KETERAMPILAN BERBAHASA ALDON SAMOSIR, S.Pd.
Keterampilan Berbahasa Memberikan dasar praktik kemahiran berbahasa Indonesia.  Diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan menyimak, berbicara, membaca, dan terutama menulis : ragam kreatif, bisnis, dan ilmiah
Bahasa adalah alat komunikasi antaranggota  masyarakat  berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia   Fungsi Bahasa  Alat komunikasi  Alat ekspresi diri Alat integrasi dan adaptasi sosial  Alat kontrol sosial
ASPEK KEMAHIRAN BERBAHASA  MENYIMAK   Menyimak kritis  Menyimak konsentratif Menyimak kreatif  Menyimak interogatif Menyimak eksploratori  2. MEMBACA  Membaca nyaring / oral reading  Membaca dalam hati / silent reading
3. Berbicara  Satu arah  Dua arah  4. MENULIS  Narasi  Deskripsi  Eksposisi  Persuasi  Argumentasi
MENYIMAK Menyimak merupakan proses perubahan bentuk bunyi menjadi wujud makna. Beberapa metode menyimak :  Menyimak kritis : menilai dengan teliti informasi dari pembicara untuk menentukan kebenarannya. Menyimak konsentratif : menangkap ide / informasi dari pembicara agar tidak menyimpang dari topik yang dibicarakan. Menyimak kreatif : menghubungkan dengan imajinasi dan keindahan sambil mendengarkan pembicara. Menyimak interogatif : menyimak dengan dengan tingkat konsentrasi yang tinggi karena si penyimak harus mengajukan pertanyaan, sehingga objeknya lebih dipersempit. Menyimak eksploratori : menyimak dengan sangat intensif untuk mendapatkan fakta-fakta baru.
Membaca Membaca merupakan proses perubahan bentuk lambang / tulisan menjadi wujud makna.  Beberapa metode membaca :  Membaca nyaring / oral reading Mengucapkan kalimat / tafsir yang tepat Penuh perasaan / ekspresi Tidak selalu melihat teks  Percaya diri 2. Membaca dalam hati  Ekstensif : objeknya banyak dalam waktu yang singkat / sekilas sehingga pemahaman agak dangkal. Intensif : studi secara seksama untuk menelaah isi, penekanannya pada hasil atau pemahaman yang mendalam.
BERBICARA Berbicara adalah proses perubahan wujud pikiran atau perasaan menjadi wujud ujaran atau bunyi bahasa yang bermakna yang disampaikan kepada orang lain. Metode berbicara :  Satu arah…….. Dua arah…….. Ceramah : menyampaikan sebuah topik tertentu lewat penuturan / penerangan lisan dan tidak diperlukan tanggapan / respons dari pendengar. Pidato : hampir sama seperti ceramah tetapi bersifat lebih formal.
BERBICARA DUA ARAH Diskusi : komunikasi dua arah, berpikir bersama Manfaat :  Melaksanakan sikap demokratis Melatih toleransi Mengembangkan kebebasan pribadi Menambah pengetahuan  Menguji kebenaran pemikiran
 
Beberapa metode pidato:  Metode serta-merta / impromptu : mendadak, improvisasi, tanpa persiapan Metode menghafal : ditulis secara lengkap dan dihafalkan Metode naskah : membaca naskah yang sudah dipersiapkan, dipakai dalam suasana yang  sangat formal 4.  Metode ekstemporan : metode jalan  tengah atau menggabungkan berbagai  metode.
Menjadi Pembicara Efektif  Mencakup tiga segi :  Sikap pembicara  / teknik berbicara 2. Struktur  3. Bahasa  1. Sikap pembicara : wajar , tidak kaku, tidak angkuh, tidak pesimis, ekspresi wajah sesuai situasi, kontak dengan audiens, memperhatikan etika dan sopan santun.
2. Struktur pembicaraan Pendahuluan : salam / sapaan untuk audiens, ucapan terimakasih, orientasi umum pembicaraan untuk mengajak hadirin menyimak materi. Inti pembicaraan : penyampaian ide-ide secara rinci, menarik dan sistematis.  Penutup : simpulan / rangkuman ide-ide agar diingat, anjuran / ajakan, salam penutup.  3. Bahasa : baik dan benar, juga mencakup kefasihan, lafal, intonasi, kecepatan berbicara, pilihan kata, tata kalimat.
Beberapa tambahan untuk  menjadi pembicara yang baik :  Kuasai masalah  Kuasai alat bantu : bagan, slide, video, alat peraga, dll. Pelajari situasi dan kondisi tempat presentasi Perhatikan latar belakang peserta / pendengar Jaga tata krama / bahasa tubuh Antisipasi pertanyaan bila ada sesi tanya jawab.
Membangun diskusi yang partisipatif Tugas ketua / moderator / fasilitator Sebelum diskusi: berunding dengan peserta tentang masalah, waktu, aturan main, target, memfasilitasi tugas.  Pada pembukaan: memotivasi suasana demokratis, menjelaskan sasaran dengan jelas dan ringkas. Pada saat diskusi : mengatur lalu lintas diskusi sehingga :    - tiap peserta berpartisipasi dan bertanggung jawab    - ada interaksi antarpeserta   - peserta tidak berbicara berkepanjangan   - moderator tidak memonopoli pendapat /      pembicaraan
Membangun......   -  tidak berat sebelah   -  mengenali tipe watak peserta dan mencari solusinya   -  memperhatikan waktu   -  menjaga agar diskusi tidak menyimpang dari fokus   -  sabar, menghargai perbedaan pendapat untuk        mengembangkan alternatif dan pengembangan pemikiran.  4. Pada saat penutup    - menarik intisari pembicaraan, membuat kesimpulan dan      mengaitkan kembali dengan target awal.    - mengucapkan terima kasih Tugas peserta diskusi  - mempersiapkan materi pembicaraan  - aktif dalam diskusi dan ikut mengembangkan pemikiran - bertanggung jawab terhadap proses diskusi  - membantu ketua bila diskusi macet / kurang fokus bahkan      menemui  jalan buntu.
Beberapa contoh berbicara dua arah   Diskusi dengan buzz grup : ada diskusi dalam kelompok besar (pleno) dan dibagi lagi dalam kelompok kecil-kecil. Diskusi panel : diskusi antara beberapa panelis (4 – 6 orang), dipandu oleh moderator, dihadiri oleh banyak peserta. Ciri :    - bertujuan memberi pemahaman kepada peserta   - pendapat panelis lebih dominan   - peserta menanggapi seizin moderator 3. Seminar : pertemuan / persidangan untuk membahas suatu masalah (berbagai disiplin ilmu atau masalah sosial dalam masyarakat) di bawah pimpinan ketua sidang.  Ciri : ada tukar pikiran antara pemrasaran dan peserta
4. Simposium : pertemuan untuk mendiskusikan sekumpulan pendapat mengenai topik tertentu dari beberapa pakar, disusul pertanyaan dari peserta, dipandu oleh seorang moderator.  Ciri :  - pembicara adalah para ahli dengan pandangan yang berbeda - pembicara diberi kesempatan berbicara selama 5 -20 menit      bergantian. - selanjutnya peserta diberi kesempatan memberikan tanggapan      untuk salah satu pakar - diskusi terjadi antara peserta dan pembicara bukan        antarpembicara.  5. Debat : pembicaraan dua pihak yang berbeda pendapat dalam sebuah organisasi seblum diadakan pemungutan suara untuk menentukan kebijakan. Tujuannya agar pihak yang tidak setuju dapat berubah sikap. Syarat :  - mempunyai keahlian untuk secara cepat menangkap pokok      pikiran dan arah pikiran pihak lain - cepat merumuskan argumen yang logis.
MENULIS
Bentuk Sifat  Isi  Contoh  Narasi  Non-ilmiah/ fiksi/ non-fiksi  Menceritakan peristiwa / kejadian sehingga pembaca merasa mengalami novel, cerpen, biografi  Deskripsi  Non-ilmiah/ fiksi / non-fiksi  Menggambarkan objek sehingga pembaca merasa melihat sendiri Laporan pandangan mata Persuasi ilmiah / non-fiksi Karangan untuk mempengaruhi pembaca dengan pendekatan psikologis. Memerlukan fakta-fakta penunjang Naskah ceramah, teks iklan  Eksposisi Ilmiah / non-fiksi  Memaparkan informasi / ilmu agar pembaca mengerti dengan jelas. Laporan kegiatan, resep, cara bercocok tanam Argumentasi Ilmiah / non-fkisi Tulisan untuk membuktikan kebenaran pendapat sehingga pembaca yakin. Perlu data, fakta, analisis  Laporan penelitian, skripsi, tesis
Persamaan / perbedaan eksposisi dan argumentasi Persamaan  Menjelaskan gagasan / pendapat  Memerlukan data / fakta yang diperkuat dengan contoh, grafik, gambar, dsb. Ada proses analisis dan sintesis  Menggali ide dari penelitian, pengalaman, sikap dan keyakinan
Perbedaan  Eksposisi bertujuan menjelaskan sesuatu kepada pembaca  Pada eksposisi  grafik, gambar, dsb, bertujuan untuk menjelaskan uraian. Pada argumentasi grafik, gambar dsb. Bertujuan untuk membuktikan.  Pada eksposisi, penutup karangan berfungsi untuk menegaskan / meringkaskan uraian. Pada argumentasi, penutup merupakan kesimpulan atas uraian
MENGENAL MEDIA Jenis-jenis media  : Majalah ( magazine ) publikasi/terbitan berkala yang memuat : artikel,  dep h t reporting,  berita investigasi, cerita, iklan, dll. Ukuran majalah kwarto/folio dan dijilid.
Jenis-jenis majalah : a. Berdasarkan usia : majalah anak-anak  , majalah remaja, majalah  dewasa, (silakan cari contohnya......) b. Berdasarkan gender :   majalah wanita , contoh............   majalah pria ,  contoh  ................   c. Berdasarkan Isi :    majalah berita ,  contoh .................... majalah  mode ,  contoh ...........   majalah  olah raga, contoh ...................   dsb................
Jurnal  Awalnya jurnal merupakan catatan pribadi berisi pengalaman yang secara runtut menimpa penulisnya. Sekarang biasanya jurnal diartikan sebagai terbitan berkala yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi atau organisasi profesi tertentu. Isinya berupa terobosan atau penelitian yang dihasilkan oleh kalangan akademik. Contoh : jurnal kesehatan, jurnal sejarah, jurnal linguistik, dll.
3. Koran  Surat kabar adalah penerbitan berkala atau harian yang berisi berita langsung, artikel,  depth reporting.  Ukuran kertas plano.   Tujuan atau  sasaran  berdasarkan moto nya , contoh :  bisnis, politik, atau pendukung organisasi tertentu.  P embagian  :    - koran partai    - independen    - koran kuning
4. Tabloid   Kumpulan berita olahan atau investigasi yang berisi  cerita, artikel, iklan yang terbit  secara  berkala. Macam-macam tabloid : 1. Tabloid Wanita :  ...... 2. Tabloid Anak-anak : ........... 3. Tabloid Pria :  .......... 4. Tabloid Politik :  ......... 5. Buletin   Kumpulan berita, artikel, cerita, iklan yang terbit   berkala.   Ukuran kertas  broadsheet.  Lingkup berita   bersifat internal.
6.  News Letter   Format dicetak sederhana berukuran folio/kuarto  dengan jumlah halaman 1- 10.  Diterbitkan secara berrkala, lingkup berita bersifat internal.
Mengenal Jenis Tulisan Dalam Media Media komunikasi berisi informasi yang dibagi :  Fakta (informasi faktual) : berita  Olahan pemikiran (informasi faksional) :  - opini =  hasil pemikiran penulis tentang masalah    tertentu, berdasar fakta.  - artikel = karangan dalam media di luar berita,    tetapi sekarang ada kecenderungan    menyamakan artikel dengan opini.  Fiksi : karangan imajinatif
JENIS-JENIS OPINI  1.  Tajuk Rencana ( leader news ),  editorial,    atau  induk karangan.      Merupakan sikap penerbit terhadap    masalah yang aktual.  Fungsi :  Ramalan / forecasting Tafsiran / interpretating Galian / explorating  - internal    - eksternal
2. Pojok Tujuan penulisan pojok, untuk “menyentil” atau “mengusili” suatu peristiwa yang dimuat di dalam koran tersebut.  Pojok ditulis secara singkat, lugas, dan jenaka. Contoh  :  Pakde : Pemerintah membatasi izin mendirikan    mini market. Pakho : Kasihan pedagang kecil tak kebagian    pembeli hi…hi…
3. Karikatur Gambar untuk melancarkan kritik atau  “ sentilan ” . Setiap koran biasanya mempunyai  “ tokoh ”  dengan karakter yang khas, Contoh: Om Pasikom (Si Kompas... ) Oom pasikom
4. Artikel Tulisan lepas tentang berbagai hal yang aktual, merupakan opini pribadi penulis. Bahan tulisan berasal dari referensi, isinya merupakan pandangan, penilaian dan solusi penulis. Penulisnya bisa dari dalam (wartawan koran/ majalah tersebut) atau orang luar.
5.  Kolom Karangan yang ditulis oleh kolumnis baik tetap maupun tidak tetap. Isinya berupa komentar / tanggapan pribadi tentang peristiwa yang aktual, misalnya tentang listrik, BBM, bencana, dll.
2. Surat Pembaca   Tujuan sebagai sarana ampuh ber-  komunikasi langsung antarwarga  masyarakat. Isinya: kritik, saran,  pemberitahuan, atau fakta yang ditujukan  pada pihak yang ahli. Caranya harus ada  identitas atau dirahasiakan redaktur. Contoh: Pelayanan PDAM listrik yang tidak  memuaskan.

Slide 1-keterampilan-berbahasa

  • 1.
  • 2.
    Keterampilan Berbahasa Memberikandasar praktik kemahiran berbahasa Indonesia. Diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan menyimak, berbicara, membaca, dan terutama menulis : ragam kreatif, bisnis, dan ilmiah
  • 3.
    Bahasa adalah alatkomunikasi antaranggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia Fungsi Bahasa Alat komunikasi Alat ekspresi diri Alat integrasi dan adaptasi sosial Alat kontrol sosial
  • 4.
    ASPEK KEMAHIRAN BERBAHASA MENYIMAK Menyimak kritis Menyimak konsentratif Menyimak kreatif Menyimak interogatif Menyimak eksploratori 2. MEMBACA Membaca nyaring / oral reading Membaca dalam hati / silent reading
  • 5.
    3. Berbicara Satu arah Dua arah 4. MENULIS Narasi Deskripsi Eksposisi Persuasi Argumentasi
  • 6.
    MENYIMAK Menyimak merupakanproses perubahan bentuk bunyi menjadi wujud makna. Beberapa metode menyimak : Menyimak kritis : menilai dengan teliti informasi dari pembicara untuk menentukan kebenarannya. Menyimak konsentratif : menangkap ide / informasi dari pembicara agar tidak menyimpang dari topik yang dibicarakan. Menyimak kreatif : menghubungkan dengan imajinasi dan keindahan sambil mendengarkan pembicara. Menyimak interogatif : menyimak dengan dengan tingkat konsentrasi yang tinggi karena si penyimak harus mengajukan pertanyaan, sehingga objeknya lebih dipersempit. Menyimak eksploratori : menyimak dengan sangat intensif untuk mendapatkan fakta-fakta baru.
  • 7.
    Membaca Membaca merupakanproses perubahan bentuk lambang / tulisan menjadi wujud makna. Beberapa metode membaca : Membaca nyaring / oral reading Mengucapkan kalimat / tafsir yang tepat Penuh perasaan / ekspresi Tidak selalu melihat teks Percaya diri 2. Membaca dalam hati Ekstensif : objeknya banyak dalam waktu yang singkat / sekilas sehingga pemahaman agak dangkal. Intensif : studi secara seksama untuk menelaah isi, penekanannya pada hasil atau pemahaman yang mendalam.
  • 8.
    BERBICARA Berbicara adalahproses perubahan wujud pikiran atau perasaan menjadi wujud ujaran atau bunyi bahasa yang bermakna yang disampaikan kepada orang lain. Metode berbicara : Satu arah…….. Dua arah…….. Ceramah : menyampaikan sebuah topik tertentu lewat penuturan / penerangan lisan dan tidak diperlukan tanggapan / respons dari pendengar. Pidato : hampir sama seperti ceramah tetapi bersifat lebih formal.
  • 9.
    BERBICARA DUA ARAHDiskusi : komunikasi dua arah, berpikir bersama Manfaat : Melaksanakan sikap demokratis Melatih toleransi Mengembangkan kebebasan pribadi Menambah pengetahuan Menguji kebenaran pemikiran
  • 10.
  • 11.
    Beberapa metode pidato: Metode serta-merta / impromptu : mendadak, improvisasi, tanpa persiapan Metode menghafal : ditulis secara lengkap dan dihafalkan Metode naskah : membaca naskah yang sudah dipersiapkan, dipakai dalam suasana yang sangat formal 4. Metode ekstemporan : metode jalan tengah atau menggabungkan berbagai metode.
  • 12.
    Menjadi Pembicara Efektif Mencakup tiga segi : Sikap pembicara / teknik berbicara 2. Struktur 3. Bahasa 1. Sikap pembicara : wajar , tidak kaku, tidak angkuh, tidak pesimis, ekspresi wajah sesuai situasi, kontak dengan audiens, memperhatikan etika dan sopan santun.
  • 13.
    2. Struktur pembicaraanPendahuluan : salam / sapaan untuk audiens, ucapan terimakasih, orientasi umum pembicaraan untuk mengajak hadirin menyimak materi. Inti pembicaraan : penyampaian ide-ide secara rinci, menarik dan sistematis. Penutup : simpulan / rangkuman ide-ide agar diingat, anjuran / ajakan, salam penutup. 3. Bahasa : baik dan benar, juga mencakup kefasihan, lafal, intonasi, kecepatan berbicara, pilihan kata, tata kalimat.
  • 14.
    Beberapa tambahan untuk menjadi pembicara yang baik : Kuasai masalah Kuasai alat bantu : bagan, slide, video, alat peraga, dll. Pelajari situasi dan kondisi tempat presentasi Perhatikan latar belakang peserta / pendengar Jaga tata krama / bahasa tubuh Antisipasi pertanyaan bila ada sesi tanya jawab.
  • 15.
    Membangun diskusi yangpartisipatif Tugas ketua / moderator / fasilitator Sebelum diskusi: berunding dengan peserta tentang masalah, waktu, aturan main, target, memfasilitasi tugas. Pada pembukaan: memotivasi suasana demokratis, menjelaskan sasaran dengan jelas dan ringkas. Pada saat diskusi : mengatur lalu lintas diskusi sehingga : - tiap peserta berpartisipasi dan bertanggung jawab - ada interaksi antarpeserta - peserta tidak berbicara berkepanjangan - moderator tidak memonopoli pendapat / pembicaraan
  • 16.
    Membangun...... - tidak berat sebelah - mengenali tipe watak peserta dan mencari solusinya - memperhatikan waktu - menjaga agar diskusi tidak menyimpang dari fokus - sabar, menghargai perbedaan pendapat untuk mengembangkan alternatif dan pengembangan pemikiran. 4. Pada saat penutup - menarik intisari pembicaraan, membuat kesimpulan dan mengaitkan kembali dengan target awal. - mengucapkan terima kasih Tugas peserta diskusi - mempersiapkan materi pembicaraan - aktif dalam diskusi dan ikut mengembangkan pemikiran - bertanggung jawab terhadap proses diskusi - membantu ketua bila diskusi macet / kurang fokus bahkan menemui jalan buntu.
  • 17.
    Beberapa contoh berbicaradua arah Diskusi dengan buzz grup : ada diskusi dalam kelompok besar (pleno) dan dibagi lagi dalam kelompok kecil-kecil. Diskusi panel : diskusi antara beberapa panelis (4 – 6 orang), dipandu oleh moderator, dihadiri oleh banyak peserta. Ciri : - bertujuan memberi pemahaman kepada peserta - pendapat panelis lebih dominan - peserta menanggapi seizin moderator 3. Seminar : pertemuan / persidangan untuk membahas suatu masalah (berbagai disiplin ilmu atau masalah sosial dalam masyarakat) di bawah pimpinan ketua sidang. Ciri : ada tukar pikiran antara pemrasaran dan peserta
  • 18.
    4. Simposium :pertemuan untuk mendiskusikan sekumpulan pendapat mengenai topik tertentu dari beberapa pakar, disusul pertanyaan dari peserta, dipandu oleh seorang moderator. Ciri : - pembicara adalah para ahli dengan pandangan yang berbeda - pembicara diberi kesempatan berbicara selama 5 -20 menit bergantian. - selanjutnya peserta diberi kesempatan memberikan tanggapan untuk salah satu pakar - diskusi terjadi antara peserta dan pembicara bukan antarpembicara. 5. Debat : pembicaraan dua pihak yang berbeda pendapat dalam sebuah organisasi seblum diadakan pemungutan suara untuk menentukan kebijakan. Tujuannya agar pihak yang tidak setuju dapat berubah sikap. Syarat : - mempunyai keahlian untuk secara cepat menangkap pokok pikiran dan arah pikiran pihak lain - cepat merumuskan argumen yang logis.
  • 19.
  • 20.
    Bentuk Sifat Isi Contoh Narasi Non-ilmiah/ fiksi/ non-fiksi Menceritakan peristiwa / kejadian sehingga pembaca merasa mengalami novel, cerpen, biografi Deskripsi Non-ilmiah/ fiksi / non-fiksi Menggambarkan objek sehingga pembaca merasa melihat sendiri Laporan pandangan mata Persuasi ilmiah / non-fiksi Karangan untuk mempengaruhi pembaca dengan pendekatan psikologis. Memerlukan fakta-fakta penunjang Naskah ceramah, teks iklan Eksposisi Ilmiah / non-fiksi Memaparkan informasi / ilmu agar pembaca mengerti dengan jelas. Laporan kegiatan, resep, cara bercocok tanam Argumentasi Ilmiah / non-fkisi Tulisan untuk membuktikan kebenaran pendapat sehingga pembaca yakin. Perlu data, fakta, analisis Laporan penelitian, skripsi, tesis
  • 21.
    Persamaan / perbedaaneksposisi dan argumentasi Persamaan Menjelaskan gagasan / pendapat Memerlukan data / fakta yang diperkuat dengan contoh, grafik, gambar, dsb. Ada proses analisis dan sintesis Menggali ide dari penelitian, pengalaman, sikap dan keyakinan
  • 22.
    Perbedaan Eksposisibertujuan menjelaskan sesuatu kepada pembaca Pada eksposisi grafik, gambar, dsb, bertujuan untuk menjelaskan uraian. Pada argumentasi grafik, gambar dsb. Bertujuan untuk membuktikan. Pada eksposisi, penutup karangan berfungsi untuk menegaskan / meringkaskan uraian. Pada argumentasi, penutup merupakan kesimpulan atas uraian
  • 23.
    MENGENAL MEDIA Jenis-jenismedia : Majalah ( magazine ) publikasi/terbitan berkala yang memuat : artikel, dep h t reporting, berita investigasi, cerita, iklan, dll. Ukuran majalah kwarto/folio dan dijilid.
  • 24.
    Jenis-jenis majalah :a. Berdasarkan usia : majalah anak-anak , majalah remaja, majalah dewasa, (silakan cari contohnya......) b. Berdasarkan gender : majalah wanita , contoh............ majalah pria , contoh ................ c. Berdasarkan Isi : majalah berita , contoh .................... majalah mode , contoh ........... majalah olah raga, contoh ................... dsb................
  • 25.
    Jurnal Awalnyajurnal merupakan catatan pribadi berisi pengalaman yang secara runtut menimpa penulisnya. Sekarang biasanya jurnal diartikan sebagai terbitan berkala yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi atau organisasi profesi tertentu. Isinya berupa terobosan atau penelitian yang dihasilkan oleh kalangan akademik. Contoh : jurnal kesehatan, jurnal sejarah, jurnal linguistik, dll.
  • 26.
    3. Koran Surat kabar adalah penerbitan berkala atau harian yang berisi berita langsung, artikel, depth reporting. Ukuran kertas plano. Tujuan atau sasaran berdasarkan moto nya , contoh : bisnis, politik, atau pendukung organisasi tertentu. P embagian : - koran partai - independen - koran kuning
  • 27.
    4. Tabloid Kumpulan berita olahan atau investigasi yang berisi cerita, artikel, iklan yang terbit secara berkala. Macam-macam tabloid : 1. Tabloid Wanita : ...... 2. Tabloid Anak-anak : ........... 3. Tabloid Pria : .......... 4. Tabloid Politik : ......... 5. Buletin Kumpulan berita, artikel, cerita, iklan yang terbit berkala. Ukuran kertas broadsheet. Lingkup berita bersifat internal.
  • 28.
    6. NewsLetter Format dicetak sederhana berukuran folio/kuarto dengan jumlah halaman 1- 10. Diterbitkan secara berrkala, lingkup berita bersifat internal.
  • 29.
    Mengenal Jenis TulisanDalam Media Media komunikasi berisi informasi yang dibagi : Fakta (informasi faktual) : berita Olahan pemikiran (informasi faksional) : - opini = hasil pemikiran penulis tentang masalah tertentu, berdasar fakta. - artikel = karangan dalam media di luar berita, tetapi sekarang ada kecenderungan menyamakan artikel dengan opini. Fiksi : karangan imajinatif
  • 30.
    JENIS-JENIS OPINI 1. Tajuk Rencana ( leader news ), editorial, atau induk karangan. Merupakan sikap penerbit terhadap masalah yang aktual. Fungsi : Ramalan / forecasting Tafsiran / interpretating Galian / explorating - internal - eksternal
  • 31.
    2. Pojok Tujuanpenulisan pojok, untuk “menyentil” atau “mengusili” suatu peristiwa yang dimuat di dalam koran tersebut. Pojok ditulis secara singkat, lugas, dan jenaka. Contoh : Pakde : Pemerintah membatasi izin mendirikan mini market. Pakho : Kasihan pedagang kecil tak kebagian pembeli hi…hi…
  • 32.
    3. Karikatur Gambaruntuk melancarkan kritik atau “ sentilan ” . Setiap koran biasanya mempunyai “ tokoh ” dengan karakter yang khas, Contoh: Om Pasikom (Si Kompas... ) Oom pasikom
  • 33.
    4. Artikel Tulisanlepas tentang berbagai hal yang aktual, merupakan opini pribadi penulis. Bahan tulisan berasal dari referensi, isinya merupakan pandangan, penilaian dan solusi penulis. Penulisnya bisa dari dalam (wartawan koran/ majalah tersebut) atau orang luar.
  • 34.
    5. KolomKarangan yang ditulis oleh kolumnis baik tetap maupun tidak tetap. Isinya berupa komentar / tanggapan pribadi tentang peristiwa yang aktual, misalnya tentang listrik, BBM, bencana, dll.
  • 35.
    2. Surat Pembaca Tujuan sebagai sarana ampuh ber- komunikasi langsung antarwarga masyarakat. Isinya: kritik, saran, pemberitahuan, atau fakta yang ditujukan pada pihak yang ahli. Caranya harus ada identitas atau dirahasiakan redaktur. Contoh: Pelayanan PDAM listrik yang tidak memuaskan.