PERTEMUAN PERTAMA
PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA
REPUBLIK INDONESIA
MATERI PEMBELAJARAN
(1) Konsep, Tujuan, dan Urgensi Dasar
Negara
(2) Landasan historis, yuridis dan politis
Pancasila sebagai Dasar Negara
PENGERTIAN NEGARA
adalah kelompok sosial yang menduduki suatu
wilayah atau daerah tertentu yang diorganisir dan
dikelola dibawah lembaga politik dan
pemerintahan yang efektif, mempunyai kesatuan
politik, berdaulat sehingga berhak menentukan
tujun nasionalnya.
UNSUR NEGARA
1. Ada Rakyat dan Penduduk
2. Ada Daerah atau wilayah
3. Ada pemerintahan yang berdaulat
4. Ada pengakuan Oleh Negara lain
KONSEP, TUJUAN, DAN
URGENSI DASAR NEGARA
TUJUAN NKRI
PEMBUKAAN UUD NRI 1945
1. Melindungi setiap bangsa dan seluruh tumpah
darah Indonesia
2. Memajukan kesejahteraan umum
3. Mencerdaskan kehidupan bangsa
4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar
perdamaian abadi dan keadilan sosial
KONSEP, TUJUAN, DAN
URGENSI DASAR NEGARA
URGENSI DASAR NEGARA
1. Merupakan landasan kehidupan bernegara
2. Kedudukan dasar negara adalah sebagai
norma tertinggi dalam penyusunan perundangan
dan tata hukum negara. Merupakan sumber dari
segala sumber hukum negara.
FUNGSI DASAR NEGARA
1. Sebagai dasar berdirinya dan tegaknya suatu negara
2. Sebagai dasar kegiatan penyelenggaraan negara
3. Dasar partisipasi warga negara
4. Dasar pergaulan antara warga negara
5. Dasar dan sumber hukum nasional
KONSEP, TUJUAN, DAN
URGENSI DASAR NEGARA
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Mengimani atau percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-
masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
Saling menghormati dan bekerjasama sebagai umat
beragama atau penganut-penganut kepercayaan yang
berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
Saling menghormati kebebasan dalam menjalankan ibadah
sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
Tidak memaksakan suatu agama untuk percaya kepada suatu
agama lainnya..
MAKNA PANCASILA
2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Menyadari persamaan derajat, persamaan hak dan
persamaan kewajiban sebagai sesama manusia.
Saling mencintai dan menyayangi sesama manusia.
Berani dalam membela kebenaran dan keadilan.
Negara Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari
seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap
hormat-menghormati dan bekerjasama dengan Negara
lain.
MAKNA PANCASILA
3. Persatuan Indonesia
Memposisikan persatuan, kesatuan, kepentingan, dan
keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan
pribadi atau golongan.
Rela berkorban jiwa dan raga demi kepentingan bangsa
dan negara.
Cinta Tanah Air dan Bangsa.
Bangga sebagai warga atau bangsa Indonesia dan ber-
Tanah Air Indonesia.
Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan
bangsa yang berdasarkan Bhinneka Tunggal Ika.
MAKNA PANCASILA
4. Kerakyatan Yang DIpimpin Oleh Hikmat
Kebijaksanaan Dalam Permusyawartan dan
Perwakilan
Mengedepankan kepentingan negara dan masyarakat.
Tidak memaksakan kehendak terhadap orang lain.
Mengutamakan musyawarah dalam mengambil
sebuauh keputusan untuk kepentingan bersama.
Musyawarah untuk mencapai mufakat yang diiringi oleh
semangat kekeluargaan.
Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab dalam
menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.
Musyawarah dilakukan dengan kepala dingin,
menggunakan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani
yang luhur.
Keputusan yang diambil harus bisa dipertanggung
jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa,
menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta
nilai-nilai kebenaran dan juga keadilan.
MAKNA PANCASILA
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Melakukan perbuatan yang memiliki nilai luhur yang
mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan
gotong-royong.
Memiliki sikap adil.
Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
Menghormati hak-hak orang lain.
Menolong orang yang sedang membutuhkan
pertolongan.
Tidak bergaya hidup mewah.
Tidak melakukan perbuatan yang dapat merugikan
kepentingan umum.
Bekerja keras.
Menghargai atau menghormati hasil karya orang lain.
Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang
merata dan berkeadilan sosial.
MAKNA PANCASILA
LANDASAN HISTORIS
Sejak zaman Sriwijaya, Majapahit dan penjajah. Bangsa
sudah berjuang untuk menemukan jati diri sebagai
bangsa yang merdeka dan memiliki suatu prinsip yang
tersimpul dalam pandangan hidup serta filsafat hidup, di
dalamnya tersimpul ciri khas, sifat karakter bangsa yang
berbeda dengan bangsa lain
Secara historis nilai-nilai yang terkandung dalam setiap
sila Pancasila sebelum dirumuskan dan disahkan menjadi
dasar negara Indonesia secara obyektif historis telah
dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri.
1 Juni 1945, Ir. Soekarno berpidato secara lisan (tanpa
teks) mengenai calon rumusan dasar negara Indonesia,
kemudian diberi nama “Pancasila” yang artinya lima dasar
LANDASAN HISTORIS, YURIDIS,
SOSIOLOGIS. DAN POLITIS PANCASILA
SEBAGAI DASAR NEGARA
LANDASAN YURIDIS
UU No.2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal
39. Isi kurikulum setiap jenis, jalur dan jenjang pendidikan wajib
memuat Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, Pendidikan
Kewarganegaraan
.
SK Mendiknas RI, No.232/U/2000, tentang Pedoman Penyusunan
Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar
Mahasiswa, pasal 10 ayat 1. Wajib setiap prodi ada mata kuliah
Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, dan Pendidikan
Kewarganegaraan.
Dirjen Pendidikan Tinggi mengeluarkan Surat Keputusan
No.38/DIKTI/Kep/2002, tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Mata
Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK). Pasal 3 kompetensi
MPK bertujuan menguasai kemampuan berfikir, bersikap rasional
dan dinamis, berpandangan luas sebagai manusia intelektual.
Rambu-rambu MPK Pancasila adalah terdiri atas segi historis,
filosofis, ketatanegaraan, kehidupan berbangsa dan bernegara
serta etika politik
.
LANDASAN HISTORIS, YURIDIS,
SOSIOLOGIS. DAN POLITIS PANCASILA
SEBAGAI DASAR NEGARA
LANDASAN SOSIOLOGIS
Kebhinekaan atau pluralitas masyarakat bangsa Indonesia
yang tinggi, dimana agama, ras, etnik, bahasa, tradisi-budaya
penuh perbedaan, menyebabkan ideologi Pancasila bisa
diterima sebagai ideologi pemersatuk
Bangsa Indonesia yang plural secara sosiologis
membutuhkan ideologi pemersatu Pancasila. Oleh karena itu
nilai-nilai Pancasila perlu dilestarikan dari generasi ke
generasi untuk menjaga keutuhan masyarakat bangsa
.
LANDASAN HISTORIS, YURIDIS,
SOSIOLOGIS. DAN POLITIS PANCASILA
SEBAGAI DASAR NEGARA
LANDASAN POLITIS
Hetrogenitas kehidupan politik di Indonesia,
harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Tujuan adalah menciptakan politik yang
kondusif, demokatis, dalam mencapai cita-cita
dan tujuan Indonesia (Pembukaan UUD 1945
Alenea Ke-4).
.
LANDASAN HISTORIS, YURIDIS,
SOSIOLOGIS. DAN POLITIS PANCASILA
SEBAGAI DASAR NEGARA
TUGAS-TUGAS
1. APA YANG DIMAKSUD PANCASILA SEBAGAI
DASAR NEGARA RI? JELASKAN
2. JELASKAN APA TUJUAN DARI NEGARA
KESATUAN REPUBLIK INDONESIA!

PPT-Pendidikan-Pancasila.pptx

  • 1.
    PERTEMUAN PERTAMA PANCASILA SEBAGAIDASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA MATERI PEMBELAJARAN (1) Konsep, Tujuan, dan Urgensi Dasar Negara (2) Landasan historis, yuridis dan politis Pancasila sebagai Dasar Negara
  • 2.
    PENGERTIAN NEGARA adalah kelompoksosial yang menduduki suatu wilayah atau daerah tertentu yang diorganisir dan dikelola dibawah lembaga politik dan pemerintahan yang efektif, mempunyai kesatuan politik, berdaulat sehingga berhak menentukan tujun nasionalnya. UNSUR NEGARA 1. Ada Rakyat dan Penduduk 2. Ada Daerah atau wilayah 3. Ada pemerintahan yang berdaulat 4. Ada pengakuan Oleh Negara lain KONSEP, TUJUAN, DAN URGENSI DASAR NEGARA
  • 3.
    TUJUAN NKRI PEMBUKAAN UUDNRI 1945 1. Melindungi setiap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia 2. Memajukan kesejahteraan umum 3. Mencerdaskan kehidupan bangsa 4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar perdamaian abadi dan keadilan sosial KONSEP, TUJUAN, DAN URGENSI DASAR NEGARA
  • 4.
    URGENSI DASAR NEGARA 1.Merupakan landasan kehidupan bernegara 2. Kedudukan dasar negara adalah sebagai norma tertinggi dalam penyusunan perundangan dan tata hukum negara. Merupakan sumber dari segala sumber hukum negara. FUNGSI DASAR NEGARA 1. Sebagai dasar berdirinya dan tegaknya suatu negara 2. Sebagai dasar kegiatan penyelenggaraan negara 3. Dasar partisipasi warga negara 4. Dasar pergaulan antara warga negara 5. Dasar dan sumber hukum nasional KONSEP, TUJUAN, DAN URGENSI DASAR NEGARA
  • 5.
    1. Ketuhanan YangMaha Esa Mengimani atau percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing- masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Saling menghormati dan bekerjasama sebagai umat beragama atau penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup. Saling menghormati kebebasan dalam menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. Tidak memaksakan suatu agama untuk percaya kepada suatu agama lainnya.. MAKNA PANCASILA
  • 6.
    2. Kemanusiaan YangAdil dan Beradab Menyadari persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban sebagai sesama manusia. Saling mencintai dan menyayangi sesama manusia. Berani dalam membela kebenaran dan keadilan. Negara Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan Negara lain. MAKNA PANCASILA
  • 7.
    3. Persatuan Indonesia Memposisikanpersatuan, kesatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Rela berkorban jiwa dan raga demi kepentingan bangsa dan negara. Cinta Tanah Air dan Bangsa. Bangga sebagai warga atau bangsa Indonesia dan ber- Tanah Air Indonesia. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasarkan Bhinneka Tunggal Ika. MAKNA PANCASILA
  • 8.
    4. Kerakyatan YangDIpimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawartan dan Perwakilan Mengedepankan kepentingan negara dan masyarakat. Tidak memaksakan kehendak terhadap orang lain. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil sebuauh keputusan untuk kepentingan bersama. Musyawarah untuk mencapai mufakat yang diiringi oleh semangat kekeluargaan. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab dalam menerima dan melaksanakan hasil musyawarah. Musyawarah dilakukan dengan kepala dingin, menggunakan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. Keputusan yang diambil harus bisa dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan juga keadilan. MAKNA PANCASILA
  • 9.
    5. Keadilan SosialBagi Seluruh Rakyat Indonesia Melakukan perbuatan yang memiliki nilai luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong. Memiliki sikap adil. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. Menghormati hak-hak orang lain. Menolong orang yang sedang membutuhkan pertolongan. Tidak bergaya hidup mewah. Tidak melakukan perbuatan yang dapat merugikan kepentingan umum. Bekerja keras. Menghargai atau menghormati hasil karya orang lain. Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial. MAKNA PANCASILA
  • 10.
    LANDASAN HISTORIS Sejak zamanSriwijaya, Majapahit dan penjajah. Bangsa sudah berjuang untuk menemukan jati diri sebagai bangsa yang merdeka dan memiliki suatu prinsip yang tersimpul dalam pandangan hidup serta filsafat hidup, di dalamnya tersimpul ciri khas, sifat karakter bangsa yang berbeda dengan bangsa lain Secara historis nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila sebelum dirumuskan dan disahkan menjadi dasar negara Indonesia secara obyektif historis telah dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri. 1 Juni 1945, Ir. Soekarno berpidato secara lisan (tanpa teks) mengenai calon rumusan dasar negara Indonesia, kemudian diberi nama “Pancasila” yang artinya lima dasar LANDASAN HISTORIS, YURIDIS, SOSIOLOGIS. DAN POLITIS PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA
  • 11.
    LANDASAN YURIDIS UU No.2Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 39. Isi kurikulum setiap jenis, jalur dan jenjang pendidikan wajib memuat Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan . SK Mendiknas RI, No.232/U/2000, tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa, pasal 10 ayat 1. Wajib setiap prodi ada mata kuliah Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, dan Pendidikan Kewarganegaraan. Dirjen Pendidikan Tinggi mengeluarkan Surat Keputusan No.38/DIKTI/Kep/2002, tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK). Pasal 3 kompetensi MPK bertujuan menguasai kemampuan berfikir, bersikap rasional dan dinamis, berpandangan luas sebagai manusia intelektual. Rambu-rambu MPK Pancasila adalah terdiri atas segi historis, filosofis, ketatanegaraan, kehidupan berbangsa dan bernegara serta etika politik . LANDASAN HISTORIS, YURIDIS, SOSIOLOGIS. DAN POLITIS PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA
  • 12.
    LANDASAN SOSIOLOGIS Kebhinekaan ataupluralitas masyarakat bangsa Indonesia yang tinggi, dimana agama, ras, etnik, bahasa, tradisi-budaya penuh perbedaan, menyebabkan ideologi Pancasila bisa diterima sebagai ideologi pemersatuk Bangsa Indonesia yang plural secara sosiologis membutuhkan ideologi pemersatu Pancasila. Oleh karena itu nilai-nilai Pancasila perlu dilestarikan dari generasi ke generasi untuk menjaga keutuhan masyarakat bangsa . LANDASAN HISTORIS, YURIDIS, SOSIOLOGIS. DAN POLITIS PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA
  • 13.
    LANDASAN POLITIS Hetrogenitas kehidupanpolitik di Indonesia, harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Tujuan adalah menciptakan politik yang kondusif, demokatis, dalam mencapai cita-cita dan tujuan Indonesia (Pembukaan UUD 1945 Alenea Ke-4). . LANDASAN HISTORIS, YURIDIS, SOSIOLOGIS. DAN POLITIS PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA
  • 14.
    TUGAS-TUGAS 1. APA YANGDIMAKSUD PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA RI? JELASKAN 2. JELASKAN APA TUJUAN DARI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA!