SlideShare a Scribd company logo
RESUSITASI NEONATUS
NINA DESI AULIA
MENGAPA BELAJAR RESUSITASI ?
• 90% bayi lahir mengalami transisi dari kehidupan intrauterin ke
ekstrauterin  tanpa masalah
• 10% memerlukan bantuan untuk memulai pernafasan saat lahir
• 1% memerlukan resusitasi ekstensif
ABC RESUSITASI
• Airway
• Breathing
• Circulation
• Drug (jika diperlukan)
KONSEP RESUSITASI NEONATUS
• Hal yang paling penting dan efektif
adalah pemberian ventilasi paru
dengan oksigen
BAYI NORMAL
Pada saat lahir
• Vigorous
• Bernafas spontan dengan menangis
• Denyut jantung 120-140 x/menit
• Sianosis sentral hilang dengan segera
BAYI ASFIKSIA
Kondisi akibat kekurangan oksigen (hipoksia) dan atau gangguan
perfusi berbagai organ yang cukup
penting
Pada saat lahir :
• Tonus otot menurun
• Kesulitan memulai nafas pertama
• Dapat terjadi apnu atau respirasi yang tidak adekuat
• Keterbatasan pengambilan O2 dan eksresi CO2
• Terjadi asfiksia yang progresif
Penyebab depresi napas saat lahir:
• Asfiksia intrauterin
• Prematuritas
• Obat-obatan yang diberikan kepada ibu
• Kelainan neuromuskular kongenital
• Malformasi kongenital
• Hipoksemia intrapartum
• Asfiksia:
• Hipoksia iskemik
• Dapat menyebabkan kerusakan otak permanen
atau kematian
• Dapat mengganggu berbagai organ vital seperti
jantung dan paru-paru
BAGAIMANA JANIN MENDAPAT
OKSIGEN SEBELUM LAHIR
• Sebelum lahir, O2 janin berasal dari ibu
• Paru-paru belum berfungsi
• Alveoli terisi cairan
• Konstriksi pembuluh darah
• Aliran darah dari jantung kanan  duktus arteriosus  aorta
Cairan dalam
alveoli
sebelum lahir
APA YANG BIASANYA TERJADI PADA
KELAHIRAN SEHINGGA BAYI
MENDAPATKAN OKSIGEN DARI PARU-PARU
Cairan dalam alveoli digantikan oleh udara
cairan
paru-
paru
janin
uda
ra
Napas
pertama
Napas
kedua
Napas
selanjut
nya
air air
KEADAAN KLINIS YANG DITEMUI:
• Sianosis
• Bradikardia
• Tekanan darah rendah
• Depresi pernapasan
• Tonus otot menurun
LANGKAH AWAL PRA KELAHIRAN
A. Tanyakan 4 pertanyaan pra kelahiran:
 Berapa perkiraan umur kehamilan?
 Apa ketuban masih utuh atau sudah pecah? Jika ya, warna
ketuban apa?
 Berapa perkiraan jumlah janin?
 Apakah ada faktor resiko tambahan?
B. Bentuk Tim (Leader dan Anggota)
C. Persiapan Alat
• Airway >> Suction, balon penghisap, aspirator meconium,
kateter penghisap ukuran 8f, 10f, 12f, ETT, laringoskop, sungkup
laring (LMA)
Diameter
pipa (mm)
Berat lahir
(g)
Usia
gestasi
(minggu)
2,5 < 1000 < 28
3,0 1000-2000 28-34
3,5 > 2000 > 34
minggu
• Breathing >> flowmeter, blender oksigen, balon mengembang sendiri,
balon tidak mengembang sendiri, sungkup bayi berbagai ukuran, ogt
ukuran 8f atau sesuai tbj bayi, tabung oksigen
Bentuk sungkup
Bentuk bundar Bentuk anatomis
Ukuran sungkup
Benar Salah: terlalu besar Salah: terlalu kecil
Jenis balon Keuntungan Kerugian
Balon tidak
mengembang
sendiri
• Memberikan oksigen 100%
setiap saat
• Mudah mengetahui lekatan
pada wajah pasien
• Kekakuan paru dapat
terasa bila balon diremas
• Dapat memberikan
oksigen aliran bebas 100%
• Membutuhkan lekatan ketat
antara sungkup dan pasien
untuk mempertahankan
balon tetap mengembang
• Membutuhkan sumber gas
untuk mengembang
• Umumnya tidak mempunyai
katup pelepas tekanan untuk
pengaman
Balon
mengembang
sendiri
• Selalu akan terisi setelah
diremas walau tanpa
sumber gas
• Katup pelepas tekanan
mengurangi
pengembangan yang
berlebihan
• Tetap mengembang walau
tidak terdapat lekatan antara
sungkup dan wajah pasien
• Memerlukan pemasangan
reservoar oksigen untuk
dapat memberikan oksigen
mendekati kadar 100%
• Tidak dapat memberikan
oksigen aliran bebas 100%
… BALON DAN SUNGKUP
RESUSITASI
Sebelum melakukan resusitasi :
• Pilih sungkup dengan ukuran yang sesuai
• Pastikan jalan napas terbuka
• Posisikan kepala bayi
• Posisikan diri penolong di sisi meja resusitasi
• Meletakkan posisi sungkup tepat pada wajah,
memantapkan lekatan antara sungkup dan wajah
• Circulation >> oximetri, stetoskop. Plester, handscoon, timer, table saturasi
• Drug >> umbilical set, epineprin, plester, syringe, iv catether, cairan Nacl
0,9%, gunting
LIHAT ALUR
RESUSITASI NEONATUS
KOTAK A
• Berikan kehangatan
• Posisikan, bersihkan jalan napas
Penghisapan mulut dan hidung: Mulut - Hidung
Then nose
…KOTAK A
• Keringkan, merangsang pernapasan dan meletakkan pada posisi
yang benar
Merangsang pernafasan
Cara mengeringkan bayi
• Setelah dilakukan Langkah awal, lakukan penilaian pernafasan dan
frekuensi jantung
• Jika bayi apneu/ megap2 atau LDJ < 100x/m, leader meminta asisten
pasang monitor spo2 preductal (ditangan kanan), dan leader
melakukan VTP selama 15 detik
• Leader meminta asisten apakah frekuensi jantung meningkat
• Bila ada pengembangan dada lanjutkan VTP sampai LDJ > 100x/m
• Bila frekuensi jantung tidak meningkat, dada bergerak lanjutkan vtp
15 detik lagi setelah itu lakukan penilaian kembali
• Bila LDJ sudah > 100x/m maka lakukan STABLE ( Sugar,
Temperatur, Airway, Blood Pressure, Laboratorium, Emosional)
• Bila tidak ada pengembangan dada, frekunsi jantung tidak
meningkat maka lakukan koreksi SR IB T A hingga dada
mengembang
VENTILASI TEKANAN POSITIF..
Berapa sering meremas balon :
• Kecepatan 40-60 kali/menit
• Pompa lepas lepas, pompa lepas lepas
• Satu lepa lepas dua lepas lepas tiga lepas lepas
KOREKSI SR IB T A
S
R
Sungkup di perbaiki posisinya
Reposisi kepala
I
B
Isap Lendir
Buka Mulut
T Tekanan Dinaikkan
A Alternatif jalan nafas, pasang ETT atau sungkup laring
INTUBASI ENDOTRAKEAL
Faktor yang menentukan saat untuk melakukan
intubasi endotrakeal :
• Jika terdapat mekonium dan bayi tidak bugar
• Jika VTP dengan balon dan sungkup tidak
menghasilkan pengembangan dada atau jika VTP
telah berlangsung beberapa menit
• Jika diperlukan kompresi dada, intubasi dapat
membantu koordinasi kompresi dada dan ventilasi
dan memaksimalkan efisiensi VTP
• Jika diperlukan pemberian epinefrin untuk
meningkatkan frekuensi jantung
Epiglotis
Pita suara
Glotis
Esofagus
Masalah Petunjuk Tindakan koreksi
Laringoskop
kurang dalam
Lidah di sekitar
daun
Masukkan daun
laringoskop lebih
dalam
Kesalahan pada saat intubasi
Masalah Petunjuk Tindakan koreksi
Laringoskop terlalu
dalam
Dinding esofagus di
sekitar daun
Tarik daun laringoskop
perlahan sampai
terlihat epiglotis dan
glotis
Bagaimana mengetahui perbaikan klinis
bayi dan ventilasi tekanan positif dapat
dihentikan ?
•Peningkatan frekuensi jantung
•Perbaikan warna kulit
•Adanya napas spontan
•Target Spo2 tercapai
KOMPRESI DADA
• Indikasi untuk memulai kompresi dada : bila frekuensi
jantung < 60/menit setelah 30 detik dilakukan VTP yang
efektif
• Pastikan intubasi endotrakeal terpasang untuk menjamin
ventilasi yang adekuat dan memudahkan koordinasi VTP dan
kompresi dada
… KOMPRESI DADA
Butuh 2 penolong :
• Teknik ibu jari
• Teknik dua jari
Teknik ibu jari Teknik dua jari
…KOMPRESI DADA
• Posisi jari  1/3 bawah tulang dada/sternum
• Penekanan  ± 1/3 diameter anterior-posterior dada
• Kecepatan : satu siklus terdiri dari 3 kompresi + 1 ventilasi
(waktu 2 detik)  30 ventilasi & 90 kompresi per menit
• Satu – Dua - Tiga – Pompa – Satu - Dua -Tiga - Pompa
• Hentikan bila FJ > 60 /menit
INDIKASI PEMBERIAN EPINEFRIN
Epinefrin diberikan bila frekuensi jantung <60 setelah
• Dilakukan VTP selama 30 detik dan sesudah 60 detik dilakukan
kompresi dada yang terkoordinasi dengan VTP menggunakan
oksigen 100%
Dosis epinefrin dapat diberikan melalui 2 jalur yaitu jalur intravena
dan jalur endotrakeal
resusitasi nina.ppt

More Related Content

Similar to resusitasi nina.ppt

Basic Life Supoort
Basic Life SupoortBasic Life Supoort
Basic Life Supoort
tandangsusanto
 
Vdocuments.mx 6 rjp-revisi
Vdocuments.mx 6 rjp-revisiVdocuments.mx 6 rjp-revisi
Vdocuments.mx 6 rjp-revisi
Dr. Irianto Rsia
 
Resusitasi pada Bayi
Resusitasi pada BayiResusitasi pada Bayi
Resusitasi pada Bayi
Deni Wahyudi
 
Setting awal venti untuk tentiran.pdf
Setting awal venti untuk tentiran.pdfSetting awal venti untuk tentiran.pdf
Setting awal venti untuk tentiran.pdf
IvanVeriswan
 
PPT SEMINAR ANAK ASUHAN KEPERAWATAN RESPIRATOTY DISTRESS SYNDROM.pptx
PPT SEMINAR ANAK ASUHAN KEPERAWATAN RESPIRATOTY DISTRESS SYNDROM.pptxPPT SEMINAR ANAK ASUHAN KEPERAWATAN RESPIRATOTY DISTRESS SYNDROM.pptx
PPT SEMINAR ANAK ASUHAN KEPERAWATAN RESPIRATOTY DISTRESS SYNDROM.pptx
nurulfaizah274930
 
MATERI RESUSITASI
MATERI RESUSITASIMATERI RESUSITASI
MATERI RESUSITASI
BerlianDA1
 
Pengelolaan_Jalan_Napas_Airway_Managemen.pptx
Pengelolaan_Jalan_Napas_Airway_Managemen.pptxPengelolaan_Jalan_Napas_Airway_Managemen.pptx
Pengelolaan_Jalan_Napas_Airway_Managemen.pptx
DeniSuryadiPratama
 
Nota pertolongan cemas
Nota pertolongan cemasNota pertolongan cemas
Nota pertolongan cemasBritney Sim
 
resusitasi&pemfis neonatal.pptx
resusitasi&pemfis neonatal.pptxresusitasi&pemfis neonatal.pptx
resusitasi&pemfis neonatal.pptx
VirenaAudeliaRambang
 
Penatalaksanaan Asfiksia Pada BBL
Penatalaksanaan Asfiksia Pada BBLPenatalaksanaan Asfiksia Pada BBL
Penatalaksanaan Asfiksia Pada BBL
pjj_kemenkes
 
Resusitasi neonatus AKPER PEMKAB MUNA
Resusitasi neonatus AKPER PEMKAB MUNA Resusitasi neonatus AKPER PEMKAB MUNA
Resusitasi neonatus AKPER PEMKAB MUNA
Operator Warnet Vast Raha
 
Tatalaksana Gawat Nafas Pada Neonatus
Tatalaksana Gawat Nafas Pada NeonatusTatalaksana Gawat Nafas Pada Neonatus
Tatalaksana Gawat Nafas Pada Neonatus
Dokter Tekno
 
tatalaksana kegawatdaruratan neonatal.pdf
tatalaksana kegawatdaruratan neonatal.pdftatalaksana kegawatdaruratan neonatal.pdf
tatalaksana kegawatdaruratan neonatal.pdf
ssuserf49954
 
ASUHAN KEPERAWATAN BAYI BARU LAHIR DAN NUTRISI PADA BBL
ASUHAN KEPERAWATAN BAYI BARU LAHIR DAN NUTRISI PADA BBLASUHAN KEPERAWATAN BAYI BARU LAHIR DAN NUTRISI PADA BBL
ASUHAN KEPERAWATAN BAYI BARU LAHIR DAN NUTRISI PADA BBLIra Aryanti
 
Tindakan Suctioning.pptx
Tindakan Suctioning.pptxTindakan Suctioning.pptx
Tindakan Suctioning.pptx
RianGibran
 
Summary Kegawatdaruratan Perinatologi
Summary Kegawatdaruratan Perinatologi Summary Kegawatdaruratan Perinatologi
Summary Kegawatdaruratan Perinatologi
Siska Fauziah
 
Asfiksia
AsfiksiaAsfiksia
Asfiksia
Fuadrizalfauzi
 
Materi Pelatihan PONED - Asfiksia dan Resusitasi Bayi Baru Lahir
Materi Pelatihan PONED - Asfiksia dan Resusitasi Bayi Baru LahirMateri Pelatihan PONED - Asfiksia dan Resusitasi Bayi Baru Lahir
Materi Pelatihan PONED - Asfiksia dan Resusitasi Bayi Baru Lahir
Dayu Agung Dewi Sawitri
 

Similar to resusitasi nina.ppt (20)

Asfiksia neonatorum
Asfiksia neonatorumAsfiksia neonatorum
Asfiksia neonatorum
 
Basic Life Supoort
Basic Life SupoortBasic Life Supoort
Basic Life Supoort
 
Vdocuments.mx 6 rjp-revisi
Vdocuments.mx 6 rjp-revisiVdocuments.mx 6 rjp-revisi
Vdocuments.mx 6 rjp-revisi
 
Resusitasi pada Bayi
Resusitasi pada BayiResusitasi pada Bayi
Resusitasi pada Bayi
 
Setting awal venti untuk tentiran.pdf
Setting awal venti untuk tentiran.pdfSetting awal venti untuk tentiran.pdf
Setting awal venti untuk tentiran.pdf
 
PPT SEMINAR ANAK ASUHAN KEPERAWATAN RESPIRATOTY DISTRESS SYNDROM.pptx
PPT SEMINAR ANAK ASUHAN KEPERAWATAN RESPIRATOTY DISTRESS SYNDROM.pptxPPT SEMINAR ANAK ASUHAN KEPERAWATAN RESPIRATOTY DISTRESS SYNDROM.pptx
PPT SEMINAR ANAK ASUHAN KEPERAWATAN RESPIRATOTY DISTRESS SYNDROM.pptx
 
MATERI RESUSITASI
MATERI RESUSITASIMATERI RESUSITASI
MATERI RESUSITASI
 
Pengelolaan_Jalan_Napas_Airway_Managemen.pptx
Pengelolaan_Jalan_Napas_Airway_Managemen.pptxPengelolaan_Jalan_Napas_Airway_Managemen.pptx
Pengelolaan_Jalan_Napas_Airway_Managemen.pptx
 
Nota pertolongan cemas
Nota pertolongan cemasNota pertolongan cemas
Nota pertolongan cemas
 
Cpr
CprCpr
Cpr
 
resusitasi&pemfis neonatal.pptx
resusitasi&pemfis neonatal.pptxresusitasi&pemfis neonatal.pptx
resusitasi&pemfis neonatal.pptx
 
Penatalaksanaan Asfiksia Pada BBL
Penatalaksanaan Asfiksia Pada BBLPenatalaksanaan Asfiksia Pada BBL
Penatalaksanaan Asfiksia Pada BBL
 
Resusitasi neonatus AKPER PEMKAB MUNA
Resusitasi neonatus AKPER PEMKAB MUNA Resusitasi neonatus AKPER PEMKAB MUNA
Resusitasi neonatus AKPER PEMKAB MUNA
 
Tatalaksana Gawat Nafas Pada Neonatus
Tatalaksana Gawat Nafas Pada NeonatusTatalaksana Gawat Nafas Pada Neonatus
Tatalaksana Gawat Nafas Pada Neonatus
 
tatalaksana kegawatdaruratan neonatal.pdf
tatalaksana kegawatdaruratan neonatal.pdftatalaksana kegawatdaruratan neonatal.pdf
tatalaksana kegawatdaruratan neonatal.pdf
 
ASUHAN KEPERAWATAN BAYI BARU LAHIR DAN NUTRISI PADA BBL
ASUHAN KEPERAWATAN BAYI BARU LAHIR DAN NUTRISI PADA BBLASUHAN KEPERAWATAN BAYI BARU LAHIR DAN NUTRISI PADA BBL
ASUHAN KEPERAWATAN BAYI BARU LAHIR DAN NUTRISI PADA BBL
 
Tindakan Suctioning.pptx
Tindakan Suctioning.pptxTindakan Suctioning.pptx
Tindakan Suctioning.pptx
 
Summary Kegawatdaruratan Perinatologi
Summary Kegawatdaruratan Perinatologi Summary Kegawatdaruratan Perinatologi
Summary Kegawatdaruratan Perinatologi
 
Asfiksia
AsfiksiaAsfiksia
Asfiksia
 
Materi Pelatihan PONED - Asfiksia dan Resusitasi Bayi Baru Lahir
Materi Pelatihan PONED - Asfiksia dan Resusitasi Bayi Baru LahirMateri Pelatihan PONED - Asfiksia dan Resusitasi Bayi Baru Lahir
Materi Pelatihan PONED - Asfiksia dan Resusitasi Bayi Baru Lahir
 

Recently uploaded

Sebuah buku foto yang berjudul Lensa Kampung Ondel-Ondel
Sebuah buku foto yang berjudul Lensa Kampung Ondel-OndelSebuah buku foto yang berjudul Lensa Kampung Ondel-Ondel
Sebuah buku foto yang berjudul Lensa Kampung Ondel-Ondel
ferrydmn1999
 
2. Kerangka Kompetensi Literasi Guru SD_Rev.pptx
2. Kerangka Kompetensi Literasi Guru SD_Rev.pptx2. Kerangka Kompetensi Literasi Guru SD_Rev.pptx
2. Kerangka Kompetensi Literasi Guru SD_Rev.pptx
arianferdana
 
Materi 2_Benahi Perencanaan dan Benahi Implementasi.pptx
Materi 2_Benahi Perencanaan dan Benahi Implementasi.pptxMateri 2_Benahi Perencanaan dan Benahi Implementasi.pptx
Materi 2_Benahi Perencanaan dan Benahi Implementasi.pptx
ahyani72
 
Annisa Qatrunnada Mardiah_2021 A_Analisis Kritis Jurnal.pdf
Annisa Qatrunnada Mardiah_2021 A_Analisis Kritis Jurnal.pdfAnnisa Qatrunnada Mardiah_2021 A_Analisis Kritis Jurnal.pdf
Annisa Qatrunnada Mardiah_2021 A_Analisis Kritis Jurnal.pdf
annisaqatrunnadam5
 
SOAL SHB PKN SEMESTER GENAP TAHUN 2023-2024.docx
SOAL SHB PKN SEMESTER GENAP TAHUN 2023-2024.docxSOAL SHB PKN SEMESTER GENAP TAHUN 2023-2024.docx
SOAL SHB PKN SEMESTER GENAP TAHUN 2023-2024.docx
MuhammadBagusAprilia1
 
PPT LANDASAN PENDIDIKAN.pptx tentang hubungan sekolah dengan masyarakat
PPT LANDASAN PENDIDIKAN.pptx tentang hubungan sekolah dengan masyarakatPPT LANDASAN PENDIDIKAN.pptx tentang hubungan sekolah dengan masyarakat
PPT LANDASAN PENDIDIKAN.pptx tentang hubungan sekolah dengan masyarakat
jodikurniawan341
 
Refleksi pembelajaran guru bahasa inggris.pptx
Refleksi pembelajaran guru bahasa inggris.pptxRefleksi pembelajaran guru bahasa inggris.pptx
Refleksi pembelajaran guru bahasa inggris.pptx
SholahuddinAslam
 
PELAKSANAAN + Link2 Materi Pelatihan_ PENGAWASAN P3DN & TKDN_ pd PENGADAAN Ba...
PELAKSANAAN + Link2 Materi Pelatihan_ PENGAWASAN P3DN & TKDN_ pd PENGADAAN Ba...PELAKSANAAN + Link2 Materi Pelatihan_ PENGAWASAN P3DN & TKDN_ pd PENGADAAN Ba...
PELAKSANAAN + Link2 Materi Pelatihan_ PENGAWASAN P3DN & TKDN_ pd PENGADAAN Ba...
Kanaidi ken
 
penjelasan tentang tugas dan wewenang pkd
penjelasan tentang tugas dan wewenang pkdpenjelasan tentang tugas dan wewenang pkd
penjelasan tentang tugas dan wewenang pkd
jaya35ml2
 
Modul Ajar IPS Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS Kelas 7 Fase D Kurikulum MerdekaModul Ajar IPS Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
Fathan Emran
 
INSTRUMEN PENILAIAN PRAKTIK KINERJA KS Dok Rating Observasi (1).docx
INSTRUMEN PENILAIAN PRAKTIK KINERJA KS Dok Rating Observasi (1).docxINSTRUMEN PENILAIAN PRAKTIK KINERJA KS Dok Rating Observasi (1).docx
INSTRUMEN PENILAIAN PRAKTIK KINERJA KS Dok Rating Observasi (1).docx
lindaagina84
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 visi dan prakarsa perubahan
AKSI NYATA MODUL 1.3 visi  dan prakarsa perubahanAKSI NYATA MODUL 1.3 visi  dan prakarsa perubahan
AKSI NYATA MODUL 1.3 visi dan prakarsa perubahan
PutuRatihSiswinarti1
 
PENDAMPINGAN INDIVIDU 2 CGP ANGKATAN 10 KOTA DEPOK
PENDAMPINGAN INDIVIDU 2 CGP ANGKATAN 10 KOTA DEPOKPENDAMPINGAN INDIVIDU 2 CGP ANGKATAN 10 KOTA DEPOK
PENDAMPINGAN INDIVIDU 2 CGP ANGKATAN 10 KOTA DEPOK
GusniartiGusniarti5
 
Pendampingan Individu 2 Modul 1 PGP 10 Kab. Sukabumi Jawa Barat
Pendampingan Individu 2 Modul 1 PGP 10 Kab. Sukabumi Jawa BaratPendampingan Individu 2 Modul 1 PGP 10 Kab. Sukabumi Jawa Barat
Pendampingan Individu 2 Modul 1 PGP 10 Kab. Sukabumi Jawa Barat
Eldi Mardiansyah
 
Penjelasan tentang Tahapan Sinkro PMM.pptx
Penjelasan tentang Tahapan Sinkro PMM.pptxPenjelasan tentang Tahapan Sinkro PMM.pptx
Penjelasan tentang Tahapan Sinkro PMM.pptx
GuneriHollyIrda
 
EVIDENCE BASED DALAM PELAYANAN KB DAN KONTRASEPSI.pdf
EVIDENCE BASED DALAM PELAYANAN KB DAN KONTRASEPSI.pdfEVIDENCE BASED DALAM PELAYANAN KB DAN KONTRASEPSI.pdf
EVIDENCE BASED DALAM PELAYANAN KB DAN KONTRASEPSI.pdf
Rismawati408268
 
Permainan Wiwi Wowo aksi nyata berkebhinekaan
Permainan Wiwi Wowo aksi nyata berkebhinekaanPermainan Wiwi Wowo aksi nyata berkebhinekaan
Permainan Wiwi Wowo aksi nyata berkebhinekaan
DEVI390643
 
CGP.10.Pendampingan Individual 2 - VISI DAN PRAKARSA PERUBAHAN.pdf_20240528_1...
CGP.10.Pendampingan Individual 2 - VISI DAN PRAKARSA PERUBAHAN.pdf_20240528_1...CGP.10.Pendampingan Individual 2 - VISI DAN PRAKARSA PERUBAHAN.pdf_20240528_1...
CGP.10.Pendampingan Individual 2 - VISI DAN PRAKARSA PERUBAHAN.pdf_20240528_1...
VenyHandayani2
 
1.4.a.4.5. Restitusi - Lima Posisi Kontrol.pdf
1.4.a.4.5. Restitusi - Lima Posisi Kontrol.pdf1.4.a.4.5. Restitusi - Lima Posisi Kontrol.pdf
1.4.a.4.5. Restitusi - Lima Posisi Kontrol.pdf
zakkimushoffi41
 
ppt profesionalisasi pendidikan Pai 9.pdf
ppt profesionalisasi pendidikan Pai 9.pdfppt profesionalisasi pendidikan Pai 9.pdf
ppt profesionalisasi pendidikan Pai 9.pdf
Nur afiyah
 

Recently uploaded (20)

Sebuah buku foto yang berjudul Lensa Kampung Ondel-Ondel
Sebuah buku foto yang berjudul Lensa Kampung Ondel-OndelSebuah buku foto yang berjudul Lensa Kampung Ondel-Ondel
Sebuah buku foto yang berjudul Lensa Kampung Ondel-Ondel
 
2. Kerangka Kompetensi Literasi Guru SD_Rev.pptx
2. Kerangka Kompetensi Literasi Guru SD_Rev.pptx2. Kerangka Kompetensi Literasi Guru SD_Rev.pptx
2. Kerangka Kompetensi Literasi Guru SD_Rev.pptx
 
Materi 2_Benahi Perencanaan dan Benahi Implementasi.pptx
Materi 2_Benahi Perencanaan dan Benahi Implementasi.pptxMateri 2_Benahi Perencanaan dan Benahi Implementasi.pptx
Materi 2_Benahi Perencanaan dan Benahi Implementasi.pptx
 
Annisa Qatrunnada Mardiah_2021 A_Analisis Kritis Jurnal.pdf
Annisa Qatrunnada Mardiah_2021 A_Analisis Kritis Jurnal.pdfAnnisa Qatrunnada Mardiah_2021 A_Analisis Kritis Jurnal.pdf
Annisa Qatrunnada Mardiah_2021 A_Analisis Kritis Jurnal.pdf
 
SOAL SHB PKN SEMESTER GENAP TAHUN 2023-2024.docx
SOAL SHB PKN SEMESTER GENAP TAHUN 2023-2024.docxSOAL SHB PKN SEMESTER GENAP TAHUN 2023-2024.docx
SOAL SHB PKN SEMESTER GENAP TAHUN 2023-2024.docx
 
PPT LANDASAN PENDIDIKAN.pptx tentang hubungan sekolah dengan masyarakat
PPT LANDASAN PENDIDIKAN.pptx tentang hubungan sekolah dengan masyarakatPPT LANDASAN PENDIDIKAN.pptx tentang hubungan sekolah dengan masyarakat
PPT LANDASAN PENDIDIKAN.pptx tentang hubungan sekolah dengan masyarakat
 
Refleksi pembelajaran guru bahasa inggris.pptx
Refleksi pembelajaran guru bahasa inggris.pptxRefleksi pembelajaran guru bahasa inggris.pptx
Refleksi pembelajaran guru bahasa inggris.pptx
 
PELAKSANAAN + Link2 Materi Pelatihan_ PENGAWASAN P3DN & TKDN_ pd PENGADAAN Ba...
PELAKSANAAN + Link2 Materi Pelatihan_ PENGAWASAN P3DN & TKDN_ pd PENGADAAN Ba...PELAKSANAAN + Link2 Materi Pelatihan_ PENGAWASAN P3DN & TKDN_ pd PENGADAAN Ba...
PELAKSANAAN + Link2 Materi Pelatihan_ PENGAWASAN P3DN & TKDN_ pd PENGADAAN Ba...
 
penjelasan tentang tugas dan wewenang pkd
penjelasan tentang tugas dan wewenang pkdpenjelasan tentang tugas dan wewenang pkd
penjelasan tentang tugas dan wewenang pkd
 
Modul Ajar IPS Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS Kelas 7 Fase D Kurikulum MerdekaModul Ajar IPS Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
 
INSTRUMEN PENILAIAN PRAKTIK KINERJA KS Dok Rating Observasi (1).docx
INSTRUMEN PENILAIAN PRAKTIK KINERJA KS Dok Rating Observasi (1).docxINSTRUMEN PENILAIAN PRAKTIK KINERJA KS Dok Rating Observasi (1).docx
INSTRUMEN PENILAIAN PRAKTIK KINERJA KS Dok Rating Observasi (1).docx
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 visi dan prakarsa perubahan
AKSI NYATA MODUL 1.3 visi  dan prakarsa perubahanAKSI NYATA MODUL 1.3 visi  dan prakarsa perubahan
AKSI NYATA MODUL 1.3 visi dan prakarsa perubahan
 
PENDAMPINGAN INDIVIDU 2 CGP ANGKATAN 10 KOTA DEPOK
PENDAMPINGAN INDIVIDU 2 CGP ANGKATAN 10 KOTA DEPOKPENDAMPINGAN INDIVIDU 2 CGP ANGKATAN 10 KOTA DEPOK
PENDAMPINGAN INDIVIDU 2 CGP ANGKATAN 10 KOTA DEPOK
 
Pendampingan Individu 2 Modul 1 PGP 10 Kab. Sukabumi Jawa Barat
Pendampingan Individu 2 Modul 1 PGP 10 Kab. Sukabumi Jawa BaratPendampingan Individu 2 Modul 1 PGP 10 Kab. Sukabumi Jawa Barat
Pendampingan Individu 2 Modul 1 PGP 10 Kab. Sukabumi Jawa Barat
 
Penjelasan tentang Tahapan Sinkro PMM.pptx
Penjelasan tentang Tahapan Sinkro PMM.pptxPenjelasan tentang Tahapan Sinkro PMM.pptx
Penjelasan tentang Tahapan Sinkro PMM.pptx
 
EVIDENCE BASED DALAM PELAYANAN KB DAN KONTRASEPSI.pdf
EVIDENCE BASED DALAM PELAYANAN KB DAN KONTRASEPSI.pdfEVIDENCE BASED DALAM PELAYANAN KB DAN KONTRASEPSI.pdf
EVIDENCE BASED DALAM PELAYANAN KB DAN KONTRASEPSI.pdf
 
Permainan Wiwi Wowo aksi nyata berkebhinekaan
Permainan Wiwi Wowo aksi nyata berkebhinekaanPermainan Wiwi Wowo aksi nyata berkebhinekaan
Permainan Wiwi Wowo aksi nyata berkebhinekaan
 
CGP.10.Pendampingan Individual 2 - VISI DAN PRAKARSA PERUBAHAN.pdf_20240528_1...
CGP.10.Pendampingan Individual 2 - VISI DAN PRAKARSA PERUBAHAN.pdf_20240528_1...CGP.10.Pendampingan Individual 2 - VISI DAN PRAKARSA PERUBAHAN.pdf_20240528_1...
CGP.10.Pendampingan Individual 2 - VISI DAN PRAKARSA PERUBAHAN.pdf_20240528_1...
 
1.4.a.4.5. Restitusi - Lima Posisi Kontrol.pdf
1.4.a.4.5. Restitusi - Lima Posisi Kontrol.pdf1.4.a.4.5. Restitusi - Lima Posisi Kontrol.pdf
1.4.a.4.5. Restitusi - Lima Posisi Kontrol.pdf
 
ppt profesionalisasi pendidikan Pai 9.pdf
ppt profesionalisasi pendidikan Pai 9.pdfppt profesionalisasi pendidikan Pai 9.pdf
ppt profesionalisasi pendidikan Pai 9.pdf
 

resusitasi nina.ppt

  • 2. MENGAPA BELAJAR RESUSITASI ? • 90% bayi lahir mengalami transisi dari kehidupan intrauterin ke ekstrauterin  tanpa masalah • 10% memerlukan bantuan untuk memulai pernafasan saat lahir • 1% memerlukan resusitasi ekstensif
  • 3. ABC RESUSITASI • Airway • Breathing • Circulation • Drug (jika diperlukan)
  • 4. KONSEP RESUSITASI NEONATUS • Hal yang paling penting dan efektif adalah pemberian ventilasi paru dengan oksigen
  • 5. BAYI NORMAL Pada saat lahir • Vigorous • Bernafas spontan dengan menangis • Denyut jantung 120-140 x/menit • Sianosis sentral hilang dengan segera
  • 6. BAYI ASFIKSIA Kondisi akibat kekurangan oksigen (hipoksia) dan atau gangguan perfusi berbagai organ yang cukup penting Pada saat lahir : • Tonus otot menurun • Kesulitan memulai nafas pertama • Dapat terjadi apnu atau respirasi yang tidak adekuat • Keterbatasan pengambilan O2 dan eksresi CO2 • Terjadi asfiksia yang progresif
  • 7. Penyebab depresi napas saat lahir: • Asfiksia intrauterin • Prematuritas • Obat-obatan yang diberikan kepada ibu • Kelainan neuromuskular kongenital • Malformasi kongenital • Hipoksemia intrapartum
  • 8. • Asfiksia: • Hipoksia iskemik • Dapat menyebabkan kerusakan otak permanen atau kematian • Dapat mengganggu berbagai organ vital seperti jantung dan paru-paru
  • 9. BAGAIMANA JANIN MENDAPAT OKSIGEN SEBELUM LAHIR • Sebelum lahir, O2 janin berasal dari ibu • Paru-paru belum berfungsi • Alveoli terisi cairan • Konstriksi pembuluh darah • Aliran darah dari jantung kanan  duktus arteriosus  aorta
  • 11. APA YANG BIASANYA TERJADI PADA KELAHIRAN SEHINGGA BAYI MENDAPATKAN OKSIGEN DARI PARU-PARU Cairan dalam alveoli digantikan oleh udara cairan paru- paru janin uda ra Napas pertama Napas kedua Napas selanjut nya air air
  • 12. KEADAAN KLINIS YANG DITEMUI: • Sianosis • Bradikardia • Tekanan darah rendah • Depresi pernapasan • Tonus otot menurun
  • 13. LANGKAH AWAL PRA KELAHIRAN A. Tanyakan 4 pertanyaan pra kelahiran:  Berapa perkiraan umur kehamilan?  Apa ketuban masih utuh atau sudah pecah? Jika ya, warna ketuban apa?  Berapa perkiraan jumlah janin?  Apakah ada faktor resiko tambahan? B. Bentuk Tim (Leader dan Anggota) C. Persiapan Alat • Airway >> Suction, balon penghisap, aspirator meconium, kateter penghisap ukuran 8f, 10f, 12f, ETT, laringoskop, sungkup laring (LMA)
  • 14.
  • 15. Diameter pipa (mm) Berat lahir (g) Usia gestasi (minggu) 2,5 < 1000 < 28 3,0 1000-2000 28-34 3,5 > 2000 > 34 minggu
  • 16. • Breathing >> flowmeter, blender oksigen, balon mengembang sendiri, balon tidak mengembang sendiri, sungkup bayi berbagai ukuran, ogt ukuran 8f atau sesuai tbj bayi, tabung oksigen
  • 17. Bentuk sungkup Bentuk bundar Bentuk anatomis Ukuran sungkup Benar Salah: terlalu besar Salah: terlalu kecil
  • 18.
  • 19. Jenis balon Keuntungan Kerugian Balon tidak mengembang sendiri • Memberikan oksigen 100% setiap saat • Mudah mengetahui lekatan pada wajah pasien • Kekakuan paru dapat terasa bila balon diremas • Dapat memberikan oksigen aliran bebas 100% • Membutuhkan lekatan ketat antara sungkup dan pasien untuk mempertahankan balon tetap mengembang • Membutuhkan sumber gas untuk mengembang • Umumnya tidak mempunyai katup pelepas tekanan untuk pengaman Balon mengembang sendiri • Selalu akan terisi setelah diremas walau tanpa sumber gas • Katup pelepas tekanan mengurangi pengembangan yang berlebihan • Tetap mengembang walau tidak terdapat lekatan antara sungkup dan wajah pasien • Memerlukan pemasangan reservoar oksigen untuk dapat memberikan oksigen mendekati kadar 100% • Tidak dapat memberikan oksigen aliran bebas 100%
  • 20. … BALON DAN SUNGKUP RESUSITASI Sebelum melakukan resusitasi : • Pilih sungkup dengan ukuran yang sesuai • Pastikan jalan napas terbuka • Posisikan kepala bayi • Posisikan diri penolong di sisi meja resusitasi • Meletakkan posisi sungkup tepat pada wajah, memantapkan lekatan antara sungkup dan wajah
  • 21. • Circulation >> oximetri, stetoskop. Plester, handscoon, timer, table saturasi • Drug >> umbilical set, epineprin, plester, syringe, iv catether, cairan Nacl 0,9%, gunting
  • 23. KOTAK A • Berikan kehangatan • Posisikan, bersihkan jalan napas Penghisapan mulut dan hidung: Mulut - Hidung Then nose
  • 24. …KOTAK A • Keringkan, merangsang pernapasan dan meletakkan pada posisi yang benar Merangsang pernafasan Cara mengeringkan bayi
  • 25. • Setelah dilakukan Langkah awal, lakukan penilaian pernafasan dan frekuensi jantung • Jika bayi apneu/ megap2 atau LDJ < 100x/m, leader meminta asisten pasang monitor spo2 preductal (ditangan kanan), dan leader melakukan VTP selama 15 detik • Leader meminta asisten apakah frekuensi jantung meningkat • Bila ada pengembangan dada lanjutkan VTP sampai LDJ > 100x/m • Bila frekuensi jantung tidak meningkat, dada bergerak lanjutkan vtp 15 detik lagi setelah itu lakukan penilaian kembali • Bila LDJ sudah > 100x/m maka lakukan STABLE ( Sugar, Temperatur, Airway, Blood Pressure, Laboratorium, Emosional) • Bila tidak ada pengembangan dada, frekunsi jantung tidak meningkat maka lakukan koreksi SR IB T A hingga dada mengembang
  • 26. VENTILASI TEKANAN POSITIF.. Berapa sering meremas balon : • Kecepatan 40-60 kali/menit • Pompa lepas lepas, pompa lepas lepas • Satu lepa lepas dua lepas lepas tiga lepas lepas
  • 27. KOREKSI SR IB T A S R Sungkup di perbaiki posisinya Reposisi kepala I B Isap Lendir Buka Mulut T Tekanan Dinaikkan A Alternatif jalan nafas, pasang ETT atau sungkup laring
  • 28. INTUBASI ENDOTRAKEAL Faktor yang menentukan saat untuk melakukan intubasi endotrakeal : • Jika terdapat mekonium dan bayi tidak bugar • Jika VTP dengan balon dan sungkup tidak menghasilkan pengembangan dada atau jika VTP telah berlangsung beberapa menit • Jika diperlukan kompresi dada, intubasi dapat membantu koordinasi kompresi dada dan ventilasi dan memaksimalkan efisiensi VTP • Jika diperlukan pemberian epinefrin untuk meningkatkan frekuensi jantung
  • 30.
  • 31. Masalah Petunjuk Tindakan koreksi Laringoskop kurang dalam Lidah di sekitar daun Masukkan daun laringoskop lebih dalam Kesalahan pada saat intubasi
  • 32. Masalah Petunjuk Tindakan koreksi Laringoskop terlalu dalam Dinding esofagus di sekitar daun Tarik daun laringoskop perlahan sampai terlihat epiglotis dan glotis
  • 33. Bagaimana mengetahui perbaikan klinis bayi dan ventilasi tekanan positif dapat dihentikan ? •Peningkatan frekuensi jantung •Perbaikan warna kulit •Adanya napas spontan •Target Spo2 tercapai
  • 34. KOMPRESI DADA • Indikasi untuk memulai kompresi dada : bila frekuensi jantung < 60/menit setelah 30 detik dilakukan VTP yang efektif • Pastikan intubasi endotrakeal terpasang untuk menjamin ventilasi yang adekuat dan memudahkan koordinasi VTP dan kompresi dada
  • 35. … KOMPRESI DADA Butuh 2 penolong : • Teknik ibu jari • Teknik dua jari Teknik ibu jari Teknik dua jari
  • 36. …KOMPRESI DADA • Posisi jari  1/3 bawah tulang dada/sternum • Penekanan  ± 1/3 diameter anterior-posterior dada • Kecepatan : satu siklus terdiri dari 3 kompresi + 1 ventilasi (waktu 2 detik)  30 ventilasi & 90 kompresi per menit • Satu – Dua - Tiga – Pompa – Satu - Dua -Tiga - Pompa • Hentikan bila FJ > 60 /menit
  • 37. INDIKASI PEMBERIAN EPINEFRIN Epinefrin diberikan bila frekuensi jantung <60 setelah • Dilakukan VTP selama 30 detik dan sesudah 60 detik dilakukan kompresi dada yang terkoordinasi dengan VTP menggunakan oksigen 100% Dosis epinefrin dapat diberikan melalui 2 jalur yaitu jalur intravena dan jalur endotrakeal