PUASA
Nama Kelompok :
1. Baby Agne Aurillia 2001021175
2. Elsa Fajar Oktafiana 2001021179
3. Eva Febria Permatasari
2001021180
4. Lutfia Amanda
2001021222
5. Nurul Istiqomah
2001021194
6. Vivin Meiliana
2001021203
Shaum menurut bahasa yaitu alimsak (menahan diri), adapun
pengertian menurut syari' yaitu menahan diri dengan niat dari seluruh
yang membatalkan puasa seperti makan, minum dan bersetubuh mulai
dari terbit fajar sampai dengan terbenam matahari. (Anas ismail Abu
Dzaud, 1996: 412.
Namun, secara implisit dalam puasa terdapat dua nilai yang
menjadi parameter antara sah atau rusaknya puasa seseorang :
1. Nilai formal
2. Nilai fungsional
Hakikat Puasa
Hakikat puasa dalam pandangan Rasyid Ridha
adalah sebagaimana berikut ini :
a. Tarbiyat al iradat (pendidikan keinginan)
b. Thariqat al malaikat
c. Tarbiyat al ilahiyyat (Pendidikan ketuhanan)
d. Takziyat annafsi (penyucian jiwa)
Hakikat Puasa
Menahan pendengaran,
penglihatan, lisan,
tangan, kaki dan seluruh
anggota badan dari
perbuatan-perbuatan
dosa
Tingkatan Puasa
Puasa Umum
Puasa sangat
Khusus (Khawasul
Khawas)
Puasa
Khusus
(Khawas)
Menahan perut
dan kemaluan dari
menunaikan
syahwat.
Berpuasanya hati dari keinginan-
keinginan yang rendah dan pikiran-
pikiran duniawi serta menahan hati
dari segala tujuan selain Allah
secara totalitas.
01
03
02
Macam-Macam Puasa
berdasarkan Hukum
1. Puasa Wajib (Fardhu)
a. Puasa Ramadhan
b. Puasa Nadzar
2. Puasa Sunnah
a. Puasa hari Tasu’a asyura, hari-hari
putih
b. Puasa hari arafah
c. Puasa hari senin dan kamis
d. Puasa 6 hari di bualn syawal
e. Puasa sehari dan berbuka sehari
f. Puasa bulan rajab, sya’ban
Macam-Macam Puasa
berdasarkan Hukum
3. Puasa Makruh
Yaitu puasa yang
dianjurkan untuk tidak
berpuasa pada hari yang
ditentukan. Contohnya
puasa hari jumat
4. Puasa Haram
a. Puasa pada dua hari raya (Idul Fitri
dan Idul Adha)
b. Tiga hari setelah hari raya kurban
c. Puasa seorang wanita tanpa izin
suaminya dengan melakukan puasa
sunnah
Mengapa Allah Mewajibkan Puasa?
1. Karena puasa adalah perintah agama
2. Karena puasa adalah rukun islam
3. Karena dengan puasa kita bisa bertaqwa
4. Karena begitu banyak keutamaan di
bulan ramadhan
Tujuan dan Fungsi Puasa
Tujuan puasa adalah mencapai derajat takwa. Ini dikatakan
dalam sebuah ayat al-qur’an yang memerintahkan orang yang
beriman untuk berpuasa.
Adapun manfaat puasa menurut Nabi adalah sebagaimana
disebutkan sebagai berikut :
1. Meningkatkan kualitas (iman)
2. Menghapus kesalahan
3. Mengendalikan syahwat
4. Memperbanyak sedekah
5. Menyempurnakan ketaatan
6. Meningkatkan rasa syukur
7. Mencegah diri dari perbuatan maksiat
Hikmah Puasa
- Melatih diri untuk disiplin waktu
- Menunjukkan pada manusia untuk seimbang dalam
hidup
- Mengajarkan manusia akan pentingnya arti
persaudaraan, dan silaturahmi
- Mengajarkan agar peduli pada orang lain yang lemah
- Mengajarkan diri kita untuk selalu berhati-hati dalam
setiap perbuatan, terutama yang mengandung dosa
- Melatih kita untuk selalu tabah dalam berbagai
halangan dan rintangan
- Mengajarkan pada kita akan pentingnya rasa syukur
kita atas nikmat yang telah diberikan
Makna Spiritual Puasa
Nilai spiritual adalah nilai ketuhanan yang terkandung dalam ibadah sebagai
jalan menghubungkan manusia dengan Tuhannya. Dalam nilai spiritual puasa pun
menepis sifat kebinatangan yang ada pada manusia, yaitu sifat yang hanya bergairah
kepada makan dan minum serta semisalnya. Hal itu sebagai bentuk bagaimana Allah
yang maha bijaksana mengajarkan bagaimana cara mengemban amanat, tidak
meninggalkan dan tidak melampui batas. Hal lain, puasa bisa menjadi sebuah cara yang
bagus untuk dapat melatih manusia terutama yang beriman untuk dapat menahan diri
dari yang hanya memperturutkan nafsu belaka.
Nilai spiritual faktual lain, ketika kehidupan zaman sekarang yang cenderung
membuat silau dan banyak dikuasai oleh materialisme (keduniaan) dari pada yang
bersifat keakhiratan. Maka dengan jalan berpuasa diharapkan orang akan lebih bisa
menghadapi kesenangan-kesenangan yang hanya akan membawa menuju kemaksiatan.
Puasa dan Pembentukan Insan
Berkarakter
Berbicara tentang puasa tidak bisa lepas dari istilah ‘menahan’ karena
puasa sendiri berasal dari kata imsak yang artinya menahan. Sedangkan makna
karakter adalah tingkah laku dan pola fikir yang terjadi secara alami, apa adanya,
tanpa dibuat-buat, terjadi secara reflek, dan bukan merupakan sandiwara. Lalu
kenapa puasa bisa membentuk karakter? karakter adalah perilaku alami yang
berasal dari perfleksian jiwa (bawah sadar) dan karakter merupakan hasil dari
budaya, sedangkan budaya sendiri terlahir salah satunya karena adanya tingkah
laku ‘pembiasaan’. Sehingga tidaklah salah apabila bulan Ramadan disebut
sebagai bulan pelatihan (training) bagi umat Islam, dengan kata lain bulan
Ramadan adalah Madrasah (sekolah) untuk pembentukan karakter manusia.
Thank you 

Puasa (Kelompok 2).pptx

  • 1.
    PUASA Nama Kelompok : 1.Baby Agne Aurillia 2001021175 2. Elsa Fajar Oktafiana 2001021179 3. Eva Febria Permatasari 2001021180 4. Lutfia Amanda 2001021222 5. Nurul Istiqomah 2001021194 6. Vivin Meiliana 2001021203
  • 2.
    Shaum menurut bahasayaitu alimsak (menahan diri), adapun pengertian menurut syari' yaitu menahan diri dengan niat dari seluruh yang membatalkan puasa seperti makan, minum dan bersetubuh mulai dari terbit fajar sampai dengan terbenam matahari. (Anas ismail Abu Dzaud, 1996: 412. Namun, secara implisit dalam puasa terdapat dua nilai yang menjadi parameter antara sah atau rusaknya puasa seseorang : 1. Nilai formal 2. Nilai fungsional Hakikat Puasa
  • 3.
    Hakikat puasa dalampandangan Rasyid Ridha adalah sebagaimana berikut ini : a. Tarbiyat al iradat (pendidikan keinginan) b. Thariqat al malaikat c. Tarbiyat al ilahiyyat (Pendidikan ketuhanan) d. Takziyat annafsi (penyucian jiwa) Hakikat Puasa
  • 4.
    Menahan pendengaran, penglihatan, lisan, tangan,kaki dan seluruh anggota badan dari perbuatan-perbuatan dosa Tingkatan Puasa Puasa Umum Puasa sangat Khusus (Khawasul Khawas) Puasa Khusus (Khawas) Menahan perut dan kemaluan dari menunaikan syahwat. Berpuasanya hati dari keinginan- keinginan yang rendah dan pikiran- pikiran duniawi serta menahan hati dari segala tujuan selain Allah secara totalitas. 01 03 02
  • 5.
    Macam-Macam Puasa berdasarkan Hukum 1.Puasa Wajib (Fardhu) a. Puasa Ramadhan b. Puasa Nadzar 2. Puasa Sunnah a. Puasa hari Tasu’a asyura, hari-hari putih b. Puasa hari arafah c. Puasa hari senin dan kamis d. Puasa 6 hari di bualn syawal e. Puasa sehari dan berbuka sehari f. Puasa bulan rajab, sya’ban
  • 6.
    Macam-Macam Puasa berdasarkan Hukum 3.Puasa Makruh Yaitu puasa yang dianjurkan untuk tidak berpuasa pada hari yang ditentukan. Contohnya puasa hari jumat 4. Puasa Haram a. Puasa pada dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) b. Tiga hari setelah hari raya kurban c. Puasa seorang wanita tanpa izin suaminya dengan melakukan puasa sunnah
  • 7.
    Mengapa Allah MewajibkanPuasa? 1. Karena puasa adalah perintah agama 2. Karena puasa adalah rukun islam 3. Karena dengan puasa kita bisa bertaqwa 4. Karena begitu banyak keutamaan di bulan ramadhan
  • 8.
    Tujuan dan FungsiPuasa Tujuan puasa adalah mencapai derajat takwa. Ini dikatakan dalam sebuah ayat al-qur’an yang memerintahkan orang yang beriman untuk berpuasa. Adapun manfaat puasa menurut Nabi adalah sebagaimana disebutkan sebagai berikut : 1. Meningkatkan kualitas (iman) 2. Menghapus kesalahan 3. Mengendalikan syahwat 4. Memperbanyak sedekah 5. Menyempurnakan ketaatan 6. Meningkatkan rasa syukur 7. Mencegah diri dari perbuatan maksiat
  • 9.
    Hikmah Puasa - Melatihdiri untuk disiplin waktu - Menunjukkan pada manusia untuk seimbang dalam hidup - Mengajarkan manusia akan pentingnya arti persaudaraan, dan silaturahmi - Mengajarkan agar peduli pada orang lain yang lemah - Mengajarkan diri kita untuk selalu berhati-hati dalam setiap perbuatan, terutama yang mengandung dosa - Melatih kita untuk selalu tabah dalam berbagai halangan dan rintangan - Mengajarkan pada kita akan pentingnya rasa syukur kita atas nikmat yang telah diberikan
  • 10.
    Makna Spiritual Puasa Nilaispiritual adalah nilai ketuhanan yang terkandung dalam ibadah sebagai jalan menghubungkan manusia dengan Tuhannya. Dalam nilai spiritual puasa pun menepis sifat kebinatangan yang ada pada manusia, yaitu sifat yang hanya bergairah kepada makan dan minum serta semisalnya. Hal itu sebagai bentuk bagaimana Allah yang maha bijaksana mengajarkan bagaimana cara mengemban amanat, tidak meninggalkan dan tidak melampui batas. Hal lain, puasa bisa menjadi sebuah cara yang bagus untuk dapat melatih manusia terutama yang beriman untuk dapat menahan diri dari yang hanya memperturutkan nafsu belaka. Nilai spiritual faktual lain, ketika kehidupan zaman sekarang yang cenderung membuat silau dan banyak dikuasai oleh materialisme (keduniaan) dari pada yang bersifat keakhiratan. Maka dengan jalan berpuasa diharapkan orang akan lebih bisa menghadapi kesenangan-kesenangan yang hanya akan membawa menuju kemaksiatan.
  • 11.
    Puasa dan PembentukanInsan Berkarakter Berbicara tentang puasa tidak bisa lepas dari istilah ‘menahan’ karena puasa sendiri berasal dari kata imsak yang artinya menahan. Sedangkan makna karakter adalah tingkah laku dan pola fikir yang terjadi secara alami, apa adanya, tanpa dibuat-buat, terjadi secara reflek, dan bukan merupakan sandiwara. Lalu kenapa puasa bisa membentuk karakter? karakter adalah perilaku alami yang berasal dari perfleksian jiwa (bawah sadar) dan karakter merupakan hasil dari budaya, sedangkan budaya sendiri terlahir salah satunya karena adanya tingkah laku ‘pembiasaan’. Sehingga tidaklah salah apabila bulan Ramadan disebut sebagai bulan pelatihan (training) bagi umat Islam, dengan kata lain bulan Ramadan adalah Madrasah (sekolah) untuk pembentukan karakter manusia.
  • 12.