Peradaban Kuno di Lembah 
Sungai Nil - Afrika
Kelompok 2 
• Casey Aphrodita (07) 
• Dicky Marsellino (09) 
• Kriska Riskianingsih (15) 
• Lutfi Adi Prihastomo (17) 
• Sandyarini Melati Irawan (19)
Letak Geografis 
• Sungai Nil adalah sungai terpanjang di dunia yaitu mencapai 6400 
kilometer. Sungai Nil bersumber dari mata air di dataran tinggi 
(pegunungan) Kilimanjaro di Afrika Timur. 
• Setiap tahun sungai Nil selalu banjir. Luapan banjir itu menggenangi 
daerah di kiri kanan sungai, sehingga menjadi lembah yang subur selebar 
antara 15 sampai 50 kilometer. 
• Di sekeliling lembah sungai adalah gurun. Antara Laut Tengah dan Laut 
Merah terdapat Terusan Suez yang menghubungkan pelayaran Eropa dan 
Asia Terletak di benua Afrika 
• Berikut ini adalah batas-batas geografis Mesir : 
1. Sebelah Barat berbatasan : Libia 
2. Sebelah Timur berbatasan : Laut Merah 
3. Sebelah Utara berbatasan : Laut Tengah 
4. Sebelah Selatan berbatasan : Sudan
KEBUDAYAAN 
MATERIAL
Hieroglyph 
• Hieroglyph adalah nama huruf kebudayaan 
Mesir Kuno. 
• Bentuk hurufnya dalah piktograf dimana setiap 
gambar mewakili satu huruf. 
• Hieroglyph ini ditulis pada sebuah media 
kertas dari papirus, tumbuhan, atau dipahat.
Contoh bentuk Hieroglyph ada pada Batu Rosetta yaitu batu 
bertulis yang ditemukan di tepi Sungai Rosetta. Dalam batu ini 
terdapat tulisan Hieroglyp dan tulisan Yunani Kuno.
Arsitektur 
• Peninggalan-peninggalan Mesir berupa patung dan 
bangunan yang besar menunjukkan adanya teknologi 
pembuatannya, apalagi semua ukuran patung dan 
bangunan tersebut berukuran besar, seperti : 
a. Piramida (makam para firaun), 
b. Sphinx (singa berkepala manusia sebagai 
lambang kekuatan dan kebijaksanaan), 
c. Obelisk (tugu batu untuk memuja Dewa Amon 
Ra).
a. Piramida 
• Bangunan yang terbuat dari batu yang disusun berbentuk 
kerucut yang berfungsi untuk menyimpan mummi. 
• Bangsa bangsa Mesir kuno maupun bangsa Maya dikenal 
menggunakan bangunan piramida sebagai makam raja-raja 
masa dahulu serta sarana ibadah (pemujaan) selain ada dugaan 
sebagai tempat penimbunan (gudang) pangan sejak zaman 
ketika persiapan menghadapi musim paceklik ataupun tempat 
penyimpanan harta. 
• Ada beragam analisis tentang digunakannya konstruksi 
piramida. Ada yang menyebutnya sebagai bangunan 
warisan UFO dan sebagian lagi mengatakan bahwa konstruksi 
piramida digunakan dengan alasan bahwa pada peradaban 
lampau manusia mengalami kesulitan untuk membuat 
konstruksi kubah, oleh karena itu digunakanlah konstruksi 
piramida untuk mempermudah.
b. Sphinx 
• Sphinx adalah makhluk mitos bertubuh singa 
berkepala manusia dalam mitologi Mesir. Sphinx 
juga dikenal dalam mitologi Yunani sebagai 
makhluk yang mengajukan teka-teki. 
• Patung Sphinx paling terkenal terdapat 
di Giza, Mesir yang diyakini merupakan 
kepala Khufu. Memiliki tinggi 3 meter dan 
panjang 20 meter. 
• Melambangkan watak gagah laksana singa dan 
kepribadian lembut laksana manusia.
c. Obelisk 
• Monumen tinggi, ramping 
bersisi empat yang dimahkotai 
kemuncak 
berbentuk piramida. 
• Obelisk purbakala biasanya 
terbuat dari monolit atau batu 
tunggal, sedangkan obelisk 
modern dibangun dari batu 
dan memiliki ruangan di 
dalamnya.
KEBUDAYAAN 
NON-MATERIAL
Mata Pencaharian 
 Pola hidup bangsa Mesir sangat menggantungkan diri 
kepada kondisi Sungai Nil, apabila musim hujan mereka 
akan bercocok tanam dan apabila musim kemarau 
mereka akan menghindar. 
 Kemampuan bercocok tanam ini bertahan lama sampai 
jumlah populasinya bertambah banyak dan 
mengharuskan bangsa Mesir mengembangkan sistem 
pengaturan air yang baik dan bisa dipergunakan setiap 
saat.
Pemerintahan 
• Sejarah politik di Mesir berawal dari terbentuknya komunitas-komunitas 
di desa-desa sebagai kerajaan-kerajaan kecil dengan 
pemerintahan desa. Desa itu disebut nomen. 
• Dari desa-desa kecil berkembanglah menjadi kota yang kemudian 
disatukan menjadi kerajaan Mesir Hilir dan Mesir Hulu. 
• Proses tersebut berawal dari tahun 4000 SM namun pada tahun 
3400 SM seorang penguasa bernama Menes mempersatukan kedua 
kerajaan tersebut menjadi satu kerajaan Mesir yang besar. 
• Mesir merupakan sebuah kerajaan yang diperintah oleh raja yang 
bergelar Firaun. Ia berkuasa secara mutlak. 
• Firaun dianggap dewa dan dipercaya sebagai putera Dewa Osiris. 
Seluruh kekuasaan berada ditangannya baik sipil, militer maupun 
agama.
Keadaan Pemerintahan Mesir Dibagi Menjadi 3 Garis Besar: 
1. Kerajaan Mesir Tua lahir setelah Menes berhasil mempersatukan 
Mesir Hulu dan Mesir Hilir. Sebagai pemersatu ia digelari 
Nesutbiti dan digambarkan memakai mahkota kembar. Kerajaan 
Mesir Tua disebut zaman piramida karena pada masa inilah 
dibangun piramida-piramida terkenal misalnya piramida Sakarah 
dari Firaun Joser. Runtuhnya Mesir Tua disebabkan karena sejak 
tahun 2500 SM pemerintahan mengalami kekacauan. Bangsa-bangsa 
dari luar misalnya dari Asia Kecil melancarkan serangan 
ke Mesir. Para bangsawan banyak yang melepaskan diri dan ingin 
berkuasa sendiri-sendiri. Akhirnya terjadilah perpecahan antara 
Mesir Hilir dan Mesir Hulu.
2. Kerajaan Mesir Tengah dikenal dengan tampilnya Sesotris III. Ia berhasil 
memulihkan persatuan dan membangun kembali Mesir. Tindakannya 
antara lain membuka tanah pertanian, membangun proyek irigasi, 
pembuatan waduk dan lain-lain. Ia meningkatkan perdagangan serta 
membuka hubungan dagang dengan Palestina, Syria dan pulau Kreta. 
Sesotris III juga berhasil memperluas wilayah ke selatan sampai Nubia 
(kini Ethiopia). Sejak tahun 1800 SM kerajaan Mesir Tengah diserbu dan 
ditaklukkan oleh bangsa Hyksos. 
3. Patung Raja/Firaun Thutmosis III, Sesudah diduduki bangsa Hyksos, 
Mesir memasuki zaman kerajaan baru atau zaman imperium. Disebut 
zaman imperium karena para Firaun Mesir berhasil merebut 
wilayah/daerah di Asia barat termasuk Palestina, Funisia dan Syria.
Sistem Kepercayaan 
Bangsa Mesir mengenal banyak dewa (politheisme), juga 
mengenal kepercayaan bahwa roh orang mati tidak akan 
meninggal. Dewa-dewa yang dipuja bangsa Mesir antara lain: 
 Dewa Osiris sebagai dewa tertinggi. 
 Dewa Ra sebagai dewa matahari. 
 Dewa Thoth sebagai dewa pengetahuan. 
 Dewa Horus anak Dewa Osiris. 
 Dewa Amon sebagai dewa bulan. 
 Firaun (Pharaoh) sebagai penguasa kehidupan, politik dan 
keagamaan, Firaun(Pharaoh) ini diistimewakan karena dianggap 
Dewa Horus, perantara manusia dengan dewa dan pemelihara 
Sungai Nil.
DEWA OSIRIS 
•Kerajaannya terdapat di barat, ia 
menghakimi jiwa manusia 
menurut pahala yang mereka 
kumpulkan. 
•Secara tradisional ia ditampilkan 
berkulit hijau dengan mengenakan 
janggut firaun, sebagian tubuhnya 
dibalut seperti mummi, 
mengenakan mahkota yang unik 
dengan dua bulu burung unta di 
kedua sisinya, memegang atribut 
kait dan cambuk.
DEWA RA 
•Ra digambarkan sebagai tubuh 
seorang pria dengan kepala elang 
dengan Ankh dan tongkat di 
tangannya. 
• Ra terutama dipuja di Heliopolis 
(kota matahari) yang merupakan 
tempat pemujaan di Mesir kuno. 
•Orang-orang Mesir menganggap Ra 
sebagai penakluk kejahatan dan 
kebohongan dengan membawa 
cahaya untuk dunia.
DEWA THOTH 
•Thoth adalah salah satu dewa paling 
penting di peradaban Mesir kuno. 
•Dalam seni, ia sering digambarkan 
sebagai orang dengan kepala sebuah ibis 
atau babon. 
•Mitra femininnya adalah Seshat Kuil 
utama yang terletak di kota 
Khmun, yang kemudian diubah namanya 
menjadi Hermopolis Magna semasa era 
Greco-Roma.
DEWA HORUS 
•Bentuk perwujudan paling awal dari 
Horus adalah Rajawali yang merupakan 
dewa pelindung Nekhen di Mesir Atas 
dan juga merupakan salah satu dewa 
nasional pertama Mesir. 
•Dewa ini secara khusus dikaitkan 
dengan raja (firaun) yang ketika hidup 
dianggap sebagai manifestasi Horus di 
muka bumi dan sebagai Osiris ketika 
sudah wafat. 
•Horus melayani banyak fungsi di 
jajaran Mesir, terutama menjadi dewa 
matahari, perang dan perlindungan.
DEWA AMON 
•Amon, rekonstruksi dari bahasa Mesir; 
Yamānu (juga 
diucapkan Amun, Amoun, Amen, dan 
kadang Imen). 
•BahasaYunani; Ἄμμων (diucapkan 
Ammon), dan Ἅμμων (diucapkan 
Hammon). 
• Amon adalah nama dewa 
dalam mitologi Mesir yang muncul 
secara berangsur-angsur dari konsep 
abstrak menjadi dewa 
pelindung Thebes dan menjadi salah 
satu dewa penting di Mesir 
Kuno sebelum memudar.
FIR’AUN 
•Fir'aun (Arab: فرعون Firʻawn; bahasa 
Ibrani: פַּרְעהֹ , paroh; bahasa Inggris: Pharaoh) 
adalah gelar yang dalam diskusi dunia modern 
digunakan untuk seluruh penguasa Mesir 
kuno dari semua periode. 
•Dahulu, gelar ini mulai digunakan untuk 
penguasa yang merupakan pemimpin 
keagamaan dan politik kesatuan Mesir kuno. 
•Untuk penyederhanaan, terdapat kesepakatan 
umum di antara penulis modern untuk 
menggunakan istilah ini untuk merujuk 
penguasa Mesir semua periode. 
•Firaun juga mengaku sebagai Tuhan
Astronomi 
• Kehidupan agraris bangsa Mesir mempengaruhi terhadap 
pengetahuannya yang tinggi. Untuk mengetahui waktu 
bercocok tanam, panen atau berdagang, dilihat dari siklus 
musim yang datang setiap tahunnya, yaitu dengan 
mengamati siklus bintang Sirius atau Sothis yang 
bertepatan dengan pasang naiknya air Sungai Nil. 
• Hasilnya : mereka sudah mengenal kalender yaitu setahun 
terdiri dari 12 bulan, setiap bulan 30 hari, jadi setahun 
ada 360 hari, kemudian direvisi menjadi 365 hari.
Sistem Pengawetan 
• Kepercayaan bahwa roh yang meninggal 
masih tetap berada pada jasadnya apabila 
tidak rusak. 
• Dari kepercayaan ini timbul usaha untuk 
mengawetkan orang yang sudah meninggal 
dengan menggunakan rempah- rempah 
atau ramuan lainnya supaya tidak tercium 
bau busuk.
Peradaban Mesir Kuno didasari atas pengendalian 
keseimbangan yang baik antara sumber daya alam 
dan manusia, ditandai terutama oleh : 
– Irigasi teratur terhadap Lembah Nil; 
– Pendayagunaan mineral dari lembah dan wilayah 
gurun di sekitarnya; 
– Perkembangan sistem tulisan dan sastra; 
– Organisasi proyek kolektif; 
– Perdagangan dengan wilayah Afrika 
Timur dan Tengah serta Mediterania Timur; 
– Kegiatan militer yang menunjukkan kekuasaan 
terhadap kebudayaan negara/suku bangsa tetangga 
pada beberapa periode berbeda.
Pengaruh Peradaban Mesir Terhadap 
Kebudayaan dan Seluruh Aspek Kehidupan 
Bangsa Indonesia 
a. Tulisan Mesir Purba berkembang keluar dan disederhanakan 
oleh orang Funisia. Tulisan itu kemudian diajarkan kepada 
orang Yunani dan tersebardi Romawi. Setelah itu, berkembang 
menjadi tulisan latin yang digunakan oleh bangsa Indonesia. 
b. Kepercayaan pada jalangkung, yaitu upacara menghadirkan roh 
dan ilmu hipnotis, pada awalnya berkembang di Mesir Kuno. 
c. Menurut teori difusi kebudayaan, teknologi bangunan-bangunan 
besar, seperti piramida, menyebar ke seluruh penjuru 
dunia, termasuk ke Indonesia dengan dibangunnya Candi 
Borobudur.
d. Kedatangan Islam berasal dari Mesir, teori ini dikemukakan 
oleh HAMKA dan Crawford, yang mengemukakan bukti 
tulisan Ibnu Battutah yang menyatakan bahwa raja 
Samudera Pasai bermahzab Syafii. Mahzab Syafiii banyak 
terdapat di Mekah dan Mesir, sementara Iran itu bermahzab 
Syiah, dan Gujarat bermahzab Hanafiah. Gelar yang biasa 
dipakai oleh raja di Samudera Pasai ialah Al Malik yang 
biasa digunakan di Mesir, sementara gelar di Iran ialah Syah 
bukan Malik.
Hikmah yang Didapat: 
1. Meneladani kerja keras bangsa Mesir kuno 
dalam mencapai tujuan, 
2. Belajar memanfaatkan alam sebaik mungkin 
tanpa merusak mereka, 
3. Taat dan rajin beribadah pada agama masing-masing, 
4. Belajar menghargai budaya dunia.
Ada Pertanyaan?
Peradaban Mesir Kuno

Peradaban Mesir Kuno

  • 1.
    Peradaban Kuno diLembah Sungai Nil - Afrika
  • 2.
    Kelompok 2 •Casey Aphrodita (07) • Dicky Marsellino (09) • Kriska Riskianingsih (15) • Lutfi Adi Prihastomo (17) • Sandyarini Melati Irawan (19)
  • 3.
    Letak Geografis •Sungai Nil adalah sungai terpanjang di dunia yaitu mencapai 6400 kilometer. Sungai Nil bersumber dari mata air di dataran tinggi (pegunungan) Kilimanjaro di Afrika Timur. • Setiap tahun sungai Nil selalu banjir. Luapan banjir itu menggenangi daerah di kiri kanan sungai, sehingga menjadi lembah yang subur selebar antara 15 sampai 50 kilometer. • Di sekeliling lembah sungai adalah gurun. Antara Laut Tengah dan Laut Merah terdapat Terusan Suez yang menghubungkan pelayaran Eropa dan Asia Terletak di benua Afrika • Berikut ini adalah batas-batas geografis Mesir : 1. Sebelah Barat berbatasan : Libia 2. Sebelah Timur berbatasan : Laut Merah 3. Sebelah Utara berbatasan : Laut Tengah 4. Sebelah Selatan berbatasan : Sudan
  • 4.
  • 5.
    Hieroglyph • Hieroglyphadalah nama huruf kebudayaan Mesir Kuno. • Bentuk hurufnya dalah piktograf dimana setiap gambar mewakili satu huruf. • Hieroglyph ini ditulis pada sebuah media kertas dari papirus, tumbuhan, atau dipahat.
  • 6.
    Contoh bentuk Hieroglyphada pada Batu Rosetta yaitu batu bertulis yang ditemukan di tepi Sungai Rosetta. Dalam batu ini terdapat tulisan Hieroglyp dan tulisan Yunani Kuno.
  • 8.
    Arsitektur • Peninggalan-peninggalanMesir berupa patung dan bangunan yang besar menunjukkan adanya teknologi pembuatannya, apalagi semua ukuran patung dan bangunan tersebut berukuran besar, seperti : a. Piramida (makam para firaun), b. Sphinx (singa berkepala manusia sebagai lambang kekuatan dan kebijaksanaan), c. Obelisk (tugu batu untuk memuja Dewa Amon Ra).
  • 9.
    a. Piramida •Bangunan yang terbuat dari batu yang disusun berbentuk kerucut yang berfungsi untuk menyimpan mummi. • Bangsa bangsa Mesir kuno maupun bangsa Maya dikenal menggunakan bangunan piramida sebagai makam raja-raja masa dahulu serta sarana ibadah (pemujaan) selain ada dugaan sebagai tempat penimbunan (gudang) pangan sejak zaman ketika persiapan menghadapi musim paceklik ataupun tempat penyimpanan harta. • Ada beragam analisis tentang digunakannya konstruksi piramida. Ada yang menyebutnya sebagai bangunan warisan UFO dan sebagian lagi mengatakan bahwa konstruksi piramida digunakan dengan alasan bahwa pada peradaban lampau manusia mengalami kesulitan untuk membuat konstruksi kubah, oleh karena itu digunakanlah konstruksi piramida untuk mempermudah.
  • 11.
    b. Sphinx •Sphinx adalah makhluk mitos bertubuh singa berkepala manusia dalam mitologi Mesir. Sphinx juga dikenal dalam mitologi Yunani sebagai makhluk yang mengajukan teka-teki. • Patung Sphinx paling terkenal terdapat di Giza, Mesir yang diyakini merupakan kepala Khufu. Memiliki tinggi 3 meter dan panjang 20 meter. • Melambangkan watak gagah laksana singa dan kepribadian lembut laksana manusia.
  • 13.
    c. Obelisk •Monumen tinggi, ramping bersisi empat yang dimahkotai kemuncak berbentuk piramida. • Obelisk purbakala biasanya terbuat dari monolit atau batu tunggal, sedangkan obelisk modern dibangun dari batu dan memiliki ruangan di dalamnya.
  • 14.
  • 15.
    Mata Pencaharian Pola hidup bangsa Mesir sangat menggantungkan diri kepada kondisi Sungai Nil, apabila musim hujan mereka akan bercocok tanam dan apabila musim kemarau mereka akan menghindar.  Kemampuan bercocok tanam ini bertahan lama sampai jumlah populasinya bertambah banyak dan mengharuskan bangsa Mesir mengembangkan sistem pengaturan air yang baik dan bisa dipergunakan setiap saat.
  • 16.
    Pemerintahan • Sejarahpolitik di Mesir berawal dari terbentuknya komunitas-komunitas di desa-desa sebagai kerajaan-kerajaan kecil dengan pemerintahan desa. Desa itu disebut nomen. • Dari desa-desa kecil berkembanglah menjadi kota yang kemudian disatukan menjadi kerajaan Mesir Hilir dan Mesir Hulu. • Proses tersebut berawal dari tahun 4000 SM namun pada tahun 3400 SM seorang penguasa bernama Menes mempersatukan kedua kerajaan tersebut menjadi satu kerajaan Mesir yang besar. • Mesir merupakan sebuah kerajaan yang diperintah oleh raja yang bergelar Firaun. Ia berkuasa secara mutlak. • Firaun dianggap dewa dan dipercaya sebagai putera Dewa Osiris. Seluruh kekuasaan berada ditangannya baik sipil, militer maupun agama.
  • 17.
    Keadaan Pemerintahan MesirDibagi Menjadi 3 Garis Besar: 1. Kerajaan Mesir Tua lahir setelah Menes berhasil mempersatukan Mesir Hulu dan Mesir Hilir. Sebagai pemersatu ia digelari Nesutbiti dan digambarkan memakai mahkota kembar. Kerajaan Mesir Tua disebut zaman piramida karena pada masa inilah dibangun piramida-piramida terkenal misalnya piramida Sakarah dari Firaun Joser. Runtuhnya Mesir Tua disebabkan karena sejak tahun 2500 SM pemerintahan mengalami kekacauan. Bangsa-bangsa dari luar misalnya dari Asia Kecil melancarkan serangan ke Mesir. Para bangsawan banyak yang melepaskan diri dan ingin berkuasa sendiri-sendiri. Akhirnya terjadilah perpecahan antara Mesir Hilir dan Mesir Hulu.
  • 18.
    2. Kerajaan MesirTengah dikenal dengan tampilnya Sesotris III. Ia berhasil memulihkan persatuan dan membangun kembali Mesir. Tindakannya antara lain membuka tanah pertanian, membangun proyek irigasi, pembuatan waduk dan lain-lain. Ia meningkatkan perdagangan serta membuka hubungan dagang dengan Palestina, Syria dan pulau Kreta. Sesotris III juga berhasil memperluas wilayah ke selatan sampai Nubia (kini Ethiopia). Sejak tahun 1800 SM kerajaan Mesir Tengah diserbu dan ditaklukkan oleh bangsa Hyksos. 3. Patung Raja/Firaun Thutmosis III, Sesudah diduduki bangsa Hyksos, Mesir memasuki zaman kerajaan baru atau zaman imperium. Disebut zaman imperium karena para Firaun Mesir berhasil merebut wilayah/daerah di Asia barat termasuk Palestina, Funisia dan Syria.
  • 19.
    Sistem Kepercayaan BangsaMesir mengenal banyak dewa (politheisme), juga mengenal kepercayaan bahwa roh orang mati tidak akan meninggal. Dewa-dewa yang dipuja bangsa Mesir antara lain:  Dewa Osiris sebagai dewa tertinggi.  Dewa Ra sebagai dewa matahari.  Dewa Thoth sebagai dewa pengetahuan.  Dewa Horus anak Dewa Osiris.  Dewa Amon sebagai dewa bulan.  Firaun (Pharaoh) sebagai penguasa kehidupan, politik dan keagamaan, Firaun(Pharaoh) ini diistimewakan karena dianggap Dewa Horus, perantara manusia dengan dewa dan pemelihara Sungai Nil.
  • 20.
    DEWA OSIRIS •Kerajaannyaterdapat di barat, ia menghakimi jiwa manusia menurut pahala yang mereka kumpulkan. •Secara tradisional ia ditampilkan berkulit hijau dengan mengenakan janggut firaun, sebagian tubuhnya dibalut seperti mummi, mengenakan mahkota yang unik dengan dua bulu burung unta di kedua sisinya, memegang atribut kait dan cambuk.
  • 21.
    DEWA RA •Radigambarkan sebagai tubuh seorang pria dengan kepala elang dengan Ankh dan tongkat di tangannya. • Ra terutama dipuja di Heliopolis (kota matahari) yang merupakan tempat pemujaan di Mesir kuno. •Orang-orang Mesir menganggap Ra sebagai penakluk kejahatan dan kebohongan dengan membawa cahaya untuk dunia.
  • 22.
    DEWA THOTH •Thothadalah salah satu dewa paling penting di peradaban Mesir kuno. •Dalam seni, ia sering digambarkan sebagai orang dengan kepala sebuah ibis atau babon. •Mitra femininnya adalah Seshat Kuil utama yang terletak di kota Khmun, yang kemudian diubah namanya menjadi Hermopolis Magna semasa era Greco-Roma.
  • 23.
    DEWA HORUS •Bentukperwujudan paling awal dari Horus adalah Rajawali yang merupakan dewa pelindung Nekhen di Mesir Atas dan juga merupakan salah satu dewa nasional pertama Mesir. •Dewa ini secara khusus dikaitkan dengan raja (firaun) yang ketika hidup dianggap sebagai manifestasi Horus di muka bumi dan sebagai Osiris ketika sudah wafat. •Horus melayani banyak fungsi di jajaran Mesir, terutama menjadi dewa matahari, perang dan perlindungan.
  • 24.
    DEWA AMON •Amon,rekonstruksi dari bahasa Mesir; Yamānu (juga diucapkan Amun, Amoun, Amen, dan kadang Imen). •BahasaYunani; Ἄμμων (diucapkan Ammon), dan Ἅμμων (diucapkan Hammon). • Amon adalah nama dewa dalam mitologi Mesir yang muncul secara berangsur-angsur dari konsep abstrak menjadi dewa pelindung Thebes dan menjadi salah satu dewa penting di Mesir Kuno sebelum memudar.
  • 25.
    FIR’AUN •Fir'aun (Arab:فرعون Firʻawn; bahasa Ibrani: פַּרְעהֹ , paroh; bahasa Inggris: Pharaoh) adalah gelar yang dalam diskusi dunia modern digunakan untuk seluruh penguasa Mesir kuno dari semua periode. •Dahulu, gelar ini mulai digunakan untuk penguasa yang merupakan pemimpin keagamaan dan politik kesatuan Mesir kuno. •Untuk penyederhanaan, terdapat kesepakatan umum di antara penulis modern untuk menggunakan istilah ini untuk merujuk penguasa Mesir semua periode. •Firaun juga mengaku sebagai Tuhan
  • 26.
    Astronomi • Kehidupanagraris bangsa Mesir mempengaruhi terhadap pengetahuannya yang tinggi. Untuk mengetahui waktu bercocok tanam, panen atau berdagang, dilihat dari siklus musim yang datang setiap tahunnya, yaitu dengan mengamati siklus bintang Sirius atau Sothis yang bertepatan dengan pasang naiknya air Sungai Nil. • Hasilnya : mereka sudah mengenal kalender yaitu setahun terdiri dari 12 bulan, setiap bulan 30 hari, jadi setahun ada 360 hari, kemudian direvisi menjadi 365 hari.
  • 27.
    Sistem Pengawetan •Kepercayaan bahwa roh yang meninggal masih tetap berada pada jasadnya apabila tidak rusak. • Dari kepercayaan ini timbul usaha untuk mengawetkan orang yang sudah meninggal dengan menggunakan rempah- rempah atau ramuan lainnya supaya tidak tercium bau busuk.
  • 28.
    Peradaban Mesir Kunodidasari atas pengendalian keseimbangan yang baik antara sumber daya alam dan manusia, ditandai terutama oleh : – Irigasi teratur terhadap Lembah Nil; – Pendayagunaan mineral dari lembah dan wilayah gurun di sekitarnya; – Perkembangan sistem tulisan dan sastra; – Organisasi proyek kolektif; – Perdagangan dengan wilayah Afrika Timur dan Tengah serta Mediterania Timur; – Kegiatan militer yang menunjukkan kekuasaan terhadap kebudayaan negara/suku bangsa tetangga pada beberapa periode berbeda.
  • 29.
    Pengaruh Peradaban MesirTerhadap Kebudayaan dan Seluruh Aspek Kehidupan Bangsa Indonesia a. Tulisan Mesir Purba berkembang keluar dan disederhanakan oleh orang Funisia. Tulisan itu kemudian diajarkan kepada orang Yunani dan tersebardi Romawi. Setelah itu, berkembang menjadi tulisan latin yang digunakan oleh bangsa Indonesia. b. Kepercayaan pada jalangkung, yaitu upacara menghadirkan roh dan ilmu hipnotis, pada awalnya berkembang di Mesir Kuno. c. Menurut teori difusi kebudayaan, teknologi bangunan-bangunan besar, seperti piramida, menyebar ke seluruh penjuru dunia, termasuk ke Indonesia dengan dibangunnya Candi Borobudur.
  • 30.
    d. Kedatangan Islamberasal dari Mesir, teori ini dikemukakan oleh HAMKA dan Crawford, yang mengemukakan bukti tulisan Ibnu Battutah yang menyatakan bahwa raja Samudera Pasai bermahzab Syafii. Mahzab Syafiii banyak terdapat di Mekah dan Mesir, sementara Iran itu bermahzab Syiah, dan Gujarat bermahzab Hanafiah. Gelar yang biasa dipakai oleh raja di Samudera Pasai ialah Al Malik yang biasa digunakan di Mesir, sementara gelar di Iran ialah Syah bukan Malik.
  • 31.
    Hikmah yang Didapat: 1. Meneladani kerja keras bangsa Mesir kuno dalam mencapai tujuan, 2. Belajar memanfaatkan alam sebaik mungkin tanpa merusak mereka, 3. Taat dan rajin beribadah pada agama masing-masing, 4. Belajar menghargai budaya dunia.
  • 33.