PT ASTRA INTERNATIONAL Tbk
HONDA SALES OPERATION
TECHNICAL SERVICE DIVISION
TRAINING DEVELOPMENT
 

PELATIHAN MEKANIK TINGKAT - I
PERAWATAN & PENYETELAN
ASTRA HONDA TRAINING CENTRE
INFORMASI UMUM
PERAWATAN & PENYETELAN
MATERI
HAL - HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN
BERKAITAN DENGAN PEKERJAAN SERVICE
Gas buang kendaraan mengandung
gas carbon monoksida yang dapat
berakibat hilangnya kesadaran dan
kematian
Sangat mudah terbakar dan dalam
keadaan tertentu besifat
explosive/mudah meledak
 
I. FAKTOR KESELAMATAN
GAS CARBON MONOKSIDA
BENSIN
• Battery menghasilkan gas
explosive/mudah terbakar
• Batery mengandung asam sulfat
yang dapat mengakibatkan luka
bakar
• Tumpahan minyak rem pada
cat,plastik dapat merusak
komponen tersebut
• Minyak rem dapat merusak
penampilan dan kekuatan
struktur dari part yang terbuat
dari plastik atau karet
MINYAK REM
GAS HYDROGEN BATTERY
& ELECTROLIT
• Jangan memakai tekanan udara
atau sikat kering untuk
membesihkan rem
• Debu rem mengandung serat
asbes yang dapat mengakibatkan
penyakit kanker
• Gunakan sarung tangan untuk
memegang bagian mesin yang
panas
DEBU REM
KOMPONEN - KOMPONEN
PANAS
II. ATURAN SERVICE
• Bersihkan bagian luar komponen
sebelum melepaskan dari sepeda
motor atau membuka untuk di
service
• Bersihkan komponen setelah
pembongkaran sebelum
mengukurnya terhadap keausan
KEBERSIHAN KOMPONEN
• Kabel pengontrol tidak boleh
berubah bentuknya. Hal ini utnuk
menghindari timbulnya
kerusakan dan terganggunya
cara kerjanya
KONDISI KABEL - KABEL
KOMPONEN - KOMPONEN
DARI KARET
• Periksalah kondisi karet bila
masih ingin mempergunakannya
lagi. Bila sudah rusak, gantilah
dengan yang baru
PROSES MEMBUKA
KOMPONEN
• Pada waktu membuka komponen
mulailah dari baut dengan
ukuran yang kecil dan lakukan
secara urut dari luar ke dalam
SUSUNAN KOMPONEN
• Untuk parts yang rumit seperti
transmisi , untuk mempermudah
pemasangan , ikat semua bagian
menurut urutannya.
POSISI PEMASANGAN
• Posisi pemasangan parts yang
mempunyai tingkat ketelitian
yang tinggi / presisi harus dicatat
sebelum parts di bongkar , untuk
memastikan dimensinya.
KOMPONEN YANG DI LEPAS
• Parts yang tidak boleh dipakai
harus diganti, seperti gasket,
cincin sil logam, cincin “O” sil oli,
cincin pengunci dan pin
pengaman
PROSES MEMASANG
BANTALAN
• Sewaktu mengeluarkan /
memasang bantalan harus
memperhatikan bahwa dorongan
cincin yang “bebas” akan
merusak bantalan cincin lainnya
dalam keadaan terpasang erat.
MEMBERSIHKAN BANTALAN
• Bersihkan bantalan dengan
cairan yang tidak mudah
terbakar dan keringkan
dengan semburan udara
kompresor
• Jangan memutar bantalan
dengan kecepatan tinggi pada
waktu membersihkan dengan
udara kompresor untuk
menghindari terjadinya
kerusakan permanen.
PEMERIKSAAN BANTALAN • Pemeriksaan dilakukan
terhadap adanya kelonggaran
radial maupun aksial.
POSISI PEMASANGAN
BANTALAN
• Pemasangan selalu dilakukan
dengan tanda nama pabrik
dan kode ukuran menghadap
keluar.
• Oleskan gemuk pelumas yang
cocok pada bantalan terbuka
dan bersil tunggal sebelum
pemasangan.
POSISI PEMASANGAN
SNAP RING
• Cincin pengunci/snap
ring selalu dipasang
dengan sisi berujung
bulat / cembung
menjauhi dorongan dari
part - part tempat
pemasangan
MELUMASI KOMPONEN • Lumasi part-part yang
berputar / bergesekan
sebelum pemasangan
SUKU CADANG ASLI • Suku cadang & pelumas
harus asli buatan Honda
atau yang direkomendasi
Honda
MENCOBA KOMPONEN • Cobalah cara kerja
komponen sebelum
dipasang.
MENCOCOKKAN BAUT
• Baut harus ditempatkan pada
posisi yang benar
• Bila ragu - ragu , masukkan
baut ke dalam lubangnya.
Bila penjang penonjolan baut
berkisar 10 mm , berarti
benar.
PENGENCANGAN BAUT
• Pengencangan awal dengan memutar
mempergunakan tangan
• Kencangkan terlebih dahulu baut berukuran
besar dengan pola bersilangan dari dalam ke
luar
• Pengencangan dilakukan dalam dua atau tiga
tahap
• Baut yang dipasang dalam keadaan kering
POSISI PEMASANGAN SIL OLI
• Sil oli selalu dipasang
dengan gemuk didalam
dengan nama dan kode
pabrik menghadap keluar
• Poros tempat pemasangan
sil harus halus dan rata
untuk menghindari
kerusakan sil
MEMBERSIHKAN
GASKET BEKAS
• Gasket dan perekat yang
lama harus dibuang dan
digantikan yang baru
• Bila terdapat permukaan
pemasangan gasket yang
sedikit rusak dapat
dihaluskan dengan pengasah
(oli stone)
PEMASANGAN SELANG KARET
• Selang karet harus dipasang
sampai keujungnya hingga
menyentuh ujung
pemasangan
POSISI PEMASANGAN
PELINDUNG KARET/PLASTIK
• Penutup/pelindung karet
atau plastik harus dipasang
kembali dengan erat pada
posisi yang tepat.
25
PERAWATAN & PENYETELANIII.
A. BAGIAN - BAGIAN MESIN
B. RANGKA
C. LISTRIK
26
BAGIAN MESIN
27
A. RANTAI MESIN
Tujuan :
Menyelaraskan putaran poros engkol dengan noken as
Pemeriksaan :
Mesin hidup
Mesin mati
• Rantai kendor , mesin berisik
• Rantai terlalu tegang , terdengar suara mendesing
• Membuka mangkok penutup sprocket noken as
• Tepatkan tanda “O” pada sprocket dan garis “T”
pada alternator pada penyesuai masing - masing
• Ketegangan rantai yang benar antara 1 - 2 mm
28
Pemeriksaan Rantai Mesin
29
Sistim manualType C70K/MK
• Longgarkan mur pengikat
• Putar berlawanan jarum jam
baut penahan batang
penekan ± 1 putaran
• Bila dengan cara tersebut
kurang berhasil , lakukan
penyetelan di bagian bawah
mesin.
30
CARA PENYETELAN RANTAI MESIN
Type C700 & 800
• Pada type ini batang penekan akan mendorong penegang
rantai secara otomatis
• Dengan demikian tidak lagi memerlukan penyetelan
tegangan rantainya.
Sistim kerja otomatis
31
Sistim kerja semi otomatisType CB100 K4/K5
GL & GL Series
• Longgarkan mur pengikat ,
maka penegang rantai akan
bekerja secara otomatis
untuk mendapatkan
ketegangan rantai yang
sempurna
• Bila melalui cara tersebut
belum sempurna, lakukan
penyetelan dengan bantuan
jari - jari roda.
32
CATATAN
CB100
C7QK/MK
Di bawah 1977 penyetelan rantai dilakukan
secara manual
Di bawah 1974 penyetelan rantai dilakukan
secara manual
C700 • Selesai dilakukan bongkar pasang ,
masukkan oli melalui baut sil agar batang
dapat penekan langsung bekerja
• Bersihkan batang penekan secara berkala
untuk menghindari kebocoran dan tidak
berfungsinya katup satu arah.
33
1. Rol penegang
2. Batang penegang
3. Rantai penegang
4. Batang penekan
5. Katup satu arah
6. Baut sil bawah
7. Baut sil atas
Keterangan:
34
CATATAN
GL 200
Tiger2000
Pada saat memasang
tensioner lifter pada
dudukannya, posisi lifter
agar turun kebawah (tidak
pada posisi menekan)
dengan cara memutar lifter
ke arah kanan melalui
lubang pada bagian bawah
dengan menggunakan kunci
khusus atau obeng minus
kecil
35
B. RENGGANG KLEP
PENYETELAN :
• Pelatuk klep harus
bebas
• Pemeriksaan
dilakukan dalam
kondisi mesin dingin
• Piston berada pada
posisi TMA pada
langkah kompresi
36
CARA MENCARI LANGKAH KOMPRESI
37
CARA PENYETELAN KATUP
• Longgarkan mur pengikat
• Putar adjusting screw ke
arah merenggang
• Masukkan fuller gauge
• Kencangkan kembali mur
pengikat
38
HASIL PENYETELAN YANG TEPAT
• Pada saat fuller di
tarik terasa agak seret
• Permukaan fuller tidak
tergores
39
C. MINYAK PELUMAS
Pemakaian minyak pelumas
• SAE 30
• SAE 20 W 50
• SAE 15 W 40
Api Service SE/SF
40
PEMERIKSAAN OLI MESIN
41
PENGGANTIAN OLI
• Mesin dalam keadaan
panas
• Untuk type GL ,saringan
oli mesin dapat sekalian
dibersihkan
• Pasang baut tap oli
• Isi oli mesin
42
PENGGANTIAN OLI
43
D. SISTIM KOPLING
PEMERIKSAAN
Jarak main bebas 10 - 20 mm
PENYETELAN
• Pada clutch arm
• Ujung kabel kopling(atas)
A. SPORT
44
A. CUB
45
E. PEMERIKSAAN SISTIM OLI SAMPING NSR
1 Pemeriksaan pompa oli
2. LAMPU INDIKATOR
3. KAPASITAS OLI
4. PENGGANTIAN
46
POSISI PENYETELAN YANG TEPAT
47
F. PEMERIKSAAN TEKANAN KOMPRESI
• Panaskan mesin sampai
suhu kerja
• Matikan mesin , buka
busi
• Pasang kompresi tester
• Putar penuh gas tangan
, choke terbuka
• Engkol berulang - ulang
sampai jarum kompresi
tester Tidak bergerak
48
G. PEMERIKSAAN & PENYETELAN RC VALVE
• PEMERIKSAAN ENDAPAN KARBON
• Tarik keatas front control cable
kemudain lepaskan cable guide dari
dudukannya serta lepaskan ujung
kabel dari pulley
• Lepaskan rear control cable
• Bersihkan endapan karbon dengan
cara memutar pulley valve timing .
49
• Membuka control cable
• Membersihkan endapan
karbon
50
PROSES MEMBUKA KONTROL KABEL
51
• PEMASANGAN & PENYETELAN CONTROL CABLE RC VALVE
• Pasang front cable pada valve timing pulley
• Longgarkan lock nut rear control cable sampai posisi
penuh
• Kendurkan screw penahan motor pulley
• Hidupkan meisn pada rpm1500 - 2000
• Periksa kondisi tanda penyesuai pada valve timing
pulley
• Pastikan tanda penyesuai tepat pada garis Hi dan
kencangkan lock nut.
52
• Tanda penyesuai
pada RC valve
• Penempatan Tab pada
posisi Hi
53
H. PEMERIKSAAN SISTIM RADIATOR NSR
1. Penggantian air radiator
2. Tutup radiator
3. Thermosensor
4. Water pump
5. Radiator
6. Hose
7. Kebocoran sistim pendingin
8. Penambahan air radiator
54
LOBANG PEMBUANGAN AIR RADIATOR
55
PROSES PEMERIKSAAN KONDISI THERMOSENSOR
56
KONSTRUKSI WATER PUMP
57
PROSES PEMERIKSAAN KISI - KISI RADIATOR
58
I. PEMERIKSAAN SISTIM MUFLER NSR
Proses membersihkan arang dari bagian - bagian knalpot
59
RANGKA
60
A. REM TROMOL
• Periksa keausan rem
tromol
• Periksa tromol rem
terhadap keretakan /
kerusakan
61
B. REM CAKRAM
• Periksa keausan rem
tromol
62
B. REM CAKRAM
Pemeriksaan adanya udara dalam sistim rem
63
PENYETELAN JARAK MAIN BEBAS
REM BELAKANG
• Lakukan penyetelan
pada brake panel
• Pastikan adjuster nut
berada pada pin
sesuai dudukannya
64
PENYETELAN JARAK MAIN BEBAS
REM TANGAN
• Lakukan penyetelan
pada brake panel
• Lakukan penyetelan
pada stang stir
65
C. RODA & BAN
Pemeriksaan
Pastikan fork depan tidak oblak
dan periksa bearing roda
Periksa jarak mainnya
dengan swing arm pivot
Periksa kekendoran mur & baut
keretakan,kerusakan,karat :
Rim,Jari - jari
66
PEMERIKSAAN RODA DEPAN
1. Pastikan fork depan tidak
oblak
2. Bearing berputar dengan
lancar dan tidak ada
kelainan suara
67
PEMERIKSAAN RODA BELAKANG
1. Periksa jarak main bebas
roda dengan swing arm
pivot
2. Bearing berputar dengan
lancar dan tidak ada
kelainan suara
68
PEMERIKSAAN RODA DEPAN & BELAKANG
1. Periksa kekendoran baut
dan mur as roda depan
dan belakang
2. Periksa terjadinya
keretakan , kerusakan &
karat pada bagian rim &
jari - jari.
69
1. Periksa jarak antara sisi roda
dengan fork depan atau
belakang (min. 2 mm)
2. Periksa gerakan naik turun
roda (mak. 2 mm)
70
• Periksa kelonggaran jari -
jari dengan memukulnya
dengan obeng
• Kencangkan jari - jari yang
kendor dengan “Spoke
Wrench “
71
TORSI PENGENCANGAN
• JARI - JARI DEPAN
• JARI - JARI BELAKANG
• GL 100 = 0,23
• GL MAX = 0,33
• GL PRO = 0,33
• GL 100 = 0,33
• GL MAX = 0,23
• GL PRO = 0,38
72
• Periksa tekanan angin roda depan dan belakang dengan
menggunakan “Tire Gauge”
73
• Periksa keretakan ban pada bagian telapak & dinding ban
• Adanya benda benda lain yang memperngaruhi fungsi kerja ban
Periksa terhadap keretakan atau kemungkinan adanya
benda lain yang dapat menganggu fungsi kerja
74
• Ukurlah telapak ban dengan alat “ Depth Gauge “
• Gantilah bila batas keausan mencapai batas maksimum
• Gantilah bila tanda “” sudah dicapai oleh kondisi keausan ban
• Ukur keausan dengan alat “depth gauge”
• Gantilah bila sudah aus
75
UKURAN BAN DAN TEKANAN BAN YANG DIANJURKAN
76
•PPeriksa kelancaran
putaran stang kemudi
D. RODA & BAN
77
"P
"
Periksa penunjukan goncangan stang kemudi
78
E. RANTAI RODA
Periksa ketegangan rantai
roda pada pada titik tengah
diantara kedua sprocket
79
Prosedur penyetelan rantai roda
80
Jarak lentur rantai roda : 10 ~ 20 mm
 Khusus untuk WIN & GL Pro : 20 ~ 30 mm
81
Tarik rantai roda ke atas pada saat mengencangkan mur roda ,
untuk memastikan kedua penyetel tidak berubah posisinya
82
Pemasangan “Chain Clip” pada rantai yang terdapat sambungan
harus berlawanan dengan arah putaran rantai roda
83
Pastikan posisi Chain clip”
tepat pada dudukannya.
Pastikan pergerakan antara
pivot dan pin pada rantai
roda dapat bergerak dengan
lancar
84
Bersihkan rantai roda dari
kotoran dengan menggunakan
minyak pembersih atau
parafin dan segera keringkan.
Lumasi minyak pelumas
dengan oli SAE 80 atau 90
85
Bersihkan rantai dengan O
Ring dengan menggunakan
deterjent yang benar ,
keringkan dan lumasi
dengan oli SAE 80 atau 90
86
Periksa Sprocket dari keausan dan kerusakan
87
BAGIAN KELISTRIKAN
88
Periksa ketinggian air battery sesuai batas yang ditentukan
BATTERY
89
Tambahkan cairan battery untuk setiap sel sampai batas yang
ditentukan
90
Pemeriksaan berat jenis cairan battery dengan menggunakan alat
Hidrometer
91
Grafik berat jenis cairan battery terhadap suhunya
92
Perawatan terminal battery
93
WAKTU PENGAPIAN
• PPemeriksaan waktu
pengapian yang tepat
94
Pemeriksaan waktu pengapian
95
Pengajuan tanda pengapian
96
BUSI
97
Pemeriksaan busi
98
Penyetelan jarak
elektroda busi
99
Pemeriksaan kondisi
api busi
100
101
SWITCH LAMPU REM
Periksa fungsi lampu rem
saat pedal rem ditekan
102
Penyetelan switch
lampu rem belakang
103
104
105
PEMAKAIAN AWAL TYPE NSR
Ikutilah prosedur
yang benar

4 perawatan & penyetelan

  • 1.
    PT ASTRA INTERNATIONALTbk HONDA SALES OPERATION TECHNICAL SERVICE DIVISION TRAINING DEVELOPMENT   
  • 2.
    PELATIHAN MEKANIK TINGKAT- I PERAWATAN & PENYETELAN ASTRA HONDA TRAINING CENTRE
  • 3.
    INFORMASI UMUM PERAWATAN &PENYETELAN MATERI
  • 4.
    HAL - HALYANG HARUS DIPERHATIKAN BERKAITAN DENGAN PEKERJAAN SERVICE Gas buang kendaraan mengandung gas carbon monoksida yang dapat berakibat hilangnya kesadaran dan kematian Sangat mudah terbakar dan dalam keadaan tertentu besifat explosive/mudah meledak   I. FAKTOR KESELAMATAN GAS CARBON MONOKSIDA BENSIN
  • 5.
    • Battery menghasilkangas explosive/mudah terbakar • Batery mengandung asam sulfat yang dapat mengakibatkan luka bakar • Tumpahan minyak rem pada cat,plastik dapat merusak komponen tersebut • Minyak rem dapat merusak penampilan dan kekuatan struktur dari part yang terbuat dari plastik atau karet MINYAK REM GAS HYDROGEN BATTERY & ELECTROLIT
  • 6.
    • Jangan memakaitekanan udara atau sikat kering untuk membesihkan rem • Debu rem mengandung serat asbes yang dapat mengakibatkan penyakit kanker • Gunakan sarung tangan untuk memegang bagian mesin yang panas DEBU REM KOMPONEN - KOMPONEN PANAS
  • 7.
    II. ATURAN SERVICE •Bersihkan bagian luar komponen sebelum melepaskan dari sepeda motor atau membuka untuk di service • Bersihkan komponen setelah pembongkaran sebelum mengukurnya terhadap keausan KEBERSIHAN KOMPONEN
  • 8.
    • Kabel pengontroltidak boleh berubah bentuknya. Hal ini utnuk menghindari timbulnya kerusakan dan terganggunya cara kerjanya KONDISI KABEL - KABEL
  • 9.
    KOMPONEN - KOMPONEN DARIKARET • Periksalah kondisi karet bila masih ingin mempergunakannya lagi. Bila sudah rusak, gantilah dengan yang baru PROSES MEMBUKA KOMPONEN • Pada waktu membuka komponen mulailah dari baut dengan ukuran yang kecil dan lakukan secara urut dari luar ke dalam
  • 10.
    SUSUNAN KOMPONEN • Untukparts yang rumit seperti transmisi , untuk mempermudah pemasangan , ikat semua bagian menurut urutannya.
  • 11.
    POSISI PEMASANGAN • Posisipemasangan parts yang mempunyai tingkat ketelitian yang tinggi / presisi harus dicatat sebelum parts di bongkar , untuk memastikan dimensinya.
  • 12.
    KOMPONEN YANG DILEPAS • Parts yang tidak boleh dipakai harus diganti, seperti gasket, cincin sil logam, cincin “O” sil oli, cincin pengunci dan pin pengaman
  • 13.
    PROSES MEMASANG BANTALAN • Sewaktumengeluarkan / memasang bantalan harus memperhatikan bahwa dorongan cincin yang “bebas” akan merusak bantalan cincin lainnya dalam keadaan terpasang erat.
  • 14.
    MEMBERSIHKAN BANTALAN • Bersihkanbantalan dengan cairan yang tidak mudah terbakar dan keringkan dengan semburan udara kompresor • Jangan memutar bantalan dengan kecepatan tinggi pada waktu membersihkan dengan udara kompresor untuk menghindari terjadinya kerusakan permanen.
  • 15.
    PEMERIKSAAN BANTALAN •Pemeriksaan dilakukan terhadap adanya kelonggaran radial maupun aksial.
  • 16.
    POSISI PEMASANGAN BANTALAN • Pemasanganselalu dilakukan dengan tanda nama pabrik dan kode ukuran menghadap keluar. • Oleskan gemuk pelumas yang cocok pada bantalan terbuka dan bersil tunggal sebelum pemasangan.
  • 17.
    POSISI PEMASANGAN SNAP RING •Cincin pengunci/snap ring selalu dipasang dengan sisi berujung bulat / cembung menjauhi dorongan dari part - part tempat pemasangan
  • 18.
    MELUMASI KOMPONEN •Lumasi part-part yang berputar / bergesekan sebelum pemasangan SUKU CADANG ASLI • Suku cadang & pelumas harus asli buatan Honda atau yang direkomendasi Honda MENCOBA KOMPONEN • Cobalah cara kerja komponen sebelum dipasang.
  • 19.
    MENCOCOKKAN BAUT • Bautharus ditempatkan pada posisi yang benar • Bila ragu - ragu , masukkan baut ke dalam lubangnya. Bila penjang penonjolan baut berkisar 10 mm , berarti benar.
  • 20.
    PENGENCANGAN BAUT • Pengencanganawal dengan memutar mempergunakan tangan • Kencangkan terlebih dahulu baut berukuran besar dengan pola bersilangan dari dalam ke luar • Pengencangan dilakukan dalam dua atau tiga tahap • Baut yang dipasang dalam keadaan kering
  • 21.
    POSISI PEMASANGAN SILOLI • Sil oli selalu dipasang dengan gemuk didalam dengan nama dan kode pabrik menghadap keluar • Poros tempat pemasangan sil harus halus dan rata untuk menghindari kerusakan sil
  • 22.
    MEMBERSIHKAN GASKET BEKAS • Gasketdan perekat yang lama harus dibuang dan digantikan yang baru • Bila terdapat permukaan pemasangan gasket yang sedikit rusak dapat dihaluskan dengan pengasah (oli stone)
  • 23.
    PEMASANGAN SELANG KARET •Selang karet harus dipasang sampai keujungnya hingga menyentuh ujung pemasangan
  • 24.
    POSISI PEMASANGAN PELINDUNG KARET/PLASTIK •Penutup/pelindung karet atau plastik harus dipasang kembali dengan erat pada posisi yang tepat.
  • 25.
    25 PERAWATAN & PENYETELANIII. A.BAGIAN - BAGIAN MESIN B. RANGKA C. LISTRIK
  • 26.
  • 27.
    27 A. RANTAI MESIN Tujuan: Menyelaraskan putaran poros engkol dengan noken as Pemeriksaan : Mesin hidup Mesin mati • Rantai kendor , mesin berisik • Rantai terlalu tegang , terdengar suara mendesing • Membuka mangkok penutup sprocket noken as • Tepatkan tanda “O” pada sprocket dan garis “T” pada alternator pada penyesuai masing - masing • Ketegangan rantai yang benar antara 1 - 2 mm
  • 28.
  • 29.
    29 Sistim manualType C70K/MK •Longgarkan mur pengikat • Putar berlawanan jarum jam baut penahan batang penekan ± 1 putaran • Bila dengan cara tersebut kurang berhasil , lakukan penyetelan di bagian bawah mesin.
  • 30.
    30 CARA PENYETELAN RANTAIMESIN Type C700 & 800 • Pada type ini batang penekan akan mendorong penegang rantai secara otomatis • Dengan demikian tidak lagi memerlukan penyetelan tegangan rantainya. Sistim kerja otomatis
  • 31.
    31 Sistim kerja semiotomatisType CB100 K4/K5 GL & GL Series • Longgarkan mur pengikat , maka penegang rantai akan bekerja secara otomatis untuk mendapatkan ketegangan rantai yang sempurna • Bila melalui cara tersebut belum sempurna, lakukan penyetelan dengan bantuan jari - jari roda.
  • 32.
    32 CATATAN CB100 C7QK/MK Di bawah 1977penyetelan rantai dilakukan secara manual Di bawah 1974 penyetelan rantai dilakukan secara manual C700 • Selesai dilakukan bongkar pasang , masukkan oli melalui baut sil agar batang dapat penekan langsung bekerja • Bersihkan batang penekan secara berkala untuk menghindari kebocoran dan tidak berfungsinya katup satu arah.
  • 33.
    33 1. Rol penegang 2.Batang penegang 3. Rantai penegang 4. Batang penekan 5. Katup satu arah 6. Baut sil bawah 7. Baut sil atas Keterangan:
  • 34.
    34 CATATAN GL 200 Tiger2000 Pada saatmemasang tensioner lifter pada dudukannya, posisi lifter agar turun kebawah (tidak pada posisi menekan) dengan cara memutar lifter ke arah kanan melalui lubang pada bagian bawah dengan menggunakan kunci khusus atau obeng minus kecil
  • 35.
    35 B. RENGGANG KLEP PENYETELAN: • Pelatuk klep harus bebas • Pemeriksaan dilakukan dalam kondisi mesin dingin • Piston berada pada posisi TMA pada langkah kompresi
  • 36.
  • 37.
    37 CARA PENYETELAN KATUP •Longgarkan mur pengikat • Putar adjusting screw ke arah merenggang • Masukkan fuller gauge • Kencangkan kembali mur pengikat
  • 38.
    38 HASIL PENYETELAN YANGTEPAT • Pada saat fuller di tarik terasa agak seret • Permukaan fuller tidak tergores
  • 39.
    39 C. MINYAK PELUMAS Pemakaianminyak pelumas • SAE 30 • SAE 20 W 50 • SAE 15 W 40 Api Service SE/SF
  • 40.
  • 41.
    41 PENGGANTIAN OLI • Mesindalam keadaan panas • Untuk type GL ,saringan oli mesin dapat sekalian dibersihkan • Pasang baut tap oli • Isi oli mesin
  • 42.
  • 43.
    43 D. SISTIM KOPLING PEMERIKSAAN Jarakmain bebas 10 - 20 mm PENYETELAN • Pada clutch arm • Ujung kabel kopling(atas) A. SPORT
  • 44.
  • 45.
    45 E. PEMERIKSAAN SISTIMOLI SAMPING NSR 1 Pemeriksaan pompa oli 2. LAMPU INDIKATOR 3. KAPASITAS OLI 4. PENGGANTIAN
  • 46.
  • 47.
    47 F. PEMERIKSAAN TEKANANKOMPRESI • Panaskan mesin sampai suhu kerja • Matikan mesin , buka busi • Pasang kompresi tester • Putar penuh gas tangan , choke terbuka • Engkol berulang - ulang sampai jarum kompresi tester Tidak bergerak
  • 48.
    48 G. PEMERIKSAAN &PENYETELAN RC VALVE • PEMERIKSAAN ENDAPAN KARBON • Tarik keatas front control cable kemudain lepaskan cable guide dari dudukannya serta lepaskan ujung kabel dari pulley • Lepaskan rear control cable • Bersihkan endapan karbon dengan cara memutar pulley valve timing .
  • 49.
    49 • Membuka controlcable • Membersihkan endapan karbon
  • 50.
  • 51.
    51 • PEMASANGAN &PENYETELAN CONTROL CABLE RC VALVE • Pasang front cable pada valve timing pulley • Longgarkan lock nut rear control cable sampai posisi penuh • Kendurkan screw penahan motor pulley • Hidupkan meisn pada rpm1500 - 2000 • Periksa kondisi tanda penyesuai pada valve timing pulley • Pastikan tanda penyesuai tepat pada garis Hi dan kencangkan lock nut.
  • 52.
    52 • Tanda penyesuai padaRC valve • Penempatan Tab pada posisi Hi
  • 53.
    53 H. PEMERIKSAAN SISTIMRADIATOR NSR 1. Penggantian air radiator 2. Tutup radiator 3. Thermosensor 4. Water pump 5. Radiator 6. Hose 7. Kebocoran sistim pendingin 8. Penambahan air radiator
  • 54.
  • 55.
  • 56.
  • 57.
  • 58.
    58 I. PEMERIKSAAN SISTIMMUFLER NSR Proses membersihkan arang dari bagian - bagian knalpot
  • 59.
  • 60.
    60 A. REM TROMOL •Periksa keausan rem tromol • Periksa tromol rem terhadap keretakan / kerusakan
  • 61.
    61 B. REM CAKRAM •Periksa keausan rem tromol
  • 62.
    62 B. REM CAKRAM Pemeriksaanadanya udara dalam sistim rem
  • 63.
    63 PENYETELAN JARAK MAINBEBAS REM BELAKANG • Lakukan penyetelan pada brake panel • Pastikan adjuster nut berada pada pin sesuai dudukannya
  • 64.
    64 PENYETELAN JARAK MAINBEBAS REM TANGAN • Lakukan penyetelan pada brake panel • Lakukan penyetelan pada stang stir
  • 65.
    65 C. RODA &BAN Pemeriksaan Pastikan fork depan tidak oblak dan periksa bearing roda Periksa jarak mainnya dengan swing arm pivot Periksa kekendoran mur & baut keretakan,kerusakan,karat : Rim,Jari - jari
  • 66.
    66 PEMERIKSAAN RODA DEPAN 1.Pastikan fork depan tidak oblak 2. Bearing berputar dengan lancar dan tidak ada kelainan suara
  • 67.
    67 PEMERIKSAAN RODA BELAKANG 1.Periksa jarak main bebas roda dengan swing arm pivot 2. Bearing berputar dengan lancar dan tidak ada kelainan suara
  • 68.
    68 PEMERIKSAAN RODA DEPAN& BELAKANG 1. Periksa kekendoran baut dan mur as roda depan dan belakang 2. Periksa terjadinya keretakan , kerusakan & karat pada bagian rim & jari - jari.
  • 69.
    69 1. Periksa jarakantara sisi roda dengan fork depan atau belakang (min. 2 mm) 2. Periksa gerakan naik turun roda (mak. 2 mm)
  • 70.
    70 • Periksa kelonggaranjari - jari dengan memukulnya dengan obeng • Kencangkan jari - jari yang kendor dengan “Spoke Wrench “
  • 71.
    71 TORSI PENGENCANGAN • JARI- JARI DEPAN • JARI - JARI BELAKANG • GL 100 = 0,23 • GL MAX = 0,33 • GL PRO = 0,33 • GL 100 = 0,33 • GL MAX = 0,23 • GL PRO = 0,38
  • 72.
    72 • Periksa tekananangin roda depan dan belakang dengan menggunakan “Tire Gauge”
  • 73.
    73 • Periksa keretakanban pada bagian telapak & dinding ban • Adanya benda benda lain yang memperngaruhi fungsi kerja ban Periksa terhadap keretakan atau kemungkinan adanya benda lain yang dapat menganggu fungsi kerja
  • 74.
    74 • Ukurlah telapakban dengan alat “ Depth Gauge “ • Gantilah bila batas keausan mencapai batas maksimum • Gantilah bila tanda “” sudah dicapai oleh kondisi keausan ban • Ukur keausan dengan alat “depth gauge” • Gantilah bila sudah aus
  • 75.
    75 UKURAN BAN DANTEKANAN BAN YANG DIANJURKAN
  • 76.
  • 77.
  • 78.
    78 E. RANTAI RODA Periksaketegangan rantai roda pada pada titik tengah diantara kedua sprocket
  • 79.
  • 80.
    80 Jarak lentur rantairoda : 10 ~ 20 mm  Khusus untuk WIN & GL Pro : 20 ~ 30 mm
  • 81.
    81 Tarik rantai rodake atas pada saat mengencangkan mur roda , untuk memastikan kedua penyetel tidak berubah posisinya
  • 82.
    82 Pemasangan “Chain Clip”pada rantai yang terdapat sambungan harus berlawanan dengan arah putaran rantai roda
  • 83.
    83 Pastikan posisi Chainclip” tepat pada dudukannya. Pastikan pergerakan antara pivot dan pin pada rantai roda dapat bergerak dengan lancar
  • 84.
    84 Bersihkan rantai rodadari kotoran dengan menggunakan minyak pembersih atau parafin dan segera keringkan. Lumasi minyak pelumas dengan oli SAE 80 atau 90
  • 85.
    85 Bersihkan rantai denganO Ring dengan menggunakan deterjent yang benar , keringkan dan lumasi dengan oli SAE 80 atau 90
  • 86.
    86 Periksa Sprocket darikeausan dan kerusakan
  • 87.
  • 88.
    88 Periksa ketinggian airbattery sesuai batas yang ditentukan BATTERY
  • 89.
    89 Tambahkan cairan batteryuntuk setiap sel sampai batas yang ditentukan
  • 90.
    90 Pemeriksaan berat jeniscairan battery dengan menggunakan alat Hidrometer
  • 91.
    91 Grafik berat jeniscairan battery terhadap suhunya
  • 92.
  • 93.
    93 WAKTU PENGAPIAN • PPemeriksaanwaktu pengapian yang tepat
  • 94.
  • 95.
  • 96.
  • 97.
  • 98.
  • 99.
  • 100.
  • 101.
    101 SWITCH LAMPU REM Periksafungsi lampu rem saat pedal rem ditekan
  • 102.
  • 103.
  • 104.
  • 105.
    105 PEMAKAIAN AWAL TYPENSR Ikutilah prosedur yang benar