Administrasi Perkantoran dan
             Pengawasan


Oleh: A’yunur Rochimah
      Ika Nur Ridiawati
      Aida Musvita
      Siti Mufarrohah
      Ali Sofyan
A. Latar belakang
• Salah satu dari lima fungsi dasar manajemen
  adalah kontrol atau pengawasan, yang
  berfungsi membantu memastikan apakah
  aktivitas yang dilakukan pegawai administrasi
  sesuai dengan hasil yang diinginkan.
A. Pengawasan
    1. Proses Pengawasan
  Tujuan administrasi perkantoran menurut Odgers
  adalah sebagai berikut :
• Meningkatkan kinerja organisasi secara kontinue
• Meningkatkan efisiensi dan keuntungan bagi organisasi
• Menilai derajat pencapaian rencana kerja dengan hasil
  aktual yang dicapai
• Meningkatkan keterkaitan terhadap tujuan organisasi
  agar tercapai
• Mengoordinasikan beberapa elemen tugas atau
  progam yang dijalankan
Selain itu pengawasan dan pelaporan administrsi
  kantor memiliki beberapa manfaat antara lain :

• Membantu memaksimalkan keuntungan yang akan diperoleh
  organisasi.
• Membantu pegawai dalam meningkatkan produktivitas karena
  kesadaran akan kualitas dan kuantitas output yang dibutuhkan.
• Menyediakan alat ukur produktivitas pegawai atau aktivitas
  yang objektif bagi organisasi.
• Mengidentifikasi beberapa hal yang membuat rencana tidak
  sesuai dengan hasil aktual yang dicapai, dan memfasilitasi
  permodifikasiannya.
• Membantu mencapai kerja sesuai tingkat atau deadline yang
  ditetapkan.
unsur-unsur yang harus dipenuhi dalam
    proses pengawasan agar dapat berjalan
    secara optimal adalah sebagai berikut :


•    Faktor-faktor yang diawasi.
•   Identifikasi hasil yang diharapkan.
•   Pengukuran kinerja.
•   Aplikasi tindakan pembenahan
Terdapat tiga proses yang harus dilakukan dalan
     mengontrol pekerjan administrasi kantor
• Mendefinisikan parameter pekerjaan yang akan diawasi.
  - Penetapan tujuan
  - Standar ukuran
        1) Standart terukur, merupakan standart kerja yang dapat
        diidentifikasikan dan diukur dengan mudah.
        2) Standart tak terukur, merupakan standart kerja yang sulit untuk
        dikuantifikasikan dan biasanya berhubungan dengan karakteristik
        hubungan manusia.
  - Pengukuran
• Memfasilitasi kinerja yang hendak dicapai.
  - Mengurangi hambatan yang ada
  - Menyediakan sumber daya yang memadai untuk penyelesaian kerja
  - Memberikan perhatian penuh dalam perekrutan pegawai
• Memotivasi pegawai
  - Memberikan imbalan yang dihargai oleh pegawai
  - Memberikan imbalan secara tepat dalam hal jumlah dan waktunya
  - Memberikan imbalan secara adil
Beberapa orang yang dapat dijadikan
           pengawas atau penilai :
•   Supervisor
•   Teman sekerja
•   Bawahan
•   Menilai diri sendiri
•   Pelanggan
•   Komputer
•   Umpan balik 360 derajat
2. Pengawasan Kualitas
    Beberapa cara atau teknik yang dapat dilakukan
    dalam melakukan pengawasan kualitas adalah
    sebagai berikut :

•   Inspeksi total
•   Pengecekan pada area tertentu
•   Pengontrolan Kualitas dengan statistik
•   Kesalahan nihil
Total Quality Management adalah program yang
   diimplementasikan untuk menjamin tercapainya
 kualitas manajemen di organisasi. TQM sangat perlu
    dilakukan dalam administrasi perkantoran yang
                   berpijak pada :

• Kepuasan pelanggan
• Pengukuran statistik yang akurat
• Perbaikan secara terus-menerus terhadap produk maupun
  layanan yang diberikan
• Bentuk hubungan baru dengan pegawai
3. Pengawasan Kuantitas
    Untuk mengontrol fluktuasi pekerjaan kantor
    terdapat beberapa tindakan yang dapat dilakukan
    antara lain :
•   Overtime
•   Temporary help
•   Part-time help
•   Floating work unit
•   Cycle billing
4. Metode Pengawasan Alternatif
Terdapat jenis pengawasan alternatif, yaitu :
• Behavior-oriental rating methods: merupakan metode
  penilaian kinerja yang berorientasi pada perilaku pegawai.
  - Tehnik deskripsi
  - Tehnik ranking
  - Behavior cheklist
  - Teknik skala penilaian secara grafis
  - Behaviorally anchored rating scales (BARS)
• Result-oriented rating methods, merupakan metode yang
  menitik beratkan pada hasil dari kerja yang dibebankan kepada
  pegawai.

  - Management by objectives
  - Work lanning and review
5. Pengawasan dan Anggaran Biaya
   Beberapa manfaat yang dapat dipetik oleh organisasi yang melakukan
   penganggaran:

• Anggaran mengomunikasikan rencana manajemen ke seluruh bagian di
  dalam organisasi.
• Anggaran ajan memaksa manajer untuk memikirkan masa depan
  organisasi dan merencanakan bagaimana cara mencapainya. Jika anggaran
  tidak dipersiapakan, manajer akan lebih banyak berurusan dengan
  aktivitas harian yang akan mengaburkan pencapaian tujuan perusahaan.
• Proses penganggaran akan mengalokasikan sumber daya organisasi ke
  seluruh bagian organisasi secara efektif dan efesien.
• Proses penganggaran akan meminimalisir terjadinya bottlenecks activity
  (aktivitas yang kurang optimal)
• Anggaran akan mengoordinasi aktivitas-aktivitas di dalam organisasi
  dengan mengintegrasikan rencana di masing-masing bagian.
• Anggaran akan mendefinisikan tujuan dan sasaran yang akan menjadi
  benchmarks dalam mengevaluasi kinerja perusahaan
6. Cara Biaya Bekerja Satu Sama Lain
  Biaya atau beban perusahaan dapat dibagi dalam tiga
  kelompok: biaya tetap, biaya variable, dan biaya
  semivariabel.
• Biaya tetap adalah biaya yang secara rutin dikeluarkan dan
  tidak terpengaruh oleh hasil produksi yang dihasilkan.
• Biaya variable memiliki hubungan yang erat dengan hasil
  yang dikeluarkan, sehingga biaya yang dikeluarkan tidak
  tetap
• Biaya variable akan meningkat apabila produksi
  meningkat, tetapi tidak secara langsung meningkat hasil
  produksi
7. Prinsip Pembuatan Anggaran
  Terdapat 4 hal yang memfasilitasi pembuatan anggaran di
  kantor administrasi
• Keterlibatan karyawan dalam menyusun anggaran kantor
  administrasi
• Anggaran harus dapat merefleksikan perkiraan dari biaya
  operasional
• Anggaran harus dipersiapkan untuk keadaan diluar
  perkiraan
• Pegawai harus merasa menjadi kesatuan dalam anggaran
8. Pengendalian Anggaran
    Sebagian besar organisasi akan meraih
keuntungan       yang    meningkat      apabila
penganggaran yang dilakukan cukup tepat
serta teliti dan perbedaan biaya actual dengan
anggaran adalah minimal. Untuk itulah
beberapa jenis laporan yang dapat
memperbandingkan kedua hal tersebut harus
disiapkan oleh Manajer Administrasi sebagai
dasar pengendalian anggaran.
9. Penyiapan Laporan Anggaran
  Dalam menyiapkan laporan anggaran, beberapa hal
  yang perlu diperhatikan oleh manajer adalah:
• Situasi tertentu.
• Ketika menampilkan angka dalam laporan,
  perbandingan dasar harus disajikan.
• Membantu pembaca meringkaskan informasi laporan
  sebanyak mungkin.
• Laporan harus mengandung informasi yang dapat
  memberikan penjelasan
• Laporan harus standar.
10. Kontrol Biaya
      Daftar berikut menjelaskan beberapa hal penting dlam
  pengontrolan biaya:

• Mengembangkan standar biaya pada beberapa kegiatan
  administrasi perkantoran
• Mengembangkan kesadaranakan biaya yang ditimbulkan
  pada karyawan.
• Membantu pengembangan prosedur operasi yang efesien.
• Mengalokasikan biaya kegiatan administrasi perkantoran
  sesuai dengan fungsi yang dilakukann
• Mengetahui kegiatan administrasi perkantoran yang tidak
  efesien dan mempersiapkan solusi untuk membenahinya.
11. Teknik untuk Mengontrol Biaya Kegiatan
         Administrasi Perkantoran

  Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk
  mengontrol biaya kegiatan administrasi perkantoran, yaitu :

• Standar Biaya
• Studi Analisis Biaya
• Mengambil Tindakan Koreksi
12. Mengontrol Biaya Perkantoran
        Salah satu tindakan untuk mengontrol biaya adalah
    memberikan latihan untuk mencegah kelebihan biaya.
    Berikut adalah saran yang dapat diberikan :

•   Biaya Perorangan
•   Biaya Perlengkapan dan Material.
•   Biaya Peralatan
•   Biaya Proses Kerja
•   Biaya Overhead
B. Pelaporan
1. Pengertian Pelaporan
      Pengertian laporan adalah bentuk penyajian
  fakta tentang suatu keadaan atau suatu kegiatan,
  pada dasarnya fakta yang disajikan itu berkenaan
  dengan tanggung jawab yang ditugaskan kepada si
  pelapor.
2. Prinsip-Prinsip Penulisan Laporan

        Sebuah laporan harus memenuhi syarat–syarat
    berikut ini.
•   Lengkap
•   Jelas
•   Benar / akurat
•   Sistematis
•   Objektif
•   Tepat waktu
3. Jenis Laporan

a. Maksud pelaporan
• Laporan informativ
• Laporan rekomendasi
• Laporan analitis
• Laporan Kelayakan (feasibility report).
• Laporan Pertanggungjawaban
4. Bentuk Laporan
•   Laporan berbentuk Memo
•   Laporan berbentuk Surat
•   Laporan berbentuk naskah
•   Laporan berbentuk Campuran
•   Laporan berbentuk formulir.
•   Laporan berbentuk buku.
5. Waktu Penyampaian

a) Laporan Insidental; Laporan ini tidak
  disampaikan secara rutin, hanya sekali- sekali
  saja dalam rangka suatu kegiatan yang tidak
  terjadwal tetap.
b)Laporan Periodik; Ditulis dalam suatu periode
  tertentu dan dinamai sesuai periodenya pula.
  Contoh: Laporan harian, Mingguan, Bulanan
  dan seterusnya.

Powerpoint administrasi

  • 1.
    Administrasi Perkantoran dan Pengawasan Oleh: A’yunur Rochimah Ika Nur Ridiawati Aida Musvita Siti Mufarrohah Ali Sofyan
  • 2.
    A. Latar belakang •Salah satu dari lima fungsi dasar manajemen adalah kontrol atau pengawasan, yang berfungsi membantu memastikan apakah aktivitas yang dilakukan pegawai administrasi sesuai dengan hasil yang diinginkan.
  • 3.
    A. Pengawasan 1. Proses Pengawasan Tujuan administrasi perkantoran menurut Odgers adalah sebagai berikut : • Meningkatkan kinerja organisasi secara kontinue • Meningkatkan efisiensi dan keuntungan bagi organisasi • Menilai derajat pencapaian rencana kerja dengan hasil aktual yang dicapai • Meningkatkan keterkaitan terhadap tujuan organisasi agar tercapai • Mengoordinasikan beberapa elemen tugas atau progam yang dijalankan
  • 4.
    Selain itu pengawasandan pelaporan administrsi kantor memiliki beberapa manfaat antara lain : • Membantu memaksimalkan keuntungan yang akan diperoleh organisasi. • Membantu pegawai dalam meningkatkan produktivitas karena kesadaran akan kualitas dan kuantitas output yang dibutuhkan. • Menyediakan alat ukur produktivitas pegawai atau aktivitas yang objektif bagi organisasi. • Mengidentifikasi beberapa hal yang membuat rencana tidak sesuai dengan hasil aktual yang dicapai, dan memfasilitasi permodifikasiannya. • Membantu mencapai kerja sesuai tingkat atau deadline yang ditetapkan.
  • 5.
    unsur-unsur yang harusdipenuhi dalam proses pengawasan agar dapat berjalan secara optimal adalah sebagai berikut : • Faktor-faktor yang diawasi. • Identifikasi hasil yang diharapkan. • Pengukuran kinerja. • Aplikasi tindakan pembenahan
  • 6.
    Terdapat tiga prosesyang harus dilakukan dalan mengontrol pekerjan administrasi kantor • Mendefinisikan parameter pekerjaan yang akan diawasi. - Penetapan tujuan - Standar ukuran 1) Standart terukur, merupakan standart kerja yang dapat diidentifikasikan dan diukur dengan mudah. 2) Standart tak terukur, merupakan standart kerja yang sulit untuk dikuantifikasikan dan biasanya berhubungan dengan karakteristik hubungan manusia. - Pengukuran • Memfasilitasi kinerja yang hendak dicapai. - Mengurangi hambatan yang ada - Menyediakan sumber daya yang memadai untuk penyelesaian kerja - Memberikan perhatian penuh dalam perekrutan pegawai
  • 7.
    • Memotivasi pegawai - Memberikan imbalan yang dihargai oleh pegawai - Memberikan imbalan secara tepat dalam hal jumlah dan waktunya - Memberikan imbalan secara adil
  • 8.
    Beberapa orang yangdapat dijadikan pengawas atau penilai : • Supervisor • Teman sekerja • Bawahan • Menilai diri sendiri • Pelanggan • Komputer • Umpan balik 360 derajat
  • 9.
    2. Pengawasan Kualitas Beberapa cara atau teknik yang dapat dilakukan dalam melakukan pengawasan kualitas adalah sebagai berikut : • Inspeksi total • Pengecekan pada area tertentu • Pengontrolan Kualitas dengan statistik • Kesalahan nihil
  • 10.
    Total Quality Managementadalah program yang diimplementasikan untuk menjamin tercapainya kualitas manajemen di organisasi. TQM sangat perlu dilakukan dalam administrasi perkantoran yang berpijak pada : • Kepuasan pelanggan • Pengukuran statistik yang akurat • Perbaikan secara terus-menerus terhadap produk maupun layanan yang diberikan • Bentuk hubungan baru dengan pegawai
  • 11.
    3. Pengawasan Kuantitas Untuk mengontrol fluktuasi pekerjaan kantor terdapat beberapa tindakan yang dapat dilakukan antara lain : • Overtime • Temporary help • Part-time help • Floating work unit • Cycle billing
  • 12.
    4. Metode PengawasanAlternatif Terdapat jenis pengawasan alternatif, yaitu : • Behavior-oriental rating methods: merupakan metode penilaian kinerja yang berorientasi pada perilaku pegawai. - Tehnik deskripsi - Tehnik ranking - Behavior cheklist - Teknik skala penilaian secara grafis - Behaviorally anchored rating scales (BARS)
  • 13.
    • Result-oriented ratingmethods, merupakan metode yang menitik beratkan pada hasil dari kerja yang dibebankan kepada pegawai. - Management by objectives - Work lanning and review
  • 14.
    5. Pengawasan danAnggaran Biaya Beberapa manfaat yang dapat dipetik oleh organisasi yang melakukan penganggaran: • Anggaran mengomunikasikan rencana manajemen ke seluruh bagian di dalam organisasi. • Anggaran ajan memaksa manajer untuk memikirkan masa depan organisasi dan merencanakan bagaimana cara mencapainya. Jika anggaran tidak dipersiapakan, manajer akan lebih banyak berurusan dengan aktivitas harian yang akan mengaburkan pencapaian tujuan perusahaan. • Proses penganggaran akan mengalokasikan sumber daya organisasi ke seluruh bagian organisasi secara efektif dan efesien. • Proses penganggaran akan meminimalisir terjadinya bottlenecks activity (aktivitas yang kurang optimal) • Anggaran akan mengoordinasi aktivitas-aktivitas di dalam organisasi dengan mengintegrasikan rencana di masing-masing bagian. • Anggaran akan mendefinisikan tujuan dan sasaran yang akan menjadi benchmarks dalam mengevaluasi kinerja perusahaan
  • 15.
    6. Cara BiayaBekerja Satu Sama Lain Biaya atau beban perusahaan dapat dibagi dalam tiga kelompok: biaya tetap, biaya variable, dan biaya semivariabel. • Biaya tetap adalah biaya yang secara rutin dikeluarkan dan tidak terpengaruh oleh hasil produksi yang dihasilkan. • Biaya variable memiliki hubungan yang erat dengan hasil yang dikeluarkan, sehingga biaya yang dikeluarkan tidak tetap • Biaya variable akan meningkat apabila produksi meningkat, tetapi tidak secara langsung meningkat hasil produksi
  • 16.
    7. Prinsip PembuatanAnggaran Terdapat 4 hal yang memfasilitasi pembuatan anggaran di kantor administrasi • Keterlibatan karyawan dalam menyusun anggaran kantor administrasi • Anggaran harus dapat merefleksikan perkiraan dari biaya operasional • Anggaran harus dipersiapkan untuk keadaan diluar perkiraan • Pegawai harus merasa menjadi kesatuan dalam anggaran
  • 17.
    8. Pengendalian Anggaran Sebagian besar organisasi akan meraih keuntungan yang meningkat apabila penganggaran yang dilakukan cukup tepat serta teliti dan perbedaan biaya actual dengan anggaran adalah minimal. Untuk itulah beberapa jenis laporan yang dapat memperbandingkan kedua hal tersebut harus disiapkan oleh Manajer Administrasi sebagai dasar pengendalian anggaran.
  • 18.
    9. Penyiapan LaporanAnggaran Dalam menyiapkan laporan anggaran, beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh manajer adalah: • Situasi tertentu. • Ketika menampilkan angka dalam laporan, perbandingan dasar harus disajikan. • Membantu pembaca meringkaskan informasi laporan sebanyak mungkin. • Laporan harus mengandung informasi yang dapat memberikan penjelasan • Laporan harus standar.
  • 19.
    10. Kontrol Biaya Daftar berikut menjelaskan beberapa hal penting dlam pengontrolan biaya: • Mengembangkan standar biaya pada beberapa kegiatan administrasi perkantoran • Mengembangkan kesadaranakan biaya yang ditimbulkan pada karyawan. • Membantu pengembangan prosedur operasi yang efesien. • Mengalokasikan biaya kegiatan administrasi perkantoran sesuai dengan fungsi yang dilakukann • Mengetahui kegiatan administrasi perkantoran yang tidak efesien dan mempersiapkan solusi untuk membenahinya.
  • 20.
    11. Teknik untukMengontrol Biaya Kegiatan Administrasi Perkantoran Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk mengontrol biaya kegiatan administrasi perkantoran, yaitu : • Standar Biaya • Studi Analisis Biaya • Mengambil Tindakan Koreksi
  • 21.
    12. Mengontrol BiayaPerkantoran Salah satu tindakan untuk mengontrol biaya adalah memberikan latihan untuk mencegah kelebihan biaya. Berikut adalah saran yang dapat diberikan : • Biaya Perorangan • Biaya Perlengkapan dan Material. • Biaya Peralatan • Biaya Proses Kerja • Biaya Overhead
  • 22.
    B. Pelaporan 1. PengertianPelaporan Pengertian laporan adalah bentuk penyajian fakta tentang suatu keadaan atau suatu kegiatan, pada dasarnya fakta yang disajikan itu berkenaan dengan tanggung jawab yang ditugaskan kepada si pelapor.
  • 23.
    2. Prinsip-Prinsip PenulisanLaporan Sebuah laporan harus memenuhi syarat–syarat berikut ini. • Lengkap • Jelas • Benar / akurat • Sistematis • Objektif • Tepat waktu
  • 24.
    3. Jenis Laporan a.Maksud pelaporan • Laporan informativ • Laporan rekomendasi • Laporan analitis • Laporan Kelayakan (feasibility report). • Laporan Pertanggungjawaban
  • 25.
    4. Bentuk Laporan • Laporan berbentuk Memo • Laporan berbentuk Surat • Laporan berbentuk naskah • Laporan berbentuk Campuran • Laporan berbentuk formulir. • Laporan berbentuk buku.
  • 26.
    5. Waktu Penyampaian a)Laporan Insidental; Laporan ini tidak disampaikan secara rutin, hanya sekali- sekali saja dalam rangka suatu kegiatan yang tidak terjadwal tetap. b)Laporan Periodik; Ditulis dalam suatu periode tertentu dan dinamai sesuai periodenya pula. Contoh: Laporan harian, Mingguan, Bulanan dan seterusnya.