PRIMARY ANGLE CLOSUREGLAUCOMA
(PACG)
MUHAMMAD EZYRA WIDYA AQSHAL
Pembimbing :
dr. Vera Maulinda, Sp.M
Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Mata
Universitas Malikussaleh
RSUD Dr. Fauziah Bireuen
Tahun 2025
2.
PENDAHULUAN
Forrester JV, DickAD, McMenamin PG, Roberts F, Pearlman E. Biochemistry and Physiology. The Eye - Basic Science in Practice. Edisi ke-4: Elsevier; 2016. hlm. 228- 40
Kebutaan Glaukoma
Permanen
Deteksi Dini
Pencegahan
Mata
3.
• Glaukoma (7.7juta),
• Kelainan refraksi yang tidak dikoreksi (88.4 juta),
• Age-related macular degeneration (AMD) (8 juta),
• Diabetic retinopathy (3.9 juta)
Pendahuluan
WHO. 2022.Blindness and vision impairment. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/blindness-and-visual-impairment
Setidaknya 2,2 Miliar manusia mengalami gangguan penglihatan
Penyebab Gangguan Penglihatan hingga Kebutaan terbanyak di Dunia
• Katarak (94 juta)
4.
Pendahuluan
GLAUKOMA
merupakan suatu kumpulangejala yang mempunyai karakteristik neuropati optik yang bersifat
progresif, yang menyebabkan pencekungan diskus optikus dengan penurunan fungsi lapangan
pandang, dengan faktor risiko utamanya peningkatan tekanan intraokuler.
Istilah ‘sudut tertutup’ mengacu pada oklusi jaringan trabekular oleh iris perifer
(kontak iridotrabekular – ITC), yang menghalangi aliran keluar akuos.
Sudut tertutup dapat bersifat primer, ketika terjadi pada mata yang memiliki
kecenderungan anatomi, atau sekunder akibat faktor okular atau sistemik
lainnya.
• SUDUT TERTUTUP
• SUDUT TERBUKA
5.
FAKTOR RESIKO
FAKTOR DEMOGRAFI
a)Usia (>60 tahun).
b) Jenis kelamin perempuan.
c) Asal etnis
d) Riwayat keluarga (terutama kerabat tingkat pertama, karena ciri
anatomi mata diwariskan).
FAKTOR ANATOMI
• Kedalaman bilik mata depan yang dangkal, terutama di bagian perifer.
• Lensa tebal/berposisi anterior/lengkung anterior meningkat.
• Panjang aksial pendek.
• Diameter kecil/lengkung kornea meningkat.
• Ciri tomografi koherensi optik segmen anterior yang baru.
• Karakteristik sudut bilik mata depan:
• Area ruang trabekular-iris yang lebih kecil.
• Kedalaman bilik mata depan yang lebih kecil.
• Kubah lensa yang meningkat.
• Karakteristik iris:
• Lengkung iris yang lebih kecil.
• Ketebalan iris meningkat.
KLASIFIKASI
BERDASARKAN PRESENTASI KLINISDAN SIMPTOMATOLOGI
AKUT
SUBAKUT/INTERMITTEN
KRONIS
Terjadi peningkatan tekanan intraokular (TIO) secara tiba-tiba akibat
penutupan total sudut bilik anterior.
Disertai gejala seperti nyeri mata hebat (biasanya unilateral), mata merah,
penglihatan kabur, melihat halo di sekitar cahaya, sakit kepala (frontal
ipsilateral), mual, dan muntah.
Sudut bilik anterior yang tampak terbuka tetapi sempit, dengan
kemungkinan mengalami penutupan dalam kondisi tertentu.
Tidak bergejala, tetapi PAS sering ditemukan saat pemeriksaan
gonioskopi.
Episode peningkatan TIO secara tiba-tiba yang dapat mereda dengan sendirinya,
sehingga gejala ringan atau bahkan tidak ada.
Peningkatan TIO yang bersifat subakut ini dapat terjadi secara berulang, sehingga
disebut sebagai glaukoma sudut-tertutup intermiten.
Episode intermiten ini dapat menyebabkan pembentukan peripheral anterior
synechiae (PAS) secara progresif.
Peningkatan TIO kronis yang disebabkan oleh adanya PAS yang secara
permanen menutup sudut bilik anterior.
Biasanya tidak menimbulkan gejala.
Creeping angle closure mengacu pada penutupan sudut secara bertahap,
di mana akar iris perlahan-lahan terdorong atau merayap ke dalam sudut
sempit hingga akhirnya menutup jalur aliran keluar humor aqueus secara
bertahap.
KRONIS
9.
KLASIFIKASI
Klasifikasi Berdasarkan TingkatAnatomi Obstruksi Aliran Akuos (Patofisiologi Glaukoma Sudut Tertutup)
BLOK PUPIL
Mekanisme blok/sudut berkerumun nonpupiler—misalnya,
gulungan iris perifer tebal
Konfigurasi iris (rotasi ke depan badan siliaris atau posisi
anterior prosesus siliaris)
10.
KLASIFIKASI
Klasifikasi Berdasarkan TingkatAnatomi Obstruksi Aliran Akuos (Patofisiologi Glaukoma Sudut Tertutup)
Glaukoma fakotopik (lensa yang terletak di anterior)
Lensa yang mengalami subluksasi (misalnya, sindrom pseudo-eksfoliasi, traumatis)
Glaukoma fakomorfik (lensa tebal)
Malignant Glaukoma
11.
KLASIFIKASI
BERDASARKAN RIWAYAT ALAMIAH
PrimaryAngle Closure Suspect (PACS)
Primary Angle Closure (PAC )
Primary Angle-Closure Glaucoma (PACG)
• Mata yang memiliki kontak appositional antara iris perifer dan anyaman trabekular posterior atau dianggap mungkin, tanpa adanya peningkatan TIO, PAS,
perubahan diskus, atau VF.
• Secara epidemiologis, ini didefinisikan sebagai sudut di mana 180–270° anyaman trabekular posterior tidak dapat dilihat secara gonioskopi.
• PACS dengan peningkatan TIO dan/atau PAS primer secara statistik, tanpa perubahan diskus atau VF.
• PAC dengan neuropati optik glaukoma dan kehilangan VF yang sesuai.
12.
TANDA DAN GEJALA
Suduttertutup primer akut (APAC), sebelumnya disebut
‘glaukoma akut’
- VA biasanya 6/60 hingga HM.
- TIO biasanya sangat tinggi (50–80 mmHg).
- Hiperemia konjungtiva dengan injeksi sirkumkornea
berwarna ungu.
- Edema epitel kornea (Gambar A).
- AC dangkal dan biasanya terdapat flare aqueous.
- Pupil oval vertikal yang melebar di tengah yang tidak
reaktif merupakan ciri khas (Gambar B).
Chowdhury S, Chakraborty P pratim. Glaucoma Blindness–A Rapidly Emerging Non Communicable Ocular Disease in India: Addressing the Issue with Advocacy. J Fam Med Prim Care. 2017;6(2):169–70.
‑
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Lampu celahbiomikroskop (Slit lamp
biomicroscopy)
Pada pemeriksaan slit lamp akan ditemukan :
• Kongesti pembuluh darah konjungtiva dan episkleral. Injeksi konjungtiva dimulai di sekitar
limbus (injeksi silier) yang berhubungan dengan kongesti dari badan silier .
• Selain itu, didapatkan juga kongesti dari vena. Gejala lain yang sering ditemukan adalah epifora
(mata tampak berair) dan edema kornea terutama lapisan epitel
16.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Anterior SegmentOptical Coher ence
Tomography (ASOCT) Optical
• ASOCT diketahui sangat sensitif dalam mendeteksi penutupan sudut bila dibandingkan dengan
gonioskopi.
• Lebih banyak orang yang ditemukan memiliki sudut tertutup dengan pemeriksaan ASOCT dibandingkan
dengan gonioskopi.
• Evaluasi penyebab struktural dari sudut tertutup seperti sindroma plateau iris, glaukoma malignan, dan
blok pupil dapat dilakukan
17.
Medikamentos
a
Operatif
Modifikasi gaya
hidup
T
A
T
A
L
A
K
S
ANA Target= menurunkan tekanan intraokular
- Beta bloker (timolol maleat 0.5%) 2 x 1 tetes
- Penghambat karbonik anhidrase topikal
(Dorzolamide/Brinzolamide) 3 x 1 tetes
- Prostaglandinanalog (latanoprost/travoprost/tafluprost) 1 x 1
tetes
- Alfa adrenergic (brimonidine) 3 x 1 tetes jdih.kemkes.go.id
- 24 –
- Penghambat karbonik anhidrase oral 3 x 250 mg
TATALAKSANA
LASER IRIDECTOMY
Indikasi
• Sudutmasih dapat tertutup setelah iridektomi laser (misalnya,
iris plateau)
• Pada sudut tertutup akut, untuk membantu menghentikan
serangan ketika terapi medis gagal atau dikontraindikasikan
• Untuk memfasilitasi akses ke anyaman trabekular untuk
trabekloplasti laser
PROSEDUR
1. Sebelum laser:
• Seperti untuk iridektomi laser
2. Laser:
Lensa tiga cermin Abraham/Wise/Goldmann
Bidik iris sedapat mungkin di bagian perifer, di luar arkus kornea
Hijau argon atau biru-hijau, atau dioda 200–500 mW, 100–500 µm ukuran titik,
0,2–0,5 detik, satu baris dengan 6–10 luka bakar per kuadran selama 180–360°
Titik akhir—kontraksi stroma iris disertai dengan pendalaman ruang anterior
perifer progresif dengan peningkatan jumlah luka bakar
3. Setelah laser:
Sama seperti iridektomi laser. Kortikosteroid topikal
empat kali/hari selama 7 hari.
PRO
GNO
S
IS
Dari kasus-kasus yangdisertai sudut tertutup primer akut (PAC),
• 42%–72% dapat diobati dengan memuaskan dengan iridektomi laser saja dan
• 60%–75% dari pasien tersebut pulih tanpa kerusakan diskus optikus atau lapang
pandang, jika TIO segera dan terkontrol secara memadai
• Tanpa pengobatan, glaukoma sudut tertutup dapat berkembang secara perlahan
menjadi glaukoma absolut sehingga akhirnya menimbulkan kebutaan total.
22.
Kesimpulan
Primary Angle ClosureGlaucoma adalah kondisi oftalmologis
yang serius dan berpotensi menyebabkan kebutaan jika tidak
ditangani dengan baik
Semakin cepat dan tepat penanganan yang diberikan maka
prognosis pasien semakin baik