PERKEMBANGAN MEDIA DAN REVOLUSI ICT DALAM PENDIDIKAN
Diajukan untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah
Teknologi san Media Pembelajaran
Oleh:
UMI ISNARTINI
NPM. 1422010044
Program Studi : Ilmu Tarbiyah
Kosentrasi : Pendidikan Agama Islam
DosenPengampu : Dr. Deden Makbuloh, M.Ag
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
PROGRAM PASCASARJANA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
RADEN INTAN
LAMPUNG
1435 H/2015 M
KATA PENGANTAR
Puji syukur tim penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan
karunia-Nya tim penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Perkembangan Media
dan Revolusi ICT dalam Pendidikan ”.
Makalah ini membahas tentang dampak teknologi informasi dan komunikasi pada
bidang pendidikan. Penulis sangat berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua
sehingga kita dapat mengetahui apa saja yang menjadi manfaat positif dan negatif dari
kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin berkembang pesat dewasa ini
khususnya pada bidang pendidikan.
Ucapan terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu tim penulis sehingga
makalah ini dapat terselesaikan. Tidak lupa juga penulis mengucapkan banyak terima kasih
kepada dosen tim penulis yang telah memberikan arahan dan bimbingannya. Kritik dan saran
sangat penulis harapkan untuk kesempurnaan makalah ini dikemudian hari.
Kotabumi, 4 April 2015
Tim Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Dilihat pada saat sekarang ini perkembangan teknologi informasi terutama di
Indonesia semakin berkembang. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi (TIK)
dapat memudahkan kita untuk belajar dan mendapatkan informasi yang kita butuhkan dari
mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja. Dalam dunia pendidikan perkembangan teknologi
informasi mulai dirasa mempunyai dampak yang positif karena dengan berkembangnya
teknologi informasi dunia pendidikan mulai memperlihatkan perubahan yang cukup
signifikan. Banyak hal yang dirasa berbeda dan berubah dibandingkan dengan cara yang
berkembang sebelumnya. Saat sekarang ini jarak dan waktu bukanlah sebagai masalah yang
berarti untuk mendapatkan ilmu, berbagai aplikasi tercipta untuk memfasilitasinya.
Di Indonesia yang notabenenya sebagai negara berkembang dimana ketersediaan
infrastruktur komunikasi yang masih minim mengakibatkan kesempatan setiap orang untuk
mendapatkan informasi dan pengetahuan menjadi terbatas. Ketersediaan infrastruktur ini
sangat terasa di daerah-daerah yang proses memperoleh informasinya masih terbatas. Hal ini
dikarenakan di Indonesia penyebaran teknologi informasi dan komunikasi belum merata,
sekarang ini hanya di kota-kota besar sajalah yang sudah dengan mudah menikmati dan
memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Dengan demikian perkembangan pendidikan pun
menjadi terhambat dan juga tidak merata.
2. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1) Mengetahui perkembangan Teknologi Informasi dan Teknologi (TIK) dibidang
pendidikan
2) Mengetahui Tahap tahap perkembangan Teknologi Informasi dan Teknologi (TIK)
bagi dunia pendidikan
3. Rumusan Masalah
a. Apakah peranan teknologi bagi dunia pendidikan ?
b. Apakah komputer dapat meningkatkan kemampuan belajar ?
c. Apa saja tahap tahap dari perkembangan TIK terhadap dunia pendidikan ?
d. Apakah komputer akan mendorong manusia untuk mengembangkan ilmu
pengetahuan ?
4. Metode Penulisan
Dalam penulisan makalah ini penulis menggunakan metode penjabaran materi,
adapun teknik yang digunakan yaitu studi pustaka dengan browsing internet dan sumber lain
untuk mendapatkan data untuk pembuatan makalah ini.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berasal dari bahasa Inggris yaitu Information
and Communication Technologies (ICT), yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk
memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu:
1) Teknologi informasi, meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan
sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
2) Teknologi komunikasi, meliputi segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat
bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
Menurut Munir (2008: 8), teknologi informasi adalah suatu teknologi yang digunakan
untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan,
memanipulasi data berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas,
yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk
keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan aspek strategis untuk
pengambilan keputusan. Sedangkan teknologi komunikasi yang menurut Munir
(2008: 12) adalah perangkat-perangkat teknologi yang terdiri dari hardware, software,
proses dan sistem yang digunakan untuk membantu proses komunikasi, yang
bertujuan agar komunikasi berhasil (komunikatif). Teknologi komunikasi lebih
menekankan pada perangkat elektronik. Dari kedua pengertian tersebut, teknologi
informasi dan teknologi komunikasi merupakan dua buah konsep yang tidak
terpisahkan. Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu
segala kegiatan yang terkait dengan pemprosesan, manipulasi, pengelolaan,
pemindahan informasi antarmedia.
2. Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer dengan
teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan tersebut berkembang pesat
melampaui bidang teknologi lainnya.
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pendidikan sangat dipengaruhi
oleh perkembangan perangkat keras, khususnya komputer. Teknologi ini menggunakan
seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan, dan teknologi telekomunikasi
yang digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global.
Menurut Teemu Leinonen (2005) dalam Nurdin Noni, perkembangan tersebut dibagi
dalam 5 fase yaitu sebagai berikut:
1) Fase Programming, Drill and Practice (1970-1980)
Fase ini ditandai dengan penggunaan perangkat lunak komputer yang menyajikan
latihan-latihan praktis dan singkat, khususnya untuk mata pelajaran matematika dan
bahasa. Latihan-latihan ini dapat menstimulasi memori jangka pendek.
2) Fase Computer Based Training (CBT) with Multimedia (1980-1990)
Fase ini merupakan masa keemasan CD-ROM dan komputer
multimedia.Penggunaanya diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap
proses pembelajaran, karena kemampuannya dalam menyajikan kombinasi teks,
gambar, animasi, dan video. Kombinasi kemampuan tersebut didasari oleh konsep
pedagosis bahwa manusia memiliki perbedaan, sebagian bisa belajar dengan baik
mempergunakan indra penglihatan dan lainnya dengan mendengarkan atau membaca.
3) Fase Internet Based Training (IBT) (awal 1990an)
Pada fase ini internet digunakan sebagai media pembelajaran. Penggunaanya masih
terbatas pada penyajian teks dan gambar. Penggunaan animasi, video dan audio masih
sebatas ujicoba, sehingga dirasakan pemanfaatannya belum maksimal untuk dapat
menfasilitasi pembelajaran.
4) Fase E-Learning (akhir 1990an-awal 2000an)
Fase ini merupakan fase kematangan pembelajaran berbasis internet. Sejak itu situs
web yang menawarkan e-learning semakin bertambah, baik berupa tawaran kursus
dalam bentuk e-learning maupun paket LMS (Learning Management System). Bahkan
saat ini sudah cukup banyak paket seperti itu ditawarkan secara gratis dalam bentuk
open source. Konsep pedagogik yang mendasari adalah bahwa pembelajaran
membutuhkan interaksi sosial antara siswa dan siswa dan antara siswa dan guru.
Dengan perangkat lunak LMS, siswa dapat bertanya kepada temannya atau kepada
guru apabila dia tidak memahami materi yang telah dibacanya.
5) Fase Social Software + Free and Open Content (akhir 2000)
Fase ini ditandai dengan banyaknya bermunculan perangkat lunak pembelajaran dan
konten pembelajaran gratis yang mudah diakses baik oleh guru maupun siswa, yang
selanjutnya dapat diedit dan dimanipulasi sesuai dengan kebutuhan.
3. Tahap-Tahap Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Peranan TIK dalam pendidikan mengisyaratkan bahwa pengembangan TIK untuk
mendukung peningkatan mutu pendidikan di Indonesia adalah sesuatu yang mutlak. Dalam
Renstra Departemen Pendidikan Nasional tahun 2005-2009, program pengembangan TIK
bidang pendidikan akan dilaksanakan melalui tahap-tahap sebagai berikut:
1. Merancang sistem jaringan yang mencakup jaringan internet, yang menghubungkan
sekolah-sekolah dengan pusat data dan aplikasi, serta jaringan internet sebagai sarana
dan media komunikasi dan informasi di sekolah.
2. Merancang dan membuat aplikasi database.
3. Merancang dan membuat aplikasi manajemen untuk pengelolaan pendidikan di pusat,
daerah, dan sekolah.
4. Merancang dan membuat aplikasi pembelajaran berbasis web, multimedia, dan
interaktif.
5. Melakukan implementasi sistem pada sekolah-sekolah di Indonesia yang meliputi
pengadaan sarana/prasarana TIK dan pelatihan tenaga pelaksana dan guru.
6. Merancang dan membuat aplikasi pembelajaran.
Tahap ini adalah tahap untuk memperluas implementasi sistem di sekolah-sekolah.
4. Tujuan Mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Pengenalan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) diharapkan dapat membuat
perubahan pesat dalam kehidupan yang mengalami penambahan dan perubahan dalam
penggunaan beragam produk TIK. Perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi
memudahkan dalam mencari, mengeksplorasi, menganalisis, dan saling tukar informasi
secara efisien dan efektif. TIK juga akan memudahkan mendapatkan ide dengan cepat dan
bertukar pengalaman dari berbagai kalangan. Dengan demikian, diharapkan dapat
mengembangkan sikap inisiatif dan kemampuan belajar mandiri, sehingga dapat memutuskan
dan mempertimbangkan kapan dan dimana penggunaan TIK secara tepat dan optimal,
termasuk implikasinya saat ini dan dimasa yang akan datang. Integrasi Teknologi Informasi
dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran
Menurut Anwar Rosyid (2011), integrasi TIK dalam pembelajaran yang seharusnya
memungkinkan terjadinya proses belajar yang bersifat:
1. Aktif, memungkinkan siswa dapat terlibat aktif oleh adanya proses belajar yang
menarik dan bermakna.
2. Konstruktif, memungkinkan siswa dapat menggabungkan ide-ide baru kedalam
pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya untuk memahami makna atau
keingintahuan dan keraguan yang selama ini ada dalam benaknya.
3. Kolaboratif, memungkinkan siswa dalam suatu kelompok atau komunitas yang saling
bekerjasama, berbagi ide, saran atau pengalaman, menasehati dan memberi masukan
untuk sesama anggota kelompoknya.
4. Antusiastik, memungkinkan siswa dapat secara aktif dan antusias berusaha untuk
mencapai tujuan yang diinginkan.
5. Dialogis, memungkinkan proses belajar secara inherent merupakan suatu proses sosial
dan dialogis dimana siswa memperoleh keuntungan dari proses komunikasi tersebut
baik di dalam maupun luar sekolah.
6. Kontekstual, memungkinkan situasi belajar diarahkan pada proses belajar yang
bermakna (real-world) melalui pendekatan “problem-based atau case-based
learning”.
7. Reflektif, memungkinkan siswa dapat menyadari apa yang telah ia pelajari serta
merenungkan apa yang telah dipelajarinya sebagai bagian dari proses belajar itu
sendiri. (Jonassen (1995), dikutip oleh Norton et al (2001).
8. Multisensory, memungkinkan pembelajaran dapat disampaikan untuk berbagai
modalitas belajar (multisensory), baik audio, visual, maupun kinestetik (dePorter et al,
2000).
9. High order thinking skills training, memungkinkan untuk melatih kemampuan
berpikir tingkat tinggi (seperti problem solving, pengambilan keputusan, dll.) serta
secara tidak langsung juga meningkatkan “ICT & media literacy” (Fryer, 2001).
5. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Pemanfaatan TIK dibidang pendidikan ditinjau dari pelaksanaan pembelajaran antara
lain:
1. TIK dapat digunakan untuk membantu pengajar dalam melakukan absensi peserta
didik tanpa mengurangi keefektifan waktu, yaitu absensi dilakukan dengan
menempelkan jari mereka pada suatu instrumen TIK dan data absensi langsung masuk
ke database. Data absensi juga dapat diakses oleh orang tua murid yang ingin
mengetahui perkembangan anaknya di sekolah secara online melalui situs sekolah
ataupun melalui SMS gateway.
2. TIK dapat diterapkan untuk mempermudah dalam mencatat, menghitung, dan
mengolah nilai siswa serta mengumumkannya. Guru hanya perlu memasukkan nilai
tersebut ke suatu instrumen TIK dan instrumen tersebut yang akan mengolah nilai
akhir. Dengan cara tersebut diharapkan kesalahan akibat perhitungan manusia akan
berkurang dan guru akan lebih nyaman dalam bekerja, sehingga siswa juga dapat
melihat nilainya kapan dan dimana saja.
3. TIK dapat diterapkan dalam meletakkan modul pembelajaran. Hal ini dapat menjadi
salah satu solusi mahalnya buku-buku cetak, solusinya yaitu institusi belajar
menyediakan fasilitas internet yang memungkinkan siswa dapat mengakses modul
tersebut secara gratis.
4. TIK dapat memberikan wadah bagi suatu institusi untuk bekerja sama dengan
institusi lain untuk sharing resource (berbagi sumber daya). Hal ini akan
meningkatkan kualitas peserta didik serta menambah wawasannya.
Peranan TIK dalam bidang pendidikan antara lain:
a. Berbagai hasil penelitian menunjukkan dengan adanya TIK penelitian yang
dilakukan seseorang dapat dimanfaatkan dan diketahui orang lain, ini juga akan
mencegah terjadinya penelitian yang serupa.
b. Internet bagaikan sebuah kota elektronik yang sangat besar dimana setiap penduduk
memiliki alamat yang dapat digunakan untuk berkirim surat atau informasi. Dalam
bidang pendidikan, internet sangat berguna dan berperan penting dalam pencarian
informasi terbaru maupun yang dibutuhkan dengan cepat dan mudah.
c. Konsultasi dengan pakar, internet dapat dimanfaatkan untuk berkonsultasi dengan
pakar yang berada ditempat lain.
d. E-learning, bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah menengah
dan tingkat sekolah kejuruan melalui penggunaan internet.
e. Tutorial Online, salah satu penggunaan teknologi informasi untuk pendidikan di
pendidikan tinggi adalah untuk tujuan tutorial lembaga-lembaga pendidikan jarak
jauh.
f. Perpustakaan Online adalah perpustakaan dalam bentuk digital yang ditempatkan
di internet. Pelajar dapat mengakses sumber-sumber ilmu dengan cara mudah tanpa
dibatasi jarak dan waktu.
g. Diskusi Online adalah diskusi yang dilakukan di internet.
h. Kelas Online dapat digunakan bagi lembaga-lembaga pendidikan jarak jauh seperti
UT dan SMP Terbuka.
i. Metode distance learning merupakan suatu metode alternatif dalam pemerataan
kesempatan dalam bidang pendidikan. Sistem ini diharapkan dapat mengatasi
beberapa masalah yang ditimbulkan akibat keterbatasan tenaga pengajar yang
berkualitas. Metode ini sangat membantu siswa atau masyarakat dalam mempelajari
hal-hal atau ilmu-ilmu baru dengan tampilan yang lebih menarik dan mudah untuk
dipahami.
j. Penggunaan perangkat informasi interaktif seperti CD-ROM multimedia secara
bertahap akan menggantikan fungsi papan tulis.
BAB III
KESIMPULAN
1. Kesimpulan
Dewasa ini banyak dampak-dampak yang terjadi akibat semakin berkembangnya IT
didalam negeri ini. Memang perkembangan IT jika disikapi secara positif mampu
memberikan dampak yang positif dan apabila disikapi secara negatif dapat memberikan
dampak negatif pula. Dunia internet misalnya, merupakan sebuah perpustakaan maya terbesar
di dunia. hampir semua yang ingin kita cari ada di internet. Informasi melalui media internet,
bisa menjadi salah satu kunci untuk membuat dunia pendidikan di Indonesia mempunyai
standar yang sama dengan negara lain. Dengan menggunakan media internet, pemerintah dan
institusi pendidikan sudah mulai menerapkan pola belajar yang cukup efektif untuk
diterapkan bagi masyarakat yang memiliki kendala dengan jarak dan waktu untuk
mendapatkan informasi terutama informasi dalam dunia pendidikan.
2. Saran
Demikianlah makalah dari kami, pembahasan tentang dan merasa bahwasanya masih
terdapat kekurangan dalam penyajian makalah kami ini. Untuk itu kritik dan saran yang
bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini dan berikutnya.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Pendidikan Nasional. (2005). Rencana Strategis Departemen Pendidikan
Nasional 2005-2009. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Lestari, Umi. (2011). Dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terhadap Aktivitas
Pendidikan. [Online]. Tersedia: http://umilestari67.
wordpress.com/2011/04/03/makalah-dampak-teknologi-informasi-dan-komunikasi-tik-
terhadap-aktivitas-pendidikan/ [16 Maret 2012]
Munir. (2008). Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung:
Alfabeta.
Noni, Nurdin. (tt). Penerapan Teknologi Informasi dan Komukasi dalam Pendidikan.
[Online]. Tersedia: http://blog.unm.ac.id/nurdinnoni/files/
2010/04/Modul-1.pdf [16 Maret 2012]
Rosyid, Anwar. (2011). Pembelajaran dengan Media TIK. [Online]. Tersedia:
http://anwarrosyid.blogspot.com/2011/07/pembelajaran-dengan-media-tik.html

Pk deden sem2

  • 1.
    PERKEMBANGAN MEDIA DANREVOLUSI ICT DALAM PENDIDIKAN Diajukan untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Teknologi san Media Pembelajaran Oleh: UMI ISNARTINI NPM. 1422010044 Program Studi : Ilmu Tarbiyah Kosentrasi : Pendidikan Agama Islam DosenPengampu : Dr. Deden Makbuloh, M.Ag FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN PROGRAM PASCASARJANA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG 1435 H/2015 M
  • 2.
    KATA PENGANTAR Puji syukurtim penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya tim penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Perkembangan Media dan Revolusi ICT dalam Pendidikan ”. Makalah ini membahas tentang dampak teknologi informasi dan komunikasi pada bidang pendidikan. Penulis sangat berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua sehingga kita dapat mengetahui apa saja yang menjadi manfaat positif dan negatif dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin berkembang pesat dewasa ini khususnya pada bidang pendidikan. Ucapan terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu tim penulis sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Tidak lupa juga penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen tim penulis yang telah memberikan arahan dan bimbingannya. Kritik dan saran sangat penulis harapkan untuk kesempurnaan makalah ini dikemudian hari. Kotabumi, 4 April 2015 Tim Penulis
  • 3.
    BAB I PENDAHULUAN 1. LatarBelakang Dilihat pada saat sekarang ini perkembangan teknologi informasi terutama di Indonesia semakin berkembang. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dapat memudahkan kita untuk belajar dan mendapatkan informasi yang kita butuhkan dari mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja. Dalam dunia pendidikan perkembangan teknologi informasi mulai dirasa mempunyai dampak yang positif karena dengan berkembangnya teknologi informasi dunia pendidikan mulai memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan. Banyak hal yang dirasa berbeda dan berubah dibandingkan dengan cara yang berkembang sebelumnya. Saat sekarang ini jarak dan waktu bukanlah sebagai masalah yang berarti untuk mendapatkan ilmu, berbagai aplikasi tercipta untuk memfasilitasinya. Di Indonesia yang notabenenya sebagai negara berkembang dimana ketersediaan infrastruktur komunikasi yang masih minim mengakibatkan kesempatan setiap orang untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan menjadi terbatas. Ketersediaan infrastruktur ini sangat terasa di daerah-daerah yang proses memperoleh informasinya masih terbatas. Hal ini dikarenakan di Indonesia penyebaran teknologi informasi dan komunikasi belum merata, sekarang ini hanya di kota-kota besar sajalah yang sudah dengan mudah menikmati dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Dengan demikian perkembangan pendidikan pun menjadi terhambat dan juga tidak merata. 2. Tujuan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut : 1) Mengetahui perkembangan Teknologi Informasi dan Teknologi (TIK) dibidang pendidikan 2) Mengetahui Tahap tahap perkembangan Teknologi Informasi dan Teknologi (TIK) bagi dunia pendidikan 3. Rumusan Masalah a. Apakah peranan teknologi bagi dunia pendidikan ? b. Apakah komputer dapat meningkatkan kemampuan belajar ? c. Apa saja tahap tahap dari perkembangan TIK terhadap dunia pendidikan ? d. Apakah komputer akan mendorong manusia untuk mengembangkan ilmu pengetahuan ? 4. Metode Penulisan Dalam penulisan makalah ini penulis menggunakan metode penjabaran materi, adapun teknik yang digunakan yaitu studi pustaka dengan browsing internet dan sumber lain untuk mendapatkan data untuk pembuatan makalah ini.
  • 4.
    BAB II PEMBAHASAN 1. PengembanganTeknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berasal dari bahasa Inggris yaitu Information and Communication Technologies (ICT), yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu: 1) Teknologi informasi, meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. 2) Teknologi komunikasi, meliputi segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Menurut Munir (2008: 8), teknologi informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan aspek strategis untuk pengambilan keputusan. Sedangkan teknologi komunikasi yang menurut Munir (2008: 12) adalah perangkat-perangkat teknologi yang terdiri dari hardware, software, proses dan sistem yang digunakan untuk membantu proses komunikasi, yang bertujuan agar komunikasi berhasil (komunikatif). Teknologi komunikasi lebih menekankan pada perangkat elektronik. Dari kedua pengertian tersebut, teknologi informasi dan teknologi komunikasi merupakan dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemprosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antarmedia. 2. Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pendidikan sangat dipengaruhi oleh perkembangan perangkat keras, khususnya komputer. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan, dan teknologi telekomunikasi yang digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global. Menurut Teemu Leinonen (2005) dalam Nurdin Noni, perkembangan tersebut dibagi dalam 5 fase yaitu sebagai berikut: 1) Fase Programming, Drill and Practice (1970-1980) Fase ini ditandai dengan penggunaan perangkat lunak komputer yang menyajikan latihan-latihan praktis dan singkat, khususnya untuk mata pelajaran matematika dan bahasa. Latihan-latihan ini dapat menstimulasi memori jangka pendek. 2) Fase Computer Based Training (CBT) with Multimedia (1980-1990) Fase ini merupakan masa keemasan CD-ROM dan komputer multimedia.Penggunaanya diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap proses pembelajaran, karena kemampuannya dalam menyajikan kombinasi teks, gambar, animasi, dan video. Kombinasi kemampuan tersebut didasari oleh konsep pedagosis bahwa manusia memiliki perbedaan, sebagian bisa belajar dengan baik mempergunakan indra penglihatan dan lainnya dengan mendengarkan atau membaca.
  • 5.
    3) Fase InternetBased Training (IBT) (awal 1990an) Pada fase ini internet digunakan sebagai media pembelajaran. Penggunaanya masih terbatas pada penyajian teks dan gambar. Penggunaan animasi, video dan audio masih sebatas ujicoba, sehingga dirasakan pemanfaatannya belum maksimal untuk dapat menfasilitasi pembelajaran. 4) Fase E-Learning (akhir 1990an-awal 2000an) Fase ini merupakan fase kematangan pembelajaran berbasis internet. Sejak itu situs web yang menawarkan e-learning semakin bertambah, baik berupa tawaran kursus dalam bentuk e-learning maupun paket LMS (Learning Management System). Bahkan saat ini sudah cukup banyak paket seperti itu ditawarkan secara gratis dalam bentuk open source. Konsep pedagogik yang mendasari adalah bahwa pembelajaran membutuhkan interaksi sosial antara siswa dan siswa dan antara siswa dan guru. Dengan perangkat lunak LMS, siswa dapat bertanya kepada temannya atau kepada guru apabila dia tidak memahami materi yang telah dibacanya. 5) Fase Social Software + Free and Open Content (akhir 2000) Fase ini ditandai dengan banyaknya bermunculan perangkat lunak pembelajaran dan konten pembelajaran gratis yang mudah diakses baik oleh guru maupun siswa, yang selanjutnya dapat diedit dan dimanipulasi sesuai dengan kebutuhan. 3. Tahap-Tahap Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Peranan TIK dalam pendidikan mengisyaratkan bahwa pengembangan TIK untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di Indonesia adalah sesuatu yang mutlak. Dalam Renstra Departemen Pendidikan Nasional tahun 2005-2009, program pengembangan TIK bidang pendidikan akan dilaksanakan melalui tahap-tahap sebagai berikut: 1. Merancang sistem jaringan yang mencakup jaringan internet, yang menghubungkan sekolah-sekolah dengan pusat data dan aplikasi, serta jaringan internet sebagai sarana dan media komunikasi dan informasi di sekolah. 2. Merancang dan membuat aplikasi database. 3. Merancang dan membuat aplikasi manajemen untuk pengelolaan pendidikan di pusat, daerah, dan sekolah. 4. Merancang dan membuat aplikasi pembelajaran berbasis web, multimedia, dan interaktif. 5. Melakukan implementasi sistem pada sekolah-sekolah di Indonesia yang meliputi pengadaan sarana/prasarana TIK dan pelatihan tenaga pelaksana dan guru. 6. Merancang dan membuat aplikasi pembelajaran. Tahap ini adalah tahap untuk memperluas implementasi sistem di sekolah-sekolah. 4. Tujuan Mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Pengenalan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) diharapkan dapat membuat perubahan pesat dalam kehidupan yang mengalami penambahan dan perubahan dalam penggunaan beragam produk TIK. Perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi memudahkan dalam mencari, mengeksplorasi, menganalisis, dan saling tukar informasi secara efisien dan efektif. TIK juga akan memudahkan mendapatkan ide dengan cepat dan bertukar pengalaman dari berbagai kalangan. Dengan demikian, diharapkan dapat mengembangkan sikap inisiatif dan kemampuan belajar mandiri, sehingga dapat memutuskan dan mempertimbangkan kapan dan dimana penggunaan TIK secara tepat dan optimal, termasuk implikasinya saat ini dan dimasa yang akan datang. Integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran Menurut Anwar Rosyid (2011), integrasi TIK dalam pembelajaran yang seharusnya memungkinkan terjadinya proses belajar yang bersifat:
  • 6.
    1. Aktif, memungkinkansiswa dapat terlibat aktif oleh adanya proses belajar yang menarik dan bermakna. 2. Konstruktif, memungkinkan siswa dapat menggabungkan ide-ide baru kedalam pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya untuk memahami makna atau keingintahuan dan keraguan yang selama ini ada dalam benaknya. 3. Kolaboratif, memungkinkan siswa dalam suatu kelompok atau komunitas yang saling bekerjasama, berbagi ide, saran atau pengalaman, menasehati dan memberi masukan untuk sesama anggota kelompoknya. 4. Antusiastik, memungkinkan siswa dapat secara aktif dan antusias berusaha untuk mencapai tujuan yang diinginkan. 5. Dialogis, memungkinkan proses belajar secara inherent merupakan suatu proses sosial dan dialogis dimana siswa memperoleh keuntungan dari proses komunikasi tersebut baik di dalam maupun luar sekolah. 6. Kontekstual, memungkinkan situasi belajar diarahkan pada proses belajar yang bermakna (real-world) melalui pendekatan “problem-based atau case-based learning”. 7. Reflektif, memungkinkan siswa dapat menyadari apa yang telah ia pelajari serta merenungkan apa yang telah dipelajarinya sebagai bagian dari proses belajar itu sendiri. (Jonassen (1995), dikutip oleh Norton et al (2001). 8. Multisensory, memungkinkan pembelajaran dapat disampaikan untuk berbagai modalitas belajar (multisensory), baik audio, visual, maupun kinestetik (dePorter et al, 2000). 9. High order thinking skills training, memungkinkan untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi (seperti problem solving, pengambilan keputusan, dll.) serta secara tidak langsung juga meningkatkan “ICT & media literacy” (Fryer, 2001). 5. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Pemanfaatan TIK dibidang pendidikan ditinjau dari pelaksanaan pembelajaran antara lain: 1. TIK dapat digunakan untuk membantu pengajar dalam melakukan absensi peserta didik tanpa mengurangi keefektifan waktu, yaitu absensi dilakukan dengan menempelkan jari mereka pada suatu instrumen TIK dan data absensi langsung masuk ke database. Data absensi juga dapat diakses oleh orang tua murid yang ingin mengetahui perkembangan anaknya di sekolah secara online melalui situs sekolah ataupun melalui SMS gateway. 2. TIK dapat diterapkan untuk mempermudah dalam mencatat, menghitung, dan mengolah nilai siswa serta mengumumkannya. Guru hanya perlu memasukkan nilai tersebut ke suatu instrumen TIK dan instrumen tersebut yang akan mengolah nilai akhir. Dengan cara tersebut diharapkan kesalahan akibat perhitungan manusia akan berkurang dan guru akan lebih nyaman dalam bekerja, sehingga siswa juga dapat melihat nilainya kapan dan dimana saja. 3. TIK dapat diterapkan dalam meletakkan modul pembelajaran. Hal ini dapat menjadi salah satu solusi mahalnya buku-buku cetak, solusinya yaitu institusi belajar menyediakan fasilitas internet yang memungkinkan siswa dapat mengakses modul tersebut secara gratis. 4. TIK dapat memberikan wadah bagi suatu institusi untuk bekerja sama dengan institusi lain untuk sharing resource (berbagi sumber daya). Hal ini akan meningkatkan kualitas peserta didik serta menambah wawasannya. Peranan TIK dalam bidang pendidikan antara lain:
  • 7.
    a. Berbagai hasilpenelitian menunjukkan dengan adanya TIK penelitian yang dilakukan seseorang dapat dimanfaatkan dan diketahui orang lain, ini juga akan mencegah terjadinya penelitian yang serupa. b. Internet bagaikan sebuah kota elektronik yang sangat besar dimana setiap penduduk memiliki alamat yang dapat digunakan untuk berkirim surat atau informasi. Dalam bidang pendidikan, internet sangat berguna dan berperan penting dalam pencarian informasi terbaru maupun yang dibutuhkan dengan cepat dan mudah. c. Konsultasi dengan pakar, internet dapat dimanfaatkan untuk berkonsultasi dengan pakar yang berada ditempat lain. d. E-learning, bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah menengah dan tingkat sekolah kejuruan melalui penggunaan internet. e. Tutorial Online, salah satu penggunaan teknologi informasi untuk pendidikan di pendidikan tinggi adalah untuk tujuan tutorial lembaga-lembaga pendidikan jarak jauh. f. Perpustakaan Online adalah perpustakaan dalam bentuk digital yang ditempatkan di internet. Pelajar dapat mengakses sumber-sumber ilmu dengan cara mudah tanpa dibatasi jarak dan waktu. g. Diskusi Online adalah diskusi yang dilakukan di internet. h. Kelas Online dapat digunakan bagi lembaga-lembaga pendidikan jarak jauh seperti UT dan SMP Terbuka. i. Metode distance learning merupakan suatu metode alternatif dalam pemerataan kesempatan dalam bidang pendidikan. Sistem ini diharapkan dapat mengatasi beberapa masalah yang ditimbulkan akibat keterbatasan tenaga pengajar yang berkualitas. Metode ini sangat membantu siswa atau masyarakat dalam mempelajari hal-hal atau ilmu-ilmu baru dengan tampilan yang lebih menarik dan mudah untuk dipahami. j. Penggunaan perangkat informasi interaktif seperti CD-ROM multimedia secara bertahap akan menggantikan fungsi papan tulis.
  • 8.
    BAB III KESIMPULAN 1. Kesimpulan Dewasaini banyak dampak-dampak yang terjadi akibat semakin berkembangnya IT didalam negeri ini. Memang perkembangan IT jika disikapi secara positif mampu memberikan dampak yang positif dan apabila disikapi secara negatif dapat memberikan dampak negatif pula. Dunia internet misalnya, merupakan sebuah perpustakaan maya terbesar di dunia. hampir semua yang ingin kita cari ada di internet. Informasi melalui media internet, bisa menjadi salah satu kunci untuk membuat dunia pendidikan di Indonesia mempunyai standar yang sama dengan negara lain. Dengan menggunakan media internet, pemerintah dan institusi pendidikan sudah mulai menerapkan pola belajar yang cukup efektif untuk diterapkan bagi masyarakat yang memiliki kendala dengan jarak dan waktu untuk mendapatkan informasi terutama informasi dalam dunia pendidikan. 2. Saran Demikianlah makalah dari kami, pembahasan tentang dan merasa bahwasanya masih terdapat kekurangan dalam penyajian makalah kami ini. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini dan berikutnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.
  • 9.
    DAFTAR PUSTAKA Departemen PendidikanNasional. (2005). Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional 2005-2009. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Lestari, Umi. (2011). Dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terhadap Aktivitas Pendidikan. [Online]. Tersedia: http://umilestari67. wordpress.com/2011/04/03/makalah-dampak-teknologi-informasi-dan-komunikasi-tik- terhadap-aktivitas-pendidikan/ [16 Maret 2012] Munir. (2008). Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung: Alfabeta. Noni, Nurdin. (tt). Penerapan Teknologi Informasi dan Komukasi dalam Pendidikan. [Online]. Tersedia: http://blog.unm.ac.id/nurdinnoni/files/ 2010/04/Modul-1.pdf [16 Maret 2012] Rosyid, Anwar. (2011). Pembelajaran dengan Media TIK. [Online]. Tersedia: http://anwarrosyid.blogspot.com/2011/07/pembelajaran-dengan-media-tik.html