjadi tidak berlaku.
PERBEDAAN MESIN 2 TAK & 4 TAK
 Mesin 2 TAK
- oli campuran dengan perbandingan 1 : 50
bensin ( Mesin Baru )
- - menghasilkan udara polusi yang lebih
banyak
- - lebih bertenaga
- - Produksinya lebih eifisien dan sedehrana
- - Konstruksinya Lebih Kecil dan ringan
 Mesin 4 TAK
- Tidak memerlukan campuran oli (bensin
murni)
- - menghasilkan udara polusi yang lebih
sedikit
- - lebih bertenaga
- - Produksinya lebih rumit
- - Konstruksinya Lebih berat
- - Suku Cadang tergantung dengan indent (
distributor)
PERAWATAN STEER & GARDAN
 2 Bulan se x Lakukan pengecekan oli
steer
 Apabila terasa berat, maka tambahkan oli
steer, dengan ukuran yang telah
ditentukan sampai terasa ringan
 Pergantian Oli Gardan dilakukan rata –
rata kecepatan 3500 rpm
 Pergantian oli gardan menggunakan SAE
INSTALASI LISTRIK DIKAPAL
 ADA 2
 1. Sumber Listrik dari Accu / Aki
 2. Dinamo / Generator arus searah
 Apabila ada kabel telanjang agar diberikan
solasi ban
 Apabila ada listrik yang mati maka lakukan
pengecekan skring
PERAWATAN DINAMO STATER
 Dijaga bebas dari debu dan kotoran
 Bersihkan dengan penghembus tangan
(hand blass blag)
 Dijaga dari cipratan minyak ( bensin / solar
)
 Untuk pelumasan terhadap blok- blok
bantalan cincin pelumas
 Minyak pelumas harus secukupnya
Motor temple tinggi
transom (mm)
X : 637
U : 764
Berat (Kg) X : 365
U : 373
Type Mesin DOHC,V8,32 Valves
Isi Silinder
(Displacement) (Cm3)
5,330.00
Diameter x langkah (mm) 94 X 96
Tenaga (Kw / Psi) 257.4 / 350.0
Kecepatan Maksimum
(Rpm)
5000-6000
Perbandingan Kompresi 9,6
System Induksi Bahan
Bakar
Fuel Injection
Sytem Induksi DOHC
Pengapian TCI
Rasio Gigi 26:151 (1.73)
Motor temple tinggi
transom (mm)
X : 643
Berat (Kg) X :267
Type Mesin V6
Isi Silinder
(Displacement) (Cm3)
3352
Diameter x langkah (mm) 94 X 80,5
Tenaga (Kw / Psi) 147.1 X 200.0
Maksimum Kecepatan
(Rpm)
5000-6000
Perbandingan Kompresi 9,0
System Induksi Bahan
Bakar
FI
Sytem Induksi DOHC
Pengapian TCI
Perbandingan Gigi 30:15 (2.0)
Motor temple tinggi transom (mm) X : 643
Berat (Kg) X :267
Type Mesin V6
Isi Silinder (Displacement) (Cm3) 3352
Diameter x langkah (mm) 94 X 80,5
Tenaga (Kw / Psi) 147.1 X 200.0
Maksimum Kecepatan (Rpm) 5000-6000
Perbandingan Kompresi 9,0
System Induksi Bahan Bakar FI
Sytem Induksi DOHC
Pengapian TCI
Perbandingan Gigi 30:15 (2.0)
SEKIAN DAN TERIMA KASIH
ARNAVAT DARPHA MAHE
“ KARNA DI LAUT KAMI BANGGA “

Slide Paparan subditfasharkan 2015;AKBP DADANG DK,SIP,SH,MH. Media berbagi ilmu atau share kepada yang membutuhkan

  • 2.
    CURICULUM VIETE Nama :AKBP DADANG DK, Amd Mar, SIP,SH,MH Alamat : Perum Vidya Indah 1 Rt.05/no.33 Tempat/tgl lhr : Jambi, Istri : 1 Anak : 4 Telp/HP/email 087793641885/dadangkaryanto@gmail.com Riwayat /Job : Kasubditfasharkan
  • 3.
  • 4.
    A. PERAWATAN MOTORTEMPEL  PROSEDUR PENYIMPANAN MOTOR TEMPEL 1. Jangan merebahkan motor tempel pada satu sisi sebelum air pendingin dikeluarkan semuanya, sebab air bisa masuk kedalam silinder melalui lubang buang dan menimbulkan persoalan mesin. 2. Simpan motor tempel disuatu tempat yang kering dengan petukaran udara yang baik, dan tidak terkena sinar matahari langsung. 3. Cucilah badan mesin dengan menggunakan air tawar . 4. Cabut penghubung saluran bahan bakar dari motor atau tutuplah katup bahan bakar. 5. Jalankan mesin pada kecepatan tanpa beban sementara itu masukkan air tawar untuk membilas saluran air pendingin . 6. Untuk model starter elektrik, cabutlah aki . 7. Keringkan air pendingin dari mesin secara sempurna, bersihkan badan mesin sebersih mungkin . 8. Lepaskan busi. 9. Tuangkan satu sendok teh oli mesin bersih kedalam silinder. 10. Engkol secara manual beberapa kali. 11. Pasang kembali busi .
  • 5.
    II. SERVICE RINGAN( KARBURATOII. SERVICE RINGAN ( KARBURATOR, BUSI, PENGAPIAN, DINAMO STATER, OIL FILTER & GARDANR, BUSI, PENGAPIAN, DINAMO STATER, OIL FILTER & GARDAN  Sebelum Memulai Operasi, Biarkan Mesin Berputar Pada Kecepatan Tanpa Beban Selama 3 Menit.( Apabila Hal Ini Tidak Dilakukan, Maka Daya Tahan Mesin Akan Berkurang ).  Pelan – Pelan Kembalikan Kenop Cok Ke Posisi Asal Ketika Mesin Dipanaskan.  Periksalah Aliran Air Yang Terus Menerus Dari Lubang
  • 6.
    Engine Type •4-stroke, V6 •DOHC,24-valve •4,028 ml (246 cu.in) •Water cooled •Valve train by chain •Multi point sequential EFI •The Injector is same as DF150/175 •Bore 98 mm (3.9 in) Stroke 89 mm (3.5 in)
  • 7.
    Komponen Mesin Tindakan– Tindakan Pertama Kali Setiap 10 Jam 50 Jam 100 Jam 200 Jam Busi Pembersihan / Penyetelan / Penggantian X X X Titik – Titik Perlu Digemuki Pemberian Minyak Gemuk X Oli Roda Gigi Ganti X X Sistem Bahan Bakar Pemeriksaan X X X Filter Bahan Bakar Pemeriksaan / Pembersihan X X X Tangki Bahan Bakar Pemeriksaan / Pembersihan X Karburator Pemeriksaan / Penyetelan X X Anoda / Stabilizer Pemeriksaan / Penggantian X X
  • 8.
    Komponen Mesin Tindakan– Tindakan Pertama Kali Setiap 10 Jam 50 Jam 100 Jam 200 Jam Saluran Air Pendingin Pembersihan X X Baling – Baling Pemeriksaan / Penggantian X X Aki Pemeriksaan / Pengisian X Penghubung Akselarasi / Kabel Akselarasi / Timing Pemeriksaan / Penyetelan X X Penghubung Perseneling / Kabel Perseneling Pemeriksaan / Penyetelan X Pengukur Panas Pemeriksaan X Pompa Air Pemeriksaan X Kelem Penutup Pemeriksaan X
  • 9.
    C. PEMERIKSAAN FILTERBAHAN BAKAR  Cabut mur yang memegang perangkat filter bahan bakar  Lepaskan tutup filter. Tampung ceceran bahan bakar dengan wadah  Periksa elemen filter untuk memastikkan bahwa filter tersebut dalam kondisi baik atau tidak, gantilah jika diperlukan  Pasang kembali elemen filter pada tutup, pastikan ring ada pada posisi nya.
  • 10.
    B. PEMBERSIHAN DANPENYETELAN BUSI Busi adalah suatu komponen yang penting dan mudah untuk diperiksa karena keadaan busi dapat menunjukkan sesuatu mengenai kondisi mesin.  sebelum memasang busi, ukurlah terlebih dahulu celah elektroda dengan kawat pengukur ketebalan : bila perlu sesuaikan celah itu menurut spesifikasi.  Waktu memasang busi , bersihkan selalu permukaan gasket dan selalu gunakanlah gasket baru , bersihkan galur – galur dari kotoran , dan sekrupkan busi sampai yang tepat.  Jika tidak ada alat pemutar ketetatan pada saat anda memasang busi, perkirakan yang pengetatan yang baik adalah ¼ sampai ½ putaran setelah diketatatkan jari.  Kemudian mintalah agar busi disesuaikan pengetatannya secepat mungkin dengan menggunakan alat pemutar ketetatan ( torquewrench).
  • 11.
    PENGANTIAN OLI RODAGIGI  Pergantian oli dalam jangka waktu per 3 bulan  Miringkan motor tempel sehingga peyumbat pembuangan oli berada pada posisi terendah  Tempatkan wadah yang sesuwai dibawah kotak roda gigi  Cabutlah peyumbat pembuangan oli  Cabut peyumbat permukaan oli untuk megerikan oli sampai kering  Gunakan alat yang fleksibel atau yang dapat mengisi degan tekanan, suntikan oli roda gigi kedalam lubang peyumbat pembuangan oli  Pada saat oli mulai mengalir keluar dari lubang peyumbat permukaan oli, masukan dan kencangkan mur peyumbat pembuangan oli.
  • 12.
    III. PEMERIKSAAN AKI Periksa level elektrolit paling sedikit satu bulan sekali.  Isilah level yang disarankan oleh pabriknya jika diperlukan.  Isilah dengan air destilat  Selalu menjaga aki dalam keadaan yang baik.  Jika kapal tidak digunakan selama satu bulan atau lebih, lepaskan aki dan simpan ditempat dengan suhu dingin
  • 13.
    III. PERAWATAN AKI 1. Bersihkan Terminal aki seringkali menjadi tempat penumpukan korosi yang dapat menghambat arus listrik dari aki ke kabel utama jaringan listrik. Untuk membersihkan plak korosi pada terminal aki pastikan mesin mobil dalam keadaan mati.  2. Beri Selimut Penutup Jika memungkinkan berilah selimut penutup aki, untuk menghindari aki terlalu panas atau terlalu dingin. Hal ini terutama jika aki sering terekspos oleh kondisi temperatur lingkungan yang ekstrim (sangat panas atau sangat dingin).
  • 14.
    III. PERAWATAN AKI 3. Berikan Pemanasan Sebelum Mobil Dijalankan Pemanasan mesin sebelum kapal olah gerak tidak hanya bermanfaat bagi mesin tetapi juga bagi aki. Aki yang hangat memberikan kemampuan menyediakan daya listrik yang lebih baik  4. Jangan Menyalakan Piranti Elektrik Lain Sebelum Menyalakan Mesin Nyalakan dulu mesin kapal sebelum menyalakan alat elektronik lain. Berikan waktu aki terisi penuh oleh alternator yang menghasilkan listrik sebelum dipergunakan oleh aksesori elektrik penunjang terutama yang memakai daya besar seperti AC, dll
  • 15.
    III. PERAWATAN AKI 5. Matikan Dahulu Piranti Elektrik Sebelum Mematikan Mesin Mematikan alat elektrik lain sebelum mematikan mesin akan memastikan bahwa saat mesin di-start kembali, piranti elektrik lain dalam keadaan mati. Tindakan ini memastikan anda (secara tidak sengaja) tidak mengabaikan tips nomor 4 di atas.  6. Pastikan Posisi Aki Terikat dengan Kuat Selalu periksa posisi aki apakah terikat kuat. Jika aki dapat bergerak dari posisinya, hal ini dapat menyebabkan benturan pada komponen lain, aki pecah, kabel putus, atau korsleting yang dapat membahayakan.
  • 16.
    III. PERAWATAN AKI 7. Lepas Aki Jika Mobil Akan Lama Tidak Dinyalakan Jika kapal akan ditinggal dalam waktu lama (lebih dari 2 minggu), lepas aki untuk mencegah kehilangan arus listrik. Lepaskan kabel terminal negatif dari terminal aki, dan pindahkan ujungnya yang berklem dari terminal aki (sebaiknya dibungkus plastik yang cukup tebal, agar lebih aman  8. Cek Laju Pengisian Aki Cek laju pengisian aki setiap kali melakukan servis perawatan di bengkel. Laju pengisian (charging rate) yang terlalu besar atau terlalu kecil dapat mengurangi usia pakai aki dan menyebabkan garansi pabrik menjadi tidak berlaku.
  • 17.
    PERBEDAAN MESIN 2TAK & 4 TAK  Mesin 2 TAK - oli campuran dengan perbandingan 1 : 50 bensin ( Mesin Baru ) - - menghasilkan udara polusi yang lebih banyak - - lebih bertenaga - - Produksinya lebih eifisien dan sedehrana - - Konstruksinya Lebih Kecil dan ringan
  • 18.
     Mesin 4TAK - Tidak memerlukan campuran oli (bensin murni) - - menghasilkan udara polusi yang lebih sedikit - - lebih bertenaga - - Produksinya lebih rumit - - Konstruksinya Lebih berat - - Suku Cadang tergantung dengan indent ( distributor)
  • 19.
    PERAWATAN STEER &GARDAN  2 Bulan se x Lakukan pengecekan oli steer  Apabila terasa berat, maka tambahkan oli steer, dengan ukuran yang telah ditentukan sampai terasa ringan  Pergantian Oli Gardan dilakukan rata – rata kecepatan 3500 rpm  Pergantian oli gardan menggunakan SAE
  • 20.
    INSTALASI LISTRIK DIKAPAL ADA 2  1. Sumber Listrik dari Accu / Aki  2. Dinamo / Generator arus searah  Apabila ada kabel telanjang agar diberikan solasi ban  Apabila ada listrik yang mati maka lakukan pengecekan skring
  • 21.
    PERAWATAN DINAMO STATER Dijaga bebas dari debu dan kotoran  Bersihkan dengan penghembus tangan (hand blass blag)  Dijaga dari cipratan minyak ( bensin / solar )  Untuk pelumasan terhadap blok- blok bantalan cincin pelumas  Minyak pelumas harus secukupnya
  • 22.
    Motor temple tinggi transom(mm) X : 637 U : 764 Berat (Kg) X : 365 U : 373 Type Mesin DOHC,V8,32 Valves Isi Silinder (Displacement) (Cm3) 5,330.00 Diameter x langkah (mm) 94 X 96 Tenaga (Kw / Psi) 257.4 / 350.0 Kecepatan Maksimum (Rpm) 5000-6000 Perbandingan Kompresi 9,6 System Induksi Bahan Bakar Fuel Injection Sytem Induksi DOHC Pengapian TCI Rasio Gigi 26:151 (1.73) Motor temple tinggi transom (mm) X : 643 Berat (Kg) X :267 Type Mesin V6 Isi Silinder (Displacement) (Cm3) 3352 Diameter x langkah (mm) 94 X 80,5 Tenaga (Kw / Psi) 147.1 X 200.0 Maksimum Kecepatan (Rpm) 5000-6000 Perbandingan Kompresi 9,0 System Induksi Bahan Bakar FI Sytem Induksi DOHC Pengapian TCI Perbandingan Gigi 30:15 (2.0)
  • 23.
    Motor temple tinggitransom (mm) X : 643 Berat (Kg) X :267 Type Mesin V6 Isi Silinder (Displacement) (Cm3) 3352 Diameter x langkah (mm) 94 X 80,5 Tenaga (Kw / Psi) 147.1 X 200.0 Maksimum Kecepatan (Rpm) 5000-6000 Perbandingan Kompresi 9,0 System Induksi Bahan Bakar FI Sytem Induksi DOHC Pengapian TCI Perbandingan Gigi 30:15 (2.0)
  • 24.
    SEKIAN DAN TERIMAKASIH ARNAVAT DARPHA MAHE “ KARNA DI LAUT KAMI BANGGA “