PENGEMBANGAN SEKOLAH MODEL lembaga penjaminan mutu pendidikan.pptx
1.
PENGEMBANGAN SEKOLAH MODEL
LEMBAGAPENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PROVINSI BALI
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2015
I Made Ludragama,S.Pd,MM
Pengawas SD Kecamatan Karangasem
LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PROVINSI BALI
TAHUIN 2016
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
LPMP PROVINSI BALI
2017
2.
• Tujuan
Memperkuat pemahamanpeserta pelatihan tentang definisi,
tujuan dan peran sekolah model sebagai upaya peningkatan
mutu pendidikan dasar dan menengah di tingkat provinsi dan
kabupaten/kota
• Indikator
Peserta dapat:
1. Menggambarkan pengertian dan tujuan pengembangan
sekolah model.
2. Menjelaskan indikator keberhasilan sekolah model.
3. Menjelaskan prinsip dalam pelaksanaan SPMI
4. Menjelaskan cara memotret capaian sekolah model.
5. Menjelaskan tata cara pendampingan
6. Menjelaskan cara mengimbaskan SPMI ke satuan
pendidikan lainnya
• Metode
• Diskusi perbedaan pemahaman tentang sekolah model
• Penyamaan persepsi kriteria penentuan sekolah model
3.
POKOK MATERI
1. Pengertiandan tujuan pengembangan sekolah model.
2. Indikator keberhasilan sekolah model.
3. Pelatihan sekolah model
4. Pendampingan sekolah model
5. Potret capaian sekolah model.
6. Pengimbasan SPMI ke satuan pendidikan lainnya
4.
SEKOLAH MODEL
• sekolahyang mampu dan berkomitmen untuk
menerapkan sistem penjaminan mutu pendidikan.
• sekolah yang dapat menunjukkan terjadinya
perubahan atau peningkatan mutu secara
berkelanjutan dan terukur setelah menerapkan
penjaminan mutu.
• mampu mengimbaskan penerapan sistem penjaminan
mutu pendidikan kepada sekolah di sekitarnya
• memiliki karakter budaya mutu
5.
Tujuan dan HasilPengembangan
• Tujuan
– Sekolah menerapkan penjaminan mutu pendidikan secara
mandiri;
– Sekolah meningkatkan mutu sesuai Standar Nasional
Pendidikan;
– Sekolah berbudaya mutu;
• Hasil:
– Adanya Percontohan sekolah berbasis SNP melalui
penerapan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri.
– Adanya pengimbasan penerapan penjaminan mutu
pendidikan kepada sekolah lain
6.
OUTPUT
• Satuan
pendidikan
mampu
menjalankan
seluruh siklus
penjaminan
mutu
•Berfungsinya
organisasi
penjaminan
mutu pendidikan
di satuan
pendidikan
OUTCOM
E
• Proses
pembelajaran
berjalan sesuai
standar
• Pengelolaan
satuan
pendidikan
berjalan sesuai
standar
DAMPAK
• Budaya mutu di
satuan
pendidikan
terbangun
• Mutu hasil
belajar
meningkat
INDIKATOR KEBERHASILAN
7.
PELATIHAN SPMI UNTUKSEKOLAH MODEL
Waktu 4 hari dengan total durasi waktu ± 32 jam
Lokasi Ruang pertemuan dengan ketentuan berikut.
Memiliki kapasitas untuk ± 45 orang
Tata ruang berupa meja kelompok untuk setiap sekolah.
Mudah diakses oleh peserta pelatihan
Batch 1 region/kelompok
Jumlah
Peserta
5 – 6 sekolah/kelas @ 2 fasilitator,
setiap sekolah minimal 6 orang, yang terdiri dari
• Kepala Sekolah,
• Guru kelas atau mata pelajaran,
• Tenaga kependidikan
• Komite sekolah
• Pengawas sekolah
Evaluasi Pra test – Post test
Peralatan flipchart, kertas plano dan meta plan, spidol, modul pelatihan
8.
PELATIHAN SPMI UNTUKSEKOLAH MODEL
SASARAN BARU
Hari Sesi Materi Metode
A.Pelatihan SPMI
Hari 1 Sesi 1 Pengantar Diskusi
Sesi 2 Pengembangan Sekolah Model Paparan dan Diskusi
Sesi 3 Standar Nasional Pendidikan: Indikator dan
Instrumen
Paparan dan Diskusi
Hari 2 Sesi 4 Standar Nasional Pendidikan: Indikator dan
Instrumen (Lanjutan)
Paparan, Diskusi dan
Observasi
Sesi 5 Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Paparan dan Diskusi
Sesi 6 Pemetaan Mutu Diskusi dan Praktek
Hari 3 Sesi 7 Perencanaan Pemenuhan Mutu Diskusi dan Praktek
Sesi 8 Implementasi Pemenuhan Mutu Diskusi dan Praktek
Sesii 9 Monitoring dan evaluasi Diskusi dan Praktek
Hari 4 Sesi 10 Rencana Tindak Lanjut:
Pendampingan dan Pengimbasan
Diskusi
Sesi 11 Evaluasi Pelatihan
Untuk sekolah model yang baru dilatih mendapat pelatihan yang disajikan pada bagian ini,
dimana hasil praktek setiap tahapan SPMI dipaparkan secara pleno pada sesi tersebut
9.
PELATIHAN SPMI UNTUKSEKOLAH MODEL
SASARAN LAMA
Hari Sesi Materi Metode
B. Penyegaran SPMI
Hari 1 Sesi 1 Pengantar Diskusi
Sesi 2 Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Paparan dan Diskusi
Sesi 3 Pengembangan Sekolah Model Paparan dan Diskusi
Hari 2 Sesi 4 Standar Nasional Pendidikan: Indikator dan
Instrumen
Paparan, Diskusi dan
Observasi
Hari 3 Sesi 5 Praktek Studi Kasus:
Pelaksanaan PMP pada Sekolah
Paparan dan Diskusi
Hari 4 Sesi 6 Rencana Tindak Lanjut:
Pendampingan dan Pengimbasan
Diskusi
Sesi 7 Evaluasi Pelatihan
Sekolah model yang pernah dilatih sebelumnya mendapatkan penyegaran yang disajikan
pada bagian B.
10.
TUJUAN DAN DAMPAKPENDAMPINGAN
Tujuan pelaksanaan pendampingan sekolah model antara lain:
• Meningkatkan pemahaman SPMI kepada pengawas, kepala sekolah, guru,
tenaga kependidikan lain, orang tua/komite sekolah dan pemangku
kepentingan di dalam maupun luar sekolah model.
• Meningkatkan keterampilan sekolah dalam pelaksanaan SPMI
• Menguatkan pelaksanaan SPMI kepada pengawas, kepala sekolah, guru,
tenaga kependidikan lain, orang tua/komite sekolah dan pemangku
kepentingan di dalam maupun luar sekolah model.
Hasil yang diharapkan dari pelaksanaan pendampingsn sekolah model adalah:
• Sekolah dapat menerapkan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri;
• Sekolah dapat meningkatkan mutu sesuai SNP;
• Sekolah memiliki budaya mutu;
• Sekolah model nantinya diharapkan dapat dijadikan percontohan sekolah
berbasis SNP melalui penerapan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri
dan melakukan pola pengimbasan penerapan penjaminan mutu pendidikan
kepada sekolah lain hingga seluruh sekolah terampil menerapkan penjaminan
mutu pendidikan secara mandiri pada tahun 2019.
11.
PENDAMPINGAN
No Tahapan TujuanLuaran
A. Reviu Paska Pelatihan • Sekolah dapat menindaklanjuti hasil yang didapatkan selama
pelatihan SPMI.
• Sekolah dapat melakukan pembentukan TPMPS untuk mengawal
SPMI
• Lembar refleksi terhadap hasil pelatihan
• Rencana tindak lanjut yang telah direviu
• SK Pembentukan TPMPS
• Struktur Organisasi TPMPS
• Jurnal Kegiatan TPMPS
B. Reviu Pelaksanaan
Sosialisasi SPMI
• Sekolah dapat menyosialisasikan SPMI kepada pemangku
kepentingan.
• Dokumentasi pelaksanaan sosialisasi
• Lembar refleksi terhadap pelaksanaan sosialisasi
• RTL yang telah direviu
C. Pendampingan Pemetaan
Mutu
• Sekolah terampil melakukan EDS dan memiliki profil mutu
berdasarkan SNP.
• Sekolah terampil membuat analisis SWOT (Strength, Weakness,
Opportunity and Threat – Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan
Ancaman) yang berisi potensi keunggulan berikut faktor-faktor
pengham-bat baik internal maupun eksternal sekolah
• Sekolah mampu mengiden-tifikasi akar permasalahan dalam
pemenuhan SNP.
• Dokumen pemetaan mutu yang berisi:
• Indikator Mutu
• Kondisi Mutu Sekolah
• Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan
Ancaman
• Permasalahan yang ditemukan
• Akar permasalahan yang teridentifikasi
D Pendampingan Penyusunan
Rencana Pemenuhan Mutu
• Sekolah dapat menindaklanjuti hasil EDS untuk pemenuhan SNP.
• Sekolah terampil melakukan perencanaan untuk mengatasi
permasalah sesuai dengan skala prioritas.
• Dokumen perencanaan yang berisi
• Program
• Kegiatan
• Sasaran
• Penanggungjawab
• Indikator keberhasilan
• Pihak yang terlibat
• Target yang akan dicapai
• RKAS yang sesuai dokumen pemetaan
E. Pendampingan Pelaksanaan
Pemenuhan Mutu
• Sekolah terampil melaksanakan pemenuhan mutu dalam bidang
manajemen sesuai dengan perencanaan/RKAS.
• Sekolah terampil dalam melaksanakan pemenuhan mutu dalam
bidang akademik sesuai dengan perencanaan/RKAS.
• Dokumen pelaksanaan pemenuhan
• Dokumen tindak lanjut evaluasi pelaksanaan
• Dokumen KTSP
• Hasil reviu pembahasan kegiatan
F. Pendampingan Evaluasi
Pemenuhan Mutu
• Sekolah terampil melakukan evaluasi terhadap pelaksanakan
pemenuhan mutu.
• Dokumen Evaluasi yang memuat:
• Instrumen evaluasi
• Rencana pelaksanaan evaluasi
• Skema pelaksanaan evaluasi
12.
POTRET SEKOLAH MODEL
•TERHADAP PELAKSANAAN PMP
– Tahapan siklus SPMI
– Pelibatan unsur dalam pelaksanaan
– Pemberdayaan organisasi TPMPS
• TERHADAP PENINGKATAN CAPAIAN SNP
– Rapor mutu
– Perubahan perilaku
– Inovasi
• TERHADAP BUDAYA MUTU
– Komitmen
– Kesadaran
– Kemandirian
– Keberlanjutan
13.
13
Pelibatan
Unsur
Visi-Misi,
Kebijakan sekolah
Laporan hasil
evaluasi:
•Pemenuhan 8 SNP
• Implementasi dari
rencana aksi
Dokumen
perencanaan,
pengembangan
sekolah dan
rencana aksi
Kebijakan Pemerintah
(Kurikulum, SNP,
lainnya)
Output:
Capaian Kualitas
sekolah sesuai 8
SNP
Dokumen
Evaluasi Diri
Sekolah
Sekolah
Kepala Sekolah
Guru
Tenaga
Kependidikan
Komite
sekolah
POTRET TERHADAP PELAKSANAAN PMP
Tahapan
14.
14
Satuan Pendidikan TimPenjaminan Mutu Sekolah
merencanakan, melaksanakan, mengendalikan, dan
mengembangkan sistem penjaminan mutu pendidikan;
menyusun dokumen penjaminan mutu yang terdiri atas
dokumen kebijakan, dokumen standar; dan dokumen
formulir;
membuat perencanaan peningkatan mutu yang dituangkan
dalam rencana kerja satuan pendidikan;
melaksanakan pemenuhan mutu baik dalam pengelolaan
satuan pendidikan maupun proses pembelajaran;
membentuk tim penjaminan mutu pada satuan pendidikan;
dan
mengelola data mutu pendidikan di tingkat satuan
pendidikan.
mengkoordinasikan pelaksanaan penjaminan mutu di
tingkat satuan pendidikan;
melakukan pembinaan, pembimbingan, pendampingan,
dan supervisi terhadap pelaku pendidikan di satuan
pendidikan dalam pengembangan dan penjaminan mutu
pendidikan;
melaksanakan pemetaan mutu pendidikan berdasarkan
data mutu pendidikan di satuan pendidikan;
melakukan monitoring dan evaluasi proses pelaksanaan
pemenuhan mutu yang telah dilakukan; dan
memberikan rekomendasi strategi pemenuhan mutu
berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi kepada kepala
satuan pendidikan.
Organisasi
• struktur
• kinerja
• dukungan
POTRET TERHADAP PELAKSANAAN PMP
16
sekolah: sekolah x
kabupaten:kabupaten 1.1
provinsi: provinsi 1
Standar Capaian
Standar Kompetensi Lulusan 6,0
Standar Isi 5,0
Standar Proses 6,0
Standar Penilaian Pendidikan 5,0
Standar Pendidik dan Tenaga
Kependidikan
5,0
Standar Sarana dan Prasarana
Pendidikan
5,0
Standar Pengelolaan
Pendidikan
4,0
Standar Pembiayaan 7,0
CAPAIAN SNP 5,4
Standar Kompetensi Lulusan
Standar Isi
Standar Proses
Standar Penilaian Pendidikan
Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan
Standar Pengelolaan Pendidikan
Standar Pembiayaan
1
6
Sekolah X
Kab 1.1
Prov 1
Nas
CONTOH RAPOR MUTU
17.
17
Indikator Nilai
1 StandarKompetensi Lulusan 5,2
1.1 Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi sikap 4,5
1.2 Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi
pengetahuan
6,0
1.3 Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi
keterampilan
5,0
2 Standar Isi 5,0
2.1 Muatan sesuai dengan rancangan Kurnas 6,0
2.2 Rancangan mata pelajaran dan beban belajar
memberi waktu yang cukup leluasa untuk
mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, dan
keterampilan
4,0
2.3 KTSP sesuai dengan Kurnas 5,0
3 Standar Proses 6,0
3.1 Proses pembelajaran sesuai dengan SNP 6,0
3.2 Perencanaan proses pembelajaran sesuai SNP 6,0
4 Standar Penilaian Pendidikan 5,0
4.1 Proses penilaian dilakukan dengan objektif dan
terpadu
4,0
4.2 Sekolah menerapkan penilaian yang akuntabel 5,0
4.3 Penilaian dilakukan dengan transparan 6,0
4.4 Edukatif-mendidik dan memotivasi siswa dan guru 4,0
5 Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan 5,3
5.1 Jumlah & kualifikasi Guru sesuai SNP 5,0
5.2 Kualifikasi Kepala Sekolah sesuai SNP 5,0
5.3 Ketersediaan Kepala Tenaga Administrasi 5,0
5.4 Pelaksana Urusan Administrasi 5,0
5.5 Ketersediaan Kepala Perpustakaan Sekolah 5,0
5.6 Tenaga Perpustakaan Sekolah 6,0
5.7 Ketersediaan Kepala Laboratorium 6,0
5.8 Tenaga Teknisi Laboran 6,0
5.9 Tenaga Laboran 6,0
5.10 Kompetensi Guru sesuai SNP 6,0
5.11 Kompetensi Kepala Sekolah sesuai SNP 6,0
5.12 Kompetensi Kepala Tenaga Administrasi sesuai SNP 5,0
Indikator Nilai
5.13 Kompetensi Pelaksana Urusan Administrasi sesuai SNP 4,0
5.14 Kompetensi Kepala Perpustakaan Sekolah sesuai SNP 6,0
5.15 Kompetensi Tenaga Perpustakaan Sekolah sesuai SNP 4,0
5.16 Kompetensi Kepala Laboratorium sesuai SNP 5,0
5.17 Kompetensi Teknisi Laboransesuai SNP 6,0
5.18 Kompetensi Laboran sesuai SNP 4,0
6 Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan 5,0
6.1 Kapasitas dan Daya tampung sekolah sesuai dengan SNP 6,0
6.2 Kelengkapan jumlah sarana dan prasarana
pembelajaran
5,0
6.3 Kelengkapan jumlah sarana dan prasarana pendukung 4,0
6.4 Kondisi sarana dan prasarana pembelajaran 4,0
6.5 Kondisi sarana dan prasarana pendukung 6,0
7 Standar Pengelolaan Pendidikan 4,8
7.1 Perencanaan program dilaksanakan sesuai dengan
standar dan melibatkan pamangku kepentingan
4,0
7.2 Pelaksanaan program dilaksanakan sesuai dengan
standar dan melibatkan pamangku kepentingan
4,0
7.3 Sekolah melaksanakan pengawasan dan evaluasi
terhadap pelaksanaan program secara berkala
6,0
7.4 Kepala sekolah berkinerja baik 6,0
7.5 Sekolah mengelola system informasi sekolah 4,0
8 Standar Pembiayaan 4,3
8.1 Sekolah tidak memungut biaya dari peserta didik yang
tidak mampu secara ekonomi
5,0
8.2 Biaya operasional non personil minimal sesuai standar
(total anggaran sekolah dikurangi biaya investasi dan gaji
PTK dibagi total jumlah siswa)
4,0
8.3 Pengelolaan dana yang masuk ke sekolah dilakukan
secara transparan dan akuntabel (laporan, dapat
diakses,dapat diaudit)
4,0
CONTOH RAPOR MUTU SATUAN PENDIDIKAN
18.
PENGIMBASAN
SEKOLAH
MODEL
SEKOLAH
SEKOLAH
SEKOLAH
SEKOLAH
LPMP
PEMERINTAH
DAERAH/
TPMPD
• Pelatihan
• Pendampinga
n
•Monitoring
dan Evaluasi
• Pelatihan
• Pendampinga
n
• Monitoring
dan Evaluasi
• Pendanaan
• Pelatihan
• Pendampingan
• M & E
• Sosialisasi
• Pendampingan
• Studi banding
• Magang
• Perwakilan sekolah
imbas diundang
untuk ikut
mendapatkan
pendampingan di
sekolah model
• Perwakilan sekolah
imbas mengikuti
seluruh kegiatan
pendampingan yang
berlangsung di
sekolah model.
• Pengaturan jadwal
dapat disesuaikan
dan dikoordinasikan
secara internal
antara fasilitator,
sekolah model dan
sekolah imbas
• Anggota tim
penjaminan mutu
sekolah model
diharapkan mampu
memfasilitasi
sekolah imbas
dalam
mengimplementasik
an SPMI seperti
yang diterapkan
pada sekolah
model.
Pendam
pingan
Pendanaan