ASUHAN KEPERAWATAN
PERDARAHAN MASA NIFAS
KLP
VIII
KONSEP
MEDIS
Perdarahan pasca
persalinan adalah
kehilangan darah melebihi
500 ml yang terjadi
setelah bayi lahir. (kapita
selekta, 2001)
D
E
F
I
N
I
S
I
Etiologi perdarahan pasca
persalinan ialah atonia
uteri, retensio plasenta, trauma
jalan lahir, inversio uteri, ruptur
uteri dan gangguan sistem
pembekuan darah. Faktor
predisposisi yang harus
dipertimbangkan ialah riwayat
perdarahan pasca persalinan
sebelumnya, multipara, perdarah
an antepartum dan partus lama.
E
T
I
O
L
O
G
I
Pada dasarnya perdarahan terjadi karena
pembuluh darah didalam uterus masih terbuka.
Pelepasan plasenta memutuskan pembuluh darah
dalam stratum spongiosum sehingga sinus-sinus
maternalis ditempat insersinya plasenta terbuka.
Pada waktu uterus berkontraksi, pembuluh
darah yang terbuka tersebut akan menutup,
kemudian pembuluh darah tersumbat oleh bekuan
darah sehingga perdarahan akan terhenti. Adanya
gangguan retraksi dan kontraksi otot uterus, akan
menghambat penutupan pembuluh darah dan
menyebabkan perdarahan yang banyak. Keadaan
demikian menjadi faktor utama penyebab
perdarahan paska persalinan. Perlukaan yang luas
akan menambah perdarahan seperti robekan
servix, vagina dan perinium.
Gejala Klinis umum yang terjadi
adalah:
 kehilangan darah dalam jumlah
yang banyak (> 500 ml)
nadi lemah, ekstremitas dingin
Pucat, mual
lochea berwarna merah
Haus
pusing, gelisah, letih
dapat terjadi syok hipovolemik,
tekanan darah rendah,
KOMPLIKASI
Komplikasi yang
disebabkan oleh
perdarahan masa
nifas adalah :
a. Syok hemorragic
b.Anemia
c. Sindrom Sheehan
(neksrosis hipofisis
pars anterior)
PENATALAKSANAAN
a. Pada retensio plasenta, bila
plasenta belum lahir dalam 30
menit, lahirkan plasenta
dengan manual.
b. Pada trauma jalan lahir, segera
lakukan reparasi.
c. Pada atonia uteri, lakukan
masase uterus dan
penyuntikan 0,2 mg
ergomentrin intravena atau
prostaglandin parenteral.
d. Bila disebabkan gangguan
pembekuan darah, berikan
transfusi plasma segar.
KONSEP
ASUHAN
KEPERAWATAN
Pola pengkajian kesehatan menurut (Dongoes dan Marilyn E,2001) Sebagai
berikut :
1. Aktivitas istirahat : Insomia mungkin teramat, kelelahan.
2. Sirkulasi : Kehilangan darah selama proses post portum
3. Eliminasi : BAK tidak teratur sampai hari ke 2 dan ke 5
4. Makan dan cairan : Kehilangan nafsu makan mungkin dikeluhkan kira-kira
sampai hari ke 5
5. Persepsi sensori : Tidak ada gerakan dan sensori
LANJUTAN....
6. Persepsi sensori : Tidak ada gerakan dan sensori
7. Nyeri dan ketidaknyamanan : Nyeri tekan payudara dan pembesaran
dapat terjadi diantara hari ke 3 sampai hari ke 5 post partum.
8. Seksualitas :
• Uterus diatas umbilikus pada 12 jam setelah kelahiran menurun satu jari setiap harinya.
• Lochea rubra berlanjut sampai hari ke 2
• Payudara produksi kolostrum 24 jam pertama
9. Pengkajian Psikologis
• Apakah pasien dalam keadaan stabil
• Apakah pasien cemas sebelum persalinan dan masa penyembuhan
10. Data pemeriksaan Penunjang, meliputi : pemeriksaan hemoglobin dan
hematokrit darah, leukosit.
DIAGNOSA
KEPERAWATAN
Rumusan diagnosa keperawatan menurut
North American Nursing Dianosa
Association (2005) adalah sebagai berikut :
1. Defisit volume cairan b/d kehilangan aktif
volume cairan
2. Nyeri akut b/d agen injuri fisik
3. Resiko infeksi b/d prosedur invasif
4. Cemas atau ketakutan b/d krisis
situasional
DX.
I
Defisit volume cairan b/d kehilangan aktif volume cairan
Tujuan : Tidak terjadi perdarahan
Kriteria hasil :
 Perdarahan berhenti
Hb diatas normal
Tanda vital diatas normal
Rencana tindakan keperawatan
1. Monitor jumlah pendarahan pasien
2. Tidurkan pasien dengan posisi kaki lebih tinggi sedang
badanya tetap terlentang.
3. Monitor tanda vital
4. Lakukan message uterus dengan satu tangan serta tangan
lainnya diletakkan diatas simpisis.
5. Kolaborasi dengan tim medis dengan dalam pemberian:
Berikan infus atau cairan intravena
Berikan anti perdarahan
Berikan tranfusi whole blood (bila perlu)
Nyeri akut berhubungan dengan agen injuri fisik (luka
jahitan perineum)
Tujuan : Nyeri hilang atau berkurang
Kriteria hasil :
Skala nyeri berkurang atau hilang
Pasien tampak tenang
Rencana tindakan keperawatan:
1. Kaji nyeri setiap 6 jam, baik skala, intensitas, lokasi,
frekuensi
Rasional : Untuk mengetahui derajat dan tingkat nyeri yang
dialami dan untuk dapat melakukan intervensi selanjutnya.
2. Ajarkan teknik relaksasi
Rasional : untuk mengalihkan perhatian pasien dari nyerinya.
3. Kaji tanda vital
Rasional : Mengetahui keadaan umum klien.
4. Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian analgetik
Rasional : mengurangi rasa nyeri.
DX
II
Resiko infeksi sehubungan dengan prosedur invasif
Tujuan : Tidak terjadi infeksi
Kriteria hasil :
Lochea tidak berbau
Tanda vital dalam batas vital
Rencana tindakan keperawatan:
1. Catat perubahan tanda vital
Rasional : Perubahan tanda vital (suhu) merupakan indikasi terjadinya
infeksi.
2. Monitor involusi uterus dan pengeluaran lochea
Rasional : infeksi uterus menghambat involusi dan terjadi pengeluaran
lochea yang berkepanjangan
3. Berikan perawatan perineal, dan pertahankan agar
pembalut Jangan sampai terlalu basah.
Rasional : pembalut yang terlalu basah bisa menyebabkan iritasi dan dapat
menjadi media untuk pertumbuhan bakteri, peningkatan resiko infeksi
4. Kolaborasi dengan tim medis dengan pemberian zat besi
dan antibiotika.
Rasional : Anemi memperberat keadaan dan antibiotika yang tepat
diperlukan untuk keadaan infeksi.
DX
III
Cemas berhubungan dengan krisis situasional
Tujuan : Cemas hilang atau berkurang
Kriteria hasil :
Klien dapat mengungkapkan secara verbal rasa
cemasnya
Pasien mengatakan perasaan cemas berkurang
atau hilang
Rencana tindakan keperawatan:
1. Kaji respon psikologis klien terhadap perdarahan paska
persalinan.
Rasional : Persepsi klien mempengaruhi intensitas cemasnya
2. Berikan informasi tentang perawatan dan pengobatan
Rasional : Informasi yang akurat dapat mengurangi cemas dan
takut yang tidak diketahui
3. Bantu klien mengidentifikasi rasa cemasnya
Rasional : Ungkapan perasaan dapat mengurangi rasa cemas
4. Kaji mekanisme koping yang digunakan klien
Rasional : cemas yang berkepanjangan dapat dicegah dengan
mekanisme koping yang tepat.
DX
IV
THANK
YOU....

Presentation perdarahan masa nifas

  • 1.
  • 2.
  • 3.
    Perdarahan pasca persalinan adalah kehilangandarah melebihi 500 ml yang terjadi setelah bayi lahir. (kapita selekta, 2001) D E F I N I S I
  • 4.
    Etiologi perdarahan pasca persalinanialah atonia uteri, retensio plasenta, trauma jalan lahir, inversio uteri, ruptur uteri dan gangguan sistem pembekuan darah. Faktor predisposisi yang harus dipertimbangkan ialah riwayat perdarahan pasca persalinan sebelumnya, multipara, perdarah an antepartum dan partus lama. E T I O L O G I
  • 5.
    Pada dasarnya perdarahanterjadi karena pembuluh darah didalam uterus masih terbuka. Pelepasan plasenta memutuskan pembuluh darah dalam stratum spongiosum sehingga sinus-sinus maternalis ditempat insersinya plasenta terbuka. Pada waktu uterus berkontraksi, pembuluh darah yang terbuka tersebut akan menutup, kemudian pembuluh darah tersumbat oleh bekuan darah sehingga perdarahan akan terhenti. Adanya gangguan retraksi dan kontraksi otot uterus, akan menghambat penutupan pembuluh darah dan menyebabkan perdarahan yang banyak. Keadaan demikian menjadi faktor utama penyebab perdarahan paska persalinan. Perlukaan yang luas akan menambah perdarahan seperti robekan servix, vagina dan perinium.
  • 6.
    Gejala Klinis umumyang terjadi adalah:  kehilangan darah dalam jumlah yang banyak (> 500 ml) nadi lemah, ekstremitas dingin Pucat, mual lochea berwarna merah Haus pusing, gelisah, letih dapat terjadi syok hipovolemik, tekanan darah rendah,
  • 7.
    KOMPLIKASI Komplikasi yang disebabkan oleh perdarahanmasa nifas adalah : a. Syok hemorragic b.Anemia c. Sindrom Sheehan (neksrosis hipofisis pars anterior) PENATALAKSANAAN a. Pada retensio plasenta, bila plasenta belum lahir dalam 30 menit, lahirkan plasenta dengan manual. b. Pada trauma jalan lahir, segera lakukan reparasi. c. Pada atonia uteri, lakukan masase uterus dan penyuntikan 0,2 mg ergomentrin intravena atau prostaglandin parenteral. d. Bila disebabkan gangguan pembekuan darah, berikan transfusi plasma segar.
  • 8.
  • 9.
    Pola pengkajian kesehatanmenurut (Dongoes dan Marilyn E,2001) Sebagai berikut : 1. Aktivitas istirahat : Insomia mungkin teramat, kelelahan. 2. Sirkulasi : Kehilangan darah selama proses post portum 3. Eliminasi : BAK tidak teratur sampai hari ke 2 dan ke 5 4. Makan dan cairan : Kehilangan nafsu makan mungkin dikeluhkan kira-kira sampai hari ke 5 5. Persepsi sensori : Tidak ada gerakan dan sensori
  • 10.
    LANJUTAN.... 6. Persepsi sensori: Tidak ada gerakan dan sensori 7. Nyeri dan ketidaknyamanan : Nyeri tekan payudara dan pembesaran dapat terjadi diantara hari ke 3 sampai hari ke 5 post partum. 8. Seksualitas : • Uterus diatas umbilikus pada 12 jam setelah kelahiran menurun satu jari setiap harinya. • Lochea rubra berlanjut sampai hari ke 2 • Payudara produksi kolostrum 24 jam pertama 9. Pengkajian Psikologis • Apakah pasien dalam keadaan stabil • Apakah pasien cemas sebelum persalinan dan masa penyembuhan 10. Data pemeriksaan Penunjang, meliputi : pemeriksaan hemoglobin dan hematokrit darah, leukosit.
  • 11.
    DIAGNOSA KEPERAWATAN Rumusan diagnosa keperawatanmenurut North American Nursing Dianosa Association (2005) adalah sebagai berikut : 1. Defisit volume cairan b/d kehilangan aktif volume cairan 2. Nyeri akut b/d agen injuri fisik 3. Resiko infeksi b/d prosedur invasif 4. Cemas atau ketakutan b/d krisis situasional
  • 12.
    DX. I Defisit volume cairanb/d kehilangan aktif volume cairan Tujuan : Tidak terjadi perdarahan Kriteria hasil :  Perdarahan berhenti Hb diatas normal Tanda vital diatas normal Rencana tindakan keperawatan 1. Monitor jumlah pendarahan pasien 2. Tidurkan pasien dengan posisi kaki lebih tinggi sedang badanya tetap terlentang. 3. Monitor tanda vital 4. Lakukan message uterus dengan satu tangan serta tangan lainnya diletakkan diatas simpisis. 5. Kolaborasi dengan tim medis dengan dalam pemberian: Berikan infus atau cairan intravena Berikan anti perdarahan Berikan tranfusi whole blood (bila perlu)
  • 13.
    Nyeri akut berhubungandengan agen injuri fisik (luka jahitan perineum) Tujuan : Nyeri hilang atau berkurang Kriteria hasil : Skala nyeri berkurang atau hilang Pasien tampak tenang Rencana tindakan keperawatan: 1. Kaji nyeri setiap 6 jam, baik skala, intensitas, lokasi, frekuensi Rasional : Untuk mengetahui derajat dan tingkat nyeri yang dialami dan untuk dapat melakukan intervensi selanjutnya. 2. Ajarkan teknik relaksasi Rasional : untuk mengalihkan perhatian pasien dari nyerinya. 3. Kaji tanda vital Rasional : Mengetahui keadaan umum klien. 4. Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian analgetik Rasional : mengurangi rasa nyeri. DX II
  • 14.
    Resiko infeksi sehubungandengan prosedur invasif Tujuan : Tidak terjadi infeksi Kriteria hasil : Lochea tidak berbau Tanda vital dalam batas vital Rencana tindakan keperawatan: 1. Catat perubahan tanda vital Rasional : Perubahan tanda vital (suhu) merupakan indikasi terjadinya infeksi. 2. Monitor involusi uterus dan pengeluaran lochea Rasional : infeksi uterus menghambat involusi dan terjadi pengeluaran lochea yang berkepanjangan 3. Berikan perawatan perineal, dan pertahankan agar pembalut Jangan sampai terlalu basah. Rasional : pembalut yang terlalu basah bisa menyebabkan iritasi dan dapat menjadi media untuk pertumbuhan bakteri, peningkatan resiko infeksi 4. Kolaborasi dengan tim medis dengan pemberian zat besi dan antibiotika. Rasional : Anemi memperberat keadaan dan antibiotika yang tepat diperlukan untuk keadaan infeksi. DX III
  • 15.
    Cemas berhubungan dengankrisis situasional Tujuan : Cemas hilang atau berkurang Kriteria hasil : Klien dapat mengungkapkan secara verbal rasa cemasnya Pasien mengatakan perasaan cemas berkurang atau hilang Rencana tindakan keperawatan: 1. Kaji respon psikologis klien terhadap perdarahan paska persalinan. Rasional : Persepsi klien mempengaruhi intensitas cemasnya 2. Berikan informasi tentang perawatan dan pengobatan Rasional : Informasi yang akurat dapat mengurangi cemas dan takut yang tidak diketahui 3. Bantu klien mengidentifikasi rasa cemasnya Rasional : Ungkapan perasaan dapat mengurangi rasa cemas 4. Kaji mekanisme koping yang digunakan klien Rasional : cemas yang berkepanjangan dapat dicegah dengan mekanisme koping yang tepat. DX IV
  • 16.