Sistem Manajemen
Maintenance
Presentasi by : Alfat Subekti
PT. BAMA PRIMA TEXTILE PEKALONGAN
Pembukaan
Yang dimaksud dengan manajemen
maintenance modern bukan memperbaiki
mesin rusak secara cepat.
Manajemen maintenance modern bertujuan
untuk menjaga mesin berjalan dengan
kapasitas tinggi,kualitas terjamin, dan dengan
biaya rendah
• Dalam usaha untuk mempertahankan mutu dan
meningkatkan produktifitas, salah satu faktor yang harus
diperhatikan adalah masalah perawatan (maintenance)
fasilitas produksi. Fasilitas produksi disini berupa
komponen mesin yang harus dipertahankan agar
kondisinya sama dengan ketika masih baru, atau
setidaknya berada dalam kondisi yang wajar untuk
melakukan operasi. Mesin merupakan komponen utama
dalam proses produksi. Apabila suatu mesin mengalami
kerusakan/breakdown, maka proses produksi juga akan
terpengaruh, dan akan berakibat pada gagalnya
menghasilkan produk. Paling fatal adalah jika mesin tidak
bisa berfungsi, maka proses produksi tidak akan bisa
berjalan.
• Oleh karena itu, untuk mendapatkan
mesin yang dapat terjaga
keterhandalannya dibutuhkan suatu
konsep yang baik.
• Total Productive Maintenance (TPM)
merupakan sebuah konsep yang baik
untuk merealisasikan hal tersebut.
Dikarenakan konsep tersebut selain
melibatkan semua personil dalam
perusahaan juga bertujuan untuk merawat
semua fasilitas produksi/ performance
maintenance yang dimiliki perusahaan.
Total Productive Maintenance
mempunyai tiga pengertian yang dikaitkan
pada tiga hal penting dari TPM :
a. Total Effectiveness, menunjukkan
bahwa TPM bertujuan untuk efisiensi
ekonomi - efektifitas dari peralatan/mesin
secara keseluruhan- dan mencapai
keuntungan.
b. Total Participation, semua orang ikut
terlibat, bertanggung jawab dan menjaga
semua fasilitas yang ada dalam
pelaksanaan TPM (dari operator sampai
top management).
c. Total Maintenance System,
pelaksanaan perawatan dan peningkatan
efektifitas dari fasiitas dan kesatuan
operasi produksi. Meliputi maintenance
prevention, maintainability improvement,
dan preventive maintenance.
Sasaran TPM adalah Zero ABCD, yaitu antara lain :
1. Accident, yang artinya dengan penerapan TPM
yang baik maka diharapkan dapat meminimalisasi
adanya kecelakaan kerja.
2. Breakdown, artinya TPM mempunyai sasaran agar
tidak terjadi adanya kerusakan (breakdown), sebab
dengan adanya breakdown dapat mengganggu
aktivitas proses produksi.
3. Crisis, yaitu TPM bertujuan untuk mengurangi
semua krisis yang terjadi yang jelas-jelas sangat
merugikan perusahaan.
4. Defect, artinya TPM juga mempunyai sasaran untuk
mengurangi atau bahkan menghilangkan segala cacat
produk yang terjadi sehingga produk yang dinikmati
oleh konsumen sangat terjamin kualitasnya.
TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)
Performance maintenance terdiri dari 3 bagian :
1. Reliability adalah kemungkinan (probabilitas) dimana
peralatan dapat beroperasi dibawah keadaan normal
dengan baik. Mean Time Between Failure (MTBF)
adalah rata – rata waktu suatu mesin dapat dioperasikan
sebelum terjadinya kerusakan. MTBF ini dirumuskan
sebagai hasil bagi dari total waktu pengoperasian mesin
dibagi dengan jumlah/frekuensi kegagalan pengoperasian
mesin karena breakdown. Hasil perhitungannya dapat
dilihat pada tabel dibawah ini :
Total Operation Time
MTBF = ---------------------------------
Frekuensi Breakdown
2. Maintainability adalah suatu usaha dan biaya untuk
melakukan perawatan (pemeliharaan). Suatu pengukuran
dari maintainability adalah Mean Time To Repair
(MTTR), tingginya MTTR mengindikasikan rendahnya
maintainability. Dimana MTTR merupakan indikator
kemampuan (skill) dari operator maintenance mesin
dalam menangani atau mengatasi setiap masalah
kerusakan.
Breakdown Time
MTTR = ----------------------------
Frequensi Breakdown
Dimana Breakdown Time adalah termasuk waktu
menunggu untuk repair, waktu yang terbuang untuk
melakukan repair, waktu yang terbuang untuk melakukan
pengetesan dan mendapatkan peralatan yang siap untuk
mulai beroperasi.
3. Availability adalah proporsi dari waktu
peralatan/mesin yang sebenarnya tersedia untuk
melakukan suatu pekerjaan dengan waktu yang
ditargetkan seharusnya tersedia untuk melakukan
suatu pekerjaan. Atau dengan definisi lain bahwa
availability adalah ratio untuk melihat line stop
ditinjau dari aspek breakdown saja. Satu pengukuran
dari availability (A) adalah :
Total Operational Time
A = ------------------------------ x 100 %
Loading Time
Klasifikasi maintenance dibagi
menjadi 3 bagian:
1.Corrective maintenance (repair)
Meliputi semua kegiatan untuk memperbaiki(repair) sebuah
kerusakan pada mesin
2. Preventive maintenance (PM)
Semua pekerjaan perawatan yang terencana untuk
mencegah kerusakan mesin sebelum terjadi
breakdown / interupsi di produksi
3. Improvement maintenance
(workshop)
Modifikasi mesin sehingga kondisinya meningkat.
Improvement maintenance meliputi pekerjaan yang hanya
dilakukan sekali. Tujuan dari improvement maintenance
adalah untuk menghilangkan kemungkinan penyebab rusak,
sehingga kerusakan tersebut tidak terulang lagi.
Corrective
Maintenance
Tidak Terencana Terencana
• Breakdown (mesin tdk dapat
digunakan / downtime)
• Perbaikan darurat
• Mendesak
• Kemungkinan parts tidak
tersedia
• Tidak dapat dikendalikan
• Biaya tinggi (lembur, urgent
• request parts, dll)
• Anda dikendalikan oleh mesin
• Terencana
• Dipersiapkan dengan baik
• Parts sudah dipersiapkan
• Dapat dikendalikan
• Biaya rendah
• Anda mengendalikan mesin
Bagaimana caranya supaya repair tak
terencana menjadi terencana?
Salah satu tujuan pekerjaan maintenance
adalah untuk menjadikannya terencana
Dengan begitu akan menurunkan downtime
mesin dan menurunkan biaya langsung
maintenance serta keuntungan lainnya.
Beban kerja divisi repair akan turun secara
instan dan kualitas pekerjaan meningkat
Gunakan Condition Based Monitoring dan
Fixed Time Maintenance
Preventive
Maintenance
Tidak Langsung
(Condition
Based
Maintenance)
Langsung
(Fixed Time
Maintenance)
• Deteksi awal kerusakan mesin
• Suara abnormal mesin
• Motor trip (overcurrent), dll
• Terjadwal dan rutin
• Pembersihan
• Pelumasan
• Penggantian parts rutin, dll
Fixed Time Maintenance (1)
Dengan maintenance terjadwal, terjadi evolusi
pekerjaan dari Reaktif ke Proaktif. Termasuk
staff maintenance terlatih membantu untuk
mengajari operator untuk
merawat/menggunakan mesin dengan baik.
Tujuan:
– Menjaga tingkat ketersediaan mesin
– Optimum maintenance cost
– Mengurangi inventori spareparts
– Menjaga kapasitas optimum mesin
Fixed Time Maintenance (2)
Steps :
•Evaluasi mesin dan pencatatan kondisi saat ini
•Perbaiki kerusakan/kekurangan mesin
•Bangun sistem manajemen informasi kondisi mesin
•Persiapkan rencana kerja rutin, tentukan mesin, parts,
dan pelaksana
•Bangun kemampuan untuk prediksi gejala awal
•kerusakan mesin (abnormal sound, vibration, trip,
temperatur motor, dll)
•Evaluasi maintenance terjadwal
THE BASIC MAINTENANCE CYCLE
PLANNING
RECORDING
ANALYSIS PERFORMANCE
Preventive Maintenance
Langkah kerja Preventive Maintenance:
Rencana kerja harian, mingguan, dan
bulanan, meliputi: pelumasan,
pembersihan, penggantian parts, dll
Rencana kebutuhan consumable goods
(misal: grease) dan parts pengganti
(misal:bearing)
Secara umum, fungsi dasar yang wajib dimiliki
oleh Maintenance Management System adalah:
1.Preventive maintenance
2.Pendataan kondisi mesin dan catatan kerusakan
(historical record)
3.Inventory and spare parts control system,
Purchasing system
4.Penyimpanan dokumen/arsip
5.Perencanaan untuk perawatan dan perintah kerja
rutin
6.Analisis teknis/ekonomis untuk riwayat pabrik,
7.maintenance dan ketersediaan mesin
Produksi maintenant

Produksi maintenant

  • 1.
    Sistem Manajemen Maintenance Presentasi by: Alfat Subekti PT. BAMA PRIMA TEXTILE PEKALONGAN
  • 2.
    Pembukaan Yang dimaksud denganmanajemen maintenance modern bukan memperbaiki mesin rusak secara cepat. Manajemen maintenance modern bertujuan untuk menjaga mesin berjalan dengan kapasitas tinggi,kualitas terjamin, dan dengan biaya rendah
  • 3.
    • Dalam usahauntuk mempertahankan mutu dan meningkatkan produktifitas, salah satu faktor yang harus diperhatikan adalah masalah perawatan (maintenance) fasilitas produksi. Fasilitas produksi disini berupa komponen mesin yang harus dipertahankan agar kondisinya sama dengan ketika masih baru, atau setidaknya berada dalam kondisi yang wajar untuk melakukan operasi. Mesin merupakan komponen utama dalam proses produksi. Apabila suatu mesin mengalami kerusakan/breakdown, maka proses produksi juga akan terpengaruh, dan akan berakibat pada gagalnya menghasilkan produk. Paling fatal adalah jika mesin tidak bisa berfungsi, maka proses produksi tidak akan bisa berjalan.
  • 4.
    • Oleh karenaitu, untuk mendapatkan mesin yang dapat terjaga keterhandalannya dibutuhkan suatu konsep yang baik. • Total Productive Maintenance (TPM) merupakan sebuah konsep yang baik untuk merealisasikan hal tersebut. Dikarenakan konsep tersebut selain melibatkan semua personil dalam perusahaan juga bertujuan untuk merawat semua fasilitas produksi/ performance maintenance yang dimiliki perusahaan.
  • 5.
    Total Productive Maintenance mempunyaitiga pengertian yang dikaitkan pada tiga hal penting dari TPM : a. Total Effectiveness, menunjukkan bahwa TPM bertujuan untuk efisiensi ekonomi - efektifitas dari peralatan/mesin secara keseluruhan- dan mencapai keuntungan. b. Total Participation, semua orang ikut terlibat, bertanggung jawab dan menjaga semua fasilitas yang ada dalam pelaksanaan TPM (dari operator sampai top management). c. Total Maintenance System, pelaksanaan perawatan dan peningkatan efektifitas dari fasiitas dan kesatuan operasi produksi. Meliputi maintenance prevention, maintainability improvement, dan preventive maintenance.
  • 6.
    Sasaran TPM adalahZero ABCD, yaitu antara lain : 1. Accident, yang artinya dengan penerapan TPM yang baik maka diharapkan dapat meminimalisasi adanya kecelakaan kerja. 2. Breakdown, artinya TPM mempunyai sasaran agar tidak terjadi adanya kerusakan (breakdown), sebab dengan adanya breakdown dapat mengganggu aktivitas proses produksi. 3. Crisis, yaitu TPM bertujuan untuk mengurangi semua krisis yang terjadi yang jelas-jelas sangat merugikan perusahaan. 4. Defect, artinya TPM juga mempunyai sasaran untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan segala cacat produk yang terjadi sehingga produk yang dinikmati oleh konsumen sangat terjamin kualitasnya. TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)
  • 7.
    Performance maintenance terdiridari 3 bagian : 1. Reliability adalah kemungkinan (probabilitas) dimana peralatan dapat beroperasi dibawah keadaan normal dengan baik. Mean Time Between Failure (MTBF) adalah rata – rata waktu suatu mesin dapat dioperasikan sebelum terjadinya kerusakan. MTBF ini dirumuskan sebagai hasil bagi dari total waktu pengoperasian mesin dibagi dengan jumlah/frekuensi kegagalan pengoperasian mesin karena breakdown. Hasil perhitungannya dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Total Operation Time MTBF = --------------------------------- Frekuensi Breakdown
  • 8.
    2. Maintainability adalahsuatu usaha dan biaya untuk melakukan perawatan (pemeliharaan). Suatu pengukuran dari maintainability adalah Mean Time To Repair (MTTR), tingginya MTTR mengindikasikan rendahnya maintainability. Dimana MTTR merupakan indikator kemampuan (skill) dari operator maintenance mesin dalam menangani atau mengatasi setiap masalah kerusakan. Breakdown Time MTTR = ---------------------------- Frequensi Breakdown Dimana Breakdown Time adalah termasuk waktu menunggu untuk repair, waktu yang terbuang untuk melakukan repair, waktu yang terbuang untuk melakukan pengetesan dan mendapatkan peralatan yang siap untuk mulai beroperasi.
  • 9.
    3. Availability adalahproporsi dari waktu peralatan/mesin yang sebenarnya tersedia untuk melakukan suatu pekerjaan dengan waktu yang ditargetkan seharusnya tersedia untuk melakukan suatu pekerjaan. Atau dengan definisi lain bahwa availability adalah ratio untuk melihat line stop ditinjau dari aspek breakdown saja. Satu pengukuran dari availability (A) adalah : Total Operational Time A = ------------------------------ x 100 % Loading Time
  • 10.
    Klasifikasi maintenance dibagi menjadi3 bagian: 1.Corrective maintenance (repair) Meliputi semua kegiatan untuk memperbaiki(repair) sebuah kerusakan pada mesin 2. Preventive maintenance (PM) Semua pekerjaan perawatan yang terencana untuk mencegah kerusakan mesin sebelum terjadi breakdown / interupsi di produksi 3. Improvement maintenance (workshop) Modifikasi mesin sehingga kondisinya meningkat. Improvement maintenance meliputi pekerjaan yang hanya dilakukan sekali. Tujuan dari improvement maintenance adalah untuk menghilangkan kemungkinan penyebab rusak, sehingga kerusakan tersebut tidak terulang lagi.
  • 11.
    Corrective Maintenance Tidak Terencana Terencana •Breakdown (mesin tdk dapat digunakan / downtime) • Perbaikan darurat • Mendesak • Kemungkinan parts tidak tersedia • Tidak dapat dikendalikan • Biaya tinggi (lembur, urgent • request parts, dll) • Anda dikendalikan oleh mesin • Terencana • Dipersiapkan dengan baik • Parts sudah dipersiapkan • Dapat dikendalikan • Biaya rendah • Anda mengendalikan mesin
  • 12.
    Bagaimana caranya supayarepair tak terencana menjadi terencana? Salah satu tujuan pekerjaan maintenance adalah untuk menjadikannya terencana Dengan begitu akan menurunkan downtime mesin dan menurunkan biaya langsung maintenance serta keuntungan lainnya. Beban kerja divisi repair akan turun secara instan dan kualitas pekerjaan meningkat Gunakan Condition Based Monitoring dan Fixed Time Maintenance
  • 13.
    Preventive Maintenance Tidak Langsung (Condition Based Maintenance) Langsung (Fixed Time Maintenance) •Deteksi awal kerusakan mesin • Suara abnormal mesin • Motor trip (overcurrent), dll • Terjadwal dan rutin • Pembersihan • Pelumasan • Penggantian parts rutin, dll
  • 14.
    Fixed Time Maintenance(1) Dengan maintenance terjadwal, terjadi evolusi pekerjaan dari Reaktif ke Proaktif. Termasuk staff maintenance terlatih membantu untuk mengajari operator untuk merawat/menggunakan mesin dengan baik. Tujuan: – Menjaga tingkat ketersediaan mesin – Optimum maintenance cost – Mengurangi inventori spareparts – Menjaga kapasitas optimum mesin
  • 15.
    Fixed Time Maintenance(2) Steps : •Evaluasi mesin dan pencatatan kondisi saat ini •Perbaiki kerusakan/kekurangan mesin •Bangun sistem manajemen informasi kondisi mesin •Persiapkan rencana kerja rutin, tentukan mesin, parts, dan pelaksana •Bangun kemampuan untuk prediksi gejala awal •kerusakan mesin (abnormal sound, vibration, trip, temperatur motor, dll) •Evaluasi maintenance terjadwal
  • 16.
    THE BASIC MAINTENANCECYCLE PLANNING RECORDING ANALYSIS PERFORMANCE
  • 17.
    Preventive Maintenance Langkah kerjaPreventive Maintenance: Rencana kerja harian, mingguan, dan bulanan, meliputi: pelumasan, pembersihan, penggantian parts, dll Rencana kebutuhan consumable goods (misal: grease) dan parts pengganti (misal:bearing)
  • 18.
    Secara umum, fungsidasar yang wajib dimiliki oleh Maintenance Management System adalah: 1.Preventive maintenance 2.Pendataan kondisi mesin dan catatan kerusakan (historical record) 3.Inventory and spare parts control system, Purchasing system 4.Penyimpanan dokumen/arsip 5.Perencanaan untuk perawatan dan perintah kerja rutin 6.Analisis teknis/ekonomis untuk riwayat pabrik, 7.maintenance dan ketersediaan mesin