Dalam pemrograman seringkali
dibutuhkan eksekusi blok pernyataan
jika dipenuhi kondisi tertentu.
Kondisi yang diberikan dinyatakan
dengan ekspresi boolean.
Bahwa blok pernyataan A akan
dieksekusi jika kondisi D bernilai
benar, sebaliknya blok pernyataan B
akan dieksekusi jika kondisi D bernilai
salah.
Pengkondisian dengan if
Pengkondisian dengan if digunakan untuk mengeksekusi blok
pernyataan, dimana yang dibutuhkan hanyalah kondisi benar
saja.
if (<ekspresi_boolean>)
{
<blok pernyataan>
}
Contoh if
Output : Program akan menampilkan nilai a = 0 saja, karena
pada if yang kedua, kondisi tidak memenuhi atau salah.
Pengkondisian dengan if-else
Pengkondisian dengan if-else digunakan untuk mengeksekusi blok
pernyataan A jika suatu kondisi bernilai benar, dan sebaliknya akan
mengeksekusi blok pernyataan B jika suatu kondisi bernilai salah.
Jika hasil dari if benar, maka pernyataan1 yang dijalankan, sedangkan
jika salah, pernyataan dua yang akan dijalankan.
if (<ekspresi_boolean>)
{
<blok pernyataan A>
}
else
{
<blok pernyataan B>
}
Contoh if-else
Output : program akan menampilkan nilai a = 0, karena
kondisi if bernilai benar, jika pada inisialisasi nilai a
tidak bernilai 0, maka program akan menampilkan nilai
a = 1.
else -if
Percabangan yang digunakan saat kita memiliki banyak kondisi
(lebih dari 2) dan banyak pernyataan (lebih dari 2). Sintaks dari
else-if seperti berikut :
Jika kondisi1 benar, maka
pernyataan1 akan
dijalankan, jika kondisi2
benar, maka penyataan2
akan dijalankan, jika
semua kondisi salah, maka
penyataan4 yang akan
dijalankan saja.
Contoh else -if
Output : Program akan menampilkan nilai a = 2 saja, karena
pada else-if yang ketiga atau dengan pernyataan a==2 bernilai
benar, sedangkan pernyataan yang lain tidak dijalankan karena
kondisi tidak memenuhi.
Nested If (Bilangan Negatif / Positif)
Pseudocode (Bil Positif/Negatif)
Baca bilangan
If (bilangan > 0) then “Positif”
Else
If (bilangan < 0) then “Negatif”
Else “Nol”
0 bilangan disebut dengan variabel atau mudahnya
adalah wadah
Nested If
(Menentuk
an jumlah
hari dalam
bulan) bulan =
1,3,5,7,8,10,12
?
bulan =
4,6,9,11 ?
bulan = 2 ?
Start
Baca bulan
Baca tahun
T
T
jumlahHari = 31
bulan,
tahun,
jumlahHari
jumlahHari = 30
tahun % 4 = 0
?
jumlahHari = 29
jumlahHari = 28
Y
Y
Y
T
Y
Cetak
“Bulan
Invalid”
Cetak
jumlahHari
End
T
Contoh : part program
…
…
else if (bulan == 2)
{
if (tahun % 4 == 0){
jmlHari = 29;
}
else{
jmlHari = 28;
}
}
…
…
Contoh Soal Umum
0 Soal : buat program yg menampilkan Nilai dalam
Huruf (A,B,C,D atau E) dengan kriteria :
0 Nilai >= 80 : A
0 70 <= Nilai < 80 : B
0 60 <= Nilai < 70 : C
0 50 <= Nilai < 60 : D
0 Nilai < 50 : E
Contoh Solusi (1)
…
if (nilai >= 80){
System.out.println(“A”);
}
if (nilai >= 70){
System.out.println(“B”);
}
if (nilai >= 60){
System.out.println(“C”);
}
if (nilai >= 50){
System.out.println(“D”);
}
else{
System.out.println(“E”);
}
…
Contoh Solusi (2)
…
if (nilai >= 80){
System.out.println(“A”);
}
else if (nilai >= 70){
System.out.println(“B”);
}
else if (nilai >= 60){
System.out.println(“C”);
}
else if (nilai >= 50){
System.out.println(“D”);
}
else{
System.out.println(“E”);
}
…
Contoh Solusi (3)
…
if (nilai >= 80){
System.out.println(“A”);
}
else if ( (nilai >= 70) && (nilai < 80) ){
System.out.println(“B”);
}
else if ( (nilai >= 60) && (nilai < 70) ){
System.out.println(“C”);
}
else if ( (nilai >= 50) && (nilai < 60) ){
System.out.println(“D”);
}
else{
System.out.println(“E”);
}
…
Menuliskan konstanta
0 final double kecepatanMaks = 100;
0 final double kecepatanMin = 60;
0
Tugas no 1
0 PDAM menentukan tarif
progresif per m3 air dg
ketentuan berikut :
0 Buat program u/ membaca
jumlah pemakaian air,
menghitung biaya yang
harus dibayar dan
menampilkannya di layar
0 Buat program secara
lengkap
Volume Air
(m3)
Tarif per m3
(Rp)
0 – 15 250
16 - 30 450
31 - 50 675
> 50 1125
Nested Looping
for (int counter1 = 1; counter1 <= baris ; counter1++){
for (int counter2=1; counter2<= kolom; counter2++){
System.out.print("*");
}
System.out.print("n");
}
Switch-case
Percabangan yang digunakan saat kita memiliki banyak kondisi
(lebih dari 2) dan banyak pernyataan (ledbih dari 2).
Sebenarnya switch-case ini hampir sama dengan else if, hanya
saja sintaksnya yang berbeda.
Sintaks dari switch-case seperti berikut :
Jika nilai variabel yang ditunjuk bernilai sesuai nilai1, maka
pernyataan1 akan dijalankan, jika nilai variabel yang ditunjuk
bernilai sesuai nilai2, pernyataan2 dijalankan, jika tidak ,maka
pernyataan3 yang akan dijalankan.
Operator Switch
Syntax:
switch(variabel){
case konstanta1 : statemen1; break;
case konstanta2 : statemen2; break;
…
default : statemenDefault; break;
}
Penggunaan switch
0Untuk variabel dengan tipe data Java primitif :
0 char
0 short
0 byte
0 int
0Hanya mengecek “=“ (sama dengan), tidak
bisa <, >, <=, >=
0Tidak semua algoritma dengan statemen IF
bisa diganti dengan SWITCH
Contoh switch
switch (month) {
…
…
case 2:
if (year % 4 == 0)
numDays = 29;
else
numDays = 28;
break;
default:
System.out.println("Invalid month.");
break;
}
Contoh Switch-case
Output : Program akan menampilkan nilai a = 3 saja, karena kondisi bernilai
benar, perhatika break dibelakang pernyataan, jika break ini dihapus, maka semua
pernyataan akan dijalankan. Break digunakan untuk keluar dari switch-case saat
1 pernyataan sudah dijalankan.

Percabangan.pptx

  • 2.
    Dalam pemrograman seringkali dibutuhkaneksekusi blok pernyataan jika dipenuhi kondisi tertentu. Kondisi yang diberikan dinyatakan dengan ekspresi boolean. Bahwa blok pernyataan A akan dieksekusi jika kondisi D bernilai benar, sebaliknya blok pernyataan B akan dieksekusi jika kondisi D bernilai salah.
  • 3.
    Pengkondisian dengan if Pengkondisiandengan if digunakan untuk mengeksekusi blok pernyataan, dimana yang dibutuhkan hanyalah kondisi benar saja. if (<ekspresi_boolean>) { <blok pernyataan> }
  • 4.
    Contoh if Output :Program akan menampilkan nilai a = 0 saja, karena pada if yang kedua, kondisi tidak memenuhi atau salah.
  • 6.
    Pengkondisian dengan if-else Pengkondisiandengan if-else digunakan untuk mengeksekusi blok pernyataan A jika suatu kondisi bernilai benar, dan sebaliknya akan mengeksekusi blok pernyataan B jika suatu kondisi bernilai salah. Jika hasil dari if benar, maka pernyataan1 yang dijalankan, sedangkan jika salah, pernyataan dua yang akan dijalankan. if (<ekspresi_boolean>) { <blok pernyataan A> } else { <blok pernyataan B> }
  • 7.
    Contoh if-else Output :program akan menampilkan nilai a = 0, karena kondisi if bernilai benar, jika pada inisialisasi nilai a tidak bernilai 0, maka program akan menampilkan nilai a = 1.
  • 9.
    else -if Percabangan yangdigunakan saat kita memiliki banyak kondisi (lebih dari 2) dan banyak pernyataan (lebih dari 2). Sintaks dari else-if seperti berikut : Jika kondisi1 benar, maka pernyataan1 akan dijalankan, jika kondisi2 benar, maka penyataan2 akan dijalankan, jika semua kondisi salah, maka penyataan4 yang akan dijalankan saja.
  • 10.
    Contoh else -if Output: Program akan menampilkan nilai a = 2 saja, karena pada else-if yang ketiga atau dengan pernyataan a==2 bernilai benar, sedangkan pernyataan yang lain tidak dijalankan karena kondisi tidak memenuhi.
  • 11.
    Nested If (BilanganNegatif / Positif)
  • 12.
    Pseudocode (Bil Positif/Negatif) Bacabilangan If (bilangan > 0) then “Positif” Else If (bilangan < 0) then “Negatif” Else “Nol” 0 bilangan disebut dengan variabel atau mudahnya adalah wadah
  • 13.
    Nested If (Menentuk an jumlah haridalam bulan) bulan = 1,3,5,7,8,10,12 ? bulan = 4,6,9,11 ? bulan = 2 ? Start Baca bulan Baca tahun T T jumlahHari = 31 bulan, tahun, jumlahHari jumlahHari = 30 tahun % 4 = 0 ? jumlahHari = 29 jumlahHari = 28 Y Y Y T Y Cetak “Bulan Invalid” Cetak jumlahHari End T
  • 14.
    Contoh : partprogram … … else if (bulan == 2) { if (tahun % 4 == 0){ jmlHari = 29; } else{ jmlHari = 28; } } … …
  • 15.
    Contoh Soal Umum 0Soal : buat program yg menampilkan Nilai dalam Huruf (A,B,C,D atau E) dengan kriteria : 0 Nilai >= 80 : A 0 70 <= Nilai < 80 : B 0 60 <= Nilai < 70 : C 0 50 <= Nilai < 60 : D 0 Nilai < 50 : E
  • 16.
    Contoh Solusi (1) … if(nilai >= 80){ System.out.println(“A”); } if (nilai >= 70){ System.out.println(“B”); } if (nilai >= 60){ System.out.println(“C”); } if (nilai >= 50){ System.out.println(“D”); } else{ System.out.println(“E”); } …
  • 17.
    Contoh Solusi (2) … if(nilai >= 80){ System.out.println(“A”); } else if (nilai >= 70){ System.out.println(“B”); } else if (nilai >= 60){ System.out.println(“C”); } else if (nilai >= 50){ System.out.println(“D”); } else{ System.out.println(“E”); } …
  • 18.
    Contoh Solusi (3) … if(nilai >= 80){ System.out.println(“A”); } else if ( (nilai >= 70) && (nilai < 80) ){ System.out.println(“B”); } else if ( (nilai >= 60) && (nilai < 70) ){ System.out.println(“C”); } else if ( (nilai >= 50) && (nilai < 60) ){ System.out.println(“D”); } else{ System.out.println(“E”); } …
  • 19.
    Menuliskan konstanta 0 finaldouble kecepatanMaks = 100; 0 final double kecepatanMin = 60; 0
  • 20.
    Tugas no 1 0PDAM menentukan tarif progresif per m3 air dg ketentuan berikut : 0 Buat program u/ membaca jumlah pemakaian air, menghitung biaya yang harus dibayar dan menampilkannya di layar 0 Buat program secara lengkap Volume Air (m3) Tarif per m3 (Rp) 0 – 15 250 16 - 30 450 31 - 50 675 > 50 1125
  • 21.
    Nested Looping for (intcounter1 = 1; counter1 <= baris ; counter1++){ for (int counter2=1; counter2<= kolom; counter2++){ System.out.print("*"); } System.out.print("n"); }
  • 22.
    Switch-case Percabangan yang digunakansaat kita memiliki banyak kondisi (lebih dari 2) dan banyak pernyataan (ledbih dari 2). Sebenarnya switch-case ini hampir sama dengan else if, hanya saja sintaksnya yang berbeda. Sintaks dari switch-case seperti berikut : Jika nilai variabel yang ditunjuk bernilai sesuai nilai1, maka pernyataan1 akan dijalankan, jika nilai variabel yang ditunjuk bernilai sesuai nilai2, pernyataan2 dijalankan, jika tidak ,maka pernyataan3 yang akan dijalankan.
  • 23.
    Operator Switch Syntax: switch(variabel){ case konstanta1: statemen1; break; case konstanta2 : statemen2; break; … default : statemenDefault; break; }
  • 24.
    Penggunaan switch 0Untuk variabeldengan tipe data Java primitif : 0 char 0 short 0 byte 0 int 0Hanya mengecek “=“ (sama dengan), tidak bisa <, >, <=, >= 0Tidak semua algoritma dengan statemen IF bisa diganti dengan SWITCH
  • 25.
    Contoh switch switch (month){ … … case 2: if (year % 4 == 0) numDays = 29; else numDays = 28; break; default: System.out.println("Invalid month."); break; }
  • 26.
    Contoh Switch-case Output :Program akan menampilkan nilai a = 3 saja, karena kondisi bernilai benar, perhatika break dibelakang pernyataan, jika break ini dihapus, maka semua pernyataan akan dijalankan. Break digunakan untuk keluar dari switch-case saat 1 pernyataan sudah dijalankan.