Sistem
Muskuloskeletal
Arum Surya Utami, S.Tr.Keb., M.Keb
NIDN. 1407109601
Muskuloskeletal adalah
Muskuloskeletal berasal dari 2
organ yaitu Organ Muskulo dan
Organ Skeletal yg membentuk 1
kesatuan untuk membuat 1
sistem bisa bekerja (Sistem
Lokomotor atau anggota gerak)
Muskulo atau muskular Jaringan
otot-otot tubuh (Ilmu yg pelajari
otot : Myologi) Skeletal atau Osteo
Kerangka tubuh terdiri dari
tulang inti, sendi, tulang rawan
(kartilago) sebagai tempat
menempelnya otot untuk
mempertahankan sikap & posisi.
Jenis Otot
Otot Polos
Merupakan otot
tidak berlurik dan
involunter.
Otot Jantung
Merupakan otot
lurik. Disebut juga
otot seran lintang
involunter
Otot Rangka
Merupakan otot
lurik, volunter, dan
melekat pada
rangka.
L I G A M E N
DAN TENDON
Ligamen adalah jaringan berbentuk pita yang
tersusun dari serabut-serabut yang berperan
dalam menghubungkan antara tulang yang satu
dengan tulang yang lain pada sendi.
Ligamen
01
Tendon merupakan sebuah pita jaringan ikat
yang melekat pada otot dan ujung yang lain
berinsersi ke dalam tulang
Tendon
02
Sistem muskuloskeletal
adalah suatu sistem yang
terdiri dari tulang, otot,
kartilago, ligamen, tendon,
fascia, bursae, dan
persendian.
Klasifikasi
Tulang
Ada 206 tulang dalam tubuh manusia,
Tulang dapat diklasifikasikan dalam lima
kelompok berdasarkan bentuknya :
Tulang Panjang ditemukan ditungkai
Tulang pendek adalah tulang pergelangan
tangan (karpal) dan tulang pergelangan kaki
(tarsal).
Tulang Pipih ada pada tulang tengkorak, iga
dan tulang dada.
Tulang iregular adalah tulang yang
bentuknya tidak beraturan dan tidak
termasuk kategori di atas; meliputi tulang
vertebra dan tulang osikel tulang.
Tulang sesamoid adalah tulang kecil bulat
yang masuk ke formasi persendian atau
bersambungan dengan kartilago, ligamen
atau tulang lainnya
Pembentukan Tulang
Osteogenesis merupakan suatu proses pembentukan tulang
dalam tubuh. Karena adanya matriks yang keras dalam tulang,
maka pertumbuhan intertisial (dari dalam), seperti yang terjadi
pada kartilago, tidak mungkin terjadi dan tulang terbentuk
melalui penggantian jaringan yangsudah ada. Ada dua jenis
pembentukan tulang yaitu osifikasi intramembranosa dan
osifikasi endokondral (intrakartilago)
Osifikasi Intramembranosa
Osifikasi intramembranosa terjadi
secara langsung dalam jaringan
mesenkim janin dan melibatkan
proses penggantian membran
(mesenkim) yang sudah ada, Proses
ini banyak terjadi pada tulang pipih
tengkorak, disebut sebagai “tulang
membran”
Kalsifikasi massa osteoid
dilakukan melalui pengendapan
garam-garam tulang
yang mengikuti dan menangkap
osteoblas serta prosesus sel
osteoblas
Pada area tempat tulang akan
terbentuk, kelompok sel mesenkim
yang terbentuk bintang
berdiferensiasi menjadi osteoblas
dan membentuk pusat osifikasi
(pusat paling pertama yang
terbentuk pada minggu ke-8 masa
kehidupan janin)
Pulau-pulau pertumbuhan
tulang, atau spikula, menyatu
dan membentuk
percabangan untuk membuat
jaring-jaring tulang cancellus
berongga, atau
trabekula
Oasteoblas mensekresi matriks
organikyang belum terkalsifikasi
disebut osteoid.
Hasil osifikasi intramembranosa
secara dini adalah pembentukan
vaskular. Tulangtulang primitif, yang
dikelilingi mesenkim terkondensasi
dan kemudian akan menjadi
periosteum. Karena serat-serat
kolagen tersebar ke semua arah,
maka tulang baru ini seringkali
disebut tulang waven.
Osifikasi Endokondral
Matriks kartilago disekitarnya
berkalsifikasi melalui proses
pengendapan kalsium
fosfat
Perikondrium yang mengelilingi
diafisis di pusat osifikasi berubah
menjadi periosteum. Lapisan
osteogenik bagian dalam
membentuk kolar tulang (klavikula)
dan kemudia mengelilingi kartilago
terkalsifikasi
Kondrosit, yang nutrisinya diputus
kolar tulang dan matriks
terkalsifikasi, akan berdegenerasi
dan kehilangan kemampuannya
untuk mempertahankan matriks
kartilago.
Rangka embrionik terbentuk dari
tulang-tulang kartilago hialin yang
terbungkus periokondrium
Pusat osifikasi primer
terbentuk pada pusat batang
(diafisis) model kartilago
tulang panjang
Sel-sel kartilago (kondrosit)
pada area pusat osifikasi
jumlahnya meningkat
(berpoliferasi) dan ukurannya
membesar (hipertrofi)
Osifikasi endokondral terjadi melalui penggantian
model kartilago. sebagian besar tulang rangka
terbentuk melalui proses ini, yang terjadi dalam
model kartilago hialin kecil pada janin.
Lanjutan…
Ada dua area kartilago yang
tidak diganti tulang keras
Ujung tulang tetap kartilago
artikular
Lempeng epifisis pada
kartilago terletak antara
epifisis dan diafisis
Semua elongasi tulang yang
terjadi selanjutnya adalah hasil
dari pembelahan selsel
kartilago (melalui pertumbuhan
interstisial) dalam lempeng
epifisis kartilago
Kuncup periosteal mengandung
pembuluh darah dan osteoblas
yang masuk ke dalam spikula
kartilago terkalsifikasi melalui
ruang yang dibentuk osteoklas
pada kolar tulang
Jika kuncup mencapai pusat,
osteoblas meletakkan zat-zat tulang
pada spikula kartilago terkalsifikasi,
dan memakai spikula tersebut
sebagai suatu kerangka kerja.
Pertumbuhan tulang menyebar ke
dua arah menuju epifisis
Setelah lahir, pusat osifikasi
sekunder tumbuh dalam
kartilago epifisis pada kedua
ujung tulang panjang
Sendi disokong atau diperkuat pada
bagian luar oleh otot dan tendon.
Stabilititas sendi sebagian bergantung
pada bentuk tulang yang terlibat, tetapi
terutama pada tonus da kekuatan otot
yang mengelilingi dan bekerja pada sendi
tersebut dan pada tendon. Banyak
pembuluh darah di sekitar sendi yang
mendispersi panas yang dihasilkan oleh
gerakan yang berulang.
Diskus intervertebralis
atau intervertebral disc
(IVD) merupakan
struktur di antara dua
ruas tulang belakang
yang tersusun dari
fibrokartilago. Diskus
itervertebralis berfungsi
untuk fleksibiitas dan
menahan beban tubuh.
TULANG LEHER
Tulang-tulang ini berada di
belakang leher, tepat di
bawah tengkorak. Tak
hanya untuk menopang
kepala dan leher, bagian
atas tulang belakang yang
berbentuk C ini juga
mendukung kemampuan
untuk memutar,
memiringkan, dan
menganggukkan kepala.
Tulang leher (bahasa
Latin: vertebrae
cervicales) adalah
tulang belakang yang
langsung terhubung
dengan tengkorak.
Sikut merupakan salah satu bagian tubuh yang
bentuknya mirip lutut. Sikut merupakan gabungan dari 3
sendi. Dua sendi pertama adalah sendi yang secara
tradisional dianggap sebagai pembentuk siku: sendi
humeroulnar, sendi humeroradial, dan sendi antara
kepala radius dan insisura radius ulna. Sendi siku terdiri
dari ujung distal tulang humerus dan ujung proksimal
tulang radius dan ulna
Gangguan fungsi siku bisa diakibatkan oleh
aktivitas/pekerjaan yang pasif, yang bertumpu pada
otot-otot lengan. Misalnya, pekerjaan yang monoton
seperti melukis, menulis, dan mengetik. Gangguan ini
lebih bersumber pada lengan bawah, yakni sisi luar di
bawah sendi siku. Penyakit ini banyak mengganggu
pekerja wanita yang berusia antara 25-40 tahun. Tetapi,
kaum priapun dapat terganggu oleh penyakit ini,
khususnya untuk mereka yang pekerjaannya berkaitan
dengan angkat berat, penggemar olahraga tenis dan
golf, misalnya.Penyakit ini ditandai dengan adanya rasa
nyeri dan sakit pada siku lengan.
Siku Tubuh
Bahu Tubuh
Bahu adalah sendi peluru
yang terdiri dari 3 tulang:
Tulang lengan atas
(humerus) Tulang belikat
(skapula) Tulang selangka
(klavikula).
Otot bahu memiliki fungsi
utama untuk mendukung
pergerakan lengan,
seperti mengangkat,
memutar, dan menarik.
Musculoskeletal
Disorders
Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan
sekumpulan gejala atau gangguan yang berkaitan dengan
jaringan otot, tendon, ligamen, kartilago, sistem syaraf,
struktur tulang, dan pembuluh darah. MSDs pada awalnya
menyebabkan sakit, nyeri, mati rasa, kesemutan,
bengkak, kekakuan, gemetar, gangguan tidur, dan rasa
terbakar.
Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan gangguan
yang disebabkan ketika seseorang melakukan aktivitas
kerja dan pekerjaan yang signifikan sehingga
mempengaruhi adanya fungsi normal jaringan halus pada
sistem Musculoskeletal yang mencakup saraf, tendon,
otot
Gejala dari Musculoskeletal
Disorders
MSDs ditandai dengn adanya gejala sebagai berikut yaitu :
nyeri, bengkak, kemerah-merahan, panas, mati, rasa, retak,
atau patah pada tulang dan sendi dan kekakuan, rasa
lemas atau kehilangan daya koordinasi tangan, susah
untuk digerakkan
MSDs diatas dapat menurunkan produktivitas kerja,
kehilangan waktu kerja, menimbulkan ketidakmampuan
secara temporer atau cacat tetap. Untuk memperoleh
gambaran tentang gejala MSDs bisa menggunakan Nordic
Body Map (NBM) dengan cara melihat dan menganalisa
peta tubuh (NBM) sehingga dapat diestimasi tingkat dan
jenis keluhan otot skeletal yang dirasakan oleh para
Pekerja.
Faktor Lingkungan
Faktor Individu
Faktor yang memengaruhi Musculoskeletal
Disorders
Faktor Pekerjaan
THANK YOU

SISTEM MUSKULOSKELETAL pada tubuh manusia.pptx

  • 1.
    Sistem Muskuloskeletal Arum Surya Utami,S.Tr.Keb., M.Keb NIDN. 1407109601
  • 2.
    Muskuloskeletal adalah Muskuloskeletal berasaldari 2 organ yaitu Organ Muskulo dan Organ Skeletal yg membentuk 1 kesatuan untuk membuat 1 sistem bisa bekerja (Sistem Lokomotor atau anggota gerak) Muskulo atau muskular Jaringan otot-otot tubuh (Ilmu yg pelajari otot : Myologi) Skeletal atau Osteo Kerangka tubuh terdiri dari tulang inti, sendi, tulang rawan (kartilago) sebagai tempat menempelnya otot untuk mempertahankan sikap & posisi.
  • 3.
    Jenis Otot Otot Polos Merupakanotot tidak berlurik dan involunter. Otot Jantung Merupakan otot lurik. Disebut juga otot seran lintang involunter Otot Rangka Merupakan otot lurik, volunter, dan melekat pada rangka.
  • 4.
    L I GA M E N DAN TENDON Ligamen adalah jaringan berbentuk pita yang tersusun dari serabut-serabut yang berperan dalam menghubungkan antara tulang yang satu dengan tulang yang lain pada sendi. Ligamen 01 Tendon merupakan sebuah pita jaringan ikat yang melekat pada otot dan ujung yang lain berinsersi ke dalam tulang Tendon 02 Sistem muskuloskeletal adalah suatu sistem yang terdiri dari tulang, otot, kartilago, ligamen, tendon, fascia, bursae, dan persendian.
  • 5.
    Klasifikasi Tulang Ada 206 tulangdalam tubuh manusia, Tulang dapat diklasifikasikan dalam lima kelompok berdasarkan bentuknya : Tulang Panjang ditemukan ditungkai Tulang pendek adalah tulang pergelangan tangan (karpal) dan tulang pergelangan kaki (tarsal). Tulang Pipih ada pada tulang tengkorak, iga dan tulang dada. Tulang iregular adalah tulang yang bentuknya tidak beraturan dan tidak termasuk kategori di atas; meliputi tulang vertebra dan tulang osikel tulang. Tulang sesamoid adalah tulang kecil bulat yang masuk ke formasi persendian atau bersambungan dengan kartilago, ligamen atau tulang lainnya
  • 6.
    Pembentukan Tulang Osteogenesis merupakansuatu proses pembentukan tulang dalam tubuh. Karena adanya matriks yang keras dalam tulang, maka pertumbuhan intertisial (dari dalam), seperti yang terjadi pada kartilago, tidak mungkin terjadi dan tulang terbentuk melalui penggantian jaringan yangsudah ada. Ada dua jenis pembentukan tulang yaitu osifikasi intramembranosa dan osifikasi endokondral (intrakartilago)
  • 7.
    Osifikasi Intramembranosa Osifikasi intramembranosaterjadi secara langsung dalam jaringan mesenkim janin dan melibatkan proses penggantian membran (mesenkim) yang sudah ada, Proses ini banyak terjadi pada tulang pipih tengkorak, disebut sebagai “tulang membran” Kalsifikasi massa osteoid dilakukan melalui pengendapan garam-garam tulang yang mengikuti dan menangkap osteoblas serta prosesus sel osteoblas Pada area tempat tulang akan terbentuk, kelompok sel mesenkim yang terbentuk bintang berdiferensiasi menjadi osteoblas dan membentuk pusat osifikasi (pusat paling pertama yang terbentuk pada minggu ke-8 masa kehidupan janin) Pulau-pulau pertumbuhan tulang, atau spikula, menyatu dan membentuk percabangan untuk membuat jaring-jaring tulang cancellus berongga, atau trabekula Oasteoblas mensekresi matriks organikyang belum terkalsifikasi disebut osteoid. Hasil osifikasi intramembranosa secara dini adalah pembentukan vaskular. Tulangtulang primitif, yang dikelilingi mesenkim terkondensasi dan kemudian akan menjadi periosteum. Karena serat-serat kolagen tersebar ke semua arah, maka tulang baru ini seringkali disebut tulang waven.
  • 8.
    Osifikasi Endokondral Matriks kartilagodisekitarnya berkalsifikasi melalui proses pengendapan kalsium fosfat Perikondrium yang mengelilingi diafisis di pusat osifikasi berubah menjadi periosteum. Lapisan osteogenik bagian dalam membentuk kolar tulang (klavikula) dan kemudia mengelilingi kartilago terkalsifikasi Kondrosit, yang nutrisinya diputus kolar tulang dan matriks terkalsifikasi, akan berdegenerasi dan kehilangan kemampuannya untuk mempertahankan matriks kartilago. Rangka embrionik terbentuk dari tulang-tulang kartilago hialin yang terbungkus periokondrium Pusat osifikasi primer terbentuk pada pusat batang (diafisis) model kartilago tulang panjang Sel-sel kartilago (kondrosit) pada area pusat osifikasi jumlahnya meningkat (berpoliferasi) dan ukurannya membesar (hipertrofi) Osifikasi endokondral terjadi melalui penggantian model kartilago. sebagian besar tulang rangka terbentuk melalui proses ini, yang terjadi dalam model kartilago hialin kecil pada janin.
  • 9.
    Lanjutan… Ada dua areakartilago yang tidak diganti tulang keras Ujung tulang tetap kartilago artikular Lempeng epifisis pada kartilago terletak antara epifisis dan diafisis Semua elongasi tulang yang terjadi selanjutnya adalah hasil dari pembelahan selsel kartilago (melalui pertumbuhan interstisial) dalam lempeng epifisis kartilago Kuncup periosteal mengandung pembuluh darah dan osteoblas yang masuk ke dalam spikula kartilago terkalsifikasi melalui ruang yang dibentuk osteoklas pada kolar tulang Jika kuncup mencapai pusat, osteoblas meletakkan zat-zat tulang pada spikula kartilago terkalsifikasi, dan memakai spikula tersebut sebagai suatu kerangka kerja. Pertumbuhan tulang menyebar ke dua arah menuju epifisis Setelah lahir, pusat osifikasi sekunder tumbuh dalam kartilago epifisis pada kedua ujung tulang panjang
  • 10.
    Sendi disokong ataudiperkuat pada bagian luar oleh otot dan tendon. Stabilititas sendi sebagian bergantung pada bentuk tulang yang terlibat, tetapi terutama pada tonus da kekuatan otot yang mengelilingi dan bekerja pada sendi tersebut dan pada tendon. Banyak pembuluh darah di sekitar sendi yang mendispersi panas yang dihasilkan oleh gerakan yang berulang.
  • 11.
    Diskus intervertebralis atau intervertebraldisc (IVD) merupakan struktur di antara dua ruas tulang belakang yang tersusun dari fibrokartilago. Diskus itervertebralis berfungsi untuk fleksibiitas dan menahan beban tubuh.
  • 12.
    TULANG LEHER Tulang-tulang iniberada di belakang leher, tepat di bawah tengkorak. Tak hanya untuk menopang kepala dan leher, bagian atas tulang belakang yang berbentuk C ini juga mendukung kemampuan untuk memutar, memiringkan, dan menganggukkan kepala. Tulang leher (bahasa Latin: vertebrae cervicales) adalah tulang belakang yang langsung terhubung dengan tengkorak.
  • 13.
    Sikut merupakan salahsatu bagian tubuh yang bentuknya mirip lutut. Sikut merupakan gabungan dari 3 sendi. Dua sendi pertama adalah sendi yang secara tradisional dianggap sebagai pembentuk siku: sendi humeroulnar, sendi humeroradial, dan sendi antara kepala radius dan insisura radius ulna. Sendi siku terdiri dari ujung distal tulang humerus dan ujung proksimal tulang radius dan ulna Gangguan fungsi siku bisa diakibatkan oleh aktivitas/pekerjaan yang pasif, yang bertumpu pada otot-otot lengan. Misalnya, pekerjaan yang monoton seperti melukis, menulis, dan mengetik. Gangguan ini lebih bersumber pada lengan bawah, yakni sisi luar di bawah sendi siku. Penyakit ini banyak mengganggu pekerja wanita yang berusia antara 25-40 tahun. Tetapi, kaum priapun dapat terganggu oleh penyakit ini, khususnya untuk mereka yang pekerjaannya berkaitan dengan angkat berat, penggemar olahraga tenis dan golf, misalnya.Penyakit ini ditandai dengan adanya rasa nyeri dan sakit pada siku lengan. Siku Tubuh
  • 14.
    Bahu Tubuh Bahu adalahsendi peluru yang terdiri dari 3 tulang: Tulang lengan atas (humerus) Tulang belikat (skapula) Tulang selangka (klavikula). Otot bahu memiliki fungsi utama untuk mendukung pergerakan lengan, seperti mengangkat, memutar, dan menarik.
  • 15.
    Musculoskeletal Disorders Musculoskeletal Disorders (MSDs)merupakan sekumpulan gejala atau gangguan yang berkaitan dengan jaringan otot, tendon, ligamen, kartilago, sistem syaraf, struktur tulang, dan pembuluh darah. MSDs pada awalnya menyebabkan sakit, nyeri, mati rasa, kesemutan, bengkak, kekakuan, gemetar, gangguan tidur, dan rasa terbakar. Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan gangguan yang disebabkan ketika seseorang melakukan aktivitas kerja dan pekerjaan yang signifikan sehingga mempengaruhi adanya fungsi normal jaringan halus pada sistem Musculoskeletal yang mencakup saraf, tendon, otot
  • 16.
    Gejala dari Musculoskeletal Disorders MSDsditandai dengn adanya gejala sebagai berikut yaitu : nyeri, bengkak, kemerah-merahan, panas, mati, rasa, retak, atau patah pada tulang dan sendi dan kekakuan, rasa lemas atau kehilangan daya koordinasi tangan, susah untuk digerakkan MSDs diatas dapat menurunkan produktivitas kerja, kehilangan waktu kerja, menimbulkan ketidakmampuan secara temporer atau cacat tetap. Untuk memperoleh gambaran tentang gejala MSDs bisa menggunakan Nordic Body Map (NBM) dengan cara melihat dan menganalisa peta tubuh (NBM) sehingga dapat diestimasi tingkat dan jenis keluhan otot skeletal yang dirasakan oleh para Pekerja.
  • 17.
    Faktor Lingkungan Faktor Individu Faktoryang memengaruhi Musculoskeletal Disorders Faktor Pekerjaan
  • 18.