OLEH 
MARIANA ROSLINDA
DAFTAR ISI 
KATA PENGANTAR …………………………………………………………….. i 
I. PENGERTIAN VESTIBULUM ..………………….……………………… 1 
II. STRUKTUR DAN FUNGSI VESTIBULUM ……………………………. 1 
III. PENYAKIT PADA ORGAN GENITAL WANITA …………………….. 11 
DAFTAR PUSTAKA
KATA PENGANTAR 
Pertama-tama kami ingin mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa 
yang telah memberkati kami sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Kami juga ingin 
mengucapkan terima kasih bagi seluruh pihak yang telah membantu kami dalam 
pembuatan makalah. 
Kami mengakui bahwa kami adalah manusia yang mempunyai keterbatasan dalam 
berbagai hal. Oleh karena itu tidak ada hal yang dapat diselesaikan dengan sangat 
sempurna. Begitu pula dengan makalah ini yang telah kami selesaikan. Tidak semua hal 
dapat kami deskripsikan dengan sempurna. Kami melakukannya semaksimal mungkin 
dengan kemampuan yang kami miliki. Di mana kami juga memiliki keterbatasan 
kemampuan. 
Maka dari itu seperti yang telah dijelaskan bahwa kami memiliki keterbatasan dan juga 
kekurangan, kami bersedia menerima kritik dan saran dari pembaca yang budiman. Kami 
akan menerima semua kritik dan saran tersebut sebagai batu loncatan yang dapat 
memperbaiki makalah kami di masa datang. Sehingga semoga makalah berikutnya dan 
makalah lain dapat diselesaikan dengan hasil yang lebih baik. 
Dengan menyelesaikan makalah ini kami mengharapkan banyak manfaat yang dapat 
dipetik dan diambil dari karya ini. Semoga dengan adanya makalah ini dapat mengetahui 
organ genital pada wanita umumnya dan vestibulum pada khususnya. Dengan begitu 
maka kita dapat lebih dekat dengan diri kita sendiri sebagai pengetahuan yang tak 
terbatas. 
Akhir kata, sekali lagi kami mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang 
telah membantu dalam penyelesaian makalah ini. 
Penulis
VESTIBULUM 
I. PENGERTIAN VESTIBULUM 
Vestibulum merupakan rongga sebelah lateral yang dibatasi oleh kedua labia minora, 
anterior oleh klitoris dan dorsal oleh fouchet. Pada vestibulum terdapat dua buah kelenjar 
skene dan dua buah kelenjar bartolini, yang mengeluarkan sekret pada waktu koitus. 
Introitus vagina juga terletak di vestibulum. 
Bagian kelamin ini dibatasi oleh kedua labia kanan-kiri dan bagian atas oleh klitoris serta 
bagian belakang pertemuan labia minora. Pada bagian vestibulum terdapat muara vagina 
(liang senggama), saluran kencing, kelenjar Bartholini dan kelenjar Skene (kelenjar ini 
akan mengeluarkan cairan pada saat permainan pendahuluan dalam hubungan seks 
sehingga memudahkan penetrasi penis). 
Vestibulum vaginae. Berupa cekungan memanjang antara labia minor dan orifisium 
vaginae. Lokasi klitoris berada dibagian ujung anterior vestibulum yang berbentuk 
segitiga. Pada orang dewasa memiliki 6 buah lubang yaitu : 
 Urethra 
 Vagina 
 2 buah saluran kelenjar Bartholine 
 2 buah saluran kelenjar paraurethral (Skene) 
Meatus urethra eksternus. Terletak 2 – 2.5 cm dibagian posterior basis klitoris. Pada 
kedua sisi MUE terdapat 2 pasang saluran kelenjar paraurethralis (Skene’s) yang 
mempunyai arti klinis dalam infeksi Gonococcus atau infeksi non-spesifik lain. 
Ductus paraurethralis identik dengan kelenjar Prostate pada laki-laki. 
Bulbus vestibuli. Struktur jaringan erektil yang berada dikedua sisi orofisium vaginae 
yang menempel dengan permukaan inferior diafragma urogenitalis dan tertutup oleh 
muskulus Bulbocavernosus (sfingter vaginae). 
Bulbus vestibuli berukuran panjang 3 – 4 cm dan diameter 1 – 2 cm. Mudah cedera saat 
persalinan dan menyebabkan hematoma vulva atau perdarahan eksternal. 
II. STRUKTUR DAN FUNGSI VESTIBULUM 
Sebelum menjelaskan lebih banyak tentang vestibulum, kita harus juga mengetahui 
tentang alat reproduksi wanita pada umumnya. Karena vestibulum merupakan salah satu 
bagian dari alat reproduksi wanita tersebut. 
Alat-alat reprofroduksi wanita dibagi atas 2 bagian utama yaitu: 
 Genetalia eksterna 
 Genetalia interna 
a) Genetalia eksterna
 Mons Veneris 
Merupakan suatu bangunan yang terdiri atas kulit yang di bawahnya 
terdapat jaringan lemak menutupi tulang kemaluan /simphisis. Mons 
veneris ditutupi rambut kemaluan. 
Fungsi Mons veneris adalah 
 Sebagai pelindung terhadap benturan-benturan dari luar dan dapat 
menghindari infeksi dari luar. 
 Melindungi alat genetalia dari masuknya kotoran selain itu untuk 
 Labia Mayora 
Terdiri atas bagian kanan dan kiri lonjong mengecil ke bawah dan bersatu 
di bagian bawah. Bagian luar labia mayora terdiri dari kulit berambut, 
kelenjar lamak, dan kelenjar keringat. Bagian dalamnya tidak berambut 
dan mengandung kelenjar lemak, bagian ini mengandung banyak ujung 
syaraf sehingga sensitif terhadap hubungan seks. 
Berfungsi untuk menutupi orga-organ genetalia di dalamnya dan 
mengeluarkan cairan pelumas pada saat menerima rangsangan seksual. 
 Labia Minora 
Merupakan lipatan kecil di bagian dalam labia mayora. Bagian depannya 
mengelilingi klitoris. Kedua labia ini mempunyai pembuluh darah, 
sehingga dapat menjadi besar saat keinginan seks bertambah. Labia ini 
analog dengan kulit skrotum pada pria. 
Berfungsi untuk menutupi orga-organ genetalia di dalamnya serta 
merupakan daerah erotik yang mengandung pambuluh darah dan syaraf. 
 Klitoris 
Klitoris merupakan suatu bangunan yang terdiri dari: 
 Glans klitoris 
 Korpus klitoris 
 Krura klitoris 
Merupakan bagian yang erektil, seperti penis pada pria. Mengandung 
banyak pembuluh darah dan serat saraf sehingga sangat sensitif saat 
hubungan seks. Karena merupakan daerah erotik utama pada wanita, maka 
klitoris ini yang akan membesar dan mengeras apabila mendapatkan 
rangsangan seksual.
 Vestibulum 
Bagian kelamin ini dibatasi oleh kedua labia kanan-kiri dan bagian atas 
oleh klitoris serta bagian belakang pertemuan labia minora. Pada bagian 
vestibulum terdapat muara vagina (liang senggama), saluran kencing, 
kelenjar Bartholini dan kelenjar Skene (kelenjar ini akan mengeluarkan 
cairan pada saat permainan pendahuluan dalam hubungan seks sehingga 
memudahkan penetrasi penis). 
Berfungsi untuk mengeluarkan cairan apabila ada rangsangan seksual 
yang berguna untuk melumasi vagina pada saat bersenggama. 
 Hymen 
Merupakan lapisan tipis yang menutupi sebagian besar dari introitus 
vagina, membentuk lubang sebesar ibu jari sehingga darah haid maupun 
sekret dan cairan dari genetalia interrnal dapat mengalir keluar. 
Pada umumnya himen berlubang sehingga menjadi saluran aliran darah 
menstruasi atau cairan yang dikeluarkan oleh kelenjar rahim dan kelenjar 
endometrium (lapisan dalam rahim). 
Pada perempuan yang tidak mempunyai introitus himenalis disebut 
Atresia Himenalis (Hymen Inferforata), akibatnya darah mens tidak bisa 
keluar, 
Pada saat hubungan seks pertama himen akan robek dan mengeluarkan 
darah. Setelah melahirkan himen merupakan tonjolan kecil yang disebut 
kurunkula mirtiformis. 
Organ genetalia eksterna
b) Genetalia interna 
 Vagina 
Merupakan saluran muskulo-membranasea (otot-selaput) yang 
menghubungkan rahim dengan dunia luar. Bagian ototnya berasal dari otot 
levator ani dan otot sfingter ani (otot dubur) sehingga dapat dikendalikan 
dan dilatih. Dinding vagina mempunyai lipatan sirkuler (berkerut) yang 
disebut “rugae”. Dinding depan vagina berukuran 9cm dan dinding 
belakangnya 11cm. Selaput vagina tidak mempunyai kelenjar sehingga 
cairan yang selalu membasahi berasal dari kelenjar rahim atau lapisan 
dalam rahim. Sebagian dari rahim yang menonjol pada vagina disebut 
“porsio” (leher rahim). Vagina (saluran senggama) mempunyai fungsi 
penting : 
 sebagai jalan lahir bagian lunak, 
 sebagai sarana hubungan seksual, 
 saluran untuk mengalirkan lendir dan darah menstruasi. 
Lendir vagina banyak mengandung glikogen yang dapat dipecah oleh 
bakteri Doderlein, sehingga keasaman cairan vagina sekitar 4,5 (bersifat 
asam). 
 Uterus 
Bentuk rahim seperti buah pir/Alpukat, dengan berat sekitar 30 gr. 
Terletak di panggul kecil diantara rektum (bagian usus sebelum dubur) 
dan di depannya terletak kandung kemih. Hanya bagian bawahnya
disangga oleh ligamen yang kuat, sehingga bebas untuk tumbuh dan 
berkembang saat kehamilan. Ruangan rahim berbentuk segitiga, dengan 
bagian besarnya di atas. Dari bagian atas rahim (fundus) terdapat ligamen 
menuju lipatan paha (kanalis inguinalis), sehingga kedudukan rahim 
menjadi ke arah depan. Lapisan otot rahim terdiri dari tiga lapis, yang 
mempunyai kemampuan untuk tumbuh-kembang sehingga dapat 
memelihara dan mempertahankan kehamilan selama sembilan bulan. 
Rahim juga merupakan jalan lahir yang penting dan mempunyai 
kemampuan untuk mendorong jalan lahir. Segera setelah persalinan otot 
rahim dapat menutup pembuluh darah untuk menghindari perdarahan. 
Setelah persalinan, rahim dalam waktu 42 hari dapat mengecil seperti 
semula. 
Fungsi rahim: 
 Sebagai alat tempat terjadinya menstruasi 
 Sebagai alat tumbuh dan berkembangnya hasil konsepsi 
 Tempat pembuatan hormon misal HCG 
Bagian-bagian dari rahim (uterus): 
 Servik uteri 
 Korpus uteri 
 Fundus uteri 
Secara histologis uterus dibagi menjadi tiga bagian: 
 Endometrium, yaitu lapisan uterus yang paling dalam yang tiap 
bulan lepas sebagai darah menstruasi 
 Miometrum, yaitu lapisan tengah lapisan ini terdiri dari otot polos 
 Perimetrium, merupakan lapisan luar yang terdiri dari jaringan ikat 
Uterus di dalam perut terapung-apung tetapi terfiksasi oleh jaringan-jaringan 
ikat & ligamentum. Ligamentum-ligamentum yang mengfiksir 
uterus : 
1. Ligamentum cardinale sinistra & dextra (Mackenrodt); Ligamen ini 
fungsinya: 
 Mencegah supaya uterus tidak turun 
 Di dalamnya terdapat pembuluh darah yang arteria & vena uterine 
Ligamen ini berjalan dari servix uteri dan puncak vagina ke arah lateral 
dinding panggul 
Penyebab uterus turun: 
 Sering melahirkan 
 Perempuan yang sering melahirkan sering dipijat 
 Orang yang sudah tua
2. Ligamentum Sakro Uterinum sinistra & dextra; Fungsi untuk 
menahan uterus supaya didak dapat bergerak. Berjalan dari servik 
bagian belakang kiri kanan ke Os sacrum 
3. Ligamentum Rotundum sinistra & dextra; Ligamen ini berjalan 
dari daerah Fundus uteri ke dinding panggul. Pada perempuan hamil 
sering mengalami nyeri pada daerah kaki bawah dikarenakan ligamen 
rotundum tegang 
4. Ligamentum Latum sinistra & dextra; Merupakan suatu jaringan 
lapis tipis yang menutupi tuba uterina dan uterus di sebelah belakang 
ligamentum latum terdapat ovarium/indung telur 
5. Ligamentum infundibulum pelvikum sinistra & dextra; Di dalam 
ligamen ini terdapat urat-urat syaraf kelenjar limfa serta arteria dan 
vena ovarika untuk darah yang memberikan ke ovarium dan uterus 
6. Ligamentum ovarii proprium; Yang berjalan dari ovarium menuju 
ke bagian belakang Fundus uteri. Ligamentum ini secara embriologi 
berasal dari Gubernaculum seperti juga ligamentum rotundum 
 Tuba Fallopi 
Tuba Fallopii berasal dari ujung ligamentum latum berjalan ke arah 
lateral, dengan panjang sekitar 12 cm. Tuba Fallopii bukan merupakan 
saluran lurus, tetapi mempunyai bagian yang lebar sehingga 
membedakannya menjadi empat bagian. Di ujungnya terbuka dan 
mempunyai fimbriae (rumbai-rumbai), sehingga dapat menangkap ovum 
(telur) saat terjadi pelepasan telur (ovulasi). Saluran telur ini menyalurkan 
saluran hasil konsepsi (hasil pembuahan) menuju rahim. Tuba fallopii 
merupakan bagian yang paling sensitif terhadap infeksi dan menjadi 
penyebab utama terjadinya kemandulan (infertilitas). 
Fungsi tuba fallopii sangat vital dalam proses kehamilan, yaitu menjadi 
saluran tempat bertemunya spermatozoa dan ovum, mempunyai fungsi 
penangkap ovum, tempat terjadinya pembuahan (fertilitas), menjadi 
saluran dan tempat pertumbuhan hasil pembuahan sebelum mampu 
menanamkan diri pada lapisan dalam rahim 
Fungsi tuba: 
 Tempat terjadinya fertilisasi 
 Saluran yang mengeluarkan hasil konsepsi 
 Fimbria mengangkat ovum yang keluar dari ovarium
Berfungsi sebagai saluran yang membawa ovum yang dilepaskan ovarium 
ke dalam uterus. 
 Ovarium 
Indung telur terletak antara rahim dan dinding panggul, dan digantung ke 
rahim oleh ligamentum ovarii proprium dan ke dinding panggul oleh 
ligamentum infundibulo-pelvikum. Indung telur merupakan sumber 
hormonal perempuan yang paling utama, sehingga mempunyai dampak 
keperempuanan dalam pengatur proses menstruasi. Indung telur 
mengeluarkan telur (ovum) setiap bulan silih berganti kanan dan kiri. Pada 
saat telur (ovum) dikeluarkan perempuan di sebut “dalam masa subur”. 
Produksi telur pada perempuan sesuai dengan usia adalah sebagai berikut: 
 Saat lahir bayi: mempunyai sel telur 750.000 
 Umur 6-15 tahun: mempunyai sel telur 439.000 
 Umur 6-25 tahun: mempunyai sel telur 159.000 
 Umur 26-35 tahun: mempunyai sel telur 59.000 
 Umur 35-45 tahun: mempunyai sel telur 34.000 
 Masa menopause semua telur menghilang 
Fungsi ovarium: 
 Sebagai penghasil sel telur / ovum 
 Sebagai organ yang menghasilkan hormon (estrogen dan 
progesteron) 
 Ligamentum/Parametrium 
Merupakan lipatan peritonium dengan berbagai penebalan, yang 
menghubungkan rahim dengan tulang panggul. Lipatan atasnya 
mengandung tuba fallopii dan ikut serta menyangga indumg telur. Bagian 
ini sensitif terhadap infeksi sehingga mengganggu fungsinya. 
Hampir keseluruhan alat reproduksi perempuan berada di rongga panggul. 
Setiap individu perempuan mempunyai rongga panggul (pelvis ) yang 
berbeda satu sama lain. Bentuk dan ukuran ini mempengaruhi kemudahan 
suatu proses persalinan. Dan perubahan ukuran pada panggul ini pula 
untuk mengukur umur kehamilan seorang perempuan. 
Berfungsi untuk mengikat atau menahan organ-organ reproduksi wanita 
agar terfiksasi dengan baik pada tempatnya, tidak bergerak dan 
berhubungan dengan organ sekitarnya.
Dari penjelasan bagian organ kelamin perempuan di atas dapat kita ketahui vestibulum 
merupakan bagian organ genetalia eksterna. Keberadaan bagian kelamin Vestibulum ini 
dibasahi oleh kedua labia kanan kiri dan bagian atas oleh klitoris serta bagian belakang 
pertemuan labia minora. Pada bagian vestibulum terdapat muara vagina, saluran kencing, 
kelenjar bartholin dan kelenjar sken. 
Bagian sebelah dalam organ reproduksi eksternal wanita. Pada sisi kanan gambar – gambaran struktur 
kulit dan jaringan subkutis dihilangkan 
III. PENYAKIT PADA ORGAN GENITAL WANITA 
Penyakit yang menyerang organ genital wanita diantaranya adalah sebagai berikut : 
 Endometrosis; Endometriosis adalah jaringan endometrium yang semestinya 
berada di lapisan paling dlm rahim (lapis an endometrium) terletak & tumbuh di 
tempat lain. Endometriosis bisa terletak di lapisan tengah dinding rahim (lapisan 
myometrium) yang disebut juga adenomyosis, atau bisa juga terletak di indung 
telur, saluran telur, atau bahkan dlm rongga perut. Gejala umum penyakit 
endometriosis adalah nyeri yang sangat pada daerah panggul terutama pada saat 
haid & berhubungan intim, serta infertilitas. 
 Infeksi Panggul; Infeksi panggul adalah suatu kumpulan penyakit pada saluran 
reproduksi wanita bagian atas, meliputi radang pada rahim, saluran telur, indung 
telur, atau dinding dlm panggul. Gejala umum infeksi panggul adalah: nyeri pada 
daerah pusar ke bawah (pada sisi kanan & kiri), nyeri pada awal haid, mual, nyeri 
saat berkemih, demam, & keputihan dgn cairan yang kental atau berbau. Infeksi 
panggul memburuk akibat haid, hubungan seksual, aktivitas fisik yang berat,
pemeriksaan panggul, & pemasangan AKDR (alat kontrasepsi dlm rahim, 
misalnya: spiral). 
 Mioma Uteri; Mioma uteri adalah tumor (tumor jinak) atau pembesaran jaringan 
otot yang ada di rahim. Tergantung dari lokasinya, mioma dapat terletak di 
lapisan luar, lapisan tengah, atau lapisan dlm rahim. Biasanya mioma uteri yang 
sering menimbulkan gangguan reproduksi adalah mioma uteri yang terletak di 
lapisan dlm (lapisan endometrium). Mioma uteri biasanya tak bergejala. Mioma 
aktif saat wanita dalam usia reproduksi sehingga -saat menopause- mioma uteri 
akan mengecil atau sembuh. 
 Polip; Polip adalah suatu jaringan yang membesar dan menjulur yang biasanya 
diakibatkan oleh mioma uteri yang membesar dan teremas-remas oleh kontraksi 
rahim. Polip dapat menjulur keluar ke vagina. Polip menyebabkan pertemuan 
sperma-sel telur & lingkungan uterus terganggu, sehingga bakal janin akan susah 
tumbuh. 
 Kista; Kista adalah suatu kantong tertutup yang dilapisi oleh selaput (membran) 
yang tumbuh tak normal di rongga maupun struktur tubuh manusia. Terdapat 
berbagai macam jenis kista, dan pengaruhnya yang berbeda terhadap kesuburan. Hal 
penting lainnya adalah mengenai ukuran kista. Jenis kista yang paling sering 
menyebabkan gangguan reproduksi adalah sindrom ovarium polikistik. Penyakit 
tersebut ditandai amenore (tidak haid), hirsutism (pertumbuhan rambut yang 
berlebihan, dapat terdistribusi normal maupun tak normal), obesitas, gangguan 
reproduksi, & pembesaran indung telur. Penyakit ini disebabkan tak seimbangnya 
hormon yang mempengaruhi reproduksi wanita. 
 Saluran Telur yang Tersumbat; Saluran telur yang tersumbat menyebabkan 
sperma tak bisa bertemu dgn sel telur sehingga pembuahan tak terjadi alias tak 
terjadi kehamilan. Pemeriksaan yang dilakukan utk mengetahui saluran telur yang 
tersumbat adalah dgn HSG (Hystero Salpingo Graphy), yaitu semacam 
pemeriksaan röntgen (sinar X) utk melihat rahim & saluran telur. 
 Kelainan Sel Telur; Kelainan pada sel telur dapat mengakibatkan gangguan 
reproduksi yang umumnya merupakan manifestasi dari gangguan proses 
pelepasan sel telur (ovulasi). 80% penyebab gangguan ovulasi adalah sindrom 
ovarium polikistik. Gangguan ovulasi biasanya direfleksikan dengan gangguan 
haid. Haid yang normal memiliki siklus antara 26-35 hari, dgn jumlah darah haid 
80 cc dan lama haid antara 3-7 hari. Bila haid pada seorang wanita terjadi di luar 
itu semua, maka sebaiknya beliau memeriksakan diri ke dokter.
DAFTAR PUSTAKA 
kuliahbidan.wordpress.com/2008/09/09/anatomi-dan-fisiologi-sistem-reproduksi-wanita- 
2/ unduh 4 September 2013 
Scott, J. 2002. Danforth Buku Saku Obstetri dan Ginekologi. Widya Medika. Jakarta. 
Yuniarti, K. 2011. Sistem Reproduksi Wanita. 
http://impus- informasikhusus.blogspot.com/2011/11/alat-reproduksi-wanita.html 
http://www.pustakasekolah.com/biologi-reproduksi-wanita.html#ixzz2glaKVUxb 
zianarmie.wordpress.com/2011/02/09/sistem-reproduksi-wanita/unduh 4 September 2013

Vestibulum

  • 1.
  • 2.
    DAFTAR ISI KATAPENGANTAR …………………………………………………………….. i I. PENGERTIAN VESTIBULUM ..………………….……………………… 1 II. STRUKTUR DAN FUNGSI VESTIBULUM ……………………………. 1 III. PENYAKIT PADA ORGAN GENITAL WANITA …………………….. 11 DAFTAR PUSTAKA
  • 3.
    KATA PENGANTAR Pertama-tamakami ingin mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah memberkati kami sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Kami juga ingin mengucapkan terima kasih bagi seluruh pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah. Kami mengakui bahwa kami adalah manusia yang mempunyai keterbatasan dalam berbagai hal. Oleh karena itu tidak ada hal yang dapat diselesaikan dengan sangat sempurna. Begitu pula dengan makalah ini yang telah kami selesaikan. Tidak semua hal dapat kami deskripsikan dengan sempurna. Kami melakukannya semaksimal mungkin dengan kemampuan yang kami miliki. Di mana kami juga memiliki keterbatasan kemampuan. Maka dari itu seperti yang telah dijelaskan bahwa kami memiliki keterbatasan dan juga kekurangan, kami bersedia menerima kritik dan saran dari pembaca yang budiman. Kami akan menerima semua kritik dan saran tersebut sebagai batu loncatan yang dapat memperbaiki makalah kami di masa datang. Sehingga semoga makalah berikutnya dan makalah lain dapat diselesaikan dengan hasil yang lebih baik. Dengan menyelesaikan makalah ini kami mengharapkan banyak manfaat yang dapat dipetik dan diambil dari karya ini. Semoga dengan adanya makalah ini dapat mengetahui organ genital pada wanita umumnya dan vestibulum pada khususnya. Dengan begitu maka kita dapat lebih dekat dengan diri kita sendiri sebagai pengetahuan yang tak terbatas. Akhir kata, sekali lagi kami mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini. Penulis
  • 4.
    VESTIBULUM I. PENGERTIANVESTIBULUM Vestibulum merupakan rongga sebelah lateral yang dibatasi oleh kedua labia minora, anterior oleh klitoris dan dorsal oleh fouchet. Pada vestibulum terdapat dua buah kelenjar skene dan dua buah kelenjar bartolini, yang mengeluarkan sekret pada waktu koitus. Introitus vagina juga terletak di vestibulum. Bagian kelamin ini dibatasi oleh kedua labia kanan-kiri dan bagian atas oleh klitoris serta bagian belakang pertemuan labia minora. Pada bagian vestibulum terdapat muara vagina (liang senggama), saluran kencing, kelenjar Bartholini dan kelenjar Skene (kelenjar ini akan mengeluarkan cairan pada saat permainan pendahuluan dalam hubungan seks sehingga memudahkan penetrasi penis). Vestibulum vaginae. Berupa cekungan memanjang antara labia minor dan orifisium vaginae. Lokasi klitoris berada dibagian ujung anterior vestibulum yang berbentuk segitiga. Pada orang dewasa memiliki 6 buah lubang yaitu :  Urethra  Vagina  2 buah saluran kelenjar Bartholine  2 buah saluran kelenjar paraurethral (Skene) Meatus urethra eksternus. Terletak 2 – 2.5 cm dibagian posterior basis klitoris. Pada kedua sisi MUE terdapat 2 pasang saluran kelenjar paraurethralis (Skene’s) yang mempunyai arti klinis dalam infeksi Gonococcus atau infeksi non-spesifik lain. Ductus paraurethralis identik dengan kelenjar Prostate pada laki-laki. Bulbus vestibuli. Struktur jaringan erektil yang berada dikedua sisi orofisium vaginae yang menempel dengan permukaan inferior diafragma urogenitalis dan tertutup oleh muskulus Bulbocavernosus (sfingter vaginae). Bulbus vestibuli berukuran panjang 3 – 4 cm dan diameter 1 – 2 cm. Mudah cedera saat persalinan dan menyebabkan hematoma vulva atau perdarahan eksternal. II. STRUKTUR DAN FUNGSI VESTIBULUM Sebelum menjelaskan lebih banyak tentang vestibulum, kita harus juga mengetahui tentang alat reproduksi wanita pada umumnya. Karena vestibulum merupakan salah satu bagian dari alat reproduksi wanita tersebut. Alat-alat reprofroduksi wanita dibagi atas 2 bagian utama yaitu:  Genetalia eksterna  Genetalia interna a) Genetalia eksterna
  • 5.
     Mons Veneris Merupakan suatu bangunan yang terdiri atas kulit yang di bawahnya terdapat jaringan lemak menutupi tulang kemaluan /simphisis. Mons veneris ditutupi rambut kemaluan. Fungsi Mons veneris adalah  Sebagai pelindung terhadap benturan-benturan dari luar dan dapat menghindari infeksi dari luar.  Melindungi alat genetalia dari masuknya kotoran selain itu untuk  Labia Mayora Terdiri atas bagian kanan dan kiri lonjong mengecil ke bawah dan bersatu di bagian bawah. Bagian luar labia mayora terdiri dari kulit berambut, kelenjar lamak, dan kelenjar keringat. Bagian dalamnya tidak berambut dan mengandung kelenjar lemak, bagian ini mengandung banyak ujung syaraf sehingga sensitif terhadap hubungan seks. Berfungsi untuk menutupi orga-organ genetalia di dalamnya dan mengeluarkan cairan pelumas pada saat menerima rangsangan seksual.  Labia Minora Merupakan lipatan kecil di bagian dalam labia mayora. Bagian depannya mengelilingi klitoris. Kedua labia ini mempunyai pembuluh darah, sehingga dapat menjadi besar saat keinginan seks bertambah. Labia ini analog dengan kulit skrotum pada pria. Berfungsi untuk menutupi orga-organ genetalia di dalamnya serta merupakan daerah erotik yang mengandung pambuluh darah dan syaraf.  Klitoris Klitoris merupakan suatu bangunan yang terdiri dari:  Glans klitoris  Korpus klitoris  Krura klitoris Merupakan bagian yang erektil, seperti penis pada pria. Mengandung banyak pembuluh darah dan serat saraf sehingga sangat sensitif saat hubungan seks. Karena merupakan daerah erotik utama pada wanita, maka klitoris ini yang akan membesar dan mengeras apabila mendapatkan rangsangan seksual.
  • 6.
     Vestibulum Bagiankelamin ini dibatasi oleh kedua labia kanan-kiri dan bagian atas oleh klitoris serta bagian belakang pertemuan labia minora. Pada bagian vestibulum terdapat muara vagina (liang senggama), saluran kencing, kelenjar Bartholini dan kelenjar Skene (kelenjar ini akan mengeluarkan cairan pada saat permainan pendahuluan dalam hubungan seks sehingga memudahkan penetrasi penis). Berfungsi untuk mengeluarkan cairan apabila ada rangsangan seksual yang berguna untuk melumasi vagina pada saat bersenggama.  Hymen Merupakan lapisan tipis yang menutupi sebagian besar dari introitus vagina, membentuk lubang sebesar ibu jari sehingga darah haid maupun sekret dan cairan dari genetalia interrnal dapat mengalir keluar. Pada umumnya himen berlubang sehingga menjadi saluran aliran darah menstruasi atau cairan yang dikeluarkan oleh kelenjar rahim dan kelenjar endometrium (lapisan dalam rahim). Pada perempuan yang tidak mempunyai introitus himenalis disebut Atresia Himenalis (Hymen Inferforata), akibatnya darah mens tidak bisa keluar, Pada saat hubungan seks pertama himen akan robek dan mengeluarkan darah. Setelah melahirkan himen merupakan tonjolan kecil yang disebut kurunkula mirtiformis. Organ genetalia eksterna
  • 7.
    b) Genetalia interna  Vagina Merupakan saluran muskulo-membranasea (otot-selaput) yang menghubungkan rahim dengan dunia luar. Bagian ototnya berasal dari otot levator ani dan otot sfingter ani (otot dubur) sehingga dapat dikendalikan dan dilatih. Dinding vagina mempunyai lipatan sirkuler (berkerut) yang disebut “rugae”. Dinding depan vagina berukuran 9cm dan dinding belakangnya 11cm. Selaput vagina tidak mempunyai kelenjar sehingga cairan yang selalu membasahi berasal dari kelenjar rahim atau lapisan dalam rahim. Sebagian dari rahim yang menonjol pada vagina disebut “porsio” (leher rahim). Vagina (saluran senggama) mempunyai fungsi penting :  sebagai jalan lahir bagian lunak,  sebagai sarana hubungan seksual,  saluran untuk mengalirkan lendir dan darah menstruasi. Lendir vagina banyak mengandung glikogen yang dapat dipecah oleh bakteri Doderlein, sehingga keasaman cairan vagina sekitar 4,5 (bersifat asam).  Uterus Bentuk rahim seperti buah pir/Alpukat, dengan berat sekitar 30 gr. Terletak di panggul kecil diantara rektum (bagian usus sebelum dubur) dan di depannya terletak kandung kemih. Hanya bagian bawahnya
  • 8.
    disangga oleh ligamenyang kuat, sehingga bebas untuk tumbuh dan berkembang saat kehamilan. Ruangan rahim berbentuk segitiga, dengan bagian besarnya di atas. Dari bagian atas rahim (fundus) terdapat ligamen menuju lipatan paha (kanalis inguinalis), sehingga kedudukan rahim menjadi ke arah depan. Lapisan otot rahim terdiri dari tiga lapis, yang mempunyai kemampuan untuk tumbuh-kembang sehingga dapat memelihara dan mempertahankan kehamilan selama sembilan bulan. Rahim juga merupakan jalan lahir yang penting dan mempunyai kemampuan untuk mendorong jalan lahir. Segera setelah persalinan otot rahim dapat menutup pembuluh darah untuk menghindari perdarahan. Setelah persalinan, rahim dalam waktu 42 hari dapat mengecil seperti semula. Fungsi rahim:  Sebagai alat tempat terjadinya menstruasi  Sebagai alat tumbuh dan berkembangnya hasil konsepsi  Tempat pembuatan hormon misal HCG Bagian-bagian dari rahim (uterus):  Servik uteri  Korpus uteri  Fundus uteri Secara histologis uterus dibagi menjadi tiga bagian:  Endometrium, yaitu lapisan uterus yang paling dalam yang tiap bulan lepas sebagai darah menstruasi  Miometrum, yaitu lapisan tengah lapisan ini terdiri dari otot polos  Perimetrium, merupakan lapisan luar yang terdiri dari jaringan ikat Uterus di dalam perut terapung-apung tetapi terfiksasi oleh jaringan-jaringan ikat & ligamentum. Ligamentum-ligamentum yang mengfiksir uterus : 1. Ligamentum cardinale sinistra & dextra (Mackenrodt); Ligamen ini fungsinya:  Mencegah supaya uterus tidak turun  Di dalamnya terdapat pembuluh darah yang arteria & vena uterine Ligamen ini berjalan dari servix uteri dan puncak vagina ke arah lateral dinding panggul Penyebab uterus turun:  Sering melahirkan  Perempuan yang sering melahirkan sering dipijat  Orang yang sudah tua
  • 9.
    2. Ligamentum SakroUterinum sinistra & dextra; Fungsi untuk menahan uterus supaya didak dapat bergerak. Berjalan dari servik bagian belakang kiri kanan ke Os sacrum 3. Ligamentum Rotundum sinistra & dextra; Ligamen ini berjalan dari daerah Fundus uteri ke dinding panggul. Pada perempuan hamil sering mengalami nyeri pada daerah kaki bawah dikarenakan ligamen rotundum tegang 4. Ligamentum Latum sinistra & dextra; Merupakan suatu jaringan lapis tipis yang menutupi tuba uterina dan uterus di sebelah belakang ligamentum latum terdapat ovarium/indung telur 5. Ligamentum infundibulum pelvikum sinistra & dextra; Di dalam ligamen ini terdapat urat-urat syaraf kelenjar limfa serta arteria dan vena ovarika untuk darah yang memberikan ke ovarium dan uterus 6. Ligamentum ovarii proprium; Yang berjalan dari ovarium menuju ke bagian belakang Fundus uteri. Ligamentum ini secara embriologi berasal dari Gubernaculum seperti juga ligamentum rotundum  Tuba Fallopi Tuba Fallopii berasal dari ujung ligamentum latum berjalan ke arah lateral, dengan panjang sekitar 12 cm. Tuba Fallopii bukan merupakan saluran lurus, tetapi mempunyai bagian yang lebar sehingga membedakannya menjadi empat bagian. Di ujungnya terbuka dan mempunyai fimbriae (rumbai-rumbai), sehingga dapat menangkap ovum (telur) saat terjadi pelepasan telur (ovulasi). Saluran telur ini menyalurkan saluran hasil konsepsi (hasil pembuahan) menuju rahim. Tuba fallopii merupakan bagian yang paling sensitif terhadap infeksi dan menjadi penyebab utama terjadinya kemandulan (infertilitas). Fungsi tuba fallopii sangat vital dalam proses kehamilan, yaitu menjadi saluran tempat bertemunya spermatozoa dan ovum, mempunyai fungsi penangkap ovum, tempat terjadinya pembuahan (fertilitas), menjadi saluran dan tempat pertumbuhan hasil pembuahan sebelum mampu menanamkan diri pada lapisan dalam rahim Fungsi tuba:  Tempat terjadinya fertilisasi  Saluran yang mengeluarkan hasil konsepsi  Fimbria mengangkat ovum yang keluar dari ovarium
  • 10.
    Berfungsi sebagai saluranyang membawa ovum yang dilepaskan ovarium ke dalam uterus.  Ovarium Indung telur terletak antara rahim dan dinding panggul, dan digantung ke rahim oleh ligamentum ovarii proprium dan ke dinding panggul oleh ligamentum infundibulo-pelvikum. Indung telur merupakan sumber hormonal perempuan yang paling utama, sehingga mempunyai dampak keperempuanan dalam pengatur proses menstruasi. Indung telur mengeluarkan telur (ovum) setiap bulan silih berganti kanan dan kiri. Pada saat telur (ovum) dikeluarkan perempuan di sebut “dalam masa subur”. Produksi telur pada perempuan sesuai dengan usia adalah sebagai berikut:  Saat lahir bayi: mempunyai sel telur 750.000  Umur 6-15 tahun: mempunyai sel telur 439.000  Umur 6-25 tahun: mempunyai sel telur 159.000  Umur 26-35 tahun: mempunyai sel telur 59.000  Umur 35-45 tahun: mempunyai sel telur 34.000  Masa menopause semua telur menghilang Fungsi ovarium:  Sebagai penghasil sel telur / ovum  Sebagai organ yang menghasilkan hormon (estrogen dan progesteron)  Ligamentum/Parametrium Merupakan lipatan peritonium dengan berbagai penebalan, yang menghubungkan rahim dengan tulang panggul. Lipatan atasnya mengandung tuba fallopii dan ikut serta menyangga indumg telur. Bagian ini sensitif terhadap infeksi sehingga mengganggu fungsinya. Hampir keseluruhan alat reproduksi perempuan berada di rongga panggul. Setiap individu perempuan mempunyai rongga panggul (pelvis ) yang berbeda satu sama lain. Bentuk dan ukuran ini mempengaruhi kemudahan suatu proses persalinan. Dan perubahan ukuran pada panggul ini pula untuk mengukur umur kehamilan seorang perempuan. Berfungsi untuk mengikat atau menahan organ-organ reproduksi wanita agar terfiksasi dengan baik pada tempatnya, tidak bergerak dan berhubungan dengan organ sekitarnya.
  • 11.
    Dari penjelasan bagianorgan kelamin perempuan di atas dapat kita ketahui vestibulum merupakan bagian organ genetalia eksterna. Keberadaan bagian kelamin Vestibulum ini dibasahi oleh kedua labia kanan kiri dan bagian atas oleh klitoris serta bagian belakang pertemuan labia minora. Pada bagian vestibulum terdapat muara vagina, saluran kencing, kelenjar bartholin dan kelenjar sken. Bagian sebelah dalam organ reproduksi eksternal wanita. Pada sisi kanan gambar – gambaran struktur kulit dan jaringan subkutis dihilangkan III. PENYAKIT PADA ORGAN GENITAL WANITA Penyakit yang menyerang organ genital wanita diantaranya adalah sebagai berikut :  Endometrosis; Endometriosis adalah jaringan endometrium yang semestinya berada di lapisan paling dlm rahim (lapis an endometrium) terletak & tumbuh di tempat lain. Endometriosis bisa terletak di lapisan tengah dinding rahim (lapisan myometrium) yang disebut juga adenomyosis, atau bisa juga terletak di indung telur, saluran telur, atau bahkan dlm rongga perut. Gejala umum penyakit endometriosis adalah nyeri yang sangat pada daerah panggul terutama pada saat haid & berhubungan intim, serta infertilitas.  Infeksi Panggul; Infeksi panggul adalah suatu kumpulan penyakit pada saluran reproduksi wanita bagian atas, meliputi radang pada rahim, saluran telur, indung telur, atau dinding dlm panggul. Gejala umum infeksi panggul adalah: nyeri pada daerah pusar ke bawah (pada sisi kanan & kiri), nyeri pada awal haid, mual, nyeri saat berkemih, demam, & keputihan dgn cairan yang kental atau berbau. Infeksi panggul memburuk akibat haid, hubungan seksual, aktivitas fisik yang berat,
  • 12.
    pemeriksaan panggul, &pemasangan AKDR (alat kontrasepsi dlm rahim, misalnya: spiral).  Mioma Uteri; Mioma uteri adalah tumor (tumor jinak) atau pembesaran jaringan otot yang ada di rahim. Tergantung dari lokasinya, mioma dapat terletak di lapisan luar, lapisan tengah, atau lapisan dlm rahim. Biasanya mioma uteri yang sering menimbulkan gangguan reproduksi adalah mioma uteri yang terletak di lapisan dlm (lapisan endometrium). Mioma uteri biasanya tak bergejala. Mioma aktif saat wanita dalam usia reproduksi sehingga -saat menopause- mioma uteri akan mengecil atau sembuh.  Polip; Polip adalah suatu jaringan yang membesar dan menjulur yang biasanya diakibatkan oleh mioma uteri yang membesar dan teremas-remas oleh kontraksi rahim. Polip dapat menjulur keluar ke vagina. Polip menyebabkan pertemuan sperma-sel telur & lingkungan uterus terganggu, sehingga bakal janin akan susah tumbuh.  Kista; Kista adalah suatu kantong tertutup yang dilapisi oleh selaput (membran) yang tumbuh tak normal di rongga maupun struktur tubuh manusia. Terdapat berbagai macam jenis kista, dan pengaruhnya yang berbeda terhadap kesuburan. Hal penting lainnya adalah mengenai ukuran kista. Jenis kista yang paling sering menyebabkan gangguan reproduksi adalah sindrom ovarium polikistik. Penyakit tersebut ditandai amenore (tidak haid), hirsutism (pertumbuhan rambut yang berlebihan, dapat terdistribusi normal maupun tak normal), obesitas, gangguan reproduksi, & pembesaran indung telur. Penyakit ini disebabkan tak seimbangnya hormon yang mempengaruhi reproduksi wanita.  Saluran Telur yang Tersumbat; Saluran telur yang tersumbat menyebabkan sperma tak bisa bertemu dgn sel telur sehingga pembuahan tak terjadi alias tak terjadi kehamilan. Pemeriksaan yang dilakukan utk mengetahui saluran telur yang tersumbat adalah dgn HSG (Hystero Salpingo Graphy), yaitu semacam pemeriksaan röntgen (sinar X) utk melihat rahim & saluran telur.  Kelainan Sel Telur; Kelainan pada sel telur dapat mengakibatkan gangguan reproduksi yang umumnya merupakan manifestasi dari gangguan proses pelepasan sel telur (ovulasi). 80% penyebab gangguan ovulasi adalah sindrom ovarium polikistik. Gangguan ovulasi biasanya direfleksikan dengan gangguan haid. Haid yang normal memiliki siklus antara 26-35 hari, dgn jumlah darah haid 80 cc dan lama haid antara 3-7 hari. Bila haid pada seorang wanita terjadi di luar itu semua, maka sebaiknya beliau memeriksakan diri ke dokter.
  • 13.
    DAFTAR PUSTAKA kuliahbidan.wordpress.com/2008/09/09/anatomi-dan-fisiologi-sistem-reproduksi-wanita- 2/ unduh 4 September 2013 Scott, J. 2002. Danforth Buku Saku Obstetri dan Ginekologi. Widya Medika. Jakarta. Yuniarti, K. 2011. Sistem Reproduksi Wanita. http://impus- informasikhusus.blogspot.com/2011/11/alat-reproduksi-wanita.html http://www.pustakasekolah.com/biologi-reproduksi-wanita.html#ixzz2glaKVUxb zianarmie.wordpress.com/2011/02/09/sistem-reproduksi-wanita/unduh 4 September 2013