PENDEKATAN KONSELING
GESTALT
“Gestalt” berasal dari bahasa Jerman yang berarti
meresepsikan suatu bentuk, maka bentuk itu tidak
pernah tampil bagian per bagian tapi selalu sebagai
keseluruhan.
Pendekatan konseling gestalt
dikembangkan oleh
Frederick S.Pearl (1894-1970)
yang didasari oleh empat
aliran : psikoanalisis,
fenomenologis, dan
eksistensialisme.
• Dalam hubungannya dengan perjalanan
kehidupan manusia :
tidak ada yang “ada” kecuali
“sekarang”.
Masa lalu telah pergi dan masa
depan belum dijalani, oleh karena
itu yang menentukan kehidupan
manusia adalah masa sekarang.
KONSEP DASAR
• Dalam pendekatan Gestalt terdapat konsep tentang urusan yang tak
selesai, yakni mencakup perasaan-perasaan yang tidak terungkap.
Seperti marah, dendam, benci, sakit hati
• Setiap individu memiliki kemampuan untuk
menerima tanggung jawab pribadi & dorongan
mengembangan kesadaran.
• manusia aktif terdorong kearah keseluruhan
dan integrasi pemikiran, perasaan, dan tingkah
lakunya.
Selanjutnya
Individu bermasalah karena terjadi pertentangan
antara kekuatan “top dog” dan keberadaan “under
dog”
Top dog adalah kekuatan yang mengharuskan,
menuntut, mengancam
Kepribadian kaku (rigid)
Tidak mau bebas-bertanggung jawab, ingin tetap
tergantung
Menolak berhubungan dengan lingkungan
Memeliharan unfinished bussiness
Menolak kebutuhan diri sendiri
Melihat diri sendiri dalam kontinum “hitam-putih”
TujuanKonseling
TujuanKonseling
1. Membantu klien agar dapat memperoleh kesadaran pribadi,
memahami kenyataan dan realitas
3. Mengentaskan klien dari kondisinya yang tergantung pada
pertimbangan orang lain ke mengatur diri sendiri ( to be true
to himself )
4. Meningkatkan kesadaran individual agar klien dapat bertingkah
laku menurut prnisip-prinsip gestalt, semua situasi bermasalah
(unfisihed bussines) yang muncul dan selalu akan muncul dapat
diatasi dengan baik.
Peran konselor dalam Pendekatan
Gestalt
Memfokuskan pada perasaan klien, kesadaran pada
saat yang sedang berjalan, serta hambatan terhadap
kesadaran
Tugas terapis adalah menantang klien sehingga
mereka mau memanfaatkan indera mereka
sepenuhnya dan berhubungan dengan pesan-pesan
tubuh mereka
Menaruh perhatian pada bahasa tubuh klien, sebagai
petunujk non verbal
Secara halus berkonfrontasi dengan klien guna untuk
menolong mereka menjadi sadar akan akibat dari
bahasa mereka
Konselor membantu membuat perasaan klien untuk
bangkit dan mau menghadapi ketersesatannya
sehingga potensinya dapat berkembang lebih
optimal
 Membentuk pola pertemuan konseling agar tercapai situasi
yang memungkinkan perubahan-perubahan pada klien.
 Pola yang diciptakan berbeda pada tiap klien, karena
masing-masing memiliki keunikan sebagai individu serta
memiliki kebutuhan yang bergantung pada masalah yang
aharus dipecahkan.
 Situasi ini mengandung komponen emosional dan infuitif.
 konselor berusaha meyakinkan dan mengkondisikan
klien untuk mengikuti prosedur yang telah ditetapkan
sesuai dengan kondisi klien.
 Ada dua hal yang dilakukan konselor :
Membangkitkan motivasi
klien. Dengan
memberikan kesempatan
untuk menyampaikan
ketidaksenangannya atau
ketidakpuasannya.
Membangkitkan dan
mengembangkan otonomi
klien dan menekankan
kepada klien bahwa klien
boleh menolak saran-
saran konselor asal dapat
mengemukakan alasan-
alasannya secara
bertanggung jawab.
Klien didorong untuk menyatakan perasaan-perasaannya
pada pertemuan-pertemuan konseling saat ini bukan
menceritakan pengalaman masa lalu atau harapan masa
datang
Klien diberi kesempatan untuk mengalami kembali segala
perasaan dan perbuatan pada masa lalu, dalam situasi di
sini dan saat ini.
Konselor berusaha menemukan celah-celah kepribadian
atau aspek-aspek kepribadian yang hilang, dari sini dapat
ditentukan apa yang harus dilakukan.
FASE KE EMPAT
 Setelah klien memperoleh pemahaman dan penyadaran tentang dirinya,
tindakan dan perasaannya maka konseling sudah sampai tahap akhir.
 Klien secara sadar dan bertanggung jawab memutuskan untuk “melepaskan”
diri dari konselor, dan siap untuk mengembangan potensi.
 Klien telah memiliki kepercayaan pada potensinya, selalu menyadari dirinya,
sadar dan bertanggung jawab atas sifat otonominya, perbuatannya, perasaan-
perasaannya, dan pikiran-pikirannya.
 Klien menunjukkan ciri-ciri yang menunjukkan integritas kepribadiannya
sebagai individu yang unik dan manusiawi.
TEKNIK KONSELING
GESTALT
A. PENEKANAN TANGGUNG JAWAB KLIEN
Yaitu konselor menekankan agar klien mengambil tanggung jawab
atas tingkah lakunya.
B. ORIENTASI SEKARANG DAN DISINI
Yaitu dalam proses konseling, konselor tidak merekonstruksi
masa lalu atau motif-motif tidak sadar tapi memfokuskan
keadaan sekarang
C. ORIENTASI EKSPERIENSIAL
Yaitu teknik yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran
klien tentang diri sendiri & masalahnya
Menolak ketidak berdayaan sbg
alasan untuk tidak berubah
KELEBIHAN PENDEKATAN
GESTALT
Menangani masa lampau
dengan membawa aspek-aspek
masa lampau yang relevan ke
saat sekarang
Menekankan klien untuk
menemukan makna dan
penafsiran sendiri
Memberikan perhatian
terhadap pesan-pesan
nonverbal & pesan-pesan
tubuh
Kecerdasan Visual & Spasial
Kelebihan Pendekatan Gestalt
Kurang memperhatikan
faktor kognitif
Menekankan tanggung
jawab atas diri sendiri &
mengabaikan tanggung
jawab pd orang lain
Penggunaan teknik-teknik
Gestalt mjd tidak
produktifbila dikembangkan
secara mekanis
Klien sering bereaksi negatif
terhadap sejumlah teknik
gestalt krn merasa dirinya
dianggap anak kecil/
Ppt klmpok

Ppt klmpok

  • 1.
  • 2.
    “Gestalt” berasal daribahasa Jerman yang berarti meresepsikan suatu bentuk, maka bentuk itu tidak pernah tampil bagian per bagian tapi selalu sebagai keseluruhan.
  • 4.
    Pendekatan konseling gestalt dikembangkanoleh Frederick S.Pearl (1894-1970) yang didasari oleh empat aliran : psikoanalisis, fenomenologis, dan eksistensialisme.
  • 5.
    • Dalam hubungannyadengan perjalanan kehidupan manusia : tidak ada yang “ada” kecuali “sekarang”. Masa lalu telah pergi dan masa depan belum dijalani, oleh karena itu yang menentukan kehidupan manusia adalah masa sekarang. KONSEP DASAR
  • 6.
    • Dalam pendekatanGestalt terdapat konsep tentang urusan yang tak selesai, yakni mencakup perasaan-perasaan yang tidak terungkap. Seperti marah, dendam, benci, sakit hati • Setiap individu memiliki kemampuan untuk menerima tanggung jawab pribadi & dorongan mengembangan kesadaran. • manusia aktif terdorong kearah keseluruhan dan integrasi pemikiran, perasaan, dan tingkah lakunya. Selanjutnya
  • 7.
    Individu bermasalah karenaterjadi pertentangan antara kekuatan “top dog” dan keberadaan “under dog” Top dog adalah kekuatan yang mengharuskan, menuntut, mengancam
  • 10.
    Kepribadian kaku (rigid) Tidakmau bebas-bertanggung jawab, ingin tetap tergantung Menolak berhubungan dengan lingkungan Memeliharan unfinished bussiness Menolak kebutuhan diri sendiri Melihat diri sendiri dalam kontinum “hitam-putih”
  • 11.
  • 12.
    TujuanKonseling 1. Membantu klienagar dapat memperoleh kesadaran pribadi, memahami kenyataan dan realitas 3. Mengentaskan klien dari kondisinya yang tergantung pada pertimbangan orang lain ke mengatur diri sendiri ( to be true to himself ) 4. Meningkatkan kesadaran individual agar klien dapat bertingkah laku menurut prnisip-prinsip gestalt, semua situasi bermasalah (unfisihed bussines) yang muncul dan selalu akan muncul dapat diatasi dengan baik.
  • 13.
    Peran konselor dalamPendekatan Gestalt Memfokuskan pada perasaan klien, kesadaran pada saat yang sedang berjalan, serta hambatan terhadap kesadaran Tugas terapis adalah menantang klien sehingga mereka mau memanfaatkan indera mereka sepenuhnya dan berhubungan dengan pesan-pesan tubuh mereka Menaruh perhatian pada bahasa tubuh klien, sebagai petunujk non verbal Secara halus berkonfrontasi dengan klien guna untuk menolong mereka menjadi sadar akan akibat dari bahasa mereka
  • 15.
    Konselor membantu membuatperasaan klien untuk bangkit dan mau menghadapi ketersesatannya sehingga potensinya dapat berkembang lebih optimal
  • 16.
     Membentuk polapertemuan konseling agar tercapai situasi yang memungkinkan perubahan-perubahan pada klien.  Pola yang diciptakan berbeda pada tiap klien, karena masing-masing memiliki keunikan sebagai individu serta memiliki kebutuhan yang bergantung pada masalah yang aharus dipecahkan.  Situasi ini mengandung komponen emosional dan infuitif.
  • 17.
     konselor berusahameyakinkan dan mengkondisikan klien untuk mengikuti prosedur yang telah ditetapkan sesuai dengan kondisi klien.  Ada dua hal yang dilakukan konselor : Membangkitkan motivasi klien. Dengan memberikan kesempatan untuk menyampaikan ketidaksenangannya atau ketidakpuasannya. Membangkitkan dan mengembangkan otonomi klien dan menekankan kepada klien bahwa klien boleh menolak saran- saran konselor asal dapat mengemukakan alasan- alasannya secara bertanggung jawab.
  • 18.
    Klien didorong untukmenyatakan perasaan-perasaannya pada pertemuan-pertemuan konseling saat ini bukan menceritakan pengalaman masa lalu atau harapan masa datang Klien diberi kesempatan untuk mengalami kembali segala perasaan dan perbuatan pada masa lalu, dalam situasi di sini dan saat ini. Konselor berusaha menemukan celah-celah kepribadian atau aspek-aspek kepribadian yang hilang, dari sini dapat ditentukan apa yang harus dilakukan.
  • 19.
    FASE KE EMPAT Setelah klien memperoleh pemahaman dan penyadaran tentang dirinya, tindakan dan perasaannya maka konseling sudah sampai tahap akhir.  Klien secara sadar dan bertanggung jawab memutuskan untuk “melepaskan” diri dari konselor, dan siap untuk mengembangan potensi.  Klien telah memiliki kepercayaan pada potensinya, selalu menyadari dirinya, sadar dan bertanggung jawab atas sifat otonominya, perbuatannya, perasaan- perasaannya, dan pikiran-pikirannya.  Klien menunjukkan ciri-ciri yang menunjukkan integritas kepribadiannya sebagai individu yang unik dan manusiawi.
  • 20.
    TEKNIK KONSELING GESTALT A. PENEKANANTANGGUNG JAWAB KLIEN Yaitu konselor menekankan agar klien mengambil tanggung jawab atas tingkah lakunya. B. ORIENTASI SEKARANG DAN DISINI Yaitu dalam proses konseling, konselor tidak merekonstruksi masa lalu atau motif-motif tidak sadar tapi memfokuskan keadaan sekarang C. ORIENTASI EKSPERIENSIAL Yaitu teknik yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran klien tentang diri sendiri & masalahnya
  • 21.
    Menolak ketidak berdayaansbg alasan untuk tidak berubah KELEBIHAN PENDEKATAN GESTALT Menangani masa lampau dengan membawa aspek-aspek masa lampau yang relevan ke saat sekarang Menekankan klien untuk menemukan makna dan penafsiran sendiri Memberikan perhatian terhadap pesan-pesan nonverbal & pesan-pesan tubuh Kecerdasan Visual & Spasial
  • 22.
    Kelebihan Pendekatan Gestalt Kurangmemperhatikan faktor kognitif Menekankan tanggung jawab atas diri sendiri & mengabaikan tanggung jawab pd orang lain Penggunaan teknik-teknik Gestalt mjd tidak produktifbila dikembangkan secara mekanis Klien sering bereaksi negatif terhadap sejumlah teknik gestalt krn merasa dirinya dianggap anak kecil/