Penghantaran Impuls

         Oleh:
    Din Hadi Shofyan
Pendahuluan
ď‚—Stimulus yang datang dari lingkungan, baik berupa cahaya,
  suara, tekanan, sentuhan, suhu, ataupun stimulus yang lain,
  akan diterima oleh reseptor.
ď‚—Reseptor adalah bagian dari sel saraf yang terdapat pada organ
  pengindera. Di dalam reseptor, stimulus yg datang akan
  diubah dalam bentuk kode informasi. Kode informasi
  tersebut berupa perubahan elektrokimiawi pada neuron dan
  disebut sebagai impuls saraf.
ď‚—Impuls saraf inilah yang oleh neuron diteruskan ke otak
  untuk dipersepsi. Hasil persepsi otak kemudian akan
  dihantarkan kembali menuju efektor.
ď‚—Efektor adalah sel atau organ yang menghasilkan tanggapan
  terhadap rangsangan/stimulus, seperti otot, kelenjar, atau sel
  target sehingga terjadi gerakan/aktivitas.
ď‚—Penghantaran impuls saraf tersebut terjadi melalui serabut
  akson dan sinapsis.
Penghantaran Impuls melalui Serabut Akson
ď‚—Penghantaran impuls, baik berupa rangsangan ataupun
  tanggapan melalui serabut akson, terjadi karena adanya
  perbedaan potensial listrik antara bagian luar dan bagian
  dalam sel.
ď‚—Pada waktu sel saraf beristirahat (polarized), kutub positif
  terdapat di bagian luar dan kutub negatif terdapat di bagian
  dalam sel saraf.
ď‚—Diperkirakan bahwa rangsangan (stimulus) pada indra
  menyebabkan terjadinya pembalikan perbedaan potensial
  listrik sesaat.
ď‚—Extrasel lebih banyak mengandung ion natrium sehingga
 muatan lebih positif, sebaliknya intrasel lebih banyak
 mengandung ion kalium sehingga muatannya lebih negatif.
ď‚—Sifat membran sel saraf relatif impermeable terhadap kedua
 ion.
ď‚—Stimulus yang datang menyebabkan terjadinya pembalikan
  potensial listrik. Ion natrium secara cepat berpindah ke
  bagian dalam sel saraf sehingga muatan bagian luar menjadi
  lebih negatif dibanding bagian dalam sel saraf.
ď‚—Dalam keadaan ini, sel saraf dikatakan mengalami depolarisasi.
ď‚—Pada tempat perangsangan (datangnya stimulus) terbentuklah
  potensial aksi. Jika stimulus cukup kuat, potensial aksi akan
  dialirkan secara cepat ke sepanjang membran serabut akson.
ď‚—Kecepatan perjalanan gelombang perbedaan potensial pada
  serabut akson bervariasi antara 1 - 120 m per detik,
  tergantung pada diameter akson dan ada atau tidaknya
  selubung mielin.
ď‚—Bila impuls telah lewat, maka untuk sementara serabut saraf
  tidak dilalui oleh impuls yang lain. Ini berarti bahwa serabut
  saraf mengalami perubahan potensial, kembali seperti semula
  (potensial istirahat).
ď‚—Untuk dapat berfungsi kembali diperlukan waktu 1/500
  sampai 1/1000 detik.
ď‚—Stimulasi yang kurang kuat atau di bawah ambang (threshold)
  tidak akan menghasilkan impuls yang dapat merubah
  potensial listrik. Sebaliknya, bila kekuatan stimulus di atas
  ambang maka impuls akan dihantarkan sampai ke ujung
  akson.
ď‚—Stimulasi yang kuat dapat menimbulkan jumlah impuls yang
  lebih besar pada periode waktu tertentu daripada impuls yang
  lemah.
ď‚—Proses pengubahan stimulus menjadi impuls mengikuti
  hukum all or none (semua atau tidak sama sekali).
ď‚—Muncul tidaknya suatu impuls, dapat terjadi karena dua
  kemungkinan, yaitu:
  1. Penjumlahan temporal
  2. Penjumlahan spasial

ď‚—Jenis neuron berdasarkan kemampuannya menghantarkan
  impuls
  1. Neuron eksitatoris
  2. Neuron inhibitoris
Penghantaran Impuls melalui Sinaptik
ď‚—Impuls yang telah sampai di bagian terujung dari serabut
  akson (terminal akson) akan disampaikan ke neuron
  berikutnya.
ď‚—Titik temu antara terminal akson salah satu neuron dengan
 neuron lain dinamakan sinapsis.
ď‚—Setiap terminal akson membengkak membentuk tonjolan
 sinapsis. Di dalam sitoplasma tonjolan sinapsis terdapat
 struktur kumpulan membran kecil berisi neurotransmitter;
 yang disebut vesikula sinapsis.
ď‚—Neuron yang berakhir pada tonjolan sinapsis disebut neuron
  pra-sinapsis. Membran ujung dendrit dari sel berikutnya yang
  membentuk sinapsis disebut post-sinapsis.
ď‚—Bila impuls sampai pada ujung neuron, maka vesikula
  bergerak dan melebur dengan membran pra-sinapsis.
  Kemudian vesikula akan melepaskan neurotransmitter.
ď‚—Neurontransmitter adalah suatu zat kimia yang diproduksi oleh
  n pra-sinapsis dan dapat menyeberangkan impuls dari n pra-
  sinapsis menuju ke n post-sinapsis.
ď‚— Neurotransmiter merupakan cara komunikasi antar
   neuron. Setiap neuron melepaskan satu transmitter. Zat –
   zat kimia ini menyebabkan perubahan permeabilitas sel
   neuron, sehingga neuron menjadi lebih kurang dapat
   menyalurkan impuls.
ď‚— Neurotransmiter yang dilepaskan oleh n pra-sinapsis akan
   berdifusi melewati celah sinapsis dan menempel pada
   reseptor yang terdapat pada membran post-sinapsis.
ď‚— Menempelnya neurotransmiter pada reseptor
   menyebabkan timbulnya impuls pada neuron post-sinapsis.
ď‚— Bila neurotransmiter sudah melaksanakan tugasnya maka
   neurotransmiter akan diurai oleh enzim yang dihasilkan oleh
   membran post-sinapsis.
Jenis-jenis Neurotransmitter
1. Asetilkolin yang terdapat di seluruh tubuh, kecuali otak.
2. Dopamin yang terdapat di otak.
  ď‚— Dopamin berperan dalam mengendalikan fungsi gerakan,
         konsentrasi, dan proses kecanduan.
  ď‚— Kerusakan pada neuron dopaminergik menyebabkan:
    1.     Pakinson (akibat kekurangan dopamin)
    2.     Skizofrenia (akibat kelebihan dopamin)

3. Seretonin yang terdapat di otak.
  ď‚— Seretonin dapat merangsang orang yang sedang tidur menjadi
         bermimpi.
Penghantaran impuls

Penghantaran impuls

  • 1.
    Penghantaran Impuls Oleh: Din Hadi Shofyan
  • 2.
    Pendahuluan ď‚—Stimulus yang datangdari lingkungan, baik berupa cahaya, suara, tekanan, sentuhan, suhu, ataupun stimulus yang lain, akan diterima oleh reseptor. ď‚—Reseptor adalah bagian dari sel saraf yang terdapat pada organ pengindera. Di dalam reseptor, stimulus yg datang akan diubah dalam bentuk kode informasi. Kode informasi tersebut berupa perubahan elektrokimiawi pada neuron dan disebut sebagai impuls saraf. ď‚—Impuls saraf inilah yang oleh neuron diteruskan ke otak untuk dipersepsi. Hasil persepsi otak kemudian akan dihantarkan kembali menuju efektor.
  • 3.
    ď‚—Efektor adalah selatau organ yang menghasilkan tanggapan terhadap rangsangan/stimulus, seperti otot, kelenjar, atau sel target sehingga terjadi gerakan/aktivitas. ď‚—Penghantaran impuls saraf tersebut terjadi melalui serabut akson dan sinapsis.
  • 6.
    Penghantaran Impuls melaluiSerabut Akson ď‚—Penghantaran impuls, baik berupa rangsangan ataupun tanggapan melalui serabut akson, terjadi karena adanya perbedaan potensial listrik antara bagian luar dan bagian dalam sel. ď‚—Pada waktu sel saraf beristirahat (polarized), kutub positif terdapat di bagian luar dan kutub negatif terdapat di bagian dalam sel saraf. ď‚—Diperkirakan bahwa rangsangan (stimulus) pada indra menyebabkan terjadinya pembalikan perbedaan potensial listrik sesaat.
  • 7.
    ď‚—Extrasel lebih banyakmengandung ion natrium sehingga muatan lebih positif, sebaliknya intrasel lebih banyak mengandung ion kalium sehingga muatannya lebih negatif. ď‚—Sifat membran sel saraf relatif impermeable terhadap kedua ion.
  • 8.
    ď‚—Stimulus yang datangmenyebabkan terjadinya pembalikan potensial listrik. Ion natrium secara cepat berpindah ke bagian dalam sel saraf sehingga muatan bagian luar menjadi lebih negatif dibanding bagian dalam sel saraf. ď‚—Dalam keadaan ini, sel saraf dikatakan mengalami depolarisasi. ď‚—Pada tempat perangsangan (datangnya stimulus) terbentuklah potensial aksi. Jika stimulus cukup kuat, potensial aksi akan dialirkan secara cepat ke sepanjang membran serabut akson.
  • 9.
    ď‚—Kecepatan perjalanan gelombangperbedaan potensial pada serabut akson bervariasi antara 1 - 120 m per detik, tergantung pada diameter akson dan ada atau tidaknya selubung mielin. ď‚—Bila impuls telah lewat, maka untuk sementara serabut saraf tidak dilalui oleh impuls yang lain. Ini berarti bahwa serabut saraf mengalami perubahan potensial, kembali seperti semula (potensial istirahat). ď‚—Untuk dapat berfungsi kembali diperlukan waktu 1/500 sampai 1/1000 detik.
  • 10.
    ď‚—Stimulasi yang kurangkuat atau di bawah ambang (threshold) tidak akan menghasilkan impuls yang dapat merubah potensial listrik. Sebaliknya, bila kekuatan stimulus di atas ambang maka impuls akan dihantarkan sampai ke ujung akson. ď‚—Stimulasi yang kuat dapat menimbulkan jumlah impuls yang lebih besar pada periode waktu tertentu daripada impuls yang lemah. ď‚—Proses pengubahan stimulus menjadi impuls mengikuti hukum all or none (semua atau tidak sama sekali).
  • 11.
    ď‚—Muncul tidaknya suatuimpuls, dapat terjadi karena dua kemungkinan, yaitu: 1. Penjumlahan temporal 2. Penjumlahan spasial ď‚—Jenis neuron berdasarkan kemampuannya menghantarkan impuls 1. Neuron eksitatoris 2. Neuron inhibitoris
  • 12.
    Penghantaran Impuls melaluiSinaptik ď‚—Impuls yang telah sampai di bagian terujung dari serabut akson (terminal akson) akan disampaikan ke neuron berikutnya. ď‚—Titik temu antara terminal akson salah satu neuron dengan neuron lain dinamakan sinapsis. ď‚—Setiap terminal akson membengkak membentuk tonjolan sinapsis. Di dalam sitoplasma tonjolan sinapsis terdapat struktur kumpulan membran kecil berisi neurotransmitter; yang disebut vesikula sinapsis.
  • 13.
    ď‚—Neuron yang berakhirpada tonjolan sinapsis disebut neuron pra-sinapsis. Membran ujung dendrit dari sel berikutnya yang membentuk sinapsis disebut post-sinapsis. ď‚—Bila impuls sampai pada ujung neuron, maka vesikula bergerak dan melebur dengan membran pra-sinapsis. Kemudian vesikula akan melepaskan neurotransmitter. ď‚—Neurontransmitter adalah suatu zat kimia yang diproduksi oleh n pra-sinapsis dan dapat menyeberangkan impuls dari n pra- sinapsis menuju ke n post-sinapsis.
  • 14.
     Neurotransmiter merupakancara komunikasi antar neuron. Setiap neuron melepaskan satu transmitter. Zat – zat kimia ini menyebabkan perubahan permeabilitas sel neuron, sehingga neuron menjadi lebih kurang dapat menyalurkan impuls.  Neurotransmiter yang dilepaskan oleh n pra-sinapsis akan berdifusi melewati celah sinapsis dan menempel pada reseptor yang terdapat pada membran post-sinapsis.  Menempelnya neurotransmiter pada reseptor menyebabkan timbulnya impuls pada neuron post-sinapsis.  Bila neurotransmiter sudah melaksanakan tugasnya maka neurotransmiter akan diurai oleh enzim yang dihasilkan oleh membran post-sinapsis.
  • 17.
    Jenis-jenis Neurotransmitter 1. Asetilkolinyang terdapat di seluruh tubuh, kecuali otak. 2. Dopamin yang terdapat di otak. ď‚— Dopamin berperan dalam mengendalikan fungsi gerakan, konsentrasi, dan proses kecanduan. ď‚— Kerusakan pada neuron dopaminergik menyebabkan: 1. Pakinson (akibat kekurangan dopamin) 2. Skizofrenia (akibat kelebihan dopamin) 3. Seretonin yang terdapat di otak. ď‚— Seretonin dapat merangsang orang yang sedang tidur menjadi bermimpi.