“ Add your company slogan ”




     Sosialisasi
Kepatuhan Kewajiban
  Perpajakan Wajib
    Pajak badan
    Bramasto Aditomo




                      LOGO
Daftar Isi

1       Selayang Pandang


2       Hak & Kewajiban Pajak WP Badan

    a        Kewajiban Pembukuan


    b        Kewajiban Tahunan


    c
    4        Kewajiban Masa

3   Penutup
Pajak Kita Membangun Bangsa
  Kontribusi wajib kepada negara yang
terhutang oleh orang pribadi atau badan
  yang bersifat memaksa berdasarkan
                                          PAJAK
     undang-undang, dengan tidak
 mendapatkan imbalan secara langsung
 dan digunakan untuk keperluan negara
  bagi sebesar-besarnya kemakmuran
                 rakyat
Perbandingan Tax Ratio


      JEPANG (28%)                  Amerika Serikat (28%)




                        TAX
Inggris (39%)                               Italia (43%)
                       RATIO


Korea Selatan (27%)                 INDONESIA (12%)

  Tax Ratio sebagai Indikator Kemajuan Suatu Bangsa
Jenis pajak berdasarkan pengelola

                                         PEMERINTAH DAERAH
      PEMERINTAH PUSAT
   (Direktorat Jenderal Pajak)   PROVINSI
                                  Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)
                                  Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor
                                   (BBN KB)
  Pajak Penghasilan (PPh)
                                  Pajak Bahan Bakar Kendaraan
Pajak Pertambahan Nilai (PPN)      Bermotor
                                  Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan
Pajak Penjualan atas Barang        Air bawah Tanah dan Air Permukaan
      Mewah (PPn BM)
                                 KABUPATEN/KOTA
         Bea Meterai              Pajak Hotel
                                  Pajak Restoran
     Pajak Bumi dan/atau
                                  Pajak Hiburan
      Bangunan (PBB)              Pajak Reklame
                                  Pajak Penerangan Jalan
                                  Pajak Pengambilan Bahan Galian
MATERI YG AKAN DIBAHAS             Golongan C
                                  BPHTB
HAK WAJIB PAJAK



                        HAK WAJIB PAJAK



Pengurangan                                       Penundaan
 Nilai Pajak                                      Pembayaran
                                                    Pajak



       Mendapatkan
      Imbalan Bunga                       Kerahasiaan
      Atas Kesalahan       Keberatan
                                           Informasi
           Pajak             Atas
                                              SPT
                             SKP
Kewajiban WP Badan

    Mendaftarkan               Kewajiban
     diri sebagai                 WP Badan
      WP / PKP
.


              Melaksanakan                            Memotong/
               pembukuan                              Memungut,
                                                     Menghitung,
                Laporan                            Memperhitungkan,
               Keuangan                               Menyetor,
          .                                        Melaporkan Pajak


                             Guna Penjelasan
                          Mendalam, Wajib Pajak
                           dapat menghubungi
                          Account Representative
Kewajiban Pembukuan

                       Laporan
                      Keuangan



   Neraca                              Laporan Laba
                                           Rugi
    Informasi
 keuangan yang                          Rekapitulasi
     meliputi                           penghasilan
harta, kewajiban,                        dan biaya
      modal



                    Sebagai Lampiran
                      SPT Tahunan
Kewajiban Pajak



                 Kewajiban Pajak

Kewajiban                           Kewajiban
  Masa                               Tahunan
                   Memotong
PPh Pasal 25                          PPh Badan
PPh Pasal 21
PPh Pasal 22      Menghitung
PPh Pasal 23
PPh Ps. 4(2)      Melaporkan       WP mengambil sendiri
    PPN                            formulir SPT Tahunan
                                           DI KPP



                 Sesuai SKT dan
               SK Pengukuhan PKP
Kewajiban Tahunan

               Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan
              Pajak Penghasilan (PPh) adalah formulir         Self
                 yang digunakan Wajib Pajak untuk          Assesment
                melaporkan penghitungan dan/atau              Siap
                                                            Direview
                pembayaran PPh, objek pajak PPh,
                   bukan objek pajak PPh, harta
                          dan kewajiban.

                                                        April 2011
  Lapor             Batas Waktu Penyampaian SPT
SPT Tahunan           Tahunan WP Badan adalah
                                                         30
  Sanksi Terlambat/Tidak
   Menyampaikan dan         DENDA          BUNGA          PIDANA
     SPTTidak Benar
Perhitungan Pajak

                                                                Tarif Pajak
   Penjualan - Biaya                Laba Perusahaan
                                                                  25%
                                                                 Diskon 50%
     Contoh Perhitungan
Penjualan                 xxxx
HPP                       xxxx         Khusus UMKM
Laba Kotor                xxxx        (Atas Omset s/d
Biaya Administrasi                   50 M, Omset 4,8 M
                                                                  12,5%
- Biaya Pegawai                        mendapat tarif
- Biaya Sewa
- Biaya Kantor
                                        diskon 50%
- Biaya (DLL)
Total Biaya               xxxx
Laba Bersih               xxxx
Pajak                     xxxx
Laba Stlh Pajak           xxxx                 Pelunasan Pajak =
                                 Kredit Pajak (Cicilan PPh Ps. 25 dan Potongan
                                           PPh Ps 22/23) + PPh Ps. 29
Contoh Perhitungan Pajak

                   Contoh Perhitungan Pajak PPh Badan
Penjualan                                  45.446.788.000
HPP                                        43,434,907,337         Tarif Pajak
Laba Kotor                                  2,011,880,663    •    (4.8 M : 45,4 M) x
Biaya Administrasi                                                156 jt =
- Biaya Pegawai            250,600,000                            Rp. 16.518.065,-
- Biaya Sewa                13,500,000                       •    156 jt – 16.5 Jt=
                                                                  Rp. 139.876.315,-
- Biaya Kantor              23,198,004
- Biaya Penyusutan          15,647,375                       PPh yang terutang:
- Biaya (DLL)            1,557,070,903                       •  12,5 % x 16.5 jt =
                                                                2 Jt,-
Total Biaya                                (1,860,016,282)
                                                             •    25 % x 139,9 jt =
Penghasilan Luar Usaha                          4,529,999         35 jt
Laba Sebelum Pajak                            156,394,380
                                                                       PPh
Pajak (Tarif Khusus Ps.31 E )                  37.033.750
                                                                 Rp. 37.033.750,-
Laba Setelah Pajak                            119,360,630


     Angsuran PPh Ps. 25           37 Jt                12             3,08 Jt
Laporan SPT Tahunan WP Badan

  SPT Tahunan Badan                  Lamp
                                       VI
                                                       Lamp
                                                         I
                     Lamp
                       V
                              1771 - Induk
                                                Lamp
                                                  II
           Lamp                  Lamp
             IV                   III                             SSP


  Dilampiri Oleh :           Dilampiri Oleh :      Dilampiri Oleh :

  Lap. Keuangan                                       Transkrip
                            Daftar Penyusutan
(Lap. L/R dan Neraca                              Laporan Keuangan
Kewajiban Masa

 PPh
Ps. 25           PPh
                Ps. 23
                                 PPN


                         PPh
                         Final
       PPh
     Pasal 21
                                    PPh
                                   Ps. 22
“ Add your company slogan ”




Kewajiban Perpajakan WP Badan




                       LOGO
Mekanisme Pemotongan, Penyetoran, dan Pelaporan
                                             PPh Pasal 21

  PPh Pasal 21 =
Pajak atas Karyawan

                                                       Saat Lapor
                                                 1. Menyampaikan SPT
                                Saat Setor
                                                    Masa PPh Pasal 21
     Saat Transaksi
                         1. Perusahaan           2. Khusus di Bulan
1. Perusahaan               menyetorkan SSP         Desember, Dilampiri
   melakukan             2. SSP atas nama           Formulir 1721-1
   pemotongan PPh                                   (Daftar Bukti
                            Perusahaan
   Ps.21 atas karyawan
2. Perusahaan
                         3. Paling lambat           Pemungutan)
   membuat bukti            disetor tanggal 10   3. Paling lambat
   potong A1 atas                                   tanggal 20
   penghasilan teratur
   / tahun utk tiap
   pegawai
Contoh Kasus Perhitungan PPh Pasal 21


Aris (tidak kawin) adalah pegawai yang menerima gaji Rp 1.700.000/ bulan,
tunjangan beras Rp 200.000/bulan dan tunjangan fungsional Rp 100.000/bulan.
Penghitungan PPh pasal 21:
 Penghasilan bruto :
 (1.700.000,00 + 200.000,00 + 100.000,00) = Rp 2.000.000,-
 Biaya jabatan :
 (5% x Rp 2.000.000,00)                   = (Rp 100.000,-)
 Iuran pensiun :                          = (Rp 100.000,- ) –
 Penghasilan neto sebulan                 = Rp 1.800.000,-
 Penghasilan neto setahun :                                      Dilaporkan
 (12 x Rp 1.800.000,00)                  = Rp 21.600.000,-          Dalam
 Penghasilan Tidak Kena Pajak            = (Rp 15.840.000,-) -    SPT Masa
 Penghasilan Kena Pajak                  = Rp 5.760.000,-        PPh Ps.21
 PPh Pasal 21 setahun :
 5% x Rp 5.760.000,00                    = Rp     288.000,-
 PPh Pasal 21 sebulan :
 Rp 288.000,00 : 12                      = Rp       24.000,-
Contoh SPT Masa PPh 21 dan SSP



    SSP
(411121-100)
                       1721-T            1721
                                         Induk


                     SPT Masa PPh
     1721-A1           Pasal 21


                                1721-I


           1721-II
“ Add your company slogan ”




Kewajiban Perpajakan WP Badan




                       LOGO
Objek PPh Pasal 23
       Tarif                                      Tarif
       15%                                        15%


   Hadiah/
                            Dipotong
                                                      Imbalan
Penghargaan
Selain PPh 21
                              PPh                      Modal
                            Pasal 23




                   Sewa
                  Selain
   Tarif          Tanah/                   Jasa       Tarif
   2%
                 Bangunan
                                                      2%


                JIKA REKANAN TDK MEMILIKI NPWP MAKA
                      TARIFNYA 100% LEBIH TINGGI
Mekanisme Pemotongan, Penyetoran, dan Pelaporan
                                            PPh Pasal 23




                                                       Saat Lapor
                                                 1. Menyampaikan SPT
                               Saat Setor
                                                    Masa PPh Pasal 23
    Saat Transaksi
                         1. Wajib Pajak          2. Dilampiri Daftar
1. Wajib Pajak              menjumlahkan            Bukti Pemotongan,
   membuat bukti            pemotongan PPh          Bukti Pemotongan,
   potong untuk             Pasal 23 selama 1       dan SSP
   rekanan (sbg kredit      bulan                3. Paling lambat
   pajak bagi rekanan)   2. Membuat SSP atas        tanggal 20
2. Wajib Pajak              nilai tersebut.
   mencatat nilai        3. SSP atas nama
   transaksi dan            Wajib Pajak
   pemotongan PPh        4. Paling lambat
   Pasal 23                 disetor tanggal 10
Contoh Kasus PPh Pasal 23

                                                                   3
            1                            2
                                     Perusahaan          Perusahaan menyewa
                                  memberikan jasa
 Perusahaan memakai jasa                                 mobil dari pengusaha
                               catering untuk kegiatan
  service kendaraan untuk                                  yang tidak memiliki
                                  Rapat Koordinasi
   menservice kendaraan
                               Pemprov dengan biaya
                                                            NPWP sebesar Rp
 dinasnya. Besarnya biaya                                   1.100.000,- (harga
                                    Rp 2.000.000,-
      yang dikeluarkan                                    termasuk PPN), PPh
    Rp1.000.000,00 (harga                                Pasal 23 yang terutang
  tersebut sudah termasuk                                        adalah :
                                Perusahaan dipotong
pembelian suku cadangnya,
                                     PPh Psl 23
namun tagihan tidak dipisah-
                                 2.000.000× 2% x 2                DPP
         pisahkan) .                                       100/110 x 1.100.000 =
                                   Rp 80.000,00
                                                             Rp 1.000.000.-

         PPh Psl 23             PPh Ps.23 yg dipotong
   Rp1.000.000,00 × 2% =                                       PPh Psl 23
        Rp20.000,00              Menjadi Kredit Pajak      1.000.000× 2% x 2
                                 dalam SPT Tahunan           Rp 40.000,00
Contoh SPT Masa PPh 23 dan SSP


                      SSP
                  (411124-100)




 SPT Masa
PPh Pasal 23
“ Add your company slogan ”




Kewajiban Perpajakan WP Badan




                       LOGO
Objek Pemotongan PPh Final




Sewa Tanah/Bangunan                                      Konstruksi
                                   Objek
                                                   Perencanaan, Pengawasan,
     Tarif 10 %                   PPh FInal            dan Pelaksanaan

Kecuali di Hotel/Restoran                          Tarif berdasar kualifikasi

      TERMASUK :
                                                    Pekerjaan      Kecil   Besar
   BIAYA PERAWATAN;
 BIAYA PEMELIHARAAN;                               Pelaksanaan     2%        3%
   BIAYA KEAMANAN;
                                                   Pengawasan      4%        4%
    BIAYA FASILITAS
 LAINNYA DAN SERVICE                Pengalihan     Perencanaan     4%        4%
    CHARGE BAIK YG                Tanah/Bangunan
    PERJANJIANNYA                                                Non Kualifikasi
    DIBUAT SECARA                   Tarif 5 %      Pelaksanaan          4%
 TERPISAH/DISATUKAN
                                                   Pengawasan           6%
                                                   Perencanaan          6%
Mekanisme Pemotongan, Penyetoran, dan Pelaporan
                                        PPh Pasal Final




                                                   Saat Lapor
                                            1. Menyampaikan SPT
                          Saat Setor
                                               Masa PPh Pasal 4(2)
   Saat Transaksi
                    1. Wajib Pajak          2. Dilampiri Daftar
1. Wajib Pajak         menyetorkan SSP         Bukti Pemotongan,
   melakukan           atas transaksi PPh      Bukti Pemotongan,
   pemotongan PPh      Final                   dan SSP
   Final saat       2. SSP Atas nama        3. Paling lambat
   pembayaran          Wajib Pajak             tanggal 20
2. Wajib Pajak      3. Paling Lambat
   membuat bukti       tanggal 10
   potong untuk                             Khusus untuk Pengalihan
   rekanan                                     Tanah/Bangunan
                                             menggunakan Laporan
                                                  Tersendiri
Contoh Kasus PPh Final
                                   PPh Final

Perusahaan menyewa                                    Perusahaan konstruksi
   ruangan kantor                                        klasifikasi besar
     dengan tarif                                        menjadi rekanan
Rp 10.000.000/Tahun                 Contoh               Pemprov jateng
                                                       membangun gedung
 Dikenakan PPh Final                 Kasus            serbaguna senilai Rp.
   10% x 10 jt = 1 Jt                                        15 Miliar
                                                       Dipotong PPh Final
Perusahaan membuat
                                                        oleh Bendahara
bukti potong PPh Final
                                                           Pemerintah
                                                      3% x 15 Miliar = 450 Jt
                          Perusahaan memberikan
       Kasus 1                                          Dilaporkan di SPT
                           hadiah undian kepada
                        konsumennya Rp 50.000.000,-        Tahunan sbg
                          PPh Final yang dipotong       penghasilan final


       Kasus 3              25 % x 50 jt = 12,5 Jt            Kasus 2
Contoh SPT Masa PPh Final dan SSP




    SPT Masa
    PPh Final
“ Add your company slogan ”




Kewajiban Perpajakan WP Badan




                       LOGO
Pajak Pertambahan Nilai

                    Setelah Dikukuhkan PKP (Omset > 600 Jt)


                              PPN (Tarif 10%)

    SEMUA BARANG
        adalah                                                  Semua Jasa
  BARANG KENA PAJAK
                                                                  adalah
        Kecuali
                                 Penyerahan
                                 Barang/Jasa                  Jasa Kena Pajak
Barang Tidak Kena PPN             Di Daerah
1. Barang Tambang
2. Barang Kebutuhan
                                   Pabean
                                                                 Kecuali
   Pokok                          Kecuali :
3. Makanan&Minuman di
                                 Negative List           JasaTidak Kena PPN
   Hotel/Restoran
4. Uang, Emas batangan,                                   (Pasal 4A UU 42/2009)
   dan surat berharga-



                                  PPnBM
                   PAJAK YG DIKENAKAN ATAS KONSUMSI BARANG
                  YG BERDASARKAN KMK TERGOLONG BRG MEWAH
Mekanisme Pemotongan, Penyetoran,
                                      dan Pelaporan PPN




                                                   Saat Lapor
                                             1. Wajib Pajak
                           Saat Setor
                                                menyampaikan SPT
   Saat Transaksi
                     1. Wajib Pajak             Masa PPN 1111
1. Wajib Pajak          memperhitungkan      2. Paling Lambat akhir
   membuat faktur       pajak keluaran –        bulan berikutnya
   pajak keluaran       pajak masukan        3. Melampirkan SSP
   dari penyerahan   2. Apabila kurang       4. Lebih dari 30
   barang/jasa          bayar, dibuat SSP       transaksi wajib
2. Wajib Pajak          atas kekurangannya      melakukan e-SPT
   menerima faktur   3. Paling lambat           PPN
   pajak masukan        sebelum pelaporan
   dari pembelian       SPT Masa PPN
Contoh Kasus PPN

                                                    KASUS 2
        KASUS 1                           Perusahaan (Toko Elektronik)
    Perusahaan (Toko                      melakukan pembelian barang
  Elektronik) melakukan                     dagangan ke supplier Rp
   penyerahan barang                             90.000.000,-
elektronik Rp100.000.000,-
                                         Atas pembelian ini, perusahaan
     Atas Penyerahan                           akan dipungut PPN
tersebut, perusahaan akan                   Rp 90.000.000,00 × 10% =
     memungut PPN                                Rp 9.000.000,-
 Rp100.000.000,00 × 10% =
      Rp10.000.000,-                     Atas pembelian ini, perusahaan
                                           akan menerima faktur pajak
     Atas Penyerahan                               masukan
ini, perusahaan membuat
   faktur pajak keluaran      PPN yang dilaporkan
                                                              Kurang Bayar
                             Faktur Pajak Keluaran –           10 jt – 9 jt =
                              Faktur Pajak Masukan                  1 Jt
Contoh SPT Masa PPN 1111 dan SSP

                          SSP
                      (411211-100)




     SPT Masa
     PPN 1111
“ Add your company slogan ”




Kewajiban Perpajakan WP Badan




                       LOGO
Objek PPh Pasal 22
            Tarif                                                 Tarif
            1,5%                                                  2,5%


      Transaksi                     Dipotong
      Penjualan                                                         Impor
     Barang dgn
                                      PPh                               Barang
     Pemerintah                     Pasal 22




                      Industri
        Tarif                                          BBM
       0.1% -         Tertentu                                         Tarif
       0.45%                                                           0.3%


 TDK MEMILIKI NPWP MAKA       Kecuali Pengusaha BBM, Importir, Bendahara Pemerintah,
TARIFNYA 100% LEBIH TINGGI   dan Industri Tertentu tdk melakukan pelaporan PPh Pasal 22
CONTOH KASUS PPh Pasal 22
                                              Kasus 2

         KASUS 1               Perusahaan menjadi rekanan Pemkot
                               Semarang dalam kegiatan pengadaan
                               Mesin Absensi yang pada DIPA tersedia
Perusahaan menjadi rekanan
                               anggaran Rp 20.000.000,-
  Kementerian Kesehatan
dalam pengadaan komputer       Perusahaan akan dipotong PPh Pasal 22
    kantor dengan harga        oleh Bendahara Pemerintah :
Rp100.000.000,- (harga tidak   20.000.000 x 1,5% = Rp 300.000,-
  termasuk PPN dan/atau
          PPnBM).              Untuk perusahaan yang tidak ber-NPWP,
                               akan dipotong 100% lebih tinggi dari tarif
 Perusahaan akan dipotong      PPh Pasal 22, sehingga menjadi :
     PPh pasal 22 oleh         20.000.000 x 1,5% x 200% = Rp600.000,-
    Bendahara sebesar
 Rp100.000.000,00 × 1,5% =
      Rp1.500.000,00
                                    PPh Ps.22 yg dipotong

       SSP                            Menjadi Kredit Pajak
   (411211-100)                       dalam SPT Tahunan
Review Kewajiban Pajak Masa Per Transaksi


Angsuran PPh Badan    PPh 25                         Mekanisme
                                                    Pemungutan/
                             PPh 22                 Pemotongan
  Penjualan Barang kepada     PPN
   Pemerintah, Impor, BBM
                                                     oleh Wajib
                                                    Pajak Badan
                                  PPh 23
              Penyerahan Jasa,     PPN
  Sewa Selain Tanah/Bangunan,
                Imbalan Modal

                                        PPh Final
             Konstruksi & Pengalihan/     PPN
               SewaTanah/Bangunan



                 Pembayaran Gaji Pegawai       PPh 21
TANGGAL      TANGGAL      SANKSI TLB    SANKSI TLB
NO.        JENIS PAJAK
                                   BAYAR       LAPOR         BAYAR         LAPOR
1.          PPh Ps.21              10 Bln       20 Bln     2% Perbulan     100.000
                                 Berikutnya   Berikutnya
2.          PPh Ps.25              15 Bln       20 Bln     2% Perbulan     100.000
                                 Berikutnya   Berikutnya
3.         PPh Ps.23/26            10 Bln       20 Bln     2% Perbulan     100.000
                                 Berikutnya   Berikutnya
4.    PPh Ps.4 (2) (PPh Final)     10 Bln       20 Bln     2% Perbulan     100.000
                                 Berikutnya   Berikutnya
5.             PPN               Sebelum      Akhir Bln    2% Perbulan     500.000
                                 Pelaporan    Berikutnya
“ Add your company slogan ”




Bramasto Aditomo




                                     LOGO

Sosialisasi WP Badan

  • 1.
    “ Add yourcompany slogan ” Sosialisasi Kepatuhan Kewajiban Perpajakan Wajib Pajak badan Bramasto Aditomo LOGO
  • 2.
    Daftar Isi 1 Selayang Pandang 2 Hak & Kewajiban Pajak WP Badan a Kewajiban Pembukuan b Kewajiban Tahunan c 4 Kewajiban Masa 3 Penutup
  • 3.
    Pajak Kita MembangunBangsa Kontribusi wajib kepada negara yang terhutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan PAJAK undang-undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat
  • 4.
    Perbandingan Tax Ratio JEPANG (28%) Amerika Serikat (28%) TAX Inggris (39%) Italia (43%) RATIO Korea Selatan (27%) INDONESIA (12%) Tax Ratio sebagai Indikator Kemajuan Suatu Bangsa
  • 5.
    Jenis pajak berdasarkanpengelola PEMERINTAH DAERAH PEMERINTAH PUSAT (Direktorat Jenderal Pajak) PROVINSI  Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)  Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN KB) Pajak Penghasilan (PPh)  Pajak Bahan Bakar Kendaraan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Bermotor  Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Pajak Penjualan atas Barang Air bawah Tanah dan Air Permukaan Mewah (PPn BM) KABUPATEN/KOTA Bea Meterai  Pajak Hotel  Pajak Restoran Pajak Bumi dan/atau  Pajak Hiburan Bangunan (PBB)  Pajak Reklame  Pajak Penerangan Jalan  Pajak Pengambilan Bahan Galian MATERI YG AKAN DIBAHAS Golongan C  BPHTB
  • 6.
    HAK WAJIB PAJAK HAK WAJIB PAJAK Pengurangan Penundaan Nilai Pajak Pembayaran Pajak Mendapatkan Imbalan Bunga Kerahasiaan Atas Kesalahan Keberatan Informasi Pajak Atas SPT SKP
  • 7.
    Kewajiban WP Badan Mendaftarkan Kewajiban diri sebagai WP Badan WP / PKP . Melaksanakan Memotong/ pembukuan Memungut, Menghitung, Laporan Memperhitungkan, Keuangan Menyetor, . Melaporkan Pajak Guna Penjelasan Mendalam, Wajib Pajak dapat menghubungi Account Representative
  • 8.
    Kewajiban Pembukuan Laporan Keuangan Neraca Laporan Laba Rugi Informasi keuangan yang Rekapitulasi meliputi penghasilan harta, kewajiban, dan biaya modal Sebagai Lampiran SPT Tahunan
  • 9.
    Kewajiban Pajak Kewajiban Pajak Kewajiban Kewajiban Masa Tahunan Memotong PPh Pasal 25 PPh Badan PPh Pasal 21 PPh Pasal 22 Menghitung PPh Pasal 23 PPh Ps. 4(2) Melaporkan WP mengambil sendiri PPN formulir SPT Tahunan DI KPP Sesuai SKT dan SK Pengukuhan PKP
  • 10.
    Kewajiban Tahunan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) adalah formulir Self yang digunakan Wajib Pajak untuk Assesment melaporkan penghitungan dan/atau Siap Direview pembayaran PPh, objek pajak PPh, bukan objek pajak PPh, harta dan kewajiban. April 2011 Lapor Batas Waktu Penyampaian SPT SPT Tahunan Tahunan WP Badan adalah 30 Sanksi Terlambat/Tidak Menyampaikan dan DENDA BUNGA PIDANA SPTTidak Benar
  • 11.
    Perhitungan Pajak Tarif Pajak Penjualan - Biaya Laba Perusahaan 25% Diskon 50% Contoh Perhitungan Penjualan xxxx HPP xxxx Khusus UMKM Laba Kotor xxxx (Atas Omset s/d Biaya Administrasi 50 M, Omset 4,8 M 12,5% - Biaya Pegawai mendapat tarif - Biaya Sewa - Biaya Kantor diskon 50% - Biaya (DLL) Total Biaya xxxx Laba Bersih xxxx Pajak xxxx Laba Stlh Pajak xxxx Pelunasan Pajak = Kredit Pajak (Cicilan PPh Ps. 25 dan Potongan PPh Ps 22/23) + PPh Ps. 29
  • 12.
    Contoh Perhitungan Pajak Contoh Perhitungan Pajak PPh Badan Penjualan 45.446.788.000 HPP 43,434,907,337 Tarif Pajak Laba Kotor 2,011,880,663 • (4.8 M : 45,4 M) x Biaya Administrasi 156 jt = - Biaya Pegawai 250,600,000 Rp. 16.518.065,- - Biaya Sewa 13,500,000 • 156 jt – 16.5 Jt= Rp. 139.876.315,- - Biaya Kantor 23,198,004 - Biaya Penyusutan 15,647,375 PPh yang terutang: - Biaya (DLL) 1,557,070,903 • 12,5 % x 16.5 jt = 2 Jt,- Total Biaya (1,860,016,282) • 25 % x 139,9 jt = Penghasilan Luar Usaha 4,529,999 35 jt Laba Sebelum Pajak 156,394,380 PPh Pajak (Tarif Khusus Ps.31 E ) 37.033.750 Rp. 37.033.750,- Laba Setelah Pajak 119,360,630 Angsuran PPh Ps. 25 37 Jt 12 3,08 Jt
  • 13.
    Laporan SPT TahunanWP Badan SPT Tahunan Badan Lamp VI Lamp I Lamp V 1771 - Induk Lamp II Lamp Lamp IV III SSP Dilampiri Oleh : Dilampiri Oleh : Dilampiri Oleh : Lap. Keuangan Transkrip Daftar Penyusutan (Lap. L/R dan Neraca Laporan Keuangan
  • 14.
    Kewajiban Masa PPh Ps.25 PPh Ps. 23 PPN PPh Final PPh Pasal 21 PPh Ps. 22
  • 15.
    “ Add yourcompany slogan ” Kewajiban Perpajakan WP Badan LOGO
  • 16.
    Mekanisme Pemotongan, Penyetoran,dan Pelaporan PPh Pasal 21 PPh Pasal 21 = Pajak atas Karyawan Saat Lapor 1. Menyampaikan SPT Saat Setor Masa PPh Pasal 21 Saat Transaksi 1. Perusahaan 2. Khusus di Bulan 1. Perusahaan menyetorkan SSP Desember, Dilampiri melakukan 2. SSP atas nama Formulir 1721-1 pemotongan PPh (Daftar Bukti Perusahaan Ps.21 atas karyawan 2. Perusahaan 3. Paling lambat Pemungutan) membuat bukti disetor tanggal 10 3. Paling lambat potong A1 atas tanggal 20 penghasilan teratur / tahun utk tiap pegawai
  • 17.
    Contoh Kasus PerhitunganPPh Pasal 21 Aris (tidak kawin) adalah pegawai yang menerima gaji Rp 1.700.000/ bulan, tunjangan beras Rp 200.000/bulan dan tunjangan fungsional Rp 100.000/bulan. Penghitungan PPh pasal 21: Penghasilan bruto : (1.700.000,00 + 200.000,00 + 100.000,00) = Rp 2.000.000,- Biaya jabatan : (5% x Rp 2.000.000,00) = (Rp 100.000,-) Iuran pensiun : = (Rp 100.000,- ) – Penghasilan neto sebulan = Rp 1.800.000,- Penghasilan neto setahun : Dilaporkan (12 x Rp 1.800.000,00) = Rp 21.600.000,- Dalam Penghasilan Tidak Kena Pajak = (Rp 15.840.000,-) - SPT Masa Penghasilan Kena Pajak = Rp 5.760.000,- PPh Ps.21 PPh Pasal 21 setahun : 5% x Rp 5.760.000,00 = Rp 288.000,- PPh Pasal 21 sebulan : Rp 288.000,00 : 12 = Rp 24.000,-
  • 18.
    Contoh SPT MasaPPh 21 dan SSP SSP (411121-100) 1721-T 1721 Induk SPT Masa PPh 1721-A1 Pasal 21 1721-I 1721-II
  • 19.
    “ Add yourcompany slogan ” Kewajiban Perpajakan WP Badan LOGO
  • 20.
    Objek PPh Pasal23 Tarif Tarif 15% 15% Hadiah/ Dipotong Imbalan Penghargaan Selain PPh 21 PPh Modal Pasal 23 Sewa Selain Tarif Tanah/ Jasa Tarif 2% Bangunan 2% JIKA REKANAN TDK MEMILIKI NPWP MAKA TARIFNYA 100% LEBIH TINGGI
  • 21.
    Mekanisme Pemotongan, Penyetoran,dan Pelaporan PPh Pasal 23 Saat Lapor 1. Menyampaikan SPT Saat Setor Masa PPh Pasal 23 Saat Transaksi 1. Wajib Pajak 2. Dilampiri Daftar 1. Wajib Pajak menjumlahkan Bukti Pemotongan, membuat bukti pemotongan PPh Bukti Pemotongan, potong untuk Pasal 23 selama 1 dan SSP rekanan (sbg kredit bulan 3. Paling lambat pajak bagi rekanan) 2. Membuat SSP atas tanggal 20 2. Wajib Pajak nilai tersebut. mencatat nilai 3. SSP atas nama transaksi dan Wajib Pajak pemotongan PPh 4. Paling lambat Pasal 23 disetor tanggal 10
  • 22.
    Contoh Kasus PPhPasal 23 3 1 2 Perusahaan Perusahaan menyewa memberikan jasa Perusahaan memakai jasa mobil dari pengusaha catering untuk kegiatan service kendaraan untuk yang tidak memiliki Rapat Koordinasi menservice kendaraan Pemprov dengan biaya NPWP sebesar Rp dinasnya. Besarnya biaya 1.100.000,- (harga Rp 2.000.000,- yang dikeluarkan termasuk PPN), PPh Rp1.000.000,00 (harga Pasal 23 yang terutang tersebut sudah termasuk adalah : Perusahaan dipotong pembelian suku cadangnya, PPh Psl 23 namun tagihan tidak dipisah- 2.000.000× 2% x 2 DPP pisahkan) . 100/110 x 1.100.000 = Rp 80.000,00 Rp 1.000.000.- PPh Psl 23 PPh Ps.23 yg dipotong Rp1.000.000,00 × 2% = PPh Psl 23 Rp20.000,00 Menjadi Kredit Pajak 1.000.000× 2% x 2 dalam SPT Tahunan Rp 40.000,00
  • 23.
    Contoh SPT MasaPPh 23 dan SSP SSP (411124-100) SPT Masa PPh Pasal 23
  • 24.
    “ Add yourcompany slogan ” Kewajiban Perpajakan WP Badan LOGO
  • 25.
    Objek Pemotongan PPhFinal Sewa Tanah/Bangunan Konstruksi Objek Perencanaan, Pengawasan, Tarif 10 % PPh FInal dan Pelaksanaan Kecuali di Hotel/Restoran Tarif berdasar kualifikasi TERMASUK : Pekerjaan Kecil Besar BIAYA PERAWATAN; BIAYA PEMELIHARAAN; Pelaksanaan 2% 3% BIAYA KEAMANAN; Pengawasan 4% 4% BIAYA FASILITAS LAINNYA DAN SERVICE Pengalihan Perencanaan 4% 4% CHARGE BAIK YG Tanah/Bangunan PERJANJIANNYA Non Kualifikasi DIBUAT SECARA Tarif 5 % Pelaksanaan 4% TERPISAH/DISATUKAN Pengawasan 6% Perencanaan 6%
  • 26.
    Mekanisme Pemotongan, Penyetoran,dan Pelaporan PPh Pasal Final Saat Lapor 1. Menyampaikan SPT Saat Setor Masa PPh Pasal 4(2) Saat Transaksi 1. Wajib Pajak 2. Dilampiri Daftar 1. Wajib Pajak menyetorkan SSP Bukti Pemotongan, melakukan atas transaksi PPh Bukti Pemotongan, pemotongan PPh Final dan SSP Final saat 2. SSP Atas nama 3. Paling lambat pembayaran Wajib Pajak tanggal 20 2. Wajib Pajak 3. Paling Lambat membuat bukti tanggal 10 potong untuk Khusus untuk Pengalihan rekanan Tanah/Bangunan menggunakan Laporan Tersendiri
  • 27.
    Contoh Kasus PPhFinal PPh Final Perusahaan menyewa Perusahaan konstruksi ruangan kantor klasifikasi besar dengan tarif menjadi rekanan Rp 10.000.000/Tahun Contoh Pemprov jateng membangun gedung Dikenakan PPh Final Kasus serbaguna senilai Rp. 10% x 10 jt = 1 Jt 15 Miliar Dipotong PPh Final Perusahaan membuat oleh Bendahara bukti potong PPh Final Pemerintah 3% x 15 Miliar = 450 Jt Perusahaan memberikan Kasus 1 Dilaporkan di SPT hadiah undian kepada konsumennya Rp 50.000.000,- Tahunan sbg PPh Final yang dipotong penghasilan final Kasus 3 25 % x 50 jt = 12,5 Jt Kasus 2
  • 28.
    Contoh SPT MasaPPh Final dan SSP SPT Masa PPh Final
  • 29.
    “ Add yourcompany slogan ” Kewajiban Perpajakan WP Badan LOGO
  • 30.
    Pajak Pertambahan Nilai Setelah Dikukuhkan PKP (Omset > 600 Jt) PPN (Tarif 10%) SEMUA BARANG adalah Semua Jasa BARANG KENA PAJAK adalah Kecuali Penyerahan Barang/Jasa Jasa Kena Pajak Barang Tidak Kena PPN Di Daerah 1. Barang Tambang 2. Barang Kebutuhan Pabean Kecuali Pokok Kecuali : 3. Makanan&Minuman di Negative List JasaTidak Kena PPN Hotel/Restoran 4. Uang, Emas batangan, (Pasal 4A UU 42/2009) dan surat berharga- PPnBM PAJAK YG DIKENAKAN ATAS KONSUMSI BARANG YG BERDASARKAN KMK TERGOLONG BRG MEWAH
  • 31.
    Mekanisme Pemotongan, Penyetoran, dan Pelaporan PPN Saat Lapor 1. Wajib Pajak Saat Setor menyampaikan SPT Saat Transaksi 1. Wajib Pajak Masa PPN 1111 1. Wajib Pajak memperhitungkan 2. Paling Lambat akhir membuat faktur pajak keluaran – bulan berikutnya pajak keluaran pajak masukan 3. Melampirkan SSP dari penyerahan 2. Apabila kurang 4. Lebih dari 30 barang/jasa bayar, dibuat SSP transaksi wajib 2. Wajib Pajak atas kekurangannya melakukan e-SPT menerima faktur 3. Paling lambat PPN pajak masukan sebelum pelaporan dari pembelian SPT Masa PPN
  • 32.
    Contoh Kasus PPN KASUS 2 KASUS 1 Perusahaan (Toko Elektronik) Perusahaan (Toko melakukan pembelian barang Elektronik) melakukan dagangan ke supplier Rp penyerahan barang 90.000.000,- elektronik Rp100.000.000,- Atas pembelian ini, perusahaan Atas Penyerahan akan dipungut PPN tersebut, perusahaan akan Rp 90.000.000,00 × 10% = memungut PPN Rp 9.000.000,- Rp100.000.000,00 × 10% = Rp10.000.000,- Atas pembelian ini, perusahaan akan menerima faktur pajak Atas Penyerahan masukan ini, perusahaan membuat faktur pajak keluaran PPN yang dilaporkan Kurang Bayar Faktur Pajak Keluaran – 10 jt – 9 jt = Faktur Pajak Masukan 1 Jt
  • 33.
    Contoh SPT MasaPPN 1111 dan SSP SSP (411211-100) SPT Masa PPN 1111
  • 34.
    “ Add yourcompany slogan ” Kewajiban Perpajakan WP Badan LOGO
  • 35.
    Objek PPh Pasal22 Tarif Tarif 1,5% 2,5% Transaksi Dipotong Penjualan Impor Barang dgn PPh Barang Pemerintah Pasal 22 Industri Tarif BBM 0.1% - Tertentu Tarif 0.45% 0.3% TDK MEMILIKI NPWP MAKA Kecuali Pengusaha BBM, Importir, Bendahara Pemerintah, TARIFNYA 100% LEBIH TINGGI dan Industri Tertentu tdk melakukan pelaporan PPh Pasal 22
  • 36.
    CONTOH KASUS PPhPasal 22 Kasus 2 KASUS 1 Perusahaan menjadi rekanan Pemkot Semarang dalam kegiatan pengadaan Mesin Absensi yang pada DIPA tersedia Perusahaan menjadi rekanan anggaran Rp 20.000.000,- Kementerian Kesehatan dalam pengadaan komputer Perusahaan akan dipotong PPh Pasal 22 kantor dengan harga oleh Bendahara Pemerintah : Rp100.000.000,- (harga tidak 20.000.000 x 1,5% = Rp 300.000,- termasuk PPN dan/atau PPnBM). Untuk perusahaan yang tidak ber-NPWP, akan dipotong 100% lebih tinggi dari tarif Perusahaan akan dipotong PPh Pasal 22, sehingga menjadi : PPh pasal 22 oleh 20.000.000 x 1,5% x 200% = Rp600.000,- Bendahara sebesar Rp100.000.000,00 × 1,5% = Rp1.500.000,00 PPh Ps.22 yg dipotong SSP Menjadi Kredit Pajak (411211-100) dalam SPT Tahunan
  • 37.
    Review Kewajiban PajakMasa Per Transaksi Angsuran PPh Badan PPh 25 Mekanisme Pemungutan/ PPh 22 Pemotongan Penjualan Barang kepada PPN Pemerintah, Impor, BBM oleh Wajib Pajak Badan PPh 23 Penyerahan Jasa, PPN Sewa Selain Tanah/Bangunan, Imbalan Modal PPh Final Konstruksi & Pengalihan/ PPN SewaTanah/Bangunan Pembayaran Gaji Pegawai PPh 21
  • 38.
    TANGGAL TANGGAL SANKSI TLB SANKSI TLB NO. JENIS PAJAK BAYAR LAPOR BAYAR LAPOR 1. PPh Ps.21 10 Bln 20 Bln 2% Perbulan 100.000 Berikutnya Berikutnya 2. PPh Ps.25 15 Bln 20 Bln 2% Perbulan 100.000 Berikutnya Berikutnya 3. PPh Ps.23/26 10 Bln 20 Bln 2% Perbulan 100.000 Berikutnya Berikutnya 4. PPh Ps.4 (2) (PPh Final) 10 Bln 20 Bln 2% Perbulan 100.000 Berikutnya Berikutnya 5. PPN Sebelum Akhir Bln 2% Perbulan 500.000 Pelaporan Berikutnya
  • 39.
    “ Add yourcompany slogan ” Bramasto Aditomo LOGO