PERPUSTAKAAN ONLINE
Diposkan oleh filan89 Rabu, 07 April 2010 PENDAHULUAN

Sebuah Universitas adalah sebuah badan usaha / perusahaan yang bertujuan untuk menghasilkan
sebuah tenaga kerja yang siap pakai. Untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, sebuah
universitas harus menyediakan sebuah fasilitas atau tempat untuk menyimpan berbagai macam
sumber informasi dalam bentuk buku atau sejenisnya. Tempat inilah yang biasa kita sebut sebagai
perpustakaan. Hampir setiap Universitas mempunyai sebuah perpustakaan, tidak terkecuali ITS. ITS
yang mempunyai perpustakaan pusat. Bahkan hampir setiap fakultas juga mempunyai perpustakaan
seperti Ruang Baca FTIF. Ruang Baca FTIF merupakan salah satu perpustakaan kecil yang ada di
lingkungan ITS. Ruang Baca FTIF merupakan sebuah perpustakaan yang digunakan untuk
menunjang proses belajar mengajar yang dilakukan oleh Fakultas Teknologi Informasi. Untuk
mengefisiensikan dan mengefektifkan tugasnya, Ruang Baca FTIF mempunyai sebuah Sistem
Informasi Manajemen yang mencatat berbagai macam transaksi yang terjadi, sehingga petugas
dapat secara langsung menyiapkan sebuah laporan untuk pihak manajemen. Akan tetapi Sistem
Informasi yang ada telah ada masih mempunyai banyak kekurangan. Masih banyak proses bisnis dari
sebuah perpustakaan yang belum dijalankan. Salah satu contohnya adalah tidak adanya fasilitas
yang memberikan informasi kepada peminjam bahwa sebuah buku sedang dipinjam. Selain itu
seorang peminjam tidak dapat memberikan komentar tentang kebaikan atau kekurangan dari sebuah
buku. Oleh karena itu dalam penelitian ini penulis akan membuat sebuah Sistem Informasi
Perpustakaan yang merupakan sebuah perbaikan
dari sistem yang telah ada. Dengan adanya system yang baru ini diharapkan mampu memperlancar
semua operasi dari sebuah perpustakaan.

2. SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN
Pengertian, Tujuan dan Tugas Pokok Perpustakaan

Perpustakaan adalah institusi/lembaga yang menyediakan koleksi bahan perpustakaan tertulis,
tercetak dan terekam sebagai pusat sumber informasi yang diatur menurut sistem dan aturan yang
baku dan didayagunakan untuk keperluan pendidikan, penelitian dan rekreasi intelektual bagi
masyarakat Perpustakaan secara umum bertujuan untuk melakukan layanan informasi literal kepada
masyarakat. Tujuan khusus dibedakan oleh jenis perpustakaannya. Karena tujuannya member
layanan informasi literal kepada masyarakat maka tugas pokok adalah:
a) Menghimpun bahan pustaka yang meliputi buku dan nonbuku sebagai sumber informasi.
b) Mengolah dan merawat pustaka.
c) Memberikan layanan bahan pustaka.

Koleksi Perpustakaan
Beberapa jenis koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan adalah:
1. Buku Beberapa jenis buku yang dimiliki oleh sebuah Perpustakaan Perguruan Tinggi adalah
sebagai berikut:
a. Buku Teks.
b. Buku Penunjang.
c. Laporan Kerja Praktek.
d. Tugas Akhir atau Thesis.
e. Buku Tandon (Buku Tandon).

1. Koleksi Referensi
Isi buku referensi tidak mendalam dan kadang-kadang hanya memuat informasi tertentu saja

2. Jenis Serial (Terbitan Berkala)
Pada umumnya terbitan berkala berupa majalah dan koran. Jika dilihat dari isinya majalah dibedakan
majalah
populer, semi populer dan ilmiah

3. Brosur yaitu buku atau lembaranlembaran lepas yang memuat masalahmasalah aktual yang
bersifat sementara.

4. Bahan Pandang Dengar (Audio Visual) Bahan pandang dengar memuat informasi yang dapat
ditangkap secara
bersamaan oleh indra mata dan telinga

Klasifikasi Bahan Pustaka dan Penempatan Koleksi
Koleksi perpustakaan harus diolah dan diatur secara sistematis, dengan tujuan untuk memudahkan
penemuan kembali koleksi yang dibutuhkan. Kegiatan pengaturan atau pengelompokan bahan
pustaka berdasarkan aturan tertentu disebut dengan klasifikasi. Tujuan klasifikasi dapat dirinci
sebagai berikut:
A. Menghasilkan urutan yang berguna
B. Penempatan yang tepat bila bahan pustaka diperlukan pemakai, pustaka yang diinginkan mudah
diketemukan serta mudah dikembalikan.
C. Penyusunan mekanis bahan pustaka baru mudah disisipkan di antara bahan pustaka yang sudah
dimiliki. Klasifikasi yang digunakan untuk menayakan subjek berkelas (pengkelasan atau
pengelompokan berdasarkan subjek yang dikandung sebuah buku) adalah bagan klasifikasi seperti :
a) Dewey Decimal Classification (DDC) yang dalam istilah Indonesia dikenal dengan Klasifikasi
Persepuluhan Dewey.
b) Universal Decimal Classification (UDC)
c) Library of Conggress Classification (LC)

Katalog
Secara umum pengertian katalog adalah suatu daftar yang terurut yang berisi informasi tertentu dari
benda atau barang yang didaftar. Secara lebih luas pengertian katalog adalah metode penyusunan
item (berisi informasi atau keterangan tertentu) dilakukan secara sistematis baik menurut abjad
maupun urutan logika yang lain. Pemakai perpustakaan menggunakan koleksi perpustakaan untuk
mencari bacaan rekreasional, atau informasi untuk melakukan kegiatan penelitian, dan sebagai alat
bantu belajar maupun kegiatan lainnya. Mungkin saja pemakai tidak dapat menemukan buku yang
diinginkan dalam rak. Untuk mengetahui buku apa saja yang dimiliki perpustakaan diperlukan alat
bantu yang disebut katalog perpustakaan. Jadi catalog perpustakaan adalah daftar buku dalam
sebuah perpustakaan atau dalam sebuah koleksi. Katalog perpustakaan berarti sistematika daftar
buku atau bahan pustaka yang lain di dalam perpustakaan yang memberi informasi tentang
pengarang, judul, edisi , penerbit, tahun terbit,ciri fisik, isi (subjek), dan lokasi bahan pustaka tersebut
disimpan. Tujuan pengkatalogan menurut C.A. Cutter adalah:

1. Memudahkan sesesorang menemukan sebuah karya yang telah diketahui pengarang, judul atau
subjeknya.
2. Memperlihatkan apa yang dimiliki perpustakaan melalui nama pengarang, subjek dan jenis
literaturnya
3. Membantu pemilihan sebuah karya seperti dalam hal edisinya secara bibliografis dan karakternya
(topic).

Jenis Layanan Perpustakaan
Beberapa Jenis Layanan Perpustakaan secara umum adalah sebagai berikut :
a. Layanan peminjaman bahan pustaka (layanan sirkulasi) Layanan peminjaman bahan pustaka
adalah layanan kepada pemakai perpustakaan berupa peminjaman bahan pustaka yang dimilikii
perpustakaan.
b. Layanan referensi Koleksi ini tidak boleh dibawa pulang oleh pengunjung perpustakaan dan hanya
untuk dibaca ditempat.
c. Layanan ruang baca Layanan ruang baca adalah layanan yang diberikan oleh perpustakaan
berupa tempat layanan untuk melakukan kegiatan membaca di perpustakaan.

Layanan Sirkulasi
Layanan sirkulasi atau layanan pemijaman dan pengembalian bahan pustaka adalah satu kegiatan di
perpustakaan yang melayani peminjaman dan pengembalian buku. Kegiatan sirkulasi dapat
dilaksanakan sesudah buku-buku selesai diproses dengan lengkap dengan labellabelnya seperti
kartu buku, kartu tanggal kembali, kantong buku, dan call number pada punggung buku. Menurut
Sulistyo-Basuki, bagian layanan sirkulasi mempunyai tugas melayani pengunjung perpustakaan
khususnya hal berikut ini :

1. Mengawasi keluarnya setiap bahan pustaka dari ruang perpustakaan.
2. Pendaftaran anggota perpustakaan Salah satu tugas dari bagian sirkulasi adalah menerima
pendaftaran anggota perpustakaan.
3. Peminjaman dan pengembalian bahan pustaka
4. Memberikan sanksi bagi anggota yang terlambat mengembalikan pinjaman.
5. Memberikan peringatan bagi anggota yang belum mengembalikan pinjaman
6. Menentukan penggantian buku yang dihilangkan anggota.
7. Membuat statistik sirkulasi
8. Penataan koleksi di jajaran/rak


3. PERANCANGAN SISTEM
Pada bab ini akan dijelaskan metodologi yang digunakan dalam perancangan sistem. Selanjutnya
akan dijelaskan tentang analisa kebutuhan, perancangan proses dan basis data dari Sistem Informasi
RBFTIF.

Metodologi Perancangan
Permodelan sistem pada tugas akhir ini menggunakan UML (Unified Modelling Language) dan
dengan menggunakan tool Rational Rose 2002. Alasan dari penggunaan UML dalam proses
modeling pada tugas akhir ini adalah karena UML menjadi notasi standar untuk arsitektur perangkat
lunak dan merupakan bahasa standar industri untuk memvisualisasikan, membangun, dan
mendokumentasikan sistem.

Analisa Kebutuhan
Dari hasil analisa kebutuhan dapat ditentukan bahwa kebutuhan sistem adalah dapat menangani
proses berikut:
1. Manajemen user.
2. Pemeliharaan data anggota.
3. Pemeliharaan data koleksi.
4. Sirkulasi
5. Menampilkan berita .
6. Layanan burn koleksi CD.
7. Layanan foto copy koleksi .
8. Download koleksi digital.
9. Download paper tugas akhir.
10. Resensi sebuah buku.
11. Penelusuran koleksi.
12. Usulan pertambahan koleksi.
13. Pembuatan laporan.

Perancangan Sistem
Berdasarkan studi lapangan dan analisa yang dilakukan, aktor yang terlibat pada sistem ini adalah
sebagai berikut:

1. Aktor User Internal Aktor User Internal Yang termasuk dalam kelompok actor ini adalah:
a) Aktor Pustakawan adalah seorang yang diberi tanggungjawab untuk mengelola perpustakaan.
b) Aktor Administrator adalah seorang yang bertanggungjawab untuk memelihara system informasi
yang telah dibuat.
c) Aktor Kajur adalah seorang yang mempunyai peran dalam pengembangan ruang baca jurusan

2. Aktor User Eksternal Aktor User Eksternal adalah semua actor yang tidak termasuk dalam actor
internal. Aktor User Eksternal ini dibagi lagi menjadi dua bagian antara lain:
a) Anggota, yang termasuk dalam aktor ini adalah aktor Dosen, aktor Mahasiswa, actor Anggota
Luar.
b) Non anggota. Yang menggambarkan aktor-aktor yang terlibat di dalam sistem. Gambaran umum
dari sebuah sistem dapat digambarkan oleh sebuah use case diagram. Secara garis besar Sistem
Informasi ruang baca FTIF mempunyai beberapa use case yang disediakan untuk aktor-aktor yang
berpartisipasi di dalam sistem. Use case tersebut antara lain : Sistem Manajemen Data Master Use
case ini menyediakan fasilitas untuk menambah, menghapus, mengedit, dan mereview data-data
master. Yang termasuk data master adalah data anggota dan data koleksi.

• Sistem Pengolahan Use case ini menyediakan fasilitas untuk mencetak barcode koleksi, barcode
anggota dan juga mencetak catalog koleksi.
• Sistem Laporan Use case ini menyedikan fasilitas untuk membuat laporan-laporan yang dibutuhkan
bagi pihak managemen.
• Sistem Usulan Use case ini menyediakan fasilitas untuk memproses usulan-usulan yang diajukan
oleh pustakawan ke pihak
• Sistem Pelayanan Use case ini menyediakan fasilitas untuk menambah, menghapus, mengedit dan
mereview berbagai macam bentuk pelayanan.
• Manajemen User Use case ini menyediakan fasilitas untuk menambah, menghapus, mengedit, dan
melihat user-user yang memakai sistem.

4. UJI COBA DAN EVALUASI
Lingkungan Uji Coba
Lingkungan uji coba dilakukan pada dua komputer. Komputer pertama berfungsi sebagai server web
dan server database, sedangkan komputer kedua berfungsi sebagai client. Server web yang
digunakan adalah Microsoft Internet Information Service (IIS). Sedangkan server database yang
digunakan adalah SQLServer 2000.

Uji Coba Proses
Pada sub bab ini akan dijelaskan uji coba pada beberapa proses untuk membuktikan keakuratan dari
pemrosesan data. Sehingga skenario uji coba yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Skenario pendaftaran Anggota
Syarat menjadi anggota ruang baca adalah registrasi. Untuk melakukan registrasi seorang yang
belum menjadi anggota dapat mendaftarkan langsung ke Pustakawan akan tetapi dia harus mengisi
formulir pendaftaran secara online. Setelah user mengisi formulir tersebut, maka data tersebut akan
dapat dilihat oleh Pustakawan. Setelah calon anggota tersebut melakukan pembayaran maka
Pustakawan dapat melakukan registrasi, dengan menekan link registrasi. Setelah menekan link
tersebut maka akan tampil halaman FormRegistrasi.asp yang digunakan untuk meregistrasi anggota
baru.

2. Skenario Pengusulan
Pembelian Buku Untuk membeli sebuah buku diawali oleh Dosen yang mengusulkan sebuah buku.
Setelah itu data usulan dimasukkan, Dosen akan dapat melihat bahwa data usulannya masuk di
dalam daftar usulan yang belum disetujui. Setelah usulan-usulan Dosen disimpan, tugas Pustakawan
adalah menyeleksi apakah usulan tersebut dihapus (ditolak) atau dibiarkan sehingga usulan tersebut
masuk dalam pengajuan usulan ke Kajur. Selain itu juga dapat mengubah data usulan jika data
tersebut salah sebelum disetujui oleh kajur. Proses ini disebut manajemen Usulan. Selanjutnya Kajur
akan menyetujui usulan-usulan yang telah diajukan ke padanya. Sistem akan menyediakan Form
Persetujuan Usulan untuk menyetujui usulan tersebut. Pada Form ini akan ditampilkan data usulan
yang belum disetujui. Data tersebut diurutkan berdasarkan jumlah pengusul.

3. Skenario Pengolahan
Setelah melakukan pembelian buku, Pustakawan harus memasukkan data koleksi tersebut ke dalam
sistem. Kemudian proses pengelolan akan dimulai . Dengan sistem ini Pustakawan dapat mencetak
barcode koleksi untuk masing-masing koleksi pustaka. Selain itu sistem juga dapat membantu
Pustakawan untuk mencetak barcode Anggota.

4. Skenario Peminjaman
Setelah sebuah koleksi melalui proses pengolahan, maka koleksi tersebut sudah dapat dipinjamkan
kepada anggota. Ketika anggota meminjam buku perpustakaan, Pustakawan memasukkan no
anggota dan menekan tombok Ok. Setelah itu sistem akan menyimpan data peminjaman dan akan
menampilkan form untuk menambahkan data detail peminjaman. Dan Pustakawan mengisikan Kode
Barcode dari koleksi yang akan dipinjam, tanggal kembali dan menekan tombol Ok. Bila pengisian
tersebut salah, pustakawan dapat menekan tombol delete untuk menghapus data tersebut.

5. Skenario Pengembalian
Pada saat anggota mengembalikan buku pinjamannya, Pustakawan harus mencatat data
pengembalian. Untuk mencatat data pengembalian Pustakawan mengisikan barcode koleksi yang
dikembalikan pada form Pengembalian dan menekan tombol Find. Pada form ini informasi peminjam,
informasi bukubuku yang telah dipinjam namun belum dikembalikan, tanggal terakhir harus
dikembalikan, dan denda yang harus dibayar, jumlah perpanjangan yang pernah dilakukan akan
ditampilkan. Untuk mencatat data pengembalian Pustawakan harus menandai buku yang
dikembalikan pada form pengembalian, mengisi denda untuk masing-masing buku, dan menekan
tombol pengembalian.

6. Skenario Perpanjangan
Setelah Pustakawan menandai buku yang akan diperpanjang, mengisi tanggal perpanjangan dan
menekan tombol perpanjangan, maka tanggal kembali akan berubah, dan jumlah perpanjangan
berubah dari angka nol menjadi angka satu. Angka satu pada jumlah perpanjangan menunjukkan
buku tersebut sudah diperpanjang sebanyak satu kali.

7. Skenario Booking Buku.
Seorang anggota dapat melihat status dari buku-buku yang ada pada perpustakaan secara online.
Setelah mengetahui bahwa buku yang mau dipinjam sudah dipinjam oleh orang lain, maka buku ini
dapat di-booking sehingga orang yang meminjam buku tersebut tidak diperbolehkan untuk
memperpanjang peminjamannya. Setelah ditambahkan anggota dapat melihat semua buku-buku
yang dibooking pada keranjang booking. Setelah melakukan booking anggota menunggu sampai
status buku tersebut sudah dikembalikan. Jika sudah dikembalikan, maka anggota tersebut langsung
menuju ke perpustakaan untuk melakukan peminjaman buku yang telah dipesan. Data booking sudah
dapat dilihat oleh Pustakawan pada form peminjaman, sehingga Pustakawan dapat langsung
menambahkan ke data peminjaman, ketika anggota tersebut meminjam.

Contoh HIPO




Contoh DFD.
Contoh Flowchart
AUDIT PENGOLAHAN DATA ELEKTRONIK


1.   Pengertian

Menurut Ron Weber : EDP Auditing adalah proses mengumpulkan dan menilai bukti untuk
menentukan apakah sistem computer mampu mengamankan harta, memelihara
kebenaran data, mampu mencapai tujuan organisasi perusahaan secara efektif, dan menggunakan
aktiva perusahaan secara hemat.

Menurut Gallegos, Richardson dan Borthick : Komputer Auditing adalah evaluasi atas sistem
informasi computer, penggunaan, dan operasi untuk meyakinkan integritas atas informasi unit
usaha.     Evaluasi   tersebut    termasuk    penilaian   atas     efisiensi,    efektivitas
dan ekonomisasi penggunaan komputer.



2.   Metode Audit EDP :
Auditing around the Computer

Yaitu suatu pendekatan audit dengan memperlakukan komputer                    sebagai ”kotak
hitam”.    Teknik    ini  tidak   menguji     langkah-2    proses  secara     langsung, cara
ini hanya berfokus pada masukan dan keluaran dari sistem komputer.

     Auditing through the Computer

Adalah suatu pendekatan yang berorientasi pada komputer ”dengan membuka
kotak hitam” dan secara langsung berfokus pada operasi pemrosesan dalam
sistem    komputer.      Cara   ini     menggunakan     asumsi    bahwa     apabila   sistem
pemrosesan     ditemukan      pengendalian    yang     memadai,     maka    kesalahan    dan
penyalahgunaan      tampaknya     tidak    akan    terlewat    untuk   dideteksi.   Sehingga
keluarannya dapat diterima.

     Auditing with the Computer

Adalah    audit    yang      menggunakan     komputer     sendiri  (audit   software)    untuk
membantu       melaksanakan      langkah-2    audit,  yaitu    dalam    pengujian    substantif
(menguji saldo-2 perkiraan laporan keuangan).



3.      Komponen sistem EDP

1. Hardware
Didalam prosesnya EDP menggunakan hardware dalam menjalankan pekerjaan, perangkat
hardware itu seperti :

• CPU
• Peralatan Input data (Keyboard, Mouse, joystik dll.)
• Peralatan Output data (Printer, monitor, proyektor dll.)

2. Software
Selain menggunakan hardware EDP juga menggunakan software tertentu untuk pengoprasian
komputer, jenis-jenis software yang digunakan di dalam EDP adalah sistem program dan
program aplikasi.

a. Sistem Program

Program yang menjalankan fungsi umum yang dibutuhkan dalam pengoprasian komputer,
sistem program ini meliputi :

• OS (Operating System) Program dasar yang digunakan untuk pengoprasian komputer.
• Utility System Digunakan untuk melaksanakan tugas-tugas umum,Copy, Paste

• Compilers dan Assembler Digunakan untuk mengubah bahasa program kedalam bahasa yang
dimengerti oleh komputer.

• Database Management System Digunakan dalam pengendalian file dan record.

b. Program Aplikasi

Dalam pemakaiannya digunakan untuk menjalankan proses tugas-tugas tertentu misalkan :
Program Akuntansi dalam sebuah perusahaan, audit, perbankkan dll.

Perbedaan audit Manual VS Sistem EDP

1. Visibility

    Auditor        tidak        mampu      melihat      formulir      transaksi       yang          diproses
menggunakan komputer.

    Auditor       tidak    dapat     melihat   bagaimana       computer         memproses        transaksi,
melakukan       perhitungan,        pemindahbukuan,     dll.   Dan      buktinyapun         tidak     dapat
dilihat.

       Komputer       dapat      memproses      suatu     transaksi      secara       serentak        untuk
memenuhi beberapa tujuan.

2. Sarana dan Fasilitas

Sistem komputer yang memerlukan sistem, ruang, peralatan, perawatan, dan fasilitas yang khusus.

3. Personalia

Sistem komputer yang memerlukan perangkat keras, perangkat lunak, pegawai yang ahli dan terlatih
dibidangnya.

4. Pemisahan Tugas

Untuk        mencapai      tujuan     pengendalian,     biasanya      dicapai     melalui      pemisahan
fungsi pengumpulan dan pemrosesan data seperti dalam sistem manual.

5. Kemungkinan Terjadinya Kesalahan dan Kecurangan

Menurunnya        keterlibatan      manusia    dalam     penanganan       transaksi     yang        diproses
oleh       computer     dapat    mengurangi    kemungkinan     untuk      mengamati         kesalahan     &
kecurangan.      Kesalahan        &     kecurangan      yang    terjadi      selama     perancangan
ataupun       pengubahan      program       aplikasi   dapat   tetap      tidak   terdeteksi   untuk
jangka waktu yang lama.

6. Kemungkinan meningkatnya supervisi manajemen

7. Pelaksanaan Transaksi Kemudian dengan komputer

Sistem Pegendalian Intern dalam EDP

Tujuan SPI dalam EDP adalah :

1. Untuk melindungi harta perusahaan
2. Mengecek kecermatan dan keandalan data akuntansi
3. Meningkatkan efisiensi usaha
4. Mendorong ditaatinya kebijakan manajemen yang telah digariskan


Pengendalian Intern dibagi menjadi dua :

1. Pengendalian administratif, meliputi :

Renana organisasi, metode dan prosedur untuk meningkatkan efisiensi
operasi dan mendorong ditaatinya kebijakan manajemen yang telah
digariskan.

2. Pengendalian akuntansi, meliputi :
Organisasi, semua prosedur dan catatan yang berhubungan dengan
pengamanan harta kekayaan, serta dapat dipercayainya catatan keuangan.

Pengendalian akuntansi tambahan, telah dispesifikasikan pada waktu suatu komputer digunakan untuk
memproses data akuntansi.
Pengendalian Aplikasi :

Pengendalian umum termasuk :

1. Rencana organisasi dan operasi aktivitas EDP

2. Prosedur untuk mendokumentasikan, meminjam, menguji, dan menyetujui sistem atau program
dan perubahan yang sebelumnya.

3. Pengendalian yang dibangun dalam peralatan oleh pabrikan
4. Pengendalian atas akses peralatan dan berkas data

5. Data      lain     dan   pengendalian   prosedural   yang   mempengaruhi    operasi     PDE
secara keseluruhan.

Pengendalian aplikasi termasuk :

1. Pengendalian masukan

Pengendalian input merupakan fungsi yang penting karena banyak kesalahan yang terjadi pada
input data. Pengendalian input dirancang guna memperoleh kepastian bahwa data yang diterima
untuk processing telah disahkan dan diubah sesuai dengan bahasa yang diketahui komputer.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengendalian input :

a) Pengesahan

Semua transaksi harus disetujui dan disahkan oleh management atau orang yang diberi
wewenang. Dalam beberapa kasus, komputer melakukan fungsi pengesahan, misalnya perintah
pembelian secara otomatis akan dikeluarkan komputer bila persediaan sudah mencapai tingkat
tertentu.

b) Konfersi input data

Pengendalian konversi input data dalam bahasa mesin dimaksudkan untuk memastikan bahwa
data telah dimasukkan dengan benar dan konfersi data dilakukan dengan valid.

Pengendalian ini meliputi :

- Pengendalian verifikasi, yaitu dengan cara memilih sebagian input data dari sumber dokumen
yang sama oleh orang kedua dan membandingkan hasilnya, atau menggunakan turn-araound
document.

Edit komputer :

- cek kesalahan dat

-cek validitas karakter

-cek limit

-cek validitas tanda

-cek validitas kode
-pengendalian total/jumlah

c) Koreksi kesalahan

      Koreksi pada data yang tidak benar penting untuk ketepatan pencatatan dalam akuntansi.
Kesalahan harus dibenarkan oleh pihak yang bertanggung jawab, misalnya kesalahan dari
dokumen sumber dikoreksi departement pemakai, sedangkan kesalahan konversi dikoreksio
departement edp.

2. Pengendalian pemrosesan

Pengendalian proses dirancang untuk memberikan kepastian bahwa proses komputer dilaksanakan
seperti yang diharapkan pada aplikasi tertentu. Pengendalian ini harus menghindarkan dari
kehilangan, penambahan, penggandaan, selama proses berlangsung. Pengandalian proses yang
lazim dilaksankan adalah :

1) Pengendalian jumlah

2) Label identifikasi untuk file

3) Cek kelayakan / batas

4) Laporan sebelum dan sesudah update master file

5) Sequensial tes

6) Proses penelusuran data

3. Pengendalian keluaran

Tujuan pengendalian output adalah untuk mastikan kebenaran hasil proseccing dan memastikan
bahwa hanya personil berwenang yang berhak menerima output tersebut. Ketepatan dari hasil
prosesing harus mencakup file yang di up-date dan hasil cetakannya.

Pengendalian output meliputi :

1) Rekonsiliasi penjumlahan

2) Perbandingan dengan dokumen sumber

3) Penelitian visual

Pertukaran data elektronik (EDI) :

PERTUKARAN DATA ELEKTRONIK (Electronic Data Interchange – EDI)
Transmisi data dalam bentuk terstruktur dan dapat dibaca mesin secara langsung dari komputer ke
komputer antara beberapa perusahaan

EDI adalah implementasi yang dominan dari sistem informasi antar organisasi

Ada dua standar utama EDI :

1.The American National Standards Institute standar ASC X 12 digunakan di Amerika
Utara
2.The EDIFACT International Standards digunakan di Eropa

ELECTRONIC DATA INTERCHANGE.

Pemanfaatan EDI di Indonesia nampaknya masih belum mengalami pertumbuhan dan
perkembangan yang signifikan. Masih sangat jarang yang memanfaatkan system ini sebagai salah
satu komponen teknologi informasi. Definisi EDI sendiri ialah pertukaran data secara elektronik antar
perusahaan dengan menggunakan format data standar yang telah disepakati bersama.

Dengan EDI ini perusahaan akan lebih mudah dalam melakukan pertukaran data baik didalam
internal organisasi ataupun dengan pihak stakeholder. Berikut ini ialah keuntungan yang akan
didapatkan organisasi jika menerapkan EDI.

* Penghematan Biaya : Penghematan ini didapatkan karena dengan EDI tidak akan ada biaya kertas,
tidakada biaya penyimpanan dokumen kertas dan tidak akan ada biaya pengiriman dokumen kertas.

* Kecepatan : Kecepatan ini didapatkan karena dengan EDI leadtime pengiriman dokumen hanya
kurang dari 1 menit.

* Keakuratan : EDI akan mampu menghasilkan tingkat akurasi tinggi karena tidak ada entry data
ulang. Selain itu sistem EDI sudah dilengkapi dengan ECC (Error Correction Control) yang akan
mengidentifikasi kesalahan dengan cepat sehingga dapat segera diperbaiki.

* Keamanan : Penggunaan enkripsi dokumen membuat dokumen hampir tidak bisa dipalsukan.

* Integrasi : Integrasi antar sistem dapat dilakukan dengan perantara EDI. Setiap unit didalam
organisasi akan terintegrasi dengan adanya EDI didalamnya sehingga proses menjadi lebih efisien.

Risiko Audit :

1.   Risiko      Inherent,     adalah      risiko      yang     berasal     dari    adanya      kemungkinan
kesalahan material yang dikandung oleh laporan keuangan yang diaudit

2.   Risiko      pengendalian,    adalah      risiko     yang     berasal    dari   adanya      kemungkinan
kesalahan         yang       berasal       dari        ketidakmampuan          sistem        intern   untuk
menemukan, menghindarkan kesalahan secara dini.

3.   Risiko      deteksi,     adalah    risiko         yang     berasal     dari    adanya      kemungkinan
auditor tidak menemukan kesalahan material sewaktu melakukan audit.
Pengetahuan yang harus dimiliki oleh auditor komputer :

1.Computer system, operations dan software.

2. CIS techniques

3. Management concept & practices

4. Security of the CIS functions

5. Assesment of Risk and Threats

6. Auditing Concepts and Practices

7. Additional Qualifications

Perpustakaan online

  • 1.
    PERPUSTAKAAN ONLINE Diposkan olehfilan89 Rabu, 07 April 2010 PENDAHULUAN Sebuah Universitas adalah sebuah badan usaha / perusahaan yang bertujuan untuk menghasilkan sebuah tenaga kerja yang siap pakai. Untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, sebuah universitas harus menyediakan sebuah fasilitas atau tempat untuk menyimpan berbagai macam sumber informasi dalam bentuk buku atau sejenisnya. Tempat inilah yang biasa kita sebut sebagai perpustakaan. Hampir setiap Universitas mempunyai sebuah perpustakaan, tidak terkecuali ITS. ITS yang mempunyai perpustakaan pusat. Bahkan hampir setiap fakultas juga mempunyai perpustakaan seperti Ruang Baca FTIF. Ruang Baca FTIF merupakan salah satu perpustakaan kecil yang ada di lingkungan ITS. Ruang Baca FTIF merupakan sebuah perpustakaan yang digunakan untuk menunjang proses belajar mengajar yang dilakukan oleh Fakultas Teknologi Informasi. Untuk mengefisiensikan dan mengefektifkan tugasnya, Ruang Baca FTIF mempunyai sebuah Sistem Informasi Manajemen yang mencatat berbagai macam transaksi yang terjadi, sehingga petugas dapat secara langsung menyiapkan sebuah laporan untuk pihak manajemen. Akan tetapi Sistem Informasi yang ada telah ada masih mempunyai banyak kekurangan. Masih banyak proses bisnis dari sebuah perpustakaan yang belum dijalankan. Salah satu contohnya adalah tidak adanya fasilitas yang memberikan informasi kepada peminjam bahwa sebuah buku sedang dipinjam. Selain itu seorang peminjam tidak dapat memberikan komentar tentang kebaikan atau kekurangan dari sebuah buku. Oleh karena itu dalam penelitian ini penulis akan membuat sebuah Sistem Informasi Perpustakaan yang merupakan sebuah perbaikan dari sistem yang telah ada. Dengan adanya system yang baru ini diharapkan mampu memperlancar semua operasi dari sebuah perpustakaan. 2. SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN Pengertian, Tujuan dan Tugas Pokok Perpustakaan Perpustakaan adalah institusi/lembaga yang menyediakan koleksi bahan perpustakaan tertulis, tercetak dan terekam sebagai pusat sumber informasi yang diatur menurut sistem dan aturan yang baku dan didayagunakan untuk keperluan pendidikan, penelitian dan rekreasi intelektual bagi masyarakat Perpustakaan secara umum bertujuan untuk melakukan layanan informasi literal kepada masyarakat. Tujuan khusus dibedakan oleh jenis perpustakaannya. Karena tujuannya member layanan informasi literal kepada masyarakat maka tugas pokok adalah: a) Menghimpun bahan pustaka yang meliputi buku dan nonbuku sebagai sumber informasi. b) Mengolah dan merawat pustaka. c) Memberikan layanan bahan pustaka. Koleksi Perpustakaan Beberapa jenis koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan adalah: 1. Buku Beberapa jenis buku yang dimiliki oleh sebuah Perpustakaan Perguruan Tinggi adalah sebagai berikut: a. Buku Teks. b. Buku Penunjang. c. Laporan Kerja Praktek. d. Tugas Akhir atau Thesis. e. Buku Tandon (Buku Tandon). 1. Koleksi Referensi Isi buku referensi tidak mendalam dan kadang-kadang hanya memuat informasi tertentu saja 2. Jenis Serial (Terbitan Berkala) Pada umumnya terbitan berkala berupa majalah dan koran. Jika dilihat dari isinya majalah dibedakan majalah populer, semi populer dan ilmiah 3. Brosur yaitu buku atau lembaranlembaran lepas yang memuat masalahmasalah aktual yang bersifat sementara. 4. Bahan Pandang Dengar (Audio Visual) Bahan pandang dengar memuat informasi yang dapat ditangkap secara
  • 2.
    bersamaan oleh indramata dan telinga Klasifikasi Bahan Pustaka dan Penempatan Koleksi Koleksi perpustakaan harus diolah dan diatur secara sistematis, dengan tujuan untuk memudahkan penemuan kembali koleksi yang dibutuhkan. Kegiatan pengaturan atau pengelompokan bahan pustaka berdasarkan aturan tertentu disebut dengan klasifikasi. Tujuan klasifikasi dapat dirinci sebagai berikut: A. Menghasilkan urutan yang berguna B. Penempatan yang tepat bila bahan pustaka diperlukan pemakai, pustaka yang diinginkan mudah diketemukan serta mudah dikembalikan. C. Penyusunan mekanis bahan pustaka baru mudah disisipkan di antara bahan pustaka yang sudah dimiliki. Klasifikasi yang digunakan untuk menayakan subjek berkelas (pengkelasan atau pengelompokan berdasarkan subjek yang dikandung sebuah buku) adalah bagan klasifikasi seperti : a) Dewey Decimal Classification (DDC) yang dalam istilah Indonesia dikenal dengan Klasifikasi Persepuluhan Dewey. b) Universal Decimal Classification (UDC) c) Library of Conggress Classification (LC) Katalog Secara umum pengertian katalog adalah suatu daftar yang terurut yang berisi informasi tertentu dari benda atau barang yang didaftar. Secara lebih luas pengertian katalog adalah metode penyusunan item (berisi informasi atau keterangan tertentu) dilakukan secara sistematis baik menurut abjad maupun urutan logika yang lain. Pemakai perpustakaan menggunakan koleksi perpustakaan untuk mencari bacaan rekreasional, atau informasi untuk melakukan kegiatan penelitian, dan sebagai alat bantu belajar maupun kegiatan lainnya. Mungkin saja pemakai tidak dapat menemukan buku yang diinginkan dalam rak. Untuk mengetahui buku apa saja yang dimiliki perpustakaan diperlukan alat bantu yang disebut katalog perpustakaan. Jadi catalog perpustakaan adalah daftar buku dalam sebuah perpustakaan atau dalam sebuah koleksi. Katalog perpustakaan berarti sistematika daftar buku atau bahan pustaka yang lain di dalam perpustakaan yang memberi informasi tentang pengarang, judul, edisi , penerbit, tahun terbit,ciri fisik, isi (subjek), dan lokasi bahan pustaka tersebut disimpan. Tujuan pengkatalogan menurut C.A. Cutter adalah: 1. Memudahkan sesesorang menemukan sebuah karya yang telah diketahui pengarang, judul atau subjeknya. 2. Memperlihatkan apa yang dimiliki perpustakaan melalui nama pengarang, subjek dan jenis literaturnya 3. Membantu pemilihan sebuah karya seperti dalam hal edisinya secara bibliografis dan karakternya (topic). Jenis Layanan Perpustakaan Beberapa Jenis Layanan Perpustakaan secara umum adalah sebagai berikut : a. Layanan peminjaman bahan pustaka (layanan sirkulasi) Layanan peminjaman bahan pustaka adalah layanan kepada pemakai perpustakaan berupa peminjaman bahan pustaka yang dimilikii perpustakaan. b. Layanan referensi Koleksi ini tidak boleh dibawa pulang oleh pengunjung perpustakaan dan hanya untuk dibaca ditempat. c. Layanan ruang baca Layanan ruang baca adalah layanan yang diberikan oleh perpustakaan berupa tempat layanan untuk melakukan kegiatan membaca di perpustakaan. Layanan Sirkulasi Layanan sirkulasi atau layanan pemijaman dan pengembalian bahan pustaka adalah satu kegiatan di perpustakaan yang melayani peminjaman dan pengembalian buku. Kegiatan sirkulasi dapat dilaksanakan sesudah buku-buku selesai diproses dengan lengkap dengan labellabelnya seperti kartu buku, kartu tanggal kembali, kantong buku, dan call number pada punggung buku. Menurut Sulistyo-Basuki, bagian layanan sirkulasi mempunyai tugas melayani pengunjung perpustakaan khususnya hal berikut ini : 1. Mengawasi keluarnya setiap bahan pustaka dari ruang perpustakaan. 2. Pendaftaran anggota perpustakaan Salah satu tugas dari bagian sirkulasi adalah menerima pendaftaran anggota perpustakaan.
  • 3.
    3. Peminjaman danpengembalian bahan pustaka 4. Memberikan sanksi bagi anggota yang terlambat mengembalikan pinjaman. 5. Memberikan peringatan bagi anggota yang belum mengembalikan pinjaman 6. Menentukan penggantian buku yang dihilangkan anggota. 7. Membuat statistik sirkulasi 8. Penataan koleksi di jajaran/rak 3. PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dijelaskan metodologi yang digunakan dalam perancangan sistem. Selanjutnya akan dijelaskan tentang analisa kebutuhan, perancangan proses dan basis data dari Sistem Informasi RBFTIF. Metodologi Perancangan Permodelan sistem pada tugas akhir ini menggunakan UML (Unified Modelling Language) dan dengan menggunakan tool Rational Rose 2002. Alasan dari penggunaan UML dalam proses modeling pada tugas akhir ini adalah karena UML menjadi notasi standar untuk arsitektur perangkat lunak dan merupakan bahasa standar industri untuk memvisualisasikan, membangun, dan mendokumentasikan sistem. Analisa Kebutuhan Dari hasil analisa kebutuhan dapat ditentukan bahwa kebutuhan sistem adalah dapat menangani proses berikut: 1. Manajemen user. 2. Pemeliharaan data anggota. 3. Pemeliharaan data koleksi. 4. Sirkulasi 5. Menampilkan berita . 6. Layanan burn koleksi CD. 7. Layanan foto copy koleksi . 8. Download koleksi digital. 9. Download paper tugas akhir. 10. Resensi sebuah buku. 11. Penelusuran koleksi. 12. Usulan pertambahan koleksi. 13. Pembuatan laporan. Perancangan Sistem Berdasarkan studi lapangan dan analisa yang dilakukan, aktor yang terlibat pada sistem ini adalah sebagai berikut: 1. Aktor User Internal Aktor User Internal Yang termasuk dalam kelompok actor ini adalah: a) Aktor Pustakawan adalah seorang yang diberi tanggungjawab untuk mengelola perpustakaan. b) Aktor Administrator adalah seorang yang bertanggungjawab untuk memelihara system informasi yang telah dibuat. c) Aktor Kajur adalah seorang yang mempunyai peran dalam pengembangan ruang baca jurusan 2. Aktor User Eksternal Aktor User Eksternal adalah semua actor yang tidak termasuk dalam actor internal. Aktor User Eksternal ini dibagi lagi menjadi dua bagian antara lain: a) Anggota, yang termasuk dalam aktor ini adalah aktor Dosen, aktor Mahasiswa, actor Anggota Luar. b) Non anggota. Yang menggambarkan aktor-aktor yang terlibat di dalam sistem. Gambaran umum dari sebuah sistem dapat digambarkan oleh sebuah use case diagram. Secara garis besar Sistem Informasi ruang baca FTIF mempunyai beberapa use case yang disediakan untuk aktor-aktor yang berpartisipasi di dalam sistem. Use case tersebut antara lain : Sistem Manajemen Data Master Use case ini menyediakan fasilitas untuk menambah, menghapus, mengedit, dan mereview data-data master. Yang termasuk data master adalah data anggota dan data koleksi. • Sistem Pengolahan Use case ini menyediakan fasilitas untuk mencetak barcode koleksi, barcode anggota dan juga mencetak catalog koleksi.
  • 4.
    • Sistem LaporanUse case ini menyedikan fasilitas untuk membuat laporan-laporan yang dibutuhkan bagi pihak managemen. • Sistem Usulan Use case ini menyediakan fasilitas untuk memproses usulan-usulan yang diajukan oleh pustakawan ke pihak • Sistem Pelayanan Use case ini menyediakan fasilitas untuk menambah, menghapus, mengedit dan mereview berbagai macam bentuk pelayanan. • Manajemen User Use case ini menyediakan fasilitas untuk menambah, menghapus, mengedit, dan melihat user-user yang memakai sistem. 4. UJI COBA DAN EVALUASI Lingkungan Uji Coba Lingkungan uji coba dilakukan pada dua komputer. Komputer pertama berfungsi sebagai server web dan server database, sedangkan komputer kedua berfungsi sebagai client. Server web yang digunakan adalah Microsoft Internet Information Service (IIS). Sedangkan server database yang digunakan adalah SQLServer 2000. Uji Coba Proses Pada sub bab ini akan dijelaskan uji coba pada beberapa proses untuk membuktikan keakuratan dari pemrosesan data. Sehingga skenario uji coba yang akan dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Skenario pendaftaran Anggota Syarat menjadi anggota ruang baca adalah registrasi. Untuk melakukan registrasi seorang yang belum menjadi anggota dapat mendaftarkan langsung ke Pustakawan akan tetapi dia harus mengisi formulir pendaftaran secara online. Setelah user mengisi formulir tersebut, maka data tersebut akan dapat dilihat oleh Pustakawan. Setelah calon anggota tersebut melakukan pembayaran maka Pustakawan dapat melakukan registrasi, dengan menekan link registrasi. Setelah menekan link tersebut maka akan tampil halaman FormRegistrasi.asp yang digunakan untuk meregistrasi anggota baru. 2. Skenario Pengusulan Pembelian Buku Untuk membeli sebuah buku diawali oleh Dosen yang mengusulkan sebuah buku. Setelah itu data usulan dimasukkan, Dosen akan dapat melihat bahwa data usulannya masuk di dalam daftar usulan yang belum disetujui. Setelah usulan-usulan Dosen disimpan, tugas Pustakawan adalah menyeleksi apakah usulan tersebut dihapus (ditolak) atau dibiarkan sehingga usulan tersebut masuk dalam pengajuan usulan ke Kajur. Selain itu juga dapat mengubah data usulan jika data tersebut salah sebelum disetujui oleh kajur. Proses ini disebut manajemen Usulan. Selanjutnya Kajur akan menyetujui usulan-usulan yang telah diajukan ke padanya. Sistem akan menyediakan Form Persetujuan Usulan untuk menyetujui usulan tersebut. Pada Form ini akan ditampilkan data usulan yang belum disetujui. Data tersebut diurutkan berdasarkan jumlah pengusul. 3. Skenario Pengolahan Setelah melakukan pembelian buku, Pustakawan harus memasukkan data koleksi tersebut ke dalam sistem. Kemudian proses pengelolan akan dimulai . Dengan sistem ini Pustakawan dapat mencetak barcode koleksi untuk masing-masing koleksi pustaka. Selain itu sistem juga dapat membantu Pustakawan untuk mencetak barcode Anggota. 4. Skenario Peminjaman Setelah sebuah koleksi melalui proses pengolahan, maka koleksi tersebut sudah dapat dipinjamkan kepada anggota. Ketika anggota meminjam buku perpustakaan, Pustakawan memasukkan no anggota dan menekan tombok Ok. Setelah itu sistem akan menyimpan data peminjaman dan akan menampilkan form untuk menambahkan data detail peminjaman. Dan Pustakawan mengisikan Kode Barcode dari koleksi yang akan dipinjam, tanggal kembali dan menekan tombol Ok. Bila pengisian tersebut salah, pustakawan dapat menekan tombol delete untuk menghapus data tersebut. 5. Skenario Pengembalian Pada saat anggota mengembalikan buku pinjamannya, Pustakawan harus mencatat data pengembalian. Untuk mencatat data pengembalian Pustakawan mengisikan barcode koleksi yang dikembalikan pada form Pengembalian dan menekan tombol Find. Pada form ini informasi peminjam, informasi bukubuku yang telah dipinjam namun belum dikembalikan, tanggal terakhir harus dikembalikan, dan denda yang harus dibayar, jumlah perpanjangan yang pernah dilakukan akan
  • 5.
    ditampilkan. Untuk mencatatdata pengembalian Pustawakan harus menandai buku yang dikembalikan pada form pengembalian, mengisi denda untuk masing-masing buku, dan menekan tombol pengembalian. 6. Skenario Perpanjangan Setelah Pustakawan menandai buku yang akan diperpanjang, mengisi tanggal perpanjangan dan menekan tombol perpanjangan, maka tanggal kembali akan berubah, dan jumlah perpanjangan berubah dari angka nol menjadi angka satu. Angka satu pada jumlah perpanjangan menunjukkan buku tersebut sudah diperpanjang sebanyak satu kali. 7. Skenario Booking Buku. Seorang anggota dapat melihat status dari buku-buku yang ada pada perpustakaan secara online. Setelah mengetahui bahwa buku yang mau dipinjam sudah dipinjam oleh orang lain, maka buku ini dapat di-booking sehingga orang yang meminjam buku tersebut tidak diperbolehkan untuk memperpanjang peminjamannya. Setelah ditambahkan anggota dapat melihat semua buku-buku yang dibooking pada keranjang booking. Setelah melakukan booking anggota menunggu sampai status buku tersebut sudah dikembalikan. Jika sudah dikembalikan, maka anggota tersebut langsung menuju ke perpustakaan untuk melakukan peminjaman buku yang telah dipesan. Data booking sudah dapat dilihat oleh Pustakawan pada form peminjaman, sehingga Pustakawan dapat langsung menambahkan ke data peminjaman, ketika anggota tersebut meminjam. Contoh HIPO Contoh DFD.
  • 6.
  • 7.
    AUDIT PENGOLAHAN DATAELEKTRONIK 1. Pengertian Menurut Ron Weber : EDP Auditing adalah proses mengumpulkan dan menilai bukti untuk menentukan apakah sistem computer mampu mengamankan harta, memelihara kebenaran data, mampu mencapai tujuan organisasi perusahaan secara efektif, dan menggunakan aktiva perusahaan secara hemat. Menurut Gallegos, Richardson dan Borthick : Komputer Auditing adalah evaluasi atas sistem informasi computer, penggunaan, dan operasi untuk meyakinkan integritas atas informasi unit usaha. Evaluasi tersebut termasuk penilaian atas efisiensi, efektivitas dan ekonomisasi penggunaan komputer. 2. Metode Audit EDP :
  • 8.
    Auditing around theComputer Yaitu suatu pendekatan audit dengan memperlakukan komputer sebagai ”kotak hitam”. Teknik ini tidak menguji langkah-2 proses secara langsung, cara ini hanya berfokus pada masukan dan keluaran dari sistem komputer. Auditing through the Computer Adalah suatu pendekatan yang berorientasi pada komputer ”dengan membuka kotak hitam” dan secara langsung berfokus pada operasi pemrosesan dalam sistem komputer. Cara ini menggunakan asumsi bahwa apabila sistem pemrosesan ditemukan pengendalian yang memadai, maka kesalahan dan penyalahgunaan tampaknya tidak akan terlewat untuk dideteksi. Sehingga keluarannya dapat diterima. Auditing with the Computer Adalah audit yang menggunakan komputer sendiri (audit software) untuk membantu melaksanakan langkah-2 audit, yaitu dalam pengujian substantif (menguji saldo-2 perkiraan laporan keuangan). 3. Komponen sistem EDP 1. Hardware Didalam prosesnya EDP menggunakan hardware dalam menjalankan pekerjaan, perangkat hardware itu seperti : • CPU • Peralatan Input data (Keyboard, Mouse, joystik dll.) • Peralatan Output data (Printer, monitor, proyektor dll.) 2. Software Selain menggunakan hardware EDP juga menggunakan software tertentu untuk pengoprasian komputer, jenis-jenis software yang digunakan di dalam EDP adalah sistem program dan program aplikasi. a. Sistem Program Program yang menjalankan fungsi umum yang dibutuhkan dalam pengoprasian komputer, sistem program ini meliputi : • OS (Operating System) Program dasar yang digunakan untuk pengoprasian komputer.
  • 9.
    • Utility SystemDigunakan untuk melaksanakan tugas-tugas umum,Copy, Paste • Compilers dan Assembler Digunakan untuk mengubah bahasa program kedalam bahasa yang dimengerti oleh komputer. • Database Management System Digunakan dalam pengendalian file dan record. b. Program Aplikasi Dalam pemakaiannya digunakan untuk menjalankan proses tugas-tugas tertentu misalkan : Program Akuntansi dalam sebuah perusahaan, audit, perbankkan dll. Perbedaan audit Manual VS Sistem EDP 1. Visibility Auditor tidak mampu melihat formulir transaksi yang diproses menggunakan komputer. Auditor tidak dapat melihat bagaimana computer memproses transaksi, melakukan perhitungan, pemindahbukuan, dll. Dan buktinyapun tidak dapat dilihat. Komputer dapat memproses suatu transaksi secara serentak untuk memenuhi beberapa tujuan. 2. Sarana dan Fasilitas Sistem komputer yang memerlukan sistem, ruang, peralatan, perawatan, dan fasilitas yang khusus. 3. Personalia Sistem komputer yang memerlukan perangkat keras, perangkat lunak, pegawai yang ahli dan terlatih dibidangnya. 4. Pemisahan Tugas Untuk mencapai tujuan pengendalian, biasanya dicapai melalui pemisahan fungsi pengumpulan dan pemrosesan data seperti dalam sistem manual. 5. Kemungkinan Terjadinya Kesalahan dan Kecurangan Menurunnya keterlibatan manusia dalam penanganan transaksi yang diproses oleh computer dapat mengurangi kemungkinan untuk mengamati kesalahan &
  • 10.
    kecurangan. Kesalahan & kecurangan yang terjadi selama perancangan ataupun pengubahan program aplikasi dapat tetap tidak terdeteksi untuk jangka waktu yang lama. 6. Kemungkinan meningkatnya supervisi manajemen 7. Pelaksanaan Transaksi Kemudian dengan komputer Sistem Pegendalian Intern dalam EDP Tujuan SPI dalam EDP adalah : 1. Untuk melindungi harta perusahaan 2. Mengecek kecermatan dan keandalan data akuntansi 3. Meningkatkan efisiensi usaha 4. Mendorong ditaatinya kebijakan manajemen yang telah digariskan Pengendalian Intern dibagi menjadi dua : 1. Pengendalian administratif, meliputi : Renana organisasi, metode dan prosedur untuk meningkatkan efisiensi operasi dan mendorong ditaatinya kebijakan manajemen yang telah digariskan. 2. Pengendalian akuntansi, meliputi : Organisasi, semua prosedur dan catatan yang berhubungan dengan pengamanan harta kekayaan, serta dapat dipercayainya catatan keuangan. Pengendalian akuntansi tambahan, telah dispesifikasikan pada waktu suatu komputer digunakan untuk memproses data akuntansi. Pengendalian Aplikasi : Pengendalian umum termasuk : 1. Rencana organisasi dan operasi aktivitas EDP 2. Prosedur untuk mendokumentasikan, meminjam, menguji, dan menyetujui sistem atau program dan perubahan yang sebelumnya. 3. Pengendalian yang dibangun dalam peralatan oleh pabrikan
  • 11.
    4. Pengendalian atasakses peralatan dan berkas data 5. Data lain dan pengendalian prosedural yang mempengaruhi operasi PDE secara keseluruhan. Pengendalian aplikasi termasuk : 1. Pengendalian masukan Pengendalian input merupakan fungsi yang penting karena banyak kesalahan yang terjadi pada input data. Pengendalian input dirancang guna memperoleh kepastian bahwa data yang diterima untuk processing telah disahkan dan diubah sesuai dengan bahasa yang diketahui komputer. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengendalian input : a) Pengesahan Semua transaksi harus disetujui dan disahkan oleh management atau orang yang diberi wewenang. Dalam beberapa kasus, komputer melakukan fungsi pengesahan, misalnya perintah pembelian secara otomatis akan dikeluarkan komputer bila persediaan sudah mencapai tingkat tertentu. b) Konfersi input data Pengendalian konversi input data dalam bahasa mesin dimaksudkan untuk memastikan bahwa data telah dimasukkan dengan benar dan konfersi data dilakukan dengan valid. Pengendalian ini meliputi : - Pengendalian verifikasi, yaitu dengan cara memilih sebagian input data dari sumber dokumen yang sama oleh orang kedua dan membandingkan hasilnya, atau menggunakan turn-araound document. Edit komputer : - cek kesalahan dat -cek validitas karakter -cek limit -cek validitas tanda -cek validitas kode
  • 12.
    -pengendalian total/jumlah c) Koreksikesalahan Koreksi pada data yang tidak benar penting untuk ketepatan pencatatan dalam akuntansi. Kesalahan harus dibenarkan oleh pihak yang bertanggung jawab, misalnya kesalahan dari dokumen sumber dikoreksi departement pemakai, sedangkan kesalahan konversi dikoreksio departement edp. 2. Pengendalian pemrosesan Pengendalian proses dirancang untuk memberikan kepastian bahwa proses komputer dilaksanakan seperti yang diharapkan pada aplikasi tertentu. Pengendalian ini harus menghindarkan dari kehilangan, penambahan, penggandaan, selama proses berlangsung. Pengandalian proses yang lazim dilaksankan adalah : 1) Pengendalian jumlah 2) Label identifikasi untuk file 3) Cek kelayakan / batas 4) Laporan sebelum dan sesudah update master file 5) Sequensial tes 6) Proses penelusuran data 3. Pengendalian keluaran Tujuan pengendalian output adalah untuk mastikan kebenaran hasil proseccing dan memastikan bahwa hanya personil berwenang yang berhak menerima output tersebut. Ketepatan dari hasil prosesing harus mencakup file yang di up-date dan hasil cetakannya. Pengendalian output meliputi : 1) Rekonsiliasi penjumlahan 2) Perbandingan dengan dokumen sumber 3) Penelitian visual Pertukaran data elektronik (EDI) : PERTUKARAN DATA ELEKTRONIK (Electronic Data Interchange – EDI)
  • 13.
    Transmisi data dalambentuk terstruktur dan dapat dibaca mesin secara langsung dari komputer ke komputer antara beberapa perusahaan EDI adalah implementasi yang dominan dari sistem informasi antar organisasi Ada dua standar utama EDI : 1.The American National Standards Institute standar ASC X 12 digunakan di Amerika Utara 2.The EDIFACT International Standards digunakan di Eropa ELECTRONIC DATA INTERCHANGE. Pemanfaatan EDI di Indonesia nampaknya masih belum mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang signifikan. Masih sangat jarang yang memanfaatkan system ini sebagai salah satu komponen teknologi informasi. Definisi EDI sendiri ialah pertukaran data secara elektronik antar perusahaan dengan menggunakan format data standar yang telah disepakati bersama. Dengan EDI ini perusahaan akan lebih mudah dalam melakukan pertukaran data baik didalam internal organisasi ataupun dengan pihak stakeholder. Berikut ini ialah keuntungan yang akan didapatkan organisasi jika menerapkan EDI. * Penghematan Biaya : Penghematan ini didapatkan karena dengan EDI tidak akan ada biaya kertas, tidakada biaya penyimpanan dokumen kertas dan tidak akan ada biaya pengiriman dokumen kertas. * Kecepatan : Kecepatan ini didapatkan karena dengan EDI leadtime pengiriman dokumen hanya kurang dari 1 menit. * Keakuratan : EDI akan mampu menghasilkan tingkat akurasi tinggi karena tidak ada entry data ulang. Selain itu sistem EDI sudah dilengkapi dengan ECC (Error Correction Control) yang akan mengidentifikasi kesalahan dengan cepat sehingga dapat segera diperbaiki. * Keamanan : Penggunaan enkripsi dokumen membuat dokumen hampir tidak bisa dipalsukan. * Integrasi : Integrasi antar sistem dapat dilakukan dengan perantara EDI. Setiap unit didalam organisasi akan terintegrasi dengan adanya EDI didalamnya sehingga proses menjadi lebih efisien. Risiko Audit : 1. Risiko Inherent, adalah risiko yang berasal dari adanya kemungkinan kesalahan material yang dikandung oleh laporan keuangan yang diaudit 2. Risiko pengendalian, adalah risiko yang berasal dari adanya kemungkinan kesalahan yang berasal dari ketidakmampuan sistem intern untuk menemukan, menghindarkan kesalahan secara dini. 3. Risiko deteksi, adalah risiko yang berasal dari adanya kemungkinan auditor tidak menemukan kesalahan material sewaktu melakukan audit.
  • 14.
    Pengetahuan yang harusdimiliki oleh auditor komputer : 1.Computer system, operations dan software. 2. CIS techniques 3. Management concept & practices 4. Security of the CIS functions 5. Assesment of Risk and Threats 6. Auditing Concepts and Practices 7. Additional Qualifications