Sejarah Apotek Mandiri
Apotek Mandiri didirikan pada tanggal 07
Februari 2011 yang beralamatkan di Jl. D.I
Pandjaitan, No.117B, Purbalingga. Apoteker yang
bertanggung jawab di Apotek Mandiri yaitu apt.
Mira Athus Solikhah D. I, T., S.Farm. Apotek
Mandiri memiliki Moto Apotek Mandiri, Sehat dan
Bersahabat.
Pada perencanaan di Apotek Mandiri yang
paling sering digunakan yaitu :
1. Perencanaan Konsumsi yaitu melalui Buku
Defecta, Defecta yaitu pencatatan obat yang
harus dipesan untuk memenuhi kebutuhan
ketersediaan obat yang sudah habis.
2. Metode Epidemiologi yaitu metode perencanaan
yang dilakukan dengan melihat pola penyakit
yang sering terjadi di kalangan masyarakat
PENGELOLAAN SEDIAAN FARMASI
A. PERENCANAAN B. PENGADAAN
Pengadaan dilakukan melalui Pedagang Besar
Farmasi yang merupakan perusahaan berbadan
hukum yang memiliki izin untuk melakukan
pengadaan penyimpanan penyaluran obat dan
bahan obat. PBF  distributor, distributor 2
macam yaitu Distributor Tunggal dan Sub
Distributor. Pada teori Pengadaan terdapat Teori
Langsung dan Tidak Langsung. Teori Langsung itu
melakukan pemesanan langsung, sedangkan yang
dimaksud dengan Teori Pengadaan Tidak Langsung
yaitu melakukan pemesanan melalui Tender.
Adapun Alur dari Distributor yaitu :
Pabrik  PBF (Distributor Tunggal)  Ritel (Sub
Distributor)  Apotek  Pasien
Pada saat melakukan Pengadaan dan Membeli
Obat pun harus disertai dengan Surat Pesanan, Surat
Pesanan pun dibagi menjadi 5 yaitu : Biasa atau
Reguler (Obat Umum), Prekursor, Psikotropika, Obat-
Obat Tertentu dan Narkotika
Pada Surat Pesanan Biasa, Prekursor,
Psikotropika dan OOT dibuat rangkap 2, Kertas asli
diserahkan PBF, 1 Salinan untuk arsip Apotek.
Dan pada Narkotika dibuat rangkap 4, 3
diserahkan PBF untuk ke BPOM DINKES dan arsip
distributor, 1 untuk arsip Apotek.
Pada teori Pengadaan Langsung terdapat empat
cara yaitu:
Kredit  Tempo
COD  Datang langsung bayar
Ttitipan  Konsynasi
Just in Time  Saat itu juga
C. Penerimaan
Pada proses Penerimaan di Apotek Mandiri
dilakukan adanya pengecekan seperti : Surat
Pesanan, Jumlah Obat, Kadaluarsa Obat, Kondisi
Obat, Tanda Tangan Apoteker, Nama Apotek, Tanggal
Penerima
Pada Pemusnahan di Apotek
Mandiri dilakukan berdasarkan
kadaluwarsa obat lalu menghubungi
Dinas Kesehatan lalu dikumpulkan dan
diserahkan ke Dinas Kesehatan dan
Pemsnahan dilakukan oleh pihak ketiga,
pengumpulan obat yang akan
dimusnahkan dan diberikan ke dinas
kesehatan dilakukan selama 1 tahun 3
kali.
Penyimpanan obat di Apotek Mandiri
disusun sesuai :
• Etalase depan  Farmakologis, Bentuk
Sediaan  sirup, tetes mata & telinga, dll,
Alfabetis  Abjad, Obat Bebas, Obat Bebas
Terbatas,, Alat Kesehatan
• Etalase Belakang  Alfabetis  Abjad dan
Bentuk Sediaan  sirup, suppositoria, tetes
mata & telinga, dll
• Obat Narkotika disimpan dalam lemari
khusus 2 pintu
E. Pemusnahan D. Penyimpanan
F. Pengendalian
Pada Pengendalian di Apotek Mandiri terdapat 3
Kontrol Pengendalian :
1. Persediaan Farmasi
2. Keuangan
3. SDM
G. Pencatatan dan Pelaporaan
Pelaporan terdiri dari Pelaporan Internal yg merupakan
pelaporan yang digunakan untuk kebutuhan manajemen Apotek,
meliputi keuangan, barang dan laporan lainnya dan Pelaporan
eksternal merupakan pelaporan yang dibuat untuk memenuhi
kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,
meliputi pelaporan narkotika, psikotropika, precursor, pajak dan
pelayanan kefarmasian.
Pada Pencatatan di Apotek Mandiri sendiri dilakukan sebagai :
Narkotika, Psikotropika dan Prekursor, Pajak  dicatat
penggunaannya per bulan
Laporan Pelayanan dan Kefarmasian  dicatat per semester
(6 bulan)
Pada Pelaporan di Apotek Mandiri sendiri dilakukan sebagai :
Pelaporan Prekursor dan Pelayanan dan Kefarmasian Pelaporan ke
Dinas Kesehatan
Pelaporan Pajak  ke Kantor Pelayanan Pajak Pratama Purbalingga
Pelaporan Narkotika dan Psikotropika  Pelaporan secara Online
melalui website sipnap
PELAYANAN FARMASI
KLINIK
A. PENGKAJIAN RESEP
Dalam pelayanan resep Apotek Mandiri memiliki tahapan
untuk Melakukan pemeriksaan kelengkapan resep yaitu :
seperti Skrining Admintratif, Farmastik dan Klini
B. DISPENSING
Dispensing di Apotek Mandiri dengan tahapan :
• Menyiapkan sediaan farmasi atau alat kesehatan sesuai dengan
permintaan pasien/resep
• Menghitung kesesuaian dosis
• Mengambil obat
• Menutup kembali wadah obat setelah pengambilan dan mengembalikan
ke tempat semula
• Mencatat pengeluaran obat pada kartu stock apabila stock habis
• Menyiapkan etiket warna putih untuk obat dalam atau warna biru
untuk obat luar
• Menulis nama pasien, nomor resep, tanggal resep, cara pakai sesuai
permintaan pada resep serta petunjuk dan informasi lain
C. PELAYANAN INFORMASI OBAT
Pemberian informasi obat di Apotek Mandiri meliputi pemberian informasi indikasi obat,
aturan dan cara penggunaan, lama penggunaan obat, efek samping yang mungkin timbul, cara
penyimpanan obat, kapan obat dapat dihentikan, kapan obat dapat di gunakan kembali, makanan
dan obat-obatan yang harus dihindari, terapi non farmakologi. Selain itu, penyampaian PIO di
Apotek Mandiri dilakukan dengan menggunakan Leaflet.
D. KONSELING
Konseling merupakan proses interaktif antara Apoteker dengan pasien/keluarga untuk
meningkatkan pengetahuan, pemahaman, kesadaran dan kepatuhan. Untuk mengawali konseling,
Apoteker menggunakan three prime questions. Apoteker harus melakukan verifikasi bahwa pasien
atau keluarga pasien sudah memahami Obat yang digunakan. Pemberian konseling di Apotek
Mandiri dilakukan kepada pasien dengan kondisi khusus, pasien lanjut usia, pasien dengan
polifarmasi, dan dengan keluhan kompleks.
E. HOME PHARMACY CARE
Apotek Mandiri melakukan Pelayanan Home Pharmacy Care yang dilakukan oleh Apoteker
kepada pasien dengan keluhan seperti penyakit seriusatau penyakit kronis jangka panjang lainnya.
Apotek Mandiri melakukan pelayanan
pemantauan terapi obat pada pasien yang
telah berkonsultasi dan telah
mendapatakan konseling dari Apoteker.
Melalui PTO ini Apoteker akan mengetahui
dan memastikan bahwa seorang pasien
mendapatkan terapi Obat yang efektif
dan terjangkau dengan memaksimalkan
efikasi dan meminimalkan efek samping
Apotek Mandiri melakukan MESO
terhadap obat-obatan yang memilki
potensi efek samping besar. Untuk
efek samping kecil yang berpotensi
muncul tetap dalam monitoring
namun tidak di dokumentasikan
F. PEMANTAUAN
TERAPI OBAT
G. MONITORING
EFEK SAMPING OBAT
KASUS SWAMEDIKASI 1 PTO – 3. ASSESMENT
Seorang ibu mencari obat untuk anaknya yang berusia 8th dan 12th
yang mengeluhkan batuk berdahak dan pilek dan saya merekomendasikan
OBH Combi Anak yang memiliki indikasi untuk meredakan batuk yang
disertai gejala flu pada anak seperti demam, sakit kepala, hidung
tersumbat dan bersin-bersin. OBH Combi Anak berisi Succus Liquiritiae
100 mg, Paracetamol 120 mg, Ammonium Chloride 50 mg,
Pseudoephedrine HCL 7.5 mg, Chlorpheniramine Maleate 1.0 mg. OBH
Combi Anak termasuk ke Golongan Obat Bebas Terbatas. OBH Combi Anak
mempunyai efek samping mengantuk.
 PTO – 3. ASSESMENT
Ibu H mengeluhkan gatal dan merasa panas di area sekitar
kakinya dengan bentuk gatal ruam dan pinggir-pinggirnya merah. Dan
saya merekomendasikan untuk obat minumnya Dextamine.
Dextamine  Dexamethasone 500 mcg dan Dexchorpheniramine
Maleate 2 mg.
Dexamethasone  golongan obat kortikosteroid, bekerja dengan cara
mengurangi proses inflamasi (peradangan) dengan membuat membran
leukosit lisosom menjadi stabil, sehingga pelepasan hidrolase asam
yang merusak leukosit dapat dicegah.
Dexamethasone  untuk mengatasi peradangan, reaksi alergi, dan
penyakit autoimun.
Sedangkan Dexchlorpheniramine maleate  antihistamin yang bekerja
mencegah dan menanggulangi gejala-gejala yang ditimbulkan oleh
histamin.
Dextamine  untuk mengurangi rasa gatal dan Obat ini bekerja
sebagai antiinflamasi, antirematik, serta antialergi/antihistamin.
Dextamine  menyebabkan efek samping seperti mulut kering,
mengantuk dan lain-lain. Dextamine termasuk kegolongan Obat Keras
KASUS SWAMEDIKASI 2
Dan untuk obat luar saya merekomendasikan
untuk juga menggunakan salep Desolex N 
Desonide 0.05%, Neomycin Sulfate 0.5%.
Desonide  adalah kortikosteroid yang memiliki
khasiat anti radang dan anti alergi yang kuat.
Neomycin Sulphate  merupakan antibiotika
berspektrum luas terhadap kebanyakan kuman gram
positif maupun Gram negatif.
Neomycin  bekerja dengan cara mengikat secara
reversibel terhadap sub unit 30s dari ribosom bakteri
sehingga menghambat sintesa protein yang pada
akhirnya menghambat pertumbuhan bakteri.
Desolex N  untuk untuk meredakan peradangan
pada kulit alergi, anti radang dan anti alergi gatal.
Desolex N  efek samping nyeri, rasa terbakar, kulit
kering dan lain-lain.
Desolex N  golongan Obat Keras
KASUS SWAMEDIKASI 3
PTO – 3. ASSESMENT
Ibu F mengeluhkan badannya terasa sakit semua
dari atas sampai bawah, karena sebelumnya pulang kerja
sore kehujanan setelah bangun tidur, badan terasa sakit
semua seluruh badan. Dan saya rekomendasikan Erlagin.
Erlagin digunakan untuk membantu mengatasi radang
saraf dan nyeri saraf terutama pada kondisi sakit yang
berat. Erlagin berisi Paracetamol 500 mg, Tiamina
Mononitrat (B1) 50 mg, Piridoksin hcl (B6) 100 mcg, dan
Sianokobalamin (B12) 100 mcg. Erlagin memiliki Efek
Samping Demam, Mual, Nyeri Lambung dll. Erlagin
termasuk ke Golongan Obat Bebas
Pada pasien bernama Sohidin yang beralamatkan di
Bukateja, Purbalingga ingin menebus resep dengan isi resep
pertama terdapat obat Cespam,
Cespam obat yang berisi kandungan Cefixime dalam bentuk
kapsul.
Cefixime antibiotik golongan Cephalosporin generasi ke-3.
Cefixime bekerja sebagai bakterisidal dengan mekanisme kerja
obat dengan cara mengikat satu atau lebih penicilin binding
protein atau (PBP) yang menghambat transpeptidasi tahap akhir
dan sintesis Peptiglodikan didinding sel bakteri, sehingga
menghambat biosintesis dan mencegah pembentukan dinding sel
yang mengakibatkan kematian sel bakteri.
Cespam  diminum 2x 1hari sesudah makan.
Cespam  kontraindikasi yaitu hipersensitif terhadap
sefalosporin, penisilin, atau antibiotic beta-laktam apapun.
Cespam  efek samping yaitu kejang, kebingungan, gangguan
kesadaran dan lain-lain.
Cespam ke Golongann Obat Keras
Pada obat Pamol  obat yang digunakan sebagai penurun
demam dan pereda nyeri seperti sakit kepala, sakit gigi, dan
nyeri ringan.
Pamol  berisi Paracetamol yang memiliki fungsi sebagai
antipiretik dan analgesic.
Pamol  bekerja dengan cara menghambat produksi zat tertentu
dalam tubuh yang menjadi penyebab peradangan dan rasa
sakit/nyeri yang disebut prostaglandin.
Pamol  diminum 1x 1hari setelah makan.
Pamol  kontrakindikasi untuk penderita gangguan fungsi hati
berat.
Pamol  efek samping kerusakan hati bila dikonsumsi jangka
panjang.
Pamol  Golongan Obat Bebas.
Resep 1
Selanjutnya pada obat Pehaclor, Pehclor Chlorphenamine Maleate.
Pehaclor  sebagai pengobatan secara simtomatis dan profilatik terhadap demam akibat alergi,
urtikaria, eksim alergika, asma dan lain-lain.
Pehachlor bekerja dengan cara menghambat reseptor histamin H1 di saluran pencernaan dan saluran
pernapasan serta pembuluh darah.
Pehachlor  diminum 1x 1.
Pehaclor  Kontraindikasi pada pengguna asma akut. Pehachlor memiliki efek samping sedasi, lemah
otot, sakit kepala dan lain-lain.
Pehachlor  golongan obat keras
Selanjutnya pada obat Forneuro adalah multivitamin 3 in 1 dengan paduan lengkap vitamin B1, B6,
B12, E dan Asam Folat yang untuk membantu meringankan gejala kram, kaku, kebas, kesemutan dan
pegal otot.
Forneuro  diminum 1x 1hari sesudah makan.
Forneuro kontraindikasi hipersensitif.
Forneruro Efek Samping seperti mual, muntah, dan sakit kepala. Forneuro golongan obat bebas
Pasien Sohidin diindikasi memiliki penyakit Pusing, Demam, Nyeri Otot dan Pasien Sohidin dapat
melakukan terapi non farmakologi seperti istirahat yang cukup, makan makanan yang bergizi, dan sering
minum air putih. Untuk etiket resep terdapat putih dan Pehachlor harus diminum sampai habis.
Harga obat Cespam : 31.000, Pamol : 10.000, Pehachlor : 3.000, Forneuro : 43.000 dengan
jumlah 87.000 dan ditambah dengan Jasa Tuslah dan Embalase : 95.000.
 PEMBAHASAN
Pada pasien bernama Raihan yang berumur 15th yang
beralamatkan di Stabelan RT 01 RW 06 ingin menebus resep
dengan isi resep Braxidin,
Braxidin  obat yang mengandung dua kombinasi zat aktif
yaitu Chlordiazepoxide Hydrochloride 5mg dan Clidinium
Bromide 2,5mg.
Braxidin  golongan obat Psikotropika,
Braxidin  termasuk ke kategori Antipasmodik yang bekerja
dengan cara melemaskan otot-otot pada saluran cerna dan
saluran kemih.
Chlordiazepoxide dan Clidinium Bromide  untuk mengobati
luka atau luka lambung, sindrom iritasi pada usus besar yang
dapat menyebabkan perut kembung, sakit perut, dan juga
pembengkakan usus (entero colitis).
Braxidin  dikonsumsi 3x 1hari dan dapat dikonsumsi pada saat
perut kosong atau sebelum makan.
Braxidin  efek samping pusing, mual, sembelit, dan lain-lain.
Braxidin  Kontraindikasi pada penderita glaucoma, penderita
hipertropi prostat, dan yang memiliki alergi
Resep 2
Selanjutnya pada obat Lasgan,
Lasgan  mengandung zat aktif Lansoprazole 30mg,
Lansoprazole  obat golongan Proton pump inhibitor yang digunakan untuk mengatasi gejala tukak
lambung ringan, tukak peptic, refluks esofagetis, sindrom zolliger ellison dan eradikasi H pylori.
Lasgan  dikonsumsi 1x 1hari jika perlu sebelum makanpada saat malam hari menjelang tidur.
Lasgan  efek samping dari mual, muntah, kembung dan lain-lain.
Lasgan  gologan obat Keras.
Mekanisme Lansoprazole  termasuk golongan PPI (Proton Pump Inhibitor) yang efektif bekerja
dengan menghambat sekresi asam lambung melalui sistem enzim adenosin trifosfatase hydrogen-
kalium (pompa proton) dari sel parietal lambung.
Pada pasien Raihan yang berusia 15th diindikasi memiliki penyakit GERD. Dan dapat melakukan
Terapi Non Farmakologi GERD berupa Mengurangi makanan dan obat-obatan yang menyebabkan
refluks, saat makan tidak boleh terlalu kenyang, Makan paling lambat 3 jam sebelum tidur
Untuk harga obat Braxidin 16.000 dan Lasgan 19.500 per tablet dan diminta hanya 4 : 19.500 x
4 : 78.000 dan jumlah semuanya menjadi 94.000 dan ditambah dengan Jasa Tuslah dan Embalase =
98.000.
RESEP 3  PEMBAHASAN
Pada pasien bernama Ani Widianto yang berumur
2th yang beralamatkan di Gang Pance ingin menebus
resep dengan isi obat yaitu Clindamicin 300 mg.
Clindamicin  antibiotik yang bekerja dengan cara
menghambat sintesis protein bakteri dengan mengikat
sub unit ribosom 50S secara reversibel sehingga
mencegah pembentukan ikatan peptida, perakitan
ribosom dan proses translasi.
Antibiotik  ini digunakan untuk infeksi yang
disebabkan oleh organisme yang rentan misalnya Strep
Pneumococci dan Straph disalurkan pernapasan
termasuk Emfisema Pneumonitis anaerob dan abses
paru, kulit dan jaringan lunak, septikemia, infeksi
intrabdominal, infeksi ginekologi termasuk
endometritis, selulitis pelvis, infeksi pasca operasi,
infeksi tulang dan sendi.
Clindamicin  diminum 2x1hari 1 kapsul sesudah
makan.
Clindamicin  kontraindikasi hipersentif terhadap
clindamicin atau lincomicin.
Clindamicin  efek samping yang dapat ditimbulkan
yaitu diare, sakit perut, mual muntah dan lain-lain
Selanjutnya pada Chloramfecort H  obat topikal dalam bentuk
krim yang mengandung kombinasi obat yaitu Chloramphenicol 20mg dan
Hydrocortisone Acetate 25mg.
Hydrocortisone acetate  senyawa kortikosteroid yang memiliki efek
anti inflamasi dan dapat menekan sistem imun.
Chloramphenicol  antibiotik yang bekerja dengan cara menghambat
sintesis protein bakteri yang mengikat subunit 50S daru ribosom bakteri,
sehingga mencegah pembentukan ikatan peptida oleh peptidil
transferase.
Obat topikal ini  digunakan untu mengatasi infeksi bakteri yang rentan
terhadap antibiotik chloramphenicol yang disertai peradangan.
Chloramfecort  untuk terapi penyakit kulit akibat alergi disertai
infeksi kuman dan untuk meredakan infeksi kulit yang disertai dengan
peradangan, meredakan gatal, kemerahan serta bengkak pada kulit.
Chloramfecort  dioleskan 3x 1hari didaerah yang gatal saja dan
dioleskan dengan cara tipis-tipis.
Chloramfecort  efek samping berupa kulit kering nyeri dan terasa
terbakar.
Chloramfecort  ke golongan obat keras
Selanjutnya pada obat
Faktu Suppositoria  obat dengan bentuk Suppositoria
yang untuk mengatasi pendarahan dan peradangan pada
penderita ambeien atau wasir.
Faktu Suppositoria  Policresulen 100mg dan Cinchocaine
HCL 2,5mg.
Faktu Suppositoria  digunakan 1x 1hari pada malam hari
saat menjelang tidur dengan cara dimasukkan ke dubur.
Faktu Suppositoria  efek samping penggunaan yaitu
seperti rasa tidak nyaman di area dubur.
Faktu Suppositoria disimpan di suhu dingin 2°C - 8 °C dan
tertutup rapat. Faktu Suppositoria termasuk ke golongan
obat keras
Pasien Ani Widianto yang berumur 2 tahun diindikasi
mengalami penyakit infeksi dan alergi pada kulit dan
ambeien atau wasir. Untuk terapi non farmakologi infeksi
dan alergi pada kulit yaitu menjaga hidrasi kulit, mandi
dengan air bersih, tidak menggunakan handuk bersamaan
dan sering mengganti sprei dan handuk satu bulan sekali.
Untuk terapi non farmakologi ambeien atau wasir yaitu
dapat berupa makan makanan yang tinggi serat, banyak
minum air putih, dan tidak menunda-nunda BAB.
Untuk etiket biru terdapat obat
Chlorafecort H yang cara pakainya
dioleskan di area gatal 3x 1hari dengan
cara dioleskan tipis-tipis. Dan etiket biru
untuk Faktu Suppositoria 1x 1hari
menjelang tidur dimasukkan di daerah
dubur. Untuk etiket putih untuk
Clindamicin 300 mg diminum 2x 1hari
sesudah makan dan diminum sampai habis.
Harga obat Clindamicin 17.500,
Chlorafecort H 19.000 dan Faktu
Suppositoria 11.000 per sup dan yang
diminta diresep 5, 11.000 x 5 : 55.000 dan
hasilnya 91.500 dan ditambah dengan jasa
Tuslah dan Embalase 97.500
Terima kasih!

Presentasi PBL PKL apotek 6

  • 2.
    Sejarah Apotek Mandiri ApotekMandiri didirikan pada tanggal 07 Februari 2011 yang beralamatkan di Jl. D.I Pandjaitan, No.117B, Purbalingga. Apoteker yang bertanggung jawab di Apotek Mandiri yaitu apt. Mira Athus Solikhah D. I, T., S.Farm. Apotek Mandiri memiliki Moto Apotek Mandiri, Sehat dan Bersahabat.
  • 3.
    Pada perencanaan diApotek Mandiri yang paling sering digunakan yaitu : 1. Perencanaan Konsumsi yaitu melalui Buku Defecta, Defecta yaitu pencatatan obat yang harus dipesan untuk memenuhi kebutuhan ketersediaan obat yang sudah habis. 2. Metode Epidemiologi yaitu metode perencanaan yang dilakukan dengan melihat pola penyakit yang sering terjadi di kalangan masyarakat PENGELOLAAN SEDIAAN FARMASI A. PERENCANAAN B. PENGADAAN Pengadaan dilakukan melalui Pedagang Besar Farmasi yang merupakan perusahaan berbadan hukum yang memiliki izin untuk melakukan pengadaan penyimpanan penyaluran obat dan bahan obat. PBF  distributor, distributor 2 macam yaitu Distributor Tunggal dan Sub Distributor. Pada teori Pengadaan terdapat Teori Langsung dan Tidak Langsung. Teori Langsung itu melakukan pemesanan langsung, sedangkan yang dimaksud dengan Teori Pengadaan Tidak Langsung yaitu melakukan pemesanan melalui Tender. Adapun Alur dari Distributor yaitu : Pabrik  PBF (Distributor Tunggal)  Ritel (Sub Distributor)  Apotek  Pasien
  • 4.
    Pada saat melakukanPengadaan dan Membeli Obat pun harus disertai dengan Surat Pesanan, Surat Pesanan pun dibagi menjadi 5 yaitu : Biasa atau Reguler (Obat Umum), Prekursor, Psikotropika, Obat- Obat Tertentu dan Narkotika Pada Surat Pesanan Biasa, Prekursor, Psikotropika dan OOT dibuat rangkap 2, Kertas asli diserahkan PBF, 1 Salinan untuk arsip Apotek. Dan pada Narkotika dibuat rangkap 4, 3 diserahkan PBF untuk ke BPOM DINKES dan arsip distributor, 1 untuk arsip Apotek. Pada teori Pengadaan Langsung terdapat empat cara yaitu: Kredit  Tempo COD  Datang langsung bayar Ttitipan  Konsynasi Just in Time  Saat itu juga C. Penerimaan Pada proses Penerimaan di Apotek Mandiri dilakukan adanya pengecekan seperti : Surat Pesanan, Jumlah Obat, Kadaluarsa Obat, Kondisi Obat, Tanda Tangan Apoteker, Nama Apotek, Tanggal Penerima
  • 5.
    Pada Pemusnahan diApotek Mandiri dilakukan berdasarkan kadaluwarsa obat lalu menghubungi Dinas Kesehatan lalu dikumpulkan dan diserahkan ke Dinas Kesehatan dan Pemsnahan dilakukan oleh pihak ketiga, pengumpulan obat yang akan dimusnahkan dan diberikan ke dinas kesehatan dilakukan selama 1 tahun 3 kali. Penyimpanan obat di Apotek Mandiri disusun sesuai : • Etalase depan  Farmakologis, Bentuk Sediaan  sirup, tetes mata & telinga, dll, Alfabetis  Abjad, Obat Bebas, Obat Bebas Terbatas,, Alat Kesehatan • Etalase Belakang  Alfabetis  Abjad dan Bentuk Sediaan  sirup, suppositoria, tetes mata & telinga, dll • Obat Narkotika disimpan dalam lemari khusus 2 pintu E. Pemusnahan D. Penyimpanan
  • 6.
    F. Pengendalian Pada Pengendaliandi Apotek Mandiri terdapat 3 Kontrol Pengendalian : 1. Persediaan Farmasi 2. Keuangan 3. SDM G. Pencatatan dan Pelaporaan Pelaporan terdiri dari Pelaporan Internal yg merupakan pelaporan yang digunakan untuk kebutuhan manajemen Apotek, meliputi keuangan, barang dan laporan lainnya dan Pelaporan eksternal merupakan pelaporan yang dibuat untuk memenuhi kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, meliputi pelaporan narkotika, psikotropika, precursor, pajak dan pelayanan kefarmasian. Pada Pencatatan di Apotek Mandiri sendiri dilakukan sebagai : Narkotika, Psikotropika dan Prekursor, Pajak  dicatat penggunaannya per bulan Laporan Pelayanan dan Kefarmasian  dicatat per semester (6 bulan) Pada Pelaporan di Apotek Mandiri sendiri dilakukan sebagai : Pelaporan Prekursor dan Pelayanan dan Kefarmasian Pelaporan ke Dinas Kesehatan Pelaporan Pajak  ke Kantor Pelayanan Pajak Pratama Purbalingga Pelaporan Narkotika dan Psikotropika  Pelaporan secara Online melalui website sipnap
  • 7.
    PELAYANAN FARMASI KLINIK A. PENGKAJIANRESEP Dalam pelayanan resep Apotek Mandiri memiliki tahapan untuk Melakukan pemeriksaan kelengkapan resep yaitu : seperti Skrining Admintratif, Farmastik dan Klini B. DISPENSING Dispensing di Apotek Mandiri dengan tahapan : • Menyiapkan sediaan farmasi atau alat kesehatan sesuai dengan permintaan pasien/resep • Menghitung kesesuaian dosis • Mengambil obat • Menutup kembali wadah obat setelah pengambilan dan mengembalikan ke tempat semula • Mencatat pengeluaran obat pada kartu stock apabila stock habis • Menyiapkan etiket warna putih untuk obat dalam atau warna biru untuk obat luar • Menulis nama pasien, nomor resep, tanggal resep, cara pakai sesuai permintaan pada resep serta petunjuk dan informasi lain
  • 8.
    C. PELAYANAN INFORMASIOBAT Pemberian informasi obat di Apotek Mandiri meliputi pemberian informasi indikasi obat, aturan dan cara penggunaan, lama penggunaan obat, efek samping yang mungkin timbul, cara penyimpanan obat, kapan obat dapat dihentikan, kapan obat dapat di gunakan kembali, makanan dan obat-obatan yang harus dihindari, terapi non farmakologi. Selain itu, penyampaian PIO di Apotek Mandiri dilakukan dengan menggunakan Leaflet. D. KONSELING Konseling merupakan proses interaktif antara Apoteker dengan pasien/keluarga untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, kesadaran dan kepatuhan. Untuk mengawali konseling, Apoteker menggunakan three prime questions. Apoteker harus melakukan verifikasi bahwa pasien atau keluarga pasien sudah memahami Obat yang digunakan. Pemberian konseling di Apotek Mandiri dilakukan kepada pasien dengan kondisi khusus, pasien lanjut usia, pasien dengan polifarmasi, dan dengan keluhan kompleks. E. HOME PHARMACY CARE Apotek Mandiri melakukan Pelayanan Home Pharmacy Care yang dilakukan oleh Apoteker kepada pasien dengan keluhan seperti penyakit seriusatau penyakit kronis jangka panjang lainnya.
  • 9.
    Apotek Mandiri melakukanpelayanan pemantauan terapi obat pada pasien yang telah berkonsultasi dan telah mendapatakan konseling dari Apoteker. Melalui PTO ini Apoteker akan mengetahui dan memastikan bahwa seorang pasien mendapatkan terapi Obat yang efektif dan terjangkau dengan memaksimalkan efikasi dan meminimalkan efek samping Apotek Mandiri melakukan MESO terhadap obat-obatan yang memilki potensi efek samping besar. Untuk efek samping kecil yang berpotensi muncul tetap dalam monitoring namun tidak di dokumentasikan F. PEMANTAUAN TERAPI OBAT G. MONITORING EFEK SAMPING OBAT
  • 10.
    KASUS SWAMEDIKASI 1PTO – 3. ASSESMENT Seorang ibu mencari obat untuk anaknya yang berusia 8th dan 12th yang mengeluhkan batuk berdahak dan pilek dan saya merekomendasikan OBH Combi Anak yang memiliki indikasi untuk meredakan batuk yang disertai gejala flu pada anak seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat dan bersin-bersin. OBH Combi Anak berisi Succus Liquiritiae 100 mg, Paracetamol 120 mg, Ammonium Chloride 50 mg, Pseudoephedrine HCL 7.5 mg, Chlorpheniramine Maleate 1.0 mg. OBH Combi Anak termasuk ke Golongan Obat Bebas Terbatas. OBH Combi Anak mempunyai efek samping mengantuk.
  • 11.
     PTO –3. ASSESMENT Ibu H mengeluhkan gatal dan merasa panas di area sekitar kakinya dengan bentuk gatal ruam dan pinggir-pinggirnya merah. Dan saya merekomendasikan untuk obat minumnya Dextamine. Dextamine  Dexamethasone 500 mcg dan Dexchorpheniramine Maleate 2 mg. Dexamethasone  golongan obat kortikosteroid, bekerja dengan cara mengurangi proses inflamasi (peradangan) dengan membuat membran leukosit lisosom menjadi stabil, sehingga pelepasan hidrolase asam yang merusak leukosit dapat dicegah. Dexamethasone  untuk mengatasi peradangan, reaksi alergi, dan penyakit autoimun. Sedangkan Dexchlorpheniramine maleate  antihistamin yang bekerja mencegah dan menanggulangi gejala-gejala yang ditimbulkan oleh histamin. Dextamine  untuk mengurangi rasa gatal dan Obat ini bekerja sebagai antiinflamasi, antirematik, serta antialergi/antihistamin. Dextamine  menyebabkan efek samping seperti mulut kering, mengantuk dan lain-lain. Dextamine termasuk kegolongan Obat Keras KASUS SWAMEDIKASI 2
  • 12.
    Dan untuk obatluar saya merekomendasikan untuk juga menggunakan salep Desolex N  Desonide 0.05%, Neomycin Sulfate 0.5%. Desonide  adalah kortikosteroid yang memiliki khasiat anti radang dan anti alergi yang kuat. Neomycin Sulphate  merupakan antibiotika berspektrum luas terhadap kebanyakan kuman gram positif maupun Gram negatif. Neomycin  bekerja dengan cara mengikat secara reversibel terhadap sub unit 30s dari ribosom bakteri sehingga menghambat sintesa protein yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan bakteri. Desolex N  untuk untuk meredakan peradangan pada kulit alergi, anti radang dan anti alergi gatal. Desolex N  efek samping nyeri, rasa terbakar, kulit kering dan lain-lain. Desolex N  golongan Obat Keras
  • 13.
    KASUS SWAMEDIKASI 3 PTO– 3. ASSESMENT Ibu F mengeluhkan badannya terasa sakit semua dari atas sampai bawah, karena sebelumnya pulang kerja sore kehujanan setelah bangun tidur, badan terasa sakit semua seluruh badan. Dan saya rekomendasikan Erlagin. Erlagin digunakan untuk membantu mengatasi radang saraf dan nyeri saraf terutama pada kondisi sakit yang berat. Erlagin berisi Paracetamol 500 mg, Tiamina Mononitrat (B1) 50 mg, Piridoksin hcl (B6) 100 mcg, dan Sianokobalamin (B12) 100 mcg. Erlagin memiliki Efek Samping Demam, Mual, Nyeri Lambung dll. Erlagin termasuk ke Golongan Obat Bebas
  • 14.
    Pada pasien bernamaSohidin yang beralamatkan di Bukateja, Purbalingga ingin menebus resep dengan isi resep pertama terdapat obat Cespam, Cespam obat yang berisi kandungan Cefixime dalam bentuk kapsul. Cefixime antibiotik golongan Cephalosporin generasi ke-3. Cefixime bekerja sebagai bakterisidal dengan mekanisme kerja obat dengan cara mengikat satu atau lebih penicilin binding protein atau (PBP) yang menghambat transpeptidasi tahap akhir dan sintesis Peptiglodikan didinding sel bakteri, sehingga menghambat biosintesis dan mencegah pembentukan dinding sel yang mengakibatkan kematian sel bakteri. Cespam  diminum 2x 1hari sesudah makan. Cespam  kontraindikasi yaitu hipersensitif terhadap sefalosporin, penisilin, atau antibiotic beta-laktam apapun. Cespam  efek samping yaitu kejang, kebingungan, gangguan kesadaran dan lain-lain. Cespam ke Golongann Obat Keras Pada obat Pamol  obat yang digunakan sebagai penurun demam dan pereda nyeri seperti sakit kepala, sakit gigi, dan nyeri ringan. Pamol  berisi Paracetamol yang memiliki fungsi sebagai antipiretik dan analgesic. Pamol  bekerja dengan cara menghambat produksi zat tertentu dalam tubuh yang menjadi penyebab peradangan dan rasa sakit/nyeri yang disebut prostaglandin. Pamol  diminum 1x 1hari setelah makan. Pamol  kontrakindikasi untuk penderita gangguan fungsi hati berat. Pamol  efek samping kerusakan hati bila dikonsumsi jangka panjang. Pamol  Golongan Obat Bebas. Resep 1
  • 15.
    Selanjutnya pada obatPehaclor, Pehclor Chlorphenamine Maleate. Pehaclor  sebagai pengobatan secara simtomatis dan profilatik terhadap demam akibat alergi, urtikaria, eksim alergika, asma dan lain-lain. Pehachlor bekerja dengan cara menghambat reseptor histamin H1 di saluran pencernaan dan saluran pernapasan serta pembuluh darah. Pehachlor  diminum 1x 1. Pehaclor  Kontraindikasi pada pengguna asma akut. Pehachlor memiliki efek samping sedasi, lemah otot, sakit kepala dan lain-lain. Pehachlor  golongan obat keras Selanjutnya pada obat Forneuro adalah multivitamin 3 in 1 dengan paduan lengkap vitamin B1, B6, B12, E dan Asam Folat yang untuk membantu meringankan gejala kram, kaku, kebas, kesemutan dan pegal otot. Forneuro  diminum 1x 1hari sesudah makan. Forneuro kontraindikasi hipersensitif. Forneruro Efek Samping seperti mual, muntah, dan sakit kepala. Forneuro golongan obat bebas Pasien Sohidin diindikasi memiliki penyakit Pusing, Demam, Nyeri Otot dan Pasien Sohidin dapat melakukan terapi non farmakologi seperti istirahat yang cukup, makan makanan yang bergizi, dan sering minum air putih. Untuk etiket resep terdapat putih dan Pehachlor harus diminum sampai habis. Harga obat Cespam : 31.000, Pamol : 10.000, Pehachlor : 3.000, Forneuro : 43.000 dengan jumlah 87.000 dan ditambah dengan Jasa Tuslah dan Embalase : 95.000.
  • 16.
     PEMBAHASAN Pada pasienbernama Raihan yang berumur 15th yang beralamatkan di Stabelan RT 01 RW 06 ingin menebus resep dengan isi resep Braxidin, Braxidin  obat yang mengandung dua kombinasi zat aktif yaitu Chlordiazepoxide Hydrochloride 5mg dan Clidinium Bromide 2,5mg. Braxidin  golongan obat Psikotropika, Braxidin  termasuk ke kategori Antipasmodik yang bekerja dengan cara melemaskan otot-otot pada saluran cerna dan saluran kemih. Chlordiazepoxide dan Clidinium Bromide  untuk mengobati luka atau luka lambung, sindrom iritasi pada usus besar yang dapat menyebabkan perut kembung, sakit perut, dan juga pembengkakan usus (entero colitis). Braxidin  dikonsumsi 3x 1hari dan dapat dikonsumsi pada saat perut kosong atau sebelum makan. Braxidin  efek samping pusing, mual, sembelit, dan lain-lain. Braxidin  Kontraindikasi pada penderita glaucoma, penderita hipertropi prostat, dan yang memiliki alergi Resep 2
  • 17.
    Selanjutnya pada obatLasgan, Lasgan  mengandung zat aktif Lansoprazole 30mg, Lansoprazole  obat golongan Proton pump inhibitor yang digunakan untuk mengatasi gejala tukak lambung ringan, tukak peptic, refluks esofagetis, sindrom zolliger ellison dan eradikasi H pylori. Lasgan  dikonsumsi 1x 1hari jika perlu sebelum makanpada saat malam hari menjelang tidur. Lasgan  efek samping dari mual, muntah, kembung dan lain-lain. Lasgan  gologan obat Keras. Mekanisme Lansoprazole  termasuk golongan PPI (Proton Pump Inhibitor) yang efektif bekerja dengan menghambat sekresi asam lambung melalui sistem enzim adenosin trifosfatase hydrogen- kalium (pompa proton) dari sel parietal lambung. Pada pasien Raihan yang berusia 15th diindikasi memiliki penyakit GERD. Dan dapat melakukan Terapi Non Farmakologi GERD berupa Mengurangi makanan dan obat-obatan yang menyebabkan refluks, saat makan tidak boleh terlalu kenyang, Makan paling lambat 3 jam sebelum tidur Untuk harga obat Braxidin 16.000 dan Lasgan 19.500 per tablet dan diminta hanya 4 : 19.500 x 4 : 78.000 dan jumlah semuanya menjadi 94.000 dan ditambah dengan Jasa Tuslah dan Embalase = 98.000.
  • 18.
    RESEP 3 PEMBAHASAN Pada pasien bernama Ani Widianto yang berumur 2th yang beralamatkan di Gang Pance ingin menebus resep dengan isi obat yaitu Clindamicin 300 mg. Clindamicin  antibiotik yang bekerja dengan cara menghambat sintesis protein bakteri dengan mengikat sub unit ribosom 50S secara reversibel sehingga mencegah pembentukan ikatan peptida, perakitan ribosom dan proses translasi. Antibiotik  ini digunakan untuk infeksi yang disebabkan oleh organisme yang rentan misalnya Strep Pneumococci dan Straph disalurkan pernapasan termasuk Emfisema Pneumonitis anaerob dan abses paru, kulit dan jaringan lunak, septikemia, infeksi intrabdominal, infeksi ginekologi termasuk endometritis, selulitis pelvis, infeksi pasca operasi, infeksi tulang dan sendi. Clindamicin  diminum 2x1hari 1 kapsul sesudah makan. Clindamicin  kontraindikasi hipersentif terhadap clindamicin atau lincomicin. Clindamicin  efek samping yang dapat ditimbulkan yaitu diare, sakit perut, mual muntah dan lain-lain
  • 19.
    Selanjutnya pada ChloramfecortH  obat topikal dalam bentuk krim yang mengandung kombinasi obat yaitu Chloramphenicol 20mg dan Hydrocortisone Acetate 25mg. Hydrocortisone acetate  senyawa kortikosteroid yang memiliki efek anti inflamasi dan dapat menekan sistem imun. Chloramphenicol  antibiotik yang bekerja dengan cara menghambat sintesis protein bakteri yang mengikat subunit 50S daru ribosom bakteri, sehingga mencegah pembentukan ikatan peptida oleh peptidil transferase. Obat topikal ini  digunakan untu mengatasi infeksi bakteri yang rentan terhadap antibiotik chloramphenicol yang disertai peradangan. Chloramfecort  untuk terapi penyakit kulit akibat alergi disertai infeksi kuman dan untuk meredakan infeksi kulit yang disertai dengan peradangan, meredakan gatal, kemerahan serta bengkak pada kulit. Chloramfecort  dioleskan 3x 1hari didaerah yang gatal saja dan dioleskan dengan cara tipis-tipis. Chloramfecort  efek samping berupa kulit kering nyeri dan terasa terbakar. Chloramfecort  ke golongan obat keras
  • 20.
    Selanjutnya pada obat FaktuSuppositoria  obat dengan bentuk Suppositoria yang untuk mengatasi pendarahan dan peradangan pada penderita ambeien atau wasir. Faktu Suppositoria  Policresulen 100mg dan Cinchocaine HCL 2,5mg. Faktu Suppositoria  digunakan 1x 1hari pada malam hari saat menjelang tidur dengan cara dimasukkan ke dubur. Faktu Suppositoria  efek samping penggunaan yaitu seperti rasa tidak nyaman di area dubur. Faktu Suppositoria disimpan di suhu dingin 2°C - 8 °C dan tertutup rapat. Faktu Suppositoria termasuk ke golongan obat keras Pasien Ani Widianto yang berumur 2 tahun diindikasi mengalami penyakit infeksi dan alergi pada kulit dan ambeien atau wasir. Untuk terapi non farmakologi infeksi dan alergi pada kulit yaitu menjaga hidrasi kulit, mandi dengan air bersih, tidak menggunakan handuk bersamaan dan sering mengganti sprei dan handuk satu bulan sekali. Untuk terapi non farmakologi ambeien atau wasir yaitu dapat berupa makan makanan yang tinggi serat, banyak minum air putih, dan tidak menunda-nunda BAB. Untuk etiket biru terdapat obat Chlorafecort H yang cara pakainya dioleskan di area gatal 3x 1hari dengan cara dioleskan tipis-tipis. Dan etiket biru untuk Faktu Suppositoria 1x 1hari menjelang tidur dimasukkan di daerah dubur. Untuk etiket putih untuk Clindamicin 300 mg diminum 2x 1hari sesudah makan dan diminum sampai habis. Harga obat Clindamicin 17.500, Chlorafecort H 19.000 dan Faktu Suppositoria 11.000 per sup dan yang diminta diresep 5, 11.000 x 5 : 55.000 dan hasilnya 91.500 dan ditambah dengan jasa Tuslah dan Embalase 97.500
  • 21.