Media Informasi Air Minum
      dan Penyehatan Lingkungan
                                               Dari Redaksi                                                                      1
                                               Suara Anda                                                                        2
          Diterbitkan oleh:
       Kelompok Kerja Air Minum                Laporan Utama
      dan Penyehatan Lingkungan
                                                      Mewujudkan Sekolah yang Bersih dan Nyaman                                  3
             (Pokja AMPL)
                                                      Lebih Jelas Tentang Sekolah Hijau                                          5
      Penasihat/Pelindung:                     Wawancara
    Direktur Jenderal Cipta Karya
  DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM                           DR Dewi Utama Faizah, Penyebar Inspirasi Hidup Sehat                       7
                                               Peraturan
         Penanggung Jawab:
 Direktur Permukiman dan Perumahan,                   Permendagri No. 23 Tahun 2006                                             8
               BAPPENAS                        Wawasan
    Direktur Penyehatan Lingkungan,
                DEPKES                                Sekolah Hijau (Green School) dan Soal
  Direktur Pengembangan Air Minum,                    Kesadaran Lingkungan Hidup                                                10
          Dep. Pekerjaan Umum
 Direktur Pengembangan Penyehatan                     Bencana Ekologi dan Gagalnya Model Pembangunan Kota                       12
        Lingkungan Permukiman,                        Pengaturan Aliran Air Ala Barugaya                                        13
          Dep. Pekerjaan Umum
 Direktur Bina Sumber Daya Alam dan                   Kontribusi Sistem Penyediaan Air Minum                                    15
  Teknologi Tepat Guna, DEPDAGRI               Reportase
      Direktur Penataan Ruang dan
     Lingkungan Hidup, DEPDAGRI                       Kelangkaan Air di Perumahan Mustika                                       17
                                                      Purbalingga Kekeringan                                                    18
         Pemimpin Redaksi:
           Oswar Mungkasa
                                               Cermin
                                                      Belajar Sanitasi dari India                                               19
           Dewan Redaksi:
                                                      Kelurahan Jambangan, Hijau Sepanjang Tahun                                22
             Zaenal Nampira,
            Indar Parawansa,                          Festival Anak Kali Surabaya 2007                                          23
           Bambang Purwanto
                                               Inspirasi
       Redaktur Pelaksana:                            Sang Pawang Air                                                           24
 Maraita Listyasari, Rheidda Pramudhy,         Tamu Kita
  Raymond Marpaung, Bowo Leksono
                                                      Endang Wardiningsih, Gigih Ajari Siswa Peduli Lingkungan                  26
           Desain/Ilustrasi:                   Seputar ISSDP
             Rudi Kosasih
                                                      Potret Bersih di Tengah Kota                                              28
               Produksi:                              Tak Cukup Menutup Pabrik, Perlu Komitmen Semua Pihak                      29
               Machrudin
                                                      Ketika Diare 'Menjemput' Noviana                                          31
         Sirkulasi/Distribusi:                        Pembentukan Inisiatif Kemitraan Pemerintah-Swasta untuk CTPS              32
             Agus Syuhada
                                               Seputar WASPOLA                                                                  33
            Alamat Redaksi:                    Seputar AMPL                                                                     38
Jl. Cianjur No. 4 Menteng, Jakarta Pusat.
       Telp./Faks.: (021) 31904113             Program
           http://www.ampl.or.id                      SMK Negeri 1 Surabaya, Menuju Sekolah Berbasis Lingkungan                 44
    e-mail: redaksipercik@yahoo.com
            redaksi@ampl.or.id                 Klinik IATPI                                                                     47
          oswar@bappenas.go.id                 Info Buku                                                                        48
         Redaksi menerima kiriman
                                               Info Situs                                                                       49
    tulisan/artikel dari luar. Isi berkaitan   Info CD                                                                          50
dengan air minum dan penyehatan lingkungan
     dan belum pernah dipublikasikan.          Pustaka AMPL                                                                     51
        Panjang naskah tak dibatasi.           Agenda                                                                           52
           Sertakan identitas diri.
        Redaksi berhak mengeditnya.            Glossary
      Silahkan kirim ke alamat di atas.
                                                            Majalah Percik dapat diakses di situs AMPL: http://www.ampl.or.id
DA R I R E DA K S I


                                                                                         lukan dalam meningkatkan daya saing
                                                                                         bangsa dimata dunia sekaligus me-
                                                                                         lestarikan kekayaan sumber daya alam
                                                                                         hayati Indonesia.
                                                                                             Perwujudan sekolah hijau adalah
                                                                                         sekolah yang memiliki komitmen dan
                                                                                         secara sistematis mengembangkan pro-
                                                                                         gram-program untuk menginternalisasi-
                                                                                         kan nilai-nilai lingkungan dalam seluruh
                                                                                         aktivitas sekolah. Sekolah dengan visi,
                                                                                         misi, tujuan dan kebijakan yang mengacu
                                                                                         pada mutu sekolah, sangat berkepen-
                                                                                         tingan mewujudkan pola hidup bermutu
                                                                                         melalui program Green School.
                                                                                             Sebenarnya tidaklah mudah mewu-
                                                                                         judkan kesejatian sekolah hijau karena
                                                                                         tidak sekedar lingkungan fisik bersih
                                                                                         yang terlihat, namun lebih pada terba-
                                                                                         ngunnya kesadaran lingkungan warga
                                                                                         sekolah yang tercermin dalam perilaku
                                                                                         keseharian sebagai tuntutan peningkatan
                                                                                         mutu hidup.
                                                                                             Perwujudan Sekolah Hijau tidak ter-
                                                                                         lepas dari peran swasta, LSM dan peme-
                                                                                         rintah. Dan yang paling penting adalah
                                                                                         peran warga sekolah itu sendiri. Seluruh
                                                                                         siswa, guru dan karyawan. Diperlukan
                                                                                         guru atau beberapa guru untuk menjadi
                                                                                         pelopor dan contoh bagi siswanya.
                                                                                             Kita bersama-sama menyapa Tamu
                                                                                         Kita, salah satu guru di SMU Negeri 34
                                                                                         Jakarta, Endang Wardiningsih yang dengan
                                                                                         tekun dan berbekal sedikit pengalaman
                                                                           Foto: ISSDP
                                                                                         pelatihan lingkungan yang diadakan



P
      ada kenyataannya Air Minum dan         memang belum banyak sekolah yang            Unesco, menularkan pada anak didik.
      Penyehatan Lingkungan (AMPL)           peduli terhadap lingkungannya.                  Hasilnya? Materi lingkungan hidup
      tak pernah lepas dari kehidupan.           Ini penting, menanamkan kesadaran       tak hanya masuk ekstrakulikuler namun
Seolah menjadi persoalan yang tak segera     berperilaku hidup bersih dan sehat sejak    menembus mata pelajaran berupa
terselesaikan, justru terus bertambah        di usia sekolah. Bagaimana pun warga        muatan lokal (mulok) bernama Pendi-
persoalan seirama perkembangan pen-          lingkungan sekolah sangatlah beragam,       dikan Lingkungan Hidup, artinya semua
duduk, sosial dan ekonomi.                   mereka datang dari berbagai lingkungan.     siswa wajib mengikuti pelajaran ini.
    Dibutuhkan identifikasi dan penyele-     Diharapkan ketika berada di luar ling-          Sebagai pemanasan, sedikit diulas
saian masalah sesegera mungkin. Me-          kungan sekolah, mampu menerapkan            menjelang Konferensi Sanitasi Nasional
nyuarakan secara berkesinambungan            hidup bersih dan sehat seperti saat di      (KSN) 2007. Seperti kegiatan Talkshow
upaya pembangunan AMPL kepada                sekolahnya.                                 di TVRI dan kunjungan ke Kelurahan
masyarakat luas dirasa sangat penting.           Lingkungan sekolah yang kondusif        Petojo, daerah percontohan sanitasi di
Penerbitan majalah ini adalah salah sa-      sangat diperlukan dalam menghasilkan        jantung Kota Jakarta.
tunya.                                       tamatan yang cakap melalui proses bela-         Semoga semua yang dihadirkan
    Pada terbitan edisi 19 ini ditampilkan   jar mengajar berbasis sistem pendidikan     Percik edisi ini berguna dan menjadi
sekolah yang menerapkan konsep               yang bermutu. Tidak itu saja, lingkungan    inspirasi kita semua untuk selalu hidup
"Sekolah Hijau" atau Green School.           sekolah yang kondusif juga akan ikut        sehat dan memperhatikan lingkungan.
Pembahasan Sekolah Hijau ini dijadikan       mendorong terwujudnya pola hidup            Kritik dan saran senantiasa kami terima
materi laporan utama. Mengapa? Karena        bermutu yang pada saat ini sangat diper-    dengan lapang dada. Selamat membaca!


                                                                                                                  Percik
                                                                                                           Agustus 2007    1
S UA R A A N DA



    Cara Langganan Percik                 kirim majalah Percik mulai Januari       "…saya mau membayar orang yang
                                          2007 lalu.                               mau BAB di jamban saya". Jawaban itu
    Saya sebagai salah satu staf penga-                                            sama sekali tidak menjelaskan bahwa
jar di jurusan Teknik Lingkungan Uni-            Terima Kasih dan                  di Banjarnegara ada pemilik kolam
versitas Trisakti, ingin informasi                Pindah Alamat                    yang membayar orang yang BAB di
bagaimana cara berlangganan majalah                                                kolamnya, tetapi lebih merupakan
tersebut.                                     Terima kasih kami ucapkan atas       reaksi atas pertanyaan yang dinilai
    Atas perhatiannya, banyak terima      kiriman majalah Percik secara berkala    menyudutkannya, pertanyaan yang
kasih.                                    ke PT Arutmin Indonesia.                 menilai negatif BAB di kolam ikan,
                                              Dengan ini kami informasikan         dsb. Jawaban tersebut lebih meru-
                          Hormat saya,    bahwa efektif 21 Mei 2007 lalu, PT       pakan respon pembelaan diri atas peri-
                              Pramiati    Arutmin Indonesia pindah alamat dari     lakunya, respon atas ketersinggungan
                                          Gedung Mid Plaza 2 Lt 9 ke alamat        terharap pertanyaan tsb.
    Ibu Pramiati yang terhormat,          baru sbb:                                    Jadi, di Banjarnegara tidak ada
    Kirim saja alamat lengkap ke                                                   sumber pendapatan tambahan dengan
email: redaksipercik@yahoo.com.              Wisma Bakrie 2 lantai 10              BAB di kolam orang. Terima Kasih atas
Kami akan kirim majalah setiap kali          Jl. HR Rasuna Said Kav. B-2           pemuatan pelurusan artikel saya terse-
terbit tanpa dipungut biaya.                 Jakarta Selatan 12920                 but
    Demikian terima kasih.
                                                                         Salam                                  Alma Arief
                                                                    Delma Azrin
Berlangganan Majalah Percik                                                           Terima kasih kembali atas ko-
                                                                                   reksinya.
    Salam lestari,
    Bersama ini kami mengajukan ber-
                                           Pelurusan Artikel Percik
langganan Majalah Percik mulai edisi            Edisi Juli 2007                          Perubahan Alamat
Januari 2007.
    Perlu kami informasikan, bahwa            Artikel saya berjudul Teknologi          Saya mengucapkan terima kasih
lembaga kami "Human Resource              Jamban Yang Tepat Bagi Masya-            atas kebaikan Dewan Redaksi Percik
Development and Applied Technology        rakat, di muat di Percik edisi Juli      yang berkenan mengirimkan ma-
(CREATE) Jawa Timur II" sedang            2007. Terima kasih saya ucapkan          jalah/jurnal Percik kepada saya seti-
melakukan kegiatan-kegiatan rehabili-     kepada redaksi atas pemuatannya.         ap bulannya. Melihat kemanfaatannya,
tasi di lokasi bekas Banjir dan Tanah         Secara keseluruhan tidak ada         saya berharap masih dapat menerima
Longsor Kecamatan Panti Kabupaten         masalah dengan editing artikel saya.     Majalah Percik edisi berikutnya.
Jember Jawa Timur, sangat memer-          Hanya saja ada yang cukup menggang-          Izinkan saya menyampaikan kepin-
lukan tulisan-tulisan yang bermanfaat     gu ketika mengedit bagian "kasus di      dahan alamat saya yang baru yaitu :
bagi masyarakat.                          beberapa desa". Di bagian ini antara         Jl. Cipinang Asem RT 02 RW 012
    Untuk itu, kami mengajukan            lain disampaikan sbb: "…..Bahkan para        No. 5 Kelurahan Kebon Pala
berlangganan majalah ini, dan kami        pemilik kolam di sebuah desa di              Jakarta Timur 13650
ucapkan terima kasih atas perhatian       Kabupaten       Banjarnegara,    Jawa
dan kerjasamanya.                         Tengah, rela membayar orang yang            alamat ke:
    Apabila     dikabulkan,    mohon      mau BAB di jamban kolam milik mere-         FPPB UBB
majalah dapat dialamatkan ke:             ka". Jelas uraian tersebut mengandung       Jl. Diponegoro No. 16
    Ir. H.R. Soedradjad, M.Sc.            arti bahwa di Banjarnegara ada pemi-        Sungai Liat Bangka.
    Pimpinan CREATE Jatim II              lik kolam yang membayar orang yang
    Jl. Semeru VII / M-8                  BAB di kolamnya. Padahal yang saya           Saya berharap, Dewan Redaksi
    JEMBER 68121
                                          maksudkan        dalam artikel saya      Percik berkenan melanjutkan ker-
                                Salam,    (sebelum diedit) tidak demikian.         jasama yang telah terjalin. Atas perha-
                         R. Soedradjad        Artikel saya (versi asli) sbb: ada   tiannya saya ucapkan terima kasih.
                               Jember     pemilik kolam yang ketika ditanya
                                          mengapa buangan jambannya masuk                                     Hormat saya,
   Dengan senang hati hendak kami         ke kolam, maka diperoleh jawaban:                                   Idha Susanti




2 Percik 2007
  Agustus
L A P O R A N U TA M A




S
        ekolah adalah bagian lingkungan yang penting bagi           tidak terlepas dari peran berbagai pihak; pemerintah, swasta,
        perkembangan anak. Dari sinilah mental dan kecerdasan       dan masyarakat.
        anak dididik dan diuji, selain lingkungan rumah dan di          Pada 4 Agustus 2007 lalu, Menteri Pendidikan Nasional
luar rumah atau lingkungan pergaulan.                               Bambang Sudibyo mencanangkan Sekolah Bersih dan Hijau
    Karena itu, suasana nyaman dan asri sangat dibutuhkan bagi      saat kegiatan Jambore UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) Tingkat
proses penyerapan dan penerapan ilmu pengetahuan. Tentu             Nasional dan Gelar Prestasi Bela Negara Siswa SMK di GOR Ken
dengan kesadaran dan tanggung jawab seluruh warga sekolah.          Arok, Malang. Pencanangan sekolah bersih dan sehat ini diha-
    Lingkungan sekolah yang hijau dan asri, sebenarnya bukan        rapkan mampu membangkitkan kesadaran berperilaku sehat
hanya dalam pengertian sempit seperti penanaman pohon dan           sejak dini.
lingkungan bersih atau sebatas pembuatan kompos dan daur                "Sekolah hijau" yaitu sekolah yang memiliki komitmen dan
ulang.                                                              secara sistematis mengembangkan program-program untuk
    Lebih dari itu, wawasan lingkungan lebih tepatnya, yang         menginternalisasikan nilai-nilai lingkungan ke dalam seluruh
diperkenalkan dan diwujudkan ke                                                                     aktifitas sekolah.
dalam seluruh aktivitas sekolah.                                                                        Untuk memancing semangat
Dan semua itu butuh keterlibatan                                                                    dan keberlanjutan pelaksanaan
berbagai pihak, guru, siswa,                                                                        Sekolah Hijau, beberapa pihak
karyawan, dan pihak di luar seko-                                                                   swasta seperti Coca-Cola Fo-
lah.                                                                                                undation (CCFI) Indonesia dan
    Peran guru sebagai pengajar                                                                     Toyota yang bekerja sama de-
sangat dibutuhkan keteladanan-                                                                      ngan lembaga swadaya ma-
nya. Tumbuhnya kecintaan ter-                                                                       syarakat menggelar berbagai
hadap sesuatu sedikit banyak diil-                                                                  kompetisi sekolah hijau. Kom-
hami pengajar yang mengajar                                                                         petisi dinilai sangat efektif un-
dengan hati dan memberi inspi-                                                                      tuk menumbuhkembangkan ke-
rasi serta teladan.                                                                                 sadaran dan keberlanjutan pro-
                                                                                                    gram sekolah hijau.
Sekolah Hijau
    Masalah lingkungan hidup                                                                        Program Go Green School
adalah masalah bersama. Dengan                                                                         Untuk mendukung upaya
kepedulian dan upaya bersama,                                                                       sekolah di Indonesia menuju
maka lingkungan bisa disela-                                                                        Sekolah Hijau dan mendorong
matkan. Dan sekolah diharapkan                                                                      perilaku ramah lingkungan
dapat menjalankan peran kunci                                                                       dalam kehidupan sehari-hari
untuk membangkitkan kepedu-                                                                         yang dimulai dari sekolah, maka
lian lingkungan pada generasi                                                                       digulirkan program Go Green
muda sebagai calon pengambil                                                                        School (GGS). Program ini ditu-
keputusan dimasa mendatang.                                                                         jukan bagi sekolah di perkotaan
    Beberapa tahun terakhir,                                                                        dengan pertimbangan bahwa
beberapa sekolah setingkat SMU                                                                      pertumbuhan         masyarakat
dan SMP, menerapkan program                                                                         perkotaan sangat pesat.
"Sekolah Hijau" atau dikenal juga       Suasana asri tampak dari salah satu sekolah di Jakarta.        Program GGS digulirkan The
                                                         Foto: Bowo Leksono
"Go Green School". Program ini                                                                      Centre for The Betterment of


                                                                                                                    Percik
                                                                                                             Agustus 2007    3
L A P O R A N U TA M A


                                                                                            nya disusun oleh Lembaga Kajian Ekologi
                                                                                            dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton)
                                                                                            bekerjasama dengan Yayasan KEHATI.
                                                                                            Kedua lembaga ini memberikan bantuan
                                                                                            konsultasi berupa penyediaan materi-
                                                                                            materi PLH (buku panduaan, CD, SDM
                                                                                            dan pelatihan), training guru untuk
                                                                                            penyusunan metode pembelajaran dan
                                                                                            silabus PLH, kompetisi implementasi
                                                                                            PLH bagi siswa melalui lomba riset dan
                                                                                            reportase ekosistem, serta studi banding
                                                                                            ke sekolah yang telah menerapkan PLH.
                                                                                                Selama ini, PLH masih diartikan ter-
                                                                                            batas hanya pada kegiatan menanam
                                                                                            pohon, mengecat hijau tembok sekolah,
          Sudah semestinya sekolah membudayakan siswa dalam pemilahan sampah                mengepel lantai dan membersihkan kaca.
                                   Foto: Bowo Leksono                                       Sebenarnya pendidikan lingkungan
                                                                                            hidup bisa menumbuhkan kesadaran kri-
Education (CBE), Yayasan KEHATI, dan         dukung upaya-upaya peningkatan kuali-          tis peserta didik untuk memanfaatkan
Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI)        tas lingkungan. Dengan segala sumber-          secara arif sumberdaya alam yang ada
pada tahun 2005 dengan dukungan              daya dan cakupannya, sekolah mempu-            dibumi. PLH juga menekankan metode
Kementerian Lingkungan Hidup dan             nyai peran penting dalam penerapan             belajar dengan prinsip belajar dari alam
Departemen Pendidikan Nasional untuk         pendidikan lingkungan bagi generasi            dengan melakukan eksplorasi fakta-fakta
memotivasi sekolah, khususnya sekolah        muda di Indonesia.                             lingkungan hidup disekitar kita, lebih
menengah tingkat atas menjadi sekolah                                                       menekankan pada aktivitas indera anak.
hijau.                                       Masuk Muatan Lokal (Mulok)                         Dalam satu kesempatan, Mantan
    Deputy Chief Executive Operating             Sekolah-sekolah yang mendapat juara        Menteri Negara Kependudukan dan
Committee CCFI Triyono Prijosoesilo          dan bimbingan dari program GGS, telah          Lingkungan Hidup Emil Salim meng-
kepada Percik mengatakan GGS adalah          memasukan materi lingkungan hidup              ungkapkan, keberlanjutan kegiatan
gerakan mendorong terwujudnya sekolah        dalam pelajaran sekolah. SMA Wikrama           kompetisi GGS mendatangkan harapan
berwawasan lingkungan khususnya di           Bogor, SMA Negeri 13 Jakarta Utara,            akan lingkungan sebagai arus utama
tingkat Sekolah Menengah Umum di             SMA Negeri 69 Kepulauan Seribu, SMK            kebijakan dimasa datang dan keterli-
Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan        Al-Muslim Bekasi, SMA 34 Jakarta               batan siswa sangat penting untuk itu.
Bekasi. "Melalui program ini diharapkan      Selatan, dan beberapa sekolah lainnya.         "Pada tahun 2025, merekalah yang akan
lahir konsep dan model Sekolah Hijau             Materi ini dikenal dengan Pendidikan       duduk sebagai para pengambil kebijakan
yang cocok untuk SMU, terutama di            Lingkungan Hidup (PLH) yang materi-            di negeri ini. Jadi, sekaranglah saat yang
perkotaan Indonesia," tuturnya.                                                                        tepat untuk menumbuhkan
    Sekolah Hijau, menurut Tri-                                                                        kecintaan terhadap lingkung-
yono, adalah sekolah yang war-                                                                         an," katanya.
ganya memiliki kesadaran ling-                                                                              Program Sekolah Hijau
kungan dan terwujud melalui peri-                                                                      secara nyata telah mem-
laku dan pola pengelolaan sekolah                                                                      berikan kesempatan bagi selu-
yang ramah lingkungan untuk                                                                            ruh warga sekolah baik siswa
meningkatkan mutu hidup. "Diha-                                                                        dan manajemen untuk terlibat
rapkan, sekolah yang telah mera-                                                                       langsung dalam menciptakan
sakan program ini mampu mem-                                                                           suasana       belajar-mengajar
pertahankan dan menjadi inspirasi                                                                      yang nyaman. Lingkungan
sekolah-sekolah lainnya," katanya.                                                                     hidup yang sehat dan baik
    Program ini dilatarbelakangi                                                                       adalah dambaan setiap manu-
kepedulian Yayasan KEHATI dan                                                                          sia. Kesadaran pentingnya
CCFI terhadap sekolah sebagai                                                                          pelestarian lingkungan hidup
basis pendidikan dan institusi yang             Rumah daur ulang di SMU Negeri 34, Jakarta.            harus di pupuk semenjak dini.
memiliki potensi untuk men-                                 Foto: Bowo Leksono                            Bowo Leksono




    4 Percik 2007
      Agustus
L A P O R A N U TA M A



                       Lebih Jelas Tentang
                              Sekolah Hijau
Pengertian



S
        ekolah Hijau merupakan terjemahan dari Green School
        yang dimaksudkan sebagai sekolah yang berwawasan
        lingkungan dan warganya memiliki kesadaran lingkung-
an serta mewujudkannya melalui perilaku yang ramah ling-
kungan untuk meningkatkan mutu hidup. Lebih jelasnya seko-
lah hijau adalah sekola yang memiliki komitmen dan secara sis-
tematis mengembangkan program untuk menginternalisasikan
nilai lingkungan ke dalam seluruh aktifitas sekolah.

Nilai Dasar
    Konsep dan kegiatan yang dikembangkan bertumpu pada
nilai-nilai luhur kehidupan seperti kemanusiaan, keseti-
akawanan, kejujuran, keadilan, dan keseimbangan alam.

Prinsip Dasar
   Partisipatif. Semua warga sekolah dan masyarakat berhak
memperoleh informasi yang memadai dan terlibat dalam
keseluruhan proses (perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan
kontrol) sesuai tanggungjawab dan perannya.
   Berkelanjutan. Seluruh kegiatan memiliki manfaat dalam
jangka panjang
   Menyeluruh. Seluruh warga sekolah selalu mempertim-
bangkan seluas-luasnya aspek kehidupan dalam proses peren-
canaan, pelaksanaan, dan evaluasi sehingga dapat memberikan
kontribusi yang sebesar-besarnya bagi lingkungan.
                                                                     Kebun di belakang sekolah dengan tanaman apotik hidup.
                                                                                      Foto: Bowo Leksono
Wujud
    Sekolah Hijau setidaknya memenuhi persyaratan (i) memi-
liki kurikulum yang berwawasan lingkungan; (ii) mempunyai        kesatuan yang saling membutuhkan. (iv) pengembangan sistem
rancang bangun, penggunaan bahan dan pemeliharaan pra-           pendukung yang ramah lingkungan. Program ini yang banyak
sarana dan sarana berdasarkan prinsip ramah lingkungan; (iii)    terkait dengan aspek AMPL seperti penghematan air, pengem-
memiliki manajemen sekolah yang berwawasan lingkungan; (iv)      bangan sistem sanitasi dan pengelolaan sampah, (v) pengem-
program sekolah didukung oleh komunitas di luar sekolah; (v)     bangan manajemen sekolah berwawasan lingkungan. Manaje-
warga sekolah memiliki perilaku peduli lingkungan                men sekolah diharapkan dapat membangun filosofi dan budaya
                                                                 sekolah yang berwawasan lingkungan dan ditunjang oleh sum-
Program                                                          ber daya manusia yang mumpuni.
   Terdapat 5 (lima) bentuk program sekolah hijau yaitu (i)
pengembangan kurikulum berwawasan lingkungan; (ii) pening-       Manfaat
katan kualitas kawasan sekolah dan lingkungan sekitarnya. Ini       Beragam manfaat yang dapat diperoleh diantaranya (i)
merupakan bagian dari upaya mendorong warga sekolah dan          warga sekolah memiliki pemahaman terpadu mengenai ling-
komunitas sekitar untuk secara aktif melakukan upaya             kungan hidup; (ii) sekolah menjadi tempat belajar warga seko-
meningkatkan kualitas lingkungan, (iii) pengembangan pendi-      lah mengenai lingkungan secara menarik dan mudah; (iii)
dikan berbasis komunitas. Sekolah tidak terlepas dari kehidup-   metode pembelajaran menjadi lebih dinamis; (iv) potensi diri
an nyata sehingga sekolah dan komunitas merupakan satu           siswa, kapasitas guru dan staf dalam aspek lingkungan


                                                                                                               Percik
                                                                                                        Agustus 2007    5
L A P O R A N U TA M A


meningkat; (v) sekolah memiliki jaringan            Faktor Pendukung                               sakan cukup menghambat terutama
yang luas dan didukung oleh komunitas                 Keberhasilan penerapan konsep seko-          berupa terbatasnya kemampuan dan
di luar sekolah.                                   lah hijau tidak terlepas dari kepedulian        jumlah guru.
                                                   warga sekolah baik murid sekolah, guru,
Penerapan Konsep Sekolah Hijau                     maupun orang tua yang kemudian                  Keterkaitan dengan Pembangunan
di Indonesia                                       bersinergi dengan ketersediaan dana dari        Air Minum dan Penyehatan Ling-
    Secara umum, masih belum banyak                pihak luar.                                     kungan (AMPL)
sekolah yang menerapkan konsep sekolah                                                                 Pembangunan air minum dan penye-
hijau di Indonesia. Diantara segelintir seko-      Kendala                                         hatan lingkungan sampai saat ini masih
lah yang telah menerapkan adalah SMA                  Disadari bahwa walaupun konsep               belum     menunjukkan       hasil    yang
Negeri 13 Jakarta Utara, SMK Al Muslim,            sekolah hijau telah berhasil dilaksanakan       memuaskan, khususnya terkait dengan
Tambun Bekasi, SMK Wikrama, Bogor.                 namun beberapa kendala masih dira-              penanganan sanitasi dan persampahan.
                                                                                                   Ditengarai bahwa faktor utama yang
            SMA N 13 JAKARTA UTARA        SMK AL MUSLIM BEKASI          SMK WIKRAMA BOGOR          menjadi kendala adalah perilaku hidup
 Tema     Pengelolaan lingkungan ter-   Pembelajaran berbasis alam   Hidup bermutu dengan Se-      bersih dan sehat (PHBS) yang belum
          padu warga sekolah dan        dan lingkungan.              kolah Hijau.                  menjadi     anutan     sebagian     besar
          masyarakat melalui 3 R.                                                                  masyarakat. Sehingga disadari sepenuh-
 Tujuan   Terbangunnya kepedulian       Warga sekolah menerapkan     Terbangunnya kepedulian
                                                                                                   nya bahwa perubahan perilaku menjadi
          lingkungan, terbangunnya      perilaku ramah lingkungan,   siswa terhadap masalah        syarat utama keberhasilan pembangunan
          sistem pengelolaan sam-       tersedianya kurikulum mu-    lingkungan sehingga terben-   AMPL.
          pah terpadu, meningkat-       atan lokal berbasis ling-    tuk budaya 'hidup hijau',         Dilain pihak, perubahan perilaku
          nya peran dan keberadaan      kungan.                      terciptanya lingkungan hi-
          sekolah bagi masyarakat                                    dup yang bermutu, ber-
                                                                                                   akan terlaksana dengan lebih baik ketika
          dalam menangani ling-                                      jalannya sistem pengen-       dilakukan pada usia muda. Untuk itu,
          kungan.                                                    dalian lingkungan berbasis    sekolah menjadi tempat yang tepat bagi
                                                                     sekolah.                      terlaksananya proses perubahan peri-
 Program Penguatan     kelompok         Pemberdayaan tim relawan     Pengermbangan kurikulum
                                                                                                   laku. Pengalaman penerapan konsep
         Green School, penge-           Green Education, kampanye    berbasis lingkungan, pe-      sekolah hijau di Indonesia membuktikan-
         lolaan sampah sekolah,         hemat energi dan air, pe-    ngembangan jejaring ker-      nya. Paling tidak hal tersebut terlihat di
         pembudidayaan tanaman          ngelolaan sampah, pema-      jasama, pemberdayaan gu-      SMA N 13 Jakarta Utara dengan keber-
         obat, pemaduan isu ling-       duan isu lingkungan ke-      gus siswa berbasis ling-
         kungan kedalam kegiatan        dalam kegiatan pembela-      kungan, aplikasi teknologi
                                                                                                   hasilan mereka dalam melakukan kam-
         pembelajaran, kampanye         jaran, open house dan        informasi dalam penge-        panye daur ulang sampah, di SMK Al
         lingkungan.                    lomba pidato lingkungan,     lolaan lingkungan, pramuka    Muslim Bekasi dan SMK Wikrama Bogor
                                        manajemen sekolah berba-     cinta lingkungan, penge-      dengan keberhasilan mereka merubah
                                        sis lingkungan               lolaan sampah, budaya hi-
                                                                     dup sehat.
                                                                                                   sampah menjadi produk siap pakai seper-




 7
          Sumber: Yayasan Kehati                                                                   ti gantungan kunci, tas, dompet. OM


                          TUJUH LANGKAH MENGHIJAUKAN SEKOLAH
                          (diadopsi dari Eco-Schools International, www.eco-schools.org)
    1. Membentuk Kelompok Hijau. Kelompok hijau merupa-                           an hasilnya menjadi masukan bagi penentuan kegiatan
       kan penggerak dari penerapan konsep sekolah hijau.                         prioritas. Survei sebaiknya menyenangkan.
       Terdiri dari pemangku kepentingan (pelajar, guru, pesu-               4.   Menyusun Rencana Aksi Sekolah Hijau. Sebagai langkah
       ruh, orang tua, dan komite sekolah). Bersifat terbuka                      awal, rencana aksi harus realistis dan dapat dicapai de-
       dan dijalankan oleh murid. Tugas utamanya melakukan                        ngan mudah. Kemudian selanjutnya dapat dilanjutkan
       koordinasi seluruh kegiatan, memberikan rekomendasi,                       dengan penyusunan rencana jangka panjang yang lebih
       dan memfasilitasi komunikasi diantara seluruh komuni-                      menantang.
       tas sekolah.                                                          5.   Memantau dan mengevaluasi kemajuan. Kelompok hijau
    2. Menetapkan Visi. Visi sebaiknya dipasang di tempat                         bersama warga sekolah lainnya secara bersama me-
       umum, dan dapat juga didukung melalui suatu pernya-                        lakukan evaluasi. Hasilnya dipergunakan untuk memas-
       taan sikap dari komite sekolah, maupun persatuan                           tikan keberhasilan program.
       orang tua.                                                            6.   Memasukkan kegiatan lingkungan kedalam kurikulum.
    3. Melaksanakan Survei Lingkungan Sekolah. Survei dilakukan              7.   Melibatkan semua pihak dan tidak perlu sungkan menye-
       untuk mengidentifikasi permasalahan lingkungan, kemudi-                    barluaskan keberhasilan.




    6 Percik 2007
      Agustus
WAWA N CA R A



                               DR Dewi Utama Faizah
Penyebar Inspirasi Hidup Sehat
                                                                                        untuk dapat membantu murid-muridnya
       Dewi Utama Faizah bekerja di
                                                                                        bisa keluar dari masalah kekumuhan.
   Direktorat Pembinaan TK dan SD
                                                                                        diri. Dan itu di mulai dari hal yang seder-
   Ditjen Dikdasmen, Departemen
                                                                                        hana. Misalnya mengatasi pilek dan ingus
   Pendidikan Nasional sejak 24 tahun
                                                                                        yang hampir merata di wilayah NTT juga
   yang lalu. Dewi, sapaan akrab pe-
                                                                                        di NTB. Waktu saya bergabung dengan
   rempuan berkerudung ini aktif me-
                                                                                        Tim Monev pada program Kemitraan
   ngembangkan kurikulum agar dapat
                                                                                        AusAid di Flores pada tahun 2002 lalu,
   menjadi inspirasi bagi guru di lapang-
                                                                                        saya heran kok guru bisa mengajar de-
   an. Dewi juga membantu banyak pro-
                                                                                        ngan kondisi murid-murid yang amat
   gram kerjasama antara pemerintah
                                                                                        kotor, hidung memerah dan berlendir
   dengan berbagai negara donor beru-
                                                                                        hijau, krah baju dan lengan yang hijau
   pa Monev dan diklat untuk guru-guru,
                                                                                        menghitam karena digunakan untuk
   terutama guru TK dan SD.
                                                                                        melap ingus hijau anak-anak.
       Sejak tahun 2000, perempuan
   yang menyukai warna hitam ini
                                                                                            Ada kendala?
   bergelut dengan para guru di lapangan, terutama di wilayah Timur
                                                                                            Saya tidak mengalami kendala. Oleh
   Indonesia. Apa saja kegiatan Dewi Utama Faizah selama mendampingi
                                                                                        karena budaya hidup bersih merupakan
   'pahlawan tanpa tanda jasa' ini? Berikut wawancaranya dengan Percik.
                                                                                        kebutuhan setiap manusia. Hanya saja
                                                                                        sekolah kita bahkan orang tua kerap
                                                                                        mengabaikan dan merasa itu tidak perlu

B     agaimana kondisi pendidikan
      (perilaku) hidup sehat/bersih
anak-anak Indonesia saat ini?
                                                Terus dengan metode atau cara
                                            apa untuk merubah perilaku hidup
                                            sehat tersebut?
                                                                                        dipelajari seperti mempelajari pelajaran
                                                                                        matematika dan IPA. Siapa yang tidak
                                                                                        senang memiliki murid-murid yang
    Sangat menyedihkan! Oleh karena             Berbuat dan membiasakan! Di mana        sehat dan jika mereka pulang ke rumah
guru-guru kita yang ada di sekolah saat     saja anak berada. Di samping dibutuhkan     badannya wangi, rambutnya bersih
ini adalah "guru kurikulum". Mereka         keteladanan guru dan orang dewasa untuk     bergelombang, dan tersenyum dengan
hanya asik dengan kurikulum dan buku        mendampingi mereka agar dapat menerap-      gigi-giginya yang putih.
teks, melupakan harkat para belia murid-    kan disiplin dan pembiasaan secara terus-
muridnya sebagai individu yang tumbuh       menerus. Jika anak dicelupkan dalam kon-        Ada pesan khusus?
dan berkembang.                             disi ini, maka akan tumbuh "perasaan yang       Ayo kita tularkan virus hidup sehat
                                            melekat" untuk senantiasa berperilaku       kepada semua anak-anak Indonesia.
    Bagaimana seharusnya pendi-             sehat. Perasaan sehat terkait erat dengan   Hidup sehat berawal di tangan mereka,
dikan perilaku bagi anak-anak In-           emosi, sementara emosi merupakan energi     tapi hidup tidak sehat juga berawal di
donesia?                                    yang akan senantiasa menyala mengobar-      tangan mereka. Tinggal kita koneksikan
    Berbicara perilaku tidak semudah        kan keinginan anak untuk senantiasa mem-    saja antara head, heart, hand, healthy
mentransfer isi buku ke dalam otak          bangun hidup sehat.                         dalam proses pembelajaran di seluruh
murid. Membentuk perilaku hidup sehat                                                   Indonesia tercinta ini.
merupakan serangkaian panjang proses           Sudah di mana saja program ter-
kemanusiaan, dimulai sejak bangun tidur     sebut dilaksanakan?                            Pihak mana saja yang diharap-
hingga tertidur lagi. Di rumah dan di se-      Saya tidak punya program khusus          kan kelak membantu/terlibat?
kolah merupakan arena bagi anak me-         untuk itu. Tapi saya berusaha mengasah         Saya harapkan guru, masyarakat
latih diri untuk membentuk perilaku         kepekaan humanbeing saya di mana saja       luas dan stakeholder AMPL dapat
yang sehat dan baik. Mereka membutuh-       saya berada. Saya selalu mengajak para      membantu program ini ke depan. Ok?
kan lingkungan sosial sebagai sarananya.    guru untuk meringankan tangannya            Saya tunggu aksinya. Bowo Leksono


                                                                                                                  Percik
                                                                                                           Agustus 2007    7
P E R AT U R A N



    Permendagri No. 23 Tahun 2006
 tentang Pedoman Teknis dan Tata Cara
       Pengaturan Tarif Air Minum
              pada PDAM

K
         erugian yang diderita PDAM dalam menjalankan per-      pada PDAM yang dianggap kurang sesuai dengan keadaan
         annya menyediakan air bagi masyarakat sudah seperti    PDAM sekarang ini. Saat ini tarif PDAM tidak mencerminkan
         berita sehari-hari. Tingginya biaya operasional ditam- prinsip full cost recovery. Dalam peraturan yang baru, terjadi
bah tingginya persentase kehilangan air semakin menyurutkan     beberapa perubahan dalam pertimbangan dan penentuan tarif
aliran pendapatan.                                              PDAM.
    Di lain pihak PDAM seperti berada pada posisi yang sulit        Biaya dasar berdasarkan peraturan yang baru memiliki kom-
untuk menaikkan tarifnya. Protes dari masyarakat termasuk       ponen baru baik dalam biaya usaha maupun volume air yang
anggota dewan sering menjadi batu sandungan. Padahal penda-     diproduksi dan yang hilang. Biaya dasar merupakan biaya usaha
patan yang berasal dari tarif tersebut sangat                                       dibagi volume air terproduksi setelah diku-
penting untuk menutup biaya operasional                                             rangi volume kehilangan air standar. Biaya
sehari-hari.                                         Dalam biaya dasar              usaha ini merupakan total biaya untuk
    Selain itu, sebagian dari pendapatan              yang baru, sudah              menghasilkan air minum yang mencakup
tersebut harus digunakan untuk biaya inves-                                         biaya sumber air, biaya pengolahan air,
                                                      dipertimbangkan
tasi dalam bentuk perluasan jaringan dis-                                           biaya transmisi dan distribusi, biaya kemi-
                                                  adanya kehilangan air.
tribusi yang masih sangat diperlukan untuk                                          traan, dan biaya umum dan administrasi.
sebagian masyarakat. Hingga 2006, ca-
                                                      Sedangkan dalam               Bandingkan dengan biaya dasar lama yang
kupan layanan air perpipaan di Indonesia            peraturan yang lama             hanya ditentukan berdasarkan biaya tunai
masih sekitar 18 persen. Sedangkan masih         kehilangan air ini hanya           yang terdiri dari biaya operasi, biaya pemeli-
banyak PDAM yang memiliki tarif kurang                dihitung sebagai              haraan, biaya administrasi, biaya bunga pin-
dari Rp 500,-/m3 di bawah tarif rata-rata           kerugian yang harus             jaman serta pokok pinjaman.
nasional (Rp 1000,-/m3).                             ditanggung PDAM.                   Dalam biaya dasar yang baru ini, sudah
    Melakukan pinjaman kepada pihak luar                                            dipertimbangkan adanya kehilangan air.
menjadi pilihan terakhir yang diambil seba-                                         Sedangkan dalam peraturan yang lama kehi-
gian besar PDAM di Indonesia. Namun, pin-                                           langan air ini hanya dihitung sebagai keru-
jaman tersebut malah menambah beban. PDAM tidak dapat           gian yang harus ditanggung PDAM. Selain itu, biaya sumber air
mengembalikan pinjaman, kalaupun ada yang dikembalikan          merupakan komponen yang baru yang membantu beberapa
baru bunga pinjamannya saja.                                    PDAM yang harus mengeluarkan biaya untuk pembelian sum-
    Akhirnya banyak PDAM yang terlilit utang. Dari 318 PDAM     ber air baku.
(2006), hanya 18 persen saja yang dikategorikan sehat, yaitu        Hal ini sangat wajar mengingat ada PDAM yang mengalami
mampu berkembang, mampu mengelola pinjaman, mampu               peningkatan biaya air baku hingga 10 kali lipat dari tahun 2000
melakukan penggantian aset, beroperasi dengan efisien, dan      hingga 2007. Peraturan yang baru juga telah memperjelas biaya
meraih keuntungan.                                              operasi dan pemeliharaan dalam peraturan lama menjadi biaya
                                                                pengolahan air dan biaya transmisi serta distribusi.
Kehilangan air dipertimbangkan dalam penentuan
biaya dasar                                                     Mutu pelayanan, akuntabilitas, dan perlindungan air
    Melihat kondisi ini, pemerintah berupaya membantu PDAM      baku sebagai bagian dalam penetapan tarif
dengan menetapkan Permendagri No. 23 Tahun 2006 tentang             Dasar kebijakan penetapan tarif juga mengalami perubahan.
Pedoman Teknis dan Tata Cara Pengaturan Tarif Air Minum         Untuk menyempurnakan dasar penetapan yang lama, peraturan
pada PDAM. Peraturan ini untuk menggantikan Permendagri         yang baru mengarahkan dasar penetapan tarif agar turut mem-
No. 2 Tahun 1998 tentang Pedoman Penetapan Tarif Air Minum      pertimbangkan adanya keadilan, perbaikan mutu pelayanan,



   8 Percik 2007
     Agustus
P E R AT U R A N


akuntabilitas, dan perlindungan air baku.
Dalam peraturan yang baru, tarif PDAM
diarahkan untuk membantu perlidungan
dan pelestarian sumber air dalam jangka
panjang. Adanya tarif progresif antara
lain bertujuan untuk perlindungan air
baku.
    Berdasarkan peraturan yang baru,
proses perhitungan dan penetapan tarif
harus menggunakan landasan perhitung-
an yang mudah dipahami dan dapat
dipertanggungjawabkan kepada para
pemangku kepentingan. Setiap rupiah
yang akan dikelola PDAM harus
transparan dan bisa dipertanggung-
jawabkan terutama kepada masyarakat.
Jika tidak, sulit bagi PDAM untuk
menaikkan tarif air minum mereka.
    Efisiensi pemakaian air masih menja-
di bagian dasar penetapan tarif. Efisiensi
                                                                             Foto: Bowo Leksono
dicapai melalui penerapan tarfi progresif
yang dikenakan pada pelanggan yang
konsumsinya melebihi standar kebu-           diferensiasi dengan subsidi silang antar   I dengan tarif rendah, kelompok II de-
tuhan pokok air minum. Diharapkan            kelompok pelanggan.                        ngan tarif dasar, kelompok III dengan
dengan adanya tarif ini pelanggan jadi            Mutu pelayanan merupakan pertim-      tarif penuh, dan kelompok khusus ber-
lebih berhemat sehingga perlindungan         bangan yang baru sebagai dasar penetap-    dasarkan tarif kesepakatan.
air baku bisa tercapai.                      an tarif. Mutu pelayanan masih menjadi          Di sini PDAM diberikan keleluasaan
    Prinsip pemulihan biaya merupakan        permasalahan bagi PDAM. Sudah sering       menentukan kebijakan jenis-jenis pe-
dasar utama penetapan tarif air minum        tertulis dalam media cetak sebuah PDAM     langgan untuk tiap-tiap kelompok ber-
bagi PDAM. Peraturan yang baru               sangat sulit menaikkan tarif akibat        dasarkan kondisi obyektif dan karakteris-
merubah perhitungan pada pemulihan           pelayanan yang buruk. Di lain kasus,       tik pelanggan di daerah masing-masing.
biaya ini. Untuk sekarang, pemulihan         PDAM menaikkan tarif namun pelayanan       Yang penting, PDAM tidak mengubah
biaya penuh (full cost recovery) dicapai     tetap buruk. Adanya pertimbangan mutu      jumlah kelompok pelanggan yang sudah
saat tarif rata-rata minimal sama dengan     pelayanan dalam dasar penetapan tarif      ditetapkan dalam permendagri yang baru
biaya dasar.                                 akan memaksa sebuah PDAM mening-           ini.
    Namun jika akan melakukan pengem-        katkan mutu pelayanannya.                       Yang paling penting dalam peraturan
bangan pelayanan, tarif rata-rata tadi                                                  baru ini, mekanisme penetapan tarif air
harus direncanakan untuk menutup             Fleksibilitas dalam pembagian blok         minum di sebuah PDAM didasarkan pada
biaya dasar yang ditambah dengan             konsumsi dan kelompok pelanggan            keseimbangan kepentingan terhadap ma-
tingkat keuntungan yang wajar.                   Untuk mempermudah perhitungan          syarakat yang menjadi pelanggan, PDAM
Keuntungan yang wajar ini dicapai jika       tarif, blok konsumsi dan kelompok          selaku badan usaha dan penyelenggara
rasio laba terhadap aktiva produktif sebe-   pelanggan pada peraturan yang baru         pelayanan air minum kepada masya-
sar 10 persen.                               dibuat lebih fleksibel. Blok konsumsi      rakat, dan pemerintah daerah yang ber-
    Namun penetapan tarif juga tetap         diubah dari tiga menjadi hanya dua blok,   kepentingan sebagai pemilik PDAM itu
mengedepankan keterjangkauan dan             yaitu blok konsumsi air minum yang         sendiri.
keadilan. Tarif standar kebutuhan air        masih dalam batas standar kebutuhan             Dengan demikian, penetapan tarif
minum harus terjangkau oleh masyarakat       pokok dan blok konsumsi di atas standar    harus mengarah pada perbaikan mutu
pelanggan dengan penghasilan sama            kebutuhan pokok.                           pelayanan kepada pelanggan, pencapaian
dengan upah minimum provinsi. Tarif              Sedangkan kelompok pelanggan men-      target pemulihan biaya penuh, dan hasil
dikatakan terjangkau jika besarnya tidak     jadi empat kelompok dari sebelumnya        positif seperti keuntungan yang juga
melebihi 4 persen pendapatan masya-          lima kelompok. Untuk peraturan baru,       dapat digunakan kembali dalam pengem-
rakat pelanggan. Untuk keadilan dalam        tiap kelompok ditentukan berdasarkan       bangan pelayanan. Afif Nu'man
penerapan tarif, dilakukan melalui tarif     kategori tarif yang dibayarkan. Kelompok


                                                                                                                  Percik
                                                                                                           Agustus 2007    9
WAWA SA N



Sekolah Hijau
(Green School)
dan Soal Kesadaran
Lingkungan Hidup
                         Oleh: Imam M.*




A
         khir-akhir ini muncul gerakan lingkungan yang cukup
         menggembirakan dari para siswa sekolah, terutama
         SMU. Siswa-siswa SMU itu tidak melulu digambarkan
sebagai anak baru gede (ABG) yang penuh kemanjaan dan
sedang semangat mencari identitas terhadap lawan jenisnya.
Sebagian anak-anak SMU itu telah mengubah pandangan
umum dengan mencanangkan berbagai kegiatan yang selama
ini hanya mereka yang berkutat di organisasi-organisasi terten-
tu yang terkait dengan lingkungan hidup.
    Apa yang menarik dari kegiatan yang berorientasi lingkung-
an hidup ini adalah siswa-siswi SMU sudah menyadari berbagai          Berbagai tanaman obat-obatan yang terdapat di sekolah hijau.
akibat negatif dari eksploitasi sumber daya alam dan pecemaran                           Foto: Bowo Leksono
lingkung hidup yang terjadi saat ini. Kegiatan tersebut targetnya
tentu bukan mengubah lingkungan yang tercemar secara
dramatis menjadi lingkungan yang bersih dan layak huni.             kali ini. Hasilnya bermacam-macam. Ada yang berkesimpulan
    Sasaran utama dari kesadaran lingkungan hidup pada usia         Kali Brantas yang melewati kota Mojokerto masih belum terlalu
SMU tersebut tak lain meletakkan kesadaran lingkungan sedini        tercemar sebagaimana ditunjukkan oleh siswa bernama Yogi
mungkin sehingga kelak mereka akan menjadi orang yang per-          dari SMUN 1 Wringinanom. Ada juga yang menyatakan sudah
tama untuk menjaga lingkungan di mana mereka tinggal. Jika          demikian tercemar sebagaimana ditunjukan siswa dengan
ini terjadi, tentu program ini akan menjadi pondasi pertama         meneliti Kali Brantas yang melewati kota Surabaya (Tempo, 16
bagi setiap kampanye atas pentingnya lingkungan hidup. Sebab        April 2007).
ketika kesadaran terhadap lingkungan telah ada sejak muda,              Pihak sekolah sendiri tak mau tinggal diam dengan kian
tentu ini akan mempermudah terbentuknya perilaku sadar              suramnya masa depan lingkungan hidup ini. Berbagai sekolah
lingkungan dan tentu lebih mengakar dalam hidup keseharian.         telah memasukkan kurikulum berbasis lingkungan ini ke dalam
    Ambil contoh siswa-siswi SMUN 1 Wringinanon, Gresik,            mata pelajaran ini. Jika dalam rencana SMUN 1 Wringinanom
Jawa Timur. Sekolah ini bisa dibilang salah satu yang terdepan      kurikulum ini menjadi mata pelajaran tersendiri dengan cara
untuk usia segenerasinya dalam hal kesadaran lingkungan             memberikan 1 jam pelajaran setiap minggunya, maka ada seko-
hidup. Selain mempraktikkan lingkungan bersih dan hijau de-         lah yang secara kreatif tidak memberikan 1 jam pelajaran yang
ngan menanam berbagai tanaman di lingkungan sekolah, mere-          terpisah tetapi justru terintegrasi dalam satu rangkaian pela-
ka juga aktif mengikuti berbagai kegiatan berkait dengan            jaran. Ini dilakukan oleh SMK Wikrama Bogor. SMK ini mema-
lingkungan di luar sekolah.                                         sukkan materi lingkungan hidup ke dalam mata pelajaran PKN,
    Siswa-siswa ini aktif mengikuti berbagai workshop tentang       Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Fisika.
lingkungan hidup dan yang menarik bersama SMU lain di Jawa          Berikut uraiannya:
Timur melakukan penelitian terhadap Kali Brantas. Penelitian          1. Pendidikan Agama Islam: Kompetensi Kerusakan Alam
ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebersihan Kali Brantas            dan Lingkungan. Disajikan minggu ke 18-21
atas berbagai tindak pencemaran di berbagai kota yang dilalui         2. Pendidikan Kewarganegaraan: Kompetensi Sumber Daya



  10 Percik 2007
     Agustus
WAWA SA N


    Alam. Disajikan minggu ke 61-73
 3. Bahasa Indonesia: Kompetensi level
    membaca dan menulis mengguna-
    kan topik lingkungan alam. Disaji-
    kan minggu ke 5-25.
 4. Bahasa Inggris: Kompetensi level
    Novice untuk membaca dan menulis
    menggunakan topik lingkungan
    alam dan sekitarnya. Disajikan
    minggu ke 21-40
 5. Matematika: Kompetensi menerap-
    kan konsep bilangan real. Disajikan
    minggu ke 1-13
 6. Fisika: (a) Menghitung kalor, (b) Me-
    nerapkan konsep usaha, daya dan
    energi, (c) Menerapkan konsep Fluida,
    (d) Thermodinamika, (e) Optik, (f)                         Pelataran sekolah yang rimbun dengan pepohonan.
                                                                              Foto: Bowo Leksono
    Konsep Listrik, (g) Produktif RPL1.
    Dasar-dasar Pemrograman, (h) Tek-
    nik Komputer dan Jaringan 1. Ins-       di berbagai sudut halamannya. Sekolah        berkelanjutan. Dan yang terpenting
    talasi PC. Disajikan pada minggu        ini bukan hanya tampak bersih dari           adalah mandiri dalam menjalankan pro-
    ke 1-10                                 dalam tetapi menjadi hijau dari luar serta   gram ini ke depan nantinya".
                                            nyaman dihuni dan akhirnya tempat                Sifat dukungan dari berbagai orga-
    Konsep yang dijalankan SMK Wi-          yang layak untuk menyemaikan benih-          nisasi terhadap kegiatan sekolah berori-
krama ini tidak mengganggu jalannya         benih kepintaran.                            entasi lingkungan hidup ini pada intinya
mata pelajaran lantaran tidak menambah                                                   memberi motivasi sekaligus memberi
beban siswa karena terintegrasi dalam       Berbagai Dukungan                            ruang untuk mewujudkan kesadaran
satu mata pelajaran. Karena itu, keber-         Kesadaran lingkungan ini juga terlihat   lingkungan tersebut. SMAN 1 Wringin-
adaan konsep tersebut justru mendukung      di SMK Al Muslim Bekasi. Sekolah ini pada    anom sendiri telah lama bekerjasama
mata pelajaran itu sendiri dan pada saat    2005 menerima Hadiah Oksigen dari PT         dengan lembaga pemerintahan kabupa-
yang sama telah memicu kesadaran akan       Coca-Cola yang bekerjasama dengan pihak      ten Gresik maupun pemerintahan Jawa
lingkungan hidup.                           Yayasan KEHATI. Hadiah ini bertujuan         Timur, juga Ecoton dan KEHATI.
    SMK Wikrama Bogor ini bisa di-          menyemaikan benih-benih yang tumbuh              Namun, sifat bantuan itu sendiri
katakan telah melakukan satu terobosan      dalam diri siswa-siswi agar mendapat per-    bersifat sementara dengan asumsi ikut
yang cukup bagus dengan secara sistema-     wujudannya dalam wilayah sosial. Pihak       menebarkan benih-benih kesadaran
tis menjawab isu krisis lingkungan hidup    penyelenggara memberikan uang tunai se-      lingkungan hidup yang kelak di kemudi-
saat ini ke dalam ranah pendidikan mere-    jumlah 25 juta dan 1 tahun pendampingan.     an harinya akan berguna. Hal ini sesuai
ka. Selain mengintegrasikan sistem ku-          Namun, sebagaimana dikatakan ke-         sifat dari pendidikan sekolah sendiri yang
rikulum, mereka juga mengintegrasikan       pala sekolah SMK Al Muslim, Dra. Elis        sifatnya memberi bekal untuk mempersi-
dalam perilaku sehari-hari di sekolah.      Setiawati, "Yang terpenting justru tahap     apkan diri sebelum peserta didik terjun
Masalah penggunaan air dan listrik mere-    pasca bantuan ini. Memang program Go         menjadi bagian dari masyarakat.
ka manfaatkan dengan sistem otomati-        Green School secara nyata telah mem-             Dan terkait dengan lingkungan hidup
sasi sehingga dapat melakukan penghe-       berikan kesempatan bagi seluruh warga        yang semakin hari kian menunjukkan
matan energi secara efektif.                sekolah baik siswa dan manajemen untuk       keadaan yang memprihatinkan, bekal itu
    Sementara       masalah      sampah     terlibat langsung dalam perkembangan         sangat penting. Sebab sehebat apa pun
disediakan pemisahan tong sampah            program Green Education yang telah           opini tentang kesadaran lingkungan
untuk yang organik dan yang non-            kami gagas sejak tahun 1986. Keterli-        hidup hendak dibangun tidak banyak
organik. Ini akan mempermudah tahap         batan kami dalam perencanaan, im-            gunanya apabila tidak ada kesadaran
pengolahan akhir sampah dengan              plementasi, monitoring, laporan dan          dalam diri setiap individunya. Saya kira
membuat kompos dari sampah organik.         penyusunan rencana tindak lanjut juga        di sini arti pentingnya program sekolah
Selain itu, kesadaran lingkung hidup di     memperluas wawasan kami untuk men-           hijau (green school).
SMK Wikrama ini tercermin dari              jalankan dua prinsip utama Program Go                                * Pengamat ekologi
berbagai tanaman keras yang tumbuh          Green School yakni menyeluruh dan


                                                                                                                  Percik
                                                                                                           Agustus 2007    11
WAWA SA N



          Bencana Ekologi dan                                                                                                         nisme pasar. Bagaimana kaitannya banjir
                                                                                                                                      Jakarta tahun 2002 dan 2007 dengan
                                                                                                                                      kebijakan pembangunan yang 'mende-

            Gagalnya Model                                                                                                            wakan' mekanisme pasar?
                                                                                                                                          Intensifnya pembangunan kawasan
                                                                                                                                      komersial di Jakarta telah menggusur

           Pembangunan Kota                                                                                                           banyak daerah resapan air baik berupa
                                                                                                                                      Ruang Terbuka Hijau (RTH) maupun
                                                                                                                                      situ/waduk. Hal itu terlihat jelas dari
                                                                                                                                      semakin menurunnya luasan RTH di
                                                                                                                                      Jakarta dari tahun ke tahun.
                                               Oleh : Firdaus Cahyadi *
                                                                                                                                          Pada Master Plan Jakarta tahun 1965-
                                                                                                                                      1985 menargetkan luas RTH seluas



K
         ota Jakarta berkembang begitu                                  koan, apartemen, dan perkantoran skala                        18.000 Ha. Pada Rencana Umum Tata
         pesat sehingga menjadikannya                                   besar telah dibangun. Sementara pada                          Ruang (RUTR) Jakarta tahun 1985-2005
         lebih maju dibandingkan kota-                                  periode 2007 hingga 2008 sekitar 80                           target RTH turun menjadi 16.908 Ha,
kota lain di Indonesia. Hal itu dibuktikan                              pusat perbelanjaan, apartemen dan per-                        sementara pada Rencana Tata Ruang
dengan berhasilnya kota ini meraih pen-                                 kantoran baru segera dibangun di Ja-                          Wilayah (RTRW) 2000-2010 turun lagi
dapatan per jiwa tertinggi. Pesatnya pem-                               karta (Kompas, 10 Februari 2006).                             menjadi hanya 9.560 Ha.
bangunan di Jakarta juga menyebabkan                                                                                                      Menurunnya luasan RTH tersebut
kota ini menjadi pusat perdagangan                                      Mekanisme pasar dan banjir di                                 mengakibatkan meningkatnya air larian
barang dan jasa selain sebagai pusat                                    Jakarta                                                       (run off) saat terjadi hujan sehingga
pemerintahan.                                                               Intensifnya pembangunan pusat-                            mengakibatkan banjir di Jakarta. Data
    Untuk mencapai tingkat pertum-                                      pusat komersial di kota Jakarta juga telah                    terbaru dari BPLHD DKI Jakarta pada
buhan ekonomi yang lebih tinggi diban-                                  mengakibatkan kota ini semakin tidak                          tahun 2005 menyebutkan bahwa hanya
dingkan kota lainnya, Pemerintah Daerah                                 nyaman bahkan membahayakan para                               26,6 persen air hujan yang dapat diserap
(Pemda) DKI Jakarta pun 'mengarahkan'                                   penghuninya baik secara sosial maupun                         tanah, sementara 73,4 persen menjadi
strategi pembangunan pada upaya mena-                                   lingkungan hidup. Hal itu nampak dari                         run off. Fakta tersebut dapat menjelaskan
rik sebanyak mungkin investor untuk                                     terjadinya bencana ekologi berupa banjir                      mengapa banjir pada tahun 2007 yang
berinvestasi di kota ini.                                               besar pada tahun 2002 dan 2007 yang                           lalu lebih besar dibandingkan tahun
    Strategi pembangunan yang bertum-                                   menimbulkan banyak korban jiwa dan                            2002.
pu pada mekanisme pasar pun menjadi                                     harta warga Jakarta.
paradigma dominan di kota ini. Hal itu                                      Banjir yang terjadi di Jakarta bukan-                     Mekanisme pasar dan biaya sosial
semakin nampak dari naiknya laju per-                                   lah sebuah fenomena alam biasa namun                             Diserahkannya pembangunan kota
tumbuhan kawasan komersial dari tahun                                   akibat kebijakan Pemda DKI Jakarta                            sepenuhnya pada mekanisme pasar me-
ke tahun. Pada tahun 2006 yang lalu mi-                                 yang telah menyerahkan strategi pem-                          mang telah terbukti mampu mening-
salnya, di Jakarta lebih dari 30 perto-                                 bangunan kota sepenuhnya pada meka-                           katkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
                                                                                                                                      kota Jakarta. Namun jika biaya sosial aki-
                                                   A IR H U J A N
                                                                        A IR H U J A N M E N JE L M A M E N J A D I A IR
                                                                        L A R IA N B A N J IR
                                                                                                                                      bat dari bencana lingkungan diperhi-
                                                   2000 Jt
                                                   M 3 /th                                                                            tungkan juga maka besarnya PAD yang
                                                                                                                                      diperoleh kota ini pun akan terkoreksi
                             R un O ff                                                                                     200        secara signifikan. Menurut perkiraan
                             1468 Jt                      J A K A RTA
                               M 3/th
                           ( 7 3 ,4 % )
                                                                                                     B O G OR
                                                                                                                                      Bappenas, Bencana Banjir Jabodetabek
                                                                                                                                      tahun 2007 mengakibatkan kerusakan
          M uk a L a u t
  0                          532 Jt                                                                                                   dan kerugian bagi masyarakat dan
                             m 3/th
                                                                                                              thh
                            (2 6 ,6 % )                 A IR T A N A H D A N G K A L 4 9 2 J T             3/
                                                                                                         m 3
                                                                                                         m
                                                                                                             /t                       pemerintah sebesar Rp 5,2 T. Sementara
 -4 0                                     40 Jt
                                                        M 3/TH
                                                                                                    Jt
                                                                                                    Jt                      -4 0
          A IR TA N A H                   m 3/th                                                 37
                                                                                                 37                                   kerugian ekonomi tidak langsung menca-
          DALAM
 -1 4 0   77 JU T A M 3/ TH                                                                                                -140
                                                                                                                                      pai Rp 3,6 T. Ironisnya, biaya sosial
 -2 5 0                                                                                                                    -250       seperti di atas tidak "tertangkap" pasar.

                                                                                                                                                              * Pelaksana Harian
  B a t a s a m a n p e n g a m b ila n a ir b a w a h ta n a h 3 0 - 4 0 % d a r i p o te n s i a ir ta n a h (1 8 6 jt m 3 / th )                     Kaukus Lingkungan Hidup
  (T a h u n 2 0 0 5 d e fis it a ir ta n a h s e b e s a r 6 6 ,6 5 ju t a m 3 / ta h u n )
  S u m b e r: B P L H D D K I J a k a rt a , 1 5 F e b ru a r i 2 0 0 7
                                                                                                                                                                         Jakarta




   12 Percik 2007
      Agustus
WAWA SA N



                         Pengatur Aliran Air
                           Ala Barugaya
  (Local Genius Dusun Barugaya, Desa Bonto Kadatto, Kabupaten Takalar)
                    Oleh : Sofyan Iskandar*




B
        agaimanakah cara membagi secara adil tanggung jawab
        pembayaran rekening listrik untuk pompa air yang
        digunakan secara bersama? Jawaban saya adalah mem-
bagi biaya secara proporsional di antara pengguna. Bisa
berdasarkan pemakaian air atau jumlah anggota keluarga. Kalau
berdasarkan pemakaian air, berarti tiap pengguna harus
dilengkapi alat ukur yang disepakati, yang paling praktis water
meter (meteran air) tentu saja. Kalau ini dianggap tidak praktis
dan menjadi mahal, gunakan saja ukuran jumlah pengguna se-
tiap keluarga. Harusnya seperti itu menurut saya.
    Tetapi tidak demikian menurut warga Dusun Barugaya,
Desa Bonto Kadatto yang berjarak satu jam perjalanan
kendaraan dari Ibu Kota Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Pikiran saya tersebut menurut mereka terlalu rumit, walaupun
gagasannya sederhana, tetapi pelaksanaannya memerlukan
pengaturan-pengaturan yang rumit.
    Katakan saja kalau menggunakan water meter, siapa yang akan
membacanya, kemudian siapa yang akan mengumpulkan iuran,
bagaimana kalau ada yang tidak membayar. Kalau tidak menggu-
nakan meter, tetapi dengan ukuran keluarga, tidak ada jaminan ke-
luarga kecil menggunakan air lebih sedikit dari keluarga besar.
    Persoalan ini muncul karena sumber air yang dapat digu-
nakan air minum terbatas. Hanya sumur-sumur tertentu yang
dapat digunakan. Dan untuk mengalirkan air diperlukan pompa
dengan memerlukan tenaga listrik.                                              Pipa air yang melintas ke perumahan warga.
                                                                                           Foto: Bowo Leksono
Menghemat air
    Untunglah ada Bassere Daeng Ta'le (45 tahun), anggota           praktek lapangan program orientasi MPA-PHAST yang dise-
masyarakat yang memiliki pengetahuan kelistrikan. Untuk             lenggarakan di Dusun Barugaya, Desa Bonto Kadatto,
mengatasi persoalan pembagian pembayaran listrik, ditetapkan        Kabupaten Takalar. Acara ini diselenggarakan pada Juni 2007
masing-masing rumah harus menggunakan listrik sendiri.              oleh Pokja AMPL Nasional bekerja sama dengan Ditjen PMD
Sehingga tidak perlu ada perselisihan dalam menentukan              Departemen Dalam Negeri.
besarnya biaya listrik. Pengaturan penggunaan dilakukan
sendiri, mau menggunakan banyak air artinya membayar listrik        Cara kerja
lebih besar.                                                            Bagaimanakah cara kerja sistem yang sudah melayani tiga
    Bila hendak menghemat, gunakan air secukupnya. Jalan            lingkungan ini? Pada prinsipnya setiap rumah memiliki sam-
keluar ini diterima kelompok pengguna air secara aklamasi.          bungan listrik yang terhubung dengan kabel utama menuju
Sistem yang dirintis Daeng Ta'le ini sudah dikembangkan sela-       pompa yang diletakkan di sumur. Setiap rumah dilengkapi de-
ma tiga tahun oleh Daeng Nai (43 tahun). Hal ini terungkap dari     ngan stop kontak untuk memutuskan atau menyambungkan


                                                                                                                    Percik
                                                                                                             Agustus 2007    13
WAWA SA N


aliran listrik ke kabel utama. Untuk
mengatur giliran penggunaan, setiap
rumah dilengkapi lampu indikator yang
menyala saat ada rumah yang menggu-
nakan pompa.
    Aturannya adalah hanya menyalakan
pompa (dengan menekan stop kontak)
ketika lampu indikator mati. Setelah se-
lesai menggunakan pompa, listrik di-
matikan dan kran harus ditutup. Skema
instalasi listrik dapat dilihat pada dia-
gram. Apakah tidak terjadi arus pendek?
Hal ini juga sudah diperhitungkan, kare-
na penyambungan diatur pada fase listrik
yang sama.
    Sistem ini digunakan secara kelom-
pok mulai dari 3 rumah sampai dengan
12 rumah. Jarak terjauh sumur atau
pompa dengan rumah adalah 100 meter.
Biaya konstruksi, instalasi pipa dan lis-                       Bak penampungan air bersih di depan rumah warga.
trik serta pengadaan pompa ditanggung                                        Foto: Bowo Leksono
secara swadaya pengguna.
     Saya terpaksa harus menyingkirkan       pompa 200 watt, setiap rumah menang-         dapat dilakukan, karena aliran air akan
analisa kritis saya dulu terhadap sistem     gung beban daya 265 watt. Untuk meng-        ke rumah terjauh menjadi lebih kecil.
ini karena nyatanya sistem ini dapat be-     hitung biayanya tinggal dikalikan saja de-   Apabila ada keperluan air mendesak,
kerja, digunakan dengan baik, bertahan       ngan waktu yang digunakan. Mungkin           komunikasi langsung kerap dilakukan
sampai tiga tahun, dan dibiayai sendiri      lampu 5 watt ini bisa diganti dengan lam-    dengan meminta yang lain untuk mema-
lagi. Misalnya tentang lampu indikator       pu indikator yang lebih kecil.               tikan aliran listrik.
yang menyala pada seluruh rumah ketika           Pada saat pengguna paling ujung
satu rumah menyalakan pompa, kalau           menyalakan pompa, pada dasarnya ru-          Sistem yang berkelanjutan
pengguna sampai 13 rumah, artinya 13x5       mah-rumah lain yang dapat membuka                Menilik waktu pengembangan yang
watt atau 65 watt.                           kran untuk memperoleh air. Tetapi kare-      sudah tiga tahun dan sekarang kondisinya
    Apabila ditambah dengan daya             na pengguna berdekatan, kontrol masih        berfungsi dengan baik dan terus digu-
                                                                                          nakan, menunjukkan bahwa sarana yang
                                                                                          dibangun keberlanjutan. Hal ini semakin
                                                                                          memperkukuh keyakinan saya bahwa
                                                                                          masyarakat memiliki kemampuan dalam
                                                                                          menyelesaikan persoalan sendiri, bahkan
                                                                                          dalam menemukan teknologi tepat guna.
                                                                                              Bahwa pilihan teknologi perlu dibuka
                                                                                          dan didiskusikan untung ruginya meru-
                                                                                          pakan syarat keberlanjutan. Bahwa kepu-
                                                                                          tusan oleh masyarakat menjadi kunci
                                                                                          dalam keberlanjutan sarana yang diba-
                                                                                          ngun. Bahwa pihak luar tidak harus
                                                                                          datang dengan bantuan fisik, terjadi di
                                                                                          Barugaya. Bahwa saya harus lebih banyak
                                                                                          belajar, itu suatu kenyataan, apabila saya
                                                                                          mau memberikan sumbangsih dalam
                                                                                          mengusung keberlanjutan pembangunan
                                                                                          air minum di negeri ini.
                              Pipa-pipa pembagi air bersih.
                                   Foto: Bowo Leksono                                                              *Konsultan WASPOLA




  14 Percik 2007
     Agustus
WAWA SA N



    Kontribusi Sistem Penyediaan Air Minum
   terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional
            (Tahun Anggaran 2006)
                   oleh : Sandhi Eko Bramono, S.T., MEnvEngSc.*                        berantai (trickling down effect) yang
                                                                                       memberikan kemanfaatan dan kese-
                                                                                       jahteraan bagi masyarakat. Berawal dari
                                                                                       pembukaan lapangan kerja, menjadikan
                                                                                       sejumlah kuantitas sumber daya manusia
                                                                                       yang terlatih dan mempunyai kesem-
                                                                                       patan dalam mengaplikasikan ilmunya.
                                                                                           Selain itu, dengan lapangan kerja
                                                                                       yang tersedia, maka tingkat ekonomi
                                                                                       masyarakat akan meningkat, yang diser-
                                                                                       tai peningkatan kesadaran akan pen-
                                                                                       didikan, kesehatan, dan lain-lain.
                                                                                       Dampak akhirnya adalah peningkatan
                                                                                       kualitas sumber daya manusia, yang
                                                                                       merupakan suatu aset nasional yang tak
                                                                                       akan tergantikan.
                                                                                           Penyediaan infrastruktur SPAM akan
                                                                                       berpengaruh pada pembukaan lapangan
                                                                                       kerja, yang bersifat menyeluruh semen-
                                                                                       jak dari survei untuk penyediaan infra-
                                                                                       struktur tersebut, hingga ke pengawas
                                                                                       lapangan yang bertugas mencatat meter
                                                                                       air di tiap sambungan rumah. Berapa
      Bangunan reservoar hasil kerjasama masyarakat, LSM dan pemerintah daerah.        jumlah tenaga sarjana S1 yang dibu-
                                  Foto: Bowo Leksono                                   tuhkan, berapa jumlah tenaga kerja D3
                                                                                       yang dibutuhkan, berapa jumlah tenaga



P
        enyediaan infrastruktur yang         tolok ukur tingkat kemanfaatan infra-     kerja STM yag dibutuhkan, berapa jum-
        handal merupakan salah satu          struktur.                                 lah buruh yang bertugas membangun sis-
        tonggak dalam penyelenggaraan            Salah satu infrastruktur yang men-    tem Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan
pembangunan bangsa. Infrastruktur yang       dukung pembangunan nasional adalah        sistem distribusinya, berapa jumlah man-
dibangun harus juga selalu ditujukan         Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).       dor yang dibutuhkan untuk mengawasi
untuk meningkatkan taraf kesejahteraan       Sejauh mana infrastruktur SPAM mampu      buruh,      berapa    jumlah     pegawai
masyarakat. Berbagai parameter dia-          berkontribusi dalam pembukaan la-         Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)
jukan untuk meninjau tingkat keman-          pangan kerja, serta sejauh mana kon-      yang dibutuhkan, berapa jumlah tenaga
faatan pembangunan infrastruktur pada        tribusinya dalam satuan persen terhadap   untuk pembangunan IPA PAKET yang
kesejahteraan masyarakat.                    pertumbuhan ekonomi nasional, seper-      siap dipasang di lokasi yang dituju, bera-
    Salah satu parameter uji yang cukup      tinya menjadi hal yang patut dicermati.   pa jumlah tenaga pengawas sistem
handal untuk dinilai, adalah tingkat pem-                                              jaringan distribusi yang dibutuhkan, dan
bukaan lapangan kerja akibat pemba-          Metodologi perhitungan                    lain-lain, yang berdampak kepada total
ngunan infrastruktur tersebut. Berapa            Pembukaan lapangan kerja dinilai      jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan.
jumlah lapangan kerja yang dapat dibuka      sebagai suatu parameter uji yang cukup        Berdasarkan perhitungan tersebut,
akibat penyediaan infrastruktur tersebut,    handal untuk melihat aspek kemanfaatan    dapat dihitung berapa jumlah tenaga
yang akan berpengaruh pada angka per-        infrastruktur. Dengan pembukaan la-       kerja yang dibutuhkan untuk setiap
tumbuhan ekonomi nasional, merupakan         pangan kerja, maka begitu banyak efek     penyediaan 1 liter/detik SPAM. Selain


                                                                                                                 Percik
                                                                                                          Agustus 2007    15
WAWA SA N


itu, biaya investasi yang dibutuhkan juga dapat dihitung, untuk   diakan).
dapat membuka lapangan kerja sejumlah tersebut. Dengan                Selain itu, dibutuhkan pula pembukaan lapangan kerja yang
membandingkan biaya investasi yang telah ditanamkan setiap        lebih luas, agar setiap liter/detik infrastruktur SPAM yang dise-
tahun anggaran, maka dapat dihitung pula kontribusi pem-          diakan, mampu menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya
bukaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional            (misalnya dengan pendirian berbagai kontraktor yang mampu
setiap tahunnya dari sektor SPAM.                                 merancang IPA PAKET atau perluasan penyerapan tenaga kerja
                                                                  yang mampu merencana dan merancang infrastruktur SPAM),
SPAM di Indonesia                                                 yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi.
   Menurut data dari Kementerian Koordinator Kesejahteraan            Tanpa disadari, anjuran pemerintah untuk hemat air, ikut
Rakyat Republik Indonesia, setiap pembukaan 500 ribu lapang-      berperan serta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
an kerja, akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional          Dengan berkurangnya konsumsi air karena anjuran pemerintah
sebesar 1 persen. Data dari United Nations Development            tersebut, maka biaya investasi/kapita dapat diturunkan, yang
Programme (UNDP) pada tahun 2006, di New Delhi (India),           berakibat pada semakin tingginya cakupan pelayanan air
akan tercipta 1,72 lapangan kerja/liter/detik SPAM.               minum/liter/detik, dengan menggunakan biaya investasi yang
   Karena ketiadaan data mengenai angka tersebut untuk            sama besarnya. Hal ini menjadikan semakin tingginya cakupan
Indonesia, diasumsikan kondisi di India sama dengan di            pelayanan infrastruktur SPAM, dengan harga yang lebih murah,
Indonesia (sebagai sesama negara berkembang). Pada tahun          namun mampu membuka lapangan kerja yang lebih banyak,
anggaran 2006, investasi yang ditanamkan oleh Direktorat          dan meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi nasional.
Pengembangan Air Minum, Direktorat Jenderal Cipta Karya,
Departemen Pekerjaan Umum, sejumlah Rp 1,4 triliun berupa         Tantangan ke depan
investasi infrastruktur SPAM.                                          Tenaga perencana dan perancang infrastruktur SPAM ditun-
   Dengan asumsi kebutuhan air minum di Indonesia menca-          tut untuk mampu menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional,
pai 200 liter/kapita/hari dan biaya investasi infrastruktur       melalui penyediaan sektor tersebut. Modifikasi seperti yang
SPAM yang dibutuhkan mencapai Rp 270 ribu/kapita (terma-          tersebutkan di atas, merupakan suatu metode untuk
suk sistem produksi dan distribusi SPAM), maka dapat dihitung     meningkatkan cakupan pelayanan air minum dengan harga
sebagai biaya pelayanan sekitar 5,18 juta jiwa penduduk           yang lebih rendah (atau sama), namun mampu menjangkau
Indonesia atau setara dengan 12 m3/detik SPAM.                    masyarakat dengan jumlah yang lebih luas, mampu membuka
   Dengan jumlah tersebut, maka lapangan kerja baru yang          lapangan kerja yang lebih banyak, serta mendongkrak
dapat terbuka mencapai 20.640 tenaga kerja. Jika dibandingkan     perekonomian nasional lebih tinggi.
dengan angka 1 persen pertumbuhan ekonomi disokong dengan              Kombinasi kemampuan teknik-ekonomi-sosial-budaya
pembukaan 500 ribu lapangan kerja baru, maka SPAM di              merupakan hal yang mutlak, sehingga dapat mengembangkan
Indonesia telah berkontribusi sebanyak 0.041 pesen pada tahun     metode-metode yang lebih kreatif untuk mewujudkannya, de-
anggaran 2006. Sebagai perbandingan, nilai pertumbuhan            ngan mengandalkan keterbatasan anggaran yang ada.
ekonomi nasional pada tahun 2006 sebesar 5,6 persen, dimana            Bukanlah tidak mungkin bahwa sektor infrastruktur SPAM
0,041 persennya berasal dari sektor SPAM.                         dapat memberikan porsi persentase yang lebih besar dalam kon-
                                                                  tribusi terhadap angka pertumbuhan ekonomi nasional. Selain
Upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi dengan                      memberikan hajat hidup orang banyak berupa air minum,
SPAM                                                              namun juga mampu memberikan dampak berantai yang lebih
    Metodologi yang tersebut di atas, dapat dikatakan sebagai     menguntungkan untuk kesejahteraan masyarakat, bahkan di
metodologi yang cukup jitu dan terukur untuk melihat keman-       luar sektor air minum itu sendiri.
faatan infrastruktur SPAM dalam kacamata ekonomi nasional.             Dengan kata lain, penyediaan infrastruktur SPAM yang han-
Masih diperlukan lagi pendalaman dan verifikasi data yang         dal, mampu memberikan kontribusi yang nyata sebagai dampak
lebih akurat, untuk mendapatkan gambaran yang lebih detail        ikutan yang positif dari pembukaan lapangan kerja yang seluas-
mengenai kontribusi infrastruktur SPAM dalam pertumbuhan          luasnya di Indonesia. Juga merupakan hal yang sangat me-
ekonomi nasional.                                                 mungkinkan, dengan pembukaan lapangan kerja pada sektor
    Melihat perhitungan di atas, adalah memungkinkan untuk        ini, akan mendongkrak pertumbuhan sektor lain, yang akhirnya
memacu pertumbuhan ekonomi lewat penyediaan infrastruktur         juga akan membuka lapangan-lapangan kerja baru, sebagai
SPAM. Parameter yang dapat didorong di antaranya, upaya           dampak ikutannya.
menurunkan biaya investasi/liter/detik infrastruktur SPAM.
                                                                                    * Penulis adalah staf Sub Direktorat Kebijakan dan Strategi,
Dengan begitu, setiap investasi yang ditanamkan akan                                  Direktorat Bina Program, Direktorat Jenderal Cipta Karya,
meningkatkan cakupan pelayanan air minum, dan akan dikuti                    Departemen Pekerjaan Umum. Saat ini tercatat sebagai mahasiswa
                                                                        program doktoral di Division of Environmental Science and Engineering,
dengan peningkatan lapangan kerja yang tercipta (karena                                       National University of Singapore (NUS), Singapura
semakin tingginya kapasitas pelayanan yang mampu dise-                                            Kontak dengan penulis : sandhieb@yahoo.com




  16 Percik 2007
     Agustus
R E P O RTA S E



                       Kelangkaan Air
                   di Perumahan Mustika
S
        ebagai kebutuhan dasar manusia,
        tidak heran bila air kerap menjadi
        pemicu pertengkaran antarwarga.
Bahkan perebutan akses air bersih ini
bisa memunculkan pertikaian yang ber-
akibat fatal.
    Seperti yang terjadi di Perumahan Mus-
tika Tigaraksa, Desa Pasirnangka, Keca-
matan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang,
Provinsi Banten. Di komplek perumahan
yang dibangun sejak 2001 ini sudah sejak
awal mengalami kelangkaan air bersih.
    Dimusim kekeringan ini, sempat ter-
jadi pertikaian antarwarga hingga salah
satu warga luka terkena bacokan warga
lain. Tentu siapapun tidak menginginkan
peristiwa berdarah ini terjadi. Semes-
tinya, musibah kekurangan air bisa di-
jadikan peristiwa yang semakin menya-            Danau buatan ini menjadi sumber air bersih bagi warga perumahan Mustika Tigaraksa,
tukan warga yang merasa senasib.                                           Tangerang. Foto: Bowo Leksono
    Perum Mustika terdiri dari delapan
RW (rukun warga). Empat RW masuk             ga kedalaman 80 meter. Satu sumur bor           tika Tigaraksa, terdapat sebuah danau
Desa Pasirnangka dan empat RW lagi           dimiliki sekitar 7 hingga 10 kepala keluar-     buatan yang sudah ada sebelum pemba-
masuk Desa Mantagara dengan lebih dari       ga. Inisiatif ini pun tidak serta-merta         ngunan perumahan tersebut. Dimusim
3600 kepala keluarga. Struktur tanah di      menyelesaikan masalah. Dimusim kema-            kemarau, danau buatan tersebut sangat
perumahan tipe sederhana itu memang          rau, tetap saja kesulitan air.                  berharga bagi warga perumahan.
sangat kurang debit airnya.                      Inisiatif lain seperti yang dilakukan Ade       Di danau tersebut, beberapa pompa
    Kepada Percik, Ketua RW 08 Perum         Rohayati (31). Ibu rumah tangga ini mem-        air tertancap dengan puluhan pipa yang
Mustika Tigaraksa, Desa Pasirnangka          beli air dari truk tangki seharga Rp 135 ribu   dialirkan jauh ke rumah-rumah warga.
Kusdianto, mengatakan pihak pengem-          untuk setiap 6 ribu liter. "Air akan habis      Satu alat pompa air dimiliki sepuluh
bang perumahan hanya memfasilitasi           selama seminggu atau 10 hari," katanya.         atau lebih kepala keluarga. Mereka
sumur pompa atau pantek bagi tiap            Selama menempati perumahan, Ety, pang-          memanfaatkan air danau buatan secara
rumah. "Sudah sejak awal banyak sumur        gilan akrab Ade Rohayati, sudah empat kali      bersama.
pompa sedalam 18 sampai 24 meter yang        membuat sumur bor yang sama sekali                  Setiap pagi dan sore hari, warga
tidak berfungsi. Apalagi dimusim kema-       tidak keluar air.                               berbondong-bondong memanfaatkan air
rau, sama sekali tidak keluar air. Kami          Santosa, mewakili suara warga,              danau seluas 100 meter x 60 meter. Un-
sudah mengusulkan kepada pengembang          menginginkan jaringan PDAM (Per-                tuk mandi, mencuci, dan kebutuhan air di
agar ada jalan keluarnya, tapi tampaknya     usahaan Daerah Air Minum) masuk ke              rumah mereka. Namun saat kemarau
belum ditanggapi," ujarnya. Sebagian         Perumahan Mustika Tigaraksa. "Jaringan          mencapai titik puncaknya, air danau itu
warga mengambil jalan pintas dengan          PDAM terdekat berjarak sekitar satu kilo-       pun menyusut dan kering sama sekali.
memotong pipa saluran air di depan ru-       meter," ujarnya.                                Rasanya, warga Perumahan Mustika
mah mereka.                                                                                  Tigaraksa semakin tersiksa dengan
    Akhirnya, warga berinisiatif memba-      Memanfaatkan Danau Buatan                       kelangkaan air yang terjadi sepanjang
ngun satelit atau sumur-sumur bor hing-        Di tengah-tengah Perumahan Mus-               tahun. Bowo Leksono


                                                                                                                       Percik
                                                                                                                Agustus 2007    17
R E P O RTA S E



                                PURBALINGGA
                                 KEKERINGAN
                                                                                                        daerah yang kekurangan air rata-rata
                                                                                                        karena terletak di dataran tinggi dan
                                                                                                        tidak tersentuh jaringan PDAM.
                                                                                                            Puluhan desa itu tersebar di Kecamatan
                                                                                                        Bukateja (satu desa), Kemangkon (empat
                                                                                                        desa), Pengadegan (lima desa), Karanganyar
                                                                                                        (delapan desa), Bobotsari (empat desa),
                                                                                                        Karangreja (tiga desa), Bojongsari (satu
                                                                                                        desa), Rembang (satu desa), Kejobong (sem-
                                                                                                        bilan desa), Karangmoncol (enam desa),
                                                                                                        Kaligondang (11 desa), Kutasari (satu desa),
                                                                                                        dan Kertanegara (dua desa).
                                                                                                            Setiap tahun daerah-daerah tersebut
                                                                                                        selalu mengalami kekeringan dan biasa-
                                                                                                        nya puncaknya terjadi di bulan Oktober .
                                                                                                        "Desa kami belum mendapatkan jatah air
                                                                                                        bersih dari pemerintah," keluh Sukarli
                                                                                                        (41), warga Desa Wanalaya, Kecamatan
                                                                                                        Karanganyar.
                                                                                                            Wakil Bupati Purbalingga Drs Heru
  Setiap tahun di musim kemarau, puluhan warga melakukan aktivitas mandi, mencuci dan
                     buang air besar di sungai ini. Foto: Bowo Leksono                                  Sudjatmoko, M.Si kepada Percik me-
                                                                                                        ngatakan,      Pemkab mengantisipasi



S
         umarto (65) sembari memikul dua      ringan melanda Purbalingga dan bebera-                    bencana tahunan ini dengan memberi
         ember besar diikuti cucu laki-       pa daerah di Jawa Tengah. Musim kema-                     bantuan air bersih ke desa-desa. "Me-
         lakinya, berjalan sepanjang pe-      rau tahun ini membuat 56 desa di 13                       mang belum semua desa mendapatkan
matang sawah menuju kali Laban. Di            kecamatan di Purbalingga mengalami                        bantuan air bersih karena belum parah,"
sana, puluhan orang, laki-laki perem-         kekeringan dan krisis air bersih. Daerah-                 ujarnya.    Bowo Leksono
puan, anak-anak hingga orang dewasa
telah menunggu sambil beraktifitas.
Mencuci pakaian dan mandi.                                               Telaga Slumpit Menyusut
    Dua kali dalam sehari, pagi dan sore,
Sumarto dan puluhan warga Kecamatan
Karanganyar, Kabupaten Purbalingga,            S   udah sebulan sejak akhir Juli, telaga (danau)
                                                   Slumpit debit airnya mulai menyusut. Tidak lama
                                               lagi, telaga yang menjadi sumber kebutuhan air
                                                                                                        sampai tiga minggu," tuturnya.
                                                                                                             Prasetyo (27) mewakili keluarga, setiap hari
                                                                                                        bolak-balik membawa dua tempat air dengan cara
berjalan bolak-balik sepanjang dua kilo-       bersih warga Dusun Nglumpit, Desa Kenteng, Ke-           dipikul. Air dari telaga dipergunakan untuk memasak
meter ke kali.                                 camatan Ponjong, Gunung Kidul, Yogyakarta itu akan       dan air minum. "Di rumah ada sumur, tapi sudah ke-
    Sumarto, seperti halnya beberapa           kering sama sekali.                                      ring," katanya.
warga lain, membuat kubangan di                      "Di rumah, kami tidak punya sumur. Andalannya           Gunung Kidul, secara geografis diliputi perbuki-
pinggiran kali Laban untuk mendapatkan         ya telaga ini," ucap Surahmiati (42). Pagi-pagi buta,    tan kapur berakibat sumber air sulit didapat di daerah
                                               perempuan dua anak ini telah berada di telaga seluas     ini. Sementara jaringan PDAM belum menjangkau
air bersih. "Air sumur di rumah mesti          setengah hektar. Mencuci, mandi, dan mengambil air.      wilayah rawan kekeringan.
diirit-irit karena sebentar lagi pasti akan    Aktifitas yang sama dilakukan kembali di sore hari.           Kemarau panjang yang terjadi tiap tahun mulai
kering," ujarnya. Praktis bila air sumur             Bila telaga telah benar-benar kering, Surahmiati   menyapa sebagian besar warga Gunung Kidul. Tahun
warga sudah kering kerontang, sungai lah       dan warga dusun lainnya, membeli air tangki dengan       ini, warga kembali disibukkan dengan kelangkaan air.
yang menjadi andalan warga dalam               cara memesan. Air itu ditampung di bak penampung-        Telaga Slumpit yang menjadi satu-satunya andalan war-
                                               an di samping rumah. "Satu tangki untuk ukuran 5 ribu    ga kondisinya semakin memprihatinkan. Tak lama lagi
memenuhi kebutuhan air bersih.                 liter harganya Rp 120 ribu. Itu untuk kebutuhan dua      tidak ada air setetes pun di telaga itu. Bowo Leksono
    Sudah sejak bulan Juli lalu, keke-



  18 Percik 2007
     Agustus
CERMIN




                           Belajar Sanitasi
                              dari India
P
        endekatan Community-Led Total Sanitation (CLTS)          insentif bagi komunitas yang telah bebas BAB sembarangan,
        telah mulai menunjukkan hasil di Indonesia sejak         dan kemungkinan penyediaan kredit mikro.
        diperkenalkan pada Nopember 2004. Data terakhir me-
nunjukkan CLTS telah dilaksanakan pada 20 provinsi, 58 kabu-     Pencapaian TSC di Maharastra
paten, dan sebanyak paling tidak 150 desa telah mencapai tahap      Pencapaian pembangunan sanitasi di Maharastra dalam dua
bebas buang air besar (BAB) sembarangan dalam waktu 1,5          dekade terakhir sangat rendah. Pembangunan sanitasi pada
tahun. Walaupun demikian masih dibutuhkan langkah per-           periode 1997-2000 menggunakan pendekatan masif berupa
cepatan agar jumlah desa yang bebas BAB sembarangan (open
defecation free/ODF) mencapai jumlah yang signifikan. Masih
puluhan ribu desa yang belum bebas BAB sembarangan.
    Melihat dampaknya yang signifikan terhadap perubahan
perilaku, percepatan CLTS di Indonesia kemudian menjadi
suatu obsesi. Untuk mencapai obsesi tersebut dibutuhkan input
baru dalam bentuk pembelajaran dari negara lain. India menja-
di pilihan tepat. Mereka telah lebih dahulu mengadopsi pen-
dekatan CLTS dengan melakukan beberapa penyesuaian sehing-
ga namanya pun berubah menjadi Total Sanitation Campaign
(TSC).
    Kunjungan tim pemerhati sanitasi dari India, Pakistan dan
Bangladesh ke Indonesia pada awal Agustus 2007 untuk melihat
hasil penerapan CLTS membuka peluang pertukaran pengalam-
an. WSP EAP kemudian memfasilitasi Pemerintah Indonesia
untuk melakukan kunjungan balasan ke India pada 27-31
Agustus 2007. Daerah yang dikunjungi adalah District of Jalna,
Maharastra. Delegasi Indonesia berasal dari berbagai instansi
yaitu dr. Wan Alkadri, Zainal Nampira (Depkes), Oswar
Mungkasa (Bappenas), Emah Sujimah (PU), dan dr. Budi
Rahaju (Dinkes Propinsi Jawa Timur).
    Tulisan berikut akan menjelaskan pembelajaran pemba-
ngunan sanitasi di India yang diperoleh selama kunjungan ter-
sebut.

Total Sanitation Campaign (TSC)
   Pada dasarnya pendekatan TSC tidak berbeda mendasar
dengan pendekatan CLTS, yaitu fokus pada meniadakan kebi-
asaan buang air besar sembarangan dan bukan membangun
jamban, mendorong peningkatan kebutuhan layanan sanitasi
pada tingkat komunitas dan bukan pada tingkat individu, men-
dorong kesadaran dari dalam diri sendiri dan bukan penyadaran
melalui penyediaan subsidi. Perbedaannya adalah TSC mem-                   Penduduk desa India di depan jambannya.
bolehkan penyediaan pilihan teknologi jamban, penyediaan                            Foto: Oswar Mungkasa


                                                                                                               Percik
                                                                                                        Agustus 2007    19
CERMIN


pemberian subsidi bagi kepala keluarga.       desa.                                          bangunan sanitasi sebaiknya diserahkan
Sekitar 1,7 juta toilet berhasil terbangun,       Salah satu bentuk dukungan yang ter-       pada tingkatan pemerintahan yang lang-
tetapi tingkat penggunaannya hanya            lihat sangat dihargai komunitas desa           sung berhubungan dengan masyarakat.
mencapai kurang dari 50 persen, itupun        adalah dalam bentuk penandatanganan            Untuk itu, pemerintah India menye-
sebagian besar digunakan untuk kegiatan       piagam penghargaan oleh Presiden India.        rahkan program TSC kepada pemerintah
lain seperti gudang dan lainnya. Bahkan       Tanda tangannya asli bukan cap-capan           Gram Panchayat (GP/setingkat Keca-
studi mendalam menun-                                                                                       matan). Penyertahan ini
jukkan bahwa sekitar 80 per-                                                                                dilaksanakan secara for-
sen penduduk masih BAB                                                                                      mal melalui undang-un-
sembarangan.                                                                                                dang.
    Kemudian pemerintah                                                                                         Peran National Go-
Maharastra        mengadopsi                                                                                vernment (pemerintah pu-
prinsip TSC yang merupakan                                                                                  sat) terbatas pada pe-
program pemerintah India                                                                                    ngembangan kebijakan,
pada tahun 2002. Uji coba                                                                                   melakukan pemantauan
dilaksanakan pada tahun                                                                                     serta penyediaan dana
2003 di dua distrik yaitu                                                                                   insentif bagi desa yang
Ahmednagar dan Nanded.                                                                                      bebas BAB sembarangan,
Kemudian TSC diterapkan di                                                                                  baik yang berupa hadiah
seluruh distrik sejak tahun                                                                                 bagi desa pemenang mau-
2004. Hasilnya sungguh                                                                                      pun insentif program bagi
menggembirakan. Jumlah                                                                                      komunitas yang berhasil
Gram Panchayats (GP/keca-                                                                                   menuntaskan BAB semba-
matan) yang berhasil bebas                                                                                  rangan.
BAB sembarangan telah men-                                                                                      State Government (Pe-
capai 4.000 kecamatan pada                                                                                  merintah provinsi) ber-
tahun 2006, dari hanya 13                                                                                   peran mendukung Zilla
kecamatan pada tahun 2003.                                                                                  Parishad (pemerintah ka-
Dalam jangka waktu 2,5                                                                                      bupaten) dalam imple-
tahun, tambahan jumlah pen-                                                                                 mentasi berupa pening-
duduk yang terjangkau men-                                                                                  katan     kapasitas,  pe-
capai 8 juta orang, dari awal-                                                                              mantauan daerah bebas
nya yang hanya 4.000 orang.                                                                                 BAB sembarangan, dan
                                                                                                            memfasilitasi penyeleng-
Dukungan penuh Peme-                                                                                        garaan lomba desa bersih
rintah                                                                                                      (desa bebas BAB sem-
    Dukungan penuh peme-             Piagam Penghargaan bagi salah satu Gran Panchayat (kecamatan)          barangan). Termasuk juga
rintah di setiap tingkatan                   yang ditandatangani Presiden India Abdul Kalam.                mengembangkan petunjuk
menjadi suatu keniscayaan.                                Foto: Oswar Mungkasa                              operasional, kriteria pe-
Dukungan yang diberikan                                                                                     milihan LSM yang dapat
berupa penyediaan kebijakan sanitasi,                                                        diajak bekerjasama, dan mengembang-
pembentukan gugus tugas yang diberi           yang sering kita lihat di Indonesia.           kan sistem pemantauan dan evaluasi,
kewenangan penuh mengkoordinasikan                Pada saat kunjungan kami ke semua          serta penyebarluasan 'lessons learned'
kegiatan sanitasi, melakukan kemitraan        desa, yang pertama kali diperlihatkan          (pembelajaran).
dengan pemangku kepentingan lainnya,          adalah piagam tersebut berikut piala               Zilla Parishad (pemerintah kabupa-
penyediaan petunjuk, penyediaan dana          sebagai pemenang lomba desa. Hal ini           ten) mengembangkan mekanisme dan
insentif bagi komunitas yang telah bebas      yang mendorong pemerintah mengkait-            aturan tender, dan sistem pemantauan
BAB sembarangan, penyelenggaraan              kan kampanye sanitasi tidak hanya sema-        berdasarkan kriteria yang ditetapkan
kompetisi desa bersih (bebas BAB semba-       ta aspek kesehatan saja tetapi juga kenya-     pemerintah provinsi. Pemerintah kabu-
rangan), penyelenggaraan kampanye sa-         manan, privasi, dan kebanggaan.                paten harus mengkoordinasikan seluruh
nitasi. Banyak lagi kegiatan yang seluruh-                                                   instansi sehingga GP hanya berhubungan
nya diinisiasi oleh pemerintah, baik          Peran yang jelas                               dengan satu pintu saja.
pusat, provinsi, kabupaten/kota sampai            Disadari bahwa tanggungjawab pem-              Peran LSM diarahkan kepada pe-



 20 Percik 2007
    Agustus
CERMIN


                                                                                               sembarangan, tetapi insentif ini harus
     TABEL 1. PRAKTEK SANITASI INDIVIDU MEMPENGARUHI KESELURUHAN KOMUNITAS
                                                                                               diberikan kepada seluruh komunitas se-
   Kategori Desa                       KK pengguna Jamban             Prevalensi Diare         bagai insentif atas kerjasama dan hadiah
                                               (%)                          (%)                atas usaha mereka. Insentif harus dalam
   BAB sembarangan tinggi                                                                      bentuk penyediaan dana program bagi
                                                29                            38
                                                                                               komunitas tersebut, baik dalam bentuk
   BAB sembarangan rendah                       95                            26               pembangunan jalan, sekolah dan lainnya.
                                                                                                   Bentuk insentif lainnya adalah pem-
   Bebas BAB sembarangan                       100                            7                berian hadiah bagi pemenang kontes
                                                 Sumber: Water Sanitation Program-South Asia   desa bebas BAB sembarangan. Kontes ini
                                                                                               diadakan secara bertingkat mulai dari
ngembangan skema pelatihan di tingkat         ke komunitas lain untuk mendatangi               tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi
komunitas dan bekerjasama dengan pe-          desa uji coba tersebut.                          dan nasional. Pemenang di setiap tingkat
merintah desa melaksanakan pelatihan.             Ternyata komunitas yang lain banyak          mendapat penghargaan diantaranya
                                              yang tertarik menerapkan program TSC             berupa piagam yang ditandatangani lang-
Sanitasi seharusnya berbasis ko-              setelah melihat contoh pada desa uji             sung oleh presiden India dan piala. Jenis
munitas                                       coba. Hal ini mendorong pemerintah               insentif ini sangat berpotensi mendorong
    Pada dasarnya sanitasi menjadi tang-      daerah menerapkan prinsip 'seeing is             desa untuk berkompetisi karena salah
gungjawab masing-masing keluarga,             believing'. Beri contoh yang baik dan            satu faktor yang mendorong komunitas
tetapi kemudian ketika tidak semua kelu-      masyarakat akan tertarik juga untuk              untuk berubah adalah adanya keinginan
arga menunaikan tanggungjawabnya, ke-         melakukan hal yang sama. Hindari                 agar desanya menjadi dikenal.
seluruhan komunitas akan menanggung           melaksanakan program pada tahun awal                 Penentuan desa pemenang dilak-
dampaknya. Sebagai ilustrasi, hasil studi     secara besar-besaran.                            sanakan oleh organisasi independen
Water Sanitation Program - South Asia                                                          yaitu LSM yang dipilih oleh pemerintah
(WSP-SA) pada salah satu desa di India        Pemberian insentif                               nasional melalui proses yang terbuka.
menunjukkan bahwa desa dengan tingkat           Pemberian insentif dipercaya dapat             Kriteria penilaian ditetapkan bersama
BAB sembarangan tinggi dan desa de-           mendorong pencapaian desa bebas BAB              dan diinformasikan secara terbuka. OM
ngan tingkat BAB sembarangan rendah
mempunyai prevalensi diare yang relatif
sama. Berbeda dengan desa yang bebas
BAB sembarangan, tingkat prevalensi di-
arenya sangat rendah (7 persen).
Selengkapnya pada Tabel 1.
    Fakta bahwa tidak akan ada dampak
yang signifikan terhadap penurunan
prevalensi diare jika hanya sebagian
masyarakat yang berperilaku hidup
bersih dan sehat kemudian mendorong
pemerintah India untuk melaksanakan
pembangunan sanitasi perdesaan berba-
sis komunitas.

'Seeing is believing'
    Masyarakat cenderung merubah peri-
laku setelah mendapatkan contoh yang
nyata. Di Jalna, salah satu kabupaten di
Provinsi Maharastra India, pada tahap
awal pemerintah daerah melaksanakan
uji coba pada satu desa saja. Hal ini untuk
memastikan agar hasil uji coba dapat
dijadikan contoh bagi komuinitas yang
lain. Setelah uji coba berhasil, kemudian       Lukisan "Kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat" di dinding salah satu sekolah.
pemerintah daerah melakukan kampanye                                        Foto: Oswar Mungkasa


                                                                                                                         Percik
                                                                                                                  Agustus 2007    21
CERMIN




Kelurahan
Jambangan Hijau
Sepanjang Tahun
K
        emeriahan dan keramaian biasa terlihat di semua
        pelosok negeri ini menjelang perayaan Hari Ulang
        Tahun Kemerdekaan yang jatuh setiap bulan Agustus.
Tapi bagi Kelurahan Jambangan, Kecamatan Jambangan, Kota
Surabaya, kemeriahan terpancar sepanjang tahun.
    Lebih dari itu, kelurahan yang memiliki 23 Rukun Tetangga
(RT) ini, memancarkan aura kebersihan dan keindahan
lingkungannya. Sudah sejak tahun 2001, Jambangan melalui
tangan terampil Ibu Winarsih sebagai pelopor, menjadi kelurah-               Salah satu sudut kelurahan Jambangan, kota Surabaya terlihat asri
an dengan lingkungan yang bersih dan sehat.                                           dengan berbagai pepohonan. Foto: Bowo Leksono

Kreatifitas warga                                                              Kreatifitas warga ini pula yang mengantarkan Kelurahan
    Kebersihan lingkungan diterapkan dengan ketersediaan dua               Jambangan menjadi juara pertama "Surabaya Green and Clean
tong sampah di setiap halaman rumah untuk memilah sampah.                  2007" yang digelar pada bulan Juni silam. Lomba kebersihan
Sampah kering dan sampah basah. Bahkan kaum ibu rajin                      lingkungan bergengsi di Kota Surabaya yang digelar tahunan ini
memilah dan mengumpulkan sampah plastik bekas mi instan                    atas kerjasama Pemerintah Kota Surabaya, PT Uniliver, dan
atau makanan kecil untuk dijadikan kerajinan tangan seperti                Jawa Pos. Sebelumnya, pada tahun 2006, kelurahan ini juga
sandal, tas, rompi, asbak, dan kerajinan lainnya.                          menyabet juara pertama lomba kebersihan "Merdeka Sampah".
    Sementara untuk sampah basah, warga mengolah menjadi                       Sayang, kreatifitas warga masih sebatas memproduksi,
pupuk lewat proses pengomposan. Praktis ini memperingan                    belum bisa memasarkan barang-barang hasil ketrampilan warga
kerja petugas kebersihan karena hampir tidak ada sampah yang               sebagai penambah pendapatan keluarga. "Sementara kami
terangkut ke luar kelurahan. "Semuanya diolah sendiri oleh                 masih mengharapkan para tamu yang berkunjung ke kelurahan
warga," kata Ibu Yus, selaku ketua PKK Kelurahan Jambangan.                kami untuk membelinya," ujar Ibu Purnomo. Bowo Leksono



                    Kelurahan Kupang Prajan Mutiara di Tengah Kota

 S  iapa menyangka di tengah-tengah kota besar seperti Surabaya
    tersempil wilayah Rukun Tetangga (RT) yang berhasil membuat orang
 luar merasa iri. Apa sebenarnya yang membuat perasaan itu muncul?
                                                                           gotong-royong adalah modal dasar kami dalam menciptakan lingkungan
                                                                           RT yang bersih," tutur Agus Siswoyo, wakil ketua RT 3 RW III, selaku juru
                                                                           bicara saat menyambut kedatangan tim penyusun buku lesson learned
      Ya, RT 3 RW III Kelurahan Kupang Prajan, Kecamatan Sawahan,          bidang air minum dan penyehatan lingkungan (AMPL).
 Kota Surabaya berhasil menciptakan lingkungan bersih dan sehat bagi           Peran serta ibu-ibu PKK dalam memperhatikan kebersihan
 warganya. Kenyataan ini tentu membutuhkan kerja keras dan keber-          lingkungan sangat besar. Untuk urusan pengelolaan sampah, menjadi
 samaan seluruh warga RT.                                                  tugas rutin para ibu. "Dulu, sekitar dua tahun lalu, pengambilan sam-
      Nilai kebersamaan dan kegotong-royongan yang kuat adalah poten-      pah sehari sampai tiga kali dengan dua gerobak sampah. Sekarang pa-
 si warga RT yang paling berharga. Tanpa dasar itu, bisa dipastikan sia-   ling cuma sekali, ya karena kesadaran warga untuk memilahnya,"
 papun tak akan mampu mewujudkan cita-cita untuk mewujudkan                ungkap Sri.
 lingkungan yang bersih. Terbukti RT 3 RW III Kelurahan Kupang Prajan          Hal yang cukup menarik di lingkungan RT ini, setiap kelahiran dan
 mampu menggondol juara pertama lomba "Surabaya Green and Clean            pendatang wajib menyediakan satu tanaman dalam pot di depan
 2007" kategori daerah kembang (daerah sedang berkembang).                 rumahnya sehingga akan terwujud kesadaran yang menyeluruh.
      "Potensi warga yang mewujud berupa kebersamaan dan sistem            Bowo Leksono




 22 Percik 2007
    Agustus
CERMIN



                       Festival Anak Kali Surabaya
      Sungai untuk Kehidupan Mendatang
                                                                   Melibatkan pelajar
                                                                       Sejak April 2007, jaringan pemantau atau detektif Kali
                                                                   Surabaya sudah aktif melakukan pemantauan terhadap ancam-
                                                                   an kualitas air dan potensi keanekaragaman hayati di sungai
                                                                   tersebut.
                                                                       Para detektif atau reporter merupakan kelompok yang terdi-
                                                                   ri dari 10 guru dan 30 siswa dari 10 Sekolah, yaitu SMP Negeri 1
                                                                   Kedamean, SMU Negeri 1 Driyorejo, SMU Negeri 1 Wri-
                                                                   nginanom dan SMP Negeri 1 Wringinanom, kemudian SMP
                                                                   PGRI 2 Batu dan SMU Muhammadiyah 3 Batu, SMA Wachid
                                                                   Hasyim 2 Sepanjang, SMP Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo,
                                                                   SMAK St Stanislauss Kalijudan dan SMA Al Falah Ketintang
                                                                   Surabaya.
                                                                       Selain itu, digelar pula pameran lingkungan hidup yang
                     Karikatur: Rudi Kosasih                       diikuti 17 stan dari sekolah dan LSM terkemuka seperti
                                                                   Greenpeace Indonesia, Pusdakota (pengelolaan sampah dengan



K
         ualitas air Kali Surabaya terus mengalami penurunan       sistem kompos), Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan, Walhi
         akibat aktivitas pembuangan limbah dari ratusan           Jawa Timur, Ecoton, KEHATI (Program Go Green School dan
         industri yang ada di sepanjang kali tersebut. Penurunan   contoh sukses sekolah di Jakarta dan Tangerang ), Kantor Ke-
itu tampak dari berkurangnya kandungan oksigen dan sering          mentrian Lingkungan Hidup, dan lainnya.
menyebabkan ribuan ikan dan satwa lainnya mati.                        Pada kesempatan itu, sekolah-sekolah yang tergabung
    Demikian hasil pemantauan dan temuan yang dilakukan tim        dalam jaringan pemantau Kali Surabaya juga menyampaikan
reportase "Detektif Kali Surabaya" yang terdiri dari 10 sekolah    petisi kepada pemerintah daerah terkait kondisi Kali Surabaya
yang telah melakukan penelitian dan pemantauan di sepanjang        saat ini.
kali tersebut. Pemaparan hasil reportase tersebut merupakan            Petisi tersebut berisi himbauan kepada Pemerintah Provinsi
salah satu rangkaian kegiatan "Festival Anak Kali Surabaya"        Jawa Timur untuk tidak lagi mengeluarkan izin mendirikan
yang digelar 5 Agustus 2007 silam.                                 bangunan di atas bantaran kali. Memulihkan kawasan bantaran
    Peristiwa tahunan bertema Save Surabaya River For Our          Kali Surabaya sesuai fungsinya dan melakukan gerakan penghi-
Future itu digelar Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi La-       jauan pada kawasan-kawasan kritis.
han Basah (Ecoton), Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHA-               Disamping juga menyosialisasikan penggunaan tanaman
TI) dan Perum Jasa Tirta I Malang yang dipusatkan di lapangan      obat yang tumbuh di sekitar sungai. Melakukan pemantauan
Bantaran Kali Surabaya.                                            dan memberi sanksi tegas pada pihak industri yang melanggar
    Direktur Eksekutif Ecoton Prigi Arisandi mengatakan, ke-       UU Lingkungan No. 23 Tahun 2007 tentang Pengelolaan
giatan ini dalam rangka peringatan Hari Anak sekaligus bentuk      Lingkungan Hidup.
keprihatinan dan kepedulian anak-anak terhadap kondisi Kali            Pemerintah dihimbau untuk merancang sebuah kampanye
Surabaya yang saat ini tingkat pencemarannya makin tinggi.         berkesinambungan kepada masyarakat umum melalui media-
"Berbagai acara dan kegiatan digelar pada festival ini dan selu-   media populer seperti televisi, radio, media cetak dan sosialisasi
ruhnya melibatkan anak-anak dan pelajar," kata Prigi.              kebijakan pada masyarakat yang berkepentingan pada keber-
    Kali Surabaya yang merupakan salah satu hilir sungai           lanjutan Kali Surabaya.
Brantas, mengalir dari Mlirip Mojokerto hingga Jagir Surabaya          Selain itu, juga perlu ada regulasi yang tegas dan mengikat
sepanjang kurang lebih 41 KM, memiliki peran sangat penting        kepada setiap warga dan lembaga terhadap pembuangan lim-
sebagai sumber air bagi masyarakat, baik pertanian, industri       bah. Pengefektifan lembaga pemerintah yang menangani lim-
maupun kehidupan. PDAM Kota Gresik dan Surabaya juga               bah yang dibuang ke sungai sehingga ada kejelasan instansi
memanfaatkan air kali ini sebagai bahan baku air minum bagi        mana yang menangani limbah dan kualitas air sungai.
pelanggan dan masyarakat.                                                                                       BW/berbagai sumber


                                                                                                                     Percik
                                                                                                              Agustus 2007    23
INSPIRASI




                   SANG PAWANG AIR
M
           eskipun Indonesia dikaruniai banyak air dengan        yang ditampung dalam sebuah bak air untuk kemudian
           curah hujan yang relatif tinggi, namun kelangkaan     dialirkan kembali ke rumah-rumah warga melalui pipa atau pa-
           air tetap terjadi di berbagai daerah. Banyak warga    ralon.
yang kesulitan mengakses air bersih. Air bersih menjadi kebu-        Menurut Mujamil, sistem ini mempunyai banyak kelemah-
tuhan mendasar yang tak terpisahkan dari hidup dan kehidupan     an. "Disamping debit air yang kurang untuk sampai ke rumah
manusia.                                                         warga juga mudah dirusak atau diotak-atik," katanya. Ia men-
    Di daerah yang warganya sulit mengakses air bersih, kerap    contohkan, biasanya warga memasukan pipa lebih dalam lagi ke
terjadi rebutan air yang berujung pertengkaran. Seperti yang     bak penampungan untuk menghasilkan aliran air yang lebih
terjadi di Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas,            banyak atau merusak jaringan induk sehingga diperoleh air de-
Provinsi Jawa Tengah, sebuah daerah di kaki Gunung Slamet        ngan debit yang berbeda. Ini yang kemudian menjadi sumber
bagian Selatan.                                                  permasalahan.
    Penyebabnya bak penampung air yang dialiri air dari sum-         Mujamil berpikir keras. "Bagaimana cara menciptakan alat
ber mata air, tidak mencukupi kebutuhan warga atau lebih         agar kebutuhan warga akan air bersih bisa merata," demikian ia
tepatnya tidak adanya pemerataan air bersih yang diperoleh       merenung suatu ketika. Berbekal pengalaman bekerja di sebuah
warga. Tidak heran air yang menjadi sumber percekcokan itu       kilang minyak Pertamina di Cilacap selama dua tahun ditambah
dikenal warga sebagai "air berisik".                             penalaran-penalaran, bapak empat putra ini memberanikan diri
    Muncul tokoh Mujamil, warga Desa Singasari, turut men-       membuat alat pembagi air.
damaikan warga dengan menciptakan alat pembagi air.                  Dibantu beberapa warga, Mujamil memulai pekerjaannya
Mujamil, laki-laki berusia 52 tahun ini, bukanlah seorang ahli   setelah mendapatkan dukungan dana dari sebuah organisasi
teknik. Ia hanyalah seorang guru agama di sebuah Sekolah         kemasyarakatan. Ia membangun alat pembagi air dengan sistem
Dasar.                                                           tabung atau yang dikenal dengan teori bejana berhubungan.
                                                                     Mujamil merancang sedemikian rupa agar sistem pemba-
Teknologi sederhana                                              gian air menghasilkan debit kecil namun tetap merata dan aman
    Sebelumnya, warga dimana Mujamil tinggal, memperoleh         dari upaya perusakan. Dengan mempraktikan sistem bejana
air bersih dari bak-bak penampungan yang dibangun dengan         berhubungan, dibuatlah tabung-tabung pembagi air.
sistem tradisional. Yaitu mengalirkan air dari sumber mata air       Dalam tabung ini dibuat sistem pembagian air agar merata



 24 Percik 2007
    Agustus
INSPIRASI


hingga konsumen. Untuk mengatasi tempat konsumen yang
lebih rendah dibuatlah tabung berbentuk T yang berfungsi seba-
gai sirkulasi udara untuk mengatur tekanan air yang keluar,
seperti sebuah pompa.
    Untuk menghindari perusakan dan kebocoran, ujar
Mujamil, tabung-tabung sebagai pusat air ini dibeton sehingga
terlihat hanya sebuah tugu. "Karena itu, tidak perlu membangun
bak-bak penampung air," katanya.

Tantangan
    Sudah sejak tahun 1987 alat pembagi air dengan sistem
tabung diciptakan Mujamil. Pertama diujicobakan di desanya
yang saat itu kerap terjadi perebutan dan sabotase air bersih.
    Pekerjaan Mujamil tidak langsung berjalan sempurna.
Banyak kekurangan di sana-sini. Namun ia selalu optimis dan
terus berpikir sehingga kekurangan dan kelemahan bisa teratasi
dengan baik.
    Bahkan Pemerintah Daerah setempat sempat tidak meng-
akui sistem yang diciptakan Mujamil ini. Padahal uji coba telah
                                                                    Tugu pengatur air di salah satu sudut desa. Foto: Bowo Leksono
berhasil diterapkan. "Saat Desa Singasari hendak menambah
tabung pembagi air dengan dana dari proyek P3DT, sempat           telah dibangun satu jaringan pembagi air bersih. Pun di Desa
tidak ada titik temu," katanya.                                   Kedung Banteng. Sementara di Desa Beji masih mengadopsi sis-
    Setelah tim konsultan dari provinsi meneliti, justru membe-   tem tradisional karena dana yang kurang.
narkan dan sangat sepakat dengan sistem bejana berhubungan            Dan yang tak kalah menarik adalah di Desa Panembangan
yang dipakai Mujamil. Sistem ini semakin diperkuat setelah        yang membangun alat pembagi air dengan sistem meteran
diuji coba konsultan dari Cipta Karya dan Bina Marga.             seperti sebuah PDAM, bahkan dapat memperoleh tambahan
                                                                  pendapatan dari desa lain.
Permintaan desa tetangga                                              Sudah bertahun-tahun sistem tabung dan meteran ini di-
    Setelah berhasil mengubah "air berisik" menjadi benar-        terapkan. Menurut Mujamil, tidak ada persoalan berat yang
benar air bersih yang mudah diakses warga secara merata,          muncul dan relatif aman. "Saya mampu menjamin air bersih
beberapa desa tetangga yang juga mempunyai persoalan sama         yang menjadi sumber pertengkaran tidak akan "berisik" lagi,"
terhadap ketersediaan air bersih seperti berlomba-lomba me-       ungkapnya.
minta bantuan Mujamil untuk membangun alat pembagi air de-            Bagi warga yang selama ini mengandalkan bak-bak penam-
ngan sistem tabung di desa mereka.                                pung air, tergantikan pipa-pipa paralon yang tertanam dalam
    Di Gerumbul Rabuk, Desa Baseh, Kecamatan Karanglewas          tanah sedalam minimal 70 sentimeter. Persediaan air dalam
                                                                  paralon yang terus mengalir sepanjang ratusan meter adalah
                                                                  stok air sekian meter kubik sebanding kebutuhan konsumen
                                                                  akan air bersih.
                                                                      Keberanian untuk mencoba diikuti kreatifitas ternyata mampu
                                                                  mengubah nasib dan persoalan pelik berhubungan dengan kebu-
                                                                  tuhan mendasar berupa air bersih. Dan Mujamil yang hanya lulusan
                                                                  PGA (Pendidikan Guru Agama) mampu membawa warga kepada
                                                                  kemakmuran dari sisi kebutuhan akan air bersih.
                                                                      Mujamil adalah pahlawan tanpa tanda penghargaan karena
                                                                  memang ia tidak membutuhkan tanda itu. "Apa yang saya
                                                                  lakukan semata-mata untuk masyarakat," ujarnya. Sebuah
                                                                  kebanggaan dan kepuasan tersendiri bagi Mujamil, memberikan
                                                                  sesuatu yang bermanfaat bagi warga.
                                                                      Namun semua kerja keras Mujamil akan sia-sia bila tidak
                                                                  didukung penuh warga. Dan sifat gotong-royong adalah syarat
                                                                  mutlak bagi seluruh warga menuju kemandirian. Dengan kego-
                                                                  tong-royongan semua pekerjaan terasa jauh lebih ringan.
           Jaringan pipa air warga. Foto: Bowo Leksono            Bowo Leksono


                                                                                                                    Percik
                                                                                                             Agustus 2007     25
TA M U K I TA


        E n d a n g                                 W a r d i n i n g s i h

                      Gigih Ajari Siswa
                     Peduli Lingkungan
K
        epedulian akan kelestarian lingkungan hidup tam-          kemampuan tiap sekolah melibatkan seluruh komponen seko-
        paknya kini tidak hanya dimiliki orang dewasa saja,       lah dalam proyek lingkungan hidup yang dijalankan.
        namun telah menyentuh generasi muda khususnya                 Kemenangan yang diperoleh siswa SMUN 34 dalam kontes
pelajar. Terbukti semakin banyaknya program pelestarian           tersebut tidak akan dapat diperoleh tanpa usaha menyeluruh
lingkungan yang digalakkan sekolah-sekolah di berbagai daerah     dari warga sekolah, baik guru pembimbing maupun seluruh
di Indonesia.                                                     siswa SMU N 34 sendiri.
    Salah satunya SMU Negeri 34 Jakarta yang terletak di dae-         Salah satu yang memiliki komitmen besar terhadap masalah
rah Pondok Labu, Jakarta Selatan. Sekolah ini sempat membo-       peningkatan kondisi lingkungan hidup di sekolah itu adalah En-
yong juara II lomba "Toyota Eco Youth" sekaligus pemenang         dang Wardiningsih, guru Kimia sekaligus pembimbing ekstra-
presentasi terbaik di ajang yang sama.                            kurikuler Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) yang merupakan
                                     Toyota Eco Youth meru-       wadah awal program pendidikan lingkungan di SMU N 34.
                                       pakan suatu bentuk kon-        Awal mula ketertarikan Endang di bidang ini ketika tahun
                                          tes peningkatan kon-    1996 diundang UNESCO untuk mengikuti Lokakarya Penye-
                                           disi lingkungan hi-    lamatan Terumbu Karang. "Salah satu materi yang diberikan
                                            dup di sekolah yang   pada saat itu adalah mengenai cara-cara menangani sampah,"
                                             diselenggarakan      tuturnya.
                                             Toyota Astra. Da-        Sesusai mengikuti lokakarya tersebut, Endang tergerak
                                             lam kontes Toyota    menerapkan pengalaman yang diperoleh selama lokakarya di
                                             Eco Youth, nilai     lingkungan sekolah tempatnya mengajar selama ini. Untuk
                                            tertinggi diperoleh   menerapkan, ia menggunakan wadah KIR sebagai "kendaraan".
                                                    hasil peni-       Mulanya Endang mengajarkan para anggota KIR bagaimana
                                                          laian   cara melakukan pemilahan sampah. Selain itu juga kegiatan
                                                                  pengelolaan sampah dengan cara 4R (reduce, reuse, recycle dan
                                                                  recover). "Anak-anak tambah senang, karena tambah penga-
                                                                  laman," ujarnya.
                                                                      Seiring perjalanan waktu, pihak sekolah melihat kegiatan ini
                                                                     mendatangkan manfaat positif bagi sekolah. Untuk itu pada
                                                                      tahun 2002 pihak sekolah memberikan lahan dan memban-
                                                                        gun Griya Daur Ulang bagi kegiatan ini dengan Endang
                                                                          sebagai komandannya.
                                                                                Bersama guru Biologi, bahu-membahu melakukan
                                                                               berbagai kegiatan pengelolaan lingkungan sekolah
                                                                                   serta meningkatkan kepedulian warga sekolah
                                                                                      akan masalah lingkungan hidup. "Salah sa-
                                                                                           tunya ya menghidupkan Griya Daur
                                                                                                Ulang, yang terletak di pojok se-
                                                                                                     kolah," kata Endang.
                                                                                                                   Kegiatan yang
                                                                                                                    dilakukan di
                                                                                                                  Griya     Daur
                                                                                                                Ulang antara lain




 26 Percik 2007
    Agustus
melakukan pengomposan dengan menggunakan cacing tanah,
membuat kertas daur ulang dan kerajinan tangan dari kertas
dan karton bekas, produksi pupuk cair (IM 4), penanaman ta-
naman obat dan tanaman hidroponik serta melakukan perawat-
an lahan hijau sekolah seluas 8.700 meter persegi.
    Hasil kerajinan tangan maupun kertas daur ulang yang di-
kerjakan anak-anak KIR, dijual kepada teman-teman mereka
dan sisanya untuk dipamerkan di Griya Daur Ulang. "Kegiatan
ini menjadi contoh juga untuk siswa-siswa lain di luar KIR,"
ucap Endang.
    Endang mengatakan, para anggota KIR melakukan aktifitas
di hari Sabtu yang memang dikhususkan untuk melakukan
kegiatan ekstrakurikuler dan setelah jam sekolah pada hari
biasa.
    Dalam menjalankan kegiatannya, kata Endang, Griya Daur
Ulang mendapatkan dukungan dana sepenuhnya dari sekolah.
"Dana tersebut dipergunakan untuk kegiatan produksi di Griya
Daur Ulang". Selain itu, juga terdapat uang kas yang di-
kumpulkan dari anggota KIR serta uang hasil penjualan kertas
daur ulang yang biasanya diperoleh saat digelar acara bazaar.
                                                                        Rumah hijau di SMU Negeri 34 Jakarta sebagai pusat
Muatan lokal                                                              tanaman hidroponik. Foto-foto: Bowo Leksono.
    Saat ini kegiatan pelestarian lingkungan sekolah sudah
dijadikan muatan lokal (mulok) di SMU N 34 Jakarta Selatan,      para siswa akan masalah lingkungan hidup aktual yang ter-
dengan nama Pendidikan Lingkungan Hidup. Tentunya hal            jadi saat ini.
tersebut tidak terlepas dari jerih payah Endang Wardiningsih         Dalam memperoleh informasi teraktual seputar masalah
beserta seluruh jajaran sekolah dan siswa yang aktif mengikuti   lingkungan hidup maupun teknologi yang digunakan, Endang
kegiatan ekstrakurikuler KIR.                                    rajin mencari ke bermacam sumber seperti internet, media
    Mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup dipelajari        massa, maupun datang langsung ke para pakar lingkungan. "Ini
oleh siswa kelas X dan XII. Melalui kesempatan ini, Endang       semua demi memperoleh berbagai informasi terbaru untuk di-
beserta beberapa guru berusaha meningkatkan kepedulian           sajikan kepada para siswa," tuturnya.
                                                                     Endang bahkan tidak segan mengajak siswanya mendatangi
                                                                 para pakar lingkungan, untuk sekedar menimba ilmu langsung
                                                                 dari sang pakar. Diharapkan kegiatan seperti itu dapat
                                                                 meningkatkan minat siswanya mendalami masalah pelestarian
                                                                 lingkungan hidup. Saat ini SMU N 34 juga diberi predikat seko-
                                                                 lah berwawasan lingkungan oleh Dinas Pendidikan Provinsi DKI
                                                                 Jakarta.
                                                                     Pelaksanaan program pelestarian lingkungan di SMU N 34
                                                                 tentu tidak terlepas dari kendala, salah satunya, menurut
                                                                 Endang adalah masih kurangnya kerjasama diantara warga
                                                                 sekolah, baik antarsiswa maupun pegawai sekolah. "Masalah ini
                                                                 terlihat dari masih adanya warga sekolah yang tidak membuang
                                                                 sampah di tempat yang sudah disediakan," ujarnya.
                                                                     Untuk mengatasi masalah tersebut, Endang beserta seluruh
                                                                 anggota KIR tidak pernah bosan untuk selalu mengingatkan dan
                                                                 menyadarkan warga sekolah hidup bersih dan sehat di berbagai
                                                                 kesempatan.
                                                                     Kegigihan dan komitmen seorang Endang Wardiningsih
                                                                 memang patut ditiru jika kita menginginkan generasi penerus
                                                                 bangsa yang sadar dan peduli akan masalah kelestarian ling-
                                                                 kungan hidup. Karena jika tidak dimulai dari sekarang, maka
                                                                 kapan lagi? Astri Handayani


                                                                                                                 Percik
                                                                                                          Agustus 2007       27
S E PU TA R I SS D P



                                RW 08 Petojo Utara
       Potret Bersih di Tengah Kota
                                                                                        lahan paling cuma 2 x 4 meter," pa-
                                                                                        parnya.
                                                                                            Bahkan, lebih dari 50 persen peru-
                                                                                        mahan masih bergantung pada WC
                                                                                        umum atau MCK umum. Di RW 08 ini,
                                                                                        terdapat lima buah MCK yang semuanya
                                                                                        tidak memiliki tangki septik yang sesuai.
                                                                                        Sementara perumahan yang memiliki
                                                                                        jamban sendiri, pembuangannya lang-
                                                                                        sung ke sungai.
                                                                                            Sementara akses air bersih adalah
                                                                                        masalah yang cukup penting karena air
                                                                                        tanah yang ada di lingkungan Petojo
                                                                                        terkontaminasi atau payau. Untuk men-
                                                                                        dapatkan akses air PAM, yang hanya bisa
                                                                                        melayani 40 persen dari jumlah keluarga
                                                                                        yang ada, memiliki masalah dalam
                                                                                        kelangsungan dan alur penyediaan air
                                                                                        tersebut.
                                                                                            Penyediaan air bagi rumah tangga
                                                                                        memiliki beberapa kombinasi sumber air,
                                                                                        seperti air tanah dangkal dan dalam
                                                                                        (sumur), koneksi PAM dan air minum
                                                                                        botolan yang berasal dari beragam penye-
                                                                                        dia dengan tujuan berbeda.

                      MCK ++ di RW 08 Petojo Utara, Jakarta Pusat.                      Kolaborasi program
                                  Foto: Bowo Leksono
                                                                                            Sejak kedatangan ESP (Environ-
                                                                                        mental Service Program), Mercy Corps,



K
         ata apa saja yang akan terucap      Petojo Utara, Kecamatan Gambir,            Health Service Program (HSP), dan Safe
         bila ditanya tentang Jakarta?       Jakarta Pusat adalah salah satunya.        Water System (SWS) pada Mei 2006
         Selain "panas", "macet", "po-           "Dulu di sini daerah kumuh dan         silam, kampung yang dilewati kali Krukut
lusi"? Adalah "kumuh". Ya, Jakarta seba-     miskin. Warga buang air dan buang sam-     dan berpenghuni 750 KK itu pun mulai
gai ibukota negara dan kota metropolitan     pah sembarangan. Got-got juga kotor,"      berubah bersih dan nyaman. Bermacam
sudah lama identik dengan semua kata         tutur Ir Irwansyah, Ketua RW 08 Petojo     program dijalankan dan warga pun
itu.                                         Utara sekaligus motor penggerak peruba-    menyambut senang hati.
     Wilayah kumuh di kota Jakarta seper-    han. Sekarang ini, Petojo pantas menjadi       Program kampung hijau, pemba-
ti tidak pernah lenyap. Bahkan semakin       percontohan kota-kota besar lainnya di     ngunan MCK++, cuci tangan pakai sabun
meluas. Di sudut-sudut kota, di bantaran     Indonesia. Untuk itu semua, dibutuhkan     (CTPS), kali bersih, pengomposan,
sungai, bantaran rel kereta, dan kam-        penggerak, dana, dan kesadaran warga.      Posyandu, Posyandu lansia, Jumat
pung-kampung kumuh lainnya. Kondisi              Irwansyah mengatakan, hampir 30        bersih, senam jantung sehat, pengasapan,
ini menjadi keprihatinan abadi.              persen warganya belum memiliki kamar       RW siaga, dan lainnya.
     Untunglah, masih ada sebagian           mandi. "Ini karena faktor keterbatasan         Untuk    program     pembangunan
wilayah yang menyumbang kenyamanan           lahan. Bayangkan betapa sumpeknya,         MCK++ dengan teknologi modern yang
bagi kota Jakarta. RW 08 Kelurahan           mereka hidup beberapa keluarga dengan      memang baru pertama dan masih satu-



 28 Percik 2007
    Agustus
S E PU TA R I SS D P


satunya di wilayah DKI Jakarta, menelan
biaya Rp 360 juta. Dana itu merupakan
hibah murni dari USAID.
    MCK++ ini terdiri dari 12 ruangan, 4
kamar mandi dan 6 WC, satu kamar
mandi ibu dan anak, serta ruang
Posyandu. Setiap hari digunakan oleh
300 orang. Fasilitas ini menggunakan
teknologi yang mampu mengolah seluruh
air bungan yang dihasilkan menjadi air
yang ramah lingkungan.

Pemisahan sampah
    Petojo dilalui sungai Krukut. Sungai
ini menjadi tempat dimana berkumpul
sampah-sampah dan air limbah peru-
mahan. Masyarakat masih menganggap
                                                     Membudayakan cuci tangan pakai sabun dengan menyediakan peralatan cuci
sungai menjadi tempat yang efisien untuk
                                                                  tangan di depan rumah. Foto: Bowo Leksono
pembuangan sampah.
    "Kami ada program Bersih Kali sebu-      adalah cuci tangan pakai sabun (CTPS),      tidak sekedar pajangan, namun diman-
lan sekali," kata Irwansyah. Tapi, lanjut-   program yang sedang gencar digem-           faatkan warga. "Hal yang penting, para
nya, meskipun sudah dibersihkan akan         borkan Pemerintah. Di RW 08 Petojo,         orang tua mengajarkan anak-anak untuk
kembali kotor sebab ketika air kali itu      semua rumah sudah memiliki sarana cuci      selalu cuci tangan," kata Irwansyah.
mengalir ke wilayah Petojo membawa           tangan yang terletak di masing-masing           Petojo mendapatkan perubahan
sampah dari wilayah sebelumnya. "Kami        depan rumah mereka.                         menuju perbaikan. Dari persoalan sani-
terus berusaha menyadarkan wilayah               Kesadaran yang dilandasi kekom-         tasi, air bersih, nutrisi balita, dan infra-
tetangga untuk ikut menjaga kali Krukut,"    pakan inilah membuat program ini ber-       struktur. Semoga kondisi seperti ini akan
ujar Irwansyah.                              jalan. Fasilitas cuci tangan yang terbuat   selalu menghiasi kampung Petojo Utara
    Di Petojo, program pemisahan sam-        dari ember-ember bekas cat tembok itu       dan wilayah lainnya. Bowo Leksono
pah dan cuci tangan pakai sabun
didukung ESP, SWS dan Mercy Corps.
Program ini dimulai dengan penghijauan
dan program pupuk kompos. Awalnya
warga didorong melakukan pemisahan
                                                                Dua Kali KLB Muntaber
terhadap sampah-sampah rumah tangga.
    Sampah yang bersifat non-organik           Tak Cukup Menutup Pabrik,
                                              Perlu Komitmen Semua Pihak
dikumpulkan pemulung, sementara sam-
pah organik dikirim kepada pembuat
pupuk kompos. Pupuk kompos ini digu-
nakan untuk keperluan aktifitas penghi-



                                             K
jauan.                                                ita semua mendadak terperangah     Kabupaten Tangerang dengan teru-
    Melalui kampanye dan penyuluhan                   lagi, lihat saja dengan mewabah-   langnya kejadian yang sama pada dua
yang berkesinambungan, warga RW 08                    nya untuk kedua kali kejadian      tahun lalu di periode bulan yang sama.
Petojo kini sadar akan pentingnya keber-     muntaber tahun ini di Kecamatan             Tetapi, toh masalah yang mendasar itu
sihan dan hijaunya lingkungan. Mereka        Sepatan, Pakuhaji, Mauk, dan Sukadiri,      tak pernah teratasi.
secara rutin melakukan kegiatan kebersi-     Kabupaten Tangerang, sebagian besar             Kabupaten Tangerang suatu pelosok
han lingkungan, tak hanya lingkungan         tidak memiliki jamban keluarga, buang       yang tak terlalu jauh dari jantung ibu kota
sekitar komunitas, namun di sungai-su-       air besar mereka lakukan di mana saja, di   negara, dengan waktu tempuh hanya 1,5
ngai (clean river program) dengan tu-        sungai, sawah, kebun atau selokan.          jam perjalanan atau sekitar 40 kilometer
juan membersihkan sungai dari sampah.            Tak heran wabah muntaber menye-         dari Istana Negara. Hingga 16 Juli 2007,
                                             rang mereka sehingga mendapat status        warga desa di Kecamatan Sepatan,
Cuci tangan pakai sabun                      Kejadian Luar Biasa (KLB). Kejadian ini     Pakuhaji, Mauk, dan Sukadiri, Kabupaten
  Program yang tak kalah menarik             jelas menampar aparat Pemerintah            Tangerang telah berjatuhan korban.


                                                                                                                    Percik
                                                                                                             Agustus 2007     29
S E PU TA R I SS D P


                                                                                           Kecamatan Sepatan, dan Pakuhaji
                                                                                           melakukan BAB di sungai, di selokan dan
                                                                                           di kebun, padahal umumnya mereka
                                                                                           mempunyai kamar mandi dan sumur tapi
                                                                                           tidak mempunyai jamban." ujar Dinkes
                                                                                           PPL Tangerang, Dadang Iskandar SKM.
                                                                                               Walau KLB muntaber di minggu ini
                                                                                           mulai reda, tetapi perlu ada pember-
                                                                                           dayaan kepada warga setempat agar
                                                                                           mereka mengubah kebiasaan hidup yang
                                                                                           tidak sehat. "Beberapa cara pendekatan
                                                                                           yang dapat dilakukan adalah dengan
                                                                                           penggalangan PHBS (Perilaku Hidup
                                                                                           Bersih dan Sehat) atau perilaku higienis,
                                                                                           yang antara lain dengan menyisipkan
                                                                                           kurikulum kesehatan diusia sekolah SD-
                                                                                           SMA selama 1-2 jam serta melibatkan
                                                                                           perguruan tinggi setempat dan para
    Perilaku tidak sehat warga menjadi salah satu penyebab terjangkitnya penyakit diare.   tokoh masyarakat untuk melakukan kam-
                                    Foto: Bowo Leksono                                     panye PHBS.
                                                                                               Sistem CLTS (Community Led Total
    Pada 15 Juli 2007, sejumlah 469 kor-       pasti akan terus menggurita berbagai        Sanitation) yang memperkenalkan
ban harus dirawat di Puskesmas dan             persoalan baru di belakang masalah          metode pemberian fasilitasi bagi partisi-
rumah sakit serta 3 orang di antaranya         buruknya layanan sanitasi penduduk          pasi masyarakat dalam menghilangkan
meninggal dunia. Kejadian dua tahun            Indonesia, yang langsung dirasakan saat     kebiasaan buang air besar disembarang
lalu bahkan merenggut 17 jiwa melayang.        ini, yaitu soal hilangnya angka pertum-     tempat dan telah berhasil dikembangkan
Penyakit muntaber muncul karena warga          buhan ekonomi sekitar 65 trilyun selama     pada kondisi lingkungan yang sama di
tak belajar dari pengalaman menjaga            satu tahun APBN. Angka itu sama dengan      beberapa negara juga dapat diterapkan
kebersihan lingkungan dan makanan.             2,4 persen total jumlah APBN yang bisa      dengan segera membentuk anggota-
    Sehingga beberapa petugas kesehatan        membuka jutaan angka pekerjaan baru         anggota Pokja AMPL (Air Minum dan
mengungkapkan rasa malu atas jatuhnya          bagi puluhan juta angkatan kerja yang       Penyehatan Lingkungan) hingga ke
korban meninggal dunia atau rawat inap         menganggur sekarang ini.                    tingkat kecamatan di Kabupaten
karena serangan muntaber. "Ini kan                 Mengulang apa yang dikemukakan          Tangerang. Hal tersebut juga sempat
penyakit yang seharusnya sudah tidak           Kepala Bidang Pemberantasan Pence-          disimpulkan pula dalam rapat Pokja
ada lagi karena menyangkut masalah             gahan Penyakit Dinas Kesehatan              AMPL Provinsi Banten, 17 Juli 2007.
amat mendasar, kebersihan.                     Kabupaten Tangerang, dr. Yuliah                 Partisipasi aktif serta aksi masyarakat
    "Di zaman sudah begini maju, ada           Iskandar, nampaknya ada empat faktor        inilah sangat diperlukan karena penye-
satelit, internet, tetapi muntaber masih       yang menyebabkan terjadinya wabah           baran penyakit muntaber bergerak sa-
ada di Tangerang yang merupakan dae-           muntaber dikabupaten Tangerang yaitu        ngat cepat dan terus bisa terulang kem-
rah penyangga Ibu Kota," ujar seorang          sanitasi lingkungan yang minim dan          bali bila tidak segera diatasi dari sum-
dokter di Tangerang.                           tidak sehat penyumbang terbesar sebesar     bernya. Tidak cukup hanya menutup dua
    Situasi ini terus memiliki mata rantai     45 persen. Perilaku penduduk yang tidak     pabrik pembuat sirup orson yang dila-
dengan problematika utama sanitasi,            sehat atau perilaku hidup biasa sehat       kukan Kepolisian Resort (Polres) Ta-
yang meliputi aspek air bersih, limbah,        sebanyak 35 persen, pelayanan kesehatan     ngerang. Dimana semula diduga penyakit
drainase dan sampah. Kenapa? Makin             sebanyak 15 persen, dan keturunan atau      mutaber ini disebabkan minuman terse-
sedikit penduduk yang memiliki hunian          kepadatan penduduk sebanyak 5 persen.       but karena mengandung kuman e-coli
yang sehat dan memenuhi standar kese-              "Seharusnya mengambil pelajaran         dan vibrio cholerae yang ada dalam li-
hatan, pasti makin tinggi pula laju pro-       dua tahun lalu, akan tetapi masyarakat      mun tersebut dan merupakan penyebab
blematika sanitasi di Indonesia. Padahal       Tangerang tidak mengubah perilaku           meluasnya penyakit muntaber yang me-
derajat kesehatan penduduk Indonesia           hidup bersih dan sehat. Mereka tetap        wabah di Kabupaten Tangerang.
kini betul-betul menghadapi ancaman            BAB di sungai dan menggunakan air
                                                                                                                Ahmad Rukny Assegaff
serius.                                        tersebut untuk mandi, mencuci dan                    Communication Advocacy Indonesia
    Dari rangkaian situasi yang terjadi,       memasak. "Sekitar 70 persen masyarakat            Sanitation Sector Development (ISSDP)




 30 Percik 2007
    Agustus
S E PU TA R I SS D P


             Ketika Diare 'Menjemput' Noviana
M
            ungkin Noviana, begitu nama balita                                               untuk BAB di tempat yang bersih dan tertutup!
            berusia 2,5 tahun itu diberi nama, tidak                                             Atau mungkin ada yang salah, sehingga fasilitas
            tahu mengapa perutnya terus menerus                                              yang sudah disediakan tidak dipergunakan dan
terasa mulas meski sudah beberapa kali buang air                                             dipelihara dengan semestinya? Sehingga sosialiasi
besar. Seperti anak seusianya, Noviana belum bisa                                            yang disampaikan tidak dapat merubah perilaku
menjelaskan kondisi penyakitnya, sehingga meski-                                             masyarakatnya? Atau memang sosialisasi merupa-
pun parah, kondisinya mungkin tidak dapat di-                                                kan kegiatan yang harus dilakukan secara terus me-
mengerti dan dianggap biasa saja oleh orang dekat-                                           nerus untuk selalu mengingatkan? Apapun jawab-
nya. Cukup diperlakukan 'sebagaimana biasanya'                                               annya, yang pasti kejadian serupa telah terjadi lagi.
dan akan sembuh seperti sedia kala. Sampai akhir-                                                Berangkat dari adanya kebutuhan penyediaan
nya Noviana meninggal dunia. Katanya karena ter-                                             layanan air bersih dan sanitasi yang sesuai dengan
lambat datang ke pusat rehidrasi dan belum sempat                                            kebutuhan dan kemampuan masyarakat, sebetulnya
mendapat perawatan.                                                                          saat ini telah dikembangkan metode promosi/sosial-
     Klise memang kedengarannya, tapi itulah ke-                                             isasi/kampanye yang tidak hanya dapat menum-
nyataannya. Sebagian orang pasrah menerima pen-                Foto: Bowo Leksono            buhkan rasa memiliki terhadap fasilitas sanitasi,
jelasan itu. Sebagian lagi gamang dan mulai ber-                                             namun juga mampu menggerakkan masyarakat
tanya, apakah memang dari situ awal permasalahannya? Entahlah. untuk dapat menyelesaikan masalahnya sendiri. Berdasarkan
     Noviana bisa jadi merupakan korban meninggal dunia pertama pengamatan, setidaknya ada 3 nama pendekatan perubahan peri-
dari kejadian luar biasa (KLB) diare Tangerang yang terjadi sejak 12 laku yang cukup populer dikenal tidak hanya di Indonesia tapi juga
Juli lalu. Bersamanya masih ada 2 orang lagi yang tercatat juga dunia internasional. Tiga pendekatan itu adalah Community Led
mengalami nasib yang sama. Mungkin yang tidak tercatat lebih ba- Total Sanitation (CLTS), Total Sanitation Campaign (TSC), dan
nyak lagi.                                                                Participatory Hygiene And Sanitation Transformation (PHAST).
     Meski kasus meninggal dunia pada KLB Tangerang ini di bawah               Ketiga pendekatan tersebut telah mulai diterapkan di berbagai
1 persen atau masih di bawah toleransi WHO, namun bukan berar- daerah di Indonesia. Tidak ada salahnya untuk memulai me-
ti kejadian ini pantas untuk didiamkan. Sejak dinyatakan KLB, nerapkan pendekatan perubahan perilaku dalam mengatasi ma-
Departemen Kesehatan sudah melakukan tindakan cepat berupa salah sanitasi di Tangerang. Sehingga harapan agar tidak ada lagi
pengamanan sumber air yang menjadi penyebab wabah diare. Noviana yang lain bukan sekedar mimpi. Hony Irawan
Selain itu untuk antisipasi, di lokasi Puskesmas Sepatan, disediakan
jamban mobil, serta dikirim pula fasilitas alat penjernih air yang bi-      Sekilas Beberapa Pendekatan Perubahan Perilaku
sa bekerja cepat. Sehingga jumlah penderita semakin menurun.
     Namun tindakan kuratif nampaknya tidak menyelesaikan akar               1. Community Led Total Sanitation (CLTS) yang pertama kali dila-
persoalan diare, mengingat ini bukan KLB diare pertama di daerah                 kukan di Bangladesh pada tahun 1999 kemudian digunakan juga di
itu. Kejadian yang sama terjadi pada 2005 lalu dan lebih parah dari              beberapa negara seperti Bolivia, Cambodia, China, Ethiopia, India,
                                                                                 Nepal, Pakistan, Tanzania dan Afrika Barat, termasuk Indonesia.
tahun ini. Sekitar 600 korban harus dirawat di Puskesmas dan 17                  Karakteristik CLTS adalah merubah perilaku masyarakat melalui
orang (ada yang memberitakan 19 orang) di antaranya meninggal                    fasilitasi partisipatif, serta tanpa subsidi untuk perangkat keras
dunia. Lebih lanjut terkait dengan hal tersebut, Republika 14 Juli               (jamban keluarga) dan tidak menetapkan jenis jamban yang nanti-
                                                                                 nya akan dibangun oleh masyarakat. CLTS ditujukan untuk mengu-
2007 memuat pernyataan Bupati Tangerang, Ismet Iskandar, yang                    rangi/menghilangkan kebiasaan Buang Air Besar (BAB) di semba-
mengatakan bahwa wabah diare yang kembali terjadi di tiga keca-                  rang tempat atau open defecation.
matan tersebut disebabkan perilaku masyarakat yang kurang sadar              2. Total Sanitation Campaign (TSC) dikembangkan di Propinsi Maha-
menjaga kebersihan.                                                              rasthra (India) yang mengadopsi pendekatan CLTS ke dalam pro-
     Menurut Ismet, pihaknya telah melakukan sosialisasi mening-                 gram pemerintah India secara massal. Beberapa negara lain seper-
                                                                                 ti Cambodia, Afrika, Nepal, dan Mongolia telah menerapkan dalam
katkan kesadaran masyarakat akan hidup sehat. Kenyataannya ma-                   porsi yang lebih kecil. Berbeda dengan CLTS, TSC memperbolehkan
sih banyak warga membuang air besar di sungai yang sebenarnya                    pengenalan pilihan teknologi jamban.
juga dikonsumsi masyarakat untuk mandi, mencuci, dan memasak.                3. Participatory Hygiene And Sanitation Transformation (PHAST) me-
Padahal, pemerintah setempat telah membuat fasilitas mandi cuci                  rupakan adaptasi metode SARAR (Self-esteem, Associative
                                                                                 Strengths, Resourcefulness, Action-planning, and Responsibility)
kakus (MCK).                                                                     yaitu sebuah metode belajar partisipatif membangun kesadaran
     Kalau begitu apa persoalannya ? Harusnya tidak susah meminta                masyarakat agar dapat mengatasi persoalannya sendiri. Ruang
orang untuk tidak makan 'maaf' kotoran manusia, baik sengaja atau                lingkup PHAST lebih luas, yaitu pendekatan untuk mempromosikan
                                                                                 kesehatan, sanitasi, dan manajemen fasilitas air dan sanitasi
tidak sengaja, baik langsung atau tidak langsung! Harusnya tidak su-             masyarakat. PHAST pernah dilakukan di Afrika, India, dan Amerika
sah meminta orang untuk tidak memakan bakteri dan kuman yang                     Serikat.
menyebabkan mereka sakit! Harusnya tidak susah meminta orang


                                                                                                                                 Percik
                                                                                                                          Agustus 2007     31
S E PU TA R I SS D P



       Pembentukan Inisiatif Kemitraan
           Pemerintah-Swasta untuk
      Cuci Tangan Pakai Sabun (IKP-CTPS)
P
        enyakit diare masih menjadi         perubahan perilaku dengan melibatkan           permasalahan kesehatan cenderung
        penyebab kematian balita (bayi      peran aktif sektor pemerintah didukung         ditangani dengan fokus pada pemba-
        dibawah lima tahun) terbesar di     keahlian marketing dan sumber daya             ngunan infrastruktur dan pelayanan
dunia. Menurut catatan Unicef, setiap       yang dimiliki pihak swasta.                    kuratif. Padahal aspek preventif sangat
detik satu balita meninggal karena diare.       Nyoman melanjutkan, peningkatan            penting dalam menunjang upaya pe-
Di Indonesia, sekitar 162 ribu balita       kesehatan masyarakat memerlukan ker-           ningkatan kesehatan," demikian I Nyo-
meninggal setiap tahun atau sekitar 460     jasama semua pihak. "Selama ini,               man Kandun. BW
balita setiap harinya.
    Dirjen Pemberantasan Penyakit
Menular dan Penyehatan Lingkungan
                                                                     Talkshow "Saatnya Bekerja"
(P2MPL) Departemen Kesehatan I
Nyoman Kandun mengatakan tingginya
                                               Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta
angka kematian balita akibat diare salah
satu penyebab karena masih rendahnya
                                                Teknologi Sanitasi yang Terjangkau
kesadaran masyarakat dalam menerap-
kan pola hidup sehat dan bersih.
    "Menghindari diare bukanlah masalah
                                              A    kses masyarakat terhadap sarana sa-
                                                   nitasi yang memadai di Indonesia
                                              masih sangat rendah, yaitu kurang dari 50
                                                                                           Departemen Kesehatan dan Ir Susmono,
                                                                                           Direktur Penyehatan Lingkungan Per-
                                                                                           mukiman, Ditjen Cipta Karya, Departemen
yang sulit. Kebiasaan mencuci tangan          persen. Angka ini masih jauh dari target     Pekerjaan Umum.
memakai sabun bisa menghindari insiden        MDGs pada tahun 2015, yaitu 72,5 persen.          Pada kesempatan ini, Nyoman me-
diare hingga 47 persen," kata Nyoman saat     Kondisi ini terjadi antara lain karena       nyampaikan pentingnya perilaku hidup
konferensi pers "Inisiatif Kemitraan          kesadaran serta perilaku masyarakat yang     bersih dan sehat untuk meningkatkan kua-
Pemerintah-Swasta untuk Cuci Tangan           masih harus diperbaiki dan teknologi sani-   litas kesehatan masyarakat. Diantaranya
Pakai Sabun", Senin (27/8), di Jakarta.       tasi yang tidak terjangkau masyarakat.       kebiasaan mencuci tangan menggunakan
                                                  Isu tersebut menjadi bahan diskusi       sabun yang dapat mencegah penyakit
    Survei program pelayanan kesehatan
                                              dalam acara Talkshow "Saatnya Bekerja" di    menular seperti diare.
2006 tentang persepsi dan perilaku
                                              TVRI. Acara ini disiarkan langsung pada 29        Menurut Nyoman, pembangunan sani-
masyarakat terhadap kebiasaan mencuci         Agustus 2007, pukul 18.00 sampai 19.00       tasi merupakan tanggung jawab seluruh
tangan menemukan bahwa sabun telah            WIB. Menghadirkan narasumber DR I Nyo-       elemen masyarakat. "Pihak swasta pun
sampai ke hampir semua rumah di               man Kandun, MPH, Dirjen Pengendalian         bertanggung jawab dan dapat berperan
Indonesia. Namun hanya sekitar 3 persen       Penyakit dan Penyehatan Lingkungan,          dalam pembangunan sanitasi melalui pro-
yang menggunakan sabun untuk keperlu-                                                             gram CSR (Corporate Social Respon-
an cuci tangan. Umumnya sabun hanya                                                               sibility) yang dimilikinya" ujarnya
digunakan untuk mandi.                                                                            menambahkan.
    Perilaku responden pada lima waktu                                                                 Mengenai teknologi sanitasi yang
kritis cuci tangan tercatat hanya 12                                                              terjangkau bagi masyarakat, Sus-
                                                                                                  mono memberikan gambaran bahwa
persen saja orang yang mau cuci tangan
                                                                                                  sebetulnya teknologi sanitasi itu bisa
setelah buang air besar (BAB), 9 persen
                                                                                                  sangat murah dengan tetap memper-
setelah membantu BAB bayi, 14 persen                                                              timbangkan aspek teknis. "Pada prin-
sebelum makan, 7 persen sebelum mem-                                                              sipnya, asalkan mampu mencegah
beri makan bayi dan 6 persen sebelum                                                              terjadinya kontak antara kotoran de-
menyiapkan makanan.                                                                               ngan lingkungan luar maka itu sudah
    Berdasarkan hal tersebut, dibentuk-                                                           cukup memadai" ucapnya.
lah Inisiatif Kemitraan Pemerintah-                                                                                           Tim ISSDP
Swasta untuk Cuci Tangan Pakai Sabun
(KPS-CTPS) sebagai upaya promosi



 32 Percik 2007
    Agustus
S E PU TA R WA S P O L A



Fasilitasi Daerah MAKSIMAL,
Koordinasi Pusat OPTIMAL
R
         uang kantor WASPOLA di Jalan Cianjur 4 lengang sela-       Agustus 2007, dimana masing-masing daerah mempresen-
         ma 3 bulan terakhir ini. Semuanya sedang berkonsen-        tasikan renstra-nya dengan gaya yang berbeda.
         trasi memaksimalkan fasilitasi ke daerah, baik renstra,        Menurut rencana, lokakarya penyusunan renstra harus dise-
training penguatan kapasitas, implementasi strategi komunikasi      lesaikan di seluruh daerah hingga Juni 2007. Namun dalam
dan beberapa kegiatan penting lain seperti rakornas dalam           pelaksanaan masih tersisa tiga kabupaten yang belum menyele-
rangka monitoring kemajuan pelaksanaan kebijakan di daerah          saikan, yaitu Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu dan Kota
lama maupun yang baru.                                              Cilegon. Daerah dengan kegiatan yang relatif tidak berjalan
    Bagi WASPOLA tahun ini merupakan tahun yang cukup               dapat dikatakan tidak memiliki kebutuhan terhadap pelak-
penting untuk meletakkan dasar keberlanjutan Kebijakan              sanaan kebijakan, salah satunya adalah Kota Cilegon.
Nasional AMPL dimasa mendatang, mengingat tahun 2008                    Adapun Lokakarya untuk tindak lanjut penyusunan Renstra
WASPOLA akan phase out. Hal ini menjadi topik diskusi yang          AMPL telah dilakukan di beberapa daerah, antara lain men-
serius dan dinamis ketika lokakarya internal tim di Batam pada      cakup Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara,
Juli lalu.                                                          Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat,
    Disisi lain untuk memperluas jangkauan pelaksanaan kebi-        Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan, dan
jaksanaan, WASPOLA juga aktif membantu Pokja AMPL dalam             Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah.
persiapan proyek Penyediaan Air Minum dan Penyehatan
Lingkungan Berbasis Masyarakat di Indonesia Timur, yang
merupakan kerjasama Pemerintah Indonesia dengan UNICEF,             Pertemuan Koordinasi Nasional
yang didanai oleh Pemerintah Belanda. Sedangkan untuk koor-             Memantau dan mengevaluasi kemajuan pelaksanaan imple-
dinasi di tingkat pusat WASPOLA aktif memfasilitasi terben-         mentasi kebijakan daerah menjadi acara tahunan rutin WASPO-
tuknya pertemuan Jejaring AMPL Nasional.                            LA. Pertemuan kawasan Indonesia Timur dilaksanakan pada 30
                                                                    Juli - 1 Agustus 2007 di Hotel Quality Makassar, dikhususkan
Keragaman Renstra daerah                                            pada daerah dampingan tahun 2006.
    Renstra AMPL di daerah menjadi agenda utama tim imple-              Dihadiri 35 peserta dari Kota Gorontalo, Kabupaten Bone
mentasi untuk dianalisa baik dari sisi struktur maupun sub-         Bolango, Gowa, Jeneponto, Wajo, Sopeng, Bima, Dompu, Lom-
tansinya. Uniknya, Renstra yang disusun masing-masing daerah        bok Tengah, Konawe, Konawe Selatan dan Timor Tengah Se-
berbeda, sesuai dengan situasi dan kebutuhan daerah. Renstra        latan. Pertemuan ini dibuka Direktur Fasilitasi Lingkungan
ala daerah, kalimat tersebut juga terlontar saat rakornas di Bali   Hidup dan Tata Ruang Depdagri, Sofjan Bakar. Ia menekankan,
                                                                    Renstra daerah harus diimplementasikan dalam program yang
                                                                    konkrit. "Apabila diperlukan, Depdagri dapat menerbitkan surat
                                                                    edaran sebagai dukungan dalam rangka realisasi Renstra,"
                                                                    ujarnya.
                                                                        Catatan menarik lainnya adalah daerah meminta perlunya
                                                                    sinergi Pokja AMPL Nasional dengan daerah dalam pelaksanaan
                                                                    kebijakan agar Rensta menjadi arus utama dalam perencanaan
                                                                    pembangunan daerah. Pokja pusat menanggapi dengan menje-
                                                                    laskan telah dirintis kerjasama dengan Unicef dalam rangka
                                                                    operasionalisasi kebijakan. Pelaksanaan kegiatan dimulai de-
                                                                    ngan pembentukan kegiatan penyusunan renstra. Bagi daerah
                                                                    yang telah mempunyai Pokja AMPL dan renstra dapat langsung
                                                                    ke tahap berikutnya.
                                                                        Beberapa isu dalam pembangunan AMPL yang masih
                                                                    dihadapi pemerintah antara lain, pengelolaan aset pembangun-
                                                                    an AMPL, pengelolaan data, dan strategi komunikasi. Saat ini
                                                                    hal yang dirasa menghambat adalah mutasi pegawai yang mem-


                                                                                                                   Percik
                                                                                                            Agustus 2007    33
S E PU TA R WA S P O L A


pengaruhi kinerja Pokja Daerah yang
dapat berakibat kurangnya keberlanjutan
progam AMPL. Diperlukan strategi lain
yang mengarah pada sosialiasi pen-
dekatan pemangku kepentingan yang
lebih luas.
    Dalam Rakornas tersebut diangkat
perlunya komitmen pemerintah pusat
untuk menjamin keberlanjutan kegiatan
fasilitasi pelaksanaan kebijakan pasca
WASPOLA. Beberapa komitmen disam-
paikan Pokja Pusat, antara lain Pokja
Pusat akan memberikan bentuk penguat-
an kapasitas (non-proyek fisik) antara
lain memfasilitasi mitra donor, terlibat
dalam penyusunan Petunjuk Pelaksa-
naan DAK air bersih berbasis masyarakat
dan menyediakan serta memfasilitasi
pengembangan akses informasi yang luas
bagi Pokja Daerah.                          menjadi alternatif pendanaan untuk         juga beberapa tips dan strategi ker-
    Rakornas berikutnya untuk daerah        implementasi sektor AMPL.                  jasama dengan media massa sehingga
dampingan lama, menyusul tanggal 28-                                                   bisa berkelanjutan.
31 Agustus 2007, diikuti 6 provinsi yaitu   Strategi Komunikasi AMPL di-
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,         aplikasikan di Daerah                      Penguatan kapasitas
Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat,          Hasil yang menarik dari pelatihan di       Tim WASPOLA pada Juni dan Juli
Jawa Tengah, Banten dan Sumatera            Bangka Belitung (secara lengkap terdapat   2007 ini melaksanaan pelatihan MPA-
Barat. Dengan 15 kabupaten/kota seperti     di situs AMPL). Workshop yang diikuti      PHAST di Makassar, pelatihan CLTS di
Bangka Selatan, Bangka Barat, Kota          32 peserta ini akhirnya menghasilkan       Untirta (Universitas Ageng Tirtayasa)
Pangkalpinang, Takalar, Pangkep, Sela-      draf rencana strategi komunikasi pem-      Banten, serta memfasilitasi Orientasi
yar, Lombok Barat, Lombok Timur,            bangunan AMPL untuk provinsi dan 5         Dasar-Dasar Fasilitasi di Yogyakarta dan
Kebumen, Grobogan, Pekalongan, Pan-         kabupaten di Bangka Belitung di tahun      Mataram bekerjasama dengan Ditjen
deglang, Lebak.                             2008 yang akan datang.                     PMD untuk daerah proyek PAMSIMAS.
    Isu-isu yang diangkat selama per-           Salah satu strategi dalam mengatasi    Kegiatan lain adalah pelaksanaan fasili-
temuan antara lain pentingnya alter-        kerusakan sumber air baku adalah me-       tasi lokakarya monitoring partisipatif
natif pendanaan dalam sektor AMPL           nanamkan kesadaran masyarakat untuk        kinerja Pokja AMPL di tingkat provinsi
dan pentingnya marketing strategy           menjadi "pendekar penyelamat lingkung-     yang diadakan di Tanah Datar.
sehingga daerah mampu mengem-               an". Biaya untuk implementasi strategi         Kegiatan Manajemen Aset PDAM
bangkan fund raising. Peserta juga          komunikasi ini dianggarkan pada ABT        yang disebut NAMPA (Nasional Aset Ma-
memperhatikan mengenai pengelolaan          tahun 2008.                                nagement Program) telah dimulai dalam
keuangan corporate-based menjadi                Diskusi yang menarik lainnya adalah    periode ini. Pada persiapan awal, tim stu-
penting untuk menjalin kerjasama de-        "media relationship". Baru terbuka bah-    di telah melakukan kunjungan ke PDAM
ngan pihak swasta.                          wa selama ini terjadi " prasangka buruk"   Kabupaten Tangerang untuk mengidenti-
    Disisi lain Pemerintah Daerah sudah     antara pihak pemerintah dengan media       fikasi isu pengelolaan aset di dalam
saatnya melaksanakan aset manajemen         massa karena jarangnya berdiskusi ter-     PDAM, sekaligus mendiskusikan rencana
karena hal tersebut sangat diperlukan       buka mengenai masalah AMPL. Setelah        pelaksanaan uji coba NAMPA di daerah.
untuk mengukur kemampuan Pemda              menemukan titik temu, kedua pihak          Pelaksana studi dari program NAMPA ini
dalam mencapai suatu target peren-          akhirnya menyatakan siap bersinergi        adalah perusahaan konsultan GHD.
canaan. Diinformasikan juga bahwa           dalam memacu pembangunan AMPL.                 Mari, kita terus bertindak, untuk terus
petunjuk teknis tentang Alokasi Dana            Manager liputan Bangka Pos, Dody       menumbuhkan spirit melaksanakan pemba-
Desa (Permendagri No. 37 tahun 2007         Handriyanto menyatakan media massa         ngunan AMPL melalui 11 prinsip kebijakan
tentang Alokasi Dana Desa) akan segera      pada dasarnya terbuka untuk beker-         sehingga pihak yang tak pernah dilibatkan
diterbitkan, dimana di dalamnya juga ter-   jasama dan tidak hanya mengejar berita-    menjadi aktif dan pihak miskin yang selalu
dapat sektor AMPL. Hal tersebut dapat       berita buruk pemerintah. Dikemukakan       terpinggirkan semakin terlayani. WH



 34 Percik 2007
    Agustus
S E PU TA R WA S P O L A



                         Terbentuk Tim Perumus
                                  Jejaring AMPL
"M
                enjawab tantangan dan        PD PAL Jaya, PDAM Bekasi, Kemitraan       bersifat terbuka, formal dan inklusif.
                permasalahan bersama,        Air Indonesia dan Mercy Corps. Walau-     Misinya adalah prinsip kemitraan, ker-
                lebih    baik    daripada    pun baru terlibat pertama, tidak menyu-   jasama, peningkatan kapasitas dan pen-
sendiri-sendiri". Pernyataan itu muncul      rutkan peserta untuk aktif menyum-        ingkatan penyediaan dana di sektor
dari beberapa peserta ketika mereka          bangkan gagasan dan saran sehingga        AMPL.
bertepuk tangan, saat Basah Hernowo,         suasana diskusi benar-benar hidup.            Jejaring AMPL beranggotakan profe-
Direktur Pemukiman dan Perumahan                                                       sional perorangan, unsur pemerintah,
Bappenas menyudahi sambutan pem-                                                       perguruan tinggi, lembaga penelitian,
bukaan acara pertemuan Jejaring                      Untuk sementara                   LSM, lembaga donor, asosiasi profesi,
Komunikasi AMPL ke-3 pada 21 Agustus               kumpulan pemangku                   operator AMPL , media massa, konsul-
2007.                                            kepentingan ini disebut               tan, kontraktor dan organisasi masya-
    Basah Hernowo menekankan, sudah                                                    rakat. Ide menarik terlontar dari peserta
                                                   Jejaring AMPL, nama
saatnya AMPL dikerjakan dalam koordi-                                                  adalah member get member dalam jeja-
nasi dan sinergi yang lebih baik sehingga       akronimnya masih menjadi               ring untuk memperluas ketersediaan dan
gaung dan dampaknya akan lebih besar                 pekerjaan rumah                   penyebaran informasi yang lebih cepat.
untuk peningkatan kinerja sektor AMPL.              bagi tim perumus.                  Program kerja yang direncanakan adalah
Ditekankan pula bahwa disana-sini                                                      penyusunan data base, peningkatan
pemerintah masih banyak kekurangan                                                     kepedulian, workshop/pelatihan dan ke-
dan keterbatasan. "Sinergi dengan semua          Pertemuan yang diselenggarakan        mitraan dengan media.
pemangku kepentingan adalah alternatif       Europromocap IWAT dan Pokja AMPL              Agenda lain dalam pertemuan ini
terbaik yang bisa dilakukan," ucapnya.       ini adalah kelanjutan dari pertemuan      adalah presentasi Konferensi Nasional
    Sambutan tersebut tampaknya men-         pertama dan kedua yang telah meng-        Sanitasi, dimana Jejaring AMPL ini akan
dapat antusias dari para peserta yang        hasilkan draft concept note Jejaring      terlibat dalam diskusi panel, dan pa-
berjumlah sekitar 60 orang yang mema-        Komunikasi AMPL dari sisi identitas,      meran.
dati ruang FG 5 Bappenas. Semangat           organisasi dan program kerjanya. Dan di       Tim perumus yang terbentuk akan
tersebut terlihat ketika memasuki diskusi    pertemuan ketiga ini semua anggota        bekerja selama tiga bulan ke depan untuk
kelompok untuk menentukan kemana             berpartisipasi menyempurnakan konsep      merumuskan konsep dan arahan strate-
arah Jejaring AMPL ini akan dibawa.          jejaring dan strategi ke depan.           gis Jejaring AMPL dengan melibatkan
Uniknya, ketika pembentukan tim peru-            Dengan difasilitasi tim WASPOLA,      berbagai unsur seperti perguruan tinggi,
mus, banyak lembaga baru yang baru saja      IHE Indonesia dan PLAN Indonesia, tiga    media massa dan organisasi masyarakat
datang menyediakan dirinya dipilih seba-     kelompok mempresentasikan koreksi         dalam tim kecil untuk finalisasi nantinya.
gai tim perumus sehingga semuanya ada        dan usulan concept note jejaring, kemu-   Selain itu akan mempersiapkan keterli-
20 kandidat. Akhirnya terpilih 6 institusi   dian ditampung dan disepakati bersama     batan Jejaring AMPL dalam Konfererensi
dari suara terbanyak yaitu, Pokja AMPL,      dalam pleno. Untuk sementara kumpulan     Sanitasi Nasional (KSN) pada Oktober
WASPOLA, ISSDP, JAS, Europromocap            pemangku kepentingan ini disebut Je-      mendatang dengan melibatkan anggota
IWAT, KAI dan anggota khusus yaitu IHE       jaring AMPL, nama akronimnya masih        Jejaring lainnya.
Indonesia.                                   menjadi pekerjaan rumah bagi tim peru-        "Semoga program kerja Jejaring
    Banyak peserta baru yang datang          mus.                                      segera selesai, kami siap terlibat," ucap
seperti Unicef, Asosiasi Toilet Indonesia,       Visinya adalah menjadi wadah infor-   Rosi, peserta dari Universitas Tri Sakti.
Direktorat Pendidikan Masyarakat Dep-        masi dan komunikasi AMPL yang efektif     "Ayo, ini saatnya beraksi bersama!", ujar
diknas, Tim Penggerak PKK Pusat,             untuk mendukung partisipasi pemangku      Eny dari Asosiasi Toilet. Selamat atas ter-
Gerakan Kuartir Nasional Pramuka, Tek-       kepentingan (pemerintah, swasta dan       bentuknya Jejaring AMPL di tingkat
nik Lingkungan ITS, STIKES Bandung,          masyarakat) dalam proses pembangunan      Nasional. Mari, membangun kekuatan
FT UI, Yayasan Pelatihan Tirta Dharma,       Nasional di Indonesia. Organisasinya      bersama! WH


                                                                                                                 Percik
                                                                                                          Agustus 2007    35
S E PU TA R WA S P O L A


                           AMPL di Benak Mereka
                        Apa yang terlintas dibenak para kepala daerah tentang AMPL?
                                           Berikut rangkumannya.




                                    Gusmal Dt. Rj. Lelo, Bupati Solok


                                    "A      ir sangat menentukan kehidupan manusia, bukan sembarang air tetapi air
                                            yang sehat untuk diminum. Yang lebih penting lagi tidak semua program air
                                    bersih dikelola pemerintah, tetapi juga masyarakat itu sendiri. Hal ini sinergis dengan
                                    program pemberdayaan masyarakat yang sedang saya lakukan. Maka program air
                                    bersih, apapun namanya, WSLIC, AMPL akan saya dukung. Hal ini saya masukkan
                                    dalam tiga isu sentral pembangunan dan masuk dalam RPJMD dan menjadi Perda
                                    sehingga tidak akan ditolak DPRD".
                                       Pernyataan ini terlontar saat wawancara Bupati dengan tim WASPOLA dalam
                                    rangka penjajakan implementasi strategi komunikasi AMPL di Sumatera Barat,
                                    Juni 2007.




   David Bobihoe Akib, Bupati Gorontalo


   "A     MPL itu sudah menjadi kebutuhan rakyat, jadi tidak mungkin daerah meng-
          abaikan. Ini kebutuhan dasar! Nah, keterlibatan masyarakat menjadi penting
   untuk meningkatkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap program ini".
      Pernyataan ini disampaikansaat menerima kunjungan WASPOLA dan Pokja AMPL Ka-
   bupaten Gorontalo, Maret 2007.




                                    Siti Komariyah, Bupati Pekalongan


                                    "P     rogram ini prorakyat dan kami memprioritaskan kepentingan rakyat, maka
                                           kami mendukung DAK Air Bersih dengan pendekatan penyiapan masyara-
                                    kat. Kedepannya program DAK dari pusat akan kami kembangkan dengan pende-
                                    katan berbasis masyarakat".
                                        Pernyataan ini dikemukakan saat menerima kunjungan lapangan peserta Lo-
                                    kakarya Konsolidasi Kebijakan Nasional, Februari 2007.




36 Percik 2007
   Agustus
S E PU TA R WA S P O L A




  Radjamilo, Bupati Kabupaten Jeneponto


  "P    embangunan MCK umum tidak pas karena tidak terpakai, saya minta Dinas
        PU untuk mengkaji ulang. Lebih baik dana 26 juta dipakai untuk membagi
  MCK rumah tangga, bisa jadi 13 unit dan terpakai".
     Hal itu dikatakan di hadapan sanitarian, bidan desa, camat, kepala dinas dan
  Pokja Daerah pada saat membuka lokakarya Pendalaman Kebijakan Nasional
  AMPL dan Indentifikasi Isu, Desember 2006.




                                    H. Ahmad Dimyati, Bupati Pandeglang

                                    "M      URI untuk program jambanisasi ini menjadi penghargaan yang harus
                                            memacu kami untuk melanjutkan program yang bagus ini kepada desa atau
                                    wilayah lain. Tidak hanya berhenti sebatas penghargaan saja, tetapi akan kami imple-
                                    mentasikan".
                                        Pernyataan ini keluar saat wawancara dalam jumpa pers penerimaan MURI
                                    Award kepada Kabupaten Pandeglang karena berhasil membangun jamban ter-
                                    banyak (sekitar 2000) selama satu tahun dengan swadaya masyarakat.




M. Jufri, Walikota Bukit Tinggi                                Masduki, Wagub Provinsi Banten




                        "B   agi Bukit Tinggi prio-
                             ritas pertama adalah
                                                                                         "U      ntirta sebagai pusat
                                                                                                 keilmuan di Banten
                                                                                         telah membuat terobosan
                      air minum karena keter-                                            dengan menggunakan sani-
                      batasan sumber daya air                                            tasi dasar sebagai Kuliah
                      yang diakibatkan ketidak-                                          Kerja Mahasiswa dalam kon-
                      sesuaian kerjasama dengan                                          teks pemberdayaan masya-
                      kabupaten lain".                                                   rakat. Saya akan memback-
                          Hal ini diungkapkan                                            up dan semoga ditiru uni-
                      Jufri pada lokalatih penyu-                                        versitas yang lain".
  sunan Renstra AMPL, Oktober 2006.)                                 Pernyataan ini diungkapkan pada pembukaan
                                                                  Lokakarya Pembekalan CLTS bagi Mahasiswa dan
                                                                  Dosen Unitirta, Juni 2007.




                                                                                                            Percik
                                                                                                     Agustus 2007    37
S E PU TA R A M P L



 Sosialisasi Permendagri Nomor 23 Tahun 2006 tentang Pedoman
  Teknis dan Tata Cara Pengaturan Tarif Air Minum pada PDAM

D
          epartemen Dalam Negeri beker-    negeri. Apalagi PDAM yang statusnya
          ja sama dengan Perpamsi me-      sebagai operator dalam penyediaan air
          nyelenggarakan lokakarya ber-    minum. Penyediaan dana bagi PDAM
tajuk "Sosialisasi Permendagri Nomor 23    adalah tugas Pemda setempat," tuturnya.
Tahun 2006 tentang Pedoman Teknis              Untuk mendapatkan pinjaman,
dan Tata Cara Pengaturan Tarif Air Mi-     PDAM mengajukan kepada Pemda dilan-
num pada PDAM", Kamis (5/7), di Ja-        jutkan ke Bappenas dan kemudian ke
karta. Permendagri ini sebagai pelaksana   Menkeu. Baru kemudian Menkeu me-
ketentuan Pasal 60 ayat (8) Peraturan      nyampaikan agar Pemda mengajukan
Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 ten-        rencana pinjaman kepada Menkeu.
tang Pengembangan Sistem Penyediaan            Sehubungan Permendagri yang baru
Air Minum.                                 ini dalam hal tarif PDAM, Dirjen Cipta
    Terkait kurangnya investor yang bia-   Karya Departemen PU Agus Widjanarko
sanya menjadi pemicu PDAM dalam            menyampaikan kebijakan pengembang-         dalam perhitungan biaya usaha dan biaya
mengubah tarif air minum, Perwakilan       an sistem penyediaan air minum (SPAM)      dasar sebagai dasar penentuan tarif yang
Ditjen Perbendaharaan Departemen Ke-       berdasarkan PP No. 16/2005 yang men-       diterapkan PDAM," ujarnya.
uangan, Direktur Pengelolaan Penerusan     jadi payung bagi Permendagri tersebut.         Dalam menyikapi problematika PDAM
Pinjaman, menyampaikan mekanisme               Eko Subowo dari Ditjen Otonomi         dalam penyesuaian tarif, yang paling uta-
penerusan pinjaman pemerintah pusat        Daerah, Depdagri, menyampaikan penje-      ma adalah adanya akuntabilitas dari
kepada pemerintah daerah yang dananya      lasan pedoman penetapan tarif PDAM         PDAM itu sendiri sehingga jika PDAM da-
dari luar negeri. "Berdasarkan PP No.      berdasarkan Permendagri No. 23 Tahun       pat meyakinkan setiap stakeholder, se-
2/2006, Pemda tidak diperkenankan          2006. "Hal utama dalam pembahasan ini      hingga penyesuaian tarif tersebut akan
melakukan pinjaman langsung ke luar        adalah penjelasan mengenai perubahan       mengikuti dengan sendirinya. FN


       Open Partnership Meeting Program Cuci Tangan Pakai Sabun
P    rogram Cuci Tangan Pakai Sabun
     (CTPS) merupakan inisiatif global
untuk mempromosikan suatu pernyataan
                                                                                      kan kompetensi masing-masing.
                                                                                          Hadir Suharman Noerman perwa-
                                                                                      kilan Corporate Forum for Community
bahwa kebiasaan mencuci tangan pakai                                                  Development (CFCD) yang membahas
sabun dapat mengurangi terjangkitnya                                                  rencana strategi investasi sosial dari su-
penyakit diare yang merupakan penyebab                                                dut pandang sebuah perusahaan dalam
utama kematian balita di berbagai negara                                              kaitannya dengan CTPS. "Kerjasama da-
dewasa ini. Untuk memperkuat penca-                                                   lam CTPS ini dapat meningkatkan keun-
paian sasaran, program ini dikemas da-                                                tungan sosial bagi perusahaan melalui
lam skema kemitraan pemerintah dan                                                    brand image sustainable profit yang pa-
swasta (public private partnership/PPP).                                              da akhirnya juga akan berujung pada ke-
    Untuk itu, Direktorat Penyehatan                                                  untungan finansial perusahaan," tutur-
Lingkungan, Ditjen Pengendalian Penya-                                                nya.
kit dan Penyehatan Lingkungan                                                             Berdasarkan pandangan CFCD, pe-
(PP&PL), Departemen Kesehatan meng-                                                   merintah dalam hal ini Menteri Kese-
gelar "Open Partnership Meeting: Pro-                                                 hatan dirasakan perlu duduk bersama de-
gram Cuci Tangan Pakai Sabun", Senin                                                  ngan para CEO perusahaan agar pro-
(9/7), di Gedung Depkes, Jakarta.          ISSDP (Indonesia Sanitation Sector De-     gram-program sanitasi seperti CTPS ini
    Acara ini dibuka Nugroho Tri Utomo     velopment Program). Ia menyampaikan,       dapat masuk dalam skema corporate so-
selaku perwakilan Bappenas dalam bi-       dalam kegiatan ini tiap pihak agar dapat   cial responsibility (CSR) perusahaan di
dang air minum dan air limbah dan juga     bekerjasama dalam kesetaraan berdasar-     masa yang akan datang. FN



 38 Percik 2007
    Agustus
S E PU TA R A M P L



            Pertemuan Jejaring Komunikasi AMPL Ke-2
U     ntuk keduakalinya Pokja AMPL
      dan WASPOLA mengadakan per-
temuan Jejaring Komunikasi AMPL se-
                                                                                               Dari hasil pemikiran kelompok perta-
                                                                                           ma, ditentukan dasar visi dan misi je-
                                                                                           jaring ini. Dari hasil brainstorming ke-
bagai tindak lanjut kesepakatan pada                                                       lompok pertama, visi jejaring ini adalah
pertemuan jejaring pertama, Kamis                                                          terbangunnya isu AMPL yang menjadi
(12/7), di ruang Sapta Taruna, Depar-                                                      arus utama kebijakan. Kelompok kedua
temen PU. Pertemuan ini atas partisi-                                                      dengan tugas menentukan bagaimana
pasi Plan Indonesia dan IHE.                                                               pengelolaan jejaring ini di kemudian hari,
    Dalam sambutannya, Handi B.                                                            mengusulkan untuk waktu yang akan
Legowo dari Direktorat Penyehatan                                                          datang yang akan mengurusi segala kebu-
Lingkungan & Permukiman, Ditjen                                                            tuhan jejaring ini dilakukan oleh suatu
Cipta Karya, Departemen PU mengata-                                                        sekretariat yang formal dan independen.
kan hasil temuan pada pertemuan jeja-                                                          Namun, berdasarkan jajak pendapat
ring pertama dimana strategi komunikasi antara pihak terkait      peserta di kelompok tiga, sebagai konsekuensinya setiap elemen
pembangunan AMPL masih kurang efektif. "Selain itu kerjasa-       yang ada dalam jejaring ini menyumbangkan resource-nya
ma dan kolaborasi di antaranya dirasakan masih belum terli-       misalnya dalam hal pendanaan untuk membantu sekretariat
hat," katanya.                                                    Pokja AMPL bisa turut menjalankan fungsi sebagai koodinator
    Agenda pertemuan difokuskan untuk memperkuat keber-           dalam jejaring ini.
adaan jejaring. Para peserta yang berasal dari unsur Pemerintah       Agenda utama lain, dilakukan penjajakan untuk menentukan
Pusat, LSM, PDAM, akademisi, dan media massa dibagi dalam         steering committee (SC) jejaring ini. Pada awalnya SC hanya berisi
tiga kelompok untuk menyusun identitas, pengelolaan, dan pro-     orang-orang yang berasal dari lima lembaga terpilih berdasarkan
gram jejaring. Setiap kelompok melakukan diskusi yang kemu-       suara terbanyak. Namun diputuskan SC terdiri tiap elemen dalam
dian hasilnya diplenokan dalam forum bersama.                     jejaring untuk mencapai keterwakilan suara tiap elemen. FN



                    Pelatihan Pengelolaan Data AMPL
D      alam rangka meningkatkan kapasi-
       tas perencanaan, monitoring, dan
evaluasi pembangunan sektor air minum
                                            digunakan untuk membekali peserta agar
                                            bisa mengolah data dengan lebih baik.
                                            Salah satu cara dengan memperkenalkan
                                                                                         tasikan data-data indikator pembangun-
                                                                                         an sosial secara terintegrasi, lintas sektor,
                                                                                         lintas wilayah geografis dan kelompok,
dan penyehatan lingkungan (AMPL), Ba-       software database DevInfo dengan ban-        lintas waktu serta lintas sumber data.
dan Perencanaan Pembangunan Nasio-          tuan fasilitator dari UNICEF Indonesia.      Melalui DevInfo, data-data indikator da-
nal (Bappenas) mengadakan "Pelatihan            DevInfo adalah sebuah software data-     pat dihubungkan dengan berbagai tujuan
Pengelolaan Data Air Minum dan Pe-          base untuk mengelola dan mempresen-          dan sasaran pembangunan, konvensi-
nyehatan Lingkungan". Acara yang                                                                   konvensi dan kerangka logis
berlangsung tiga hari, 18-20 Juli                                                                  program.
2007, bertempat di Gedung                                                                              Diharapkan pelatihan ini
Bappenas, Jakarta.                                                                                 dapat dikembangkan dan digu-
     Bagian pertama pelatihan dija-                                                                nakan dalam pengelolaan data
dikan perkenalan bagi peserta da-                                                                  yang lebih luas ditiap bidang
lam pengadaan data. Dalam sesi                                                                     selain AMPL. Selain itu, salah
yang berlangsung selama hari per-                                                                  satu peserta menyampaikan
tama ini diberikan pengenalan da-                                                                  ditahun mendatang pelatihan
sar-dasar metode penelitian. Penya-                                                                DevInfo ini dapat dimasukkan
ji dalam sesi ini dihadirkan seorang                                                               dalam anggaran salah satu ren-
ahli statistik dari Badan Pusat Sta-                                                               cana kegiatan daerah selanjut-
tistik (BPS).                                                                                      nya dalam pembangunan AMPL
     Hari kedua dan ketiga, yang me-                                                               setelah melihat kegunaan-kegu-
rupakan bagian utama pelatihan,                                                                    naan DevInfo. FN


                                                                                                                    Percik
                                                                                                             Agustus 2007     39
S E PU TA R A M P L



     Pelatihan Keterampilan Dasar Fasilitasi
D     irektorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa,
      Departemen Dalam Negeri kembali menggelar "Pelatihan
Keterampilan Dasar Fasilitasi" pada 23-27 Juli 2007, di Yog-
yakarta.
    Dalam sambutannya, Direktur Sumber Daya Alam & Tekno-
logi Tepat Guna, Ditjen PMD, Depdagri Johan Susmono menja-
barkan tujuan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan
kemampuan peserta dalam memahami, membuat, serta meng-
gunakan media fasilitasi untuk memotivasi dan memberikan
dorongan kepada masyarakat. "Hal ini dilakukan agar kita bisa
berperan aktif dalam setiap proses pembangunan," katanya.
    Pelatihan ini dihadiri 32 peserta yang berasal dari berbagai
instansi baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah,
yaitu Bappenas, Departemen Pekerjaan Umum, Bappeda, Dinas
Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan, dan Badan Pemberdayaan             Audiovisual PUSKAT, Yogyakarta.
Masyarakat.                                                            Peserta mengharapkan ada pelatihan khusus pembuatan
    Dalam pelatihan ini peserta mendapatkan materi keteram-         media fasilitasi sehingga dapat meningkatkan pengetahuan pe-
pilan dasar fasilitasi, meliputi komunikasi dalam fasilitasi, di-   serta mengenai media-media yang dapat dipakai dalam
namika kelompok, metode fasilitasi, memilih, membuat, dan           berkomunikasi dengan masyarakat tentang permasalahan air
menggunakan media fasilitasi. Para peserta berkesempatan            dan penyehatan lingkungan yang terdapat di daerah peserta
mengikuti praktek lapangan membuat media fasilitasi di Studio       masing-masing. RDD



 Workshop Perencanaan Strategi Komunikasi untuk Pembangunan AMPL
S    ejumlah peserta berdiskusi meru-
     muskan pesan kunci untuk menum-
buhkan kesadaran menyelamatkan ling-
                                             gram tersebut akan direalisasikan didu-
                                             kung anggaran tahun 2008.
                                                 Diskusi tersebut merupakan salah sa-
                                                                                         pala Biro Organisasi Provinsi Bangka
                                                                                         Belitung, mewakili Gubernur. Dalam pi-
                                                                                         datonya gubernur menegaskan agar pem-
kungan yang makin rusak di Bangka Be-        tu sesi dalam "Workshop Perencanaan         bangunan AMPL dapat berjalan dengan
litung. Kerusakan tersebut disinyalir ka-    Strategi Komunikasi AMPL" di Provinsi       lebih baik mengingat tingginya kebu-
rena penambangan yang merusak sum-           Kepulauan Bangka Belitung yang dise-        tuhan AMPL dan layanan yang masih be-
ber air, perilaku sanitasi yang buruk dari   lenggarakan pada 25-26 Juli 2007 oleh       lum optimal. "DPRD Provinsi juga telah
masyarakat, peran pemerintah yang            Pokja Provinsi.                             memberikan dukungan terhadap pro-
belum optimal di bidang air minum dan            Acara ini dibuka Drs Rasyimin, Ke-      gram ini," tegasnya.
penyehatan lingkungan (AMPL)                                                                                Selama dua hari work-
dan perhatian DPRD yang masih                                                                           shop yang difasilitasi tim
setengah-setengah.                                                                                      komunikasi WASPOLA ini
    Maka ketika inspirasi perma-                                                                        tidak hanya sekedar trans-
salahan tertuang menjadi pesan                                                                          fer ilmu komunikasi prak-
yang harus dikomunikasikan                                                                              tis, tetapi menggunakan
tercetus gagasan "Dicari pende-                                                                         prinsip komunikasi efektif
kar lingkungan, selamatkan dae-                                                                         "mendengar, melihat dan
rah kita sekarang juga!". Anggo-                                                                        sekaligus mengerjakan".
ta kelompok yang terdiri dari                                                                           Metode learning by doing
Pokja Provinsi, media massa dan                                                                         ini sekaligus memberikan
universitas menjadi antusias un-                                                                        pengalaman kepada peser-
tuk mengembangkan ide menja-                                                                            ta bagaimana menyusun
di salah satu strategi komunikasi                                                                       strategi komunikasi yang
yang taktis. Rencananya pro-                                                                            tepat sasaran. WH



 40 Percik 2007
    Agustus
S E PU TA R A M P L



                                        Festival Cinta Air
 Melatih Konservasi Sumber Daya Air
"K
           ampung kami sekarang sudah
           bersih,   sungainya      mulai
           jernih. Kami tidak lagi berak
di sungai. Enak deh pokoknya," tutur
Yayah (36), warga Kampung Wangkal,
Desa Kalijaya, Bekasi. Kondisi ini berkat
bimbingan Program Cinta Air yang
diprakarsai Coca-Cola Foundation In-
donesia (CCFI) dengan USAID/In-
donesia.
    Salah satu puncak acara adalah de-
ngan digelarnya Festival Cinta Air yang
dipusatkan di Taman Menteng, Jakarta
Pusat, pada Minggu (5/8). Tak hanya
warga Kampung Wangkal, pelajar SD                 Suasana meriah saat pelaksanaan Festival Cinta Air yang melibatkan warga dan
Negeri Sukadanau dan empat sekolah                                   pelajar di Bekasi. Foto: Bowo Leksono
menengah atas dari Bekasi, yaitu SMU
Negeri 2, SMU Negeri 6, SMU YPI 45,         tang pemeliharaan sumber air dan pe-          mengikuti lomba menghias tong sampah
dan SMU Al-Azhar 4 Kemang Pratama           ningkatan kualitas hidup. "Taman itu          serta kreasi dari barang-baran bekas. Tak
pun dilibatkan.                             penting bagi warga ibukota sebagai tem-       lupa dilakukan pula penanaman pohon
    Beragam kegiatan digelar. Para pela-    pat peresapan air dan area terbuka yang       sebagai simbol intervensi melakukan
jar yang tergabung dalam program Go         hijau," ujarnya.                              konservasi sumber daya air sekaligus
Green School (GGS)/Sekolah Hijau                Pada acara festival itu, masyarakat       bingkisan oksigen dari masyarakat Be-
menyuguhkan peragaan tentang ter-           sekitar dan pengunjung berkesempatan          kasi untuk Jakarta. Bowo Leksono
jadinya erosi, simulasi resapan air, kom-
pos, dan kertas daur ulang. Sementara di
atas panggung, warga Kampung Wangkal                  SEJARAH TAMAN MENTENG
dan pelajar SD Negeri Sukadanu berbagi
pengalaman dengan menyajikan hiburan
berupa kesenian lenong.
    Deputy Chief Executive CCFI Triyono
                                               S   ebelum menjadi taman kota, tem-
                                                   pat ini adalah sebuah Stadion Men-
                                               teng dengan kapasitas 10 ribu penon-
                                                                                          Jakarta dan paling bersejarah, baik
                                                                                          sejarah Kota Jakarta maupun perse-
                                                                                          pakbolaan di Jakarta dan Indonesia.
Prijosoesilo mengatakan, festival yang         ton. Lapangan sepakbola yang juga          Bahkan pada 1975, Surat Keputusan
merupakan bagian dari Program Cinta            markas Persija ini didirikan tahun 1921    Gubernur Jakarta Tahun 1975 mene-
Air ini sebagai wadah untuk menggam-           dengan nama Voetbalbond Indische           tapkan stadion ini sebagai salah satu
barkan keterlibatan masyarakat dan             Omstreken Sport (Viosveld).                kawasan cagar budaya yang harus
sarana pembelajaran dalam memelihara               Stadion ini dirancang arsitek Belan-   dilindungi.
sumber air dan memperbaiki kualitas            da, F.J. Kubatz dan P.A.J. Moojen. Du-         Dan pada masa pemerintahan Gu-
hidup. "Program ini sudah berjalan lebih       lu, digunakan sebagai pusat olahraga       bernur Sutiyoso, stadion bersejarah
dari satu tahun. Rencana selesai Agustus       orang-orang Belanda. Dalam perkem-         yang sudah berusia 84 tahun itu
2007 ini. Dan kita masih menggodog             bangannya, sejak 1961 dan hingga           dirobohkan dan dialihfungsikan menja-
wilayah dan sekolah mana yang hendak           sebelum menjadi Taman Menteng, sta-        di taman kota. Pada awalnya memang
mendapat bimbingan," ungkapnya.                dion ini digunakan sebagai tempat          menuai protes, tapi akhirnya protes
    Menurut Triyono, memilih Taman             berlatih dan bertanding tim Persija.       itu reda. Mungkin karena manfaat yang
Menteng sebagai tempat festival dimak-             Stadion sepakbola Persija ini men-     sudah mulai dirasakan dari keberadaan
sudkan memberikan sarana bagi ma-              jadi salah satu kebanggaan warga           Taman Menteng. BW
syarakat luas, khususnya warga ibukota,
untuk mendapatkan pengetahuan ten-


                                                                                                                     Percik
                                                                                                              Agustus 2007       41
S E PU TA R A M P L



             Promosi 7 Perilaku Hidup Sehat
J
       ari-jari lentik anak-anak itu dibasuh di bawah kran air       Koordinator program Senyum Fadillah Effendi kepada Percik
       yang berjajar. Kemudian mereka mengambil sabun dan        mengatakan program ini bertujuan mengurangi angka kekurangan
       membilas kembali. Setelah                                                        gizi pada balita di wilayah perkotaan
dirasa bersih, sebuah handuk kecil                                                      miskin. "Rendahnya perilaku pengasuhan
diambil untuk mengeringkannya.                                                          anak yang rendah berpengaruh terhadap
    Demikian       perlombaan     Cuci                                                  kesehatan balita," katanya.
Tangan Pakai Sabun (CTPS) puluhan                                                           Berdasarkan penelitian lembaga ini,
anak-anak di permukiman miskin RW                                                       pada Oktober 2005 di 17 kelurahan di
09, Kelurahan Angke, Kecamatan                                                          Jakarta Barat, Pusat dan Utara dike-
Tambora, Jakarta Barat, Rabu (13/8).                                                    tahui perilaku pengasuhan yang benar
Kegiatan yang dipelopori Mercy                                                          terhadap anak masih berada dalam
Corps, sebuah lembaga non-pemerin-                                                      tingkat yang rendah. Ditemukan peri-
tah, ini juga menggelar lomba balita                                                    laku buang air besar (BAB) di WC 44,5
sehat, mewarnai gambar, menyusun                                                        persen, pemberian ASI lanjutan (6-24
piramida makanan, dan variasi ma-                                                       bulan) 65,2 persen, kehadiran di
kanan sehat.                                                                            Posyandu 1,94 persen, perilaku pem-
    Tidak hanya warga RW 09,                                                            berian makanan beragam (nasi, sayur,
puluhan warga dari RW lain pun turut                                                    dan lauk-pauk) untuk anak usia 6-24
memeriahkan acara tersebut dengan                                                       bulan hanya sebesar 25,5 persen.
memadati sepanjang jalan di bantaran                                                        Untuk itu sejak satu tahun silam,
kali Item. Kegiatan yang sekaligus                                                      Mercy Corps mempromosikan tujuh
untuk memeriahkan Agustusan ada-                                                        perilaku hidup sehat yaitu, cuci tangan
lah bagian dari kampanye perubahan                                                      sebelum makan, cuti tangan setelah
perilaku yang dipromosikan Mercy                                                        BAB, pemberian ASI sampai anak ber-
Corps melalui program Senyum (Sehat dan Nyaman untuk             usia 2 tahun, pemberian makanan bervariasi, jajanan sehat,
Masyarakat).                                                     BAB di WC, dan ke Posyandu setiap bulan. BW


                    Seminar "Air dan Kelestarian Lingkungan"

S
       ecara umum krisis air di beberapa                                              pengaturan tentang pelestarian potensi,
       wilayah     Indonesia      sangat                                              pemanfaatan, distribusi maupun kelem-
       dirasakan dewasa ini. Pesatnya                                                 bagaan," tutur Ully yang juga seorang
peningkatan jumlah penduduk, pemba-                                                   penyanyi itu.
ngunan permukiman, pertanian dan                                                          Ully menambahkan, sangat perlu
industri telah meningkatkan penggunaan                                                adanya gerakan masyarakat yang me-
air sehingga menyebabkan terjadinya                                                   ngacu pada tindakan nyata pelestarian air
kelangkaan air.                                                                       dan lingkungan di kawasan hulu/pegu-
    Demikian yang terungkap pada                                                      nungan darimana air mengalir menuju
Seminar Pengelolaan Sumber Daya Air                                                   kawasan hilir.
Terpadu bertema "Air dan Kelestarian                                                      Peningkatan kebutuhan air juga dinya-
Lingkungan" yang digelar Kemitraan Air                                                takan I Gede Wenten dari Departemen
Indonesia (KAI) dan Global Water                                                      Teknik Kimia ITB. Menurutnya selain
Partnership (GWP), Kamis (6/9), di kom-                                               kebutuhan domestik, air juga dibutuhkan
plek Departemen PU, Jakarta.                                                          untuk industri. "Untuk mengatasi kebu-
    Ketua Yayasan Garuda Nusantara,        air cenderung meningkat sejalan perkem-    tuhan air bagi industri, reklamasi sum-
Ully Hary Rusady sebagai salah satu        bangan penduduk dan pembangunan.           ber-sumber air merupakan salah satu
pembicara memaparkan, ketersediaan             "Agar kebutuhan air dapat tercukupi    cara, disamping sistem pengolahan lim-
sumber daya air sebagai air baku tidak     secara berkelanjutan, maka diperlukan      bah dengan konsep guna-ulang," ungkap-
pernah bertambah sementara kebutuhan       upaya pengelolaan yang memadai baik        nya. BW



 42 Percik 2007
    Agustus
S E PU TA R A M P L


                    Roadshow Program AMPL
                di Wilayah Indonesia Bagian Timur
L    okakarya Rencana Pemilihan Kabupaten untuk Program
     Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis
Masyarakat di Wilayah Indonesia Bagian Timur digelar 8-9
Agustus 2007. Kegiatan ini merupakan bagian kerjasama RI-
UNICEF.
   Sebagai bagian dari kerjasama tersebut, Bappenas berkoor-
dinasi dengan departemen teknis terkait (Departemen PU,
Departemen Kesehatan, Departemen Dalam Negeri, De-
partemen Pendidikan Nasional) sedang menyiapkan program
penyediaan air minum dan penyehatan lingkungan Wilayah
Indonesia Bagian Timur. Pendanaan dari program ini berasal
dari bantuan hibah Pemerintah Belanda dan Swedia.
   Tujuan dari program ini adalah meningkatkan kesehatan
dan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan higienis dan                          Foto: Bowo Leksono
peningkatan akses air minum dan sanitasi. Terdapat tiga kom-
ponen program yaitu penyediaan air, perbaikan sanitasi dan      melayani 320 ribu penduduk.
pengembangan higinitas pada daerah perdesaan, daerah kumuh         Hasil-hasil lokakarya meliputi longlist kabupaten yang men-
perkotaan dan sekolah khususnya bagi masyarakat berpenda-       jadi calon penerima bantuan Program WES (Water and
patan rendah secara partisipatif.                               Environmental Sanitation) UNICEF. Longlist kabupaten ini
   Telah disepakati untuk melaksanakan program ini di 6         yang akan diundang dalam Roadshow Kabupaten di ibukota
propinsi yaitu Provinsi NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Maluku,     provinsi masing-masing untuk ditawari program tersebut de-
Papua Barat, dan Papua. Ditargetkan program akan berlang-       ngan tetap menyertakan sejumlah kontribusi sebagai bagian
sung minimal 25 kabupaten yang akan mencakup 180 desa dan       dari rasa kepemilikan program ini di daerah. GT




  Pelatihan Keterampilan Fasilitasi Dasar Region Timur
S    ebagai lanjutan penyelenggaraan
     Orientasi MPA/PHAST di Makassar,
dalam mendukung program Pamsimas,
                                           sa, memahami etika seorang fasilitator,
                                           mengetahui cara berkomunikasi dalam
                                           sebuah fasilitasi, memahami dinamika
                                                                                      metode CLTS sebagai bagian dari ske-
                                                                                      nario praktek di lapangan.
                                                                                          Dari hasil evaluasi di lapangan,
Ditjen PMD Depdagri mengadakan Pe-         sebuah kelompok yang meungkin ada di       muncul kekhawatiran terjadinya masalah
latihan Keterampilan Fasilitasi Dasar di   masyarakat, memahami metode fasilitasi     lain dari adanya CLTS yaitu pencemaran
Lombok, 29 Agustus-2 September 2007.       dan media komunikasi, serta memahami       air tanah oleh jamban-jamban yang
    Direktur SDA & TTG Dep-                                                                     hanya dibuat sekedarnya apala-
dagri, Johan Susmono mema-                                                                      gi jika tanpa pengawasan.
parkan latar belakang pelak-                                                                         Seorang fasilitator harus
sanaan pelatihan ini berdasarkan                                                                mengetahui kondisi ekonomi
kondisi lemahnya pemerintah                                                                     daerah yang akan dipicu me-
dalam melakukan komunikasi                                                                      lalui CLTS. Praktek pemicuan
pembangunan AMPL yang ber-                                                                      untuk pembangunan jamban
ujung pada tidak adanya keber-                                                                  yang sebenarnya disesuaikan
lanjutan.                                                                                       kemampuan ekonomi ma-
    Pelatihan dibagi dalam dua                                                                  syarakat. Fasilitator juga perlu
bagian, yaitu di kelas dan di la-                                                               mengetahui kondisi daerah
pangan. Di kelas, para peserta                                                                  sebagai referensi jamban yang
dilatih bagaimana melakukan                                                                     bisa digunakan di daerah pe-
pendidikan kepada orang dewa-                         Foto: Afif Nu’man                         micuan. FN


                                                                                                                 Percik
                                                                                                          Agustus 2007    43
PROGRAM


                                                                                         tak sekedar membutuhkan hobi tapi juga

    SMK Negeri 1 Surabaya                                                                minat, kesadaran, dan keikhlasan yang
                                                                                         tinggi. Dan bisa dipastikan tidak semua
                                                                                         sekolah mempunyai ekskul bidang ini.




        Menuju Sekolah
                                                                                             Tapi bagi SMK (Sekolah Menengah
                                                                                         Kejuruan) Negeri 1 Surabaya, ekskul ten-
                                                                                         tang kebersihan dan kesehatan mendapat
                                                                                         tempat di sekolah yang terletak di daerah
                                                                                         Wonokromo, Kota Surabaya.




           Berbasis
                                                                                             Kegiatan ini tidak hanya diminati
                                                                                         siswa namun juga menjadi perhatian
                                                                                         pihak sekolah. "Kami memilih kader-
                                                                                         kader lingkungan di sekolah ini dengan
                                                                                         seleksi yang cukup ketat yang dibantu




         Lingkungan
                                                                                         sepenuhnya oleh OSIS," ujar Wakil
                                                                                         Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Drs.
                                                                                         Suharto kepada Percik di ruang ker-
                                                                                         janya beberapa waktu lalu.
                                                                                             Saat ini, SMK dengan total siswa
                                                                                         2.405 ini telah memiliki kader lingkung-
                                                                                         an sejumlah 120 siswa untuk memotivasi



E
       kstrakulikuler (ekskul) di sekolah    terkadang dianggap 'kelas kedua' bagi pi-   dan memberi contoh siswa-siswa lain.
       adalah wadah penyalur hobi            lihan siswa.                                "Penjaringan minat terhadap kegiatan ini
       siswa. Olahraga dan kesenian              Kegiatan seperti kebersihan dan         dilakukan saat Masa Orientasi Siswa
adalah dua bidang yang kerap paling          penyehatan lingkungan sekolah akan          (MOS) baru pada awal tahun pelajaran,"
banyak diminati para siswa. Kegiatan lain    jauh dari peminat. Karena kegiatan ini      ungkap Suharto. Setelah terjaring, calon-
                                                                                         calon kader itu mendapat bimbingan dari
                                                                                         guru-guru pembimbing yang sudah men-
                                                                                         dapat pelatihan lingkungan.
                                                                                              Uniknya, jenis kegiatan ini tidak
                                                                                         dinamakan ekstrakulikuler namun pokja
                                                                                         (kelompok kerja) berdasarkan surat
                                                                                         keputusan kepala sekolah. Terbagi men-
                                                                                         jadi tiga, yaitu pokja penghijauan, pokja
                                                                                         kebersihan, dan pokja kesehatan.
                                                                                         Masing-masing mempunyai tugas yang
                                                                                         saling berkaitan. Setiap pokja terdiri dari
                                                                                         pengurus berjumlah delapan.

                                                                                         Kendala
                                                                                             SMK dengan delapan jurusan yaitu,
                                                                                         sekretaris, akuntasi, penjualan, multime-
                                                                                         dia, televisi, animasi, perangkat lunak,
                                                                                         dan telekomunikasi (yang merupakan
                                                                                         gabungan antara SMEA dan STM) ini,
                                                                                         menerapkan kebiasaan bekerja bakti
                                                                                         pada setiap hari Jumat selama satu jam
                                                                                         pelajaran.
                                                                                             Diakui Suharto, pada awalnya sangat
                                                                                         sulit mencari kader masuk ke pokja-pokja
                                                                                         untuk membuat sekolah seluas dua hek-
    Sudut sekolah yang dimanfaatkan untuk model pengolahan sampah Segitiga Angin.        tar ini hijau dan bersih. "Saat di SMP,
                                 Foto: Bowo Leksono                                      siswa tidak dikenalkan dengan kegiatan



 44 Percik 2007
    Agustus
PROGRAM




                            Ekskul kebersihan dan penyehatan lingkungan menjadi pilihan favorit di sekolah ini.
                                                          Foto: Bowo Leksono


semacam ini karena itu kurang peminat-         hal untuk mempersiapkan sebuah lomba            Jawa Timur, seperti Lomba UKS (Unit
nya," ujarnya.                                 membutuhkan dana ratusan juta," tutur           Kesehatan Sekolah) dan Toyota Eco
    Tidak hanya itu, sekolah yang selalu       Suharto.                                        Youth. Dan biasanya untuk maju ke
langganan banjir karena letaknya yang                                                          tingkat nasional, sekolah ini gagal karena
lebih rendah dari daerah lain ini menjadi      Prestasi sekolah                                daerah langganan banjir.
kendala tersendiri. "Biasanya setiap ada          SMK Negeri 1 Surabaya adalah seko-               Untuk kegiatan pokja-pokja ini, dana
lomba kebersihan, kami pasti terbentur         lah yang berlangganan mendapat peng-            dialokasikan secara khusus dari sekolah
kendala penanganan banjir. Apalagi se-         hargaan sekolah bersih dari berbagai            dan iuran siswa setiap awal tahun pela-
ring penilaiannya saat banjir tiba, pada-      lomba kebersihan di tingkat Provinsi            jaran. "Setiap siswa baru ditarik uang Rp
                                                                                               3 ribu saat MOS, setiap kelompok siswa
                                                                                               diwajibkan membawa tanaman obat-obat
                                                                                               keluarga (toga), bunga, buah, dan tanam-
                                                                                               an peneduh," ungkap Suharto.
                                                                                                   Devi Permatasari, salah satu kader
                                                                                               lingkungan SMK N 1 Surabaya yang juga
                                                                                               menjabat sebagai wakil ketua pokja
                                                                                               kebersihan mengatakan sangat senang
                                                                                               masuk kegiatan ini. "Saya jadi bisa bela-
                                                                                               jar hidup berdisiplin di sekolah dan juga
                                                                                               mendapat pengalaman dengan belajar
                                                                                               membuat kompos," katanya.
                                                                                                   Dengan bimbingan guru, siswa-siswa
                                                                                               juga diajarkan mengelola kompos baik
                                                                                               dengan teknologi yaitu metode “segitiga
                                                                                               angin” maupun manual untuk dipergu-
                                                                                               nakan di lingkungan sekolah dan
                                                                                               lingkungan sekitar sekolah. Sekolah ini
                                                                                               sudah sejak tahun 2001 menerapkan pro-
                                                                                               gram sekolah berbasis lingkungan seba-
          Tugu peringatan bebas asap rokok yang berada di pintu gerbang sekolah.               gai salah satu syarat 'sekolah rintisan
                                   Foto: Bowo Leksono                                          internasional'. Bowo Leksono


                                                                                                                         Percik
                                                                                                                  Agustus 2007    45
A BS T R A K S I



      Studi Alternating Upflow Anaerobic
            Double Filtration (AUAF)
      dalam Mengolah Limbah Domestik

A
         lternating upflow anaerobic        semacam ini memberikan kondisi yang              Karena AUAF menggunakan air lim-
         double filtration (AUAF) pada      lebih dominan kepada proses hidrolisis di    bah domestik dengan waktu tinggal seki-
         dasarnya merupakan hibrid atau     reaktor pertama dan proses methanoge-        tar 5 (lima) jam, keadaan ini membuk-
turunan dari unit pengolahan upflow         nis di reaktor ke dua. Dengan demikian,      tikan bahwa sistem anaerobik juga
anaerobik filter (UAF). Filter pada         kinerja dari UAF benar-benar lebih dapat     mampu mengolah limbah organik de-
dasarnya terbuat dari bahan keramik         ditingkatkan lagi.                           ngan kadar COD rendah (± 300 mg/l)
berbentuk cincin dengan diameter luar           Penukaran aliran dimana reaktor per-     dalam waktu yang relatif singkat.
tidak lebih dari 0,8 cm dan diameter        tama ditukar menjadi reaktor kedua pada          Biogas yang dihasilkan ternyata juga
dalam tidak lebih dari 0,6 cm. Dengan       saat kinerja reaktor tercatat menurun        mempunyai kadar CO2 yang tidak lebih
terbuat dari keramik maka mikroorganis-     karena adanya berbagai hal (khususnya        dari 20 persen selama hampir 300 hari
me yang menempel (attached), dalam hal      buntu), ternyata memang dapat mening-        reaktor ini dijalankan dengan berbagai
ini kelompok bakteria, akan lebih cepat     katkan kinerja reaktor kembali ke kondisi    beban kejut (shock loading) yang
tumbuh dan dapat memperpendek waktu         semula secara cepat.                         dilakukan.
start-up dari instalasi (reaktor).              Keadaan ini membuktikan bahwa
    Bentuk seperti cincin dengan panjang    penukaran proses dari hidrolisis ke me-                            Disarikan dari disertasi
                                                                                                Eddy Setiadi Soedjono di Birmingham
tidak lebih dari 0,8 cm juga memberikan     thanogenesis dan sebaliknya dapat ber-          University Inggris. Eddy Setiadi Soedjono
tempat yang lebih luas untuk tumbuhnya      langsung dengan sangat mudah, mes-             adalah dosen Senior Teknik Lingkungan ITS
bakteri. Rongga semacam itu juga mem-       kipun kondisi ini terjadi pada reaktor           Surabaya dan Sekretaris Unit Pengkajian
                                                                                                       Pengembangan Potensi Daerah
berikan bakteri dari kelompok suspended     anaerobik yang konon dipercayai punya                   (UP3D) - Lembaga Penelitian dan
juga dapat tumbuh. Dengan demikian,         kinetika yang jauh lebih rendah dari reak-                Pengabdian kepada Masyarakat
UAF semacam ini merupakan gabungan          tor aerobik.                                                                   (LPPM) ITS
dari sistem suspended dan attached
growth.
    Dengan menempatkan filter di bagian
atas saja, dalam hal ini hanya sebagian
reaktor yang dipenuhi filter keramik,
maka bagian bawah filter ditumbuhi bak-
teri suspended sebagaimana hal yang ter-
jadi pada upflow anaerobik sludge blan-
ket (UASB) yang bisa jadi sistem ini jauh
lebih dikenal di Indonesia.
    UAF yang filternya hanya separuh ini
ternyata akhirnya merupakan gabungan
antara UAF dan UASB yang pada dasar-
nya penggabungan sistem attached dan
suspended growth secara keseluruhan.
Tentu saja sistem ini menjadi unggul
karena dapat menggabungkan ke dua sis-
tem pengolahan anaerobik yang ada.
    Karena merupakan double-filtration,
maka tersedia 2 (dua) unit reaktor,
dimana efluen dari reaktor yang satu                     Masih banyak rumah warga yang membuang limbahnya ke sungai.
masuk ke reaktor yang lain. Pemisahan                                        Foto: Bowo Leksono




 46 Percik 2007
    Agustus
K L I N I K I AT P I

        Majalah Percik bekerja sama dengan Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia, membuka rubrik Klinik.
                                Rubrik ini berisi tanya jawab tentang air minum dan penyehatan lingkungan.


                                    Pertanyaan dapat disampaikan melalui redaksi Majalah Percik
                  Kontributor: Sandhi Eko Bramono (Sandhieb@yahoo.com), Lina Damayanti (Ldamayanti@yahoo.com)




                       Air Limbah
Tanya :
    Saat saya membeli rumah saya, ternyata tidak terdapat tang-
ki septik untuk mengolah air limbah domestik (semua buangan
domestik langsung masuk ke saluran pembuangan di luar atau
got). Lahan yang tersedia di rumah saya sangat terbatas dan
sepertinya memang tidak memungkinkan untuk membangun
tangki septik. Namun saya berencana membuat bak penampung
kaporit (Ca(ClO)2) untuk membubuhkannya sebelum air lim-
bah tersebut masuk ke got. Apakah cara ini cukup efisien dan
efektif ?
                                                         Eng Tat,
                                                           Medan


Jawab :                                                                                      Foto: Bowo Leksono
    Teknik pembubuhan desinfektan sebenarnya dilakukan
untuk proses oksidasi, khususnya senyawa organik dan mikro-                                 Persampahan
organisme patogen yang terkandung dalam air limbah. Hanya            Tanya :
saja, pengolahan dengan cara ini (proses kimiawi) relatif lebih          Saya saat ini sedang mengembangkan pengomposan skala
mahal ketimbang pengolahan limbah secara umum yang meng-             rumah tangga di rumah saya, dengan menggunakan sampah
gunakan proses biologi. Proses biologi yang terdapat pada peng-      sisa makanan. Karena jarak yang cukup jauh dan keterbatasan
olahan air limbah, bertujuan untuk mengurangi kandungan              biaya untuk memeriksakan kompos yang saya produksi ke labo-
senyawa organik secara signifikan, sehingga di akhir proses,         ratorium, maka sangat sulit bagi saya untuk mengetahui
penyempurnaan proses dapat dilakukan dengan pembubuhan               kematangan kompos yang ada. Apakah ada cara visual yang
desinfektan dalam dosis yang lebih rendah. Dengan kata lain,         relatif mudah untuk mengetahui kompos yang sudah matang ?
proses desinfeksi merupakan proses tambahan (hanya sebagai                                                               Simandjuntak,
polishing process) untuk menyempurnakan proses sebelumnya,                                                             Pematang Siantar
yang memberikan biaya pengoperasian total secara lebih hemat.
Dengan penggunaan proses kimiawi saja (seperti yang akan                 Untuk mengetahui kematangan kompos secara visual, dapat
anda lakukan), maka dosis desinfektan yang dibutuhkan menja-         dilakukan beberapa cara (meskipun kurang akurat), tanpa mela-
di sangat banyak, untuk menghasilkan kualitas air limbah tero-       kukan pemeriksaan laboratorium. Umumnya kompos yang su-
lah yang sama dengan kualitas pengolahan yang didahului de-          dah matang ditandai dengan suhu yang sudah mendekati suhu
ngan proses biologi, serta biaya yang dibutuhkan menjadi sa-         lingkungan (setelah mengalami kenaikan suhu sebelumnya), ti-
ngat tinggi. Selain itu, terdapat peluang pembentukan senyawa        dak ada lagi bau (karena senyawa organik sudah teroksidasi
karsinogenik (senyawa pencetus penyakit kanker) yang berle-          menjadi senyawa anorganik), tidak ada lagi pertumbuhan larva
bihan, yang dikenal sebagai senyawa Tri Halo Methane (THM)           atau mengundang serangga seperti lalat dan lipas (karena se-
akibat reaksi senyawa organik kadar tinggi dengan kaporit. Hal       nyawa organik yang menjadi makanan serangga sudah teroksi-
ini cukup membahayakan, mengingat senyawa ini akan masuk             dasi menjadi senyawa anorganik), serta munculnya bercak putih
ke got, mengalir ke sungai, yang akhirnya menjadi sumber air         keabu-abuan pada kompos (merupakan pertumbuhan jamur
minum untuk air baku PDAM.                                           Actinomycetes sp., yang mengkonsumsi senyawa berikatan de-
    Untuk mengatasi permasalahan di rumah Anda, pengguna-            ngan NO3- hasil degradasi senyawa berikatan dengan NH4+).
an tangki septik tetap dibutuhkan. Namun anda dapat menyi-               Cara yang akurat tentu saja dengan pemeriksaan di laborato-
asatinya untuk membuat tangki septik bersama (komunal) de-           rium, yang mencakup pemeriksaan penurunan kadar Chemical
ngan beberapa rumah di sekeliling Anda, yang belum memiliki          Oxygen Demand (COD), penurunan kadar Volatile Suspended
tangki septik. Pengelolaannya juga menjadi tanggung jawab            Solid (VSS), penurunan kadar C / N, penurunan senyawa ber-
bersama seluruh pemanfaat tangki septik tersebut.                    ikatan NH4+, serta peningkatan senyawa berikatan NO3.


                                                                                                                      Percik
                                                                                                               Agustus 2007    47
I N F O B U KU



        Menuju Sekolah Berwawasan Lingkungan
M      asalah lingkungan hidup
       adalah masalah bersama.
Hanya dengan menjadikan ini
                                                                        Judul
                                                                GO GREEN SCHOOL:
                                                                                            tuk menginternalisasikan nilai-
                                                                                            nilai lingkungan ke dalam seluruh
                                                                                            aktifitas sekolah. Konsep sekolah
kepedulian dan upaya bersama,                                 MENUJU SEKOLAH HIJAU          hijau yang dikembangkan oleh
sumberdaya alam, manusia masih                                         Penulis:             Program GGS dapat dilihat dalam
dapat berharap bahwa alam dan                                                               buku ini.
                                                                 Tim Perumus Konsep
sumberdayanya bisa terselamatkan.                                                               Buku dengan tebal 16 halaman
Di sinilah sekolah diharapkan dapat                            Go Green School (GGS)        ini berisi penjelasan mengenai
menjalankan peran kunci, untuk                                        Penerbit:             Sekolah Hijau, kerangka program
membangkitkan kepedulian ling-                                  Jakarta, KEHATI, 2006       Sekolah Hijau (indikator dan taha-
kungan pada generasi muda sebagai                                       Tebal:              pannya) serta satu buah contoh
calon pengambil keputusan di masa                                    16 halaman             program Sekolah Hijau serta
mendatang.                                                                                  kegiatannya.
                                                               (cetakan kedua, revisi)
    Untuk mendukung upaya-upaya                                                                 Diharapkan dengan buku ini,
sekolah di Indonesia menuju "Se-                                                            sekolah yang menerapkan pro-
kolah Hijau" (Green School) dan                                                             gram GGS menjadi sekolah yang
mendorong perilaku ramah lingkungan       pertimbangan bahwa pertumbuhan ma-          berwawasan lingkungan dan warganya
dalam kehidupan sehari-hari yang dimu-    syarakat perkotaan sangat pesat.            memiliki kesadaran lingkungan serta
lai dari sekolah, maka digulirkan pro-       Sekolah Hijau yaitu sekolah yang         mewujudkannya melalui perilaku yang
gram Go Green School. Program ini ditu-   memiliki komitmen dan secara sistematis     ramah lingkungan untuk meningkatkan
jukan bagi sekolah di perkotaan dengan    mengembangkan program-program un-           mutu hidup. BW




                            Belajar Sampah Sejak Dini
B
        uku bertajuk "Per-                                                                         an. Pada bab II, tibalah
        jalanan si Hijau" ini                                            Judul                     anak-anak di Pulau Kelapa
        berupa paket modul                                     PERJALANAN SI HIJAU                 untuk kemudian bermain
untuk siswa Sekolah Dasar,                                               Penulis:                  penyelamat pulau di bab III.
berisi gambaran kegiatan                                                Tim Modul                  Anak-anak bertemu dengan
dan informasi yang terkait                                        "Perjalanan si Hijau"            Pak Jain di bab IV dan mere-
persoalan sampah. Modul                                                 Penerbit:                  ka belajar mengelola sam-
yang diperuntukkan bagi                                         Jakarta, Yayasan KEHATI            pah sampai akhirnya mere-
siswa kelas 5 dan 6 Sekolah                                               Tebal:                   ka berhasil membuat kom-
Dasar ini dikemas dengan                                               36 halaman                  pos yang menyuburkan
cerita yang sangat menarik                                                                         tanah di bab V dan membu-
dan disertai ilustrasi/gam-                                                                        at kerajinan tangan dari
bar-gambar dengan warna                                                                            sampah di bab VI. Semua itu
yang penuh.                                                                                        kemudian bisa dinikmati
    Buku yang bermateri sampah ini        Dasar yang berada di pinggir pantai saja.   dengan cara dipamerkan di bab VII.
menjadi panduan siswa untuk mata pela-    Pembahasan materi sampah dalam buku             Buku berupa modul ini tak akan
jaran muatan lokal (mulok) Sekolah        modul ini dikemas universal yang mudah      berguna sama sekali bila tidak diajarkan
Dasar di Kabupaten Administrasi Kepu-     dipahami oleh anak-anak.                    terlebih dipraktekan pada siswa. Me-
lauan Seribu, DKI Jakarta.                   Terdiri dari tujuh bab dan beberapa      nariknya, di Kabupaten Administrasi
    Karena itu, cerita dan gambar yang    tambahan tentang ulasan seluk-beluk         Kepulauan Seribu, materi sampah ini
ada berlatar laut dan pantai.             sampah. Dibuka dengan salam perke-          menjadi mata pelajaran muatan lokal.
    Namun, tidak berarti buku ini hanya   nalan dan memasuki bab I mengajak           Patut diikuti Sekolah Dasar lain di selu-
untuk petunjuk bagi siswa-siswa Sekolah   anak-anak mengarungi sungai dan laut-       ruh Indonesia. BW



 48 Percik 2007
    Agustus
INFO SITUS


        Klub Tunas Hijau                      rakat.
    http://www.tunashijau.org/                    Sasaran program-program yang
                                              dijalankan PPLH Bali adalah masyarakat
                                              luas mulai anak-anak hingga yang de-
                                              wasa. PPLH Bali bekerja dengan semua
                                              lapisan masyarakat seperti pelajar, guru,
                                              lembaga pemerintah maupun non-pe-
                                              merintah dan juga individu-individu
                                              yang mempunyai kepedulian terhadap
                                              lingkungan dan pemberdayaan masya-
                                              rakat.
                                                  Berbagai info program, kegiatan, info
                                              lingkungan, dan yang paling menarik info
                                              perpustakaan seputar lingkungan bisa
                                              diperoleh di situs ini.
                                                  Berdiri sejak 14 Juni 1997, PPLH Bali
                                              menjalin hubungan kerja sama dengan            Yaysan KEHATI, The Centre for The

S    itus ini berisi bermacam informasi
     seputar kegiatan di dunia lingkungan
hidup yang melibatkan anak-anak.
                                              lembaga pemerintah maupun non-
                                              pemerintah, dengan masyarakat lokal
                                              dan internasional. Yang menjadi inti dari
                                                                                          Betterment of Education (CBE), dan
                                                                                          Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI)
                                                                                          menggulirkan program Go Green School
Melalui berbagai menu seperti program         program yang dijalankan PPLH Bali ini       (GGS) untuk memotivasi sekolah, khu-
kegiatan, galeri foto, poster, komik, lagu,   adalah pendidikan lingkungan dan pen-       susnya sekolah menengah tingkat atas
jaringan sekolah hijau, dan informasi         dampingan masyarakat.                       menjadi "sekolah hijau".
lainnya. Situs ini dikelola oleh Klub
Tunas Hijau (KTH), sebuah organisasi                                                                Perkumpulan
lingkungan hidup non-profit, yang besar
dari the young people yang berbasis di
                                                                                                    Sekolah Hijau
                                                                                              http://www.greenschools.net
Surabaya. KTH berawal dari pengiriman
5 orang Pramuka dari Jawa Timur ke
Australia Maret 1999. Sejak itu, KTH
terus konsisten dalam melakukan upaya-
upaya nyata untuk membantu lingkung-
                                                                                          S    itus ini milik Perkumpulan Sekolah
                                                                                               Hijau yang berdiri pada 2004 oleh
                                                                                          para orang tua yang merasa prihatin
an hidup menjadi lebih baik. KTH selalu                                                   bagaimana lingkungan hidup bagi anak-
melibatkan lembaga swasta dalam melak-                                                    anak mereka kelak. Kemudian bersama-
sanakan program-programnya. Dengan                                                        sama mengusulkan pada tiap sekolah
prinsip hubungan simbiosis mutualisme                                                     untuk menciptakan sekolah sehat di
kerjasama terus dikembangkan. KTH                                                         Amerika Serikat. Informasi berupa berita
rutin melakukan kegiatan ke sekolah-                                                      dan artikel seputar sekolah hijau terdapat
sekolah dan daerah-daerah lain di luar                                                    di sini. BW
Kota Surabaya.

                                                      Yayasan KEHATI
             PPLH Bali                            http://www.kehati.or.id/GGS
      http://www.pplhbali.or.id


S   elamat datang di pusat pendidikan
    lingkungan hidup. Demikian tampil-
                                              I  nformasi sekitar "sekolah hijau" atau
                                                 green school terdapat pada situs ini.
                                              Situs lingkungan ini milik Yayasan
an awal situs milik Pusat Pendidikan          KEHATI (Keanekaragaman Hayati),
Lingkungan Hidup Bali yang lebih dike-        sebuah lembaga penyandang dana yang
nal dengan nama PPLH Bali. Ini sebuah         bersifat nirlaba, mandiri dan peduli ter-
lembaga non-pemerintah yang nirlaba           hadap kelestarian keanekaragaman ha-
dan bergerak dibidang pendidikan              yati Indonesia dan manfaatnya yang
lingkungan dan pendampingan masya-            berkelanjutan, adil dan merata.


                                                                                                                    Percik
                                                                                                             Agustus 2007    49
INFO CD



                                         Air Kehidupan
"K
              alau musim kemarau                                                           dorong      manusia      untuk  lebih
              panjang mencari air                                                          mendekati pencipta-Nya. Ketika karu-
              susah, berjalan berkilo-                                                     nia air hujan diturunkan sebagai
kilo," ucap seorang ibu warga Desa                                                         pelipur lara setelah kesedihan yang
Sumberharjo, Kabupaten Wonogiri,                                                           berkepanjangan.
Provinsi Jawa Tengah di saat musim                                                             Air hujan turun. Penduduk pun tak
kemarau melanda.                                                                           menyia-nyiakan, memanfaatkan tiap
    Di desa itu dan beberapa desa                                                          tetes yang turun untuk keperluan
tetangga lainnya, telaga atau danau                                                        hidup. Hujan telah membawa kehidup-
yang lokasinya cukup jauh, menjadi                                                         an kembali. Namun, jaminan keterse-
andalan kebutuhan air. Padahal, air di                                                     diaan air tak bisa hanya mengandalkan
telaga itu secara kualitas kurang                                                          hujan. Warga harus bersegera mencari
memenuhi syarat bersih. Bayangkan,                                                         sumber air baru untuk keberlanjutan
semua aktifitas manusia dilakukan di                                                       kehidupan.
telaga itu, bahkan untuk memandikan                                                            Video dokumenter ini hasil kerja
hewan piaraan.                                                                             proyek penyediaan Air Bersih dan
    Gambaran nyata ini terangkum                                                           Penyehatan Lingkungan bagi Masya-
pada sebuah video dokumenter yang           ungkap betapa tragisnya warga yang          rakat Penghasilan Rendah (ABPL-MPR).
memaparkan krisis air bersih di             kekurangan air bersih. Warga rela ber-      Proyek dengan dana dari Bank Dunia,
Kabupaten Wonogiri. Video yang dipro-       jalan jauh di malam hari, mencari sumber    Pemerintah dan partisipasi masyarakat
duksi Direktorat Jenderal Pembangunan       mata air ke gua.                            ini, telah membantu ketersediaan air
Daerah Depdagri ini bahkan meng-                Krisis air adalah tragedi yang men-     bersih. BW




                                              Prahara Air
B
          eberapa tahun terakhir, musim                                                        Banyak ahli mengaitkan, perubah-
          kemarau membawa banyak                                                           an iklim ini sebagai gejala pemanasan
          bencana. Kekeringan terjadi                                                      global. Musim kemarau panjang,
dimana-mana, khususnya di Pulau                                                            seperti halnya kemarau tahun-tahun
Jawa. Ribuan hektar area sawah tak                                                         lalu, berlangsung lebih lama. Di
teraliri air. Ribuan warga tak memper-                                                     Indonesia, seperti sebuah kelaziman,
oleh akses air bersih. Sumur dan sum-                                                      musim kemarau maupun penghujan
ber air lainnya mengering.                                                                 sama-sama membawa bencana. Tak
    Sungai, danau atau situ, menjadi                                                       luput dari kelalaian manusia terhadap
tempat alternatif warga dalam menda-                                                       kelangsungan alam dan lingkungan,
patkan air bersih. Bahkan sebagian                                                         yang pada akhirnya air menjadi pra-
warga diantaranya memang mengan-                                                           hara bagi kehidupan manusia.
dalkan tempat-tempat ini sebagai sum-                                                          Fenomena inilah yang ditangkap
ber air yang utama bagi kehidupan                                                          Cinema Lovers Communtiy dalam
mereka.                                                                                    sebuah film dokumenter pendek. Film
    Celakanya, debit air sungai dan                                                        dengan latar kelangkaan air bersih ini
danau itu pun turut menyusut dan selama beberapa bulan            bercerita dari sudut manusia yang mengalami bencana keke-
berselang tak bisa dihindari dari kekeringan sama sekali. Untuk   ringan melalui testimony.
kelangsungan hidup, warga tak putus asa mencari sumber-sum-           Lokasi kekeringan adalah di Purbalingga, Provinsi Jawa
ber air meski berkilo-kilo meter jauhnya. Warga lain mencari      Tengah dan di Gunung Kidul, Provinsi DIY. Film berdurasi 10
jalan dengan membeli air dari mobil-mobil tangki atau sekedar     menit ini rencananya hendak diikutkan diberbagai ajang festival
menunggu bantuan air bersih dari Pemerintah.                      film independen bertema lingkungan hidup. BW



 50 Percik 2007
    Agustus
PU S TA K A A M P L


L A P O R A N
                        FINAL REPORT STUDY ON GOVERN-         BUKU
                        MENT'S KNOWLEDGE,                     AIR SEHAT UNTUK KEHIDUPAN
                        ATTITUDES AND MOTIVATIONS ON          (SERI GAYA HIDUP SEHAT)
                        PRO-POOR SANITATION                   Penerbit: Tabloid Gaya Hidup Sehat,
                             Penerbit: Indonesia Sanitation   Jakarta, 2007
                             Sector Development (ISSDP),
                             The World Bank, Jakarta,         THE ULTIMATE WATER
                             Februari 2006                    RESOURCE GUIDE
                                                              Penerbit: Benson Media
                             STUDY ON SANITATION IN           Group, Singapura, 2007
                             LOW INCOME URBAN COMMU-
                             NITIES IN BLITAR CITY: FAST      SANITATION AND
                             TRACK ACTIVITIES                 HYGIENE PROMO-
                             Penerbit: ISSDP-WSP (Water       TION - PROGRAM-
                             and Sanitation Program),         MING GUIDANCE
                             Jakarta, Februari 2006           Penerbit: Water
                                                              Supply and Sanitation
LAPORAN PENILAIAN RISIKO KESEHATAN LINGKUNGAN                 Collaborative Council
KOTA BANJARMASIN, 5 APRIL 2007                                (WSSCC) and
Penerbit: ISSDP-WSP (Water and Sanitation Program),           World Health
Jakarta, April 2006                                           Organization
                                                              (WHO), Swiss, 2005
LAPORAN DAERAH KEMA-
JUAN PELAKSANAAN                                              BUMIKU BERSELIMUT
PROGRAM KEGIATAN TENGAH                                       KABUT (SERI PEDULI
TAHUNAN 2007                                                  LINGKUNGAN)
Penerbit: Ditjen Bina                                         Penerbit: Proyek BEJIS
Pembangunan Daerah,                                           (BAPEDAL East Java
Depdagri,                                                     Institutional
Jakarta, 2007                                                 Strengthening Project)
                                                              Aus-AID, Surabaya,
LAPORAN       PERTE-                                          Juni 2005
MUAN PERENCANAAN
AIR    MINUM     DAN
P E N Y E H ATA N
LINGKUNGAN                                                    MA JALAH
Penerbit: Dirjen Bina                                         AIR BELANDA INDONESIA
Pembangunan Daerah,                                           Edisi Khusus, Juni 2007
Depdagri,
Jakarta, 2007                                                 WATER & WASTEWATER ASIA
                                                              Edisi Mei/Juni 2007

P E R AT U R A N                                              AIR MINUM
PERMENDAGRI NOMOR 7 TAHUN 1998                                Edisi 142, Juli 2007
TENTANG KEPENGURUSAN PDAM
                                                              PERCIK
HIMPUNAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG:                Edisi 18, April        2007,
PERDA NOMOR 11, 12, 13 TAHUN 2002 (INDONESIA/ENGLISH)         English Version

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN                PERCIK YUNIOR
1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DAN PENJE-                 Edisi 03,
LASANNYA                                                      Agustus 2007


                                                                                                           Percik
                                                                                                    Agustus 2007    51
A G E N DA


NO W A K T U                     K E G I ATA N
1      04-05 Juli 2007           Lokakarya Finalisasi Renstra Kebijakan AMPL-BM di Timor Tengah Selatan, NTT, diselenggarakan oleh WASPOLA
2      05 Juli 2007              Water Dialog: "Pembahasan Buku Putih Sanitasi" di Sekretariat Pokja AMPL, diselenggarakan oleh ISSDP
3      09 Juli 2007              Open Partnership Meeting Program Cuci Tangan Pakai Sabun di Departemen Kesehatan, Jakarta diselenggarakan
                                 oleh Departemen Kesehatan
4      10-13 Jul 07              Lokakarya Penyusunan Kebijakan AMPL-BM di Konawe Selatan, Sulawesi Utara, diselenggarakan oleh WASPOLA
5      12 Juli 2007              Pertemuan Jaringan Komunikasi AMPL di Jakarta, diselenggarakan oleh Pokja AMPL, WASPOLA, Plan Indonesia dan
                                 IHE Indonesia.
6      16 Juli 2007              Pembahasan Hasil Studi Small Scale Water Provider (SSWP) di Bappenas, Jakarta, diselenggarakan oleh WASPOLA
7      23-27 Juli 2007           Lokakarya Fasilitasi Dasar diselenggarakan di Yogyakarta oleh Ditjen PMD Depdagri
8      23-24 Juli 2007           Lokakarya Penyusunan Kebijakan AMPL-BM di Kab. Bangka, Bangka Belitung, diselenggarakan oleh WASPOLA
9      25-26 Juli 2007           Lokakarya Penyusunan Kebijakan AMPL-BM diselenggarakan di Kab. Jeneponto, Sulawesi Selatan dan Bone Bolango,
                                 Gorontalo oleh WASPOLA
10     25-26 Juli 2007           Lokakarya Penguatan Strategi Komunikasi Kebijakan AMPL-BM diselenggarakan di Propinsi Bangka Belitung
                                 oleh WASPOLA
11     30 Juli -1 Agustus 2007   Pertemuan Koordinasi Nasional Pelaksanaan Kebijakan Nasional AMPL Wilayah Timur, diselenggarakan di Makassar
                                 oleh Ditjen Bina Bangda Departemen Dalam Negeri
12     31 Juli 2007              Talkshow: Optimasi Peran Berbagai Pihak untuk Percepatan Pembangunan Sanitasi diselenggarakan di program
                                 Public Corner, Metro TV oleh ISSDP
13     05 Agustus 2007           Festival Cinta Air di Taman Menteng, Jakarta Pusat diselenggarakan oleh Coca Cola Foundation Indonesia dan
                                 USAID
14     06 Agustus 2007           Ramah Tamah dengan Media: Sosialisasi Rencana KSN 2007 diselenggarakan di Jakarta oleh ISSDP
15     7- 8 Agustus 2007         Pertemuan Koordinasi Nasional Pelaksanaan Kebijakan Nasional AMPL-BM dengan Tim Pokja AMPL Propinsi
                                 Sumatera Barat, Bangka Belitung, Banten dan Jawa Tengah di Bandung, diselenggarakan oleh Ditjen. Bina Bangda
                                 Departemen Dalam Negeri.
16     07 Agustus 2007           Rapat Pokja AMPL Propinsi Banten di Bappeda Propinsi Banten diselenggarakan oleh Pokja AMPL Propinsi Banten
17     8 - 10 Agustus 2007       Lokakarya Program Penyehatan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat Kerjasama RI-UNICEF
                                 di Jakarta, diselenggarakan oleh Pokja AMPL-UNICEF
18     13 - 15 Agustus 2007      Lokakarya Sosialisasi Kebijakan Nasional AMPL-BM di Sumba Timur diselenggarakan oleh WASPOLA
19     13 - 15 Agustus 2007      Lokakarya Finalisasi Renstra Kebijakan AMPL-BM diselenggarakan di Gowa, Sulawesi Selatan oleh WASPOLA
20     15 Agustus 2007           National Asset Management Program Assessment (NAMPA) Inception Seminar, diselenggarakan oleh GHD di Jakarta
21     20 -25 Agustus 2007       Lokakarya Dasar Fasilitasi diselenggarakan di Makassar oleh Ditjen PMD, Departemen Dalam Negeri.
22     23 Agustus 2007           Lokakarya Finalisasi Renstra Kebijakan AMPL-BM diselenggarakan di Tanah Datar, Sumatera Barat oleh WASPOLA
23     21 Agustus 2007           Rapat Jejaring Komunikasi AMPL ke-3, diselenggarakan di Bappenas oleh Pokja AMPL,WASPOLA dan
                                 Europromocap IWAT
24     21 Agustus 2007           Konferensi Pers dengan Topik "Potret Keberhasilan Pengelolaan Sanitasi Perkotaan" diselenggarakan di Petojo,
                                 Jakarta Pusat oleh ISSDP
25     22-24 Agustus 2007        Lokakarya Penyusunan Renstra AMPL-BM diselenggarakan di Sumba Timur, NTT oleh WASPOLA
26     22 - 24 Agustus 2007      Lokakarya Penyusunan Renstra AMPL-BM diselenggarakan di Jeneponto, Sulawesi Selatan oleh WASPOLA
27     23-24 Agustus 2007        Lokakarya Penyusunan Renstra Kebijakan AMPL-BM diselenggarakan di Kabupaten Bangka, Bangka Belitung
                                 oleh WASPOLA
28     27 Agustus 2007           Konferensi Pers; Pemerintah Menyerukan Peningkatan Perilaku Sehat diselenggarakan di Jakarta oleh ISSDP
29     27-28 Agustus 2007        Meeting Persiapan Implementasi Strategi Komunikasi Pokja AMPL Kabupaten dan Kunjungan Forum Komunikasi
                                 Kecamatan diselenggarakan di Kebumen, Jawa Tengah oleh WASPOLA
30     28 - 31 Agustus 2007      Rakornas Kemajuan Pencapaian Operasionalisasi Kebijakan Daerah Dampingan 2004-2005 diselenggarakan di
                                 Denpasar, Bali oleh WASPOLA
31     29 Agustus 2007           Talkshow: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Serta Teknologi Sanitasi yang Terjangkau diselenggarakan
                                 di Program Saatnya Bekerja, TVRI oleh ISSDP
32     29-31 Agustus 2007        Lokakarya Dasar Fasilitasi diselenggarakan di Mataram, NTB oleh Ditjen PMD Departemen Dalam Negeri




    52 Percik 2007
       Agustus
G L O SSA RY


Pressure relief valve
    Disebut juga dengan safety valve - Katup pelepas tekanan yang bekerja otomatis jika terjadi peningkatan tekanan yang
    berlebihan dalam suatu jaringan pipa.

Pressure sewers
    Disebut juga Pressurized (sewer) system - Sistem jaringan air limbah yang dilengkapi pompa untuk mengalirkan air limbah
    tersebut dari daerah pelayanannya ke lokasi pengolahan, baik untuk sebagian daerah pelayanannya (sebagian lagi gravitasi)
    atau keseluruhannya.

Pretreatment - Pengolahan pendahuluan
    Proses penyingkiran/penyaringan/pemisahan benda-benda yang terapung serta benda yang mengendap dari air yang diolah.

Primary channel - Saluran primer
    Bagian dari jaringan sistem saluran drainase utama yang alirannya menuju pembuangan akhir (badan air penerima).

Primary sedimentation tanks
    Tanki sedimentasi pertama - Tanki tempat proses pengendapan yang pertama (utama) dilakukan dari beberapa tanki se-
    dimentasi yang ada dalam suatu rangkaian proses pengolahan.

Primary mains
    Disebut juga Arterial mains/Primary distribution main - Pipa distribusi air bersih yang mengantarkan air dari sumber/ ins-
    talasi/reservoir distribusi ke jaringan distribusi (sekunder, tertier) di semua daerah / distrik pelayanan.

Primary treatment
    Tahap pengolahan yang membuat perubahan terbesar/ dominan terhadap bahan yang diolah.

Primary (water / waste water) treatment
    Pengolahan air bersih/limbah pertama - Proses pengolahan air bersih/limbah yang bertujuan untuk menghilangkan zat padat
    (pencemar) yang tercampur melalui proses pengendapan atau pengapungan.

Privy - Kakus
    Sarana sanitasi individual atau komunal sangat sederhana yang berfungsi sebagai tempat buang air besar.

Probability - Probabilitas
    Disebut juga Probabilita/Peluang/Kemungkinan/Terkaan.

Process oxidator
    Unit pengolahan paket yang menggabung proses Pre-aerasi dengan Sedimentasi.

Promethium
    Unsur Prometium (Pm) yaitu unsur kimia dengan nomor atom 61 serta massa atom 144,9128

Propeller - Baling baling
    Komponen berputar yang menimbulkan turbulensi terhadap zat (air, gas) yang mendekatinya

Proper pipe material
    Salah satu tindakan preventif untuk mengatasi bahaya korosi pada pipa, yakni dengan memilih jenis pipa yang sesuai/ mampu
    mengatasi kondisi tanah setempat.

                                               Dikutip dari Kamus Istilah dan Singkatan Asing Teknik Penyehatan dan Lingkungan
                                                                                                     Penerbit: Universitas Trisakti
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2007. Tema Sekolah Hijau

Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2007. Tema Sekolah Hijau

  • 2.
    Media Informasi AirMinum dan Penyehatan Lingkungan Dari Redaksi 1 Suara Anda 2 Diterbitkan oleh: Kelompok Kerja Air Minum Laporan Utama dan Penyehatan Lingkungan Mewujudkan Sekolah yang Bersih dan Nyaman 3 (Pokja AMPL) Lebih Jelas Tentang Sekolah Hijau 5 Penasihat/Pelindung: Wawancara Direktur Jenderal Cipta Karya DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM DR Dewi Utama Faizah, Penyebar Inspirasi Hidup Sehat 7 Peraturan Penanggung Jawab: Direktur Permukiman dan Perumahan, Permendagri No. 23 Tahun 2006 8 BAPPENAS Wawasan Direktur Penyehatan Lingkungan, DEPKES Sekolah Hijau (Green School) dan Soal Direktur Pengembangan Air Minum, Kesadaran Lingkungan Hidup 10 Dep. Pekerjaan Umum Direktur Pengembangan Penyehatan Bencana Ekologi dan Gagalnya Model Pembangunan Kota 12 Lingkungan Permukiman, Pengaturan Aliran Air Ala Barugaya 13 Dep. Pekerjaan Umum Direktur Bina Sumber Daya Alam dan Kontribusi Sistem Penyediaan Air Minum 15 Teknologi Tepat Guna, DEPDAGRI Reportase Direktur Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup, DEPDAGRI Kelangkaan Air di Perumahan Mustika 17 Purbalingga Kekeringan 18 Pemimpin Redaksi: Oswar Mungkasa Cermin Belajar Sanitasi dari India 19 Dewan Redaksi: Kelurahan Jambangan, Hijau Sepanjang Tahun 22 Zaenal Nampira, Indar Parawansa, Festival Anak Kali Surabaya 2007 23 Bambang Purwanto Inspirasi Redaktur Pelaksana: Sang Pawang Air 24 Maraita Listyasari, Rheidda Pramudhy, Tamu Kita Raymond Marpaung, Bowo Leksono Endang Wardiningsih, Gigih Ajari Siswa Peduli Lingkungan 26 Desain/Ilustrasi: Seputar ISSDP Rudi Kosasih Potret Bersih di Tengah Kota 28 Produksi: Tak Cukup Menutup Pabrik, Perlu Komitmen Semua Pihak 29 Machrudin Ketika Diare 'Menjemput' Noviana 31 Sirkulasi/Distribusi: Pembentukan Inisiatif Kemitraan Pemerintah-Swasta untuk CTPS 32 Agus Syuhada Seputar WASPOLA 33 Alamat Redaksi: Seputar AMPL 38 Jl. Cianjur No. 4 Menteng, Jakarta Pusat. Telp./Faks.: (021) 31904113 Program http://www.ampl.or.id SMK Negeri 1 Surabaya, Menuju Sekolah Berbasis Lingkungan 44 e-mail: redaksipercik@yahoo.com redaksi@ampl.or.id Klinik IATPI 47 oswar@bappenas.go.id Info Buku 48 Redaksi menerima kiriman Info Situs 49 tulisan/artikel dari luar. Isi berkaitan Info CD 50 dengan air minum dan penyehatan lingkungan dan belum pernah dipublikasikan. Pustaka AMPL 51 Panjang naskah tak dibatasi. Agenda 52 Sertakan identitas diri. Redaksi berhak mengeditnya. Glossary Silahkan kirim ke alamat di atas. Majalah Percik dapat diakses di situs AMPL: http://www.ampl.or.id
  • 3.
    DA R IR E DA K S I lukan dalam meningkatkan daya saing bangsa dimata dunia sekaligus me- lestarikan kekayaan sumber daya alam hayati Indonesia. Perwujudan sekolah hijau adalah sekolah yang memiliki komitmen dan secara sistematis mengembangkan pro- gram-program untuk menginternalisasi- kan nilai-nilai lingkungan dalam seluruh aktivitas sekolah. Sekolah dengan visi, misi, tujuan dan kebijakan yang mengacu pada mutu sekolah, sangat berkepen- tingan mewujudkan pola hidup bermutu melalui program Green School. Sebenarnya tidaklah mudah mewu- judkan kesejatian sekolah hijau karena tidak sekedar lingkungan fisik bersih yang terlihat, namun lebih pada terba- ngunnya kesadaran lingkungan warga sekolah yang tercermin dalam perilaku keseharian sebagai tuntutan peningkatan mutu hidup. Perwujudan Sekolah Hijau tidak ter- lepas dari peran swasta, LSM dan peme- rintah. Dan yang paling penting adalah peran warga sekolah itu sendiri. Seluruh siswa, guru dan karyawan. Diperlukan guru atau beberapa guru untuk menjadi pelopor dan contoh bagi siswanya. Kita bersama-sama menyapa Tamu Kita, salah satu guru di SMU Negeri 34 Jakarta, Endang Wardiningsih yang dengan tekun dan berbekal sedikit pengalaman Foto: ISSDP pelatihan lingkungan yang diadakan P ada kenyataannya Air Minum dan memang belum banyak sekolah yang Unesco, menularkan pada anak didik. Penyehatan Lingkungan (AMPL) peduli terhadap lingkungannya. Hasilnya? Materi lingkungan hidup tak pernah lepas dari kehidupan. Ini penting, menanamkan kesadaran tak hanya masuk ekstrakulikuler namun Seolah menjadi persoalan yang tak segera berperilaku hidup bersih dan sehat sejak menembus mata pelajaran berupa terselesaikan, justru terus bertambah di usia sekolah. Bagaimana pun warga muatan lokal (mulok) bernama Pendi- persoalan seirama perkembangan pen- lingkungan sekolah sangatlah beragam, dikan Lingkungan Hidup, artinya semua duduk, sosial dan ekonomi. mereka datang dari berbagai lingkungan. siswa wajib mengikuti pelajaran ini. Dibutuhkan identifikasi dan penyele- Diharapkan ketika berada di luar ling- Sebagai pemanasan, sedikit diulas saian masalah sesegera mungkin. Me- kungan sekolah, mampu menerapkan menjelang Konferensi Sanitasi Nasional nyuarakan secara berkesinambungan hidup bersih dan sehat seperti saat di (KSN) 2007. Seperti kegiatan Talkshow upaya pembangunan AMPL kepada sekolahnya. di TVRI dan kunjungan ke Kelurahan masyarakat luas dirasa sangat penting. Lingkungan sekolah yang kondusif Petojo, daerah percontohan sanitasi di Penerbitan majalah ini adalah salah sa- sangat diperlukan dalam menghasilkan jantung Kota Jakarta. tunya. tamatan yang cakap melalui proses bela- Semoga semua yang dihadirkan Pada terbitan edisi 19 ini ditampilkan jar mengajar berbasis sistem pendidikan Percik edisi ini berguna dan menjadi sekolah yang menerapkan konsep yang bermutu. Tidak itu saja, lingkungan inspirasi kita semua untuk selalu hidup "Sekolah Hijau" atau Green School. sekolah yang kondusif juga akan ikut sehat dan memperhatikan lingkungan. Pembahasan Sekolah Hijau ini dijadikan mendorong terwujudnya pola hidup Kritik dan saran senantiasa kami terima materi laporan utama. Mengapa? Karena bermutu yang pada saat ini sangat diper- dengan lapang dada. Selamat membaca! Percik Agustus 2007 1
  • 4.
    S UA RA A N DA Cara Langganan Percik kirim majalah Percik mulai Januari "…saya mau membayar orang yang 2007 lalu. mau BAB di jamban saya". Jawaban itu Saya sebagai salah satu staf penga- sama sekali tidak menjelaskan bahwa jar di jurusan Teknik Lingkungan Uni- Terima Kasih dan di Banjarnegara ada pemilik kolam versitas Trisakti, ingin informasi Pindah Alamat yang membayar orang yang BAB di bagaimana cara berlangganan majalah kolamnya, tetapi lebih merupakan tersebut. Terima kasih kami ucapkan atas reaksi atas pertanyaan yang dinilai Atas perhatiannya, banyak terima kiriman majalah Percik secara berkala menyudutkannya, pertanyaan yang kasih. ke PT Arutmin Indonesia. menilai negatif BAB di kolam ikan, Dengan ini kami informasikan dsb. Jawaban tersebut lebih meru- Hormat saya, bahwa efektif 21 Mei 2007 lalu, PT pakan respon pembelaan diri atas peri- Pramiati Arutmin Indonesia pindah alamat dari lakunya, respon atas ketersinggungan Gedung Mid Plaza 2 Lt 9 ke alamat terharap pertanyaan tsb. Ibu Pramiati yang terhormat, baru sbb: Jadi, di Banjarnegara tidak ada Kirim saja alamat lengkap ke sumber pendapatan tambahan dengan email: redaksipercik@yahoo.com. Wisma Bakrie 2 lantai 10 BAB di kolam orang. Terima Kasih atas Kami akan kirim majalah setiap kali Jl. HR Rasuna Said Kav. B-2 pemuatan pelurusan artikel saya terse- terbit tanpa dipungut biaya. Jakarta Selatan 12920 but Demikian terima kasih. Salam Alma Arief Delma Azrin Berlangganan Majalah Percik Terima kasih kembali atas ko- reksinya. Salam lestari, Bersama ini kami mengajukan ber- Pelurusan Artikel Percik langganan Majalah Percik mulai edisi Edisi Juli 2007 Perubahan Alamat Januari 2007. Perlu kami informasikan, bahwa Artikel saya berjudul Teknologi Saya mengucapkan terima kasih lembaga kami "Human Resource Jamban Yang Tepat Bagi Masya- atas kebaikan Dewan Redaksi Percik Development and Applied Technology rakat, di muat di Percik edisi Juli yang berkenan mengirimkan ma- (CREATE) Jawa Timur II" sedang 2007. Terima kasih saya ucapkan jalah/jurnal Percik kepada saya seti- melakukan kegiatan-kegiatan rehabili- kepada redaksi atas pemuatannya. ap bulannya. Melihat kemanfaatannya, tasi di lokasi bekas Banjir dan Tanah Secara keseluruhan tidak ada saya berharap masih dapat menerima Longsor Kecamatan Panti Kabupaten masalah dengan editing artikel saya. Majalah Percik edisi berikutnya. Jember Jawa Timur, sangat memer- Hanya saja ada yang cukup menggang- Izinkan saya menyampaikan kepin- lukan tulisan-tulisan yang bermanfaat gu ketika mengedit bagian "kasus di dahan alamat saya yang baru yaitu : bagi masyarakat. beberapa desa". Di bagian ini antara Jl. Cipinang Asem RT 02 RW 012 Untuk itu, kami mengajukan lain disampaikan sbb: "…..Bahkan para No. 5 Kelurahan Kebon Pala berlangganan majalah ini, dan kami pemilik kolam di sebuah desa di Jakarta Timur 13650 ucapkan terima kasih atas perhatian Kabupaten Banjarnegara, Jawa dan kerjasamanya. Tengah, rela membayar orang yang alamat ke: Apabila dikabulkan, mohon mau BAB di jamban kolam milik mere- FPPB UBB majalah dapat dialamatkan ke: ka". Jelas uraian tersebut mengandung Jl. Diponegoro No. 16 Ir. H.R. Soedradjad, M.Sc. arti bahwa di Banjarnegara ada pemi- Sungai Liat Bangka. Pimpinan CREATE Jatim II lik kolam yang membayar orang yang Jl. Semeru VII / M-8 BAB di kolamnya. Padahal yang saya Saya berharap, Dewan Redaksi JEMBER 68121 maksudkan dalam artikel saya Percik berkenan melanjutkan ker- Salam, (sebelum diedit) tidak demikian. jasama yang telah terjalin. Atas perha- R. Soedradjad Artikel saya (versi asli) sbb: ada tiannya saya ucapkan terima kasih. Jember pemilik kolam yang ketika ditanya mengapa buangan jambannya masuk Hormat saya, Dengan senang hati hendak kami ke kolam, maka diperoleh jawaban: Idha Susanti 2 Percik 2007 Agustus
  • 5.
    L A PO R A N U TA M A S ekolah adalah bagian lingkungan yang penting bagi tidak terlepas dari peran berbagai pihak; pemerintah, swasta, perkembangan anak. Dari sinilah mental dan kecerdasan dan masyarakat. anak dididik dan diuji, selain lingkungan rumah dan di Pada 4 Agustus 2007 lalu, Menteri Pendidikan Nasional luar rumah atau lingkungan pergaulan. Bambang Sudibyo mencanangkan Sekolah Bersih dan Hijau Karena itu, suasana nyaman dan asri sangat dibutuhkan bagi saat kegiatan Jambore UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) Tingkat proses penyerapan dan penerapan ilmu pengetahuan. Tentu Nasional dan Gelar Prestasi Bela Negara Siswa SMK di GOR Ken dengan kesadaran dan tanggung jawab seluruh warga sekolah. Arok, Malang. Pencanangan sekolah bersih dan sehat ini diha- Lingkungan sekolah yang hijau dan asri, sebenarnya bukan rapkan mampu membangkitkan kesadaran berperilaku sehat hanya dalam pengertian sempit seperti penanaman pohon dan sejak dini. lingkungan bersih atau sebatas pembuatan kompos dan daur "Sekolah hijau" yaitu sekolah yang memiliki komitmen dan ulang. secara sistematis mengembangkan program-program untuk Lebih dari itu, wawasan lingkungan lebih tepatnya, yang menginternalisasikan nilai-nilai lingkungan ke dalam seluruh diperkenalkan dan diwujudkan ke aktifitas sekolah. dalam seluruh aktivitas sekolah. Untuk memancing semangat Dan semua itu butuh keterlibatan dan keberlanjutan pelaksanaan berbagai pihak, guru, siswa, Sekolah Hijau, beberapa pihak karyawan, dan pihak di luar seko- swasta seperti Coca-Cola Fo- lah. undation (CCFI) Indonesia dan Peran guru sebagai pengajar Toyota yang bekerja sama de- sangat dibutuhkan keteladanan- ngan lembaga swadaya ma- nya. Tumbuhnya kecintaan ter- syarakat menggelar berbagai hadap sesuatu sedikit banyak diil- kompetisi sekolah hijau. Kom- hami pengajar yang mengajar petisi dinilai sangat efektif un- dengan hati dan memberi inspi- tuk menumbuhkembangkan ke- rasi serta teladan. sadaran dan keberlanjutan pro- gram sekolah hijau. Sekolah Hijau Masalah lingkungan hidup Program Go Green School adalah masalah bersama. Dengan Untuk mendukung upaya kepedulian dan upaya bersama, sekolah di Indonesia menuju maka lingkungan bisa disela- Sekolah Hijau dan mendorong matkan. Dan sekolah diharapkan perilaku ramah lingkungan dapat menjalankan peran kunci dalam kehidupan sehari-hari untuk membangkitkan kepedu- yang dimulai dari sekolah, maka lian lingkungan pada generasi digulirkan program Go Green muda sebagai calon pengambil School (GGS). Program ini ditu- keputusan dimasa mendatang. jukan bagi sekolah di perkotaan Beberapa tahun terakhir, dengan pertimbangan bahwa beberapa sekolah setingkat SMU pertumbuhan masyarakat dan SMP, menerapkan program perkotaan sangat pesat. "Sekolah Hijau" atau dikenal juga Suasana asri tampak dari salah satu sekolah di Jakarta. Program GGS digulirkan The Foto: Bowo Leksono "Go Green School". Program ini Centre for The Betterment of Percik Agustus 2007 3
  • 6.
    L A PO R A N U TA M A nya disusun oleh Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) bekerjasama dengan Yayasan KEHATI. Kedua lembaga ini memberikan bantuan konsultasi berupa penyediaan materi- materi PLH (buku panduaan, CD, SDM dan pelatihan), training guru untuk penyusunan metode pembelajaran dan silabus PLH, kompetisi implementasi PLH bagi siswa melalui lomba riset dan reportase ekosistem, serta studi banding ke sekolah yang telah menerapkan PLH. Selama ini, PLH masih diartikan ter- batas hanya pada kegiatan menanam pohon, mengecat hijau tembok sekolah, Sudah semestinya sekolah membudayakan siswa dalam pemilahan sampah mengepel lantai dan membersihkan kaca. Foto: Bowo Leksono Sebenarnya pendidikan lingkungan hidup bisa menumbuhkan kesadaran kri- Education (CBE), Yayasan KEHATI, dan dukung upaya-upaya peningkatan kuali- tis peserta didik untuk memanfaatkan Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) tas lingkungan. Dengan segala sumber- secara arif sumberdaya alam yang ada pada tahun 2005 dengan dukungan daya dan cakupannya, sekolah mempu- dibumi. PLH juga menekankan metode Kementerian Lingkungan Hidup dan nyai peran penting dalam penerapan belajar dengan prinsip belajar dari alam Departemen Pendidikan Nasional untuk pendidikan lingkungan bagi generasi dengan melakukan eksplorasi fakta-fakta memotivasi sekolah, khususnya sekolah muda di Indonesia. lingkungan hidup disekitar kita, lebih menengah tingkat atas menjadi sekolah menekankan pada aktivitas indera anak. hijau. Masuk Muatan Lokal (Mulok) Dalam satu kesempatan, Mantan Deputy Chief Executive Operating Sekolah-sekolah yang mendapat juara Menteri Negara Kependudukan dan Committee CCFI Triyono Prijosoesilo dan bimbingan dari program GGS, telah Lingkungan Hidup Emil Salim meng- kepada Percik mengatakan GGS adalah memasukan materi lingkungan hidup ungkapkan, keberlanjutan kegiatan gerakan mendorong terwujudnya sekolah dalam pelajaran sekolah. SMA Wikrama kompetisi GGS mendatangkan harapan berwawasan lingkungan khususnya di Bogor, SMA Negeri 13 Jakarta Utara, akan lingkungan sebagai arus utama tingkat Sekolah Menengah Umum di SMA Negeri 69 Kepulauan Seribu, SMK kebijakan dimasa datang dan keterli- Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Al-Muslim Bekasi, SMA 34 Jakarta batan siswa sangat penting untuk itu. Bekasi. "Melalui program ini diharapkan Selatan, dan beberapa sekolah lainnya. "Pada tahun 2025, merekalah yang akan lahir konsep dan model Sekolah Hijau Materi ini dikenal dengan Pendidikan duduk sebagai para pengambil kebijakan yang cocok untuk SMU, terutama di Lingkungan Hidup (PLH) yang materi- di negeri ini. Jadi, sekaranglah saat yang perkotaan Indonesia," tuturnya. tepat untuk menumbuhkan Sekolah Hijau, menurut Tri- kecintaan terhadap lingkung- yono, adalah sekolah yang war- an," katanya. ganya memiliki kesadaran ling- Program Sekolah Hijau kungan dan terwujud melalui peri- secara nyata telah mem- laku dan pola pengelolaan sekolah berikan kesempatan bagi selu- yang ramah lingkungan untuk ruh warga sekolah baik siswa meningkatkan mutu hidup. "Diha- dan manajemen untuk terlibat rapkan, sekolah yang telah mera- langsung dalam menciptakan sakan program ini mampu mem- suasana belajar-mengajar pertahankan dan menjadi inspirasi yang nyaman. Lingkungan sekolah-sekolah lainnya," katanya. hidup yang sehat dan baik Program ini dilatarbelakangi adalah dambaan setiap manu- kepedulian Yayasan KEHATI dan sia. Kesadaran pentingnya CCFI terhadap sekolah sebagai pelestarian lingkungan hidup basis pendidikan dan institusi yang Rumah daur ulang di SMU Negeri 34, Jakarta. harus di pupuk semenjak dini. memiliki potensi untuk men- Foto: Bowo Leksono Bowo Leksono 4 Percik 2007 Agustus
  • 7.
    L A PO R A N U TA M A Lebih Jelas Tentang Sekolah Hijau Pengertian S ekolah Hijau merupakan terjemahan dari Green School yang dimaksudkan sebagai sekolah yang berwawasan lingkungan dan warganya memiliki kesadaran lingkung- an serta mewujudkannya melalui perilaku yang ramah ling- kungan untuk meningkatkan mutu hidup. Lebih jelasnya seko- lah hijau adalah sekola yang memiliki komitmen dan secara sis- tematis mengembangkan program untuk menginternalisasikan nilai lingkungan ke dalam seluruh aktifitas sekolah. Nilai Dasar Konsep dan kegiatan yang dikembangkan bertumpu pada nilai-nilai luhur kehidupan seperti kemanusiaan, keseti- akawanan, kejujuran, keadilan, dan keseimbangan alam. Prinsip Dasar Partisipatif. Semua warga sekolah dan masyarakat berhak memperoleh informasi yang memadai dan terlibat dalam keseluruhan proses (perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan kontrol) sesuai tanggungjawab dan perannya. Berkelanjutan. Seluruh kegiatan memiliki manfaat dalam jangka panjang Menyeluruh. Seluruh warga sekolah selalu mempertim- bangkan seluas-luasnya aspek kehidupan dalam proses peren- canaan, pelaksanaan, dan evaluasi sehingga dapat memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya bagi lingkungan. Kebun di belakang sekolah dengan tanaman apotik hidup. Foto: Bowo Leksono Wujud Sekolah Hijau setidaknya memenuhi persyaratan (i) memi- liki kurikulum yang berwawasan lingkungan; (ii) mempunyai kesatuan yang saling membutuhkan. (iv) pengembangan sistem rancang bangun, penggunaan bahan dan pemeliharaan pra- pendukung yang ramah lingkungan. Program ini yang banyak sarana dan sarana berdasarkan prinsip ramah lingkungan; (iii) terkait dengan aspek AMPL seperti penghematan air, pengem- memiliki manajemen sekolah yang berwawasan lingkungan; (iv) bangan sistem sanitasi dan pengelolaan sampah, (v) pengem- program sekolah didukung oleh komunitas di luar sekolah; (v) bangan manajemen sekolah berwawasan lingkungan. Manaje- warga sekolah memiliki perilaku peduli lingkungan men sekolah diharapkan dapat membangun filosofi dan budaya sekolah yang berwawasan lingkungan dan ditunjang oleh sum- Program ber daya manusia yang mumpuni. Terdapat 5 (lima) bentuk program sekolah hijau yaitu (i) pengembangan kurikulum berwawasan lingkungan; (ii) pening- Manfaat katan kualitas kawasan sekolah dan lingkungan sekitarnya. Ini Beragam manfaat yang dapat diperoleh diantaranya (i) merupakan bagian dari upaya mendorong warga sekolah dan warga sekolah memiliki pemahaman terpadu mengenai ling- komunitas sekitar untuk secara aktif melakukan upaya kungan hidup; (ii) sekolah menjadi tempat belajar warga seko- meningkatkan kualitas lingkungan, (iii) pengembangan pendi- lah mengenai lingkungan secara menarik dan mudah; (iii) dikan berbasis komunitas. Sekolah tidak terlepas dari kehidup- metode pembelajaran menjadi lebih dinamis; (iv) potensi diri an nyata sehingga sekolah dan komunitas merupakan satu siswa, kapasitas guru dan staf dalam aspek lingkungan Percik Agustus 2007 5
  • 8.
    L A PO R A N U TA M A meningkat; (v) sekolah memiliki jaringan Faktor Pendukung sakan cukup menghambat terutama yang luas dan didukung oleh komunitas Keberhasilan penerapan konsep seko- berupa terbatasnya kemampuan dan di luar sekolah. lah hijau tidak terlepas dari kepedulian jumlah guru. warga sekolah baik murid sekolah, guru, Penerapan Konsep Sekolah Hijau maupun orang tua yang kemudian Keterkaitan dengan Pembangunan di Indonesia bersinergi dengan ketersediaan dana dari Air Minum dan Penyehatan Ling- Secara umum, masih belum banyak pihak luar. kungan (AMPL) sekolah yang menerapkan konsep sekolah Pembangunan air minum dan penye- hijau di Indonesia. Diantara segelintir seko- Kendala hatan lingkungan sampai saat ini masih lah yang telah menerapkan adalah SMA Disadari bahwa walaupun konsep belum menunjukkan hasil yang Negeri 13 Jakarta Utara, SMK Al Muslim, sekolah hijau telah berhasil dilaksanakan memuaskan, khususnya terkait dengan Tambun Bekasi, SMK Wikrama, Bogor. namun beberapa kendala masih dira- penanganan sanitasi dan persampahan. Ditengarai bahwa faktor utama yang SMA N 13 JAKARTA UTARA SMK AL MUSLIM BEKASI SMK WIKRAMA BOGOR menjadi kendala adalah perilaku hidup Tema Pengelolaan lingkungan ter- Pembelajaran berbasis alam Hidup bermutu dengan Se- bersih dan sehat (PHBS) yang belum padu warga sekolah dan dan lingkungan. kolah Hijau. menjadi anutan sebagian besar masyarakat melalui 3 R. masyarakat. Sehingga disadari sepenuh- Tujuan Terbangunnya kepedulian Warga sekolah menerapkan Terbangunnya kepedulian nya bahwa perubahan perilaku menjadi lingkungan, terbangunnya perilaku ramah lingkungan, siswa terhadap masalah syarat utama keberhasilan pembangunan sistem pengelolaan sam- tersedianya kurikulum mu- lingkungan sehingga terben- AMPL. pah terpadu, meningkat- atan lokal berbasis ling- tuk budaya 'hidup hijau', Dilain pihak, perubahan perilaku nya peran dan keberadaan kungan. terciptanya lingkungan hi- sekolah bagi masyarakat dup yang bermutu, ber- akan terlaksana dengan lebih baik ketika dalam menangani ling- jalannya sistem pengen- dilakukan pada usia muda. Untuk itu, kungan. dalian lingkungan berbasis sekolah menjadi tempat yang tepat bagi sekolah. terlaksananya proses perubahan peri- Program Penguatan kelompok Pemberdayaan tim relawan Pengermbangan kurikulum laku. Pengalaman penerapan konsep Green School, penge- Green Education, kampanye berbasis lingkungan, pe- sekolah hijau di Indonesia membuktikan- lolaan sampah sekolah, hemat energi dan air, pe- ngembangan jejaring ker- nya. Paling tidak hal tersebut terlihat di pembudidayaan tanaman ngelolaan sampah, pema- jasama, pemberdayaan gu- SMA N 13 Jakarta Utara dengan keber- obat, pemaduan isu ling- duan isu lingkungan ke- gus siswa berbasis ling- kungan kedalam kegiatan dalam kegiatan pembela- kungan, aplikasi teknologi hasilan mereka dalam melakukan kam- pembelajaran, kampanye jaran, open house dan informasi dalam penge- panye daur ulang sampah, di SMK Al lingkungan. lomba pidato lingkungan, lolaan lingkungan, pramuka Muslim Bekasi dan SMK Wikrama Bogor manajemen sekolah berba- cinta lingkungan, penge- dengan keberhasilan mereka merubah sis lingkungan lolaan sampah, budaya hi- dup sehat. sampah menjadi produk siap pakai seper- 7 Sumber: Yayasan Kehati ti gantungan kunci, tas, dompet. OM TUJUH LANGKAH MENGHIJAUKAN SEKOLAH (diadopsi dari Eco-Schools International, www.eco-schools.org) 1. Membentuk Kelompok Hijau. Kelompok hijau merupa- an hasilnya menjadi masukan bagi penentuan kegiatan kan penggerak dari penerapan konsep sekolah hijau. prioritas. Survei sebaiknya menyenangkan. Terdiri dari pemangku kepentingan (pelajar, guru, pesu- 4. Menyusun Rencana Aksi Sekolah Hijau. Sebagai langkah ruh, orang tua, dan komite sekolah). Bersifat terbuka awal, rencana aksi harus realistis dan dapat dicapai de- dan dijalankan oleh murid. Tugas utamanya melakukan ngan mudah. Kemudian selanjutnya dapat dilanjutkan koordinasi seluruh kegiatan, memberikan rekomendasi, dengan penyusunan rencana jangka panjang yang lebih dan memfasilitasi komunikasi diantara seluruh komuni- menantang. tas sekolah. 5. Memantau dan mengevaluasi kemajuan. Kelompok hijau 2. Menetapkan Visi. Visi sebaiknya dipasang di tempat bersama warga sekolah lainnya secara bersama me- umum, dan dapat juga didukung melalui suatu pernya- lakukan evaluasi. Hasilnya dipergunakan untuk memas- taan sikap dari komite sekolah, maupun persatuan tikan keberhasilan program. orang tua. 6. Memasukkan kegiatan lingkungan kedalam kurikulum. 3. Melaksanakan Survei Lingkungan Sekolah. Survei dilakukan 7. Melibatkan semua pihak dan tidak perlu sungkan menye- untuk mengidentifikasi permasalahan lingkungan, kemudi- barluaskan keberhasilan. 6 Percik 2007 Agustus
  • 9.
    WAWA N CAR A DR Dewi Utama Faizah Penyebar Inspirasi Hidup Sehat untuk dapat membantu murid-muridnya Dewi Utama Faizah bekerja di bisa keluar dari masalah kekumuhan. Direktorat Pembinaan TK dan SD diri. Dan itu di mulai dari hal yang seder- Ditjen Dikdasmen, Departemen hana. Misalnya mengatasi pilek dan ingus Pendidikan Nasional sejak 24 tahun yang hampir merata di wilayah NTT juga yang lalu. Dewi, sapaan akrab pe- di NTB. Waktu saya bergabung dengan rempuan berkerudung ini aktif me- Tim Monev pada program Kemitraan ngembangkan kurikulum agar dapat AusAid di Flores pada tahun 2002 lalu, menjadi inspirasi bagi guru di lapang- saya heran kok guru bisa mengajar de- an. Dewi juga membantu banyak pro- ngan kondisi murid-murid yang amat gram kerjasama antara pemerintah kotor, hidung memerah dan berlendir dengan berbagai negara donor beru- hijau, krah baju dan lengan yang hijau pa Monev dan diklat untuk guru-guru, menghitam karena digunakan untuk terutama guru TK dan SD. melap ingus hijau anak-anak. Sejak tahun 2000, perempuan yang menyukai warna hitam ini Ada kendala? bergelut dengan para guru di lapangan, terutama di wilayah Timur Saya tidak mengalami kendala. Oleh Indonesia. Apa saja kegiatan Dewi Utama Faizah selama mendampingi karena budaya hidup bersih merupakan 'pahlawan tanpa tanda jasa' ini? Berikut wawancaranya dengan Percik. kebutuhan setiap manusia. Hanya saja sekolah kita bahkan orang tua kerap mengabaikan dan merasa itu tidak perlu B agaimana kondisi pendidikan (perilaku) hidup sehat/bersih anak-anak Indonesia saat ini? Terus dengan metode atau cara apa untuk merubah perilaku hidup sehat tersebut? dipelajari seperti mempelajari pelajaran matematika dan IPA. Siapa yang tidak senang memiliki murid-murid yang Sangat menyedihkan! Oleh karena Berbuat dan membiasakan! Di mana sehat dan jika mereka pulang ke rumah guru-guru kita yang ada di sekolah saat saja anak berada. Di samping dibutuhkan badannya wangi, rambutnya bersih ini adalah "guru kurikulum". Mereka keteladanan guru dan orang dewasa untuk bergelombang, dan tersenyum dengan hanya asik dengan kurikulum dan buku mendampingi mereka agar dapat menerap- gigi-giginya yang putih. teks, melupakan harkat para belia murid- kan disiplin dan pembiasaan secara terus- muridnya sebagai individu yang tumbuh menerus. Jika anak dicelupkan dalam kon- Ada pesan khusus? dan berkembang. disi ini, maka akan tumbuh "perasaan yang Ayo kita tularkan virus hidup sehat melekat" untuk senantiasa berperilaku kepada semua anak-anak Indonesia. Bagaimana seharusnya pendi- sehat. Perasaan sehat terkait erat dengan Hidup sehat berawal di tangan mereka, dikan perilaku bagi anak-anak In- emosi, sementara emosi merupakan energi tapi hidup tidak sehat juga berawal di donesia? yang akan senantiasa menyala mengobar- tangan mereka. Tinggal kita koneksikan Berbicara perilaku tidak semudah kan keinginan anak untuk senantiasa mem- saja antara head, heart, hand, healthy mentransfer isi buku ke dalam otak bangun hidup sehat. dalam proses pembelajaran di seluruh murid. Membentuk perilaku hidup sehat Indonesia tercinta ini. merupakan serangkaian panjang proses Sudah di mana saja program ter- kemanusiaan, dimulai sejak bangun tidur sebut dilaksanakan? Pihak mana saja yang diharap- hingga tertidur lagi. Di rumah dan di se- Saya tidak punya program khusus kan kelak membantu/terlibat? kolah merupakan arena bagi anak me- untuk itu. Tapi saya berusaha mengasah Saya harapkan guru, masyarakat latih diri untuk membentuk perilaku kepekaan humanbeing saya di mana saja luas dan stakeholder AMPL dapat yang sehat dan baik. Mereka membutuh- saya berada. Saya selalu mengajak para membantu program ini ke depan. Ok? kan lingkungan sosial sebagai sarananya. guru untuk meringankan tangannya Saya tunggu aksinya. Bowo Leksono Percik Agustus 2007 7
  • 10.
    P E RAT U R A N Permendagri No. 23 Tahun 2006 tentang Pedoman Teknis dan Tata Cara Pengaturan Tarif Air Minum pada PDAM K erugian yang diderita PDAM dalam menjalankan per- pada PDAM yang dianggap kurang sesuai dengan keadaan annya menyediakan air bagi masyarakat sudah seperti PDAM sekarang ini. Saat ini tarif PDAM tidak mencerminkan berita sehari-hari. Tingginya biaya operasional ditam- prinsip full cost recovery. Dalam peraturan yang baru, terjadi bah tingginya persentase kehilangan air semakin menyurutkan beberapa perubahan dalam pertimbangan dan penentuan tarif aliran pendapatan. PDAM. Di lain pihak PDAM seperti berada pada posisi yang sulit Biaya dasar berdasarkan peraturan yang baru memiliki kom- untuk menaikkan tarifnya. Protes dari masyarakat termasuk ponen baru baik dalam biaya usaha maupun volume air yang anggota dewan sering menjadi batu sandungan. Padahal penda- diproduksi dan yang hilang. Biaya dasar merupakan biaya usaha patan yang berasal dari tarif tersebut sangat dibagi volume air terproduksi setelah diku- penting untuk menutup biaya operasional rangi volume kehilangan air standar. Biaya sehari-hari. Dalam biaya dasar usaha ini merupakan total biaya untuk Selain itu, sebagian dari pendapatan yang baru, sudah menghasilkan air minum yang mencakup tersebut harus digunakan untuk biaya inves- biaya sumber air, biaya pengolahan air, dipertimbangkan tasi dalam bentuk perluasan jaringan dis- biaya transmisi dan distribusi, biaya kemi- adanya kehilangan air. tribusi yang masih sangat diperlukan untuk traan, dan biaya umum dan administrasi. sebagian masyarakat. Hingga 2006, ca- Sedangkan dalam Bandingkan dengan biaya dasar lama yang kupan layanan air perpipaan di Indonesia peraturan yang lama hanya ditentukan berdasarkan biaya tunai masih sekitar 18 persen. Sedangkan masih kehilangan air ini hanya yang terdiri dari biaya operasi, biaya pemeli- banyak PDAM yang memiliki tarif kurang dihitung sebagai haraan, biaya administrasi, biaya bunga pin- dari Rp 500,-/m3 di bawah tarif rata-rata kerugian yang harus jaman serta pokok pinjaman. nasional (Rp 1000,-/m3). ditanggung PDAM. Dalam biaya dasar yang baru ini, sudah Melakukan pinjaman kepada pihak luar dipertimbangkan adanya kehilangan air. menjadi pilihan terakhir yang diambil seba- Sedangkan dalam peraturan yang lama kehi- gian besar PDAM di Indonesia. Namun, pin- langan air ini hanya dihitung sebagai keru- jaman tersebut malah menambah beban. PDAM tidak dapat gian yang harus ditanggung PDAM. Selain itu, biaya sumber air mengembalikan pinjaman, kalaupun ada yang dikembalikan merupakan komponen yang baru yang membantu beberapa baru bunga pinjamannya saja. PDAM yang harus mengeluarkan biaya untuk pembelian sum- Akhirnya banyak PDAM yang terlilit utang. Dari 318 PDAM ber air baku. (2006), hanya 18 persen saja yang dikategorikan sehat, yaitu Hal ini sangat wajar mengingat ada PDAM yang mengalami mampu berkembang, mampu mengelola pinjaman, mampu peningkatan biaya air baku hingga 10 kali lipat dari tahun 2000 melakukan penggantian aset, beroperasi dengan efisien, dan hingga 2007. Peraturan yang baru juga telah memperjelas biaya meraih keuntungan. operasi dan pemeliharaan dalam peraturan lama menjadi biaya pengolahan air dan biaya transmisi serta distribusi. Kehilangan air dipertimbangkan dalam penentuan biaya dasar Mutu pelayanan, akuntabilitas, dan perlindungan air Melihat kondisi ini, pemerintah berupaya membantu PDAM baku sebagai bagian dalam penetapan tarif dengan menetapkan Permendagri No. 23 Tahun 2006 tentang Dasar kebijakan penetapan tarif juga mengalami perubahan. Pedoman Teknis dan Tata Cara Pengaturan Tarif Air Minum Untuk menyempurnakan dasar penetapan yang lama, peraturan pada PDAM. Peraturan ini untuk menggantikan Permendagri yang baru mengarahkan dasar penetapan tarif agar turut mem- No. 2 Tahun 1998 tentang Pedoman Penetapan Tarif Air Minum pertimbangkan adanya keadilan, perbaikan mutu pelayanan, 8 Percik 2007 Agustus
  • 11.
    P E RAT U R A N akuntabilitas, dan perlindungan air baku. Dalam peraturan yang baru, tarif PDAM diarahkan untuk membantu perlidungan dan pelestarian sumber air dalam jangka panjang. Adanya tarif progresif antara lain bertujuan untuk perlindungan air baku. Berdasarkan peraturan yang baru, proses perhitungan dan penetapan tarif harus menggunakan landasan perhitung- an yang mudah dipahami dan dapat dipertanggungjawabkan kepada para pemangku kepentingan. Setiap rupiah yang akan dikelola PDAM harus transparan dan bisa dipertanggung- jawabkan terutama kepada masyarakat. Jika tidak, sulit bagi PDAM untuk menaikkan tarif air minum mereka. Efisiensi pemakaian air masih menja- di bagian dasar penetapan tarif. Efisiensi Foto: Bowo Leksono dicapai melalui penerapan tarfi progresif yang dikenakan pada pelanggan yang konsumsinya melebihi standar kebu- diferensiasi dengan subsidi silang antar I dengan tarif rendah, kelompok II de- tuhan pokok air minum. Diharapkan kelompok pelanggan. ngan tarif dasar, kelompok III dengan dengan adanya tarif ini pelanggan jadi Mutu pelayanan merupakan pertim- tarif penuh, dan kelompok khusus ber- lebih berhemat sehingga perlindungan bangan yang baru sebagai dasar penetap- dasarkan tarif kesepakatan. air baku bisa tercapai. an tarif. Mutu pelayanan masih menjadi Di sini PDAM diberikan keleluasaan Prinsip pemulihan biaya merupakan permasalahan bagi PDAM. Sudah sering menentukan kebijakan jenis-jenis pe- dasar utama penetapan tarif air minum tertulis dalam media cetak sebuah PDAM langgan untuk tiap-tiap kelompok ber- bagi PDAM. Peraturan yang baru sangat sulit menaikkan tarif akibat dasarkan kondisi obyektif dan karakteris- merubah perhitungan pada pemulihan pelayanan yang buruk. Di lain kasus, tik pelanggan di daerah masing-masing. biaya ini. Untuk sekarang, pemulihan PDAM menaikkan tarif namun pelayanan Yang penting, PDAM tidak mengubah biaya penuh (full cost recovery) dicapai tetap buruk. Adanya pertimbangan mutu jumlah kelompok pelanggan yang sudah saat tarif rata-rata minimal sama dengan pelayanan dalam dasar penetapan tarif ditetapkan dalam permendagri yang baru biaya dasar. akan memaksa sebuah PDAM mening- ini. Namun jika akan melakukan pengem- katkan mutu pelayanannya. Yang paling penting dalam peraturan bangan pelayanan, tarif rata-rata tadi baru ini, mekanisme penetapan tarif air harus direncanakan untuk menutup Fleksibilitas dalam pembagian blok minum di sebuah PDAM didasarkan pada biaya dasar yang ditambah dengan konsumsi dan kelompok pelanggan keseimbangan kepentingan terhadap ma- tingkat keuntungan yang wajar. Untuk mempermudah perhitungan syarakat yang menjadi pelanggan, PDAM Keuntungan yang wajar ini dicapai jika tarif, blok konsumsi dan kelompok selaku badan usaha dan penyelenggara rasio laba terhadap aktiva produktif sebe- pelanggan pada peraturan yang baru pelayanan air minum kepada masya- sar 10 persen. dibuat lebih fleksibel. Blok konsumsi rakat, dan pemerintah daerah yang ber- Namun penetapan tarif juga tetap diubah dari tiga menjadi hanya dua blok, kepentingan sebagai pemilik PDAM itu mengedepankan keterjangkauan dan yaitu blok konsumsi air minum yang sendiri. keadilan. Tarif standar kebutuhan air masih dalam batas standar kebutuhan Dengan demikian, penetapan tarif minum harus terjangkau oleh masyarakat pokok dan blok konsumsi di atas standar harus mengarah pada perbaikan mutu pelanggan dengan penghasilan sama kebutuhan pokok. pelayanan kepada pelanggan, pencapaian dengan upah minimum provinsi. Tarif Sedangkan kelompok pelanggan men- target pemulihan biaya penuh, dan hasil dikatakan terjangkau jika besarnya tidak jadi empat kelompok dari sebelumnya positif seperti keuntungan yang juga melebihi 4 persen pendapatan masya- lima kelompok. Untuk peraturan baru, dapat digunakan kembali dalam pengem- rakat pelanggan. Untuk keadilan dalam tiap kelompok ditentukan berdasarkan bangan pelayanan. Afif Nu'man penerapan tarif, dilakukan melalui tarif kategori tarif yang dibayarkan. Kelompok Percik Agustus 2007 9
  • 12.
    WAWA SA N SekolahHijau (Green School) dan Soal Kesadaran Lingkungan Hidup Oleh: Imam M.* A khir-akhir ini muncul gerakan lingkungan yang cukup menggembirakan dari para siswa sekolah, terutama SMU. Siswa-siswa SMU itu tidak melulu digambarkan sebagai anak baru gede (ABG) yang penuh kemanjaan dan sedang semangat mencari identitas terhadap lawan jenisnya. Sebagian anak-anak SMU itu telah mengubah pandangan umum dengan mencanangkan berbagai kegiatan yang selama ini hanya mereka yang berkutat di organisasi-organisasi terten- tu yang terkait dengan lingkungan hidup. Apa yang menarik dari kegiatan yang berorientasi lingkung- an hidup ini adalah siswa-siswi SMU sudah menyadari berbagai Berbagai tanaman obat-obatan yang terdapat di sekolah hijau. akibat negatif dari eksploitasi sumber daya alam dan pecemaran Foto: Bowo Leksono lingkung hidup yang terjadi saat ini. Kegiatan tersebut targetnya tentu bukan mengubah lingkungan yang tercemar secara dramatis menjadi lingkungan yang bersih dan layak huni. kali ini. Hasilnya bermacam-macam. Ada yang berkesimpulan Sasaran utama dari kesadaran lingkungan hidup pada usia Kali Brantas yang melewati kota Mojokerto masih belum terlalu SMU tersebut tak lain meletakkan kesadaran lingkungan sedini tercemar sebagaimana ditunjukkan oleh siswa bernama Yogi mungkin sehingga kelak mereka akan menjadi orang yang per- dari SMUN 1 Wringinanom. Ada juga yang menyatakan sudah tama untuk menjaga lingkungan di mana mereka tinggal. Jika demikian tercemar sebagaimana ditunjukan siswa dengan ini terjadi, tentu program ini akan menjadi pondasi pertama meneliti Kali Brantas yang melewati kota Surabaya (Tempo, 16 bagi setiap kampanye atas pentingnya lingkungan hidup. Sebab April 2007). ketika kesadaran terhadap lingkungan telah ada sejak muda, Pihak sekolah sendiri tak mau tinggal diam dengan kian tentu ini akan mempermudah terbentuknya perilaku sadar suramnya masa depan lingkungan hidup ini. Berbagai sekolah lingkungan dan tentu lebih mengakar dalam hidup keseharian. telah memasukkan kurikulum berbasis lingkungan ini ke dalam Ambil contoh siswa-siswi SMUN 1 Wringinanon, Gresik, mata pelajaran ini. Jika dalam rencana SMUN 1 Wringinanom Jawa Timur. Sekolah ini bisa dibilang salah satu yang terdepan kurikulum ini menjadi mata pelajaran tersendiri dengan cara untuk usia segenerasinya dalam hal kesadaran lingkungan memberikan 1 jam pelajaran setiap minggunya, maka ada seko- hidup. Selain mempraktikkan lingkungan bersih dan hijau de- lah yang secara kreatif tidak memberikan 1 jam pelajaran yang ngan menanam berbagai tanaman di lingkungan sekolah, mere- terpisah tetapi justru terintegrasi dalam satu rangkaian pela- ka juga aktif mengikuti berbagai kegiatan berkait dengan jaran. Ini dilakukan oleh SMK Wikrama Bogor. SMK ini mema- lingkungan di luar sekolah. sukkan materi lingkungan hidup ke dalam mata pelajaran PKN, Siswa-siswa ini aktif mengikuti berbagai workshop tentang Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Fisika. lingkungan hidup dan yang menarik bersama SMU lain di Jawa Berikut uraiannya: Timur melakukan penelitian terhadap Kali Brantas. Penelitian 1. Pendidikan Agama Islam: Kompetensi Kerusakan Alam ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebersihan Kali Brantas dan Lingkungan. Disajikan minggu ke 18-21 atas berbagai tindak pencemaran di berbagai kota yang dilalui 2. Pendidikan Kewarganegaraan: Kompetensi Sumber Daya 10 Percik 2007 Agustus
  • 13.
    WAWA SA N Alam. Disajikan minggu ke 61-73 3. Bahasa Indonesia: Kompetensi level membaca dan menulis mengguna- kan topik lingkungan alam. Disaji- kan minggu ke 5-25. 4. Bahasa Inggris: Kompetensi level Novice untuk membaca dan menulis menggunakan topik lingkungan alam dan sekitarnya. Disajikan minggu ke 21-40 5. Matematika: Kompetensi menerap- kan konsep bilangan real. Disajikan minggu ke 1-13 6. Fisika: (a) Menghitung kalor, (b) Me- nerapkan konsep usaha, daya dan energi, (c) Menerapkan konsep Fluida, (d) Thermodinamika, (e) Optik, (f) Pelataran sekolah yang rimbun dengan pepohonan. Foto: Bowo Leksono Konsep Listrik, (g) Produktif RPL1. Dasar-dasar Pemrograman, (h) Tek- nik Komputer dan Jaringan 1. Ins- di berbagai sudut halamannya. Sekolah berkelanjutan. Dan yang terpenting talasi PC. Disajikan pada minggu ini bukan hanya tampak bersih dari adalah mandiri dalam menjalankan pro- ke 1-10 dalam tetapi menjadi hijau dari luar serta gram ini ke depan nantinya". nyaman dihuni dan akhirnya tempat Sifat dukungan dari berbagai orga- Konsep yang dijalankan SMK Wi- yang layak untuk menyemaikan benih- nisasi terhadap kegiatan sekolah berori- krama ini tidak mengganggu jalannya benih kepintaran. entasi lingkungan hidup ini pada intinya mata pelajaran lantaran tidak menambah memberi motivasi sekaligus memberi beban siswa karena terintegrasi dalam Berbagai Dukungan ruang untuk mewujudkan kesadaran satu mata pelajaran. Karena itu, keber- Kesadaran lingkungan ini juga terlihat lingkungan tersebut. SMAN 1 Wringin- adaan konsep tersebut justru mendukung di SMK Al Muslim Bekasi. Sekolah ini pada anom sendiri telah lama bekerjasama mata pelajaran itu sendiri dan pada saat 2005 menerima Hadiah Oksigen dari PT dengan lembaga pemerintahan kabupa- yang sama telah memicu kesadaran akan Coca-Cola yang bekerjasama dengan pihak ten Gresik maupun pemerintahan Jawa lingkungan hidup. Yayasan KEHATI. Hadiah ini bertujuan Timur, juga Ecoton dan KEHATI. SMK Wikrama Bogor ini bisa di- menyemaikan benih-benih yang tumbuh Namun, sifat bantuan itu sendiri katakan telah melakukan satu terobosan dalam diri siswa-siswi agar mendapat per- bersifat sementara dengan asumsi ikut yang cukup bagus dengan secara sistema- wujudannya dalam wilayah sosial. Pihak menebarkan benih-benih kesadaran tis menjawab isu krisis lingkungan hidup penyelenggara memberikan uang tunai se- lingkungan hidup yang kelak di kemudi- saat ini ke dalam ranah pendidikan mere- jumlah 25 juta dan 1 tahun pendampingan. an harinya akan berguna. Hal ini sesuai ka. Selain mengintegrasikan sistem ku- Namun, sebagaimana dikatakan ke- sifat dari pendidikan sekolah sendiri yang rikulum, mereka juga mengintegrasikan pala sekolah SMK Al Muslim, Dra. Elis sifatnya memberi bekal untuk mempersi- dalam perilaku sehari-hari di sekolah. Setiawati, "Yang terpenting justru tahap apkan diri sebelum peserta didik terjun Masalah penggunaan air dan listrik mere- pasca bantuan ini. Memang program Go menjadi bagian dari masyarakat. ka manfaatkan dengan sistem otomati- Green School secara nyata telah mem- Dan terkait dengan lingkungan hidup sasi sehingga dapat melakukan penghe- berikan kesempatan bagi seluruh warga yang semakin hari kian menunjukkan matan energi secara efektif. sekolah baik siswa dan manajemen untuk keadaan yang memprihatinkan, bekal itu Sementara masalah sampah terlibat langsung dalam perkembangan sangat penting. Sebab sehebat apa pun disediakan pemisahan tong sampah program Green Education yang telah opini tentang kesadaran lingkungan untuk yang organik dan yang non- kami gagas sejak tahun 1986. Keterli- hidup hendak dibangun tidak banyak organik. Ini akan mempermudah tahap batan kami dalam perencanaan, im- gunanya apabila tidak ada kesadaran pengolahan akhir sampah dengan plementasi, monitoring, laporan dan dalam diri setiap individunya. Saya kira membuat kompos dari sampah organik. penyusunan rencana tindak lanjut juga di sini arti pentingnya program sekolah Selain itu, kesadaran lingkung hidup di memperluas wawasan kami untuk men- hijau (green school). SMK Wikrama ini tercermin dari jalankan dua prinsip utama Program Go * Pengamat ekologi berbagai tanaman keras yang tumbuh Green School yakni menyeluruh dan Percik Agustus 2007 11
  • 14.
    WAWA SA N Bencana Ekologi dan nisme pasar. Bagaimana kaitannya banjir Jakarta tahun 2002 dan 2007 dengan kebijakan pembangunan yang 'mende- Gagalnya Model wakan' mekanisme pasar? Intensifnya pembangunan kawasan komersial di Jakarta telah menggusur Pembangunan Kota banyak daerah resapan air baik berupa Ruang Terbuka Hijau (RTH) maupun situ/waduk. Hal itu terlihat jelas dari semakin menurunnya luasan RTH di Jakarta dari tahun ke tahun. Oleh : Firdaus Cahyadi * Pada Master Plan Jakarta tahun 1965- 1985 menargetkan luas RTH seluas K ota Jakarta berkembang begitu koan, apartemen, dan perkantoran skala 18.000 Ha. Pada Rencana Umum Tata pesat sehingga menjadikannya besar telah dibangun. Sementara pada Ruang (RUTR) Jakarta tahun 1985-2005 lebih maju dibandingkan kota- periode 2007 hingga 2008 sekitar 80 target RTH turun menjadi 16.908 Ha, kota lain di Indonesia. Hal itu dibuktikan pusat perbelanjaan, apartemen dan per- sementara pada Rencana Tata Ruang dengan berhasilnya kota ini meraih pen- kantoran baru segera dibangun di Ja- Wilayah (RTRW) 2000-2010 turun lagi dapatan per jiwa tertinggi. Pesatnya pem- karta (Kompas, 10 Februari 2006). menjadi hanya 9.560 Ha. bangunan di Jakarta juga menyebabkan Menurunnya luasan RTH tersebut kota ini menjadi pusat perdagangan Mekanisme pasar dan banjir di mengakibatkan meningkatnya air larian barang dan jasa selain sebagai pusat Jakarta (run off) saat terjadi hujan sehingga pemerintahan. Intensifnya pembangunan pusat- mengakibatkan banjir di Jakarta. Data Untuk mencapai tingkat pertum- pusat komersial di kota Jakarta juga telah terbaru dari BPLHD DKI Jakarta pada buhan ekonomi yang lebih tinggi diban- mengakibatkan kota ini semakin tidak tahun 2005 menyebutkan bahwa hanya dingkan kota lainnya, Pemerintah Daerah nyaman bahkan membahayakan para 26,6 persen air hujan yang dapat diserap (Pemda) DKI Jakarta pun 'mengarahkan' penghuninya baik secara sosial maupun tanah, sementara 73,4 persen menjadi strategi pembangunan pada upaya mena- lingkungan hidup. Hal itu nampak dari run off. Fakta tersebut dapat menjelaskan rik sebanyak mungkin investor untuk terjadinya bencana ekologi berupa banjir mengapa banjir pada tahun 2007 yang berinvestasi di kota ini. besar pada tahun 2002 dan 2007 yang lalu lebih besar dibandingkan tahun Strategi pembangunan yang bertum- menimbulkan banyak korban jiwa dan 2002. pu pada mekanisme pasar pun menjadi harta warga Jakarta. paradigma dominan di kota ini. Hal itu Banjir yang terjadi di Jakarta bukan- Mekanisme pasar dan biaya sosial semakin nampak dari naiknya laju per- lah sebuah fenomena alam biasa namun Diserahkannya pembangunan kota tumbuhan kawasan komersial dari tahun akibat kebijakan Pemda DKI Jakarta sepenuhnya pada mekanisme pasar me- ke tahun. Pada tahun 2006 yang lalu mi- yang telah menyerahkan strategi pem- mang telah terbukti mampu mening- salnya, di Jakarta lebih dari 30 perto- bangunan kota sepenuhnya pada meka- katkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Jakarta. Namun jika biaya sosial aki- A IR H U J A N A IR H U J A N M E N JE L M A M E N J A D I A IR L A R IA N B A N J IR bat dari bencana lingkungan diperhi- 2000 Jt M 3 /th tungkan juga maka besarnya PAD yang diperoleh kota ini pun akan terkoreksi R un O ff 200 secara signifikan. Menurut perkiraan 1468 Jt J A K A RTA M 3/th ( 7 3 ,4 % ) B O G OR Bappenas, Bencana Banjir Jabodetabek tahun 2007 mengakibatkan kerusakan M uk a L a u t 0 532 Jt dan kerugian bagi masyarakat dan m 3/th thh (2 6 ,6 % ) A IR T A N A H D A N G K A L 4 9 2 J T 3/ m 3 m /t pemerintah sebesar Rp 5,2 T. Sementara -4 0 40 Jt M 3/TH Jt Jt -4 0 A IR TA N A H m 3/th 37 37 kerugian ekonomi tidak langsung menca- DALAM -1 4 0 77 JU T A M 3/ TH -140 pai Rp 3,6 T. Ironisnya, biaya sosial -2 5 0 -250 seperti di atas tidak "tertangkap" pasar. * Pelaksana Harian B a t a s a m a n p e n g a m b ila n a ir b a w a h ta n a h 3 0 - 4 0 % d a r i p o te n s i a ir ta n a h (1 8 6 jt m 3 / th ) Kaukus Lingkungan Hidup (T a h u n 2 0 0 5 d e fis it a ir ta n a h s e b e s a r 6 6 ,6 5 ju t a m 3 / ta h u n ) S u m b e r: B P L H D D K I J a k a rt a , 1 5 F e b ru a r i 2 0 0 7 Jakarta 12 Percik 2007 Agustus
  • 15.
    WAWA SA N Pengatur Aliran Air Ala Barugaya (Local Genius Dusun Barugaya, Desa Bonto Kadatto, Kabupaten Takalar) Oleh : Sofyan Iskandar* B agaimanakah cara membagi secara adil tanggung jawab pembayaran rekening listrik untuk pompa air yang digunakan secara bersama? Jawaban saya adalah mem- bagi biaya secara proporsional di antara pengguna. Bisa berdasarkan pemakaian air atau jumlah anggota keluarga. Kalau berdasarkan pemakaian air, berarti tiap pengguna harus dilengkapi alat ukur yang disepakati, yang paling praktis water meter (meteran air) tentu saja. Kalau ini dianggap tidak praktis dan menjadi mahal, gunakan saja ukuran jumlah pengguna se- tiap keluarga. Harusnya seperti itu menurut saya. Tetapi tidak demikian menurut warga Dusun Barugaya, Desa Bonto Kadatto yang berjarak satu jam perjalanan kendaraan dari Ibu Kota Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Pikiran saya tersebut menurut mereka terlalu rumit, walaupun gagasannya sederhana, tetapi pelaksanaannya memerlukan pengaturan-pengaturan yang rumit. Katakan saja kalau menggunakan water meter, siapa yang akan membacanya, kemudian siapa yang akan mengumpulkan iuran, bagaimana kalau ada yang tidak membayar. Kalau tidak menggu- nakan meter, tetapi dengan ukuran keluarga, tidak ada jaminan ke- luarga kecil menggunakan air lebih sedikit dari keluarga besar. Persoalan ini muncul karena sumber air yang dapat digu- nakan air minum terbatas. Hanya sumur-sumur tertentu yang dapat digunakan. Dan untuk mengalirkan air diperlukan pompa dengan memerlukan tenaga listrik. Pipa air yang melintas ke perumahan warga. Foto: Bowo Leksono Menghemat air Untunglah ada Bassere Daeng Ta'le (45 tahun), anggota praktek lapangan program orientasi MPA-PHAST yang dise- masyarakat yang memiliki pengetahuan kelistrikan. Untuk lenggarakan di Dusun Barugaya, Desa Bonto Kadatto, mengatasi persoalan pembagian pembayaran listrik, ditetapkan Kabupaten Takalar. Acara ini diselenggarakan pada Juni 2007 masing-masing rumah harus menggunakan listrik sendiri. oleh Pokja AMPL Nasional bekerja sama dengan Ditjen PMD Sehingga tidak perlu ada perselisihan dalam menentukan Departemen Dalam Negeri. besarnya biaya listrik. Pengaturan penggunaan dilakukan sendiri, mau menggunakan banyak air artinya membayar listrik Cara kerja lebih besar. Bagaimanakah cara kerja sistem yang sudah melayani tiga Bila hendak menghemat, gunakan air secukupnya. Jalan lingkungan ini? Pada prinsipnya setiap rumah memiliki sam- keluar ini diterima kelompok pengguna air secara aklamasi. bungan listrik yang terhubung dengan kabel utama menuju Sistem yang dirintis Daeng Ta'le ini sudah dikembangkan sela- pompa yang diletakkan di sumur. Setiap rumah dilengkapi de- ma tiga tahun oleh Daeng Nai (43 tahun). Hal ini terungkap dari ngan stop kontak untuk memutuskan atau menyambungkan Percik Agustus 2007 13
  • 16.
    WAWA SA N aliranlistrik ke kabel utama. Untuk mengatur giliran penggunaan, setiap rumah dilengkapi lampu indikator yang menyala saat ada rumah yang menggu- nakan pompa. Aturannya adalah hanya menyalakan pompa (dengan menekan stop kontak) ketika lampu indikator mati. Setelah se- lesai menggunakan pompa, listrik di- matikan dan kran harus ditutup. Skema instalasi listrik dapat dilihat pada dia- gram. Apakah tidak terjadi arus pendek? Hal ini juga sudah diperhitungkan, kare- na penyambungan diatur pada fase listrik yang sama. Sistem ini digunakan secara kelom- pok mulai dari 3 rumah sampai dengan 12 rumah. Jarak terjauh sumur atau pompa dengan rumah adalah 100 meter. Biaya konstruksi, instalasi pipa dan lis- Bak penampungan air bersih di depan rumah warga. trik serta pengadaan pompa ditanggung Foto: Bowo Leksono secara swadaya pengguna. Saya terpaksa harus menyingkirkan pompa 200 watt, setiap rumah menang- dapat dilakukan, karena aliran air akan analisa kritis saya dulu terhadap sistem gung beban daya 265 watt. Untuk meng- ke rumah terjauh menjadi lebih kecil. ini karena nyatanya sistem ini dapat be- hitung biayanya tinggal dikalikan saja de- Apabila ada keperluan air mendesak, kerja, digunakan dengan baik, bertahan ngan waktu yang digunakan. Mungkin komunikasi langsung kerap dilakukan sampai tiga tahun, dan dibiayai sendiri lampu 5 watt ini bisa diganti dengan lam- dengan meminta yang lain untuk mema- lagi. Misalnya tentang lampu indikator pu indikator yang lebih kecil. tikan aliran listrik. yang menyala pada seluruh rumah ketika Pada saat pengguna paling ujung satu rumah menyalakan pompa, kalau menyalakan pompa, pada dasarnya ru- Sistem yang berkelanjutan pengguna sampai 13 rumah, artinya 13x5 mah-rumah lain yang dapat membuka Menilik waktu pengembangan yang watt atau 65 watt. kran untuk memperoleh air. Tetapi kare- sudah tiga tahun dan sekarang kondisinya Apabila ditambah dengan daya na pengguna berdekatan, kontrol masih berfungsi dengan baik dan terus digu- nakan, menunjukkan bahwa sarana yang dibangun keberlanjutan. Hal ini semakin memperkukuh keyakinan saya bahwa masyarakat memiliki kemampuan dalam menyelesaikan persoalan sendiri, bahkan dalam menemukan teknologi tepat guna. Bahwa pilihan teknologi perlu dibuka dan didiskusikan untung ruginya meru- pakan syarat keberlanjutan. Bahwa kepu- tusan oleh masyarakat menjadi kunci dalam keberlanjutan sarana yang diba- ngun. Bahwa pihak luar tidak harus datang dengan bantuan fisik, terjadi di Barugaya. Bahwa saya harus lebih banyak belajar, itu suatu kenyataan, apabila saya mau memberikan sumbangsih dalam mengusung keberlanjutan pembangunan air minum di negeri ini. Pipa-pipa pembagi air bersih. Foto: Bowo Leksono *Konsultan WASPOLA 14 Percik 2007 Agustus
  • 17.
    WAWA SA N Kontribusi Sistem Penyediaan Air Minum terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional (Tahun Anggaran 2006) oleh : Sandhi Eko Bramono, S.T., MEnvEngSc.* berantai (trickling down effect) yang memberikan kemanfaatan dan kese- jahteraan bagi masyarakat. Berawal dari pembukaan lapangan kerja, menjadikan sejumlah kuantitas sumber daya manusia yang terlatih dan mempunyai kesem- patan dalam mengaplikasikan ilmunya. Selain itu, dengan lapangan kerja yang tersedia, maka tingkat ekonomi masyarakat akan meningkat, yang diser- tai peningkatan kesadaran akan pen- didikan, kesehatan, dan lain-lain. Dampak akhirnya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, yang merupakan suatu aset nasional yang tak akan tergantikan. Penyediaan infrastruktur SPAM akan berpengaruh pada pembukaan lapangan kerja, yang bersifat menyeluruh semen- jak dari survei untuk penyediaan infra- struktur tersebut, hingga ke pengawas lapangan yang bertugas mencatat meter air di tiap sambungan rumah. Berapa Bangunan reservoar hasil kerjasama masyarakat, LSM dan pemerintah daerah. jumlah tenaga sarjana S1 yang dibu- Foto: Bowo Leksono tuhkan, berapa jumlah tenaga kerja D3 yang dibutuhkan, berapa jumlah tenaga P enyediaan infrastruktur yang tolok ukur tingkat kemanfaatan infra- kerja STM yag dibutuhkan, berapa jum- handal merupakan salah satu struktur. lah buruh yang bertugas membangun sis- tonggak dalam penyelenggaraan Salah satu infrastruktur yang men- tem Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan pembangunan bangsa. Infrastruktur yang dukung pembangunan nasional adalah sistem distribusinya, berapa jumlah man- dibangun harus juga selalu ditujukan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). dor yang dibutuhkan untuk mengawasi untuk meningkatkan taraf kesejahteraan Sejauh mana infrastruktur SPAM mampu buruh, berapa jumlah pegawai masyarakat. Berbagai parameter dia- berkontribusi dalam pembukaan la- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) jukan untuk meninjau tingkat keman- pangan kerja, serta sejauh mana kon- yang dibutuhkan, berapa jumlah tenaga faatan pembangunan infrastruktur pada tribusinya dalam satuan persen terhadap untuk pembangunan IPA PAKET yang kesejahteraan masyarakat. pertumbuhan ekonomi nasional, seper- siap dipasang di lokasi yang dituju, bera- Salah satu parameter uji yang cukup tinya menjadi hal yang patut dicermati. pa jumlah tenaga pengawas sistem handal untuk dinilai, adalah tingkat pem- jaringan distribusi yang dibutuhkan, dan bukaan lapangan kerja akibat pemba- Metodologi perhitungan lain-lain, yang berdampak kepada total ngunan infrastruktur tersebut. Berapa Pembukaan lapangan kerja dinilai jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan. jumlah lapangan kerja yang dapat dibuka sebagai suatu parameter uji yang cukup Berdasarkan perhitungan tersebut, akibat penyediaan infrastruktur tersebut, handal untuk melihat aspek kemanfaatan dapat dihitung berapa jumlah tenaga yang akan berpengaruh pada angka per- infrastruktur. Dengan pembukaan la- kerja yang dibutuhkan untuk setiap tumbuhan ekonomi nasional, merupakan pangan kerja, maka begitu banyak efek penyediaan 1 liter/detik SPAM. Selain Percik Agustus 2007 15
  • 18.
    WAWA SA N itu,biaya investasi yang dibutuhkan juga dapat dihitung, untuk diakan). dapat membuka lapangan kerja sejumlah tersebut. Dengan Selain itu, dibutuhkan pula pembukaan lapangan kerja yang membandingkan biaya investasi yang telah ditanamkan setiap lebih luas, agar setiap liter/detik infrastruktur SPAM yang dise- tahun anggaran, maka dapat dihitung pula kontribusi pem- diakan, mampu menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya bukaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional (misalnya dengan pendirian berbagai kontraktor yang mampu setiap tahunnya dari sektor SPAM. merancang IPA PAKET atau perluasan penyerapan tenaga kerja yang mampu merencana dan merancang infrastruktur SPAM), SPAM di Indonesia yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurut data dari Kementerian Koordinator Kesejahteraan Tanpa disadari, anjuran pemerintah untuk hemat air, ikut Rakyat Republik Indonesia, setiap pembukaan 500 ribu lapang- berperan serta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. an kerja, akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional Dengan berkurangnya konsumsi air karena anjuran pemerintah sebesar 1 persen. Data dari United Nations Development tersebut, maka biaya investasi/kapita dapat diturunkan, yang Programme (UNDP) pada tahun 2006, di New Delhi (India), berakibat pada semakin tingginya cakupan pelayanan air akan tercipta 1,72 lapangan kerja/liter/detik SPAM. minum/liter/detik, dengan menggunakan biaya investasi yang Karena ketiadaan data mengenai angka tersebut untuk sama besarnya. Hal ini menjadikan semakin tingginya cakupan Indonesia, diasumsikan kondisi di India sama dengan di pelayanan infrastruktur SPAM, dengan harga yang lebih murah, Indonesia (sebagai sesama negara berkembang). Pada tahun namun mampu membuka lapangan kerja yang lebih banyak, anggaran 2006, investasi yang ditanamkan oleh Direktorat dan meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi nasional. Pengembangan Air Minum, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum, sejumlah Rp 1,4 triliun berupa Tantangan ke depan investasi infrastruktur SPAM. Tenaga perencana dan perancang infrastruktur SPAM ditun- Dengan asumsi kebutuhan air minum di Indonesia menca- tut untuk mampu menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional, pai 200 liter/kapita/hari dan biaya investasi infrastruktur melalui penyediaan sektor tersebut. Modifikasi seperti yang SPAM yang dibutuhkan mencapai Rp 270 ribu/kapita (terma- tersebutkan di atas, merupakan suatu metode untuk suk sistem produksi dan distribusi SPAM), maka dapat dihitung meningkatkan cakupan pelayanan air minum dengan harga sebagai biaya pelayanan sekitar 5,18 juta jiwa penduduk yang lebih rendah (atau sama), namun mampu menjangkau Indonesia atau setara dengan 12 m3/detik SPAM. masyarakat dengan jumlah yang lebih luas, mampu membuka Dengan jumlah tersebut, maka lapangan kerja baru yang lapangan kerja yang lebih banyak, serta mendongkrak dapat terbuka mencapai 20.640 tenaga kerja. Jika dibandingkan perekonomian nasional lebih tinggi. dengan angka 1 persen pertumbuhan ekonomi disokong dengan Kombinasi kemampuan teknik-ekonomi-sosial-budaya pembukaan 500 ribu lapangan kerja baru, maka SPAM di merupakan hal yang mutlak, sehingga dapat mengembangkan Indonesia telah berkontribusi sebanyak 0.041 pesen pada tahun metode-metode yang lebih kreatif untuk mewujudkannya, de- anggaran 2006. Sebagai perbandingan, nilai pertumbuhan ngan mengandalkan keterbatasan anggaran yang ada. ekonomi nasional pada tahun 2006 sebesar 5,6 persen, dimana Bukanlah tidak mungkin bahwa sektor infrastruktur SPAM 0,041 persennya berasal dari sektor SPAM. dapat memberikan porsi persentase yang lebih besar dalam kon- tribusi terhadap angka pertumbuhan ekonomi nasional. Selain Upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi dengan memberikan hajat hidup orang banyak berupa air minum, SPAM namun juga mampu memberikan dampak berantai yang lebih Metodologi yang tersebut di atas, dapat dikatakan sebagai menguntungkan untuk kesejahteraan masyarakat, bahkan di metodologi yang cukup jitu dan terukur untuk melihat keman- luar sektor air minum itu sendiri. faatan infrastruktur SPAM dalam kacamata ekonomi nasional. Dengan kata lain, penyediaan infrastruktur SPAM yang han- Masih diperlukan lagi pendalaman dan verifikasi data yang dal, mampu memberikan kontribusi yang nyata sebagai dampak lebih akurat, untuk mendapatkan gambaran yang lebih detail ikutan yang positif dari pembukaan lapangan kerja yang seluas- mengenai kontribusi infrastruktur SPAM dalam pertumbuhan luasnya di Indonesia. Juga merupakan hal yang sangat me- ekonomi nasional. mungkinkan, dengan pembukaan lapangan kerja pada sektor Melihat perhitungan di atas, adalah memungkinkan untuk ini, akan mendongkrak pertumbuhan sektor lain, yang akhirnya memacu pertumbuhan ekonomi lewat penyediaan infrastruktur juga akan membuka lapangan-lapangan kerja baru, sebagai SPAM. Parameter yang dapat didorong di antaranya, upaya dampak ikutannya. menurunkan biaya investasi/liter/detik infrastruktur SPAM. * Penulis adalah staf Sub Direktorat Kebijakan dan Strategi, Dengan begitu, setiap investasi yang ditanamkan akan Direktorat Bina Program, Direktorat Jenderal Cipta Karya, meningkatkan cakupan pelayanan air minum, dan akan dikuti Departemen Pekerjaan Umum. Saat ini tercatat sebagai mahasiswa program doktoral di Division of Environmental Science and Engineering, dengan peningkatan lapangan kerja yang tercipta (karena National University of Singapore (NUS), Singapura semakin tingginya kapasitas pelayanan yang mampu dise- Kontak dengan penulis : sandhieb@yahoo.com 16 Percik 2007 Agustus
  • 19.
    R E PO RTA S E Kelangkaan Air di Perumahan Mustika S ebagai kebutuhan dasar manusia, tidak heran bila air kerap menjadi pemicu pertengkaran antarwarga. Bahkan perebutan akses air bersih ini bisa memunculkan pertikaian yang ber- akibat fatal. Seperti yang terjadi di Perumahan Mus- tika Tigaraksa, Desa Pasirnangka, Keca- matan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Di komplek perumahan yang dibangun sejak 2001 ini sudah sejak awal mengalami kelangkaan air bersih. Dimusim kekeringan ini, sempat ter- jadi pertikaian antarwarga hingga salah satu warga luka terkena bacokan warga lain. Tentu siapapun tidak menginginkan peristiwa berdarah ini terjadi. Semes- tinya, musibah kekurangan air bisa di- jadikan peristiwa yang semakin menya- Danau buatan ini menjadi sumber air bersih bagi warga perumahan Mustika Tigaraksa, tukan warga yang merasa senasib. Tangerang. Foto: Bowo Leksono Perum Mustika terdiri dari delapan RW (rukun warga). Empat RW masuk ga kedalaman 80 meter. Satu sumur bor tika Tigaraksa, terdapat sebuah danau Desa Pasirnangka dan empat RW lagi dimiliki sekitar 7 hingga 10 kepala keluar- buatan yang sudah ada sebelum pemba- masuk Desa Mantagara dengan lebih dari ga. Inisiatif ini pun tidak serta-merta ngunan perumahan tersebut. Dimusim 3600 kepala keluarga. Struktur tanah di menyelesaikan masalah. Dimusim kema- kemarau, danau buatan tersebut sangat perumahan tipe sederhana itu memang rau, tetap saja kesulitan air. berharga bagi warga perumahan. sangat kurang debit airnya. Inisiatif lain seperti yang dilakukan Ade Di danau tersebut, beberapa pompa Kepada Percik, Ketua RW 08 Perum Rohayati (31). Ibu rumah tangga ini mem- air tertancap dengan puluhan pipa yang Mustika Tigaraksa, Desa Pasirnangka beli air dari truk tangki seharga Rp 135 ribu dialirkan jauh ke rumah-rumah warga. Kusdianto, mengatakan pihak pengem- untuk setiap 6 ribu liter. "Air akan habis Satu alat pompa air dimiliki sepuluh bang perumahan hanya memfasilitasi selama seminggu atau 10 hari," katanya. atau lebih kepala keluarga. Mereka sumur pompa atau pantek bagi tiap Selama menempati perumahan, Ety, pang- memanfaatkan air danau buatan secara rumah. "Sudah sejak awal banyak sumur gilan akrab Ade Rohayati, sudah empat kali bersama. pompa sedalam 18 sampai 24 meter yang membuat sumur bor yang sama sekali Setiap pagi dan sore hari, warga tidak berfungsi. Apalagi dimusim kema- tidak keluar air. berbondong-bondong memanfaatkan air rau, sama sekali tidak keluar air. Kami Santosa, mewakili suara warga, danau seluas 100 meter x 60 meter. Un- sudah mengusulkan kepada pengembang menginginkan jaringan PDAM (Per- tuk mandi, mencuci, dan kebutuhan air di agar ada jalan keluarnya, tapi tampaknya usahaan Daerah Air Minum) masuk ke rumah mereka. Namun saat kemarau belum ditanggapi," ujarnya. Sebagian Perumahan Mustika Tigaraksa. "Jaringan mencapai titik puncaknya, air danau itu warga mengambil jalan pintas dengan PDAM terdekat berjarak sekitar satu kilo- pun menyusut dan kering sama sekali. memotong pipa saluran air di depan ru- meter," ujarnya. Rasanya, warga Perumahan Mustika mah mereka. Tigaraksa semakin tersiksa dengan Akhirnya, warga berinisiatif memba- Memanfaatkan Danau Buatan kelangkaan air yang terjadi sepanjang ngun satelit atau sumur-sumur bor hing- Di tengah-tengah Perumahan Mus- tahun. Bowo Leksono Percik Agustus 2007 17
  • 20.
    R E PO RTA S E PURBALINGGA KEKERINGAN daerah yang kekurangan air rata-rata karena terletak di dataran tinggi dan tidak tersentuh jaringan PDAM. Puluhan desa itu tersebar di Kecamatan Bukateja (satu desa), Kemangkon (empat desa), Pengadegan (lima desa), Karanganyar (delapan desa), Bobotsari (empat desa), Karangreja (tiga desa), Bojongsari (satu desa), Rembang (satu desa), Kejobong (sem- bilan desa), Karangmoncol (enam desa), Kaligondang (11 desa), Kutasari (satu desa), dan Kertanegara (dua desa). Setiap tahun daerah-daerah tersebut selalu mengalami kekeringan dan biasa- nya puncaknya terjadi di bulan Oktober . "Desa kami belum mendapatkan jatah air bersih dari pemerintah," keluh Sukarli (41), warga Desa Wanalaya, Kecamatan Karanganyar. Wakil Bupati Purbalingga Drs Heru Setiap tahun di musim kemarau, puluhan warga melakukan aktivitas mandi, mencuci dan buang air besar di sungai ini. Foto: Bowo Leksono Sudjatmoko, M.Si kepada Percik me- ngatakan, Pemkab mengantisipasi S umarto (65) sembari memikul dua ringan melanda Purbalingga dan bebera- bencana tahunan ini dengan memberi ember besar diikuti cucu laki- pa daerah di Jawa Tengah. Musim kema- bantuan air bersih ke desa-desa. "Me- lakinya, berjalan sepanjang pe- rau tahun ini membuat 56 desa di 13 mang belum semua desa mendapatkan matang sawah menuju kali Laban. Di kecamatan di Purbalingga mengalami bantuan air bersih karena belum parah," sana, puluhan orang, laki-laki perem- kekeringan dan krisis air bersih. Daerah- ujarnya. Bowo Leksono puan, anak-anak hingga orang dewasa telah menunggu sambil beraktifitas. Mencuci pakaian dan mandi. Telaga Slumpit Menyusut Dua kali dalam sehari, pagi dan sore, Sumarto dan puluhan warga Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, S udah sebulan sejak akhir Juli, telaga (danau) Slumpit debit airnya mulai menyusut. Tidak lama lagi, telaga yang menjadi sumber kebutuhan air sampai tiga minggu," tuturnya. Prasetyo (27) mewakili keluarga, setiap hari bolak-balik membawa dua tempat air dengan cara berjalan bolak-balik sepanjang dua kilo- bersih warga Dusun Nglumpit, Desa Kenteng, Ke- dipikul. Air dari telaga dipergunakan untuk memasak meter ke kali. camatan Ponjong, Gunung Kidul, Yogyakarta itu akan dan air minum. "Di rumah ada sumur, tapi sudah ke- Sumarto, seperti halnya beberapa kering sama sekali. ring," katanya. warga lain, membuat kubangan di "Di rumah, kami tidak punya sumur. Andalannya Gunung Kidul, secara geografis diliputi perbuki- pinggiran kali Laban untuk mendapatkan ya telaga ini," ucap Surahmiati (42). Pagi-pagi buta, tan kapur berakibat sumber air sulit didapat di daerah perempuan dua anak ini telah berada di telaga seluas ini. Sementara jaringan PDAM belum menjangkau air bersih. "Air sumur di rumah mesti setengah hektar. Mencuci, mandi, dan mengambil air. wilayah rawan kekeringan. diirit-irit karena sebentar lagi pasti akan Aktifitas yang sama dilakukan kembali di sore hari. Kemarau panjang yang terjadi tiap tahun mulai kering," ujarnya. Praktis bila air sumur Bila telaga telah benar-benar kering, Surahmiati menyapa sebagian besar warga Gunung Kidul. Tahun warga sudah kering kerontang, sungai lah dan warga dusun lainnya, membeli air tangki dengan ini, warga kembali disibukkan dengan kelangkaan air. yang menjadi andalan warga dalam cara memesan. Air itu ditampung di bak penampung- Telaga Slumpit yang menjadi satu-satunya andalan war- an di samping rumah. "Satu tangki untuk ukuran 5 ribu ga kondisinya semakin memprihatinkan. Tak lama lagi memenuhi kebutuhan air bersih. liter harganya Rp 120 ribu. Itu untuk kebutuhan dua tidak ada air setetes pun di telaga itu. Bowo Leksono Sudah sejak bulan Juli lalu, keke- 18 Percik 2007 Agustus
  • 21.
    CERMIN Belajar Sanitasi dari India P endekatan Community-Led Total Sanitation (CLTS) insentif bagi komunitas yang telah bebas BAB sembarangan, telah mulai menunjukkan hasil di Indonesia sejak dan kemungkinan penyediaan kredit mikro. diperkenalkan pada Nopember 2004. Data terakhir me- nunjukkan CLTS telah dilaksanakan pada 20 provinsi, 58 kabu- Pencapaian TSC di Maharastra paten, dan sebanyak paling tidak 150 desa telah mencapai tahap Pencapaian pembangunan sanitasi di Maharastra dalam dua bebas buang air besar (BAB) sembarangan dalam waktu 1,5 dekade terakhir sangat rendah. Pembangunan sanitasi pada tahun. Walaupun demikian masih dibutuhkan langkah per- periode 1997-2000 menggunakan pendekatan masif berupa cepatan agar jumlah desa yang bebas BAB sembarangan (open defecation free/ODF) mencapai jumlah yang signifikan. Masih puluhan ribu desa yang belum bebas BAB sembarangan. Melihat dampaknya yang signifikan terhadap perubahan perilaku, percepatan CLTS di Indonesia kemudian menjadi suatu obsesi. Untuk mencapai obsesi tersebut dibutuhkan input baru dalam bentuk pembelajaran dari negara lain. India menja- di pilihan tepat. Mereka telah lebih dahulu mengadopsi pen- dekatan CLTS dengan melakukan beberapa penyesuaian sehing- ga namanya pun berubah menjadi Total Sanitation Campaign (TSC). Kunjungan tim pemerhati sanitasi dari India, Pakistan dan Bangladesh ke Indonesia pada awal Agustus 2007 untuk melihat hasil penerapan CLTS membuka peluang pertukaran pengalam- an. WSP EAP kemudian memfasilitasi Pemerintah Indonesia untuk melakukan kunjungan balasan ke India pada 27-31 Agustus 2007. Daerah yang dikunjungi adalah District of Jalna, Maharastra. Delegasi Indonesia berasal dari berbagai instansi yaitu dr. Wan Alkadri, Zainal Nampira (Depkes), Oswar Mungkasa (Bappenas), Emah Sujimah (PU), dan dr. Budi Rahaju (Dinkes Propinsi Jawa Timur). Tulisan berikut akan menjelaskan pembelajaran pemba- ngunan sanitasi di India yang diperoleh selama kunjungan ter- sebut. Total Sanitation Campaign (TSC) Pada dasarnya pendekatan TSC tidak berbeda mendasar dengan pendekatan CLTS, yaitu fokus pada meniadakan kebi- asaan buang air besar sembarangan dan bukan membangun jamban, mendorong peningkatan kebutuhan layanan sanitasi pada tingkat komunitas dan bukan pada tingkat individu, men- dorong kesadaran dari dalam diri sendiri dan bukan penyadaran melalui penyediaan subsidi. Perbedaannya adalah TSC mem- Penduduk desa India di depan jambannya. bolehkan penyediaan pilihan teknologi jamban, penyediaan Foto: Oswar Mungkasa Percik Agustus 2007 19
  • 22.
    CERMIN pemberian subsidi bagikepala keluarga. desa. bangunan sanitasi sebaiknya diserahkan Sekitar 1,7 juta toilet berhasil terbangun, Salah satu bentuk dukungan yang ter- pada tingkatan pemerintahan yang lang- tetapi tingkat penggunaannya hanya lihat sangat dihargai komunitas desa sung berhubungan dengan masyarakat. mencapai kurang dari 50 persen, itupun adalah dalam bentuk penandatanganan Untuk itu, pemerintah India menye- sebagian besar digunakan untuk kegiatan piagam penghargaan oleh Presiden India. rahkan program TSC kepada pemerintah lain seperti gudang dan lainnya. Bahkan Tanda tangannya asli bukan cap-capan Gram Panchayat (GP/setingkat Keca- studi mendalam menun- matan). Penyertahan ini jukkan bahwa sekitar 80 per- dilaksanakan secara for- sen penduduk masih BAB mal melalui undang-un- sembarangan. dang. Kemudian pemerintah Peran National Go- Maharastra mengadopsi vernment (pemerintah pu- prinsip TSC yang merupakan sat) terbatas pada pe- program pemerintah India ngembangan kebijakan, pada tahun 2002. Uji coba melakukan pemantauan dilaksanakan pada tahun serta penyediaan dana 2003 di dua distrik yaitu insentif bagi desa yang Ahmednagar dan Nanded. bebas BAB sembarangan, Kemudian TSC diterapkan di baik yang berupa hadiah seluruh distrik sejak tahun bagi desa pemenang mau- 2004. Hasilnya sungguh pun insentif program bagi menggembirakan. Jumlah komunitas yang berhasil Gram Panchayats (GP/keca- menuntaskan BAB semba- matan) yang berhasil bebas rangan. BAB sembarangan telah men- State Government (Pe- capai 4.000 kecamatan pada merintah provinsi) ber- tahun 2006, dari hanya 13 peran mendukung Zilla kecamatan pada tahun 2003. Parishad (pemerintah ka- Dalam jangka waktu 2,5 bupaten) dalam imple- tahun, tambahan jumlah pen- mentasi berupa pening- duduk yang terjangkau men- katan kapasitas, pe- capai 8 juta orang, dari awal- mantauan daerah bebas nya yang hanya 4.000 orang. BAB sembarangan, dan memfasilitasi penyeleng- Dukungan penuh Peme- garaan lomba desa bersih rintah (desa bebas BAB sem- Dukungan penuh peme- Piagam Penghargaan bagi salah satu Gran Panchayat (kecamatan) barangan). Termasuk juga rintah di setiap tingkatan yang ditandatangani Presiden India Abdul Kalam. mengembangkan petunjuk menjadi suatu keniscayaan. Foto: Oswar Mungkasa operasional, kriteria pe- Dukungan yang diberikan milihan LSM yang dapat berupa penyediaan kebijakan sanitasi, diajak bekerjasama, dan mengembang- pembentukan gugus tugas yang diberi yang sering kita lihat di Indonesia. kan sistem pemantauan dan evaluasi, kewenangan penuh mengkoordinasikan Pada saat kunjungan kami ke semua serta penyebarluasan 'lessons learned' kegiatan sanitasi, melakukan kemitraan desa, yang pertama kali diperlihatkan (pembelajaran). dengan pemangku kepentingan lainnya, adalah piagam tersebut berikut piala Zilla Parishad (pemerintah kabupa- penyediaan petunjuk, penyediaan dana sebagai pemenang lomba desa. Hal ini ten) mengembangkan mekanisme dan insentif bagi komunitas yang telah bebas yang mendorong pemerintah mengkait- aturan tender, dan sistem pemantauan BAB sembarangan, penyelenggaraan kan kampanye sanitasi tidak hanya sema- berdasarkan kriteria yang ditetapkan kompetisi desa bersih (bebas BAB semba- ta aspek kesehatan saja tetapi juga kenya- pemerintah provinsi. Pemerintah kabu- rangan), penyelenggaraan kampanye sa- manan, privasi, dan kebanggaan. paten harus mengkoordinasikan seluruh nitasi. Banyak lagi kegiatan yang seluruh- instansi sehingga GP hanya berhubungan nya diinisiasi oleh pemerintah, baik Peran yang jelas dengan satu pintu saja. pusat, provinsi, kabupaten/kota sampai Disadari bahwa tanggungjawab pem- Peran LSM diarahkan kepada pe- 20 Percik 2007 Agustus
  • 23.
    CERMIN sembarangan, tetapi insentif ini harus TABEL 1. PRAKTEK SANITASI INDIVIDU MEMPENGARUHI KESELURUHAN KOMUNITAS diberikan kepada seluruh komunitas se- Kategori Desa KK pengguna Jamban Prevalensi Diare bagai insentif atas kerjasama dan hadiah (%) (%) atas usaha mereka. Insentif harus dalam BAB sembarangan tinggi bentuk penyediaan dana program bagi 29 38 komunitas tersebut, baik dalam bentuk BAB sembarangan rendah 95 26 pembangunan jalan, sekolah dan lainnya. Bentuk insentif lainnya adalah pem- Bebas BAB sembarangan 100 7 berian hadiah bagi pemenang kontes Sumber: Water Sanitation Program-South Asia desa bebas BAB sembarangan. Kontes ini diadakan secara bertingkat mulai dari ngembangan skema pelatihan di tingkat ke komunitas lain untuk mendatangi tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi komunitas dan bekerjasama dengan pe- desa uji coba tersebut. dan nasional. Pemenang di setiap tingkat merintah desa melaksanakan pelatihan. Ternyata komunitas yang lain banyak mendapat penghargaan diantaranya yang tertarik menerapkan program TSC berupa piagam yang ditandatangani lang- Sanitasi seharusnya berbasis ko- setelah melihat contoh pada desa uji sung oleh presiden India dan piala. Jenis munitas coba. Hal ini mendorong pemerintah insentif ini sangat berpotensi mendorong Pada dasarnya sanitasi menjadi tang- daerah menerapkan prinsip 'seeing is desa untuk berkompetisi karena salah gungjawab masing-masing keluarga, believing'. Beri contoh yang baik dan satu faktor yang mendorong komunitas tetapi kemudian ketika tidak semua kelu- masyarakat akan tertarik juga untuk untuk berubah adalah adanya keinginan arga menunaikan tanggungjawabnya, ke- melakukan hal yang sama. Hindari agar desanya menjadi dikenal. seluruhan komunitas akan menanggung melaksanakan program pada tahun awal Penentuan desa pemenang dilak- dampaknya. Sebagai ilustrasi, hasil studi secara besar-besaran. sanakan oleh organisasi independen Water Sanitation Program - South Asia yaitu LSM yang dipilih oleh pemerintah (WSP-SA) pada salah satu desa di India Pemberian insentif nasional melalui proses yang terbuka. menunjukkan bahwa desa dengan tingkat Pemberian insentif dipercaya dapat Kriteria penilaian ditetapkan bersama BAB sembarangan tinggi dan desa de- mendorong pencapaian desa bebas BAB dan diinformasikan secara terbuka. OM ngan tingkat BAB sembarangan rendah mempunyai prevalensi diare yang relatif sama. Berbeda dengan desa yang bebas BAB sembarangan, tingkat prevalensi di- arenya sangat rendah (7 persen). Selengkapnya pada Tabel 1. Fakta bahwa tidak akan ada dampak yang signifikan terhadap penurunan prevalensi diare jika hanya sebagian masyarakat yang berperilaku hidup bersih dan sehat kemudian mendorong pemerintah India untuk melaksanakan pembangunan sanitasi perdesaan berba- sis komunitas. 'Seeing is believing' Masyarakat cenderung merubah peri- laku setelah mendapatkan contoh yang nyata. Di Jalna, salah satu kabupaten di Provinsi Maharastra India, pada tahap awal pemerintah daerah melaksanakan uji coba pada satu desa saja. Hal ini untuk memastikan agar hasil uji coba dapat dijadikan contoh bagi komuinitas yang lain. Setelah uji coba berhasil, kemudian Lukisan "Kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat" di dinding salah satu sekolah. pemerintah daerah melakukan kampanye Foto: Oswar Mungkasa Percik Agustus 2007 21
  • 24.
    CERMIN Kelurahan Jambangan Hijau Sepanjang Tahun K emeriahan dan keramaian biasa terlihat di semua pelosok negeri ini menjelang perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan yang jatuh setiap bulan Agustus. Tapi bagi Kelurahan Jambangan, Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya, kemeriahan terpancar sepanjang tahun. Lebih dari itu, kelurahan yang memiliki 23 Rukun Tetangga (RT) ini, memancarkan aura kebersihan dan keindahan lingkungannya. Sudah sejak tahun 2001, Jambangan melalui tangan terampil Ibu Winarsih sebagai pelopor, menjadi kelurah- Salah satu sudut kelurahan Jambangan, kota Surabaya terlihat asri an dengan lingkungan yang bersih dan sehat. dengan berbagai pepohonan. Foto: Bowo Leksono Kreatifitas warga Kreatifitas warga ini pula yang mengantarkan Kelurahan Kebersihan lingkungan diterapkan dengan ketersediaan dua Jambangan menjadi juara pertama "Surabaya Green and Clean tong sampah di setiap halaman rumah untuk memilah sampah. 2007" yang digelar pada bulan Juni silam. Lomba kebersihan Sampah kering dan sampah basah. Bahkan kaum ibu rajin lingkungan bergengsi di Kota Surabaya yang digelar tahunan ini memilah dan mengumpulkan sampah plastik bekas mi instan atas kerjasama Pemerintah Kota Surabaya, PT Uniliver, dan atau makanan kecil untuk dijadikan kerajinan tangan seperti Jawa Pos. Sebelumnya, pada tahun 2006, kelurahan ini juga sandal, tas, rompi, asbak, dan kerajinan lainnya. menyabet juara pertama lomba kebersihan "Merdeka Sampah". Sementara untuk sampah basah, warga mengolah menjadi Sayang, kreatifitas warga masih sebatas memproduksi, pupuk lewat proses pengomposan. Praktis ini memperingan belum bisa memasarkan barang-barang hasil ketrampilan warga kerja petugas kebersihan karena hampir tidak ada sampah yang sebagai penambah pendapatan keluarga. "Sementara kami terangkut ke luar kelurahan. "Semuanya diolah sendiri oleh masih mengharapkan para tamu yang berkunjung ke kelurahan warga," kata Ibu Yus, selaku ketua PKK Kelurahan Jambangan. kami untuk membelinya," ujar Ibu Purnomo. Bowo Leksono Kelurahan Kupang Prajan Mutiara di Tengah Kota S iapa menyangka di tengah-tengah kota besar seperti Surabaya tersempil wilayah Rukun Tetangga (RT) yang berhasil membuat orang luar merasa iri. Apa sebenarnya yang membuat perasaan itu muncul? gotong-royong adalah modal dasar kami dalam menciptakan lingkungan RT yang bersih," tutur Agus Siswoyo, wakil ketua RT 3 RW III, selaku juru bicara saat menyambut kedatangan tim penyusun buku lesson learned Ya, RT 3 RW III Kelurahan Kupang Prajan, Kecamatan Sawahan, bidang air minum dan penyehatan lingkungan (AMPL). Kota Surabaya berhasil menciptakan lingkungan bersih dan sehat bagi Peran serta ibu-ibu PKK dalam memperhatikan kebersihan warganya. Kenyataan ini tentu membutuhkan kerja keras dan keber- lingkungan sangat besar. Untuk urusan pengelolaan sampah, menjadi samaan seluruh warga RT. tugas rutin para ibu. "Dulu, sekitar dua tahun lalu, pengambilan sam- Nilai kebersamaan dan kegotong-royongan yang kuat adalah poten- pah sehari sampai tiga kali dengan dua gerobak sampah. Sekarang pa- si warga RT yang paling berharga. Tanpa dasar itu, bisa dipastikan sia- ling cuma sekali, ya karena kesadaran warga untuk memilahnya," papun tak akan mampu mewujudkan cita-cita untuk mewujudkan ungkap Sri. lingkungan yang bersih. Terbukti RT 3 RW III Kelurahan Kupang Prajan Hal yang cukup menarik di lingkungan RT ini, setiap kelahiran dan mampu menggondol juara pertama lomba "Surabaya Green and Clean pendatang wajib menyediakan satu tanaman dalam pot di depan 2007" kategori daerah kembang (daerah sedang berkembang). rumahnya sehingga akan terwujud kesadaran yang menyeluruh. "Potensi warga yang mewujud berupa kebersamaan dan sistem Bowo Leksono 22 Percik 2007 Agustus
  • 25.
    CERMIN Festival Anak Kali Surabaya Sungai untuk Kehidupan Mendatang Melibatkan pelajar Sejak April 2007, jaringan pemantau atau detektif Kali Surabaya sudah aktif melakukan pemantauan terhadap ancam- an kualitas air dan potensi keanekaragaman hayati di sungai tersebut. Para detektif atau reporter merupakan kelompok yang terdi- ri dari 10 guru dan 30 siswa dari 10 Sekolah, yaitu SMP Negeri 1 Kedamean, SMU Negeri 1 Driyorejo, SMU Negeri 1 Wri- nginanom dan SMP Negeri 1 Wringinanom, kemudian SMP PGRI 2 Batu dan SMU Muhammadiyah 3 Batu, SMA Wachid Hasyim 2 Sepanjang, SMP Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo, SMAK St Stanislauss Kalijudan dan SMA Al Falah Ketintang Surabaya. Selain itu, digelar pula pameran lingkungan hidup yang Karikatur: Rudi Kosasih diikuti 17 stan dari sekolah dan LSM terkemuka seperti Greenpeace Indonesia, Pusdakota (pengelolaan sampah dengan K ualitas air Kali Surabaya terus mengalami penurunan sistem kompos), Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan, Walhi akibat aktivitas pembuangan limbah dari ratusan Jawa Timur, Ecoton, KEHATI (Program Go Green School dan industri yang ada di sepanjang kali tersebut. Penurunan contoh sukses sekolah di Jakarta dan Tangerang ), Kantor Ke- itu tampak dari berkurangnya kandungan oksigen dan sering mentrian Lingkungan Hidup, dan lainnya. menyebabkan ribuan ikan dan satwa lainnya mati. Pada kesempatan itu, sekolah-sekolah yang tergabung Demikian hasil pemantauan dan temuan yang dilakukan tim dalam jaringan pemantau Kali Surabaya juga menyampaikan reportase "Detektif Kali Surabaya" yang terdiri dari 10 sekolah petisi kepada pemerintah daerah terkait kondisi Kali Surabaya yang telah melakukan penelitian dan pemantauan di sepanjang saat ini. kali tersebut. Pemaparan hasil reportase tersebut merupakan Petisi tersebut berisi himbauan kepada Pemerintah Provinsi salah satu rangkaian kegiatan "Festival Anak Kali Surabaya" Jawa Timur untuk tidak lagi mengeluarkan izin mendirikan yang digelar 5 Agustus 2007 silam. bangunan di atas bantaran kali. Memulihkan kawasan bantaran Peristiwa tahunan bertema Save Surabaya River For Our Kali Surabaya sesuai fungsinya dan melakukan gerakan penghi- Future itu digelar Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi La- jauan pada kawasan-kawasan kritis. han Basah (Ecoton), Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHA- Disamping juga menyosialisasikan penggunaan tanaman TI) dan Perum Jasa Tirta I Malang yang dipusatkan di lapangan obat yang tumbuh di sekitar sungai. Melakukan pemantauan Bantaran Kali Surabaya. dan memberi sanksi tegas pada pihak industri yang melanggar Direktur Eksekutif Ecoton Prigi Arisandi mengatakan, ke- UU Lingkungan No. 23 Tahun 2007 tentang Pengelolaan giatan ini dalam rangka peringatan Hari Anak sekaligus bentuk Lingkungan Hidup. keprihatinan dan kepedulian anak-anak terhadap kondisi Kali Pemerintah dihimbau untuk merancang sebuah kampanye Surabaya yang saat ini tingkat pencemarannya makin tinggi. berkesinambungan kepada masyarakat umum melalui media- "Berbagai acara dan kegiatan digelar pada festival ini dan selu- media populer seperti televisi, radio, media cetak dan sosialisasi ruhnya melibatkan anak-anak dan pelajar," kata Prigi. kebijakan pada masyarakat yang berkepentingan pada keber- Kali Surabaya yang merupakan salah satu hilir sungai lanjutan Kali Surabaya. Brantas, mengalir dari Mlirip Mojokerto hingga Jagir Surabaya Selain itu, juga perlu ada regulasi yang tegas dan mengikat sepanjang kurang lebih 41 KM, memiliki peran sangat penting kepada setiap warga dan lembaga terhadap pembuangan lim- sebagai sumber air bagi masyarakat, baik pertanian, industri bah. Pengefektifan lembaga pemerintah yang menangani lim- maupun kehidupan. PDAM Kota Gresik dan Surabaya juga bah yang dibuang ke sungai sehingga ada kejelasan instansi memanfaatkan air kali ini sebagai bahan baku air minum bagi mana yang menangani limbah dan kualitas air sungai. pelanggan dan masyarakat. BW/berbagai sumber Percik Agustus 2007 23
  • 26.
    INSPIRASI SANG PAWANG AIR M eskipun Indonesia dikaruniai banyak air dengan yang ditampung dalam sebuah bak air untuk kemudian curah hujan yang relatif tinggi, namun kelangkaan dialirkan kembali ke rumah-rumah warga melalui pipa atau pa- air tetap terjadi di berbagai daerah. Banyak warga ralon. yang kesulitan mengakses air bersih. Air bersih menjadi kebu- Menurut Mujamil, sistem ini mempunyai banyak kelemah- tuhan mendasar yang tak terpisahkan dari hidup dan kehidupan an. "Disamping debit air yang kurang untuk sampai ke rumah manusia. warga juga mudah dirusak atau diotak-atik," katanya. Ia men- Di daerah yang warganya sulit mengakses air bersih, kerap contohkan, biasanya warga memasukan pipa lebih dalam lagi ke terjadi rebutan air yang berujung pertengkaran. Seperti yang bak penampungan untuk menghasilkan aliran air yang lebih terjadi di Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, banyak atau merusak jaringan induk sehingga diperoleh air de- Provinsi Jawa Tengah, sebuah daerah di kaki Gunung Slamet ngan debit yang berbeda. Ini yang kemudian menjadi sumber bagian Selatan. permasalahan. Penyebabnya bak penampung air yang dialiri air dari sum- Mujamil berpikir keras. "Bagaimana cara menciptakan alat ber mata air, tidak mencukupi kebutuhan warga atau lebih agar kebutuhan warga akan air bersih bisa merata," demikian ia tepatnya tidak adanya pemerataan air bersih yang diperoleh merenung suatu ketika. Berbekal pengalaman bekerja di sebuah warga. Tidak heran air yang menjadi sumber percekcokan itu kilang minyak Pertamina di Cilacap selama dua tahun ditambah dikenal warga sebagai "air berisik". penalaran-penalaran, bapak empat putra ini memberanikan diri Muncul tokoh Mujamil, warga Desa Singasari, turut men- membuat alat pembagi air. damaikan warga dengan menciptakan alat pembagi air. Dibantu beberapa warga, Mujamil memulai pekerjaannya Mujamil, laki-laki berusia 52 tahun ini, bukanlah seorang ahli setelah mendapatkan dukungan dana dari sebuah organisasi teknik. Ia hanyalah seorang guru agama di sebuah Sekolah kemasyarakatan. Ia membangun alat pembagi air dengan sistem Dasar. tabung atau yang dikenal dengan teori bejana berhubungan. Mujamil merancang sedemikian rupa agar sistem pemba- Teknologi sederhana gian air menghasilkan debit kecil namun tetap merata dan aman Sebelumnya, warga dimana Mujamil tinggal, memperoleh dari upaya perusakan. Dengan mempraktikan sistem bejana air bersih dari bak-bak penampungan yang dibangun dengan berhubungan, dibuatlah tabung-tabung pembagi air. sistem tradisional. Yaitu mengalirkan air dari sumber mata air Dalam tabung ini dibuat sistem pembagian air agar merata 24 Percik 2007 Agustus
  • 27.
    INSPIRASI hingga konsumen. Untukmengatasi tempat konsumen yang lebih rendah dibuatlah tabung berbentuk T yang berfungsi seba- gai sirkulasi udara untuk mengatur tekanan air yang keluar, seperti sebuah pompa. Untuk menghindari perusakan dan kebocoran, ujar Mujamil, tabung-tabung sebagai pusat air ini dibeton sehingga terlihat hanya sebuah tugu. "Karena itu, tidak perlu membangun bak-bak penampung air," katanya. Tantangan Sudah sejak tahun 1987 alat pembagi air dengan sistem tabung diciptakan Mujamil. Pertama diujicobakan di desanya yang saat itu kerap terjadi perebutan dan sabotase air bersih. Pekerjaan Mujamil tidak langsung berjalan sempurna. Banyak kekurangan di sana-sini. Namun ia selalu optimis dan terus berpikir sehingga kekurangan dan kelemahan bisa teratasi dengan baik. Bahkan Pemerintah Daerah setempat sempat tidak meng- akui sistem yang diciptakan Mujamil ini. Padahal uji coba telah Tugu pengatur air di salah satu sudut desa. Foto: Bowo Leksono berhasil diterapkan. "Saat Desa Singasari hendak menambah tabung pembagi air dengan dana dari proyek P3DT, sempat telah dibangun satu jaringan pembagi air bersih. Pun di Desa tidak ada titik temu," katanya. Kedung Banteng. Sementara di Desa Beji masih mengadopsi sis- Setelah tim konsultan dari provinsi meneliti, justru membe- tem tradisional karena dana yang kurang. narkan dan sangat sepakat dengan sistem bejana berhubungan Dan yang tak kalah menarik adalah di Desa Panembangan yang dipakai Mujamil. Sistem ini semakin diperkuat setelah yang membangun alat pembagi air dengan sistem meteran diuji coba konsultan dari Cipta Karya dan Bina Marga. seperti sebuah PDAM, bahkan dapat memperoleh tambahan pendapatan dari desa lain. Permintaan desa tetangga Sudah bertahun-tahun sistem tabung dan meteran ini di- Setelah berhasil mengubah "air berisik" menjadi benar- terapkan. Menurut Mujamil, tidak ada persoalan berat yang benar air bersih yang mudah diakses warga secara merata, muncul dan relatif aman. "Saya mampu menjamin air bersih beberapa desa tetangga yang juga mempunyai persoalan sama yang menjadi sumber pertengkaran tidak akan "berisik" lagi," terhadap ketersediaan air bersih seperti berlomba-lomba me- ungkapnya. minta bantuan Mujamil untuk membangun alat pembagi air de- Bagi warga yang selama ini mengandalkan bak-bak penam- ngan sistem tabung di desa mereka. pung air, tergantikan pipa-pipa paralon yang tertanam dalam Di Gerumbul Rabuk, Desa Baseh, Kecamatan Karanglewas tanah sedalam minimal 70 sentimeter. Persediaan air dalam paralon yang terus mengalir sepanjang ratusan meter adalah stok air sekian meter kubik sebanding kebutuhan konsumen akan air bersih. Keberanian untuk mencoba diikuti kreatifitas ternyata mampu mengubah nasib dan persoalan pelik berhubungan dengan kebu- tuhan mendasar berupa air bersih. Dan Mujamil yang hanya lulusan PGA (Pendidikan Guru Agama) mampu membawa warga kepada kemakmuran dari sisi kebutuhan akan air bersih. Mujamil adalah pahlawan tanpa tanda penghargaan karena memang ia tidak membutuhkan tanda itu. "Apa yang saya lakukan semata-mata untuk masyarakat," ujarnya. Sebuah kebanggaan dan kepuasan tersendiri bagi Mujamil, memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi warga. Namun semua kerja keras Mujamil akan sia-sia bila tidak didukung penuh warga. Dan sifat gotong-royong adalah syarat mutlak bagi seluruh warga menuju kemandirian. Dengan kego- tong-royongan semua pekerjaan terasa jauh lebih ringan. Jaringan pipa air warga. Foto: Bowo Leksono Bowo Leksono Percik Agustus 2007 25
  • 28.
    TA M UK I TA E n d a n g W a r d i n i n g s i h Gigih Ajari Siswa Peduli Lingkungan K epedulian akan kelestarian lingkungan hidup tam- kemampuan tiap sekolah melibatkan seluruh komponen seko- paknya kini tidak hanya dimiliki orang dewasa saja, lah dalam proyek lingkungan hidup yang dijalankan. namun telah menyentuh generasi muda khususnya Kemenangan yang diperoleh siswa SMUN 34 dalam kontes pelajar. Terbukti semakin banyaknya program pelestarian tersebut tidak akan dapat diperoleh tanpa usaha menyeluruh lingkungan yang digalakkan sekolah-sekolah di berbagai daerah dari warga sekolah, baik guru pembimbing maupun seluruh di Indonesia. siswa SMU N 34 sendiri. Salah satunya SMU Negeri 34 Jakarta yang terletak di dae- Salah satu yang memiliki komitmen besar terhadap masalah rah Pondok Labu, Jakarta Selatan. Sekolah ini sempat membo- peningkatan kondisi lingkungan hidup di sekolah itu adalah En- yong juara II lomba "Toyota Eco Youth" sekaligus pemenang dang Wardiningsih, guru Kimia sekaligus pembimbing ekstra- presentasi terbaik di ajang yang sama. kurikuler Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) yang merupakan Toyota Eco Youth meru- wadah awal program pendidikan lingkungan di SMU N 34. pakan suatu bentuk kon- Awal mula ketertarikan Endang di bidang ini ketika tahun tes peningkatan kon- 1996 diundang UNESCO untuk mengikuti Lokakarya Penye- disi lingkungan hi- lamatan Terumbu Karang. "Salah satu materi yang diberikan dup di sekolah yang pada saat itu adalah mengenai cara-cara menangani sampah," diselenggarakan tuturnya. Toyota Astra. Da- Sesusai mengikuti lokakarya tersebut, Endang tergerak lam kontes Toyota menerapkan pengalaman yang diperoleh selama lokakarya di Eco Youth, nilai lingkungan sekolah tempatnya mengajar selama ini. Untuk tertinggi diperoleh menerapkan, ia menggunakan wadah KIR sebagai "kendaraan". hasil peni- Mulanya Endang mengajarkan para anggota KIR bagaimana laian cara melakukan pemilahan sampah. Selain itu juga kegiatan pengelolaan sampah dengan cara 4R (reduce, reuse, recycle dan recover). "Anak-anak tambah senang, karena tambah penga- laman," ujarnya. Seiring perjalanan waktu, pihak sekolah melihat kegiatan ini mendatangkan manfaat positif bagi sekolah. Untuk itu pada tahun 2002 pihak sekolah memberikan lahan dan memban- gun Griya Daur Ulang bagi kegiatan ini dengan Endang sebagai komandannya. Bersama guru Biologi, bahu-membahu melakukan berbagai kegiatan pengelolaan lingkungan sekolah serta meningkatkan kepedulian warga sekolah akan masalah lingkungan hidup. "Salah sa- tunya ya menghidupkan Griya Daur Ulang, yang terletak di pojok se- kolah," kata Endang. Kegiatan yang dilakukan di Griya Daur Ulang antara lain 26 Percik 2007 Agustus
  • 29.
    melakukan pengomposan denganmenggunakan cacing tanah, membuat kertas daur ulang dan kerajinan tangan dari kertas dan karton bekas, produksi pupuk cair (IM 4), penanaman ta- naman obat dan tanaman hidroponik serta melakukan perawat- an lahan hijau sekolah seluas 8.700 meter persegi. Hasil kerajinan tangan maupun kertas daur ulang yang di- kerjakan anak-anak KIR, dijual kepada teman-teman mereka dan sisanya untuk dipamerkan di Griya Daur Ulang. "Kegiatan ini menjadi contoh juga untuk siswa-siswa lain di luar KIR," ucap Endang. Endang mengatakan, para anggota KIR melakukan aktifitas di hari Sabtu yang memang dikhususkan untuk melakukan kegiatan ekstrakurikuler dan setelah jam sekolah pada hari biasa. Dalam menjalankan kegiatannya, kata Endang, Griya Daur Ulang mendapatkan dukungan dana sepenuhnya dari sekolah. "Dana tersebut dipergunakan untuk kegiatan produksi di Griya Daur Ulang". Selain itu, juga terdapat uang kas yang di- kumpulkan dari anggota KIR serta uang hasil penjualan kertas daur ulang yang biasanya diperoleh saat digelar acara bazaar. Rumah hijau di SMU Negeri 34 Jakarta sebagai pusat Muatan lokal tanaman hidroponik. Foto-foto: Bowo Leksono. Saat ini kegiatan pelestarian lingkungan sekolah sudah dijadikan muatan lokal (mulok) di SMU N 34 Jakarta Selatan, para siswa akan masalah lingkungan hidup aktual yang ter- dengan nama Pendidikan Lingkungan Hidup. Tentunya hal jadi saat ini. tersebut tidak terlepas dari jerih payah Endang Wardiningsih Dalam memperoleh informasi teraktual seputar masalah beserta seluruh jajaran sekolah dan siswa yang aktif mengikuti lingkungan hidup maupun teknologi yang digunakan, Endang kegiatan ekstrakurikuler KIR. rajin mencari ke bermacam sumber seperti internet, media Mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup dipelajari massa, maupun datang langsung ke para pakar lingkungan. "Ini oleh siswa kelas X dan XII. Melalui kesempatan ini, Endang semua demi memperoleh berbagai informasi terbaru untuk di- beserta beberapa guru berusaha meningkatkan kepedulian sajikan kepada para siswa," tuturnya. Endang bahkan tidak segan mengajak siswanya mendatangi para pakar lingkungan, untuk sekedar menimba ilmu langsung dari sang pakar. Diharapkan kegiatan seperti itu dapat meningkatkan minat siswanya mendalami masalah pelestarian lingkungan hidup. Saat ini SMU N 34 juga diberi predikat seko- lah berwawasan lingkungan oleh Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Pelaksanaan program pelestarian lingkungan di SMU N 34 tentu tidak terlepas dari kendala, salah satunya, menurut Endang adalah masih kurangnya kerjasama diantara warga sekolah, baik antarsiswa maupun pegawai sekolah. "Masalah ini terlihat dari masih adanya warga sekolah yang tidak membuang sampah di tempat yang sudah disediakan," ujarnya. Untuk mengatasi masalah tersebut, Endang beserta seluruh anggota KIR tidak pernah bosan untuk selalu mengingatkan dan menyadarkan warga sekolah hidup bersih dan sehat di berbagai kesempatan. Kegigihan dan komitmen seorang Endang Wardiningsih memang patut ditiru jika kita menginginkan generasi penerus bangsa yang sadar dan peduli akan masalah kelestarian ling- kungan hidup. Karena jika tidak dimulai dari sekarang, maka kapan lagi? Astri Handayani Percik Agustus 2007 27
  • 30.
    S E PUTA R I SS D P RW 08 Petojo Utara Potret Bersih di Tengah Kota lahan paling cuma 2 x 4 meter," pa- parnya. Bahkan, lebih dari 50 persen peru- mahan masih bergantung pada WC umum atau MCK umum. Di RW 08 ini, terdapat lima buah MCK yang semuanya tidak memiliki tangki septik yang sesuai. Sementara perumahan yang memiliki jamban sendiri, pembuangannya lang- sung ke sungai. Sementara akses air bersih adalah masalah yang cukup penting karena air tanah yang ada di lingkungan Petojo terkontaminasi atau payau. Untuk men- dapatkan akses air PAM, yang hanya bisa melayani 40 persen dari jumlah keluarga yang ada, memiliki masalah dalam kelangsungan dan alur penyediaan air tersebut. Penyediaan air bagi rumah tangga memiliki beberapa kombinasi sumber air, seperti air tanah dangkal dan dalam (sumur), koneksi PAM dan air minum botolan yang berasal dari beragam penye- dia dengan tujuan berbeda. MCK ++ di RW 08 Petojo Utara, Jakarta Pusat. Kolaborasi program Foto: Bowo Leksono Sejak kedatangan ESP (Environ- mental Service Program), Mercy Corps, K ata apa saja yang akan terucap Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Health Service Program (HSP), dan Safe bila ditanya tentang Jakarta? Jakarta Pusat adalah salah satunya. Water System (SWS) pada Mei 2006 Selain "panas", "macet", "po- "Dulu di sini daerah kumuh dan silam, kampung yang dilewati kali Krukut lusi"? Adalah "kumuh". Ya, Jakarta seba- miskin. Warga buang air dan buang sam- dan berpenghuni 750 KK itu pun mulai gai ibukota negara dan kota metropolitan pah sembarangan. Got-got juga kotor," berubah bersih dan nyaman. Bermacam sudah lama identik dengan semua kata tutur Ir Irwansyah, Ketua RW 08 Petojo program dijalankan dan warga pun itu. Utara sekaligus motor penggerak peruba- menyambut senang hati. Wilayah kumuh di kota Jakarta seper- han. Sekarang ini, Petojo pantas menjadi Program kampung hijau, pemba- ti tidak pernah lenyap. Bahkan semakin percontohan kota-kota besar lainnya di ngunan MCK++, cuci tangan pakai sabun meluas. Di sudut-sudut kota, di bantaran Indonesia. Untuk itu semua, dibutuhkan (CTPS), kali bersih, pengomposan, sungai, bantaran rel kereta, dan kam- penggerak, dana, dan kesadaran warga. Posyandu, Posyandu lansia, Jumat pung-kampung kumuh lainnya. Kondisi Irwansyah mengatakan, hampir 30 bersih, senam jantung sehat, pengasapan, ini menjadi keprihatinan abadi. persen warganya belum memiliki kamar RW siaga, dan lainnya. Untunglah, masih ada sebagian mandi. "Ini karena faktor keterbatasan Untuk program pembangunan wilayah yang menyumbang kenyamanan lahan. Bayangkan betapa sumpeknya, MCK++ dengan teknologi modern yang bagi kota Jakarta. RW 08 Kelurahan mereka hidup beberapa keluarga dengan memang baru pertama dan masih satu- 28 Percik 2007 Agustus
  • 31.
    S E PUTA R I SS D P satunya di wilayah DKI Jakarta, menelan biaya Rp 360 juta. Dana itu merupakan hibah murni dari USAID. MCK++ ini terdiri dari 12 ruangan, 4 kamar mandi dan 6 WC, satu kamar mandi ibu dan anak, serta ruang Posyandu. Setiap hari digunakan oleh 300 orang. Fasilitas ini menggunakan teknologi yang mampu mengolah seluruh air bungan yang dihasilkan menjadi air yang ramah lingkungan. Pemisahan sampah Petojo dilalui sungai Krukut. Sungai ini menjadi tempat dimana berkumpul sampah-sampah dan air limbah peru- mahan. Masyarakat masih menganggap Membudayakan cuci tangan pakai sabun dengan menyediakan peralatan cuci sungai menjadi tempat yang efisien untuk tangan di depan rumah. Foto: Bowo Leksono pembuangan sampah. "Kami ada program Bersih Kali sebu- adalah cuci tangan pakai sabun (CTPS), tidak sekedar pajangan, namun diman- lan sekali," kata Irwansyah. Tapi, lanjut- program yang sedang gencar digem- faatkan warga. "Hal yang penting, para nya, meskipun sudah dibersihkan akan borkan Pemerintah. Di RW 08 Petojo, orang tua mengajarkan anak-anak untuk kembali kotor sebab ketika air kali itu semua rumah sudah memiliki sarana cuci selalu cuci tangan," kata Irwansyah. mengalir ke wilayah Petojo membawa tangan yang terletak di masing-masing Petojo mendapatkan perubahan sampah dari wilayah sebelumnya. "Kami depan rumah mereka. menuju perbaikan. Dari persoalan sani- terus berusaha menyadarkan wilayah Kesadaran yang dilandasi kekom- tasi, air bersih, nutrisi balita, dan infra- tetangga untuk ikut menjaga kali Krukut," pakan inilah membuat program ini ber- struktur. Semoga kondisi seperti ini akan ujar Irwansyah. jalan. Fasilitas cuci tangan yang terbuat selalu menghiasi kampung Petojo Utara Di Petojo, program pemisahan sam- dari ember-ember bekas cat tembok itu dan wilayah lainnya. Bowo Leksono pah dan cuci tangan pakai sabun didukung ESP, SWS dan Mercy Corps. Program ini dimulai dengan penghijauan dan program pupuk kompos. Awalnya warga didorong melakukan pemisahan Dua Kali KLB Muntaber terhadap sampah-sampah rumah tangga. Sampah yang bersifat non-organik Tak Cukup Menutup Pabrik, Perlu Komitmen Semua Pihak dikumpulkan pemulung, sementara sam- pah organik dikirim kepada pembuat pupuk kompos. Pupuk kompos ini digu- nakan untuk keperluan aktifitas penghi- K jauan. ita semua mendadak terperangah Kabupaten Tangerang dengan teru- Melalui kampanye dan penyuluhan lagi, lihat saja dengan mewabah- langnya kejadian yang sama pada dua yang berkesinambungan, warga RW 08 nya untuk kedua kali kejadian tahun lalu di periode bulan yang sama. Petojo kini sadar akan pentingnya keber- muntaber tahun ini di Kecamatan Tetapi, toh masalah yang mendasar itu sihan dan hijaunya lingkungan. Mereka Sepatan, Pakuhaji, Mauk, dan Sukadiri, tak pernah teratasi. secara rutin melakukan kegiatan kebersi- Kabupaten Tangerang, sebagian besar Kabupaten Tangerang suatu pelosok han lingkungan, tak hanya lingkungan tidak memiliki jamban keluarga, buang yang tak terlalu jauh dari jantung ibu kota sekitar komunitas, namun di sungai-su- air besar mereka lakukan di mana saja, di negara, dengan waktu tempuh hanya 1,5 ngai (clean river program) dengan tu- sungai, sawah, kebun atau selokan. jam perjalanan atau sekitar 40 kilometer juan membersihkan sungai dari sampah. Tak heran wabah muntaber menye- dari Istana Negara. Hingga 16 Juli 2007, rang mereka sehingga mendapat status warga desa di Kecamatan Sepatan, Cuci tangan pakai sabun Kejadian Luar Biasa (KLB). Kejadian ini Pakuhaji, Mauk, dan Sukadiri, Kabupaten Program yang tak kalah menarik jelas menampar aparat Pemerintah Tangerang telah berjatuhan korban. Percik Agustus 2007 29
  • 32.
    S E PUTA R I SS D P Kecamatan Sepatan, dan Pakuhaji melakukan BAB di sungai, di selokan dan di kebun, padahal umumnya mereka mempunyai kamar mandi dan sumur tapi tidak mempunyai jamban." ujar Dinkes PPL Tangerang, Dadang Iskandar SKM. Walau KLB muntaber di minggu ini mulai reda, tetapi perlu ada pember- dayaan kepada warga setempat agar mereka mengubah kebiasaan hidup yang tidak sehat. "Beberapa cara pendekatan yang dapat dilakukan adalah dengan penggalangan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) atau perilaku higienis, yang antara lain dengan menyisipkan kurikulum kesehatan diusia sekolah SD- SMA selama 1-2 jam serta melibatkan perguruan tinggi setempat dan para Perilaku tidak sehat warga menjadi salah satu penyebab terjangkitnya penyakit diare. tokoh masyarakat untuk melakukan kam- Foto: Bowo Leksono panye PHBS. Sistem CLTS (Community Led Total Pada 15 Juli 2007, sejumlah 469 kor- pasti akan terus menggurita berbagai Sanitation) yang memperkenalkan ban harus dirawat di Puskesmas dan persoalan baru di belakang masalah metode pemberian fasilitasi bagi partisi- rumah sakit serta 3 orang di antaranya buruknya layanan sanitasi penduduk pasi masyarakat dalam menghilangkan meninggal dunia. Kejadian dua tahun Indonesia, yang langsung dirasakan saat kebiasaan buang air besar disembarang lalu bahkan merenggut 17 jiwa melayang. ini, yaitu soal hilangnya angka pertum- tempat dan telah berhasil dikembangkan Penyakit muntaber muncul karena warga buhan ekonomi sekitar 65 trilyun selama pada kondisi lingkungan yang sama di tak belajar dari pengalaman menjaga satu tahun APBN. Angka itu sama dengan beberapa negara juga dapat diterapkan kebersihan lingkungan dan makanan. 2,4 persen total jumlah APBN yang bisa dengan segera membentuk anggota- Sehingga beberapa petugas kesehatan membuka jutaan angka pekerjaan baru anggota Pokja AMPL (Air Minum dan mengungkapkan rasa malu atas jatuhnya bagi puluhan juta angkatan kerja yang Penyehatan Lingkungan) hingga ke korban meninggal dunia atau rawat inap menganggur sekarang ini. tingkat kecamatan di Kabupaten karena serangan muntaber. "Ini kan Mengulang apa yang dikemukakan Tangerang. Hal tersebut juga sempat penyakit yang seharusnya sudah tidak Kepala Bidang Pemberantasan Pence- disimpulkan pula dalam rapat Pokja ada lagi karena menyangkut masalah gahan Penyakit Dinas Kesehatan AMPL Provinsi Banten, 17 Juli 2007. amat mendasar, kebersihan. Kabupaten Tangerang, dr. Yuliah Partisipasi aktif serta aksi masyarakat "Di zaman sudah begini maju, ada Iskandar, nampaknya ada empat faktor inilah sangat diperlukan karena penye- satelit, internet, tetapi muntaber masih yang menyebabkan terjadinya wabah baran penyakit muntaber bergerak sa- ada di Tangerang yang merupakan dae- muntaber dikabupaten Tangerang yaitu ngat cepat dan terus bisa terulang kem- rah penyangga Ibu Kota," ujar seorang sanitasi lingkungan yang minim dan bali bila tidak segera diatasi dari sum- dokter di Tangerang. tidak sehat penyumbang terbesar sebesar bernya. Tidak cukup hanya menutup dua Situasi ini terus memiliki mata rantai 45 persen. Perilaku penduduk yang tidak pabrik pembuat sirup orson yang dila- dengan problematika utama sanitasi, sehat atau perilaku hidup biasa sehat kukan Kepolisian Resort (Polres) Ta- yang meliputi aspek air bersih, limbah, sebanyak 35 persen, pelayanan kesehatan ngerang. Dimana semula diduga penyakit drainase dan sampah. Kenapa? Makin sebanyak 15 persen, dan keturunan atau mutaber ini disebabkan minuman terse- sedikit penduduk yang memiliki hunian kepadatan penduduk sebanyak 5 persen. but karena mengandung kuman e-coli yang sehat dan memenuhi standar kese- "Seharusnya mengambil pelajaran dan vibrio cholerae yang ada dalam li- hatan, pasti makin tinggi pula laju pro- dua tahun lalu, akan tetapi masyarakat mun tersebut dan merupakan penyebab blematika sanitasi di Indonesia. Padahal Tangerang tidak mengubah perilaku meluasnya penyakit muntaber yang me- derajat kesehatan penduduk Indonesia hidup bersih dan sehat. Mereka tetap wabah di Kabupaten Tangerang. kini betul-betul menghadapi ancaman BAB di sungai dan menggunakan air Ahmad Rukny Assegaff serius. tersebut untuk mandi, mencuci dan Communication Advocacy Indonesia Dari rangkaian situasi yang terjadi, memasak. "Sekitar 70 persen masyarakat Sanitation Sector Development (ISSDP) 30 Percik 2007 Agustus
  • 33.
    S E PUTA R I SS D P Ketika Diare 'Menjemput' Noviana M ungkin Noviana, begitu nama balita untuk BAB di tempat yang bersih dan tertutup! berusia 2,5 tahun itu diberi nama, tidak Atau mungkin ada yang salah, sehingga fasilitas tahu mengapa perutnya terus menerus yang sudah disediakan tidak dipergunakan dan terasa mulas meski sudah beberapa kali buang air dipelihara dengan semestinya? Sehingga sosialiasi besar. Seperti anak seusianya, Noviana belum bisa yang disampaikan tidak dapat merubah perilaku menjelaskan kondisi penyakitnya, sehingga meski- masyarakatnya? Atau memang sosialisasi merupa- pun parah, kondisinya mungkin tidak dapat di- kan kegiatan yang harus dilakukan secara terus me- mengerti dan dianggap biasa saja oleh orang dekat- nerus untuk selalu mengingatkan? Apapun jawab- nya. Cukup diperlakukan 'sebagaimana biasanya' annya, yang pasti kejadian serupa telah terjadi lagi. dan akan sembuh seperti sedia kala. Sampai akhir- Berangkat dari adanya kebutuhan penyediaan nya Noviana meninggal dunia. Katanya karena ter- layanan air bersih dan sanitasi yang sesuai dengan lambat datang ke pusat rehidrasi dan belum sempat kebutuhan dan kemampuan masyarakat, sebetulnya mendapat perawatan. saat ini telah dikembangkan metode promosi/sosial- Klise memang kedengarannya, tapi itulah ke- isasi/kampanye yang tidak hanya dapat menum- nyataannya. Sebagian orang pasrah menerima pen- Foto: Bowo Leksono buhkan rasa memiliki terhadap fasilitas sanitasi, jelasan itu. Sebagian lagi gamang dan mulai ber- namun juga mampu menggerakkan masyarakat tanya, apakah memang dari situ awal permasalahannya? Entahlah. untuk dapat menyelesaikan masalahnya sendiri. Berdasarkan Noviana bisa jadi merupakan korban meninggal dunia pertama pengamatan, setidaknya ada 3 nama pendekatan perubahan peri- dari kejadian luar biasa (KLB) diare Tangerang yang terjadi sejak 12 laku yang cukup populer dikenal tidak hanya di Indonesia tapi juga Juli lalu. Bersamanya masih ada 2 orang lagi yang tercatat juga dunia internasional. Tiga pendekatan itu adalah Community Led mengalami nasib yang sama. Mungkin yang tidak tercatat lebih ba- Total Sanitation (CLTS), Total Sanitation Campaign (TSC), dan nyak lagi. Participatory Hygiene And Sanitation Transformation (PHAST). Meski kasus meninggal dunia pada KLB Tangerang ini di bawah Ketiga pendekatan tersebut telah mulai diterapkan di berbagai 1 persen atau masih di bawah toleransi WHO, namun bukan berar- daerah di Indonesia. Tidak ada salahnya untuk memulai me- ti kejadian ini pantas untuk didiamkan. Sejak dinyatakan KLB, nerapkan pendekatan perubahan perilaku dalam mengatasi ma- Departemen Kesehatan sudah melakukan tindakan cepat berupa salah sanitasi di Tangerang. Sehingga harapan agar tidak ada lagi pengamanan sumber air yang menjadi penyebab wabah diare. Noviana yang lain bukan sekedar mimpi. Hony Irawan Selain itu untuk antisipasi, di lokasi Puskesmas Sepatan, disediakan jamban mobil, serta dikirim pula fasilitas alat penjernih air yang bi- Sekilas Beberapa Pendekatan Perubahan Perilaku sa bekerja cepat. Sehingga jumlah penderita semakin menurun. Namun tindakan kuratif nampaknya tidak menyelesaikan akar 1. Community Led Total Sanitation (CLTS) yang pertama kali dila- persoalan diare, mengingat ini bukan KLB diare pertama di daerah kukan di Bangladesh pada tahun 1999 kemudian digunakan juga di itu. Kejadian yang sama terjadi pada 2005 lalu dan lebih parah dari beberapa negara seperti Bolivia, Cambodia, China, Ethiopia, India, Nepal, Pakistan, Tanzania dan Afrika Barat, termasuk Indonesia. tahun ini. Sekitar 600 korban harus dirawat di Puskesmas dan 17 Karakteristik CLTS adalah merubah perilaku masyarakat melalui orang (ada yang memberitakan 19 orang) di antaranya meninggal fasilitasi partisipatif, serta tanpa subsidi untuk perangkat keras dunia. Lebih lanjut terkait dengan hal tersebut, Republika 14 Juli (jamban keluarga) dan tidak menetapkan jenis jamban yang nanti- nya akan dibangun oleh masyarakat. CLTS ditujukan untuk mengu- 2007 memuat pernyataan Bupati Tangerang, Ismet Iskandar, yang rangi/menghilangkan kebiasaan Buang Air Besar (BAB) di semba- mengatakan bahwa wabah diare yang kembali terjadi di tiga keca- rang tempat atau open defecation. matan tersebut disebabkan perilaku masyarakat yang kurang sadar 2. Total Sanitation Campaign (TSC) dikembangkan di Propinsi Maha- menjaga kebersihan. rasthra (India) yang mengadopsi pendekatan CLTS ke dalam pro- Menurut Ismet, pihaknya telah melakukan sosialisasi mening- gram pemerintah India secara massal. Beberapa negara lain seper- ti Cambodia, Afrika, Nepal, dan Mongolia telah menerapkan dalam katkan kesadaran masyarakat akan hidup sehat. Kenyataannya ma- porsi yang lebih kecil. Berbeda dengan CLTS, TSC memperbolehkan sih banyak warga membuang air besar di sungai yang sebenarnya pengenalan pilihan teknologi jamban. juga dikonsumsi masyarakat untuk mandi, mencuci, dan memasak. 3. Participatory Hygiene And Sanitation Transformation (PHAST) me- Padahal, pemerintah setempat telah membuat fasilitas mandi cuci rupakan adaptasi metode SARAR (Self-esteem, Associative Strengths, Resourcefulness, Action-planning, and Responsibility) kakus (MCK). yaitu sebuah metode belajar partisipatif membangun kesadaran Kalau begitu apa persoalannya ? Harusnya tidak susah meminta masyarakat agar dapat mengatasi persoalannya sendiri. Ruang orang untuk tidak makan 'maaf' kotoran manusia, baik sengaja atau lingkup PHAST lebih luas, yaitu pendekatan untuk mempromosikan kesehatan, sanitasi, dan manajemen fasilitas air dan sanitasi tidak sengaja, baik langsung atau tidak langsung! Harusnya tidak su- masyarakat. PHAST pernah dilakukan di Afrika, India, dan Amerika sah meminta orang untuk tidak memakan bakteri dan kuman yang Serikat. menyebabkan mereka sakit! Harusnya tidak susah meminta orang Percik Agustus 2007 31
  • 34.
    S E PUTA R I SS D P Pembentukan Inisiatif Kemitraan Pemerintah-Swasta untuk Cuci Tangan Pakai Sabun (IKP-CTPS) P enyakit diare masih menjadi perubahan perilaku dengan melibatkan permasalahan kesehatan cenderung penyebab kematian balita (bayi peran aktif sektor pemerintah didukung ditangani dengan fokus pada pemba- dibawah lima tahun) terbesar di keahlian marketing dan sumber daya ngunan infrastruktur dan pelayanan dunia. Menurut catatan Unicef, setiap yang dimiliki pihak swasta. kuratif. Padahal aspek preventif sangat detik satu balita meninggal karena diare. Nyoman melanjutkan, peningkatan penting dalam menunjang upaya pe- Di Indonesia, sekitar 162 ribu balita kesehatan masyarakat memerlukan ker- ningkatan kesehatan," demikian I Nyo- meninggal setiap tahun atau sekitar 460 jasama semua pihak. "Selama ini, man Kandun. BW balita setiap harinya. Dirjen Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Talkshow "Saatnya Bekerja" (P2MPL) Departemen Kesehatan I Nyoman Kandun mengatakan tingginya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta angka kematian balita akibat diare salah satu penyebab karena masih rendahnya Teknologi Sanitasi yang Terjangkau kesadaran masyarakat dalam menerap- kan pola hidup sehat dan bersih. "Menghindari diare bukanlah masalah A kses masyarakat terhadap sarana sa- nitasi yang memadai di Indonesia masih sangat rendah, yaitu kurang dari 50 Departemen Kesehatan dan Ir Susmono, Direktur Penyehatan Lingkungan Per- mukiman, Ditjen Cipta Karya, Departemen yang sulit. Kebiasaan mencuci tangan persen. Angka ini masih jauh dari target Pekerjaan Umum. memakai sabun bisa menghindari insiden MDGs pada tahun 2015, yaitu 72,5 persen. Pada kesempatan ini, Nyoman me- diare hingga 47 persen," kata Nyoman saat Kondisi ini terjadi antara lain karena nyampaikan pentingnya perilaku hidup konferensi pers "Inisiatif Kemitraan kesadaran serta perilaku masyarakat yang bersih dan sehat untuk meningkatkan kua- Pemerintah-Swasta untuk Cuci Tangan masih harus diperbaiki dan teknologi sani- litas kesehatan masyarakat. Diantaranya Pakai Sabun", Senin (27/8), di Jakarta. tasi yang tidak terjangkau masyarakat. kebiasaan mencuci tangan menggunakan Isu tersebut menjadi bahan diskusi sabun yang dapat mencegah penyakit Survei program pelayanan kesehatan dalam acara Talkshow "Saatnya Bekerja" di menular seperti diare. 2006 tentang persepsi dan perilaku TVRI. Acara ini disiarkan langsung pada 29 Menurut Nyoman, pembangunan sani- masyarakat terhadap kebiasaan mencuci Agustus 2007, pukul 18.00 sampai 19.00 tasi merupakan tanggung jawab seluruh tangan menemukan bahwa sabun telah WIB. Menghadirkan narasumber DR I Nyo- elemen masyarakat. "Pihak swasta pun sampai ke hampir semua rumah di man Kandun, MPH, Dirjen Pengendalian bertanggung jawab dan dapat berperan Indonesia. Namun hanya sekitar 3 persen Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, dalam pembangunan sanitasi melalui pro- yang menggunakan sabun untuk keperlu- gram CSR (Corporate Social Respon- an cuci tangan. Umumnya sabun hanya sibility) yang dimilikinya" ujarnya digunakan untuk mandi. menambahkan. Perilaku responden pada lima waktu Mengenai teknologi sanitasi yang kritis cuci tangan tercatat hanya 12 terjangkau bagi masyarakat, Sus- mono memberikan gambaran bahwa persen saja orang yang mau cuci tangan sebetulnya teknologi sanitasi itu bisa setelah buang air besar (BAB), 9 persen sangat murah dengan tetap memper- setelah membantu BAB bayi, 14 persen timbangkan aspek teknis. "Pada prin- sebelum makan, 7 persen sebelum mem- sipnya, asalkan mampu mencegah beri makan bayi dan 6 persen sebelum terjadinya kontak antara kotoran de- menyiapkan makanan. ngan lingkungan luar maka itu sudah Berdasarkan hal tersebut, dibentuk- cukup memadai" ucapnya. lah Inisiatif Kemitraan Pemerintah- Tim ISSDP Swasta untuk Cuci Tangan Pakai Sabun (KPS-CTPS) sebagai upaya promosi 32 Percik 2007 Agustus
  • 35.
    S E PUTA R WA S P O L A Fasilitasi Daerah MAKSIMAL, Koordinasi Pusat OPTIMAL R uang kantor WASPOLA di Jalan Cianjur 4 lengang sela- Agustus 2007, dimana masing-masing daerah mempresen- ma 3 bulan terakhir ini. Semuanya sedang berkonsen- tasikan renstra-nya dengan gaya yang berbeda. trasi memaksimalkan fasilitasi ke daerah, baik renstra, Menurut rencana, lokakarya penyusunan renstra harus dise- training penguatan kapasitas, implementasi strategi komunikasi lesaikan di seluruh daerah hingga Juni 2007. Namun dalam dan beberapa kegiatan penting lain seperti rakornas dalam pelaksanaan masih tersisa tiga kabupaten yang belum menyele- rangka monitoring kemajuan pelaksanaan kebijakan di daerah saikan, yaitu Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu dan Kota lama maupun yang baru. Cilegon. Daerah dengan kegiatan yang relatif tidak berjalan Bagi WASPOLA tahun ini merupakan tahun yang cukup dapat dikatakan tidak memiliki kebutuhan terhadap pelak- penting untuk meletakkan dasar keberlanjutan Kebijakan sanaan kebijakan, salah satunya adalah Kota Cilegon. Nasional AMPL dimasa mendatang, mengingat tahun 2008 Adapun Lokakarya untuk tindak lanjut penyusunan Renstra WASPOLA akan phase out. Hal ini menjadi topik diskusi yang AMPL telah dilakukan di beberapa daerah, antara lain men- serius dan dinamis ketika lokakarya internal tim di Batam pada cakup Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, Juli lalu. Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Disisi lain untuk memperluas jangkauan pelaksanaan kebi- Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan, dan jaksanaan, WASPOLA juga aktif membantu Pokja AMPL dalam Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. persiapan proyek Penyediaan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat di Indonesia Timur, yang merupakan kerjasama Pemerintah Indonesia dengan UNICEF, Pertemuan Koordinasi Nasional yang didanai oleh Pemerintah Belanda. Sedangkan untuk koor- Memantau dan mengevaluasi kemajuan pelaksanaan imple- dinasi di tingkat pusat WASPOLA aktif memfasilitasi terben- mentasi kebijakan daerah menjadi acara tahunan rutin WASPO- tuknya pertemuan Jejaring AMPL Nasional. LA. Pertemuan kawasan Indonesia Timur dilaksanakan pada 30 Juli - 1 Agustus 2007 di Hotel Quality Makassar, dikhususkan Keragaman Renstra daerah pada daerah dampingan tahun 2006. Renstra AMPL di daerah menjadi agenda utama tim imple- Dihadiri 35 peserta dari Kota Gorontalo, Kabupaten Bone mentasi untuk dianalisa baik dari sisi struktur maupun sub- Bolango, Gowa, Jeneponto, Wajo, Sopeng, Bima, Dompu, Lom- tansinya. Uniknya, Renstra yang disusun masing-masing daerah bok Tengah, Konawe, Konawe Selatan dan Timor Tengah Se- berbeda, sesuai dengan situasi dan kebutuhan daerah. Renstra latan. Pertemuan ini dibuka Direktur Fasilitasi Lingkungan ala daerah, kalimat tersebut juga terlontar saat rakornas di Bali Hidup dan Tata Ruang Depdagri, Sofjan Bakar. Ia menekankan, Renstra daerah harus diimplementasikan dalam program yang konkrit. "Apabila diperlukan, Depdagri dapat menerbitkan surat edaran sebagai dukungan dalam rangka realisasi Renstra," ujarnya. Catatan menarik lainnya adalah daerah meminta perlunya sinergi Pokja AMPL Nasional dengan daerah dalam pelaksanaan kebijakan agar Rensta menjadi arus utama dalam perencanaan pembangunan daerah. Pokja pusat menanggapi dengan menje- laskan telah dirintis kerjasama dengan Unicef dalam rangka operasionalisasi kebijakan. Pelaksanaan kegiatan dimulai de- ngan pembentukan kegiatan penyusunan renstra. Bagi daerah yang telah mempunyai Pokja AMPL dan renstra dapat langsung ke tahap berikutnya. Beberapa isu dalam pembangunan AMPL yang masih dihadapi pemerintah antara lain, pengelolaan aset pembangun- an AMPL, pengelolaan data, dan strategi komunikasi. Saat ini hal yang dirasa menghambat adalah mutasi pegawai yang mem- Percik Agustus 2007 33
  • 36.
    S E PUTA R WA S P O L A pengaruhi kinerja Pokja Daerah yang dapat berakibat kurangnya keberlanjutan progam AMPL. Diperlukan strategi lain yang mengarah pada sosialiasi pen- dekatan pemangku kepentingan yang lebih luas. Dalam Rakornas tersebut diangkat perlunya komitmen pemerintah pusat untuk menjamin keberlanjutan kegiatan fasilitasi pelaksanaan kebijakan pasca WASPOLA. Beberapa komitmen disam- paikan Pokja Pusat, antara lain Pokja Pusat akan memberikan bentuk penguat- an kapasitas (non-proyek fisik) antara lain memfasilitasi mitra donor, terlibat dalam penyusunan Petunjuk Pelaksa- naan DAK air bersih berbasis masyarakat dan menyediakan serta memfasilitasi pengembangan akses informasi yang luas bagi Pokja Daerah. menjadi alternatif pendanaan untuk juga beberapa tips dan strategi ker- Rakornas berikutnya untuk daerah implementasi sektor AMPL. jasama dengan media massa sehingga dampingan lama, menyusul tanggal 28- bisa berkelanjutan. 31 Agustus 2007, diikuti 6 provinsi yaitu Strategi Komunikasi AMPL di- Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, aplikasikan di Daerah Penguatan kapasitas Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Hasil yang menarik dari pelatihan di Tim WASPOLA pada Juni dan Juli Jawa Tengah, Banten dan Sumatera Bangka Belitung (secara lengkap terdapat 2007 ini melaksanaan pelatihan MPA- Barat. Dengan 15 kabupaten/kota seperti di situs AMPL). Workshop yang diikuti PHAST di Makassar, pelatihan CLTS di Bangka Selatan, Bangka Barat, Kota 32 peserta ini akhirnya menghasilkan Untirta (Universitas Ageng Tirtayasa) Pangkalpinang, Takalar, Pangkep, Sela- draf rencana strategi komunikasi pem- Banten, serta memfasilitasi Orientasi yar, Lombok Barat, Lombok Timur, bangunan AMPL untuk provinsi dan 5 Dasar-Dasar Fasilitasi di Yogyakarta dan Kebumen, Grobogan, Pekalongan, Pan- kabupaten di Bangka Belitung di tahun Mataram bekerjasama dengan Ditjen deglang, Lebak. 2008 yang akan datang. PMD untuk daerah proyek PAMSIMAS. Isu-isu yang diangkat selama per- Salah satu strategi dalam mengatasi Kegiatan lain adalah pelaksanaan fasili- temuan antara lain pentingnya alter- kerusakan sumber air baku adalah me- tasi lokakarya monitoring partisipatif natif pendanaan dalam sektor AMPL nanamkan kesadaran masyarakat untuk kinerja Pokja AMPL di tingkat provinsi dan pentingnya marketing strategy menjadi "pendekar penyelamat lingkung- yang diadakan di Tanah Datar. sehingga daerah mampu mengem- an". Biaya untuk implementasi strategi Kegiatan Manajemen Aset PDAM bangkan fund raising. Peserta juga komunikasi ini dianggarkan pada ABT yang disebut NAMPA (Nasional Aset Ma- memperhatikan mengenai pengelolaan tahun 2008. nagement Program) telah dimulai dalam keuangan corporate-based menjadi Diskusi yang menarik lainnya adalah periode ini. Pada persiapan awal, tim stu- penting untuk menjalin kerjasama de- "media relationship". Baru terbuka bah- di telah melakukan kunjungan ke PDAM ngan pihak swasta. wa selama ini terjadi " prasangka buruk" Kabupaten Tangerang untuk mengidenti- Disisi lain Pemerintah Daerah sudah antara pihak pemerintah dengan media fikasi isu pengelolaan aset di dalam saatnya melaksanakan aset manajemen massa karena jarangnya berdiskusi ter- PDAM, sekaligus mendiskusikan rencana karena hal tersebut sangat diperlukan buka mengenai masalah AMPL. Setelah pelaksanaan uji coba NAMPA di daerah. untuk mengukur kemampuan Pemda menemukan titik temu, kedua pihak Pelaksana studi dari program NAMPA ini dalam mencapai suatu target peren- akhirnya menyatakan siap bersinergi adalah perusahaan konsultan GHD. canaan. Diinformasikan juga bahwa dalam memacu pembangunan AMPL. Mari, kita terus bertindak, untuk terus petunjuk teknis tentang Alokasi Dana Manager liputan Bangka Pos, Dody menumbuhkan spirit melaksanakan pemba- Desa (Permendagri No. 37 tahun 2007 Handriyanto menyatakan media massa ngunan AMPL melalui 11 prinsip kebijakan tentang Alokasi Dana Desa) akan segera pada dasarnya terbuka untuk beker- sehingga pihak yang tak pernah dilibatkan diterbitkan, dimana di dalamnya juga ter- jasama dan tidak hanya mengejar berita- menjadi aktif dan pihak miskin yang selalu dapat sektor AMPL. Hal tersebut dapat berita buruk pemerintah. Dikemukakan terpinggirkan semakin terlayani. WH 34 Percik 2007 Agustus
  • 37.
    S E PUTA R WA S P O L A Terbentuk Tim Perumus Jejaring AMPL "M enjawab tantangan dan PD PAL Jaya, PDAM Bekasi, Kemitraan bersifat terbuka, formal dan inklusif. permasalahan bersama, Air Indonesia dan Mercy Corps. Walau- Misinya adalah prinsip kemitraan, ker- lebih baik daripada pun baru terlibat pertama, tidak menyu- jasama, peningkatan kapasitas dan pen- sendiri-sendiri". Pernyataan itu muncul rutkan peserta untuk aktif menyum- ingkatan penyediaan dana di sektor dari beberapa peserta ketika mereka bangkan gagasan dan saran sehingga AMPL. bertepuk tangan, saat Basah Hernowo, suasana diskusi benar-benar hidup. Jejaring AMPL beranggotakan profe- Direktur Pemukiman dan Perumahan sional perorangan, unsur pemerintah, Bappenas menyudahi sambutan pem- perguruan tinggi, lembaga penelitian, bukaan acara pertemuan Jejaring Untuk sementara LSM, lembaga donor, asosiasi profesi, Komunikasi AMPL ke-3 pada 21 Agustus kumpulan pemangku operator AMPL , media massa, konsul- 2007. kepentingan ini disebut tan, kontraktor dan organisasi masya- Basah Hernowo menekankan, sudah rakat. Ide menarik terlontar dari peserta Jejaring AMPL, nama saatnya AMPL dikerjakan dalam koordi- adalah member get member dalam jeja- nasi dan sinergi yang lebih baik sehingga akronimnya masih menjadi ring untuk memperluas ketersediaan dan gaung dan dampaknya akan lebih besar pekerjaan rumah penyebaran informasi yang lebih cepat. untuk peningkatan kinerja sektor AMPL. bagi tim perumus. Program kerja yang direncanakan adalah Ditekankan pula bahwa disana-sini penyusunan data base, peningkatan pemerintah masih banyak kekurangan kepedulian, workshop/pelatihan dan ke- dan keterbatasan. "Sinergi dengan semua Pertemuan yang diselenggarakan mitraan dengan media. pemangku kepentingan adalah alternatif Europromocap IWAT dan Pokja AMPL Agenda lain dalam pertemuan ini terbaik yang bisa dilakukan," ucapnya. ini adalah kelanjutan dari pertemuan adalah presentasi Konferensi Nasional Sambutan tersebut tampaknya men- pertama dan kedua yang telah meng- Sanitasi, dimana Jejaring AMPL ini akan dapat antusias dari para peserta yang hasilkan draft concept note Jejaring terlibat dalam diskusi panel, dan pa- berjumlah sekitar 60 orang yang mema- Komunikasi AMPL dari sisi identitas, meran. dati ruang FG 5 Bappenas. Semangat organisasi dan program kerjanya. Dan di Tim perumus yang terbentuk akan tersebut terlihat ketika memasuki diskusi pertemuan ketiga ini semua anggota bekerja selama tiga bulan ke depan untuk kelompok untuk menentukan kemana berpartisipasi menyempurnakan konsep merumuskan konsep dan arahan strate- arah Jejaring AMPL ini akan dibawa. jejaring dan strategi ke depan. gis Jejaring AMPL dengan melibatkan Uniknya, ketika pembentukan tim peru- Dengan difasilitasi tim WASPOLA, berbagai unsur seperti perguruan tinggi, mus, banyak lembaga baru yang baru saja IHE Indonesia dan PLAN Indonesia, tiga media massa dan organisasi masyarakat datang menyediakan dirinya dipilih seba- kelompok mempresentasikan koreksi dalam tim kecil untuk finalisasi nantinya. gai tim perumus sehingga semuanya ada dan usulan concept note jejaring, kemu- Selain itu akan mempersiapkan keterli- 20 kandidat. Akhirnya terpilih 6 institusi dian ditampung dan disepakati bersama batan Jejaring AMPL dalam Konfererensi dari suara terbanyak yaitu, Pokja AMPL, dalam pleno. Untuk sementara kumpulan Sanitasi Nasional (KSN) pada Oktober WASPOLA, ISSDP, JAS, Europromocap pemangku kepentingan ini disebut Je- mendatang dengan melibatkan anggota IWAT, KAI dan anggota khusus yaitu IHE jaring AMPL, nama akronimnya masih Jejaring lainnya. Indonesia. menjadi pekerjaan rumah bagi tim peru- "Semoga program kerja Jejaring Banyak peserta baru yang datang mus. segera selesai, kami siap terlibat," ucap seperti Unicef, Asosiasi Toilet Indonesia, Visinya adalah menjadi wadah infor- Rosi, peserta dari Universitas Tri Sakti. Direktorat Pendidikan Masyarakat Dep- masi dan komunikasi AMPL yang efektif "Ayo, ini saatnya beraksi bersama!", ujar diknas, Tim Penggerak PKK Pusat, untuk mendukung partisipasi pemangku Eny dari Asosiasi Toilet. Selamat atas ter- Gerakan Kuartir Nasional Pramuka, Tek- kepentingan (pemerintah, swasta dan bentuknya Jejaring AMPL di tingkat nik Lingkungan ITS, STIKES Bandung, masyarakat) dalam proses pembangunan Nasional. Mari, membangun kekuatan FT UI, Yayasan Pelatihan Tirta Dharma, Nasional di Indonesia. Organisasinya bersama! WH Percik Agustus 2007 35
  • 38.
    S E PUTA R WA S P O L A AMPL di Benak Mereka Apa yang terlintas dibenak para kepala daerah tentang AMPL? Berikut rangkumannya. Gusmal Dt. Rj. Lelo, Bupati Solok "A ir sangat menentukan kehidupan manusia, bukan sembarang air tetapi air yang sehat untuk diminum. Yang lebih penting lagi tidak semua program air bersih dikelola pemerintah, tetapi juga masyarakat itu sendiri. Hal ini sinergis dengan program pemberdayaan masyarakat yang sedang saya lakukan. Maka program air bersih, apapun namanya, WSLIC, AMPL akan saya dukung. Hal ini saya masukkan dalam tiga isu sentral pembangunan dan masuk dalam RPJMD dan menjadi Perda sehingga tidak akan ditolak DPRD". Pernyataan ini terlontar saat wawancara Bupati dengan tim WASPOLA dalam rangka penjajakan implementasi strategi komunikasi AMPL di Sumatera Barat, Juni 2007. David Bobihoe Akib, Bupati Gorontalo "A MPL itu sudah menjadi kebutuhan rakyat, jadi tidak mungkin daerah meng- abaikan. Ini kebutuhan dasar! Nah, keterlibatan masyarakat menjadi penting untuk meningkatkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap program ini". Pernyataan ini disampaikansaat menerima kunjungan WASPOLA dan Pokja AMPL Ka- bupaten Gorontalo, Maret 2007. Siti Komariyah, Bupati Pekalongan "P rogram ini prorakyat dan kami memprioritaskan kepentingan rakyat, maka kami mendukung DAK Air Bersih dengan pendekatan penyiapan masyara- kat. Kedepannya program DAK dari pusat akan kami kembangkan dengan pende- katan berbasis masyarakat". Pernyataan ini dikemukakan saat menerima kunjungan lapangan peserta Lo- kakarya Konsolidasi Kebijakan Nasional, Februari 2007. 36 Percik 2007 Agustus
  • 39.
    S E PUTA R WA S P O L A Radjamilo, Bupati Kabupaten Jeneponto "P embangunan MCK umum tidak pas karena tidak terpakai, saya minta Dinas PU untuk mengkaji ulang. Lebih baik dana 26 juta dipakai untuk membagi MCK rumah tangga, bisa jadi 13 unit dan terpakai". Hal itu dikatakan di hadapan sanitarian, bidan desa, camat, kepala dinas dan Pokja Daerah pada saat membuka lokakarya Pendalaman Kebijakan Nasional AMPL dan Indentifikasi Isu, Desember 2006. H. Ahmad Dimyati, Bupati Pandeglang "M URI untuk program jambanisasi ini menjadi penghargaan yang harus memacu kami untuk melanjutkan program yang bagus ini kepada desa atau wilayah lain. Tidak hanya berhenti sebatas penghargaan saja, tetapi akan kami imple- mentasikan". Pernyataan ini keluar saat wawancara dalam jumpa pers penerimaan MURI Award kepada Kabupaten Pandeglang karena berhasil membangun jamban ter- banyak (sekitar 2000) selama satu tahun dengan swadaya masyarakat. M. Jufri, Walikota Bukit Tinggi Masduki, Wagub Provinsi Banten "B agi Bukit Tinggi prio- ritas pertama adalah "U ntirta sebagai pusat keilmuan di Banten telah membuat terobosan air minum karena keter- dengan menggunakan sani- batasan sumber daya air tasi dasar sebagai Kuliah yang diakibatkan ketidak- Kerja Mahasiswa dalam kon- sesuaian kerjasama dengan teks pemberdayaan masya- kabupaten lain". rakat. Saya akan memback- Hal ini diungkapkan up dan semoga ditiru uni- Jufri pada lokalatih penyu- versitas yang lain". sunan Renstra AMPL, Oktober 2006.) Pernyataan ini diungkapkan pada pembukaan Lokakarya Pembekalan CLTS bagi Mahasiswa dan Dosen Unitirta, Juni 2007. Percik Agustus 2007 37
  • 40.
    S E PUTA R A M P L Sosialisasi Permendagri Nomor 23 Tahun 2006 tentang Pedoman Teknis dan Tata Cara Pengaturan Tarif Air Minum pada PDAM D epartemen Dalam Negeri beker- negeri. Apalagi PDAM yang statusnya ja sama dengan Perpamsi me- sebagai operator dalam penyediaan air nyelenggarakan lokakarya ber- minum. Penyediaan dana bagi PDAM tajuk "Sosialisasi Permendagri Nomor 23 adalah tugas Pemda setempat," tuturnya. Tahun 2006 tentang Pedoman Teknis Untuk mendapatkan pinjaman, dan Tata Cara Pengaturan Tarif Air Mi- PDAM mengajukan kepada Pemda dilan- num pada PDAM", Kamis (5/7), di Ja- jutkan ke Bappenas dan kemudian ke karta. Permendagri ini sebagai pelaksana Menkeu. Baru kemudian Menkeu me- ketentuan Pasal 60 ayat (8) Peraturan nyampaikan agar Pemda mengajukan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 ten- rencana pinjaman kepada Menkeu. tang Pengembangan Sistem Penyediaan Sehubungan Permendagri yang baru Air Minum. ini dalam hal tarif PDAM, Dirjen Cipta Terkait kurangnya investor yang bia- Karya Departemen PU Agus Widjanarko sanya menjadi pemicu PDAM dalam menyampaikan kebijakan pengembang- dalam perhitungan biaya usaha dan biaya mengubah tarif air minum, Perwakilan an sistem penyediaan air minum (SPAM) dasar sebagai dasar penentuan tarif yang Ditjen Perbendaharaan Departemen Ke- berdasarkan PP No. 16/2005 yang men- diterapkan PDAM," ujarnya. uangan, Direktur Pengelolaan Penerusan jadi payung bagi Permendagri tersebut. Dalam menyikapi problematika PDAM Pinjaman, menyampaikan mekanisme Eko Subowo dari Ditjen Otonomi dalam penyesuaian tarif, yang paling uta- penerusan pinjaman pemerintah pusat Daerah, Depdagri, menyampaikan penje- ma adalah adanya akuntabilitas dari kepada pemerintah daerah yang dananya lasan pedoman penetapan tarif PDAM PDAM itu sendiri sehingga jika PDAM da- dari luar negeri. "Berdasarkan PP No. berdasarkan Permendagri No. 23 Tahun pat meyakinkan setiap stakeholder, se- 2/2006, Pemda tidak diperkenankan 2006. "Hal utama dalam pembahasan ini hingga penyesuaian tarif tersebut akan melakukan pinjaman langsung ke luar adalah penjelasan mengenai perubahan mengikuti dengan sendirinya. FN Open Partnership Meeting Program Cuci Tangan Pakai Sabun P rogram Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan inisiatif global untuk mempromosikan suatu pernyataan kan kompetensi masing-masing. Hadir Suharman Noerman perwa- kilan Corporate Forum for Community bahwa kebiasaan mencuci tangan pakai Development (CFCD) yang membahas sabun dapat mengurangi terjangkitnya rencana strategi investasi sosial dari su- penyakit diare yang merupakan penyebab dut pandang sebuah perusahaan dalam utama kematian balita di berbagai negara kaitannya dengan CTPS. "Kerjasama da- dewasa ini. Untuk memperkuat penca- lam CTPS ini dapat meningkatkan keun- paian sasaran, program ini dikemas da- tungan sosial bagi perusahaan melalui lam skema kemitraan pemerintah dan brand image sustainable profit yang pa- swasta (public private partnership/PPP). da akhirnya juga akan berujung pada ke- Untuk itu, Direktorat Penyehatan untungan finansial perusahaan," tutur- Lingkungan, Ditjen Pengendalian Penya- nya. kit dan Penyehatan Lingkungan Berdasarkan pandangan CFCD, pe- (PP&PL), Departemen Kesehatan meng- merintah dalam hal ini Menteri Kese- gelar "Open Partnership Meeting: Pro- hatan dirasakan perlu duduk bersama de- gram Cuci Tangan Pakai Sabun", Senin ngan para CEO perusahaan agar pro- (9/7), di Gedung Depkes, Jakarta. ISSDP (Indonesia Sanitation Sector De- gram-program sanitasi seperti CTPS ini Acara ini dibuka Nugroho Tri Utomo velopment Program). Ia menyampaikan, dapat masuk dalam skema corporate so- selaku perwakilan Bappenas dalam bi- dalam kegiatan ini tiap pihak agar dapat cial responsibility (CSR) perusahaan di dang air minum dan air limbah dan juga bekerjasama dalam kesetaraan berdasar- masa yang akan datang. FN 38 Percik 2007 Agustus
  • 41.
    S E PUTA R A M P L Pertemuan Jejaring Komunikasi AMPL Ke-2 U ntuk keduakalinya Pokja AMPL dan WASPOLA mengadakan per- temuan Jejaring Komunikasi AMPL se- Dari hasil pemikiran kelompok perta- ma, ditentukan dasar visi dan misi je- jaring ini. Dari hasil brainstorming ke- bagai tindak lanjut kesepakatan pada lompok pertama, visi jejaring ini adalah pertemuan jejaring pertama, Kamis terbangunnya isu AMPL yang menjadi (12/7), di ruang Sapta Taruna, Depar- arus utama kebijakan. Kelompok kedua temen PU. Pertemuan ini atas partisi- dengan tugas menentukan bagaimana pasi Plan Indonesia dan IHE. pengelolaan jejaring ini di kemudian hari, Dalam sambutannya, Handi B. mengusulkan untuk waktu yang akan Legowo dari Direktorat Penyehatan datang yang akan mengurusi segala kebu- Lingkungan & Permukiman, Ditjen tuhan jejaring ini dilakukan oleh suatu Cipta Karya, Departemen PU mengata- sekretariat yang formal dan independen. kan hasil temuan pada pertemuan jeja- Namun, berdasarkan jajak pendapat ring pertama dimana strategi komunikasi antara pihak terkait peserta di kelompok tiga, sebagai konsekuensinya setiap elemen pembangunan AMPL masih kurang efektif. "Selain itu kerjasa- yang ada dalam jejaring ini menyumbangkan resource-nya ma dan kolaborasi di antaranya dirasakan masih belum terli- misalnya dalam hal pendanaan untuk membantu sekretariat hat," katanya. Pokja AMPL bisa turut menjalankan fungsi sebagai koodinator Agenda pertemuan difokuskan untuk memperkuat keber- dalam jejaring ini. adaan jejaring. Para peserta yang berasal dari unsur Pemerintah Agenda utama lain, dilakukan penjajakan untuk menentukan Pusat, LSM, PDAM, akademisi, dan media massa dibagi dalam steering committee (SC) jejaring ini. Pada awalnya SC hanya berisi tiga kelompok untuk menyusun identitas, pengelolaan, dan pro- orang-orang yang berasal dari lima lembaga terpilih berdasarkan gram jejaring. Setiap kelompok melakukan diskusi yang kemu- suara terbanyak. Namun diputuskan SC terdiri tiap elemen dalam dian hasilnya diplenokan dalam forum bersama. jejaring untuk mencapai keterwakilan suara tiap elemen. FN Pelatihan Pengelolaan Data AMPL D alam rangka meningkatkan kapasi- tas perencanaan, monitoring, dan evaluasi pembangunan sektor air minum digunakan untuk membekali peserta agar bisa mengolah data dengan lebih baik. Salah satu cara dengan memperkenalkan tasikan data-data indikator pembangun- an sosial secara terintegrasi, lintas sektor, lintas wilayah geografis dan kelompok, dan penyehatan lingkungan (AMPL), Ba- software database DevInfo dengan ban- lintas waktu serta lintas sumber data. dan Perencanaan Pembangunan Nasio- tuan fasilitator dari UNICEF Indonesia. Melalui DevInfo, data-data indikator da- nal (Bappenas) mengadakan "Pelatihan DevInfo adalah sebuah software data- pat dihubungkan dengan berbagai tujuan Pengelolaan Data Air Minum dan Pe- base untuk mengelola dan mempresen- dan sasaran pembangunan, konvensi- nyehatan Lingkungan". Acara yang konvensi dan kerangka logis berlangsung tiga hari, 18-20 Juli program. 2007, bertempat di Gedung Diharapkan pelatihan ini Bappenas, Jakarta. dapat dikembangkan dan digu- Bagian pertama pelatihan dija- nakan dalam pengelolaan data dikan perkenalan bagi peserta da- yang lebih luas ditiap bidang lam pengadaan data. Dalam sesi selain AMPL. Selain itu, salah yang berlangsung selama hari per- satu peserta menyampaikan tama ini diberikan pengenalan da- ditahun mendatang pelatihan sar-dasar metode penelitian. Penya- DevInfo ini dapat dimasukkan ji dalam sesi ini dihadirkan seorang dalam anggaran salah satu ren- ahli statistik dari Badan Pusat Sta- cana kegiatan daerah selanjut- tistik (BPS). nya dalam pembangunan AMPL Hari kedua dan ketiga, yang me- setelah melihat kegunaan-kegu- rupakan bagian utama pelatihan, naan DevInfo. FN Percik Agustus 2007 39
  • 42.
    S E PUTA R A M P L Pelatihan Keterampilan Dasar Fasilitasi D irektorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Departemen Dalam Negeri kembali menggelar "Pelatihan Keterampilan Dasar Fasilitasi" pada 23-27 Juli 2007, di Yog- yakarta. Dalam sambutannya, Direktur Sumber Daya Alam & Tekno- logi Tepat Guna, Ditjen PMD, Depdagri Johan Susmono menja- barkan tujuan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan peserta dalam memahami, membuat, serta meng- gunakan media fasilitasi untuk memotivasi dan memberikan dorongan kepada masyarakat. "Hal ini dilakukan agar kita bisa berperan aktif dalam setiap proses pembangunan," katanya. Pelatihan ini dihadiri 32 peserta yang berasal dari berbagai instansi baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, yaitu Bappenas, Departemen Pekerjaan Umum, Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan, dan Badan Pemberdayaan Audiovisual PUSKAT, Yogyakarta. Masyarakat. Peserta mengharapkan ada pelatihan khusus pembuatan Dalam pelatihan ini peserta mendapatkan materi keteram- media fasilitasi sehingga dapat meningkatkan pengetahuan pe- pilan dasar fasilitasi, meliputi komunikasi dalam fasilitasi, di- serta mengenai media-media yang dapat dipakai dalam namika kelompok, metode fasilitasi, memilih, membuat, dan berkomunikasi dengan masyarakat tentang permasalahan air menggunakan media fasilitasi. Para peserta berkesempatan dan penyehatan lingkungan yang terdapat di daerah peserta mengikuti praktek lapangan membuat media fasilitasi di Studio masing-masing. RDD Workshop Perencanaan Strategi Komunikasi untuk Pembangunan AMPL S ejumlah peserta berdiskusi meru- muskan pesan kunci untuk menum- buhkan kesadaran menyelamatkan ling- gram tersebut akan direalisasikan didu- kung anggaran tahun 2008. Diskusi tersebut merupakan salah sa- pala Biro Organisasi Provinsi Bangka Belitung, mewakili Gubernur. Dalam pi- datonya gubernur menegaskan agar pem- kungan yang makin rusak di Bangka Be- tu sesi dalam "Workshop Perencanaan bangunan AMPL dapat berjalan dengan litung. Kerusakan tersebut disinyalir ka- Strategi Komunikasi AMPL" di Provinsi lebih baik mengingat tingginya kebu- rena penambangan yang merusak sum- Kepulauan Bangka Belitung yang dise- tuhan AMPL dan layanan yang masih be- ber air, perilaku sanitasi yang buruk dari lenggarakan pada 25-26 Juli 2007 oleh lum optimal. "DPRD Provinsi juga telah masyarakat, peran pemerintah yang Pokja Provinsi. memberikan dukungan terhadap pro- belum optimal di bidang air minum dan Acara ini dibuka Drs Rasyimin, Ke- gram ini," tegasnya. penyehatan lingkungan (AMPL) Selama dua hari work- dan perhatian DPRD yang masih shop yang difasilitasi tim setengah-setengah. komunikasi WASPOLA ini Maka ketika inspirasi perma- tidak hanya sekedar trans- salahan tertuang menjadi pesan fer ilmu komunikasi prak- yang harus dikomunikasikan tis, tetapi menggunakan tercetus gagasan "Dicari pende- prinsip komunikasi efektif kar lingkungan, selamatkan dae- "mendengar, melihat dan rah kita sekarang juga!". Anggo- sekaligus mengerjakan". ta kelompok yang terdiri dari Metode learning by doing Pokja Provinsi, media massa dan ini sekaligus memberikan universitas menjadi antusias un- pengalaman kepada peser- tuk mengembangkan ide menja- ta bagaimana menyusun di salah satu strategi komunikasi strategi komunikasi yang yang taktis. Rencananya pro- tepat sasaran. WH 40 Percik 2007 Agustus
  • 43.
    S E PUTA R A M P L Festival Cinta Air Melatih Konservasi Sumber Daya Air "K ampung kami sekarang sudah bersih, sungainya mulai jernih. Kami tidak lagi berak di sungai. Enak deh pokoknya," tutur Yayah (36), warga Kampung Wangkal, Desa Kalijaya, Bekasi. Kondisi ini berkat bimbingan Program Cinta Air yang diprakarsai Coca-Cola Foundation In- donesia (CCFI) dengan USAID/In- donesia. Salah satu puncak acara adalah de- ngan digelarnya Festival Cinta Air yang dipusatkan di Taman Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (5/8). Tak hanya warga Kampung Wangkal, pelajar SD Suasana meriah saat pelaksanaan Festival Cinta Air yang melibatkan warga dan Negeri Sukadanau dan empat sekolah pelajar di Bekasi. Foto: Bowo Leksono menengah atas dari Bekasi, yaitu SMU Negeri 2, SMU Negeri 6, SMU YPI 45, tang pemeliharaan sumber air dan pe- mengikuti lomba menghias tong sampah dan SMU Al-Azhar 4 Kemang Pratama ningkatan kualitas hidup. "Taman itu serta kreasi dari barang-baran bekas. Tak pun dilibatkan. penting bagi warga ibukota sebagai tem- lupa dilakukan pula penanaman pohon Beragam kegiatan digelar. Para pela- pat peresapan air dan area terbuka yang sebagai simbol intervensi melakukan jar yang tergabung dalam program Go hijau," ujarnya. konservasi sumber daya air sekaligus Green School (GGS)/Sekolah Hijau Pada acara festival itu, masyarakat bingkisan oksigen dari masyarakat Be- menyuguhkan peragaan tentang ter- sekitar dan pengunjung berkesempatan kasi untuk Jakarta. Bowo Leksono jadinya erosi, simulasi resapan air, kom- pos, dan kertas daur ulang. Sementara di atas panggung, warga Kampung Wangkal SEJARAH TAMAN MENTENG dan pelajar SD Negeri Sukadanu berbagi pengalaman dengan menyajikan hiburan berupa kesenian lenong. Deputy Chief Executive CCFI Triyono S ebelum menjadi taman kota, tem- pat ini adalah sebuah Stadion Men- teng dengan kapasitas 10 ribu penon- Jakarta dan paling bersejarah, baik sejarah Kota Jakarta maupun perse- pakbolaan di Jakarta dan Indonesia. Prijosoesilo mengatakan, festival yang ton. Lapangan sepakbola yang juga Bahkan pada 1975, Surat Keputusan merupakan bagian dari Program Cinta markas Persija ini didirikan tahun 1921 Gubernur Jakarta Tahun 1975 mene- Air ini sebagai wadah untuk menggam- dengan nama Voetbalbond Indische tapkan stadion ini sebagai salah satu barkan keterlibatan masyarakat dan Omstreken Sport (Viosveld). kawasan cagar budaya yang harus sarana pembelajaran dalam memelihara Stadion ini dirancang arsitek Belan- dilindungi. sumber air dan memperbaiki kualitas da, F.J. Kubatz dan P.A.J. Moojen. Du- Dan pada masa pemerintahan Gu- hidup. "Program ini sudah berjalan lebih lu, digunakan sebagai pusat olahraga bernur Sutiyoso, stadion bersejarah dari satu tahun. Rencana selesai Agustus orang-orang Belanda. Dalam perkem- yang sudah berusia 84 tahun itu 2007 ini. Dan kita masih menggodog bangannya, sejak 1961 dan hingga dirobohkan dan dialihfungsikan menja- wilayah dan sekolah mana yang hendak sebelum menjadi Taman Menteng, sta- di taman kota. Pada awalnya memang mendapat bimbingan," ungkapnya. dion ini digunakan sebagai tempat menuai protes, tapi akhirnya protes Menurut Triyono, memilih Taman berlatih dan bertanding tim Persija. itu reda. Mungkin karena manfaat yang Menteng sebagai tempat festival dimak- Stadion sepakbola Persija ini men- sudah mulai dirasakan dari keberadaan sudkan memberikan sarana bagi ma- jadi salah satu kebanggaan warga Taman Menteng. BW syarakat luas, khususnya warga ibukota, untuk mendapatkan pengetahuan ten- Percik Agustus 2007 41
  • 44.
    S E PUTA R A M P L Promosi 7 Perilaku Hidup Sehat J ari-jari lentik anak-anak itu dibasuh di bawah kran air Koordinator program Senyum Fadillah Effendi kepada Percik yang berjajar. Kemudian mereka mengambil sabun dan mengatakan program ini bertujuan mengurangi angka kekurangan membilas kembali. Setelah gizi pada balita di wilayah perkotaan dirasa bersih, sebuah handuk kecil miskin. "Rendahnya perilaku pengasuhan diambil untuk mengeringkannya. anak yang rendah berpengaruh terhadap Demikian perlombaan Cuci kesehatan balita," katanya. Tangan Pakai Sabun (CTPS) puluhan Berdasarkan penelitian lembaga ini, anak-anak di permukiman miskin RW pada Oktober 2005 di 17 kelurahan di 09, Kelurahan Angke, Kecamatan Jakarta Barat, Pusat dan Utara dike- Tambora, Jakarta Barat, Rabu (13/8). tahui perilaku pengasuhan yang benar Kegiatan yang dipelopori Mercy terhadap anak masih berada dalam Corps, sebuah lembaga non-pemerin- tingkat yang rendah. Ditemukan peri- tah, ini juga menggelar lomba balita laku buang air besar (BAB) di WC 44,5 sehat, mewarnai gambar, menyusun persen, pemberian ASI lanjutan (6-24 piramida makanan, dan variasi ma- bulan) 65,2 persen, kehadiran di kanan sehat. Posyandu 1,94 persen, perilaku pem- Tidak hanya warga RW 09, berian makanan beragam (nasi, sayur, puluhan warga dari RW lain pun turut dan lauk-pauk) untuk anak usia 6-24 memeriahkan acara tersebut dengan bulan hanya sebesar 25,5 persen. memadati sepanjang jalan di bantaran Untuk itu sejak satu tahun silam, kali Item. Kegiatan yang sekaligus Mercy Corps mempromosikan tujuh untuk memeriahkan Agustusan ada- perilaku hidup sehat yaitu, cuci tangan lah bagian dari kampanye perubahan sebelum makan, cuti tangan setelah perilaku yang dipromosikan Mercy BAB, pemberian ASI sampai anak ber- Corps melalui program Senyum (Sehat dan Nyaman untuk usia 2 tahun, pemberian makanan bervariasi, jajanan sehat, Masyarakat). BAB di WC, dan ke Posyandu setiap bulan. BW Seminar "Air dan Kelestarian Lingkungan" S ecara umum krisis air di beberapa pengaturan tentang pelestarian potensi, wilayah Indonesia sangat pemanfaatan, distribusi maupun kelem- dirasakan dewasa ini. Pesatnya bagaan," tutur Ully yang juga seorang peningkatan jumlah penduduk, pemba- penyanyi itu. ngunan permukiman, pertanian dan Ully menambahkan, sangat perlu industri telah meningkatkan penggunaan adanya gerakan masyarakat yang me- air sehingga menyebabkan terjadinya ngacu pada tindakan nyata pelestarian air kelangkaan air. dan lingkungan di kawasan hulu/pegu- Demikian yang terungkap pada nungan darimana air mengalir menuju Seminar Pengelolaan Sumber Daya Air kawasan hilir. Terpadu bertema "Air dan Kelestarian Peningkatan kebutuhan air juga dinya- Lingkungan" yang digelar Kemitraan Air takan I Gede Wenten dari Departemen Indonesia (KAI) dan Global Water Teknik Kimia ITB. Menurutnya selain Partnership (GWP), Kamis (6/9), di kom- kebutuhan domestik, air juga dibutuhkan plek Departemen PU, Jakarta. untuk industri. "Untuk mengatasi kebu- Ketua Yayasan Garuda Nusantara, air cenderung meningkat sejalan perkem- tuhan air bagi industri, reklamasi sum- Ully Hary Rusady sebagai salah satu bangan penduduk dan pembangunan. ber-sumber air merupakan salah satu pembicara memaparkan, ketersediaan "Agar kebutuhan air dapat tercukupi cara, disamping sistem pengolahan lim- sumber daya air sebagai air baku tidak secara berkelanjutan, maka diperlukan bah dengan konsep guna-ulang," ungkap- pernah bertambah sementara kebutuhan upaya pengelolaan yang memadai baik nya. BW 42 Percik 2007 Agustus
  • 45.
    S E PUTA R A M P L Roadshow Program AMPL di Wilayah Indonesia Bagian Timur L okakarya Rencana Pemilihan Kabupaten untuk Program Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat di Wilayah Indonesia Bagian Timur digelar 8-9 Agustus 2007. Kegiatan ini merupakan bagian kerjasama RI- UNICEF. Sebagai bagian dari kerjasama tersebut, Bappenas berkoor- dinasi dengan departemen teknis terkait (Departemen PU, Departemen Kesehatan, Departemen Dalam Negeri, De- partemen Pendidikan Nasional) sedang menyiapkan program penyediaan air minum dan penyehatan lingkungan Wilayah Indonesia Bagian Timur. Pendanaan dari program ini berasal dari bantuan hibah Pemerintah Belanda dan Swedia. Tujuan dari program ini adalah meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan higienis dan Foto: Bowo Leksono peningkatan akses air minum dan sanitasi. Terdapat tiga kom- ponen program yaitu penyediaan air, perbaikan sanitasi dan melayani 320 ribu penduduk. pengembangan higinitas pada daerah perdesaan, daerah kumuh Hasil-hasil lokakarya meliputi longlist kabupaten yang men- perkotaan dan sekolah khususnya bagi masyarakat berpenda- jadi calon penerima bantuan Program WES (Water and patan rendah secara partisipatif. Environmental Sanitation) UNICEF. Longlist kabupaten ini Telah disepakati untuk melaksanakan program ini di 6 yang akan diundang dalam Roadshow Kabupaten di ibukota propinsi yaitu Provinsi NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Maluku, provinsi masing-masing untuk ditawari program tersebut de- Papua Barat, dan Papua. Ditargetkan program akan berlang- ngan tetap menyertakan sejumlah kontribusi sebagai bagian sung minimal 25 kabupaten yang akan mencakup 180 desa dan dari rasa kepemilikan program ini di daerah. GT Pelatihan Keterampilan Fasilitasi Dasar Region Timur S ebagai lanjutan penyelenggaraan Orientasi MPA/PHAST di Makassar, dalam mendukung program Pamsimas, sa, memahami etika seorang fasilitator, mengetahui cara berkomunikasi dalam sebuah fasilitasi, memahami dinamika metode CLTS sebagai bagian dari ske- nario praktek di lapangan. Dari hasil evaluasi di lapangan, Ditjen PMD Depdagri mengadakan Pe- sebuah kelompok yang meungkin ada di muncul kekhawatiran terjadinya masalah latihan Keterampilan Fasilitasi Dasar di masyarakat, memahami metode fasilitasi lain dari adanya CLTS yaitu pencemaran Lombok, 29 Agustus-2 September 2007. dan media komunikasi, serta memahami air tanah oleh jamban-jamban yang Direktur SDA & TTG Dep- hanya dibuat sekedarnya apala- dagri, Johan Susmono mema- gi jika tanpa pengawasan. parkan latar belakang pelak- Seorang fasilitator harus sanaan pelatihan ini berdasarkan mengetahui kondisi ekonomi kondisi lemahnya pemerintah daerah yang akan dipicu me- dalam melakukan komunikasi lalui CLTS. Praktek pemicuan pembangunan AMPL yang ber- untuk pembangunan jamban ujung pada tidak adanya keber- yang sebenarnya disesuaikan lanjutan. kemampuan ekonomi ma- Pelatihan dibagi dalam dua syarakat. Fasilitator juga perlu bagian, yaitu di kelas dan di la- mengetahui kondisi daerah pangan. Di kelas, para peserta sebagai referensi jamban yang dilatih bagaimana melakukan bisa digunakan di daerah pe- pendidikan kepada orang dewa- Foto: Afif Nu’man micuan. FN Percik Agustus 2007 43
  • 46.
    PROGRAM tak sekedar membutuhkan hobi tapi juga SMK Negeri 1 Surabaya minat, kesadaran, dan keikhlasan yang tinggi. Dan bisa dipastikan tidak semua sekolah mempunyai ekskul bidang ini. Menuju Sekolah Tapi bagi SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) Negeri 1 Surabaya, ekskul ten- tang kebersihan dan kesehatan mendapat tempat di sekolah yang terletak di daerah Wonokromo, Kota Surabaya. Berbasis Kegiatan ini tidak hanya diminati siswa namun juga menjadi perhatian pihak sekolah. "Kami memilih kader- kader lingkungan di sekolah ini dengan seleksi yang cukup ketat yang dibantu Lingkungan sepenuhnya oleh OSIS," ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Drs. Suharto kepada Percik di ruang ker- janya beberapa waktu lalu. Saat ini, SMK dengan total siswa 2.405 ini telah memiliki kader lingkung- an sejumlah 120 siswa untuk memotivasi E kstrakulikuler (ekskul) di sekolah terkadang dianggap 'kelas kedua' bagi pi- dan memberi contoh siswa-siswa lain. adalah wadah penyalur hobi lihan siswa. "Penjaringan minat terhadap kegiatan ini siswa. Olahraga dan kesenian Kegiatan seperti kebersihan dan dilakukan saat Masa Orientasi Siswa adalah dua bidang yang kerap paling penyehatan lingkungan sekolah akan (MOS) baru pada awal tahun pelajaran," banyak diminati para siswa. Kegiatan lain jauh dari peminat. Karena kegiatan ini ungkap Suharto. Setelah terjaring, calon- calon kader itu mendapat bimbingan dari guru-guru pembimbing yang sudah men- dapat pelatihan lingkungan. Uniknya, jenis kegiatan ini tidak dinamakan ekstrakulikuler namun pokja (kelompok kerja) berdasarkan surat keputusan kepala sekolah. Terbagi men- jadi tiga, yaitu pokja penghijauan, pokja kebersihan, dan pokja kesehatan. Masing-masing mempunyai tugas yang saling berkaitan. Setiap pokja terdiri dari pengurus berjumlah delapan. Kendala SMK dengan delapan jurusan yaitu, sekretaris, akuntasi, penjualan, multime- dia, televisi, animasi, perangkat lunak, dan telekomunikasi (yang merupakan gabungan antara SMEA dan STM) ini, menerapkan kebiasaan bekerja bakti pada setiap hari Jumat selama satu jam pelajaran. Diakui Suharto, pada awalnya sangat sulit mencari kader masuk ke pokja-pokja untuk membuat sekolah seluas dua hek- Sudut sekolah yang dimanfaatkan untuk model pengolahan sampah Segitiga Angin. tar ini hijau dan bersih. "Saat di SMP, Foto: Bowo Leksono siswa tidak dikenalkan dengan kegiatan 44 Percik 2007 Agustus
  • 47.
    PROGRAM Ekskul kebersihan dan penyehatan lingkungan menjadi pilihan favorit di sekolah ini. Foto: Bowo Leksono semacam ini karena itu kurang peminat- hal untuk mempersiapkan sebuah lomba Jawa Timur, seperti Lomba UKS (Unit nya," ujarnya. membutuhkan dana ratusan juta," tutur Kesehatan Sekolah) dan Toyota Eco Tidak hanya itu, sekolah yang selalu Suharto. Youth. Dan biasanya untuk maju ke langganan banjir karena letaknya yang tingkat nasional, sekolah ini gagal karena lebih rendah dari daerah lain ini menjadi Prestasi sekolah daerah langganan banjir. kendala tersendiri. "Biasanya setiap ada SMK Negeri 1 Surabaya adalah seko- Untuk kegiatan pokja-pokja ini, dana lomba kebersihan, kami pasti terbentur lah yang berlangganan mendapat peng- dialokasikan secara khusus dari sekolah kendala penanganan banjir. Apalagi se- hargaan sekolah bersih dari berbagai dan iuran siswa setiap awal tahun pela- ring penilaiannya saat banjir tiba, pada- lomba kebersihan di tingkat Provinsi jaran. "Setiap siswa baru ditarik uang Rp 3 ribu saat MOS, setiap kelompok siswa diwajibkan membawa tanaman obat-obat keluarga (toga), bunga, buah, dan tanam- an peneduh," ungkap Suharto. Devi Permatasari, salah satu kader lingkungan SMK N 1 Surabaya yang juga menjabat sebagai wakil ketua pokja kebersihan mengatakan sangat senang masuk kegiatan ini. "Saya jadi bisa bela- jar hidup berdisiplin di sekolah dan juga mendapat pengalaman dengan belajar membuat kompos," katanya. Dengan bimbingan guru, siswa-siswa juga diajarkan mengelola kompos baik dengan teknologi yaitu metode “segitiga angin” maupun manual untuk dipergu- nakan di lingkungan sekolah dan lingkungan sekitar sekolah. Sekolah ini sudah sejak tahun 2001 menerapkan pro- gram sekolah berbasis lingkungan seba- Tugu peringatan bebas asap rokok yang berada di pintu gerbang sekolah. gai salah satu syarat 'sekolah rintisan Foto: Bowo Leksono internasional'. Bowo Leksono Percik Agustus 2007 45
  • 48.
    A BS TR A K S I Studi Alternating Upflow Anaerobic Double Filtration (AUAF) dalam Mengolah Limbah Domestik A lternating upflow anaerobic semacam ini memberikan kondisi yang Karena AUAF menggunakan air lim- double filtration (AUAF) pada lebih dominan kepada proses hidrolisis di bah domestik dengan waktu tinggal seki- dasarnya merupakan hibrid atau reaktor pertama dan proses methanoge- tar 5 (lima) jam, keadaan ini membuk- turunan dari unit pengolahan upflow nis di reaktor ke dua. Dengan demikian, tikan bahwa sistem anaerobik juga anaerobik filter (UAF). Filter pada kinerja dari UAF benar-benar lebih dapat mampu mengolah limbah organik de- dasarnya terbuat dari bahan keramik ditingkatkan lagi. ngan kadar COD rendah (± 300 mg/l) berbentuk cincin dengan diameter luar Penukaran aliran dimana reaktor per- dalam waktu yang relatif singkat. tidak lebih dari 0,8 cm dan diameter tama ditukar menjadi reaktor kedua pada Biogas yang dihasilkan ternyata juga dalam tidak lebih dari 0,6 cm. Dengan saat kinerja reaktor tercatat menurun mempunyai kadar CO2 yang tidak lebih terbuat dari keramik maka mikroorganis- karena adanya berbagai hal (khususnya dari 20 persen selama hampir 300 hari me yang menempel (attached), dalam hal buntu), ternyata memang dapat mening- reaktor ini dijalankan dengan berbagai ini kelompok bakteria, akan lebih cepat katkan kinerja reaktor kembali ke kondisi beban kejut (shock loading) yang tumbuh dan dapat memperpendek waktu semula secara cepat. dilakukan. start-up dari instalasi (reaktor). Keadaan ini membuktikan bahwa Bentuk seperti cincin dengan panjang penukaran proses dari hidrolisis ke me- Disarikan dari disertasi Eddy Setiadi Soedjono di Birmingham tidak lebih dari 0,8 cm juga memberikan thanogenesis dan sebaliknya dapat ber- University Inggris. Eddy Setiadi Soedjono tempat yang lebih luas untuk tumbuhnya langsung dengan sangat mudah, mes- adalah dosen Senior Teknik Lingkungan ITS bakteri. Rongga semacam itu juga mem- kipun kondisi ini terjadi pada reaktor Surabaya dan Sekretaris Unit Pengkajian Pengembangan Potensi Daerah berikan bakteri dari kelompok suspended anaerobik yang konon dipercayai punya (UP3D) - Lembaga Penelitian dan juga dapat tumbuh. Dengan demikian, kinetika yang jauh lebih rendah dari reak- Pengabdian kepada Masyarakat UAF semacam ini merupakan gabungan tor aerobik. (LPPM) ITS dari sistem suspended dan attached growth. Dengan menempatkan filter di bagian atas saja, dalam hal ini hanya sebagian reaktor yang dipenuhi filter keramik, maka bagian bawah filter ditumbuhi bak- teri suspended sebagaimana hal yang ter- jadi pada upflow anaerobik sludge blan- ket (UASB) yang bisa jadi sistem ini jauh lebih dikenal di Indonesia. UAF yang filternya hanya separuh ini ternyata akhirnya merupakan gabungan antara UAF dan UASB yang pada dasar- nya penggabungan sistem attached dan suspended growth secara keseluruhan. Tentu saja sistem ini menjadi unggul karena dapat menggabungkan ke dua sis- tem pengolahan anaerobik yang ada. Karena merupakan double-filtration, maka tersedia 2 (dua) unit reaktor, dimana efluen dari reaktor yang satu Masih banyak rumah warga yang membuang limbahnya ke sungai. masuk ke reaktor yang lain. Pemisahan Foto: Bowo Leksono 46 Percik 2007 Agustus
  • 49.
    K L IN I K I AT P I Majalah Percik bekerja sama dengan Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia, membuka rubrik Klinik. Rubrik ini berisi tanya jawab tentang air minum dan penyehatan lingkungan. Pertanyaan dapat disampaikan melalui redaksi Majalah Percik Kontributor: Sandhi Eko Bramono (Sandhieb@yahoo.com), Lina Damayanti (Ldamayanti@yahoo.com) Air Limbah Tanya : Saat saya membeli rumah saya, ternyata tidak terdapat tang- ki septik untuk mengolah air limbah domestik (semua buangan domestik langsung masuk ke saluran pembuangan di luar atau got). Lahan yang tersedia di rumah saya sangat terbatas dan sepertinya memang tidak memungkinkan untuk membangun tangki septik. Namun saya berencana membuat bak penampung kaporit (Ca(ClO)2) untuk membubuhkannya sebelum air lim- bah tersebut masuk ke got. Apakah cara ini cukup efisien dan efektif ? Eng Tat, Medan Jawab : Foto: Bowo Leksono Teknik pembubuhan desinfektan sebenarnya dilakukan untuk proses oksidasi, khususnya senyawa organik dan mikro- Persampahan organisme patogen yang terkandung dalam air limbah. Hanya Tanya : saja, pengolahan dengan cara ini (proses kimiawi) relatif lebih Saya saat ini sedang mengembangkan pengomposan skala mahal ketimbang pengolahan limbah secara umum yang meng- rumah tangga di rumah saya, dengan menggunakan sampah gunakan proses biologi. Proses biologi yang terdapat pada peng- sisa makanan. Karena jarak yang cukup jauh dan keterbatasan olahan air limbah, bertujuan untuk mengurangi kandungan biaya untuk memeriksakan kompos yang saya produksi ke labo- senyawa organik secara signifikan, sehingga di akhir proses, ratorium, maka sangat sulit bagi saya untuk mengetahui penyempurnaan proses dapat dilakukan dengan pembubuhan kematangan kompos yang ada. Apakah ada cara visual yang desinfektan dalam dosis yang lebih rendah. Dengan kata lain, relatif mudah untuk mengetahui kompos yang sudah matang ? proses desinfeksi merupakan proses tambahan (hanya sebagai Simandjuntak, polishing process) untuk menyempurnakan proses sebelumnya, Pematang Siantar yang memberikan biaya pengoperasian total secara lebih hemat. Dengan penggunaan proses kimiawi saja (seperti yang akan Untuk mengetahui kematangan kompos secara visual, dapat anda lakukan), maka dosis desinfektan yang dibutuhkan menja- dilakukan beberapa cara (meskipun kurang akurat), tanpa mela- di sangat banyak, untuk menghasilkan kualitas air limbah tero- kukan pemeriksaan laboratorium. Umumnya kompos yang su- lah yang sama dengan kualitas pengolahan yang didahului de- dah matang ditandai dengan suhu yang sudah mendekati suhu ngan proses biologi, serta biaya yang dibutuhkan menjadi sa- lingkungan (setelah mengalami kenaikan suhu sebelumnya), ti- ngat tinggi. Selain itu, terdapat peluang pembentukan senyawa dak ada lagi bau (karena senyawa organik sudah teroksidasi karsinogenik (senyawa pencetus penyakit kanker) yang berle- menjadi senyawa anorganik), tidak ada lagi pertumbuhan larva bihan, yang dikenal sebagai senyawa Tri Halo Methane (THM) atau mengundang serangga seperti lalat dan lipas (karena se- akibat reaksi senyawa organik kadar tinggi dengan kaporit. Hal nyawa organik yang menjadi makanan serangga sudah teroksi- ini cukup membahayakan, mengingat senyawa ini akan masuk dasi menjadi senyawa anorganik), serta munculnya bercak putih ke got, mengalir ke sungai, yang akhirnya menjadi sumber air keabu-abuan pada kompos (merupakan pertumbuhan jamur minum untuk air baku PDAM. Actinomycetes sp., yang mengkonsumsi senyawa berikatan de- Untuk mengatasi permasalahan di rumah Anda, pengguna- ngan NO3- hasil degradasi senyawa berikatan dengan NH4+). an tangki septik tetap dibutuhkan. Namun anda dapat menyi- Cara yang akurat tentu saja dengan pemeriksaan di laborato- asatinya untuk membuat tangki septik bersama (komunal) de- rium, yang mencakup pemeriksaan penurunan kadar Chemical ngan beberapa rumah di sekeliling Anda, yang belum memiliki Oxygen Demand (COD), penurunan kadar Volatile Suspended tangki septik. Pengelolaannya juga menjadi tanggung jawab Solid (VSS), penurunan kadar C / N, penurunan senyawa ber- bersama seluruh pemanfaat tangki septik tersebut. ikatan NH4+, serta peningkatan senyawa berikatan NO3. Percik Agustus 2007 47
  • 50.
    I N FO B U KU Menuju Sekolah Berwawasan Lingkungan M asalah lingkungan hidup adalah masalah bersama. Hanya dengan menjadikan ini Judul GO GREEN SCHOOL: tuk menginternalisasikan nilai- nilai lingkungan ke dalam seluruh aktifitas sekolah. Konsep sekolah kepedulian dan upaya bersama, MENUJU SEKOLAH HIJAU hijau yang dikembangkan oleh sumberdaya alam, manusia masih Penulis: Program GGS dapat dilihat dalam dapat berharap bahwa alam dan buku ini. Tim Perumus Konsep sumberdayanya bisa terselamatkan. Buku dengan tebal 16 halaman Di sinilah sekolah diharapkan dapat Go Green School (GGS) ini berisi penjelasan mengenai menjalankan peran kunci, untuk Penerbit: Sekolah Hijau, kerangka program membangkitkan kepedulian ling- Jakarta, KEHATI, 2006 Sekolah Hijau (indikator dan taha- kungan pada generasi muda sebagai Tebal: pannya) serta satu buah contoh calon pengambil keputusan di masa 16 halaman program Sekolah Hijau serta mendatang. kegiatannya. (cetakan kedua, revisi) Untuk mendukung upaya-upaya Diharapkan dengan buku ini, sekolah di Indonesia menuju "Se- sekolah yang menerapkan pro- kolah Hijau" (Green School) dan gram GGS menjadi sekolah yang mendorong perilaku ramah lingkungan pertimbangan bahwa pertumbuhan ma- berwawasan lingkungan dan warganya dalam kehidupan sehari-hari yang dimu- syarakat perkotaan sangat pesat. memiliki kesadaran lingkungan serta lai dari sekolah, maka digulirkan pro- Sekolah Hijau yaitu sekolah yang mewujudkannya melalui perilaku yang gram Go Green School. Program ini ditu- memiliki komitmen dan secara sistematis ramah lingkungan untuk meningkatkan jukan bagi sekolah di perkotaan dengan mengembangkan program-program un- mutu hidup. BW Belajar Sampah Sejak Dini B uku bertajuk "Per- an. Pada bab II, tibalah jalanan si Hijau" ini Judul anak-anak di Pulau Kelapa berupa paket modul PERJALANAN SI HIJAU untuk kemudian bermain untuk siswa Sekolah Dasar, Penulis: penyelamat pulau di bab III. berisi gambaran kegiatan Tim Modul Anak-anak bertemu dengan dan informasi yang terkait "Perjalanan si Hijau" Pak Jain di bab IV dan mere- persoalan sampah. Modul Penerbit: ka belajar mengelola sam- yang diperuntukkan bagi Jakarta, Yayasan KEHATI pah sampai akhirnya mere- siswa kelas 5 dan 6 Sekolah Tebal: ka berhasil membuat kom- Dasar ini dikemas dengan 36 halaman pos yang menyuburkan cerita yang sangat menarik tanah di bab V dan membu- dan disertai ilustrasi/gam- at kerajinan tangan dari bar-gambar dengan warna sampah di bab VI. Semua itu yang penuh. kemudian bisa dinikmati Buku yang bermateri sampah ini Dasar yang berada di pinggir pantai saja. dengan cara dipamerkan di bab VII. menjadi panduan siswa untuk mata pela- Pembahasan materi sampah dalam buku Buku berupa modul ini tak akan jaran muatan lokal (mulok) Sekolah modul ini dikemas universal yang mudah berguna sama sekali bila tidak diajarkan Dasar di Kabupaten Administrasi Kepu- dipahami oleh anak-anak. terlebih dipraktekan pada siswa. Me- lauan Seribu, DKI Jakarta. Terdiri dari tujuh bab dan beberapa nariknya, di Kabupaten Administrasi Karena itu, cerita dan gambar yang tambahan tentang ulasan seluk-beluk Kepulauan Seribu, materi sampah ini ada berlatar laut dan pantai. sampah. Dibuka dengan salam perke- menjadi mata pelajaran muatan lokal. Namun, tidak berarti buku ini hanya nalan dan memasuki bab I mengajak Patut diikuti Sekolah Dasar lain di selu- untuk petunjuk bagi siswa-siswa Sekolah anak-anak mengarungi sungai dan laut- ruh Indonesia. BW 48 Percik 2007 Agustus
  • 51.
    INFO SITUS Klub Tunas Hijau rakat. http://www.tunashijau.org/ Sasaran program-program yang dijalankan PPLH Bali adalah masyarakat luas mulai anak-anak hingga yang de- wasa. PPLH Bali bekerja dengan semua lapisan masyarakat seperti pelajar, guru, lembaga pemerintah maupun non-pe- merintah dan juga individu-individu yang mempunyai kepedulian terhadap lingkungan dan pemberdayaan masya- rakat. Berbagai info program, kegiatan, info lingkungan, dan yang paling menarik info perpustakaan seputar lingkungan bisa diperoleh di situs ini. Berdiri sejak 14 Juni 1997, PPLH Bali menjalin hubungan kerja sama dengan Yaysan KEHATI, The Centre for The S itus ini berisi bermacam informasi seputar kegiatan di dunia lingkungan hidup yang melibatkan anak-anak. lembaga pemerintah maupun non- pemerintah, dengan masyarakat lokal dan internasional. Yang menjadi inti dari Betterment of Education (CBE), dan Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) menggulirkan program Go Green School Melalui berbagai menu seperti program program yang dijalankan PPLH Bali ini (GGS) untuk memotivasi sekolah, khu- kegiatan, galeri foto, poster, komik, lagu, adalah pendidikan lingkungan dan pen- susnya sekolah menengah tingkat atas jaringan sekolah hijau, dan informasi dampingan masyarakat. menjadi "sekolah hijau". lainnya. Situs ini dikelola oleh Klub Tunas Hijau (KTH), sebuah organisasi Perkumpulan lingkungan hidup non-profit, yang besar dari the young people yang berbasis di Sekolah Hijau http://www.greenschools.net Surabaya. KTH berawal dari pengiriman 5 orang Pramuka dari Jawa Timur ke Australia Maret 1999. Sejak itu, KTH terus konsisten dalam melakukan upaya- upaya nyata untuk membantu lingkung- S itus ini milik Perkumpulan Sekolah Hijau yang berdiri pada 2004 oleh para orang tua yang merasa prihatin an hidup menjadi lebih baik. KTH selalu bagaimana lingkungan hidup bagi anak- melibatkan lembaga swasta dalam melak- anak mereka kelak. Kemudian bersama- sanakan program-programnya. Dengan sama mengusulkan pada tiap sekolah prinsip hubungan simbiosis mutualisme untuk menciptakan sekolah sehat di kerjasama terus dikembangkan. KTH Amerika Serikat. Informasi berupa berita rutin melakukan kegiatan ke sekolah- dan artikel seputar sekolah hijau terdapat sekolah dan daerah-daerah lain di luar di sini. BW Kota Surabaya. Yayasan KEHATI PPLH Bali http://www.kehati.or.id/GGS http://www.pplhbali.or.id S elamat datang di pusat pendidikan lingkungan hidup. Demikian tampil- I nformasi sekitar "sekolah hijau" atau green school terdapat pada situs ini. Situs lingkungan ini milik Yayasan an awal situs milik Pusat Pendidikan KEHATI (Keanekaragaman Hayati), Lingkungan Hidup Bali yang lebih dike- sebuah lembaga penyandang dana yang nal dengan nama PPLH Bali. Ini sebuah bersifat nirlaba, mandiri dan peduli ter- lembaga non-pemerintah yang nirlaba hadap kelestarian keanekaragaman ha- dan bergerak dibidang pendidikan yati Indonesia dan manfaatnya yang lingkungan dan pendampingan masya- berkelanjutan, adil dan merata. Percik Agustus 2007 49
  • 52.
    INFO CD Air Kehidupan "K alau musim kemarau dorong manusia untuk lebih panjang mencari air mendekati pencipta-Nya. Ketika karu- susah, berjalan berkilo- nia air hujan diturunkan sebagai kilo," ucap seorang ibu warga Desa pelipur lara setelah kesedihan yang Sumberharjo, Kabupaten Wonogiri, berkepanjangan. Provinsi Jawa Tengah di saat musim Air hujan turun. Penduduk pun tak kemarau melanda. menyia-nyiakan, memanfaatkan tiap Di desa itu dan beberapa desa tetes yang turun untuk keperluan tetangga lainnya, telaga atau danau hidup. Hujan telah membawa kehidup- yang lokasinya cukup jauh, menjadi an kembali. Namun, jaminan keterse- andalan kebutuhan air. Padahal, air di diaan air tak bisa hanya mengandalkan telaga itu secara kualitas kurang hujan. Warga harus bersegera mencari memenuhi syarat bersih. Bayangkan, sumber air baru untuk keberlanjutan semua aktifitas manusia dilakukan di kehidupan. telaga itu, bahkan untuk memandikan Video dokumenter ini hasil kerja hewan piaraan. proyek penyediaan Air Bersih dan Gambaran nyata ini terangkum Penyehatan Lingkungan bagi Masya- pada sebuah video dokumenter yang ungkap betapa tragisnya warga yang rakat Penghasilan Rendah (ABPL-MPR). memaparkan krisis air bersih di kekurangan air bersih. Warga rela ber- Proyek dengan dana dari Bank Dunia, Kabupaten Wonogiri. Video yang dipro- jalan jauh di malam hari, mencari sumber Pemerintah dan partisipasi masyarakat duksi Direktorat Jenderal Pembangunan mata air ke gua. ini, telah membantu ketersediaan air Daerah Depdagri ini bahkan meng- Krisis air adalah tragedi yang men- bersih. BW Prahara Air B eberapa tahun terakhir, musim Banyak ahli mengaitkan, perubah- kemarau membawa banyak an iklim ini sebagai gejala pemanasan bencana. Kekeringan terjadi global. Musim kemarau panjang, dimana-mana, khususnya di Pulau seperti halnya kemarau tahun-tahun Jawa. Ribuan hektar area sawah tak lalu, berlangsung lebih lama. Di teraliri air. Ribuan warga tak memper- Indonesia, seperti sebuah kelaziman, oleh akses air bersih. Sumur dan sum- musim kemarau maupun penghujan ber air lainnya mengering. sama-sama membawa bencana. Tak Sungai, danau atau situ, menjadi luput dari kelalaian manusia terhadap tempat alternatif warga dalam menda- kelangsungan alam dan lingkungan, patkan air bersih. Bahkan sebagian yang pada akhirnya air menjadi pra- warga diantaranya memang mengan- hara bagi kehidupan manusia. dalkan tempat-tempat ini sebagai sum- Fenomena inilah yang ditangkap ber air yang utama bagi kehidupan Cinema Lovers Communtiy dalam mereka. sebuah film dokumenter pendek. Film Celakanya, debit air sungai dan dengan latar kelangkaan air bersih ini danau itu pun turut menyusut dan selama beberapa bulan bercerita dari sudut manusia yang mengalami bencana keke- berselang tak bisa dihindari dari kekeringan sama sekali. Untuk ringan melalui testimony. kelangsungan hidup, warga tak putus asa mencari sumber-sum- Lokasi kekeringan adalah di Purbalingga, Provinsi Jawa ber air meski berkilo-kilo meter jauhnya. Warga lain mencari Tengah dan di Gunung Kidul, Provinsi DIY. Film berdurasi 10 jalan dengan membeli air dari mobil-mobil tangki atau sekedar menit ini rencananya hendak diikutkan diberbagai ajang festival menunggu bantuan air bersih dari Pemerintah. film independen bertema lingkungan hidup. BW 50 Percik 2007 Agustus
  • 53.
    PU S TAK A A M P L L A P O R A N FINAL REPORT STUDY ON GOVERN- BUKU MENT'S KNOWLEDGE, AIR SEHAT UNTUK KEHIDUPAN ATTITUDES AND MOTIVATIONS ON (SERI GAYA HIDUP SEHAT) PRO-POOR SANITATION Penerbit: Tabloid Gaya Hidup Sehat, Penerbit: Indonesia Sanitation Jakarta, 2007 Sector Development (ISSDP), The World Bank, Jakarta, THE ULTIMATE WATER Februari 2006 RESOURCE GUIDE Penerbit: Benson Media STUDY ON SANITATION IN Group, Singapura, 2007 LOW INCOME URBAN COMMU- NITIES IN BLITAR CITY: FAST SANITATION AND TRACK ACTIVITIES HYGIENE PROMO- Penerbit: ISSDP-WSP (Water TION - PROGRAM- and Sanitation Program), MING GUIDANCE Jakarta, Februari 2006 Penerbit: Water Supply and Sanitation LAPORAN PENILAIAN RISIKO KESEHATAN LINGKUNGAN Collaborative Council KOTA BANJARMASIN, 5 APRIL 2007 (WSSCC) and Penerbit: ISSDP-WSP (Water and Sanitation Program), World Health Jakarta, April 2006 Organization (WHO), Swiss, 2005 LAPORAN DAERAH KEMA- JUAN PELAKSANAAN BUMIKU BERSELIMUT PROGRAM KEGIATAN TENGAH KABUT (SERI PEDULI TAHUNAN 2007 LINGKUNGAN) Penerbit: Ditjen Bina Penerbit: Proyek BEJIS Pembangunan Daerah, (BAPEDAL East Java Depdagri, Institutional Jakarta, 2007 Strengthening Project) Aus-AID, Surabaya, LAPORAN PERTE- Juni 2005 MUAN PERENCANAAN AIR MINUM DAN P E N Y E H ATA N LINGKUNGAN MA JALAH Penerbit: Dirjen Bina AIR BELANDA INDONESIA Pembangunan Daerah, Edisi Khusus, Juni 2007 Depdagri, Jakarta, 2007 WATER & WASTEWATER ASIA Edisi Mei/Juni 2007 P E R AT U R A N AIR MINUM PERMENDAGRI NOMOR 7 TAHUN 1998 Edisi 142, Juli 2007 TENTANG KEPENGURUSAN PDAM PERCIK HIMPUNAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG: Edisi 18, April 2007, PERDA NOMOR 11, 12, 13 TAHUN 2002 (INDONESIA/ENGLISH) English Version UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN PERCIK YUNIOR 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DAN PENJE- Edisi 03, LASANNYA Agustus 2007 Percik Agustus 2007 51
  • 54.
    A G EN DA NO W A K T U K E G I ATA N 1 04-05 Juli 2007 Lokakarya Finalisasi Renstra Kebijakan AMPL-BM di Timor Tengah Selatan, NTT, diselenggarakan oleh WASPOLA 2 05 Juli 2007 Water Dialog: "Pembahasan Buku Putih Sanitasi" di Sekretariat Pokja AMPL, diselenggarakan oleh ISSDP 3 09 Juli 2007 Open Partnership Meeting Program Cuci Tangan Pakai Sabun di Departemen Kesehatan, Jakarta diselenggarakan oleh Departemen Kesehatan 4 10-13 Jul 07 Lokakarya Penyusunan Kebijakan AMPL-BM di Konawe Selatan, Sulawesi Utara, diselenggarakan oleh WASPOLA 5 12 Juli 2007 Pertemuan Jaringan Komunikasi AMPL di Jakarta, diselenggarakan oleh Pokja AMPL, WASPOLA, Plan Indonesia dan IHE Indonesia. 6 16 Juli 2007 Pembahasan Hasil Studi Small Scale Water Provider (SSWP) di Bappenas, Jakarta, diselenggarakan oleh WASPOLA 7 23-27 Juli 2007 Lokakarya Fasilitasi Dasar diselenggarakan di Yogyakarta oleh Ditjen PMD Depdagri 8 23-24 Juli 2007 Lokakarya Penyusunan Kebijakan AMPL-BM di Kab. Bangka, Bangka Belitung, diselenggarakan oleh WASPOLA 9 25-26 Juli 2007 Lokakarya Penyusunan Kebijakan AMPL-BM diselenggarakan di Kab. Jeneponto, Sulawesi Selatan dan Bone Bolango, Gorontalo oleh WASPOLA 10 25-26 Juli 2007 Lokakarya Penguatan Strategi Komunikasi Kebijakan AMPL-BM diselenggarakan di Propinsi Bangka Belitung oleh WASPOLA 11 30 Juli -1 Agustus 2007 Pertemuan Koordinasi Nasional Pelaksanaan Kebijakan Nasional AMPL Wilayah Timur, diselenggarakan di Makassar oleh Ditjen Bina Bangda Departemen Dalam Negeri 12 31 Juli 2007 Talkshow: Optimasi Peran Berbagai Pihak untuk Percepatan Pembangunan Sanitasi diselenggarakan di program Public Corner, Metro TV oleh ISSDP 13 05 Agustus 2007 Festival Cinta Air di Taman Menteng, Jakarta Pusat diselenggarakan oleh Coca Cola Foundation Indonesia dan USAID 14 06 Agustus 2007 Ramah Tamah dengan Media: Sosialisasi Rencana KSN 2007 diselenggarakan di Jakarta oleh ISSDP 15 7- 8 Agustus 2007 Pertemuan Koordinasi Nasional Pelaksanaan Kebijakan Nasional AMPL-BM dengan Tim Pokja AMPL Propinsi Sumatera Barat, Bangka Belitung, Banten dan Jawa Tengah di Bandung, diselenggarakan oleh Ditjen. Bina Bangda Departemen Dalam Negeri. 16 07 Agustus 2007 Rapat Pokja AMPL Propinsi Banten di Bappeda Propinsi Banten diselenggarakan oleh Pokja AMPL Propinsi Banten 17 8 - 10 Agustus 2007 Lokakarya Program Penyehatan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat Kerjasama RI-UNICEF di Jakarta, diselenggarakan oleh Pokja AMPL-UNICEF 18 13 - 15 Agustus 2007 Lokakarya Sosialisasi Kebijakan Nasional AMPL-BM di Sumba Timur diselenggarakan oleh WASPOLA 19 13 - 15 Agustus 2007 Lokakarya Finalisasi Renstra Kebijakan AMPL-BM diselenggarakan di Gowa, Sulawesi Selatan oleh WASPOLA 20 15 Agustus 2007 National Asset Management Program Assessment (NAMPA) Inception Seminar, diselenggarakan oleh GHD di Jakarta 21 20 -25 Agustus 2007 Lokakarya Dasar Fasilitasi diselenggarakan di Makassar oleh Ditjen PMD, Departemen Dalam Negeri. 22 23 Agustus 2007 Lokakarya Finalisasi Renstra Kebijakan AMPL-BM diselenggarakan di Tanah Datar, Sumatera Barat oleh WASPOLA 23 21 Agustus 2007 Rapat Jejaring Komunikasi AMPL ke-3, diselenggarakan di Bappenas oleh Pokja AMPL,WASPOLA dan Europromocap IWAT 24 21 Agustus 2007 Konferensi Pers dengan Topik "Potret Keberhasilan Pengelolaan Sanitasi Perkotaan" diselenggarakan di Petojo, Jakarta Pusat oleh ISSDP 25 22-24 Agustus 2007 Lokakarya Penyusunan Renstra AMPL-BM diselenggarakan di Sumba Timur, NTT oleh WASPOLA 26 22 - 24 Agustus 2007 Lokakarya Penyusunan Renstra AMPL-BM diselenggarakan di Jeneponto, Sulawesi Selatan oleh WASPOLA 27 23-24 Agustus 2007 Lokakarya Penyusunan Renstra Kebijakan AMPL-BM diselenggarakan di Kabupaten Bangka, Bangka Belitung oleh WASPOLA 28 27 Agustus 2007 Konferensi Pers; Pemerintah Menyerukan Peningkatan Perilaku Sehat diselenggarakan di Jakarta oleh ISSDP 29 27-28 Agustus 2007 Meeting Persiapan Implementasi Strategi Komunikasi Pokja AMPL Kabupaten dan Kunjungan Forum Komunikasi Kecamatan diselenggarakan di Kebumen, Jawa Tengah oleh WASPOLA 30 28 - 31 Agustus 2007 Rakornas Kemajuan Pencapaian Operasionalisasi Kebijakan Daerah Dampingan 2004-2005 diselenggarakan di Denpasar, Bali oleh WASPOLA 31 29 Agustus 2007 Talkshow: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Serta Teknologi Sanitasi yang Terjangkau diselenggarakan di Program Saatnya Bekerja, TVRI oleh ISSDP 32 29-31 Agustus 2007 Lokakarya Dasar Fasilitasi diselenggarakan di Mataram, NTB oleh Ditjen PMD Departemen Dalam Negeri 52 Percik 2007 Agustus
  • 55.
    G L OSSA RY Pressure relief valve Disebut juga dengan safety valve - Katup pelepas tekanan yang bekerja otomatis jika terjadi peningkatan tekanan yang berlebihan dalam suatu jaringan pipa. Pressure sewers Disebut juga Pressurized (sewer) system - Sistem jaringan air limbah yang dilengkapi pompa untuk mengalirkan air limbah tersebut dari daerah pelayanannya ke lokasi pengolahan, baik untuk sebagian daerah pelayanannya (sebagian lagi gravitasi) atau keseluruhannya. Pretreatment - Pengolahan pendahuluan Proses penyingkiran/penyaringan/pemisahan benda-benda yang terapung serta benda yang mengendap dari air yang diolah. Primary channel - Saluran primer Bagian dari jaringan sistem saluran drainase utama yang alirannya menuju pembuangan akhir (badan air penerima). Primary sedimentation tanks Tanki sedimentasi pertama - Tanki tempat proses pengendapan yang pertama (utama) dilakukan dari beberapa tanki se- dimentasi yang ada dalam suatu rangkaian proses pengolahan. Primary mains Disebut juga Arterial mains/Primary distribution main - Pipa distribusi air bersih yang mengantarkan air dari sumber/ ins- talasi/reservoir distribusi ke jaringan distribusi (sekunder, tertier) di semua daerah / distrik pelayanan. Primary treatment Tahap pengolahan yang membuat perubahan terbesar/ dominan terhadap bahan yang diolah. Primary (water / waste water) treatment Pengolahan air bersih/limbah pertama - Proses pengolahan air bersih/limbah yang bertujuan untuk menghilangkan zat padat (pencemar) yang tercampur melalui proses pengendapan atau pengapungan. Privy - Kakus Sarana sanitasi individual atau komunal sangat sederhana yang berfungsi sebagai tempat buang air besar. Probability - Probabilitas Disebut juga Probabilita/Peluang/Kemungkinan/Terkaan. Process oxidator Unit pengolahan paket yang menggabung proses Pre-aerasi dengan Sedimentasi. Promethium Unsur Prometium (Pm) yaitu unsur kimia dengan nomor atom 61 serta massa atom 144,9128 Propeller - Baling baling Komponen berputar yang menimbulkan turbulensi terhadap zat (air, gas) yang mendekatinya Proper pipe material Salah satu tindakan preventif untuk mengatasi bahaya korosi pada pipa, yakni dengan memilih jenis pipa yang sesuai/ mampu mengatasi kondisi tanah setempat. Dikutip dari Kamus Istilah dan Singkatan Asing Teknik Penyehatan dan Lingkungan Penerbit: Universitas Trisakti