Filsafat Pendidikan 
(IDEALISME) 
Disusun oleh : 
Anita maulina iriani 
2227131190
Tinjauan umum tentang Filsafat 
Pendidikan 
• Dilihat dari pengertian praktisnya, filsafat berarti alam 
pikiran atau alam berpikir. Berfilsafat artinya berpikir, 
namun tidak semua berpikir berarti berfilsafat. Berfilsafat 
adalah berpikir secara mendalam dan sungguh-sungguh. 
Tegasnya, filsafat adalah karya akal manusia yang mencari 
dan memikirkan suatu kebenaran dengan sedalam-dalamnya. 
Filsafat merupakan ilmu atau pendekatan yang 
mempelajari dengan sungguh-sungguh hakikat kebenaran 
segala sesuatu. Menurut Immanuel Kant (1724-1804) yang 
seringkali disebut sebagai raksasa pemikir Barat, filsafat 
adalah ilmu pokok yang merupakan pangkal dari segala 
pengetahuan.
Aliran filsafat Idealisme dalam 
pendidikan 
• Idealisme adalah aliran filsafat yang berpendapat bahwa pengetahuan itu 
tidak lain daripada kejadian dalam jiwa manusia, sedangkan kenyataan 
yang diketahui manusia itu terletak di luarnya. Konsep filsafat menurut 
aliran idealisme adalah: (1) Metafisika-idealisme; Secara absolut 
kenyataan yang sebenarnya adalah spiritual dan rohaniah, sedangkan 
secara kritis yaitu adanya kenyataan yang bersifat fisik dan rohaniah, tetapi 
kenyataan rohaniah yang lebih dapat berperan; (2) Humanologi-idealisme; 
Jiwa dikarunai kemampuan berpikir yang dapat menyebabkan adanya 
kemampuan memilih; (3) Epistemologi-idealisme; Pengetahuan yang 
benar diperoleh melalui intuisi dan pengingatan kembali melalui berpikir. 
Kebenaran hanya mungkin dapat dicapai oleh beberapa orang yang 
mempunyai akal pikiran yang cemerlang; sebagian besar manusia hanya 
sampai pada tingkat berpendapat; (4) Aksiologi-idealisme; Kehidupan 
manusia diatur oleh kewajiban-kewajiban moral yang diturunkan dari 
pendapat tentang kenyataan atau metafisika.
Menurut Power (1982), implikasi filsafat pendidikan 
idealisme adalah sebagai berikut: (1) Tujuan: untuk 
membentuk karakter, mengembangkan bakat atau 
kemampuan dasar, serta kebaikkan sosial; (2) Kurikulum: 
pendidikan liberal untuk pengembangan kemam-puan 
dan pendidikan praktis untuk memperoleh pekerjaan; (3) 
Metode: diutamakan metode dialektika, tetapi metode 
lain yang efektif dapat dimanfaatkan; (4) Peserta didik 
bebas untuk mengembangkan kepribadian, bakat dan 
kemampuan dasarnya; (5) Pendidik bertanggungjawab 
dalam menciptakan lingkungan pendidikan melalui kerja 
sama dengan alam.
• Implikasi tersebut dapat ditransformasikan dalam 
suatu kesimpulan bahwa, pada hakikatnya setiap 
manusia dilahirkan dengan bakat dan potensi masing-masing. 
Bakat dan potensi tersebut merupakan kodarat 
alam yang bersifat transenden. Bagi idealisme, 
pendidikan harus diarahkan untuk membimbing 
manusia menuju kepribadian positif. Pendidikan bukan 
hanya sekedar metode transfer pengetahuan. Proses 
pengajaran dalam pendidikan harus disadari sebagai 
suatu pengembangan potensi manusia, dan harus 
dapat memediasi pengenalan manusia terhadap 
fenomena kebenaran ideal yang tidak terbatas hanya 
dalam dunia imanensi.
Jenis – jenis Idealisme 
Sejarah idealisme cukup berliku-liku dan meluas karena mencakup berbagai teori yang berlainan walaupun berkaitan. Ada 
beberapa jenis idealisme: yaitu idealisme subjektif, idealisme objektif, dan idealisme personal. 
• 1. Idealisme Subjektif 
• Idealisme subjektif adalah filsafat yang berpandangan idealis dan bertitik tolak pada ide manusia atau ide sendiri. Alam 
dan masyarakat ini tercipta dari ide manusia. Segala sesuatu yang timbul dan terjadi di alam atau di masyarakat adalah hasil 
atau karena ciptaan ide manusia atau idenya sendiri, atau dengan kata lain alam dan masyarakat hanyalah sebuah ide/fikiran 
dari dirinya sendiri atau ide manusia. 
• Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah seorang dari inggris yang bernama George Berkeley (1684-1753 M). 
Menurut Berkeley, segala sesuatu yang tertangkap oleh sensasi/perasaan kita itu bukanlah materi yang real dan ada secara 
objektif. 
• 
• 2. Idealisme Objektif 
• Idealisme Objektif adalah idealisme yang bertitik tolak pada ide di luar ide manusia. Idealisme objektif ini dikatakan bahwa 
akal menemukan apa yang sudah terdapat dalam susunan alam. 
• Menurut idealisme objektif segala sesuatu baik dalam alam atau masyarakat adalah hasil dari ciptaan ide universil. 
Pandangan filsafat seperti ini pada dasarnya mengakui sesuatu yang bukan materi, yang ada secara abadi di luar manusia, 
sesuatu yang bukan materi itu ada sebelum dunia alam semesta ini ada, termasuk manusia dan segala pikiran dan 
perasaannya. 
• Filsuf idealis yang pertama kali dikenal adalah Plato. Ia membagi dunia dalam dua bagian. Pertama, dunia persepsi, dunia 
yang konkret ini adalah temporal dan rusak; bukan dunia yang sesungguhnya, melainkan bayangan alias penampakan saja. 
Kedua, terdapat alam di atas alam benda, yakni alam konsep, idea, universal atau esensi yang abadi. 
• 
• 3. Idealisme Personal (personalisme) 
• Idealisme personal yaitu nilai-nilai perjuangannya untuk menyempurnakan dirinya. Personalisme muncul sebagai protes 
terhadap materialisme mekanik dan idealisme monistik. Bagi seorang personalis, realitas dasar itu bukanlah pemikiran yang 
abstrak atau proses pemikiran yang khusus, akan tetapi seseorang, suatu jiwa atau seorang pemikir.

Ppt filsafat

  • 1.
    Filsafat Pendidikan (IDEALISME) Disusun oleh : Anita maulina iriani 2227131190
  • 2.
    Tinjauan umum tentangFilsafat Pendidikan • Dilihat dari pengertian praktisnya, filsafat berarti alam pikiran atau alam berpikir. Berfilsafat artinya berpikir, namun tidak semua berpikir berarti berfilsafat. Berfilsafat adalah berpikir secara mendalam dan sungguh-sungguh. Tegasnya, filsafat adalah karya akal manusia yang mencari dan memikirkan suatu kebenaran dengan sedalam-dalamnya. Filsafat merupakan ilmu atau pendekatan yang mempelajari dengan sungguh-sungguh hakikat kebenaran segala sesuatu. Menurut Immanuel Kant (1724-1804) yang seringkali disebut sebagai raksasa pemikir Barat, filsafat adalah ilmu pokok yang merupakan pangkal dari segala pengetahuan.
  • 3.
    Aliran filsafat Idealismedalam pendidikan • Idealisme adalah aliran filsafat yang berpendapat bahwa pengetahuan itu tidak lain daripada kejadian dalam jiwa manusia, sedangkan kenyataan yang diketahui manusia itu terletak di luarnya. Konsep filsafat menurut aliran idealisme adalah: (1) Metafisika-idealisme; Secara absolut kenyataan yang sebenarnya adalah spiritual dan rohaniah, sedangkan secara kritis yaitu adanya kenyataan yang bersifat fisik dan rohaniah, tetapi kenyataan rohaniah yang lebih dapat berperan; (2) Humanologi-idealisme; Jiwa dikarunai kemampuan berpikir yang dapat menyebabkan adanya kemampuan memilih; (3) Epistemologi-idealisme; Pengetahuan yang benar diperoleh melalui intuisi dan pengingatan kembali melalui berpikir. Kebenaran hanya mungkin dapat dicapai oleh beberapa orang yang mempunyai akal pikiran yang cemerlang; sebagian besar manusia hanya sampai pada tingkat berpendapat; (4) Aksiologi-idealisme; Kehidupan manusia diatur oleh kewajiban-kewajiban moral yang diturunkan dari pendapat tentang kenyataan atau metafisika.
  • 4.
    Menurut Power (1982),implikasi filsafat pendidikan idealisme adalah sebagai berikut: (1) Tujuan: untuk membentuk karakter, mengembangkan bakat atau kemampuan dasar, serta kebaikkan sosial; (2) Kurikulum: pendidikan liberal untuk pengembangan kemam-puan dan pendidikan praktis untuk memperoleh pekerjaan; (3) Metode: diutamakan metode dialektika, tetapi metode lain yang efektif dapat dimanfaatkan; (4) Peserta didik bebas untuk mengembangkan kepribadian, bakat dan kemampuan dasarnya; (5) Pendidik bertanggungjawab dalam menciptakan lingkungan pendidikan melalui kerja sama dengan alam.
  • 5.
    • Implikasi tersebutdapat ditransformasikan dalam suatu kesimpulan bahwa, pada hakikatnya setiap manusia dilahirkan dengan bakat dan potensi masing-masing. Bakat dan potensi tersebut merupakan kodarat alam yang bersifat transenden. Bagi idealisme, pendidikan harus diarahkan untuk membimbing manusia menuju kepribadian positif. Pendidikan bukan hanya sekedar metode transfer pengetahuan. Proses pengajaran dalam pendidikan harus disadari sebagai suatu pengembangan potensi manusia, dan harus dapat memediasi pengenalan manusia terhadap fenomena kebenaran ideal yang tidak terbatas hanya dalam dunia imanensi.
  • 6.
    Jenis – jenisIdealisme Sejarah idealisme cukup berliku-liku dan meluas karena mencakup berbagai teori yang berlainan walaupun berkaitan. Ada beberapa jenis idealisme: yaitu idealisme subjektif, idealisme objektif, dan idealisme personal. • 1. Idealisme Subjektif • Idealisme subjektif adalah filsafat yang berpandangan idealis dan bertitik tolak pada ide manusia atau ide sendiri. Alam dan masyarakat ini tercipta dari ide manusia. Segala sesuatu yang timbul dan terjadi di alam atau di masyarakat adalah hasil atau karena ciptaan ide manusia atau idenya sendiri, atau dengan kata lain alam dan masyarakat hanyalah sebuah ide/fikiran dari dirinya sendiri atau ide manusia. • Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah seorang dari inggris yang bernama George Berkeley (1684-1753 M). Menurut Berkeley, segala sesuatu yang tertangkap oleh sensasi/perasaan kita itu bukanlah materi yang real dan ada secara objektif. • • 2. Idealisme Objektif • Idealisme Objektif adalah idealisme yang bertitik tolak pada ide di luar ide manusia. Idealisme objektif ini dikatakan bahwa akal menemukan apa yang sudah terdapat dalam susunan alam. • Menurut idealisme objektif segala sesuatu baik dalam alam atau masyarakat adalah hasil dari ciptaan ide universil. Pandangan filsafat seperti ini pada dasarnya mengakui sesuatu yang bukan materi, yang ada secara abadi di luar manusia, sesuatu yang bukan materi itu ada sebelum dunia alam semesta ini ada, termasuk manusia dan segala pikiran dan perasaannya. • Filsuf idealis yang pertama kali dikenal adalah Plato. Ia membagi dunia dalam dua bagian. Pertama, dunia persepsi, dunia yang konkret ini adalah temporal dan rusak; bukan dunia yang sesungguhnya, melainkan bayangan alias penampakan saja. Kedua, terdapat alam di atas alam benda, yakni alam konsep, idea, universal atau esensi yang abadi. • • 3. Idealisme Personal (personalisme) • Idealisme personal yaitu nilai-nilai perjuangannya untuk menyempurnakan dirinya. Personalisme muncul sebagai protes terhadap materialisme mekanik dan idealisme monistik. Bagi seorang personalis, realitas dasar itu bukanlah pemikiran yang abstrak atau proses pemikiran yang khusus, akan tetapi seseorang, suatu jiwa atau seorang pemikir.