Nama: Muhammad Rizqi Hasany 
NPM : 230110120038 
Kelas : Perikanan A
Kurva hubungan antara Luas Permukaan tergenang dengan 
Kedalaman serta Volume air yang ada 
0 10 20 30 40 
Luas (m2) 
Volume (m3) 
Kedalaman (m)
 Kurva tersebut menunjukkan bahwa luas 
elevasi muka air di permukaan lebih besar 
dibandingkan dengan bagian dasar, 
dikarenakan bagian permukaan memiliki luas 
elevasai yang besar maka volume air 
menjadi lebih besar pula. 
 Sehingga, semakin besar kedalaman maka 
volume air akan semakin sedikit dan luas 
penampang akan semakin kecil. 
 Perbedaan debit air pada setiap lapisan akan 
terlihat jelas. Debit air perairan tergenang 
dapat dikatakan konstan karna ketiadaan 
arus yang menyebabkan erosi pada bagian 
dasar air tergenang
Gambar dibawah ini merupakan penampang sebuah badan air tergenang beserta 
stratifikasi dan zona-zona yang ada di dalamnya 
Limnetik 
Litoral Trophogenic 
Bentik 
profundal 
Tropholitik 
Kedalaman 
kompensasi 
fotosintesis
Pembagian Zona Danau Sesuai 
Dengan Kedalaman 
Zona trofogen (trophogenic zone): lapisan 
atas dari permukaan danau yang tersinari 
sebagian tempat terjadinya fotosintesis, 
sehingga pada zona ini tempat terjadinya 
makanan 
Zona trofilisis (tropholytic zone): lapisan air 
danau dibawah zona trofogen sebagai 
tempat penguraian karena pada zona ini 
penguraian lebih besar di banding dengan 
produksi makanan sehingga bahan organik 
digunakan sebagai sumber energi.
Pembagian Zona Danau Sesuai 
Dengan Penetrasi Cahaya 
Zona litoral merupakan daerah dangkal berdekatan dengan tepi danau 
dan dapat ditembus cahaya dengan optimal. Tumbuhan yang berakar 
dan alga yang mengapung merupakan ciri-ciri zona litoral 
Zona profundal merupakan daerah yang tidak dapat ditembus oleh 
cahaya matahari (afotik). Pada zona ini hidup predator heterotrof dan 
bentos (hidup di dasar air) yang mendekomposisi (menguraikan) 
limbah-limbah organik. Selain itu, pada zona profundal terdapat banyak 
bakteri dan makhluk hidup lain yang dapat hidup secara anaerob.
Pembagian Zona Danau Sesuai 
Dengan Intensitas Cahaya 
Zona Limnetik 
Zona Limnetik, yaitu daerah air terbuka 
sampai ke dalam penetrasi cahaya yang 
efektif, disebut tingkat kompensasi, 
yaitu daerah dimana fotosintesis 
seimbang dengan respirasi. Pada 
umumnya, tingkat ini berada pada 
kedalaman dimana intensitas cahaya 
kira-kira 1% dari intensitas cahaya 
penuh. Zona limnetik adalah daerah 
produsen utama (daerah dimana energi 
cahaya diikat menjadi makanan) untuk 
danau secara keseluruhan. Fitoplankton 
dan keadaan alami dari dasar serta biota 
yang hidup di sana adalah daerah 
produsen utama dan komunitas di 
daerah ini merupakan bahan yang paling 
menarik untuk diteliti (Nontji, 2005). 
Zona Bentik 
Daerah ini merupakan daerah dasar 
danau tempat terdapatnya bentos 
dan sisa-sisa organisme mati. 
Menurut Campbell dkk (2004), 
zona bentik (Bhentic zone) terbuat 
dari pasir dan sedimen organik dan 
anorganik (ooze) zona bentik 
ditempati oleh komunitas 
organisme yang secara kolektif 
disebut bentos.
Zona kedalaman kompensasi 
fotosintesisi adalah zona antara 
tropogenik dan tropolitik 
dicirikan oleh aktifitas fotosintesis 
yang sama dengan respirasi
Gambar Reservoir Longitudinal Ekosistem 
gabungan reservoir/ waduk/ danau buatan 
Dam 
Lacustrine Trans Riverine 
River 
inflow 
Lacustrine Trans 
Riverine
Bagian Reservoir 
Zona riverin adalah zona yang masih berhubungan langsung dengan sungai 
dimana arus air yang terdapat pada bagian ini arusnya kencang, kemudian 
kecerahan air di zona riverin ini sangat rendah karena masih ada pengaruh 
dampak langsung dari sungai, sehingga arus sungai yang umumnya tinggi akan 
bahan organik serta pertikel terlarut akan terbawa ke zona riverin ini. rendahnya 
tingkat kecerahan pada zona riverin juga berakibat rendahnya proses foto 
sintesis, penyebabnya karena jumlah intensitas cahaya yang masuk ke perairan 
pada zona ini berkurang dikarenakan rendahnya tingkat kecerahan perairan. 
Zona transisi atau lebih dikenal dengan zona peralihan antara sungai dan waduk, 
pada zona ini dasar perairan lebih dalam jika dibandingkan dengan zona riverin. 
tingkat kecerahan pada zona transisi agak tinggi atau lebih tinggi dibandingkan 
dengan zona riverin, sementara jika ditinjau dari segi arus air, pada zona transisi 
ini arus air sudah tenang, dan proses foto sintesis tinggi. 
Zona Lakustrin ini tingkat kecerahan sangat tinggi karena arus air pada zona 
lakustrin in tenang sehingga pertikekl-pertikel yang tersupensi kedalam perairan 
akan mengendap di dasar waduk. zona lakustrin ini merupakan zona yang 
memiliki kriteria sama persis dengan Danau, dimana pada zona ini 
kedalamannya sangatlah dalam.
Danau Tapal Kuda (Oxbow lake) 
 Danau tapal kuda atau Oxbow lake merupakan 
danau yang dihasilkan bila sungai yang 
berkelok-kelok atau sungai meander melintasi 
daratan mengambil jalan pintas dan 
meninggalkan potongan-potongan yang akhirnya 
membentuk danau tapal kuda. 
 Oxbow lake terbentuk dari waktu ke waktu 
sebagai akibat dari erosi dan sedimentasi dari 
tanah disekitar sungai meander.
 Proses pembentukan oxbow lake diawali oleh meander 
yang terbentuk oleh pengikisan dan pengendapan. 
Dalam jangka waktu yang panjang, cut bank pada 
meander akan melebar ke arah luar dan juga point bar 
akan melebar ke arah sungai. Karena pengendapan 
yang terus terjadi, akan terbentuk lekukan yang 
semakin tajam. Lekukan tersebut lama-lama akan 
membentuk neck, yaitu ujung dari lekukan yang seperti 
akan terhubung dengan ujung lekukan yang lain.
 Selanjutnya, neck akan semakin menyempit 
karena proses erosi yang terus menerus. Jika 
terjadi hujan, air akan mampu menggenangi 
neck tersebut, sehingga air hujan akan mampu 
mengerosi lekukan tepi sungai yang kemudian 
akan mampu membentuk aliran sungai baru 
yang lebih lurus. Karena hal tersebut air yang 
mengalir tidak lagi melewati lekukan tapi lebih 
memilih untuk mengalir pada saluran yang lurus.
 Pemisahan yang akhirnya memotong (cut-off) 
neck dari sungai akan meninggalkan lekukan 
sungai tersebut yang kemudian akan terbentuk 
oxbow lake. Air di dalam oxbow lake tidak lagi 
dialiri oleh air sungai, sehingga debit air di dalam 
oxbow lake akan tetap. Dalam waktu yang lama 
air dalam danau akan menjadi asam karena tidak 
ada sirkulasi air. Akhirnya oxbow lake seakan-akan 
membentuk seperti kolam.
Sumber : 
Brata, R. B. 2011. Coastal Geomorphology. Semarang : 
UNDIP 
Thornton, Kent W. 1990. Reservoir Limnology Ecological 
Perspectives. Canada: JohnWilley and sons inc

Revervoir limnology

  • 1.
    Nama: Muhammad RizqiHasany NPM : 230110120038 Kelas : Perikanan A
  • 2.
    Kurva hubungan antaraLuas Permukaan tergenang dengan Kedalaman serta Volume air yang ada 0 10 20 30 40 Luas (m2) Volume (m3) Kedalaman (m)
  • 3.
     Kurva tersebutmenunjukkan bahwa luas elevasi muka air di permukaan lebih besar dibandingkan dengan bagian dasar, dikarenakan bagian permukaan memiliki luas elevasai yang besar maka volume air menjadi lebih besar pula.  Sehingga, semakin besar kedalaman maka volume air akan semakin sedikit dan luas penampang akan semakin kecil.  Perbedaan debit air pada setiap lapisan akan terlihat jelas. Debit air perairan tergenang dapat dikatakan konstan karna ketiadaan arus yang menyebabkan erosi pada bagian dasar air tergenang
  • 4.
    Gambar dibawah inimerupakan penampang sebuah badan air tergenang beserta stratifikasi dan zona-zona yang ada di dalamnya Limnetik Litoral Trophogenic Bentik profundal Tropholitik Kedalaman kompensasi fotosintesis
  • 5.
    Pembagian Zona DanauSesuai Dengan Kedalaman Zona trofogen (trophogenic zone): lapisan atas dari permukaan danau yang tersinari sebagian tempat terjadinya fotosintesis, sehingga pada zona ini tempat terjadinya makanan Zona trofilisis (tropholytic zone): lapisan air danau dibawah zona trofogen sebagai tempat penguraian karena pada zona ini penguraian lebih besar di banding dengan produksi makanan sehingga bahan organik digunakan sebagai sumber energi.
  • 6.
    Pembagian Zona DanauSesuai Dengan Penetrasi Cahaya Zona litoral merupakan daerah dangkal berdekatan dengan tepi danau dan dapat ditembus cahaya dengan optimal. Tumbuhan yang berakar dan alga yang mengapung merupakan ciri-ciri zona litoral Zona profundal merupakan daerah yang tidak dapat ditembus oleh cahaya matahari (afotik). Pada zona ini hidup predator heterotrof dan bentos (hidup di dasar air) yang mendekomposisi (menguraikan) limbah-limbah organik. Selain itu, pada zona profundal terdapat banyak bakteri dan makhluk hidup lain yang dapat hidup secara anaerob.
  • 7.
    Pembagian Zona DanauSesuai Dengan Intensitas Cahaya Zona Limnetik Zona Limnetik, yaitu daerah air terbuka sampai ke dalam penetrasi cahaya yang efektif, disebut tingkat kompensasi, yaitu daerah dimana fotosintesis seimbang dengan respirasi. Pada umumnya, tingkat ini berada pada kedalaman dimana intensitas cahaya kira-kira 1% dari intensitas cahaya penuh. Zona limnetik adalah daerah produsen utama (daerah dimana energi cahaya diikat menjadi makanan) untuk danau secara keseluruhan. Fitoplankton dan keadaan alami dari dasar serta biota yang hidup di sana adalah daerah produsen utama dan komunitas di daerah ini merupakan bahan yang paling menarik untuk diteliti (Nontji, 2005). Zona Bentik Daerah ini merupakan daerah dasar danau tempat terdapatnya bentos dan sisa-sisa organisme mati. Menurut Campbell dkk (2004), zona bentik (Bhentic zone) terbuat dari pasir dan sedimen organik dan anorganik (ooze) zona bentik ditempati oleh komunitas organisme yang secara kolektif disebut bentos.
  • 8.
    Zona kedalaman kompensasi fotosintesisi adalah zona antara tropogenik dan tropolitik dicirikan oleh aktifitas fotosintesis yang sama dengan respirasi
  • 9.
    Gambar Reservoir LongitudinalEkosistem gabungan reservoir/ waduk/ danau buatan Dam Lacustrine Trans Riverine River inflow Lacustrine Trans Riverine
  • 10.
    Bagian Reservoir Zonariverin adalah zona yang masih berhubungan langsung dengan sungai dimana arus air yang terdapat pada bagian ini arusnya kencang, kemudian kecerahan air di zona riverin ini sangat rendah karena masih ada pengaruh dampak langsung dari sungai, sehingga arus sungai yang umumnya tinggi akan bahan organik serta pertikel terlarut akan terbawa ke zona riverin ini. rendahnya tingkat kecerahan pada zona riverin juga berakibat rendahnya proses foto sintesis, penyebabnya karena jumlah intensitas cahaya yang masuk ke perairan pada zona ini berkurang dikarenakan rendahnya tingkat kecerahan perairan. Zona transisi atau lebih dikenal dengan zona peralihan antara sungai dan waduk, pada zona ini dasar perairan lebih dalam jika dibandingkan dengan zona riverin. tingkat kecerahan pada zona transisi agak tinggi atau lebih tinggi dibandingkan dengan zona riverin, sementara jika ditinjau dari segi arus air, pada zona transisi ini arus air sudah tenang, dan proses foto sintesis tinggi. Zona Lakustrin ini tingkat kecerahan sangat tinggi karena arus air pada zona lakustrin in tenang sehingga pertikekl-pertikel yang tersupensi kedalam perairan akan mengendap di dasar waduk. zona lakustrin ini merupakan zona yang memiliki kriteria sama persis dengan Danau, dimana pada zona ini kedalamannya sangatlah dalam.
  • 12.
    Danau Tapal Kuda(Oxbow lake)  Danau tapal kuda atau Oxbow lake merupakan danau yang dihasilkan bila sungai yang berkelok-kelok atau sungai meander melintasi daratan mengambil jalan pintas dan meninggalkan potongan-potongan yang akhirnya membentuk danau tapal kuda.  Oxbow lake terbentuk dari waktu ke waktu sebagai akibat dari erosi dan sedimentasi dari tanah disekitar sungai meander.
  • 13.
     Proses pembentukanoxbow lake diawali oleh meander yang terbentuk oleh pengikisan dan pengendapan. Dalam jangka waktu yang panjang, cut bank pada meander akan melebar ke arah luar dan juga point bar akan melebar ke arah sungai. Karena pengendapan yang terus terjadi, akan terbentuk lekukan yang semakin tajam. Lekukan tersebut lama-lama akan membentuk neck, yaitu ujung dari lekukan yang seperti akan terhubung dengan ujung lekukan yang lain.
  • 14.
     Selanjutnya, neckakan semakin menyempit karena proses erosi yang terus menerus. Jika terjadi hujan, air akan mampu menggenangi neck tersebut, sehingga air hujan akan mampu mengerosi lekukan tepi sungai yang kemudian akan mampu membentuk aliran sungai baru yang lebih lurus. Karena hal tersebut air yang mengalir tidak lagi melewati lekukan tapi lebih memilih untuk mengalir pada saluran yang lurus.
  • 15.
     Pemisahan yangakhirnya memotong (cut-off) neck dari sungai akan meninggalkan lekukan sungai tersebut yang kemudian akan terbentuk oxbow lake. Air di dalam oxbow lake tidak lagi dialiri oleh air sungai, sehingga debit air di dalam oxbow lake akan tetap. Dalam waktu yang lama air dalam danau akan menjadi asam karena tidak ada sirkulasi air. Akhirnya oxbow lake seakan-akan membentuk seperti kolam.
  • 16.
    Sumber : Brata,R. B. 2011. Coastal Geomorphology. Semarang : UNDIP Thornton, Kent W. 1990. Reservoir Limnology Ecological Perspectives. Canada: JohnWilley and sons inc