RANCANGAN DIKLAT DASAR OTOMASI
TUGAS INDIVIDUAL
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Kurikulum Pendidikan Kejuruan
yang dibina oleh Dr. Waras, M.Pd
Oleh:
Dewi Izzatus Tsamroh (130511616269)
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
PRODI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
Desember 2014
RANCANGAN DIKLAT DASAR OTOMASI
I. RASIONAL
Dalam setiap perusahaan industri selalu ditemui beberapa mesin
yang mana pengoperasiannya menggunakan sistem pneumatik (otomasi).
Oleh karena itu sebagai peserta didik jurusan teknik mesin diharapkan
memiliki keterampilan dalam mengoperasikan sistem pneumatik.
Akan tetapi, pada kenyataannya keterampilan pada bidang ini tidak
diajarkan di sekolah menengah kejuruan (SMK). Oleh karena itu peserta
didik memerlukan pelatihan khusus untuk mengembangkan kemampuan
dalam bidang ini untuk memenuhi kebutuhan dunia industri.
Pelatihan yang dapat dilakukan adalah diklat dasar otomasi yang
dapat dilakukan dalam beberapa waktu dengan tujuan mengembangkan
potensi peserta didik dalam bidang pneumatik. Diklat dasar otomasi ini
dapat ditempuh dalam kurun waktu satu bulan. Tentunya dalam diklat ini
terdapat beberapa kompetensi yang harus dapat dipahami oleh peserta
didik, misalnya pengenalan komponen pneumatik hidrolik yang meliputi
nama serta fungsi komponen tersebut. Mampu membaca dan membuat
rangkaian pada progam Festo Fluids serta merangkainya pada papan panel
yang merupakan fasilitas pendukung praktikum.
Pengembangan kurikulum diklat dasar otomasi ini disusun untuk
mendapatkan hasil yang optimal, tentunya diharapkan peserta didik tidak
hanya menguasai praktik (hard skill) akan tetapi juga soft skill yang
dikuasai harus seimbang. Tentunya dalam pengembangan kurikulum diklat
ini perlu diperhatikan landasan dan prinsip-prinsip dalam pengembangan
kurikulum.
II. RUMUSAN KOMPETENSI
1. Peserta diklat dapat mengetahui pengetahuan dasar pneumatik.
2. Peserta diklat mampu memahami dan mengerti nama serta fungsi
komponen dalam merangkai cascade.
3. Peserta didik mampu membuat rangkaian cascade pada program
Festo Fluids dengan satu silinder satu saluran, dua silinder dua
saluran, dua silinder tiga saluran, serta dua silinder empat saluran.
4. Peserta didik mampu membuat rangkaian cascade pada program
Festo Fluids untuk rangkaian tiga silinder tiga saluran, tiga silinder
empat saluran serta tiga silinder lima saluran.
5. Peserta didik mampu mengaplikasikan rangkaian cascade pada
program Festo Fluids pada papan panel hidrolik.
6. Peserta mampu membuat rangkaian intuisi pada program Festo
Fluids untuk diaplikasikan pada contactor listrik dua silinder tiga
saluran dan tiga silinder lima saluran.
7. Peserta mampu mengoperasikan contactor listrik sesuai dengan
gambar yang telah dibuat.
III. STRUKTUR MATA DIKLAT
Dalam pengembangan kurikulum diklat untuk peserta didik struktur
mata diklat memiliki peran yang sangat penting. Hal ini dikarenakan tanpa
adanya perencanaan struktur mata diklat yang baik maka proses diklat tidak
dapat berjalan dengan baik. Pada struktur mata diklat ini berisi mengenai
jumlah pertemuan tatap muka, mata diklat, deskripsi isi mata diklat serta
alokasi waktu yang direncanakan untuk menempuh diklat selama satu
bulan dengan alokasi waktu 45 menit x 6 jam pelajaran 5 hari dalam
seminggu (Senin-Jumat). Berikut merupakan tabel struktur mata diklat
dasar otomasi.
Pertemuan
Ke
Mata
Diklat
Diskripsi
Isi
Alokasi
Waktu
1 Pengenalan Dasar  Pengantar sistem pneumatik 6 jam
Pneumatik  Pemakaian udara tekan
 Keuntungan dan kelemahan
sistem pneumatic
 Udara kempaan
2 Pengetahuan
Komponen Praktikum
(Elemen Kerja)
 Silinder (singleacting& double
acting)
 Valve (katup) :
1. DirectionalValve (DV)
2. CombinationValve
 Sistem penomoran tiap elemen
6 jam
3-9 Teori dan Praktikum
Program Festo Fluids
 Diagram gerakan
 Cascade satu silinder satu
silinder
 Cascade dua silinder dua saluran
 Cascade dua silinder tiga saluran
 Cascade dua silinder empat
saluran
 Cascade tiga silinder tiga saluran
 Cascade tiga silinder empat
saluran
 Cascade tiga silinder lima saluran
6 jam
3-9 Praktikum Pneumatik
Hidrolik
 Cascade satu silinder satu
silinder pada papan panel
 Cascade dua silinder dua saluran
pada papan panel
 Cascade dua silinder tiga saluran
pada papan panel
 Cascade dua silinder empat
saluran pada papan panel
 Cascade tiga silinder tiga saluran
pada papan panel
6 jam
 Cascade tiga silinder empat
saluran pada papan panel
 Cascade tiga silinder lima saluran
pada papan panel
10 Latihan  Materi dari minggu pertama
hingga minggu ke-9
6 jam
11-15 Teori Rangkaian Intuisi
pada program Festo
Fluids
 Intuisidua silinder 3 saluran
 Intuisitiga silinder 5 saluran
6 jam
11-15 Praktikum Pneumatik
Listrik (Contactor)
 Intuisidua silinder 3 saluran
pada papan panel
 Intuisitiga silinder 5 saluran
pada papan panel
6 jam
16 Latihan  Materi dari minggu ke-11 hingga
minggu ke-15
6 jam
17-19 Evaluasi  Ujian teori dan praktikum 6 jam
20 Evaluasi  Evaluasi terhadap kesalahan
selama ujian berlangsung
6 jam
Total Jam Pelajaran 120 jam
IV. KALENDER AKADEMIK
Diklat Periode Bulan Januari 2015
No Materi Diklat 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31
1 Pengenalan
Dasar Pneumatik
LIBUR
LIBUR
LIBUR
LIBUR
2 Pengetahuan
Komponen
Praktikum
3 Teori dan
Praktikum
Program Festo
Fluids
4 Praktikum
Pneumatik
Hidrolik
5 Latihan
6 Teori Rangkaian
Intuisi pada
program Festo
Fluids
7 Praktikum
Pneumatik
Listrik
(Contactor)
8 Latihan
9 Evaluasi
10 Evaluasi
V. STRATEGI DIKLAT
Strategi diklat perlu dilakukan karena menyangkut masalah teknis
dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Berikut strategi diklat yang dapat
dilakukan.
Pendahuluan
 Pada langkah pendahuluan pendidik dapat memberikan motivasi
terhadap peserta diklat mengenai keuntungan yang didapatkan apabila
menguasai keterampilan sistem otomasi. Selain itu pendidik juga harus
menjelaskan mengenai persyaratan apa saja yang harus dipersiapkan
selama menempuh diklat.
 Ceramah
Model pembelajaran ceramah diterapkan dengan harapan agar peserta
diklat dapat termotivasi dan mampu memahami persyaratan apa saja
yang harus dipenuhi sebelum memasuki bengkel otomasi. Hal ini akan
menjadikan peserta diklat tahu langkah-langkah apa saja yang harus
peserta diklat lakukan sebelum memasuki bengkel berdasarkan syarat-
syarat yang telah ditentukan. Misalnya mengenakan alat pelindung diri
Pendahuluan Penutup
Unjuk Kerja
Kegiatan inti
Ceramah
(verbal cognitive)
Latihan –
Problem Solving
(APD) serta menyiapkan laptop beserta software Festo Fluids yang
digunakan dalam proses pembelajaran.
Kegiatan inti
 Langkah kegiatan inti menjelaskan dimana pendidik memberikan
sedikit pembekalan dengan metode ceramah tentang persyaratan-
persyaratan yang ada meliputi designing cascade dan intuisi rangkaian
sebelum melakukan proses perakitan pada papan panel. Diharapkan
nantinya peserta didik mampu merancang terlebih dahulu sebelum
melakukan proses perakitan pada panel agar pekerjaannya tertata
dengan baik dan meminimalisir kesalahan.
 Unjuk kerja
Pembelajaran unjuk kerja merupakan langkah dimana pendidik
memberikan tugas kegiatan menyusun persyaratan kerja sesuai dengan
apa yang akan dikerjakan dan mengacu pada apa yang ada dalam
kompetensi dasar, yaitu mampu memahami serta dapat
mengaplikasikan rangkaian cascade dan intuisi pada papan panel,
setelah itu pendidik memeriksa pekerjaan peserta diklat apakah sudah
sesuai atau belum. Hal ini untuk melihat kemampuan peserta diklat
dalam menerapkan semua materi dasar yang mereka kuasai tentang
penetapan persyaratan pekerjaan.
Penutup
 Kegiatan ini pendidik memberikan kebebasan kepada peserta diklat
menyampaikan kesulitan apa yang dihadapi dalam menentukan
persyaratan pekerjaan untuk di diskusikan bersama, setelah itu
pendidik memberikan simpulan tentang kegiatan yang sudah dilakukan
dan peserta diklat diberi kegiatan latihan soal yang selanjutnya
diberikan oleh pendidik mengenai problem solvingnya.
 Kegiatan ini adalah metode diskusi dan ceramah dengan media LCD
dan video.
VI. SAMPEL BAHAN AJAR
No Bahan Ajar Deskripsi Bahan Ajar
1
Pengetahuan
Komponen
Praktikum
(Elemen
Kerja)
ELEMEN KERJA (WORKING ELEMENT)
SILINDER
a. Single Acting Cylinder
Prinsip kerja silinder ini adalah gerakan maju piston dilakukan
oleh udara, sedangkan gerakan mundur dilakukan oleh pegas.
Fungsi dari silinder tipe ini adalah sebagai penjepit, penekan,
pengelingan, pembengkokan, pemotongan, dll.
b. Double Acting Cylinder
Prinsip kerjanya adalah gerakan maju-mundur piston dikontrol
oleh udara dengan panjang langkah maksimal 2000 mm.
Kecepatan piston ini dapat diatur dengan katup khusus, misalnya
one way control valve.
Cy linder, Single-acting…
Double acting cy linder
VALVE
a. Directional Valve (DV)
DV dibagi menurut cara mengarahkan aliran masuk, keluar dan
menutup aliran. Sehingga, fungsinya adalah sebagai berikut.
Type Control Valve
b. Combination Valve
 Time delay valve normally close
 Pressure sequence valve
 Stepper module, type TAA
Berikut beberapa komponen yang sering digunakan dalam perakitan
sistem pneumatik.
NO
NAMA
KOMPONEN GAMBAR SIMBOL FUNGSI
1. Kompresor Sebagai pensupplay
aliran udara kedalam
rangkaian.
2. Konduktor
(penyaluran)
menyalurkan udara
kempa yang akan
membawa/mentransfe
r tenaga ke
aktuator.
Time delay v alv e, norma…
Pressure sequence v alv e
Stepper module, ty pe TAA
Compressed air supply
3. Konektor menyambungkan atau
menjepit konduktor
(selang
atau pipa) agar
tersambung erat pada
bodi komponen
pneumatik.
4. 3/2 Way
Valve
Normally
Closed
Sebagai penerus aliran
udara.
5. 5/2 Way
Valve
Sebagai komponen
untuk memindah
saluran atau memindah
gerakan piston
(actuator)
6. Double acting
cylinder
menghasilkan gerak
atau usaha yang
merupakan hasil akhir
atau output dari sistem
pneumatik.
7. Manometer Untuk membantu saat
memindahkan saluran
3/n Way Valv e
5/n Way Valv e
Double acting cy linder
Manometer
8. Valve AND Untuk mengalirkan
udara secara
bersamaan dari kedua
sisinya
9. Valve OR Untuk mengalirkan
udara dari satu sisi.
10. Valve counter Untuk menggerakkan
piston beberapa kali,
dapat juga dikatakan
sebagai penyederhana
rangkaian
VII. SISTEM PENILAIAN
Penilaian dilakukan dengan memperhatikan beberapa aspek sebagai
berikut.
1. Aspek kognitif (designing cascade or intuisi) : 30%
2. Aspek afektif (kehadiran serta kerapian) : 20%
3. Aspek psikomotor (praktikum) : 50%
TOTAL : 100%
Kriteria Penilaian Lembar Kerja Peserta Diklat:
1. Kecepatan serta ketepatan pembuatan cascade atau intuisi. Apabila peserta diklat
dapat menyelesaikan jobsheet dalam waktu samadengan atau kurang dari 15
menit untuk satu jobsheet dan tepat maka peserta diklat mendapatkan nilai 100.
Two pressure v alv e
Shuttle v alv e
Pneumatic counter
Apabila membutuhkan waktu lebih dari yang ditentukan maka mendapatkan nilai
70.
2. Skor maksimal 100
3. Standar kelulusan uji kompetensi dasar peserta didik minimal 75. Bagi peserta
diklat yang mendapatkan nilai di bawah 75 maka diwajibkan mengikuti ujian
ulang.
4. Sebaran nilai:
Nilai Angka Nilai Huruf Keterangan
90 – 100 A Lulus, sangat baik
85 – 89,9 B Lulus, baik
75 – 84,9 C Lulus, cukup
< 75 D Remidi, kurang
DAFTAR RUJUKAN
Tim Dosen Pembina Matakuliah Dasar Otomasi. 2012. Laboratorium Otomasi.
Malang : Universitas Negeri Malang.
Rancangan Diklat - Kurikulum Pendidikan Kejuruan

Rancangan Diklat - Kurikulum Pendidikan Kejuruan

  • 1.
    RANCANGAN DIKLAT DASAROTOMASI TUGAS INDIVIDUAL UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH Kurikulum Pendidikan Kejuruan yang dibina oleh Dr. Waras, M.Pd Oleh: Dewi Izzatus Tsamroh (130511616269) UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK MESIN PRODI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN Desember 2014
  • 2.
    RANCANGAN DIKLAT DASAROTOMASI I. RASIONAL Dalam setiap perusahaan industri selalu ditemui beberapa mesin yang mana pengoperasiannya menggunakan sistem pneumatik (otomasi). Oleh karena itu sebagai peserta didik jurusan teknik mesin diharapkan memiliki keterampilan dalam mengoperasikan sistem pneumatik. Akan tetapi, pada kenyataannya keterampilan pada bidang ini tidak diajarkan di sekolah menengah kejuruan (SMK). Oleh karena itu peserta didik memerlukan pelatihan khusus untuk mengembangkan kemampuan dalam bidang ini untuk memenuhi kebutuhan dunia industri. Pelatihan yang dapat dilakukan adalah diklat dasar otomasi yang dapat dilakukan dalam beberapa waktu dengan tujuan mengembangkan potensi peserta didik dalam bidang pneumatik. Diklat dasar otomasi ini dapat ditempuh dalam kurun waktu satu bulan. Tentunya dalam diklat ini terdapat beberapa kompetensi yang harus dapat dipahami oleh peserta didik, misalnya pengenalan komponen pneumatik hidrolik yang meliputi nama serta fungsi komponen tersebut. Mampu membaca dan membuat rangkaian pada progam Festo Fluids serta merangkainya pada papan panel yang merupakan fasilitas pendukung praktikum. Pengembangan kurikulum diklat dasar otomasi ini disusun untuk mendapatkan hasil yang optimal, tentunya diharapkan peserta didik tidak hanya menguasai praktik (hard skill) akan tetapi juga soft skill yang dikuasai harus seimbang. Tentunya dalam pengembangan kurikulum diklat ini perlu diperhatikan landasan dan prinsip-prinsip dalam pengembangan kurikulum. II. RUMUSAN KOMPETENSI 1. Peserta diklat dapat mengetahui pengetahuan dasar pneumatik.
  • 3.
    2. Peserta diklatmampu memahami dan mengerti nama serta fungsi komponen dalam merangkai cascade. 3. Peserta didik mampu membuat rangkaian cascade pada program Festo Fluids dengan satu silinder satu saluran, dua silinder dua saluran, dua silinder tiga saluran, serta dua silinder empat saluran. 4. Peserta didik mampu membuat rangkaian cascade pada program Festo Fluids untuk rangkaian tiga silinder tiga saluran, tiga silinder empat saluran serta tiga silinder lima saluran. 5. Peserta didik mampu mengaplikasikan rangkaian cascade pada program Festo Fluids pada papan panel hidrolik. 6. Peserta mampu membuat rangkaian intuisi pada program Festo Fluids untuk diaplikasikan pada contactor listrik dua silinder tiga saluran dan tiga silinder lima saluran. 7. Peserta mampu mengoperasikan contactor listrik sesuai dengan gambar yang telah dibuat. III. STRUKTUR MATA DIKLAT Dalam pengembangan kurikulum diklat untuk peserta didik struktur mata diklat memiliki peran yang sangat penting. Hal ini dikarenakan tanpa adanya perencanaan struktur mata diklat yang baik maka proses diklat tidak dapat berjalan dengan baik. Pada struktur mata diklat ini berisi mengenai jumlah pertemuan tatap muka, mata diklat, deskripsi isi mata diklat serta alokasi waktu yang direncanakan untuk menempuh diklat selama satu bulan dengan alokasi waktu 45 menit x 6 jam pelajaran 5 hari dalam seminggu (Senin-Jumat). Berikut merupakan tabel struktur mata diklat dasar otomasi. Pertemuan Ke Mata Diklat Diskripsi Isi Alokasi Waktu 1 Pengenalan Dasar  Pengantar sistem pneumatik 6 jam
  • 4.
    Pneumatik  Pemakaianudara tekan  Keuntungan dan kelemahan sistem pneumatic  Udara kempaan 2 Pengetahuan Komponen Praktikum (Elemen Kerja)  Silinder (singleacting& double acting)  Valve (katup) : 1. DirectionalValve (DV) 2. CombinationValve  Sistem penomoran tiap elemen 6 jam 3-9 Teori dan Praktikum Program Festo Fluids  Diagram gerakan  Cascade satu silinder satu silinder  Cascade dua silinder dua saluran  Cascade dua silinder tiga saluran  Cascade dua silinder empat saluran  Cascade tiga silinder tiga saluran  Cascade tiga silinder empat saluran  Cascade tiga silinder lima saluran 6 jam 3-9 Praktikum Pneumatik Hidrolik  Cascade satu silinder satu silinder pada papan panel  Cascade dua silinder dua saluran pada papan panel  Cascade dua silinder tiga saluran pada papan panel  Cascade dua silinder empat saluran pada papan panel  Cascade tiga silinder tiga saluran pada papan panel 6 jam
  • 5.
     Cascade tigasilinder empat saluran pada papan panel  Cascade tiga silinder lima saluran pada papan panel 10 Latihan  Materi dari minggu pertama hingga minggu ke-9 6 jam 11-15 Teori Rangkaian Intuisi pada program Festo Fluids  Intuisidua silinder 3 saluran  Intuisitiga silinder 5 saluran 6 jam 11-15 Praktikum Pneumatik Listrik (Contactor)  Intuisidua silinder 3 saluran pada papan panel  Intuisitiga silinder 5 saluran pada papan panel 6 jam 16 Latihan  Materi dari minggu ke-11 hingga minggu ke-15 6 jam 17-19 Evaluasi  Ujian teori dan praktikum 6 jam 20 Evaluasi  Evaluasi terhadap kesalahan selama ujian berlangsung 6 jam Total Jam Pelajaran 120 jam
  • 6.
    IV. KALENDER AKADEMIK DiklatPeriode Bulan Januari 2015 No Materi Diklat 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 Pengenalan Dasar Pneumatik LIBUR LIBUR LIBUR LIBUR 2 Pengetahuan Komponen Praktikum 3 Teori dan Praktikum Program Festo Fluids 4 Praktikum Pneumatik Hidrolik 5 Latihan 6 Teori Rangkaian Intuisi pada program Festo Fluids 7 Praktikum Pneumatik
  • 7.
  • 8.
    V. STRATEGI DIKLAT Strategidiklat perlu dilakukan karena menyangkut masalah teknis dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Berikut strategi diklat yang dapat dilakukan. Pendahuluan  Pada langkah pendahuluan pendidik dapat memberikan motivasi terhadap peserta diklat mengenai keuntungan yang didapatkan apabila menguasai keterampilan sistem otomasi. Selain itu pendidik juga harus menjelaskan mengenai persyaratan apa saja yang harus dipersiapkan selama menempuh diklat.  Ceramah Model pembelajaran ceramah diterapkan dengan harapan agar peserta diklat dapat termotivasi dan mampu memahami persyaratan apa saja yang harus dipenuhi sebelum memasuki bengkel otomasi. Hal ini akan menjadikan peserta diklat tahu langkah-langkah apa saja yang harus peserta diklat lakukan sebelum memasuki bengkel berdasarkan syarat- syarat yang telah ditentukan. Misalnya mengenakan alat pelindung diri Pendahuluan Penutup Unjuk Kerja Kegiatan inti Ceramah (verbal cognitive) Latihan – Problem Solving
  • 9.
    (APD) serta menyiapkanlaptop beserta software Festo Fluids yang digunakan dalam proses pembelajaran. Kegiatan inti  Langkah kegiatan inti menjelaskan dimana pendidik memberikan sedikit pembekalan dengan metode ceramah tentang persyaratan- persyaratan yang ada meliputi designing cascade dan intuisi rangkaian sebelum melakukan proses perakitan pada papan panel. Diharapkan nantinya peserta didik mampu merancang terlebih dahulu sebelum melakukan proses perakitan pada panel agar pekerjaannya tertata dengan baik dan meminimalisir kesalahan.  Unjuk kerja Pembelajaran unjuk kerja merupakan langkah dimana pendidik memberikan tugas kegiatan menyusun persyaratan kerja sesuai dengan apa yang akan dikerjakan dan mengacu pada apa yang ada dalam kompetensi dasar, yaitu mampu memahami serta dapat mengaplikasikan rangkaian cascade dan intuisi pada papan panel, setelah itu pendidik memeriksa pekerjaan peserta diklat apakah sudah sesuai atau belum. Hal ini untuk melihat kemampuan peserta diklat dalam menerapkan semua materi dasar yang mereka kuasai tentang penetapan persyaratan pekerjaan. Penutup  Kegiatan ini pendidik memberikan kebebasan kepada peserta diklat menyampaikan kesulitan apa yang dihadapi dalam menentukan persyaratan pekerjaan untuk di diskusikan bersama, setelah itu pendidik memberikan simpulan tentang kegiatan yang sudah dilakukan dan peserta diklat diberi kegiatan latihan soal yang selanjutnya diberikan oleh pendidik mengenai problem solvingnya.
  • 10.
     Kegiatan iniadalah metode diskusi dan ceramah dengan media LCD dan video. VI. SAMPEL BAHAN AJAR No Bahan Ajar Deskripsi Bahan Ajar 1 Pengetahuan Komponen Praktikum (Elemen Kerja) ELEMEN KERJA (WORKING ELEMENT) SILINDER a. Single Acting Cylinder Prinsip kerja silinder ini adalah gerakan maju piston dilakukan oleh udara, sedangkan gerakan mundur dilakukan oleh pegas. Fungsi dari silinder tipe ini adalah sebagai penjepit, penekan, pengelingan, pembengkokan, pemotongan, dll. b. Double Acting Cylinder Prinsip kerjanya adalah gerakan maju-mundur piston dikontrol oleh udara dengan panjang langkah maksimal 2000 mm. Kecepatan piston ini dapat diatur dengan katup khusus, misalnya one way control valve. Cy linder, Single-acting… Double acting cy linder
  • 11.
    VALVE a. Directional Valve(DV) DV dibagi menurut cara mengarahkan aliran masuk, keluar dan menutup aliran. Sehingga, fungsinya adalah sebagai berikut. Type Control Valve b. Combination Valve  Time delay valve normally close
  • 12.
     Pressure sequencevalve  Stepper module, type TAA Berikut beberapa komponen yang sering digunakan dalam perakitan sistem pneumatik. NO NAMA KOMPONEN GAMBAR SIMBOL FUNGSI 1. Kompresor Sebagai pensupplay aliran udara kedalam rangkaian. 2. Konduktor (penyaluran) menyalurkan udara kempa yang akan membawa/mentransfe r tenaga ke aktuator. Time delay v alv e, norma… Pressure sequence v alv e Stepper module, ty pe TAA Compressed air supply
  • 13.
    3. Konektor menyambungkanatau menjepit konduktor (selang atau pipa) agar tersambung erat pada bodi komponen pneumatik. 4. 3/2 Way Valve Normally Closed Sebagai penerus aliran udara. 5. 5/2 Way Valve Sebagai komponen untuk memindah saluran atau memindah gerakan piston (actuator) 6. Double acting cylinder menghasilkan gerak atau usaha yang merupakan hasil akhir atau output dari sistem pneumatik. 7. Manometer Untuk membantu saat memindahkan saluran 3/n Way Valv e 5/n Way Valv e Double acting cy linder Manometer
  • 14.
    8. Valve ANDUntuk mengalirkan udara secara bersamaan dari kedua sisinya 9. Valve OR Untuk mengalirkan udara dari satu sisi. 10. Valve counter Untuk menggerakkan piston beberapa kali, dapat juga dikatakan sebagai penyederhana rangkaian VII. SISTEM PENILAIAN Penilaian dilakukan dengan memperhatikan beberapa aspek sebagai berikut. 1. Aspek kognitif (designing cascade or intuisi) : 30% 2. Aspek afektif (kehadiran serta kerapian) : 20% 3. Aspek psikomotor (praktikum) : 50% TOTAL : 100% Kriteria Penilaian Lembar Kerja Peserta Diklat: 1. Kecepatan serta ketepatan pembuatan cascade atau intuisi. Apabila peserta diklat dapat menyelesaikan jobsheet dalam waktu samadengan atau kurang dari 15 menit untuk satu jobsheet dan tepat maka peserta diklat mendapatkan nilai 100. Two pressure v alv e Shuttle v alv e Pneumatic counter
  • 15.
    Apabila membutuhkan waktulebih dari yang ditentukan maka mendapatkan nilai 70. 2. Skor maksimal 100 3. Standar kelulusan uji kompetensi dasar peserta didik minimal 75. Bagi peserta diklat yang mendapatkan nilai di bawah 75 maka diwajibkan mengikuti ujian ulang. 4. Sebaran nilai: Nilai Angka Nilai Huruf Keterangan 90 – 100 A Lulus, sangat baik 85 – 89,9 B Lulus, baik 75 – 84,9 C Lulus, cukup < 75 D Remidi, kurang
  • 16.
    DAFTAR RUJUKAN Tim DosenPembina Matakuliah Dasar Otomasi. 2012. Laboratorium Otomasi. Malang : Universitas Negeri Malang.