REVIEW JURNAL
“Usulan Acceptance Sampling Plan untuk
Tape Yarn Produk Geotex 250”


   Disusun oleh:
   Julita/22-2010-006/Teknik Industri




                                  Mata Kuliah: Quality Control, 2012
IDENTITAS JURNAL
•   Judul:


    USULAN ACCEPTANCE SAMPLING PLAN UNTUK TAPE
                 YARN PRODUK GEOTEX 250
       Studi kasus: PT Unggul Karya Semesta – Bogor


•   Penulis: Prudensy F. Opit, Jaqueline N. Mokoginta

•   Asal lembaga penulis: Fakultas Teknik Unika De La Salle
    Manado, program studi Teknik Industri

•   Nama Jurnal: J@TI Undip, Vol. II, No. 2, Mei 2007
I. PENDAHULUAN
                                                Geotex 250 sangat
                                                mengutamakan kekuatan karena
                                                digunakan untuk konstruksi
                                                tanah.


                                                         Dilakukan quality
                                                         control dari hasil
                                                         produksi sebelum ke
                               Geotextile 250
                                                         tangan konsumen.

Pengambilan sampel dilakukan pada
awal dan akhir hasil tenun Geotex
yang memiliki panjang 1000 m.


Perusahaan menerima komplain
dari konsumen karena produk
mengalami kerusakan.
Benang plastik/          Proses produksi/           Geotextile 250
    Tape yarn (T/Y)              ditenun


•   Kualitas Geotex 250 tergantung pada kualitas bahan bakunya      T/Y
•   Untuk itu, perlu dibuat perencanaan sampel untuk T/Y produk Geotex
    250 dengan mengambil kekuatan per denier (tenancity).
•   Tenancity adalah hasil bagi kekuatan tarik (tensile strength) dengan
    denier (massa T/Y per satuan panjang).
II. TUJUAN PENELITIAN

 Menghitung standar deviasi
 T/Y yang digunakan untuk
 memproduksi Geotex 250.




                              Merancang suatu perencanaan
                                penerimaan sampel untuk
                              memudahkan proses inspeksi
                                     T/Y tersebut.
III.PEMBATASAN MASALAH
Perancangan acceptance sampling plan hanya dibuat
  untuk:
• Produk Geotex 250 karena produk ini diproduksi
  secara kontinu untuk PT Geosinindo.
• Inspeksi tape yarn karena hasil tenun bergantung
  pada kualitas tape yarn.
• Berkaitan dengan pengambilan sampel untuk
  pengukuran kekuatan T/Y (tenancity) sehingga
  digunakan acceptance sampling plan for variable.
• Standar deviasi yang digunakan diambil dari sampel
  bulan Januari – Juli 2006.
Acceptance Sampling Plan
Variable Sampling Plans – Single Spesification Limit and Known
Standard Deviation
Standar Deviasi Proses

IV. LANDASAN TEORI
Acceptance Sampling Plan
    Perencanaan penerimaan sampel adalah
aplikasi untuk menjaga kualitas produk dengan
                 menentukan:
1. Jumlah sampel yang akan diambil dari
   suatu lot/batch
2. Kriteria-kriteria yang harus dipenuhi
   untuk menerima lot tersebut berdasarkan
   kondisi yang sudah ditentukan.
Resiko Acceptance Sampling Plan

 Producer’s risk, yaitu resiko karena menolak produk yang
 berkualitas baik dalam lot. Besarnya producer’s risk (α)
 berhubungan dengan angka rata-rata untuk memutuskan suatu
 lot berkualitas baik, yang disebut acceptable quality level
 (AQL).


 Consumer’s risk, yaitu resiko akibat diterimanya produk yang
 berkualitas buruk dalam lot. Besarnya consumer’s risk (β)
 berhubungan dengan angka rata-rata yang menyatakan suatu lot
 berkualitas buruk, yang disebut limiting quality level (LQL).
Variable Sampling Plans
                               Acceptance Sampling
                                      Plans




  Lot by lot acceptance       Continuous production
                                                      Acceptance sampling
       sampling for            acceptance sampling
                                                         for variables
        attributes                for attributes



Dilakukan dengan mengambil sampel sejumlah
n dari suatu lot secara acak, diukur
parameternya, dimana salah satu batas
spesifikasi diketahui beserta standar deviasinya.
Variable Sampling Plan (2)
                     Suatu lot diharapkan
                     akan diterima pada
                     AQL atau good
                     average quality X1
                     dengan probabilitas
                     1–α
      X1   Xa
                     Dan pada LQL atau
                     poor average quality
                     X2 dengan probabilitas
                     sebesar β.

                     Xa menunjukkan batas
           Xa   X2
                     spesifikasi.
Variable Sampling Plans (3)
• Jika diasumsikan proses berdistribusi normal,
  maka nilai Zα dan Zβ adalah:




• Zα menyatakan nilai pada kurva distribusi normal
  untuk rata-rata produk berkualitas baik.
• Zβ menyatakan nilai pada kurva distribusi normal
  untuk rata-rata produk kualitas buruk.
Perhitungan Parameter
Rancangan perhitungan parameter jumlah sampel n
dan batas spesifikasi Xa menjadi:
Standar Deviasi Proses
• Standar deviasi menunjukkan besarnya
  penyimpangan data terhadap rata-rata dari data
  tersebut.
Diagram Alir Pengolahan Data
                  Pengumpulan Data
                   Perhitungan Data

V. PENGOLAHAN DATA
Diagram Alir Pengolahan Data
Pengumpulan Data
(Hasil Inspeksi Sampel T/Y Geotex 250 bulan Januari – Juni 2006)
Menghitung Standar Deviasi
Rata-rata proses dan standar deviasi dari data yang
diperoleh adalah:
Merancang Acceptance Sampling Plan
 • Nilai α yang diharapkan adalah 0.01, berarti
   kemungkinan untuk menerima suatu lot yang
   berkualitas baik adalah sebesar 99%.
 • Nilai β yang digunakan adlaah 0.25, berarti
   kemungkinan untuk menerima lot yang buruk adalah
   sebesar 25%.
 • Nilai X1 yang merupakan rata-rata lot berkualitas
   baik adalah 6 gr/D, sesuai dgn standar yang telah
   ditentukan.
 • Nilai X2 yang merupakan rata-rata lot yg
   kualitasnya di bawah standar namun masih dapat
   diterima adalah 5.8 gr/D.
Perhitungan Data
• Nilai Zα dan Zβ diperoleh dengan melihat tabel distribusi
  normal, hasilnya:
  α = 0.01   Zα = -2.325
  β = 0.25    Zβ = 0.675
• Jumlah sampel dan batas spesifikasi dapat dihitung menjadi:
Menghitung Producer’s Risk dari
Kebijakan Perusahaan
 Kebijakan perusahaan untuk mengukur T/Y selama ini
   hanya mengambil n = 5 sampel. Dengan nilai β, X1,
   dan X2 yang sama dapat dihitung besarnya
   kemungkinan suatu lot yg baik ditolak.
VI. ANALISIS PERBANDINGAN
          Selama ini pengambilan sampel memiliki resiko telah menolak lot
          yang baik sebesar 12%. Dengan usulan, resiko untuk menolak lot
          yang baik mengecil menjadi 1%.

                                Perusahaan      Usulan
                                                                    Kebijakan usulan
             α                      0.12          0.01              menjamin kualitas
             β                     0.25           0.25              T/Y yang diterima
                                                                    adalah baik.
             Jumlah sampel           5             13
             Xa                  5.8 gr/m2     5.9 gr/m2

Dari segi jumlah, dibutuhkan lebih banyak T/Y yang dirusak, namun
hal ini tidak memakan biaya tambahan yang besar dan waktu
karena:
- T/Y dengan lebar 2 mm sepanjang 100 cm diambil dari bobbin
  yang sudah tidak terpakai lagi.
- pengukuran denier dilakukan dengan alat digital.
VII.     KESIMPULAN
• Dari pengolahan data tenancity T/Y
  diperoleh rata-rata tenancity selama
  Januari – Juni 2006 sebesar 5.8 gr/D dan
  standar deviasi 0.244.
• Dengan menentukan producer’s risk 0.01
  dan consumer’s risk 0.25, diperoleh
  kebijakan usulan untuk mengambil sampel
  sejumlah 13 T/Y dengan rata-rata
  spesifikasi bawah Xa sebesar 5.9 gr/D.
REFERENSI
•   Dajan, Anto. Pengantar Metode Statistik Jilid II. LP3S.
    Jakarta, 1996.
•   Grant, Eugene L. and Richard S. L.. Statistical Quality
    Control 6th Edition. McGraw-Hill Book Company, 1988.
•   Heizer, Jay, and Barry Render. Manejemen Operasi Edisi 7.
    Salemba Empat. Jakarta, 2005.
•   Mitra, Amitava. Fundamentals of Quality Control and
    Improvement. MacMillan Publishing Company. New York,
    1993.
•   Montgomery, Douglas. Pengantar Pengendalian Kualitas
    Statistik. Gajah Mada University. Yogyakarta, 1993.
Review Jurnal Acceptance Sampling

Review Jurnal Acceptance Sampling

  • 1.
    REVIEW JURNAL “Usulan AcceptanceSampling Plan untuk Tape Yarn Produk Geotex 250” Disusun oleh: Julita/22-2010-006/Teknik Industri Mata Kuliah: Quality Control, 2012
  • 2.
    IDENTITAS JURNAL • Judul: USULAN ACCEPTANCE SAMPLING PLAN UNTUK TAPE YARN PRODUK GEOTEX 250 Studi kasus: PT Unggul Karya Semesta – Bogor • Penulis: Prudensy F. Opit, Jaqueline N. Mokoginta • Asal lembaga penulis: Fakultas Teknik Unika De La Salle Manado, program studi Teknik Industri • Nama Jurnal: J@TI Undip, Vol. II, No. 2, Mei 2007
  • 3.
    I. PENDAHULUAN Geotex 250 sangat mengutamakan kekuatan karena digunakan untuk konstruksi tanah. Dilakukan quality control dari hasil produksi sebelum ke Geotextile 250 tangan konsumen. Pengambilan sampel dilakukan pada awal dan akhir hasil tenun Geotex yang memiliki panjang 1000 m. Perusahaan menerima komplain dari konsumen karena produk mengalami kerusakan.
  • 4.
    Benang plastik/ Proses produksi/ Geotextile 250 Tape yarn (T/Y) ditenun • Kualitas Geotex 250 tergantung pada kualitas bahan bakunya T/Y • Untuk itu, perlu dibuat perencanaan sampel untuk T/Y produk Geotex 250 dengan mengambil kekuatan per denier (tenancity). • Tenancity adalah hasil bagi kekuatan tarik (tensile strength) dengan denier (massa T/Y per satuan panjang).
  • 5.
    II. TUJUAN PENELITIAN Menghitung standar deviasi T/Y yang digunakan untuk memproduksi Geotex 250. Merancang suatu perencanaan penerimaan sampel untuk memudahkan proses inspeksi T/Y tersebut.
  • 6.
    III.PEMBATASAN MASALAH Perancangan acceptancesampling plan hanya dibuat untuk: • Produk Geotex 250 karena produk ini diproduksi secara kontinu untuk PT Geosinindo. • Inspeksi tape yarn karena hasil tenun bergantung pada kualitas tape yarn. • Berkaitan dengan pengambilan sampel untuk pengukuran kekuatan T/Y (tenancity) sehingga digunakan acceptance sampling plan for variable. • Standar deviasi yang digunakan diambil dari sampel bulan Januari – Juli 2006.
  • 7.
    Acceptance Sampling Plan VariableSampling Plans – Single Spesification Limit and Known Standard Deviation Standar Deviasi Proses IV. LANDASAN TEORI
  • 8.
    Acceptance Sampling Plan Perencanaan penerimaan sampel adalah aplikasi untuk menjaga kualitas produk dengan menentukan: 1. Jumlah sampel yang akan diambil dari suatu lot/batch 2. Kriteria-kriteria yang harus dipenuhi untuk menerima lot tersebut berdasarkan kondisi yang sudah ditentukan.
  • 9.
    Resiko Acceptance SamplingPlan Producer’s risk, yaitu resiko karena menolak produk yang berkualitas baik dalam lot. Besarnya producer’s risk (α) berhubungan dengan angka rata-rata untuk memutuskan suatu lot berkualitas baik, yang disebut acceptable quality level (AQL). Consumer’s risk, yaitu resiko akibat diterimanya produk yang berkualitas buruk dalam lot. Besarnya consumer’s risk (β) berhubungan dengan angka rata-rata yang menyatakan suatu lot berkualitas buruk, yang disebut limiting quality level (LQL).
  • 10.
    Variable Sampling Plans Acceptance Sampling Plans Lot by lot acceptance Continuous production Acceptance sampling sampling for acceptance sampling for variables attributes for attributes Dilakukan dengan mengambil sampel sejumlah n dari suatu lot secara acak, diukur parameternya, dimana salah satu batas spesifikasi diketahui beserta standar deviasinya.
  • 11.
    Variable Sampling Plan(2) Suatu lot diharapkan akan diterima pada AQL atau good average quality X1 dengan probabilitas 1–α X1 Xa Dan pada LQL atau poor average quality X2 dengan probabilitas sebesar β. Xa menunjukkan batas Xa X2 spesifikasi.
  • 12.
    Variable Sampling Plans(3) • Jika diasumsikan proses berdistribusi normal, maka nilai Zα dan Zβ adalah: • Zα menyatakan nilai pada kurva distribusi normal untuk rata-rata produk berkualitas baik. • Zβ menyatakan nilai pada kurva distribusi normal untuk rata-rata produk kualitas buruk.
  • 13.
    Perhitungan Parameter Rancangan perhitunganparameter jumlah sampel n dan batas spesifikasi Xa menjadi:
  • 14.
    Standar Deviasi Proses •Standar deviasi menunjukkan besarnya penyimpangan data terhadap rata-rata dari data tersebut.
  • 15.
    Diagram Alir PengolahanData Pengumpulan Data Perhitungan Data V. PENGOLAHAN DATA
  • 16.
  • 17.
    Pengumpulan Data (Hasil InspeksiSampel T/Y Geotex 250 bulan Januari – Juni 2006)
  • 18.
    Menghitung Standar Deviasi Rata-rataproses dan standar deviasi dari data yang diperoleh adalah:
  • 19.
    Merancang Acceptance SamplingPlan • Nilai α yang diharapkan adalah 0.01, berarti kemungkinan untuk menerima suatu lot yang berkualitas baik adalah sebesar 99%. • Nilai β yang digunakan adlaah 0.25, berarti kemungkinan untuk menerima lot yang buruk adalah sebesar 25%. • Nilai X1 yang merupakan rata-rata lot berkualitas baik adalah 6 gr/D, sesuai dgn standar yang telah ditentukan. • Nilai X2 yang merupakan rata-rata lot yg kualitasnya di bawah standar namun masih dapat diterima adalah 5.8 gr/D.
  • 20.
    Perhitungan Data • NilaiZα dan Zβ diperoleh dengan melihat tabel distribusi normal, hasilnya: α = 0.01 Zα = -2.325 β = 0.25 Zβ = 0.675 • Jumlah sampel dan batas spesifikasi dapat dihitung menjadi:
  • 21.
    Menghitung Producer’s Riskdari Kebijakan Perusahaan Kebijakan perusahaan untuk mengukur T/Y selama ini hanya mengambil n = 5 sampel. Dengan nilai β, X1, dan X2 yang sama dapat dihitung besarnya kemungkinan suatu lot yg baik ditolak.
  • 22.
    VI. ANALISIS PERBANDINGAN Selama ini pengambilan sampel memiliki resiko telah menolak lot yang baik sebesar 12%. Dengan usulan, resiko untuk menolak lot yang baik mengecil menjadi 1%. Perusahaan Usulan Kebijakan usulan α 0.12 0.01 menjamin kualitas β 0.25 0.25 T/Y yang diterima adalah baik. Jumlah sampel 5 13 Xa 5.8 gr/m2 5.9 gr/m2 Dari segi jumlah, dibutuhkan lebih banyak T/Y yang dirusak, namun hal ini tidak memakan biaya tambahan yang besar dan waktu karena: - T/Y dengan lebar 2 mm sepanjang 100 cm diambil dari bobbin yang sudah tidak terpakai lagi. - pengukuran denier dilakukan dengan alat digital.
  • 23.
    VII. KESIMPULAN • Dari pengolahan data tenancity T/Y diperoleh rata-rata tenancity selama Januari – Juni 2006 sebesar 5.8 gr/D dan standar deviasi 0.244. • Dengan menentukan producer’s risk 0.01 dan consumer’s risk 0.25, diperoleh kebijakan usulan untuk mengambil sampel sejumlah 13 T/Y dengan rata-rata spesifikasi bawah Xa sebesar 5.9 gr/D.
  • 24.
    REFERENSI • Dajan, Anto. Pengantar Metode Statistik Jilid II. LP3S. Jakarta, 1996. • Grant, Eugene L. and Richard S. L.. Statistical Quality Control 6th Edition. McGraw-Hill Book Company, 1988. • Heizer, Jay, and Barry Render. Manejemen Operasi Edisi 7. Salemba Empat. Jakarta, 2005. • Mitra, Amitava. Fundamentals of Quality Control and Improvement. MacMillan Publishing Company. New York, 1993. • Montgomery, Douglas. Pengantar Pengendalian Kualitas Statistik. Gajah Mada University. Yogyakarta, 1993.