PENGEMBANGAN SEKOLAH MODEL
LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PROVINSI BALI
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2015
I Made Ludragama,S.Pd,MM
Pengawas SD Kecamatan Karangasem
LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PROVINSI BALI
TAHUIN 2016
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
LPMP PROVINSI BALI
2017
• Tujuan
Memperkuat pemahaman peserta pelatihan tentang definisi,
tujuan dan peran sekolah model sebagai upaya peningkatan
mutu pendidikan dasar dan menengah di tingkat provinsi dan
kabupaten/kota
• Indikator
Peserta dapat:
1. Menggambarkan pengertian dan tujuan pengembangan
sekolah model.
2. Menjelaskan indikator keberhasilan sekolah model.
3. Menjelaskan prinsip dalam pelaksanaan SPMI
4. Menjelaskan cara memotret capaian sekolah model.
5. Menjelaskan tata cara pendampingan
6. Menjelaskan cara mengimbaskan SPMI ke satuan
pendidikan lainnya
• Metode
• Diskusi perbedaan pemahaman tentang sekolah model
• Penyamaan persepsi kriteria penentuan sekolah model
POKOK MATERI
1. Pengertian dan tujuan pengembangan sekolah model.
2. Indikator keberhasilan sekolah model.
3. Pelatihan sekolah model
4. Pendampingan sekolah model
5. Potret capaian sekolah model.
6. Pengimbasan SPMI ke satuan pendidikan lainnya
SEKOLAH MODEL
• sekolah yang mampu dan berkomitmen untuk
menerapkan sistem penjaminan mutu pendidikan.
• sekolah yang dapat menunjukkan terjadinya
perubahan atau peningkatan mutu secara
berkelanjutan dan terukur setelah menerapkan
penjaminan mutu.
• mampu mengimbaskan penerapan sistem penjaminan
mutu pendidikan kepada sekolah di sekitarnya
• memiliki karakter budaya mutu
Tujuan dan Hasil Pengembangan
• Tujuan
– Sekolah menerapkan penjaminan mutu pendidikan secara
mandiri;
– Sekolah meningkatkan mutu sesuai Standar Nasional
Pendidikan;
– Sekolah berbudaya mutu;
• Hasil:
– Adanya Percontohan sekolah berbasis SNP melalui
penerapan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri.
– Adanya pengimbasan penerapan penjaminan mutu
pendidikan kepada sekolah lain
OUTPUT
• Satuan
pendidikan
mampu
menjalankan
seluruh siklus
penjaminan
mutu
• Berfungsinya
organisasi
penjaminan
mutu pendidikan
di satuan
pendidikan
OUTCOM
E
• Proses
pembelajaran
berjalan sesuai
standar
• Pengelolaan
satuan
pendidikan
berjalan sesuai
standar
DAMPAK
• Budaya mutu di
satuan
pendidikan
terbangun
• Mutu hasil
belajar
meningkat
INDIKATOR KEBERHASILAN
PELATIHAN SPMI UNTUK SEKOLAH MODEL
Waktu 4 hari dengan total durasi waktu ± 32 jam
Lokasi Ruang pertemuan dengan ketentuan berikut.
Memiliki kapasitas untuk ± 45 orang
Tata ruang berupa meja kelompok untuk setiap sekolah.
Mudah diakses oleh peserta pelatihan
Batch 1 region/kelompok
Jumlah
Peserta
5 – 6 sekolah/kelas @ 2 fasilitator,
setiap sekolah minimal 6 orang, yang terdiri dari
• Kepala Sekolah,
• Guru kelas atau mata pelajaran,
• Tenaga kependidikan
• Komite sekolah
• Pengawas sekolah
Evaluasi Pra test – Post test
Peralatan flipchart, kertas plano dan meta plan, spidol, modul pelatihan
PELATIHAN SPMI UNTUK SEKOLAH MODEL
SASARAN BARU
Hari Sesi Materi Metode
A.Pelatihan SPMI
Hari 1 Sesi 1 Pengantar Diskusi
Sesi 2 Pengembangan Sekolah Model Paparan dan Diskusi
Sesi 3 Standar Nasional Pendidikan: Indikator dan
Instrumen
Paparan dan Diskusi
Hari 2 Sesi 4 Standar Nasional Pendidikan: Indikator dan
Instrumen (Lanjutan)
Paparan, Diskusi dan
Observasi
Sesi 5 Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Paparan dan Diskusi
Sesi 6 Pemetaan Mutu Diskusi dan Praktek
Hari 3 Sesi 7 Perencanaan Pemenuhan Mutu Diskusi dan Praktek
Sesi 8 Implementasi Pemenuhan Mutu Diskusi dan Praktek
Sesii 9 Monitoring dan evaluasi Diskusi dan Praktek
Hari 4 Sesi 10 Rencana Tindak Lanjut:
Pendampingan dan Pengimbasan
Diskusi
Sesi 11 Evaluasi Pelatihan
Untuk sekolah model yang baru dilatih mendapat pelatihan yang disajikan pada bagian ini,
dimana hasil praktek setiap tahapan SPMI dipaparkan secara pleno pada sesi tersebut
PELATIHAN SPMI UNTUK SEKOLAH MODEL
SASARAN LAMA
Hari Sesi Materi Metode
B. Penyegaran SPMI
Hari 1 Sesi 1 Pengantar Diskusi
Sesi 2 Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Paparan dan Diskusi
Sesi 3 Pengembangan Sekolah Model Paparan dan Diskusi
Hari 2 Sesi 4 Standar Nasional Pendidikan: Indikator dan
Instrumen
Paparan, Diskusi dan
Observasi
Hari 3 Sesi 5 Praktek Studi Kasus:
Pelaksanaan PMP pada Sekolah
Paparan dan Diskusi
Hari 4 Sesi 6 Rencana Tindak Lanjut:
Pendampingan dan Pengimbasan
Diskusi
Sesi 7 Evaluasi Pelatihan
Sekolah model yang pernah dilatih sebelumnya mendapatkan penyegaran yang disajikan
pada bagian B.
TUJUAN DAN DAMPAK PENDAMPINGAN
Tujuan pelaksanaan pendampingan sekolah model antara lain:
• Meningkatkan pemahaman SPMI kepada pengawas, kepala sekolah, guru,
tenaga kependidikan lain, orang tua/komite sekolah dan pemangku
kepentingan di dalam maupun luar sekolah model.
• Meningkatkan keterampilan sekolah dalam pelaksanaan SPMI
• Menguatkan pelaksanaan SPMI kepada pengawas, kepala sekolah, guru,
tenaga kependidikan lain, orang tua/komite sekolah dan pemangku
kepentingan di dalam maupun luar sekolah model.
Hasil yang diharapkan dari pelaksanaan pendampingsn sekolah model adalah:
• Sekolah dapat menerapkan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri;
• Sekolah dapat meningkatkan mutu sesuai SNP;
• Sekolah memiliki budaya mutu;
• Sekolah model nantinya diharapkan dapat dijadikan percontohan sekolah
berbasis SNP melalui penerapan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri
dan melakukan pola pengimbasan penerapan penjaminan mutu pendidikan
kepada sekolah lain hingga seluruh sekolah terampil menerapkan penjaminan
mutu pendidikan secara mandiri pada tahun 2019.
PENDAMPINGAN
No Tahapan Tujuan Luaran
A. Reviu Paska Pelatihan • Sekolah dapat menindaklanjuti hasil yang didapatkan selama
pelatihan SPMI.
• Sekolah dapat melakukan pembentukan TPMPS untuk mengawal
SPMI
• Lembar refleksi terhadap hasil pelatihan
• Rencana tindak lanjut yang telah direviu
• SK Pembentukan TPMPS
• Struktur Organisasi TPMPS
• Jurnal Kegiatan TPMPS
B. Reviu Pelaksanaan
Sosialisasi SPMI
• Sekolah dapat menyosialisasikan SPMI kepada pemangku
kepentingan.
• Dokumentasi pelaksanaan sosialisasi
• Lembar refleksi terhadap pelaksanaan sosialisasi
• RTL yang telah direviu
C. Pendampingan Pemetaan
Mutu
• Sekolah terampil melakukan EDS dan memiliki profil mutu
berdasarkan SNP.
• Sekolah terampil membuat analisis SWOT (Strength, Weakness,
Opportunity and Threat – Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan
Ancaman) yang berisi potensi keunggulan berikut faktor-faktor
pengham-bat baik internal maupun eksternal sekolah
• Sekolah mampu mengiden-tifikasi akar permasalahan dalam
pemenuhan SNP.
• Dokumen pemetaan mutu yang berisi:
• Indikator Mutu
• Kondisi Mutu Sekolah
• Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan
Ancaman
• Permasalahan yang ditemukan
• Akar permasalahan yang teridentifikasi
D Pendampingan Penyusunan
Rencana Pemenuhan Mutu
• Sekolah dapat menindaklanjuti hasil EDS untuk pemenuhan SNP.
• Sekolah terampil melakukan perencanaan untuk mengatasi
permasalah sesuai dengan skala prioritas.
• Dokumen perencanaan yang berisi
• Program
• Kegiatan
• Sasaran
• Penanggungjawab
• Indikator keberhasilan
• Pihak yang terlibat
• Target yang akan dicapai
• RKAS yang sesuai dokumen pemetaan
E. Pendampingan Pelaksanaan
Pemenuhan Mutu
• Sekolah terampil melaksanakan pemenuhan mutu dalam bidang
manajemen sesuai dengan perencanaan/RKAS.
• Sekolah terampil dalam melaksanakan pemenuhan mutu dalam
bidang akademik sesuai dengan perencanaan/RKAS.
• Dokumen pelaksanaan pemenuhan
• Dokumen tindak lanjut evaluasi pelaksanaan
• Dokumen KTSP
• Hasil reviu pembahasan kegiatan
F. Pendampingan Evaluasi
Pemenuhan Mutu
• Sekolah terampil melakukan evaluasi terhadap pelaksanakan
pemenuhan mutu.
• Dokumen Evaluasi yang memuat:
• Instrumen evaluasi
• Rencana pelaksanaan evaluasi
• Skema pelaksanaan evaluasi
POTRET SEKOLAH MODEL
• TERHADAP PELAKSANAAN PMP
– Tahapan siklus SPMI
– Pelibatan unsur dalam pelaksanaan
– Pemberdayaan organisasi TPMPS
• TERHADAP PENINGKATAN CAPAIAN SNP
– Rapor mutu
– Perubahan perilaku
– Inovasi
• TERHADAP BUDAYA MUTU
– Komitmen
– Kesadaran
– Kemandirian
– Keberlanjutan
13
Pelibatan
Unsur
Visi-Misi,
Kebijakan sekolah
Laporan hasil
evaluasi:
• Pemenuhan 8 SNP
• Implementasi dari
rencana aksi
Dokumen
perencanaan,
pengembangan
sekolah dan
rencana aksi
Kebijakan Pemerintah
(Kurikulum, SNP,
lainnya)
Output:
Capaian Kualitas
sekolah sesuai 8
SNP
Dokumen
Evaluasi Diri
Sekolah
Sekolah
Kepala Sekolah
Guru
Tenaga
Kependidikan
Komite
sekolah
POTRET TERHADAP PELAKSANAAN PMP
Tahapan
14
Satuan Pendidikan Tim Penjaminan Mutu Sekolah
 merencanakan, melaksanakan, mengendalikan, dan
mengembangkan sistem penjaminan mutu pendidikan;
 menyusun dokumen penjaminan mutu yang terdiri atas
dokumen kebijakan, dokumen standar; dan dokumen
formulir;
 membuat perencanaan peningkatan mutu yang dituangkan
dalam rencana kerja satuan pendidikan;
 melaksanakan pemenuhan mutu baik dalam pengelolaan
satuan pendidikan maupun proses pembelajaran;
 membentuk tim penjaminan mutu pada satuan pendidikan;
dan
 mengelola data mutu pendidikan di tingkat satuan
pendidikan.
 mengkoordinasikan pelaksanaan penjaminan mutu di
tingkat satuan pendidikan;
 melakukan pembinaan, pembimbingan, pendampingan,
dan supervisi terhadap pelaku pendidikan di satuan
pendidikan dalam pengembangan dan penjaminan mutu
pendidikan;
 melaksanakan pemetaan mutu pendidikan berdasarkan
data mutu pendidikan di satuan pendidikan;
 melakukan monitoring dan evaluasi proses pelaksanaan
pemenuhan mutu yang telah dilakukan; dan
 memberikan rekomendasi strategi pemenuhan mutu
berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi kepada kepala
satuan pendidikan.
Organisasi
• struktur
• kinerja
• dukungan
POTRET TERHADAP PELAKSANAAN PMP
15
Hasil Pemantauan dan Pendampingan Berkelanjutan
Kondisi awal
Kondisi
Setelah
pelatihan dan
pendampingan
Kondisi
Setelah 6
bulan
implementasi
Kondisi
Setelah 1
tahun
dst…………..
15
Baseline
Skor : x
Penilaian I :
Skor : x+y
Penilaian II :
Skor : x+y+z
Pelatihan dan
pendampingan awal
penjaminan mutu
Pendampingan
penjaminan mutu
Pendampingan
penjaminan mutu
Pendampingan
penjaminan mutu
© Standar
Kompetensi
Lulusan
© Standar Isi
© Standar Proses
© Standar Penilaian
© Standar Pendidik
dan Tenaga
Kependidikan
© Standar
Pengelolaan
© Standar
Pembiayaan
© Standar Sarana
dan Prasarana
8 SNP
Peta mutu pendidikan di SP  Raport Sekolah
POTRET TERHADAP PENINGKATAN MUTU
16
sekolah: sekolah x
kabupaten: kabupaten 1.1
provinsi: provinsi 1
Standar Capaian
Standar Kompetensi Lulusan 6,0
Standar Isi 5,0
Standar Proses 6,0
Standar Penilaian Pendidikan 5,0
Standar Pendidik dan Tenaga
Kependidikan
5,0
Standar Sarana dan Prasarana
Pendidikan
5,0
Standar Pengelolaan
Pendidikan
4,0
Standar Pembiayaan 7,0
CAPAIAN SNP 5,4
Standar Kompetensi Lulusan
Standar Isi
Standar Proses
Standar Penilaian Pendidikan
Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan
Standar Pengelolaan Pendidikan
Standar Pembiayaan
1
6
Sekolah X
Kab 1.1
Prov 1
Nas
CONTOH RAPOR MUTU
17
Indikator Nilai
1 Standar Kompetensi Lulusan 5,2
1.1 Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi sikap 4,5
1.2 Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi
pengetahuan
6,0
1.3 Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi
keterampilan
5,0
2 Standar Isi 5,0
2.1 Muatan sesuai dengan rancangan Kurnas 6,0
2.2 Rancangan mata pelajaran dan beban belajar
memberi waktu yang cukup leluasa untuk
mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, dan
keterampilan
4,0
2.3 KTSP sesuai dengan Kurnas 5,0
3 Standar Proses 6,0
3.1 Proses pembelajaran sesuai dengan SNP 6,0
3.2 Perencanaan proses pembelajaran sesuai SNP 6,0
4 Standar Penilaian Pendidikan 5,0
4.1 Proses penilaian dilakukan dengan objektif dan
terpadu
4,0
4.2 Sekolah menerapkan penilaian yang akuntabel 5,0
4.3 Penilaian dilakukan dengan transparan 6,0
4.4 Edukatif-mendidik dan memotivasi siswa dan guru 4,0
5 Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan 5,3
5.1 Jumlah & kualifikasi Guru sesuai SNP 5,0
5.2 Kualifikasi Kepala Sekolah sesuai SNP 5,0
5.3 Ketersediaan Kepala Tenaga Administrasi 5,0
5.4 Pelaksana Urusan Administrasi 5,0
5.5 Ketersediaan Kepala Perpustakaan Sekolah 5,0
5.6 Tenaga Perpustakaan Sekolah 6,0
5.7 Ketersediaan Kepala Laboratorium 6,0
5.8 Tenaga Teknisi Laboran 6,0
5.9 Tenaga Laboran 6,0
5.10 Kompetensi Guru sesuai SNP 6,0
5.11 Kompetensi Kepala Sekolah sesuai SNP 6,0
5.12 Kompetensi Kepala Tenaga Administrasi sesuai SNP 5,0
Indikator Nilai
5.13 Kompetensi Pelaksana Urusan Administrasi sesuai SNP 4,0
5.14 Kompetensi Kepala Perpustakaan Sekolah sesuai SNP 6,0
5.15 Kompetensi Tenaga Perpustakaan Sekolah sesuai SNP 4,0
5.16 Kompetensi Kepala Laboratorium sesuai SNP 5,0
5.17 Kompetensi Teknisi Laboransesuai SNP 6,0
5.18 Kompetensi Laboran sesuai SNP 4,0
6 Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan 5,0
6.1 Kapasitas dan Daya tampung sekolah sesuai dengan SNP 6,0
6.2 Kelengkapan jumlah sarana dan prasarana
pembelajaran
5,0
6.3 Kelengkapan jumlah sarana dan prasarana pendukung 4,0
6.4 Kondisi sarana dan prasarana pembelajaran 4,0
6.5 Kondisi sarana dan prasarana pendukung 6,0
7 Standar Pengelolaan Pendidikan 4,8
7.1 Perencanaan program dilaksanakan sesuai dengan
standar dan melibatkan pamangku kepentingan
4,0
7.2 Pelaksanaan program dilaksanakan sesuai dengan
standar dan melibatkan pamangku kepentingan
4,0
7.3 Sekolah melaksanakan pengawasan dan evaluasi
terhadap pelaksanaan program secara berkala
6,0
7.4 Kepala sekolah berkinerja baik 6,0
7.5 Sekolah mengelola system informasi sekolah 4,0
8 Standar Pembiayaan 4,3
8.1 Sekolah tidak memungut biaya dari peserta didik yang
tidak mampu secara ekonomi
5,0
8.2 Biaya operasional non personil minimal sesuai standar
(total anggaran sekolah dikurangi biaya investasi dan gaji
PTK dibagi total jumlah siswa)
4,0
8.3 Pengelolaan dana yang masuk ke sekolah dilakukan
secara transparan dan akuntabel (laporan, dapat
diakses,dapat diaudit)
4,0
CONTOH RAPOR MUTU SATUAN PENDIDIKAN
PENGIMBASAN
SEKOLAH
MODEL
SEKOLAH
SEKOLAH
SEKOLAH
SEKOLAH
LPMP
PEMERINTAH
DAERAH/
TPMPD
• Pelatihan
• Pendampinga
n
• Monitoring
dan Evaluasi
• Pelatihan
• Pendampinga
n
• Monitoring
dan Evaluasi
• Pendanaan
• Pelatihan
• Pendampingan
• M & E
• Sosialisasi
• Pendampingan
• Studi banding
• Magang
• Perwakilan sekolah
imbas diundang
untuk ikut
mendapatkan
pendampingan di
sekolah model
• Perwakilan sekolah
imbas mengikuti
seluruh kegiatan
pendampingan yang
berlangsung di
sekolah model.
• Pengaturan jadwal
dapat disesuaikan
dan dikoordinasikan
secara internal
antara fasilitator,
sekolah model dan
sekolah imbas
• Anggota tim
penjaminan mutu
sekolah model
diharapkan mampu
memfasilitasi
sekolah imbas
dalam
mengimplementasik
an SPMI seperti
yang diterapkan
pada sekolah
model.
Pendam
pingan
Pendanaan
MATUR SUKSMA

PENGEMBANGAN SEKOLAH MODEL lembaga penjaminan mutu pendidikan.pptx

  • 1.
    PENGEMBANGAN SEKOLAH MODEL LEMBAGAPENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PROVINSI BALI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2015 I Made Ludragama,S.Pd,MM Pengawas SD Kecamatan Karangasem LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PROVINSI BALI TAHUIN 2016 DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH LPMP PROVINSI BALI 2017
  • 2.
    • Tujuan Memperkuat pemahamanpeserta pelatihan tentang definisi, tujuan dan peran sekolah model sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota • Indikator Peserta dapat: 1. Menggambarkan pengertian dan tujuan pengembangan sekolah model. 2. Menjelaskan indikator keberhasilan sekolah model. 3. Menjelaskan prinsip dalam pelaksanaan SPMI 4. Menjelaskan cara memotret capaian sekolah model. 5. Menjelaskan tata cara pendampingan 6. Menjelaskan cara mengimbaskan SPMI ke satuan pendidikan lainnya • Metode • Diskusi perbedaan pemahaman tentang sekolah model • Penyamaan persepsi kriteria penentuan sekolah model
  • 3.
    POKOK MATERI 1. Pengertiandan tujuan pengembangan sekolah model. 2. Indikator keberhasilan sekolah model. 3. Pelatihan sekolah model 4. Pendampingan sekolah model 5. Potret capaian sekolah model. 6. Pengimbasan SPMI ke satuan pendidikan lainnya
  • 4.
    SEKOLAH MODEL • sekolahyang mampu dan berkomitmen untuk menerapkan sistem penjaminan mutu pendidikan. • sekolah yang dapat menunjukkan terjadinya perubahan atau peningkatan mutu secara berkelanjutan dan terukur setelah menerapkan penjaminan mutu. • mampu mengimbaskan penerapan sistem penjaminan mutu pendidikan kepada sekolah di sekitarnya • memiliki karakter budaya mutu
  • 5.
    Tujuan dan HasilPengembangan • Tujuan – Sekolah menerapkan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri; – Sekolah meningkatkan mutu sesuai Standar Nasional Pendidikan; – Sekolah berbudaya mutu; • Hasil: – Adanya Percontohan sekolah berbasis SNP melalui penerapan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri. – Adanya pengimbasan penerapan penjaminan mutu pendidikan kepada sekolah lain
  • 6.
    OUTPUT • Satuan pendidikan mampu menjalankan seluruh siklus penjaminan mutu •Berfungsinya organisasi penjaminan mutu pendidikan di satuan pendidikan OUTCOM E • Proses pembelajaran berjalan sesuai standar • Pengelolaan satuan pendidikan berjalan sesuai standar DAMPAK • Budaya mutu di satuan pendidikan terbangun • Mutu hasil belajar meningkat INDIKATOR KEBERHASILAN
  • 7.
    PELATIHAN SPMI UNTUKSEKOLAH MODEL Waktu 4 hari dengan total durasi waktu ± 32 jam Lokasi Ruang pertemuan dengan ketentuan berikut. Memiliki kapasitas untuk ± 45 orang Tata ruang berupa meja kelompok untuk setiap sekolah. Mudah diakses oleh peserta pelatihan Batch 1 region/kelompok Jumlah Peserta 5 – 6 sekolah/kelas @ 2 fasilitator, setiap sekolah minimal 6 orang, yang terdiri dari • Kepala Sekolah, • Guru kelas atau mata pelajaran, • Tenaga kependidikan • Komite sekolah • Pengawas sekolah Evaluasi Pra test – Post test Peralatan flipchart, kertas plano dan meta plan, spidol, modul pelatihan
  • 8.
    PELATIHAN SPMI UNTUKSEKOLAH MODEL SASARAN BARU Hari Sesi Materi Metode A.Pelatihan SPMI Hari 1 Sesi 1 Pengantar Diskusi Sesi 2 Pengembangan Sekolah Model Paparan dan Diskusi Sesi 3 Standar Nasional Pendidikan: Indikator dan Instrumen Paparan dan Diskusi Hari 2 Sesi 4 Standar Nasional Pendidikan: Indikator dan Instrumen (Lanjutan) Paparan, Diskusi dan Observasi Sesi 5 Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Paparan dan Diskusi Sesi 6 Pemetaan Mutu Diskusi dan Praktek Hari 3 Sesi 7 Perencanaan Pemenuhan Mutu Diskusi dan Praktek Sesi 8 Implementasi Pemenuhan Mutu Diskusi dan Praktek Sesii 9 Monitoring dan evaluasi Diskusi dan Praktek Hari 4 Sesi 10 Rencana Tindak Lanjut: Pendampingan dan Pengimbasan Diskusi Sesi 11 Evaluasi Pelatihan Untuk sekolah model yang baru dilatih mendapat pelatihan yang disajikan pada bagian ini, dimana hasil praktek setiap tahapan SPMI dipaparkan secara pleno pada sesi tersebut
  • 9.
    PELATIHAN SPMI UNTUKSEKOLAH MODEL SASARAN LAMA Hari Sesi Materi Metode B. Penyegaran SPMI Hari 1 Sesi 1 Pengantar Diskusi Sesi 2 Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Paparan dan Diskusi Sesi 3 Pengembangan Sekolah Model Paparan dan Diskusi Hari 2 Sesi 4 Standar Nasional Pendidikan: Indikator dan Instrumen Paparan, Diskusi dan Observasi Hari 3 Sesi 5 Praktek Studi Kasus: Pelaksanaan PMP pada Sekolah Paparan dan Diskusi Hari 4 Sesi 6 Rencana Tindak Lanjut: Pendampingan dan Pengimbasan Diskusi Sesi 7 Evaluasi Pelatihan Sekolah model yang pernah dilatih sebelumnya mendapatkan penyegaran yang disajikan pada bagian B.
  • 10.
    TUJUAN DAN DAMPAKPENDAMPINGAN Tujuan pelaksanaan pendampingan sekolah model antara lain: • Meningkatkan pemahaman SPMI kepada pengawas, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan lain, orang tua/komite sekolah dan pemangku kepentingan di dalam maupun luar sekolah model. • Meningkatkan keterampilan sekolah dalam pelaksanaan SPMI • Menguatkan pelaksanaan SPMI kepada pengawas, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan lain, orang tua/komite sekolah dan pemangku kepentingan di dalam maupun luar sekolah model. Hasil yang diharapkan dari pelaksanaan pendampingsn sekolah model adalah: • Sekolah dapat menerapkan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri; • Sekolah dapat meningkatkan mutu sesuai SNP; • Sekolah memiliki budaya mutu; • Sekolah model nantinya diharapkan dapat dijadikan percontohan sekolah berbasis SNP melalui penerapan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri dan melakukan pola pengimbasan penerapan penjaminan mutu pendidikan kepada sekolah lain hingga seluruh sekolah terampil menerapkan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri pada tahun 2019.
  • 11.
    PENDAMPINGAN No Tahapan TujuanLuaran A. Reviu Paska Pelatihan • Sekolah dapat menindaklanjuti hasil yang didapatkan selama pelatihan SPMI. • Sekolah dapat melakukan pembentukan TPMPS untuk mengawal SPMI • Lembar refleksi terhadap hasil pelatihan • Rencana tindak lanjut yang telah direviu • SK Pembentukan TPMPS • Struktur Organisasi TPMPS • Jurnal Kegiatan TPMPS B. Reviu Pelaksanaan Sosialisasi SPMI • Sekolah dapat menyosialisasikan SPMI kepada pemangku kepentingan. • Dokumentasi pelaksanaan sosialisasi • Lembar refleksi terhadap pelaksanaan sosialisasi • RTL yang telah direviu C. Pendampingan Pemetaan Mutu • Sekolah terampil melakukan EDS dan memiliki profil mutu berdasarkan SNP. • Sekolah terampil membuat analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Threat – Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman) yang berisi potensi keunggulan berikut faktor-faktor pengham-bat baik internal maupun eksternal sekolah • Sekolah mampu mengiden-tifikasi akar permasalahan dalam pemenuhan SNP. • Dokumen pemetaan mutu yang berisi: • Indikator Mutu • Kondisi Mutu Sekolah • Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman • Permasalahan yang ditemukan • Akar permasalahan yang teridentifikasi D Pendampingan Penyusunan Rencana Pemenuhan Mutu • Sekolah dapat menindaklanjuti hasil EDS untuk pemenuhan SNP. • Sekolah terampil melakukan perencanaan untuk mengatasi permasalah sesuai dengan skala prioritas. • Dokumen perencanaan yang berisi • Program • Kegiatan • Sasaran • Penanggungjawab • Indikator keberhasilan • Pihak yang terlibat • Target yang akan dicapai • RKAS yang sesuai dokumen pemetaan E. Pendampingan Pelaksanaan Pemenuhan Mutu • Sekolah terampil melaksanakan pemenuhan mutu dalam bidang manajemen sesuai dengan perencanaan/RKAS. • Sekolah terampil dalam melaksanakan pemenuhan mutu dalam bidang akademik sesuai dengan perencanaan/RKAS. • Dokumen pelaksanaan pemenuhan • Dokumen tindak lanjut evaluasi pelaksanaan • Dokumen KTSP • Hasil reviu pembahasan kegiatan F. Pendampingan Evaluasi Pemenuhan Mutu • Sekolah terampil melakukan evaluasi terhadap pelaksanakan pemenuhan mutu. • Dokumen Evaluasi yang memuat: • Instrumen evaluasi • Rencana pelaksanaan evaluasi • Skema pelaksanaan evaluasi
  • 12.
    POTRET SEKOLAH MODEL •TERHADAP PELAKSANAAN PMP – Tahapan siklus SPMI – Pelibatan unsur dalam pelaksanaan – Pemberdayaan organisasi TPMPS • TERHADAP PENINGKATAN CAPAIAN SNP – Rapor mutu – Perubahan perilaku – Inovasi • TERHADAP BUDAYA MUTU – Komitmen – Kesadaran – Kemandirian – Keberlanjutan
  • 13.
    13 Pelibatan Unsur Visi-Misi, Kebijakan sekolah Laporan hasil evaluasi: •Pemenuhan 8 SNP • Implementasi dari rencana aksi Dokumen perencanaan, pengembangan sekolah dan rencana aksi Kebijakan Pemerintah (Kurikulum, SNP, lainnya) Output: Capaian Kualitas sekolah sesuai 8 SNP Dokumen Evaluasi Diri Sekolah Sekolah Kepala Sekolah Guru Tenaga Kependidikan Komite sekolah POTRET TERHADAP PELAKSANAAN PMP Tahapan
  • 14.
    14 Satuan Pendidikan TimPenjaminan Mutu Sekolah  merencanakan, melaksanakan, mengendalikan, dan mengembangkan sistem penjaminan mutu pendidikan;  menyusun dokumen penjaminan mutu yang terdiri atas dokumen kebijakan, dokumen standar; dan dokumen formulir;  membuat perencanaan peningkatan mutu yang dituangkan dalam rencana kerja satuan pendidikan;  melaksanakan pemenuhan mutu baik dalam pengelolaan satuan pendidikan maupun proses pembelajaran;  membentuk tim penjaminan mutu pada satuan pendidikan; dan  mengelola data mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan.  mengkoordinasikan pelaksanaan penjaminan mutu di tingkat satuan pendidikan;  melakukan pembinaan, pembimbingan, pendampingan, dan supervisi terhadap pelaku pendidikan di satuan pendidikan dalam pengembangan dan penjaminan mutu pendidikan;  melaksanakan pemetaan mutu pendidikan berdasarkan data mutu pendidikan di satuan pendidikan;  melakukan monitoring dan evaluasi proses pelaksanaan pemenuhan mutu yang telah dilakukan; dan  memberikan rekomendasi strategi pemenuhan mutu berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi kepada kepala satuan pendidikan. Organisasi • struktur • kinerja • dukungan POTRET TERHADAP PELAKSANAAN PMP
  • 15.
    15 Hasil Pemantauan danPendampingan Berkelanjutan Kondisi awal Kondisi Setelah pelatihan dan pendampingan Kondisi Setelah 6 bulan implementasi Kondisi Setelah 1 tahun dst………….. 15 Baseline Skor : x Penilaian I : Skor : x+y Penilaian II : Skor : x+y+z Pelatihan dan pendampingan awal penjaminan mutu Pendampingan penjaminan mutu Pendampingan penjaminan mutu Pendampingan penjaminan mutu © Standar Kompetensi Lulusan © Standar Isi © Standar Proses © Standar Penilaian © Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan © Standar Pengelolaan © Standar Pembiayaan © Standar Sarana dan Prasarana 8 SNP Peta mutu pendidikan di SP  Raport Sekolah POTRET TERHADAP PENINGKATAN MUTU
  • 16.
    16 sekolah: sekolah x kabupaten:kabupaten 1.1 provinsi: provinsi 1 Standar Capaian Standar Kompetensi Lulusan 6,0 Standar Isi 5,0 Standar Proses 6,0 Standar Penilaian Pendidikan 5,0 Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan 5,0 Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan 5,0 Standar Pengelolaan Pendidikan 4,0 Standar Pembiayaan 7,0 CAPAIAN SNP 5,4 Standar Kompetensi Lulusan Standar Isi Standar Proses Standar Penilaian Pendidikan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan Standar Pengelolaan Pendidikan Standar Pembiayaan 1 6 Sekolah X Kab 1.1 Prov 1 Nas CONTOH RAPOR MUTU
  • 17.
    17 Indikator Nilai 1 StandarKompetensi Lulusan 5,2 1.1 Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi sikap 4,5 1.2 Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi pengetahuan 6,0 1.3 Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi keterampilan 5,0 2 Standar Isi 5,0 2.1 Muatan sesuai dengan rancangan Kurnas 6,0 2.2 Rancangan mata pelajaran dan beban belajar memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, dan keterampilan 4,0 2.3 KTSP sesuai dengan Kurnas 5,0 3 Standar Proses 6,0 3.1 Proses pembelajaran sesuai dengan SNP 6,0 3.2 Perencanaan proses pembelajaran sesuai SNP 6,0 4 Standar Penilaian Pendidikan 5,0 4.1 Proses penilaian dilakukan dengan objektif dan terpadu 4,0 4.2 Sekolah menerapkan penilaian yang akuntabel 5,0 4.3 Penilaian dilakukan dengan transparan 6,0 4.4 Edukatif-mendidik dan memotivasi siswa dan guru 4,0 5 Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan 5,3 5.1 Jumlah & kualifikasi Guru sesuai SNP 5,0 5.2 Kualifikasi Kepala Sekolah sesuai SNP 5,0 5.3 Ketersediaan Kepala Tenaga Administrasi 5,0 5.4 Pelaksana Urusan Administrasi 5,0 5.5 Ketersediaan Kepala Perpustakaan Sekolah 5,0 5.6 Tenaga Perpustakaan Sekolah 6,0 5.7 Ketersediaan Kepala Laboratorium 6,0 5.8 Tenaga Teknisi Laboran 6,0 5.9 Tenaga Laboran 6,0 5.10 Kompetensi Guru sesuai SNP 6,0 5.11 Kompetensi Kepala Sekolah sesuai SNP 6,0 5.12 Kompetensi Kepala Tenaga Administrasi sesuai SNP 5,0 Indikator Nilai 5.13 Kompetensi Pelaksana Urusan Administrasi sesuai SNP 4,0 5.14 Kompetensi Kepala Perpustakaan Sekolah sesuai SNP 6,0 5.15 Kompetensi Tenaga Perpustakaan Sekolah sesuai SNP 4,0 5.16 Kompetensi Kepala Laboratorium sesuai SNP 5,0 5.17 Kompetensi Teknisi Laboransesuai SNP 6,0 5.18 Kompetensi Laboran sesuai SNP 4,0 6 Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan 5,0 6.1 Kapasitas dan Daya tampung sekolah sesuai dengan SNP 6,0 6.2 Kelengkapan jumlah sarana dan prasarana pembelajaran 5,0 6.3 Kelengkapan jumlah sarana dan prasarana pendukung 4,0 6.4 Kondisi sarana dan prasarana pembelajaran 4,0 6.5 Kondisi sarana dan prasarana pendukung 6,0 7 Standar Pengelolaan Pendidikan 4,8 7.1 Perencanaan program dilaksanakan sesuai dengan standar dan melibatkan pamangku kepentingan 4,0 7.2 Pelaksanaan program dilaksanakan sesuai dengan standar dan melibatkan pamangku kepentingan 4,0 7.3 Sekolah melaksanakan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program secara berkala 6,0 7.4 Kepala sekolah berkinerja baik 6,0 7.5 Sekolah mengelola system informasi sekolah 4,0 8 Standar Pembiayaan 4,3 8.1 Sekolah tidak memungut biaya dari peserta didik yang tidak mampu secara ekonomi 5,0 8.2 Biaya operasional non personil minimal sesuai standar (total anggaran sekolah dikurangi biaya investasi dan gaji PTK dibagi total jumlah siswa) 4,0 8.3 Pengelolaan dana yang masuk ke sekolah dilakukan secara transparan dan akuntabel (laporan, dapat diakses,dapat diaudit) 4,0 CONTOH RAPOR MUTU SATUAN PENDIDIKAN
  • 18.
    PENGIMBASAN SEKOLAH MODEL SEKOLAH SEKOLAH SEKOLAH SEKOLAH LPMP PEMERINTAH DAERAH/ TPMPD • Pelatihan • Pendampinga n •Monitoring dan Evaluasi • Pelatihan • Pendampinga n • Monitoring dan Evaluasi • Pendanaan • Pelatihan • Pendampingan • M & E • Sosialisasi • Pendampingan • Studi banding • Magang • Perwakilan sekolah imbas diundang untuk ikut mendapatkan pendampingan di sekolah model • Perwakilan sekolah imbas mengikuti seluruh kegiatan pendampingan yang berlangsung di sekolah model. • Pengaturan jadwal dapat disesuaikan dan dikoordinasikan secara internal antara fasilitator, sekolah model dan sekolah imbas • Anggota tim penjaminan mutu sekolah model diharapkan mampu memfasilitasi sekolah imbas dalam mengimplementasik an SPMI seperti yang diterapkan pada sekolah model. Pendam pingan Pendanaan
  • 19.