Pernikahan beda agama dalam perspektif Islam menimbulkan berbagai masalah keluarga dan hukum yang kompleks, dengan pengaturan yang membedakan antara suami-istri dari kalangan Muslim dan non-Muslim. Secara umum, pernikahan antara pria Muslim dan wanita ahli kitab diperbolehkan, sedangkan pernikahan sebaliknya dan pernikahan dengan non-Muslim dianggap haram. Di Indonesia, UU nomor 1 tahun 1974 juga melarang pernikahan antar agama.