Hukum Pernikahan Beda Agama
(Dalam Perspektif Islam)
13.1D.11
KARYA TULIS & PEMIKIRAN
Diselesaikan untuk memenuhi Tugas UTS Mata Kuliah Pendidikan Agama
Jurusan Teknik computer, Bina Saran Informatika (BSI)
2015
PENDAHULUAN
lzaman sekarang banyak sekali adanya Pernikahan antar dua
pasangan berbeda Agama di kalangan masyarakat hingga
pemuda-pemudi muslim yang awam Ilmu Agama bisa
menganggapnya itu bukan masalah alias sah-sah saja.
Padahal dalam islam perkawinan yang baik adalah
perkawinan yang dilakukan oleh seorang suami - isteri yang
Seakidah agar terwujudnya kehidupan rumah tangga yang
Sakinah Mawaddah Warahmah.
lPernikahan beda agama menimbulkan berbagai masalah
dalam keluarga, misalnya dalam masalah pelaksanaan
ibadah, Pendidikan Anak, Pengaturan Makanan, pembinaan
tradisi keagamaan dan lain sebagainya yang pasti akan timbul
dalam keluarga tersebut.
LANDASAN TEORI
lArti kata Nikah adalah:
lmenurut bahasa artinya perkawinan.
lmenurut Syariat islam adalah akad yang menghalalkan
pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang tidak ada
hubungan mahram sehingga dengan akad tersebut terjadi hak
dan kewajiban antara kedua insan.
lPernikahan akan membawa Keharmonisan, Keberkahan dan
kesejahteraan baik bagi laki - laki maupun perempuan, serta
keturunannya.
lHukum Nikah Beda Agama bisa dibagi menjadi 4, yaitu:
l1. Suami, istri ahli kitab = Boleh
l2. Suami islam, istri kafir bukan ahli kitab = haram
l3. suami ahli kitab, istri islam = haram
l4. suami kafir bukan ahli kitab, istri islam = haram
Hukum Perkawinan
lDalam islam hukum perkawinan terdiri dari beberapa
hukum, tergantung dari kondisi orang yang mau
menikah yaitu:
l1. Perkawinan yang hukumnya wajib
l2. Perkawinan yang hukumnya sunnah
l3. Perkawinan yang hukumnya makruh
l4. Perkawinan yang hukumnya mubah
l5. Perkawinan yang hukumnya haram
Pengertian Non-Muslim dalam Islam
Sebelum membahas tentang pernikahan beda
Agama, Kita perlu mengetahui pengertian tentang
non-muslim dalam Agama Islam yang dibagi
menjadi 2 yaitu:
1. Golongan orang musryik
2. Golongan Ahli Kitab
Pernikahan Beda Agama
lMenurut Hukum Agama Islam
lSecara umum pernikahan Lintas Agama atau
Beda Agama dalam islam dapat dibagi menjadi
2 bagian yaitu:
l1. Perkawinan antar pria muslim dengan
wanita non-muslim
l2. Perkawinan antara Pria non-muslim dengan
wanita muslimah
Pernikahan Beda Agama
ََ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬ْ‫ل‬‫ا‬َ‫ل‬ ِ‫ح‬ُ‫أ‬َُ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ل‬َُ‫ات‬َ‫ب‬ِِّ‫ي‬‫الط‬َُ‫م‬‫ا‬َ‫ع‬َ‫ط‬َ‫و‬ََ‫ين‬ِ‫ذ‬‫ال‬َُ‫أ‬‫وا‬ُ‫ت‬‫و‬ََ‫اب‬َ‫ت‬ِ‫ك‬ْ‫ل‬‫ا‬َ‫ل‬ ِ‫ح‬َْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ل‬َْ‫م‬ُ‫ك‬ُ‫م‬‫ا‬َ‫ع‬َ‫ط‬َ‫و‬
َ‫ل‬ ِ‫ح‬َْ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ل‬َُ‫ات‬َ‫ن‬َ‫ص‬ْ‫ح‬ُ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬ََ‫ن‬ِ‫م‬َِ‫ت‬‫ا‬َ‫ن‬ِ‫م‬ْ‫ؤ‬ُ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ََ‫ص‬ْ‫ح‬ُ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬َُ‫ات‬َ‫ن‬ََ‫ن‬ِ‫م‬ََ‫ين‬ِ‫ذ‬‫ال‬‫وا‬ُ‫ت‬‫و‬ُ‫أ‬ََ‫اب‬َ‫ت‬ِ‫ك‬ْ‫ل‬‫ا‬َْ‫ن‬ِ‫م‬
َْ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫ل‬ْ‫ب‬َ‫ق‬‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬َ‫ن‬ُ‫ه‬‫و‬ُ‫م‬ُ‫ت‬ْ‫ي‬َ‫ت‬‫آ‬َ‫ن‬ُ‫ه‬َ‫ور‬ُ‫ج‬ُ‫أ‬ََ‫ين‬ِ‫ن‬ ِ‫ص‬ْ‫ح‬ُ‫م‬ََ‫غ‬ََ‫ر‬ْ‫ي‬ََ‫ين‬ ِ‫ح‬ِ‫ف‬‫ا‬َ‫س‬ُ‫م‬ََ‫ل‬َ‫و‬
‫ي‬ِ‫ذ‬ ِ‫خ‬‫ت‬ُ‫م‬َ‫َان‬‫د‬ْ‫خ‬َ‫أ‬
Pada hari ini Dihalalkan bagimu yang baik-baik. makanan (sembelihan)
orang-orang yang diberi Al kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu
halal (pula) bagi mereka. (dan Dihalalkan mangawini) wanita yang
menjaga kehormatan diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-
wanita yang menjaga kehormatan di antara orang yang diberi kitab
sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan
maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula)
menjadikannya gundik-gundik.” (QS. Al-Maidah: 5).
Pernikahan Beda Agama
ََ‫ل‬َ‫و‬‫وا‬ُ‫ح‬ِ‫ك‬ْ‫ن‬َ‫ت‬َِ‫ت‬‫ا‬َ‫ك‬ ِ‫ْر‬‫ش‬ُ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬‫ى‬‫ت‬َ‫ح‬َ‫ن‬ِ‫م‬ْ‫ؤ‬ُ‫ي‬َ‫ة‬َ‫م‬َ َ‫َل‬َ‫و‬َ‫ة‬َ‫ن‬ِ‫م‬ْ‫ؤ‬ُ‫م‬َ‫ر‬ْ‫ي‬َ‫خ‬َْ‫ن‬ِ‫م‬َ‫ة‬َ‫ك‬ ِ‫ْر‬‫ش‬ُ‫م‬َْ‫و‬َ‫ل‬َ‫و‬
َْ‫م‬ُ‫ك‬ْ‫ت‬َ‫ب‬َ‫ج‬ْ‫ع‬َ‫أ‬ََ‫ل‬َ‫و‬‫وا‬ُ‫ح‬ِ‫ك‬ْ‫ن‬ُ‫ت‬ََ‫ين‬ِ‫ك‬ ِ‫ْر‬‫ش‬ُ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬‫ى‬‫ت‬َ‫ح‬َْ‫ؤ‬ُ‫ي‬‫وا‬ُ‫ن‬ِ‫م‬َ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬َ‫ل‬َ‫و‬َ‫ن‬ِ‫م‬ْ‫ؤ‬ُ‫م‬َ‫ر‬ْ‫ي‬َ‫خ‬َْ‫ن‬ِ‫م‬َْ‫ش‬ُ‫م‬ٍَ ِ‫ر‬
َْ‫و‬َ‫ل‬َ‫و‬َْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ب‬َ‫ج‬ْ‫ع‬َ‫أ‬ٍََِ‫ئ‬َ‫ل‬‫و‬ُ‫أ‬ََ‫ُون‬‫ع‬ْ‫د‬َ‫ي‬‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬َِ‫ار‬‫الن‬َُ‫اَلل‬َ‫و‬‫ُو‬‫ع‬ْ‫د‬َ‫ي‬‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬َِ‫ة‬‫ن‬َ‫ج‬ْ‫ل‬‫ا‬ََ‫ر‬ِ‫ف‬ْ‫غ‬َ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬َِ‫ة‬َِ‫ه‬ِ‫ن‬ْ‫ذ‬ِ‫إ‬ِ‫ب‬
Janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka
beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita
musyrik, walaupun dia menarik hatimu. dan janganlah kamu menikahkan
orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka
beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang
musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka,
sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya.” (QS. al-
Baqarah: 221).
Pernikahan Beda Agama
lMenurut Hukum UU Negara
lInstruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991
Tanggal 10 Juni 1991
lKeputusan Menteri Agama Nomor 154 Tahun
1991
lKompilasi Hukum Islam (KHI)
KESIMPULAN
lPernikahan antara pria muslim dengan wanita Ahli
kitab diperbolehkan dalam Islam, tetapi tidak berlaku
sebaliknya. Dan jika ditinjau dari segi Hukum
Indonesia dalam Pasal 2 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun
1974 tentang Perkawinan tidak dibenarkan dan
dilarang adanya perkawinan beda agama.
Sedangkan jika dari segi hukum yang berada dalam
Al-Quran bahwa segala hal yang mengatur tentang
perkawinan dan ijin perkawinan beda agama dapat
ditinjau dari Surat Al-Baqarah dan Surat Al-Maidah.

Presentasi Pernikahan Beda Agama

  • 1.
    Hukum Pernikahan BedaAgama (Dalam Perspektif Islam) 13.1D.11 KARYA TULIS & PEMIKIRAN Diselesaikan untuk memenuhi Tugas UTS Mata Kuliah Pendidikan Agama Jurusan Teknik computer, Bina Saran Informatika (BSI) 2015
  • 2.
    PENDAHULUAN lzaman sekarang banyaksekali adanya Pernikahan antar dua pasangan berbeda Agama di kalangan masyarakat hingga pemuda-pemudi muslim yang awam Ilmu Agama bisa menganggapnya itu bukan masalah alias sah-sah saja. Padahal dalam islam perkawinan yang baik adalah perkawinan yang dilakukan oleh seorang suami - isteri yang Seakidah agar terwujudnya kehidupan rumah tangga yang Sakinah Mawaddah Warahmah. lPernikahan beda agama menimbulkan berbagai masalah dalam keluarga, misalnya dalam masalah pelaksanaan ibadah, Pendidikan Anak, Pengaturan Makanan, pembinaan tradisi keagamaan dan lain sebagainya yang pasti akan timbul dalam keluarga tersebut.
  • 3.
    LANDASAN TEORI lArti kataNikah adalah: lmenurut bahasa artinya perkawinan. lmenurut Syariat islam adalah akad yang menghalalkan pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang tidak ada hubungan mahram sehingga dengan akad tersebut terjadi hak dan kewajiban antara kedua insan. lPernikahan akan membawa Keharmonisan, Keberkahan dan kesejahteraan baik bagi laki - laki maupun perempuan, serta keturunannya. lHukum Nikah Beda Agama bisa dibagi menjadi 4, yaitu: l1. Suami, istri ahli kitab = Boleh l2. Suami islam, istri kafir bukan ahli kitab = haram l3. suami ahli kitab, istri islam = haram l4. suami kafir bukan ahli kitab, istri islam = haram
  • 4.
    Hukum Perkawinan lDalam islamhukum perkawinan terdiri dari beberapa hukum, tergantung dari kondisi orang yang mau menikah yaitu: l1. Perkawinan yang hukumnya wajib l2. Perkawinan yang hukumnya sunnah l3. Perkawinan yang hukumnya makruh l4. Perkawinan yang hukumnya mubah l5. Perkawinan yang hukumnya haram
  • 5.
    Pengertian Non-Muslim dalamIslam Sebelum membahas tentang pernikahan beda Agama, Kita perlu mengetahui pengertian tentang non-muslim dalam Agama Islam yang dibagi menjadi 2 yaitu: 1. Golongan orang musryik 2. Golongan Ahli Kitab
  • 6.
    Pernikahan Beda Agama lMenurutHukum Agama Islam lSecara umum pernikahan Lintas Agama atau Beda Agama dalam islam dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu: l1. Perkawinan antar pria muslim dengan wanita non-muslim l2. Perkawinan antara Pria non-muslim dengan wanita muslimah
  • 7.
    Pernikahan Beda Agama ََ‫م‬ْ‫و‬َ‫ي‬ْ‫ل‬‫ا‬َ‫ل‬ ِ‫ح‬ُ‫أ‬َُ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ل‬َُ‫ات‬َ‫ب‬ِِّ‫ي‬‫الط‬َُ‫م‬‫ا‬َ‫ع‬َ‫ط‬َ‫و‬ََ‫ين‬ِ‫ذ‬‫ال‬َُ‫أ‬‫وا‬ُ‫ت‬‫و‬ََ‫اب‬َ‫ت‬ِ‫ك‬ْ‫ل‬‫ا‬َ‫ل‬ ِ‫ح‬َْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ل‬َْ‫م‬ُ‫ك‬ُ‫م‬‫ا‬َ‫ع‬َ‫ط‬َ‫و‬ َ‫ل‬ ِ‫ح‬َْ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ل‬َُ‫ات‬َ‫ن‬َ‫ص‬ْ‫ح‬ُ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬ََ‫ن‬ِ‫م‬َِ‫ت‬‫ا‬َ‫ن‬ِ‫م‬ْ‫ؤ‬ُ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ََ‫ص‬ْ‫ح‬ُ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬َُ‫ات‬َ‫ن‬ََ‫ن‬ِ‫م‬ََ‫ين‬ِ‫ذ‬‫ال‬‫وا‬ُ‫ت‬‫و‬ُ‫أ‬ََ‫اب‬َ‫ت‬ِ‫ك‬ْ‫ل‬‫ا‬َْ‫ن‬ِ‫م‬ َْ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫ل‬ْ‫ب‬َ‫ق‬‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬َ‫ن‬ُ‫ه‬‫و‬ُ‫م‬ُ‫ت‬ْ‫ي‬َ‫ت‬‫آ‬َ‫ن‬ُ‫ه‬َ‫ور‬ُ‫ج‬ُ‫أ‬ََ‫ين‬ِ‫ن‬ ِ‫ص‬ْ‫ح‬ُ‫م‬ََ‫غ‬ََ‫ر‬ْ‫ي‬ََ‫ين‬ ِ‫ح‬ِ‫ف‬‫ا‬َ‫س‬ُ‫م‬ََ‫ل‬َ‫و‬ ‫ي‬ِ‫ذ‬ ِ‫خ‬‫ت‬ُ‫م‬َ‫َان‬‫د‬ْ‫خ‬َ‫أ‬ Pada hari ini Dihalalkan bagimu yang baik-baik. makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. (dan Dihalalkan mangawini) wanita yang menjaga kehormatan diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita- wanita yang menjaga kehormatan di antara orang yang diberi kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik.” (QS. Al-Maidah: 5).
  • 8.
    Pernikahan Beda Agama ََ‫ل‬َ‫و‬‫وا‬ُ‫ح‬ِ‫ك‬ْ‫ن‬َ‫ت‬َِ‫ت‬‫ا‬َ‫ك‬ِ‫ْر‬‫ش‬ُ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬‫ى‬‫ت‬َ‫ح‬َ‫ن‬ِ‫م‬ْ‫ؤ‬ُ‫ي‬َ‫ة‬َ‫م‬َ َ‫َل‬َ‫و‬َ‫ة‬َ‫ن‬ِ‫م‬ْ‫ؤ‬ُ‫م‬َ‫ر‬ْ‫ي‬َ‫خ‬َْ‫ن‬ِ‫م‬َ‫ة‬َ‫ك‬ ِ‫ْر‬‫ش‬ُ‫م‬َْ‫و‬َ‫ل‬َ‫و‬ َْ‫م‬ُ‫ك‬ْ‫ت‬َ‫ب‬َ‫ج‬ْ‫ع‬َ‫أ‬ََ‫ل‬َ‫و‬‫وا‬ُ‫ح‬ِ‫ك‬ْ‫ن‬ُ‫ت‬ََ‫ين‬ِ‫ك‬ ِ‫ْر‬‫ش‬ُ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬‫ى‬‫ت‬َ‫ح‬َْ‫ؤ‬ُ‫ي‬‫وا‬ُ‫ن‬ِ‫م‬َ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬َ‫ل‬َ‫و‬َ‫ن‬ِ‫م‬ْ‫ؤ‬ُ‫م‬َ‫ر‬ْ‫ي‬َ‫خ‬َْ‫ن‬ِ‫م‬َْ‫ش‬ُ‫م‬ٍَ ِ‫ر‬ َْ‫و‬َ‫ل‬َ‫و‬َْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ب‬َ‫ج‬ْ‫ع‬َ‫أ‬ٍََِ‫ئ‬َ‫ل‬‫و‬ُ‫أ‬ََ‫ُون‬‫ع‬ْ‫د‬َ‫ي‬‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬َِ‫ار‬‫الن‬َُ‫اَلل‬َ‫و‬‫ُو‬‫ع‬ْ‫د‬َ‫ي‬‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬َِ‫ة‬‫ن‬َ‫ج‬ْ‫ل‬‫ا‬ََ‫ر‬ِ‫ف‬ْ‫غ‬َ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬َِ‫ة‬َِ‫ه‬ِ‫ن‬ْ‫ذ‬ِ‫إ‬ِ‫ب‬ Janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya.” (QS. al- Baqarah: 221).
  • 9.
    Pernikahan Beda Agama lMenurutHukum UU Negara lInstruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 Tanggal 10 Juni 1991 lKeputusan Menteri Agama Nomor 154 Tahun 1991 lKompilasi Hukum Islam (KHI)
  • 10.
    KESIMPULAN lPernikahan antara priamuslim dengan wanita Ahli kitab diperbolehkan dalam Islam, tetapi tidak berlaku sebaliknya. Dan jika ditinjau dari segi Hukum Indonesia dalam Pasal 2 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan tidak dibenarkan dan dilarang adanya perkawinan beda agama. Sedangkan jika dari segi hukum yang berada dalam Al-Quran bahwa segala hal yang mengatur tentang perkawinan dan ijin perkawinan beda agama dapat ditinjau dari Surat Al-Baqarah dan Surat Al-Maidah.