Kopling (clutch) terletak diantara mesin dan
transmisi, dan berfungsi untuk menghubungkan dan
melepaskan tenaga dari mesin ke transmisi melalui
kerja pedal selama perkaitan roda gigi.
 Harus dapat menghubungkan putaran
mesin ke transmisi dengan lembut.
 Harus dapat memindahkan tenaga mesin ke
transmisi tanpa slip.
 Harus dapat memutuskan hubungan dengan
sempurna dan cepat.
1.Clutch cover (Tutup Kopling)
Komponen ini terikat pada flywheel dan sebagai penutup kopling,
yang bersentuhan langsung dengan kampas kopling.
2. Clutch disc (Plat kopling)
Berfungsi untuk memindahkan tenaga dari mesin ke transmisi
dengan lembut tanpa terjadi slip.
3. Diaphragm Spring (Pegas diafragma)
Berfungsi menekan dan menarik presure plate pada clucth cover.
4. Release Bearing (Bantalan tekan)
Berfungsi menekan dan menarik diapragma spring pada clutch cover.
5. Release Fork (Tuas Pembebas)
Release fork memiliki fungsi yaitu menekan release bearing sehingga
release bearing akan menekan pegas diafragma / pegas coil.
 Tutup kopling (clutch cover)
 Plat kopling (clutch disc)
 Mekanisme Penggerak
Clutch cover tipe coil spring
Clutch cover tipe coil spring ini
banyak digunakan pada kendaraan niaga
berat.
Keuntungan :
• Penekanan terhadap plat kopling kuat
Kerugian :
• Tenaga untuk menekan plat kopling berat
• Konstruksinya rumit sehingga harganya
mahal
Clutch cover tipe Diaphragma
Keuntungan :
• Tenaga penekanan ringan
• Penekanan plat kopling lebih
merata
• Tenaga pegas tidak
berkurang oleh adanya gaya
sentrifugal
Kerugian :
• Penekanan terhadap
plat kopling lebih kecil
Fungsi :
• Facing bidang gesek untuk
meneruskan tenaga putar dari
mesin ke transmisi.
• Cushion plate untuk
memperlembut saat kopling
berhubungan.
• Torsion damper untuk
meredam kejutan saat kopling
berhubungan.
• Clutch hub berfungsi sebagai
tempat perkaitan unit plat
kopling dengan input shaft
transmisi.
• Paku Keling/Rivet berfungsi
untuk menyatukan kampas
kopling dan cushion plate serta
menyatukan cushion plate dan
disc.
Ditinjau dari sistem pengontrolannya:
 Kopling Mekanis ( mechanical clutch)
 Kopling hidraulis ( hydraulic clutch )
Pada tipe ini tenaga penginjakan pada pedal untuk
membebaskan kopling diteruskan ke release fork melalui kabel
pembebas (release cable).
Kelebihan:
• Murah
• mudah perawatannya
• Kontruksinya sederhana dan lain sebagainya.
Kekurangannya:
• kehilangan akibat gesekan relatif lebih besar dibandingkan
dengan yang hidraulis
• apabila jarang digunakan dan sudah berumur lama sering
macet dan juga seret.
Pengoperasian unit kopling
sistem mekanik menggunakan kabel
baja yang menghubungkan pedal
kopling dengan tuas pembebas
kopling.
Saat pedal kopling diinjak, maka
akan menarik kabel kopling yang
diteruskan dengan menggerakan tuas
pembebas ke arah menekan pegas
kopling. Sehingga plat kopling bebas
tak terjepit oleh plat tekan.
Saat pedal dilepas, maka pedal
kopling akan dikembalikan pada
posisi semula oleh pegas pengendali
pedal. Sementara tuas kopling akan
kembali pada posisi semula.
Pada tipe ini gerakan pedal kopling dirubah menjadi
tekanan hidraulis oleh master cylinder yang kemudian
diteruskan ke release fork melalui release cylinder.
Kelebihannya :
• Kehilangan tenaga akibat gesekan lebih kecil, sehingga
penekanan pedal kopling lebih ringan.
• Pemindahan tenaga pedal kopling lebih cepat sehingga kerja
kopling lebih baik
Kekurangannya :
• Konstruksinya lebih rumit
• Kerja kopling akan terganggu atau tidak akan baik apabila
terjadi kebocoran atau terdapat udara pada sistem kopling.
Pada saat pedal di injak, menyebabkan push rod bergerak terhadap piston
untuk menutup return port, minyak terhisap dari reservoir menuju ke relese
cylinder dan push rod pada release cylinder mendorong release fork sehingga
sistem kopling bekerja. Saat pedal dilepaskan menyebabkan pegas balik
mendorong piston kembali ke posisi semula, return port terbuka dan minyak
kembali lagi ke reservoir.
Sistem kopling jika ditinjau dari cara
pengoperasiannya:
1. Kopling Manual
2. Kopling Otomatis / sentrifugal
3. Torque Converter
Kopling manual itu adalah kopling yang
bekerjanya diatur oleh handle kopling atau tuas
kopling. Pembebasannya dilakukan dengan cara
menarik tuas kopling di batang kemudi sepeda motor
(biasanya ada di sebelah kiri). Komponen kopling
manual antara lain:
1.Mekanisme handel terdiri dari: handel, kabel
kopling, tuas atau batang dan pen pendorong
2.Mekanisme kopling terdiri dari: gigi primer
kopling, rumah atau clutch housing, plat gesek, plat
kopling, per, pengikat, kopling tengah, plat penekan,
klep penjamin dan batang pembebas (release rod).
Cara kerja kopling manual
Cara kerja koling mekanis adalah sebagai berikut, ketika
handel kopling atau tuas kopling pada batang kemudi bebas
(dalam posisi tidak ditarik) maka plat tekan dan plat gesek
dijepit piring penekan dengan bantuan dari pegas kopling,
sehingga tenaga putar dari poros engkol dapat diteruskan ke
roda belakang.
Ketika tuas kopling dilepas, putaran mesin
diteruskan dengan sempurna menuju
transmisi.
Sedangkan ketika tuas kopling ditekan
atau ditarik maka alat pembebas kopling
akan tertarik melalui kawat kopling. Alat
pembebas kopling ini kemudian akan
menekan batang tekan atau release rod
yang berada di dalam poros utama.
Batang tekan kemudian akan mendorong
piring penekan ke arah yang berlawanan
dengan gaya pegas kopling. Sehingga plat
gesek dan plat tekan akan terpisah saling
menjauh atau merenggang.
Kopling Otomatis (Kopling sentrifugal). Kopling otomatis ialah
kopling yang cara kerjanya diatur oleh tinggi rendahnya
putaran mesin itu sendiri. Kopling terhubung dan terputus
dengan menggunakan gaya centrifugal yang akibat putaran
crank shaft (sepatu bergerak kearah luar oleh gerakan
sentrifugal sehingga sepatu tersebut berhubungan langsung
dengan drum/rumah kopling). Saat kecepatan engine rendah,
kopling terputus. Sedangkan pada saat putaran mesin tinggi,
kopling terhubung secara otomatis.
• Cara kerja pada kopling otomatis
Kopling otomatis bekerja mengandalkan komponen kopling sentrifugal yang
bekerja mengikuti kecepatan putaran mesin. Pada saat putaran mesin rendah
(stasioner), gaya sentrifugal dan kampas kopling, pemberat menjadi kecil
sehingga sepatu kopling terlepas dari rumah kopling dan tertarik ke arah
poros engkol, akibatnya rumah kopling yang berkaitan dengan gigi pertama
penggerak menjadi bebas terhadap poros engkol. Saat putaran mesin
bertambah, gaya sentrifugal semakin besar sehingga mendorong kanvas
kopling mencapai rumah kopling di mana gayanya lebih besar dari gaya tarik
pengembali.
* Langkah kerja pada Kopling otomatis
adalah ketika perpindahan gigi, dengan menginjak tuas perseneling maka gigi
akan langsung dapat berpindah, karena terdapatnya kopling ganda, sehingga
begitu tuas perseneling di injak, maka kopling ganda menekan kampas
kopling yang terdapat pada gearbox.
Torque converter adalah suatu komponen
power train yang bekerjanya secara hidrolis. Prinsip
kerja dari torque converter adalah merubah tenaga
mekanis dari engine menjadi energi kinetis (oil flow)
dan merubahnya lagi menjadi tenaga mekanis pada
shaft output-nya.
Torque converter terdiri dari pump impeller,
turbine runner dan stator. Torque converter diisi
dengan ATF (Automatic Transmission Fluid) dan
momen mesin dipindahkan dengan adanya aliran
fluida.
Fungsi torque converter adalah sebagai
berikut:
 Sebagai kopling otomatis (automatic clutch) untuk
meneruskan engine torqueke input transmisi.
 Meningkatkan (multiflies) torque yang
dibangkitkan oleh engine.
 Meredam getaran puntir (torsional vibration)
dari engine dan drive train.
 Meratakan (smoothes) putaran engine.
Komponen Torque Converter
• Pump impeller berfungsi untuk
melemparkan fluida (ATF)
ke turbine runner agar turbine
runner ikut berputar.
• turbine runner berfungsi
untuk menerima lemparan fluida
dari pump impeller dan
menggerakkan input shaft
transmisi.
• Stator berfungsi untuk
mengarahkan fluida dari turbine
runner agar menabrak bagian
belakang vane pump impeller,
sehingga memberikan tambahan
tenaga pada pump impeller.
Cara Kerja
Putaran dari flywheel akan berhubungan langsung
dengan Pump Impeller, Putaran dari pump impeller akan
diteruskan ke Turbine Runner melalui Stator dengan media
ATF tadi. Sehingga putaran dari Turbine Runner-lah yang
menjadi input bagi transmisi.
1. Ketika kopling dilepas timbul getaran pada mobil.
Penyebab kemungkinan:
• Flywheel tidak rata
• Plat penekan tidak rata
• Dudukan flywheel agak kendor
2. Sewaktu pedal kopling ditekan timbul suara.
Penyebab kemungkinan:
• Release bearing kocak
3. Kopling tidak dapat memutus dengan baik.
Penyebab kemungkinan:
• Pedal tidak mempunyai jarak bebas yang terlalu besar
• Ujung pegas diafragma sudah aus
4. Kopling terjadi slip.
Penyebab kemungkinan:
• Pedal mempunyai gerak bebas tidak cukup
• Kampas kopling sudah aus
5. Pada mekanisme kopling penggerak hidrolik,
ketika pedal ditekan pedal terasa berdenyut.
Penyebab kemungkinan:
• Ada udara pada pada system hidrolik
• Release bearing kocak
• Flywheel tidak rata
• Plat penekan tidak rata
6. Kerja pedal kopling pada sistem penggerak
mekanis tidak lancar.
Penyebab kemungkinan:
• Kabel kawat kotor/berkarat
1. PERIKSA CLUTCH DISC atau KAMPAS KOPLING
Untuk mengukur tebal plat kopling, gunakan jangka sorong,
ukur kedalaman kepala kelingan dengan permukaan plat
kopling.
Spesifikasi kedalaman minimum rivet atau keling plat kopling
adalah 0.3 mm (0.012 in.)
2. PERIKSA CLUTCH COVER ASSEMBLY
Gunakan jangka sorong, ukur lebar dan kedalaman keausan
pegas diaphragma akibat bergesekan dengan release bearing.
Spesifikasi Maksimum:
A (Kedalaman): 0.5 mm (0.020 in.)
B (Lebar): 6.0 mm (0.236 in.)
4. PERIKSA RELEASE BEARING KOPLING
ASSEMBLY
Pemeriksaan pada Release Bearing, periksa apakah
release bearing kopling bisa bergerak dengan lembut tanpa
terasa terhambat atau bunyi yang tidak normal dengan
memutar bagian depan yang bergeser dari release bearing
kopling (permukaan kontak dengan clutch cover).
• NEW STEP 21 TOYOYA TRAINING MANUAL
• BAHAN AJAR DDO SISTEM KOPLING
• http://belajar-otomotif-1.blogspot.co.id/2013/11/cara-pemeriksaan-kopling.html
• https://otomotifmobil.com/2014/12/cara-pemeriksaan-pada-unit-kopling-mobil.html
• http://otomotifsmkysb.blogspot.co.id/2012/12/bagaimana-cara-kerja-kopling.html
• http://www.kitapunya.net/2013/12/mekanisme-penggerak-kopling.html
• http://figurbagus.blogspot.co.id/2011/08/kopling-hidrolik.html
• http://www.viarohidinthea.com/2014/10/sistem-kopling-mekanik-pada-mobil.html
• http://danialmandala.blogspot.co.id/2013/12/pengertian-fungsi-komponen-cara-
kerja_2148.html
• http://motorarea.blogspot.co.id/2013/09/fungsi-kopling-dan-komponennya.html
• http://www.bisaotomotif.com/2015/12/fungsi-dan-macam-tutup-kopling-clutch-
cover.html
• http://www.guruotomotif.com/2016/01/cara-kerja-kopling-manual-sepeda-motor.html
• https://willycar.com/2010/06/29/torque-converter/
TERIMA KASIH

PRESENTASI_SISTEM_KOPLING_BAHAN_AJAR_DAS.pptx

  • 2.
    Kopling (clutch) terletakdiantara mesin dan transmisi, dan berfungsi untuk menghubungkan dan melepaskan tenaga dari mesin ke transmisi melalui kerja pedal selama perkaitan roda gigi.
  • 3.
     Harus dapatmenghubungkan putaran mesin ke transmisi dengan lembut.  Harus dapat memindahkan tenaga mesin ke transmisi tanpa slip.  Harus dapat memutuskan hubungan dengan sempurna dan cepat.
  • 5.
    1.Clutch cover (TutupKopling) Komponen ini terikat pada flywheel dan sebagai penutup kopling, yang bersentuhan langsung dengan kampas kopling. 2. Clutch disc (Plat kopling) Berfungsi untuk memindahkan tenaga dari mesin ke transmisi dengan lembut tanpa terjadi slip. 3. Diaphragm Spring (Pegas diafragma) Berfungsi menekan dan menarik presure plate pada clucth cover. 4. Release Bearing (Bantalan tekan) Berfungsi menekan dan menarik diapragma spring pada clutch cover. 5. Release Fork (Tuas Pembebas) Release fork memiliki fungsi yaitu menekan release bearing sehingga release bearing akan menekan pegas diafragma / pegas coil.
  • 6.
     Tutup kopling(clutch cover)  Plat kopling (clutch disc)  Mekanisme Penggerak
  • 7.
    Clutch cover tipecoil spring Clutch cover tipe coil spring ini banyak digunakan pada kendaraan niaga berat. Keuntungan : • Penekanan terhadap plat kopling kuat Kerugian : • Tenaga untuk menekan plat kopling berat • Konstruksinya rumit sehingga harganya mahal
  • 8.
    Clutch cover tipeDiaphragma Keuntungan : • Tenaga penekanan ringan • Penekanan plat kopling lebih merata • Tenaga pegas tidak berkurang oleh adanya gaya sentrifugal Kerugian : • Penekanan terhadap plat kopling lebih kecil
  • 9.
    Fungsi : • Facingbidang gesek untuk meneruskan tenaga putar dari mesin ke transmisi. • Cushion plate untuk memperlembut saat kopling berhubungan. • Torsion damper untuk meredam kejutan saat kopling berhubungan. • Clutch hub berfungsi sebagai tempat perkaitan unit plat kopling dengan input shaft transmisi. • Paku Keling/Rivet berfungsi untuk menyatukan kampas kopling dan cushion plate serta menyatukan cushion plate dan disc.
  • 10.
    Ditinjau dari sistempengontrolannya:  Kopling Mekanis ( mechanical clutch)  Kopling hidraulis ( hydraulic clutch )
  • 11.
    Pada tipe initenaga penginjakan pada pedal untuk membebaskan kopling diteruskan ke release fork melalui kabel pembebas (release cable). Kelebihan: • Murah • mudah perawatannya • Kontruksinya sederhana dan lain sebagainya. Kekurangannya: • kehilangan akibat gesekan relatif lebih besar dibandingkan dengan yang hidraulis • apabila jarang digunakan dan sudah berumur lama sering macet dan juga seret.
  • 12.
    Pengoperasian unit kopling sistemmekanik menggunakan kabel baja yang menghubungkan pedal kopling dengan tuas pembebas kopling. Saat pedal kopling diinjak, maka akan menarik kabel kopling yang diteruskan dengan menggerakan tuas pembebas ke arah menekan pegas kopling. Sehingga plat kopling bebas tak terjepit oleh plat tekan. Saat pedal dilepas, maka pedal kopling akan dikembalikan pada posisi semula oleh pegas pengendali pedal. Sementara tuas kopling akan kembali pada posisi semula.
  • 13.
    Pada tipe inigerakan pedal kopling dirubah menjadi tekanan hidraulis oleh master cylinder yang kemudian diteruskan ke release fork melalui release cylinder. Kelebihannya : • Kehilangan tenaga akibat gesekan lebih kecil, sehingga penekanan pedal kopling lebih ringan. • Pemindahan tenaga pedal kopling lebih cepat sehingga kerja kopling lebih baik Kekurangannya : • Konstruksinya lebih rumit • Kerja kopling akan terganggu atau tidak akan baik apabila terjadi kebocoran atau terdapat udara pada sistem kopling.
  • 14.
    Pada saat pedaldi injak, menyebabkan push rod bergerak terhadap piston untuk menutup return port, minyak terhisap dari reservoir menuju ke relese cylinder dan push rod pada release cylinder mendorong release fork sehingga sistem kopling bekerja. Saat pedal dilepaskan menyebabkan pegas balik mendorong piston kembali ke posisi semula, return port terbuka dan minyak kembali lagi ke reservoir.
  • 15.
    Sistem kopling jikaditinjau dari cara pengoperasiannya: 1. Kopling Manual 2. Kopling Otomatis / sentrifugal 3. Torque Converter
  • 16.
    Kopling manual ituadalah kopling yang bekerjanya diatur oleh handle kopling atau tuas kopling. Pembebasannya dilakukan dengan cara menarik tuas kopling di batang kemudi sepeda motor (biasanya ada di sebelah kiri). Komponen kopling manual antara lain: 1.Mekanisme handel terdiri dari: handel, kabel kopling, tuas atau batang dan pen pendorong 2.Mekanisme kopling terdiri dari: gigi primer kopling, rumah atau clutch housing, plat gesek, plat kopling, per, pengikat, kopling tengah, plat penekan, klep penjamin dan batang pembebas (release rod).
  • 17.
    Cara kerja koplingmanual Cara kerja koling mekanis adalah sebagai berikut, ketika handel kopling atau tuas kopling pada batang kemudi bebas (dalam posisi tidak ditarik) maka plat tekan dan plat gesek dijepit piring penekan dengan bantuan dari pegas kopling, sehingga tenaga putar dari poros engkol dapat diteruskan ke roda belakang.
  • 18.
    Ketika tuas koplingdilepas, putaran mesin diteruskan dengan sempurna menuju transmisi. Sedangkan ketika tuas kopling ditekan atau ditarik maka alat pembebas kopling akan tertarik melalui kawat kopling. Alat pembebas kopling ini kemudian akan menekan batang tekan atau release rod yang berada di dalam poros utama. Batang tekan kemudian akan mendorong piring penekan ke arah yang berlawanan dengan gaya pegas kopling. Sehingga plat gesek dan plat tekan akan terpisah saling menjauh atau merenggang.
  • 19.
    Kopling Otomatis (Koplingsentrifugal). Kopling otomatis ialah kopling yang cara kerjanya diatur oleh tinggi rendahnya putaran mesin itu sendiri. Kopling terhubung dan terputus dengan menggunakan gaya centrifugal yang akibat putaran crank shaft (sepatu bergerak kearah luar oleh gerakan sentrifugal sehingga sepatu tersebut berhubungan langsung dengan drum/rumah kopling). Saat kecepatan engine rendah, kopling terputus. Sedangkan pada saat putaran mesin tinggi, kopling terhubung secara otomatis.
  • 20.
    • Cara kerjapada kopling otomatis Kopling otomatis bekerja mengandalkan komponen kopling sentrifugal yang bekerja mengikuti kecepatan putaran mesin. Pada saat putaran mesin rendah (stasioner), gaya sentrifugal dan kampas kopling, pemberat menjadi kecil sehingga sepatu kopling terlepas dari rumah kopling dan tertarik ke arah poros engkol, akibatnya rumah kopling yang berkaitan dengan gigi pertama penggerak menjadi bebas terhadap poros engkol. Saat putaran mesin bertambah, gaya sentrifugal semakin besar sehingga mendorong kanvas kopling mencapai rumah kopling di mana gayanya lebih besar dari gaya tarik pengembali. * Langkah kerja pada Kopling otomatis adalah ketika perpindahan gigi, dengan menginjak tuas perseneling maka gigi akan langsung dapat berpindah, karena terdapatnya kopling ganda, sehingga begitu tuas perseneling di injak, maka kopling ganda menekan kampas kopling yang terdapat pada gearbox.
  • 21.
    Torque converter adalahsuatu komponen power train yang bekerjanya secara hidrolis. Prinsip kerja dari torque converter adalah merubah tenaga mekanis dari engine menjadi energi kinetis (oil flow) dan merubahnya lagi menjadi tenaga mekanis pada shaft output-nya. Torque converter terdiri dari pump impeller, turbine runner dan stator. Torque converter diisi dengan ATF (Automatic Transmission Fluid) dan momen mesin dipindahkan dengan adanya aliran fluida.
  • 22.
    Fungsi torque converteradalah sebagai berikut:  Sebagai kopling otomatis (automatic clutch) untuk meneruskan engine torqueke input transmisi.  Meningkatkan (multiflies) torque yang dibangkitkan oleh engine.  Meredam getaran puntir (torsional vibration) dari engine dan drive train.  Meratakan (smoothes) putaran engine.
  • 23.
    Komponen Torque Converter •Pump impeller berfungsi untuk melemparkan fluida (ATF) ke turbine runner agar turbine runner ikut berputar. • turbine runner berfungsi untuk menerima lemparan fluida dari pump impeller dan menggerakkan input shaft transmisi. • Stator berfungsi untuk mengarahkan fluida dari turbine runner agar menabrak bagian belakang vane pump impeller, sehingga memberikan tambahan tenaga pada pump impeller.
  • 24.
    Cara Kerja Putaran dariflywheel akan berhubungan langsung dengan Pump Impeller, Putaran dari pump impeller akan diteruskan ke Turbine Runner melalui Stator dengan media ATF tadi. Sehingga putaran dari Turbine Runner-lah yang menjadi input bagi transmisi.
  • 25.
    1. Ketika koplingdilepas timbul getaran pada mobil. Penyebab kemungkinan: • Flywheel tidak rata • Plat penekan tidak rata • Dudukan flywheel agak kendor 2. Sewaktu pedal kopling ditekan timbul suara. Penyebab kemungkinan: • Release bearing kocak 3. Kopling tidak dapat memutus dengan baik. Penyebab kemungkinan: • Pedal tidak mempunyai jarak bebas yang terlalu besar • Ujung pegas diafragma sudah aus
  • 26.
    4. Kopling terjadislip. Penyebab kemungkinan: • Pedal mempunyai gerak bebas tidak cukup • Kampas kopling sudah aus 5. Pada mekanisme kopling penggerak hidrolik, ketika pedal ditekan pedal terasa berdenyut. Penyebab kemungkinan: • Ada udara pada pada system hidrolik • Release bearing kocak • Flywheel tidak rata • Plat penekan tidak rata 6. Kerja pedal kopling pada sistem penggerak mekanis tidak lancar. Penyebab kemungkinan: • Kabel kawat kotor/berkarat
  • 27.
    1. PERIKSA CLUTCHDISC atau KAMPAS KOPLING Untuk mengukur tebal plat kopling, gunakan jangka sorong, ukur kedalaman kepala kelingan dengan permukaan plat kopling. Spesifikasi kedalaman minimum rivet atau keling plat kopling adalah 0.3 mm (0.012 in.)
  • 28.
    2. PERIKSA CLUTCHCOVER ASSEMBLY Gunakan jangka sorong, ukur lebar dan kedalaman keausan pegas diaphragma akibat bergesekan dengan release bearing. Spesifikasi Maksimum: A (Kedalaman): 0.5 mm (0.020 in.) B (Lebar): 6.0 mm (0.236 in.)
  • 29.
    4. PERIKSA RELEASEBEARING KOPLING ASSEMBLY Pemeriksaan pada Release Bearing, periksa apakah release bearing kopling bisa bergerak dengan lembut tanpa terasa terhambat atau bunyi yang tidak normal dengan memutar bagian depan yang bergeser dari release bearing kopling (permukaan kontak dengan clutch cover).
  • 30.
    • NEW STEP21 TOYOYA TRAINING MANUAL • BAHAN AJAR DDO SISTEM KOPLING • http://belajar-otomotif-1.blogspot.co.id/2013/11/cara-pemeriksaan-kopling.html • https://otomotifmobil.com/2014/12/cara-pemeriksaan-pada-unit-kopling-mobil.html • http://otomotifsmkysb.blogspot.co.id/2012/12/bagaimana-cara-kerja-kopling.html • http://www.kitapunya.net/2013/12/mekanisme-penggerak-kopling.html • http://figurbagus.blogspot.co.id/2011/08/kopling-hidrolik.html • http://www.viarohidinthea.com/2014/10/sistem-kopling-mekanik-pada-mobil.html • http://danialmandala.blogspot.co.id/2013/12/pengertian-fungsi-komponen-cara- kerja_2148.html • http://motorarea.blogspot.co.id/2013/09/fungsi-kopling-dan-komponennya.html • http://www.bisaotomotif.com/2015/12/fungsi-dan-macam-tutup-kopling-clutch- cover.html • http://www.guruotomotif.com/2016/01/cara-kerja-kopling-manual-sepeda-motor.html • https://willycar.com/2010/06/29/torque-converter/
  • 31.