Lutfi Fauzan
JALAN MENUJU
        SHALAT KHUSU’
                    ***


Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang
           beriman, (QS. 23:1)
                   ***


   (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam
             shalatnya, (QS. 23:2)
MENGAPA HARUS
     PERHATIKAN SHALAT?

Apakah yang memasukkan kamu ke dalam
      (neraka) Saqar (QS. 74:42)
                 ***


 Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak
termasuk orang-orang yang menegakkan
          shalat, (QS. 74:43)
Shalat tetapi celaka


Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,
                 (QS. 107:4)

(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. (QS.
                107:5)
   orang-orang yang berbuat riya. (QS. 107:6)

 dan enggan (menolong dengan) barang berguna.
                 (QS. 107:7)
ANTARA SADAR DAN LALAI


 Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan
   (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan
 dirikanlah shalat untuk mengingat (sadar) Aku. (QS.
                        20:14)
                         ***



 Dan sebutlah (nama) Rabbmu dalam hatimu dengan
  merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak
  mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan
janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. (QS.
                       7:205)
SEBAB TIDAK KHUSU’
                     ***



Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-
hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari
 mengingat Allah. Barang siapa yang membuat
demikian maka mereka itulah orang-orang yang
               rugi. (QS. 63:9)
MABUK & TIDAK MENGERTI
              ***




  Hai orang-orang yang beriman,
 janganlah kamu shalat, sedang
  kamu dalam keadaan mabuk,
sehingga kamu mengerti apa yang
   kamu ucapkan,… (QS. 4:43)
SHALAT YANG DITERIMA
   Barang siapa shalat 2 rakaat, di dalamnya
    dia tidak berbicara sedikit pun dengan
    hatinya tentang persoalan dunia, niscaya
    diampuni dosa-dosanya yang telah lalu
    (HR. Buchori-Muslim)
   Barang siapa yang shalatnya tidak dapat
    mencegah dirinya dari perbuatan buruk
    dan mungkar, maka orang itu tidak
    bertambah dekat ke Allah, bahkan
    semakin jauh (HR. Thabrani)
MEMELIHARA SHALAT
 Barangsiapa melaksanakan shalat pada waktunya,
  dengan wudlu yang sempurna, kemudian
  menyempurnakan pula ruku’ dan sujud serta khusu’nya,
  maka shalatnya itu akan terbang menuju Allah dalam
  keadaan putih cemerlang, seraya berkata, “Semoga
  Allah menjagamu seperti kau menjagaku. Dan
  barangsiapa melaksanakan shalat TIDAK pada
  waktunya, TIDAK berwudlu dengan sempurna, dan
  TIDAK menyempurnakan pula ruku’, sujud, dan
  khusu’nya, maka shalatnya itu akan terbang menuju
  Allah dalam keadaan hitam pekat seraya berkata,
  “Semoga Allah menelantarkanmu sebagaimana engkau
  menelantarkanku”. Kemudian bila mencapai suatu
  tempat tertentu yang dikehendaki Allah, shalat itu akan
  dilipat-lipat seperti baju kumal, lalu dihempaskan
  kembali ke wajah orang itu (HR. Thabrani)
Mendalami shalat

   Bahwasanya shalat itu tidak lain adalah
    menunjukkan kemiskinan, kerendahhatian
    (tawadhu’), rawan hati (tadharu’), keluhan
    jiwa dan penyesalan mendalam, seraya
    meletakkan tangan (bersujud) dan
    membisikkan, “Ya Allah, Ya Allah”. Maka
    barangsiapa tidak melakukannya, shalatnya
    tidak sempurna (HR. Tirmidzi)
Ma’na bathiniah menuju
khusu’
 Kehadiran hati (         )
 Pemahaman mendalam ( )
 Pengagungan (       )
 Takut dari rasa hormat (   )
 Pengharapan (     )
 Malu (   )
KEHADIRAN HATI

 Kosong hati dari selain perbuatan dan
  ucapan dalam shalat
 Perhatian dan himmah (tekad tinggi
  untuk capai tujuan)
 Kesungguhan dalam berbuat
 Lebih melihat pada remehnya dunia
 Berjangkauan pandangan ke negeri
  akhirat
 Sadar kepada siapa menghadap
PEMAHAMAN YANG
    DALAM
    •      Pusatkan pikiran untuk menyerap makna
                ucapan dan perbuatan shalat
•        Tolak setiap lintasan, bayang, angan- angan
                          yang muncul
•        Menjauhi penyebab bagi timbulnya lintasan
          bayangan dalam pikiran (ketertarikan pada
                          selain Allah)

        “Siapa menyukai sesuatu pastilah ia sering
                      menyebutnya”
Penyebab Ta’zhim
               Keterpaduan
                    
Ma’rifat tentang keagungan dan kesucian
Allah
Ma’rifat tentang kehinaan dan keremehan
diri
                    
          Sehingga merasa butuh
Sumber Haibah

• Ma’’rifat tentang qudrat dan iradat Allah
• Menelusuri jejak langkah dan
  “penderitaan” para Nabi dan Wali Allah
• Mawasdiri akan kepantasan diri juga tak
  luput dari musibah
Penyebab Raja’

   Ma’rifat tentang
    kemahalembutan,kasih sayang,
    kepemurahan, dan kesantunan Allah
   Keyakinan akan kebenaran janji-janji-
    Nya
Penyebab Haya’

   Memunculkan perasaan tidak
    sempurna dalam ibadah
   Kesadaran diri lemah
   Menyadari cacat cela diri, termasuk
    hati yang tidak ikhlas
simpulan
  Tingginya kekhusuán seseorang dalam shalat
   mengikuti tingginya keimanan kepada Allah

(Diriwayatkan, Allah mewahyukan kepada N.Musa
   as:”Hai Musa, bila kau menyebut (mengingat)-
       Ku sebutlah seraya tubuhmu gemetaran;
     sebutlah aku dengan khusu’dan tenang, dan
    jadikan lidahmu di belakang hatimu. Dan bila
         kau berdiri di hadapan-Ku, berdirilah
    sebagaimana seorang hamba yang hina; dan
     bermunajadlah kepada-Ku dengan hati yang
             cemas dan lidah yang tulus)

Shalat Khusu’ Ppt

  • 1.
  • 2.
    JALAN MENUJU SHALAT KHUSU’ *** Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (QS. 23:1) *** (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya, (QS. 23:2)
  • 3.
    MENGAPA HARUS PERHATIKAN SHALAT? Apakah yang memasukkan kamu ke dalam (neraka) Saqar (QS. 74:42) *** Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang menegakkan shalat, (QS. 74:43)
  • 4.
    Shalat tetapi celaka Makakecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (QS. 107:4) (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. (QS. 107:5) orang-orang yang berbuat riya. (QS. 107:6) dan enggan (menolong dengan) barang berguna. (QS. 107:7)
  • 5.
    ANTARA SADAR DANLALAI Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat (sadar) Aku. (QS. 20:14) *** Dan sebutlah (nama) Rabbmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. (QS. 7:205)
  • 6.
    SEBAB TIDAK KHUSU’ *** Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta- hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. (QS. 63:9)
  • 7.
    MABUK & TIDAKMENGERTI *** Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan,… (QS. 4:43)
  • 8.
    SHALAT YANG DITERIMA  Barang siapa shalat 2 rakaat, di dalamnya dia tidak berbicara sedikit pun dengan hatinya tentang persoalan dunia, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR. Buchori-Muslim)  Barang siapa yang shalatnya tidak dapat mencegah dirinya dari perbuatan buruk dan mungkar, maka orang itu tidak bertambah dekat ke Allah, bahkan semakin jauh (HR. Thabrani)
  • 9.
    MEMELIHARA SHALAT  Barangsiapamelaksanakan shalat pada waktunya, dengan wudlu yang sempurna, kemudian menyempurnakan pula ruku’ dan sujud serta khusu’nya, maka shalatnya itu akan terbang menuju Allah dalam keadaan putih cemerlang, seraya berkata, “Semoga Allah menjagamu seperti kau menjagaku. Dan barangsiapa melaksanakan shalat TIDAK pada waktunya, TIDAK berwudlu dengan sempurna, dan TIDAK menyempurnakan pula ruku’, sujud, dan khusu’nya, maka shalatnya itu akan terbang menuju Allah dalam keadaan hitam pekat seraya berkata, “Semoga Allah menelantarkanmu sebagaimana engkau menelantarkanku”. Kemudian bila mencapai suatu tempat tertentu yang dikehendaki Allah, shalat itu akan dilipat-lipat seperti baju kumal, lalu dihempaskan kembali ke wajah orang itu (HR. Thabrani)
  • 10.
    Mendalami shalat  Bahwasanya shalat itu tidak lain adalah menunjukkan kemiskinan, kerendahhatian (tawadhu’), rawan hati (tadharu’), keluhan jiwa dan penyesalan mendalam, seraya meletakkan tangan (bersujud) dan membisikkan, “Ya Allah, Ya Allah”. Maka barangsiapa tidak melakukannya, shalatnya tidak sempurna (HR. Tirmidzi)
  • 11.
    Ma’na bathiniah menuju khusu’ Kehadiran hati ( )  Pemahaman mendalam ( )  Pengagungan ( )  Takut dari rasa hormat ( )  Pengharapan ( )  Malu ( )
  • 12.
    KEHADIRAN HATI  Kosonghati dari selain perbuatan dan ucapan dalam shalat  Perhatian dan himmah (tekad tinggi untuk capai tujuan)  Kesungguhan dalam berbuat  Lebih melihat pada remehnya dunia  Berjangkauan pandangan ke negeri akhirat  Sadar kepada siapa menghadap
  • 13.
    PEMAHAMAN YANG DALAM • Pusatkan pikiran untuk menyerap makna ucapan dan perbuatan shalat • Tolak setiap lintasan, bayang, angan- angan yang muncul • Menjauhi penyebab bagi timbulnya lintasan bayangan dalam pikiran (ketertarikan pada selain Allah) “Siapa menyukai sesuatu pastilah ia sering menyebutnya”
  • 14.
    Penyebab Ta’zhim Keterpaduan  Ma’rifat tentang keagungan dan kesucian Allah Ma’rifat tentang kehinaan dan keremehan diri  Sehingga merasa butuh
  • 15.
    Sumber Haibah • Ma’’rifattentang qudrat dan iradat Allah • Menelusuri jejak langkah dan “penderitaan” para Nabi dan Wali Allah • Mawasdiri akan kepantasan diri juga tak luput dari musibah
  • 16.
    Penyebab Raja’  Ma’rifat tentang kemahalembutan,kasih sayang, kepemurahan, dan kesantunan Allah  Keyakinan akan kebenaran janji-janji- Nya
  • 17.
    Penyebab Haya’  Memunculkan perasaan tidak sempurna dalam ibadah  Kesadaran diri lemah  Menyadari cacat cela diri, termasuk hati yang tidak ikhlas
  • 18.
    simpulan Tingginyakekhusuán seseorang dalam shalat mengikuti tingginya keimanan kepada Allah (Diriwayatkan, Allah mewahyukan kepada N.Musa as:”Hai Musa, bila kau menyebut (mengingat)- Ku sebutlah seraya tubuhmu gemetaran; sebutlah aku dengan khusu’dan tenang, dan jadikan lidahmu di belakang hatimu. Dan bila kau berdiri di hadapan-Ku, berdirilah sebagaimana seorang hamba yang hina; dan bermunajadlah kepada-Ku dengan hati yang cemas dan lidah yang tulus)