#farmasiunism_pionirvegatasiri
JURUSAN FARMASI
FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITASSARI MULIA
#farmasiunismberkarakter
farmasiunism
Pelayanan Farmasi Klinik di
Apotek
Penjelasan pelayanan
pemantauan terapi obat
penyakit khronis dan infeksius
di apotek
Norsarida Aryani, M.Farm
Farmasi, Fakultas Kesehatan
Universitas Sari Mulia
Farmasi Komunitas
1
2.
Visi & Misi
UniversitasSari Mulia
“Menjadi Universitas unggul dalam bidang
kekayaan lokal untuk menghasilkan
lulusan yang berkarakter, berinovasi, dan
berdaya saing di tingkat internasional
tahun 2033.”
Visi Misi
1. Menyeleggarakan pendidikan secara profesional,
bermutu, dan berdaya saing
2. Meningkatkan dan mengembangkan kualitas
penelitian kekayaan lokal menuju internasional
3. Meningkatkan kualitas pelayanan dan pengabdian
kepada masyarakat
4. Menjalin kemitraan untuk menunjang
terwujudnya penyelenggaraan Tridarma
Perguruan Tinggi dan luaran yang berdaya saing
internasional.
3.
Visi & Misi
FakultasKesehatan
“Menjadi Fakultas Kesehatan yang unggul dalam
mengembangkan potensi kekayaan lokal dalam
ilmu pengetahuan, teknologi dan pelayanan dengan
mengedepankan kolaborasi interprofesi sehingga
menghasilkan lulusan yang berkarakter, berinovasi
dan berdaya saing di tingkat internasional tahun
2033”
Visi Misi
1. Menyelenggarakan kegiatan Pendidikan secara profesional, bermutu,
dan berdaya saing dengan mengedepankan kolaborasi interprofesi di
bidang kesehatan.
2. Mengembangkan potensi kekayaan lokal dalam ilmu pengetahuan,
teknologi dan pelayanan di bidang kesehatan melalui peningkatan
kualitas penelitian dengan mengedepankan kolaborasi interprofesi.
3. Melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan
mengedepankan kolaborasi interprofesi melalui hilirisasi hasil
penelitian untuk peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
4. Meningkatkan kerjasama tridharma perguruan tinggi di bidang
kesehatan yang berkualitas dan relevan untuk menunjang terwujudnya
penyelenggaraan Tridarma Perguruan Tinggi dan luaran di tingkat
internasional.
4.
Visi & Misi
JurusanFarmasi
“Menjadi Jurusan Farmasi yang unggul dalam
penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat dengan
pengembangan potensi lokal wilayah sungai
sehingga menghasilkan Sarjana dan Apoteker yang
berkarakter”
Visi Misi
1. Menyelenggarakan Pendidikan sesuai dengan standar
nasional untuk menghasilkan lulusan yang unggul
dengan pengembangan pontensi lokal
2. Melaksanakan kegiatan penelitian dan pengabdian
kepada masyarakat yang mendukung pengembangan
ilmu dengan mengedepankan pengembangan potensi
wilayah sungai
3. Menjalin kemitraan di tingkat wilayah, nasional, dan
internasional untuk meningkatkan mutu Pendidikan,
penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat
5.
Visi & Misi
ProdiSarjana Farmasi
“Menjadi program studi sarjana farmasi yang
unggul dan inovatif dengan pengembangan
potensi wilayah sungai pada tahun 2033”
Visi Misi
1. Menyelenggarakan pendidikan yang menghasilkan sarjana
farmasidenganpengembanganpotensiwilayahsungai
2. Melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
yang mendukung dengan pengembangan potensi wilayah
sungai
3. Menjalin kemitraan di tingkat wilayah, nasional, dan internasional
untukmeningkatkanmutupendidikandanproduktivitasprogram
studidalammelaksanakanTriDharmaPerguruan Tinggi
6.
REFERENSI
• Biofarmaka. 2009.Pedoman Pemantauan Terapi Obat.
Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik Ditjen Bina
Kefarmasian dan Alat Kesehatan
• Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 73 Tahun 2016
Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek.
7.
• Mahasiswa mampumelakukan dan paham Pelayanan
resep obat berbagai penyakit akut, kronis dan infeksius di
apotek
Tugas-:
Task-: Membuat Laporan pelayanan pemantauan terapi
obat
penyakit khronis dan infeksius di apotek
CAPAIAN PEMBELAJARAN
8.
OUTLINE
Pelayanan resep
obat berbagai
penyakitakut,
kronis dan
infeksius di
apotek
Pemantauan terapi
obat penyakit kronis
dan infeksius di ap
otek
Konseling untuk
pasien kronis dan
infeksi
9.
Standar Pelayanan KefarmasianDi Apotek
• Berdasar Permenkes RI/No 35/ th. 2014
1. Mutu pelayanan kefarmasian di Apotek berorientasi pada keselamatan
pasien
Perlu suatu standar yang digunakan sebagai acuan dalam pelayanan
kefarmasian di apotek
Standar pelayanan kefarmasian adalah...
“tolak ukur yang digunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian
dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian”
10.
PELAYANAN KEFARMASIAN
Suatu pelayananlangsung dan
bertanggung jawab pada pasien yang
berkaitan dengan sediaan farmasi dengan
maksud mencapai hasil yang pasti untuk
meningkatkan mutu kehidupan pasien
11.
Alur obat dariresep hingga sampai
kepada pasien
RESEP
menulis
DOKTER
Diterima
dibaca
Apoteker;
Apoteker pendamping;
Asisten Apoteker
Obat
Pasien atau
customer apotek
Menyediakan
sesuai resep
Diberikan
12.
Skrinning administratif
Resep asliterdiri dari :
1. Nama dokter penulis resep; No. SIP
(Surat ijin Praktek), alamat praktek &
no telp
2. Tempat & tanggal ditulisnya resep
3. Nama obat, cara membuat,signatura
(aturan pakai)
4. Paraf atau tanda tangan dokter
penulis resep
5. Nama, umur & alamat pasien
1
2
3
3
4
5
13.
Aman
Kriteria
penulisan R/
dari dokter
rasionalTepat
- Tidak berbahaya dalam penggunaan bagi
organ tubuh
- Waspada terhadap efek samping dan
kontraindikasi
- Baik dlm penulisan resep maupun
dlm komposisi obat
- Dlm pemeriksaan sesuai BSO dgn
rute pemberian, usia dan kondisi
pasien
- Obat tidak tercampur dihindarkan dari
segi farmasetika maupun farmakologi
- Interaksi obat
-Tepat indikasi
-Tepat obat
-Tepat pasien
-Tepat dosis dan perhitungan
-Tepat interval waktu dan lama
pemberian obat
Skrinning Farmakologis
14.
Pelayanan apotek terhadapresep
• Apotek wajib melayani resep dari dokter, dokter gigi, dan dokter hewan.
• Pelayanan resep sepenuhnya atas tanggung jawab APA.
• Apoteker wajib melayani resep sesuai dengan tanggung jawab dan
keahlian profesinya yang dilandasi pada kepentingan masyarakat.
• Apoteker tidak diizinkan mengganti obat generik yang ditulis di dalam
resep dengan obat paten.
• Bila pasien tidak mampu menebus obat yang tertulis di dalam resep,
apoteker wajib berkonsultasi dengan dokter untuk pemilihan obat yang
lebih tepat.
15.
Pelayanan Apotek
A.) Apotekdapat melakukan pembuatan, pengubahan bentuk, peracikan
obat dan bahan obat untuk :
1. pelayanan resep dokter, dokter gigi dan dokter hewan.
2. pelayanan langsung tanpa resep khusus untuk obat bebas dan bebas
terbatas.
3. pelayanan lain sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
B.) Dalam penyerahan obat kepada pasien baik R/ maupun swamedikasi,
disertai dengan pelayanan atau pemberian informasi obat meliputi :
1. Aturan pakai minum obat sesuai etiket
2. Efek samping yang mungkin timbul
3. Konseling tambahan
16.
Pelayanan resep obatberbagai penyakit akut, kronis dan
infeksius di apotek
Contoh penyakit Kronik (asma)
Setelah di skrining resepnya dan diambilkan obatnya (Salbutamol tablet ).
Pastikan obat dosis dan aturan pakai obat dengan pemakaian 3 atau 4 x dalam 1
hari.
Memastikan macam alergen pemicu serangan asma, perlu dilakukan skin test.
Pasien perlu diedukasi mengenai berbagai cara mencegah dan mengatasi diri
dalam serangan asma jika penyebab serangan asma sudah diidentifikasi.
Pemantauan Terapi Obat ( PTO ) pastikan pasien mendapatkan terapi Obat yang
efektif dan terjangkau dengan memaksimalkan efikasi dan meminimalkan efek
samping
Berikan konseling bila pasien tidak paham contoh pasien kondisi khusus (anak-
anak atau lansia) atau pasien dengan tingkat kepatuhan rendah.
17.
Pemantauan Terapi Obat(PTO)
• Pemantauan Terapi Obat (PTO) adalah suatu proses yang mencakup
kegiatan untuk memastikan terapi obat yang diberikan aman, efektif
dan rasional bagi pasien. Dalam melakukannya, seorang Apoteker
sebagai tim pelayan kesehatan memiliki peranan penting dalam
mencegah munculnya masalah terkait obat.
• Pemantauan Terapi Obat merupakan salah satu bentuk pelayanan
farmasi klinik di apotek sesuai dengan Permenkes Nomor 73 Tahun
2016. PTO merupakan proses yang komprehensif sehingga
dibutuhkan ilmu penunjang seperti patofisiologi penyakit,
farmakoterapi hingga interpretasi hasil pemeriksaan fisik,
laboratorium ataupun diagnostik. Selain itu, dibutuhkan juga
keterampilan dalam berkomunikasi, kemampuan dalam membina
hubungan interpesonal dan dapat menganalisis masalah.
18.
Pemantauan Terapi Obat(PTO)
Tujuan Melakukan Pemantauan Terapi Obat
• Pasien yang mendapatkan terapi obat tertentu berisiko mengalami masalah terkait obat (drug
related problem) karena kompleksitas penyakit dan penggunaan obat serta perbedaan respons
individual, sehingga diperlukan adanya Pemantauan Terapi Obat untuk mengoptimalkan dan
meminimalkan efek yang tidak di inginkan. Beberapa manfaat Apoteker melakukan Pemantauan
Terapi Obat diantaranya :
• Menangani masalah terkait obat pada pasien
• Membantu pasien untuk menggunakan obat secara rasional, efektif dan sesuai, sehingga proses
penyembuhannya lebih cepat
• Membantu menghambat progresivitas penyakit pada pasien
• Bagi apotek, akan meningkatkan nilai/value apotek sehingga bisa meningkatkan kepuasan
pelanggan terhadap pelayanan apotek. Secara langsung juga bisa meningkatkan penjualan dan
omzet apotek
19.
lanjutan
Kondisi Pasien
• Beberapakondisi pasien yang diprioritaskan untuk
dilakukan PTO diantaranya :
• Pasien yang mempunyai banyak penyakit sehingga
menggunakan banyak obat dalam sehari
• Pasien kanker yang menerima terapi sitostatika
• Pasien dengan gangguan fungsi organ terutama hati
dan ginjal
• Pasien geriatri (lansia) dan pediatri (bayi dan anak-
anak)
• Pasien ibu hamil dan menyusui
• Pasien dengan perawatan intensif
• Pasien yang menerima obat dengan berbagai rute
pemberian obat
• Pasien yang menerima obat dengan berbagai aturan
pakai
Jenis Obat
• Beberapa jenis obat yang diterima pasien
sehingga diprioritaskan untuk dilakukan
pemantauan diantaranya :
• Obat dengan indeks terapi sempit seperti
digoksin dan fenitoin
• Obat yang bersifat nefrotoksik dan
hepatotoksik seperti gentamisin dan
obat golongan OAT (obat anti
tuberkulosis)
• Obat golongan sitostatika
• Obat golongan antikoagulan seperti
warfarin dan heparin
• Obat yang sering menimbulkan efek
yang tidak diinginkan seperti
metoklopramid
• Obat kardiovaskular seperti nitrogliserin
20.
Konseling
Konseling obat adalahproses komunikasi antara apoteker dan pasien
yang bertujuan untuk memberikan informasi dan edukasi terkait
penggunaan obat secara optimal. Proses ini melibatkan penjelasan
mengenai:
• Cara penggunaan obat yang benar.
• Efek samping yang mungkin terjadi.
• Cara penyimpanan obat yang tepat.
• Informasi tentang interaksi obat dengan makanan atau obat lain
21.
Lanjutan
• Tujuannya agarterciptanya rasa percaya antar pasien dan apoteker karena
menunjukkan perhatian dan asuhan kefarmasian. Selain itu dengan konseling,
pasien akan dapat menggunakan obat dengan benar karena telah
mendapatkan informasi yang sesuai dengan kondisi dan masalah yang
dialaminya sehingga pasien paham dan mampu mengatur serta beradaptasi
dengan penyakit dan pengobatan yang akan dilakukan.
• Konseling oleh apoteker akan memberikan manfaat nilai tambah dari sisi
ekonomi terhadap bisnis apotek yang dijalankan seperti menarik pelanggan
dan meningkatnya kepatuhan pasien karena konseling memenuhi kebutuhan
emosional pasien, meningkatnya kualitas hudip pasien karena berkurangnya
kesalahan penggunaan obat dan drug misadventure, serta meningkatkan
kemampuan pasien untuk menyelesaikan masalah kesehatannya.