Assalamua’laikum Wr. Wb
PEMBELAJARAN BIOLOGI
Virus
Virus adalah parasit berukuran
mikroskopik yang menginfeksi
sel organisme biologis. Virus
hanya dapat bereproduksi di
dalam material hidup dengan
menginvasi dan memanfaatkan
sel makhluk hidup karena virus
tidak memiliki perlengkapan
selular untuk bereproduksi
sendiri.
MATERI
bakteriofage
virus
Defini virus
Sejarah virus
Penelitian mengenai virus dimulai dengan penelitian
mengenai penyakit mosaik yang menghambat pertumbuhan
tanaman tembakau dan membuat daun tanaman tersebut
memiliki bercak-bercak. Pada tahun 1883, Adolf Mayer,
seorang ilmuwan Jerman, menemukan bahwa penyakit
tersebut dapat menular ketika tanaman yang ia teliti
menjadi sakit setelah disemprot dengan getah tanaman
yang sakit.
MATERI
bakteriofage
virus
1. Percobaan A.Mayer pada Penelitian Virus
Tembakau yang
berpenyakit
Daunnya dihaluskan Ekstrak daun
Ekstrak daun
Tembakau yang
berpenyakit
Disemprotkan
Tanaman
tembakau
sehat
Tanaman
tembakau
menjadi sakit
Sejarah virus
Pada tahun 1892, Dimitri Ivanowsky dari Rusia menemukan
bahwa getah daun tembakau yang sudah disaring dengan
penyaring bakteri masih dapat menimbulkan penyakit mosaik.
Ivanowsky lalu menyimpulkan dua kemungkinan, yaitu bahwa
bakteri penyebab penyakit tersebut berbentuk sangat kecil
sehingga masih dapat melewati saringan, atau bakteri tersebut
mengeluarkan toksin yang dapat menembus saringan
MATERI
bakteriofage
virus
2. Percobaan Dmitri Ivanowski pada Penelitian Virus
Daun
tembakau yang
berpenyakit
dihaluskan
Penyaringan
ekstrak daun
tembakau yang
berpenyakit
Filtrat
daun
tembakau
yang
berpenyakit
Tanaman tembakau
menjadi sakit
Tanaman
tembakau
yang sehat
Disemprotkan
Filtrat
Sejarah virus
 Tahun 1897 setelah Martinus Beijerinck dari Belanda
menemukan bahwa agen infeksi di dalam getah yang
sudah disaring tersebut dapat bereproduksi karena
kemampuannya menimbulkan penyakit tidak
berkurang setelah beberapa kali ditransfer antar
tanaman
MATERI
bakteriofage
virus
Sejarah virus
 Pendapat Beijerinck baru terbukti pada tahun 1935,
setelah Wendell Meredith Stanley dari Amerika Serikat
berhasil mengkristalkan partikel penyebab penyakit
mosaik yang kini dikenal sebagai virus mosaik
tembakau.Virus ini juga merupakan virus yang pertama
kali divisualisasikan dengan mikroskop elektron pada
tahun 1939 oleh ilmuwan Jerman G.A. Kausche, E.
Pfankuch, dan H. Ruska.
MATERI
bakteriofage
virus
 Tobacco mosaic virus
Figure 10.19x
Virus tidak dapat diklasifikasikan sebagai sel karena
virus tidak memiliki nukleus dan sitoplasma. Virus
dapat berada di luar sel atau di dalam sel. Di luar sel
virus merupakan partikel submikroskopis yang
mengandung asam nukleat yang dibungkus oleh
protein dan kadang mengandung makromolekul lain.
Di dalam sel, khususnya sel hidup, virus dapat
memperbanyak diri
MATERI
bakteriofage
virus
Virus dapat sebagai agen penyakit (agents of
disease) dan agen hereditas (agents of heredity).
Sebagai agen penyakit, virus dapat
menginfeksi sel dan akan menyebabkan
perubahan dalam sel, menyebabkan gangguan
fungsi sel, atau menyebabkan kematian.
Sebagai agen hereditas, virus dapat
menyebabkan perubahan genetik dalam sel dan
biasanya tidak membahayakan
MATERI
bakteriofage
virus
Virus antara benda mati dan benda hidup
Virus dikatakan makhluk hidup, karena virus
merupakan organisme peralihan antara
makhluk hidup dan benda mati. Dikatakan
peralihan karena virus mempunyai ciri-ciri
makhluk hidup, misalnya mempunyai DNA
(asam deoksiribonukleat), mampu melakukan
metabolisme dan dapat berkembang biak pada
sel hidup.
MATERI
bakteriofage
virus
Virus antara benda mati dan benda hidup
Virus dikatakan benda mati, karena tidak
memiliki protoplasma dan dapat dikristalkan,
virus tidak dapat menjalankan fungsi
biologisnya secara bebas
MATERI
bakteriofage
virus
Penyusun virus
Biasanya virus mengandung sejumlah kecil
asam nukleat yang diselubungi semacam
bahan pelindung yang terdiri atas protein,
lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya
MATERI
bakteriofage
virus
Bahan genetik virus diselubungi oleh suatu
lapisan pelindung. Protein yang menjadi
lapisan pelindung tersebut disebut kapsid.
Bergantung pada tipe virusnya, kapsid bisa
berbentuk bulat (sferik), heliks, polihedral,
atau bentuk yang lebih kompleks. Kapsid
terbentuk dari banyak subunit protein yang
disebut kapsomer.
MATERI
bakteriofage
virus
Virus Berselubung
Materi Genetik (DNA / RNA)
Selubung Protein (Kapsid)
Kapsul virus
Reseptor Virus
Struktur virus
. Kepala
Kepala virus berisi DNA dan bagian luarnya diselubungi
kapsid. Satu unit protein yang menyusun kapsid disebut
kapsomer.
 Kapsid
Kapsid adalah selubung yang berupa protein. Kapsid
terdiri atas kapsomer. Kapsid juga dapat terdiri atas
protein monomer yang yang terdiri dari rantai
polipeptida. Fungsi kapsid untuk memberi bentuk virus
sekaligus sebagai pelindung virus dari kondisi
lingkungan yang merugikan virus.
MATERI
bakteriofage
virus
Isi tubuh
Bagian isi tersusun atas asam inti, yakni DNA saja atau
RNA saja. Bagian isi disebut sebagai virion. DNA atau
RNA merupakan materi genetik yang berisi kode-kode
pembawa sifat virus. Berdasarkan isi yang
dikandungnya, virus dapat dibedakan menjadi virus
DNA (virus T, virus cacar) dan virus RNA (virus
influenza, HIV, H5N1). Selain itu di dalam isi virus
terdapat beberapa enzim.
MATERI
bakteriofage
virus
 Ekor
Ekor virus merupakan alat untuk menempel pada
inangnya. Ekor virus terdiri atas tubus bersumbat yang
dilengkapi benang atau serabut. Virus yang menginfeksi
sel eukariotik tidak mempunyai ekor.
MATERI
bakteriofage
virus
Ciri-ciri virus
Berukuran ultra mikroskopis
Parasit sejati/parasit obligat
Berbentuk oval, bulat, batang, huruf T,
kumparan
Kapsid tersusun dari protein yang berisi DNA
saja atau RNA
Dapat dikristalkan
 Aktivitasnya harus di sel makhluk hidup
MATERI
bakteriofage
virus
Ukuran virus
 Virus partikel berukuran sangat kecil yang dapat
menginfeksi hampir semua jenis makhluk hidup. Virus
dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron,
karena ukurannya sangat mikroskopik
 Virus terkecil berdiameter hanya 20 -30 nm (lebih kecil
daripada ribosom), sedangkan virus terbesar sekalipun
sukar dilihat dengan mikroskop cahaya.
 Ukurannya rata-rata 50 kali lebih kecil dari bakteri
MATERI
bakteriofage
virus
Cara hidup virus
 Virus bersifat sebagai parasit obligat, virus tidak dapat
hidup dialam secara bebas, tetapi harus berada di dalam
makhluk hidup lain.
 Apabila virus hidup didalam makhluk hidup, maka virus
akan berkembang biak. Misalnya sel bakteri, sel hewan
atau sel tumbuhan
MATERI
bakteriofage
virus
Klasif ikasi virus
berdasarkan tempat hidupnya, dibedakan :
 Virus bakteri
Virus yang menginfeksi bakteri adalah bakteriofag.
Bakteriofag dapat berkembang cepat sehingga dalam
waktu yang singkat dapat menghancurkan sejumlah
bakteri. Bakteriofag memiliki inti asam nukleat
berbentuk DNA ganda berpilin atau tunggal berpilin
atau RNA rantai tunggal. Contoh bakteriofag adalah E.
coli.
MATERI
bakteriofage
virus
 Virus hewan
Bahan genetik virus hewan adalah DNA ganda berpilin
atau RNA polinukleotida tunggal. Virus dapat
menimbulkan penyakit rabies (anjing gila), sampar pada
ayam, ebola pada kera, dan penyakit kuku pada ternak.
Virus ini dapat ditularkan secara kontak langsung atau
melalui perantara serangga.
MATERI
bakteriofage
virus
 Virus tumbuhan,
Sebagian besar penyakit pada tumbuh-tumbuhan
disebabkan oleh virus.
Bahan genetik dari virus tumbuh-tumbuhan
adalah RNA.
Virus ini dapat memasuki bagian dalam sel secara
aktif atau dapat melalui cedera, misalnya, cedera
akibat gosokan pada daun. Di alam virus
ditularkan secara kontak langsung atau melalui
vektor.
MATERI
bakteriofage
virus
 Virus yang menyerang manusia
Virus yang menyerang manusia, antara lain, virus
cacar air, cacar, campak, influenza, polio,
mata belek, hepatitis, demam berdarah,
diare, HIV AIDS. Virus pada manusia
dapat ditularkan secara kontak langsung
maupun tidak langsung.
MATERI
bakteriofage
virus
Klasifikasi virus
Berdasarkan Molekul yang Menyusun Asam Nukleat
, dibedakan :
 DNA pita tunggal (DNA ss),
 DNA pita ganda (DNA ds),
 RNA pita tunggal (RNA ss),
 RNA pita ganda (RNA ds).
MATERI
bakteriofage
virus
Klasifikasi virus
Berdasarkan Punya Tidaknya Selubung Virus Dapat
dibedakan menjadi dua tipe
Virus yang memiliki selubung atau sampul (enveloped virus)
Virus ini memiliki nukleokapsid yang dibungkus oleh
membran. Membran terdiri dari dua lipid dan protein,
(biasanya glikoprotein). Membran ini berfungsi
sebagai struktur yang pertama-tama berinteraksi.
Contoh: Herpesvirus, Corronavirus, dan
Orthomuxovirus.
MATERI
bakteriofage
virus
DNA pita tunggal (DNA ss), DNA pita ganda (DNA ds), RNA pita tunggal (RNA ss), dan RNA pita ganda (RNA ds).DNA pita tunggal (DNA ss), DNA pita ganda (DNA ds), RNA pita tunggal (RNA ss), dan RNA pita ganda (RNA ds).
DNA pita tunggal (DNA ss), DNA pita ganda (DNA ds), RNA pita tunggal (RNA ss), dan RNA pita ganda (RNA ds).
 Virus yang tidak memiliki selubung
Hanya memiliki capsid (protein) dan asam nukleat
(naked virus). Contoh: Reovirus, Papovirus, dan
Adenovirus.
MATERI
bakteriofage
virus
Klasifikasi virus
 Menurut klasifikasi Bergey, virus termasuk ke dalam
divisio Protophyta, kelas Mikrotatobiotes dan ordo
Virales (Virus)
 Pada tahun 1976 ICTV (International Commite on
Taxonomy of Virus) mempublikasikan bahwa virus
diklasifikasikan struktur dan komposisi tubuh, yakni
berdasarkan kandungan asam. Pada dasarnya virus
dibedakan atas dua golongan yaitu virus DNA dan virus
RNA.
MATERI
bakteriofage
virus
a. Virus DNA mempunyai beberapa famili:
1. Famili Parvoviridae seperti genus Parvovirus
2. Famili Papovaviridae seperti genus Aviadenovirus
3. Famili Adenoviridae seperti genus Mastadenovirus
4. Famili Herpesviridae seperti genus Herpesvirus
5. Famili Iridoviridae seperti genus Iridovirus
6. Famili Poxviridae seperti genus Orthopoxvirus
MATERI
bakteriofage
virus
b. Virus RNA mempunyai beberapa famili:
1. Famili Picornaviridae seperti genus Enterivirus
2. Famili Reoviridae seperti genus Reovirus
3. Famili Togaviridae seperti genus Alphavirus
4. Famili Paramyvoviridae seperti genus Pneumovirus
5. Famili Orthomyxoviridae seperti genus Influensavirus
6. Famili Retroviridae seperti genus Leukovirus
7. Famili Rhabdoviridae seperti genus Lyssavirus
8. Famili Arenaviridae seperti genus Arenavirus
MATERI
bakteriofage
virus
MATERI
bakteriofage
virus
MATERI
bakteriofage
virus
Reproduksi virus
 Cara reproduksi virus dikenal sebagai proliferasi yang
terdiri dari:
a. Daur litik (litic cycle)
1. Fase Adsorbsi (fase penempelan)
Ditandai dengan melekatnya ekor virus pada sel bakteri.
Setelah menempel virus mengeluarkan enzim lisoenzim
(enzim penghancur) sehingga terbentuk lubang pada
dinding bakteri untuk memasukkan asam inti virus.
MATERI
bakteriofage
virus
2.Fase Injeksi (memasukkan asam inti)
Setelah terbentuk lubang pada sel bakteri maka virus
akan memasukkan asam inti (DNA) ke dalam tubuh sel
bakteri. Jadi kapsid virus tetap berada di luar sel bakteri
dan berfungsi lagi
MATERI
bakteriofage
virus
3. Fase Sintesis (pembentukan)
DNA virus akan mempengaruhi DNA bakteri untuk
mereplikasi bagian-bagian virus, sehingga terbentuklah
bagian-bagian virus. Di dalam sel bakteri yang tidak
berdaya itu disintesis virus dan protein yang dijadikan
sebagai kapsid virus, dalam kendali DNA virus.
MATERI
bakteriofage
virus
4. Fase Asemblin (perakitan)
Bagian-bagian virus yang telah terbentuk, oleh bakteri
akan dirakit menjadi virus sempurna. Jumlah virus yang
terbentuk sekitar 100-200 buah dalam satu daur litik
MATERI
bakteriofage
virus
5. Fase Litik (pemecahan sel inang)
Ketika perakitan selesai, maka virus akan
menghancurkan dinding sel bakteri dengan enzim
lisoenzim, akhirnya virus akan mencari inang baru.
MATERI
bakteriofage
virus
b. Daur lisogenik (lisogenic cycle)
1. Fase Penggabungan
Dalam menyisip ke DNA bakteri DNA virus harus
memutus DNA bakteri, kemudian DNA virus
menyisip di antara benang DNA bakteri yang
terputus tersebut. Dengan kata lain, di dalam DNA
bakteri terkandung materi genetik virus.
MATERI
bakteriofage
virus
2 Fase Pembelahan
Setelah menyisip DNA virus tidak aktif disebut
profag. Dalam keadaan profage semua gen fage ditekan.
Gen fage yang diekspresikan adalah gen yang penting
karena mengkodekan untuk sintesis molekul represor
yang mencegah terjadinya sintesis enzim fage dan protein
yang dibutuhkan untuk siklus litik Kemudian DNA bakteri
mereplikasi untuk melakukan pembelahan.
MATERI
bakteriofage
virus
3. Fase Sintesis
DNA virus melakukan sintesis untuk membentuk bagian-
bagian viirus
4.Fase Perakitan
Setelah virus membentuk bagian-bagian virus, dan
kemudian DNA masuk ke dalam akan membentuk virus
baru
5. Fase Litik
Setelah perakitan selesai terjadilah lisis sel bakteri. Virus
yang terlepas dari inang akan mencari inang baru
MATERI
bakteriofage
virus
proses reproduksi virus
MATERI
bakteriofage
virus
proses reproduksi virus
MATERI
bakteriofage
virus
Bakteriofage
 Bakteriofage merupakan virus yang menginfeksi atau
menyerang bakteri
 Bakteriofage diketahui mampu mereplikasi dirinya atau
mampu menggandakan dirinya sendiri menjadi lebih
banyak
 Dibandingkan dengan kebanyakan virus, bakteriofage
sangat kompleks dan mempunyai beberapa bagian
berbeda yang diatur secara cermat. Semua virus
memiliki asam nukleat, pembawa gen yang diperlukan
untuk menghimpun salinan-salinan virus di dalam sel
hidup
MATERI
bakteriofage
virus
Virus Kompleks
Kapsid
/ Kepala
Selubung
Ekor
Serabut Ekor
Bakteriofage
Virus bakteriofage mula-mula ditemukan oleh ilmuwan
Prancis, D'Herelle. Bentuk luar terdiri atas kepala yang
berbentuk heksagonal, leher, dan ekor. Bagian dalam
kepala mengandung dua pilinan DNA. Bagian leher
berfungsi menghubungkan bagian kepala dan ekor.
Bagian ekor berfungsi untuk memasukkan DNA virus ke
dalam sel inangnya.
MATERI
bakteriofage
virus
Komposisi dan struktur kimia
 Bakteriofage terdapat dalam bentuk-bentuk pilihan dan, seperti
virus hewan, semuanya mempunyai kapsid protein yang
membungkus asam nukleat bakteriofage.
 Beberapa juga mempunyai struktur kompleks yang digunakan
untuk menempelkan bakteriofage pada sel yang rentan. Kepala
bakteriofage, yang berisi asam nukleat, sering ikosahedral,
tetapi ada beberapa bentuk lain lain, termasuk bentuk bulat
dan gilig (silindris).
 Tidak semua bakteriofage mempunyai ekor; diantaranya yang
mempunyai, terdapat cukup keanekaragaman dalam
strukturnya.
MATERI
bakteriofage
virus
Bakteriofage
 Bakteriofage termasuk ke dalam ordo Caudovirales.
Salah satu contoh bakteriofage adalah T4 virus yang
menyerang bakteri Eschericia coli. E. coli merupakan
bakteri yang hidup pada saluran pencernaan manusia
 Bakteriofage terdapat dalam bentuk-bentuk pilihan dan,
seperti virus hewan, semuanya mempunyai kapsid
protein yang membungkus asam nukleat bakteriofage.
Beberapa juga mempunyai struktur kompleks yang
digunakan untuk menempelkan bakteriofage pada sel
yang rentan.
MATERI
bakteriofage
virus
Peranan Bakteriofage
 Peranan bakteriofage dalam kehidupan :
a. Untuk membuat antitoksin.
b. Untuk melemahkan bakteri.
c. Untuk reproduksi vaksin.
MATERI
bakteriofage
virus
Terima Kasih
Wassalamua’laikum Wr. Wb

Materi virus

  • 1.
  • 2.
  • 3.
    Virus adalah parasitberukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. MATERI bakteriofage virus Defini virus
  • 4.
    Sejarah virus Penelitian mengenaivirus dimulai dengan penelitian mengenai penyakit mosaik yang menghambat pertumbuhan tanaman tembakau dan membuat daun tanaman tersebut memiliki bercak-bercak. Pada tahun 1883, Adolf Mayer, seorang ilmuwan Jerman, menemukan bahwa penyakit tersebut dapat menular ketika tanaman yang ia teliti menjadi sakit setelah disemprot dengan getah tanaman yang sakit. MATERI bakteriofage virus
  • 5.
    1. Percobaan A.Mayerpada Penelitian Virus Tembakau yang berpenyakit Daunnya dihaluskan Ekstrak daun Ekstrak daun Tembakau yang berpenyakit Disemprotkan Tanaman tembakau sehat Tanaman tembakau menjadi sakit
  • 6.
    Sejarah virus Pada tahun1892, Dimitri Ivanowsky dari Rusia menemukan bahwa getah daun tembakau yang sudah disaring dengan penyaring bakteri masih dapat menimbulkan penyakit mosaik. Ivanowsky lalu menyimpulkan dua kemungkinan, yaitu bahwa bakteri penyebab penyakit tersebut berbentuk sangat kecil sehingga masih dapat melewati saringan, atau bakteri tersebut mengeluarkan toksin yang dapat menembus saringan MATERI bakteriofage virus
  • 7.
    2. Percobaan DmitriIvanowski pada Penelitian Virus Daun tembakau yang berpenyakit dihaluskan Penyaringan ekstrak daun tembakau yang berpenyakit Filtrat daun tembakau yang berpenyakit Tanaman tembakau menjadi sakit Tanaman tembakau yang sehat Disemprotkan Filtrat
  • 8.
    Sejarah virus  Tahun1897 setelah Martinus Beijerinck dari Belanda menemukan bahwa agen infeksi di dalam getah yang sudah disaring tersebut dapat bereproduksi karena kemampuannya menimbulkan penyakit tidak berkurang setelah beberapa kali ditransfer antar tanaman MATERI bakteriofage virus
  • 9.
    Sejarah virus  PendapatBeijerinck baru terbukti pada tahun 1935, setelah Wendell Meredith Stanley dari Amerika Serikat berhasil mengkristalkan partikel penyebab penyakit mosaik yang kini dikenal sebagai virus mosaik tembakau.Virus ini juga merupakan virus yang pertama kali divisualisasikan dengan mikroskop elektron pada tahun 1939 oleh ilmuwan Jerman G.A. Kausche, E. Pfankuch, dan H. Ruska. MATERI bakteriofage virus
  • 10.
     Tobacco mosaicvirus Figure 10.19x
  • 11.
    Virus tidak dapatdiklasifikasikan sebagai sel karena virus tidak memiliki nukleus dan sitoplasma. Virus dapat berada di luar sel atau di dalam sel. Di luar sel virus merupakan partikel submikroskopis yang mengandung asam nukleat yang dibungkus oleh protein dan kadang mengandung makromolekul lain. Di dalam sel, khususnya sel hidup, virus dapat memperbanyak diri MATERI bakteriofage virus
  • 12.
    Virus dapat sebagaiagen penyakit (agents of disease) dan agen hereditas (agents of heredity). Sebagai agen penyakit, virus dapat menginfeksi sel dan akan menyebabkan perubahan dalam sel, menyebabkan gangguan fungsi sel, atau menyebabkan kematian. Sebagai agen hereditas, virus dapat menyebabkan perubahan genetik dalam sel dan biasanya tidak membahayakan MATERI bakteriofage virus
  • 13.
    Virus antara bendamati dan benda hidup Virus dikatakan makhluk hidup, karena virus merupakan organisme peralihan antara makhluk hidup dan benda mati. Dikatakan peralihan karena virus mempunyai ciri-ciri makhluk hidup, misalnya mempunyai DNA (asam deoksiribonukleat), mampu melakukan metabolisme dan dapat berkembang biak pada sel hidup. MATERI bakteriofage virus
  • 14.
    Virus antara bendamati dan benda hidup Virus dikatakan benda mati, karena tidak memiliki protoplasma dan dapat dikristalkan, virus tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas MATERI bakteriofage virus
  • 15.
    Penyusun virus Biasanya virusmengandung sejumlah kecil asam nukleat yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya MATERI bakteriofage virus
  • 16.
    Bahan genetik virusdiselubungi oleh suatu lapisan pelindung. Protein yang menjadi lapisan pelindung tersebut disebut kapsid. Bergantung pada tipe virusnya, kapsid bisa berbentuk bulat (sferik), heliks, polihedral, atau bentuk yang lebih kompleks. Kapsid terbentuk dari banyak subunit protein yang disebut kapsomer. MATERI bakteriofage virus
  • 18.
    Virus Berselubung Materi Genetik(DNA / RNA) Selubung Protein (Kapsid) Kapsul virus Reseptor Virus
  • 19.
    Struktur virus . Kepala Kepalavirus berisi DNA dan bagian luarnya diselubungi kapsid. Satu unit protein yang menyusun kapsid disebut kapsomer.  Kapsid Kapsid adalah selubung yang berupa protein. Kapsid terdiri atas kapsomer. Kapsid juga dapat terdiri atas protein monomer yang yang terdiri dari rantai polipeptida. Fungsi kapsid untuk memberi bentuk virus sekaligus sebagai pelindung virus dari kondisi lingkungan yang merugikan virus. MATERI bakteriofage virus
  • 20.
    Isi tubuh Bagian isitersusun atas asam inti, yakni DNA saja atau RNA saja. Bagian isi disebut sebagai virion. DNA atau RNA merupakan materi genetik yang berisi kode-kode pembawa sifat virus. Berdasarkan isi yang dikandungnya, virus dapat dibedakan menjadi virus DNA (virus T, virus cacar) dan virus RNA (virus influenza, HIV, H5N1). Selain itu di dalam isi virus terdapat beberapa enzim. MATERI bakteriofage virus
  • 21.
     Ekor Ekor virusmerupakan alat untuk menempel pada inangnya. Ekor virus terdiri atas tubus bersumbat yang dilengkapi benang atau serabut. Virus yang menginfeksi sel eukariotik tidak mempunyai ekor. MATERI bakteriofage virus
  • 22.
    Ciri-ciri virus Berukuran ultramikroskopis Parasit sejati/parasit obligat Berbentuk oval, bulat, batang, huruf T, kumparan Kapsid tersusun dari protein yang berisi DNA saja atau RNA Dapat dikristalkan  Aktivitasnya harus di sel makhluk hidup MATERI bakteriofage virus
  • 23.
    Ukuran virus  Viruspartikel berukuran sangat kecil yang dapat menginfeksi hampir semua jenis makhluk hidup. Virus dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron, karena ukurannya sangat mikroskopik  Virus terkecil berdiameter hanya 20 -30 nm (lebih kecil daripada ribosom), sedangkan virus terbesar sekalipun sukar dilihat dengan mikroskop cahaya.  Ukurannya rata-rata 50 kali lebih kecil dari bakteri MATERI bakteriofage virus
  • 24.
    Cara hidup virus Virus bersifat sebagai parasit obligat, virus tidak dapat hidup dialam secara bebas, tetapi harus berada di dalam makhluk hidup lain.  Apabila virus hidup didalam makhluk hidup, maka virus akan berkembang biak. Misalnya sel bakteri, sel hewan atau sel tumbuhan MATERI bakteriofage virus
  • 25.
    Klasif ikasi virus berdasarkantempat hidupnya, dibedakan :  Virus bakteri Virus yang menginfeksi bakteri adalah bakteriofag. Bakteriofag dapat berkembang cepat sehingga dalam waktu yang singkat dapat menghancurkan sejumlah bakteri. Bakteriofag memiliki inti asam nukleat berbentuk DNA ganda berpilin atau tunggal berpilin atau RNA rantai tunggal. Contoh bakteriofag adalah E. coli. MATERI bakteriofage virus
  • 26.
     Virus hewan Bahangenetik virus hewan adalah DNA ganda berpilin atau RNA polinukleotida tunggal. Virus dapat menimbulkan penyakit rabies (anjing gila), sampar pada ayam, ebola pada kera, dan penyakit kuku pada ternak. Virus ini dapat ditularkan secara kontak langsung atau melalui perantara serangga. MATERI bakteriofage virus
  • 27.
     Virus tumbuhan, Sebagianbesar penyakit pada tumbuh-tumbuhan disebabkan oleh virus. Bahan genetik dari virus tumbuh-tumbuhan adalah RNA. Virus ini dapat memasuki bagian dalam sel secara aktif atau dapat melalui cedera, misalnya, cedera akibat gosokan pada daun. Di alam virus ditularkan secara kontak langsung atau melalui vektor. MATERI bakteriofage virus
  • 28.
     Virus yangmenyerang manusia Virus yang menyerang manusia, antara lain, virus cacar air, cacar, campak, influenza, polio, mata belek, hepatitis, demam berdarah, diare, HIV AIDS. Virus pada manusia dapat ditularkan secara kontak langsung maupun tidak langsung. MATERI bakteriofage virus
  • 29.
    Klasifikasi virus Berdasarkan Molekulyang Menyusun Asam Nukleat , dibedakan :  DNA pita tunggal (DNA ss),  DNA pita ganda (DNA ds),  RNA pita tunggal (RNA ss),  RNA pita ganda (RNA ds). MATERI bakteriofage virus
  • 30.
    Klasifikasi virus Berdasarkan PunyaTidaknya Selubung Virus Dapat dibedakan menjadi dua tipe Virus yang memiliki selubung atau sampul (enveloped virus) Virus ini memiliki nukleokapsid yang dibungkus oleh membran. Membran terdiri dari dua lipid dan protein, (biasanya glikoprotein). Membran ini berfungsi sebagai struktur yang pertama-tama berinteraksi. Contoh: Herpesvirus, Corronavirus, dan Orthomuxovirus. MATERI bakteriofage virus DNA pita tunggal (DNA ss), DNA pita ganda (DNA ds), RNA pita tunggal (RNA ss), dan RNA pita ganda (RNA ds).DNA pita tunggal (DNA ss), DNA pita ganda (DNA ds), RNA pita tunggal (RNA ss), dan RNA pita ganda (RNA ds). DNA pita tunggal (DNA ss), DNA pita ganda (DNA ds), RNA pita tunggal (RNA ss), dan RNA pita ganda (RNA ds).
  • 31.
     Virus yangtidak memiliki selubung Hanya memiliki capsid (protein) dan asam nukleat (naked virus). Contoh: Reovirus, Papovirus, dan Adenovirus. MATERI bakteriofage virus
  • 32.
    Klasifikasi virus  Menurutklasifikasi Bergey, virus termasuk ke dalam divisio Protophyta, kelas Mikrotatobiotes dan ordo Virales (Virus)  Pada tahun 1976 ICTV (International Commite on Taxonomy of Virus) mempublikasikan bahwa virus diklasifikasikan struktur dan komposisi tubuh, yakni berdasarkan kandungan asam. Pada dasarnya virus dibedakan atas dua golongan yaitu virus DNA dan virus RNA. MATERI bakteriofage virus
  • 33.
    a. Virus DNAmempunyai beberapa famili: 1. Famili Parvoviridae seperti genus Parvovirus 2. Famili Papovaviridae seperti genus Aviadenovirus 3. Famili Adenoviridae seperti genus Mastadenovirus 4. Famili Herpesviridae seperti genus Herpesvirus 5. Famili Iridoviridae seperti genus Iridovirus 6. Famili Poxviridae seperti genus Orthopoxvirus MATERI bakteriofage virus
  • 34.
    b. Virus RNAmempunyai beberapa famili: 1. Famili Picornaviridae seperti genus Enterivirus 2. Famili Reoviridae seperti genus Reovirus 3. Famili Togaviridae seperti genus Alphavirus 4. Famili Paramyvoviridae seperti genus Pneumovirus 5. Famili Orthomyxoviridae seperti genus Influensavirus 6. Famili Retroviridae seperti genus Leukovirus 7. Famili Rhabdoviridae seperti genus Lyssavirus 8. Famili Arenaviridae seperti genus Arenavirus MATERI bakteriofage virus
  • 35.
  • 36.
  • 37.
    Reproduksi virus  Carareproduksi virus dikenal sebagai proliferasi yang terdiri dari: a. Daur litik (litic cycle) 1. Fase Adsorbsi (fase penempelan) Ditandai dengan melekatnya ekor virus pada sel bakteri. Setelah menempel virus mengeluarkan enzim lisoenzim (enzim penghancur) sehingga terbentuk lubang pada dinding bakteri untuk memasukkan asam inti virus. MATERI bakteriofage virus
  • 38.
    2.Fase Injeksi (memasukkanasam inti) Setelah terbentuk lubang pada sel bakteri maka virus akan memasukkan asam inti (DNA) ke dalam tubuh sel bakteri. Jadi kapsid virus tetap berada di luar sel bakteri dan berfungsi lagi MATERI bakteriofage virus
  • 39.
    3. Fase Sintesis(pembentukan) DNA virus akan mempengaruhi DNA bakteri untuk mereplikasi bagian-bagian virus, sehingga terbentuklah bagian-bagian virus. Di dalam sel bakteri yang tidak berdaya itu disintesis virus dan protein yang dijadikan sebagai kapsid virus, dalam kendali DNA virus. MATERI bakteriofage virus
  • 40.
    4. Fase Asemblin(perakitan) Bagian-bagian virus yang telah terbentuk, oleh bakteri akan dirakit menjadi virus sempurna. Jumlah virus yang terbentuk sekitar 100-200 buah dalam satu daur litik MATERI bakteriofage virus
  • 41.
    5. Fase Litik(pemecahan sel inang) Ketika perakitan selesai, maka virus akan menghancurkan dinding sel bakteri dengan enzim lisoenzim, akhirnya virus akan mencari inang baru. MATERI bakteriofage virus
  • 42.
    b. Daur lisogenik(lisogenic cycle) 1. Fase Penggabungan Dalam menyisip ke DNA bakteri DNA virus harus memutus DNA bakteri, kemudian DNA virus menyisip di antara benang DNA bakteri yang terputus tersebut. Dengan kata lain, di dalam DNA bakteri terkandung materi genetik virus. MATERI bakteriofage virus
  • 43.
    2 Fase Pembelahan Setelahmenyisip DNA virus tidak aktif disebut profag. Dalam keadaan profage semua gen fage ditekan. Gen fage yang diekspresikan adalah gen yang penting karena mengkodekan untuk sintesis molekul represor yang mencegah terjadinya sintesis enzim fage dan protein yang dibutuhkan untuk siklus litik Kemudian DNA bakteri mereplikasi untuk melakukan pembelahan. MATERI bakteriofage virus
  • 44.
    3. Fase Sintesis DNAvirus melakukan sintesis untuk membentuk bagian- bagian viirus 4.Fase Perakitan Setelah virus membentuk bagian-bagian virus, dan kemudian DNA masuk ke dalam akan membentuk virus baru 5. Fase Litik Setelah perakitan selesai terjadilah lisis sel bakteri. Virus yang terlepas dari inang akan mencari inang baru MATERI bakteriofage virus
  • 45.
  • 46.
  • 47.
    Bakteriofage  Bakteriofage merupakanvirus yang menginfeksi atau menyerang bakteri  Bakteriofage diketahui mampu mereplikasi dirinya atau mampu menggandakan dirinya sendiri menjadi lebih banyak  Dibandingkan dengan kebanyakan virus, bakteriofage sangat kompleks dan mempunyai beberapa bagian berbeda yang diatur secara cermat. Semua virus memiliki asam nukleat, pembawa gen yang diperlukan untuk menghimpun salinan-salinan virus di dalam sel hidup MATERI bakteriofage virus
  • 48.
  • 49.
    Bakteriofage Virus bakteriofage mula-muladitemukan oleh ilmuwan Prancis, D'Herelle. Bentuk luar terdiri atas kepala yang berbentuk heksagonal, leher, dan ekor. Bagian dalam kepala mengandung dua pilinan DNA. Bagian leher berfungsi menghubungkan bagian kepala dan ekor. Bagian ekor berfungsi untuk memasukkan DNA virus ke dalam sel inangnya. MATERI bakteriofage virus
  • 50.
    Komposisi dan strukturkimia  Bakteriofage terdapat dalam bentuk-bentuk pilihan dan, seperti virus hewan, semuanya mempunyai kapsid protein yang membungkus asam nukleat bakteriofage.  Beberapa juga mempunyai struktur kompleks yang digunakan untuk menempelkan bakteriofage pada sel yang rentan. Kepala bakteriofage, yang berisi asam nukleat, sering ikosahedral, tetapi ada beberapa bentuk lain lain, termasuk bentuk bulat dan gilig (silindris).  Tidak semua bakteriofage mempunyai ekor; diantaranya yang mempunyai, terdapat cukup keanekaragaman dalam strukturnya. MATERI bakteriofage virus
  • 51.
    Bakteriofage  Bakteriofage termasukke dalam ordo Caudovirales. Salah satu contoh bakteriofage adalah T4 virus yang menyerang bakteri Eschericia coli. E. coli merupakan bakteri yang hidup pada saluran pencernaan manusia  Bakteriofage terdapat dalam bentuk-bentuk pilihan dan, seperti virus hewan, semuanya mempunyai kapsid protein yang membungkus asam nukleat bakteriofage. Beberapa juga mempunyai struktur kompleks yang digunakan untuk menempelkan bakteriofage pada sel yang rentan. MATERI bakteriofage virus
  • 52.
    Peranan Bakteriofage  Perananbakteriofage dalam kehidupan : a. Untuk membuat antitoksin. b. Untuk melemahkan bakteri. c. Untuk reproduksi vaksin. MATERI bakteriofage virus
  • 53.