SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI DI SD STRADA PEJOMPONGAN
Dosen Pengampu :
Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA
Disusun Oleh :
Yolanda Putri Pratiwi
43216110316
UNIVERSITAS MERCU BUANA
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
2017
ABSTRAK
Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengelola informasi pendidikan dan
memandang bahwa informasi sebagai komoditas dan sumber daya yang dapat memberikan
manfaat dalam membangun masyarakat. Dengan semakin banyak informasi, maka kita
semakin perlu untuk mengorganisasikan, mengklasifikasikan, memperoleh dan
menyampaikan informasi dengan baik, benar dan bertanggung jawab. Pengelolaan sumber
daya informasi dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi dengan memperhatikan
berbagai aspek yang terkait didalamnya seperti perkembangan teknologi informasi baik
hardware maupun software, basisdata, keamanan data, dan kebutuhan konsumen.
Sebagai contoh Sistem Informasi Manajemen yang digunakan pada Program
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (SIM PKB) yang bertujuan untuk meningkatkan
kompetensi guru, khususnya untuk mengembangkan keterampilan instruksional dan
pengetahuan terhadap konten pembelajaran yang diampu. SIM PKB merupakan alat penghasil
informasi untuk mengelola data dan sebagai pusat pengaturan layanan bagi Pengembangan
Keprofesian Berkelanjutan.
DAPODIK yaitu sistem pendataan skala nasional yang terpadu, dan merupakan
sumber data utama pendidikan nasional, yang merupakan bagian dari Program perancanaan
pendidikan nasional dalam mewujudkan insan Indonesia yang Cerdas dan Kompetitif.
General Ledger adalah langkah kedua siklus akuntansi setelah mencatat jurnal
transaksi. Buku Besar yang berisikan hasil mutasi transaksi hasil postingan jurnal ini
berfungsi untuk melihat kumpulan mutasi per akun, saldo awal, serta saldo akhir yang
nantinya akan digunakan lagi untuk membuat jurnal penyesuaian sampai kepada laporan
keuangan.
Cash Management System yang bertujuan untuk mempermudah suatu perusahaan
dalam mengelola dan melakukan transaksi keuangannya. Layanan perbankan online ini
memungkinkan customer untuk melakukan transaksi harian dan mengatur keuangan dengan
mudah, cepat dan juga akurat.
Kata kunci : SIM PKB, DAPODIK, General Ledger, Cash Management System
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi oleh masyarakat sekarang ini sudah
menjadi biasa, tidak lagi menjadi impian yang sulit diwujudkan, termasuk
pemanfaatannya di dunia pendidikan. Mengingat pemanfaatan teknologi informasi dan
komunikasi untuk dunia pendidikan sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan,
diperlukan pemasyarakatan sekaligus implementasi sistem informasi manajemen
pendidikan yang tepat agar pelaksanaan dan pemanfaatannya optimal sesuai dengan
kepentingan dan sasaran dunia pendidikan.
Zulkifli Amsyah menyatakan Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi telah
membuka kemungkinan-kemungkinan kegiatan yangsebelumnya sulit atau bahkan tidak
bisa dilakukan, saat ini dengan mudah bisa dilakukan, misalnya kegiatan berkirim
informasi ataupun kegiatan-kegiatan pendidikan secara online. Implementasi teknologi
informasi dan komunikasi beserta komponen infra strukturnya benar-benar telah
menandai terjadinya revolusi peradaban yang memungkinkan pekerjaan-pekerjaan dalam
sistem organisasi dapat di selesaikan secara cepat, akurat, efektif dan efisien.
Bahwa perkembangan perangkat keras dan perangkat lunak jaringan, sekarang lebih
meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kecepatan pekerjaan dan pelayanan pelanggan.
Di abad teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini segala macam bentuk teknologi
informasi dan komunikasi dapat diperoleh dengan cara yang relatif mudah dengan
menggunakan teknologi informasi dankomunikasi yang ringkas dan canggih, dilihatdari
trend perkembangan software dan hardware.
Didalam dunia pendidikan Sistem Informasi (SI) memegang peranan yang cukup penting,
apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini. Hampir di seluruh sektor bisnis di dunia ini
menggunakan sistem informasi di perusahaan mereka. Bukan hanya itu mereka pun
selalu berusaha melakukan berbagai macam cara untuk menggembangkan sistem
informasi yang digunakan di perusahaan mereka. Hal tersebut disebabkan karena sistem
informasi memegang peranan yang cukup penting dalam bisnis mereka. karena Sistem
Informasi adalah sebuah sistem yang menerima sumber daya data sebagai input dan
memprosesnya ke dalam produk informasi sebagai outputnya. secara tidak langsung
Sistem Informasi (SI) mengajarkan kita untuk menghadapi masa depan dengan pemikiran
yang matang untuk kedepannya. karena didalam bidang pendidikan Sistem Informasi (SI)
mengajarkan kita cara menyebarkan informasi dengan tahap-tahap yang telah ditentukan
untuk mempermudah penyelesaian masalah.
Ada beberapa jenis umum dari sistem informasi. Misalnya, sistem manajemen database
(DBMS) adalah kombinasi perangkat lunak dan data yang memungkinkan untuk
mengatur dan menganalisis data. Software DBMS biasanya tidak dirancang untuk bekerja
dengan organisasi tertentu atau jenis tertentu analisis. Sebaliknya, itu adalah sistem
informasi untuk keperluan umum. Contoh lain adalah spreadsheet elektronik. Ini adalah
alat untuk analisis data dasar berdasarkan rumus yang mendefinisikan hubungan antar
data. Sebagai contoh, Anda dapat menggunakan spreadsheet untuk menghitung rata-rata
untuk satu set nilai-nilai atau untuk merencanakan tren nilai dari waktu ke waktu.
Komponen khas dari Sistem Informasi. Sementara sistem informasi dapat berbeda dalam
bagaimana mereka digunakan dalam sebuah organisasi, mereka biasanya berisi
komponen-komponen berikut:
A. Hardware: sistem informasi berbasis komputer menggunakan perangkat keras
komputer, seperti prosesor, monitor, keyboard dan printer.
B. Software: Ini adalah program yang digunakan untuk mengatur, proses dan
menganalisis data.
C. Database: Sistem informasi bekerja dengan data, disusun dalam tabel dan file.
D. Jaringan: berbeda elemen harus terhubung satu sama lain, terutama jika banyak
orang yang berbeda dalam sebuah organisasi menggunakan sistem informasi yang
sama.
E. Prosedur: ini menggambarkan bagaimana data spesifik diproses dan dianalisis untuk
mendapatkan jawaban yang sistem informasi dirancang.
Fasilitas di Internet yang dapat digunakan untuk pembelajaran adalah:
1. Pembelajaran synchronous
a) Tele conference adalah pembelajaran yang dikembangkan melalui internet di
mana pembelajar berkumpul pada suatu tempat dan instruktur berada pada
tempat yang terpisah dan komunikasi dilangsungkan melalui internet dengan
menggunakan kamera dan audio.
b) Netmeeting
c) Netmeeting hampir menyerupai tele conference, pembelajar juga dipisahkan
oleh tempat, dan komunikasi dilangsungkan melalui internet dengan
menggunakan kamera dan audio.
d) Chatting
e) kegiatan pembelajaran yang dilakukan melalui fasilitas chat-room, di mana
instruktur dan pembelajar terhubung melalui internet pada waktu yang
bersamaan dan komunikasi dilakukan secara tertulis.
2. Pembelajaran asynchronous
a) Email
Pembelajaran dilakukan melalui surat menyurat (elektronik/internet) antara
pendidik dengan peserta didik.
b) Message board
Pembelajaran dilakukan secara tertulis melalui fasilitas papan pesan.
c) Mailing list
Pembelajaran dilakukan melalui surat menyurat (elektronik/internet) antara
pendidik dengan peserta didik, dimana seluruhnya tergabung dalam
kelompok mailing list.
d) WWW
adalah pembelajaran yang dikembangkan melalui berbagai situs yang terdapat
di internet.
Ada beberapa kendala dalam penyusunan Sistem Informasi untuk Pendidikan untuk sekolah,
diantaranya:
1. Masih belum memadainya sarana/prasarana sekolah.
2. Masih kurangnya SDM yang memahami dan menguasai konsep dan implementasi sistem
dan teknologi informasi.
3. Belum adanya aturan yang jelas dari pemerintah.
4. Etika dan moralitas masih belum mendapat tempat yang memadai.
5. Sulitnya mengubah perilaku siswa yang cenderung pasif untuk menghadapi pola siswa
aktif.
Jika sistem informasi diterapkan dalam dunia pendidikan, maka akan terjalin suatu relasi
atau hubungan yang membawa dampak positif bagi dunia pendidikan itu sendiri. Ada
beberapa dampak positif yang dapat penulis jabarkan, diantaranya adalah :
1. Dengan adanya sistem informasi, teknologi komputerisasi dapat dikenalkan sejak dini
atau di tingkat pendidikan dasar.
2. Dengan adanya sistem informasi, pemberlakuan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)
pada tahun 2004 dapat terbantu, terutama dalam bidang pendidikan komputer atau
Teknologi Informasi dan Komunikasi.
3. Orang-orang yang ada di daerah bisa merasakan kemajuan teknologi komputerisasi,
terutama di bidang pendidikannya.
4. Adanya sistem pemberlakuan absensi secara elektronik.
5. Terdapatnya perpustakaan elektronik (e-library) yang membantu para pelajar ketika
mencari bahan pembelajaran.
6. Adanya sistem pembelajaran elektronik (e-learning) bagi pelajar tingkat lanjut.
B. Rumusan Masalah
a. Apa definisi system informasi manajemen?
b. Bagaimana perkembangan system informasi manajemen?
c. Apa Pengertian Sistem Informasi untuk Pendidikan untuk Sekolah?
d. Bagaimana Komponen Sistem Informasi dalam Sekolah ?
e. Bagaimana Langkah penyusunan Sistem Informasi untuk Pendidikan untuk Sekolah?
f. Bagaimana Peran Sistem Informasi Manajemen dalam Pengelolaan dan
Pengembangan Sekolah?
C. Tujuan Penulisan
a. Mengetahui Definisi Sistem Informasi Manajemen
b. Mengetaui Perkembangan Sistem Informasi Manajemen
c. Mengetahui Pengertian Sistem Informasi untuk Pendidikan untuk Sekolah
d. Mengetahui Bagaimana Komponen Sistem Informasi dalam Sekolah
e. Mengetahui Bagaimana Langkah penyusunan Sistem Informasi untuk Pendidikan
untuk Sekolah
f. Mengetahui Bagaimana Peran Sistem Informasi Manajemen dalam Pengelolaan dan
Pengembangan Sekolah
g. Mengetahui Implementasi atau Penerapan Sistem Informasi dalam Bidang
Pendidikan
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Definisi Sistem Informasi Manajemen
Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia, seperti
halnya informasi di dalam sebuah organisasi yang sangat penting untuk mendukung
kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat
dibutuhkan bagi sebuah organisasi. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu
tertentu organisasi akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga
dalam mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya akan
mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya. Disamping itu, sistem
informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik. Masalah utamanya adalah
bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak bermanfaat atau berarti
(sistem terlalu banyak data).
Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain sebuah
sistem informasi yang efektif (effective business system). Menyiapkan langkah atau metode
dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru.
Sebuah organisasi pendidikan atau sekolah dalam menjalankan proses pelaksanaan
pendidikan memerlukan suatu informasi agar bisa menjalankan kegiatannya sehari-hari.
Daftar jumlah pengajar atau guru, jumlah siswa, rencana penganggaran pelaksanaan
pendidikan dalam waktu satu tahun,rencana pelaksanaan kegiatan pendidika satu tahun ke
depan, dan kegiatan manajemen lainya. Semua ini dan hal-hal lainnya adalah kegiatan
pengolahan data dan harus dianggap bersifat pekerjaan juru tulis yang mengikuti suatu
prosedur standar tertentu. Komputer bermanfaat utnuk tugas-tugas pengolahan data semacam
ini, tetapi sebuah sistem informasi menajemen melkasanakan pula tugas-tugas lain dan lebih
dari sekedar sistem pengolahan data. Adalah sistem pengolahan informasi yang menerapkan
kemampuan komputer untuk menyajikan informasi bagi manajemen dan bagi pengambilan
keputusan.
Definisi sebuah sistem informasi manajemen, istilah yang umum dikenal orang adalah
sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan informasi guna
mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.
Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software)
komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah ―data base‖.
B. Perkembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Sesungguhnya, konsep sistem informasi telah ada sebelum munculnya komputer.
Sebelum pertengahan abad ke-20, pada masa itu masih digunakan kartu punch, pemakaian
komputer terbatas pada aplikasi akuntansi yang kemudian dikenal sebagai sistem informasi
akuntansi. Namun demikian para pengguna – khususnya dilingkungan perusahaan masih
mengesampingkan kebutuhan informasi bagi para manajer. Aplikasi akuntansi yang berbasis
komputer tersebut diberi nama pengolahan dataelektronik (PDE).
Pada tahun 1964, komputer generasi baru memperkenalkan prosesor baru yang
menggunakan silicon chip circuitry dengan kemampuan pemrosesan yang lebih baik. Untuk
mempromosikan generasi komputer tersebut, para produsen memperkenalkan konsep sistem
informasi manajemen dengan tujuan utama yaitu aplikasi komputer adalah untuk
menghasilkan informasi bagi manajemen. Ketika itu mulai terlihat jelas bahwa komputer
mampu mengisi kesenjangan akan alat bantu yang mampu menyediakan informasi
manajemen.Konsep SIM ini dengan skala besar seperti Departemen Keuangan khususnya
untuk menangani pengelolaananggaran, pembiayaan dan penerimaan negara.Namun
demikian, para pengguna yang mencoba SIM pada tahap awal menyadari bahwa
penghalangterbesar justru datang dari para lapisan manajemen tingkat menengah – atas.
Perkembangan konsep ini masih belum mulus dan banyak organisasi mengalami kegagalan
dalam aplikasinya karena adanya beberapa hambatan, misalnya:
a. Kekurangpahaman para pemakai tentang komputer
b. Kekurangpahaman para spesialis bidang informasi tentang bisnis dan peran manajemen,
c. Relatif mahalnya harga perangkat komputer,
d. Serta terlalu berambisinya para pengguna yang terlalu yakin dapat membangun sistem
informasi secara lengkap sehingga dapat mendukung semua lapisan manajer.
Sementara konsep SIM terus berkembang, Morton, Gorry, dan Keendari Massachussets
Institute of Technology (MIT) mengenalkan konsep baru yang diberi nama Sistem Pendukung
Keputusan (Decision Support Systems - DSS). DSS adalah sistem yang menghasilkan
informasi yang ditujukan pada masalah tertentu yang harus dipecahkan atau keputusan yang
harus dibuat oleh manajer.
Perkembangan yang lain adalah munculnya aplikasi lain, yaitu Otomatisasi Kantor (office
automation - OA), yang memberikan fasilitas untuk meningkatkan komunikasi dan
produktivitas para manajer dan staf kantor melalui penggunaan peralatan elektronik.
Belakangan timbul konsep baru yang dikenal dengan nama Artificial Intelligence (AI), sebuah
konsep dengan ide bahwa komputer bisa deprogram untuk melakukan proses lojik
menyerupai otak manusia. Suatu jenis dari AI yang banyak mendapat perhatian adalah Expert
Systems (ES), yaitu suatu aplikasi yang mempunyai fungsi sebagaispesialis dalam area
tertentu.Semua konsep di atas, baik PDE, SM, OA, DSS, EIS, maupun AI merupakan aplikasi
pemrosesan informasi dengan menggunakan komputer dan bertujuan menyediakan informasi
untuk pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.
C. Pengertian Sistem Informasi untuk Pendidikan untuk Sekolah
Sistem adalah satu kesatuan komponen yang saling terhubung dengan batasan yang jelas
bekerja bersama-sama untuk mencapai seperangkat tujuan. Sistem informasi adalah
kombinasi dari people, hardware, software, jaringan komunikasi, sumber-sumber data,
prosedur dan kebijakan yang terorganisasi dengan baik yang dapat menyimpan, mengadakan
lagi, menyimpan, dan menyebarluaskan informasi dalam suatu organisasi.
Beberapa pengertian sistem informasi menurut Wikipedia Indonesia, 2010 adalah:
1. Sistem Informasi adalah sekumpulan hardware, software, brainware, prosedur atau
aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi
yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan
2. Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai
keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lain yang bertujuan menghasilkan
suatu informasi dalam suatu bidang tertentu.
Dari sumber lain, ada beberapa pengertian sistem informasi, yaitu:
1. Sistem informasi adalah data yang dikumpulkan, dikelompokkan dan diolah sedemikian
rupa sehingga menjadi sebuah satu kesatuan informasi yang saling terkait dan saling
mendukung sehingga menjadi suatu informasi yang berharga bagi yang menerimanya.
2. Menurut Lani Sidharta, sistem informasi adalah sistem buatan manusia yang berisi
himpunan terintegrasi dari komponen-komponen manual dan komponen-komponen
terkomputerisasi yang bertujuan untuk mengumpulkan data, memproses data, dan
menghasilkan informasi.
3. Menurut Gelinas, sistem informasi adalah suatu sistem buatan manusia yang terdiri atas
sekumpulan komponen berbasis komputer dan manual yang dibuat untuk menghimpun,
menyimpan, dan mengelola data serta menyediakan informasi keluaran kepada para
pemakainya.
Dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi untuk
pendidikan untuk sekolah adalah suatu sistem dalam sekolah yang merupakan kombinasi
yang terdiri dari manusia, fasilitas, teknologi dan pengendalian yang berfungsi untuk
mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat dalam proses mendidik atau membimbing
dari guru kepada peserta didik.
D. Komponen Sistem Informasi dalam Sekolah
Sistem informasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sistem informasi manual dan sistem
informasi berbasis komputer atau lebih dikenal dengan computer based information system
(CBIS). Komponen-komponen Sistem informasi berbasis komputer terdiri dari sumber daya-
sumber daya sebagai berikut:
1. Manusia
Manusia mengambil peranan penting dalam sistem informasi. Manusia dibutuhkan untuk
mengoperasikan sistem informasi.
2. Hardware
Hardware adalah semua peralatan yang digunakan dalam pemrosesan informasi. Sumber
daya hardware tidak hanya sebatas komputer saja, melainkan semua media data seperti
lembaran kertas dll.
3. Software
Software adalah semua rangkaian perintah yang digunakan untuk memproses informasi.
Sumber daya software tidak hanya sekedar programaja, tetapi juga berupa prosedur.
4. Data
Data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan kesatuan yang nyata,
data merupakan material atau bahan baku ynag belum mempunyai makna atau belum
berpengaruh langsung kepada pengguna sehingga perlu diolah untuk menghasilkan sesuatu
yang lebih bermakna.
5. Jaringan
Jaringan merupakan media komunikasi yang menghubungkan computer, pemroses
komunikasi dan peralatan lainnya, sumber daya jaringan dapat berupa kabel, satelit, dan
dukungan jaringan seperti modem, software pengendali dll. Kelima komponen tersebut
digunakan oleh sistem informasi untuk menjalankan aktivitas input, pemrosesan, output,
penyimpanan dan pengendalian yang mengubah sumber daya data menjadi produk informasi.
Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa komponen sistem informasi pendidikan
untuk sekolah terdiri dari manusia sebagai operator dan fasilitas teknologi (komputer) yang
dihubungkan dalam suatu jaringan kerja yang efektif untuk kepentingan proses pembelajaran
di sekolah .
E. Langkah penyusunan Sistem Informasi untuk Pendidikan untuk Sekolah
Tahap-tahap untuk menyusun sistem informasi untuk pendidikan untuk sekolah adalah
sebagai berikut.
1. Tahap masukan
Langkah yang pertama dilakukan adalah pengumpulan data. Pengumpulan data dimulai
dengan penangkapan data (data capture), data ditarik ke dalam sistem, langkah selanjutnya
adalah mencatat data (recorder) pada formulir-formulir yang disebut sebagai sumber
dokumen. Data kemudian diklasifikasikan untuk dimasukkan dalam kategori-kategori yang
telah ditentukan. Selanjutnya data dapat ditransmisikan/dipindahkan dari titik tangkapan ke
titik pemrosesan.
2. Tahap pemrosesan atau pengolahan
Data yang sudah dikumpulkan kemudian diproses melalui tahap-tahap validasi dan
diklasifikasikan menurut bagian-bagiannya masing-masing, selanjutnya diproses oleh
manusia sebagai pengguna teknologi. Data yang telah diproses kemudian disimpan, data dapat
disimpan secara permanen/sementara untuk menunggu proses selanjutnya.
3. Tahap keluaran
Tahap yang terakhir adalah tahap keluaran yaitu menyediakan informasi ke pengguna.
Informasi yang telah diolah kemudian menghasilkan data yang dapat diserap atau disajikan
kepada semua pihak yang berkepentingan, dalam hal ini yaitu oleh siswa untuk tujuan
pendidikan.
F. Peran Sistem Informasi Manajemen dalam Pengelolaan dan Pengembangan
Sekolah
Sistem informasi dimanfaatkan oleh para pemakai layanan informasi guna membantu
tugas penentuan kebijakan organisasi bagi para kepala sekolah. Keberadaan sistem informasi
manajemen pada ujungnya berfungsi untuk menelaah informasi menjadi bahan pengambilan
keputusan. Selain informasi dapat diperoleh melalui sistem ini, informasi juga bisa diperoleh
dari informasi luar. Seorang kepala sekolah seringkali kelebihan informasi, namun tidak
semua informasi yang diterima adalah informasi yang baik dan relevan dengan kebutuhan
organisasi, akibatnya kurang akurat informasi tersebut, manajer cenderung mengalami
kesalahan saat menentukan kebijakan. Sistem informasi manajemen bertugas menyaring
berdasarkan keperluan organisasi, yang orientasinya untuk menunjang keefektifan
pengambilan keputusan dari kepala sekolah. Salah satu tugas penting seorang kepala sekolah
adalah pengambilan keputusan yang berkenaan dengan lembaga pendidikan. Sebagai bahan
pijakan pengambilan keputusan bagi kepala sekolah adalah sistem informasi manajemen.
Suatu informasi bisa menjadi bahan bagi pengambil keputusan dalam tahapan tertentu, tetapi
bisa pula merupakan bahan mentah bagi pengambil keputusan untuk tahapan berikutnya.
Sehubungan dengan hal tersebut tantangan yang lebih besar untuk memperoleh informasi
yang efisien adalah:
1) Kemampuan untuk memberikan macam dan jumlah informasi yang benarbenar
dibutuhkan.
2) Menyampaikan informasi yang memenuhi persyaratan dan mudah dimengerti
pimpinan sekolah. Informasi yang baik dan memenuhi persyaratan adalah: lengkap
sesuai kebutuhan, terpercaya dan masih aktual (up to date).
Informasi merupakan hasil dari pengolahan data, maka data yang diterima juga harus lengkap.
Kriteria data atau fakta yang dijadikan bahan untuk informasi ialah:
a. Relevan,
b. Lengkap / mendetail,
c. Baru,
d. Sesuai dengan tempat,
e. Tidak melanggar efisiensi kerja.
Menurut george M. Scott sistem informasi dapat dipergunakan secara nyata untuk
mengendalikan oprasi, strategi, perencanaan jangka pendek dan jangka panjang, pengendalian
manajemen dan pemecahan masalah khusus. Batasan ini menggambarkan peran sistem
informasi manajemen dalam mementukan langkah langkah organisasi, berikut pendampingan
pada proses pelaksanaan. Pemecahan masalah dalam sebuah organisasi tidak menutup
kemungkinan mendapat acuan solusi dari keberadaan sistem informasi manajemen.
Dengan demikian sistem informasi manajemen berperan dalam membantu tugas-tugas
manajemen sekolah, mulai dari proses planning (perencanaan), organizing
(pengorganisasian), actuating (penggerakkan), hingga controlling (pengawasan).
Pada sebuah organisasi manajemen sekolah, selalu terlibat dalam serangkaian proses
manajerial, yang pada intinya berkisar pada penentuan: tujuan dan sasaran, perumusan
strategi, perencanaan, penentuan program kerja, pengorganisasian, penggerakan sumber daya
manusia, pemantauan kegiatan operasional, pengawasan, penilaian, serta penciptaan dan
penggunaan system umpan balik. Masing-masing tahap dalam proses tersebut pasti
memerlukan berbagai jenis informasi dalam pelaksanaannya.
a. Penentuan Tujuan Pelaksanaan Pendidikan
Dapat dinyatakan secara aksiomatis bahwa suatu manajemen sekolah dibentuk dan
dikelola untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam rangka
penentuan juga pencapaian tujuan tersebut maka dibutuhkan informasi-informasi yang dapat
memberikan gambaran kasar atau global tentang kecenderungan-kecenderungan yang
mungkin terjadi, baik secara internal dalam lingkup sekolah itu sendiri maupun pada
lingkungan di mana sekolah tersebut melakukan kegiatan pendidikanya. Informasi-informasi
yang dibutuhkan tersebut secara eksternal dapat mencakup bidang politik, keamanan,
ekonomi, sosial budaya, serta arah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Secara
internal informasi yang diperlukan adalah tentang produk yang akan dihasilkan dikaitkan
dengan kemampuan pihak sekolah dalam penyediaan dan penguasaan berbagai sarana,
prasarana, dana dan sumber daya manusia.
b. Perumusan Strategi Pelaksanaan Pendidikan
Perumusan strategi disini dilakukan untuk pencapaian tujuan sekolah dalam kegiatan
pendidikan. Salah satu instrumen ilmiah yang umum digunakan dalam penentuan strategi
organisasi ialah SWOT, yaitu Strengths (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunities
(Peluang), dan Threats (Ancaman). Agar analisis SWOT benar-benar ampuh sebagai
instrumen pembantu dalam penentuan dan pelaksanaan strategi organisasi, Diperlukan
informasi menngenai kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman yang mungkin dihadapi
oleh organisasi tersebut.
c. Perencanaan
Strategi yang telah dirumuskan dan ditetapkan memerlukan penjabaran melalui
penelenggaraan fungsi perencanaan. Karena perencanaan merupakan salah satu hal yang
penting dalam organisasi sekolah, perlu diketahui secepat mungkin berbagai resiko dan
faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab kegagalan pelaksanaan tujuan dan strategi
pelaksanaan pendidikan. Informasi-informasi yang dibutuhkan dalam proses perencanaan
adalah 5 W 1 H, yaitu what(apa), when(kapan), where(di mana), who(siapa), why(mengapa),
dan how(bagaimana).
d. Penyusunan Program Kerja
Penyusunan program kerja merupakan rincian sistematis dari rencana kerja jangka waktu
menengah. Keenam pertanyaan di atas harus terjawab dalam penyusunan program kerja
dimana ia harus bersifat kuantitatif, menyatakan secara jelas dan konkrit hasil yang
diharapkan, standar kinerja jelas, mutu hasil pendidikan ditetapkan secara pasti, dan program
kerja disusun sedemikian rincinya sehingga dapat dijadikan pedoman dalam penyelenggaraan
kegiatan operasional pendidikan.
e. Pengorganisasian
Organisasi dapat didefinisikan sebagai sekelompok orang yang terikat secara formal dan
hierarkis serta bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan
sebelumnya. Organisasi dapat menjadi wadah dimana sekelompok orang bergabung dan
menempati wilayah-wilayah tertentu untuk melakukan berbagai kegiatan yang menjadi
tanggung jawabnya. Organisasi dapat pula menjadi tempat berinteraksi bergerak dalam bidang
pendidikan. Tolok ukur keberhasilan suatu pendidikan tidak dilihat secara inkremental dari
apa yang dicapai oleh masing-masing satuan kerja dari komponen tiap pegawai sekolah
melainkan dari sudut pandang yang bersifat holistik dalam arti keberhasilan pendidikan secara
keseluruhan. Penyelesaian tugas yang menjadi tanggung jawab fungsional satuan kerja
tertentu memerlukan interaksi, interdependensi dan interrelasi dengan semua satuan kerja
lainnya dan tentunya proses seperti ini memerlukan suatu sistem informasi yang baik.
f. Penggerakan SDM
Penggerakan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan fungsi yang teramat penting
dalam manajemen sekaligus paling sulit. Penggerakan SDM yang tepat dan efektif
memerlukan informasi yang handal. Misalnya, informasi tentang klasifikasi jabatan, informasi
tentang uraian dan analisis pekerjaan, informasi tentang standar mutu pendidikan yang
diterapkan dalam manajemen sekolah, dan berbagai informasi lainnya yang memungkinkan
manajemen sekolah yang mengelola SDM dalam organisasi menyelenggarakan berbagai
fungsinya dengan baik.
g. Penyelenggaraan Kegiatan Operasional Pendidikan
Penyelenggaraan kegiatan operasional merupakan bagian yang sangat penting dari
keseluruhan proses manajemen sekolah dan bahkan merupakan tes apakah sebuah manajemen
sekolah berjalan sesuai dengan tujuan dan rencana yang benar atau tidak. Hal ini dikarenakan
manajemen bersifat situasional dimana penerapan prinsip-prinsip manajemen harus
diterapkan secara universal dengan memperhitungkan faktor situasi, kondisi, ruang dan
waktu. Manajemen sekolah juga berorientasi pada hasil optimal dari segi produk hasil lulusan,
efisiensi dan efektivitas kerja, sehingga penyelenggaraan kegiatan operasional pendidikan
yang baik dan tepat hanya akan terwujud bila didukung dengan berbagai informasi yang tepat
pula yang terdapat dalam sistem informasi manajemen sekolah.
h. Pengawasan
Pengawasan diperlukan atas pertimbangan bahwa penyelenggaraan seluruh kegiatan
operasional memungkinkan terjadi kesalahan yang berarti dapat berakibat pada tidak
terwujudnya tingkat efisiensi, efektivitas dan produktivitas yang diharapkan. Oleh karena itu,
kegiatan pengawasan jelas memerlukan sekaligus menghasilkan informasi tentang
penyelenggaraan berbagai kegiatan proses pendidikan yang sedang terjadi.
i. Penilaian
Seperti halnya dalam pengawasan, informasi dalam proses penilaian juga sangat dibutuhkan.
Informasi ini dapat diperoleh melalau berbagai wawancara, penyebaran kuesioner kepada
pihak-pihak lain yang terlibat dalam proses manajemen sekolah yang dianggap mengetahui
pengetahuan mendalam tentang seluruh proses manajerial, dan teknik-teknik lainnya yang
dipandang perlu dan tepat digunakan dalam penerapan dalam pengambilan keputusan kepala
sekolah.
j. Sistem Umpan Balik
Semua informasi yang diperoleh—terutama dari hasil penilaian— diumpanbalikkan
kepada berbagai pihak yang berkaitan dengan manajerial sekolah, termasuk kepada para
peserta didik, pendidik, tenaga administrasi sekolah, kepala sekolah, dan pihak-pihak lain
yang mendukung berjalanya proses pendidikan di sekolah.
BAB III
PEMBAHASAN
A. Sistem Informasi yang digunakan di SD Strada Pejompongan
Dalam dunia pendidikan sistem informasi yang kerap digunakan biasanya berhubungan
langsung dengan data-data kesiswaan. Sistem Informasi yang digunakan pada Lembaga
Pendidikan umumnya berbasis web yang dinaungi dan dikelola oleh Pemerintah Setempat.
Berikut Sistem Informasi yang digunakan di SD Strada Pejompongan :
1. Data Pokok Pendidikan atau yang dikenal DAPODIK, yaitu sistem pendataan skala
nasional yang terpadu, dan merupakan sumber data utama pendidikan nasional, yang
merupakan bagian dari Program perancanaan pendidikan nasional dalam mewujudkan
insan Indonesia yang Cerdas dan Kompetitif. Karena tanpa perencanaan pendidikan
yang matang, maka seluruh program yang terbentuk dari perencanaan tersebut akan
jauh dari tujuan yang diharapkan. Untuk melaksanakan perencanaan pendidikan,
maupun untuk melaksanaan program-program pendidikan secara tepat sasaran,
dibutuhkan data yang cepat, lengkap, valid, akuntabel dan terus up to date. Dengan
ketersediaan data yang cepat, lengkap, valid, akuntabel dan up to date tersebut, maka
proses perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan evaluasi kinerja program-program
pendidikan nasional dapat dilaksanakan dengan lebih terukur, tepat sasaran, efektif,
efisien dan berkelanjutan.
Sehubungan dengan hal tersebut, Departemen Pendidikan Nasional telah mengembangkan
suatu sistem pendataan skala nasional yang terpadu dan disebut dengan Data Pokok
Pendidikan (Dapodik). Dapodik ini dikelola oleh biro PKLN sampai tanggal 30 Maret 2010
diserahterimakan kepada PSP Balitbang. Data pokok pendidikan awalnya dapat diakses
melalui situs dapodik.org yaitu data sejak tahun 2006 sampai 2011. Untuk data tahun 2012
tidak tersedia di situs dapodik.org karena situs tersebut telah ditutup sejak 1 Januari 2012.
Berdasarkan surat edaran dari Kemdiknas no. 1980/P3/TP/2011 tanggal 14 September 2011
data NPSN dan NISN hanya dapat diakses melalui situs kemdiknas.
Sumber Data Utama Pendidikan Nasional
a. Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) adalah sistem pendataan sekolah skala nasional
dengan memberlakukan suatu kode identitas yang bersifat unik, tunggal dan berlaku
seumur hidup kepada seluruh sekolah Indonesia mulai jenjang pendidikan dasar dan
menengah hingga perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Termasuk juga sekolah-
sekolah yang bernaung di bawah Departemen Agama. Dengan pendataan sekolah secara
terpusat dan online ini, maka pengembangan dan pengawasan program pemerintah yang
berkaitan dengan peningkatan dan pengembangan mutu sekolah, seperti program
rehabilitas sekolah, pembangunan unit sekolah baru (USB) dan ruang kelas baru (RKB)
dapat dilaksanakan dengan lebih akurat, tepat sasaran dan berkesinambungan.
b. Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) adalah sistem pendataan siswa skala nasional
dengan memberikan kode identitas yang bersifat unik, tunggal dan berlaku seumur hidup
kepada seluruh siswa Indonesia pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, serta dapat
dimanfaatkan juga pada jenjang pendidikan tinggi. Dengan program NISN, maka seorang
siswa tidak perlu berganti nomor induk setiap kali mengalami penggantian jenjang
maupun jenis pendidikan. 1(satu) nomor akan digunakan hingga siswa tersebut
menamatkan pendidikannya. Dengan NISN ini pula, maka perkembangan riwayat
pendidikan para siswa dapat dengan mudah dipantau secara nasional, termasuk juga
perubahan data yang terjadi, seperti proses mutasi, tingkat kelulusan hingga data siswa
yang putus sekolah. Dengan NISN maka program-program perencanaan pendidikan
nasional, pelaksanaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pelaksanaan Ujian Nasional
ataupun kegiatan berskala nasional lainnya yang berkaitan erat dengan data siswa dapat
lebih terukur dan terjamin keakuratan datanya.
c. Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) adalah sistem pendataan
pendidik dan tenaga kependidikan skala nasional dengan memberikan kode identitas yang
bersifat unik, tunggal dan berlaku seumur hidup kepada seluruh Pendidik dan Tenaga
Kependidikan yang ada pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Dengan memiliki
NUPTK, seorang pendidik dan tenaga kependidikan akan lebih mudah memperoleh hak-
haknya di dalam program pemerintah, seperti keikutsertaan pada sertifikasi profesi
pendidik, tunjangan profesi dan program-program lainnya yang berkaitan dengan
pendidik dan tenaga kependidikan.
Ketiga program pengelolaan data utama tersebut menjadi bagian penting dan tidak
terpisahkan sebagai Data Pendukung Utama Pendidikan Nasional yang valid, akurat,
akuntabel dan up to date untuk digunakan dalam melaksanakan program-program Pendidikan
Nasional lainnya.
2. SIM PKB adalah Sistem Informasi Manajemen yang digunakan pada Program
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yang bertujuan untuk meningkatkan
kompetensi guru, khususnya untuk mengembangkan keterampilan instruksional dan
pengetahuan terhadap konten pembelajaran yang diampu. SIM PKB merupakan alat
penghasil informasi untuk mengelola data dan sebagai pusat pengaturan layanan bagi
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.
Adapun Ruang Lingkup SIM PKB adalah sebagai berikut :
 Pengelolaan Akun Pengguna
 Pengelolaan Komunitas GTKdan Pusat Belajar
 Pengelolaan Kelas, Peserta dan Pengurus Diklat
 Pengelolaan Integrasi Kelas Diklat pada LMS
 Pengelolaan Evaluasi (Test Awal dan Test Akhir)
 Pengolahan Nilai Peserta
 Pengelolaan Riwayat Diklat Individu Guru (portofolio)
Manfaat pengembangan keprofesian berkelanjutan yang terstruktur, sistematik dan memenuhi
kebutuhan peningkatan keprofesian guru adalah sebagai berikut :
a. Bagi Peserta Didik. Dengan adanya pelaksanaan PKB, maka peserta didik
memperoleh jaminan pelayanan dan pengalaman belajar yang efektif.
b. Bagi Guru. Kepada guru dengan melaksanakan PKB (pengembangan keprofesian
berkelanjutan) akan dapat memenuhi standar dan mengembangkan kompetensinya
sehingga mampu melaksanakan tugas-tugas utamanya secara efektif sesuai dengan
kebutuhan belajar peserta didik untuk menghadapi kehidupan di masa datang.
Semua guru diwajibkan untuk melakukan verifikasi dan validasi Sakolah Induk dan Mata
Pelajaran di SIM PKB. Hal ini dilakukan untuk memastikkan tidak terjadinya
ketidaksesuaian/salah jenjang/mapel pada saat melakukan Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan.
3. General Ledger atau Buku Besar merupakan langkah kedua siklus akuntansi setelah
mencatat jurnal transaksi. Buku Besar yang berisikan hasil mutasi transaksi hasil
postingan jurnal ini berfungsi untuk melihat kumpulan mutasi per akun, saldo awal,
serta saldo akhir yang nantinya akan digunakan lagi untuk membuat jurnal
penyesuaian sampai kepada laporan keuangan.
Secara konvensional, untuk memosting jurnal ke buku besar diperlukan ketelitian dalam
menghitung satu persatu nilai akun yang terdapat di jurnal dengan menambahkan atau
mengurangi nilainya berdasarkan posisinya di debit atau kredit. Jika sudah ditemukan nilai
akhirnya, barulah nilai saldo akhir yang diperoleh dimasukkan ke akun di buku besar, begitu
pun dengan akun-akun lainnya sehingga nilai aktiva dan pasiva seimbang.
4. CMS atau Cash Management System yang bertujuan untuk mempermudah suatu
perusahaan dalam mengelola dan melakukan transaksi keuangannya. Layanan
perbankan online ini memungkinkan customer untuk melakukan transaksi harian dan
mengatur keuangan dengan mudah, cepat dan juga akurat. Layanan ini dilengkapi
dengan berbagai fitur unggulan yang dapat mendukung pengelolaan usaha sebagai
berikut:
1. Account Information BRI
Fitur Account Information ini, memudahkan customer untuk melakukan pengecekan
transaksi perusahaan dan mengontrol keuagan yang masuk dan juga keluar. Customer
dapat dengan mudah mengecek transaksi yang dilakukannya baik hari ini ataupun
transaksi transaksi yang dilakukannya hingga periode lima tahun ke belakang. Tidak
hanya itu, customer pun dapat dengan mudah melakukan pengecekan terhadap
rekening koran dan ringkasan rekening dengan memanfatkan fitur Account Statement
dan Account Summary. Sedangkan untuk menngecek ringkasan rekening deposito,
customer dapat memanfaatkan fitur Time Deposit Monitoring.
2. Funds Transfers BRI
Tak ketinggalan, transfer pun kini dapat dilakukan dengan mudah secara online tanpa
harus pergi ke Bank ataupun ke ATM. Dalam layanan ini, kegiatan transfer diatur
dalam fitur Funds Transfers yang memiliki komponen sebagai berikut:
 Internal dan External Funds Transfer
Ketika customer ingin melakukan transfer dana antar rekening BRI dan atau ke
rekening BRI Virtual Account (BRIVA), customer dapat memanfaatkan fitur
Internal Funds Transfer. Sedangkan, fitur External Fund Transfer dapat
membantu Customer melakukan transfer dana dari rekening BRI ke rekening
bank lain. Transfer yang dilakukan dapat dalam bentuk Rupiah ataupun mata
uang asing lainnya baik secara satuan, kolektif atau massal.
 Payroll/ salary crediting
Fitur ini dapat memudahkan customer dalam melakukan pembayaran gaji
secara massal kepada karyawannya hanya dengan sekali tekan saja. Fitur ini
dilengkapi mekanisme pengamanan dan kompatibilitas yang artinya ketika ada
perubahan gaji karyawan maka dapat dilakukan dengan mudah dengan
mengecek ulang kesesuaian besaran gaji dengan nama karyawan pemilik
rekening, sehingga pembayaran gaji pun akan berjalan dengan lebih aman dan
akuntabel. Fitur ini sangat sangat memudahkan customer dalam melakukan
pembayaran gaji bahkan pembayaran gaji dapat dilakukan ketika hari libur.
 Account pooling
Fitur ini dapat mempermudah customer dalam melakukan jadwal
pemindahbukuan dana antar rekening perusahaannya. Berapa jumlah nominal
atau besaran presentase dari jumlah dana yang ingin dipindahkan ke rekening
lain juga dapat dengan mudah diatur langsung oleh customer, bahkan berapa
jumlah dana yang ingin disisakan di dalam rekening juga dapat sekaligus diatur
dengan mudah. Mekanisme atau cara kerja dari fitur ini adalah secara otomatis
dana akan dipindahkan dari rekening satu ke rekening tujuan sesuai dengan
pengaturan yang sudah ditentukan Customer pada tanggal dan waktu yang
sudah dijadwalkan.
3. Payment & Purchases BRI
Selain mempermudah dalam pembayaran gaji, CMS BRI juga mempermudah
perusahaan yang menggunakan layanan ini dalam melakukan pembayaran pembayaran
lainnya seperti pembayaran tagihan telepon, listrik, operator telepon seluler pasca-
bayar, dan asuransi ketenagakerjaan karyawan. Hal hal yang telah disebutkan tersebut,
dapat dilakukan dengan komponen dari fitur Payment & Purchases yaitu Bill
Payments. Sementara fitur Delivery Order dapat digunakan untuk melakukan
pembayaran biaya pengiriman barang. Selain Bill Payments dan Delivery Order,
dalam fitur ini tersedia juga komponen eTax yang dapat mempermudah perusahaan
dalam melakukan segala detail pembayaran terkait urusan pajak, sekalipun itu hari
libur. Dan sekali lagi tranksaksi ini dapat dilakukan secara massal sekaligus.
Istilah :
a. Bank adalah PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO), Tbk. yang
meliputi Kantor Pusat, Kantor Wilayah, Kantor Cabang Khusus, Kantor
Cabang, Kantor Cabang Pembantu dan kantor lainnya yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO),
Tbk.
b. Nasabah adalah badan usaha dan atau institusi lainnya yang memiliki rekening
simpanan dan atau pinjaman di BRI.
c. Client adalah Nasabah yang telah terdaftar sebagai penggunan layanan CMS
BRI.
d. Corporate ID adalah kode pada aplikasi CMS BRI yang diberikan kepada
Client untuk menunjukkan identitas perusahaan/lembaga yang harus
dimasukkan pada saat melakukan akses CMS BRI.
e. User ID adalah kode pada aplikasi CMS BRI yang diberikan kepada Client
untuk menunjukkan identitas seseorang yang mendapatkan hak akses CMS
BRI yang harus dimasukkan pada saat melakukan akses CMS BRI.
f. User Admin adalah User ID yang diberikan oleh BRI kepada Client, yang
memiliki kewenangan dan tanggung jawab melakukan (create) setting aplikasi
CMS BRI untuk Client tersebut.
g. User SysAdmin adalah User ID yang diberikan oleh BRI kepada Client, yang
memiliki kewenangan dan tanggung jawab memverifikasi dan menyetujui
setting aplikasi CMS BRI yang telah dibuat oleh User Admin.
h. Password adalah kombinasi huruf (besar-kecil) dan angka yang merupakan
sandi rahasia yang harus dimasukkan pada saat melakukan akses CMS BRI.
i. Token adalah perangkat keamanan yang menghasilkan digit khusus (Token
Code) bersifat dinamis yang harus dimasukkan bersama dengan PIN Token.
j. PIN Token adalah nomor identifikasi yang melekat pada Token yang bersifat
statis dan rahasia yang harus dicantumkan/diinput bersama-sama angka Token
dalam setiap penggunaan Token pada layanan CMS BRI.
B. Kelebihan Sistem Informasi Perusahaan
1. Menyediakan informasi dari data-data yang terbaru (Up to Date)
2. Memudahkan dalam proses pengolahan, penyimpanan, pencarian dan pelaporan
data sehingga data yang disajikan lebih terjamin kebenarannya.
3. Dapat memantau perkembangan sekolah
4. Memudahkan dalam penyaluran Dana Pemerintah (BOS) karena data dapat
diambil dari aplikasi Dapodik
5. Memotivasi sekolah untuk melakukan pendataan secara lengkap, sehingga data
pokok pendidikan pada Kabupaten/Kota/Provinsi/Pusat akan menjadi lebih
lengkap.
C. Kekurangan Sistem Informasi Perusahaan
1. Cepatnya proses upgrade versi pada aplikasi
2. Kurangnya sosialisasi apabila terdapat pembaruan aplikasi
3. Untuk mutasi guru/karyawan baru lebih sulit karena harus mengurus ke Dinas
Setempat
4. Akses web sering terganggu sehingga menghambat pekerjaan
D. Perbaikan Sistem untuk Masa Yang Akan Datang
Kedepannya agar dapat melengkapi seluruh fasilitas web agar tidak sering upgrade versi
karena dengan adanya pembaruan versi maka pekerjaan akan bertambah dan memakan
waktu perbaikan atau perubahan data yang cukup lama, serta dapat memberikan
sosialisasi khusus mengenai pembaruan data kepada sekolah-sekolah sehingga pekerjaan
dapat cepat terselesaikan dan mencapai tujuan bersama.
BAB IV
KESIMPULAN
1. Sistem adalah satu kesatuan komponen yang saling terhubung dengan batasan yang jelas
bekerja bersama-sama untuk mencapai seperangkat tujuan.
2. Sistem informasi untuk pendidikan untuk sekolah adalah suatu sistem dalam sekolah
yang merupakan kombinasi yang terdiri dari manusia, fasilitas, teknologi dan
pengendalian yang berfungsi untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat
dalam proses mendidik atau membimbing dari guru kepada peserta didik.
3. Sistem Informasi Manajemen berperan dalam membantu tugas-tugas manajemen sekolah,
mulai dari proses planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating
(penggerakkan), hingga controlling (pengawasan).
4. Adapun kendala yang terjadi yaitu penerapan pada sistem informasi itu sendiri, yang
menghambat berbagai pekerjaan.
DAFTAR PUSTAKA
1.Prasetio, Edi.
http://www.academia.edu/11743590/Makalah_Sistem_Informasi_Manajemen_Pendidikan
(15 Oktober 2017, jam 16.47)
2.Mardiana, Ayusta. 2015.
http://simseptialutfi11130037ayustamardiana.blogspot.co.id/2015/10/sistem-informasi-
dalam-dunia-pendidikan.html (15 Oktober 2017, jam 17.15)
3.Adzillina, Nisrina Nindhia. 2015.
http://simsetialutfi11130136nisrinanindhia.blogspot.co.id/2015/10/makalah-sistem-
informasi-manajemen.html (15 Oktober 2017, jam 18.50)
4.Wikipedia, 2017. https://id.wikipedia.org/wiki/Data_pokok_pendidikan
(16 Oktober 2017, jam 18.30)
5.Ilkha, Firman. 2014. https://zahiraccounting.com/id/blog/mengenal-software-gl-atau-
general-ledger/ (16 Oktober 2017, jam 20.30)
6.Febrianti, Aisah. http://www.pediapendidikan.com/2016/09/guru-pembelajar-online.html
(17 Oktober 2017, jam 18.10)
7.Wahyu Is. 2017. https://news.ralali.com/cms-bri-cash-management-bank-rakyat-indonesia/
(17 Oktober 2017, jam 19.58)
8.Bank Rakyat Indonesia. https://ibank.bri.co.id/cms/help/Tcond.aspx
(17 Oktober 2017, jam 20.35)

SIM, Yolanda Putri Pratiwi, Hapzi Ali, Implementasi Sistem Informasi Pada SD Strada Pejompongan, Universitas Mercu Buana, 2017.PDF

  • 1.
    SISTEM INFORMASI MANAJEMEN IMPLEMENTASISISTEM INFORMASI DI SD STRADA PEJOMPONGAN Dosen Pengampu : Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA Disusun Oleh : Yolanda Putri Pratiwi 43216110316 UNIVERSITAS MERCU BUANA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS 2017
  • 2.
    ABSTRAK Penulisan makalah inibertujuan untuk mengelola informasi pendidikan dan memandang bahwa informasi sebagai komoditas dan sumber daya yang dapat memberikan manfaat dalam membangun masyarakat. Dengan semakin banyak informasi, maka kita semakin perlu untuk mengorganisasikan, mengklasifikasikan, memperoleh dan menyampaikan informasi dengan baik, benar dan bertanggung jawab. Pengelolaan sumber daya informasi dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi dengan memperhatikan berbagai aspek yang terkait didalamnya seperti perkembangan teknologi informasi baik hardware maupun software, basisdata, keamanan data, dan kebutuhan konsumen. Sebagai contoh Sistem Informasi Manajemen yang digunakan pada Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (SIM PKB) yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru, khususnya untuk mengembangkan keterampilan instruksional dan pengetahuan terhadap konten pembelajaran yang diampu. SIM PKB merupakan alat penghasil informasi untuk mengelola data dan sebagai pusat pengaturan layanan bagi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. DAPODIK yaitu sistem pendataan skala nasional yang terpadu, dan merupakan sumber data utama pendidikan nasional, yang merupakan bagian dari Program perancanaan pendidikan nasional dalam mewujudkan insan Indonesia yang Cerdas dan Kompetitif. General Ledger adalah langkah kedua siklus akuntansi setelah mencatat jurnal transaksi. Buku Besar yang berisikan hasil mutasi transaksi hasil postingan jurnal ini berfungsi untuk melihat kumpulan mutasi per akun, saldo awal, serta saldo akhir yang nantinya akan digunakan lagi untuk membuat jurnal penyesuaian sampai kepada laporan keuangan. Cash Management System yang bertujuan untuk mempermudah suatu perusahaan dalam mengelola dan melakukan transaksi keuangannya. Layanan perbankan online ini memungkinkan customer untuk melakukan transaksi harian dan mengatur keuangan dengan mudah, cepat dan juga akurat. Kata kunci : SIM PKB, DAPODIK, General Ledger, Cash Management System
  • 3.
    BAB I PENDAHULUAN A. LatarBelakang Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi oleh masyarakat sekarang ini sudah menjadi biasa, tidak lagi menjadi impian yang sulit diwujudkan, termasuk pemanfaatannya di dunia pendidikan. Mengingat pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk dunia pendidikan sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan, diperlukan pemasyarakatan sekaligus implementasi sistem informasi manajemen pendidikan yang tepat agar pelaksanaan dan pemanfaatannya optimal sesuai dengan kepentingan dan sasaran dunia pendidikan. Zulkifli Amsyah menyatakan Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi telah membuka kemungkinan-kemungkinan kegiatan yangsebelumnya sulit atau bahkan tidak bisa dilakukan, saat ini dengan mudah bisa dilakukan, misalnya kegiatan berkirim informasi ataupun kegiatan-kegiatan pendidikan secara online. Implementasi teknologi informasi dan komunikasi beserta komponen infra strukturnya benar-benar telah menandai terjadinya revolusi peradaban yang memungkinkan pekerjaan-pekerjaan dalam sistem organisasi dapat di selesaikan secara cepat, akurat, efektif dan efisien. Bahwa perkembangan perangkat keras dan perangkat lunak jaringan, sekarang lebih meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kecepatan pekerjaan dan pelayanan pelanggan. Di abad teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini segala macam bentuk teknologi informasi dan komunikasi dapat diperoleh dengan cara yang relatif mudah dengan menggunakan teknologi informasi dankomunikasi yang ringkas dan canggih, dilihatdari trend perkembangan software dan hardware. Didalam dunia pendidikan Sistem Informasi (SI) memegang peranan yang cukup penting, apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini. Hampir di seluruh sektor bisnis di dunia ini menggunakan sistem informasi di perusahaan mereka. Bukan hanya itu mereka pun selalu berusaha melakukan berbagai macam cara untuk menggembangkan sistem informasi yang digunakan di perusahaan mereka. Hal tersebut disebabkan karena sistem informasi memegang peranan yang cukup penting dalam bisnis mereka. karena Sistem Informasi adalah sebuah sistem yang menerima sumber daya data sebagai input dan memprosesnya ke dalam produk informasi sebagai outputnya. secara tidak langsung Sistem Informasi (SI) mengajarkan kita untuk menghadapi masa depan dengan pemikiran yang matang untuk kedepannya. karena didalam bidang pendidikan Sistem Informasi (SI) mengajarkan kita cara menyebarkan informasi dengan tahap-tahap yang telah ditentukan untuk mempermudah penyelesaian masalah. Ada beberapa jenis umum dari sistem informasi. Misalnya, sistem manajemen database (DBMS) adalah kombinasi perangkat lunak dan data yang memungkinkan untuk mengatur dan menganalisis data. Software DBMS biasanya tidak dirancang untuk bekerja dengan organisasi tertentu atau jenis tertentu analisis. Sebaliknya, itu adalah sistem informasi untuk keperluan umum. Contoh lain adalah spreadsheet elektronik. Ini adalah alat untuk analisis data dasar berdasarkan rumus yang mendefinisikan hubungan antar data. Sebagai contoh, Anda dapat menggunakan spreadsheet untuk menghitung rata-rata untuk satu set nilai-nilai atau untuk merencanakan tren nilai dari waktu ke waktu.
  • 4.
    Komponen khas dariSistem Informasi. Sementara sistem informasi dapat berbeda dalam bagaimana mereka digunakan dalam sebuah organisasi, mereka biasanya berisi komponen-komponen berikut: A. Hardware: sistem informasi berbasis komputer menggunakan perangkat keras komputer, seperti prosesor, monitor, keyboard dan printer. B. Software: Ini adalah program yang digunakan untuk mengatur, proses dan menganalisis data. C. Database: Sistem informasi bekerja dengan data, disusun dalam tabel dan file. D. Jaringan: berbeda elemen harus terhubung satu sama lain, terutama jika banyak orang yang berbeda dalam sebuah organisasi menggunakan sistem informasi yang sama. E. Prosedur: ini menggambarkan bagaimana data spesifik diproses dan dianalisis untuk mendapatkan jawaban yang sistem informasi dirancang. Fasilitas di Internet yang dapat digunakan untuk pembelajaran adalah: 1. Pembelajaran synchronous a) Tele conference adalah pembelajaran yang dikembangkan melalui internet di mana pembelajar berkumpul pada suatu tempat dan instruktur berada pada tempat yang terpisah dan komunikasi dilangsungkan melalui internet dengan menggunakan kamera dan audio. b) Netmeeting c) Netmeeting hampir menyerupai tele conference, pembelajar juga dipisahkan oleh tempat, dan komunikasi dilangsungkan melalui internet dengan menggunakan kamera dan audio. d) Chatting e) kegiatan pembelajaran yang dilakukan melalui fasilitas chat-room, di mana instruktur dan pembelajar terhubung melalui internet pada waktu yang bersamaan dan komunikasi dilakukan secara tertulis. 2. Pembelajaran asynchronous a) Email Pembelajaran dilakukan melalui surat menyurat (elektronik/internet) antara pendidik dengan peserta didik. b) Message board Pembelajaran dilakukan secara tertulis melalui fasilitas papan pesan. c) Mailing list Pembelajaran dilakukan melalui surat menyurat (elektronik/internet) antara pendidik dengan peserta didik, dimana seluruhnya tergabung dalam kelompok mailing list. d) WWW adalah pembelajaran yang dikembangkan melalui berbagai situs yang terdapat di internet.
  • 5.
    Ada beberapa kendaladalam penyusunan Sistem Informasi untuk Pendidikan untuk sekolah, diantaranya: 1. Masih belum memadainya sarana/prasarana sekolah. 2. Masih kurangnya SDM yang memahami dan menguasai konsep dan implementasi sistem dan teknologi informasi. 3. Belum adanya aturan yang jelas dari pemerintah. 4. Etika dan moralitas masih belum mendapat tempat yang memadai. 5. Sulitnya mengubah perilaku siswa yang cenderung pasif untuk menghadapi pola siswa aktif. Jika sistem informasi diterapkan dalam dunia pendidikan, maka akan terjalin suatu relasi atau hubungan yang membawa dampak positif bagi dunia pendidikan itu sendiri. Ada beberapa dampak positif yang dapat penulis jabarkan, diantaranya adalah : 1. Dengan adanya sistem informasi, teknologi komputerisasi dapat dikenalkan sejak dini atau di tingkat pendidikan dasar. 2. Dengan adanya sistem informasi, pemberlakuan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) pada tahun 2004 dapat terbantu, terutama dalam bidang pendidikan komputer atau Teknologi Informasi dan Komunikasi. 3. Orang-orang yang ada di daerah bisa merasakan kemajuan teknologi komputerisasi, terutama di bidang pendidikannya. 4. Adanya sistem pemberlakuan absensi secara elektronik. 5. Terdapatnya perpustakaan elektronik (e-library) yang membantu para pelajar ketika mencari bahan pembelajaran. 6. Adanya sistem pembelajaran elektronik (e-learning) bagi pelajar tingkat lanjut. B. Rumusan Masalah a. Apa definisi system informasi manajemen? b. Bagaimana perkembangan system informasi manajemen? c. Apa Pengertian Sistem Informasi untuk Pendidikan untuk Sekolah? d. Bagaimana Komponen Sistem Informasi dalam Sekolah ? e. Bagaimana Langkah penyusunan Sistem Informasi untuk Pendidikan untuk Sekolah? f. Bagaimana Peran Sistem Informasi Manajemen dalam Pengelolaan dan Pengembangan Sekolah? C. Tujuan Penulisan a. Mengetahui Definisi Sistem Informasi Manajemen b. Mengetaui Perkembangan Sistem Informasi Manajemen c. Mengetahui Pengertian Sistem Informasi untuk Pendidikan untuk Sekolah d. Mengetahui Bagaimana Komponen Sistem Informasi dalam Sekolah e. Mengetahui Bagaimana Langkah penyusunan Sistem Informasi untuk Pendidikan untuk Sekolah f. Mengetahui Bagaimana Peran Sistem Informasi Manajemen dalam Pengelolaan dan Pengembangan Sekolah g. Mengetahui Implementasi atau Penerapan Sistem Informasi dalam Bidang Pendidikan
  • 6.
    BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.Definisi Sistem Informasi Manajemen Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah organisasi yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah organisasi. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu organisasi akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya. Disamping itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik. Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data). Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif (effective business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru. Sebuah organisasi pendidikan atau sekolah dalam menjalankan proses pelaksanaan pendidikan memerlukan suatu informasi agar bisa menjalankan kegiatannya sehari-hari. Daftar jumlah pengajar atau guru, jumlah siswa, rencana penganggaran pelaksanaan pendidikan dalam waktu satu tahun,rencana pelaksanaan kegiatan pendidika satu tahun ke depan, dan kegiatan manajemen lainya. Semua ini dan hal-hal lainnya adalah kegiatan pengolahan data dan harus dianggap bersifat pekerjaan juru tulis yang mengikuti suatu prosedur standar tertentu. Komputer bermanfaat utnuk tugas-tugas pengolahan data semacam ini, tetapi sebuah sistem informasi menajemen melkasanakan pula tugas-tugas lain dan lebih dari sekedar sistem pengolahan data. Adalah sistem pengolahan informasi yang menerapkan kemampuan komputer untuk menyajikan informasi bagi manajemen dan bagi pengambilan keputusan. Definisi sebuah sistem informasi manajemen, istilah yang umum dikenal orang adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah ―data base‖. B. Perkembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Sesungguhnya, konsep sistem informasi telah ada sebelum munculnya komputer. Sebelum pertengahan abad ke-20, pada masa itu masih digunakan kartu punch, pemakaian komputer terbatas pada aplikasi akuntansi yang kemudian dikenal sebagai sistem informasi akuntansi. Namun demikian para pengguna – khususnya dilingkungan perusahaan masih mengesampingkan kebutuhan informasi bagi para manajer. Aplikasi akuntansi yang berbasis komputer tersebut diberi nama pengolahan dataelektronik (PDE).
  • 7.
    Pada tahun 1964,komputer generasi baru memperkenalkan prosesor baru yang menggunakan silicon chip circuitry dengan kemampuan pemrosesan yang lebih baik. Untuk mempromosikan generasi komputer tersebut, para produsen memperkenalkan konsep sistem informasi manajemen dengan tujuan utama yaitu aplikasi komputer adalah untuk menghasilkan informasi bagi manajemen. Ketika itu mulai terlihat jelas bahwa komputer mampu mengisi kesenjangan akan alat bantu yang mampu menyediakan informasi manajemen.Konsep SIM ini dengan skala besar seperti Departemen Keuangan khususnya untuk menangani pengelolaananggaran, pembiayaan dan penerimaan negara.Namun demikian, para pengguna yang mencoba SIM pada tahap awal menyadari bahwa penghalangterbesar justru datang dari para lapisan manajemen tingkat menengah – atas. Perkembangan konsep ini masih belum mulus dan banyak organisasi mengalami kegagalan dalam aplikasinya karena adanya beberapa hambatan, misalnya: a. Kekurangpahaman para pemakai tentang komputer b. Kekurangpahaman para spesialis bidang informasi tentang bisnis dan peran manajemen, c. Relatif mahalnya harga perangkat komputer, d. Serta terlalu berambisinya para pengguna yang terlalu yakin dapat membangun sistem informasi secara lengkap sehingga dapat mendukung semua lapisan manajer. Sementara konsep SIM terus berkembang, Morton, Gorry, dan Keendari Massachussets Institute of Technology (MIT) mengenalkan konsep baru yang diberi nama Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support Systems - DSS). DSS adalah sistem yang menghasilkan informasi yang ditujukan pada masalah tertentu yang harus dipecahkan atau keputusan yang harus dibuat oleh manajer. Perkembangan yang lain adalah munculnya aplikasi lain, yaitu Otomatisasi Kantor (office automation - OA), yang memberikan fasilitas untuk meningkatkan komunikasi dan produktivitas para manajer dan staf kantor melalui penggunaan peralatan elektronik. Belakangan timbul konsep baru yang dikenal dengan nama Artificial Intelligence (AI), sebuah konsep dengan ide bahwa komputer bisa deprogram untuk melakukan proses lojik menyerupai otak manusia. Suatu jenis dari AI yang banyak mendapat perhatian adalah Expert Systems (ES), yaitu suatu aplikasi yang mempunyai fungsi sebagaispesialis dalam area tertentu.Semua konsep di atas, baik PDE, SM, OA, DSS, EIS, maupun AI merupakan aplikasi pemrosesan informasi dengan menggunakan komputer dan bertujuan menyediakan informasi untuk pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. C. Pengertian Sistem Informasi untuk Pendidikan untuk Sekolah Sistem adalah satu kesatuan komponen yang saling terhubung dengan batasan yang jelas bekerja bersama-sama untuk mencapai seperangkat tujuan. Sistem informasi adalah kombinasi dari people, hardware, software, jaringan komunikasi, sumber-sumber data, prosedur dan kebijakan yang terorganisasi dengan baik yang dapat menyimpan, mengadakan lagi, menyimpan, dan menyebarluaskan informasi dalam suatu organisasi.
  • 8.
    Beberapa pengertian sisteminformasi menurut Wikipedia Indonesia, 2010 adalah: 1. Sistem Informasi adalah sekumpulan hardware, software, brainware, prosedur atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan 2. Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lain yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dari sumber lain, ada beberapa pengertian sistem informasi, yaitu: 1. Sistem informasi adalah data yang dikumpulkan, dikelompokkan dan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah satu kesatuan informasi yang saling terkait dan saling mendukung sehingga menjadi suatu informasi yang berharga bagi yang menerimanya. 2. Menurut Lani Sidharta, sistem informasi adalah sistem buatan manusia yang berisi himpunan terintegrasi dari komponen-komponen manual dan komponen-komponen terkomputerisasi yang bertujuan untuk mengumpulkan data, memproses data, dan menghasilkan informasi. 3. Menurut Gelinas, sistem informasi adalah suatu sistem buatan manusia yang terdiri atas sekumpulan komponen berbasis komputer dan manual yang dibuat untuk menghimpun, menyimpan, dan mengelola data serta menyediakan informasi keluaran kepada para pemakainya. Dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi untuk pendidikan untuk sekolah adalah suatu sistem dalam sekolah yang merupakan kombinasi yang terdiri dari manusia, fasilitas, teknologi dan pengendalian yang berfungsi untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat dalam proses mendidik atau membimbing dari guru kepada peserta didik. D. Komponen Sistem Informasi dalam Sekolah Sistem informasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sistem informasi manual dan sistem informasi berbasis komputer atau lebih dikenal dengan computer based information system (CBIS). Komponen-komponen Sistem informasi berbasis komputer terdiri dari sumber daya- sumber daya sebagai berikut: 1. Manusia Manusia mengambil peranan penting dalam sistem informasi. Manusia dibutuhkan untuk mengoperasikan sistem informasi. 2. Hardware Hardware adalah semua peralatan yang digunakan dalam pemrosesan informasi. Sumber daya hardware tidak hanya sebatas komputer saja, melainkan semua media data seperti lembaran kertas dll.
  • 9.
    3. Software Software adalahsemua rangkaian perintah yang digunakan untuk memproses informasi. Sumber daya software tidak hanya sekedar programaja, tetapi juga berupa prosedur. 4. Data Data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan kesatuan yang nyata, data merupakan material atau bahan baku ynag belum mempunyai makna atau belum berpengaruh langsung kepada pengguna sehingga perlu diolah untuk menghasilkan sesuatu yang lebih bermakna. 5. Jaringan Jaringan merupakan media komunikasi yang menghubungkan computer, pemroses komunikasi dan peralatan lainnya, sumber daya jaringan dapat berupa kabel, satelit, dan dukungan jaringan seperti modem, software pengendali dll. Kelima komponen tersebut digunakan oleh sistem informasi untuk menjalankan aktivitas input, pemrosesan, output, penyimpanan dan pengendalian yang mengubah sumber daya data menjadi produk informasi. Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa komponen sistem informasi pendidikan untuk sekolah terdiri dari manusia sebagai operator dan fasilitas teknologi (komputer) yang dihubungkan dalam suatu jaringan kerja yang efektif untuk kepentingan proses pembelajaran di sekolah . E. Langkah penyusunan Sistem Informasi untuk Pendidikan untuk Sekolah Tahap-tahap untuk menyusun sistem informasi untuk pendidikan untuk sekolah adalah sebagai berikut. 1. Tahap masukan Langkah yang pertama dilakukan adalah pengumpulan data. Pengumpulan data dimulai dengan penangkapan data (data capture), data ditarik ke dalam sistem, langkah selanjutnya adalah mencatat data (recorder) pada formulir-formulir yang disebut sebagai sumber dokumen. Data kemudian diklasifikasikan untuk dimasukkan dalam kategori-kategori yang telah ditentukan. Selanjutnya data dapat ditransmisikan/dipindahkan dari titik tangkapan ke titik pemrosesan. 2. Tahap pemrosesan atau pengolahan Data yang sudah dikumpulkan kemudian diproses melalui tahap-tahap validasi dan diklasifikasikan menurut bagian-bagiannya masing-masing, selanjutnya diproses oleh manusia sebagai pengguna teknologi. Data yang telah diproses kemudian disimpan, data dapat disimpan secara permanen/sementara untuk menunggu proses selanjutnya. 3. Tahap keluaran Tahap yang terakhir adalah tahap keluaran yaitu menyediakan informasi ke pengguna. Informasi yang telah diolah kemudian menghasilkan data yang dapat diserap atau disajikan kepada semua pihak yang berkepentingan, dalam hal ini yaitu oleh siswa untuk tujuan pendidikan.
  • 10.
    F. Peran SistemInformasi Manajemen dalam Pengelolaan dan Pengembangan Sekolah Sistem informasi dimanfaatkan oleh para pemakai layanan informasi guna membantu tugas penentuan kebijakan organisasi bagi para kepala sekolah. Keberadaan sistem informasi manajemen pada ujungnya berfungsi untuk menelaah informasi menjadi bahan pengambilan keputusan. Selain informasi dapat diperoleh melalui sistem ini, informasi juga bisa diperoleh dari informasi luar. Seorang kepala sekolah seringkali kelebihan informasi, namun tidak semua informasi yang diterima adalah informasi yang baik dan relevan dengan kebutuhan organisasi, akibatnya kurang akurat informasi tersebut, manajer cenderung mengalami kesalahan saat menentukan kebijakan. Sistem informasi manajemen bertugas menyaring berdasarkan keperluan organisasi, yang orientasinya untuk menunjang keefektifan pengambilan keputusan dari kepala sekolah. Salah satu tugas penting seorang kepala sekolah adalah pengambilan keputusan yang berkenaan dengan lembaga pendidikan. Sebagai bahan pijakan pengambilan keputusan bagi kepala sekolah adalah sistem informasi manajemen. Suatu informasi bisa menjadi bahan bagi pengambil keputusan dalam tahapan tertentu, tetapi bisa pula merupakan bahan mentah bagi pengambil keputusan untuk tahapan berikutnya. Sehubungan dengan hal tersebut tantangan yang lebih besar untuk memperoleh informasi yang efisien adalah: 1) Kemampuan untuk memberikan macam dan jumlah informasi yang benarbenar dibutuhkan. 2) Menyampaikan informasi yang memenuhi persyaratan dan mudah dimengerti pimpinan sekolah. Informasi yang baik dan memenuhi persyaratan adalah: lengkap sesuai kebutuhan, terpercaya dan masih aktual (up to date). Informasi merupakan hasil dari pengolahan data, maka data yang diterima juga harus lengkap. Kriteria data atau fakta yang dijadikan bahan untuk informasi ialah: a. Relevan, b. Lengkap / mendetail, c. Baru, d. Sesuai dengan tempat, e. Tidak melanggar efisiensi kerja. Menurut george M. Scott sistem informasi dapat dipergunakan secara nyata untuk mengendalikan oprasi, strategi, perencanaan jangka pendek dan jangka panjang, pengendalian manajemen dan pemecahan masalah khusus. Batasan ini menggambarkan peran sistem informasi manajemen dalam mementukan langkah langkah organisasi, berikut pendampingan pada proses pelaksanaan. Pemecahan masalah dalam sebuah organisasi tidak menutup kemungkinan mendapat acuan solusi dari keberadaan sistem informasi manajemen. Dengan demikian sistem informasi manajemen berperan dalam membantu tugas-tugas manajemen sekolah, mulai dari proses planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (penggerakkan), hingga controlling (pengawasan). Pada sebuah organisasi manajemen sekolah, selalu terlibat dalam serangkaian proses manajerial, yang pada intinya berkisar pada penentuan: tujuan dan sasaran, perumusan strategi, perencanaan, penentuan program kerja, pengorganisasian, penggerakan sumber daya manusia, pemantauan kegiatan operasional, pengawasan, penilaian, serta penciptaan dan penggunaan system umpan balik. Masing-masing tahap dalam proses tersebut pasti memerlukan berbagai jenis informasi dalam pelaksanaannya.
  • 11.
    a. Penentuan TujuanPelaksanaan Pendidikan Dapat dinyatakan secara aksiomatis bahwa suatu manajemen sekolah dibentuk dan dikelola untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam rangka penentuan juga pencapaian tujuan tersebut maka dibutuhkan informasi-informasi yang dapat memberikan gambaran kasar atau global tentang kecenderungan-kecenderungan yang mungkin terjadi, baik secara internal dalam lingkup sekolah itu sendiri maupun pada lingkungan di mana sekolah tersebut melakukan kegiatan pendidikanya. Informasi-informasi yang dibutuhkan tersebut secara eksternal dapat mencakup bidang politik, keamanan, ekonomi, sosial budaya, serta arah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Secara internal informasi yang diperlukan adalah tentang produk yang akan dihasilkan dikaitkan dengan kemampuan pihak sekolah dalam penyediaan dan penguasaan berbagai sarana, prasarana, dana dan sumber daya manusia. b. Perumusan Strategi Pelaksanaan Pendidikan Perumusan strategi disini dilakukan untuk pencapaian tujuan sekolah dalam kegiatan pendidikan. Salah satu instrumen ilmiah yang umum digunakan dalam penentuan strategi organisasi ialah SWOT, yaitu Strengths (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunities (Peluang), dan Threats (Ancaman). Agar analisis SWOT benar-benar ampuh sebagai instrumen pembantu dalam penentuan dan pelaksanaan strategi organisasi, Diperlukan informasi menngenai kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman yang mungkin dihadapi oleh organisasi tersebut. c. Perencanaan Strategi yang telah dirumuskan dan ditetapkan memerlukan penjabaran melalui penelenggaraan fungsi perencanaan. Karena perencanaan merupakan salah satu hal yang penting dalam organisasi sekolah, perlu diketahui secepat mungkin berbagai resiko dan faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab kegagalan pelaksanaan tujuan dan strategi pelaksanaan pendidikan. Informasi-informasi yang dibutuhkan dalam proses perencanaan adalah 5 W 1 H, yaitu what(apa), when(kapan), where(di mana), who(siapa), why(mengapa), dan how(bagaimana). d. Penyusunan Program Kerja Penyusunan program kerja merupakan rincian sistematis dari rencana kerja jangka waktu menengah. Keenam pertanyaan di atas harus terjawab dalam penyusunan program kerja dimana ia harus bersifat kuantitatif, menyatakan secara jelas dan konkrit hasil yang diharapkan, standar kinerja jelas, mutu hasil pendidikan ditetapkan secara pasti, dan program kerja disusun sedemikian rincinya sehingga dapat dijadikan pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan operasional pendidikan. e. Pengorganisasian Organisasi dapat didefinisikan sebagai sekelompok orang yang terikat secara formal dan hierarkis serta bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya. Organisasi dapat menjadi wadah dimana sekelompok orang bergabung dan menempati wilayah-wilayah tertentu untuk melakukan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya. Organisasi dapat pula menjadi tempat berinteraksi bergerak dalam bidang pendidikan. Tolok ukur keberhasilan suatu pendidikan tidak dilihat secara inkremental dari apa yang dicapai oleh masing-masing satuan kerja dari komponen tiap pegawai sekolah melainkan dari sudut pandang yang bersifat holistik dalam arti keberhasilan pendidikan secara
  • 12.
    keseluruhan. Penyelesaian tugasyang menjadi tanggung jawab fungsional satuan kerja tertentu memerlukan interaksi, interdependensi dan interrelasi dengan semua satuan kerja lainnya dan tentunya proses seperti ini memerlukan suatu sistem informasi yang baik. f. Penggerakan SDM Penggerakan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan fungsi yang teramat penting dalam manajemen sekaligus paling sulit. Penggerakan SDM yang tepat dan efektif memerlukan informasi yang handal. Misalnya, informasi tentang klasifikasi jabatan, informasi tentang uraian dan analisis pekerjaan, informasi tentang standar mutu pendidikan yang diterapkan dalam manajemen sekolah, dan berbagai informasi lainnya yang memungkinkan manajemen sekolah yang mengelola SDM dalam organisasi menyelenggarakan berbagai fungsinya dengan baik. g. Penyelenggaraan Kegiatan Operasional Pendidikan Penyelenggaraan kegiatan operasional merupakan bagian yang sangat penting dari keseluruhan proses manajemen sekolah dan bahkan merupakan tes apakah sebuah manajemen sekolah berjalan sesuai dengan tujuan dan rencana yang benar atau tidak. Hal ini dikarenakan manajemen bersifat situasional dimana penerapan prinsip-prinsip manajemen harus diterapkan secara universal dengan memperhitungkan faktor situasi, kondisi, ruang dan waktu. Manajemen sekolah juga berorientasi pada hasil optimal dari segi produk hasil lulusan, efisiensi dan efektivitas kerja, sehingga penyelenggaraan kegiatan operasional pendidikan yang baik dan tepat hanya akan terwujud bila didukung dengan berbagai informasi yang tepat pula yang terdapat dalam sistem informasi manajemen sekolah. h. Pengawasan Pengawasan diperlukan atas pertimbangan bahwa penyelenggaraan seluruh kegiatan operasional memungkinkan terjadi kesalahan yang berarti dapat berakibat pada tidak terwujudnya tingkat efisiensi, efektivitas dan produktivitas yang diharapkan. Oleh karena itu, kegiatan pengawasan jelas memerlukan sekaligus menghasilkan informasi tentang penyelenggaraan berbagai kegiatan proses pendidikan yang sedang terjadi. i. Penilaian Seperti halnya dalam pengawasan, informasi dalam proses penilaian juga sangat dibutuhkan. Informasi ini dapat diperoleh melalau berbagai wawancara, penyebaran kuesioner kepada pihak-pihak lain yang terlibat dalam proses manajemen sekolah yang dianggap mengetahui pengetahuan mendalam tentang seluruh proses manajerial, dan teknik-teknik lainnya yang dipandang perlu dan tepat digunakan dalam penerapan dalam pengambilan keputusan kepala sekolah. j. Sistem Umpan Balik Semua informasi yang diperoleh—terutama dari hasil penilaian— diumpanbalikkan kepada berbagai pihak yang berkaitan dengan manajerial sekolah, termasuk kepada para peserta didik, pendidik, tenaga administrasi sekolah, kepala sekolah, dan pihak-pihak lain yang mendukung berjalanya proses pendidikan di sekolah.
  • 13.
    BAB III PEMBAHASAN A. SistemInformasi yang digunakan di SD Strada Pejompongan Dalam dunia pendidikan sistem informasi yang kerap digunakan biasanya berhubungan langsung dengan data-data kesiswaan. Sistem Informasi yang digunakan pada Lembaga Pendidikan umumnya berbasis web yang dinaungi dan dikelola oleh Pemerintah Setempat. Berikut Sistem Informasi yang digunakan di SD Strada Pejompongan : 1. Data Pokok Pendidikan atau yang dikenal DAPODIK, yaitu sistem pendataan skala nasional yang terpadu, dan merupakan sumber data utama pendidikan nasional, yang merupakan bagian dari Program perancanaan pendidikan nasional dalam mewujudkan insan Indonesia yang Cerdas dan Kompetitif. Karena tanpa perencanaan pendidikan yang matang, maka seluruh program yang terbentuk dari perencanaan tersebut akan jauh dari tujuan yang diharapkan. Untuk melaksanakan perencanaan pendidikan, maupun untuk melaksanaan program-program pendidikan secara tepat sasaran, dibutuhkan data yang cepat, lengkap, valid, akuntabel dan terus up to date. Dengan ketersediaan data yang cepat, lengkap, valid, akuntabel dan up to date tersebut, maka proses perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan evaluasi kinerja program-program pendidikan nasional dapat dilaksanakan dengan lebih terukur, tepat sasaran, efektif, efisien dan berkelanjutan. Sehubungan dengan hal tersebut, Departemen Pendidikan Nasional telah mengembangkan suatu sistem pendataan skala nasional yang terpadu dan disebut dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Dapodik ini dikelola oleh biro PKLN sampai tanggal 30 Maret 2010 diserahterimakan kepada PSP Balitbang. Data pokok pendidikan awalnya dapat diakses melalui situs dapodik.org yaitu data sejak tahun 2006 sampai 2011. Untuk data tahun 2012 tidak tersedia di situs dapodik.org karena situs tersebut telah ditutup sejak 1 Januari 2012. Berdasarkan surat edaran dari Kemdiknas no. 1980/P3/TP/2011 tanggal 14 September 2011 data NPSN dan NISN hanya dapat diakses melalui situs kemdiknas. Sumber Data Utama Pendidikan Nasional a. Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) adalah sistem pendataan sekolah skala nasional dengan memberlakukan suatu kode identitas yang bersifat unik, tunggal dan berlaku seumur hidup kepada seluruh sekolah Indonesia mulai jenjang pendidikan dasar dan menengah hingga perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Termasuk juga sekolah- sekolah yang bernaung di bawah Departemen Agama. Dengan pendataan sekolah secara terpusat dan online ini, maka pengembangan dan pengawasan program pemerintah yang berkaitan dengan peningkatan dan pengembangan mutu sekolah, seperti program rehabilitas sekolah, pembangunan unit sekolah baru (USB) dan ruang kelas baru (RKB) dapat dilaksanakan dengan lebih akurat, tepat sasaran dan berkesinambungan. b. Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) adalah sistem pendataan siswa skala nasional dengan memberikan kode identitas yang bersifat unik, tunggal dan berlaku seumur hidup kepada seluruh siswa Indonesia pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, serta dapat dimanfaatkan juga pada jenjang pendidikan tinggi. Dengan program NISN, maka seorang siswa tidak perlu berganti nomor induk setiap kali mengalami penggantian jenjang maupun jenis pendidikan. 1(satu) nomor akan digunakan hingga siswa tersebut
  • 14.
    menamatkan pendidikannya. DenganNISN ini pula, maka perkembangan riwayat pendidikan para siswa dapat dengan mudah dipantau secara nasional, termasuk juga perubahan data yang terjadi, seperti proses mutasi, tingkat kelulusan hingga data siswa yang putus sekolah. Dengan NISN maka program-program perencanaan pendidikan nasional, pelaksanaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pelaksanaan Ujian Nasional ataupun kegiatan berskala nasional lainnya yang berkaitan erat dengan data siswa dapat lebih terukur dan terjamin keakuratan datanya. c. Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) adalah sistem pendataan pendidik dan tenaga kependidikan skala nasional dengan memberikan kode identitas yang bersifat unik, tunggal dan berlaku seumur hidup kepada seluruh Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang ada pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Dengan memiliki NUPTK, seorang pendidik dan tenaga kependidikan akan lebih mudah memperoleh hak- haknya di dalam program pemerintah, seperti keikutsertaan pada sertifikasi profesi pendidik, tunjangan profesi dan program-program lainnya yang berkaitan dengan pendidik dan tenaga kependidikan. Ketiga program pengelolaan data utama tersebut menjadi bagian penting dan tidak terpisahkan sebagai Data Pendukung Utama Pendidikan Nasional yang valid, akurat, akuntabel dan up to date untuk digunakan dalam melaksanakan program-program Pendidikan Nasional lainnya. 2. SIM PKB adalah Sistem Informasi Manajemen yang digunakan pada Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru, khususnya untuk mengembangkan keterampilan instruksional dan pengetahuan terhadap konten pembelajaran yang diampu. SIM PKB merupakan alat penghasil informasi untuk mengelola data dan sebagai pusat pengaturan layanan bagi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Adapun Ruang Lingkup SIM PKB adalah sebagai berikut :  Pengelolaan Akun Pengguna  Pengelolaan Komunitas GTKdan Pusat Belajar  Pengelolaan Kelas, Peserta dan Pengurus Diklat  Pengelolaan Integrasi Kelas Diklat pada LMS  Pengelolaan Evaluasi (Test Awal dan Test Akhir)  Pengolahan Nilai Peserta  Pengelolaan Riwayat Diklat Individu Guru (portofolio) Manfaat pengembangan keprofesian berkelanjutan yang terstruktur, sistematik dan memenuhi kebutuhan peningkatan keprofesian guru adalah sebagai berikut : a. Bagi Peserta Didik. Dengan adanya pelaksanaan PKB, maka peserta didik memperoleh jaminan pelayanan dan pengalaman belajar yang efektif. b. Bagi Guru. Kepada guru dengan melaksanakan PKB (pengembangan keprofesian berkelanjutan) akan dapat memenuhi standar dan mengembangkan kompetensinya sehingga mampu melaksanakan tugas-tugas utamanya secara efektif sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik untuk menghadapi kehidupan di masa datang. Semua guru diwajibkan untuk melakukan verifikasi dan validasi Sakolah Induk dan Mata Pelajaran di SIM PKB. Hal ini dilakukan untuk memastikkan tidak terjadinya ketidaksesuaian/salah jenjang/mapel pada saat melakukan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.
  • 15.
    3. General Ledgeratau Buku Besar merupakan langkah kedua siklus akuntansi setelah mencatat jurnal transaksi. Buku Besar yang berisikan hasil mutasi transaksi hasil postingan jurnal ini berfungsi untuk melihat kumpulan mutasi per akun, saldo awal, serta saldo akhir yang nantinya akan digunakan lagi untuk membuat jurnal penyesuaian sampai kepada laporan keuangan. Secara konvensional, untuk memosting jurnal ke buku besar diperlukan ketelitian dalam menghitung satu persatu nilai akun yang terdapat di jurnal dengan menambahkan atau mengurangi nilainya berdasarkan posisinya di debit atau kredit. Jika sudah ditemukan nilai akhirnya, barulah nilai saldo akhir yang diperoleh dimasukkan ke akun di buku besar, begitu pun dengan akun-akun lainnya sehingga nilai aktiva dan pasiva seimbang. 4. CMS atau Cash Management System yang bertujuan untuk mempermudah suatu perusahaan dalam mengelola dan melakukan transaksi keuangannya. Layanan perbankan online ini memungkinkan customer untuk melakukan transaksi harian dan mengatur keuangan dengan mudah, cepat dan juga akurat. Layanan ini dilengkapi dengan berbagai fitur unggulan yang dapat mendukung pengelolaan usaha sebagai berikut: 1. Account Information BRI Fitur Account Information ini, memudahkan customer untuk melakukan pengecekan transaksi perusahaan dan mengontrol keuagan yang masuk dan juga keluar. Customer dapat dengan mudah mengecek transaksi yang dilakukannya baik hari ini ataupun transaksi transaksi yang dilakukannya hingga periode lima tahun ke belakang. Tidak hanya itu, customer pun dapat dengan mudah melakukan pengecekan terhadap rekening koran dan ringkasan rekening dengan memanfatkan fitur Account Statement dan Account Summary. Sedangkan untuk menngecek ringkasan rekening deposito, customer dapat memanfaatkan fitur Time Deposit Monitoring. 2. Funds Transfers BRI Tak ketinggalan, transfer pun kini dapat dilakukan dengan mudah secara online tanpa harus pergi ke Bank ataupun ke ATM. Dalam layanan ini, kegiatan transfer diatur dalam fitur Funds Transfers yang memiliki komponen sebagai berikut:  Internal dan External Funds Transfer Ketika customer ingin melakukan transfer dana antar rekening BRI dan atau ke rekening BRI Virtual Account (BRIVA), customer dapat memanfaatkan fitur Internal Funds Transfer. Sedangkan, fitur External Fund Transfer dapat membantu Customer melakukan transfer dana dari rekening BRI ke rekening bank lain. Transfer yang dilakukan dapat dalam bentuk Rupiah ataupun mata uang asing lainnya baik secara satuan, kolektif atau massal.  Payroll/ salary crediting Fitur ini dapat memudahkan customer dalam melakukan pembayaran gaji secara massal kepada karyawannya hanya dengan sekali tekan saja. Fitur ini dilengkapi mekanisme pengamanan dan kompatibilitas yang artinya ketika ada perubahan gaji karyawan maka dapat dilakukan dengan mudah dengan mengecek ulang kesesuaian besaran gaji dengan nama karyawan pemilik rekening, sehingga pembayaran gaji pun akan berjalan dengan lebih aman dan akuntabel. Fitur ini sangat sangat memudahkan customer dalam melakukan pembayaran gaji bahkan pembayaran gaji dapat dilakukan ketika hari libur.
  • 16.
     Account pooling Fiturini dapat mempermudah customer dalam melakukan jadwal pemindahbukuan dana antar rekening perusahaannya. Berapa jumlah nominal atau besaran presentase dari jumlah dana yang ingin dipindahkan ke rekening lain juga dapat dengan mudah diatur langsung oleh customer, bahkan berapa jumlah dana yang ingin disisakan di dalam rekening juga dapat sekaligus diatur dengan mudah. Mekanisme atau cara kerja dari fitur ini adalah secara otomatis dana akan dipindahkan dari rekening satu ke rekening tujuan sesuai dengan pengaturan yang sudah ditentukan Customer pada tanggal dan waktu yang sudah dijadwalkan. 3. Payment & Purchases BRI Selain mempermudah dalam pembayaran gaji, CMS BRI juga mempermudah perusahaan yang menggunakan layanan ini dalam melakukan pembayaran pembayaran lainnya seperti pembayaran tagihan telepon, listrik, operator telepon seluler pasca- bayar, dan asuransi ketenagakerjaan karyawan. Hal hal yang telah disebutkan tersebut, dapat dilakukan dengan komponen dari fitur Payment & Purchases yaitu Bill Payments. Sementara fitur Delivery Order dapat digunakan untuk melakukan pembayaran biaya pengiriman barang. Selain Bill Payments dan Delivery Order, dalam fitur ini tersedia juga komponen eTax yang dapat mempermudah perusahaan dalam melakukan segala detail pembayaran terkait urusan pajak, sekalipun itu hari libur. Dan sekali lagi tranksaksi ini dapat dilakukan secara massal sekaligus. Istilah : a. Bank adalah PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO), Tbk. yang meliputi Kantor Pusat, Kantor Wilayah, Kantor Cabang Khusus, Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu dan kantor lainnya yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO), Tbk. b. Nasabah adalah badan usaha dan atau institusi lainnya yang memiliki rekening simpanan dan atau pinjaman di BRI. c. Client adalah Nasabah yang telah terdaftar sebagai penggunan layanan CMS BRI. d. Corporate ID adalah kode pada aplikasi CMS BRI yang diberikan kepada Client untuk menunjukkan identitas perusahaan/lembaga yang harus dimasukkan pada saat melakukan akses CMS BRI. e. User ID adalah kode pada aplikasi CMS BRI yang diberikan kepada Client untuk menunjukkan identitas seseorang yang mendapatkan hak akses CMS BRI yang harus dimasukkan pada saat melakukan akses CMS BRI. f. User Admin adalah User ID yang diberikan oleh BRI kepada Client, yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab melakukan (create) setting aplikasi CMS BRI untuk Client tersebut. g. User SysAdmin adalah User ID yang diberikan oleh BRI kepada Client, yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab memverifikasi dan menyetujui setting aplikasi CMS BRI yang telah dibuat oleh User Admin. h. Password adalah kombinasi huruf (besar-kecil) dan angka yang merupakan sandi rahasia yang harus dimasukkan pada saat melakukan akses CMS BRI. i. Token adalah perangkat keamanan yang menghasilkan digit khusus (Token Code) bersifat dinamis yang harus dimasukkan bersama dengan PIN Token. j. PIN Token adalah nomor identifikasi yang melekat pada Token yang bersifat statis dan rahasia yang harus dicantumkan/diinput bersama-sama angka Token dalam setiap penggunaan Token pada layanan CMS BRI.
  • 17.
    B. Kelebihan SistemInformasi Perusahaan 1. Menyediakan informasi dari data-data yang terbaru (Up to Date) 2. Memudahkan dalam proses pengolahan, penyimpanan, pencarian dan pelaporan data sehingga data yang disajikan lebih terjamin kebenarannya. 3. Dapat memantau perkembangan sekolah 4. Memudahkan dalam penyaluran Dana Pemerintah (BOS) karena data dapat diambil dari aplikasi Dapodik 5. Memotivasi sekolah untuk melakukan pendataan secara lengkap, sehingga data pokok pendidikan pada Kabupaten/Kota/Provinsi/Pusat akan menjadi lebih lengkap. C. Kekurangan Sistem Informasi Perusahaan 1. Cepatnya proses upgrade versi pada aplikasi 2. Kurangnya sosialisasi apabila terdapat pembaruan aplikasi 3. Untuk mutasi guru/karyawan baru lebih sulit karena harus mengurus ke Dinas Setempat 4. Akses web sering terganggu sehingga menghambat pekerjaan D. Perbaikan Sistem untuk Masa Yang Akan Datang Kedepannya agar dapat melengkapi seluruh fasilitas web agar tidak sering upgrade versi karena dengan adanya pembaruan versi maka pekerjaan akan bertambah dan memakan waktu perbaikan atau perubahan data yang cukup lama, serta dapat memberikan sosialisasi khusus mengenai pembaruan data kepada sekolah-sekolah sehingga pekerjaan dapat cepat terselesaikan dan mencapai tujuan bersama.
  • 18.
    BAB IV KESIMPULAN 1. Sistemadalah satu kesatuan komponen yang saling terhubung dengan batasan yang jelas bekerja bersama-sama untuk mencapai seperangkat tujuan. 2. Sistem informasi untuk pendidikan untuk sekolah adalah suatu sistem dalam sekolah yang merupakan kombinasi yang terdiri dari manusia, fasilitas, teknologi dan pengendalian yang berfungsi untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat dalam proses mendidik atau membimbing dari guru kepada peserta didik. 3. Sistem Informasi Manajemen berperan dalam membantu tugas-tugas manajemen sekolah, mulai dari proses planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (penggerakkan), hingga controlling (pengawasan). 4. Adapun kendala yang terjadi yaitu penerapan pada sistem informasi itu sendiri, yang menghambat berbagai pekerjaan.
  • 19.
    DAFTAR PUSTAKA 1.Prasetio, Edi. http://www.academia.edu/11743590/Makalah_Sistem_Informasi_Manajemen_Pendidikan (15Oktober 2017, jam 16.47) 2.Mardiana, Ayusta. 2015. http://simseptialutfi11130037ayustamardiana.blogspot.co.id/2015/10/sistem-informasi- dalam-dunia-pendidikan.html (15 Oktober 2017, jam 17.15) 3.Adzillina, Nisrina Nindhia. 2015. http://simsetialutfi11130136nisrinanindhia.blogspot.co.id/2015/10/makalah-sistem- informasi-manajemen.html (15 Oktober 2017, jam 18.50) 4.Wikipedia, 2017. https://id.wikipedia.org/wiki/Data_pokok_pendidikan (16 Oktober 2017, jam 18.30) 5.Ilkha, Firman. 2014. https://zahiraccounting.com/id/blog/mengenal-software-gl-atau- general-ledger/ (16 Oktober 2017, jam 20.30) 6.Febrianti, Aisah. http://www.pediapendidikan.com/2016/09/guru-pembelajar-online.html (17 Oktober 2017, jam 18.10) 7.Wahyu Is. 2017. https://news.ralali.com/cms-bri-cash-management-bank-rakyat-indonesia/ (17 Oktober 2017, jam 19.58) 8.Bank Rakyat Indonesia. https://ibank.bri.co.id/cms/help/Tcond.aspx (17 Oktober 2017, jam 20.35)