PENGENDALIAN HAYATI
DINA MEUTIAAKIB
(082202130016)
 Pengendalian hayati adalah usaha untuk memanfaatkan
dan menggunakan musuh alami sebagai pengendali populasi
hama yang merugikan. Pengendalian hayati sangat
dilatarbelakangi oleh berbagai pengetahuan dasar ekologi,
terutama teori tentang pengaturan populasi oleh pengendali
alami dan keseimbangan ekosistem.
Pengertian Pengendalian Hayati
Musuh alami merupakan pengendalian alami utama hama yang
berkerja secara “tergantung kapadatan populasi” sehingga tidak dapat
dilepaskan dari kehidupan dan perkembangbiakan hama. Musuh alami hama
bisa berupa predator (pemangsa), parasitoid, dan patogen. :
 Predator : Mahluk hidup yang memakan mahluk hidup lain yang lebih
kecil atau lebih lemah dari dirinya.
 Parasitoid : Mahluk hidup parasitik yang hidup di dalam atau di permukaan
tubuh dan pada akhirnya menyebabkan kematian mahluk lain
yang ditumpanginya.
 Patogen : Mahluk hidup parasitik mikroskopik yang hidup di dalam atau
di permukaan tubuh dan pada akhirnya menyebabkan kematian
mahluk hidup lain yang diserangnya.
1. Pengendalian jamur Phytophthora infestan menggunakan Trichoderma spp.
Trichoderma spp. merupakan jamur asli tanah yang bersifat antagonis
terhadap jamur-jamur patogen tanaman. Keunggulan jamur Trichoderma spp.
sebagai agen pengendali hayati yaitu mekanisme pengendaliannya bersifat
spesifik target dan mampu meningkatkan hasil produksi tanaman.
2. Pengendali hayati gulma menggunakan serangga herbivora
Serangga herbivora dapat memakan berbagai bagian tanaman. Serangga
mungkin pula merusak tanaman dengan melubangi batang atau akar ketika
meletakkan telurnya. Serangga herbivora yang digunakan sebagai agen
pengendali hayati harus spesifik, sehingga hanya menekan populasi gulma
tanpa berpengaruh buruk terhadap tanaman budidaya.
Contoh pengendalian hayati
1. Pendekatan Augmentasi
a. Augmentasi adalah manipulasi langsung dari musuh alami untuk meningkatkan
efektivitas mereka. Produksi massal dan pelepasan periodik (kolonisasi) adalah
pendekatan yang paling umum.
b. Peningkatan genetik Augmentation tidak permanen, dan membutuhkan reapplication
dari agen.
2. Pendekatan importasi
melibatkan musuh alami (pemangsa, parasitoid, dan patogen) dan umumnya digunakan
untuk melawan hama eksotik pula. Pendekatannya didasarkan pada pemahaman bahwa
makhluk hidup yang tidak disertai dengan musuh alami asli akan lebih melimpah dan
lebih mampu bersaing dari pada yang menjadi subjek pengendalian alami.
3. Pengendalian hayati konservasi
Pada dasarnya adalah melindungi, memelihara, dan meningkatkan efektivitas
populasi musuh alami yang sudah ada di suatu habitat.
3 Pendekatan Pengendalian Hayati
Keuntungan pengendalian hayati yaitu :
a. Selektifitas yang tinggi, agens hayati hanya membunuh OPT dan tidak
membunuh organisme non OPT ataupun musuh alami.
b. Faktor pengendali (agens) yang digunakan tersedia dilapang.
c. Agens hayati (parasitoid dan predator) dapat mencari sendiri inang atau
mangsanya.
d. Tidak menimbulkan resistensi terhadap serangga inang/mangsa ataupun kalau
terjadi, sangat lambat.
e. Pengendalian ini dapat berjalan dengan sendirinya karena sifat agens hayati
tersebut.
f. Tidak ada pengaruh samping yang buruk seperti pada penggunaan pestisida.
g. Ramah lingkungan (tidak merusak ekosistem pada suatu lingkungan pertanian)
Kelemahan pengendalian hayati :
a. Pengendalian terhadap OPT berjalan lambat.
b. Hasilnya tidak dapat diramalkan.
c. Sukar untuk pengembangan dan penggunaannya.
d. Dalam pelaksanaannya pengendalian hayati memerlukan
pengawasan untuk mengetahui tingkat keberhasilannya.
Pengendali hayat iiii

Pengendali hayat iiii

  • 1.
  • 2.
     Pengendalian hayatiadalah usaha untuk memanfaatkan dan menggunakan musuh alami sebagai pengendali populasi hama yang merugikan. Pengendalian hayati sangat dilatarbelakangi oleh berbagai pengetahuan dasar ekologi, terutama teori tentang pengaturan populasi oleh pengendali alami dan keseimbangan ekosistem. Pengertian Pengendalian Hayati
  • 3.
    Musuh alami merupakanpengendalian alami utama hama yang berkerja secara “tergantung kapadatan populasi” sehingga tidak dapat dilepaskan dari kehidupan dan perkembangbiakan hama. Musuh alami hama bisa berupa predator (pemangsa), parasitoid, dan patogen. :  Predator : Mahluk hidup yang memakan mahluk hidup lain yang lebih kecil atau lebih lemah dari dirinya.  Parasitoid : Mahluk hidup parasitik yang hidup di dalam atau di permukaan tubuh dan pada akhirnya menyebabkan kematian mahluk lain yang ditumpanginya.  Patogen : Mahluk hidup parasitik mikroskopik yang hidup di dalam atau di permukaan tubuh dan pada akhirnya menyebabkan kematian mahluk hidup lain yang diserangnya.
  • 4.
    1. Pengendalian jamurPhytophthora infestan menggunakan Trichoderma spp. Trichoderma spp. merupakan jamur asli tanah yang bersifat antagonis terhadap jamur-jamur patogen tanaman. Keunggulan jamur Trichoderma spp. sebagai agen pengendali hayati yaitu mekanisme pengendaliannya bersifat spesifik target dan mampu meningkatkan hasil produksi tanaman. 2. Pengendali hayati gulma menggunakan serangga herbivora Serangga herbivora dapat memakan berbagai bagian tanaman. Serangga mungkin pula merusak tanaman dengan melubangi batang atau akar ketika meletakkan telurnya. Serangga herbivora yang digunakan sebagai agen pengendali hayati harus spesifik, sehingga hanya menekan populasi gulma tanpa berpengaruh buruk terhadap tanaman budidaya. Contoh pengendalian hayati
  • 5.
    1. Pendekatan Augmentasi a.Augmentasi adalah manipulasi langsung dari musuh alami untuk meningkatkan efektivitas mereka. Produksi massal dan pelepasan periodik (kolonisasi) adalah pendekatan yang paling umum. b. Peningkatan genetik Augmentation tidak permanen, dan membutuhkan reapplication dari agen. 2. Pendekatan importasi melibatkan musuh alami (pemangsa, parasitoid, dan patogen) dan umumnya digunakan untuk melawan hama eksotik pula. Pendekatannya didasarkan pada pemahaman bahwa makhluk hidup yang tidak disertai dengan musuh alami asli akan lebih melimpah dan lebih mampu bersaing dari pada yang menjadi subjek pengendalian alami. 3. Pengendalian hayati konservasi Pada dasarnya adalah melindungi, memelihara, dan meningkatkan efektivitas populasi musuh alami yang sudah ada di suatu habitat. 3 Pendekatan Pengendalian Hayati
  • 6.
    Keuntungan pengendalian hayatiyaitu : a. Selektifitas yang tinggi, agens hayati hanya membunuh OPT dan tidak membunuh organisme non OPT ataupun musuh alami. b. Faktor pengendali (agens) yang digunakan tersedia dilapang. c. Agens hayati (parasitoid dan predator) dapat mencari sendiri inang atau mangsanya. d. Tidak menimbulkan resistensi terhadap serangga inang/mangsa ataupun kalau terjadi, sangat lambat. e. Pengendalian ini dapat berjalan dengan sendirinya karena sifat agens hayati tersebut. f. Tidak ada pengaruh samping yang buruk seperti pada penggunaan pestisida. g. Ramah lingkungan (tidak merusak ekosistem pada suatu lingkungan pertanian)
  • 7.
    Kelemahan pengendalian hayati: a. Pengendalian terhadap OPT berjalan lambat. b. Hasilnya tidak dapat diramalkan. c. Sukar untuk pengembangan dan penggunaannya. d. Dalam pelaksanaannya pengendalian hayati memerlukan pengawasan untuk mengetahui tingkat keberhasilannya.