PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS
MASALAH untuk meningkatkan pemecahan
masalah matematika di smp
JIHAN HIDAYAH PUTRI : 8176171016
RISKI SAHRIDA NASUTION: 8176171025
Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah
Pembelajaran Berbasis Masalah secara
umum adalah salah satu pendekatan
pembelajaran yang berpusat pada peserta
didik dengan cara menghadapkan peserta
didik tersebut dengan berbagai masalah yang
dihadapi dalam kehidupannya.
PENEKANAKAN PBM
berpikir kritis siswa Keterampilan siswa
pengetahuan dan konsep
PERAN GURU DALAM PBM
pembimbing dan fasilitator
Tahapan-tahapan Pembelajaran
Berbasis Masalah
Fase – 1: Orientasi siswa pada masalah
Fase – 3 : Membimbing penyelidikan individual maupun
kelompok
Fase – 5: Menganalisis dan mengevaluasi proses
pemecahan masalah
Fase – 4 : Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
Fase – 2 : Mengorganisasi siswa untuk belajar si siswa
untuk belajar
Keunggulan Pendekatan Pembelajaran Berbasis
Masalah
1. PBM merupakan tekhnik yang cukup bagus untuk lebih memahami isi pelajaran.
2. PBM dapat menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk
menemukan pengetahuan baru bagi siswa.
3. PBM dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa.
4. PBM dapat membantu siswa bagaimana mentransfer pengetahuan mereka untuk
memahami masalah dalam kehidupan nyata.
5. PBM dapat membantu siswa mengembangkan pengetahuan barunya dan
bertanggung jawab dalam penbelajaran yang mereka lakukan. Disamping itu, PBM
juga dapat mendorong untuk dapat melakukan evaluasi sendiri baik terhadap hasil
maupun hasil belajarnya.
6. Melalui PBM bisa memperlihatkan kepada siswa bahwa setiap mata pelajaran, pada
dasarnya merupakan cara berpikir, dam sesuatu yang dimengerti oleh siswa, bukan
hanya sekedar belajar dari guru atau dari buku-buku saja.
7. PBM dianggap lebih menyenangkan dan disukai siswa.
8. PBM dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan
mengembangkan kemampuan mereka untuk menyesuaikan dengan kemampuan baru.
9. PBM dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengaplikasikan
pengetahuan mereka dalam dinia nyata.
10. PBM dapat mengembangkan minat siswa untuk secara terus menerus belajar
sekalipun belajar pada pendidikan formal terakhir.
Kelemahan Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah
1. Manakala siswa tidak memiliki minat atau tidak mempunyai kepercayaan
bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk di pecahkan, maka mereka akan
merasa enggan untuk mencoba
2. Akan membutuhkan waktu yang banyak untuk dapat menerapkan PBM agar
siswa dapat bekerja semaksimal mungkin
3. Tanpa pemahaman yang cukup pada siswa untuk mereka berusaha memecahkan masalah yan
sedang dipelajari, maka mereka tidak akan belajar apa yang mereka ingin pelajari
PEMECAHAN MASALAH
MENURUT
POLYA
Menurut
Sternberg dan
Been Zeev
Gagne
KESIMPULAN
INDIKATOR PEMECAHAN MASALAH
1. MEMAHAMI MASALAH
2. MERENCANAKAN PEMECAHAN
3. MELAKSANAKAN RENCANA PEMECAHAN MASALAH
4. MEMERIKSA KEMBALI KEBENARAN PENYELESAIAN
PENGERTIAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW
Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw
merupakan model pembelajaran kooperatif dimana
peserta didik belajar dalam kelompok kecil yang
terdiri dari 4 – 6 orang secara heterogen dan bekerja
sama saling ketergantungan yang positif dan
bertanggung jawab atas ketuntasan bagian materi
pelajaran yang harus dipelajari dan menyampaikan
materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain.
LANGKAH-LANGKAH MODEL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE JIGSAW
1. Guru membagi suatu kelas menjadi beberapa kelompok, dengan setiap kelompok
terdiri dari 4-6 peserta didik dengan kemampuan yang berbeda
2. Setiap peserta didik diberi tugas mempelajari salah satu bagian materi
pembelajaran tersebut
3. Guru memfasilitasi diskusi kelompok baik yang ada pada kelompok ahli maupun
kelompok asal
4. Setelah peserta didik berdiskusi dalam kelompok ahli maupun kelompok asal,
selanjutnya dilakukan presentasi masing-masing kelompok
5. Guru memberikan kuis untuk peserta didik secara individual
6. Guru memberikan penghargaan pada kelompok melalui skor penghargaan
berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari skor dasar
ke skor kuis berikutnya
7. Materi sebaiknya secara alami dapat dibagi menjadi beberapa bagian materi
pembelajaran.
KELEBIHAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW
1. Mampu mengembangkan hubungan antar pribadi positif di antara
peserta didik yang memiliki kemampan belajar yang berbeda .
2. Menerapkan bimbingan sesama teman
3. Rasa harga diri peserta didik yang lebih tinggi
4. Pemerataan penguasaan materi dapat dicapai dalam waktu yang lebih
singkat
5. Model pembelajaran ini dapat melatih siswa untuk lebih aktif dalam
berbicara dan berpendapat
6. Dapat digabungkan dengan strategi metode mengajar lainnya
7. Pemahaman materi lebih mendalam
8. Meningkatkan motivasi belajar
9. Melatih rasa tanggung jawab akan tugasnya secara individu maupun
kelompok
10. Menumbuhkan kesadaran akan adanya kelebihan dan kekurangan
orang lain maupun dirinya sendiri
KEKURANGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW
1.Siswa yang aktif akan lebih mendominasi diskusi, dan cenderung
mengontrol jalannya diskusi.
2.Siswa yang memiliki kemampuan membaca dan berpikir rendah akan
mengalami kesulitan untuk menjelaskan materi apabila ditunjuk sebagi
tenaga ahli
3.Siswa yang cerdas cenderung bosan
• Bahwa pendekatan pembelajaran berbasis masalah
(PBM) berbeda dengan pendekatan pembelajaran
yang lain, pembelajaran ini menekankan pada
berpikir kritis siswa dan keterampilan siswa untuk
memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensi
dari materi pelajaran dengan mengaitkan pada dunia
nyata dan pengalaman siswa. Peran guru dalam
pendekatan pembelajaran ini adalah menyajikan
masalah. Pembelajaran Berbasis masalah dilain
pihak berlandaskan kepada psikologi kognitif sebagai
pendukung teoritisnya.
• Pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan
pemecahan masalah matematika siswa dengan
menggunakan model kooperatif tipe jigsaw

Ppt pbm

  • 1.
    PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAHuntuk meningkatkan pemecahan masalah matematika di smp JIHAN HIDAYAH PUTRI : 8176171016 RISKI SAHRIDA NASUTION: 8176171025
  • 2.
    Pendekatan Pembelajaran BerbasisMasalah Pembelajaran Berbasis Masalah secara umum adalah salah satu pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan cara menghadapkan peserta didik tersebut dengan berbagai masalah yang dihadapi dalam kehidupannya.
  • 3.
    PENEKANAKAN PBM berpikir kritissiswa Keterampilan siswa pengetahuan dan konsep
  • 4.
    PERAN GURU DALAMPBM pembimbing dan fasilitator
  • 5.
    Tahapan-tahapan Pembelajaran Berbasis Masalah Fase– 1: Orientasi siswa pada masalah Fase – 3 : Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok Fase – 5: Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah Fase – 4 : Mengembangkan dan menyajikan hasil karya Fase – 2 : Mengorganisasi siswa untuk belajar si siswa untuk belajar
  • 6.
    Keunggulan Pendekatan PembelajaranBerbasis Masalah 1. PBM merupakan tekhnik yang cukup bagus untuk lebih memahami isi pelajaran. 2. PBM dapat menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru bagi siswa. 3. PBM dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa. 4. PBM dapat membantu siswa bagaimana mentransfer pengetahuan mereka untuk memahami masalah dalam kehidupan nyata. 5. PBM dapat membantu siswa mengembangkan pengetahuan barunya dan bertanggung jawab dalam penbelajaran yang mereka lakukan. Disamping itu, PBM juga dapat mendorong untuk dapat melakukan evaluasi sendiri baik terhadap hasil maupun hasil belajarnya. 6. Melalui PBM bisa memperlihatkan kepada siswa bahwa setiap mata pelajaran, pada dasarnya merupakan cara berpikir, dam sesuatu yang dimengerti oleh siswa, bukan hanya sekedar belajar dari guru atau dari buku-buku saja. 7. PBM dianggap lebih menyenangkan dan disukai siswa. 8. PBM dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan mengembangkan kemampuan mereka untuk menyesuaikan dengan kemampuan baru. 9. PBM dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan mereka dalam dinia nyata. 10. PBM dapat mengembangkan minat siswa untuk secara terus menerus belajar sekalipun belajar pada pendidikan formal terakhir.
  • 7.
    Kelemahan Pendekatan PembelajaranBerbasis Masalah 1. Manakala siswa tidak memiliki minat atau tidak mempunyai kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk di pecahkan, maka mereka akan merasa enggan untuk mencoba 2. Akan membutuhkan waktu yang banyak untuk dapat menerapkan PBM agar siswa dapat bekerja semaksimal mungkin 3. Tanpa pemahaman yang cukup pada siswa untuk mereka berusaha memecahkan masalah yan sedang dipelajari, maka mereka tidak akan belajar apa yang mereka ingin pelajari
  • 8.
  • 9.
    INDIKATOR PEMECAHAN MASALAH 1.MEMAHAMI MASALAH 2. MERENCANAKAN PEMECAHAN 3. MELAKSANAKAN RENCANA PEMECAHAN MASALAH 4. MEMERIKSA KEMBALI KEBENARAN PENYELESAIAN
  • 10.
    PENGERTIAN KOOPERATIF TIPEJIGSAW Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif dimana peserta didik belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4 – 6 orang secara heterogen dan bekerja sama saling ketergantungan yang positif dan bertanggung jawab atas ketuntasan bagian materi pelajaran yang harus dipelajari dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain.
  • 11.
    LANGKAH-LANGKAH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIFTIPE JIGSAW 1. Guru membagi suatu kelas menjadi beberapa kelompok, dengan setiap kelompok terdiri dari 4-6 peserta didik dengan kemampuan yang berbeda 2. Setiap peserta didik diberi tugas mempelajari salah satu bagian materi pembelajaran tersebut 3. Guru memfasilitasi diskusi kelompok baik yang ada pada kelompok ahli maupun kelompok asal 4. Setelah peserta didik berdiskusi dalam kelompok ahli maupun kelompok asal, selanjutnya dilakukan presentasi masing-masing kelompok 5. Guru memberikan kuis untuk peserta didik secara individual 6. Guru memberikan penghargaan pada kelompok melalui skor penghargaan berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari skor dasar ke skor kuis berikutnya 7. Materi sebaiknya secara alami dapat dibagi menjadi beberapa bagian materi pembelajaran.
  • 12.
    KELEBIHAN MODEL PEMBELAJARANKOOPERATIF TIPE JIGSAW 1. Mampu mengembangkan hubungan antar pribadi positif di antara peserta didik yang memiliki kemampan belajar yang berbeda . 2. Menerapkan bimbingan sesama teman 3. Rasa harga diri peserta didik yang lebih tinggi 4. Pemerataan penguasaan materi dapat dicapai dalam waktu yang lebih singkat 5. Model pembelajaran ini dapat melatih siswa untuk lebih aktif dalam berbicara dan berpendapat 6. Dapat digabungkan dengan strategi metode mengajar lainnya 7. Pemahaman materi lebih mendalam 8. Meningkatkan motivasi belajar 9. Melatih rasa tanggung jawab akan tugasnya secara individu maupun kelompok 10. Menumbuhkan kesadaran akan adanya kelebihan dan kekurangan orang lain maupun dirinya sendiri
  • 13.
    KEKURANGAN MODEL PEMBELAJARANKOOPERATIF TIPE JIGSAW 1.Siswa yang aktif akan lebih mendominasi diskusi, dan cenderung mengontrol jalannya diskusi. 2.Siswa yang memiliki kemampuan membaca dan berpikir rendah akan mengalami kesulitan untuk menjelaskan materi apabila ditunjuk sebagi tenaga ahli 3.Siswa yang cerdas cenderung bosan
  • 14.
    • Bahwa pendekatanpembelajaran berbasis masalah (PBM) berbeda dengan pendekatan pembelajaran yang lain, pembelajaran ini menekankan pada berpikir kritis siswa dan keterampilan siswa untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran dengan mengaitkan pada dunia nyata dan pengalaman siswa. Peran guru dalam pendekatan pembelajaran ini adalah menyajikan masalah. Pembelajaran Berbasis masalah dilain pihak berlandaskan kepada psikologi kognitif sebagai pendukung teoritisnya. • Pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan pemecahan masalah matematika siswa dengan menggunakan model kooperatif tipe jigsaw