Kis Santi
Apriani, S.Pd.
3.8. Menganalisis struktur dan kebahasaan teks editorial berkaitan dengan bidang
pekerjaan:
3.8.1. Menganalisis struktur dan kebahasaan teks editorial berkaitan
dengan bidang pekerjaan
3.8.2 Mengevaluasi struktur dan kebahasaan teks editorial
berkaitan dengan bidang pekerjaan
4.8. Merancang teks editorial berkaitan bidang pekerjaan dengan memerhatikan struktur
dan kebahasaan baik secara
lisan maupun tulisan
4.8.1. Merancang teks editorial berkaitan bidang pekerjaan dengan
memerhatikan struktur dan kebahasaan baik secara lisan maupun
tulis.
4.8 2. Menyusun teks editorial berkaitan bidang pekerjaan dengan
memerhhatikan struktur dan kebahasaan baik secara lisan maupun
tulisan.
Teks editorial adalah artikel utama yang ditulis
oleh redaktur koran yang merupakan
pandangan redaksi terhadap suatu peristiwa
(berita) aktual (sedang menjadi sorotan),
fenomenal, dan kontroversial (menimbulkan
perbedaan pendapat).
Struktur
teks
editorial
1.Tema
Pernyataan pendapat (tesis)
Di bagian ini, penulis menyajikan
pendapat berdasarkan
permasalahan dari topik yang
diangkat dan diperkuat dengan
beberapa teori dan fakta. Berada
dai awal paragraf
Penegasan ulang pendapat
Bagian ini berisi pendapat
yang ditegaskan kembali
berdasarkan fakta yang telah
disampaikan di bagian
argumentasi.
Argumentasi
Bagian ini menyajikan opini
berlandaskan data dan fakta untuk
memperkuat apa yang dinyatakan
di bagian pembuka.
Kaidah
kebahasaan
teks
editorial
2.Majas
Adverbia
Adverbia atau kata keterangan
contoh : biasanya, sering,
kadang-kadang, jarang,
sebagian besar, dan
sebagainya.
Verba Material
Kata kerja menyatakan subjek melakukan
sesuatu perbuatan,pekerjaan, ataupun
aktivitas yang dapat dilihat
Contoh : Badan Nasional Penangulangan
Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 1.200
bencana terjadi sejak awal tahun hingga awal
mei 2020.
Verba Mental
Verba mental adalah kata kerja yang
bermakna tanggapan atau reaksi dari suatu
perbuatan, peristiwa, keadaan, ataupun
keberadaan.
Contoh: kita tentu bersimpati kepada
keluarga korban dalam peristiwa itu.
Verba Relasional
Verba ini berfungsi untuk menghubungkan
antara subjek dengan pelengkap
Contoh: Vaksinasi adalah gerakan sosial,
bukan individual
Konjungsi
Konjungsi merupakan kelas kata yang berfungsi menghubungkan, baik
antarkata, antarfrasa, maupun kalimat.
Contoh : Bencana, terutama gempa, memang tidak bisa diprediksi, tetapi
dengan mitigasi setidaknya kita dapat meminimalkan dampaknya
Radikalisme Bahaya Karena Diimingi Surga
JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai radikalisme agama
sangat berbahaya, karena iming-imingnya adalah masuk surga.
"Padahal, semua orang yang beragama tentu merindukan surga," kata Ketua Umum
PPP M Romahurmuziy, Jumat (25/8/2017).
Sebagai akibatnya, agama sendiri dianggap paling benar, dan hal tersebut
berdampak sangat mengerikan. Pasalnya, semua orang bisa melakukan kekerasan
atas nama agama.
Pria yang akrab disapa Romi ini mengatakan, radikalisme ada di semua agama.
"Misal dalam agama Hindu ada kelompok radikal Rashtriya Swayamsevak Sangh
(RSS), yang menyerang pertemuan ibadah Minggu di Karnataka, India pada 3 Maret
2012," tuturnya.
Kelompok Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) itu pada tahun 2014 melakukan
pemaksaan kepada ratusan penganut Kristen dan Islam di Agra untuk pindah ke
agama Hindu.
Kemudian, kelompok Kristen Radikal Amerika Serikat Timothy Veigh. Mereka pernah
melakukan pengeboman Oklahoma City pada 19 April 1995. Sumber : Koran
LATIHAN SOAL
Tugas
Tentukan struktur dan kebahasaan dari teks
editorial yang ada !
Sekian dan
terima kasih

PPT teks editorial 2022 sprvsi.pptx

  • 1.
  • 2.
    3.8. Menganalisis strukturdan kebahasaan teks editorial berkaitan dengan bidang pekerjaan: 3.8.1. Menganalisis struktur dan kebahasaan teks editorial berkaitan dengan bidang pekerjaan 3.8.2 Mengevaluasi struktur dan kebahasaan teks editorial berkaitan dengan bidang pekerjaan 4.8. Merancang teks editorial berkaitan bidang pekerjaan dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan baik secara lisan maupun tulisan 4.8.1. Merancang teks editorial berkaitan bidang pekerjaan dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan baik secara lisan maupun tulis. 4.8 2. Menyusun teks editorial berkaitan bidang pekerjaan dengan memerhhatikan struktur dan kebahasaan baik secara lisan maupun tulisan.
  • 3.
    Teks editorial adalahartikel utama yang ditulis oleh redaktur koran yang merupakan pandangan redaksi terhadap suatu peristiwa (berita) aktual (sedang menjadi sorotan), fenomenal, dan kontroversial (menimbulkan perbedaan pendapat).
  • 4.
    Struktur teks editorial 1.Tema Pernyataan pendapat (tesis) Dibagian ini, penulis menyajikan pendapat berdasarkan permasalahan dari topik yang diangkat dan diperkuat dengan beberapa teori dan fakta. Berada dai awal paragraf Penegasan ulang pendapat Bagian ini berisi pendapat yang ditegaskan kembali berdasarkan fakta yang telah disampaikan di bagian argumentasi. Argumentasi Bagian ini menyajikan opini berlandaskan data dan fakta untuk memperkuat apa yang dinyatakan di bagian pembuka.
  • 5.
    Kaidah kebahasaan teks editorial 2.Majas Adverbia Adverbia atau kataketerangan contoh : biasanya, sering, kadang-kadang, jarang, sebagian besar, dan sebagainya. Verba Material Kata kerja menyatakan subjek melakukan sesuatu perbuatan,pekerjaan, ataupun aktivitas yang dapat dilihat Contoh : Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 1.200 bencana terjadi sejak awal tahun hingga awal mei 2020. Verba Mental Verba mental adalah kata kerja yang bermakna tanggapan atau reaksi dari suatu perbuatan, peristiwa, keadaan, ataupun keberadaan. Contoh: kita tentu bersimpati kepada keluarga korban dalam peristiwa itu. Verba Relasional Verba ini berfungsi untuk menghubungkan antara subjek dengan pelengkap Contoh: Vaksinasi adalah gerakan sosial, bukan individual Konjungsi Konjungsi merupakan kelas kata yang berfungsi menghubungkan, baik antarkata, antarfrasa, maupun kalimat. Contoh : Bencana, terutama gempa, memang tidak bisa diprediksi, tetapi dengan mitigasi setidaknya kita dapat meminimalkan dampaknya
  • 6.
    Radikalisme Bahaya KarenaDiimingi Surga JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai radikalisme agama sangat berbahaya, karena iming-imingnya adalah masuk surga. "Padahal, semua orang yang beragama tentu merindukan surga," kata Ketua Umum PPP M Romahurmuziy, Jumat (25/8/2017). Sebagai akibatnya, agama sendiri dianggap paling benar, dan hal tersebut berdampak sangat mengerikan. Pasalnya, semua orang bisa melakukan kekerasan atas nama agama. Pria yang akrab disapa Romi ini mengatakan, radikalisme ada di semua agama. "Misal dalam agama Hindu ada kelompok radikal Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS), yang menyerang pertemuan ibadah Minggu di Karnataka, India pada 3 Maret 2012," tuturnya. Kelompok Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) itu pada tahun 2014 melakukan pemaksaan kepada ratusan penganut Kristen dan Islam di Agra untuk pindah ke agama Hindu. Kemudian, kelompok Kristen Radikal Amerika Serikat Timothy Veigh. Mereka pernah melakukan pengeboman Oklahoma City pada 19 April 1995. Sumber : Koran
  • 7.
    LATIHAN SOAL Tugas Tentukan strukturdan kebahasaan dari teks editorial yang ada !
  • 8.