edisi 04/2012 - tahun ke 10
         Edisi Bahasa Indonesia

                                                 Laporan Utama            07

                                                 Wawancara                18

                                                 Opini                    25


   Media Informasi Air Minum dan Sanitasi        Resensi                  60




Menyelamatkan
Air
untuk
Masa
Depan
Yuk..
Ajak yang lain
menghemat air.
Dari Editor
                                           Menyelamatkan Air
Untuk Masa Depan
Air minum telah disepakati oleh Perserikatan Bangsa-         Dalam skala yang lebih luas, pengamanan terhadap
Bangsa sebagai hak asasi manusia (HAM). Setiap orang         sumber air baku terkait pula dengan perubahan iklim
berhak mendapatkan layanan air minum sesuai kebutuhan.       (climate change). Walhasil banyak faktor yang terlibat di
Ini menjadi tantangan semua pihak di tengah kondisi          dalamnya.
sumber air minum yang mulai terganggu.
                                                             Maka suatu keharusan bagi semua pihak terkait untuk
Dampak kerusakan lingkungan terhadap ketersediaan            bersinergi menjaga kelestarian lingkungan secara
sumber air baku kian terasa khususnya bagi kota-kota besar   berkelanjutan. Intervensi terhadap lingkungan yang positif
di Indonesia yang menjadikan air sungai sebagai sumber       diperlukan guna menanggulangi dampak buruk dari
air baku. Banyak sungai yang tercemar, sementara belum       perubahan alam yang terjadi.
ada alternatif yang bisa menggantikan keberadaan air baku
tersebut. Mau tidak mau, memang menjaga lingkungan           Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan hutan.
menjadi alternatif yang paling kritis untuk dilakukan.       Bagaimana pun hutan merupakan komponen yang
                                                             memegang peran penting dalam siklus air ini, termasuk
Karena itu, masalah perlindungan air baku ini menyangkut     dalam perubahan iklim. Hutan yang lestari akan menjamin
banyak pihak. Tidak bisa ini diserahkan pada Perusahaan      ketersediaan air baku secara baik, sekaligus mengurangi
Daerah Air Minum (PDAM) saja sebagai perusahaan              dampak perubahan iklim.
yang bergerak dalam pengolahan dan penyediaan air
minum bagi masyarakat. Justru pihak-pihak yang terkait       Dan berdasarkan perhitungan, menjaga kelestarian
dengan lingkungan hidup menjadi sangat penting dalam         hutan merupakan cara murah tapi berdampak besar bagi
pengamanan air baku tersebut.                                lingkungan secara global, termasuk menjaga ketersediaan
                                                             air baku. Maka ke depan, pembangunan mau tidak mau
Tidak hanya itu, masyarakat pun menjadi subyek utama.        harus selaras dengan lingkungan. Tepat, slogan, back to
Kebiasaan buruk masyarakat yang mencemari lingkungan         nature.
baik itu buang air besar sembarangan, buang sampah
sembarangan, buang limbah ke sungai dan badan sungai,        Selamat membaca !
menebang hutan lindung, hingga menyedot sumber air
tanah secara berlebihan menjadi kendala dalam mengatasi      Maraita Listyasari
masalah ini. Perlu ada perubahan pola hidup menjadi pola     Pemimpin Redaksi
hidup bersih dan sehat.
02     Majalah Percik
       Desember 2012

DAFTAR ISI

                                                                                          04           Air Dalam Lensa dan
                                                                                                       Pena
                                                                                                       Menyoroti tendensi pemberitaan
                                                                                                       terkait sektor air minum dan sanitasi di
                                                                                                       Indonesia.




                                                                                                                                        18


                                                              Media Informasi Air Minum dan Sanitasi




     Diterbitkan oleh : Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) Nasional Penanggung Jawab : Direktur
     Permukiman dan Perumahan, Bappenas, Direktur Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan, Direktur Pengembangan Air Minum,
     Kementerian Pekerjaan Umum, Direktur Bina Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna, Kementerian Dalam Negeri, Direktur Fasilitasi
     Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup, Kementerian Dalam Negeri, Direktur Penataan Perkotaan, Kementerian Dalam Negeri Pembina
     Nugroho Tri Utomo Pemimpin Redaksi : Maraita Listyasari Redaktur : Eko Wiji Purwanto Editor : Aldy Mardikanto, Nur Aisyah Nasution
     Tim Penyusun : Nissa Cita, Cheerli, Kelly Ramadhanti , Indriany, Yusmaidy, Hendra Murtidjaja, Mujiyanto, Joko Prasetyo Disain : Endang
     Sunandar, Meddy CH Sirkulasi / Sekretariat : Agus Syuhada, Nur Aini
Majalah Percik
                                                                                                       Desember 2012   03
                                       25               Upaya Konservasi Air Skala
                                                        Rumah Tangga
                                                        Air (minum) merupakan kebutuhan dasar, bahkan PBB telah
                                                        menetapkan air minum sebagai hak asasi. Namun pada
                                                        kenyataannya masih banyak warga yang belum terlayani
                                                        kebutuhan air minumnya.




                                       35               Belajar Mengelola Air Buangan
                                                        dari Singapura
                                                        Siapa sangka kini Singapura yang dikenal sebagai negara
                                                        kecil, telah memiliki konsep pengelolaan air yang baik dan
                                                        bisa dijadikan contoh bagi negara lain.




                                                                           Konservasi air:
                                                        40 Air daur ulang untuk keberlanjutan

Wawancara
                                                        44 Pengelolaan Air di Indonesia
Pamsimas 2                                                                 Mengatasi kelangkaan sumber
Kehadiran Pamsimas 2 diharapkan
dapat memperluas akses air minum di
                                                        48 daya air di perdesaan Indonesia
Indonesia. Pasalnya, hingga kini masih
                                                                           Kata mereka tentang kondisi
banyak masyarakat yang diketahui
belum dapat menikmati air bersih dan                    54                 air di Indonesia
sanitasi layak.




                                                            Media Informasi Air Minum dan Sanitasi




  Alamat Redaksi Majalah Percik : Jl. RP Soeroso 50 Jakarta Pusat, Telp/Faks : 021- 31904113
  Situs Web : http//www.ampl.or.id, Email: redaksipercik@yahoo.com, redaksi@ampl.or.id

  Redaksi menerima kiriman tulisan/ artikel dari luar. Isi berkaitan dengan air minum
  dan penyehatan lingkungan

  Cover : E. Sunandar
  Foto Cover : Dokumentasi Pokja AMPL Nasional
04     Majalah Percik
       Desember 2012




     AIR DALAM LENSA DAN PENA


     Tendensi pemberitaan terkait dengan sektor air minum        sering kesulitan mendapatkan air saat musim kemarau.
     cenderung lebih banyak bernada negatif sebesar 58           Program Sipil Bangun Desa yang ditargetkan selesai
     persen. Kondisi ini dipicu dengan pemberitaan media         Desember 2012 itu dilakukan dengan membangun
     yang lebih banyak mengangkat permasalahan krisis air        menara air setinggi 10 meter, kemudian disalurkan
     bersih di daerah. Baik yang dipicu oleh kondisi cuaca       ke menara air setinggi lima meter di setiap Rukun
     (kemarau berkepanjangan) maupun yang dikarenakan            Tetangga (RT) di Kampung Sukasari, Desa Sukahaji,
     oleh buruknya sistem manajemen air yang dilakukan.          Kecamatan Sukawening.


     Sementara untuk pemberitaan positif seputar air             Jabar Siap Olah Air Bersih untuk Jakarta
     minum lebih banyak didominasi dengan penanganan             Provinsi Jawa Barat akan membangun fasilitas
     krisis air yang melibatkan instansi terkait seperti PDAM.   pengolahan air dari Sungai Citarum untuk dialirkan
     Selain instansi resmi, dari pihak masyarakat juga ikut      ke Jakarta sebagai air baku untuk minum. Selama ini
     terlibat aktif dalam upaya membantu krisis tersebut.        air baku dari Sungai Citarum diambil dari Tarum Barat
                                                                 kemudian dialirkan secara terbuka ke Jakarta untuk
     Dari Kerja Sama Hingga Bantuan                              diolah. Dengan perencanaan ini, pengolahan dilakukan
     Dana dan Prasarana                                          di wilayah Jabar  kemudian dialirkan ke Jakarta secara
                                                                 tertutup atau melalui pipa.
     Indonesia-Jerman Kerjasama Manajemen Sumber
     Air Tanah                                                   PU Bantu Rp3 Miliar Bangun SPAM Semin
     Indonesia dan Jerman sepakat menjalin kerja sama            Pemerintah Kecamatan Semin, Kabupaten Gunung
     bidang manajemen sumber air bawah tanah. Jerman             Kidul, DIY, mendapat bantuan Rp3 miliar dana
     menyediakan sarana untuk mengambil air dari sungai          dari Kementerian PU untuk membangun sistem
     bawah tanah dan disalurkan dengan menggunakan               penyediaan air minum. Bantuan ini digunakan untuk
     pompa air yang digerakkan oleh turbin (hydro-power).        mengangkat air dari Embung Pakel untuk disalurkan
     Sarana itu mampu memberikan manfaat kepada lebih            kepada masyarakat
     dari 40 ribu warga Bribin yang sebelumnya selalu
     mengalami kekurangan air bersih. ITB Membangun              Rencananya, sebuah menara air akan dibangun di
     Jaringan Air Bersih Permukiman Warga                        sekitar embung. Air disalurkan kepada masyarakat
                                                                 melalui perpipaan dengan sistem gravitasi.
     Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Institut Teknologi
     Bandung (ITB) membangun jaringan air bersih di              Yogyakarta Tambah 41 Titik Fasilitas Air Bersih
     permukiman warga Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang          Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kota
Majalah Percik
                                                                                                                      Desember 2012   05
Dok: Pokja AMPL




                                                                                                     Kekeringan memaksa warga
                                                                                                      gunakan air keruh untuk
                                                                                                        kegiatan sehari-hari.


                  Yogyakarta akan menambah                5.000 Titik Pipa Air di Jakarta      Kabupaten Magelang terpaksa
                  41 titik fasilitas air bersih siap      Bocor Tiap Bulan                     menggunakan air sumur berwarna
                  konsumsi yang tersebar di 14            Operator layanan air bersih di DKI   kuning dan asin. Air itu hanya
                  wilayah kecamatan. Di lokasi itu        Jakarta, PT PAM Lyonnase Jaya        untuk mandi. Untuk masak terpaksa
                  nantinya air akan ditampung dan         (Palyja), mengungkapkan sedikitnya   mereka harus membeli.
                  kemudian dipasang alat ultra filtrasi   ada 5.000 titik kebocoran pipa
                  untuk menyaring bakteri e-coli          air setiap bulan. Sepanjang 2011,    Proyek Air Bersih di Natuna
                  dan sedimen yang terkandung             Palyja memperbaiki 50.000 titik      Gagal
                  dalam air. Air kemudian dialirkan       kebocoran. Dana yang disiapkan       Akibat kurang pengawasan selama
                  ke penampungan berkapasitas             untuk mengganti pipa dan             pelaksanaan proyek, dua proyek
                  500 liter yang dilengkapi dengan        mendeteksi pipa untuk mengatasi      air bersih di Natuna di Desa Balai
                  ‘reverse osmosis’ (RO) sehingga bisa    masalah kebocoran sebesar antara     Sabang Mawang, Kecamatan
                  langsung dikonsumsi.                    Rp100 miliar hingga Rp130 miliar.    Pulau Tiga dan Kecamatan Midai,
                                                          Kebocoran umumnya terjadi pada       Natuna dianggap gagal. Proyek
                  Kekeringan, Mahasiswa                   pipa-pipa ukuran kecil.              bernilai Rp 2 milliar dari Cipta
                  Sumbang 150 Ribu Liter Air                                                   Karya Kementerian PU hingga kini
                  Mahasiswa Baru Fakultas Hukum           Debit Air di Kota Ambon              terbengkalai. 
                  Universitas Muhammadiyah                Cenderung Menyusut
                  Yogyakarta (FH-UMY) memberikan          Ketersediaan sumber air baku di      Makin Banyak Desa Krisis Air
                  sumbangan sebanyak 150 ribu liter       Kota Ambon dari waktu ke waktu       Bersih di Cilacap
                  air bersih. Air itu diberikan kepada    kian berkurang. Penurunan itu        Kepala Pelaksana Harian Badan
                  lima perkampungan dari sembilan         ditandai dengan menyusutnya          Penanggulangan Bencana Daerah
                  kampung yang direncanakan.              debit air di sejumlah daerah         (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa
                  Sumbangan yang digunakan itu            resapan air. Kondisi ini dapat       Tengah, Wasi Ariyadi menyatakan,
                  merupakan uang yang berhasil            mengancam ketersediaan air bersih    jumlah desa yang mengalami krisis
                  dikumpulkan semua mahasiswa             di waktu mendatang.                  air bersih terus bertambah. Tercatat
                  baru FH UMY.                                                                 sebanyak 33 desa yang tersebar di
                                                          Kekeringan, Warga Pakai Air          12 kecamatan mengalami krisis air
                  Dari Kebocoran Hingga                   Keruh                                bersih.
                  Krisis Air Bersih                       Warga Dusun Kembaran, Desa
                                                          Sedayu, Kecamatan Muntilan,
06     Majalah Percik
       Desember 2012




                        Menyela


Dok: Antara Foto
Majalah Percik
                                                       Desember 2012   07




matkan Air
   untuk Masa Depan
       Kota Jakarta terancam mengalami krisis air. Ini
       disebabkan oleh peningkatan volume kebutuhan
       masyarakat tidak sebanding dengan ketersediaan
       air di ibukota. Kondisi ini sudah mulai terlihat bila air
       PDAM mati beberapa saat. Masyarakat kebingungan
       mencari air. Bahkan di sebagian kawasan, seperti
       Jakarta Utara, mereka rela menggunakan air seadanya
       untuk memenuhi kebutuhan mandi, dan cuci.
       Untuk air minum, mereka rela merogoh kocek untuk
       membeli air meski dengan harga mahal.
08     Majalah Percik
       Desember 2012




     Ketua Umum Indonesia Water Institute, Firdaus Ali,         ringan, sembilan persen dalam kondisi tercemar
     dalam satu kesempatan mengungkapkan, Jakarta pada          sedang, dan 83 persen dalam kondisi tercemar berat.
     2025 diperkirakan akan mengalami defisit 23.720 liter
     air per detik. Sementara saat ini ketersediaan air hanya   Apa yang terjadi di Jakarta ini sangat mungkin terjadi
     mampu memasok 2,2 persen dari kebutuhan air bersih         pula di kota-kota besar di Indonesia terutama di Jawa.
     warganya.                                                  Sudah ada kecenderungan yang menunjukkan ke arah
                                                                sana.
     Kondisi ini ditambah parah bila menilik kondisi sumber
     air baku di Jakarta. Berdasarkan pemantauan BPLHD          Permasalahan Air Baku
     DKI terhadap status mutu air sungai di 45 titik pantau     Tidak hanya dari kualitas air yang buruk, sungai-sungai
     di 13 daerah aliran sungai (DAS) pada 2010, tercatat       yang melintas ke kota-kota besar, terutama Jakarta, kian
     semua dalam kondisi tercemar sedang sampai berat.          hari kuantitasnya pun semakin menurun. Terkadang
     Hasil pemantauan secara rinci yaitu nol persen dalam       kontinyuitasnya pun terganggu.
     kondisi baik, sembilan persen dalam kondisi tercemar




                                                                                                                           Dok: Pokja AMPL
Majalah Percik
                                                                                                                         Desember 2012   09




                  Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air            Ia menjelaskan, dengan rusaknya hutan di hulu jelas
                  Bappenas Basah Hernowo menilai, penyebab utama               merusak kesediaan air baku. Sedangkan dengan
                  terjadinya krisis air baku ini adalah kerusakan hutan.       ketidakadaan hutan di hilir maka iklim mikro jadi
                  “Hutan sudah dirusak,” katanya.                              tidak menentu. Hal lain ketika hutan konservasi
                                                                               dialihfungsikan menjadi perkebunan kentang, kol atau
                  Pulau Jawa misalnya. Menurutnya, Jawa ini sebenarnya         tanaman semusim lainnya juga akan menimbulkan
                  tidak untuk menjadi kota pulau. Tapi sekarang                dampak terhadap kualitas air. Begitu hujan, top soilnya
                  hampir semua aktivitas ekonomi ada di Jawa. Sekitar          hilang. Dan ketika tanah sudah tidak subur, petani
                  60 persen penduduk Indonesia sekarang ada di                 menambahkan pupuk dan pestisida. Akibatnya, pupuk
                  Jawa. Padahal, Pulau Jawa ini mempunyai kapasitas            dan pestisida itu mencemari lingkungan. Air dari hulu
                  maksimum. “Akhirnya, tata ruang mengakomodasi                ini kemudian mencemari air yang diolah oleh PDAM.
                  setiap perambahan hutan. Tata ruang untuk konservasi
                  direvisi. Jadi di situlah letak kesalahan kita,” paparnya.   Ketua Forkami, Abdullah Mutholib menambahkan,
                                                                               kondisi sumber air baku yang buruk ini juga
                                                                               dipengaruhi oleh masalah perilaku masyarakat. “Ada
                                                                               faktor budaya masyarakat,” katanya.


                                                                               Di perjalanan, jelasnya, air ini mengalami pencemaran
                                                                               akibat ulah manusia. Untuk kasus Jakarta misalnya. Air
                                                                               dari waduk Jatiluhur sudah mulai tercemar sejak di
                                                                               waduk karena limbah pariwisata dan industri. Dalam
                                                                               perjalanan, pencemaran itu bertambah dengan
                                                                               perilaku masyarakat membuang limbah rumah tangga
                                                                               atau industri. “Jadi biaya untuk mengolah air baku yang
                                                                               tercemar ini menjadi air yang bisa diminum makin
                                                                               mahal,” katanya.


                                                                               Sementara itu, bagi kota seperti Jakarta, air tanahnya
                                                                               sangat terbatas karena letak geografis Jakarta yang
                                                                               berada di pinggir laut di mana intrusi air laut sudah
                                                                               mulai masuk. Inilah yang tidak memungkinkan PDAM
Dok: Pokja AMPL




                                                                               menjadikan air tanah sebagai sumber air baku di DKI.
                                                                               “Masalah air baku ini memang jadi masalah yang cukup
                                                                               rumit,” sambungnya.
10     Majalah Percik
       Desember 2012




     Butuh Penanganan Serius                                    yang tidak terkait dengan konservasi. Tidak boleh lagi
     Melihat fakta tersebut, mau tidak mau permasalahan         ditanami teh dan tanaman musiman atau menjadi
     air baku ini membutuhkan penanganan yang sangat            kawasan perumahan. Kawasan itu harus dihutankan
     serius. Dan ini tidak bisa tidak melibatkan banyak pihak   kembali. “Jakarta harus mau sharing penyelamatan
     terkait.                                                   terhadap 13 hulu sungai dari sekarang, sehingga 20-
                                                                30 tahun kemudian tidak ada masalah air baku lagi,”
     Basah Hernowo berpendapat, perlu ada hutanisasi            tandasnya. Hanya saja, ini baru akan terjadi jika ada
     kembali kawasan sumber air baku. Misalnya Jakarta di       kemauan politik pemerintah.
     mana sumber airnya dari Puncak, Bogor, maka kawasan
     itu harus dikonservasi. “Jadi konservasi di daerah hulu    Pembuatan dam penampung air, lanjut Basah, selain
     melalui hutan itu harus. Tidak bisa solusinya diserahkan   mahal juga masa pakainya hanya beberapa tahun. “Itu
     ke engineering,” tandasnya.                                tidak menyelasaikan akar masalah. Kan yang dirusak itu
                                                                hulunya. Ketika hulunya gundul, yang kumpul di dam
     Ia mengambil contoh pengalaman yang terjadi di             itu bukan air tetapi lumpur dan pasir,” jelasnya.
     Kota New York, Amerika Serikat. Beberapa puluh tahun
     lalu pemerintah setempat mulai menghitung bahwa            Ia pun tidak sepakat dengan adanya pembuatan
     penduduk New York butuh air minum dalam jumlah             biopori di daerah perkotaan untuk meningkatkan
     banyak sementara sumber air bakunya terbatas. Saat itu     resapan air. Seperti di Jakarta, biopori tidak terlalu
     muncul dua pilihan. Pertama, menyelamatkan hulunya         bermanfaat karena kondisi topografinya yang
     yang pada waktu itu adalah milik banyak orang atau         merupakan dataran rendah sehingga airnya jenuh.
     kedua, membangun instalasi pengolahan air. Setelah         “Tetapi kalau bioporinya di hulu baru signifikan. Itu pun
     dipertimbangkan dengan matang, kesimpulannya satu,         tergantung kondisi geologi. Kalau batuannya sangat
     konservasi hulu.                                           padat, air juga tidak bisa ngalir. Yang bisa membuat air
                                                                bisa terus menyerap adalah akar pohon. Nah, sekarang
     Pemerintah setempat membeli semua dari hulu dan            pohonnya ditebang. Akarnya berhenti, busuk dia.
     dijadikan daerah konservasi. Yang terjadi apa sekarang?    Airnya tidak menetes lagi tetapi ngalir, jadilah bencana,”
     New York mendapat pasokan air baku yang sangat baik        kata Basah.
     tanpa ongkos produksi yang tinggi. Mengapa? Karena
     air bakunya sudah bersih dari polutan, bersih dari         Selain itu, ia menawarkan kebijakan tata ruang yang
     kimia yang membahayakan. “Karena hulunya itu sudah         benar. Menurutnya, rumah tidak boleh lagi dibangun
     diselamatkan,” tandasnya.                                  ke samping tapi ke atas. “Boleh buat perumahan, tetapi
                                                                harus naik ke atas. Horizontal sisanya jadikan hutan,”
     Model ini, menurutnya, bisa diambil untuk mengatasi        tandasnya.
     masalah air di Jakarta. Kawasan Puncak, Gunung
     Salak, Gunung Pancar, harus dibebaskan dari aktivitas      Memang di sini dibutuhkan penegakan hukum yang
Majalah Percik
                                                                                               Desember 2012       11




                                                                                                               Dok: Pokja AMPL




  Seorang warga mengambil air
    keruh untuk dikonsumsi.



kuat. Hutan-hutan tidak boleh dikonversi menjadi       memang mengonsumsi air dan juga mengatur air,”
perumahan atau villa. Ia pun menekankan pentingnya     katanya.
hutan kota. Mengapa? Karena hutan mengatur iklim
mikro. Hutan bisa menyerap emisi sekaligus air.        Makanya, menurutnya, perlu ada hutan kota. Ia
Minimnya hutan menjadi emisi tidak diserap akibatnya   kurang sependapat dengan adanya ruang terbuka
suhu meningkat. Peningkatan suhu ini menjadikan        hijau, bahkan ada yang mencanangkan 30 persen.
penguapan tinggi. Penguapan tinggi yang belum pada     Ia beralasan bahwa ruang terbuka hijau itu biasanya
masanya menyebabkan angin puting. “Jadi hutan itu      adalah areal yang ditumbuhi rumput. Padahal rumput
12     Majalah Percik
       Desember 2012




     dari segi mengurangi emisi, kecil sekali. Dari segi air,
     tidak juga menyimpan air. Ini sangat berbeda dengan
     hutan. Dan, hutan kota pun sebenarnya bisa dijadikan
     area rekreasi seperti di Frankfurt, Jerman.


     Dilihat dari sisi perubahan iklim, Kepala Subdirektorat
     Pengendalian Pencemaran dan Kerusakaan
     Lingkungan Hidup, Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti
     menyatakan, penyelamatan air baku sangat mungkin
     dilakukan. Caranya dengan melihat terlebih dahulu
     skenario climate change-nya. Seberapa besar proyeksi
     curah hujannya, kekeringannya seperti apa, dan
     bagaimana perubahan iklimnya. Kemudian dihitung
     berapa banyak curah hujannya sehingga berapa besar
     tampungan yang akan dibuat, atau perbaikan lahan
     supaya penyerapan airnya dapat maksimal.


     Ini penting karena setiap daerah memiliki karakter
     masing-masing. Misalnya, curah hujan meningkat di
     Jawa Barat, Jawa Timur dan Bali. Tetapi menurun di
     Banten dan Jawa Tengah. “Artinya, Jawa Barat, Jawa
     Timur dan Bali itu harus dihitung lagi supaya air yang
     turun itu bisa kita manfaatkan. Atau yang di Banten
     dan Jawa Tengah bagaimana caranya memanfaatkan             Perubahan Perilaku
     curah hujan yang menurun itu semaksimal mungkin,”          Selain penanganan sumber air baku di hulu,
     paparnya.                                                  masyarakat pun perlu diubah perilakunya. Ketua
                                                                Forkami menandaskan, pentingnya masyarakat
     Beberapa cara yang memungkinkan untuk                      menjaga aliran sungai agar terbebas dari pencemaran.
     menyelamatkan air ini antara lain penanaman pohon          Selama ini pemerintah telah melarang masyarakat
     untuk memperbanyak penyerapan air dan juga                 untuk tidak membuang sampah sembarangan
     pembuatan reservoar. Di sektor pertanian yang dapat        ke sungai, termasuk limbah. Tapi hasilnya belum
     dilakukan adalah dengan perubahan pola tanam. Ia           memuaskan. Kesadaran masyarakat masih rendah.
     juga menekankan bahwa penanaman merupakan cara
     yang paling efektif agar air meresap ke dalam tanah        Termasuk pula larangan pemerintah untuk tidak
     secara maksimal dan menjadi cadangan air.                  menebang pohon sembarangan, juga belum
Majalah Percik
                                                                                                Desember 2012       13




                                                                                                                Dok: Pokja AMPL




diindahkan oleh masyarakat. Bahkan sebagian anggota      perlu diberi pemahaman tentang sanitasi yang baik.
masyarakat berani merambah ke hutan-hutan lindung.       Misalnya, bagaimana membangun tangki septik yang
Padahal hal tersebut sangat merusak lingkungan, dan      baik dan sehat agar tidak mencemari lingkungan.
dampaknya mengganggu ketersediaan air.                   “Pemerintah itu harus benar-benar memberikan
                                                         penyuluhan kepada masyarakat untuk mengubah
Maka, menurutnya, kebijakan ini perlu terus digalakkan   perilakunya terhadap lingkungan dan juga melakukan
dan disertai dengan penegakan hukum yang tegas.          penjagaan-penjagaan terhadap mata air. Mata air
Selain itu, perlu pula disertai dengan advokasi secara   harus dilindungi, jangan menebang hutan seenaknya,”
masif kepada masyarakat dalam bentuk kampanye dan        tandasnya.
sejenisnya yang mudah diterima oleh masyarakat.
                                                         Selain itu, perilaku masyarakat untuk berhemat dalam
Di sisi individual rumah tangga, lanjutnya, masyarakat   pemakaian air perlu juga ditekankan. Juga bagaimana
14     Majalah Percik
       Desember 2012




                                                                                                                    Dok: Pokja AMPL




     masyarakat mulai dibiasakan untuk mendaur ulang        Abdullah Mutholib menjelaskan, negara-negara
     air bekas untuk kemudian digunakan bagi keperluan      Arab saat ini banyak menggunakan air laut sebagai
     lainnya. Misalnya, air bekas kamar mandi bisa diolah   bahan baku air minum. Caranya dengan penyulingan.
     untuk keperluan menyiram tanaman atau mencuci          “Kalau kita tidak cepat-cepat mengatasi masalah
     mobil.                                                 sumber air baku kita saat ini maka memang akhirnya
                                                            air laut dijadikan air minum. Tapi ini biayanya cukup
     Alternatif Sumber Air Baku                             besar. Mahal sekali. Tidak terjangkau oleh daya beli
     Melakukan konservasi hutan memang prioritas yang       masyarakat,” tandasnya.
     harus dilakukan dalam mengamankan sumber air
     baku. Pasalnya, hal itu merupakan alternatif paling    Di samping itu, ada kemungkinan memanfaatkan air
     mudah dan murah yang dapat dilakukan. Tidak seperti    hujan sebagai sumber air baku. Misalnya, katanya,
     alternatif menyuling air dan menampung air hujan       dengan mewajibkan masyarakat terutama perusahaan
     yang membutuhkan biaya besar.                          besar untuk membuat tandon (penyimpanan) air
Majalah Percik
                                                                                                                      Desember 2012   15




                   hujan di dalam tanah. Bisa juga pemda membuat situ       Program WSP ini didesain untuk mengurangi,
                   di wilayah yang rendah untuk menampung air hujan         mengeliminasi, atau mencegah kontaminasi
                   sebagai sumber air bakunya. “Perlu pemanfaatan air       dan rekontaminasi penyediaan air. Dalam
                   permukaan secara lebih terpadu sehingga sumber air       pengembangannya, program ini melibatkan
                   baku lebih memadai,” kata Abdullah.                      pencegahan kontaminasi pada sumber air; pengolahan
                                                                            air untuk menghilangkan atau mereduksi kontaminasi
                   Pengamanan Air                                           yang menjadi target kesehatan; dan mencegah
                   Di luar persoalan menyelamatkan air baku tersebut, ada   terjadinya kontaminasi ulang selama penyimpanan,
                   satu hal yang patut diperhitungkan yakni bagaimana       distribusi, dan penanganan air.
                   mengamankan air yang telah ada bagi kebutuhan
                   manusia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah          Melalui program ini, risiko kesehatan yang timbul
                   meluncurkan program Water Safety Plan (WSP) atau         akibat mengonsumsi air bisa dicegah lebih dini. Dan air
                   Rencana Pengaman Air.                                    yang dikonsumsi masyarakat diarahkan agar benar-
                                                                            benar aman bagi kesehatan.



                                                                                                              Perbaikan drainase
                                                                                                               terus dilakukan.
Dok: Antara Foto
16     Majalah Percik
       Desember 2012




                                                                                                                   Dok: Pokja AMPL



     Walhasil, menyelamatkan air merupakan suatu            laut. Sementara untuk memelihara dan melestarikan
     keharusan. Apalagi jika dilihat dari kecenderungan     sumber air baku yang ada perlu upaya konservasi
     pasokan air di dunia yang menurun akibat perubahan     secara serius.
     iklim dan kebutuhan yang meningkat akan pangan,
     energi serta kebersihan dan kesehatan bagi penduduk    Studi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan
     yang terus bertambah.                                  pemikiran kembali secara radikal semua kebijakan
                                                            untuk menangani berbagai permintaan air. “Air
     Dari sisi rumah tangga, pengolahan air skala rumah     segar tak dimanfaatkan secara berkelanjutan,” kata
     tangga perlu dilakukan. Selain itu, masyarakat harus   Direktur Jenderal UNESCO, Irina Bokova di dalam satu
     ikut andil dalam menghemat air. Tak lupa, green        pernyataan. Selamatkan air kita!
     building perlu dikembangkan. Sedangkan dari sisi
     suplai, perlu ada upaya untuk mencari sumber air       Joko Prasetyo/Mujiyanto

     baku lainnya misalnya air hujan, dan penyulingan air
18   Majalah Percik
     Desember 2012




              Budi Yuwono                                                                    Dedi S. Priatna
              Direktur Jenderal Cipta Karya,                                     Deputi Sarana dan Prasarana,
              Kementerian Pekerjaan Umum                                                           Bappenas



                                                      Pamsimas 2
                Melanjutkan Semangat
            Sediakan Air untuk Masyarakat
                        Miskin
            Bicara tentang perluasan akses air minum, masih     membangun 6828 desa reguler dan mendorong
            banyak penduduk pedesaan dan pinggiran kota         replikasi dari pemerintah daerah 565 desa, dari
            yang belum dapat menikmati air bersih dan           target 5000 desa reguler.
            sanitasi yang layak. Padahal penyediaan prasarana
            dan sarana air minum dan sanitasi yang baik akan    Akhir tahun 2012 menjadi momentum penting
            memperkuat peningkatan kualitas lingkungan          Pamsimas, sejalan dengan berakhirnya Pamsimas
            dan kesehatan masyarakat, dan selanjutnya juga      I. Hari Jumat (7/11) lalu, di Hotel Mercure
            akan meningkatkan produktivitas masyarakat. Ini     Ancol, Jakarta, seluruh pemangku kepentingan
            yang mendorong dibesutnya program nasional          Pamsimas dari pusat, provinsi dan kabupaten
            Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis          kota berkumpul dalam Rapat Koordinasi Nasional
            Masyarakat (Pamsimas).                              (Rakornas) Pamsimas. Rakornas bertujuan untuk
                                                                mengevaluasi kinerja selama 5 tahun terakhir
            Pamsimas, merupakan kelanjutan dari WSSLIC          dan menyusun bersama rencana tindak untuk
            (Water Supply and Sanitation for Low Income         keberlanjutan Pamsimas kedua. Berikut petikan
            Communities) 1 & 2, dan dimulai sejak 2008.         wawancara wartawan Percik, Joko Prasetyo
            Tak tanggung-tanggung, Pamsimas I berhasil          dengan sejumlah anggota Tim Pengarah
Majalah Percik
                                                                                                  Desember 2012         19




Pembangunan Air Minum dan        atau empat tahun terakhir,           masyarakat (RKM) sebanyak 5
Sanitasi Budi Yuwono (BY),       enam indikasinya sudah tercapai      juta 300-an padahal targetnya 3
Direktur Jenderal Cipta Karya,   bahkan banyak yang melampaui         juta 800-an.
Kementerian Pekerjaan            target.
Umum dan Dedi S. Priatna                                              Keempat, realisasi anggaran
(DSP) Deputi Sarana dan          Pertama, tambahan orang yang         APBD kabupaten/kota dalam
Prasarana, Bappenas yang         dapat mengakses air minum            sektor AMPL sebagai presentasi
ditemui pada saat pembukaan      lebih dari 4 juta 200 orang dari     kebutuhan anggaran untuk
Rakornas Pamsimas.               target sekitar 3-5 juta.             mencapai MDG’s sama dengan
                                                                      yang ditargetkan yakni 50
(Percik) Apa saja yang           Kedua, tambahan orang yang           persen.
menjadi keberhasilan dari        dapat mengakses sanitasi yang
Pamsimas 1 selama 5 tahun        layak lebih dari 3 juta orang. Ini   Kelima, jumlah kabupaten/
terakhir kemarin?                melampaui target yang hanya          kota yang mereplikasi Program
                                 1,5-2,4 juta orang.                  Pamsimas di luar target desa
(BY) Setidaknya ada delapan                                           Pampsimas ada 99 padahal
indikator keberhasilan,          Ketiga, jumlah desa yang             targetnya cuma 50.
berdasarkan data sampai 2011     telah menyusun rencana kerja


         Hidran Umum
      Desa Anggalan, Lebak
                                                                                                        Dok: Pamsimas
20   Majalah Percik
     Desember 2012




                                                                                                                 Dok: Pamsimas
            Keenam,persentase sekolah          yang berhenti buang air di      (Percik) Apa yang mem-
            yang memiliki sanitasi yang        sembarang tempat tercapai       bedakan Pamsimas 2 dengan
            layak dan menerapkan pola          sekitar 46-an persen dari 60    sebelumnya? Apa saja yang
            hidup bersih dan sehat (PHBS)      persen yang ditargetkan.        menjadi target Program
            mencapai sekitar 92-an persen                                      Pamsimas 2?
            dari 77 persen yang ditargetkan.   (Percik) Mengapa program        (BY) Poin utama yang
                                               Pamsimas harus dilanjutkan      membedakan Pamsimas tahap
            Sedangkan dua indikasi             ke tahap keduanya?              II dengan sebelumnya adalah
            lainnya, yakni target persentasi   (BY) Karena memang masih        peningkatan akses dari yang
            masyarakat yang mencuci            banyak atau sekitar 45-an       ditargetkan. Pada akhirnya,
            tangan pakai sabun sekitar         persen dari total penduduk      yang diukur adalah akses bukan
            59-an persenan dari 60 persen      Indonesia yang belum memiliki   jumlah fasilitas yang dibangun,
            yang ditargetkan. Sedangkan        akses sanitasi dan air minum    sehingga PAMSIMAS selanjutnya
            persentase target masyarakat       yang layak.                     perlu dirancang sebaik mungkin
Majalah Percik
                                                                                                              Desember 2012   21




                untuk memaksimalkan akses      dalam program Pamsimas            air minum dan sanitasi yang
                melalui pengalokasian yang     ini, menstimulus Pemda            layak mencermikan bahwa
                efektif dan benar-benar        agar dapat membimbing             laju penyediaan infrakstruktur
                berdasarkan kebutuhan          warga menyusun RKM. Untuk         air minum dan sanitasi belum
                masyarakat untuk mendapatkan   itu semua disediakan pula         dapat mengimbangi laju
                peningkatan pelayanan air      anggarannya. Apa lagi ternyata    pertumbuhan penduduk. Hal
                minum.                         dana Pamsimas kurang dari 1       ini utamanya disebabkan oleh
                                               persen saja yang tersimpangkan.   keterbatasan kemampuan
                (Percik) Bagaimana             Artinya boleh dibilang program    pendanaan pembangunan
                memastikan pemerintah          ini bersih dari korupsi.          air minum dan sanitasi dan
                daerah siap dengan Program                                       belum optimalnya sarana dan
                Pamsimas 2 ?                   (Percik) Mengapa selalu           prasarana yang sudah dibangun.
                (BY) Kita terus-menerus        dikatakan masyarakat kita
                menstimulus mereka agar        masih rendah akses air            (Percik) Bagaimana program
                menumbuhkan kesadaran          minumnya?                         seperti Pamsimas bisa
                kepada warga untuk terlibat    (DSP) Masih rendahnya akses       sinergis dengan program-
Dok: Pamsimas
22   Majalah Percik
     Desember 2012




          program air minum dan          Peran strategi apa yang           Demikian Pamsimas dengan               Dok: Pamsimas
          sanitasi yang lain misalnya    diharapkan dapat dilakukan        segala pembelajaran
          STBM, Sanimas, PPSP atau       Pemerintah daerah terkait         diharapkan menjadi dasar bagi
          sejumlah program lainnya?      Pamsimas?                         penyusunan program nasional
          (DSP) Tentu harus bisa         (DSP) Banyak, di antaranya        penyediaan air minum ke
          bersinergi karena program      menyuluh masyarakat untuk         depan, untuk mencapai tujuan
          ini memang sejalan dan         aktif dalam perancangan dan       RPJP yaitu seluruh masyarakat
          sebangun dengan AMPL           realisasi RKM. Pemda juga tidak   Indonesia, baik kaya atau
          lainnya. Lebih dari itu kan    usah ragu dalam menjalankan       miskin, minum air sehat di
          orang-orang yang bergerak di   program Pamsimas ini, bila        2025.
          bidang AMPL ya orang-orang     dari pusat belum ada kucuran
          yang sama. Mereka semua        dana, jalankan saja. Dana yang    Nissa Cita, Mujiyanto, Joko Prasetyo

          membuat dan menjalankan        keluar tinggal di-reimburse ke
          program-program AMPL           pusat.
          termasuk Pamsimas ini.
24   Majalah Percik
     Desember 2012
Majalah Percik
                                                                          Desember 2012     25




Dok: Pokja AMPL
                  Pengelolaan Kebutuhan Air:
                  Upaya
                  Konservasi Air
                  Skala
                  Rumah Tangga
                                                Air (minum) merupakan kebutuhan
                                                 dasar bahkan Persatuan Bangsa-
                                                  Bangsa (PBB) telah menetapkan
                                                  air (minum) sebagai hak asasi.
                                                 Untuk itu, negara berkewajiban
                                               memastikan bahwa seluruh warganya
                                           mendapatkan layanan air (minum). Namun,
                  pada kenyataannya masih banyak warga yang belum terlayani
                  kebutuhan air minumnya. Berdasarkan Laporan Pencapaian Tujuan
                  Pembangunan Millenium (Millenium Development Goals/MDGs)
                  Tahun 2010, yang merujuk pada data Survei Sosial Ekonomi Nasional
                  (Susenas), menunjukkan akses air minum layak meningkat dari 37,73
                  persen pada tahun 1993 menjadi 47,71 persen pada tahun 2009.
                  Dari jumlah tersebut, akses air minum layak cenderung lebih tinggi
                  pada rumah tangga di perkotaan daripada perdesaan. Sementara jika
                  dibandingkan dengan target MDGs pada tahun 2015 untuk air minum
                  adalah sebesar 68,9 persen. Masih cukup jauh dari target. Masih sekitar
                  50 juta penduduk Indonesia belum terlayani kebutuhan air minumnya.


                  Hal yang menarik untuk disimak bahwa selama ini pemerintah sebagai
                  pihak yang bertanggung jawab dalam pemenuhan kebutuhan air
                  minum tersebut hanya terfokus pada sisi peningkatan kapasitas
                  penyediaan air minum. Sementara, berdasarkan pengamatan para
                  ahli, dikenali adanya ketidakefisienan dalam pemanfaatan air tersebut.
                  Sebagai contoh nyata dalam keseharian kita misalnya banyaknya air
26                   Majalah Percik
                     Desember 2012
 Dok: Pokja AMPL




                                                                                                digunakan secara bergantian,
                                                                                                walaupun sebenarnya artinya
                                                                                                sedikit berbeda konteksnya.


                                                                                                Webster’s Universal College
                                                                                                Dictionary mendefinsikan
                                                                                                konservasi sebagai pengendalian
                                                                                                pemanfaatan terhadap sumber
                                                                                                daya alam dalam rangka
                                                                                                memelihara atau melindungi
                                                                                                atau mencegah pengurangan
                                                                                                kapasitasnya. Gifford Pinchot,
                                                                                                dikenal sebagai Bapak Konservasi,
                                                                                                mendefinisikan konservasi sebagai
                                                                                                pemanfaatan sumber daya alam
                                                                                                untuk kegunaan terbaik dalam
                                                                                                jumlah terbesar dalam jangka
                                                                                                selama mungkin (Baumann, 1997).
                                                                                                Namun terjemahan yang relatif
                                                                                                lebih sederhana sebagaimana
                                                                                                dinyatakan oleh San Antonio
                                                                                                Water Systems, yaitu konservasi
                                                                                                sebagai upaya meningkatkan
                   yang terbuang ketika kita mandi     saat ini dapat dikurangi tanpa           efisiensi pemanfaatan air. Tentu
                   menggunakan gayung, ketika          melakukan peningkatan kapasitas.         saja tidak ada definisi yang mudah
                   kita menyiram tanaman secara        Bagaimana caranya? yaitu melalui         dan lengkap, tergantung pada
                   berlebihan, ketika kita menggosok   pengelolaan kebutuhan air sebagai        perspektif masing-masing.
                   gigi menggunakan air keran yang     bagian dari upaya konservasi air.
                   terus mengucur dan seterusnya.                                               Sementara pengendalian
                   Sudah saatnya juga kita semua       Definisi Konservasi dan                  kebutuhan/hemat air (water
                   mulai mencoba meningkatkan          Pengendalian Kebutuhan Air               demand controls/water demand
                   efisiensi pemanfaatan air minum     Istilah konservasi dan pengendalian      management) diartikan sebagai
                   tersebut. Dengan demikian,          kebutuhan sering digunakan ketika        metode yang digunakan
                   diharapkan kesenjangan antara       berbicara tentang pemanfaatan air        untuk meningkatkan efisiensi
                   target MDGs dan kapasitas layanan   secara efisien. Kedua istilah tersebut   pemanfaatan air. Pencapaian
Majalah Percik
                                                                                                    Desember 2012       27




tujuan pengurangan penggunaan          barang. Akibatnya pembangunan          pengurangan konsumsi air, yang
air sering menjadi bagian dari         infrastruktur selalu dilakukan untuk   berdampak baik kepada pelanggan
rencana konservasi. Pengendalian       memenuhi kebutuhan. Kondisi ini        maupun penyedia air.
kebutuhan sering memerlukan            yang disebut sebagai pendekatan
perubahan perilaku pemakai air         sisi penawaran (supply side            Manfaat Finansial. White (1998)
atau perubahan cara tradisional        approach). Sementara pendekatan        menyatakan bahwa pengurangan
pemanfaatan air.                       dari sisi penawaran (demand side       konsumsi air tidak hanya
                                       approach) yang dikenal sebagai         berpengaruh langsung terhadap
Mengapa konservasi penting?            Water Demand Management/               biaya yang harus dibayar oleh
Walaupun dalam kenyataannya kita
dikelilingi oleh air, sebagaimana
data menunjukkan bahwa air
menutupi sekitar 70 persen dari
permukaan bumi, namun hanya
sekitar 2,5 persen dari ketersediaan
air tersebut yang berpotensi dapat
dikonsumsi oleh makhluk hidup,
dan sekitar 1/3 nya berupa es.


                                                                                                                    Dok: Pokja AMPL
Akibatnya hanya sekitar 1 persen
dari keseluruhan ketersediaan air
yang sebenarnya dapat dikonsumsi
manusia. Sementara jumlah
seluruh penduduk bumi yang
membutuhkan air mencapai sekitar       Control (WDM) atau pengelolaan         pelanggan tetapi juga akan
6 miliar jiwa. Dengan demikian,        kebutuhan air kurang mendapat          mengurangi kebutuhan energi.
sudah sangat jelas alasannya           porsi.                                 Akibatnya biaya listrik juga
mengapa manusia seharusnya                                                    dapat dikurangi. Selain itu, biaya
melakukan upaya konservasi air.        Terdapat beragam manfaat               pengolahan dan distribusi air
                                       pendekatan pengelolaan                 menjadi berkurang. Selanjutnya,
Pendekatan Sisi Permintaan             kebutuhan air yang dapat               berkurangnya konsumsi air berarti
(Demand Side Approach)                 diklasifikasikan dalam dua kategori    berkurangnya keluaran air limbah,
Selama ini perencanaan                 utama yaitu manfaat finansial          yang berarti berkurangnya biaya
pembangunan infrastruktur              dan manfaat ekologis. Manfaat          pengolahan air limbah. Namun,
baru didasarkan pada perkiraan         langsung yang paling terasa dari       dampak terbesar dari berkurangnya
kebutuhan dari layanan atau            pengelolaan kebutuhan air adalah       konsumsi air adalah tertundanya
28     Majalah Percik
       Desember 2012




                                                                                didistribusikan ke pelanggan miskin
                                                                                menjadi lebih banyak. Dalam
                                                                                jangka panjang, berkurangnya
                                                                                konsumsi air memungkinkan
                                                                                tersedianya cukup dana investasi
                                                                                untuk meningkatkan ketersediaan
                                                                                air dengan kualitas yang jauh
                                                                                lebih baik. Akibatnya tingkat
                                                                                kejadian penyakit berbasis air dapat
                                                                                dikurangi.


                                                                                Strategi Pengelolaan
     atau bahkan terhindarnya kita dari     berkembang, pelanggan kaya          Kebutuhan Air
     penambahan investasi infrastruktur     memperoleh layanan lebih            Menurut Tate (1990), strategi
     untuk meningkatkan kapasitas           baik dan jumlah air yang lebih      pengelolaan kebutuhan air
     produksi air. Grafik berikut dapat     banyak. Akibatnya penduduk          dapat diklasifikasikan dalam 3
     memberi gambaran secara                miskin menerima jumlah air          (tiga) kategori, yaitu sosio-politik,
     imajinatif perbedaan kondisi           yang jauh lebih sedikit. Melalui    ekonomi, dan operasional.
     permintaan air dengan program          program WDM, pelanggan kaya
     WDM dan tanpa program WDM.             dapat dikurangi konsumsinya,        Sosio-politik. Strategi ini terfokus
                                            sehingga kapasitas air yang dapat   pada upaya merubah perilaku
     Manfaat Ekologis. Manfaat
                                                                                                                        Dok: Pokja AMPL




     paling nyata dari aspek ekologis
     keberadaan program WDM adalah
     konservasi air. Selain itu, terdapat
     manfaat tidak langsung berupa
     pengurangan emisi CO2 yang
     dihasilkan dari pengurangan
     konsumsi energi.


     Manfaat Sosial. Vairavamoorthy
     dan Mansoor (2006) menjelaskan
     manfaat sosial berupa peningkatan
     kesetaraan sosial khususnya di
     negara berkembang. Di negara
Majalah Percik
                                                                                                                    Desember 2012   29
Dok: Pokja AMPL




                  penggunaan air, yang dilaksanakan     akan menghasilkan pengurangan         (air hujan, air hasil olahan/water
                  melalui program penyadaran atau       konsumsi air. Hal ini tidak berlaku   recycling).
                  kampanye media. Masih banyak          jika harga meningkat karena
                  masyarakat yang belum memahami        adanya disinsentif penggunaan air     Sementara klasifikasi strategi
                  betapa penting dan bernilainya air.   yang berlebihan.                      pengelolaan kebutuhan air lainnya
                                                                                              oleh Jalil dan Njiru (2006), yang
                  Ekonomi. Strategi ini didasari pada   Operasional. Strategi ini mencakup    membaginya dalam dua kategori
                  teori bahwa selain air sebagai        solusi rekayasa dan teknologi yang    yaitu tingkatan penyedia layanan
                  barang sosial, air juga merupakan     bertujuan mengurangi konsumsi air     air dan pelanggan. Klasifikasi ini
                  barang ekonomi. Sehingga              tanpa mengurangi kualitas layanan.    yang lebih operasional dibanding
                  pasar air mengikuti hukum             Termasuk dalam upaya ini adalah       lainnya.
                  penawaran-permintaan. Secara          promosi penggunaan peralatan
                  teoritis, peningkatan harga air       hemat air, sumber air alternatif
30     Majalah Percik
       Desember 2012




                                                                                                                     Dok: FORKAMI
     Strategi pada Tingkatan                Ekonomi. Berdasar prinsip Dublin   otomatis mengurangi konsumsi
     Penyedia Layanan Air                   keempat, bahwa air mempunyai       air. Dibutuhkan upaya tambahan.
     Strategi yang dapat diterapkan         nilai ekonomi dan seharusnya       Terdapat cara lain yang dapat
     oleh penyedia layanan air dapat        diperlakukan sebagai barang        diterapkan, yaitu berupa tambahan
     mencakup peningkatan efisiensi         ekonomi. Penyediaan layanan        biaya terhadap penggunaan
     sistem, menerapkan prinsip             air melalui proses pemompaan,      konsumsi air yang banyak dan
     ekonomi, mengembangkan upaya           pengolahan, dan pendistribusian    melampaui standar kebutuhan air.
     peningkatan kesadaran pelanggan        membutuhkan sumber daya            Untuk itu, perlu ditetapkan batasan
     melalui kegiatan pendidikan dan        finansial yang seharusnya          konsumsi air yang wajar dengan
     penyediaan informasi.                  dikembalikan oleh pelanggan.       mempertimbangkan ukuran lahan,
                                            Untuk itu, diciptakan sistem       jumlah penghuni, dan lainnya.
     Peningkatan efisiensi sistem. Dalam    pembayaran yang dikenal sebagai
     proses penyediaan air, mulai dari      tarif.                             Pendidikan dan Informasi.
     awal sampai terdistribusi sampai                                          Pelanggan tidak selamanya
     pelanggan, terjadi kehilangan air.     Namun, berbagai studi              berkehendak melakukan konservasi
     Penyedia layanan dapat mengurangi      menunjukkan bahwa ternyata         air. Sehingga penyedia layanan
     kehilangan air melalui berbagai cara   teori penawaran-permintaan         bertanggung jawab mendorong
     diantaranya dengan menerapkan          tidak berlaku sepenuhnya.          peningkatan kesadaran pelanggan.
     strategi pengelolaan kehilangan air.   Artinya, peningkatan tarif tidak   Pelanggan perlu disadarkan melalui
Majalah Percik
                                                                                                                  Desember 2012      31




penyediaan informasi dan edukasi.                    mengkonsumsi air dalam jumlah         air. Namun demikian, perilaku
Informasi terkait yang perlu                         yang besar adalah mesin cuci dan      pengguna tetap berperan penting.
disampaikan kepada pelanggan                         mesin cuci piring.                    Sebagai ilustrasi, walaupun volume
diantaranya adalah manfaat dan                                                             air bilasan toilet telah dikurangi dari
dampak terhadap pelanggan baik                       Peralatan Mandi. Penyumbang           12 liter menjadi hanya 4 liter sekali
langsung maupun tidak langsung,                      terbesar konsumsi air adalah          bilas, tetapi berdasar survei ditemui
dan solusi teknologi konservasi                      peralatan yang berkaitan dengan       fakta bahwa pengguna membilas
skala rumah tangga,                                  kamar mandi seperti toilet            lebih dari sekali. Penggunaan
                                                     khususnya toilet duduk, dan alat      alat penyiram memang hemat
Strategi pada Tingkatan                              penyiram (shower). Menurut            air, tetapi pengguna cenderung
Pelanggan                                            Keating dan Howarth (2003), sekitar   menggunakan waktu yang lebih
Strategi yang dapat diterapkan                       30 persen dari konsumsi air rumah     lama.
kepada pelanggan dapat berupa                        tangga berasal dari air siraman
penggunaan peralatan rumah                           toilet. Pada saat ini, peralatan      Praktek Perilaku Hemat Air.
tangga dan peralatan mandi                           toilet telah banyak yang hemat        Sebagian terbesar upaya
hemat air, dan perubahan perilaku
                                      Dok: FORKAMI




pelanggan.


Pemanfaatan Peralatan Rumah
Tangga Hemat Air. Berbagai
peralatan rumah tangga
menggunakan air, sehingga
penggunaan peralatan rumah
tangga hemat air dipandang
sebagai salah satu langkah yang
berpeluang mengurangi jumlah
konsumsi air secara signifikan.
Selain itu, pemantauan secara
berkala terhadap peralatan
tersebut akan berpeluang
mengurangi terjadinya kebocoran
air. Diperkirakan langkah ini dapat
mengurangi konsumsi air sekitar
80-100 liter per rumah tangga (EPA,
2007). Beberapa peralatan yang
32     Majalah Percik
       Desember 2012




     penghematan air sangat              dan pelatihan. Sebagian besar          diantara institusi tersebut
     tergantung dari perilaku            penyedia layanan mempunyai             semakin menyulitkan upaya
     pelanggan/masyarakat. Sebagai       orientasi pendekatan sisi              memperkenalkan program ini;
     ilustrasi, walaupun toilet telah    penawaran, sehingga penerapan          (iii) regulasi. Program seperti ini
     menggunakan teknologi hemat air     program ini akan sulit terutama        sebaiknya didukung oleh regulasi
     namun kebiasaan membilas toilet     karena belum dipahaminya               yang memadai. Kesadaran saja
     lebih dari sekali tetap mendorong   dengan baik pendekatan sisi            tidak akan cukup mendorong
     meningkatnya konsumsi air.          permintaan. Sementara di sisi          diterapkannya program; (iv)
     Sehingga perubahan perilaku         lain, pelanggan pun masih              teknologi alternatif. Ketersediaan
     menjadi suatu keniscayaan.          belum sepenuhnya memahami              teknologi tidak selamanya
                                         manfaat dari program ini; (ii)         terjangkau dan dapat diterima oleh
     Tantangan Penerapan Pengelolaan     kebijakan, institusi dan koordinasi.   masyarakat. Sebagian besar produk
     Kebutuhan Air. Penerapan            Sebagian terbesar institusi masih      rumah tangga yang hemat air
     program pengelolaan kebutuhan       menjalankan kebijakan pola             belum mencapai skala ekonominya
     air (Water Demand Management)       lama yang berorientasi pada sisi       sehingga relatif mahal harganya
     akan menghadapi berbagai            penawaran. Penerapan program           dibanding peralatan yang tersedia.
     tantangan, diantaranya (Jalil       ini akan menghadapi penolakan
     dan Njiru, 2006; dan Viesmann,      dari institusi terkait. Ditambah       Oswar Mungkasa (dari berbagai sumber)

     1987) adalah (i) pendidikan         pula kurangnya koordinasi
                                                                                                                        Dok: Pokja AMPL
Majalah Percik
                                                                                                        Desember 2012   33




                  TIPS
                  Langkah Penghematan Air Dimulai dari Rumah
Dok: Pokja AMPL




                  Memulai upaya konservasi tidaklah       Air hasil buangan pendingin   Sebaiknya menggunakan
                  sulit, namun membutuhkan                ditampung dan dapat           gelas sebagai penampung air.
                  kemauan yang kuat. Semua itu            digunakan untuk menyiram      Jika memungkinkan,
                  dapat dimulai dari rumah kita,          tanaman.                      mandilah menggunakan
                  dengan cara yang sederhana dan          Gunakan satu gelas minum      shower yang tiga kali
                  tidak membutuhkan biaya. Berikut        untuk seharian                lebih hemat dibanding
                  ini merupakan beberapa upaya            Sebaiknya menggunakan         menggunakan gayung.
                  sederhana yang dapat dilakukan          ember penampung air ketika    Pastikan tidak ada air yang
                  di rumah dalam upaya melakukan          mencuci mobil                 menetes dari keran. Air yang
                  penghematan penggunaan air.                                           dihemat bisa mencapai 500
                                                      Kamar mandi                       liter atau 0,5 m3 per bulan.
                  Kebiasaan                               Matikan keran air ketika      Jika memungkinkan,
                       Isilah gelas minum                 sedang menggosok gigi.        gunakanlah kloset dengan
                       secukupnya sehingga tidak          Hal ini akan menghemat air    dua sistem pembilasan air.
                       akan ada air yang terbuang.        hingga 10 liter per menit.    Satu tombol dengan volume
34     Majalah Percik
       Desember 2012




          air kecil untuk membilas             sayur untuk menyiram                  menyiram tanaman dan
          air seni, sementara tombol           tanaman. Selain hemat, air            lainnya
          lainnya dengan volume air            bekas cucian sayuran juga             Bertanamlah pada musim
          besar untuk membilas hasil           menyuburkan tanaman.                  hujan,
          buang air besar.                     Pilihlah mesin cuci yang              Buatlah lubang
                                               membutuhkan sedikit air               penampungan/resapan air
     Dapur                                                                           atau lubang biopori sehingga
         Ketika mencuci piring,           Halaman rumah                              air hujan sebagian besar akan
         jangan biarkan air mengucur           Menyiram tanaman sebaiknya            meresap ke dalam tanah dan
         pada saat membilas. Jika              di pagi hari atau sore hari           mengurangi jumlah aliran
         cucian banyak jumlahnya,              ketika panas matahari tidak           air yang masuk ke saluran
         pergunakan 3 ember berbeda,           menyengat agar mengurangi             drainase.
         masing-masing dengan                  penguapan                             Kurangi frekuensi memotong
         fungsi yang berbeda untuk             Selalu menggunakan                    rumput.
         merendam/menyabun,                    tampungan air hujan, yang
         membersihkan dan membilas.            dapat dipergunakan untuk        Oswar Mungkasa

         Gunakan air bekas cucian              mencuci motor dan mobil,




     Prinsip 5 R
     Prinsip konservasi air yang dianut oleh Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta dirangkum
     dalam jargon 5 R, yaitu:

         Reduce, yaitu melakukan penghematan air .

         Reuse, yaitu memanfaatkan secara langsung air limbah untuk penggunaan yang tidak membutuhkan air
         bersih

         Recycle, yaitu memanfaatkan kembali air limbah setelah melalui proses pengolahan

         Recharge, berupa langkah memasukkan air hujan ke dalam tanah

         Recovery, berupa langkah mengalirkan air yang terbuang ke dalam situ atau danau.

     Sumber: Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah DKI Jakarta
Majalah Percik
                                                                                                         Desember 2012   35



                                                     Belajar
                                             Mengelola Air
                                                   Buangan
                                             dari Singapura




Dok: Maraita Listyasari




       Siapa sangka bahwa Singapura yang saat ini terkenal sebagai negara kecil yang menjadi salah satu pusat bisnis
       di kawasan Asia pada 40 tahun yang lalu memiliki kondisi yang sangat berbeda. Ketersediaan sumber air baku
       yang sangat terbatas, banjir yang seringkali terjadi, penanganan sanitasi yang kurang memadai sehingga
       mempengaruhi tingkat kesehatan masyarakat. Menyadari kondisi tersebut, maka mulailah dilakukan transformasi.
       Ada sejumlah tahap yang dilakukan Singapura:
36     Majalah Percik
       Desember 2012




                                          upaya konservasi dapat meningkat.   (Pengolahan Air Limbah).
         Dasar, selama kurun waktu                                            Pengelolaan air buangan tersebut
         tahun 1965-2000. Tema yang       Used Water Management               ditujukan untuk: (1) mencegah
         diangkat adalah Tackling the     Hampir seluruh wilayah di           kontaminasi dan penyebaran
         Basics;                          Singapura ini (luas lahan 710       penyakit, (2) melindungi sumber
                                          km2, dengan total penduduk          air, dan (3) mendapatkan alternatif
         pengelolaan air, selama kurun    sekitar 5,1 juta jiwa) telah        sumber air baku (air reklamasi).
         waktu tahun 2001-2006. Tema
         yang diangkat adalah Water for
         All: Conserve, Value, Enjoy.


         Mengintegrasikan isu
         lingkungan dengan
         sektor lainnya. Tema yang
         diangkat adalah The Future
         – Integrating with the
         Environment and the World.


     Dari tema yang diangkat itulah
     kemudian diterjemahkan
     kedalam berbagai program
     dan kegiatan: seperti Water for
     All; menggambarkan berbagai          dilayani oleh sistem perpipaan      Gambar 1 – Deep Tunnel Sewerage System

     upaya yang dilakukan Pemerintah      terpusat, baik yang berasal
     Singapura untuk memastikan           dari domestik (rumah tangga)        NEWater
     ketersediaan sumber air minum.       ataupun dari daerah komersial dan   Seperti yang telah disampaikan
     Atau 3 Approaches: conserve water,   industri (setelah mendapatkan       sebelumnya, dalam memastikan
     value our water, enjoy our water.    pengolahan pendahuluan/pre-         ketersediaan air bagi negaranya,
     Sub tema ini menggambarkan           treatment). Agar mendapatkan        Singapura memiliki 4 sumber
     berbagai upaya pemerintah            persepsi yang lebih positif dari    air baku. Salah satunya adalah
     untuk meningkatkan kesadaran         masyarakat, Pemerintah Singapura    memanfaatkan kembali air
     masyarakat akan pentingnya upaya     menggunakan terminologi Used        reklamasi. Pemanfaatan air
     konservasi air, menghargai nilai     Water Management (Pengelolaan       reklamasi tersebut pada dasarnya
     air sehingga rasa kepemilikan dan    Air Buangan) dibandingkan           adalah melengkapi siklus air
     kepedulian masyarakat terhadap       dengan Waste Water Treatment        yang dikelola PUB sehingga
Majalah Percik
                                                                                                                          Desember 2012    37




                                                                                                     dan WHO. Hasil tes pathogen
                                                                                                     menunjukkan tidak ditemukan
                                                                                                     adanya efek karsinogenik jangka
                                                                                                     panjang dan tidak adanya efek
                                                                                                     estrogen.


                                                                                                     Berbagai catatan mengenai praktek
                                                                                                     terbaik yang telah Singapura
                                                                                                     lakukan hingga saat ini dalam
Dok: Maraita Listyasari




                                                                                                     pengelolaan air dan sanitasi adalah
                                                                                                     sebagai berikut:


                                                                                                     Pertama, melibatkan partisipasi
                                                                                                     dari berbagai pihak dalam
                                                                                                     pengembangan teknologi untuk
                          Singapura telah mengembangakan        air yang tersedia dari pengolahan    mengatasi permasalahan air dan
                          pengelolaan air dalam suatu siklus    air minum yang digunakan untuk       sanitasi. Pemerintah Singapura
                          tertutup (close loop).                keperluan domestik. Pemanfaatan      memberikan award, hadiah uang
                                                                NEWater akan terus meningkat,        tunai sebesar S$300,000 dan
                          Untuk menjaga ketersediaan            direncanakan akan mencapai 40%       memberikan medali emas kepada
                          air di masa yang akan datang,         dari kebutuhan air Singapura pada    pihak yang dapat memberikan
                          maka air olahan digunakan             tahun 2020.                          penyelesaian terhadap permasalah
                          untuk 2 hal, yaitu: Pertama, Direct                                        global dengan menerapkan
                          Non-Potable Use; terutama             Kedua, Indirect Potable Use; yaitu   teknologi ‘groundbreaking’ sebagai
                          untuk penggunaan air untuk            dengan menyimpan air reklamasi       upaya melaksanakan kebijakan dan
                          pendingin bagi rumah sakit,           ini ke dalam reservoir untuk         program pemerintah.
                          bangunan komersial dan kantor;        kemudian diolah kembali agar
                          serta sebagai bagian dari proses      mengandung berbagai mineral          Kedua, Komprehensif; tidak hanya
                          industri. Sebelum menggunakan         yang diperlukan oleh tubuh. Saat     pengelolaan suplai tetapi juga
                          NEWater, industry (seperti Apple)     ini hanya sekitar 5% saja yang       demand, baik domestik dan juga
                          menggunakan air perpipaan dari        dimanfaatkan sebagai air baku        non-domestik (industri). Saat ini
                          instalasi pengolahan air minum.       air minum. Walaupun demikian,        tingkat kehilangan air di Singapura
                          Upaya ini merupakan bagian            kualitas air yang NEWater telah      hanya mencapai 5% saja. Untuk
                          dari Strategi Pengalihan (Replace     memenuhi standard baku mutu          pengurangan tingkat pemakaian
                          Strategy) sehingga lebih banyak       yang ditetapkan oleh USEPA           air, Pemerintah Singapura
38     Majalah Percik
       Desember 2012




     menjalankan Program Konservasi
     Air (Water Conservation Programs),
     dengan tema Tantangan 10 Liter
     (10-Litre Challenge). Dengan
     menjalankan program ini, telah
     terjadi penurunan pemanfaatan
     dari 160 liter perorang perhari
     di Tahun 2005 menjadi 154
     liter perorang perhari di Tahun
     2010. Diharapkan angka ini terus
     menurun hingga 147 liter perorang
     perhari di Tahun 2020.


     Gambar 2 – Diagram Tantangan 10 Liter Air                                         Gambar 3 – Diagram Siklus Air

     dalam Program Konservasi Air Singapura

                                                                                       Keempat. Pengembangan
                                                                                       industri air. Air menjadi sektor
                                                                                       prioritas di SIngapura. Tidak hanya
                                                                                       disebabkan isu keterbatasan air,
                                                                                       tetapi pemerintah juga mampu
                                                                                       menghubungkan isu air dengan
                                                                                       kehidupan sehari-hari bahkan
                                                                                       perekonomian negara. Berbagai
                                                                                       industri muncul dari sektor air
                                                                                       ini, seperti yang terkait dengan
                                                                                       pariwisata ataupun industri
                                                                                       yang terkait dengan toknologi
                                                                                       pengolahan air (dan sanitasi).
                                                                                       Upaya edukasi publik dilakukan
     Ketiga, Keterkaitan isu air                 Ketika kualitas air olahan mencapai   secara komprehensif dan visioner;
     dengan berbagai sektor lainnya.             standard kualitas baku maka           Dibangunnya berbagai diorama
     Pengelolaan air buangan yang                tingkat pemanfaatan air olahan        yang menjelaskan ‘perjalanan’
     ditujukan bagi penyediaan sumber            dapat ditingkatkan. Dampaknya,        pengembangan air minum (dan
     air alternatif merupakan hal yang           air minum yang tersedia dapat         sanitasi) di Singapura; Promosi
     sangat efektif untuk dilakukan.             melayani lebih banyak penduduk.       penggunaan air reklamasi untuk
Majalah Percik
                                                                                                 Desember 2012       39




air minum, mulai dari legislatif,   untuk dilakukan. Ini terlihat dari   karena masyarakat tidak hanya
pemerintah, artis dan tokoh         sisi suplai (volume air buangan)     sebagai objek tetapi juga subjek
masyarakat. Upaya ini untuk         dan sisi demand (kebutuhan air)      dalam pengelolaan air. Untuk
mempersiapkan bila di masa          yang semakin meningkat terkait       meningkatkan kesadaran dan
yang akan datang NEWater ini        dengan jumlah penduduk yang          partisipasi, tidak hanya difokuskan
menjadi sumber utama air minum      semakin bertambah. Namun             pada upaya promosi tetapi
Singapura.                          tentunya, masih perlunya             juga pada perencanaan lingkup
                                    peningkatan semangat dan             kegiatan yang dapat dilakukan oleh
Tidak dapat dipungkiri bahwa        komitmen untuk perubahan di          masyarakat. Dengan demikian,
berbagai upaya yang dilakukan       Indonesia. Peningkatan komitmen      upaya promosi tidak hanya sebatas
oleh Pemerintah Singapura, yang     diterjemahkan dalam penyusunan       pemberian pengetahuan tetapi
didukung dengan ketersediaan        program yang disertai dengan         juga memberikan arah yang jelas
sumber daya dan dukungan politis    tahapan implementasi yang jelas      kepada kegiatan yang dapat
yang sangat kuat, telah membawa     dan konsisten. Pelibatan berbagai    dilakukan masyarakat.
Singapura menjadi negara terbaik    pihak sangat diperlukan, tidak
dalam pengelolaan air minum di      hanya pada saat perencanaan,         Maraita Listyasari, Perencana Fungsional,

dunia.                              namun juga saat implementasi.        Bappenas



Pemanfaatan air reklamasi di        Di sisi lain, pelibatan masyarakat
Indonesia sangat potensial          menjadi sangat penting,
40     Majalah Percik
       Desember 2012




                                            KONSERVASI AIR:

                              AIR
                             DAUR
                            ULANG
                            UNTUK
                        KEBERLANJUTAN
     Ketersediaan air di Indonesia sangat melimpah. Sumber       kuantitasnya. Kebutuhan air minum Jakarta sangat
     daya air di Indonesia terhitung sebesar 6 persen di dunia   tinggi disebabkan oleh faktor sosial ekonomi yang
     atau sekitar 21 persen dari total sumber daya air di Asia   dipengaruhi peningkatan aktivitas dan jumlah
     Pasifik. Dari total ketersediaan air itu, hanya 23 persen   penduduknya. Saat ini kebutuhan air minum di DKI
     yang termanfaatkan. Dengan rincian sebesar 20 persen        Jakarta mencapai 27.000 liter/detik, sementara suplai
     digunakan untuk memenuhi kebutuhan air baku rumah           air yang tersedia hanya 18.000 liter/detik1. Dengan
     tangga, kota dan industri, sedangkan 80 persennya           demikian, dapat dikatakan bahwa kota Jakarta hanya
     dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan irigasi.              mampu memenuhi 67 persen untuk kebutuhan air
                                                                 minum penduduk.
     Pada daerah perkotaan di Indonesia seperti kota
     Jakarta, penyediaan air minum merupakan aspek               Oleh karena itu dibutuhkan strategi khusus untuk
     yang terus ditingkatkan dari segi kualitas maupun           menangani penyediaan air minum di kota ini. Strategi
Majalah Percik
                                                                                                   Desember 2012     41




                                                                                                                   Dok: GBCI
ketersediaan air minum merupakan      Gedung Hijau Hemat Air                penggunaan air minum gedung
prioritas yang perlu diperhatikan     Penggunaan air minum pada             dalam mendukung aktivitas
untuk mendukung pembangunan           gedung secara umum adalah untuk       penggunanya. Salah satu aspek
yang pesat serta keberlangsungan      mengakomodasi aktivitas-aktivitas     yang diperhatikan dalam Perangkat
kehidupan dan kegiatan perkotaan.     konsumsi, antara lain: meliputi       Penilaian untuk gedung ramah
Untuk kota Jakarta, strategi          konsumsi untuk minum, memasak,        lingkungan atau disebut dengan
penyediaan air minum meliputi         aktivitas kebersihan, sampai          Greenship yang dikembangkan oleh
penambahan pasokan air baku           dengan aktivitas pemeliharaan         Konsil Bangunan Hijau Indonesia
serta pengembangan jaringan           seperti penyiraman tanaman dalam      adalah kategori penghematan air
pelayanan air minum hingga            ruang dan irigasi untuk lansekap.     minum gedung. Penghematan air
mampu melayani 100 persen             Pasokan air minum yang digunakan      minum yang dinilai oleh perangkat
kebutuhan penduduknya. Selain         berasal dari Perusahaan Daerah        penilaian Greenship untuk gedung
strategi ini, perlu dipertimbangkan   Air Minum (PDAM) dan sumur            ramah lingkungan meninjau
juga pelaksanaan pengolahan serta     tanah dalam. Penggunaan air           beberapa hal seperti terdapatnya
pemanfaatan air daur ulang untuk      gedung perkantoran dari PDAM          sistem kontrol dan monitoring air,
diterapkan di kota Jakarta. Hal ini   memiliki tarif untuk golongan IV      penggunaan alat keluaran air yang
guna memenuhi kebutuhan air           B, yaitu untuk gedung bertingkat      hemat air, penggunaan air daur
minum sekarang dan di masa yang       tinggi sebesar Rp 12.550; per m32.    ulang dan air alternatif seperti air
akan datang.                          Gedung yang ramah lingkungan          hujan.
                                      tidak hanya terkait fisik bangunan,
                                      tetapi antara lain juga terkait
42     Majalah Percik
       Desember 2012




                                                                                  Dok: GBCI
                                                                                          Perusahaan Daerah Pengelolaan
                                                                                          Air Limbah (PD. PAL JAYA).
                                                                                          Instalasi pengolahan mandiri akan
                                                                                          menghemat hal itu.


                                                                                          Konsep ini sudah diterapkan di
                                                                                          Gedung Utama Kementeriaan
                                                                                          Pekerjaan Umum. Air daur ulang
     Upaya Penghematan Air minum          atau air waduk sebagai alternatif               digunakan untuk penyiraman
     Gedung (Potensi Sumber Air           sumber air minum.                               taman, make up water cooling
     minum)                                                                               tower dan flushing yang didukung
     Kesadaran akan terbatasnya air       Pemanfaatan Air Daur Ulang                      dengan intalasi pengolahan limbah
     dan pentingnya penghematan           Limbah cair perkantoran berasal                 cair kapasitas sebesar 150 m3/hari.
     air mendukung berkembangnya          dari hasil kegiatan pengguna                    Digabungkan dengan penggunaan
     pilihan dalam menghemat air.         gedung, seperti toilet, wastafel,               alat keluaran yang hemat air,
     Kampanye hemat air merupakan         dan tempat pencucian. Air limbah                gedung ini mampu mengurangi
     salah satu upaya dalam               dapat digunakan lagi setelah                    penggunaan air 50 liter/orang/
     melibatkan pengguna gedung           melewati proses daur ulang,                     hari menjadi 9 liter/orang/hari. Jika
     untuk turut serta berperilaku        sehingga mengurangi penggunaan                  dihitung dengan tarif golongan
     bijak mengkonsumsi air. Selain       air minum dan mengurangi                        IV B, maka gedung PU mampu
     menanamkan kesadaran mengenai        pencemaran air yang berbahaya                   menghemat biaya konsumsi air Rp
     pentingnya menghemat air,            bila dibuang langsung ke                        199.388.125 per tahunnya.
     pengurangan jumlah penggunaan        lingkungan. Daur ulang air limbah
     air juga dapat didorong oleh pihak   dapat dimanfaatkan antara lain                  Di gedung perkantoran Sampoerna
     manajemen gedung dengan              untuk keperluan flushing, irigasi dan           Strategic Square, penggunaan air
     pengadaan alat keluaran air yang     make up water sistem pendingin,                 daur ulang yang bersumber dari air
     efisien, meliputi penggunaan         namun bukan untuk air minum.                    pembuangan kantor dan komersil
     fitur hemat air seperti dual flush                                                   seperti janitor, wastafel, urinal, dan
     pada water closet dan autostop       Ini merupakan konsep menarik                    air wudhu mampu menutupi 20
     pada keran air, penggunaan air       untuk rencana ke depan dengan                   persen dari total kebutuhan air
     daur ulang untuk menggantikan        beberapa pertimbangan, antara                   minum gedung.
     penggunaan air minum seperti         lain: pertama, adanya kewajiban
     pada penyiraman taman atau           tarif baik disalurkan ataupun                   Ika Putri, Green Building Council Indonesia

     make up water cooling tower, dan     tidak untuk air limbah ke instalasi
     pemanfaatan air hujan, air sungai    pengolahan air limbah kota yaitu
44     Majalah Percik
       Desember 2012




                             Pengelolaan
                                  Air
                             di Indonesia

                                      Secara garis besar total   pengguna air, sector pertanian dan industri masih
                                      volume air yg ada di       menjadi pengguna air terbesar. Persoalan akses air
                                      dunia, baik air asin       akan semakin meningkat sejalan dengan pertambahan
                                      dan air tawar adalah       penduduk dan perubahan iklim.
                                      1.385,984.610 km3.
                                      Air laut mendominasi       Kenakeragaman hayati di ekosistem air tawar juga
                                      volume air di dunia        sangat tinggi. Di dunia ekosistem air tawar terbagi
                                      yaitu 96,5% sedangkan      830 relung, 20 diantaranya berada di Indonesia, dan
                                      volume air tawar           13 diantaranya dari relung khas Indonesia. Dari jenis
     dunia hanya 2,53% (UNESCO dalam Chow dkk, 1978).            ikan, tidak kurang 4 jenis endemik ditemukan di Danau
     Dalam konteks ini air tawar memang komoditi langka          Sentarum. Berbagai jenis udang dan lobster endemik
     bahkan beberapa negara pernah bersengketa soal air          air tawar juga dapat di temukan Papua. Mamalia air
     tawar. Namum demikian, Indonesia yg berada di dua           tawar seperti Pesut Mahakam merupakan contoh
     benua dan samudera, memiliki cadangan air yg cukup          lain kekayaan keanekaragaman hayati air tawar di
     besar. Cadangan air di Indonesia yang mencapai              Indonesia. Namum keberadaan spesies-species ini
     3.221 miliar meter kubik/tahun (DPU, 2006) menjadikan       mulai terancam punah terutama akibat kerusakan
     negeri ini salah satu negara “terbasah” di dunia. Dengan    habitat mereka oleh manusia.
     jumlah penduduk sekitar 243 juta jiwa, maka rata-rata
     perkapita mendapat jatah air sebesar 13.255 meter           Tantangan Pengelolaan Air
     kubik pertahun. Potensi air ini sebenarnya lebih tinggi     Persoalan air (bersih) di Indonesia dipengaruhi oleh
     dari rata-rata perkapita dunia, sebesar 6000 meter          faktor geografis, geologis dan tata guna lahan di satu
     kubik/tahun, namum faktanya di Indonesia masih              sisi dan kebutuhan air untuk kebutuhan manusia dan
     ada lebih 90 juta penduduk yang memiliki kesulitan          pembangunan di sisi lain. Ketidakseimbangan kedua
     untuk mengakses air bersih (ADB, 2006). Dari sisi           sisi menyebabkan ketersediaan dan/atau akses air jadi
Majalah Percik
                                                                                                               Desember 2012    45
Dok: WWF




                                                                                         air permukaan dan air dangkal
                                                                                         secara alami menjadi terganggu/
                                                                                         gagal. Akibat ikutannya frekuensi
                                                                                         banjir dan longsor. Pencemaran
                                                                                         sungai dan danau menambah
                                                                                         persoalan kualitas air sungai di
                                                                                         Indonesia. Pembuangan limbah
                                                                                         industri dan domestik ke sungai
                                                                                         masih banyak terjadi sampai
                                                            WWF dalam acara
                                                     Festival Air 2012, di Kampus IPB,
                                                                                         sekarang. Peningkatan aktivitas
                                                            Darmaga - Bogor              pembangunan di sisi dan badan
                                                                                         sungai ikut menyumbang
           langka/sulit. Berdasarkan analisa      harga komoditi ini juga semakin        peningkatan sedimentasi, erosi
           kebutuhan air dan ketersediaan air     mahal. Di Jakarta saja rata-rata       dan pendakalan sungai-sungai
           di Pulau Jawa, Bali, NTT dan NTB       per keluarga mengeluarkan uang         di Indonesia. Pembangunan
           oleh Departemen Pekerjaan Umum,        sebesar IDR85.000 per bulan untuk      bendungan pada umumnya
           wilayah ini mengalami defisit          mendapat air layak minum dan           tidak mengikuti prinsip-prinsip
           neraca air. Analisa tentang volume     untuk keperluan sehar-hari.            konektiviti ekosistem air tawar,
           air hujan yang dimanfaatkan untuk                                             sehingga jalur migrasi species air
           aliran air mantap (waduk, sungai,      Kawasan daerah aliran sungai           tawar menjadi terputus dan akan
           danau, dsb), keperluan domestik        memiliki fungsi penting untuk          mengancam populasi species air
           dan pertanian oleh Robert J.           proses hidrologis, namun kondisi       tawar. Disamping itu, meningkatnya
           Kodoatie dan Roestam Sjarief           daerah aliran sungai (DAS) di          budidaya jenis ikan baru, seperti
           (2005) ternyata hanya 25% air          Indonesia mengalami banyak             lele monzabik dan nila besar ke
           hujan yang dimanfaatkan, sisanya       kerusakan. Data dari berbagai          dalam ekosistem air tawar lokal ikut
           75% terbuang ke laut. Khususnya        sumber, kerusakan DAS pada             memberikan kontribusi perubahan
           di kawasan delta seperti Jakarta,      tahun 1984 ada 22 DAS yg rusak,        rantai makanan ekosistem ikan
           pemanfaatan air tanah (aquifer)        tahun 1992 meningkat menjadi 39        lokal. Akibatnya banyak jenis ikan
           sudah sangat berlebihan (over          DAS, tahun 98 naik lagi menjadi 59,    lokal dan biota lainnya punah
           pumping) sehingga menurunkan           tahun 2008 tetap naik menjadi 62       karena jenis-jenis ikan tersebut
           permukaan air tanah sekitar 8-12       dan 2012 DAS yg rusak mencapai         tergolong predator.
           cm/tahun dan intrusi air laut lebih    102 DAS. Luasan lahan kritis DAS
           masuk ke dalam kota sejauh 3-7         mencapai sekitar 18juta hektar.        Paradigma pengelolaan sumber
           kilometer. Karena akses ke air layak   Akibatnya kemampuan DAS untuk          air oleh Pemerintah saat ini masih
           minum semakin terbatas, maka           menyimpan dan menyalurkan              belum memiliki pemahaman yang
46        Majalah Percik
          Desember 2012




     sama dimana masing-masing                  Program Freshwater WWF                      daerah aliran sungai sebagai
     kementerian memiliki kebijakan,            Indonesia                                   satu kesatuan ekosistem.
     konsep dan teknis sendiri-sendiri.,        Sejak tahun 1990, WWF                 b)    Pengembangan PES Jasa
     meskipun membicarakan objek                Indonesia telah berkerja di                 Air sebagai tanggung jawab
     hukum yang sama: air. Tidak                dalam pengelolaan air tawar dan             bersama Hilir-Hulu.
     kurang 14 kebijakan kementerian            biodiversitasnya. Ada 2 kawasan       c)    Pengembangan BMP dalam
     pada level UU dan PP yang                  Ramsar di Indonesia dimana WWF              pengelolaan air yang lebih
     membicarakan isu air. Paling               Indonesia ikut mendukungnya: TN             efesien di sector pertanian,
     sedikit empat kementerian:                 Danau Sentarum-Kalimantan Barat             seperti perkebunan sawit,
     Pekerjaan Umum, Kehutanan,                 dan TN Wasur-Papua. Tidak kurang            tebu dan perkebunan2 yang
     Lingkungan Hidup dan Dalam                 4 DAS/Sub-DAS WWF Indonesia                 “rakus air” lainnya.
     Negeri menangani pengelolaan               juga terlibat dalam restorasi         d)    Pengembangan BPM
     sumber daya air, namum situasi             tutupan DAS dan Pembayaran                  budidaya ikan air tawar local
     persoalan air di Indonesia belum           Jasa Lingkungan Air, yaitu di DAS           untuk alternative income
     terselesaikan. Isu koordinasi dan          Krueng Sabee dan DAS Krueng                 masayarakat.
     komunikasi diantara pemanggu               Peusangan di Aceh, DAS Dodokan        e)    Penegakan hukum terhadap
     kepentingan juga ikut andil dalam          di Lombok-NTB dan Sub-DAS                   pelaku pencemaran sungai,
     persoalan pengelolaan air yang             Mendalam di Kapuas Hulu-                    danau maupun kawasan
     buruk.                                     Kalimantan Barat. Keanekragaman             muara.
                                                hayati air tawar seperti Pesut juga   f)    Pengarusutamaan perubahan
     Berdasarkan uraian di atas maka            menjadi perhatian WWF Indonesia.            iklim dalam pengelolaan air
     tantangan pengelolaan air di               Pada tahun 2008-2010, survey                kedalam kebijakan pemeritah
     Indonesia yaitu:                           Pesut di Sesayap-Kalimantan Timur           dan sector swasta.
     a)      Rusaknya ekosistem air tawar,      telah dilakukan dan baru-baru ini     g)    Penyadartahuan tentang style
             seperti DAS, Delta, Sungai dan     survey serupa dilakukan di Kubu             kehidupan yg ramah air di
             Danau                              Raya-Kalimantan Barat.                      perkotaan melalui festival air,
     b)      Pemanfaatan air yang                                                           kampanye dan pendidikan.
             berlebihan, terutama air           Rekomendasi Pengelolan Air
             tanah.                             Kedepan                               Tri Agung Rooswiadji, Koordinator

     c)      Polusi air dan invasive species.   Berdasarkan uraian di atas maka       Nasional Program air Tawar - WWF

     d)      Pembangunan infraksuktur           beberapa isu penting yang perlu
             besar di sungai, danau dan         diperlu dipertimbangkan ke depan,
             delta yang tidak mengikuti         antara lain:
             prinsip-prinsip ekosistem.         a)    Sinkronisasi kebijakan dan
     e)      Pengaruh perubahan cuaca.                pengelolaan air yang melihat
48             Majalah Percik
                  Desember 2012




                                                                            Penghijauan Gunung Butak:
                                     Mengatasi Kelangkaan
                                         Sumber Daya Air
                                               di Pedesaan
Dok: Istimewa




                                                  Indonesia
                Seperti yang kita ketahui bahwa bumi terdiri dari 97,5%   berkepanjangan menyebabkan krisis ketersediaan
                air dan hanya 1% saja merupakan air tawar. Salah satu     air di berbagai wilayah, sedangkan saat musim hujan
                sumber air tawar di bumi adalah berasal dari air hujan    tidak jarang permasalahan ketersediaan air bersih
                yang tersimpan di danau, waduk, sungai dan lapisan        juga muncul karena surplus air hujan tak jarang
                tanah. Namun, disayangkan pasokan ini tiap tahunnya       menyebabkan banjir.
                harus terus berkurang akibat pencemaran lingkungan
                dan kerusakan daerah tangkapan air. Lebih parah lagi,     Salah satu langkah tepat untuk mengatasi krisis air
                kondisi ini diperburuk oleh perubahan iklim akibat        yang terjadi ialah dengan menyelamatkan lingkungan,
                semakin tingginya emisi gas rumah kaca.                   termasuk penyelamatan sumber daya air yang
                                                                          dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Salah satu
                Pada sisi lain terdapat kecenderungan konsumsi            langkah penyelamatan sumber daya air yang dapat
                air yang mengalami kenaikan seiring dengan                dilakukan ialah dengan melestarikan hutan. UU No. 41
                pertumbuhan penduduk yang jumlahnya kian                  tahun 1999 tentang Kehutan menjelaskan bahwa ada 3
                meningkat. Ketersediaan (quantity) air yang banyak        jenis hutan berdasarkan status dari hutan tersebut:
                saja belum cukup dan masih perlu diimbangi dengan
                kualitas (quality) yang baik, mengingat berbagai          Pertama, Hutan Lindung adalah hutan dengan fungsi
                pemanfaatan air khususnya yang terkait dengan             utama sebagai perlindungan sistem penyangga
                konsumsi (minum dan makan) menuntut kualitas air          kehidupan untuk mencegah banjir, mengendalikan
                yang tinggi.                                              erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara
                                                                          kesuburan tanah.
                Indonesia mengalami kekeringan di saat musim panas
                dan banjir bandang pada saat musim hujan. Kemarau         Kedua, Hutan Produksi adalah hutan dengan fungsi
Majalah Percik
                                                                                                                        Desember 2012   49




                      utama untuk memproduksi hasil         Rembang, Plan Indonesia bekerja di    oleh Badan Konservasi Sumber
                      hutan.                                5 kecamatan, 30 desa dari 294 desa    Daya Alam (BKSDA). 34 area
                                                            total wilayah binaannya.              hutan konservasi tersebut terbagi
                      Ketiga, Hutan Konservasi                                                    menjadi beberapa kawasan yaitu,
                      adalah kawasan hutan dengan           Salah satu upaya yang dilakukan       29 diantaranya kawasan konservasi
                      karakteristik tertentu, yang          oleh Plan Indonesia terkait dengan    alam, 4 taman alam dan 1 taman
                      memiliki fungsi sebagai pelestarian   pengelolaan sumber daya air           hutan besar. Di Jawa Tengah juga
                      keanekaragaman tanaman dan            di Kabupaten Rembang adalah           terdapat beberapa taman nasional
                      hewan serta ekosistemnya. Hutan       pelaksanaan lokakarya yang            yaitu, taman laut Karimun Jawa,
                      Konservasi itu sendiri dibagi         berkaitan dengan partisipasi          taman nasional Gunung Merapi
                      menjadi tiga kelompok yaitu hutan     masyarakat dalam pelestarian          dan taman nasional Gunung
                      suaka alam, hutan pelestarian alam    sumber daya alam di Gunung            Merbabu. Khusus untuk Kabupaten
                      dan taman buru.                       Butak, yang kemudian diikuti          Rembang, terdapat area Gunung
                                                            dengan penghijauan di area            Butak yang dikembangkan
                      Plan Indonesia, merupakan salah       konservasi di sekitar Gunung Butak.   sebagai wilayah konservasi alam
                      satu NGO yang mempunyai misi                                                berdasarkan keputusan menteri
                      untuk menghapuskan kemiskinan         Permasalahan Yang Terjadi             kehutanan No. 331/Menhut/II.2005,
                      anak, bekerja untuk memperbaiki       Di Jawa Tengah terdapat 34 area       yang merupakan kawasan dengan
                      kondisi sumber daya air di daerah     hutan konservasi yang tersebar        total 45,1 hektar.
                      pedesaan Indonesia. Di Kabupaten      di 15 kabupaten dan dikelola
                                                                                                  Area Gunung Butak seluruhnya
                                                                                                  dikelola oleh BKSDA sebagai hutan
                                                                                                  konservasi. Sedangkan sebagian
                                                                                                  kecil wilayah pada plot 46 dan
                                                                                                  plot 48 merupakan kawasan hutan
                                                                                                  lindung yang dikelola langsung
                                                                                                  oleh Kementerian Kehutanan
                                                                                                  dan juga melibatkan KPH
                                                                                                  Kebonharjo yang berkolaborasi
                                                                                                  dengan kelompok anak dari
Dok: Plan Indonesia




                                                                                                  Desa Bitingan dan Desa Tengger
                                                                                                  yang bernama PALMA. Kawasan
                                                                                                  Gunung Butak ini memiliki fungsi
                                                                                                  vital sebagai kawasan konservasi
                                                                                                  alam, khususnya sebagai area
50                       Majalah Percik
                         Desember 2012
 Dok: Plan Indonesia




                                                                                             Gunung Butak terjadi dan
                                                                                             menyebabkan menurunnya kualitas
                                                                                             dan kuantitas air danau. Kegiatan
                                                                                             yang ada berupa illegal logging,
                                                                                             penambangan / galian, dan
                                                                                             pembangunan di kawasan hutan
                                                                                             diperkirakan telah meningkatkan
                                                                                             sedimentasi pada danau.
                                                                                             Masyarakatpun merasakan suhu
                                                                                             di sekitar kawasan Gunung Butak
                                                                                             saat ini lebih panas dibandingkan
                                                                                             sebelumnya akibat semakin
                                                                                             gersangnya wilayah tersebut.
                                                                                             Masyarakat mulai menyadari bahwa
                                                                                             kedua danau tersebut tidak lagi
                                                                                             dapat mencukupi kebutuhan air
                                                                                             bagi seluruh masyarakat desa.


                                                                                             Pelaksanaan Program
                                                                                             Untuk mengurangi permasalahan
                                                                                             di atas, Plan Indonesia
                                                                                             melaksanakan project konservasi
                                                                                             partisipatif. Plan Indonesia
                                                                                             mengadakan lokakarya yang
                                                                                             melibatkan masyarakat dan
                       carbon storage, kawasan cadangan   dan Desa Suntri. Sayangnya, saat   membicarakan tentang rencana
                       oksigen, pengatur iklim mikro,     ini danau semakin mengering        konservasi pada kawasan Gunung
                       wilayah resapan air dan kawasan    dan kedalaman air semakin          Butak. Salah satu rencana aksi dari
                       pengendali banjir. Selain itu,     berkurang dikarenakan semakin      hasil lokakarya tersebut adalah
                       terdapat dua danau pada kawasan    memburuknya kondisi lingkungan     dengan melakukan penghijauan
                       ini yang sebelumnya merupakan      kawasan Gunung Butak.              pada kawasan Gunung Butak.
                       sumber air bagi sekitar 3000                                          Kegiatan ini akan melibatkan
                       masyarakat yang tinggal pada       Dewasa ini berbagai kegiatan       perempuan dan laki-laki dari
                       kawasan Gunung Butak yaitu         yang memberikan dampak negatif     masyarakat Desa Dowan, Desa
                       khususnya masyarakat Desa Dowan    terhadap kawasan lingkungan        Suntri dan Desa Pakis, serta
Majalah Percik
                                                                                                                        Desember 2012    51




                      kelompok anak-anak PALMA dari       Butak yang akan dilakukan oleh        sehingga kawasan Gunung Butak
                      Desa Tengger dan Desa Bitingan.     masyarakat dan anak-anak.             dapat menjalankan fungsinya
                                                          Sebanyak 1.673 bibit pohon akan       secara optimal kembali sebagai
                      Fasilitator yang memandu kegiatan   ditanamkan meliputi beberapa          wilayah resapan air.
                      lokakarya dan penghijauan berasal   spesies lokal seperti pohon Banyan,
                      dari BKSDA Jawa Tengah dan          Salam, Kedawung, Trembesi,            Dampak yang diharapkan dari
                      pihak Perhutani KPH Kebonharjo.     Aren, Kedoya dan Wuni. Untuk          kegiatan ini adalah air danau yang
                      Kegiatan penghijauan dilakukan      kedepannya masyarakat lokal           ada di kawasan Gunung Butak
                      dengan penanaman pohon pada         bersama-sama dengan Perum             dapat meningkat baik secara
                      area seluas dua hektar di sekitar   Perhutani KPH Kebonharjo akan         kuantitas dan kualitas, sehingga air
                      danau yang terdapat di Gunung       melakukan pemeliharaan pohon          dapat tersedia sepanjang tahun
                                                                                                dan tidak terpengaruh secara
                                                                                                signifikan terhadap perubahan
                                                                                                musim. Pohon-pohon yang telah
                                                                                                ditanam dapat terus tumbuh
                                                                                                optimal dan dapat meningkatkan
                                                                                                kapasitas penyerapan air
                                                                                                hujan ke dalam lapisan tanah
                                                                                                sebagai cadangan air. Selain itu,
                                                                                                kegiatan ini juga diharapkan
                                                                                                dapat meningkatkan kesadaran
                                                                                                masyarakat sekitar Gunung Butak
                                                                                                akan pentingnya konservasi
                                                                                                lingkungan, dan sekaligus dapat
                                                                                                mendidik masyarakat sekitar
                                                                                                mengenai upaya-upaya untuk
                                                                                                menjaga kesinambungan sumber
                                                                                                daya air dengan cara yang mudah
                                                                                                dan murah.
Dok: Plan Indonesia




                                                                                                Irfan Aryanto / Wahyu Triwahyudi (Plan

                                                                                                Indonesia) - Penterjemah: Cheerli
52     Majalah Percik
       Desember 2012




     Mematahkan Krisis Air di Pacitan




                                                                                                                          Dok: Pokja AMPL
                                  Kemarau panjang              Kondisi kekeringan ini sangat memberatkan
                                 pada tahun 2012 telah         masyarakat, sehingga mereka harus menjual ternak-
                             menyebabkan kekeringan            ternaknya dan aset berharga demi beberapa liter air
     yang meluas di banyak daerah di Indonesia, salah          bersih. Bahkan menurut berita di Metro TV, air bekas
     satunya di daerah Pacitan, Jawa Timur. Berdasarkan        pemandian ternak pun digunakan untuk kebutuhan
     prediksi dari Badan Metereologi Klimatologi dan           sehari-hari termasuk minum oleh sebagian masyarakat.
     Geofisika (BMKG) yang dikutip dari Antara, kemarau        Selain itu kelangkaan air bersih memunculkan
     tahun ini lebih panjang dari perkiraan sebelumnya.        kerentanan terhadap berbagai penyakit.
     BMKG menyebut musim kering hingga bulan Oktober,
     namun di Kabupaten Pacitan dan sekitarnya biasanya        Menurut Tri Mudjiharto, Kepala Badan Penanggulangan
     hujan baru turun pada bulan November-Desember,            Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, sejauh ini perusahaan –
     itupun dengan intensitas terbatas. Oleh karena itu,       perusahaan swasta telah banyak memberikan bantuan
     sebuah komunitas jalan-jalan yang bernama “Nol            melalui “dropping” air bersih, namun hal ini belum dapat
     Derajat Indonesia” (NDI) berinisiatif melakukan bantuan   mencukupi kebutuhan masyarakat Pacitan hingga akhir
     komprehensif terkait dengan kekeringan di Pacitan.        musim kemarau panjang tahun ini.
     Targetnya adalah mematahkan siklus kekeringan yang
     semakin panjang saja setiap tahunnya. Ini tidak mudah,    Berdasarkan data Kategori Kekeringan 2012 BPBD
     tapi bukan berarti tidak mungkin.                         Pacitan, dari total 140 desa yang mengalami
Majalah Percik
                                                                                                       Desember 2012       53




kekeringan, 28 desa dengan jumlah      Namun jika mundur dan tidak             Membuat sumur bor. Tindakan ini
dusun 66 dengan penduduk               melakukan apapun, tahun depan           tentu memakan biaya yang sangat
sebanyak 21.084 jiwa masuk ke          kekeringan itu akan terjadi lagi dan    banyak, namun Kementerian ESDM
dalam kategori kritis. Berdasarkan     mungkin semakin parah.                  ternyata memang memiliki agenda
informasi, diperlukan Rp 175.000                                               untuk menerapkan hal tersebut di
untuk mendatangkan satu tangki         Saat ini tahap penilaian awal akan      Jawa Timur.
air bersih bagi satu dusun. Oleh       dilakukan dengan pengambilan
karena itu, NDI mengajukan dua         data, bekerja sama dengan Badan         Membangun penampungan
solusi. Pertolongan pertama yang       Penanggulangan Bencana Daerah           air hujan. Kegiatan ini dilakukan
dilakukan adalah pengadaan air         (BPBD) Pacitan dan universitas          setelah meneladani kegiatan
bersih di dusun yang diprioritaskan.   setempat yang juga akan                 konservasi air yang dilakukan
Hal ini telah selesai dilakukan dan    melakukan studi literatur mengenai      oleh Yayasan Obor Tani yang
kini NDI sedang menyiapkan solusi      penelitian yang sudah ada baik          mengamankan air hujan untuk
jangka panjang.                        skripsi, thesis, disertasi maupun       memenuhi kebutuhan warga
                                       jurnal yang telah membahas              selama musim kemarau.
Target mematahkan siklus               mengenai kondisi kekeringan di
kekeringan yang sudah terjadi          Jawa Timur atau khususnya Pacitan.      Untuk melakukan hal ini tentunya
bertahun-tahun lamanya memang                                                  membutuhkan keseriusan dan
bukan pekerjaan yang mudah,            Dalam tahap analisa dan rencana         bantuan berbagai pihak. Sampai
namun sekali lagi, hal ini juga        aksi, walaupun rencana aksi             detik ini secara lisan dan informal
bukan tidak mungkin. Pengadaan         utama belum diketahui karena            NDI telah mendapatkan dukungan
infrastruktur yang permanen            tergantung hasil dari penilaian         dari beberapa pihak swasta, NGO
diperlukan untuk mengatasi             yang dilakukan, namun beberapa          maupun pemerintah. Siklus
permasalahan tersebut, agar            tindakan sampingan yang sudah           kekeringan bisa dipatahkan. Sulit,
masyarakat dapat mengakses air         diperkirakan diawal antara lain         namun bukan tidak mungkin.
bersih setiap saat meskipun dalam      adalah:                                 Jika Pacitan bisa diselamatkan,
kondisi kemarau.                                                               insyaAllah bisa merambah ke
                                       Melakukan konservasi air tanah          berbagai wilayah kekeringan
Komunitas “Nol Derajat Indonesia”      dengan penanaman pohon,                 lainnya.
pada dasarnya adalah sekumpulan        bekerja sama dengan mahasiswi
orang yang menyukai jalan-jalan        Magister Landscape IPB untuk            Ajeng Rahmani Rijadi, Ketua Pelaksana

menikmati alam dan budaya              melihat di titik-titik mana saja yang   “Pacitan Project” - Komunitas Nol Derajat

Indonesia, sehingga dalam              paling strategis untuk ditanami, dan    Indonesia.

melakukan aksi bantuan krisis air      dengan jenis bibit pohon seperti
ini bukanlah dalam kapasitasnya.       apa.
54   Majalah Percik
     Desember 2012




       Kata Mereka




                                                                                                                  Dok: Greenpeace
       Dalam kesempatan kali ini kami mencoba menanyakan kepada kawan-kawan LSM
       mengenai bagaimana seharusnya pembangunan air minum di Indonesia di tengah kian
       merebaknya isu “Krisis Air” seperti sekarang. Sungguh tidak disangka, ternyata mereka
       begitu antusias dalam menjawab pertanyaan tersebut. Bahkan, mereka pun memberi
       masukan baik untuk semua pihak. Tujuan utamanya hanya satu yaitu guna mencapai
       pembangunan air minum yang lebih baik kedepan. Berikut kutipan wawancara Percik
       dengan sejumlah kawan LSM dari berbagai lembaga swadaya masyarakat yang ada di
       Indonesia. Cheerli

                       Muhammad Reza
                       (Koordinator Advokasi dan Kampanye, Koalisi Rakyat untuk Hak Atas Air (KRuHA) Indonesia)
                       “Pembangunan Air Minum Masih Butuh Pembenahan”

                       Pembangunan air minum di Indonesia saat ini sebenarnya sedikit
                       melenceng dari yang seharusnya. Betapa tidak, kebijakan pembangunan
                       air minum yang ada sekarang masih berpatokan pada kacamata
                       ekonomi semata, pahadal sebagai negara tropis penentuan kebijakan
                       di sektor air harus dilihat dari kacamata HAM dan Sumber Daya Alam. Di
                       mana, air seharusnya jadi barang sosial bukan barang ekonomi (diperjual
                       belikan).

                       Untuk mencegah itu semua, campur tangan dari pemerintah sangat
                       diharapkan, terutama agar kemelencengan yang terjadi dapat dibenahi
                       dan ditata agar lebih baik. Selain itu, campur tangan pemerintah juga
                       diyakini dapat mencegah terjadinya privasisasi air minum dari sejumlah
                       pihak.

                       Kondisi seperti ini tentunya sangat memprihatinkan, pasalnya Indonesia
                       termasuk 5 besar negara kaya air di dunia setelah Kanada, Brasil, Cina
Majalah Percik
                                                                     Desember 2012   55


dan Rusia. Dengan itu, tidak heran bila Indonesia dikenal sebagai negara
maritim.

Kendati demikian, sangat disayangkan fakta tersebut tidak sesuai
dengan kondisi yang ada saat ini. Sebab, sejumlah wilayah di Indonesia
masih kerap mengalami kekeringan. Bahkan, masyarakat di wilayah
tersebut harus rela berjalan kaki puluhan kilo hanya untuk mendapatkan
air bersih.

Terlebih, dengan adanya keterbatasan air di beberapa wilayah terkadang
berakibat negatif pula bagi kesehatan masyarakat di daerah tersebut.

Dalam menyikapi keadaan seperti ini, ada beberapa langkah yang bisa
dilakukan diantaranya dengan membenahi peraturan yang ada saat ini.
Pemerintah juga dituntut untuk lebih bijak dalam mengatur regulasi,
jangan sampai pihak swasta lebih leluasa dalam “mendominasi air”
padahal air adalah hak setiap manusia.

Selain itu, tata kelola air baku pun perlu diperbaiki karena hal ini penting
untuk ketersediaan air di masa mendatang. Bahkan, daerah resapan air
juga harus diperbanyak, salah satu manfaatnya adalah untuk mencegah
bencana banjir terutama di daerah rawan layaknya ibukota Jakarta.
Bila semua ini telah dibenahi, kedepannya pembangunan air minum di
Indonesia pasti akan lebih baik dan masalah kesulitan air tentu dapat
diatasi.



Ahmad Ashov Birry
Toxics-Free Water Campaigner, Greenpeace Asia Tenggara, Indonesia

“Perketat Penanganan Limbah”

Bila bicara mengenai pembangunan sektor air minum di Indonesia,
limbah adalah hal paling utama yang harus diperhatikan. Pasalnya,
tingkat pencemaran air di Indonesia baik air sungai maupun sumur
telah sangat mengkhawatirkan. Bahkan, sejumlah penelitian terkait
lingkungan memaparkan bahwa kualitas air di negeri ini telah banyak
tercemar berbagai bakteri berbahaya seperti, E-coli.

Salah satu buktinya dapat dilihat pada beberapa aliran air di kota-kota
besar yang kondisinya sangat keruh dan berbau. Di mana, faktor utama
yang menyebabkan hal tersebut ialah adanya pembuangan limbah
industri yang tidak teratur.
56   Majalah Percik
     Desember 2012




                      Terlebih, sebagian besar limbah terbuang mengandung zat kimia
                      berbahaya yang sangat sulit terurai. Sehingga pastinya dapat
                      membahayakan para pengguna termasuk mahluk hidup.

                      Kondisi perairan di Indonesia saat ini memang sangat mengkhawatirkan,
                      karena bukan hanya kuantitasnya saja yang berkurang melainkan
                      kualitasnya pun kian hari semakin menurun.

                      Untuk memperbaiki keadaan tersebut solusi paling tepat yang dapat
                      dilakukan, terutama oleh pemerintah ialah membuat dan menegakkan
                      peraturan lebih ketat dalam hal pembuangan B3 (Bahan Berbahaya
                      dan Beracun). Apalagi, saat ini masih banyak pemilik pabrik nakal yang
                      membuang limbah sembarangan di sungai, waduk, maupun kali.

                      Pemerintah pun bisa lebih aktif mempromosikan bahan pengganti dari
                      zat berbahaya tersebut. Peraturan penjualan bahan kimia juga dapat
                      lebih diperketat lagi, sehingga peredarannya tidak bebas seperti saat ini.

                      Dalam menanggulangi limbah, publik wajib dilibatkan. Karena, dengan
                      hal ini secara tidak langsung kesadaran masyarakat juga akan terbangun
                      dengan sendirinya. Apalagi, hingga kini sebagian besar penyebab
                      pencemaran lingkungan masih karena faktor kebiasaan.

                      Sementara, untuk menumbuhkan rasa kepedulian lebih dari pihak
                      pemiliki industri pemerintah juga bisa memberikan reward kepada
                      industri yang bisa mengurangi pemakaian bahan kimia saat melakukan
                      produksi atau kepada pabrik yang dapat merubah diri menjadi industri
                      bersih.

                      Hal ini tentunya sangat bermanfaat, baik bagi negara maupun pelaku
                      industri. Bahkan, penelitian terbaru di Amerika memaparkan selain bisa
                      menurunkan biaya pengeluaran pengurangan pemakaian B3, ternyata
                      dapat meningkatkan pendapatan.



                      Tri Agung,
                      Koordinator Nasional Program Air Tawar, World Wildlife Fund (WWF), Indonesia

                      “Defisit Air Wajib Dicegah”

                      Jika dihitung dari jumlah pipa PDAM yang ada saat ini, berarti baru 40%
                      masyarakat yang mendapat akses air minum layak di negeri ini. Itupun
                      kualitas airnya masih belum bisa dibuktikan 100% dalam keadaan baik.
Majalah Percik
                                                                 Desember 2012   57


Angka ini pastinya sangat memprihatinkan, sebab secara tidak langsung
keadaan tersebut mengambarkan bahwa air bersih hanya untuk
masyarakat mampu saja yang dapat membeli air. Padahal, seharusnya air
bersih adalah hak semua orang tidak terkecuali baik dari kalangan atas,
mencegah, atau bawah.

Lebih memprihatinkan lagi, saat ini kita malah digiring untuk
mengkonsumsi air mahal. Sementara, perbaikan fasilitas penyediaan air
bersih malah tidak diperhatikan pemerintah.

Maraknya air kemasan seperti saat ini sebenarnya tidak salah, tetapi
jangan sampai keberadaannya malah memutus akses masyarakat
terhadap air bersih, yang artinya ada dominasi air dari pihak swasta.

Oleh karena itu, untuk mencegah hal tersebut regulasi dengan pihak
ketiga harus dibenahi jangan sampai masyarakat malah menjadi
korban. Selain itu, dalam pembagunan air minum pemerintah Indonesia
bisa belajar dari negara lain seperti, Singapura yang pemerintahnya
menyediakan keran air minum gratis pada sejumlah tempat umum di
negara tersebut.

Keberlangsungan pembangunan air minum di Indonesia memang harus
diperhatikan terlebih angka kelonjakkan penduduk kian hari semakin
bertambah. Berdasarkan berita terakhir ada 4 wilayah Indonesia yang
telah mengalami defisit air karena populasi dan ketersediaan air yang
tidak berimbang.

Bukan hanya pencemaran lingkungan, perubahan tata guna lahan
disekitar hutan menjadi perkebunan juga dapat berdampak pada
penurunnya kualitas air, sebab saat hutan beralih fungsi akan
menyebabkan sedimentasi dan pedangkalan sungai yang berpengaruh
pada ketersediaan air baku untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Cara lain untuk mendorong kepedulian terhadapa air yang ialah
dengan pemberikan reward berupa sertifikasi air, yang ditujukkan
untuk perusahaan yang memanfaatkan air. Di mana, sertifikasi ini hanya
diberikan pada perusahaan air minum yang peduli lingkungan saja.
Adanya hal ini diharapkan perusahaan air akan lebih tergerak lagi untuk
mengadakan pelestarian air.
58   Majalah Percik
     Desember 2012




                      Muhammad Djufryhard,
                      Wakil Ketua Telapak Air, Indonesia

                      “Privasisasi Air Harus Dihilangkan”

                      Dalam pembangunan air minum salah satu kendala yang tejadi saat ini
                      adalah dominasi air oleh pihak swasta atau yang dikenal dengan istilah
                      “Privasisasi Air”. Hal ini artinya merugikan masyrakat terutama kalangan
                      ekonomi menengah kebawah, karena dengan adanya hal itu akses
                      mereka terhadap air bersih semakin terbatas dengan tingginya harga
                      yang diterapkan.

                      Dalam pelestarian air yang nantinya berdampak pada maksimalnya
                      pemangunan air minum di Indonesia semua pihak harus dilibatkan
                      dalam menjaga pelestarian air. Mulai dari pemerintah, swasta, hingga
                      masyarakat.

                      Dalam hal ini menjaga kualitas air, pemerintah memang dituntut bisa
                      lebih aktif karena pemerintah adalah pemegang kebijakan dalam suatu
                      negara. Cara paling tepat yang dapat dilakukan ialah bisa dengan
                      memperbaiki regulasi, gencar melakukan kampanye peduli air, maupun
                      memberikan reward kepada sejumlah pihak yang peduli air.

                      Selain itu, pemerintah juga dapat mengajak pihak swasta untuk
                      berkerjasama dalam pelestarian air, misalnya perusahan air minum dan
                      PDAM setiap bulan atau tahun diminta untuk mengalokasikan sebagian
                      kecil keuntungannya guna pembangunan air minum di Indonesia.
60     Majalah Percik
       Desember 2012




     Resensi Buku




       Managemen Pengendalian                                       Besarnya volume air yang hilang mengindikasikan
                Kehilangan Air                                      adanya perencanaan dan konstruksi yang kurang
                                                    Winarni         efektif serta kurangnya pemeliharaan yang
                               Jakarta:Universitas Trisakti, 2012   berpengaruh pada kontinuitas penerimaan air oleh
                                  xiv, 176 hal + tabel + gambar
                                                                    masyarakat menjadi berkurang dan menyebabkan
     Air merupakan salah satu kebutuhan pokok yang                  kerugian secara materi bagi pengelola SPAM . Untuk
     harus tersedia setiap saat. Dengan air semua mahluk            itu diperlukan deteksi, pengendalian dan kebijakan
     dapat bertahan hidup. Begitu juga manusia sangat               yang terkait dengan kehilangan air.
     memerlukan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-
     harinya. Salah satu upaya yang dilakukan masyarakat            Buku managemen pengendalian kehilangan air ini
     untuk memenuhi kebutuhan akan air yaitu dengan                 menyatukan berbagai penelitian dan publikasi yang
     menggunakan air dari sistem penyediaan air minum               menelusuri pemodelan komponen kehilangan air,
     (SPAM). Dalam hal ini ketersediaan air baku secara             perkembangan perhitungan kehilangan air dan
     menyeluruh mulai dari sumber, produksi, distribusi dan         ditetapkannya indeks kebocoran infrastruktur sebagai
     sampai di masyarakat dikelola oleh SPAM sehingga               sebagai indikator kehilangan air. Diharapkan buku
     kualitas, kuantitas dan kontinuitas diterimanya air oleh       ini berguna bagi para praktisi dibidang distribusi
     masyarakat menjadi hal yang perlu diperhatikan.                air minum khususnya bidang kehilangan air, para
                                                                    pengelola SPAM, para mahasiswa dan masyarakat
     Pada kenyataannya kehilangan air tidak bisa                    yang berkehendak meningkatkan pemahaman dan
     dihindari, hal ini terjadi pada semua SPAM dengan              keahlian mengendalikan kehilangan air.
     volume kehilangan yang bervariasi tergantung pada
     karakteristik jaringan pipa, kondisi daerah setempat,
     praktek operasional serta tingkat teknologi dan
     keahlian yang diaplikasikan oleh pengelola SPAM dalam
     mengendalikan kehilangan air.
Majalah Percik
                                                                                               Desember 2012   61




Penyelamatan Tanah, Air,                              Konservasi Tanah & Air
dan Lingkungan                                        Sitanala Arsyad
                                                      Bogor: IPB Press, 2010
Sitanala Arsyad dan Ernan                             xxiv, 466 hal + tabel + gambar, 23 cm
Rustiady(editor)                                      Tanah dan air merupakan sumber daya alam yang
Bogor: Crespent Press & yayasan
Pustaka Obor Indonesia, 2012                          mudah mengalami kerusakan. Berbagai aktivitas
xxvi, 288 hal + tabel + gambar, 21 cm                 manusia turut memberi andil disamping itu kerusakan
                                                      yang ditimbulkan oleh alam itu sendiri. Kerusakan
Buku yang terdiri dari 3 bagian ini mengungkap cara   tanah dapat terjadi karena erosi, hilangnya unsur
mengatasi akibat dan dampak kerusakan pada tanah,     hara, penjenuhan tanah oleh air sedangkan rusaknya
air dan lingkungan yang tidak hanya dilakukan oleh    air dapat terjadi disebabkan mengeringnya mata
pemerintah, melainkan juga oleh masyarakat umum.      air, menurunnya kualitas tanah, pencemaran, dan
Upaya upaya penanggulangan yang dilakukan tidak       lainnya. Untuk itu diperlukan konservasi agar tanah
hanya dari aspek fisiknya saja akan tetapi meliputi   dan air dapat berfungsi seperti semula. Konservasi
aspek sumber daya, sosial, ekonomi dan perundang-     tanah bertujuan untuk memcegah erosi, memperbaiki
undangan. Untuk maksud tersebut diperlukan            tanah yang rusak, memelihara serta meningkatkan
pemahaman mengenai penyebab, aspek-aspek yang         produktivitas tanah agar tanah dapat digunakan
mempengaruhi terjadinya kerusakan dan tindakan yang   secara berkelanjutan. Sedangkan konservasi air pada
harus diambil untuk menyelamatkan tanah, air dan      prinsipnya adalah penggunaan air hujan yang jatuh
lingkungan kita.                                      ke tanah untuk pertanian seefisien mungkin serta
                                                      mengatur waktu aliran sungai agar tidak terjadi banjir
                                                      yang merusak dan disaat musim kemarau terdapat
                                                      cadangan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
62     Majalah Percik
       Desember 2012




     Teknologi Pengolahan Air                                    Tata Ruang Air:
     Minum                                                       Pengelolaan Bencana,
     Asmadi, Khayan, Heru Subaris Kasjono                        Pengelolaan infrastruktur,
     Yogyakarta: Gosyen Publishing, 2011
     xi, 216 hal + tabel + gambar, 20 cm                         Penataan Ruang Wilayah,
     Buku ini menyajikan cara pengolahan air secara
                                                                 Pengelolaan Lingkungan
     sederhana agar dapat dipergunakan oleh masyarakat           Hidup
     dalam berbagai situasi dan kondisi, sehingga                Robert J.Kodoatie & Roestam Sjarief
     masyarakat dapat menggunakan air yang layak                 Yogyakarta: ANDI, 2010
                                                                 xiv, 538 hal + gambar 23 cm
     dikonsumsi. Adapun teknologi yang dipergunakan
     diantaranya adalah dasar dasar pengolahan air secara        Tiada kehidupan tanpa air baik di darat, laut maupun
     fisik-kimia, koagulasi-flokulasi, proses sedimentasi,       udara. Air dapat menjadi sahabat dan dapat juga
     proses filtrasi dan proses desinfeksi. Selain dasar dasar   menjadi bencana bagi manusia. Bencana yang
     pengolahan air disajikan pula teknologi pengolahan air      disebabkan oleh air diantaranya adalah banjir,
     sungai, teknologi pengolahan zat besi dan mangan di         tanah longsor, tsunami, dan lainnya. Bencana pada
     dalam air dan teknologi pengolahan air gambut.              umumnya datang tiba tiba meskipun demikian
                                                                 manusia tidak ada salahnya untuk mengantisipasi
                                                                 terjadinya bencana. Hal ini dapat dilakukan dengan
                                                                 pengelolaan bencana, pengelolaan infrastruktur,
                                                                 pengelolaan rencana tata ruang wilayah yang baik
                                                                 disertai dengan pengelolaan lingkungan hidup.
IKLAN
Menyelamatkan Air untuk Masa Depan. Percik Edisi 4 Tahun 2012

Menyelamatkan Air untuk Masa Depan. Percik Edisi 4 Tahun 2012

  • 1.
    edisi 04/2012 -tahun ke 10 Edisi Bahasa Indonesia Laporan Utama 07 Wawancara 18 Opini 25 Media Informasi Air Minum dan Sanitasi Resensi 60 Menyelamatkan Air untuk Masa Depan
  • 2.
  • 3.
    Dari Editor Menyelamatkan Air Untuk Masa Depan Air minum telah disepakati oleh Perserikatan Bangsa- Dalam skala yang lebih luas, pengamanan terhadap Bangsa sebagai hak asasi manusia (HAM). Setiap orang sumber air baku terkait pula dengan perubahan iklim berhak mendapatkan layanan air minum sesuai kebutuhan. (climate change). Walhasil banyak faktor yang terlibat di Ini menjadi tantangan semua pihak di tengah kondisi dalamnya. sumber air minum yang mulai terganggu. Maka suatu keharusan bagi semua pihak terkait untuk Dampak kerusakan lingkungan terhadap ketersediaan bersinergi menjaga kelestarian lingkungan secara sumber air baku kian terasa khususnya bagi kota-kota besar berkelanjutan. Intervensi terhadap lingkungan yang positif di Indonesia yang menjadikan air sungai sebagai sumber diperlukan guna menanggulangi dampak buruk dari air baku. Banyak sungai yang tercemar, sementara belum perubahan alam yang terjadi. ada alternatif yang bisa menggantikan keberadaan air baku tersebut. Mau tidak mau, memang menjaga lingkungan Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan hutan. menjadi alternatif yang paling kritis untuk dilakukan. Bagaimana pun hutan merupakan komponen yang memegang peran penting dalam siklus air ini, termasuk Karena itu, masalah perlindungan air baku ini menyangkut dalam perubahan iklim. Hutan yang lestari akan menjamin banyak pihak. Tidak bisa ini diserahkan pada Perusahaan ketersediaan air baku secara baik, sekaligus mengurangi Daerah Air Minum (PDAM) saja sebagai perusahaan dampak perubahan iklim. yang bergerak dalam pengolahan dan penyediaan air minum bagi masyarakat. Justru pihak-pihak yang terkait Dan berdasarkan perhitungan, menjaga kelestarian dengan lingkungan hidup menjadi sangat penting dalam hutan merupakan cara murah tapi berdampak besar bagi pengamanan air baku tersebut. lingkungan secara global, termasuk menjaga ketersediaan air baku. Maka ke depan, pembangunan mau tidak mau Tidak hanya itu, masyarakat pun menjadi subyek utama. harus selaras dengan lingkungan. Tepat, slogan, back to Kebiasaan buruk masyarakat yang mencemari lingkungan nature. baik itu buang air besar sembarangan, buang sampah sembarangan, buang limbah ke sungai dan badan sungai, Selamat membaca ! menebang hutan lindung, hingga menyedot sumber air tanah secara berlebihan menjadi kendala dalam mengatasi Maraita Listyasari masalah ini. Perlu ada perubahan pola hidup menjadi pola Pemimpin Redaksi hidup bersih dan sehat.
  • 4.
    02 Majalah Percik Desember 2012 DAFTAR ISI 04 Air Dalam Lensa dan Pena Menyoroti tendensi pemberitaan terkait sektor air minum dan sanitasi di Indonesia. 18 Media Informasi Air Minum dan Sanitasi Diterbitkan oleh : Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) Nasional Penanggung Jawab : Direktur Permukiman dan Perumahan, Bappenas, Direktur Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan, Direktur Pengembangan Air Minum, Kementerian Pekerjaan Umum, Direktur Bina Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna, Kementerian Dalam Negeri, Direktur Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup, Kementerian Dalam Negeri, Direktur Penataan Perkotaan, Kementerian Dalam Negeri Pembina Nugroho Tri Utomo Pemimpin Redaksi : Maraita Listyasari Redaktur : Eko Wiji Purwanto Editor : Aldy Mardikanto, Nur Aisyah Nasution Tim Penyusun : Nissa Cita, Cheerli, Kelly Ramadhanti , Indriany, Yusmaidy, Hendra Murtidjaja, Mujiyanto, Joko Prasetyo Disain : Endang Sunandar, Meddy CH Sirkulasi / Sekretariat : Agus Syuhada, Nur Aini
  • 5.
    Majalah Percik Desember 2012 03 25 Upaya Konservasi Air Skala Rumah Tangga Air (minum) merupakan kebutuhan dasar, bahkan PBB telah menetapkan air minum sebagai hak asasi. Namun pada kenyataannya masih banyak warga yang belum terlayani kebutuhan air minumnya. 35 Belajar Mengelola Air Buangan dari Singapura Siapa sangka kini Singapura yang dikenal sebagai negara kecil, telah memiliki konsep pengelolaan air yang baik dan bisa dijadikan contoh bagi negara lain. Konservasi air: 40 Air daur ulang untuk keberlanjutan Wawancara 44 Pengelolaan Air di Indonesia Pamsimas 2 Mengatasi kelangkaan sumber Kehadiran Pamsimas 2 diharapkan dapat memperluas akses air minum di 48 daya air di perdesaan Indonesia Indonesia. Pasalnya, hingga kini masih Kata mereka tentang kondisi banyak masyarakat yang diketahui belum dapat menikmati air bersih dan 54 air di Indonesia sanitasi layak. Media Informasi Air Minum dan Sanitasi Alamat Redaksi Majalah Percik : Jl. RP Soeroso 50 Jakarta Pusat, Telp/Faks : 021- 31904113 Situs Web : http//www.ampl.or.id, Email: redaksipercik@yahoo.com, redaksi@ampl.or.id Redaksi menerima kiriman tulisan/ artikel dari luar. Isi berkaitan dengan air minum dan penyehatan lingkungan Cover : E. Sunandar Foto Cover : Dokumentasi Pokja AMPL Nasional
  • 6.
    04 Majalah Percik Desember 2012 AIR DALAM LENSA DAN PENA Tendensi pemberitaan terkait dengan sektor air minum sering kesulitan mendapatkan air saat musim kemarau. cenderung lebih banyak bernada negatif sebesar 58 Program Sipil Bangun Desa yang ditargetkan selesai persen. Kondisi ini dipicu dengan pemberitaan media Desember 2012 itu dilakukan dengan membangun yang lebih banyak mengangkat permasalahan krisis air menara air setinggi 10 meter, kemudian disalurkan bersih di daerah. Baik yang dipicu oleh kondisi cuaca ke menara air setinggi lima meter di setiap Rukun (kemarau berkepanjangan) maupun yang dikarenakan Tetangga (RT) di Kampung Sukasari, Desa Sukahaji, oleh buruknya sistem manajemen air yang dilakukan. Kecamatan Sukawening. Sementara untuk pemberitaan positif seputar air Jabar Siap Olah Air Bersih untuk Jakarta minum lebih banyak didominasi dengan penanganan Provinsi Jawa Barat akan membangun fasilitas krisis air yang melibatkan instansi terkait seperti PDAM. pengolahan air dari Sungai Citarum untuk dialirkan Selain instansi resmi, dari pihak masyarakat juga ikut ke Jakarta sebagai air baku untuk minum. Selama ini terlibat aktif dalam upaya membantu krisis tersebut. air baku dari Sungai Citarum diambil dari Tarum Barat kemudian dialirkan secara terbuka ke Jakarta untuk Dari Kerja Sama Hingga Bantuan diolah. Dengan perencanaan ini, pengolahan dilakukan Dana dan Prasarana di wilayah Jabar  kemudian dialirkan ke Jakarta secara tertutup atau melalui pipa. Indonesia-Jerman Kerjasama Manajemen Sumber Air Tanah PU Bantu Rp3 Miliar Bangun SPAM Semin Indonesia dan Jerman sepakat menjalin kerja sama Pemerintah Kecamatan Semin, Kabupaten Gunung bidang manajemen sumber air bawah tanah. Jerman Kidul, DIY, mendapat bantuan Rp3 miliar dana menyediakan sarana untuk mengambil air dari sungai dari Kementerian PU untuk membangun sistem bawah tanah dan disalurkan dengan menggunakan penyediaan air minum. Bantuan ini digunakan untuk pompa air yang digerakkan oleh turbin (hydro-power). mengangkat air dari Embung Pakel untuk disalurkan Sarana itu mampu memberikan manfaat kepada lebih kepada masyarakat dari 40 ribu warga Bribin yang sebelumnya selalu mengalami kekurangan air bersih. ITB Membangun Rencananya, sebuah menara air akan dibangun di Jaringan Air Bersih Permukiman Warga sekitar embung. Air disalurkan kepada masyarakat melalui perpipaan dengan sistem gravitasi. Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Institut Teknologi Bandung (ITB) membangun jaringan air bersih di Yogyakarta Tambah 41 Titik Fasilitas Air Bersih permukiman warga Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kota
  • 7.
    Majalah Percik Desember 2012 05 Dok: Pokja AMPL Kekeringan memaksa warga gunakan air keruh untuk kegiatan sehari-hari. Yogyakarta akan menambah 5.000 Titik Pipa Air di Jakarta Kabupaten Magelang terpaksa 41 titik fasilitas air bersih siap Bocor Tiap Bulan menggunakan air sumur berwarna konsumsi yang tersebar di 14 Operator layanan air bersih di DKI kuning dan asin. Air itu hanya wilayah kecamatan. Di lokasi itu Jakarta, PT PAM Lyonnase Jaya untuk mandi. Untuk masak terpaksa nantinya air akan ditampung dan (Palyja), mengungkapkan sedikitnya mereka harus membeli. kemudian dipasang alat ultra filtrasi ada 5.000 titik kebocoran pipa untuk menyaring bakteri e-coli air setiap bulan. Sepanjang 2011, Proyek Air Bersih di Natuna dan sedimen yang terkandung Palyja memperbaiki 50.000 titik Gagal dalam air. Air kemudian dialirkan kebocoran. Dana yang disiapkan Akibat kurang pengawasan selama ke penampungan berkapasitas untuk mengganti pipa dan pelaksanaan proyek, dua proyek 500 liter yang dilengkapi dengan mendeteksi pipa untuk mengatasi air bersih di Natuna di Desa Balai ‘reverse osmosis’ (RO) sehingga bisa masalah kebocoran sebesar antara Sabang Mawang, Kecamatan langsung dikonsumsi. Rp100 miliar hingga Rp130 miliar. Pulau Tiga dan Kecamatan Midai, Kebocoran umumnya terjadi pada Natuna dianggap gagal. Proyek Kekeringan, Mahasiswa pipa-pipa ukuran kecil. bernilai Rp 2 milliar dari Cipta Sumbang 150 Ribu Liter Air Karya Kementerian PU hingga kini Mahasiswa Baru Fakultas Hukum Debit Air di Kota Ambon terbengkalai.  Universitas Muhammadiyah Cenderung Menyusut Yogyakarta (FH-UMY) memberikan Ketersediaan sumber air baku di Makin Banyak Desa Krisis Air sumbangan sebanyak 150 ribu liter Kota Ambon dari waktu ke waktu Bersih di Cilacap air bersih. Air itu diberikan kepada kian berkurang. Penurunan itu Kepala Pelaksana Harian Badan lima perkampungan dari sembilan ditandai dengan menyusutnya Penanggulangan Bencana Daerah kampung yang direncanakan. debit air di sejumlah daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Sumbangan yang digunakan itu resapan air. Kondisi ini dapat Tengah, Wasi Ariyadi menyatakan, merupakan uang yang berhasil mengancam ketersediaan air bersih jumlah desa yang mengalami krisis dikumpulkan semua mahasiswa di waktu mendatang. air bersih terus bertambah. Tercatat baru FH UMY.  sebanyak 33 desa yang tersebar di Kekeringan, Warga Pakai Air 12 kecamatan mengalami krisis air Dari Kebocoran Hingga Keruh bersih. Krisis Air Bersih Warga Dusun Kembaran, Desa Sedayu, Kecamatan Muntilan,
  • 8.
    06 Majalah Percik Desember 2012 Menyela Dok: Antara Foto
  • 9.
    Majalah Percik Desember 2012 07 matkan Air untuk Masa Depan Kota Jakarta terancam mengalami krisis air. Ini disebabkan oleh peningkatan volume kebutuhan masyarakat tidak sebanding dengan ketersediaan air di ibukota. Kondisi ini sudah mulai terlihat bila air PDAM mati beberapa saat. Masyarakat kebingungan mencari air. Bahkan di sebagian kawasan, seperti Jakarta Utara, mereka rela menggunakan air seadanya untuk memenuhi kebutuhan mandi, dan cuci. Untuk air minum, mereka rela merogoh kocek untuk membeli air meski dengan harga mahal.
  • 10.
    08 Majalah Percik Desember 2012 Ketua Umum Indonesia Water Institute, Firdaus Ali, ringan, sembilan persen dalam kondisi tercemar dalam satu kesempatan mengungkapkan, Jakarta pada sedang, dan 83 persen dalam kondisi tercemar berat. 2025 diperkirakan akan mengalami defisit 23.720 liter air per detik. Sementara saat ini ketersediaan air hanya Apa yang terjadi di Jakarta ini sangat mungkin terjadi mampu memasok 2,2 persen dari kebutuhan air bersih pula di kota-kota besar di Indonesia terutama di Jawa. warganya. Sudah ada kecenderungan yang menunjukkan ke arah sana. Kondisi ini ditambah parah bila menilik kondisi sumber air baku di Jakarta. Berdasarkan pemantauan BPLHD Permasalahan Air Baku DKI terhadap status mutu air sungai di 45 titik pantau Tidak hanya dari kualitas air yang buruk, sungai-sungai di 13 daerah aliran sungai (DAS) pada 2010, tercatat yang melintas ke kota-kota besar, terutama Jakarta, kian semua dalam kondisi tercemar sedang sampai berat. hari kuantitasnya pun semakin menurun. Terkadang Hasil pemantauan secara rinci yaitu nol persen dalam kontinyuitasnya pun terganggu. kondisi baik, sembilan persen dalam kondisi tercemar Dok: Pokja AMPL
  • 11.
    Majalah Percik Desember 2012 09 Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Ia menjelaskan, dengan rusaknya hutan di hulu jelas Bappenas Basah Hernowo menilai, penyebab utama merusak kesediaan air baku. Sedangkan dengan terjadinya krisis air baku ini adalah kerusakan hutan. ketidakadaan hutan di hilir maka iklim mikro jadi “Hutan sudah dirusak,” katanya. tidak menentu. Hal lain ketika hutan konservasi dialihfungsikan menjadi perkebunan kentang, kol atau Pulau Jawa misalnya. Menurutnya, Jawa ini sebenarnya tanaman semusim lainnya juga akan menimbulkan tidak untuk menjadi kota pulau. Tapi sekarang dampak terhadap kualitas air. Begitu hujan, top soilnya hampir semua aktivitas ekonomi ada di Jawa. Sekitar hilang. Dan ketika tanah sudah tidak subur, petani 60 persen penduduk Indonesia sekarang ada di menambahkan pupuk dan pestisida. Akibatnya, pupuk Jawa. Padahal, Pulau Jawa ini mempunyai kapasitas dan pestisida itu mencemari lingkungan. Air dari hulu maksimum. “Akhirnya, tata ruang mengakomodasi ini kemudian mencemari air yang diolah oleh PDAM. setiap perambahan hutan. Tata ruang untuk konservasi direvisi. Jadi di situlah letak kesalahan kita,” paparnya. Ketua Forkami, Abdullah Mutholib menambahkan, kondisi sumber air baku yang buruk ini juga dipengaruhi oleh masalah perilaku masyarakat. “Ada faktor budaya masyarakat,” katanya. Di perjalanan, jelasnya, air ini mengalami pencemaran akibat ulah manusia. Untuk kasus Jakarta misalnya. Air dari waduk Jatiluhur sudah mulai tercemar sejak di waduk karena limbah pariwisata dan industri. Dalam perjalanan, pencemaran itu bertambah dengan perilaku masyarakat membuang limbah rumah tangga atau industri. “Jadi biaya untuk mengolah air baku yang tercemar ini menjadi air yang bisa diminum makin mahal,” katanya. Sementara itu, bagi kota seperti Jakarta, air tanahnya sangat terbatas karena letak geografis Jakarta yang berada di pinggir laut di mana intrusi air laut sudah mulai masuk. Inilah yang tidak memungkinkan PDAM Dok: Pokja AMPL menjadikan air tanah sebagai sumber air baku di DKI. “Masalah air baku ini memang jadi masalah yang cukup rumit,” sambungnya.
  • 12.
    10 Majalah Percik Desember 2012 Butuh Penanganan Serius yang tidak terkait dengan konservasi. Tidak boleh lagi Melihat fakta tersebut, mau tidak mau permasalahan ditanami teh dan tanaman musiman atau menjadi air baku ini membutuhkan penanganan yang sangat kawasan perumahan. Kawasan itu harus dihutankan serius. Dan ini tidak bisa tidak melibatkan banyak pihak kembali. “Jakarta harus mau sharing penyelamatan terkait. terhadap 13 hulu sungai dari sekarang, sehingga 20- 30 tahun kemudian tidak ada masalah air baku lagi,” Basah Hernowo berpendapat, perlu ada hutanisasi tandasnya. Hanya saja, ini baru akan terjadi jika ada kembali kawasan sumber air baku. Misalnya Jakarta di kemauan politik pemerintah. mana sumber airnya dari Puncak, Bogor, maka kawasan itu harus dikonservasi. “Jadi konservasi di daerah hulu Pembuatan dam penampung air, lanjut Basah, selain melalui hutan itu harus. Tidak bisa solusinya diserahkan mahal juga masa pakainya hanya beberapa tahun. “Itu ke engineering,” tandasnya. tidak menyelasaikan akar masalah. Kan yang dirusak itu hulunya. Ketika hulunya gundul, yang kumpul di dam Ia mengambil contoh pengalaman yang terjadi di itu bukan air tetapi lumpur dan pasir,” jelasnya. Kota New York, Amerika Serikat. Beberapa puluh tahun lalu pemerintah setempat mulai menghitung bahwa Ia pun tidak sepakat dengan adanya pembuatan penduduk New York butuh air minum dalam jumlah biopori di daerah perkotaan untuk meningkatkan banyak sementara sumber air bakunya terbatas. Saat itu resapan air. Seperti di Jakarta, biopori tidak terlalu muncul dua pilihan. Pertama, menyelamatkan hulunya bermanfaat karena kondisi topografinya yang yang pada waktu itu adalah milik banyak orang atau merupakan dataran rendah sehingga airnya jenuh. kedua, membangun instalasi pengolahan air. Setelah “Tetapi kalau bioporinya di hulu baru signifikan. Itu pun dipertimbangkan dengan matang, kesimpulannya satu, tergantung kondisi geologi. Kalau batuannya sangat konservasi hulu. padat, air juga tidak bisa ngalir. Yang bisa membuat air bisa terus menyerap adalah akar pohon. Nah, sekarang Pemerintah setempat membeli semua dari hulu dan pohonnya ditebang. Akarnya berhenti, busuk dia. dijadikan daerah konservasi. Yang terjadi apa sekarang? Airnya tidak menetes lagi tetapi ngalir, jadilah bencana,” New York mendapat pasokan air baku yang sangat baik kata Basah. tanpa ongkos produksi yang tinggi. Mengapa? Karena air bakunya sudah bersih dari polutan, bersih dari Selain itu, ia menawarkan kebijakan tata ruang yang kimia yang membahayakan. “Karena hulunya itu sudah benar. Menurutnya, rumah tidak boleh lagi dibangun diselamatkan,” tandasnya. ke samping tapi ke atas. “Boleh buat perumahan, tetapi harus naik ke atas. Horizontal sisanya jadikan hutan,” Model ini, menurutnya, bisa diambil untuk mengatasi tandasnya. masalah air di Jakarta. Kawasan Puncak, Gunung Salak, Gunung Pancar, harus dibebaskan dari aktivitas Memang di sini dibutuhkan penegakan hukum yang
  • 13.
    Majalah Percik Desember 2012 11 Dok: Pokja AMPL Seorang warga mengambil air keruh untuk dikonsumsi. kuat. Hutan-hutan tidak boleh dikonversi menjadi memang mengonsumsi air dan juga mengatur air,” perumahan atau villa. Ia pun menekankan pentingnya katanya. hutan kota. Mengapa? Karena hutan mengatur iklim mikro. Hutan bisa menyerap emisi sekaligus air. Makanya, menurutnya, perlu ada hutan kota. Ia Minimnya hutan menjadi emisi tidak diserap akibatnya kurang sependapat dengan adanya ruang terbuka suhu meningkat. Peningkatan suhu ini menjadikan hijau, bahkan ada yang mencanangkan 30 persen. penguapan tinggi. Penguapan tinggi yang belum pada Ia beralasan bahwa ruang terbuka hijau itu biasanya masanya menyebabkan angin puting. “Jadi hutan itu adalah areal yang ditumbuhi rumput. Padahal rumput
  • 14.
    12 Majalah Percik Desember 2012 dari segi mengurangi emisi, kecil sekali. Dari segi air, tidak juga menyimpan air. Ini sangat berbeda dengan hutan. Dan, hutan kota pun sebenarnya bisa dijadikan area rekreasi seperti di Frankfurt, Jerman. Dilihat dari sisi perubahan iklim, Kepala Subdirektorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakaan Lingkungan Hidup, Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti menyatakan, penyelamatan air baku sangat mungkin dilakukan. Caranya dengan melihat terlebih dahulu skenario climate change-nya. Seberapa besar proyeksi curah hujannya, kekeringannya seperti apa, dan bagaimana perubahan iklimnya. Kemudian dihitung berapa banyak curah hujannya sehingga berapa besar tampungan yang akan dibuat, atau perbaikan lahan supaya penyerapan airnya dapat maksimal. Ini penting karena setiap daerah memiliki karakter masing-masing. Misalnya, curah hujan meningkat di Jawa Barat, Jawa Timur dan Bali. Tetapi menurun di Banten dan Jawa Tengah. “Artinya, Jawa Barat, Jawa Timur dan Bali itu harus dihitung lagi supaya air yang turun itu bisa kita manfaatkan. Atau yang di Banten dan Jawa Tengah bagaimana caranya memanfaatkan Perubahan Perilaku curah hujan yang menurun itu semaksimal mungkin,” Selain penanganan sumber air baku di hulu, paparnya. masyarakat pun perlu diubah perilakunya. Ketua Forkami menandaskan, pentingnya masyarakat Beberapa cara yang memungkinkan untuk menjaga aliran sungai agar terbebas dari pencemaran. menyelamatkan air ini antara lain penanaman pohon Selama ini pemerintah telah melarang masyarakat untuk memperbanyak penyerapan air dan juga untuk tidak membuang sampah sembarangan pembuatan reservoar. Di sektor pertanian yang dapat ke sungai, termasuk limbah. Tapi hasilnya belum dilakukan adalah dengan perubahan pola tanam. Ia memuaskan. Kesadaran masyarakat masih rendah. juga menekankan bahwa penanaman merupakan cara yang paling efektif agar air meresap ke dalam tanah Termasuk pula larangan pemerintah untuk tidak secara maksimal dan menjadi cadangan air. menebang pohon sembarangan, juga belum
  • 15.
    Majalah Percik Desember 2012 13 Dok: Pokja AMPL diindahkan oleh masyarakat. Bahkan sebagian anggota perlu diberi pemahaman tentang sanitasi yang baik. masyarakat berani merambah ke hutan-hutan lindung. Misalnya, bagaimana membangun tangki septik yang Padahal hal tersebut sangat merusak lingkungan, dan baik dan sehat agar tidak mencemari lingkungan. dampaknya mengganggu ketersediaan air. “Pemerintah itu harus benar-benar memberikan penyuluhan kepada masyarakat untuk mengubah Maka, menurutnya, kebijakan ini perlu terus digalakkan perilakunya terhadap lingkungan dan juga melakukan dan disertai dengan penegakan hukum yang tegas. penjagaan-penjagaan terhadap mata air. Mata air Selain itu, perlu pula disertai dengan advokasi secara harus dilindungi, jangan menebang hutan seenaknya,” masif kepada masyarakat dalam bentuk kampanye dan tandasnya. sejenisnya yang mudah diterima oleh masyarakat. Selain itu, perilaku masyarakat untuk berhemat dalam Di sisi individual rumah tangga, lanjutnya, masyarakat pemakaian air perlu juga ditekankan. Juga bagaimana
  • 16.
    14 Majalah Percik Desember 2012 Dok: Pokja AMPL masyarakat mulai dibiasakan untuk mendaur ulang Abdullah Mutholib menjelaskan, negara-negara air bekas untuk kemudian digunakan bagi keperluan Arab saat ini banyak menggunakan air laut sebagai lainnya. Misalnya, air bekas kamar mandi bisa diolah bahan baku air minum. Caranya dengan penyulingan. untuk keperluan menyiram tanaman atau mencuci “Kalau kita tidak cepat-cepat mengatasi masalah mobil. sumber air baku kita saat ini maka memang akhirnya air laut dijadikan air minum. Tapi ini biayanya cukup Alternatif Sumber Air Baku besar. Mahal sekali. Tidak terjangkau oleh daya beli Melakukan konservasi hutan memang prioritas yang masyarakat,” tandasnya. harus dilakukan dalam mengamankan sumber air baku. Pasalnya, hal itu merupakan alternatif paling Di samping itu, ada kemungkinan memanfaatkan air mudah dan murah yang dapat dilakukan. Tidak seperti hujan sebagai sumber air baku. Misalnya, katanya, alternatif menyuling air dan menampung air hujan dengan mewajibkan masyarakat terutama perusahaan yang membutuhkan biaya besar. besar untuk membuat tandon (penyimpanan) air
  • 17.
    Majalah Percik Desember 2012 15 hujan di dalam tanah. Bisa juga pemda membuat situ Program WSP ini didesain untuk mengurangi, di wilayah yang rendah untuk menampung air hujan mengeliminasi, atau mencegah kontaminasi sebagai sumber air bakunya. “Perlu pemanfaatan air dan rekontaminasi penyediaan air. Dalam permukaan secara lebih terpadu sehingga sumber air pengembangannya, program ini melibatkan baku lebih memadai,” kata Abdullah. pencegahan kontaminasi pada sumber air; pengolahan air untuk menghilangkan atau mereduksi kontaminasi Pengamanan Air yang menjadi target kesehatan; dan mencegah Di luar persoalan menyelamatkan air baku tersebut, ada terjadinya kontaminasi ulang selama penyimpanan, satu hal yang patut diperhitungkan yakni bagaimana distribusi, dan penanganan air. mengamankan air yang telah ada bagi kebutuhan manusia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah Melalui program ini, risiko kesehatan yang timbul meluncurkan program Water Safety Plan (WSP) atau akibat mengonsumsi air bisa dicegah lebih dini. Dan air Rencana Pengaman Air. yang dikonsumsi masyarakat diarahkan agar benar- benar aman bagi kesehatan. Perbaikan drainase terus dilakukan. Dok: Antara Foto
  • 18.
    16 Majalah Percik Desember 2012 Dok: Pokja AMPL Walhasil, menyelamatkan air merupakan suatu laut. Sementara untuk memelihara dan melestarikan keharusan. Apalagi jika dilihat dari kecenderungan sumber air baku yang ada perlu upaya konservasi pasokan air di dunia yang menurun akibat perubahan secara serius. iklim dan kebutuhan yang meningkat akan pangan, energi serta kebersihan dan kesehatan bagi penduduk Studi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan yang terus bertambah. pemikiran kembali secara radikal semua kebijakan untuk menangani berbagai permintaan air. “Air Dari sisi rumah tangga, pengolahan air skala rumah segar tak dimanfaatkan secara berkelanjutan,” kata tangga perlu dilakukan. Selain itu, masyarakat harus Direktur Jenderal UNESCO, Irina Bokova di dalam satu ikut andil dalam menghemat air. Tak lupa, green pernyataan. Selamatkan air kita! building perlu dikembangkan. Sedangkan dari sisi suplai, perlu ada upaya untuk mencari sumber air Joko Prasetyo/Mujiyanto baku lainnya misalnya air hujan, dan penyulingan air
  • 20.
    18 Majalah Percik Desember 2012 Budi Yuwono Dedi S. Priatna Direktur Jenderal Cipta Karya, Deputi Sarana dan Prasarana, Kementerian Pekerjaan Umum Bappenas Pamsimas 2 Melanjutkan Semangat Sediakan Air untuk Masyarakat Miskin Bicara tentang perluasan akses air minum, masih membangun 6828 desa reguler dan mendorong banyak penduduk pedesaan dan pinggiran kota replikasi dari pemerintah daerah 565 desa, dari yang belum dapat menikmati air bersih dan target 5000 desa reguler. sanitasi yang layak. Padahal penyediaan prasarana dan sarana air minum dan sanitasi yang baik akan Akhir tahun 2012 menjadi momentum penting memperkuat peningkatan kualitas lingkungan Pamsimas, sejalan dengan berakhirnya Pamsimas dan kesehatan masyarakat, dan selanjutnya juga I. Hari Jumat (7/11) lalu, di Hotel Mercure akan meningkatkan produktivitas masyarakat. Ini Ancol, Jakarta, seluruh pemangku kepentingan yang mendorong dibesutnya program nasional Pamsimas dari pusat, provinsi dan kabupaten Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis kota berkumpul dalam Rapat Koordinasi Nasional Masyarakat (Pamsimas). (Rakornas) Pamsimas. Rakornas bertujuan untuk mengevaluasi kinerja selama 5 tahun terakhir Pamsimas, merupakan kelanjutan dari WSSLIC dan menyusun bersama rencana tindak untuk (Water Supply and Sanitation for Low Income keberlanjutan Pamsimas kedua. Berikut petikan Communities) 1 & 2, dan dimulai sejak 2008. wawancara wartawan Percik, Joko Prasetyo Tak tanggung-tanggung, Pamsimas I berhasil dengan sejumlah anggota Tim Pengarah
  • 21.
    Majalah Percik Desember 2012 19 Pembangunan Air Minum dan atau empat tahun terakhir, masyarakat (RKM) sebanyak 5 Sanitasi Budi Yuwono (BY), enam indikasinya sudah tercapai juta 300-an padahal targetnya 3 Direktur Jenderal Cipta Karya, bahkan banyak yang melampaui juta 800-an. Kementerian Pekerjaan target. Umum dan Dedi S. Priatna Keempat, realisasi anggaran (DSP) Deputi Sarana dan Pertama, tambahan orang yang APBD kabupaten/kota dalam Prasarana, Bappenas yang dapat mengakses air minum sektor AMPL sebagai presentasi ditemui pada saat pembukaan lebih dari 4 juta 200 orang dari kebutuhan anggaran untuk Rakornas Pamsimas. target sekitar 3-5 juta. mencapai MDG’s sama dengan yang ditargetkan yakni 50 (Percik) Apa saja yang Kedua, tambahan orang yang persen. menjadi keberhasilan dari dapat mengakses sanitasi yang Pamsimas 1 selama 5 tahun layak lebih dari 3 juta orang. Ini Kelima, jumlah kabupaten/ terakhir kemarin? melampaui target yang hanya kota yang mereplikasi Program 1,5-2,4 juta orang. Pamsimas di luar target desa (BY) Setidaknya ada delapan Pampsimas ada 99 padahal indikator keberhasilan, Ketiga, jumlah desa yang targetnya cuma 50. berdasarkan data sampai 2011 telah menyusun rencana kerja Hidran Umum Desa Anggalan, Lebak Dok: Pamsimas
  • 22.
    20 Majalah Percik Desember 2012 Dok: Pamsimas Keenam,persentase sekolah yang berhenti buang air di (Percik) Apa yang mem- yang memiliki sanitasi yang sembarang tempat tercapai bedakan Pamsimas 2 dengan layak dan menerapkan pola sekitar 46-an persen dari 60 sebelumnya? Apa saja yang hidup bersih dan sehat (PHBS) persen yang ditargetkan. menjadi target Program mencapai sekitar 92-an persen Pamsimas 2? dari 77 persen yang ditargetkan. (Percik) Mengapa program (BY) Poin utama yang Pamsimas harus dilanjutkan membedakan Pamsimas tahap Sedangkan dua indikasi ke tahap keduanya? II dengan sebelumnya adalah lainnya, yakni target persentasi (BY) Karena memang masih peningkatan akses dari yang masyarakat yang mencuci banyak atau sekitar 45-an ditargetkan. Pada akhirnya, tangan pakai sabun sekitar persen dari total penduduk yang diukur adalah akses bukan 59-an persenan dari 60 persen Indonesia yang belum memiliki jumlah fasilitas yang dibangun, yang ditargetkan. Sedangkan akses sanitasi dan air minum sehingga PAMSIMAS selanjutnya persentase target masyarakat yang layak. perlu dirancang sebaik mungkin
  • 23.
    Majalah Percik Desember 2012 21 untuk memaksimalkan akses dalam program Pamsimas air minum dan sanitasi yang melalui pengalokasian yang ini, menstimulus Pemda layak mencermikan bahwa efektif dan benar-benar agar dapat membimbing laju penyediaan infrakstruktur berdasarkan kebutuhan warga menyusun RKM. Untuk air minum dan sanitasi belum masyarakat untuk mendapatkan itu semua disediakan pula dapat mengimbangi laju peningkatan pelayanan air anggarannya. Apa lagi ternyata pertumbuhan penduduk. Hal minum. dana Pamsimas kurang dari 1 ini utamanya disebabkan oleh persen saja yang tersimpangkan. keterbatasan kemampuan (Percik) Bagaimana Artinya boleh dibilang program pendanaan pembangunan memastikan pemerintah ini bersih dari korupsi. air minum dan sanitasi dan daerah siap dengan Program belum optimalnya sarana dan Pamsimas 2 ? (Percik) Mengapa selalu prasarana yang sudah dibangun. (BY) Kita terus-menerus dikatakan masyarakat kita menstimulus mereka agar masih rendah akses air (Percik) Bagaimana program menumbuhkan kesadaran minumnya? seperti Pamsimas bisa kepada warga untuk terlibat (DSP) Masih rendahnya akses sinergis dengan program- Dok: Pamsimas
  • 24.
    22 Majalah Percik Desember 2012 program air minum dan Peran strategi apa yang Demikian Pamsimas dengan Dok: Pamsimas sanitasi yang lain misalnya diharapkan dapat dilakukan segala pembelajaran STBM, Sanimas, PPSP atau Pemerintah daerah terkait diharapkan menjadi dasar bagi sejumlah program lainnya? Pamsimas? penyusunan program nasional (DSP) Tentu harus bisa (DSP) Banyak, di antaranya penyediaan air minum ke bersinergi karena program menyuluh masyarakat untuk depan, untuk mencapai tujuan ini memang sejalan dan aktif dalam perancangan dan RPJP yaitu seluruh masyarakat sebangun dengan AMPL realisasi RKM. Pemda juga tidak Indonesia, baik kaya atau lainnya. Lebih dari itu kan usah ragu dalam menjalankan miskin, minum air sehat di orang-orang yang bergerak di program Pamsimas ini, bila 2025. bidang AMPL ya orang-orang dari pusat belum ada kucuran yang sama. Mereka semua dana, jalankan saja. Dana yang Nissa Cita, Mujiyanto, Joko Prasetyo membuat dan menjalankan keluar tinggal di-reimburse ke program-program AMPL pusat. termasuk Pamsimas ini.
  • 26.
    24 Majalah Percik Desember 2012
  • 27.
    Majalah Percik Desember 2012 25 Dok: Pokja AMPL Pengelolaan Kebutuhan Air: Upaya Konservasi Air Skala Rumah Tangga Air (minum) merupakan kebutuhan dasar bahkan Persatuan Bangsa- Bangsa (PBB) telah menetapkan air (minum) sebagai hak asasi. Untuk itu, negara berkewajiban memastikan bahwa seluruh warganya mendapatkan layanan air (minum). Namun, pada kenyataannya masih banyak warga yang belum terlayani kebutuhan air minumnya. Berdasarkan Laporan Pencapaian Tujuan Pembangunan Millenium (Millenium Development Goals/MDGs) Tahun 2010, yang merujuk pada data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), menunjukkan akses air minum layak meningkat dari 37,73 persen pada tahun 1993 menjadi 47,71 persen pada tahun 2009. Dari jumlah tersebut, akses air minum layak cenderung lebih tinggi pada rumah tangga di perkotaan daripada perdesaan. Sementara jika dibandingkan dengan target MDGs pada tahun 2015 untuk air minum adalah sebesar 68,9 persen. Masih cukup jauh dari target. Masih sekitar 50 juta penduduk Indonesia belum terlayani kebutuhan air minumnya. Hal yang menarik untuk disimak bahwa selama ini pemerintah sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam pemenuhan kebutuhan air minum tersebut hanya terfokus pada sisi peningkatan kapasitas penyediaan air minum. Sementara, berdasarkan pengamatan para ahli, dikenali adanya ketidakefisienan dalam pemanfaatan air tersebut. Sebagai contoh nyata dalam keseharian kita misalnya banyaknya air
  • 28.
    26 Majalah Percik Desember 2012 Dok: Pokja AMPL digunakan secara bergantian, walaupun sebenarnya artinya sedikit berbeda konteksnya. Webster’s Universal College Dictionary mendefinsikan konservasi sebagai pengendalian pemanfaatan terhadap sumber daya alam dalam rangka memelihara atau melindungi atau mencegah pengurangan kapasitasnya. Gifford Pinchot, dikenal sebagai Bapak Konservasi, mendefinisikan konservasi sebagai pemanfaatan sumber daya alam untuk kegunaan terbaik dalam jumlah terbesar dalam jangka selama mungkin (Baumann, 1997). Namun terjemahan yang relatif lebih sederhana sebagaimana dinyatakan oleh San Antonio Water Systems, yaitu konservasi sebagai upaya meningkatkan yang terbuang ketika kita mandi saat ini dapat dikurangi tanpa efisiensi pemanfaatan air. Tentu menggunakan gayung, ketika melakukan peningkatan kapasitas. saja tidak ada definisi yang mudah kita menyiram tanaman secara Bagaimana caranya? yaitu melalui dan lengkap, tergantung pada berlebihan, ketika kita menggosok pengelolaan kebutuhan air sebagai perspektif masing-masing. gigi menggunakan air keran yang bagian dari upaya konservasi air. terus mengucur dan seterusnya. Sementara pengendalian Sudah saatnya juga kita semua Definisi Konservasi dan kebutuhan/hemat air (water mulai mencoba meningkatkan Pengendalian Kebutuhan Air demand controls/water demand efisiensi pemanfaatan air minum Istilah konservasi dan pengendalian management) diartikan sebagai tersebut. Dengan demikian, kebutuhan sering digunakan ketika metode yang digunakan diharapkan kesenjangan antara berbicara tentang pemanfaatan air untuk meningkatkan efisiensi target MDGs dan kapasitas layanan secara efisien. Kedua istilah tersebut pemanfaatan air. Pencapaian
  • 29.
    Majalah Percik Desember 2012 27 tujuan pengurangan penggunaan barang. Akibatnya pembangunan pengurangan konsumsi air, yang air sering menjadi bagian dari infrastruktur selalu dilakukan untuk berdampak baik kepada pelanggan rencana konservasi. Pengendalian memenuhi kebutuhan. Kondisi ini maupun penyedia air. kebutuhan sering memerlukan yang disebut sebagai pendekatan perubahan perilaku pemakai air sisi penawaran (supply side Manfaat Finansial. White (1998) atau perubahan cara tradisional approach). Sementara pendekatan menyatakan bahwa pengurangan pemanfaatan air. dari sisi penawaran (demand side konsumsi air tidak hanya approach) yang dikenal sebagai berpengaruh langsung terhadap Mengapa konservasi penting? Water Demand Management/ biaya yang harus dibayar oleh Walaupun dalam kenyataannya kita dikelilingi oleh air, sebagaimana data menunjukkan bahwa air menutupi sekitar 70 persen dari permukaan bumi, namun hanya sekitar 2,5 persen dari ketersediaan air tersebut yang berpotensi dapat dikonsumsi oleh makhluk hidup, dan sekitar 1/3 nya berupa es. Dok: Pokja AMPL Akibatnya hanya sekitar 1 persen dari keseluruhan ketersediaan air yang sebenarnya dapat dikonsumsi manusia. Sementara jumlah seluruh penduduk bumi yang membutuhkan air mencapai sekitar Control (WDM) atau pengelolaan pelanggan tetapi juga akan 6 miliar jiwa. Dengan demikian, kebutuhan air kurang mendapat mengurangi kebutuhan energi. sudah sangat jelas alasannya porsi. Akibatnya biaya listrik juga mengapa manusia seharusnya dapat dikurangi. Selain itu, biaya melakukan upaya konservasi air. Terdapat beragam manfaat pengolahan dan distribusi air pendekatan pengelolaan menjadi berkurang. Selanjutnya, Pendekatan Sisi Permintaan kebutuhan air yang dapat berkurangnya konsumsi air berarti (Demand Side Approach) diklasifikasikan dalam dua kategori berkurangnya keluaran air limbah, Selama ini perencanaan utama yaitu manfaat finansial yang berarti berkurangnya biaya pembangunan infrastruktur dan manfaat ekologis. Manfaat pengolahan air limbah. Namun, baru didasarkan pada perkiraan langsung yang paling terasa dari dampak terbesar dari berkurangnya kebutuhan dari layanan atau pengelolaan kebutuhan air adalah konsumsi air adalah tertundanya
  • 30.
    28 Majalah Percik Desember 2012 didistribusikan ke pelanggan miskin menjadi lebih banyak. Dalam jangka panjang, berkurangnya konsumsi air memungkinkan tersedianya cukup dana investasi untuk meningkatkan ketersediaan air dengan kualitas yang jauh lebih baik. Akibatnya tingkat kejadian penyakit berbasis air dapat dikurangi. Strategi Pengelolaan atau bahkan terhindarnya kita dari berkembang, pelanggan kaya Kebutuhan Air penambahan investasi infrastruktur memperoleh layanan lebih Menurut Tate (1990), strategi untuk meningkatkan kapasitas baik dan jumlah air yang lebih pengelolaan kebutuhan air produksi air. Grafik berikut dapat banyak. Akibatnya penduduk dapat diklasifikasikan dalam 3 memberi gambaran secara miskin menerima jumlah air (tiga) kategori, yaitu sosio-politik, imajinatif perbedaan kondisi yang jauh lebih sedikit. Melalui ekonomi, dan operasional. permintaan air dengan program program WDM, pelanggan kaya WDM dan tanpa program WDM. dapat dikurangi konsumsinya, Sosio-politik. Strategi ini terfokus sehingga kapasitas air yang dapat pada upaya merubah perilaku Manfaat Ekologis. Manfaat Dok: Pokja AMPL paling nyata dari aspek ekologis keberadaan program WDM adalah konservasi air. Selain itu, terdapat manfaat tidak langsung berupa pengurangan emisi CO2 yang dihasilkan dari pengurangan konsumsi energi. Manfaat Sosial. Vairavamoorthy dan Mansoor (2006) menjelaskan manfaat sosial berupa peningkatan kesetaraan sosial khususnya di negara berkembang. Di negara
  • 31.
    Majalah Percik Desember 2012 29 Dok: Pokja AMPL penggunaan air, yang dilaksanakan akan menghasilkan pengurangan (air hujan, air hasil olahan/water melalui program penyadaran atau konsumsi air. Hal ini tidak berlaku recycling). kampanye media. Masih banyak jika harga meningkat karena masyarakat yang belum memahami adanya disinsentif penggunaan air Sementara klasifikasi strategi betapa penting dan bernilainya air. yang berlebihan. pengelolaan kebutuhan air lainnya oleh Jalil dan Njiru (2006), yang Ekonomi. Strategi ini didasari pada Operasional. Strategi ini mencakup membaginya dalam dua kategori teori bahwa selain air sebagai solusi rekayasa dan teknologi yang yaitu tingkatan penyedia layanan barang sosial, air juga merupakan bertujuan mengurangi konsumsi air air dan pelanggan. Klasifikasi ini barang ekonomi. Sehingga tanpa mengurangi kualitas layanan. yang lebih operasional dibanding pasar air mengikuti hukum Termasuk dalam upaya ini adalah lainnya. penawaran-permintaan. Secara promosi penggunaan peralatan teoritis, peningkatan harga air hemat air, sumber air alternatif
  • 32.
    30 Majalah Percik Desember 2012 Dok: FORKAMI Strategi pada Tingkatan Ekonomi. Berdasar prinsip Dublin otomatis mengurangi konsumsi Penyedia Layanan Air keempat, bahwa air mempunyai air. Dibutuhkan upaya tambahan. Strategi yang dapat diterapkan nilai ekonomi dan seharusnya Terdapat cara lain yang dapat oleh penyedia layanan air dapat diperlakukan sebagai barang diterapkan, yaitu berupa tambahan mencakup peningkatan efisiensi ekonomi. Penyediaan layanan biaya terhadap penggunaan sistem, menerapkan prinsip air melalui proses pemompaan, konsumsi air yang banyak dan ekonomi, mengembangkan upaya pengolahan, dan pendistribusian melampaui standar kebutuhan air. peningkatan kesadaran pelanggan membutuhkan sumber daya Untuk itu, perlu ditetapkan batasan melalui kegiatan pendidikan dan finansial yang seharusnya konsumsi air yang wajar dengan penyediaan informasi. dikembalikan oleh pelanggan. mempertimbangkan ukuran lahan, Untuk itu, diciptakan sistem jumlah penghuni, dan lainnya. Peningkatan efisiensi sistem. Dalam pembayaran yang dikenal sebagai proses penyediaan air, mulai dari tarif. Pendidikan dan Informasi. awal sampai terdistribusi sampai Pelanggan tidak selamanya pelanggan, terjadi kehilangan air. Namun, berbagai studi berkehendak melakukan konservasi Penyedia layanan dapat mengurangi menunjukkan bahwa ternyata air. Sehingga penyedia layanan kehilangan air melalui berbagai cara teori penawaran-permintaan bertanggung jawab mendorong diantaranya dengan menerapkan tidak berlaku sepenuhnya. peningkatan kesadaran pelanggan. strategi pengelolaan kehilangan air. Artinya, peningkatan tarif tidak Pelanggan perlu disadarkan melalui
  • 33.
    Majalah Percik Desember 2012 31 penyediaan informasi dan edukasi. mengkonsumsi air dalam jumlah air. Namun demikian, perilaku Informasi terkait yang perlu yang besar adalah mesin cuci dan pengguna tetap berperan penting. disampaikan kepada pelanggan mesin cuci piring. Sebagai ilustrasi, walaupun volume diantaranya adalah manfaat dan air bilasan toilet telah dikurangi dari dampak terhadap pelanggan baik Peralatan Mandi. Penyumbang 12 liter menjadi hanya 4 liter sekali langsung maupun tidak langsung, terbesar konsumsi air adalah bilas, tetapi berdasar survei ditemui dan solusi teknologi konservasi peralatan yang berkaitan dengan fakta bahwa pengguna membilas skala rumah tangga, kamar mandi seperti toilet lebih dari sekali. Penggunaan khususnya toilet duduk, dan alat alat penyiram memang hemat Strategi pada Tingkatan penyiram (shower). Menurut air, tetapi pengguna cenderung Pelanggan Keating dan Howarth (2003), sekitar menggunakan waktu yang lebih Strategi yang dapat diterapkan 30 persen dari konsumsi air rumah lama. kepada pelanggan dapat berupa tangga berasal dari air siraman penggunaan peralatan rumah toilet. Pada saat ini, peralatan Praktek Perilaku Hemat Air. tangga dan peralatan mandi toilet telah banyak yang hemat Sebagian terbesar upaya hemat air, dan perubahan perilaku Dok: FORKAMI pelanggan. Pemanfaatan Peralatan Rumah Tangga Hemat Air. Berbagai peralatan rumah tangga menggunakan air, sehingga penggunaan peralatan rumah tangga hemat air dipandang sebagai salah satu langkah yang berpeluang mengurangi jumlah konsumsi air secara signifikan. Selain itu, pemantauan secara berkala terhadap peralatan tersebut akan berpeluang mengurangi terjadinya kebocoran air. Diperkirakan langkah ini dapat mengurangi konsumsi air sekitar 80-100 liter per rumah tangga (EPA, 2007). Beberapa peralatan yang
  • 34.
    32 Majalah Percik Desember 2012 penghematan air sangat dan pelatihan. Sebagian besar diantara institusi tersebut tergantung dari perilaku penyedia layanan mempunyai semakin menyulitkan upaya pelanggan/masyarakat. Sebagai orientasi pendekatan sisi memperkenalkan program ini; ilustrasi, walaupun toilet telah penawaran, sehingga penerapan (iii) regulasi. Program seperti ini menggunakan teknologi hemat air program ini akan sulit terutama sebaiknya didukung oleh regulasi namun kebiasaan membilas toilet karena belum dipahaminya yang memadai. Kesadaran saja lebih dari sekali tetap mendorong dengan baik pendekatan sisi tidak akan cukup mendorong meningkatnya konsumsi air. permintaan. Sementara di sisi diterapkannya program; (iv) Sehingga perubahan perilaku lain, pelanggan pun masih teknologi alternatif. Ketersediaan menjadi suatu keniscayaan. belum sepenuhnya memahami teknologi tidak selamanya manfaat dari program ini; (ii) terjangkau dan dapat diterima oleh Tantangan Penerapan Pengelolaan kebijakan, institusi dan koordinasi. masyarakat. Sebagian besar produk Kebutuhan Air. Penerapan Sebagian terbesar institusi masih rumah tangga yang hemat air program pengelolaan kebutuhan menjalankan kebijakan pola belum mencapai skala ekonominya air (Water Demand Management) lama yang berorientasi pada sisi sehingga relatif mahal harganya akan menghadapi berbagai penawaran. Penerapan program dibanding peralatan yang tersedia. tantangan, diantaranya (Jalil ini akan menghadapi penolakan dan Njiru, 2006; dan Viesmann, dari institusi terkait. Ditambah Oswar Mungkasa (dari berbagai sumber) 1987) adalah (i) pendidikan pula kurangnya koordinasi Dok: Pokja AMPL
  • 35.
    Majalah Percik Desember 2012 33 TIPS Langkah Penghematan Air Dimulai dari Rumah Dok: Pokja AMPL Memulai upaya konservasi tidaklah Air hasil buangan pendingin Sebaiknya menggunakan sulit, namun membutuhkan ditampung dan dapat gelas sebagai penampung air. kemauan yang kuat. Semua itu digunakan untuk menyiram Jika memungkinkan, dapat dimulai dari rumah kita, tanaman. mandilah menggunakan dengan cara yang sederhana dan Gunakan satu gelas minum shower yang tiga kali tidak membutuhkan biaya. Berikut untuk seharian lebih hemat dibanding ini merupakan beberapa upaya Sebaiknya menggunakan menggunakan gayung. sederhana yang dapat dilakukan ember penampung air ketika Pastikan tidak ada air yang di rumah dalam upaya melakukan mencuci mobil menetes dari keran. Air yang penghematan penggunaan air. dihemat bisa mencapai 500 Kamar mandi liter atau 0,5 m3 per bulan. Kebiasaan Matikan keran air ketika Jika memungkinkan, Isilah gelas minum sedang menggosok gigi. gunakanlah kloset dengan secukupnya sehingga tidak Hal ini akan menghemat air dua sistem pembilasan air. akan ada air yang terbuang. hingga 10 liter per menit. Satu tombol dengan volume
  • 36.
    34 Majalah Percik Desember 2012 air kecil untuk membilas sayur untuk menyiram menyiram tanaman dan air seni, sementara tombol tanaman. Selain hemat, air lainnya lainnya dengan volume air bekas cucian sayuran juga Bertanamlah pada musim besar untuk membilas hasil menyuburkan tanaman. hujan, buang air besar. Pilihlah mesin cuci yang Buatlah lubang membutuhkan sedikit air penampungan/resapan air Dapur atau lubang biopori sehingga Ketika mencuci piring, Halaman rumah air hujan sebagian besar akan jangan biarkan air mengucur Menyiram tanaman sebaiknya meresap ke dalam tanah dan pada saat membilas. Jika di pagi hari atau sore hari mengurangi jumlah aliran cucian banyak jumlahnya, ketika panas matahari tidak air yang masuk ke saluran pergunakan 3 ember berbeda, menyengat agar mengurangi drainase. masing-masing dengan penguapan Kurangi frekuensi memotong fungsi yang berbeda untuk Selalu menggunakan rumput. merendam/menyabun, tampungan air hujan, yang membersihkan dan membilas. dapat dipergunakan untuk Oswar Mungkasa Gunakan air bekas cucian mencuci motor dan mobil, Prinsip 5 R Prinsip konservasi air yang dianut oleh Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta dirangkum dalam jargon 5 R, yaitu: Reduce, yaitu melakukan penghematan air . Reuse, yaitu memanfaatkan secara langsung air limbah untuk penggunaan yang tidak membutuhkan air bersih Recycle, yaitu memanfaatkan kembali air limbah setelah melalui proses pengolahan Recharge, berupa langkah memasukkan air hujan ke dalam tanah Recovery, berupa langkah mengalirkan air yang terbuang ke dalam situ atau danau. Sumber: Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah DKI Jakarta
  • 37.
    Majalah Percik Desember 2012 35 Belajar Mengelola Air Buangan dari Singapura Dok: Maraita Listyasari Siapa sangka bahwa Singapura yang saat ini terkenal sebagai negara kecil yang menjadi salah satu pusat bisnis di kawasan Asia pada 40 tahun yang lalu memiliki kondisi yang sangat berbeda. Ketersediaan sumber air baku yang sangat terbatas, banjir yang seringkali terjadi, penanganan sanitasi yang kurang memadai sehingga mempengaruhi tingkat kesehatan masyarakat. Menyadari kondisi tersebut, maka mulailah dilakukan transformasi. Ada sejumlah tahap yang dilakukan Singapura:
  • 38.
    36 Majalah Percik Desember 2012 upaya konservasi dapat meningkat. (Pengolahan Air Limbah). Dasar, selama kurun waktu Pengelolaan air buangan tersebut tahun 1965-2000. Tema yang Used Water Management ditujukan untuk: (1) mencegah diangkat adalah Tackling the Hampir seluruh wilayah di kontaminasi dan penyebaran Basics; Singapura ini (luas lahan 710 penyakit, (2) melindungi sumber km2, dengan total penduduk air, dan (3) mendapatkan alternatif pengelolaan air, selama kurun sekitar 5,1 juta jiwa) telah sumber air baku (air reklamasi). waktu tahun 2001-2006. Tema yang diangkat adalah Water for All: Conserve, Value, Enjoy. Mengintegrasikan isu lingkungan dengan sektor lainnya. Tema yang diangkat adalah The Future – Integrating with the Environment and the World. Dari tema yang diangkat itulah kemudian diterjemahkan kedalam berbagai program dan kegiatan: seperti Water for All; menggambarkan berbagai dilayani oleh sistem perpipaan Gambar 1 – Deep Tunnel Sewerage System upaya yang dilakukan Pemerintah terpusat, baik yang berasal Singapura untuk memastikan dari domestik (rumah tangga) NEWater ketersediaan sumber air minum. ataupun dari daerah komersial dan Seperti yang telah disampaikan Atau 3 Approaches: conserve water, industri (setelah mendapatkan sebelumnya, dalam memastikan value our water, enjoy our water. pengolahan pendahuluan/pre- ketersediaan air bagi negaranya, Sub tema ini menggambarkan treatment). Agar mendapatkan Singapura memiliki 4 sumber berbagai upaya pemerintah persepsi yang lebih positif dari air baku. Salah satunya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, Pemerintah Singapura memanfaatkan kembali air masyarakat akan pentingnya upaya menggunakan terminologi Used reklamasi. Pemanfaatan air konservasi air, menghargai nilai Water Management (Pengelolaan reklamasi tersebut pada dasarnya air sehingga rasa kepemilikan dan Air Buangan) dibandingkan adalah melengkapi siklus air kepedulian masyarakat terhadap dengan Waste Water Treatment yang dikelola PUB sehingga
  • 39.
    Majalah Percik Desember 2012 37 dan WHO. Hasil tes pathogen menunjukkan tidak ditemukan adanya efek karsinogenik jangka panjang dan tidak adanya efek estrogen. Berbagai catatan mengenai praktek terbaik yang telah Singapura lakukan hingga saat ini dalam Dok: Maraita Listyasari pengelolaan air dan sanitasi adalah sebagai berikut: Pertama, melibatkan partisipasi dari berbagai pihak dalam pengembangan teknologi untuk Singapura telah mengembangakan air yang tersedia dari pengolahan mengatasi permasalahan air dan pengelolaan air dalam suatu siklus air minum yang digunakan untuk sanitasi. Pemerintah Singapura tertutup (close loop). keperluan domestik. Pemanfaatan memberikan award, hadiah uang NEWater akan terus meningkat, tunai sebesar S$300,000 dan Untuk menjaga ketersediaan direncanakan akan mencapai 40% memberikan medali emas kepada air di masa yang akan datang, dari kebutuhan air Singapura pada pihak yang dapat memberikan maka air olahan digunakan tahun 2020. penyelesaian terhadap permasalah untuk 2 hal, yaitu: Pertama, Direct global dengan menerapkan Non-Potable Use; terutama Kedua, Indirect Potable Use; yaitu teknologi ‘groundbreaking’ sebagai untuk penggunaan air untuk dengan menyimpan air reklamasi upaya melaksanakan kebijakan dan pendingin bagi rumah sakit, ini ke dalam reservoir untuk program pemerintah. bangunan komersial dan kantor; kemudian diolah kembali agar serta sebagai bagian dari proses mengandung berbagai mineral Kedua, Komprehensif; tidak hanya industri. Sebelum menggunakan yang diperlukan oleh tubuh. Saat pengelolaan suplai tetapi juga NEWater, industry (seperti Apple) ini hanya sekitar 5% saja yang demand, baik domestik dan juga menggunakan air perpipaan dari dimanfaatkan sebagai air baku non-domestik (industri). Saat ini instalasi pengolahan air minum. air minum. Walaupun demikian, tingkat kehilangan air di Singapura Upaya ini merupakan bagian kualitas air yang NEWater telah hanya mencapai 5% saja. Untuk dari Strategi Pengalihan (Replace memenuhi standard baku mutu pengurangan tingkat pemakaian Strategy) sehingga lebih banyak yang ditetapkan oleh USEPA air, Pemerintah Singapura
  • 40.
    38 Majalah Percik Desember 2012 menjalankan Program Konservasi Air (Water Conservation Programs), dengan tema Tantangan 10 Liter (10-Litre Challenge). Dengan menjalankan program ini, telah terjadi penurunan pemanfaatan dari 160 liter perorang perhari di Tahun 2005 menjadi 154 liter perorang perhari di Tahun 2010. Diharapkan angka ini terus menurun hingga 147 liter perorang perhari di Tahun 2020. Gambar 2 – Diagram Tantangan 10 Liter Air Gambar 3 – Diagram Siklus Air dalam Program Konservasi Air Singapura Keempat. Pengembangan industri air. Air menjadi sektor prioritas di SIngapura. Tidak hanya disebabkan isu keterbatasan air, tetapi pemerintah juga mampu menghubungkan isu air dengan kehidupan sehari-hari bahkan perekonomian negara. Berbagai industri muncul dari sektor air ini, seperti yang terkait dengan pariwisata ataupun industri yang terkait dengan toknologi pengolahan air (dan sanitasi). Upaya edukasi publik dilakukan Ketiga, Keterkaitan isu air Ketika kualitas air olahan mencapai secara komprehensif dan visioner; dengan berbagai sektor lainnya. standard kualitas baku maka Dibangunnya berbagai diorama Pengelolaan air buangan yang tingkat pemanfaatan air olahan yang menjelaskan ‘perjalanan’ ditujukan bagi penyediaan sumber dapat ditingkatkan. Dampaknya, pengembangan air minum (dan air alternatif merupakan hal yang air minum yang tersedia dapat sanitasi) di Singapura; Promosi sangat efektif untuk dilakukan. melayani lebih banyak penduduk. penggunaan air reklamasi untuk
  • 41.
    Majalah Percik Desember 2012 39 air minum, mulai dari legislatif, untuk dilakukan. Ini terlihat dari karena masyarakat tidak hanya pemerintah, artis dan tokoh sisi suplai (volume air buangan) sebagai objek tetapi juga subjek masyarakat. Upaya ini untuk dan sisi demand (kebutuhan air) dalam pengelolaan air. Untuk mempersiapkan bila di masa yang semakin meningkat terkait meningkatkan kesadaran dan yang akan datang NEWater ini dengan jumlah penduduk yang partisipasi, tidak hanya difokuskan menjadi sumber utama air minum semakin bertambah. Namun pada upaya promosi tetapi Singapura. tentunya, masih perlunya juga pada perencanaan lingkup peningkatan semangat dan kegiatan yang dapat dilakukan oleh Tidak dapat dipungkiri bahwa komitmen untuk perubahan di masyarakat. Dengan demikian, berbagai upaya yang dilakukan Indonesia. Peningkatan komitmen upaya promosi tidak hanya sebatas oleh Pemerintah Singapura, yang diterjemahkan dalam penyusunan pemberian pengetahuan tetapi didukung dengan ketersediaan program yang disertai dengan juga memberikan arah yang jelas sumber daya dan dukungan politis tahapan implementasi yang jelas kepada kegiatan yang dapat yang sangat kuat, telah membawa dan konsisten. Pelibatan berbagai dilakukan masyarakat. Singapura menjadi negara terbaik pihak sangat diperlukan, tidak dalam pengelolaan air minum di hanya pada saat perencanaan, Maraita Listyasari, Perencana Fungsional, dunia. namun juga saat implementasi. Bappenas Pemanfaatan air reklamasi di Di sisi lain, pelibatan masyarakat Indonesia sangat potensial menjadi sangat penting,
  • 42.
    40 Majalah Percik Desember 2012 KONSERVASI AIR: AIR DAUR ULANG UNTUK KEBERLANJUTAN Ketersediaan air di Indonesia sangat melimpah. Sumber kuantitasnya. Kebutuhan air minum Jakarta sangat daya air di Indonesia terhitung sebesar 6 persen di dunia tinggi disebabkan oleh faktor sosial ekonomi yang atau sekitar 21 persen dari total sumber daya air di Asia dipengaruhi peningkatan aktivitas dan jumlah Pasifik. Dari total ketersediaan air itu, hanya 23 persen penduduknya. Saat ini kebutuhan air minum di DKI yang termanfaatkan. Dengan rincian sebesar 20 persen Jakarta mencapai 27.000 liter/detik, sementara suplai digunakan untuk memenuhi kebutuhan air baku rumah air yang tersedia hanya 18.000 liter/detik1. Dengan tangga, kota dan industri, sedangkan 80 persennya demikian, dapat dikatakan bahwa kota Jakarta hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan irigasi. mampu memenuhi 67 persen untuk kebutuhan air minum penduduk. Pada daerah perkotaan di Indonesia seperti kota Jakarta, penyediaan air minum merupakan aspek Oleh karena itu dibutuhkan strategi khusus untuk yang terus ditingkatkan dari segi kualitas maupun menangani penyediaan air minum di kota ini. Strategi
  • 43.
    Majalah Percik Desember 2012 41 Dok: GBCI ketersediaan air minum merupakan Gedung Hijau Hemat Air penggunaan air minum gedung prioritas yang perlu diperhatikan Penggunaan air minum pada dalam mendukung aktivitas untuk mendukung pembangunan gedung secara umum adalah untuk penggunanya. Salah satu aspek yang pesat serta keberlangsungan mengakomodasi aktivitas-aktivitas yang diperhatikan dalam Perangkat kehidupan dan kegiatan perkotaan. konsumsi, antara lain: meliputi Penilaian untuk gedung ramah Untuk kota Jakarta, strategi konsumsi untuk minum, memasak, lingkungan atau disebut dengan penyediaan air minum meliputi aktivitas kebersihan, sampai Greenship yang dikembangkan oleh penambahan pasokan air baku dengan aktivitas pemeliharaan Konsil Bangunan Hijau Indonesia serta pengembangan jaringan seperti penyiraman tanaman dalam adalah kategori penghematan air pelayanan air minum hingga ruang dan irigasi untuk lansekap. minum gedung. Penghematan air mampu melayani 100 persen Pasokan air minum yang digunakan minum yang dinilai oleh perangkat kebutuhan penduduknya. Selain berasal dari Perusahaan Daerah penilaian Greenship untuk gedung strategi ini, perlu dipertimbangkan Air Minum (PDAM) dan sumur ramah lingkungan meninjau juga pelaksanaan pengolahan serta tanah dalam. Penggunaan air beberapa hal seperti terdapatnya pemanfaatan air daur ulang untuk gedung perkantoran dari PDAM sistem kontrol dan monitoring air, diterapkan di kota Jakarta. Hal ini memiliki tarif untuk golongan IV penggunaan alat keluaran air yang guna memenuhi kebutuhan air B, yaitu untuk gedung bertingkat hemat air, penggunaan air daur minum sekarang dan di masa yang tinggi sebesar Rp 12.550; per m32. ulang dan air alternatif seperti air akan datang. Gedung yang ramah lingkungan hujan. tidak hanya terkait fisik bangunan, tetapi antara lain juga terkait
  • 44.
    42 Majalah Percik Desember 2012 Dok: GBCI Perusahaan Daerah Pengelolaan Air Limbah (PD. PAL JAYA). Instalasi pengolahan mandiri akan menghemat hal itu. Konsep ini sudah diterapkan di Gedung Utama Kementeriaan Pekerjaan Umum. Air daur ulang Upaya Penghematan Air minum atau air waduk sebagai alternatif digunakan untuk penyiraman Gedung (Potensi Sumber Air sumber air minum. taman, make up water cooling minum) tower dan flushing yang didukung Kesadaran akan terbatasnya air Pemanfaatan Air Daur Ulang dengan intalasi pengolahan limbah dan pentingnya penghematan Limbah cair perkantoran berasal cair kapasitas sebesar 150 m3/hari. air mendukung berkembangnya dari hasil kegiatan pengguna Digabungkan dengan penggunaan pilihan dalam menghemat air. gedung, seperti toilet, wastafel, alat keluaran yang hemat air, Kampanye hemat air merupakan dan tempat pencucian. Air limbah gedung ini mampu mengurangi salah satu upaya dalam dapat digunakan lagi setelah penggunaan air 50 liter/orang/ melibatkan pengguna gedung melewati proses daur ulang, hari menjadi 9 liter/orang/hari. Jika untuk turut serta berperilaku sehingga mengurangi penggunaan dihitung dengan tarif golongan bijak mengkonsumsi air. Selain air minum dan mengurangi IV B, maka gedung PU mampu menanamkan kesadaran mengenai pencemaran air yang berbahaya menghemat biaya konsumsi air Rp pentingnya menghemat air, bila dibuang langsung ke 199.388.125 per tahunnya. pengurangan jumlah penggunaan lingkungan. Daur ulang air limbah air juga dapat didorong oleh pihak dapat dimanfaatkan antara lain Di gedung perkantoran Sampoerna manajemen gedung dengan untuk keperluan flushing, irigasi dan Strategic Square, penggunaan air pengadaan alat keluaran air yang make up water sistem pendingin, daur ulang yang bersumber dari air efisien, meliputi penggunaan namun bukan untuk air minum. pembuangan kantor dan komersil fitur hemat air seperti dual flush seperti janitor, wastafel, urinal, dan pada water closet dan autostop Ini merupakan konsep menarik air wudhu mampu menutupi 20 pada keran air, penggunaan air untuk rencana ke depan dengan persen dari total kebutuhan air daur ulang untuk menggantikan beberapa pertimbangan, antara minum gedung. penggunaan air minum seperti lain: pertama, adanya kewajiban pada penyiraman taman atau tarif baik disalurkan ataupun Ika Putri, Green Building Council Indonesia make up water cooling tower, dan tidak untuk air limbah ke instalasi pemanfaatan air hujan, air sungai pengolahan air limbah kota yaitu
  • 46.
    44 Majalah Percik Desember 2012 Pengelolaan Air di Indonesia Secara garis besar total pengguna air, sector pertanian dan industri masih volume air yg ada di menjadi pengguna air terbesar. Persoalan akses air dunia, baik air asin akan semakin meningkat sejalan dengan pertambahan dan air tawar adalah penduduk dan perubahan iklim. 1.385,984.610 km3. Air laut mendominasi Kenakeragaman hayati di ekosistem air tawar juga volume air di dunia sangat tinggi. Di dunia ekosistem air tawar terbagi yaitu 96,5% sedangkan 830 relung, 20 diantaranya berada di Indonesia, dan volume air tawar 13 diantaranya dari relung khas Indonesia. Dari jenis dunia hanya 2,53% (UNESCO dalam Chow dkk, 1978). ikan, tidak kurang 4 jenis endemik ditemukan di Danau Dalam konteks ini air tawar memang komoditi langka Sentarum. Berbagai jenis udang dan lobster endemik bahkan beberapa negara pernah bersengketa soal air air tawar juga dapat di temukan Papua. Mamalia air tawar. Namum demikian, Indonesia yg berada di dua tawar seperti Pesut Mahakam merupakan contoh benua dan samudera, memiliki cadangan air yg cukup lain kekayaan keanekaragaman hayati air tawar di besar. Cadangan air di Indonesia yang mencapai Indonesia. Namum keberadaan spesies-species ini 3.221 miliar meter kubik/tahun (DPU, 2006) menjadikan mulai terancam punah terutama akibat kerusakan negeri ini salah satu negara “terbasah” di dunia. Dengan habitat mereka oleh manusia. jumlah penduduk sekitar 243 juta jiwa, maka rata-rata perkapita mendapat jatah air sebesar 13.255 meter Tantangan Pengelolaan Air kubik pertahun. Potensi air ini sebenarnya lebih tinggi Persoalan air (bersih) di Indonesia dipengaruhi oleh dari rata-rata perkapita dunia, sebesar 6000 meter faktor geografis, geologis dan tata guna lahan di satu kubik/tahun, namum faktanya di Indonesia masih sisi dan kebutuhan air untuk kebutuhan manusia dan ada lebih 90 juta penduduk yang memiliki kesulitan pembangunan di sisi lain. Ketidakseimbangan kedua untuk mengakses air bersih (ADB, 2006). Dari sisi sisi menyebabkan ketersediaan dan/atau akses air jadi
  • 47.
    Majalah Percik Desember 2012 45 Dok: WWF air permukaan dan air dangkal secara alami menjadi terganggu/ gagal. Akibat ikutannya frekuensi banjir dan longsor. Pencemaran sungai dan danau menambah persoalan kualitas air sungai di Indonesia. Pembuangan limbah industri dan domestik ke sungai masih banyak terjadi sampai WWF dalam acara Festival Air 2012, di Kampus IPB, sekarang. Peningkatan aktivitas Darmaga - Bogor pembangunan di sisi dan badan sungai ikut menyumbang langka/sulit. Berdasarkan analisa harga komoditi ini juga semakin peningkatan sedimentasi, erosi kebutuhan air dan ketersediaan air mahal. Di Jakarta saja rata-rata dan pendakalan sungai-sungai di Pulau Jawa, Bali, NTT dan NTB per keluarga mengeluarkan uang di Indonesia. Pembangunan oleh Departemen Pekerjaan Umum, sebesar IDR85.000 per bulan untuk bendungan pada umumnya wilayah ini mengalami defisit mendapat air layak minum dan tidak mengikuti prinsip-prinsip neraca air. Analisa tentang volume untuk keperluan sehar-hari. konektiviti ekosistem air tawar, air hujan yang dimanfaatkan untuk sehingga jalur migrasi species air aliran air mantap (waduk, sungai, Kawasan daerah aliran sungai tawar menjadi terputus dan akan danau, dsb), keperluan domestik memiliki fungsi penting untuk mengancam populasi species air dan pertanian oleh Robert J. proses hidrologis, namun kondisi tawar. Disamping itu, meningkatnya Kodoatie dan Roestam Sjarief daerah aliran sungai (DAS) di budidaya jenis ikan baru, seperti (2005) ternyata hanya 25% air Indonesia mengalami banyak lele monzabik dan nila besar ke hujan yang dimanfaatkan, sisanya kerusakan. Data dari berbagai dalam ekosistem air tawar lokal ikut 75% terbuang ke laut. Khususnya sumber, kerusakan DAS pada memberikan kontribusi perubahan di kawasan delta seperti Jakarta, tahun 1984 ada 22 DAS yg rusak, rantai makanan ekosistem ikan pemanfaatan air tanah (aquifer) tahun 1992 meningkat menjadi 39 lokal. Akibatnya banyak jenis ikan sudah sangat berlebihan (over DAS, tahun 98 naik lagi menjadi 59, lokal dan biota lainnya punah pumping) sehingga menurunkan tahun 2008 tetap naik menjadi 62 karena jenis-jenis ikan tersebut permukaan air tanah sekitar 8-12 dan 2012 DAS yg rusak mencapai tergolong predator. cm/tahun dan intrusi air laut lebih 102 DAS. Luasan lahan kritis DAS masuk ke dalam kota sejauh 3-7 mencapai sekitar 18juta hektar. Paradigma pengelolaan sumber kilometer. Karena akses ke air layak Akibatnya kemampuan DAS untuk air oleh Pemerintah saat ini masih minum semakin terbatas, maka menyimpan dan menyalurkan belum memiliki pemahaman yang
  • 48.
    46 Majalah Percik Desember 2012 sama dimana masing-masing Program Freshwater WWF daerah aliran sungai sebagai kementerian memiliki kebijakan, Indonesia satu kesatuan ekosistem. konsep dan teknis sendiri-sendiri., Sejak tahun 1990, WWF b) Pengembangan PES Jasa meskipun membicarakan objek Indonesia telah berkerja di Air sebagai tanggung jawab hukum yang sama: air. Tidak dalam pengelolaan air tawar dan bersama Hilir-Hulu. kurang 14 kebijakan kementerian biodiversitasnya. Ada 2 kawasan c) Pengembangan BMP dalam pada level UU dan PP yang Ramsar di Indonesia dimana WWF pengelolaan air yang lebih membicarakan isu air. Paling Indonesia ikut mendukungnya: TN efesien di sector pertanian, sedikit empat kementerian: Danau Sentarum-Kalimantan Barat seperti perkebunan sawit, Pekerjaan Umum, Kehutanan, dan TN Wasur-Papua. Tidak kurang tebu dan perkebunan2 yang Lingkungan Hidup dan Dalam 4 DAS/Sub-DAS WWF Indonesia “rakus air” lainnya. Negeri menangani pengelolaan juga terlibat dalam restorasi d) Pengembangan BPM sumber daya air, namum situasi tutupan DAS dan Pembayaran budidaya ikan air tawar local persoalan air di Indonesia belum Jasa Lingkungan Air, yaitu di DAS untuk alternative income terselesaikan. Isu koordinasi dan Krueng Sabee dan DAS Krueng masayarakat. komunikasi diantara pemanggu Peusangan di Aceh, DAS Dodokan e) Penegakan hukum terhadap kepentingan juga ikut andil dalam di Lombok-NTB dan Sub-DAS pelaku pencemaran sungai, persoalan pengelolaan air yang Mendalam di Kapuas Hulu- danau maupun kawasan buruk. Kalimantan Barat. Keanekragaman muara. hayati air tawar seperti Pesut juga f) Pengarusutamaan perubahan Berdasarkan uraian di atas maka menjadi perhatian WWF Indonesia. iklim dalam pengelolaan air tantangan pengelolaan air di Pada tahun 2008-2010, survey kedalam kebijakan pemeritah Indonesia yaitu: Pesut di Sesayap-Kalimantan Timur dan sector swasta. a) Rusaknya ekosistem air tawar, telah dilakukan dan baru-baru ini g) Penyadartahuan tentang style seperti DAS, Delta, Sungai dan survey serupa dilakukan di Kubu kehidupan yg ramah air di Danau Raya-Kalimantan Barat. perkotaan melalui festival air, b) Pemanfaatan air yang kampanye dan pendidikan. berlebihan, terutama air Rekomendasi Pengelolan Air tanah. Kedepan Tri Agung Rooswiadji, Koordinator c) Polusi air dan invasive species. Berdasarkan uraian di atas maka Nasional Program air Tawar - WWF d) Pembangunan infraksuktur beberapa isu penting yang perlu besar di sungai, danau dan diperlu dipertimbangkan ke depan, delta yang tidak mengikuti antara lain: prinsip-prinsip ekosistem. a) Sinkronisasi kebijakan dan e) Pengaruh perubahan cuaca. pengelolaan air yang melihat
  • 50.
    48 Majalah Percik Desember 2012 Penghijauan Gunung Butak: Mengatasi Kelangkaan Sumber Daya Air di Pedesaan Dok: Istimewa Indonesia Seperti yang kita ketahui bahwa bumi terdiri dari 97,5% berkepanjangan menyebabkan krisis ketersediaan air dan hanya 1% saja merupakan air tawar. Salah satu air di berbagai wilayah, sedangkan saat musim hujan sumber air tawar di bumi adalah berasal dari air hujan tidak jarang permasalahan ketersediaan air bersih yang tersimpan di danau, waduk, sungai dan lapisan juga muncul karena surplus air hujan tak jarang tanah. Namun, disayangkan pasokan ini tiap tahunnya menyebabkan banjir. harus terus berkurang akibat pencemaran lingkungan dan kerusakan daerah tangkapan air. Lebih parah lagi, Salah satu langkah tepat untuk mengatasi krisis air kondisi ini diperburuk oleh perubahan iklim akibat yang terjadi ialah dengan menyelamatkan lingkungan, semakin tingginya emisi gas rumah kaca. termasuk penyelamatan sumber daya air yang dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Salah satu Pada sisi lain terdapat kecenderungan konsumsi langkah penyelamatan sumber daya air yang dapat air yang mengalami kenaikan seiring dengan dilakukan ialah dengan melestarikan hutan. UU No. 41 pertumbuhan penduduk yang jumlahnya kian tahun 1999 tentang Kehutan menjelaskan bahwa ada 3 meningkat. Ketersediaan (quantity) air yang banyak jenis hutan berdasarkan status dari hutan tersebut: saja belum cukup dan masih perlu diimbangi dengan kualitas (quality) yang baik, mengingat berbagai Pertama, Hutan Lindung adalah hutan dengan fungsi pemanfaatan air khususnya yang terkait dengan utama sebagai perlindungan sistem penyangga konsumsi (minum dan makan) menuntut kualitas air kehidupan untuk mencegah banjir, mengendalikan yang tinggi. erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah. Indonesia mengalami kekeringan di saat musim panas dan banjir bandang pada saat musim hujan. Kemarau Kedua, Hutan Produksi adalah hutan dengan fungsi
  • 51.
    Majalah Percik Desember 2012 49 utama untuk memproduksi hasil Rembang, Plan Indonesia bekerja di oleh Badan Konservasi Sumber hutan. 5 kecamatan, 30 desa dari 294 desa Daya Alam (BKSDA). 34 area total wilayah binaannya. hutan konservasi tersebut terbagi Ketiga, Hutan Konservasi menjadi beberapa kawasan yaitu, adalah kawasan hutan dengan Salah satu upaya yang dilakukan 29 diantaranya kawasan konservasi karakteristik tertentu, yang oleh Plan Indonesia terkait dengan alam, 4 taman alam dan 1 taman memiliki fungsi sebagai pelestarian pengelolaan sumber daya air hutan besar. Di Jawa Tengah juga keanekaragaman tanaman dan di Kabupaten Rembang adalah terdapat beberapa taman nasional hewan serta ekosistemnya. Hutan pelaksanaan lokakarya yang yaitu, taman laut Karimun Jawa, Konservasi itu sendiri dibagi berkaitan dengan partisipasi taman nasional Gunung Merapi menjadi tiga kelompok yaitu hutan masyarakat dalam pelestarian dan taman nasional Gunung suaka alam, hutan pelestarian alam sumber daya alam di Gunung Merbabu. Khusus untuk Kabupaten dan taman buru. Butak, yang kemudian diikuti Rembang, terdapat area Gunung dengan penghijauan di area Butak yang dikembangkan Plan Indonesia, merupakan salah konservasi di sekitar Gunung Butak. sebagai wilayah konservasi alam satu NGO yang mempunyai misi berdasarkan keputusan menteri untuk menghapuskan kemiskinan Permasalahan Yang Terjadi kehutanan No. 331/Menhut/II.2005, anak, bekerja untuk memperbaiki Di Jawa Tengah terdapat 34 area yang merupakan kawasan dengan kondisi sumber daya air di daerah hutan konservasi yang tersebar total 45,1 hektar. pedesaan Indonesia. Di Kabupaten di 15 kabupaten dan dikelola Area Gunung Butak seluruhnya dikelola oleh BKSDA sebagai hutan konservasi. Sedangkan sebagian kecil wilayah pada plot 46 dan plot 48 merupakan kawasan hutan lindung yang dikelola langsung oleh Kementerian Kehutanan dan juga melibatkan KPH Kebonharjo yang berkolaborasi dengan kelompok anak dari Dok: Plan Indonesia Desa Bitingan dan Desa Tengger yang bernama PALMA. Kawasan Gunung Butak ini memiliki fungsi vital sebagai kawasan konservasi alam, khususnya sebagai area
  • 52.
    50 Majalah Percik Desember 2012 Dok: Plan Indonesia Gunung Butak terjadi dan menyebabkan menurunnya kualitas dan kuantitas air danau. Kegiatan yang ada berupa illegal logging, penambangan / galian, dan pembangunan di kawasan hutan diperkirakan telah meningkatkan sedimentasi pada danau. Masyarakatpun merasakan suhu di sekitar kawasan Gunung Butak saat ini lebih panas dibandingkan sebelumnya akibat semakin gersangnya wilayah tersebut. Masyarakat mulai menyadari bahwa kedua danau tersebut tidak lagi dapat mencukupi kebutuhan air bagi seluruh masyarakat desa. Pelaksanaan Program Untuk mengurangi permasalahan di atas, Plan Indonesia melaksanakan project konservasi partisipatif. Plan Indonesia mengadakan lokakarya yang melibatkan masyarakat dan carbon storage, kawasan cadangan dan Desa Suntri. Sayangnya, saat membicarakan tentang rencana oksigen, pengatur iklim mikro, ini danau semakin mengering konservasi pada kawasan Gunung wilayah resapan air dan kawasan dan kedalaman air semakin Butak. Salah satu rencana aksi dari pengendali banjir. Selain itu, berkurang dikarenakan semakin hasil lokakarya tersebut adalah terdapat dua danau pada kawasan memburuknya kondisi lingkungan dengan melakukan penghijauan ini yang sebelumnya merupakan kawasan Gunung Butak. pada kawasan Gunung Butak. sumber air bagi sekitar 3000 Kegiatan ini akan melibatkan masyarakat yang tinggal pada Dewasa ini berbagai kegiatan perempuan dan laki-laki dari kawasan Gunung Butak yaitu yang memberikan dampak negatif masyarakat Desa Dowan, Desa khususnya masyarakat Desa Dowan terhadap kawasan lingkungan Suntri dan Desa Pakis, serta
  • 53.
    Majalah Percik Desember 2012 51 kelompok anak-anak PALMA dari Butak yang akan dilakukan oleh sehingga kawasan Gunung Butak Desa Tengger dan Desa Bitingan. masyarakat dan anak-anak. dapat menjalankan fungsinya Sebanyak 1.673 bibit pohon akan secara optimal kembali sebagai Fasilitator yang memandu kegiatan ditanamkan meliputi beberapa wilayah resapan air. lokakarya dan penghijauan berasal spesies lokal seperti pohon Banyan, dari BKSDA Jawa Tengah dan Salam, Kedawung, Trembesi, Dampak yang diharapkan dari pihak Perhutani KPH Kebonharjo. Aren, Kedoya dan Wuni. Untuk kegiatan ini adalah air danau yang Kegiatan penghijauan dilakukan kedepannya masyarakat lokal ada di kawasan Gunung Butak dengan penanaman pohon pada bersama-sama dengan Perum dapat meningkat baik secara area seluas dua hektar di sekitar Perhutani KPH Kebonharjo akan kuantitas dan kualitas, sehingga air danau yang terdapat di Gunung melakukan pemeliharaan pohon dapat tersedia sepanjang tahun dan tidak terpengaruh secara signifikan terhadap perubahan musim. Pohon-pohon yang telah ditanam dapat terus tumbuh optimal dan dapat meningkatkan kapasitas penyerapan air hujan ke dalam lapisan tanah sebagai cadangan air. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar Gunung Butak akan pentingnya konservasi lingkungan, dan sekaligus dapat mendidik masyarakat sekitar mengenai upaya-upaya untuk menjaga kesinambungan sumber daya air dengan cara yang mudah dan murah. Dok: Plan Indonesia Irfan Aryanto / Wahyu Triwahyudi (Plan Indonesia) - Penterjemah: Cheerli
  • 54.
    52 Majalah Percik Desember 2012 Mematahkan Krisis Air di Pacitan Dok: Pokja AMPL Kemarau panjang Kondisi kekeringan ini sangat memberatkan pada tahun 2012 telah masyarakat, sehingga mereka harus menjual ternak- menyebabkan kekeringan ternaknya dan aset berharga demi beberapa liter air yang meluas di banyak daerah di Indonesia, salah bersih. Bahkan menurut berita di Metro TV, air bekas satunya di daerah Pacitan, Jawa Timur. Berdasarkan pemandian ternak pun digunakan untuk kebutuhan prediksi dari Badan Metereologi Klimatologi dan sehari-hari termasuk minum oleh sebagian masyarakat. Geofisika (BMKG) yang dikutip dari Antara, kemarau Selain itu kelangkaan air bersih memunculkan tahun ini lebih panjang dari perkiraan sebelumnya. kerentanan terhadap berbagai penyakit. BMKG menyebut musim kering hingga bulan Oktober, namun di Kabupaten Pacitan dan sekitarnya biasanya Menurut Tri Mudjiharto, Kepala Badan Penanggulangan hujan baru turun pada bulan November-Desember, Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, sejauh ini perusahaan – itupun dengan intensitas terbatas. Oleh karena itu, perusahaan swasta telah banyak memberikan bantuan sebuah komunitas jalan-jalan yang bernama “Nol melalui “dropping” air bersih, namun hal ini belum dapat Derajat Indonesia” (NDI) berinisiatif melakukan bantuan mencukupi kebutuhan masyarakat Pacitan hingga akhir komprehensif terkait dengan kekeringan di Pacitan. musim kemarau panjang tahun ini. Targetnya adalah mematahkan siklus kekeringan yang semakin panjang saja setiap tahunnya. Ini tidak mudah, Berdasarkan data Kategori Kekeringan 2012 BPBD tapi bukan berarti tidak mungkin. Pacitan, dari total 140 desa yang mengalami
  • 55.
    Majalah Percik Desember 2012 53 kekeringan, 28 desa dengan jumlah Namun jika mundur dan tidak Membuat sumur bor. Tindakan ini dusun 66 dengan penduduk melakukan apapun, tahun depan tentu memakan biaya yang sangat sebanyak 21.084 jiwa masuk ke kekeringan itu akan terjadi lagi dan banyak, namun Kementerian ESDM dalam kategori kritis. Berdasarkan mungkin semakin parah. ternyata memang memiliki agenda informasi, diperlukan Rp 175.000 untuk menerapkan hal tersebut di untuk mendatangkan satu tangki Saat ini tahap penilaian awal akan Jawa Timur. air bersih bagi satu dusun. Oleh dilakukan dengan pengambilan karena itu, NDI mengajukan dua data, bekerja sama dengan Badan Membangun penampungan solusi. Pertolongan pertama yang Penanggulangan Bencana Daerah air hujan. Kegiatan ini dilakukan dilakukan adalah pengadaan air (BPBD) Pacitan dan universitas setelah meneladani kegiatan bersih di dusun yang diprioritaskan. setempat yang juga akan konservasi air yang dilakukan Hal ini telah selesai dilakukan dan melakukan studi literatur mengenai oleh Yayasan Obor Tani yang kini NDI sedang menyiapkan solusi penelitian yang sudah ada baik mengamankan air hujan untuk jangka panjang. skripsi, thesis, disertasi maupun memenuhi kebutuhan warga jurnal yang telah membahas selama musim kemarau. Target mematahkan siklus mengenai kondisi kekeringan di kekeringan yang sudah terjadi Jawa Timur atau khususnya Pacitan. Untuk melakukan hal ini tentunya bertahun-tahun lamanya memang membutuhkan keseriusan dan bukan pekerjaan yang mudah, Dalam tahap analisa dan rencana bantuan berbagai pihak. Sampai namun sekali lagi, hal ini juga aksi, walaupun rencana aksi detik ini secara lisan dan informal bukan tidak mungkin. Pengadaan utama belum diketahui karena NDI telah mendapatkan dukungan infrastruktur yang permanen tergantung hasil dari penilaian dari beberapa pihak swasta, NGO diperlukan untuk mengatasi yang dilakukan, namun beberapa maupun pemerintah. Siklus permasalahan tersebut, agar tindakan sampingan yang sudah kekeringan bisa dipatahkan. Sulit, masyarakat dapat mengakses air diperkirakan diawal antara lain namun bukan tidak mungkin. bersih setiap saat meskipun dalam adalah: Jika Pacitan bisa diselamatkan, kondisi kemarau. insyaAllah bisa merambah ke Melakukan konservasi air tanah berbagai wilayah kekeringan Komunitas “Nol Derajat Indonesia” dengan penanaman pohon, lainnya. pada dasarnya adalah sekumpulan bekerja sama dengan mahasiswi orang yang menyukai jalan-jalan Magister Landscape IPB untuk Ajeng Rahmani Rijadi, Ketua Pelaksana menikmati alam dan budaya melihat di titik-titik mana saja yang “Pacitan Project” - Komunitas Nol Derajat Indonesia, sehingga dalam paling strategis untuk ditanami, dan Indonesia. melakukan aksi bantuan krisis air dengan jenis bibit pohon seperti ini bukanlah dalam kapasitasnya. apa.
  • 56.
    54 Majalah Percik Desember 2012 Kata Mereka Dok: Greenpeace Dalam kesempatan kali ini kami mencoba menanyakan kepada kawan-kawan LSM mengenai bagaimana seharusnya pembangunan air minum di Indonesia di tengah kian merebaknya isu “Krisis Air” seperti sekarang. Sungguh tidak disangka, ternyata mereka begitu antusias dalam menjawab pertanyaan tersebut. Bahkan, mereka pun memberi masukan baik untuk semua pihak. Tujuan utamanya hanya satu yaitu guna mencapai pembangunan air minum yang lebih baik kedepan. Berikut kutipan wawancara Percik dengan sejumlah kawan LSM dari berbagai lembaga swadaya masyarakat yang ada di Indonesia. Cheerli Muhammad Reza (Koordinator Advokasi dan Kampanye, Koalisi Rakyat untuk Hak Atas Air (KRuHA) Indonesia) “Pembangunan Air Minum Masih Butuh Pembenahan” Pembangunan air minum di Indonesia saat ini sebenarnya sedikit melenceng dari yang seharusnya. Betapa tidak, kebijakan pembangunan air minum yang ada sekarang masih berpatokan pada kacamata ekonomi semata, pahadal sebagai negara tropis penentuan kebijakan di sektor air harus dilihat dari kacamata HAM dan Sumber Daya Alam. Di mana, air seharusnya jadi barang sosial bukan barang ekonomi (diperjual belikan). Untuk mencegah itu semua, campur tangan dari pemerintah sangat diharapkan, terutama agar kemelencengan yang terjadi dapat dibenahi dan ditata agar lebih baik. Selain itu, campur tangan pemerintah juga diyakini dapat mencegah terjadinya privasisasi air minum dari sejumlah pihak. Kondisi seperti ini tentunya sangat memprihatinkan, pasalnya Indonesia termasuk 5 besar negara kaya air di dunia setelah Kanada, Brasil, Cina
  • 57.
    Majalah Percik Desember 2012 55 dan Rusia. Dengan itu, tidak heran bila Indonesia dikenal sebagai negara maritim. Kendati demikian, sangat disayangkan fakta tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang ada saat ini. Sebab, sejumlah wilayah di Indonesia masih kerap mengalami kekeringan. Bahkan, masyarakat di wilayah tersebut harus rela berjalan kaki puluhan kilo hanya untuk mendapatkan air bersih. Terlebih, dengan adanya keterbatasan air di beberapa wilayah terkadang berakibat negatif pula bagi kesehatan masyarakat di daerah tersebut. Dalam menyikapi keadaan seperti ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan diantaranya dengan membenahi peraturan yang ada saat ini. Pemerintah juga dituntut untuk lebih bijak dalam mengatur regulasi, jangan sampai pihak swasta lebih leluasa dalam “mendominasi air” padahal air adalah hak setiap manusia. Selain itu, tata kelola air baku pun perlu diperbaiki karena hal ini penting untuk ketersediaan air di masa mendatang. Bahkan, daerah resapan air juga harus diperbanyak, salah satu manfaatnya adalah untuk mencegah bencana banjir terutama di daerah rawan layaknya ibukota Jakarta. Bila semua ini telah dibenahi, kedepannya pembangunan air minum di Indonesia pasti akan lebih baik dan masalah kesulitan air tentu dapat diatasi. Ahmad Ashov Birry Toxics-Free Water Campaigner, Greenpeace Asia Tenggara, Indonesia “Perketat Penanganan Limbah” Bila bicara mengenai pembangunan sektor air minum di Indonesia, limbah adalah hal paling utama yang harus diperhatikan. Pasalnya, tingkat pencemaran air di Indonesia baik air sungai maupun sumur telah sangat mengkhawatirkan. Bahkan, sejumlah penelitian terkait lingkungan memaparkan bahwa kualitas air di negeri ini telah banyak tercemar berbagai bakteri berbahaya seperti, E-coli. Salah satu buktinya dapat dilihat pada beberapa aliran air di kota-kota besar yang kondisinya sangat keruh dan berbau. Di mana, faktor utama yang menyebabkan hal tersebut ialah adanya pembuangan limbah industri yang tidak teratur.
  • 58.
    56 Majalah Percik Desember 2012 Terlebih, sebagian besar limbah terbuang mengandung zat kimia berbahaya yang sangat sulit terurai. Sehingga pastinya dapat membahayakan para pengguna termasuk mahluk hidup. Kondisi perairan di Indonesia saat ini memang sangat mengkhawatirkan, karena bukan hanya kuantitasnya saja yang berkurang melainkan kualitasnya pun kian hari semakin menurun. Untuk memperbaiki keadaan tersebut solusi paling tepat yang dapat dilakukan, terutama oleh pemerintah ialah membuat dan menegakkan peraturan lebih ketat dalam hal pembuangan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Apalagi, saat ini masih banyak pemilik pabrik nakal yang membuang limbah sembarangan di sungai, waduk, maupun kali. Pemerintah pun bisa lebih aktif mempromosikan bahan pengganti dari zat berbahaya tersebut. Peraturan penjualan bahan kimia juga dapat lebih diperketat lagi, sehingga peredarannya tidak bebas seperti saat ini. Dalam menanggulangi limbah, publik wajib dilibatkan. Karena, dengan hal ini secara tidak langsung kesadaran masyarakat juga akan terbangun dengan sendirinya. Apalagi, hingga kini sebagian besar penyebab pencemaran lingkungan masih karena faktor kebiasaan. Sementara, untuk menumbuhkan rasa kepedulian lebih dari pihak pemiliki industri pemerintah juga bisa memberikan reward kepada industri yang bisa mengurangi pemakaian bahan kimia saat melakukan produksi atau kepada pabrik yang dapat merubah diri menjadi industri bersih. Hal ini tentunya sangat bermanfaat, baik bagi negara maupun pelaku industri. Bahkan, penelitian terbaru di Amerika memaparkan selain bisa menurunkan biaya pengeluaran pengurangan pemakaian B3, ternyata dapat meningkatkan pendapatan. Tri Agung, Koordinator Nasional Program Air Tawar, World Wildlife Fund (WWF), Indonesia “Defisit Air Wajib Dicegah” Jika dihitung dari jumlah pipa PDAM yang ada saat ini, berarti baru 40% masyarakat yang mendapat akses air minum layak di negeri ini. Itupun kualitas airnya masih belum bisa dibuktikan 100% dalam keadaan baik.
  • 59.
    Majalah Percik Desember 2012 57 Angka ini pastinya sangat memprihatinkan, sebab secara tidak langsung keadaan tersebut mengambarkan bahwa air bersih hanya untuk masyarakat mampu saja yang dapat membeli air. Padahal, seharusnya air bersih adalah hak semua orang tidak terkecuali baik dari kalangan atas, mencegah, atau bawah. Lebih memprihatinkan lagi, saat ini kita malah digiring untuk mengkonsumsi air mahal. Sementara, perbaikan fasilitas penyediaan air bersih malah tidak diperhatikan pemerintah. Maraknya air kemasan seperti saat ini sebenarnya tidak salah, tetapi jangan sampai keberadaannya malah memutus akses masyarakat terhadap air bersih, yang artinya ada dominasi air dari pihak swasta. Oleh karena itu, untuk mencegah hal tersebut regulasi dengan pihak ketiga harus dibenahi jangan sampai masyarakat malah menjadi korban. Selain itu, dalam pembagunan air minum pemerintah Indonesia bisa belajar dari negara lain seperti, Singapura yang pemerintahnya menyediakan keran air minum gratis pada sejumlah tempat umum di negara tersebut. Keberlangsungan pembangunan air minum di Indonesia memang harus diperhatikan terlebih angka kelonjakkan penduduk kian hari semakin bertambah. Berdasarkan berita terakhir ada 4 wilayah Indonesia yang telah mengalami defisit air karena populasi dan ketersediaan air yang tidak berimbang. Bukan hanya pencemaran lingkungan, perubahan tata guna lahan disekitar hutan menjadi perkebunan juga dapat berdampak pada penurunnya kualitas air, sebab saat hutan beralih fungsi akan menyebabkan sedimentasi dan pedangkalan sungai yang berpengaruh pada ketersediaan air baku untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Cara lain untuk mendorong kepedulian terhadapa air yang ialah dengan pemberikan reward berupa sertifikasi air, yang ditujukkan untuk perusahaan yang memanfaatkan air. Di mana, sertifikasi ini hanya diberikan pada perusahaan air minum yang peduli lingkungan saja. Adanya hal ini diharapkan perusahaan air akan lebih tergerak lagi untuk mengadakan pelestarian air.
  • 60.
    58 Majalah Percik Desember 2012 Muhammad Djufryhard, Wakil Ketua Telapak Air, Indonesia “Privasisasi Air Harus Dihilangkan” Dalam pembangunan air minum salah satu kendala yang tejadi saat ini adalah dominasi air oleh pihak swasta atau yang dikenal dengan istilah “Privasisasi Air”. Hal ini artinya merugikan masyrakat terutama kalangan ekonomi menengah kebawah, karena dengan adanya hal itu akses mereka terhadap air bersih semakin terbatas dengan tingginya harga yang diterapkan. Dalam pelestarian air yang nantinya berdampak pada maksimalnya pemangunan air minum di Indonesia semua pihak harus dilibatkan dalam menjaga pelestarian air. Mulai dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat. Dalam hal ini menjaga kualitas air, pemerintah memang dituntut bisa lebih aktif karena pemerintah adalah pemegang kebijakan dalam suatu negara. Cara paling tepat yang dapat dilakukan ialah bisa dengan memperbaiki regulasi, gencar melakukan kampanye peduli air, maupun memberikan reward kepada sejumlah pihak yang peduli air. Selain itu, pemerintah juga dapat mengajak pihak swasta untuk berkerjasama dalam pelestarian air, misalnya perusahan air minum dan PDAM setiap bulan atau tahun diminta untuk mengalokasikan sebagian kecil keuntungannya guna pembangunan air minum di Indonesia.
  • 62.
    60 Majalah Percik Desember 2012 Resensi Buku Managemen Pengendalian Besarnya volume air yang hilang mengindikasikan Kehilangan Air adanya perencanaan dan konstruksi yang kurang Winarni efektif serta kurangnya pemeliharaan yang Jakarta:Universitas Trisakti, 2012 berpengaruh pada kontinuitas penerimaan air oleh xiv, 176 hal + tabel + gambar masyarakat menjadi berkurang dan menyebabkan Air merupakan salah satu kebutuhan pokok yang kerugian secara materi bagi pengelola SPAM . Untuk harus tersedia setiap saat. Dengan air semua mahluk itu diperlukan deteksi, pengendalian dan kebijakan dapat bertahan hidup. Begitu juga manusia sangat yang terkait dengan kehilangan air. memerlukan air untuk memenuhi kebutuhan sehari- harinya. Salah satu upaya yang dilakukan masyarakat Buku managemen pengendalian kehilangan air ini untuk memenuhi kebutuhan akan air yaitu dengan menyatukan berbagai penelitian dan publikasi yang menggunakan air dari sistem penyediaan air minum menelusuri pemodelan komponen kehilangan air, (SPAM). Dalam hal ini ketersediaan air baku secara perkembangan perhitungan kehilangan air dan menyeluruh mulai dari sumber, produksi, distribusi dan ditetapkannya indeks kebocoran infrastruktur sebagai sampai di masyarakat dikelola oleh SPAM sehingga sebagai indikator kehilangan air. Diharapkan buku kualitas, kuantitas dan kontinuitas diterimanya air oleh ini berguna bagi para praktisi dibidang distribusi masyarakat menjadi hal yang perlu diperhatikan. air minum khususnya bidang kehilangan air, para pengelola SPAM, para mahasiswa dan masyarakat Pada kenyataannya kehilangan air tidak bisa yang berkehendak meningkatkan pemahaman dan dihindari, hal ini terjadi pada semua SPAM dengan keahlian mengendalikan kehilangan air. volume kehilangan yang bervariasi tergantung pada karakteristik jaringan pipa, kondisi daerah setempat, praktek operasional serta tingkat teknologi dan keahlian yang diaplikasikan oleh pengelola SPAM dalam mengendalikan kehilangan air.
  • 63.
    Majalah Percik Desember 2012 61 Penyelamatan Tanah, Air, Konservasi Tanah & Air dan Lingkungan Sitanala Arsyad Bogor: IPB Press, 2010 Sitanala Arsyad dan Ernan xxiv, 466 hal + tabel + gambar, 23 cm Rustiady(editor) Tanah dan air merupakan sumber daya alam yang Bogor: Crespent Press & yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2012 mudah mengalami kerusakan. Berbagai aktivitas xxvi, 288 hal + tabel + gambar, 21 cm manusia turut memberi andil disamping itu kerusakan yang ditimbulkan oleh alam itu sendiri. Kerusakan Buku yang terdiri dari 3 bagian ini mengungkap cara tanah dapat terjadi karena erosi, hilangnya unsur mengatasi akibat dan dampak kerusakan pada tanah, hara, penjenuhan tanah oleh air sedangkan rusaknya air dan lingkungan yang tidak hanya dilakukan oleh air dapat terjadi disebabkan mengeringnya mata pemerintah, melainkan juga oleh masyarakat umum. air, menurunnya kualitas tanah, pencemaran, dan Upaya upaya penanggulangan yang dilakukan tidak lainnya. Untuk itu diperlukan konservasi agar tanah hanya dari aspek fisiknya saja akan tetapi meliputi dan air dapat berfungsi seperti semula. Konservasi aspek sumber daya, sosial, ekonomi dan perundang- tanah bertujuan untuk memcegah erosi, memperbaiki undangan. Untuk maksud tersebut diperlukan tanah yang rusak, memelihara serta meningkatkan pemahaman mengenai penyebab, aspek-aspek yang produktivitas tanah agar tanah dapat digunakan mempengaruhi terjadinya kerusakan dan tindakan yang secara berkelanjutan. Sedangkan konservasi air pada harus diambil untuk menyelamatkan tanah, air dan prinsipnya adalah penggunaan air hujan yang jatuh lingkungan kita. ke tanah untuk pertanian seefisien mungkin serta mengatur waktu aliran sungai agar tidak terjadi banjir yang merusak dan disaat musim kemarau terdapat cadangan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
  • 64.
    62 Majalah Percik Desember 2012 Teknologi Pengolahan Air Tata Ruang Air: Minum Pengelolaan Bencana, Asmadi, Khayan, Heru Subaris Kasjono Pengelolaan infrastruktur, Yogyakarta: Gosyen Publishing, 2011 xi, 216 hal + tabel + gambar, 20 cm Penataan Ruang Wilayah, Buku ini menyajikan cara pengolahan air secara Pengelolaan Lingkungan sederhana agar dapat dipergunakan oleh masyarakat Hidup dalam berbagai situasi dan kondisi, sehingga Robert J.Kodoatie & Roestam Sjarief masyarakat dapat menggunakan air yang layak Yogyakarta: ANDI, 2010 xiv, 538 hal + gambar 23 cm dikonsumsi. Adapun teknologi yang dipergunakan diantaranya adalah dasar dasar pengolahan air secara Tiada kehidupan tanpa air baik di darat, laut maupun fisik-kimia, koagulasi-flokulasi, proses sedimentasi, udara. Air dapat menjadi sahabat dan dapat juga proses filtrasi dan proses desinfeksi. Selain dasar dasar menjadi bencana bagi manusia. Bencana yang pengolahan air disajikan pula teknologi pengolahan air disebabkan oleh air diantaranya adalah banjir, sungai, teknologi pengolahan zat besi dan mangan di tanah longsor, tsunami, dan lainnya. Bencana pada dalam air dan teknologi pengolahan air gambut. umumnya datang tiba tiba meskipun demikian manusia tidak ada salahnya untuk mengantisipasi terjadinya bencana. Hal ini dapat dilakukan dengan pengelolaan bencana, pengelolaan infrastruktur, pengelolaan rencana tata ruang wilayah yang baik disertai dengan pengelolaan lingkungan hidup.
  • 65.