BAHASA INDONESIA
SMA NEGERI 2 UJUNGBATU
Juprianto,S.Pd.
You can Resize without
losing quality
You can Change Fill
Color &
Line Color
www.allppt.com
FREE
PPT
TEMPLATES
Yel-Yel Bahasa Indonesia
 Selamat pagi ?
= Selamat pagi.
 Semangat pagi…!
= Semangat, semangat, semangat pagi….!!!
Satu, dua, tiga…
Berangkat sekolah dengan niat…..
Belajar dengan semangat…..
Meraih ilmu biar selamat…..
Karakter luhur kita kuat….
TEKS EKSPOSISI
Sumber: ciptacendekia.com Sumber: unas.ac.id
Kompetensi
Dasar
3.3
Menganalisis struktur, isi (permasalahan, argumentasi,
pengetahuan, dan rekomendasi), kebahasaan teks
eksposisi yang didengar dan atau dibaca
4.3
Mengembangkan isi (permasalahan, argumen,
pengetahuan, dan rekomendasi) teks eksposisi secara
lisan dan/tulis
3.4 Menganalisis struktur dan kebahasaan teks eksposisi
4.4
Mengonstruksikan teks eksposisi dengan memperhatikan
isi (permasalahan, argumen, pengetahuan, dan
rekomendasi), struktur dan kebahasaan
A. Definisi, Ciri, Jenis, dan Contoh
Teks Eksposisi
02 Ciri Teks Eksposisi
01
Definisi Teks Eksposisi
03
Jenis Teks Eksposisi
04 Contoh Teks Eksposisi
Definisi Teks Eksposisi
Eksposisi merupakan paparan yang bertujuan memberi tahu atau
menerangkan sesuatu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, eksposisi
berarti uraian atau paparan yang bertujuan menjelaskan maksud dan
tujuan dalam karangan.
Eksposisi merupakan genre teks berisi gagasan yang bertujuan agar orang
lain memahami pendapatnya yang disampaikan. Gagasan tersebut
disampaikan oleh penulis atau pembicara berdasarkan sudut pandang
tertentu. Untuk menguatkan gagasan yang disampaikan harus
menyertakan alasan-alasan logis.
Ciri Teks Eksposisi
Penjelasan pokok persoalan
secara objektif, tidak ada
unsur subjektif dan emosional.
a.
Gaya penulisan informatif.
b.
Teks memuat fakta.
c.
Jenis Teks Eksposisi
eksposisi klasifikasi 04
eksposisi ilustrasi 05
eksposisi perbandingan
atau pertentangan
06
eksposisi analisis
03
eksposisi identifikasi
02
eksposisi definisi
01
Contoh Teks Eksposisi
Pembangunan dan Bencana Lingkungan
Bumi saat ini sedang menghadapi berbagai masalah lingkungan yang serius. Enam masalah lingkungan yang utama tersebut adalah ledakan
jumlah penduduk, penipisan sumber daya alam, perubahan iklim global, kepunahan tumbuhan dan hewan, kerusakan habitat alam, serta peningkatan
polusi dan kemiskinan. Dari hal itu dapat dibayangkan betapa besar kerusakan alam yang terjadi karena jumlah populasi yang besar, konsumsi sumber
daya alam dan polusi yang meningkat, sedangkan teknologi saat ini belum dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.
Para ahli menyimpulkan bahwa masalah tersebut disebabkan oleh praktik pembangunan yang tidak memperhatikan kelestarian alam atau disebut
pembangunan yang tidak berkelanjutan. Seharusnya, konsep pembangunan adalah memenuhi kebutuhan manusia saat ini dengan mempertimbangkan
kebutuhan generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhannya.
Penerapan konsep pembangunan berkelanjutan pada saat ini ternyata jauh dari harapan. Kesulitan penerapannya terutama terjadi di negara
berkembang, salah satunya Indonesia. Sebagai contoh, setiap tahun di negara kita diperkirakan terjadi penebangan hutan seluas 3.180.243 ha (atau
seluas 50 kali luas kota Jakarta). Hal ini juga diikuti oleh punahnya flora dan fauna langka. Kenyataan ini sangat jelas menggambarkan kehancuran
alam yang terjadi saat ini yang diikuti bencana bagi manusia.
Pada tahun 2005 - 2006 tercatat, telah terjadi 330 bencana banjir, 69 bencana tanah longsor, 7 bencana letusan gunung berapi, 241 gempa bumi,
dan 13 bencana tsunami. Bencana longsor dan banjir itu disebabkan oleh perusakan hutan dan pembangunan yang mengabaikan kondisi alam.
Bencana alam lain yang menimbulkan jumlah korban banyak terjadi karena praktik pembangunan yang dilakukan tanpa memperhatikan potensi
bencana. Misalnya, banjir yang terjadi di Jakarta pada Februari 2007, dapat dipahami sebagai dampak pembangunan kota yang mengabaikan
pelestarian lingkungan.
Menurut tim ahli Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air, penyebab utama banjir di Jakarta ialah pembangunan kota yang
mengabaikan fungsi daerah resapan air dan tampungan air. Hal ini diperparah dengan saluran drainase kota yang tidak terencana dan tidak terawat serta
tumpukan sampah dan limbah di sungai. Akhirnya, debit air hujan yang tinggi menyebabkan bencana banjir yang tidak terelakkan.
Masalah lingkungan di atas merupakan masalah serius yang harus segera diatasi. Meskipun tidak mungkin mengatasi keenam masalah utama
lingkungan tersebut, setidaknya harus dicari solusi untuk mencegah bertambah buruknya kondisi bumi.
Menentukan informasi
tesis, argumen, dan
rekomendasi
dalam eksposisi
01
Membedakan
fakta dan opini
dalam teks
oksposisi
02
B. Menentukan Informasi/Isi Teks Eksposisi
Sumber: humaspolresbantul.wordpress.com
Membedakan Fakta dan Opini
Fakta
Fakta adalah infomasi atau
pernyataan yang dapat diketahui
kebenarannya dan sudah terbukti.
Contoh:
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
hingga tanggal 13 Mei 2013 mencatat ada
158.812 narapidana dan tahanan di
Indonesia, yang 51.899 orang di antaranya
terkait kasus narkoba.
Opini
Opini adalah suatu pernyataan
yang berasal dari pendapat atau
alasan yang logis dan tidak dapat
dibuktikan kebenarannya.
Contoh:
Sebagai generasi muda, calon penerus
perjuangan bangsa sudah seharusnya kita
menyiapkan diri menjadi generasi yang
berkualitas.
Argumen
C. Menganalisis Struktur dan Kebahasaan
Teks Eksposisi
STRUKTUR KEBAHASAAN
Struktur Teks Eksposisi
Tesis/Pernyataan
Pendapat
Argumentasi Penegasan
Ulang
Tesis atau pernyataan
pendapat adalah bagian
pembuka dalam teks
eksposisi. Bagian tersebut
berisi pendapat umum yang
disampaikan penulis terhadap
permasalahan yang diangkat
dalam teks eksposisi.
Argumentasi merupakan unsur
penjelas untuk mendukung tesis
yang disampaikan. Argumentasi
dapat berupa alasan logis, data
hasil temuan, fakta-fakta, bahkan
pernyataan para ahli. Argumen
yang baik harus mampu
mendukung pendapat yang
disampaikan penulis/pembicara.
Penegasan ulang, yaitu
bagian yang bertujuan
menegaskan pendapat
awal serta menambah
rekomendasi atau
saran terhadap
permasalahan yang
diangkat.
01 02 03
Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi
01
Istilah
02
Adjektiva
03
Afiksasi
04
Kalimat
Verbal
Kalimat
Transitif
Kalimat
Intransitif
Kebahasaan Teks Eksposisi
Istilah
Istilah adalah kata atau gabungan kata yang dengan
cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan,
atau sifat khas dalam bidang tertentu.
Dapat menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI).
1.
Contoh:
fauna = keseluruhan kehidupan hewan suatu habitat, daerah, atau strata geologi
tertentu; dunia hewan.
Kebahasaan Teks Eksposisi
Adjektiva
Adjetiva atau kata sifat adalah kata yang khusus
menerangkan kata benda.
2.
Contoh:
Ia sangat cantik sekali.
(Kata ‘cantik’ adalah KS sebab menerangkan KB ‘ia’, tetapi kata ‘sekali’ adalah K
Ket karena menerangkan KS ‘cantik’
a. Dapat diberi katerangan seperti kata ‘agak, sangat, paling, atau sekali’
Contoh: cantik ˄ sangat cantik
b. Dapat membentuk konstruksi “se + KS diulang + -nya”
Contoh: cantik ˄ secantik-cantiknya
Lanjutan….
Ciri Adjektiva atau Kata Sifat (KS)
Kebahasaan Teks Eksposisi
Afiksasi
Afiksasi atau pengimbuhan adalah proses pembentukan
kata dengan cara pemberian imbuhan baik berupa awalah
(prefiks), sisipan (infiks), akhiran (sufiks), maupun
gabungan awalan dan akhiran (konfiks).
3.
Contoh:
a. Prefiks = membaca (me-) + baca
dimakan (di-) + makan
beternak (ber-) + ternak
pedagang (pe-) + dagang
Prefiks (Awalan)
a. Imbuhan me- apabila dilekatkan pada kata dasar bersuku satu berubah
menjadi menge-
Contoh:
1. (me-) + bom mengebom
2. (me-) + klik mengeklik
b. Imbuhan me- akan meluluhkan jika dilekatkan dengan kata dasar yang diawali
dengan huruf k, t, s, p.
Contoh:
1. (me-) + konsumsi mengonsumsi 4. (me-) + pesona mempesona
2. (me-) + tukar menukar
3. (me-) + susut menyusut
Lanjutan….
c. Bentuk imbuhan me- pada kata dasar berkonsonan rangkap
Contoh:
1. (me-) + produksi memproduksi
2. (me-) + transfer mentransfer
3. (me-) + kristal mengkristal
d. Bentuk imbuhan me- pada kata dasar berawalan huruf c
Contoh:
1. (me-) + cuci mencuci
2. (me-) + cangkul mencangkul
3. (me-) + colok mencolok
Infiks (Sisipan)
Contoh:
1. lukis + (-an) lukisan
2. panggil + (-kan) panggilkan
3. Akhir + (-i) akhiri
Sufiks (Akhiran)
Contoh:
1. getar = (-me-) + getar gemetar
2. kuning = (-em-) + kuning kemuning
3. suling = (-er-) + suling seruling
4. tunjuk = (-el) tunjuk telunjuk
Konfiks (Awal dan Akhir)
Contoh:
1. (me-) + temu + (-kan) menemukan
2. (me-) + hadir + (-i) menghadiri
3. pe(n-) + darah + (-an) pendarahan
4. pe(ng-) + ganti + (-an) penggantian
5. pe(r-) + ganti + (-an) pergantian
6. (pe-) + rumah + (-an) perumahan
Kebahasaan Teks Eksposisi
Kalimat Verbal
Kalimat verbal dua diantaranya, yaitu kalimat aktif
transitif dan kalimat aktif intransitif.
4.
 Kalimat aktif transitif adalah kalimat aktif yang harus mempunyai
objek.
Contoh: Ia membaca buku pelajaran.
S P O
Lanjutan….
 Kalimat aktif intransitif adalah kalimat yang tidak membutuhkan objek.
Wujudnya bisa
1. S-P = Adik tidur siang.
2. S-P-Pel (Pel wajib hadir) = Polisi bersenjatakan pistol.
3. S-P-Pel (Pel boleh ada, boleh tidak) = Ayah berdagang atau Ayah
berdagang buah-buahan.
D. Mengonstruksi Teks Eksposisi
Membaca dengan
cermat teks
eksposisi
Memperhatikan
kebahasaan (istilah,
adjektiva, afiksasi, verbal)
Memperhatikan kelengkapan
dan urutan sruktur (tesis,
argumentasi, penegasan ulang)
Menyunting gagasan
utama dan gagasan
penjelas
Memperbaiki
berdasarkan hasil
menyunting
sehingga menjadi
teks eksposisi yang
tepat.
A
Membaca
B
Menyunting
Struktur
C
Menyunting
Kebahasaan
D
Gagasan
utama &
penjelas
E
Memperbaiki
TERIMA KASIH

PPT Materi Teks Eksposisi Kelas X oleh juprianto S.Pd..pptx

  • 1.
    BAHASA INDONESIA SMA NEGERI2 UJUNGBATU Juprianto,S.Pd.
  • 2.
    You can Resizewithout losing quality You can Change Fill Color & Line Color www.allppt.com FREE PPT TEMPLATES Yel-Yel Bahasa Indonesia  Selamat pagi ? = Selamat pagi.  Semangat pagi…! = Semangat, semangat, semangat pagi….!!! Satu, dua, tiga… Berangkat sekolah dengan niat….. Belajar dengan semangat….. Meraih ilmu biar selamat….. Karakter luhur kita kuat….
  • 3.
  • 4.
    Kompetensi Dasar 3.3 Menganalisis struktur, isi(permasalahan, argumentasi, pengetahuan, dan rekomendasi), kebahasaan teks eksposisi yang didengar dan atau dibaca 4.3 Mengembangkan isi (permasalahan, argumen, pengetahuan, dan rekomendasi) teks eksposisi secara lisan dan/tulis 3.4 Menganalisis struktur dan kebahasaan teks eksposisi 4.4 Mengonstruksikan teks eksposisi dengan memperhatikan isi (permasalahan, argumen, pengetahuan, dan rekomendasi), struktur dan kebahasaan
  • 5.
    A. Definisi, Ciri,Jenis, dan Contoh Teks Eksposisi 02 Ciri Teks Eksposisi 01 Definisi Teks Eksposisi 03 Jenis Teks Eksposisi 04 Contoh Teks Eksposisi
  • 6.
    Definisi Teks Eksposisi Eksposisimerupakan paparan yang bertujuan memberi tahu atau menerangkan sesuatu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, eksposisi berarti uraian atau paparan yang bertujuan menjelaskan maksud dan tujuan dalam karangan. Eksposisi merupakan genre teks berisi gagasan yang bertujuan agar orang lain memahami pendapatnya yang disampaikan. Gagasan tersebut disampaikan oleh penulis atau pembicara berdasarkan sudut pandang tertentu. Untuk menguatkan gagasan yang disampaikan harus menyertakan alasan-alasan logis.
  • 7.
    Ciri Teks Eksposisi Penjelasanpokok persoalan secara objektif, tidak ada unsur subjektif dan emosional. a. Gaya penulisan informatif. b. Teks memuat fakta. c.
  • 8.
    Jenis Teks Eksposisi eksposisiklasifikasi 04 eksposisi ilustrasi 05 eksposisi perbandingan atau pertentangan 06 eksposisi analisis 03 eksposisi identifikasi 02 eksposisi definisi 01
  • 9.
    Contoh Teks Eksposisi Pembangunandan Bencana Lingkungan Bumi saat ini sedang menghadapi berbagai masalah lingkungan yang serius. Enam masalah lingkungan yang utama tersebut adalah ledakan jumlah penduduk, penipisan sumber daya alam, perubahan iklim global, kepunahan tumbuhan dan hewan, kerusakan habitat alam, serta peningkatan polusi dan kemiskinan. Dari hal itu dapat dibayangkan betapa besar kerusakan alam yang terjadi karena jumlah populasi yang besar, konsumsi sumber daya alam dan polusi yang meningkat, sedangkan teknologi saat ini belum dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. Para ahli menyimpulkan bahwa masalah tersebut disebabkan oleh praktik pembangunan yang tidak memperhatikan kelestarian alam atau disebut pembangunan yang tidak berkelanjutan. Seharusnya, konsep pembangunan adalah memenuhi kebutuhan manusia saat ini dengan mempertimbangkan kebutuhan generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhannya. Penerapan konsep pembangunan berkelanjutan pada saat ini ternyata jauh dari harapan. Kesulitan penerapannya terutama terjadi di negara berkembang, salah satunya Indonesia. Sebagai contoh, setiap tahun di negara kita diperkirakan terjadi penebangan hutan seluas 3.180.243 ha (atau seluas 50 kali luas kota Jakarta). Hal ini juga diikuti oleh punahnya flora dan fauna langka. Kenyataan ini sangat jelas menggambarkan kehancuran alam yang terjadi saat ini yang diikuti bencana bagi manusia. Pada tahun 2005 - 2006 tercatat, telah terjadi 330 bencana banjir, 69 bencana tanah longsor, 7 bencana letusan gunung berapi, 241 gempa bumi, dan 13 bencana tsunami. Bencana longsor dan banjir itu disebabkan oleh perusakan hutan dan pembangunan yang mengabaikan kondisi alam. Bencana alam lain yang menimbulkan jumlah korban banyak terjadi karena praktik pembangunan yang dilakukan tanpa memperhatikan potensi bencana. Misalnya, banjir yang terjadi di Jakarta pada Februari 2007, dapat dipahami sebagai dampak pembangunan kota yang mengabaikan pelestarian lingkungan. Menurut tim ahli Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air, penyebab utama banjir di Jakarta ialah pembangunan kota yang mengabaikan fungsi daerah resapan air dan tampungan air. Hal ini diperparah dengan saluran drainase kota yang tidak terencana dan tidak terawat serta tumpukan sampah dan limbah di sungai. Akhirnya, debit air hujan yang tinggi menyebabkan bencana banjir yang tidak terelakkan. Masalah lingkungan di atas merupakan masalah serius yang harus segera diatasi. Meskipun tidak mungkin mengatasi keenam masalah utama lingkungan tersebut, setidaknya harus dicari solusi untuk mencegah bertambah buruknya kondisi bumi.
  • 10.
    Menentukan informasi tesis, argumen,dan rekomendasi dalam eksposisi 01 Membedakan fakta dan opini dalam teks oksposisi 02 B. Menentukan Informasi/Isi Teks Eksposisi Sumber: humaspolresbantul.wordpress.com
  • 11.
    Membedakan Fakta danOpini Fakta Fakta adalah infomasi atau pernyataan yang dapat diketahui kebenarannya dan sudah terbukti. Contoh: Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia hingga tanggal 13 Mei 2013 mencatat ada 158.812 narapidana dan tahanan di Indonesia, yang 51.899 orang di antaranya terkait kasus narkoba. Opini Opini adalah suatu pernyataan yang berasal dari pendapat atau alasan yang logis dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Contoh: Sebagai generasi muda, calon penerus perjuangan bangsa sudah seharusnya kita menyiapkan diri menjadi generasi yang berkualitas. Argumen
  • 12.
    C. Menganalisis Strukturdan Kebahasaan Teks Eksposisi STRUKTUR KEBAHASAAN
  • 13.
    Struktur Teks Eksposisi Tesis/Pernyataan Pendapat ArgumentasiPenegasan Ulang Tesis atau pernyataan pendapat adalah bagian pembuka dalam teks eksposisi. Bagian tersebut berisi pendapat umum yang disampaikan penulis terhadap permasalahan yang diangkat dalam teks eksposisi. Argumentasi merupakan unsur penjelas untuk mendukung tesis yang disampaikan. Argumentasi dapat berupa alasan logis, data hasil temuan, fakta-fakta, bahkan pernyataan para ahli. Argumen yang baik harus mampu mendukung pendapat yang disampaikan penulis/pembicara. Penegasan ulang, yaitu bagian yang bertujuan menegaskan pendapat awal serta menambah rekomendasi atau saran terhadap permasalahan yang diangkat. 01 02 03
  • 14.
    Kaidah Kebahasaan TeksEksposisi 01 Istilah 02 Adjektiva 03 Afiksasi 04 Kalimat Verbal Kalimat Transitif Kalimat Intransitif
  • 15.
    Kebahasaan Teks Eksposisi Istilah Istilahadalah kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat khas dalam bidang tertentu. Dapat menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). 1. Contoh: fauna = keseluruhan kehidupan hewan suatu habitat, daerah, atau strata geologi tertentu; dunia hewan.
  • 16.
    Kebahasaan Teks Eksposisi Adjektiva Adjetivaatau kata sifat adalah kata yang khusus menerangkan kata benda. 2. Contoh: Ia sangat cantik sekali. (Kata ‘cantik’ adalah KS sebab menerangkan KB ‘ia’, tetapi kata ‘sekali’ adalah K Ket karena menerangkan KS ‘cantik’
  • 17.
    a. Dapat diberikaterangan seperti kata ‘agak, sangat, paling, atau sekali’ Contoh: cantik ˄ sangat cantik b. Dapat membentuk konstruksi “se + KS diulang + -nya” Contoh: cantik ˄ secantik-cantiknya Lanjutan…. Ciri Adjektiva atau Kata Sifat (KS)
  • 18.
    Kebahasaan Teks Eksposisi Afiksasi Afiksasiatau pengimbuhan adalah proses pembentukan kata dengan cara pemberian imbuhan baik berupa awalah (prefiks), sisipan (infiks), akhiran (sufiks), maupun gabungan awalan dan akhiran (konfiks). 3. Contoh: a. Prefiks = membaca (me-) + baca dimakan (di-) + makan beternak (ber-) + ternak pedagang (pe-) + dagang
  • 19.
    Prefiks (Awalan) a. Imbuhanme- apabila dilekatkan pada kata dasar bersuku satu berubah menjadi menge- Contoh: 1. (me-) + bom mengebom 2. (me-) + klik mengeklik b. Imbuhan me- akan meluluhkan jika dilekatkan dengan kata dasar yang diawali dengan huruf k, t, s, p. Contoh: 1. (me-) + konsumsi mengonsumsi 4. (me-) + pesona mempesona 2. (me-) + tukar menukar 3. (me-) + susut menyusut
  • 20.
    Lanjutan…. c. Bentuk imbuhanme- pada kata dasar berkonsonan rangkap Contoh: 1. (me-) + produksi memproduksi 2. (me-) + transfer mentransfer 3. (me-) + kristal mengkristal d. Bentuk imbuhan me- pada kata dasar berawalan huruf c Contoh: 1. (me-) + cuci mencuci 2. (me-) + cangkul mencangkul 3. (me-) + colok mencolok
  • 21.
    Infiks (Sisipan) Contoh: 1. lukis+ (-an) lukisan 2. panggil + (-kan) panggilkan 3. Akhir + (-i) akhiri Sufiks (Akhiran) Contoh: 1. getar = (-me-) + getar gemetar 2. kuning = (-em-) + kuning kemuning 3. suling = (-er-) + suling seruling 4. tunjuk = (-el) tunjuk telunjuk
  • 22.
    Konfiks (Awal danAkhir) Contoh: 1. (me-) + temu + (-kan) menemukan 2. (me-) + hadir + (-i) menghadiri 3. pe(n-) + darah + (-an) pendarahan 4. pe(ng-) + ganti + (-an) penggantian 5. pe(r-) + ganti + (-an) pergantian 6. (pe-) + rumah + (-an) perumahan
  • 23.
    Kebahasaan Teks Eksposisi KalimatVerbal Kalimat verbal dua diantaranya, yaitu kalimat aktif transitif dan kalimat aktif intransitif. 4.  Kalimat aktif transitif adalah kalimat aktif yang harus mempunyai objek. Contoh: Ia membaca buku pelajaran. S P O
  • 24.
    Lanjutan….  Kalimat aktifintransitif adalah kalimat yang tidak membutuhkan objek. Wujudnya bisa 1. S-P = Adik tidur siang. 2. S-P-Pel (Pel wajib hadir) = Polisi bersenjatakan pistol. 3. S-P-Pel (Pel boleh ada, boleh tidak) = Ayah berdagang atau Ayah berdagang buah-buahan.
  • 25.
    D. Mengonstruksi TeksEksposisi Membaca dengan cermat teks eksposisi Memperhatikan kebahasaan (istilah, adjektiva, afiksasi, verbal) Memperhatikan kelengkapan dan urutan sruktur (tesis, argumentasi, penegasan ulang) Menyunting gagasan utama dan gagasan penjelas Memperbaiki berdasarkan hasil menyunting sehingga menjadi teks eksposisi yang tepat. A Membaca B Menyunting Struktur C Menyunting Kebahasaan D Gagasan utama & penjelas E Memperbaiki
  • 26.