MORFOLOGI (TATA KATA)
MORFOLOGI (tata kata) morf   logos bentuk   ilmu Ilmu mengenai bentuk :  bagaimana membentuk kata dengan benar    arti/makna
Tata kata : ilmu bahasa yang membicarakan seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan bentuk kata terhadap golongan/kelas dan arti kata. Bahasa Indonesia:  bahasa aglutinatif, bahasa yang terdiri atas tempelan-tempelan  (pengimbuhan) Bahasa Indonesia: 1) bentuk bebas,    2) bentuk terikat
Bentukan kata Contoh : mengontrakan -   kontra   kontrak Pemakaian bentukan kata dalam kalimat Contoh : a.  Pemukiman  korban bencana tsunami telah dilakukan oleh BRR. b. Di seputar jalan Dago banyak permukiman  mewah.
Tata kata kata dasar kata berimbuhan kata ulang kata majemuk Afiks kata Morfem terikat morfem bebas Tujuan : salah satu pemerkayaan kosa kata
Kata dasar + imbuhan    memperkaya kosa kata Contoh : ajar Verba Nomina Ajar ajaran Mengajar pelajar Mengajari pelajaran Mengajarkan pengajar Diajari pembelajar Diajarkan pemelajar Belajar Terajari terajarkan
1. Ibu Ratna  mengajar  bahasa Indonesia di ITB.    ? 2. Pekerjaan Ibu Ratna  mengajar. 3. Ibu Ratna  mengajarkan  bahasa Indonesia kepada mahasiswa ITB. 4. Ibu Ratna  mengajar  mahasiswa ITB bahasa Indonesia yang baik dengan benar. *Dalam bahasa Indonesia berbeda bentuk akan berbeda makna.
Pembentukan kata menyangkut tiga aspek Afiksasi (pengimbuhan) Reduplikasi (pengulangan) Kompleksasi (pemajemukan) Imbuhan (Afiks) Prefiks  (Awalan)  : be®-, pe®-, me(N)-, di-, te®-,    se-, pe(N)-, ke- Infiks  (Sisipan) : -el-, -em-, -er-, -in-(?) Sufiks  (Akhiran) : -kan, -i, -an Konfiks  (Gabungan imbuhan) :  ber-kan, ber-an, per–an, pe –an, per-i, me-kan,  Me-i, memper-, memper–kan, memper-i, ter-kan, Ter-i,
Imbuhan + kata dasar    perubahan   bentuk   jenis   makna Imbuhan + dasar    bentuk duduk + an    dudukan Imbuhan + dasar    jenis Duduk  (verba)     dudukan  (nomina) Imbuhan + dasar    makna Perumahan, berumah, dirumahkan,merumahkan Pemukiman, permukiman
Ke-an    ajektiva : kebesaran,    ketinggian    nomina : kemanusiaan, kemiskinan    verba : kemalaman, kecanduan
Rumus Pembentukan Kata Ketahui/pastikan bentuk dasarnya Ketahui/pastikan bentuk terikat yang mengimbuhinya Contoh: a. kontrakkan : kontrak + -kan b. kontrakan  : kontra + -kan
Prefiks (Awalan) Me(N)- dan Pe(N)- Me(N)-    alomorf me-, mem-, men-, meng-, meny-, menge- Pe(N)-    alomorf pe-, pem-, pen-, peng-, peny-, penge- Be(R)-    alomorf be-, ber-, bel- Te(R)-    alomorf te-, ter-, tel-
Alomorf/varian mana yang akan muncul bergantung pada kata dasar yang akan dilekatinya. Pembentukan Kata Awalan  me(N)-  + K Me(N)- + kail   mengail + kering    mengering + kurung   mengurung + kalkulasi    mengalkulasi
Awalan  Me(N)-  + P   me- +  paku    memaku me- +  pikul    memikul me- +  putar    memutar me- +  populer    memopuler (kan) Awalan  Me(N)-  +  S me- +  surat    menyurat me- +  sikat    menyikat me- +  saring    menyaring me- +  seleksi    menyeleksi
Awalan  Me(N)- + T me- +  tarik    menarik me- +  tikam    menikam me- +  tusuk    menusuk me- +  telepon     menelepon Awalan  Me(N)- + Kata yang Dimulai dengan Vokal me- +  ambil    mengambil me- +  iris    mengiris me- +  ubah    mengubah me- +  elus    mengelus me- +  orbit    mengorbit.  Jadi,  me-  >  meng- Simpulan Fonem k,p,t,s  akan luluh bila digabungkan dengan imbuhan me(N)-/pe(N)
prefiks  menge  dan  penge  akan muncul bila bergabung dengan kata dasar bersuku satu, contohnya bor mengebor pengebor-an cat mengecat pengecat-an pel mengepel pengepel-an tik mengetik pengetik-an lem mengelem pengelem-an
gugus konsonan      pr, st, sk, tr, sp, kl   tidak mengalami peluluhan jika dirangkaikan dengan imbuhan  me(n)  atau  pe(n) Pr produksi memproduksi pemroduksian St stabil menstabilkan penstabilan Sk skema menskemakan Tr tradisi mentradisikan pentradisian Sp spesial menspesialkan penspesialan Kl klasifikasi mengklasifikasikan pengklasifikasian Kr kritik mengkritik Catatan: khusus untuk pr, jika ditempeli pe-(N) bunyi  pr   luluh. Perhatikan :  memprogram : pemrogram   memproduksi : pemroduksi
Mana bentuk yang benar? Mengilat mengkilat  Memunyai mempunyai Memesona mempesona Memengaruhi mempengaruhi Memercayai mempercayai Memerkosa memperkosa Mensejajarkan menyejajarkan Mencolok menyolok Menertibkan mentertibkan Menerjemahkan menterjemahkan Menyucikan mensucikan mencucikan
1. Awalan  ber-  bervariasi menjadi  bel-  jika diserangkaikan dengan kata  ajar    belajar 2. Awalan  ber-  dan  ter-  bervariasi menjadi be-dan te- jika diserangkaikan dengan kata yang suku pertamanya berbunyi “er” Contoh: ber- + cermin : becermin ber- + serta : beserta ber- + ternak : beternak ber- + kerja : bekerja ber- + derma : bederma ter- + percaya : terpercaya ter- + perdaya : teperdaya
Pohon Kata   Ubah berubah mengubah perubahan pengubahan pengubah : peubah ubahan Perhatikan bentuk : - permukiman/pemukiman - penatar/petatar - peninju/petinju - perajin/pengrajin - pelepasan/penglepasan
Apa perbedaan kata Pertunju k an pertunju kk an Imperatif (suruhan) Contoh,  pertunjukkan  kemampuan Anda sebagai mahasiswa ITB. Kata dasar yang makna leksikalnya : tontonan;  pergelaran; pementasan;  show . Contoh,  Beberapa hari yang lalu di gedung  Sabuga’ada  pertunjukan  Dewa 19.
tumpukan Tumpuk  +  an     Tumpu  +  kan   maknanya ‘hasil menumpuk’ maknanya ‘pusatkan’ tumpukkan     imperatif Contoh,  Saya tidak melihat  tumpukan  sampah di halaman. Tumpukan  perhatian Anda pada penjelasan saya,  agar Anda mengerti benar. c.  Tolong Nak,  tumpukkan  buku ini di sudut .
masukan  (input) masukkan   imperatif balikan  (feedback) balikkan imperatif mengaji mengkaji   bentukan yang dibenarkan (tadinya tidak benar karena alasan tertentu maka dibenarkan)   maknanya , mendalami; menelusuri; mengamati bentukan yang benar, tetapi mengalami  penyempitan makna dan berubah makna menjadi, mendaras/membaca Al-Quran
pe(N)-an + isasi     ization  bukan  ir organisasi pengorganisasian bukan  pengorganisiran netral penetralan  bukan  penetralisir otomatisasi pengotomatan swastanisasi penswastaan Infiks (sisipan) el telanjur em gemetar Telentang Telungkup  Telantar er gerigi Terentang
Konfiks (gabungan imbuhan) Akhiran mempunyai pasangan tetap, yaitu me-kan di-kan ke-an/kan pe-an per-an/kan Reduplikasi (kata Ulang) Hasil pengulangan     kata ulang Kata ulang dapat digolongkan menjadi empat, yaitu a) Kata ulang seluruhnya contoh, mesin-mesin, pesawat-pesawat, buku-buku, …. b) kata ulang berimbuhan contoh, mengambil-ambil, kait-mengait, mengait-ngait, mengada-ada, mengukur-ngukur, mengukur-ukur, ….
c) kata ulang berubah bunyi contoh, lauk-pauk, porak-poranda, sayur-mayur, bolak-balik, gerak-gerik, serba-serbi, …. d) kata ulang sebagian contoh, dedaunan, pepohonan, tetamu, …. C. Kata majemuk (kompleksitas) Bergantung pada, terjadi dari, terdiri atas, berbicara mengenai/tentang Tumbuh kembang, tanggung jawab,
Makna Bentukan Kata Perhatikan arti beberapa bentukan kata  berikut: pewaris/mewarisi/ahli waris menugasi/ditugasi menganugerahi/menganugrahkan membawahi/membawahkan mengatasi/mengataskan mencemari/mencemarkan berterima/keberterimaan
Tugas Ditugasi    diberi tugas (O yang diberi tugas) Ditugaskan    dijadikan tugas (O berupa pekerjaan) Waris Warisan  : benda/sifat yang diwariskan Mewarisi  : menerima warisan Mewariskan : memberikan warisan Pewaris  : pemberi warisan Ahli waris  : penerima warisan
Mari kita hemat BBM sebagai warisan anak cucu kita warisan ( bahasa Arab)     waris  ‘orang yang berhak menerima harta pusaka dari orang yang telah meninggal’. Dalam bahasa Indonesia digunakan bersama dengan kata  ahli     ahli waris Waris    verba  mewariskan ‘memberikan harta’ Mewarisi ‘menerima harta’ (V) mewariskan    Nomina pelaku  pewaris ‘yang memberikan harta’   Proses  pewarisan ‘proses mewariskan’   Yang di..kan  warisan ‘yang diwariskan’ (V) mewarisi -   N pelaku pewaris ‘yang menerima harta’ N proses pewarisan ‘proses mewarisi’ N yang di …i  warisan ‘yang diwarisi’
waris Mewariskan mewarisi Pewaris pewarisan warisan
Kerja    pekerja    mempekerjakan Menjadikan pekerja      bekerja    membekerjakan Menyuruh bekerja Henti    berhenti    memberhentikan Menyuruh berhenti = memecat    hentikan    menghentikan Menyetop = mengakhiri
Satu    bersatu    persatuan = hasil bersatu = ikatan Satu    kesatuan = keadaan yang telah menjadi satu Sama    bersama    persamaan = ada yang sama/mempunyai banyak yang sama Sama    kesamaan = keadaan yang sama, tanpa beda
Ajar    mengajar    pengajaran = proses/kegiatan mengajar    belajar    pembelajaran = proses/kegiatan belajar    mempelajari    pemelajaran = proses/kegiatan mempelajari    pelajar    belajar    membelajarkan = menjadikan orang melakukan kegiatannya sebagai pelajar Contoh :  salah satu upaya untuk  membelajarkan  para mahasiswa adalah memberikan bukti-bukti betapa pentingnya ilmu bagi martabat manusia.
Paham    terpahami    keterpahaman = tingkat kemudahan untuk dapat dipahami Baca    terbaca    keterbacaan = tingkat kemudahan untuk dapat dibaca Pendidikan = hal/proses mendidik Pelatihan  = hal/proses melatih
Ber- Mempunyai ( bersaudara ) Memakai ( berbaju ) Bersifat atau dalam keadaan ( bersedih ) Memperoleh atau mendapat ( beruntung ) Menyatakan perbuatan yang berbalasan Melakukan sesuatu ( berdemo ) Melakukan pekerjaan terhadap diri sendiri ( berjemur ) Menyatakan himpunan/kelompok ( berlima )
Ter Paling ( terpandai ) Dapat ( terlihat ) Tidak sengaja ( terbawa ) -i Menunjukkan tempat ( mendatangi ) Melakukan sesuatu secara berulang-ulang ( memukuli ) Memberi sesuatu ( menggulai ) Menyebabkab, menjadikan sesuatu ( menerangi ) Menghilangkan; membuang ( membului )
-kan Menjadikan sesuatu ( memanaskan ) Melakukan untuk orang lain ( membelikan ) Melakukan sesuatu dengan (misalnya dengan alat) ( menyiramkan )
 
 

Morfologi

  • 1.
  • 2.
    MORFOLOGI (tata kata)morf logos bentuk ilmu Ilmu mengenai bentuk : bagaimana membentuk kata dengan benar  arti/makna
  • 3.
    Tata kata :ilmu bahasa yang membicarakan seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan bentuk kata terhadap golongan/kelas dan arti kata. Bahasa Indonesia: bahasa aglutinatif, bahasa yang terdiri atas tempelan-tempelan (pengimbuhan) Bahasa Indonesia: 1) bentuk bebas, 2) bentuk terikat
  • 4.
    Bentukan kata Contoh: mengontrakan -  kontra kontrak Pemakaian bentukan kata dalam kalimat Contoh : a. Pemukiman korban bencana tsunami telah dilakukan oleh BRR. b. Di seputar jalan Dago banyak permukiman mewah.
  • 5.
    Tata kata katadasar kata berimbuhan kata ulang kata majemuk Afiks kata Morfem terikat morfem bebas Tujuan : salah satu pemerkayaan kosa kata
  • 6.
    Kata dasar +imbuhan  memperkaya kosa kata Contoh : ajar Verba Nomina Ajar ajaran Mengajar pelajar Mengajari pelajaran Mengajarkan pengajar Diajari pembelajar Diajarkan pemelajar Belajar Terajari terajarkan
  • 7.
    1. Ibu Ratna mengajar bahasa Indonesia di ITB.  ? 2. Pekerjaan Ibu Ratna mengajar. 3. Ibu Ratna mengajarkan bahasa Indonesia kepada mahasiswa ITB. 4. Ibu Ratna mengajar mahasiswa ITB bahasa Indonesia yang baik dengan benar. *Dalam bahasa Indonesia berbeda bentuk akan berbeda makna.
  • 8.
    Pembentukan kata menyangkuttiga aspek Afiksasi (pengimbuhan) Reduplikasi (pengulangan) Kompleksasi (pemajemukan) Imbuhan (Afiks) Prefiks (Awalan) : be®-, pe®-, me(N)-, di-, te®-, se-, pe(N)-, ke- Infiks (Sisipan) : -el-, -em-, -er-, -in-(?) Sufiks (Akhiran) : -kan, -i, -an Konfiks (Gabungan imbuhan) : ber-kan, ber-an, per–an, pe –an, per-i, me-kan, Me-i, memper-, memper–kan, memper-i, ter-kan, Ter-i,
  • 9.
    Imbuhan + katadasar  perubahan bentuk jenis makna Imbuhan + dasar  bentuk duduk + an  dudukan Imbuhan + dasar  jenis Duduk (verba)  dudukan (nomina) Imbuhan + dasar  makna Perumahan, berumah, dirumahkan,merumahkan Pemukiman, permukiman
  • 10.
    Ke-an  ajektiva : kebesaran, ketinggian  nomina : kemanusiaan, kemiskinan  verba : kemalaman, kecanduan
  • 11.
    Rumus Pembentukan KataKetahui/pastikan bentuk dasarnya Ketahui/pastikan bentuk terikat yang mengimbuhinya Contoh: a. kontrakkan : kontrak + -kan b. kontrakan : kontra + -kan
  • 12.
    Prefiks (Awalan) Me(N)-dan Pe(N)- Me(N)-  alomorf me-, mem-, men-, meng-, meny-, menge- Pe(N)-  alomorf pe-, pem-, pen-, peng-, peny-, penge- Be(R)-  alomorf be-, ber-, bel- Te(R)-  alomorf te-, ter-, tel-
  • 13.
    Alomorf/varian mana yangakan muncul bergantung pada kata dasar yang akan dilekatinya. Pembentukan Kata Awalan me(N)- + K Me(N)- + kail  mengail + kering  mengering + kurung  mengurung + kalkulasi  mengalkulasi
  • 14.
    Awalan Me(N)- + P me- + paku  memaku me- + pikul  memikul me- + putar  memutar me- + populer  memopuler (kan) Awalan Me(N)- + S me- + surat  menyurat me- + sikat  menyikat me- + saring  menyaring me- + seleksi  menyeleksi
  • 15.
    Awalan Me(N)-+ T me- + tarik  menarik me- + tikam  menikam me- + tusuk  menusuk me- + telepon  menelepon Awalan Me(N)- + Kata yang Dimulai dengan Vokal me- + ambil  mengambil me- + iris  mengiris me- + ubah  mengubah me- + elus  mengelus me- + orbit  mengorbit. Jadi, me- > meng- Simpulan Fonem k,p,t,s akan luluh bila digabungkan dengan imbuhan me(N)-/pe(N)
  • 16.
    prefiks menge dan penge akan muncul bila bergabung dengan kata dasar bersuku satu, contohnya bor mengebor pengebor-an cat mengecat pengecat-an pel mengepel pengepel-an tik mengetik pengetik-an lem mengelem pengelem-an
  • 17.
    gugus konsonan  pr, st, sk, tr, sp, kl tidak mengalami peluluhan jika dirangkaikan dengan imbuhan me(n) atau pe(n) Pr produksi memproduksi pemroduksian St stabil menstabilkan penstabilan Sk skema menskemakan Tr tradisi mentradisikan pentradisian Sp spesial menspesialkan penspesialan Kl klasifikasi mengklasifikasikan pengklasifikasian Kr kritik mengkritik Catatan: khusus untuk pr, jika ditempeli pe-(N) bunyi pr luluh. Perhatikan : memprogram : pemrogram memproduksi : pemroduksi
  • 18.
    Mana bentuk yangbenar? Mengilat mengkilat Memunyai mempunyai Memesona mempesona Memengaruhi mempengaruhi Memercayai mempercayai Memerkosa memperkosa Mensejajarkan menyejajarkan Mencolok menyolok Menertibkan mentertibkan Menerjemahkan menterjemahkan Menyucikan mensucikan mencucikan
  • 19.
    1. Awalan ber- bervariasi menjadi bel- jika diserangkaikan dengan kata ajar  belajar 2. Awalan ber- dan ter- bervariasi menjadi be-dan te- jika diserangkaikan dengan kata yang suku pertamanya berbunyi “er” Contoh: ber- + cermin : becermin ber- + serta : beserta ber- + ternak : beternak ber- + kerja : bekerja ber- + derma : bederma ter- + percaya : terpercaya ter- + perdaya : teperdaya
  • 20.
    Pohon Kata Ubah berubah mengubah perubahan pengubahan pengubah : peubah ubahan Perhatikan bentuk : - permukiman/pemukiman - penatar/petatar - peninju/petinju - perajin/pengrajin - pelepasan/penglepasan
  • 21.
    Apa perbedaan kataPertunju k an pertunju kk an Imperatif (suruhan) Contoh, pertunjukkan kemampuan Anda sebagai mahasiswa ITB. Kata dasar yang makna leksikalnya : tontonan; pergelaran; pementasan; show . Contoh, Beberapa hari yang lalu di gedung Sabuga’ada pertunjukan Dewa 19.
  • 22.
    tumpukan Tumpuk + an Tumpu + kan maknanya ‘hasil menumpuk’ maknanya ‘pusatkan’ tumpukkan  imperatif Contoh, Saya tidak melihat tumpukan sampah di halaman. Tumpukan perhatian Anda pada penjelasan saya, agar Anda mengerti benar. c. Tolong Nak, tumpukkan buku ini di sudut .
  • 23.
    masukan (input)masukkan imperatif balikan (feedback) balikkan imperatif mengaji mengkaji bentukan yang dibenarkan (tadinya tidak benar karena alasan tertentu maka dibenarkan) maknanya , mendalami; menelusuri; mengamati bentukan yang benar, tetapi mengalami penyempitan makna dan berubah makna menjadi, mendaras/membaca Al-Quran
  • 24.
    pe(N)-an + isasi  ization bukan ir organisasi pengorganisasian bukan pengorganisiran netral penetralan bukan penetralisir otomatisasi pengotomatan swastanisasi penswastaan Infiks (sisipan) el telanjur em gemetar Telentang Telungkup Telantar er gerigi Terentang
  • 25.
    Konfiks (gabungan imbuhan)Akhiran mempunyai pasangan tetap, yaitu me-kan di-kan ke-an/kan pe-an per-an/kan Reduplikasi (kata Ulang) Hasil pengulangan  kata ulang Kata ulang dapat digolongkan menjadi empat, yaitu a) Kata ulang seluruhnya contoh, mesin-mesin, pesawat-pesawat, buku-buku, …. b) kata ulang berimbuhan contoh, mengambil-ambil, kait-mengait, mengait-ngait, mengada-ada, mengukur-ngukur, mengukur-ukur, ….
  • 26.
    c) kata ulangberubah bunyi contoh, lauk-pauk, porak-poranda, sayur-mayur, bolak-balik, gerak-gerik, serba-serbi, …. d) kata ulang sebagian contoh, dedaunan, pepohonan, tetamu, …. C. Kata majemuk (kompleksitas) Bergantung pada, terjadi dari, terdiri atas, berbicara mengenai/tentang Tumbuh kembang, tanggung jawab,
  • 27.
    Makna Bentukan KataPerhatikan arti beberapa bentukan kata berikut: pewaris/mewarisi/ahli waris menugasi/ditugasi menganugerahi/menganugrahkan membawahi/membawahkan mengatasi/mengataskan mencemari/mencemarkan berterima/keberterimaan
  • 28.
    Tugas Ditugasi  diberi tugas (O yang diberi tugas) Ditugaskan  dijadikan tugas (O berupa pekerjaan) Waris Warisan : benda/sifat yang diwariskan Mewarisi : menerima warisan Mewariskan : memberikan warisan Pewaris : pemberi warisan Ahli waris : penerima warisan
  • 29.
    Mari kita hematBBM sebagai warisan anak cucu kita warisan ( bahasa Arab)  waris ‘orang yang berhak menerima harta pusaka dari orang yang telah meninggal’. Dalam bahasa Indonesia digunakan bersama dengan kata ahli  ahli waris Waris  verba mewariskan ‘memberikan harta’ Mewarisi ‘menerima harta’ (V) mewariskan  Nomina pelaku pewaris ‘yang memberikan harta’ Proses pewarisan ‘proses mewariskan’ Yang di..kan warisan ‘yang diwariskan’ (V) mewarisi -  N pelaku pewaris ‘yang menerima harta’ N proses pewarisan ‘proses mewarisi’ N yang di …i warisan ‘yang diwarisi’
  • 30.
    waris Mewariskan mewarisiPewaris pewarisan warisan
  • 31.
    Kerja  pekerja  mempekerjakan Menjadikan pekerja  bekerja  membekerjakan Menyuruh bekerja Henti  berhenti  memberhentikan Menyuruh berhenti = memecat  hentikan  menghentikan Menyetop = mengakhiri
  • 32.
    Satu  bersatu  persatuan = hasil bersatu = ikatan Satu  kesatuan = keadaan yang telah menjadi satu Sama  bersama  persamaan = ada yang sama/mempunyai banyak yang sama Sama  kesamaan = keadaan yang sama, tanpa beda
  • 33.
    Ajar  mengajar  pengajaran = proses/kegiatan mengajar  belajar  pembelajaran = proses/kegiatan belajar  mempelajari  pemelajaran = proses/kegiatan mempelajari  pelajar  belajar  membelajarkan = menjadikan orang melakukan kegiatannya sebagai pelajar Contoh : salah satu upaya untuk membelajarkan para mahasiswa adalah memberikan bukti-bukti betapa pentingnya ilmu bagi martabat manusia.
  • 34.
    Paham  terpahami  keterpahaman = tingkat kemudahan untuk dapat dipahami Baca  terbaca  keterbacaan = tingkat kemudahan untuk dapat dibaca Pendidikan = hal/proses mendidik Pelatihan = hal/proses melatih
  • 35.
    Ber- Mempunyai (bersaudara ) Memakai ( berbaju ) Bersifat atau dalam keadaan ( bersedih ) Memperoleh atau mendapat ( beruntung ) Menyatakan perbuatan yang berbalasan Melakukan sesuatu ( berdemo ) Melakukan pekerjaan terhadap diri sendiri ( berjemur ) Menyatakan himpunan/kelompok ( berlima )
  • 36.
    Ter Paling (terpandai ) Dapat ( terlihat ) Tidak sengaja ( terbawa ) -i Menunjukkan tempat ( mendatangi ) Melakukan sesuatu secara berulang-ulang ( memukuli ) Memberi sesuatu ( menggulai ) Menyebabkab, menjadikan sesuatu ( menerangi ) Menghilangkan; membuang ( membului )
  • 37.
    -kan Menjadikan sesuatu( memanaskan ) Melakukan untuk orang lain ( membelikan ) Melakukan sesuatu dengan (misalnya dengan alat) ( menyiramkan )
  • 38.
  • 39.