SISTEM INFORMASI AKUNTASI
IMPLEMENTASI APLIKASI BASIS DATA RELASIONAL
Dibuat Oleh :
Theresia Magdalena – 43218110075
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Mercu Buana
2020
ABSTRAK
Basis data adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik
sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh
informasi dari basis data tersebut. Database berfungsi untuk menampung atau menyimpan
data – data, dimana masing – masing data yang ada pada table atau file tersebut saling
berhubungan dengan satu sama lainnya.
Basis data telah digunakan pada hampir seluruh area dimana komputer digunakan,
termasuk bisnis, teknik, kesehatan, hukum, pendidikan dan sebagainya. Tujuan basis data
pada suatu perusahaan pada dasarnya adalah kemudahan dan kecepatan dalam
pengambilan kembali data.
Basis data (database) merupakan suatu kumpulan data yang disusun dalam bentuk tabel-
tabel yang saling berkaitan maupun berdiri sendiri dan disimpan secara bersama-sama pada
suatu media. Basis data dapat digunakan oleh satu atau lebih program aplikasi secara
optimal, data disimpan tanpa mengalami ketergantungan pada program yang akan
menggunakannya.
PENDAHULUAN
Basis data merupakan sekumpulan data yang terintegrasi dan diorganisasikan untuk dapat
memenuhi kebutuhan para pemakai dalam suatu organisasi. Basis data memberikan
fasilitas-fasilitas yang mempermudah para pemakai untuk menghasilkan informasi yang
berguna dalam pengambilan keputusan. Hal tersebut yang menjadi alasan penggunaaan
teknologi basis data saat ini. Hampir semua kegiatan bisnis memerlukan teknologi basis data
untuk mengolah data, mulai dari lembaga keuangan (bank) yang memerlukan pengelolaan
data nasabah, akunting dan transaksi perbankan. Bahkan, di semua departemen dalam suatu
perusahaan (misal : penjualan, pembelian, pabrik, kepegawaian) juga memerlukan
pengelolaan terhadap data-data yang dimiliki setiap departemen dalam perusahaan
tersebut. Pemrosesan data dengan pendekatan basis data terbukti lebih efisien dan efektif.
Oleh sebab itu, teknologi basis data banyak dipelajari dan diimplementasikan dalam dunia
bisnis. Salah satu elemen penting dari penerapan basis data adalah model data. Model data
merupakan kumpulan perangkat konseptual yang digunakan untuk menggambarkan data,
hubungan data, semantic data, dan batasan data. Membuat model data merupakan salah satu
tahapan dalam mendesain basis data yang baik.
Jenis-jenis model data yaitu flat file, Hirarki, Jaringan, Relasional, Relasi-Entitas, dan Berbasis
Objek. Dari keenam jenis model data tersebut, model data Relasional-lah yang paling
sederhana dan mudah digunakan user. Banyak sekali keuntungan dari penerapan model
data relasional seperti data yang dihasilkan lebih cepat dan akurat, mudah dalam
pengubahan struktur basis data, mudah untuk membangun dan memodifikasi program
aplikasi dll. Oleh karena itu, kami tertarik mengulas lebih dalam tentang model data
relasional.
LITERATUR TEORI
A. Pengertian Basis Data
Pangkalan data atau basis data (database) adalah kumpulan informasi yang disimpan di
dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program
komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang
digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem
manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari
dalam ilmu informasi.
Basis data atau database, berasal dari kata basis dan data, adapun pengertian dari kedua
pengertian tersebut adalah sebagai berikut :
- Basis : dapat diartikan sebagai markas atau gudang, tempat bersarang atau
berkumpul.
- Data : representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia
(pegawai, siswa, pembeli, pelanggan), barang, hewan peristiwa, konsep, keadaan, dan
sebagainya yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi,
atau kombinasinya.
Dari kedua pengertian tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian dari basis
data adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik
sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh
informasi dari basis data tersebut.
Database berfungsi untuk menampung atau menyimpan data – data, dimana masing –
masing data yang ada pada table atau file tersebut saling berhubungan dengan satu sama
lainnya. Basis data telah digunakan pada hampir seluruh area dimana komputer
digunakan, termasuk bisnis, teknik, kesehatan, hukum, pendidikan dan sebagainya.
Tujuan basis data pada suatu perusahaan pada dasarnya adalah kemudahan dan
kecepatan dalam pengambilan kembali data.
Basis data (database) merupakan suatu kumpulan data yang disusun dalam bentuk
tabel-tabel yang saling berkaitan maupun berdiri sendiri dan disimpan secara bersama-
sama pada suatu media. Basis data dapat digunakan oleh satu atau lebih program aplikasi
secara optimal, data disimpan tanpa mengalami ketergantungan pada program yang
akan menggunakannya.
B. Syarat Terbentuknya Basis Data
Terdapat beberapa aturan yang harus dipatuhi pada file basis data agar dapat memenuhi
kriteria sebagai suatu basis data, yaitu:
1. Kerangkapan data, yaitu munculnya data-data yang sama secara berulang-ulang pada file
basis data,
2. Inkonsistensi data, yaitu munculnya data yang tidak konsisten pada field yang sama untuk
beberapa file dengan kunci yang sama,
3. Data terisolasi, disebabkan oleh pemakaian beberapa file basis data. Program aplikasi
tidak dapat mengakses file tertentu dalam sistem basis data tersebut, kecuali program
aplikasi dirubah atau ditambah sehingga seolah-olah ada file yang terpisah atau terisolasi
terhadap file yang lain,
4. Keamanan data, berhubungan dengan masalah keamanan data dalam sistem basis data.
Pada prinsipnya file basis data hanya boleh digunakan oleh pemakai tertentu yang
mempunya wewenang untuk mengakses,
5. Integrasi data, berhubungan dengan unjuk kerja sistem agar dapat melakukan kendali
atau kontrol pada semua bagian sistem sehingga sistem selalu beroperasi dalam
pengendalian penuh
C. Ciri-ciri Database
Adapun ciri-ciri database adalah:
1) Sistem yang dapat menyimpan data ke dalam floppy disk atau harddisk.
2) Sistem yang menganut pengolahan data untuk ditambah, diubah, atau dihapus dengan
mudah dan terkontrol.
3) Data terpisah dari program
Sifat-sifat Database :
- Internal: Kesatuan (integritas) dari file-file yang terlibat
- Terbagi/share: Elemen-elemen database dapat dibagikan pada para user baik secara
sendiri-sendiri maupun secara serentak dan pada waktu yang sama (Concurrent
sharing).
D. Istilah-Istilah Basis Data
Istilah "basis data" berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin
luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data
komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi
industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan
dengan bisnis.
Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan
perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database
management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator
dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.
a. DBMS (Database Management System)
DBMS merupakan perangkat lunak yang menangani semua pengaksesan ke basis data.
Fungsi DBMS:
- Mendefinisi data dan hubungannya
- Memanipulasi data
- Keamanan dan integritas data
- Security dan integritas data
- Recovery/perbaikan dan concurency data
- Data dictionary
- Unjuk kerja / performance
b. Enterprise
Enterprise yaitu suatu bentuk organisasi atau lembaga sebuah perusahaan contohnya
yaitu bank, universitas, rumah sakit, dan lain-lain.. Data yang disimpan dalam basis data
merupakan data operasional dari suatu enterprise. Contoh data operasional : data
keuangan, data mahasiswa, data pasien
c. Entitas
Entitas adalah suatu obyek yang dapat dibedakan dari lainnya yang dapat diwujudkan dalam
basis data. Tentu saja, entitas ini biasanya mempunya sebuah atribut. Kumpulan
dari entitas disebut himpunan entitas (exp. Semua Mahasiswa). Contoh Entitas dalam
lingkungan universitas yaitu : Mahasiswa, mata kuliah
d. Atribut (Elemen Data).
Atribut yaitu Karakteristik dari suatu entitas atau sebuah komponen bagian dari Entitas.
Contoh : Entitas Mahasiswa atributnya terdiri dari Npm, Nama, Alamat, Tanggal lahir.
e. Nilai Data (Data Value)
Nilai data yaitu Isi data / informasi yang tercakup dalam setiap elemen data. Contoh Atribut
dari entitas Mahasiswa dapat berisi Nilai Data : agus, arif, dina, susi.
f. Kunci Elemen Data (Key Data Element)
Kunci Elemen Data / Primary key yaitu Tanda pengenal yang secara unik
mengidentifikasikan entitas dari suatu kumpulan entitas. Pada dasarnya, Primarykey ini
haruslah unik, dan nilai data dari primarykey ini tidak boleh sama dengan nilai data
dengan yang lainnya. Contoh Entitas Mahasiswa yang mempunyai atribut-atribut npm,
nama, alamat, tanggal lahir menggunakan Kunci Elemen Data npm.
E. Komponen Sistem Basis Data
Komponen Sistem Basis Data terdiri dari beberapa Komponen, yaitu :
a. Perangkat Keras (Hardware)
Biasanya berupa perangkat komputer standar, media penyimpan sekunder dan media
komunikasi untuk sistem jaringan. Perangkat keras merupakan pendukung operasi
pengolahan data. Kebutuhan perangkat keras dalam sistem basis data diantaranya
adalah:
o Kornputer (satu untuk sistem yang stand-alone atau lebih dari satu untuk sistem
jaringan).
o Memori sekunder yang on-line (Harddisk).
o Memori sekunder yang off-line (Removable Disk) untuk keperluan backup data.
o Media atau perangkat komunikasi (untuk sistem jaringan).
b. Perangkat Lunak (Software)
Software merupakan perangkat lunak yang memfungsikan, mengendalikan seluruh
sumber daya dan melakukan operasi dasar dalam sistem komputer. Harus sesuai dengan
DBMS yang digunakan. Terdapat tiga jenis perangkat lunak yang diperlukan dalam suatu
sistem basis data yaitu :
- Database Management System (DBMS), yaitu perangkat lunak untuk mengelola basis
data. Perangkat lunak ini yang akan menentukan bagaimana data diorganisasi,
disimpan, diubah dan diambil kembali. Ia juga menerapkan mekanisme pengamanan
data, pemakaian data secara bersama, pemaksaan keakuratan/konsis.tensi data, dan
sebagainya.
- Sistem Operasi, yaitu merupakan program yang mengaktifkan atau memfungsikan sistem
komputer, mengendalikan seluruh sumber daya (resource) dalam komputer dan
melakukan operasi-operasi dasar dalam komputer (operasi I/O, pengelolaan file, dan
lain-lain). Program pengelola basis data (DBMS) hanya dapat aktif (running) jika Sistem
Operasi yang dikehendakinya atau sesuai dengan spesifikasinya telah aktif.
- CASE Tools, yaitu perangkat lunak yang digunakan dalam perancangan basis data
untuk membuat pemodelan data. Perangkat lunak ini menggunkan diagram untuk
menggambarkan entitas, atribut, relasi, serta tipe data yang digunakan. Contoh CASE
Tools adalah Power Designer, DB Designer, Visible Analyst, dan sebagainya.
F. Model Basis Data
Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari
pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang
tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek
yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara
untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data : ini dikenal sebagai
model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model
relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-
tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi
yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan
antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel.
Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih
eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel. Model-Model Basis Data yang sering
disebut, 5 macam tipe database modelling, atau 5 jenis database modelling:
 Model Hirarkis (Hierarchical Model)
 Model Jaringan (Network Model)
 Model Relasional (Relational Model)
 Model Relasi Entitas (Entity-Relationship Model)
 Model Berbasis Objek (Object Oriented Model
Jenis-jenis Database Relasional
Secara umum ada 3 jenis database relasional yaitu :
1. One to One (1 to 1) Relasi database model ini terjadi apalabila sebuah data terdapat
pada 2 buah tabel, dan hanya diperbolehkan satu data saja pada masing masing tabel
(unique record), sama halnya seperti primary key, record yang ada pada model ini
tidak boleh ada yang sama.
2. One to Many (1 to n) Relasi database model ini membolehkan data yang sama pada tabel
kedua, tapi hanya membolehkan data yang bersifat unique (unik) pada tabel pertama.
Jadi pada model tabel kedua boleh memiliki beberapa data yang sama.
3. Many to many (n to m) Berbeda dengan kedua model diatas, relasi database model
ini membolehkan beberapa data yang sama baik pada tabel pertama maupun tabel
kedua. Dengan demikian tidak ada unique record di kedua tabel tersebut.
Tujuan model relasional database
 Menciptakan konsep database DBMS yang terintegrasi dan bersifat standalone
 Menciptakan DBMS yang konsisten dan menghindari terjadinya data redundancy
(duplikasi data) dengan menerapkan konsep normalisasi data, dengan tujuan untuk
meningkatkan kemampuan dalam mengambil dan juga memproses data.
Karakteristik Database Relasional
 Struktur tabel bersifat Tabular
 Satu bahasa pemrograman atau sintaksis yang ada dapat digunakan untuk semua user
 Field dikoneksikan melalui value didalam record table
PEMBAHASAN
Model Data Relasional
Model Data Relasional adalah model data yang ditemukan oleh E.F. Codd berdasarkan teori
relasional seperti aljabar dan kalkulus relasional. Model data ini menggunakan tabel
berdimensi dua (sering disebut dengan relasi / table) untuk menggambarkan sebuah berkas
data dan menggunakan kunci tamu (foreign key) untuk menghubungkan suatu tabel dengan
tabel yang lain.
Kelebihan Model Data Relasional :
a) Bentuknya sederhana.
b) Data dapat diakses lebih cepat.
c) Struktur basis data mudah diubah.
d) Data lebih akurat.
e) Memudahkan user untuk membangun dan memodifikasi program aplikasi.
f) Memudahkan user menerapkan integritas data.
g) Memudahkan user dalam membentuk query yang kompleks untuk memanggil kembali
(retrieve) data.
h) Bahasa standar SQL (Structure Query Language) sudah dibuat.
Kekurangan Model Data Relasional :
1) Tabel yang berbeda harus dihubungkan untuk memanggil kembali (retrieve) data.
2) Diperlukan pemahaman user terhadap hubungan antar tabel.
3) User harus mempelajari bahasa SQL.
Istilah-Istilah dalam Model Data Relasional
a. Entitas (Entity) : merupakan suatu objek yang dapat dibedakan dari yang lainnya dan
dapat diwujudkan dalam basis data. Objek tersebut dapat berupa orang, benda, ataupun
peristiwa. Contoh entitas dalam lingkungan universitas, terdiri dari : mahasiswa, mata kuliah
dsb. Kumpulan dari entitas disebut himpunan entitas, contoh : semua mahasiswa.
b. Relasi (Relation) : merupakan suatu tabel yang terdiri dari beberapa kolom dan baris.
Relasi menunjukkan adanya korelasi di antara sejumlah entitas yang asalnya dari himpunan
entitas yang berbeda. Contoh : tabel nilai mahasiswa, tabel mata kuliah dsb.
c. Atribut (Attribute) : merupakan kolom yang terdapat dalam sebuah relasi (field). Atribut
mendeskripsikan setiap karakter yang menjadi ciri suatu entitas.
d. Tuple : merupakan baris yang terdapat dalam sebuah relasi (record) atau kumpulan
elemen-elemen yang saling terkait menginformasikan suatu entitas secara lengkap.
e. Domain : merupakan kumpulan nilai yang valid dari satu atau lebih atribut (field).
Relational Keys Merupakan jenis-jenis kunci yang digunakan dalam model data relasional.
Jenis-jenis kunci tersebut antara lain sebagai berikut :
1. Super Key
merupakan satu atau lebih atribut (kolom) yang mengidentifikasikan sebuah tuple
(baris) secara unik dalam sebuah relasi (satu atau lebih kolom yang dipilih untuk
membedakan suatu record dengan record lainnya).
2. Candidate Key
Merupakan atribut dalam suatu relasi yang biasanya memiliki nilai unik (super key
dengan field paling sedikit) Contoh : dalam tabel MHS, Candidate Key-nya adalah NPM,
Nama, dan Alamat (karena hanya terdiri dari satu field).
3. Primary Key
Merupakan Candidate Key yang dipilih untuk mengidentifikasikan tuple secara unik
dalam suatu relasi. Maka Primary Key dari tabel MHS adalah NPM (karena unik, tidak
ada NPM yang sama).
4. Alternate Key
Merupakan Candidate Key yang tidak dipilih sebagai Primary Key. Alternate Key dari
tabel MHS adalah Nama dan Alamat.
5. Foreign Key
Merupakan atribut yang memiliki kesamaan domain yang menjadi kunci utama dalam
sebuah relasi tetapi pada relasi lain atribut tersebut hanya berperan sebagai atribut
biasa.
Bahasa pada Model Data Relasional
Model Data Relasional menggunakan bahasa Query, yaitu pernyataan yang diajukan untuk
mengambil informasi. Bahasa query menekankan pada aspek pencarian data dari dalam
tabel. Aspek pencarian ini krusial sekali karena merupakan inti dari usaha pengelolaan data.
Bahasa query terbagi menjadi 2, yaitu :
1. Bahasa Formal
Bahasa query yang diterjemahkan menggunakan simbol-simbol matematis. Bahasa
query formal terbagi menjadi dua, yaitu : Prosedural : pemakai (user) menspesifikasikan
data yang dibutuhkan dan cara untuk mendapatkannya. Contoh : Aljabar Relasional Non-
Prosedural : pemakai (user) menspesifikasikan data yang dibutuhkan tanpa
menspesifikasikan cara untuk mendapatkan data tersebut. Contoh : Kalkulus Relasional
2. Bahasa Komersial
Bahasa query yang dirancang oleh programmer menjadi suatu program aplikasi untuk
memudahkan para penggunanya (user friendly). Contoh : QUEL : Berbasis pada bahasa
kalkulus relasional. QBE : Berbasis pada bahasa kalkulus relasional. SQL : Berbasis pada
bahasa kalkulus relasional dan aljabar relasional
KESIMPULAN
Model data relasional adalah model data berdasarkan teori relasional yang menggunakan
tabel dua dimensi (sering disebut relasi) untuk menggambarkan sebuah berkas data. Setiap
tabel terdiri atas beberapa lajur yang mendatar (baris) dan beberapa lajur vertical (kolom).
Model data relasional memiliki bentuk yang sederhana sehingga dapat memudahkan user
untuk mengoperasikan data seperti merubah struktur basis data dan membuat query untuk
retrieve data. Akan tetapi, model data relasional memerlukan pemahaman user terhadap
hubungan tabel-tabel yang digunakan dan bahasa SQL.
Selain itu, untuk memanggil kembali (retrieve) data kita harus menghubungkan tabel yang
berbeda. Istilah-istilah yang digunakan dalam model data relasional yaitu : entitas, relasi
atau tabel, atribut atau kolom, tuple atau baris, domain, degree, dan cardinality yang
semuanya merupakan elemen suatu tabel.
Bahasa yang digunakan pada model data relasional adalah bahasa query yang menekankan
pada aspek pencarian data dari dalam tabel. Bahasa query terbagi menjadi dua, yaitu bahasa
query formal yang diterjemahkan menggunakan simbol-simbol matematis dan bahasa query
komersial yang sengaja dirancang programmer menjadi suatu program aplikasi untuk
memudahkan para penggunanya.
DAFTAR PUSTAKA
Putra, Y. M. (2018).Implementasi Aplikasi Basis Data Relasional. Modul Kuliah Sistem
Informasi Manajemen. FEB-Universitas Mercu Buana Jakarta
Putra, Y. M., (2019). Analysis of Factors Affecting the Interests of SMEs Using Accounting
Applications. Journal of Economics and Business, 2(3)
https://dosenit.com/kuliah-it/database/keuntungan-dan-kerugian-database-relasional
https://www.ruangguru.co.id/pengertian-basis-data-dan-sistem-basis-data-definisi-
tujuan-fungsi-dan-komponennya/
https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_kueri
Damayanti, K., Fardinal., (2019). The Effect of Information Technology Utilization,
Management Support, Internal Control, and User Competence on Accounting Information
System Quality. Schollars Bulletin, 5(12), 751-758.
Hanifah, S., Sarpingah, S., & Putra, Y. M., (2020). The Effect of Level of Education, Accounting
Knowledge, and Utilization Of Information Technology Toward Quality The Quality of MSME
’ s Financial Reports. The 1st Annual Conference Economics, Business, and Social Sciences
(ACEBISS) 2019, 1(3). https://doi.org/10.4108/eai.3-2-2020.163573
Herliansyah, Y., Nugroho, L., Ardilla, D., & Putra, Y. M., (2020). The Determinants of Micro,
Small and Medium Entrepreneur (MSME) Become Customer of Islamic Banks (Religion,
Religiosity, and Location of Islamic Banks ). The 1st Annual Conference Economics, Business,
and Social Sciences (ACEBISS) 2019, 1, (2). https://doi.org/10.4108/eai.26-3-
2019.2290775

Sia implementasi aplikasi basis data relasional

  • 1.
    SISTEM INFORMASI AKUNTASI IMPLEMENTASIAPLIKASI BASIS DATA RELASIONAL Dibuat Oleh : Theresia Magdalena – 43218110075 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mercu Buana 2020
  • 2.
    ABSTRAK Basis data adalahkumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Database berfungsi untuk menampung atau menyimpan data – data, dimana masing – masing data yang ada pada table atau file tersebut saling berhubungan dengan satu sama lainnya. Basis data telah digunakan pada hampir seluruh area dimana komputer digunakan, termasuk bisnis, teknik, kesehatan, hukum, pendidikan dan sebagainya. Tujuan basis data pada suatu perusahaan pada dasarnya adalah kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan kembali data. Basis data (database) merupakan suatu kumpulan data yang disusun dalam bentuk tabel- tabel yang saling berkaitan maupun berdiri sendiri dan disimpan secara bersama-sama pada suatu media. Basis data dapat digunakan oleh satu atau lebih program aplikasi secara optimal, data disimpan tanpa mengalami ketergantungan pada program yang akan menggunakannya.
  • 3.
    PENDAHULUAN Basis data merupakansekumpulan data yang terintegrasi dan diorganisasikan untuk dapat memenuhi kebutuhan para pemakai dalam suatu organisasi. Basis data memberikan fasilitas-fasilitas yang mempermudah para pemakai untuk menghasilkan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan. Hal tersebut yang menjadi alasan penggunaaan teknologi basis data saat ini. Hampir semua kegiatan bisnis memerlukan teknologi basis data untuk mengolah data, mulai dari lembaga keuangan (bank) yang memerlukan pengelolaan data nasabah, akunting dan transaksi perbankan. Bahkan, di semua departemen dalam suatu perusahaan (misal : penjualan, pembelian, pabrik, kepegawaian) juga memerlukan pengelolaan terhadap data-data yang dimiliki setiap departemen dalam perusahaan tersebut. Pemrosesan data dengan pendekatan basis data terbukti lebih efisien dan efektif. Oleh sebab itu, teknologi basis data banyak dipelajari dan diimplementasikan dalam dunia bisnis. Salah satu elemen penting dari penerapan basis data adalah model data. Model data merupakan kumpulan perangkat konseptual yang digunakan untuk menggambarkan data, hubungan data, semantic data, dan batasan data. Membuat model data merupakan salah satu tahapan dalam mendesain basis data yang baik. Jenis-jenis model data yaitu flat file, Hirarki, Jaringan, Relasional, Relasi-Entitas, dan Berbasis Objek. Dari keenam jenis model data tersebut, model data Relasional-lah yang paling sederhana dan mudah digunakan user. Banyak sekali keuntungan dari penerapan model data relasional seperti data yang dihasilkan lebih cepat dan akurat, mudah dalam pengubahan struktur basis data, mudah untuk membangun dan memodifikasi program aplikasi dll. Oleh karena itu, kami tertarik mengulas lebih dalam tentang model data relasional.
  • 4.
    LITERATUR TEORI A. PengertianBasis Data Pangkalan data atau basis data (database) adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi. Basis data atau database, berasal dari kata basis dan data, adapun pengertian dari kedua pengertian tersebut adalah sebagai berikut : - Basis : dapat diartikan sebagai markas atau gudang, tempat bersarang atau berkumpul. - Data : representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, siswa, pembeli, pelanggan), barang, hewan peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi, atau kombinasinya. Dari kedua pengertian tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian dari basis data adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Database berfungsi untuk menampung atau menyimpan data – data, dimana masing – masing data yang ada pada table atau file tersebut saling berhubungan dengan satu sama lainnya. Basis data telah digunakan pada hampir seluruh area dimana komputer digunakan, termasuk bisnis, teknik, kesehatan, hukum, pendidikan dan sebagainya. Tujuan basis data pada suatu perusahaan pada dasarnya adalah kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan kembali data.
  • 5.
    Basis data (database)merupakan suatu kumpulan data yang disusun dalam bentuk tabel-tabel yang saling berkaitan maupun berdiri sendiri dan disimpan secara bersama- sama pada suatu media. Basis data dapat digunakan oleh satu atau lebih program aplikasi secara optimal, data disimpan tanpa mengalami ketergantungan pada program yang akan menggunakannya. B. Syarat Terbentuknya Basis Data Terdapat beberapa aturan yang harus dipatuhi pada file basis data agar dapat memenuhi kriteria sebagai suatu basis data, yaitu: 1. Kerangkapan data, yaitu munculnya data-data yang sama secara berulang-ulang pada file basis data, 2. Inkonsistensi data, yaitu munculnya data yang tidak konsisten pada field yang sama untuk beberapa file dengan kunci yang sama, 3. Data terisolasi, disebabkan oleh pemakaian beberapa file basis data. Program aplikasi tidak dapat mengakses file tertentu dalam sistem basis data tersebut, kecuali program aplikasi dirubah atau ditambah sehingga seolah-olah ada file yang terpisah atau terisolasi terhadap file yang lain, 4. Keamanan data, berhubungan dengan masalah keamanan data dalam sistem basis data. Pada prinsipnya file basis data hanya boleh digunakan oleh pemakai tertentu yang mempunya wewenang untuk mengakses, 5. Integrasi data, berhubungan dengan unjuk kerja sistem agar dapat melakukan kendali atau kontrol pada semua bagian sistem sehingga sistem selalu beroperasi dalam pengendalian penuh
  • 6.
    C. Ciri-ciri Database Adapunciri-ciri database adalah: 1) Sistem yang dapat menyimpan data ke dalam floppy disk atau harddisk. 2) Sistem yang menganut pengolahan data untuk ditambah, diubah, atau dihapus dengan mudah dan terkontrol. 3) Data terpisah dari program Sifat-sifat Database : - Internal: Kesatuan (integritas) dari file-file yang terlibat - Terbagi/share: Elemen-elemen database dapat dibagikan pada para user baik secara sendiri-sendiri maupun secara serentak dan pada waktu yang sama (Concurrent sharing). D. Istilah-Istilah Basis Data Istilah "basis data" berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis. Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.
  • 7.
    a. DBMS (DatabaseManagement System) DBMS merupakan perangkat lunak yang menangani semua pengaksesan ke basis data. Fungsi DBMS: - Mendefinisi data dan hubungannya - Memanipulasi data - Keamanan dan integritas data - Security dan integritas data - Recovery/perbaikan dan concurency data - Data dictionary - Unjuk kerja / performance b. Enterprise Enterprise yaitu suatu bentuk organisasi atau lembaga sebuah perusahaan contohnya yaitu bank, universitas, rumah sakit, dan lain-lain.. Data yang disimpan dalam basis data merupakan data operasional dari suatu enterprise. Contoh data operasional : data keuangan, data mahasiswa, data pasien c. Entitas Entitas adalah suatu obyek yang dapat dibedakan dari lainnya yang dapat diwujudkan dalam basis data. Tentu saja, entitas ini biasanya mempunya sebuah atribut. Kumpulan dari entitas disebut himpunan entitas (exp. Semua Mahasiswa). Contoh Entitas dalam lingkungan universitas yaitu : Mahasiswa, mata kuliah
  • 8.
    d. Atribut (ElemenData). Atribut yaitu Karakteristik dari suatu entitas atau sebuah komponen bagian dari Entitas. Contoh : Entitas Mahasiswa atributnya terdiri dari Npm, Nama, Alamat, Tanggal lahir. e. Nilai Data (Data Value) Nilai data yaitu Isi data / informasi yang tercakup dalam setiap elemen data. Contoh Atribut dari entitas Mahasiswa dapat berisi Nilai Data : agus, arif, dina, susi. f. Kunci Elemen Data (Key Data Element) Kunci Elemen Data / Primary key yaitu Tanda pengenal yang secara unik mengidentifikasikan entitas dari suatu kumpulan entitas. Pada dasarnya, Primarykey ini haruslah unik, dan nilai data dari primarykey ini tidak boleh sama dengan nilai data dengan yang lainnya. Contoh Entitas Mahasiswa yang mempunyai atribut-atribut npm, nama, alamat, tanggal lahir menggunakan Kunci Elemen Data npm. E. Komponen Sistem Basis Data Komponen Sistem Basis Data terdiri dari beberapa Komponen, yaitu : a. Perangkat Keras (Hardware) Biasanya berupa perangkat komputer standar, media penyimpan sekunder dan media komunikasi untuk sistem jaringan. Perangkat keras merupakan pendukung operasi pengolahan data. Kebutuhan perangkat keras dalam sistem basis data diantaranya adalah:
  • 9.
    o Kornputer (satuuntuk sistem yang stand-alone atau lebih dari satu untuk sistem jaringan). o Memori sekunder yang on-line (Harddisk). o Memori sekunder yang off-line (Removable Disk) untuk keperluan backup data. o Media atau perangkat komunikasi (untuk sistem jaringan). b. Perangkat Lunak (Software) Software merupakan perangkat lunak yang memfungsikan, mengendalikan seluruh sumber daya dan melakukan operasi dasar dalam sistem komputer. Harus sesuai dengan DBMS yang digunakan. Terdapat tiga jenis perangkat lunak yang diperlukan dalam suatu sistem basis data yaitu : - Database Management System (DBMS), yaitu perangkat lunak untuk mengelola basis data. Perangkat lunak ini yang akan menentukan bagaimana data diorganisasi, disimpan, diubah dan diambil kembali. Ia juga menerapkan mekanisme pengamanan data, pemakaian data secara bersama, pemaksaan keakuratan/konsis.tensi data, dan sebagainya. - Sistem Operasi, yaitu merupakan program yang mengaktifkan atau memfungsikan sistem komputer, mengendalikan seluruh sumber daya (resource) dalam komputer dan melakukan operasi-operasi dasar dalam komputer (operasi I/O, pengelolaan file, dan lain-lain). Program pengelola basis data (DBMS) hanya dapat aktif (running) jika Sistem Operasi yang dikehendakinya atau sesuai dengan spesifikasinya telah aktif. - CASE Tools, yaitu perangkat lunak yang digunakan dalam perancangan basis data untuk membuat pemodelan data. Perangkat lunak ini menggunkan diagram untuk menggambarkan entitas, atribut, relasi, serta tipe data yang digunakan. Contoh CASE Tools adalah Power Designer, DB Designer, Visible Analyst, dan sebagainya.
  • 10.
    F. Model BasisData Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data : ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel- tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel. Model-Model Basis Data yang sering disebut, 5 macam tipe database modelling, atau 5 jenis database modelling:  Model Hirarkis (Hierarchical Model)  Model Jaringan (Network Model)  Model Relasional (Relational Model)  Model Relasi Entitas (Entity-Relationship Model)  Model Berbasis Objek (Object Oriented Model
  • 11.
    Jenis-jenis Database Relasional Secaraumum ada 3 jenis database relasional yaitu : 1. One to One (1 to 1) Relasi database model ini terjadi apalabila sebuah data terdapat pada 2 buah tabel, dan hanya diperbolehkan satu data saja pada masing masing tabel (unique record), sama halnya seperti primary key, record yang ada pada model ini tidak boleh ada yang sama. 2. One to Many (1 to n) Relasi database model ini membolehkan data yang sama pada tabel kedua, tapi hanya membolehkan data yang bersifat unique (unik) pada tabel pertama. Jadi pada model tabel kedua boleh memiliki beberapa data yang sama. 3. Many to many (n to m) Berbeda dengan kedua model diatas, relasi database model ini membolehkan beberapa data yang sama baik pada tabel pertama maupun tabel kedua. Dengan demikian tidak ada unique record di kedua tabel tersebut. Tujuan model relasional database  Menciptakan konsep database DBMS yang terintegrasi dan bersifat standalone  Menciptakan DBMS yang konsisten dan menghindari terjadinya data redundancy (duplikasi data) dengan menerapkan konsep normalisasi data, dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam mengambil dan juga memproses data. Karakteristik Database Relasional  Struktur tabel bersifat Tabular  Satu bahasa pemrograman atau sintaksis yang ada dapat digunakan untuk semua user  Field dikoneksikan melalui value didalam record table
  • 12.
    PEMBAHASAN Model Data Relasional ModelData Relasional adalah model data yang ditemukan oleh E.F. Codd berdasarkan teori relasional seperti aljabar dan kalkulus relasional. Model data ini menggunakan tabel berdimensi dua (sering disebut dengan relasi / table) untuk menggambarkan sebuah berkas data dan menggunakan kunci tamu (foreign key) untuk menghubungkan suatu tabel dengan tabel yang lain. Kelebihan Model Data Relasional : a) Bentuknya sederhana. b) Data dapat diakses lebih cepat. c) Struktur basis data mudah diubah. d) Data lebih akurat. e) Memudahkan user untuk membangun dan memodifikasi program aplikasi. f) Memudahkan user menerapkan integritas data. g) Memudahkan user dalam membentuk query yang kompleks untuk memanggil kembali (retrieve) data. h) Bahasa standar SQL (Structure Query Language) sudah dibuat. Kekurangan Model Data Relasional : 1) Tabel yang berbeda harus dihubungkan untuk memanggil kembali (retrieve) data. 2) Diperlukan pemahaman user terhadap hubungan antar tabel. 3) User harus mempelajari bahasa SQL.
  • 13.
    Istilah-Istilah dalam ModelData Relasional a. Entitas (Entity) : merupakan suatu objek yang dapat dibedakan dari yang lainnya dan dapat diwujudkan dalam basis data. Objek tersebut dapat berupa orang, benda, ataupun peristiwa. Contoh entitas dalam lingkungan universitas, terdiri dari : mahasiswa, mata kuliah dsb. Kumpulan dari entitas disebut himpunan entitas, contoh : semua mahasiswa. b. Relasi (Relation) : merupakan suatu tabel yang terdiri dari beberapa kolom dan baris. Relasi menunjukkan adanya korelasi di antara sejumlah entitas yang asalnya dari himpunan entitas yang berbeda. Contoh : tabel nilai mahasiswa, tabel mata kuliah dsb. c. Atribut (Attribute) : merupakan kolom yang terdapat dalam sebuah relasi (field). Atribut mendeskripsikan setiap karakter yang menjadi ciri suatu entitas. d. Tuple : merupakan baris yang terdapat dalam sebuah relasi (record) atau kumpulan elemen-elemen yang saling terkait menginformasikan suatu entitas secara lengkap. e. Domain : merupakan kumpulan nilai yang valid dari satu atau lebih atribut (field). Relational Keys Merupakan jenis-jenis kunci yang digunakan dalam model data relasional. Jenis-jenis kunci tersebut antara lain sebagai berikut : 1. Super Key merupakan satu atau lebih atribut (kolom) yang mengidentifikasikan sebuah tuple (baris) secara unik dalam sebuah relasi (satu atau lebih kolom yang dipilih untuk membedakan suatu record dengan record lainnya). 2. Candidate Key Merupakan atribut dalam suatu relasi yang biasanya memiliki nilai unik (super key dengan field paling sedikit) Contoh : dalam tabel MHS, Candidate Key-nya adalah NPM, Nama, dan Alamat (karena hanya terdiri dari satu field).
  • 14.
    3. Primary Key MerupakanCandidate Key yang dipilih untuk mengidentifikasikan tuple secara unik dalam suatu relasi. Maka Primary Key dari tabel MHS adalah NPM (karena unik, tidak ada NPM yang sama). 4. Alternate Key Merupakan Candidate Key yang tidak dipilih sebagai Primary Key. Alternate Key dari tabel MHS adalah Nama dan Alamat. 5. Foreign Key Merupakan atribut yang memiliki kesamaan domain yang menjadi kunci utama dalam sebuah relasi tetapi pada relasi lain atribut tersebut hanya berperan sebagai atribut biasa. Bahasa pada Model Data Relasional Model Data Relasional menggunakan bahasa Query, yaitu pernyataan yang diajukan untuk mengambil informasi. Bahasa query menekankan pada aspek pencarian data dari dalam tabel. Aspek pencarian ini krusial sekali karena merupakan inti dari usaha pengelolaan data. Bahasa query terbagi menjadi 2, yaitu : 1. Bahasa Formal Bahasa query yang diterjemahkan menggunakan simbol-simbol matematis. Bahasa query formal terbagi menjadi dua, yaitu : Prosedural : pemakai (user) menspesifikasikan data yang dibutuhkan dan cara untuk mendapatkannya. Contoh : Aljabar Relasional Non- Prosedural : pemakai (user) menspesifikasikan data yang dibutuhkan tanpa menspesifikasikan cara untuk mendapatkan data tersebut. Contoh : Kalkulus Relasional
  • 15.
    2. Bahasa Komersial Bahasaquery yang dirancang oleh programmer menjadi suatu program aplikasi untuk memudahkan para penggunanya (user friendly). Contoh : QUEL : Berbasis pada bahasa kalkulus relasional. QBE : Berbasis pada bahasa kalkulus relasional. SQL : Berbasis pada bahasa kalkulus relasional dan aljabar relasional KESIMPULAN Model data relasional adalah model data berdasarkan teori relasional yang menggunakan tabel dua dimensi (sering disebut relasi) untuk menggambarkan sebuah berkas data. Setiap tabel terdiri atas beberapa lajur yang mendatar (baris) dan beberapa lajur vertical (kolom). Model data relasional memiliki bentuk yang sederhana sehingga dapat memudahkan user untuk mengoperasikan data seperti merubah struktur basis data dan membuat query untuk retrieve data. Akan tetapi, model data relasional memerlukan pemahaman user terhadap hubungan tabel-tabel yang digunakan dan bahasa SQL. Selain itu, untuk memanggil kembali (retrieve) data kita harus menghubungkan tabel yang berbeda. Istilah-istilah yang digunakan dalam model data relasional yaitu : entitas, relasi atau tabel, atribut atau kolom, tuple atau baris, domain, degree, dan cardinality yang semuanya merupakan elemen suatu tabel. Bahasa yang digunakan pada model data relasional adalah bahasa query yang menekankan pada aspek pencarian data dari dalam tabel. Bahasa query terbagi menjadi dua, yaitu bahasa query formal yang diterjemahkan menggunakan simbol-simbol matematis dan bahasa query komersial yang sengaja dirancang programmer menjadi suatu program aplikasi untuk memudahkan para penggunanya.
  • 16.
    DAFTAR PUSTAKA Putra, Y.M. (2018).Implementasi Aplikasi Basis Data Relasional. Modul Kuliah Sistem Informasi Manajemen. FEB-Universitas Mercu Buana Jakarta Putra, Y. M., (2019). Analysis of Factors Affecting the Interests of SMEs Using Accounting Applications. Journal of Economics and Business, 2(3) https://dosenit.com/kuliah-it/database/keuntungan-dan-kerugian-database-relasional https://www.ruangguru.co.id/pengertian-basis-data-dan-sistem-basis-data-definisi- tujuan-fungsi-dan-komponennya/ https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_kueri Damayanti, K., Fardinal., (2019). The Effect of Information Technology Utilization, Management Support, Internal Control, and User Competence on Accounting Information System Quality. Schollars Bulletin, 5(12), 751-758. Hanifah, S., Sarpingah, S., & Putra, Y. M., (2020). The Effect of Level of Education, Accounting Knowledge, and Utilization Of Information Technology Toward Quality The Quality of MSME ’ s Financial Reports. The 1st Annual Conference Economics, Business, and Social Sciences (ACEBISS) 2019, 1(3). https://doi.org/10.4108/eai.3-2-2020.163573 Herliansyah, Y., Nugroho, L., Ardilla, D., & Putra, Y. M., (2020). The Determinants of Micro, Small and Medium Entrepreneur (MSME) Become Customer of Islamic Banks (Religion, Religiosity, and Location of Islamic Banks ). The 1st Annual Conference Economics, Business, and Social Sciences (ACEBISS) 2019, 1, (2). https://doi.org/10.4108/eai.26-3- 2019.2290775