SlideShare a Scribd company logo
1 of 18
KESEIMBANGAN
PEREKONOMIAN TIGA
SEKTOR
Perekonomian Tiga Sektor
• Pada perekonomian tiga sektor dimasukkan sektor
pemerintah dalam analisis keseimbangan
pendapatan nasional.
• maka dalam perekonomian tiga sektor terdiri dari
sektor rumah tangga, sektor bisnis/swasta, dan
sektor pemerintah.
• Adanya sektor pemerintah akan muncul
pengeluaran pemerintah pada sisi pengeluaran
dan pajak pada sisi pendapatan. Pajak yang
dikenakan oleh pemerintah akan mengurangi
tingkat pendapatan yang siap dikonsumsikan.
Pendapatan yang siap dikonsumsi dikurangi
dengan pajak, disebut dengan pendapatan
disposibel.
• Jenis pajak yang dikenakan oleh pemerintah dapat
diklasifikasikan menjadi empat jenis, yaitu:
1. Pajak regresif
2. Pajak progresif
3. Pajak proporsional
4. Pajak tetap (lump sum tax)
Pengertian Uang
• Uang merupakan alat pertukaran dalam sistem
perekonomian. Tanpa uang, perekonomian akan
sulit berkembang dan dibutuhkan berbagai
kebetulan dalam proses pertukaran melalui barter.
Uang yang dikenal terutama adalah uang kertas dan
uang logam ditambah dengan uang giral, serta
berbagai jenis uang lain yang mempunyai daya beli
seperti uang.
• Seperti halnya barang atau jasa, juga
terdapat permintaan dan penawaran
terhadap uang. Penawaran uang
dipengaruhi oleh M1 dan M2.
• Sedangkan permintaan uang dipengaruhi
oleh seberapa besar pendapatan yang
akan diterima bila uang disimpan dalam
berbagai bentuk portfolio
• Catatan yang menunjukkan nilai berbagai jenis transaksi yang
terjadi antara suatu negara dengan negara lainnya disebut
dengan neraca pembayaran (Balance of Payment).
• Neraca pembayaran terdiri dari transaksi berjalan (Current
Account) dan Neraca Modal (Capital Account).
• Perekonomian internasional melibatkan berbagai negara
dengan berbagai jenis mata uang. Nilai dari berbagai mata
uang relatif berbeda bila kita bandingkan daya belinya dari
tiap mata uang terhadap suatu barang.
• Perbedaan daya beli tiap mata uang ini akan memberikan
suatu nilai tukar atau kurs dari tiap mata uang dunia. Sistem
nilai tukar yang dianut oleh berbagai negara terdiri dari dua
jenis, yaitu:
• 1. Sistem Nilai Tukar Tetap (Fixed Rate)
• 2. Sistem Nilai Tukar Mengambang (Floating Rate)
PENGARUH KEBIJAKAN FISKAL TERHADAP
OUTPUT
• Adanya pengeluaran pemerintah
mengakibatkan keseimbangan
pendapatan ekonomi berubah menjadi
C+I+G.
• GDP = Disposible Income (DI) + Pajak
• Jika diasumsikan pajak tetap, maka selisih
antara GDP dan DI tetap.
• Asumptions: no foreign trade, transfers or
depreciation
Pengaruh Pajak terhadap DI dan Konsumsi
W
V
U
45
C’
o
C’
C
C
3000
3000
300
200
Konsumsi
(m
$)
GDP (m $)
Dgn pajak $300 dan DI
$3000, maka GDP=$3300.
Konsumsi masih sebesar
$3000 saat GDP=$3300
karena DI= $3000.
Oleh karenanya Konsumsi
mrp fungsi dari GDP
dengan cara menggerakkan
kurva CC ke kanan (C’C’).
Besarnya pergeseren
sebesar UV yang = jumlah
pajak=$300.
Cara lain dengan
menurunkan sebesar $200=
MPC=2/3 x turunnya
Pendapatan
3300
45
C
o
C+I
3000
3000
Konsumsi
(m
$)
GDP (m $)
C+I+G
C
I
G
Dampak Pajak Terhadap
Aggregate Demand (AD)/Permintaan Agregat
GDP Pajak
Disposable
Income
C I G
Total
Spending
Tendensi
Output
(Y) (T) (Yd) = Y - T C+I+G
4200 300 3900 3600 200 200 4000 Turun
3900 300 3600 3400 200 200 3800 Turun
3600 300 3300 3200 200 200 3600 Equlibrium
3300 300 3000 3000 200 200 3400 Naik
3000 300 2700 2800 200 200 3200 Naik
Keseimbangan Pendapatan
• Secara Matematis:
• Jika pajak yang dipungut oleh pemerintah adalah
pajak lump sum (lump sum tax) yang tidak
dipengaruhi oleh pendapatan.
Y = C + I + G
• Y = C0 + bYd + I + G
• Y = C0 + b(Y – T) + I + G
• Y = C0 + bY – bT + I + G
• Y = 1/(1-b) (C0 – bT + I + G)
I + G = S + T
• I + G = - C0 + (1 – b)Yd + T
• I + G = - C0 + (1 – b)(Y – T) + T
• I + G = - C0 + (1 – b)Y + bT
• Y = 1/(1-b) (C0 – bT + I + G)
• Jika pajak yang dipungut oleh pemerintah adalah
pajak sebagai fungsi dari pendapatan: T = T0 + tY
• Y = C + I + G
• Y = C0 + bYd + I + G
• Y = C0 + b(Y – T0 – tY) + I + G
• Y = C0 + bY – bT0 – btY + I + G
• Y = 1/(1-b+bt) (C0 – bT0 + I + G)
• I + G = S + T
• I + G = - C0 + (1 – b)Yd + (T0 + tY)
• I + G = - C0 + (1 – b)(Y – T0 – tY) + (T0 + tY)
• I + G = - C0 + (1 – b)Y – (1 – b)T0 – (1 – b)tY + (T0 + tY)
• I + G = - C0 + (1 – b)Y + bT0 + btY
• Y = 1/(1-b+bt) (C0 – bT0 + I + G)
Fiscal Policy Multipliers
Y = C + I + G
Y = C0 + bY + I + G
Y = 1/(1-b) (C0 + I + G)
Jika ada perubahan pengeluaran pemerintah/G (∆G), maka
besarnya perubahan pendapatan/Y (∆Y) :
Y+ Y = 1/(1-b) (C0 + I + G + G)
Y = 1/(1-b) G
dimana: Y = perubahan GDP, G = perubahan
pengeluaran pemerintah, dan 1/(1-b) = koefisien
pengganda fiskal.
• Pengganda Pajak (tax multiplier)
• Y = 1/(1-b) (C0 – bT + I + G)
• Y + Y = 1/(1-b) (C0 – bT – bT + I + G)
• Y = - 1/(1-b) bT
• Perubahan GDP akibat adanya perubahan
T : Y/T = - 1/(1-b) b
• dimana: 1/(1-b) b adalah tax multiplier.
Dengan kata lain tax multiplier =
expenditure multiplier X MPC.
• Prosedur yang sama dapat digunakan untuk
menghitung pengganda pengeluaran
pemerintah dan pajak untuk pajak sebagai
fungsi dari pendapatan: T = T0 + tY, sehingga:
• Pengganda Pengeluaran Pemerintah
(government expenditure multiplier)
• Y/G = 1/(1-b+bt)
• Pengganda Pajak (tax multiplier)
• Y/T0 = -1/(1-b+bt) b
• sedangkan untuk menghitung pengaruh
perubahan tarip pajak (t) terhadap GDP dapat
dilakukan dengan partial derivative:
• Recall: GDP ekuilibrium
• Y = 1/(1-b+bt) (C0 – bT0 + I + G)
• Y = (1-b+bt)-1 (C0 – bT0 + I + G)
• ∆Y/∆t = - (1-b+bt)-2 (C0 – bT0 + I + G)
• ∆Y/∆t = - b/(1-b+bt) [1/(1-b+bt) (C0 – bT0 + I + G)]
• ∆Y/∆t = - b/(1-b+bt) Y
Keterangan :
• Syarat keseimbangan pendapatan nasional :
Y = C + I + G + (X – M) I + G + X =S + T + M
Ekspor adalah suntilkan (Injection atau J) kedalam
aliran pendapatan
Impor adalah bocoran (withdrawal atau W).
• Keseimbangan pendapatan nasional dalam
perekonomian terbuka : C = a + bYd’
• I = Io, yaitu investasi nilainya tetap
• G = Go, yaitu pengeluaran pemerintah nilainya
tetap
• T = To (nilai tetap) atau T = tY(pajak proposional)
• X = Xo, yaitu ekspor nilainya tetap
• M = mY, atau M = Mo + mY
Lanjutan Keterangan
• Secara grafik dalam pendekatan pengeluaran
agregat penawaran agregat, keseimbangan
pendapatan nasioanal dalam perekonomian
terbuka dicapai apabila Fungsi pengeluaran
agregat : AE = C + I + G + (X –M) memotong
garis 45 derajat.
• Dalam pendekatan suntikan dan bocoran
keseimbangan pendapatan nasional dicapai
apabila :
• fungsi suntikan I + G + X berpotongan dengan
• fungsi bocoran S + T + M
Terima Kasih

More Related Content

Similar to PERTEMUAN 9 KESEIM 3 SEKTOR.............

Keseimbangan Pendapatan Nasional
Keseimbangan Pendapatan NasionalKeseimbangan Pendapatan Nasional
Keseimbangan Pendapatan NasionalYesica Adicondro
 
Analisa Pendapatan Nasional dan Open Economy
Analisa Pendapatan Nasional dan Open EconomyAnalisa Pendapatan Nasional dan Open Economy
Analisa Pendapatan Nasional dan Open EconomyRatnaVidyawati
 
Perhitungan Pendapatan Nasional[1]
Perhitungan Pendapatan Nasional[1]Perhitungan Pendapatan Nasional[1]
Perhitungan Pendapatan Nasional[1]Vicky Farahani
 
Perhitungan pendapatan nasional
Perhitungan pendapatan nasionalPerhitungan pendapatan nasional
Perhitungan pendapatan nasionalVicky Farahani
 
Sep 204 slide_minggu_ke_-_06_-_analisis_pendapatan_nasional_tiga_sektor
Sep 204 slide_minggu_ke_-_06_-_analisis_pendapatan_nasional_tiga_sektorSep 204 slide_minggu_ke_-_06_-_analisis_pendapatan_nasional_tiga_sektor
Sep 204 slide_minggu_ke_-_06_-_analisis_pendapatan_nasional_tiga_sektornolly67
 
Ii pendapatan-nasional by bu rosy
Ii pendapatan-nasional by bu rosyIi pendapatan-nasional by bu rosy
Ii pendapatan-nasional by bu rosyFyan XmanGat
 
Keseimbangan pendapatan nasional_ekonomi
Keseimbangan pendapatan nasional_ekonomiKeseimbangan pendapatan nasional_ekonomi
Keseimbangan pendapatan nasional_ekonomiYasmin Pambudi Putri
 
Multiplier dari kebijakan fiskal
Multiplier dari kebijakan fiskalMultiplier dari kebijakan fiskal
Multiplier dari kebijakan fiskalIndah Agustina
 
pengantar untuk menentukan income
pengantar untuk menentukan incomepengantar untuk menentukan income
pengantar untuk menentukan incomediani lupitasari
 
32046 11-443742294946
32046 11-44374229494632046 11-443742294946
32046 11-443742294946ecyemily
 
106786342 bahan-makro-11-kebijakan-fiskal-moneter
106786342 bahan-makro-11-kebijakan-fiskal-moneter106786342 bahan-makro-11-kebijakan-fiskal-moneter
106786342 bahan-makro-11-kebijakan-fiskal-moneterArief Wibowo
 
BAB-8-KESEIMBANGAN-PENDAPATAN-NASIONAL-4-SEKTOR.pdf
BAB-8-KESEIMBANGAN-PENDAPATAN-NASIONAL-4-SEKTOR.pdfBAB-8-KESEIMBANGAN-PENDAPATAN-NASIONAL-4-SEKTOR.pdf
BAB-8-KESEIMBANGAN-PENDAPATAN-NASIONAL-4-SEKTOR.pdfTrainingDigitalMarke3
 
PPT-Ekonomi-PB2(1)1.ppt
PPT-Ekonomi-PB2(1)1.pptPPT-Ekonomi-PB2(1)1.ppt
PPT-Ekonomi-PB2(1)1.pptSmaPgrirks
 
perhitungan-pendapatan-nasional.ppt
perhitungan-pendapatan-nasional.pptperhitungan-pendapatan-nasional.ppt
perhitungan-pendapatan-nasional.pptRahmat751392
 
Ekonomi makro (pendapatan 3 sektor)
Ekonomi makro (pendapatan 3 sektor) Ekonomi makro (pendapatan 3 sektor)
Ekonomi makro (pendapatan 3 sektor) Ahmad Zainal Arifin
 

Similar to PERTEMUAN 9 KESEIM 3 SEKTOR............. (20)

5b.kebijakan fiskal
5b.kebijakan fiskal5b.kebijakan fiskal
5b.kebijakan fiskal
 
Keseimbangan Pendapatan Nasional
Keseimbangan Pendapatan NasionalKeseimbangan Pendapatan Nasional
Keseimbangan Pendapatan Nasional
 
Analisa Pendapatan Nasional dan Open Economy
Analisa Pendapatan Nasional dan Open EconomyAnalisa Pendapatan Nasional dan Open Economy
Analisa Pendapatan Nasional dan Open Economy
 
Perhitungan Pendapatan Nasional[1]
Perhitungan Pendapatan Nasional[1]Perhitungan Pendapatan Nasional[1]
Perhitungan Pendapatan Nasional[1]
 
Perhitungan pendapatan nasional
Perhitungan pendapatan nasionalPerhitungan pendapatan nasional
Perhitungan pendapatan nasional
 
Sep 204 slide_minggu_ke_-_06_-_analisis_pendapatan_nasional_tiga_sektor
Sep 204 slide_minggu_ke_-_06_-_analisis_pendapatan_nasional_tiga_sektorSep 204 slide_minggu_ke_-_06_-_analisis_pendapatan_nasional_tiga_sektor
Sep 204 slide_minggu_ke_-_06_-_analisis_pendapatan_nasional_tiga_sektor
 
Ii pendapatan-nasional by bu rosy
Ii pendapatan-nasional by bu rosyIi pendapatan-nasional by bu rosy
Ii pendapatan-nasional by bu rosy
 
EM kelompok 2.pptx
EM kelompok 2.pptxEM kelompok 2.pptx
EM kelompok 2.pptx
 
Bab 8 multiplier
Bab 8   multiplierBab 8   multiplier
Bab 8 multiplier
 
Keseimbangan pendapatan nasional_ekonomi
Keseimbangan pendapatan nasional_ekonomiKeseimbangan pendapatan nasional_ekonomi
Keseimbangan pendapatan nasional_ekonomi
 
Pertemuan 6.pptx
Pertemuan 6.pptxPertemuan 6.pptx
Pertemuan 6.pptx
 
Multiplier dari kebijakan fiskal
Multiplier dari kebijakan fiskalMultiplier dari kebijakan fiskal
Multiplier dari kebijakan fiskal
 
pengantar untuk menentukan income
pengantar untuk menentukan incomepengantar untuk menentukan income
pengantar untuk menentukan income
 
32046 11-443742294946
32046 11-44374229494632046 11-443742294946
32046 11-443742294946
 
106786342 bahan-makro-11-kebijakan-fiskal-moneter
106786342 bahan-makro-11-kebijakan-fiskal-moneter106786342 bahan-makro-11-kebijakan-fiskal-moneter
106786342 bahan-makro-11-kebijakan-fiskal-moneter
 
BAB-8-KESEIMBANGAN-PENDAPATAN-NASIONAL-4-SEKTOR.pdf
BAB-8-KESEIMBANGAN-PENDAPATAN-NASIONAL-4-SEKTOR.pdfBAB-8-KESEIMBANGAN-PENDAPATAN-NASIONAL-4-SEKTOR.pdf
BAB-8-KESEIMBANGAN-PENDAPATAN-NASIONAL-4-SEKTOR.pdf
 
PPT-Ekonomi-PB2(1)1.ppt
PPT-Ekonomi-PB2(1)1.pptPPT-Ekonomi-PB2(1)1.ppt
PPT-Ekonomi-PB2(1)1.ppt
 
perhitungan-pendapatan-nasional.ppt
perhitungan-pendapatan-nasional.pptperhitungan-pendapatan-nasional.ppt
perhitungan-pendapatan-nasional.ppt
 
Ekonomi makro (pendapatan 3 sektor)
Ekonomi makro (pendapatan 3 sektor) Ekonomi makro (pendapatan 3 sektor)
Ekonomi makro (pendapatan 3 sektor)
 
Presentation media
Presentation mediaPresentation media
Presentation media
 

More from SenLord

Teori Konsumsi_KELOMPOK 12.ppttttttttttx
Teori Konsumsi_KELOMPOK 12.ppttttttttttxTeori Konsumsi_KELOMPOK 12.ppttttttttttx
Teori Konsumsi_KELOMPOK 12.ppttttttttttxSenLord
 
MEMAHAMI KERJA TIM_KELOMPOKkkkkkkkkk 1.ppt
MEMAHAMI KERJA TIM_KELOMPOKkkkkkkkkk 1.pptMEMAHAMI KERJA TIM_KELOMPOKkkkkkkkkk 1.ppt
MEMAHAMI KERJA TIM_KELOMPOKkkkkkkkkk 1.pptSenLord
 
Tata_Cara_Penulisan_Artikel_Ilmiah_KELOMPOK 6.pptx
Tata_Cara_Penulisan_Artikel_Ilmiah_KELOMPOK 6.pptxTata_Cara_Penulisan_Artikel_Ilmiah_KELOMPOK 6.pptx
Tata_Cara_Penulisan_Artikel_Ilmiah_KELOMPOK 6.pptxSenLord
 
TEORI KEYNES PASAR TENAGA KERJA_4 (1).pptx
TEORI KEYNES PASAR TENAGA KERJA_4 (1).pptxTEORI KEYNES PASAR TENAGA KERJA_4 (1).pptx
TEORI KEYNES PASAR TENAGA KERJA_4 (1).pptxSenLord
 
SIKAP_DAN_KEPUASAN_KERJAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
SIKAP_DAN_KEPUASAN_KERJAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaSIKAP_DAN_KEPUASAN_KERJAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
SIKAP_DAN_KEPUASAN_KERJAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaSenLord
 
ekonomi makro ekonomi makroooooooooooooooooooooooo
ekonomi makro ekonomi makrooooooooooooooooooooooooekonomi makro ekonomi makroooooooooooooooooooooooo
ekonomi makro ekonomi makrooooooooooooooooooooooooSenLord
 
Tata_Cara_Penulisan_Artikel_Ilmiah (1).ppt
Tata_Cara_Penulisan_Artikel_Ilmiah (1).pptTata_Cara_Penulisan_Artikel_Ilmiah (1).ppt
Tata_Cara_Penulisan_Artikel_Ilmiah (1).pptSenLord
 

More from SenLord (7)

Teori Konsumsi_KELOMPOK 12.ppttttttttttx
Teori Konsumsi_KELOMPOK 12.ppttttttttttxTeori Konsumsi_KELOMPOK 12.ppttttttttttx
Teori Konsumsi_KELOMPOK 12.ppttttttttttx
 
MEMAHAMI KERJA TIM_KELOMPOKkkkkkkkkk 1.ppt
MEMAHAMI KERJA TIM_KELOMPOKkkkkkkkkk 1.pptMEMAHAMI KERJA TIM_KELOMPOKkkkkkkkkk 1.ppt
MEMAHAMI KERJA TIM_KELOMPOKkkkkkkkkk 1.ppt
 
Tata_Cara_Penulisan_Artikel_Ilmiah_KELOMPOK 6.pptx
Tata_Cara_Penulisan_Artikel_Ilmiah_KELOMPOK 6.pptxTata_Cara_Penulisan_Artikel_Ilmiah_KELOMPOK 6.pptx
Tata_Cara_Penulisan_Artikel_Ilmiah_KELOMPOK 6.pptx
 
TEORI KEYNES PASAR TENAGA KERJA_4 (1).pptx
TEORI KEYNES PASAR TENAGA KERJA_4 (1).pptxTEORI KEYNES PASAR TENAGA KERJA_4 (1).pptx
TEORI KEYNES PASAR TENAGA KERJA_4 (1).pptx
 
SIKAP_DAN_KEPUASAN_KERJAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
SIKAP_DAN_KEPUASAN_KERJAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaSIKAP_DAN_KEPUASAN_KERJAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
SIKAP_DAN_KEPUASAN_KERJAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
 
ekonomi makro ekonomi makroooooooooooooooooooooooo
ekonomi makro ekonomi makrooooooooooooooooooooooooekonomi makro ekonomi makroooooooooooooooooooooooo
ekonomi makro ekonomi makroooooooooooooooooooooooo
 
Tata_Cara_Penulisan_Artikel_Ilmiah (1).ppt
Tata_Cara_Penulisan_Artikel_Ilmiah (1).pptTata_Cara_Penulisan_Artikel_Ilmiah (1).ppt
Tata_Cara_Penulisan_Artikel_Ilmiah (1).ppt
 

Recently uploaded

UAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdf
UAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdfUAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdf
UAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdfssuser29a952
 
FARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi Sosial
FARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi SosialFARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi Sosial
FARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi SosialParulianGultom2
 
ASPEK KIMIA TUBUH dalam ilmu kesehatan dan kebidanan
ASPEK KIMIA TUBUH dalam ilmu kesehatan dan kebidananASPEK KIMIA TUBUH dalam ilmu kesehatan dan kebidanan
ASPEK KIMIA TUBUH dalam ilmu kesehatan dan kebidananriniaandayani
 
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
PPt-Juknis-PPDB-2024 (TerbarU) kabupaten GIanyar.pptx
PPt-Juknis-PPDB-2024 (TerbarU) kabupaten GIanyar.pptxPPt-Juknis-PPDB-2024 (TerbarU) kabupaten GIanyar.pptx
PPt-Juknis-PPDB-2024 (TerbarU) kabupaten GIanyar.pptxiwidyastama85
 
ATP MM FASE E MATEMATIKA KELAS X KURIKULUM MERDEKA
ATP MM FASE E MATEMATIKA KELAS X KURIKULUM MERDEKAATP MM FASE E MATEMATIKA KELAS X KURIKULUM MERDEKA
ATP MM FASE E MATEMATIKA KELAS X KURIKULUM MERDEKAVeonaHartanti
 
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptx
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptxSlide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptx
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptxtressa8
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
Modul 5 Simetri (simetri lipat, simetri putar)
Modul 5 Simetri (simetri lipat, simetri putar)Modul 5 Simetri (simetri lipat, simetri putar)
Modul 5 Simetri (simetri lipat, simetri putar)BashoriAlwi4
 
Aksi Nyata PMM - Merancang Pembelajaran berdasarkan Perkembangan Peserta Didi...
Aksi Nyata PMM - Merancang Pembelajaran berdasarkan Perkembangan Peserta Didi...Aksi Nyata PMM - Merancang Pembelajaran berdasarkan Perkembangan Peserta Didi...
Aksi Nyata PMM - Merancang Pembelajaran berdasarkan Perkembangan Peserta Didi...walidumar
 
Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkung
Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkungPenyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkung
Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkungSemediGiri2
 
Aksi Nyata Menyebarkan Pemahaman Merdeka Belajar.pdf
Aksi Nyata Menyebarkan Pemahaman Merdeka Belajar.pdfAksi Nyata Menyebarkan Pemahaman Merdeka Belajar.pdf
Aksi Nyata Menyebarkan Pemahaman Merdeka Belajar.pdfsubki124
 
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptx
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptxAKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptx
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptxcupulin
 
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptxErikaPutriJayantini
 
PELAKSANAAN + Link2 MATERI Training_ "AUDIT INTERNAL + SISTEM MANAJEMEN MUTU ...
PELAKSANAAN + Link2 MATERI Training_ "AUDIT INTERNAL + SISTEM MANAJEMEN MUTU ...PELAKSANAAN + Link2 MATERI Training_ "AUDIT INTERNAL + SISTEM MANAJEMEN MUTU ...
PELAKSANAAN + Link2 MATERI Training_ "AUDIT INTERNAL + SISTEM MANAJEMEN MUTU ...Kanaidi ken
 
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI TARI KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
Lokakarya tentang Kepemimpinan Sekolah 1.pptx
Lokakarya tentang Kepemimpinan Sekolah 1.pptxLokakarya tentang Kepemimpinan Sekolah 1.pptx
Lokakarya tentang Kepemimpinan Sekolah 1.pptxrani414352
 
MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 6.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 6.pdfMODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 6.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 6.pdfAndiCoc
 

Recently uploaded (20)

UAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdf
UAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdfUAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdf
UAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdf
 
FARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi Sosial
FARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi SosialFARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi Sosial
FARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi Sosial
 
ASPEK KIMIA TUBUH dalam ilmu kesehatan dan kebidanan
ASPEK KIMIA TUBUH dalam ilmu kesehatan dan kebidananASPEK KIMIA TUBUH dalam ilmu kesehatan dan kebidanan
ASPEK KIMIA TUBUH dalam ilmu kesehatan dan kebidanan
 
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
PPt-Juknis-PPDB-2024 (TerbarU) kabupaten GIanyar.pptx
PPt-Juknis-PPDB-2024 (TerbarU) kabupaten GIanyar.pptxPPt-Juknis-PPDB-2024 (TerbarU) kabupaten GIanyar.pptx
PPt-Juknis-PPDB-2024 (TerbarU) kabupaten GIanyar.pptx
 
ATP MM FASE E MATEMATIKA KELAS X KURIKULUM MERDEKA
ATP MM FASE E MATEMATIKA KELAS X KURIKULUM MERDEKAATP MM FASE E MATEMATIKA KELAS X KURIKULUM MERDEKA
ATP MM FASE E MATEMATIKA KELAS X KURIKULUM MERDEKA
 
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptx
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptxSlide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptx
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptx
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Modul 5 Simetri (simetri lipat, simetri putar)
Modul 5 Simetri (simetri lipat, simetri putar)Modul 5 Simetri (simetri lipat, simetri putar)
Modul 5 Simetri (simetri lipat, simetri putar)
 
Aksi Nyata PMM - Merancang Pembelajaran berdasarkan Perkembangan Peserta Didi...
Aksi Nyata PMM - Merancang Pembelajaran berdasarkan Perkembangan Peserta Didi...Aksi Nyata PMM - Merancang Pembelajaran berdasarkan Perkembangan Peserta Didi...
Aksi Nyata PMM - Merancang Pembelajaran berdasarkan Perkembangan Peserta Didi...
 
Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkung
Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkungPenyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkung
Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkung
 
Aksi Nyata Menyebarkan Pemahaman Merdeka Belajar.pdf
Aksi Nyata Menyebarkan Pemahaman Merdeka Belajar.pdfAksi Nyata Menyebarkan Pemahaman Merdeka Belajar.pdf
Aksi Nyata Menyebarkan Pemahaman Merdeka Belajar.pdf
 
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptx
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptxAKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptx
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptx
 
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx
 
PELAKSANAAN + Link2 MATERI Training_ "AUDIT INTERNAL + SISTEM MANAJEMEN MUTU ...
PELAKSANAAN + Link2 MATERI Training_ "AUDIT INTERNAL + SISTEM MANAJEMEN MUTU ...PELAKSANAAN + Link2 MATERI Training_ "AUDIT INTERNAL + SISTEM MANAJEMEN MUTU ...
PELAKSANAAN + Link2 MATERI Training_ "AUDIT INTERNAL + SISTEM MANAJEMEN MUTU ...
 
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI TARI KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Lokakarya tentang Kepemimpinan Sekolah 1.pptx
Lokakarya tentang Kepemimpinan Sekolah 1.pptxLokakarya tentang Kepemimpinan Sekolah 1.pptx
Lokakarya tentang Kepemimpinan Sekolah 1.pptx
 
MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 6.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 6.pdfMODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 6.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 6.pdf
 

PERTEMUAN 9 KESEIM 3 SEKTOR.............

  • 2. Perekonomian Tiga Sektor • Pada perekonomian tiga sektor dimasukkan sektor pemerintah dalam analisis keseimbangan pendapatan nasional. • maka dalam perekonomian tiga sektor terdiri dari sektor rumah tangga, sektor bisnis/swasta, dan sektor pemerintah. • Adanya sektor pemerintah akan muncul pengeluaran pemerintah pada sisi pengeluaran dan pajak pada sisi pendapatan. Pajak yang dikenakan oleh pemerintah akan mengurangi tingkat pendapatan yang siap dikonsumsikan. Pendapatan yang siap dikonsumsi dikurangi dengan pajak, disebut dengan pendapatan disposibel.
  • 3. • Jenis pajak yang dikenakan oleh pemerintah dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis, yaitu: 1. Pajak regresif 2. Pajak progresif 3. Pajak proporsional 4. Pajak tetap (lump sum tax) Pengertian Uang • Uang merupakan alat pertukaran dalam sistem perekonomian. Tanpa uang, perekonomian akan sulit berkembang dan dibutuhkan berbagai kebetulan dalam proses pertukaran melalui barter. Uang yang dikenal terutama adalah uang kertas dan uang logam ditambah dengan uang giral, serta berbagai jenis uang lain yang mempunyai daya beli seperti uang.
  • 4. • Seperti halnya barang atau jasa, juga terdapat permintaan dan penawaran terhadap uang. Penawaran uang dipengaruhi oleh M1 dan M2. • Sedangkan permintaan uang dipengaruhi oleh seberapa besar pendapatan yang akan diterima bila uang disimpan dalam berbagai bentuk portfolio
  • 5. • Catatan yang menunjukkan nilai berbagai jenis transaksi yang terjadi antara suatu negara dengan negara lainnya disebut dengan neraca pembayaran (Balance of Payment). • Neraca pembayaran terdiri dari transaksi berjalan (Current Account) dan Neraca Modal (Capital Account). • Perekonomian internasional melibatkan berbagai negara dengan berbagai jenis mata uang. Nilai dari berbagai mata uang relatif berbeda bila kita bandingkan daya belinya dari tiap mata uang terhadap suatu barang. • Perbedaan daya beli tiap mata uang ini akan memberikan suatu nilai tukar atau kurs dari tiap mata uang dunia. Sistem nilai tukar yang dianut oleh berbagai negara terdiri dari dua jenis, yaitu: • 1. Sistem Nilai Tukar Tetap (Fixed Rate) • 2. Sistem Nilai Tukar Mengambang (Floating Rate)
  • 6. PENGARUH KEBIJAKAN FISKAL TERHADAP OUTPUT • Adanya pengeluaran pemerintah mengakibatkan keseimbangan pendapatan ekonomi berubah menjadi C+I+G. • GDP = Disposible Income (DI) + Pajak • Jika diasumsikan pajak tetap, maka selisih antara GDP dan DI tetap. • Asumptions: no foreign trade, transfers or depreciation
  • 7. Pengaruh Pajak terhadap DI dan Konsumsi W V U 45 C’ o C’ C C 3000 3000 300 200 Konsumsi (m $) GDP (m $) Dgn pajak $300 dan DI $3000, maka GDP=$3300. Konsumsi masih sebesar $3000 saat GDP=$3300 karena DI= $3000. Oleh karenanya Konsumsi mrp fungsi dari GDP dengan cara menggerakkan kurva CC ke kanan (C’C’). Besarnya pergeseren sebesar UV yang = jumlah pajak=$300. Cara lain dengan menurunkan sebesar $200= MPC=2/3 x turunnya Pendapatan 3300
  • 9. Dampak Pajak Terhadap Aggregate Demand (AD)/Permintaan Agregat GDP Pajak Disposable Income C I G Total Spending Tendensi Output (Y) (T) (Yd) = Y - T C+I+G 4200 300 3900 3600 200 200 4000 Turun 3900 300 3600 3400 200 200 3800 Turun 3600 300 3300 3200 200 200 3600 Equlibrium 3300 300 3000 3000 200 200 3400 Naik 3000 300 2700 2800 200 200 3200 Naik
  • 10. Keseimbangan Pendapatan • Secara Matematis: • Jika pajak yang dipungut oleh pemerintah adalah pajak lump sum (lump sum tax) yang tidak dipengaruhi oleh pendapatan. Y = C + I + G • Y = C0 + bYd + I + G • Y = C0 + b(Y – T) + I + G • Y = C0 + bY – bT + I + G • Y = 1/(1-b) (C0 – bT + I + G) I + G = S + T • I + G = - C0 + (1 – b)Yd + T • I + G = - C0 + (1 – b)(Y – T) + T • I + G = - C0 + (1 – b)Y + bT • Y = 1/(1-b) (C0 – bT + I + G)
  • 11. • Jika pajak yang dipungut oleh pemerintah adalah pajak sebagai fungsi dari pendapatan: T = T0 + tY • Y = C + I + G • Y = C0 + bYd + I + G • Y = C0 + b(Y – T0 – tY) + I + G • Y = C0 + bY – bT0 – btY + I + G • Y = 1/(1-b+bt) (C0 – bT0 + I + G) • I + G = S + T • I + G = - C0 + (1 – b)Yd + (T0 + tY) • I + G = - C0 + (1 – b)(Y – T0 – tY) + (T0 + tY) • I + G = - C0 + (1 – b)Y – (1 – b)T0 – (1 – b)tY + (T0 + tY) • I + G = - C0 + (1 – b)Y + bT0 + btY • Y = 1/(1-b+bt) (C0 – bT0 + I + G)
  • 12. Fiscal Policy Multipliers Y = C + I + G Y = C0 + bY + I + G Y = 1/(1-b) (C0 + I + G) Jika ada perubahan pengeluaran pemerintah/G (∆G), maka besarnya perubahan pendapatan/Y (∆Y) : Y+ Y = 1/(1-b) (C0 + I + G + G) Y = 1/(1-b) G dimana: Y = perubahan GDP, G = perubahan pengeluaran pemerintah, dan 1/(1-b) = koefisien pengganda fiskal.
  • 13. • Pengganda Pajak (tax multiplier) • Y = 1/(1-b) (C0 – bT + I + G) • Y + Y = 1/(1-b) (C0 – bT – bT + I + G) • Y = - 1/(1-b) bT • Perubahan GDP akibat adanya perubahan T : Y/T = - 1/(1-b) b • dimana: 1/(1-b) b adalah tax multiplier. Dengan kata lain tax multiplier = expenditure multiplier X MPC.
  • 14. • Prosedur yang sama dapat digunakan untuk menghitung pengganda pengeluaran pemerintah dan pajak untuk pajak sebagai fungsi dari pendapatan: T = T0 + tY, sehingga: • Pengganda Pengeluaran Pemerintah (government expenditure multiplier) • Y/G = 1/(1-b+bt) • Pengganda Pajak (tax multiplier) • Y/T0 = -1/(1-b+bt) b
  • 15. • sedangkan untuk menghitung pengaruh perubahan tarip pajak (t) terhadap GDP dapat dilakukan dengan partial derivative: • Recall: GDP ekuilibrium • Y = 1/(1-b+bt) (C0 – bT0 + I + G) • Y = (1-b+bt)-1 (C0 – bT0 + I + G) • ∆Y/∆t = - (1-b+bt)-2 (C0 – bT0 + I + G) • ∆Y/∆t = - b/(1-b+bt) [1/(1-b+bt) (C0 – bT0 + I + G)] • ∆Y/∆t = - b/(1-b+bt) Y
  • 16. Keterangan : • Syarat keseimbangan pendapatan nasional : Y = C + I + G + (X – M) I + G + X =S + T + M Ekspor adalah suntilkan (Injection atau J) kedalam aliran pendapatan Impor adalah bocoran (withdrawal atau W). • Keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian terbuka : C = a + bYd’ • I = Io, yaitu investasi nilainya tetap • G = Go, yaitu pengeluaran pemerintah nilainya tetap • T = To (nilai tetap) atau T = tY(pajak proposional) • X = Xo, yaitu ekspor nilainya tetap • M = mY, atau M = Mo + mY
  • 17. Lanjutan Keterangan • Secara grafik dalam pendekatan pengeluaran agregat penawaran agregat, keseimbangan pendapatan nasioanal dalam perekonomian terbuka dicapai apabila Fungsi pengeluaran agregat : AE = C + I + G + (X –M) memotong garis 45 derajat. • Dalam pendekatan suntikan dan bocoran keseimbangan pendapatan nasional dicapai apabila : • fungsi suntikan I + G + X berpotongan dengan • fungsi bocoran S + T + M