Perang Mu’tah
Latar Belakang
• Bermula Ketika Rasulullah SAW mengirim seorang utusan bernama Al- Harits bin
Umair al- ‘Azdi kepada seorang penguasa Bashra.
• Ditengah jalan, utusan tersebut dibunuh oleh Syurahbil bin ‘Amr al-Ghassani. Dan
utusan tersebut dibawa di hadapan kaisar Heraclius dengan keadaan kepala
terpenggal.
• Hal tersebut membuat Rasulullah SAW sangat marah dan memutuskan untuk
mengirim pasukan perang ke daerah Syam untuk melawan penguasa Bashra dan
kekaisaran Romawi
Persiapan Kaum Muslimin
• Rasulullah SAW memulai persiapan dengan mengumpulkan pasukan
sejumlah 3000 orang di Jaraf (sekitar 5 Km dari Madina)
• Rasulullah pun mengangkat 3 orang panglima perang, yaitu Zaid bin
Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib dan Abdullah bin Rawahah. Hal
tersebut merupakan kali pertama nabi mengangkat 3 panglima perang
sekaligus dalam sebuah pertempuran
Persiapan romawi
• Berita persiapan perang kaum muslim pun didengar oleh Syurahbil
dan ia dengan cepat segera meminta bantuan ke kaisar romawi untuk
menghadapi kaum muslim
• Kekaisaran Romawi mengirim 100 ribu tentaranya, di tambah dengan
pasukan dari penduduk lokal wilayah Syam sebesar 100 ribu. Jadi total
pasukan yang dihadapi kaum muslim sekitar 200 ribu pasukan
Polemik yang terjadi
• Melihat besarnya pasukan musuh, kaum muslim pun berhenti sejenak
disuatu tempat yang bernama Ma’an
• Dalam pemberhentian tersebut, kaum muslim berdiskusi apakah akan
mengirimkan surat kepada nabi untuk meminta pertimbangan beliau,
apakah perang dilanjut, apakah akan dikirimi bala bantuan atau terus
maju menghadapi musuh didepan
• Di kondisi yang genting dan dilemma bagi pasukan kaum muslim,
majulah Abdullah bin rawahah untuk memotivasi dan membakar
semangat kaum muslim
Jalannya perang
• Perang pun berkobar dengan hebat, komando awal dan bendera di
pegang oleh Zaid bit Haritsah yang bertempur sangat heroik. Pada
akhirnya Zaid bit Haritsah gugur setelah tubuhnya ditebas oleh musuh
• Komando kedua diambil oleh Ja’far bin abi thalib. Beliau mengambil
bendera dari tangan Zaid bin Haritsah dan kemudian maju kedepan
menebas musuh-musuh islam. Ja’far pun gugur dengan kondisi
memilukan, tangan kiri dan kanan putus ditebas musuh dan tubuh
beliau menerima 90 luka lebih. Karena keberanian beliau, Allah pun
mengganti tangan-tangan beliau yang putus menjadi sayap di surga
kelak
• Komando berikutnya diambil oleh sahabat Abdullah bin Rawahah,
beliau juga berperang habis-habisan dan akhirnya syahid menyusul
dua panglima sebelumnya
• Karena 3 panglima perang sekaligus pemegang bendara telah syahid,
Tsabit bin Arqam yang melihat bendera kaumm muslim jatuh pun
segera mengambilnya, mencari kesempatan untuk mengumpulkan
kaum muslimin dan melakukan pemilihan untuk mengangkat
komandan baru. Dan akhirnya terpilihlah Sahabat Khalid bin Walid
Titik Balik
• Setelah diangkat menjadi panglima, Khalid bin Walid segera
Menyusun strategi yang mumpuni untuk menghindarkan kekalahan
bagi kaum muslim dan meminimalkan korban jiwa
• Karena secara jumlah tidak memungkinkan untuk melakukan
serangan secara fisik, Khalid bin Walid dengan cerdiknya membuat
strategi untuk menyerang psikis musuh.
• Khalid bin Walid menyuruh pasukan muslim untuk selalu berotasi
dalam formasi perang. Dengan taktik tersebut, akhirnya pasukan
romawi mengira kaum muslim mendapat bala bantuan yang tak
terbatas dan akhirnya mulai membuat musuh ketakutan
• Tidak hanya itu, dipagi hari Khalid bin Walid memerintahka beberapa
kelompok pasukan muslim untuk berjalan menuju medan perang
dengan menyeret pelepah kurama, sehingga menimbulkan efek debu
yang sangat banyak. Musuh pun mengira kaum muslim mendapat
bala bantuan lagi yang lebih besar.
• Pada akhirnya strategi untuk menyerang musuh secara psikis berhasil,
musuh pun mengundurkan diri dari medan tempur dan pasukan kaum
muslim pun bisa Kembali ke Madinah
• Dengan mundurnya pasukan musuh, berarti kemenangan berada di
pihak kaum muslim
Hasil perang
• Meskipun perang begitu hebat, dari pihak kaum muslim hanya
kehilangan 12 orang, rinciannya 8 orang sah20.000 jiwa lebih abat
termasuk 3 panglima perang dan 4 orang kaum anshar
• Sedangkan dari pasukan musuh sebanyak tewas dalam peperangan
tersebut.
• Khalid bin Walid bahkan menghabiskan 9 pedangnya untuk menebas
musuh-musuhnya
Hikmah
• Allah SWT akan memberikan pertolongannya bagi siapa saja yang mau
berkorban jiwa dan harta demi membela agama (QS. Al-Anfal : 45)
• Dibutuhkan strategi yang tepat dan cerdik untuk memenangkan
pertempuran. Tidak hanya pertempuran melainkan dalam
menghadapi setiap hal juga
• Setiap usaha harus dilandaskan dengan iktiar dan tawakal kepada
Allah SWT.
• Menjadi manusia yang mampu berinovasi dan berimprovisasi disegala
hal
• Mampu menghadapi segala rasa takut dan berusaha 100%

Perang mu'tah

  • 1.
  • 2.
    Latar Belakang • BermulaKetika Rasulullah SAW mengirim seorang utusan bernama Al- Harits bin Umair al- ‘Azdi kepada seorang penguasa Bashra. • Ditengah jalan, utusan tersebut dibunuh oleh Syurahbil bin ‘Amr al-Ghassani. Dan utusan tersebut dibawa di hadapan kaisar Heraclius dengan keadaan kepala terpenggal. • Hal tersebut membuat Rasulullah SAW sangat marah dan memutuskan untuk mengirim pasukan perang ke daerah Syam untuk melawan penguasa Bashra dan kekaisaran Romawi
  • 3.
    Persiapan Kaum Muslimin •Rasulullah SAW memulai persiapan dengan mengumpulkan pasukan sejumlah 3000 orang di Jaraf (sekitar 5 Km dari Madina) • Rasulullah pun mengangkat 3 orang panglima perang, yaitu Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib dan Abdullah bin Rawahah. Hal tersebut merupakan kali pertama nabi mengangkat 3 panglima perang sekaligus dalam sebuah pertempuran
  • 4.
    Persiapan romawi • Beritapersiapan perang kaum muslim pun didengar oleh Syurahbil dan ia dengan cepat segera meminta bantuan ke kaisar romawi untuk menghadapi kaum muslim • Kekaisaran Romawi mengirim 100 ribu tentaranya, di tambah dengan pasukan dari penduduk lokal wilayah Syam sebesar 100 ribu. Jadi total pasukan yang dihadapi kaum muslim sekitar 200 ribu pasukan
  • 5.
    Polemik yang terjadi •Melihat besarnya pasukan musuh, kaum muslim pun berhenti sejenak disuatu tempat yang bernama Ma’an • Dalam pemberhentian tersebut, kaum muslim berdiskusi apakah akan mengirimkan surat kepada nabi untuk meminta pertimbangan beliau, apakah perang dilanjut, apakah akan dikirimi bala bantuan atau terus maju menghadapi musuh didepan • Di kondisi yang genting dan dilemma bagi pasukan kaum muslim, majulah Abdullah bin rawahah untuk memotivasi dan membakar semangat kaum muslim
  • 6.
    Jalannya perang • Perangpun berkobar dengan hebat, komando awal dan bendera di pegang oleh Zaid bit Haritsah yang bertempur sangat heroik. Pada akhirnya Zaid bit Haritsah gugur setelah tubuhnya ditebas oleh musuh • Komando kedua diambil oleh Ja’far bin abi thalib. Beliau mengambil bendera dari tangan Zaid bin Haritsah dan kemudian maju kedepan menebas musuh-musuh islam. Ja’far pun gugur dengan kondisi memilukan, tangan kiri dan kanan putus ditebas musuh dan tubuh beliau menerima 90 luka lebih. Karena keberanian beliau, Allah pun mengganti tangan-tangan beliau yang putus menjadi sayap di surga kelak
  • 7.
    • Komando berikutnyadiambil oleh sahabat Abdullah bin Rawahah, beliau juga berperang habis-habisan dan akhirnya syahid menyusul dua panglima sebelumnya • Karena 3 panglima perang sekaligus pemegang bendara telah syahid, Tsabit bin Arqam yang melihat bendera kaumm muslim jatuh pun segera mengambilnya, mencari kesempatan untuk mengumpulkan kaum muslimin dan melakukan pemilihan untuk mengangkat komandan baru. Dan akhirnya terpilihlah Sahabat Khalid bin Walid
  • 8.
    Titik Balik • Setelahdiangkat menjadi panglima, Khalid bin Walid segera Menyusun strategi yang mumpuni untuk menghindarkan kekalahan bagi kaum muslim dan meminimalkan korban jiwa • Karena secara jumlah tidak memungkinkan untuk melakukan serangan secara fisik, Khalid bin Walid dengan cerdiknya membuat strategi untuk menyerang psikis musuh. • Khalid bin Walid menyuruh pasukan muslim untuk selalu berotasi dalam formasi perang. Dengan taktik tersebut, akhirnya pasukan romawi mengira kaum muslim mendapat bala bantuan yang tak terbatas dan akhirnya mulai membuat musuh ketakutan
  • 9.
    • Tidak hanyaitu, dipagi hari Khalid bin Walid memerintahka beberapa kelompok pasukan muslim untuk berjalan menuju medan perang dengan menyeret pelepah kurama, sehingga menimbulkan efek debu yang sangat banyak. Musuh pun mengira kaum muslim mendapat bala bantuan lagi yang lebih besar. • Pada akhirnya strategi untuk menyerang musuh secara psikis berhasil, musuh pun mengundurkan diri dari medan tempur dan pasukan kaum muslim pun bisa Kembali ke Madinah • Dengan mundurnya pasukan musuh, berarti kemenangan berada di pihak kaum muslim
  • 10.
    Hasil perang • Meskipunperang begitu hebat, dari pihak kaum muslim hanya kehilangan 12 orang, rinciannya 8 orang sah20.000 jiwa lebih abat termasuk 3 panglima perang dan 4 orang kaum anshar • Sedangkan dari pasukan musuh sebanyak tewas dalam peperangan tersebut. • Khalid bin Walid bahkan menghabiskan 9 pedangnya untuk menebas musuh-musuhnya
  • 11.
    Hikmah • Allah SWTakan memberikan pertolongannya bagi siapa saja yang mau berkorban jiwa dan harta demi membela agama (QS. Al-Anfal : 45) • Dibutuhkan strategi yang tepat dan cerdik untuk memenangkan pertempuran. Tidak hanya pertempuran melainkan dalam menghadapi setiap hal juga • Setiap usaha harus dilandaskan dengan iktiar dan tawakal kepada Allah SWT. • Menjadi manusia yang mampu berinovasi dan berimprovisasi disegala hal • Mampu menghadapi segala rasa takut dan berusaha 100%

Editor's Notes

  • #3 https://kisahmuslim.com/2477-sejarah-perang-mutah.html Jarak lokasi 1000km
  • #4 Orang yahudi menakuti kaum muslim dengan bercerita bahwa para nabi terdahulu jika sudah menyuruh dia mati di ganti fulan, dll pasti yg ditunjuk mati - Mereka malah menangis jika meninggal masuk neraka.
  • #6 Wahai kaum! Demi Allah, sesungguhnya apa yang kalian takutkan sungguh inilah yang kalian cari (yakni) mati syahid. Kita tidak memerangi manusia karena banyaknya bilangan dan kekuatan persenjataan, tetapi kita memerangi mereka karena agama Islam ini yang Allah muliakan kita dengannya. Bangkitlah kalian memerangi musuh karena sesungguhnya tidak lain bagi kita melainkan salah satu dari dua kebaikan, yaitu menang atau mati syahid Read more https://kisahmuslim.com/2477-sejarah-perang-mutah.html