 AFDHANIAR
 LULUK KULIATIN
 HANISA
 HASMI
 MUH. AKRAM
1. Latar Belakang
5. Kebijaksanaan
Kependudukan
dan
Ketenagakerjaan
Kesimpulan
2 . Variabel
Kependudukan
Indonesia
3. Kerakteristik
Kependudukan
Indonesia
4.Ketenagakerjaan,
pekerjaan dan
tingkat upah
 Penduduk berfungsi ganda dalam perekonomian. Dalam
literatur-literatur kuno pada umumnya penduduk dipandang
sebagai penghambat pembangunan. Keberadaanya, apalagi
dalam jumlah besar dan dengan pertumbuhan yang tinggi,
dinilai hanya menambah beban pembangunan. Dinyatakan
dengan kalimat yang lebih lugas: jumlah penduduk yang besar
memperkecil pendapatan per kapita dan menimbulkan masalah
ketenagakerjaan. Dalam literatur-literatur modern, penduduk
justru dipandang sebagai pemacu pembangunan.
Berlangsungnya kegiatan produksi adalah berkat adanya orang
yang membeli dan mengonsumsi barang-barang yang
dihasilkan. Konsumsi dari penduduk inilah yang menimbulkan
permintaan agregat. Pada gilirannya, peningkatan lonsumsi
agregat memungkinkan usaha-usaha produktif berkembang,
begitu pula perekonomian secara keseluruhan. Jadi,
perkembangan ekonomi turut ditentukan oleh permintaan yang
datang dari penduduk.
NEXT
 Menurut catatan, penaksiran yang pertama kali tentang jumlah penduduk di Indonesia
dilakukan pada tahun 1815. Itupun hanya sebatas pulau jawa, yang kala itu ditaksir berjumlah
4,5 juta jiwa. Pada pertengahan tahun 1993 jumlah penduduk indonesia ditaksir sudah
mencapai angka sekitar 187 juta jiwa ( World Development Report, 1995). Dengan jumlah ini
indonesia menempati urutan keempat negara berpenduduk terbesar didunia sesudah RRC,
Cina, India dan Amerika Serikat.
 Untuk jaman globalisasi seperti sekarang, dimana migrasi internasional semakin sangat mudah
berlangsung, gagasan tentang batas maksimum atau jumlah ideal penduduk menjadi tidak
relevan. Tekanan masalah kependudukan atas pembangunan sesungguhnya tidak terlalu
berhubungan dengan aspek jumlah, melainkan lebih terkait dengan variabel-variabel lain
kependudukan dan karakteristik penduduk yang bersangkutan. Variabel-variabel lain itu
misalnya sebaran, komposisi, kepadatan dan pertumbuhan penduduk. Sedangkan karakteristik
yang dimaksud misalnya tingkat pendapatan, kesehatan dan pendidikan. Sebagaimana kita
ketahui, Indonesia bukan saja memiliki penduduk dalam jumlah besar. Akan tetapi juga
menghadapi masalah sebran yang tidak merata dan laju pertumbuhan yang masih relatif
tinggi. Dalam perspektif spasial, sebagian besar penduduk tinggal didaerah pedesaan. Dalam
perspektif regional, mayoritas penduduk bermukim di pulau Jawa. Ketidakmerataan jumlah
penduduk menyebabkan masalah urbanisasi. Dalam perspektif jenis kelamin, proporsi
penduduk perempuan lebih besar daripada penduduk laki-laki. Mengatasi persoalan itu, sudah
sejak lama transmigrasi menjadi salah satu program penting. Kebijaksanaan mengenai hal itu
merupakan bagian tak terpisahkan dalam program-program pembangunan.
NEXT
 Sampai dengan akhir repelita VI komposisi penduduk
Indonesia menurut jenis kelamin diperkirakan tidak
akan berubah, penduduk perempuan masih tetap
lebih banyak daripada laki-laki. Angka rata-rata
harapan hidup meningkat dari 62,7 tahun pada akhir
Pelita yang lalu menjadi 64,6 tahun pada akhir pelita
VI yang akan datang. Pola ketimpangan pendidikan
secara spasial tetap sama untuk jenjang yang lebih
tinggi, keadaan daerah perdesaan selalu lebih
memprihatinkan. Mayoritas penduduk kita hanya
berpendidikan sekolah dasar. Proporsinya 36,77%,
30,09%, dan 34,60% masing-masing untuk daerah
perdesaan, daerah perkotaan dan seluruh Indonesia
sebagai suatu kesatuan.
NEXT
o Untuk keperluan analisis ketenagakerjaan,
penduduk suatu Negara dipilah-pilah dalam
berbagai kelompok. Konsep pemilahan
penduduk dibagi menjadi dua yaitu
pemilahan penduduk berdasarkan
pendekatan angkatan kerja dan berdasarkan
pendekatan pemanfaatan tenaga kerja.
NEXT
 Pemilihan penduduk berdasarkan pendekatan angkatan kerja
 Tenaga Kerja-Manpower, berusia > 10 tahun
 Angkatan kerja (Labour Force) yaitu tenaga kerja atau penduduk dalam usia kerja yang bekerja,
atau mempunyai pekerjaan namun untuk sementara sedang tidak bekerja, dan yang mencari
pekerjaan. Angkatan Kerja dibagi menjadi dua yaitu :
 Pekerja yaitu orang-orang yang mempunyai pekerjaan dan (saat disensus atau disurvai)
memang sedang bekerja , serta orang yang mempunyai pekerjaan namun untuk sementara
waktu kebetulan sedang tidak bekerja.
 Penganggur yaitu orang yang tidak mempunyai pekerjaan, lengkapnya orang yang tidak
bekerja dan (masih atau sedang) mencari pekerjaan.
 Bukan angkatan kerja yaitu tenaga kerja atau penduduk dalam usia kerja yang tidak bekerja,
tidak mempunyai pekerjaan dan sedang tidak mencari pekerjaan. Bukan angkatan kerja dibagi
menjadi tiga yaitu :
 Penduduk dalam usia kerja yang sedang bersekolah
 Mengurus rumah tangga
 Penerima pendapatan lain
 Bukan Tenaga Kerja, < 10 tahun
 Pemilahan penduduk berdasarkan pendekatan pemanfaatan tenaga kerja
 Bekerja Penuh yaitu tenaga kerja yang bersangkutan termanfaatkan secara cukup atau optimal.
 Setengah menganggur yaitu bekerja tapi tenaganya kurang termanfaatkan diukur dari curahan
jam kerja, produktivitas kerja, atau penghasilan yang diperoleh. Setengah menganggur dibagi
menjadi dua yaitu :
 Setengah menganggur yang kentara (visible underemployment) adalah jika seseorang bekerja
tidak tetap (part time) di luar keinginannya sendiri, atau bekerja dalam waktu yang lebih
pendek dari biasanya.
 Setengah menganggur yang tidak kentara (invisible underemployment) adalah jika seseorang
bekerja secara penuh (full time) tetapi pekerjannya itu dianggap tidak mencukupi karena
pendapatannya terlalu rendah atau pekerjaan tersebut tidak memungkinkan ia untuk
mengembangkan seluruh keahliannya.
 Lapangan pekerjaan utama bagi rakyat Indonesia masih di sektor pertanian.
Sampai tahun 1994, separuh dari jumlah pekerja menyandarkan sektor pertanian
sebagai sumber nafkah utama. Sektor perdagangan dan sektor jasa menempati
kedudukan kedua dan ketiga, kemudian sektor industri pengolahan berada di
urutan berikutnya. Menurut hasil survey Sosial-Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun
1994, proporsi pekerja perempuan yang bekerja di sektor pertanian di daerah
pedesaan tidak berbeda jauh dengan pekerja laki-laki, sebaliknya di daerah
perkotaan pekerjaan bertani lebih banyak dilakukan oleh pekerja laki-laki. Sektor
perdagangan dan sektor industri, baik di perkotaan maupun pedesaan, didominasi
oleh pekerja perempuan. Di lain pihak, sektor bangunan dan sektor komunikasi,
baik di perkotaan maupun pedesaan, didominasi oleh pekerja laki-laki. Ditinjau
menurut status dari pekerjaan utama yang dilakukan, hampir sepertiga angkatan
kerja yang bekerja berstatus sebagai buruh atau karyawan atau pegawai.
Disamping menurut sektor dan status pekerjaan, para pekerja dapat pula dipilah-
pilah menurut jenis pekerjaan yang dilakukan. Kemampuan tenaga kerja Indonesia
untuk menjalankan fungsi kepemimpinandan keetatalaksaan masih rendah. Peran
kaum wanita Indonesia di pasar kerja rasanya cukup berarti. Tenaga=tenaga
profesional, teknisi, dan sejenisnya justru lebih dominan diperankan oleh pekerja
perempuan.
 Tingkat Upah
Upah tertinggi bagi pekerja yang berstatus karyawan atau buruh adalah di sektor
pertambangan. Tingkst upah para pekerja di Indonesia, khususnya pekerja
rendahan atau buruh kasar sangat rendah. Hal itu bisa diukur dengan
membandingkannya terhadap kebutuhan fisik minimum.
 Secara konseptual pertumbuhan penduduk dan perubahan struktur ekonomi tidak
dapat dipisahkan satu sama lain. Kedua aspek ini secara bersama-sama
memberikan signal terhadap arah pengembangan sumber daya manusia.
Pergeseran struktur ekonomi ini akan berpengaruh terhadap pergeseran stuktur
tenaga kerja. Pada saat perekonomian suatu negara based on pertanian maka
pengembangan sumber daya manusia diarahkan kepada pemenuhan tenaga kerja
yang dibutuhkan sektor tersebut. Pada saat ini permintaan tenaga kerja
didominasi oleh sektor tradisional dan perencanaan ekonomi juga diarahkan pada
penciptaan sektor-sektor industri yang diharapkan mampu untuk menyerap hasil-
hasil produksi pertanian. Yang pada gilirannya kekuatan sektor industri yang
didukung oleh kemapanan sektor pertanian akan mampu menciptakan kestabilan
ekonomi suatu negara.
 Berbagai kebijaksanaan telah, sedang, dan akan ditempuh oleh pemerintah dalam
upaya mengatasi masalah-masalah kependudukan dan ketenagakerjaan. Dalam
Repelita VI, pembangunan kependudukan dalam PJPII diarahkan pada peningkatan
kualitas penduduk dan pengendalian laju pertumbuhan penduduk. Dengan
peningkatan kualitas penduduk dimaksudkan adalah peningkatan kualitas
kehidupan dan kemampuan manusia serta masyarakat Indonesia sebagai pelaku
utama dan sasaran pembangunan.
NEXT
 Variabel-variabel dalam kependudukan Indonesia misalnya sebaran,
komposisi, kepadatan dan pertumbuhan penduduk. Sedangkan
karakteristik yang dimaksud misalnya tingkat pendapatan, kesehatan
dan pendidikan. Konsep pemilahan penduduk dibagi menjadi dua yaitu
pemilahan penduduk berdasarkan pendekatan angkatan kerja dan
berdasarkan pendekatan pemanfaatan tenaga kerja. Sedangkan
lapangan pekerjaan utama bagi rakyat Indonesia masih di sektor
pertanian. Sampai tahun 1994, separuh dari jumlah pekerja
menyandarkan sektor pertanian sebagai sumber nafkah utama. Sektor
perdagangan dan sektor jasa menempati kedudukan kedua dan ketiga,
kemudian sektor industri pengolahan berada di urutan berikutnya.
Dalam hal tingkat upah, variasi tidak hanya terjadi antarlapangan usaha
atau secara sektoral. Akan tetapi juga secara regional atau antarwilayah
di tanah air, serta secara jenis kelamin. Dalam perbandingan jenis
kelamin di sekter industri pengolahan, hampir di semua wilayah tanah
air pekerja laki-laki menerima upah lebih tinggi daripada pekerja
perempuan. Perbedaan tingkat upah antar jenis kelamin di sektor
industri pengolahan berlaku umum di semua subsektor. Kesenjangan
upah buruh berlangsung pula antarjenjang. Hal ini bisa ditelaah melaui
perbandingan upah rata-rata tertinggi terhadap upah rata-rata
terendah.
NEXT
PP. Kependudukan Dan Tenaga Kerja.pptx

PP. Kependudukan Dan Tenaga Kerja.pptx

  • 2.
     AFDHANIAR  LULUKKULIATIN  HANISA  HASMI  MUH. AKRAM
  • 3.
    1. Latar Belakang 5.Kebijaksanaan Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kesimpulan 2 . Variabel Kependudukan Indonesia 3. Kerakteristik Kependudukan Indonesia 4.Ketenagakerjaan, pekerjaan dan tingkat upah
  • 4.
     Penduduk berfungsiganda dalam perekonomian. Dalam literatur-literatur kuno pada umumnya penduduk dipandang sebagai penghambat pembangunan. Keberadaanya, apalagi dalam jumlah besar dan dengan pertumbuhan yang tinggi, dinilai hanya menambah beban pembangunan. Dinyatakan dengan kalimat yang lebih lugas: jumlah penduduk yang besar memperkecil pendapatan per kapita dan menimbulkan masalah ketenagakerjaan. Dalam literatur-literatur modern, penduduk justru dipandang sebagai pemacu pembangunan. Berlangsungnya kegiatan produksi adalah berkat adanya orang yang membeli dan mengonsumsi barang-barang yang dihasilkan. Konsumsi dari penduduk inilah yang menimbulkan permintaan agregat. Pada gilirannya, peningkatan lonsumsi agregat memungkinkan usaha-usaha produktif berkembang, begitu pula perekonomian secara keseluruhan. Jadi, perkembangan ekonomi turut ditentukan oleh permintaan yang datang dari penduduk. NEXT
  • 5.
     Menurut catatan,penaksiran yang pertama kali tentang jumlah penduduk di Indonesia dilakukan pada tahun 1815. Itupun hanya sebatas pulau jawa, yang kala itu ditaksir berjumlah 4,5 juta jiwa. Pada pertengahan tahun 1993 jumlah penduduk indonesia ditaksir sudah mencapai angka sekitar 187 juta jiwa ( World Development Report, 1995). Dengan jumlah ini indonesia menempati urutan keempat negara berpenduduk terbesar didunia sesudah RRC, Cina, India dan Amerika Serikat.  Untuk jaman globalisasi seperti sekarang, dimana migrasi internasional semakin sangat mudah berlangsung, gagasan tentang batas maksimum atau jumlah ideal penduduk menjadi tidak relevan. Tekanan masalah kependudukan atas pembangunan sesungguhnya tidak terlalu berhubungan dengan aspek jumlah, melainkan lebih terkait dengan variabel-variabel lain kependudukan dan karakteristik penduduk yang bersangkutan. Variabel-variabel lain itu misalnya sebaran, komposisi, kepadatan dan pertumbuhan penduduk. Sedangkan karakteristik yang dimaksud misalnya tingkat pendapatan, kesehatan dan pendidikan. Sebagaimana kita ketahui, Indonesia bukan saja memiliki penduduk dalam jumlah besar. Akan tetapi juga menghadapi masalah sebran yang tidak merata dan laju pertumbuhan yang masih relatif tinggi. Dalam perspektif spasial, sebagian besar penduduk tinggal didaerah pedesaan. Dalam perspektif regional, mayoritas penduduk bermukim di pulau Jawa. Ketidakmerataan jumlah penduduk menyebabkan masalah urbanisasi. Dalam perspektif jenis kelamin, proporsi penduduk perempuan lebih besar daripada penduduk laki-laki. Mengatasi persoalan itu, sudah sejak lama transmigrasi menjadi salah satu program penting. Kebijaksanaan mengenai hal itu merupakan bagian tak terpisahkan dalam program-program pembangunan. NEXT
  • 6.
     Sampai denganakhir repelita VI komposisi penduduk Indonesia menurut jenis kelamin diperkirakan tidak akan berubah, penduduk perempuan masih tetap lebih banyak daripada laki-laki. Angka rata-rata harapan hidup meningkat dari 62,7 tahun pada akhir Pelita yang lalu menjadi 64,6 tahun pada akhir pelita VI yang akan datang. Pola ketimpangan pendidikan secara spasial tetap sama untuk jenjang yang lebih tinggi, keadaan daerah perdesaan selalu lebih memprihatinkan. Mayoritas penduduk kita hanya berpendidikan sekolah dasar. Proporsinya 36,77%, 30,09%, dan 34,60% masing-masing untuk daerah perdesaan, daerah perkotaan dan seluruh Indonesia sebagai suatu kesatuan. NEXT
  • 7.
    o Untuk keperluananalisis ketenagakerjaan, penduduk suatu Negara dipilah-pilah dalam berbagai kelompok. Konsep pemilahan penduduk dibagi menjadi dua yaitu pemilahan penduduk berdasarkan pendekatan angkatan kerja dan berdasarkan pendekatan pemanfaatan tenaga kerja. NEXT
  • 8.
     Pemilihan pendudukberdasarkan pendekatan angkatan kerja  Tenaga Kerja-Manpower, berusia > 10 tahun  Angkatan kerja (Labour Force) yaitu tenaga kerja atau penduduk dalam usia kerja yang bekerja, atau mempunyai pekerjaan namun untuk sementara sedang tidak bekerja, dan yang mencari pekerjaan. Angkatan Kerja dibagi menjadi dua yaitu :  Pekerja yaitu orang-orang yang mempunyai pekerjaan dan (saat disensus atau disurvai) memang sedang bekerja , serta orang yang mempunyai pekerjaan namun untuk sementara waktu kebetulan sedang tidak bekerja.  Penganggur yaitu orang yang tidak mempunyai pekerjaan, lengkapnya orang yang tidak bekerja dan (masih atau sedang) mencari pekerjaan.  Bukan angkatan kerja yaitu tenaga kerja atau penduduk dalam usia kerja yang tidak bekerja, tidak mempunyai pekerjaan dan sedang tidak mencari pekerjaan. Bukan angkatan kerja dibagi menjadi tiga yaitu :  Penduduk dalam usia kerja yang sedang bersekolah  Mengurus rumah tangga  Penerima pendapatan lain  Bukan Tenaga Kerja, < 10 tahun  Pemilahan penduduk berdasarkan pendekatan pemanfaatan tenaga kerja  Bekerja Penuh yaitu tenaga kerja yang bersangkutan termanfaatkan secara cukup atau optimal.  Setengah menganggur yaitu bekerja tapi tenaganya kurang termanfaatkan diukur dari curahan jam kerja, produktivitas kerja, atau penghasilan yang diperoleh. Setengah menganggur dibagi menjadi dua yaitu :  Setengah menganggur yang kentara (visible underemployment) adalah jika seseorang bekerja tidak tetap (part time) di luar keinginannya sendiri, atau bekerja dalam waktu yang lebih pendek dari biasanya.  Setengah menganggur yang tidak kentara (invisible underemployment) adalah jika seseorang bekerja secara penuh (full time) tetapi pekerjannya itu dianggap tidak mencukupi karena pendapatannya terlalu rendah atau pekerjaan tersebut tidak memungkinkan ia untuk mengembangkan seluruh keahliannya.
  • 9.
     Lapangan pekerjaanutama bagi rakyat Indonesia masih di sektor pertanian. Sampai tahun 1994, separuh dari jumlah pekerja menyandarkan sektor pertanian sebagai sumber nafkah utama. Sektor perdagangan dan sektor jasa menempati kedudukan kedua dan ketiga, kemudian sektor industri pengolahan berada di urutan berikutnya. Menurut hasil survey Sosial-Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 1994, proporsi pekerja perempuan yang bekerja di sektor pertanian di daerah pedesaan tidak berbeda jauh dengan pekerja laki-laki, sebaliknya di daerah perkotaan pekerjaan bertani lebih banyak dilakukan oleh pekerja laki-laki. Sektor perdagangan dan sektor industri, baik di perkotaan maupun pedesaan, didominasi oleh pekerja perempuan. Di lain pihak, sektor bangunan dan sektor komunikasi, baik di perkotaan maupun pedesaan, didominasi oleh pekerja laki-laki. Ditinjau menurut status dari pekerjaan utama yang dilakukan, hampir sepertiga angkatan kerja yang bekerja berstatus sebagai buruh atau karyawan atau pegawai. Disamping menurut sektor dan status pekerjaan, para pekerja dapat pula dipilah- pilah menurut jenis pekerjaan yang dilakukan. Kemampuan tenaga kerja Indonesia untuk menjalankan fungsi kepemimpinandan keetatalaksaan masih rendah. Peran kaum wanita Indonesia di pasar kerja rasanya cukup berarti. Tenaga=tenaga profesional, teknisi, dan sejenisnya justru lebih dominan diperankan oleh pekerja perempuan.  Tingkat Upah Upah tertinggi bagi pekerja yang berstatus karyawan atau buruh adalah di sektor pertambangan. Tingkst upah para pekerja di Indonesia, khususnya pekerja rendahan atau buruh kasar sangat rendah. Hal itu bisa diukur dengan membandingkannya terhadap kebutuhan fisik minimum.
  • 10.
     Secara konseptualpertumbuhan penduduk dan perubahan struktur ekonomi tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Kedua aspek ini secara bersama-sama memberikan signal terhadap arah pengembangan sumber daya manusia. Pergeseran struktur ekonomi ini akan berpengaruh terhadap pergeseran stuktur tenaga kerja. Pada saat perekonomian suatu negara based on pertanian maka pengembangan sumber daya manusia diarahkan kepada pemenuhan tenaga kerja yang dibutuhkan sektor tersebut. Pada saat ini permintaan tenaga kerja didominasi oleh sektor tradisional dan perencanaan ekonomi juga diarahkan pada penciptaan sektor-sektor industri yang diharapkan mampu untuk menyerap hasil- hasil produksi pertanian. Yang pada gilirannya kekuatan sektor industri yang didukung oleh kemapanan sektor pertanian akan mampu menciptakan kestabilan ekonomi suatu negara.  Berbagai kebijaksanaan telah, sedang, dan akan ditempuh oleh pemerintah dalam upaya mengatasi masalah-masalah kependudukan dan ketenagakerjaan. Dalam Repelita VI, pembangunan kependudukan dalam PJPII diarahkan pada peningkatan kualitas penduduk dan pengendalian laju pertumbuhan penduduk. Dengan peningkatan kualitas penduduk dimaksudkan adalah peningkatan kualitas kehidupan dan kemampuan manusia serta masyarakat Indonesia sebagai pelaku utama dan sasaran pembangunan. NEXT
  • 11.
     Variabel-variabel dalamkependudukan Indonesia misalnya sebaran, komposisi, kepadatan dan pertumbuhan penduduk. Sedangkan karakteristik yang dimaksud misalnya tingkat pendapatan, kesehatan dan pendidikan. Konsep pemilahan penduduk dibagi menjadi dua yaitu pemilahan penduduk berdasarkan pendekatan angkatan kerja dan berdasarkan pendekatan pemanfaatan tenaga kerja. Sedangkan lapangan pekerjaan utama bagi rakyat Indonesia masih di sektor pertanian. Sampai tahun 1994, separuh dari jumlah pekerja menyandarkan sektor pertanian sebagai sumber nafkah utama. Sektor perdagangan dan sektor jasa menempati kedudukan kedua dan ketiga, kemudian sektor industri pengolahan berada di urutan berikutnya. Dalam hal tingkat upah, variasi tidak hanya terjadi antarlapangan usaha atau secara sektoral. Akan tetapi juga secara regional atau antarwilayah di tanah air, serta secara jenis kelamin. Dalam perbandingan jenis kelamin di sekter industri pengolahan, hampir di semua wilayah tanah air pekerja laki-laki menerima upah lebih tinggi daripada pekerja perempuan. Perbedaan tingkat upah antar jenis kelamin di sektor industri pengolahan berlaku umum di semua subsektor. Kesenjangan upah buruh berlangsung pula antarjenjang. Hal ini bisa ditelaah melaui perbandingan upah rata-rata tertinggi terhadap upah rata-rata terendah. NEXT